Gubernur Sambut Baik Investor Asal Malaysia

Provinsi NTB memang sedang fokus untuk memberi nilai tambah pada hasil produksi masyarakat melalui konsep industrialisasi

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. H. Zulkieflimansyah menyambut baik keseriusan para investor asal Malaysia untuk berinvestasi di NTB.

Rencana untuk berinvestasi secara serius tersebut muncul saat dialog antara Gubernur NTB dengan Dewan Perdagangan Islam Malaysia (DPIM) di Ruang Rapat Utama (RRU), Kantor Gubernur NTB, Senin (09/09) 2019.

Rombongan DPIM diterima Gubernur Zulkiefimmansyah, didampingi Wakil Gubernur, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah bersama Penjabat Sekda NTB, Dr. H. Iswandi,  dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Gubernur menjelaskan, kunjungan dari DPIM ini merupakan tindak lanjut dari kunjungannya ke Malaysia beberapa waktu lalu. Kini DPIM membalas kunjungan tersebut dengan membawa serta sejumlah investor dari Malaysia untuk berinvestasi di NTB.

Kedatangan DPIM bersama sejumlah investor, merupakan langkah kongkrit untuk berinvestasi di NTB di multisektor yang potensial. Gubernur menjelaskan,  cukup banyak peluang investasi di NTB, seperti di bidang farmasi, pengolahan sampah, pengolahan daging dan sebagainya.

Gubernur juga berharap, dengan banyaknya kesamaan antara Malaysia dan Indonesia, khususnya NTB, ke depan akan lebih banyak terbangun koneksi langsung antara Lombok-Malaysia.

Adanya direct flight antara dua daerah akan mampu meningkatkan angka kujungan wisata. Seperti yang terlihat direct flight Lombok-Perth Australia mampu nenaikkan jumlah kunjungan turis Australia ke NTB menjadi 200 persen.

Gubernur menuturkan, Provinsi NTB memang sedang fokus untuk memberi nilai tambah pada hasil produksi masyarakat melalui konsep industrialisasi.

Dengan hadirnya industri di dalam daerah, maka pengolahan bahan baku bisa dilakukan di sini dan bisa menjadi lapangan kerja baru bagi masyarakat.

Untuk memberi kemudahan bagi investor, Gubernur meminta Kepala OPD untuk membantu dan memfasilitasi jika ada potensi-potensi bisnis di NTB, misalnya dalam bidang farmasi.

“Pimpinan OPD bisa menjembatani, untuk pembangunan pabrik farmasi, sehingga bahan baku akan lebih berkembang di NTB,” ujarnya.

Presiden DPIM, Datuk Sahar, berharap kedatangannya bersama para investor ke NTB untuk melihat langsung potensi-potensi bisnis yang bisa dikembangkan di Lombok dan Sumbawa.

Ia meminta penjelasan Kepada Dinas dan lembaga terkait di NTB yang berhubungan dengan regulasi atau aturan-aturan berinvestasi di Indonesia, khususnya di NTB. Terutama masalah perpajakan, biaya masuk dan lain sebagainya.

Wakil Presiden DPIM, Datuk Rizal menambahkan, semua investor yang datang bersamanya memiliki keseriusan untuk berinvestasi di NTB dalam waktu dekat.

Ia mengharapkan agar proses investasi dipercepat dengan memperpendek alur birokrasi. Kebijakan ini perlu dilahirkan agar dapat segera ditindaklanjuti dengan penandatanganan MoU antara Pemprov NTB dengan Malaysia.

Di hadapan semua Kepala OPD yang hadir, ia menjelaskan kedatangannya ke NTB untuk melihat langsung potensi investasi, termasuk melakukan pembicaraan dengan sejumlah pemilik hotel di kawasan Senggigi.

“Investor Malaysia siap menghidupkan kembali hotel-hotel yang sudah mati di kawasan Senggigi,” ujarnya.

AYA/HmsNTB




Peletakan Batu Pertama Pembangunan Masjid di Labulia, Gubernur Serahkan Bantuan 100 Juta

Gubernur Zul menyerahkan bantuan awal secara simbolis berupa dana pembangunan Masjid sebesar Rp 100 juta dari Pemerintah Provinsi NTB

LOTENG.lombokjournal.com – Pembangunan masjid selalu mengingatkan pentingnya mengejar kebajikan, mengingat konsep hidup yang terus mengejar kebaikan adalah kebutuhan setiap orang.

Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. H. Zulkieflimansyah menegaskan itu saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Masjid Fastabiqul Khairat di Dusun Enjak, Desa Labulia, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, Senin (09/09) 2019.

Dikatakannya, ia bahagia bisa menyapa, bersilaturahmi dan menyambangi masyarakat Desa Labulia, terlebih di acara yang sangat bagus seperti di peletakan batu pertama pembangunan Masjid.

“Perlu kita terus menyapa masyarakat dengan tulus, dengan segenap cinta yang ada, di dalam nurani dan batin kita,” ungkap Doktor Zul.

Gubernur Zul berharap, Masjid Fastabiqul Khairat kalau berdiri agar mampu menghadirkan ketenangan, kedamaian, menjinakkan pikiran, sehingga masyarakat kita, butuh hadir secara bersama-sama di dalamnya.

Di hadapan para tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat serta masyarakat umum di Labulia, gubernur mengaku menyambut baik kegiatan pembangunan masjid.

Gubernur Zul menyerahkan bantuan awal secara simbolis berupa dana pembangunan Masjid sebesar Rp 100 juta dari Pemerintah Provinsi NTB.

“Kami sangat senang untuk menghadiri acara ini dan kami meminta do’anya, mudah-mudahan jalan kami ke depan dimudahkan oleh Allah SWT, dan pembangunan Masjid yang kita cintai ini, juga diberikan kemudahan oleh Allah SWT,” harapnya.

Gubernur berpesan, agar masyarakat terus menyiapkan diri menjadi tuan rumah di acara-acara yang besar di tahun-tahun yang akan datang.

“Di Lombok Barat dan Lombok Tengah sebentar lagi banyak acara-acara besar. Perlu kesiapan anak-anak kita untuk tumbuh, apapun kondisinya, jangan sampai anak-anak kita tidak sekolah,” katanya.

AYA/HmsNTB




Wagub; Puteri Indonesia Asal NTB Harus Mampu Bersaing

Pemilihan Puteri Indonesia NTB dimaksudkan membawa nama baik NTB di ajang nasional melalui Puteri NTB

MATARAM.lombokjournal.com – Ajang pemilihan pemilihan Puteri Indonesia NTB 2020 diharapkan  bisa menemukan puteri asal NTB yang kompeten dan mampu bersaing dengan puteri dari daerah lain.

Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menyampaikan harapan itu saat menerima kunjungan panitia persiapan pemilihan Puteri Indonesia NTB 2020, di ruang kerja Wakil Gubernur NTB, Senin (09/09) 2019.

Pemilihan Puteri Indonesia adalah salah satu ajang pencarian kecantikan yang digelar tiap tahun. Agenda ini merupakan salah satu kegiatan mencari Puteri Indonesia yang tidak hanya berpenampilan menarik, tetapi juga memiliki prestasi dan didukung attitude yang baik.

Hj. Rohmi memberikan semangat dan dukungannya kepada panitia pemilihan Puteri Indonesia NTB.

“Seleksinya harus ketat, nanti harus menggunakan busana yang tertutup. Busana tertutup zaman sekarang banyak kok yang cantik-cantik,” tuturnya.

Wakil Gubernur menginginkan agar pemilihan ini segera dilakukan mengingat waktu yang begitu singkat.

“Harus well prepare, perencanaannya harus dari sekarang untuk tempat, kapasitasnya berapa dan lain sebagainya,” jelas Hj. Rohmi.

  1. Farida Zaini salah seorang panitia pemilihan Puteri Indonesia NTB mengatakan, kegiatan ini dimaksudkan membawa nama baik NTB di ajang nasional melalui Puteri NTB.

“Kita tidak ingin perempuan NTB dipandang sebelah mata. Oleh karena itu dengan adanya event ini bisa bersaing dengan puteri-puteri dari seluruh Indonesia” jelasnya.

Farida Zaini yang ditemani dua rekannya juga menyampaikan agar event ini didukung oleh pemerintah daerah.

Ia berharap proses pencarian Puteri NTB di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa agar diberi kemudahan, sehingga dapat mengangkat nama NTB di kancah nasional.

“Kami berharap anak-anak yang mengikuti ajang tersebut adalah mereka yang menguasai bahasa, memiliki pendidikan yang bagus, dan memiliki wawasan luas khususnya tentang NTB,” katanya.

AYA/HmsNTB




Harga Semen Mahal, Disdag NTB Dan Ditreskrimsus Polda NTB Sidak Distributor

Semen saat ini sangat dibutuhkan terutama untuk bahan pembuatan rumah tahan gempa yang pembangunannya masih berlangsung

MATARAM.lombokjournal.com — Harga semen melebihi harga normal,  yakni di kisaran harga 80 ribu rupiah.

Mahalnya harga semen ditengarai akibat mahalnya biaya bongkar muat barang di pelabuhan

Karena itu, Dinas Perdagangan Provinsi NTB bersama dengan Ditreskrimsus Polda NTB melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke beberapa distributor semen di kota Mataram, Senin (09/09) 2019.

Kepala Dinas Perdagangan provinsi NTB Hj. Putu Selly Andayani bersama dengan Ditreskrimsus Polda NTB Bidang Industri Perdagangan melakukan sidak ke sejumlah distributor semen di wilayah Kota Mataram.

“Sidak semen ke sejumlah distributor tersebut  menindaklanjuti temuan fakta dilapangan, terkait harga semen yang di jual diatas harga normal yakni pada kisaran 80 ribu rupiah “Ujar Selly

Dikatakannya, setelah melakukan pengecekan  pihaknya menemukan beberapa faktor  yang menjadi pemicu melonjaknya harga semen. Salah satunya,  mahalnya biaya bongkar muat barang di pelabuhan Lembar (Lombok Barat).

Kasubdit Satu Bidang industri Dan Perdagangan Ditreskrimsus Polda NTB, AKBP Fery Jaya mengatakan, meski harga semen di atas harga normal, pihaknya belum menemukan adanya indikasi penimbunan oleh oknum distributor nakal di balik mahalnya harga semen.

Berdasarkan pantaun di lapangan, mahalnya harga semen saat ini murni karena terganggunya suplay semen dari produsen.

Seperti diketahui, mahalnya harga semen saat ini terjadi sejak dua minggu yang lalu. Karenanya, Polda NTB bersama dengan Dinas Perdagangan Provinsi NTB, akan terus melakukan pemantauan hingga harga semen mulai normal kembali.

Semen saat ini sangat dibutuhkan terutama untuk bahan pembuatan rumah tahan gempa yang pembangunannya masih berlangsung.

AYA

 




Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Harusnya 300 Persen, Benarkah?

 lombokjournal.com —

JAKARTA   ;   Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkap alasan kenapa iuran BPJS Kesehatan dinaikan hingga 100 persen.

Iuran peserta kelas I menjadi Rp160.000 dari Rp80.000 per bulan. Kemudian kelas II menjadi Rp110.000 dari sebelumnya Rp59.000 per bulan.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi di Kementerian Keuangan RI Nufransa Wira Sakti menjelaskan, alasan pertama hanya berlaku untuk kelas 1 dan kelas 2. Untuk kelas 3, tidak sebesar itu.

“Untuk Kelas 3, usulan kenaikannya adalah dari Rp25,5 ribu menjadi Rp42 ribu, atau naik 65 persen,” ujarnya, dikutip dari Facebooknya, Minggu (08/09) 2019.

Kedua, perlu diketahui, peserta mandiri adalah penyebab defisit JKN terbesar.

Sepanjang 2018, total iuran dari peserta mandiri adalah Rp8,9 triliun, namun total klaimnya mencapai Rp27,9 triliun. Dengan kata lain, claim ratio dari peserta mandiri ini mencapai 313%.

“Dengan demikian, seharusnya kenaikan iuran peserta mandiri lebih dari 300 persen,” tuturnya.

Kalau begitu, mengapa usulan kenaikan iurannya hanya 100 persen untuk Kelas 1 dan Kelas 2 serta 65 persen untuk Kelas 3?

Nufransa menjelaskan, dalam menaikkan iuran ini, pemerintah mempertimbangkan 3 hal utama, kemampuan peserta dalam membayar iuran (ability to pay), upaya memperbaiki keseluruhan sistem JKN sehingga terjadi efisiensi, serta gotong royong dengan peserta pada segmen lain.

“Intinya adalah Pemerintah sangat memperhitungkan agar kenaikan iuran tidak sampai memberatkan masyarakat dengan berlebihan. Sangat berjauhan dengan tuduhan Edi Mulyadi yang mengatakan bahwa pejabat publik sangat zalim kepada rakyatnya sendiri. Tuduhan keji tanpa dasar,” tuturnya.

Menurutnya, perlunya kepatuhan membayar iuran. JKN merupakan sebuah asuransi sosial dengan prinsip gotong royong: yang kaya membantu yang miskin (dengan mengiur lebih besar), yang sehat membantu yang sakit (yang sehat mengiur tetapi tidak memanfaatkan layanan kesehatan atau membutuhkan layanan kesehatan yang lebih minimal).

Agar prinsip gotong-royong ini terjadi, maka yang sehat pun harus rajin dan patuh membayar iuran.

Pada kenyataannya, banyak peserta mandiri yang tidak disiplin membayar iuran. Pada akhir tahun anggaran 2018, tingkat keaktifan peserta mandiri hanya 53,7 persen. Artinya, 46,3 persen dari peserta mandiri tidak disiplin membayar iuran alias menunggak.

Fbn/OKEZONE

 




Pemulihan Wisata; Forum Pewarta Humas KLU Gotong Royong Bersih-bersih Di Senaru

“ini bisa menjadi tuman tradisi bersama, kebersihan lingkungan merupakan bagian dari siklus kehidupan kita”

Mujaddid Muhas (kanan)

Bayan. KLU.lombokjournal.com —  Kebersamaan dan sinergi antara Humas dan Pewarta KLU terwujud dalam aksi gotong royong bersih-bersih di Halaman Kantor Desa Senaru Bayan, Sabtu (07/09) 2019.

Mujaddid Muhas, M.A, Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda KLU mengatakan, teman-teman pewarta, kehumasan dan unsur perangkat desa berkolaborasi dalam kegiatan gotong royong bersih lingkungan.

Harapannya, secara filosofis destinasi wisata dan layanan masyarakat sudah siap menerima kunjungan pariwisata dengan keramahan dan kearifan lokal.

“Kegiatan gotong royong ini kegiatan mini, semoga ada manfaatnya sebagai spirit kita untuk menunjukkan bahwa lingkungan wisata bersih dan siap dikunjungi wisatawan,” kata Mujaddid Muhas.

Turut dalam gotong royong tersebut, Pjs Kades Senaru Lalu Wira Sakti beserta perangkat Desa Senaru, Tim Kehumasan Pemda KLU, Pewarta Media Cetak, Elektronik, dan Online.

Dikatakan Mujaddid, kehumasan merasa lega bisa menjalankan kegiatan bersama pewarta di Senaru berkat koordinasi dengan pihak desa dan kecamatan, sehingga gotong royong terlaksana dengan lancar.

“Kendati kegiatan mini, paling tidak ini bisa menjadi tuman tradisi bersama bahwa kebersihan lingkungan merupakan bagian dari siklus kehidupan kita,” katanya.

Di tempat sama, Pjs. Kades Senaru Lalu Wira Sakti berterima kasih kepada Forum Pewarta Humas KLU. Kegiatan sosial ini dibutuhkan, sebab pascagempa Senaru masih belum sepenuhnya tertata rapi.

Diharapkan kegiatan tersebut tak terhenti usai gotong royong, tapi dibutuhkan program lanjutan. Pihaknya mengajak masyarakat untuk membersihkan lingkungan, terutama pada hari Jum’at.

“Khusus untuk air terjun, karena ini dikelola oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, maka kami koordinasikan dengan petugas yang ada untuk kebersihan area air terjun,” kata Lalu Wira.

Dijelaskan, terkait pengembangan investasi pariwisata, pengusaha dari luar tak perlu khawatir untuk investasi di Desa Senaru, karena sudah kondusif.

Setelah acara gotong royong, rombongan Forum Pewarta Humas KLU mengunjungi destinasi wisata Air Terjun Sendang Gile, sembari rekreasi alam dan peliputan.

Sehari sebelumnya diadakan acara obrolan interaktif dan hiburan bersama,  menghadirkan narasumber Wakil Sekretaris PWI NTB H. Rudi Hidayat, SH, dan dari unsur Pewarta Taufik Rahman.

Kegiatan berlangsung interaktif, sesekali diselingi dengan lantunan tembang. Obrolan berkisar seputar peran fungsi media, konten liputan serta urun rembuq gagasan.

sta/humaspro




Mengurai Kemacetan, Ini Gagasan HRF untuk Sistem Transportasi Mataram

“Memaksimalkan BRT bisa juga menjadi alternatif  menekan keluarnya kendaraan pribadi ”

lombokjournal.com —

MATARAM  ;    H Rohman Farly menekankan kebijakan dan program pemangku kebijakan terkait tata kota,  perlu  mengakomodir isu management sistem  transportasi, Sebab  masalah transportasi akan menjadi salah satu masalah yang pelik.

Kemacetan lalulintas, hanya satu dari sekian banyak masalah yang akan muncul nantinya.

Menurutnya, sistem transportasi menjadi satu bagian integral tak terpisahkan dalam penataan kota, terutama di kota-kota satelit yang menjadi ibukota sebuah wilayah termasuk Kota Mataram, ibukota NTB.

“Suka atau tidak suka, sistem transportasi ini menjadi bagian vital dalam penataan Kota, bukan saja di Mataram tapi juga semua Kota Besar di Indonesia bahkan di luar negeri,” kata H Rohman Farly, Minggu (08/09) 2019.

Berdasarkan data pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor di NTB, maka tingkat kemacetan lalu lintas di Kota Mataram diprediksi akan semakin tinggi tiga sampai lima tahun ke depan.

Dalam catatan Direktorat Lalulintas Polda NTB setidaknya setiap bulan rata-rata 1.800 unit sepeda motor baru dan 200 unit mobil, masuk dan beroperasi di NTB, sebagian besar di Kota Mataram.

Jika sistem management transportasi  tidak dibenahi, HRF khawatir, Mataram akan menjadi Kota Menengah yang indah, namun terganggu kemacetan.

Kondisi jalanan macet, bahkan saat ini sudah menjadi pemandangan lumrah yang setiap saat bisa dilihat di sejumlah ruas jalan di Kota Mataram. Terutama di saat jam masuk/pulang sekolah, dan menjelang pulang perkantoran.

“Perlu ada pembenahan sistem. Pengaturan traffic lalulintas dan memaksimalkan pelayanan transportasi publik saya pikir bisa menjadi solusi,” kata HRF.

Pria asli Mataram yang juga Bakal Calon Walikota Mataram ini memaparkan, sistem transportasi harus disusun dengan cermat melibatkan seluruh stakeholders terkait, seperti Dinas Perhubungan, Kepolisian dalam hal ini Satuan Lalulintas, bahkan Dinas Pendidikan untuk mengubah mindset dan perilaku sejak dini.

Perubahan perilaku

HRF menekankan, sama seperti program pembangunan lainnya, dalam hal penataan sistem transportasi juga sangat diperlukan perubahan perilaku masyarakat yang akhirnya memunculkan partisipasi aktif mereka.

“Merubah persepsi  dan kesadaran masyarakat juga penting. Karena jalan raya ini kan yang menggunakan masyarakat, para pengendara. Budaya tertib lalulintas, kemudian bagaimana parkir yang baik, ini hal sepele saja, tapi tidak akan tercapai jika tanpa kesadaran,” tegas HRF.

HRF mengatakan, Mataram bisa mengambil contoh baik dari Kota Manado, ibukota Sulawesi Utara. Di Kota Bubur Manado itu, masyarakat sudah sangat terbiasa menggunakan transportasi publik, mikrolet atau yang di Mataram lebih dikenal dengan sebutan Bemo.

Hal ini turut membantu mengurangi jumlah kendaraan pribadi yang beraktivitas, dan juga mengurangi risiko kemacetan.Mataram bisa mulai membenahi sarana transportasi publik.

Bemo, yang selama ini terkesan semakin terabaikan, kumuh, dan hanya menjadi sarana transportasi kelas dua perlu diberdayakan.

“Harus dicari sebabnya kenapa masyarakat kita enggan naik bemo di Mataram. Kemudian dicari solusi, saya pikir semua bisa dilakukan meski bertahap,” katanya.

Rute lintasan bemo di Mataram, tidak maksimal dalam beberapa dekade terakhir. Hal ini membuat masyarakat yang hendak bepergian tak bisa langsung sampai ke tempat tujuan, kecuali di jalur-jalur utama.

Transportasi alternatif seperti ojek dan taksi, akhirnya jadi pilihan. Dan lebih banyak lagi masyarakat yang akhirnya memilih menggunakan kendaraan pribadi.

Hal ini yang harus dicarikan solusi. HRF menilai sistem rute bemo bisa mulai dirumuskan kembali. Kondisi bemo sebagai sarana transportasi publik juga harus diperbarui untuk kenyamanan penumpang.

“Kalau bemo ini bersih dan nyaman, kemudian rutenya banyak pilihan maka bukan tidak mungkin masyarakat juga akan senang menggunakannya,” katanya.

Dengan ini, masyarakat terutama pengemudi bemo juga akan merasa mendapat perhatian. Sebab, mereka juga warga Kota yang selama ini nampak kurang mendapat perhatian.

Selain itu program Bus Rapit Transit (BRT) yang sempat digagas Kementerian Perhubungan, juga harus dimaksimalkan.

Program bersumber dana APBN yang cukup besar ini, menurut HRF akan sangat sayang jika menjadi program yang mubazir karena tidak terlaksana maksimal.

Apalagi, sejumlah halte bus BRT sudah tersedia di sejumlah lokasi di Kota Mataram.

“Memaksimalkan BRT bisa juga menjadi alternatif untuk menekan keluarnya kendaraan pribadi. Jadi untuk keperluan sekolah, kuliah atau ke kantor, masyarakat tidak harus menggunakan kendaraan pribadi karena ada sarana publik tersedia,” katanya.

Pembagian atau pola zonasi juga bisa diterapkan untuk mengatur rute transportasi publik ini. Di satu sisi pelayanan publik bisa lebih baik, dan kemacetan pun bisa terurai.

Pemanfaatan jalur pedistrian atau trotoar untuk pejalan kaki juga harus mulai ditingkatkan di Kota ini. Sehingga untuk tujuan bepergian yang dekat, masyarakat bisa lebih nyaman berjalan kaki ketimbang menggunakan kendaraan.

HRF menekankan, untuk mengatasi masalah transportasi di Kota Mataram, tak cukup hanya dengan upaya pelebaran jalan atau membuat jalan baru. Sebab, seluas apapun jalan dan seberapa banyak pun jalan baru dibuat, pasti tak bisa menyelesaikan masalah selama sistem dan perilaku masyarakat tidak diubah.

“Untuk pelebaran jalan pun butuh sangat banyak biaya pembebasan lahan. Ini sangat sulit. Sehingga akan lebih baik merumuskan kembali sistem transportasinya dan juga mengubah mindset masyarakat kita,” tukasnya .

Me




Wabup Sarifudin Jadi Pembina Apel Penerimaan Pasukan Percepatan RTG

“Pemerintah Daerah berterima kasih sekali telah diberikan tambahan energi, 400 personel untuk percepatan RTG penanggulangan bencana”

Bayan, KLU.lombokjournal.com — Wakil Bupati Lombok Utara H. Sarifudin, SH. MH bertindak sebagai pembina apel penerimaan penanganan bencana percepatan Rumah Tahan Gempa, bersama Komandan Resort Militer 162/Wira Bhakti Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, di Lapangan Anyar, Jum’at (06/09) 2019.

Wabup Sarif mengatakan, Pemerintah Daerah berterima kasih sekali telah diberikan tambahan energi, 400 personel untuk percepatan RTG penanggulangan bencana.

“Adanya pasukan yang melancarkan penanganan bencana, khususnya percepatan RTG, menjadi penyemangat bagi kami di daerah untuk segera menyelesaikan rehab rekon RTG warga,” tutur wabup yang baru beberapa saat pulang dari ibadah haji itu, pada wartawan.

Usai apel, di hadapan awak media Wabup Sarif mengatakan, pemerintah memprioritaskan Kecamatan Kayangan dan Bayan, karena dari data ril lapangan, memang jauh sekali dari layanan publik dan perkembangan penanganan gempa.

“Mungkin ini salah satu cara, untuk mengejar ketertinggalan dari kecamatan lain,” katanya.

Danrem 162/Wira Bhakti Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani di hadapan prajurit TNI  berharap prajurit menghargai kultur budaya tempat ditugaskan dan berbuat baik untuk kemanusiaan.

“Seperti pepatah: dimana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Jadi, hargai adat istiadat yang ada di wilayah bekerja, mendekati tokoh masyarakat, berkomunikasi yang baik. Jangan ada benturan fisik maupun apapun juga. Kalau ada kendala tolong nanti teman-teman Babinsa komunikasikan dengan masyarakat,” urai Danrem memberi semangat.

Danrem berpesan pula kepada fasilitator RTG Lombok Utara untuk tidak usah sungkan dan malu-malu untuk berkonsultasi dan berkoordinasi.

“Anggap prajurit adalah saudara-saudara kita, karena kita bekerja untuk membangun Lombok Utara. Kemudian yang terpenting sekali saya ingatkan, kita bertugas supaya lebih mudah, cepat dan lebih ringan, niatkan tugas kita ini adalah ibadah,” pesan danrem.

Ditambahkannya, Nusa Tenggara Barat ditarget hingga tanggal 31 Desember 2019.

Maka untuk mencapai target tersebut, khususnya di Lombok Utara yang masih perlu percepatan penanganan, ada tambahan 400 personel TNI untuk mencapai target percepatan pembangunan RTG warga.

“Mohon dengan hormat, kepada pak Wabup dan seluruh jajaran OPD serta masyarakat di Bayan dan Kayangan agar bersinergi dengan prajurit-prajurit kami. Dikomunikasikan dengan kepala desa maupun camat sehingga prajurit bekerja saling membantu,” pungkasnya.

Adanya kedatangan 400 personel TNI bisa mempercepat proses rehab rekon, sehingga sekuruhnya kini berjumlah 800 personel. Target 20 ribu rumah diharapkan segera terwujud.

Apel upacara diakhiri dengan pemberian ucapan selamat bertugas oleh Danrem, Wabup beserta tamu undangan.

Hadir dalam apel tersebut,  Plt. Kasat Pol PP dan Damkar Albayani, S.Sos, Asisten Bidang Pemerintahan Kawit Sasmita, SH., Camat Bayan Intiha, S. IP, Unsur Kodim 1606 Lobar, unsur Polres Lombok Utara, unsur BPBD, tokoh masyarakat, serta Para Prajurit Marinir dan Zeni Konstruksi (Zikon) 18.

sta/humaspro




Pemprov NTB Jalin Sinergitas Program Zero Waste Dengan Pemkot Mataram

“Isu sampah menjadi isu krusial karena hubungannya erat dengan kesehatan warga dan kebencanaan”

MATARAM,lombokjournal.com —  Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj Sitti Rohmi Djalilah memimpin rapat singkat dengan Pemkot Mataram terkait dengan penguatan komitmen kesepakatan bersama antara Pemprov NTB dengan Pemkot Mataram, Jum’at (06/09) 2019.

Rapat membahas penguatan komitmen kedua belah pihak terkait dengan pengelolaan  sampah atau program Zero Waste. Rapat berlangsung di ruang kerja Wakil Gubernur NTB.

Dalam rapat singkat tersebut, usai mendengarkan paparan program Zero Waste oleh Pemkot Mataram, Wagub NTB menyampaikan permasalahan sampah memang tidak ada habisnya.

Namun jika dikelola dengan baik, keberadaan sampah justru dapat mendatangkan manfaat.

“Masalah sampah jika dikelola dari rumah dan ada bank sampah, semuanya bisa jadi berkah”, ungkap Wagub.

Menurut Wagub, kota-kota di seluruh Indonesia saat ini sedang berlomba menerapkan konsep bebas sampah. Ada banyak manfaat positif yang diperoleh masyakat dari penerapan konsep tersebut,

“Sampah harus dijadikan prioritas. Isu sampah menjadi isu yang sangat krusial karena hubungannya erat dengan kesehatan warga dan kebencanaan,” tambah Hj. Rohmi.

Ia menegaskan, semua pihak harus bersinergi, bagaimana implementasi program yang sudah ada ini bisa berjalan baik.

Salah satunya dengan pelibatan komunitas lingkungan dan komunitas sosial lainnya terkait sampah. Tentunya hal ini harus didukung pula secara serius oleh pemerintah kota.

“Saat ini yang harus dipikirkan adalah bagaimana pengurangan sampah ini bisa dilaksanakan, sehingga di TPA (tempat pembuangan akhir) bisa berkurang dan tidak menimbulkan masalah baru. Kami pemerintah Provinsi sangat welcome dan mau membantu, mari kita lakukan yang terbaik untuk lingkungan dan sampah ini ke depan.” imbuhnya.

Lebih lanjut Wagub menekankan agar armada sampah juga harus diperhatikan untuk mengoptimalkan proses penanganan kebersihan. Ia mengingatkan agar sampah tidak tercecer di jalan saat proses pengangkutan.

“Selain itu, harus ada pemilahan sampah, semua penyedot tinja dimasukkan ke pengolahan, iuran atau retribusi disesuaikan dengan beban yang diterima dari hulu,” tambahnya.

Adanya edukasi terutama dari tingkat  Taman Kanak- Kanak sampai SMP juga penting dilakukan.

“Edukasi butuh waktu dan kesabaran, tetapi paling tidak semua sekolah di Kota Mataram mengelola sampah sendiri dengan baik, sehingga beban sampah akan berkurang dengan signifikan” pungkasnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram Irwan Rahadi menyampaikan, pihaknya telah menyusun regulasi tahun 2020 terkait instrumen penanganan sampah, mulai dari penanganan hingga pengurangan.

Saat ini, terkait program NTB Zero Waste, Dinas LHK telah memberi tanggung jawab dari tingkat PAUD hingga SMP untuk melakukan pengawalan di sekolah-sekolah.

AYA/HmsNTB

 




Wagub Ajak Masyarakat Sukseskan Clean Up Day

Jangan sampai ada sampah yang tidak diletakkan pada tempat yang seharusnya, untuk dikelola dengan baik”

MATARAM,lombokjournal.com —  Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah, mengajak seluruh elemen masyarakat NTB, untuk ambil bagian dalam mensukseskan hari pembersihan dunia (clean up day), yang akan dilaksanakan pada tanggal 21 September 2019.

Ajakan tersebut disampaikan saat melakukan syuting video himbauan kepada masyarakat NTB, untuk mensukseskan acara tersebut, di Ruang Kerja Wakil Gubernur, Jum’at (06/09) 2019.

Moment clean up day ini harus dimanfaatkan oleh seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi NTB, untuk membangun kesadaran masyarakat NTB, untuk sama-sama bahu-membahu mensukseskan program unggulan Zero Waste, yang sedang gencar digalakkan Pemerintah Provinsi sebagai ikhtiar bersama mewujudkan NTB yang asri dan lestari.

Wagub mengajak masyarakat NTB, memanfaatkan momentum tersebut untuk menujukkan rasa kepedulian terhadap lingkungan, dengan berpartisipasi keluar rumah, melakukan kegiatan aksi bersih-bersih di lingkungan sekitar tempat tinggal masing-masing.

Ajakan untuk melakukan aksi tersebut, sebagai upaya menunjukkan kepada dunia, bahwa masyarakat NTB, sangat peduli dan cinta lingkungan, dan cinta terhadap Bumi.

Wujud dari rasa cinta itu, ditunjukkan dengan tidak membuang sampah sembarangan, dan memastikan semua sampah dapat dipilah dan diletakkan pada tempatnya, untuk kemudian dikelola dengan baik.

“Yuk..! kita sukseskan clean up day pada tanggal 21 september 2019. Semua kita keluar kita bersih-bersih, tunjukkan kepedulian kepada lingkungan, kita cintai lingkungan kita, kita cintai bumi ini. Jangan sampai ada sampah yang tidak diletakkan pada tempat yang seharusnya, untuk dikelola dengan baik,” imbuhnya.

Wagub menegaskan, bahwa sampah sesungguhnya bukanlah penyebab dari musibah, namun sampah merupakan sumber daya, selama kita memperlakukannya dengan baik.

“Sampah itu buka penyebab musibah, tapi sampah itu adalah sumber daya, selama kita bisa memperlakukanya dengan baik,” tegasnya.

AYA/HmsNTB