Program ‘Zero Waste’ Jadi Agenda Edukasi MABA Universitas Hamzanwadi

Diharapkan para mahasiswa baru sejak dini peduli terhadap lingkungan agar sampah berubah jadi berkah

MATARAM.lombokjournal.com —  PKKMB (Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru) Universitas Hamzanawadi dimulai Hari Rabu, tanggal 4-8 September 2019, yang mengusung tema “The Energy of Hamzanwadi”.

Tema tersebut diambil sebagai bentuk penghayatan dan pengamalan dari spirit Hamzanwadi kepada mahasiswa baru.

Salah satu bentuk program tahunan yang diselenggarakan menjelang aktif proses perkuliahan adalah PKKMB, yang ber tujuan agar calon mahasiswa baru mengenal dunia kampus baik dari sisi kehidupan akademik di perguruan tinggi, wawasan kebangsaan,  kehidupan organisasi kampus, budaya santri,  tata tertib kampus serta aktivitas lainnya yang ada di kampus.

​Salah satu agenda khusus PKKMB tahun adalah edukasi program Zero waste. Program zaro waste merupakan salah satu program unggulan pemerintah provinsi NTB.

Dalam mendukung program zero waste, kehidupan pengenalan kampus bagi mahasiswa baru dibekali pengetahuan tentang pengurangan penggunaan sampah anorganik dan pemanfaatan sampah organik.

Selama proses PKKMB calon mahasisawa baru dibiasakan tidak membawa air kemasan, tetapi diwajibkan membawa wadah sendiri, panitia  menyiapkan air galon.

Selain itu, mereka juga tidak diperkenankan menggunakan bungkus nasi plastik melainkkan menggantinya dengan bungkus nasi hijau.

Dalam pemantapan program zero waste ini, panitia mengundang praktisi sebagai narasumber memberikan pelatihan pembuatan ecobrick, kompos, dan pemanfaatan plastik.

Harapannya, para mahasiswa baru sejak dini peduli terhadap lingkungan agar sampah berubah jadi berkah.

Berkah yang dimaksud disini adalah sampah bisa mendatangkan uang karena sampah bisa dijual, bisa menjadi pupuk organik, bisa jadi ecobrick, dan pastinya bisa menjadi bidang usaha baru.

Semoga dengan pelatihan ini para mahasiswa baru, memberikan semangat baru kepada para mahasiswa untuk mencintai bumi dan bisa mengaplikasikan ilmunya di tempat tinggal masing-masing.

Sehingga lingkungannya tetap bersih yang akhirnya Zero Waste terwujud secara merata.

AYA




Nasib Mahasiswa Yang Dikirim Ke Korea, M16; Jangan Ada Dusta Atas Nasib Orang

“Ya, kayak kata pepatah lah, bangkai disimpan nanti tercium juga”

lombokjornal.com —

MATARAM   ;  Masalah pengiriman sekolah ke Korea menjadi perhatian publik, sebab peristiwa itu mengesankan kurang cermatnnya penanganan nasib mahasiswa NTB yang dikirim belajar ke negeri orang.

“Jangan ada dusta atas nasib orang,” kata Direkktur Mi6 Bambang Mei Finarwanto di Mataram, Sabtu (07/09) 2109.

Seperti diketahui, muncul Kegaduhan publik soal pengiriman mahasiswa ke Chodang University, Korea Selatan. Dan hingga kini belum ada titik terang.

Lembaga Kajian Politik dan Publik Mi6 mendapati sejumlah informasi menyedihkan.

“Kalau kemarin itu ceritanya sebatas tak ada yang telantar. Semua baik-baik saja, semakin kesini kok malah kebalikannya,” kata Bambang Mei yang akrab disapa Didu.

Didu tampak kesal, sebab nasib 18 orang yang sudah dikirim tidak boleh dianggap sederhana. Masalahnya, mereka sudah mengorbankan pekerjaan dan diduga meminjam puluhan juta di bank daerah agar bisa ke Korea.

“Siapa yang tanggung jawab, pekerjaan orang sudah lepas. Belum lagi secara psikologis di mata keluarga dan lingkungan sekitar,” urainya.

Dikatakan, Mi6 mengikuti seluruh pemberitaan di media massa baik cetak maupun online. Yang muncul justru saling menghindar soal pertanggung jawaban. Disebut Universitas Mataram, ada juga Pemprov NTB, terakhir LPP yang disebut.

“Keributannya malah pembelaan diri, bukan telantar, bukan perdagangan orang, bukan salah ini, salah itu. Jadi kesannya tidak profesional, amatiran,” kata Didu dengan kesal.

Mestinya, sambung Didu, terbuka saja ke media secara kronologi, sampaikan proses pengiriman hingga nasib warga NTB yang telah ke Korea Selatan. Dalam era serba terbuka, sulit menutupi sesuatu. Apalagi hal tersebut diduga tak prosedural.

“Ya, kayak kata pepatah lah, bangkai disimpan nanti tercium juga,” tandasnya.

Didu menambahkan, Pemprov NTB punya kewajiban moral  bertanggung jawab secara utuh pada warga NTB yang sudah dikirim ke Korea Selatan. Kerugian materiil ataupun immateriil harus dihitung.

“Termasuk jelaskan itu dugaan bagaimana nasib pinjaman Rp 60 juta di bank. Beberapa dari mereka sudah berhenti kerja, jangan sampai sudah jatuh tertimpa tangga,” bebernya.

Terakhir, Didu mengaku penasaran dengan dugaan  proses pinjaman perbankan. Terkesan begitu mudah mencairkan pinjaman yang diduga untuk 28 orang dengan total 1.680.000.000, biasanya bank cermat dan tidak mau ambil resiko.

“Ini orang sudah berhenti kerja, masih mau kuliah dapat kerja lagi di Korea Selatan. Kok mudah sekali dapat pinjaman, sementara meminjam untuk usaha saja panjang lebar prosesnya,” katanya lagi.

Masalah Korea Selatan ini telah mendapat atensi dari banyak pihak, baik dewan dan ombudsman. Didu berharap, persoalan ini dikawal secara utuh.

Ia khawatir, nasib 18 orang yang saat ini di Korea Selatan diabaikan.

“Ini persoalan publik. Tak boleh disederhanakan, apalagi diremehkan,” tegasnya.

Program sederhana

Sementara itu Gubernur NTB H Zulkieflimansyah melalui akun facebook pribadinya menuliskan, ada yang mempermasalahkan tentang pengiriman  mahasiswa ke Korea bahkan mencurigai ini motif utk perdagangan manusia. Padahal ini program sederhana.

“Yang punya ide memberangkatkan anak NTB ke luar negeri bukan kami saja. Banyak orang dan tim lain,” tulisnya.

Zul melanjutkan, ini ada ide memberangkatkan lulusan D3 keperawatan dan melanjutkan S1 di Chodang University. Ide ini diinisiasi oleh Dr Hamsu dari Fakultas Kedokteran Unram.

Kata Dr Hamsu, NTB punya kelebihan perawat dan sambil sekolah anak NTB bisa bekerja membantu di bidang perawatan dan kesehatan di Korea dengan gaji yang lumayan.

“Menurut kami program ini bagus dan harus didukung  tapi kami meminta Prof Hamsu untuk mengecek kualitas dan Reputasi Chodang University sambil mengirimkan Kadis Kesehatan Kami Dr Eka dan Dirut RSUP dr Fikri untuk memastikan,bahwa apa yang di janjikan itu benar. Setelah semuanya oke baru berani kita kirimkan anak-anak kita ke sana,” lanjutnya.

Kalau kemudian ada hal-hal yang kenyataannya tidak sesuai dengan yang di janjikan tentu patut di sesali.

“Kita tinggal perbaiki kalau ada prosedur yang keliru atau ganti tempat studi ke tempat yang sesuai harapan. Tapi yang ada beritanya anak-anak kita terlantar di Korea,” tambahnya.

Seperti diketahui, pengiriman 18 warga NTB untuk belajar ke Chodang University untuk kuliah sembari bekerja tak berjalan mulus. Kondisi belasan orang di Korea Selatan itu pun tak menentu.

Direncanakan dalam waktu dekat, mereka akan kembali ke NTB. Sisanya akan kembali Desember mendatang.

Mereka ke Korea Selatan setelah mendapat pinjaman uang dari bank daerah sebesar Rp 60 juta.

Me




Gubernur NTB Jelaskan Proses Seleksi Calon Mitra Gili Tangkong

Pemilihan calon mitra ini dilakukan oleh Panitia Pemilihan Mitra Kerjasama Pemanfaatan Aset Daerah Provinsi NTB yang diketuai Dr. Prayitno Basuki, MA

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menampik tudingan adanya orang dekat Gubernur yang ikut mengintervensi proses seleksi calon mitra pengelola Gili Tangkong.

Ia menegaskan, Pemprov NTB dan seluruh jajarannya tetap memegang teguh prinsip kebebasan dan kesamaan peluang dalam berinvestasi di daerah ini.

Pernyataan itu disampaikan Gubernur melalui Kepala Biro Humas dan Protokoler Setda NTB, Najamuddin Amy, S.Sos, MM, di Mataram, Jumat (06/09) 2019.

Menurut Najamuddin, dalam berbagai kesempatan Gubernur NTB selalu menegaskan, kesamaan peluang dalam berusaha adalah salah satu prinsip yang menjadi penopang kemudahan berinvestasi.

Setiap orang yang ingin berusaha, menurutnya harus mendapatkan perlakuan yang sama tanpa memandang kedekatan dengan otoritas tertentu.

Prinsip ini masih dipegang teguh oleh Pemprov NTB saat ini. Pemprov NTB selalu membuka peluang bagi siapapun yang ingin berinvestasi di NTB.

Dalam proses penunjukan investor yang akan mengelola Gili Tangkong, Pemprov NTB tetap mengedepankan penilaian berdasarkan standar yang sudah ditentukan.

“Tidak boleh ada manipulasi dalam proses ini,” ujarnya.

Gubernur pun telah meminta pihak yang menyebarluaskan kabar terkait adanya intervensi dirinya melalui orang dekatnya ini untuk segera mengklarifikasi tuduhannya.

Sebab, hal ini dapat mencoreng upaya Pemprov NTB dalam membangun iklim berinvestasi yang sehat dan kompetitif.

“Kita sedang berjuang agar orang percaya bahwa berusaha di NTB itu mudah dan menyenangkan. Serta tetap mengedepankan kompetisi yang sehat,” tegasnya.

Mengingat pentingnya hal ini, Najamuddin mengutarakan, Gubernur telah melakukan klarifikasi langsung terhadap jajarannya. Termasuk, orang yang disebut sebagai orang dekatnya.

Dan hasilnya, tuduhan tersebut sama sekali tidak terbukti.

Untuk diketahui, Pemprov NTB telah menggelar tahapan pemilihan calon mitra pengelola Gili Tangkong.

Pemilihan calon mitra ini dilakukan oleh Panitia Pemilihan Mitra Kerjasama Pemanfaatan Aset Daerah Provinsi NTB yang diketuai Dr. Prayitno Basuki, MA.

Pada tahap awal, terdapat delapan calon mitra yang memasukkan dokumen untuk mengikuti proses pemilihan ini. Selanjutnya, dari seleksi kualifikasi, panitia mendapatkan enam perusahaan yang memasukkan dokumen.

Lalu terakhir, ada tiga perusahaan yang memasukkan dokumen penawaran. Mereka adalah PT. Heritage Resort and Spas (Bintan), PT. Istana Cempaka Raya (Mataram) dan PT. Ananda Tangkong Paradise (Denpasar).

AYA/HmsNTB




Pekan Risalah dan Ta’aruf Mahasiswa, Diikuti 823 Mahasiswa Baru UNW

MATARAM.lombbokjoural.com – Sebanyak 820 Mahasiswa baru Universitas Nahdlatul Wathan Mataram mengikuti kegiatan Pekan Risalah dan Ta’aruf Mahasiswa (Pertama).

Kegiatan itu merupakan kegiatan peserta didik pada jenjang perguruan tinggi di Universitas Nahdlatul Wathan Mataram yang umumnya disebut Ospek, yang akan dilaksanakan selama 3 hari.

Kegiatan tersebut dibuka Rektor UNW Mataram TGH. Lalu Gede M. Aliwirasakti, Ma, di Aula Universitas Nahdlatul Wathan Mataram,  dan dihadiri seluruh civitas akademika dari seluruh Fakultas, Jumat (06/09) 2019.

Rektor UNW Mataram memberikan ucapan selamat datang  pada seluruh mahasiswa baru yang mengikuti PERTAMA. Kegiatan ini diharapkan mampu mencetak Mahasiswa yang berkarakter, sehingga mampu memikirkan kemajuan Bangsa dan Negara.

Dikatakan, melalui kegiatan ini diharapkan mencetak  investasi sumber daya bangsa. Diharapkan mahasiswa baru mempunyai fikiran-fikiran ke depan, melakukan hal-hal yang menjadi kemaslahatan orang banyak.

“Tentu juga mampu berjuang untuk kemajuan Bangsa dan Negara, sebagaimana yang diamanatakan oleh pendiri-pendiri bangsa, juga titipan amanat untuk kita semua oleh pendiri Universitas Nahdlatul Mataram, Almaghfurlah Maulanasyaikh TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid, untuk terus memperjuangkan tatanan sosial kemasyarakatan yang baik,” katanya

Selain itu Gede Sakti (sapaan Akrabnya) menyampaikan pentingnya kegiatan Perkenalan Kampus, sesuai amanat direktur jenderal pembelajaran dan kemahasiswaan riset dikti, No 143/B/SE/VII/2019 tentang sistem pendidikan diindonesia, nilai dan norma kebudayaan, etika, serta Hak dan Kewajiban Mahasiswa selama menempuh perkuliahan di UNW.

Lebih lanjut Rektor UNW mengatakan,  ‘Pertama’  merupakan kegiatan awal pada jenjang perkuliahan, untuk memperkenalkan dunia akademik, Hak dan Kewajiban Mahasiswa dan lain sebagainya.

Hal ini sesuai yang tertera pada amanat Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Riset Dikti tahun 2019.

Turut hadir dan berbagi motivasi yaitu Wakil Rektor I, TGH. Lalu Muhyi Abidin, Ma. Ia berharap, mahasiswa mampu berbuat apa yang dikehendaki masyarakat. Mahasiswa dituntut tidak hanya mampu melaksanakan apa yang menjadi disiplin keilmuannya.

Terpisah, Ketua Panitia, M. Lukmanul Hakim menerangkan, kegiatan PERTAMA ini berjalan sesuai harapan.  Sesuai dengan kesepakatan, Lukman berarap, mahasiswa baru mampu memajukan UNW Mataram dan Nahdlatul Wathan (NW.

Kegiatan ditutup dengan bersama membaca do’a, dan diakhiri dengan foto bersama Rektor, juga seluruh Civitas akademika dengan Panitia Pelaksana.

Me




BNNP Cek Urine Anggota Baru DPRD NTB

Hj. Isvie Rupaeda

Untuk memberikan percontohan kepada masyarakat khususnya di NTB ini bahwa dari DPR dimulai untuk lingkungan kerja yang bebas dari narkoba

MATARAM.lombokjournl.com – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) NTB melakukan Tes Urine mendadak untuk para Anggora DPRD Provisi NTB yang baru.

Pengecekan urine itu dilakukan usai sidang Fraksi DPRD Provinsi NTB.

Ketua DPRD  Provinsi NTB, Hj. Isvie Rupaeda menjelaskan,  kegiatan ini merupakan program pemerintah pusat yang harus dilaksanakan oleh pemerintah daerah.

” Ya kita harus lakukan untuk menunjang program pemerintah untuk bebas dari Narkoba. Ini merupakan awal yang baik kan, supaya kita (anggota DPR) bersih dari yang namanya narkoba,” ujar Isvie usai melakukan tes Urine di Kantor DPRD Provinsi Jumat (06/09) 2019.

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP), Gde Sugianyar mengatakan, kegiatan tes urine ini  merupakan  salah satu kegiatan dari BNN Provinsi NTB  dalam rangka menciptakan lingkungan kerja yang kondusif, bebas dari Narkoba.

DikatakaNnya, kegiatan ini sejalan dengan Instruksikan Presiden no 6 Tahun 2014 tentang P4GN, kegiatan yang wajib dan harus dilaksanakan oleh kementrian instansi pemerintah baik pusat maupun daerah .

Kegiatan-kegiatan pencegahan pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran narkoba, dilaksanakan antara lain melalui sosialisasi tatap muka. Kemudian kegiatan berkaitan dengan tes urien dalam rangka menciptakan lingkungn kerja yang bersih dari Narkoba.

“Selanjutnya berkaitan dengan Regulasi  yang mengatur tentang bebas dari Narkoba, pembentukan satgas dan relawan yng dimulai dAri lingkungn kerja. Kita mulai Pro aktif relawan atau narkoba, untuk memberikan bantuan tehnis dan sebagainya,” ujar GdeSugianyar.

Gde menyatakan, kegiatan yang dilaksnakan oleh DPRD Provinsi ini merupakan kegiatan yang sangat positif oleh Ketua DPR dan jajaran, untuk memberikan percontohan kepada masyarakat khususnya di NTB ini bahwa dari DPR dimulai untuk lingkungan kerja yang bebas dari narkoba.

“Total anggorta dewan yang mengikuti tes urien beradasarkan absensi semunya ada 65, namun yang berhalangan ada empat orang, nanti kita tes susul,” katanya.

Hasilnya dalam waktu dekat akan disampaikan ke Ketua DPR. Jika ada yang positif, nanti akan berkoordinasi dengan Ketua DPR. Nanti tergantung dari regulasi yang ada.

“Nanti kita  serahkan kepada instansinya. ,” kata Gde.

 

Tes urine juga akan lakukan di DPRD kabupaten/ kota. Selanjutnya, kita komunikasikan, lagi dengan Sekertaris Dewan masing-masing kabupaten/kota.

AYA




Sekda KLU; Yang Tertuang Dalam RPJMD Harus Diwujudkan

“Rehab rekon mesti benar-benar kita kawal, terutama BPBD dan Dinas Sosial, tolong capaiannya  dipublikasikan”

TANJUNG .lombokjournal.com —  Agar program perencanaan sinkron dengan prioritas nasional dan provinsi, Pemerintah Kabupaten Lombok Utara melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) Perencanaan, persiapan KUAPPAS tahun 2020, di Aula Kantor Bupati Selasa, (03/09) 2019.

Rakor itu dihadiri Sekretaris Daerah KLU Drs. H. Suardi, MH., beberapa Kepala OPD, Badan, Kantor lingkup Pemda KLU,  Para Camat serta steakholder terkait.

Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Utara Drs. H. Suardi, MH mengatakan, apa yang tertuang dalam RPJMD memang harus diwujudkan.

“Kemudian target yang belum tercapai harus dianalisa lagi, apa perlu dilanjutkan apa tidak. Kalau itu merupakan kebutuhan dari masyarakat, maka perlu dilanjutkan,” kata sekda.

Lebih lanjut dikatakannya, program pada tahun 2020 Kantor Pemerintah Daerah dan Kantor DPRD harus jadi prioritas. Demikian juga kantor pelayanan harus diutamakan mengikuti masterplan, termasuk penanganan bencana.

“Terhadap rehab rekon mesti benar-benar kita kawal, terutama BPBD dan Dinas Sosial, tolong capaiannya  dipublikasikan, supaya masyarakat tahu apa yang pemda telah lakukan,” imbuhnya.

Dalam kesempatan sama, Kepala Bappeda KLU Heriyanto, SP menyebutkan, tahun 2020 terkait rehab rekon untuk melakukan pelayanan terhadap masyarakat, pemda mesti menyisihkan anggaran untuk membangun pusat pemerintahan.

Sementara dipikirkan pula fase pemulihannya pada aspek lain, sehingga perlu menguraikan dan menghitung anggarannya.

Dijelaskannya, arah konsentrasi pada penanganan kemiskinan tetap dilakukan. Bagaimana mengatasinya, intervensi dan pendekatan yang dibutuhkan juga harus jelas.

“Pada tahun 2019, kita sudah punya dokter desa 19 orang dan tahun 2020 harus kita tuntaskan. Satu desa satu ambulans, sudah 31 desa memiliki ambulans, sisanya dituntaskan. Baru menyelesaikan 101 kelompok WUB. Perlu dipikirkan langkah-langkahnya supaya bisa diselesaikan pada tahun 2020,” tuturnya.

Acara berlangsung dengan penyampaian dan diskusi bersama. Diharapkan hal-hal yang belum tuntas tahun 2019, bisa dituntaskan tahun 2020.

sta/humaspro




Simposium APGN di Lombok, Pembicara Ungkapkan Praktik Di Geoparknya Masing-masing

Untuk mencapai sebuah pariwisata yang berkelanjutan pada kawasan geoparknya, maka Pemerintah Provinsi Cao Bang menyusun sebuah strategi panduan pembangunan pariwisata

MATARAM.lombokjournal.com  — Tema  “UNESCO Global Geoparks Toward Sustaining Local Communities and Reducing Geohazard Risk” diangkat dalam simposium  The 6th Asia Pacific Geoparks Network (APGN) 2019 di Lombok Nusa Tenggara Barat.

Gubernur NTB, Dr.H. Zulkieflimansyah membuka  simposium yang dihadiri para geolog di kawasan Asia Pasifik itu, Selasa (03/09) 2019 di Rinjani Room Hotel Lombok Raya Mataram.

Mendampingi Gubbernur Zul bersama Presiden Global Geopark Network, Guy Martini,  Executive Chairman of Indonesian National Commission for UNESCO,  Prof. Dr. H. Arief Rachman, dan berbagai pihak terkait lainnya,

Selanjutnya, pembahasan materi yang dibagi ke dalam lima subtema, dan simposium akan berakhir pada tanggal 6 September 2019.

Kelima subtema yang dibahas itu, meliputi: Pertama,  “Empowering local socio-economic for sustainable development. Kemudian Materi kedua dengan subtema “Engaging Communities, geohazard risk and recovery”.

Ketiga membahas subtema “Popularizing scientific knowledge for public education. Keempat, Promoting aspiring global geoparks. Dan subtema yang kelima adalah Networking volcanic and karst landscape global geoparks.

Pada pembahasan subtema “Empowering local socio-economic for sustainable development, berlangsung di hari pertama di ruang Pejanggik Hall, Hotel Lombok Raya, Mataram, Nusa Tenggara Barat, menghadirkan (4) empat orang pembicara asal Cina, Vietnam, dan Korea Selatan.

Tiap-tiap pembicara menyampaikan praktik baik yang diterapkan pada geopark masing-masing, sesuai dengan tema.

Huang Wen selaku Komite Administratif Nasional dari UNESCO Global Geopark (UGG) Tianzhushan di Provinsi Anhui, Cina, menyampaikan, di kawasannya telah terbangun sebuah geotourism yang terstruktur melalui infrastruktur yang masih terus ditingkatkan hingga saat ini.

Selain itu untuk mencapai sebuah keberlanjutan (sustainability), Huang Wen menjelaskan bahwa Unesco Global Geopark (UGG) Tianzhushan telah menerapkan pendekatan berbasis pendidikan ilmiah dan pembangunan kapasitas yang berkelanjutan bagi komunitas dan masyarakat lokal disekitarnya.

Tidak jauh berbeda dengan itu, Vi Tran Thuy pembicara yang berasal Unesco Global Geopark  (UGG) Non Nuoc Cao Bang, Vietnam, menjelaskan,  untuk mencapai sebuah pariwisata yang berkelanjutan pada kawasan geoparknya, maka Pemerintah Provinsi Cao Bang menyusun sebuah strategi panduan pembangunan pariwisata.

Strategi itu dituangkannya kedalam 10 Program  Provinsi Cao Bang, terangnya.

Sedangkan Min Huh dari UGG Mudeungsan, Korea Selatan, mengungkap Nilai Universal Luar Biasa (Outstanding Universal Value/OUV) yang dimiliki kawasannya dan perjalanannya dalam meraih status geopark global.

Sementara Narasumber terakhir adalah Jihong Bao berasal dari UGG Shilin, Provinsi Yunan, Cina Barat Daya. Bao dalam paparannya banyak bercerita tentang kekayaan jenis batuan yang terdapat pada kawasan geoparknya.

Juga beragam program pariwisata yang diterapkannya, serta status sebagai geopark global telah memberikan banyak manfaat begi peningkatan sosial ekonomi masyarakat sekitar kawasan geopark, ujarnya.

Agenda simposium hari pertama diakhiri pada pukul 17:00 WITA untuk kemudian dilanjutkan dengan Mid-Simposium Excursion (Field Trip) ketiga destinasi berbeda, yaitu Jalur Utara (Desa Adat Gumantar dan Senaru), Jalur Tengah (Museum, Kemalik Lingsar dan Aik Berik), dan Jalur Timur (Sembalun) yang  dilaksanakan di hari ke-2.

Adapun sesi simposium untuk pembahasan subtema berikutnya akan dilanjutkan kembali di hari ke-3 dan ke-4 dengan melanjutkan bahasan pada kelima subtema yang sama.

AYA (Tim Media APGN)




Memasuki September, 302 Desa Di NTB Alami Kekeringan

Kekeringan yang terjadi pada tahun 2019 ini lebih luas jika dibandingkan tahun 2018 lalu

MATARAM.lombokjournal.com —  Bencana kekeringan di Nusa Tenggara Barat tercatat semakin meluas, hingga September ini tercatat 302 desa se NTB mengalami kekeringan.

Dibandingkan tahun sebelumnya, di tahun 2018 peningkatan sebaran kekeringan cukup signifikan .

“Jika di tahun lalu tercatat 298   maka di tahun 2019 hingga september ini tercatat 302 desa se NTB mengalami kekeringan,  akibat musim kemarau yang melanda NTB semakin meluas. Dari sebelumnya 298 desa, kini bertambah menjadi 302 Desa,” ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD),  Ashanul Khalik Ahmad, Selasa (03/09) 2019.

Ahsanul Khalik mengatakan, hingga saat ini jumlah desa yang terdampak akibat kekeringan mencapai 302 desa

Berdasarkan data yang dihimpun BPBD NTB di sembilan kabupaten kota, yang terdampak parah kekeringan terbanyak di kabupaten Lombok Tengah.

Data itu meliputi 83 desa di sembilan kecamatan dengan jumlah kepala keluarga yang terdampak mencapai 69,380 kk atau 273,967 jiwa.

Di posisi selanjutnya, Kabupaten Sumbawa dengan 42 desa di 17 kecamata,  dengan jumlah yang terdampak sebanyak 20,189 KK atau 80,765 jiwa. Kemudian disusul Kabupaten Lombok Timur dengan 37 desa di 7 kecamatan, dengan jumlah terdampak 42,546 kk atau 128,848 jiwa.

“Kabupaten Bima dengan 36 desa di 10 kecamatan  dengan jumlah sebanyak 4.190  kk atau 20,918 jiwa, Kabupaten Dompu dengan 33 desa di 8 kecamatan dengan jumlah terdampak 15,094 kk atau 48,717 jiwa,” terangnya.

Dampak kekeringan juga terjadi di Kabupaten Lombok Barat dengan 25 desa di 6 kecamatan dengan jumlah terdampak mencapai 16,246 kk atau 64,985 jiwa, dan Kabupaen Sumbawa Barat 13 kelurahan di 3 kecamatan dengan jumlah terdampak mencapai 2,414 kk atau 10,868 jiwa.

Ashanul khalik juga mengatakan, kekeringan yang terjadi pada tahun 2019 ini lebih luas jika dibandingkan tahun 2018 lalu.

Sebab kekeringan yang terjadi pada tahun ini jumlah masyarakat yang tedampak  lebih banyak, seperti yang terjadi di wilayah Lombok Timur, tepatnya di bagian selatan Lombok Timur, sehingga berdampak terhadap kondisi pertanian masyarakat.

Upaya yang dilakukan BPBD NTB dan instansi terkait dalam menghadapi kekeringan, selain menyalurkan air bersih ke sejumlah wilayah terdampak kekeringan, yakni dengan membuat sumur Bor di beberapa wilayah yang menjadi langganan kekeringan.

AYA




APGN Symposium, Agenda Bersejarah Bagi Masyarakat NTB

Gubernur mengatakan, pihaknya sadar dan setuju untuk mengelola warisan geologi dengan pendekatan kebijakan yang riil yaitu dengan melakukan perlindungan kawasan, memajukan pendidikan serta pembangunan berkelanjutan

MATARAM.lombokjournal.com  – Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. H. Zulkieflimansyah mengatakan, ditunjuknya Lombok sebagai lokasi The 6th  Asia Pacific Geopark Networks (APGN) Symposium tahun 2019 sangat berarti bagi masyarakat NTB.

Agenda ini akan menjadi sejarah bagi masyarakat NTB dan sebagai pendorong  untuk terus mengembangkan potensi yang dimiliki oleh daerah.

Gubernur NTB saat memberi sambutan dalam acara pembukaan acara Simposium APGN 2019 di Hotel Lombok Raya, Mataram, Selasa (03/09) 2019 mengatakan, masyarakat NTB telah dilanda bencana gempa bumi tahun 2018 lalu.

Beberapa kali gempa besar dan ribuan kali gempa kecil. Namun Gubernur memuji semangat masyarakat NTB yang terus berupaya bangkit pascagempa.

“Orang yang kuat adalah orang yang terjatuh tujuh kali, namun mampu bangkit delapan kali,” tutur orang nomor satu di NTB itu di hadapan Presiden Global Geopark Network, Guy Martini,  Executive Chairman of Indonesian National Commission for UNESCO,  Prof. Dr. H. Arief Rachman, dan pihak terkait lainnya.

Ia menambahkan, menjadi tuan rumah APGN merupakan momentum untuk menunjukkan pada dunia bahwa masyarakat NTB itu kuat.

“ Tahun lalu, kami dilanda gempa bukan hanya tujuh kali, namun lebih dari dua ribu kali. Namun masyarakat NTB mampu menunjukkan kepada dunia bahwa mereka bangkit lebih dari tiga ribu kali,” kata Gubernur yang diikuti oleh tepuk tangan para peserta.

BACA JUGA   ;

Standing Applause Menggema di Pembukaan APGN 2019, Dengan Tarian Kolosal “3 Secrets of Rinjani”

Gubernur mengatakan, pihaknya sadar dan setuju untuk mengelola warisan geologi dengan pendekatan kebijakan yang ril yaitu dengan melakukan perlindungan kawasan, memajukan pendidikan serta pembangunan berkelanjutan.

“ Saya berharap kegiatan APGN menjadi forum untuk berbagi pengalaman serta untuk belajar bagaimana mengelola potensi alam demi kelangsungan hidup masyarakat di masa mendatang,” ujarnya.

AYA/HmsNTB




Standing Applause Menggema di Pembukaan APGN 2019, Dengan Tarian Kolosal “3 Secrets of Rinjani”

Lalu Surya Wulawarman, sebagai kreator Tari “Tiga Rahasia Rinjani” itu mengaku bangga dan bahagia. Sebab ia tidak menyangka hasil karyanya itu mendapatkan apresiasi yang tinggi dari para delegasi APGN

MaATARAM.lombokjournal.com  —   The 6th Asia Pasific Geopark Network Symposium resmi dibuka hari Senin (03/09) 2019.

Ratusan delegasi dari berbagai negara memenuhi Hall Rinjani Hotel Lombok Raya, Kota Mataram, untuk mengikuti Opening Ceremony oleh Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah.

Sebagai tuan rumah, Pemerintah Provinsi NTB telah menyampaikan komitmennya untuk menyambut para tamu sebaik-baiknya.

Alhasil, komitmen yang lahir dari kerjasama apik berbagai kalangan mendapat standing applause dari ratusan delegasi yang hadir. Termasuk Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah dan Anggota FKPD Provinsi NTB.

Pembukaan APGN 2019 ini memberi kesan mendalam bagi para peserta. Bahkan, para delegasi yang telah hadir di NTB sejak 31 Agustus 2019, memberikan standing applause kepada pemerintah provinsi dan seluruh pihak  yang terlibat dalam event internasional itu.

Standing applause tersebut diberikan para peserta atas pembukaan acara yang berlangsung meriah dengan ditampilkannya sebuah tarian kolosal dengan judul “3 Secrets of Rinjani” Karya Sutradara dan Koreografer NTB, Lalu Surya Wulawarman dari Sasak Dance.

Salah satu delegasi APGN dari Alireza Amrikazemi dari Iran, merasa kagum dengan acara pembukaan itu. APGN Advisory Commitee itu merasa apa yang ditampilkan dalam acara itu sebagai sebuah kejutan yang tidak disangka-sangka.

“Ini merupakan penampilan terbaik yang pernah saya lihat,” ungkapnya usai pembukaan sembari menyampaikan selamat kepada pemerintah provinsi dan seluruh jajaran yang telah menyelenggarakan acara tersebut.

‘Tiga Rahasia Rinjani’

Lalu Surya Wulawarman, sebagai kreator Tari “Tiga Rahasia Rinjani” itu mengaku bangga dan bahagia. Sebab ia tidak menyangka hasil karyanya itu mendapatkan apresiasi yang tinggi dari para delegasi APGN.

Bahkan ia mengaku terharu, karena selama ini belum pernah mendapatkan standing applause panjang atas karyanya. Apalagi, bentuk penghargaan tertinggi di luar negeri adalah standing applause.

“Baru saya merasakan lagi di Indonesia, di daerah sendiri,  di tanah kelahiran, dari Peserta APGN dari 34 negara, memberikan standing applause. Dan standing applausenya panjang,” ungkapnya saat diwawancara di lokasi kegiatan.

Ia menjelaskan bahwa NTB bisa menaklukkan dunia dengan menampilkan seluruh potensi dan kearifan lokal yang ada. Termasuk tradisi yang tumbuh di tengah-tengah masyarakat, dapat ditampilkan dalam bentuk kekinian dengan tidak meninggalkan akar-akar tradisi yang ada.

“Ini penghargaan bagi NTB yang saat ini sedang menjadi tuan rumah APGN. Saya anggap NTB berhasil menjadi tuan rumah,” jelasnya

Ia juga menuturkan, Tarian “Tiga Rahasia Rinjani”, dengan lima adegan itu, menggambarkan masyarakat Sasak masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang. Dalam cerita itu, dikisahkan masyarakat Sasak yang senantiasa hidup bersanding dan bersahabat dengan alam sebagai sebuah kekuatan.

Mereka selalu mendaki Gunung Rinjani yang di dalamnya dipenuhi potensi dan keindahan alam yang luar biasa.

“Saya ingin mengangkat Rinjani ini dalam tiga prespektif,” jelasnya.

Pertama lanjutnya, Rinjani sebagai pusat energi bagi masyarakat. Ketika melihat Rinjani katanya, maka energi masyarakat itu langsung terbangun. Kedua adalah Rinjani sebagai pusat peradaban masyarakat. Yang ketiga lanjutnya adalah sebagai pusat vulkanologi.

“Kita ingin menunjukkan pada dunia bahwa Rinjani itu sangat luar biasa,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah mengungkapkan menjadi tuan rumah APGN sangat berarti bagi masyarakat NTB. Meski satu tahun lalu dilanda gempa bumi, namun menjadi energi untuk bangkit.

BACA JUGA  ;  

APGN Symposium, Agenda Bersejarah Bagi Masyarakat NTB

“Jatuh tujuh kali, namun bangkit delapan kali,” tutur orang nomor satu di NTB itu di hadapan Presiden Global Geopark Network,  Mr. Nicholas Zaucus, Koordinator APGN,  Xiochi Jin dan Executive Chairman of Indonesian National Commission for UNESCO,  Prof. Arif Rahman.

Ia menambahkan, menjadi tuan rumah APGN merupakan momentum untuk menunjukkan pada dunia bahwa masyarakat NTB itu kuat.

AYA/HmsNTB