Gubernur Zul;  Aktivitas Budaya dan Tradisi Merupakan Aset Budaya

Tahun 2020, diharapkan Pemerintah Daerah punya museum untuk melestarikan keragaman adat dan tradisi yang ada di masyarakat

Gubernur Zulkieflimansyah

LOTIM.lombokjournal.om —  Pariwisata tidak selalu identik dengan laut dan gunung saja.  Berbagai aktivitas seni budaya dan tradisi juga merupakan aset wisata daerah, yang perlu terus diperkaya dan dilestarikan.

Gubernur NTB, Dr.H. Zulkieflimansyah menegaskan, NTB  kaya dengan warna warni seni budaya dan tradisi rakyat.

“Hampir di tiap desa wisata tersimpan potensi seni budaya dan tradisi, termasuk kerajinan tenun dan busana yang perlu dieksplore lebih lanjut,” kata Gubernur yang akrab disapa Doktor Zul, saat menutup Event Kesenian & Budaya Pringgasela, di Kecamatan Pringgasela Lombok Timur, Senin (16/09)2019.

“Prosesi Boteng Tunggul ini yang sudah berusia 8 abad adalah warisan budaya yang luar biasa, harus tetap dijaga,” kata gubernur.

Boteng Tunggul adalah tradisi sakral yang biasa  digelar masyarakat desa Pringgasela Kabupaten Lombok Timur NTB mengiringi upacara adat Gawe Desa.

Boteng berarti berdiri dan Tunggul adalah kain tenun  yang dibuat pertama kali oleh tokoh tenun setempat, yaitu Lebai Nursini.

Kini tunggul tersebut telah berumur ± 850 tahun, yang berarti sudah berada di tangan generasi pewaris ke – 17. Tradisi ini sebagai cermin sejarah perjalanan tenun Pringgasela.

Dalam prosesi adat  Boteng Tunggul adalah kain tenun (Tunggul) yang diikatkan pada sebuah pohon bambu petung, sehingga tampak seperti umbul-umbul.

Kain tunggul itu dipercaya memiliki nilai kesakralan tinggi, sehingga ada syarat-syarat khusus yang harus dipenuhi ketika akan mengibarkan dalam suatu kegiatan adat gawe desa.

Demikian juga Bambu petung sebagai tiang Tunggul, selain harus diambil utuh mulai dari bagian akar sampai ujungnya. Orang yang mengikatkan kain itu hanyalah oleh pewaris tradisi, diiringi dengan seni tradisional sasak yaitu Gendang Belek dan kesenian Rantok.

Ketua Panitia Alunan Budaya Desa Pringgasela, Ahmad Feriawan mengatakan, masyarakat Pringgasela menganggap Tunggul ini adalah tenun Pringgasela.

Dan mereka sadar, bahwa mereka dilahirkan dengan tenun. Sehingga harus dijaga sampai kapan pun.

Tunggul ini juga sering digunakan sebagai media pengobatan dengan memanjatkan do’a dan salawat.

Ia menceritakan, Tunggul terakhir kali dikibarkan pada tahun 1979 silam, ketika pewaris dari kain ini menikah. Sejak saat itu, masyarakat sudah tidak pernah melihat tunggul dikibarkan.

 

Seluruh tradisi budaya yang dimiliki masyarakat, harus dilestarikan dan pelestarian itu ada di Kebudayaan.

Karena itu tahun 2020, ia berharap pemerintah daerah punya museum untuk melestarikan keragaman adat dan tradisi yang ada di masyarakat. Terlebih Tunggul yang berusia delapan abad tersebut.

Hal senada dikatakan Kepala Dinas Pendidikan dan KebudayaanNTB, Rusman, SH, MH. Dia mengatakan pelestarian budaya adalah bagian yang harus menjadi perhatian. Budaya sebagai cermin dari masyarakat.

“Ini menjadi perhatian kami di Dinas Dikbud, bagaimana ke depan kita bisa mencari format yang baik sehingga budaya yang dimiliki betul betul lestari dan menjadi asset yang berharga,” ujarnya.

Dikatakan, di sekolah kekayaan budaya NTB sudah mulai masuk sebagai pelajaran muatan lokal. Bahkan khusus untuk tenun, SMK 2 Selong membuka jurusan khusus terkait kerajinan Tenun.

Ini menyesuaikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di masyarakat.

Selain upacara adat Boteng Tunggul, Alunan Budaya Desa Pringgasela, juga  menampilkan beragam atraksi seni seperti fashion show kain tenun, Pameran UKM dan Tari Tenun.

Kerajinan tenun sendiri menjadi khas Pringgasela. Produk tenun yang dihasilkan tak hanya beredar di Nusantara, tapi mulai menembus pasar dunia.

AYA/Diskominfotik




Saka Buffalo Race Series di Festival Moyo,  Event Paling Ditunggu Wisman

Saka Buffalo Race Series selalu ditunggu publik. Sebab, sangat unik dan menarik. Event ini melibatkan seluruh elemen masyarakat. Selain Sumbawa, peserta juga datang dari Sumbawa Barat

lombokjournal.com —

SUMBAWA  ;  Kejuaraan Barapan Kebo Sumbawa atau Saka Buffalo Race Series Championship 2019 yang ditampilkan pada Festival Moyo 2019, merupakan event yang paling menarik dan diminati para wisatawan mancanegara.

Digelar di Sirkuit Sumer Payung, Karang Dima, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (15/09) 2019), membuat banyak wisatawan dan  Komunitas yachter dari berbagai negara yang masuk dari Australia itu, menambah waktu tinggal (length of stay) menjadi  6 hari dari rencana awal 4 hari.

Mereka membanjiri event Saka Buffalo Race tersebut yang menampilkan kombinasi story mistis dan sport science.

“Banyak yachter yang bertahan di perairan Teluk Saleh, karena tertarik  barapan kerbau,” ungkap Ketua Panitia Saka Buffalo Race Series World Championship 2019, Hendri Sumarto.

Ia menjelaskan, konsep event seperti ini hanya ada di Sumbawa.

Saka Buffalo Race Series, membuat 90 yachter asing bertahan di sana,” ujarnya.

Padahal mereka awalnya berniat akan ke Nias, tapi akhirnya memilih tinggal lebih lama di sini. Mereka sangat tertarik dengan Saka Buffalo Race Series.

“Mereka banyak yang meminta ijin tinggal lebih lama. Jumlah mereka yang bergabung akan terus bertambah,” ungkap Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Sumbawa, Iskandar, Minggu (15/09) 2019.

Ada beragam aktivitas yang dijalankannya. Beberapa wisman bahkan ikut merasakan sensasi memacu kerbau di track berlumpur.

Mereka menggunakan kerbau pacu milik peserta. Sebelumnya, para wisman diberi tips dasar cara mengendalikan kerbau. Sebab, event ini menilai akurasi dan kecepatan kerbau dalam membidik sasaran berupa Saka atau tiang khusus.

Hasilnya, para wisman mampu bertahan di atas Kareng pada track sepanjang 99 Meter. Kareng adalah tempat berdiri para joki kala memacu kerbau. Beberapa sukses membidik target Saka.

Namun, ada juga yang menjatuhkan diri sesaat kerbau mau menabrak Saka.

Ketua Panitia Saka Buffalo Race Series World Championship 2019, Hendri Sumarto menjelaskan, konsep event seperti ini hanya ada di Sumbawa.

Saka Buffalo Race Series selalu ditunggu publik. Sebab, sangat unik dan menarik. Event ini melibatkan seluruh elemen masyarakat. Selain Sumbawa, peserta juga datang dari Sumbawa Barat.

“Apalagi, konsep event ini kami dorong untuk level dunia. Format event seperti ini baru ada di Sumbawa. Selain cepat, di sini juga ada akurasi,” jelas Hendri.

Kejuaraan ini diikuti 32 tim. Mereka adalah tim terbaik 20 besar dari tingkat desa. Total ada 160 pasang kerbau yang dilibatkan.

Mereka bertarung pada 3 kelas berbeda, seperti Saka 3 (Kerbau Kecil), Saka 2 (Kerbau Besar), dan Saka 1. Saka 1 jadi ajang pertarungan tim terbaik dari Saka 3 dan 2.

Peserta harus mengumpulkan point terbanyak dari kecepatan dan akurasi.

Untuk akurasi, parameternya adalah Karing di antara 2 kerbau yang menambrak Saka. Bila Kareng bisa menabrak Saka secara akurat, maka point yang diraih 100.

Untuk tim tercepat mendapat angka 160. Dan secara khusus, Saka menjadi konseptual hubungan vertikal manusia. Sebab, para joki dituntut untuk membuat alur laju kerbau lurus hingga menabrak Saka.

Antusiasme wisman sangat luar biasa. Mereka mau menunggu untuk bisa menikmati keunikan event ini. Secara umum, Saka Buffalo Race Series merupakan permainan rakyat tradisional. Sport budaya lokal.

BACA JUGA ; Festival Pesona Moyo: “Destinasi Yang Memikat Semua Orang”.

“Tapi, kemasannya menarik dengan konsep series.  Sekarang tinggal lokasi eventnya didekatkan dengan bersandarnya yacht,” tegas Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang kebudayaan Taufik Rahzen.

AYA/HmsNTB

 




Festival Pesona Moyo: “Destinasi Yang Memikat Semua Orang”.

“Kami yakin, popularitas destinasi di Sumbawa dan Pulau Moyo semakin naik dengan event ini. Bagaimana pun, Festival Pesona Moyo menjadi branding ideal bagi aneka potensi wisata di sana”

Festival Pesona Moyo 2019 kembali digelar, beragam event budaya yang  digelar sejak  10 hingga 19 September 2019.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah didampingi Bupati Sumbawa H. Husni Jibril membuka festival tersebut, bersama tamu undangan lainnya dengan pakaian nuansa adat, Minggu (15/09) 2019 di Halaman Kantor Bupati Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

Pulau Moyo sungguh memikat dan menghipnotis setiap tamu yang mengunjunginya, karena keindahan yang dimilikinya. Bahkan eksotisme Pulau Moyo meluluhkan hati para pesohor dunia. Di antaranya Mick Jagger dan Putri Diana, yang merasakan pesona keindahan alam dan taman laut Moyo.

Keindahan Moyo yang luar biasa dan menginspirasi, menurut Bupati Husni Jibril, karena didukung 6 spot yang bisa dieksplorasi,. Mulai dari wisata bahari hingga air terjun.

Lagi pula Destinasi destinasi itu sangat mudah dijangkau.

Misalnya pesona pantai, di sana ada Takat Sigale, Pantai Tanjung Pasir, dan Pantai Poto Jarum. Takat Sigale memiliki gundukan pasir yang berwarna pink.

Gradasinya pun sangat indah kala beradu dengan air laut. Gundukan pasir ini memiliki tinggi sekitar 2 meter.

Momentum terbaik untuk menikmatinya,  adalah pagi dan siang hari. Sebab, kawasan Takat Sigale hanya terlihat ujung gundukan pasirnya saat air pasang.

Selain karakter unik tersebut, destinasi ini juga menawarkan panorama bawah laut yang sungguh sangat eksotis.

Ada beragam warna warni terumbu karang dan ikan yang dapat dinikmati ketika diving. Sementara  Airnya sungguh jernih dan menyegarkan, ditambah keindahan sunsetnya.

Destinasi lainnya adalah Pantai Tanjung Pasir. Destinasi ini menawarkan garis pantai dengan pasir pink-nya. Ada 3 gradasi warna air yang ditawarkan, mulai dari pink hingga kehijauan dan biru.

Sama seperti pantai lain, kawasan Tanjung Pasir ini juga menawarkan keindahan bawah airnya.

Pulau Moyo semakin eksotis dengan kehadiran Pantai Poto Jarum. Untuk menikmati Poto Jarum ini bisa diakses langsung melalui Pantai Tanjung Pasir.

Perjalanannya sekitar 60 menit dengan memakai kapal nelayan. Begitu sampai ditujuan, karakter khas pantai dengan bebatuan besar terhampar di bibir pantai.

Kawasan ini masih alami dan sangat ideal untuk snorkling.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar, Rizki Handayani mengatakan, Sumbawa dengan Pulau Moyo memang memiliki banyak spot menarik. Karena keindahannya, Pulau Moyo menjadi inspirasi sebuah event.

“Kami yakin, popularitas destinasi di Sumbawa dan Pulau Moyo semakin naik dengan event ini. Bagaimana pun, Festival Pesona Moyo menjadi branding ideal bagi aneka potensi wisata di sana,” terangnya.

Pulau Moyo juga menawarkan keunikan dari koleksi air terjunnya. Komposisi air terjunnya terdiri dari Mata Jitu, Sengalo, dan Diwu Mbai.

Untuk Air Terjun Mata Jitu sering disebut sebagai Queen Waterfall. Sebab, destinasi ini pernah dikunjungi mendiang Putri Diana. Bentuknya unik dengan komposisi bertingkat lengkap dengan kolamnya.

Jernihnya air di sana menyatu dengan warna indah bebatuannya. Untuk mencapai Air Terjun Mata Jitu, wisatawan menjangkaunya dari Desa Ai Bari.

“Pulau Moyo bukan hanya menawarkan garis pantainya. Keindahannya semakin lengkap dengan komposisi air terjunnya. Bahkan, Putri Diana asal dari Kerajaan Inggris dahulu pernah dibuat takjub,” tegas Rizki.

Menggenapi koleksinya, Pulau Moyo pun menawarkan keunikan Air Terjun Diwu Mbai. Lokasinya ada di Labuan Aji dengan karakter bertingkat. Air terjun ini menyatu dengan belantara hutan yang ada di sekitarnya. Beberapa sulur pohonnya bahkan bisa digunakan untuk berayun.

Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenpar Muh. Ricky Fauziyani mengatakan, Pulau Moyo pun memiliki beragam desinasi yang menantang adrenalin.

“Saat berada di Pulau Moyo dan mengeksplorasi keindahannya, dijamin adrenalin naik. Sebab, semua spot yang ada di sangatlah indah. Dijamin wisatawan akan betah untuk berlama-lama di sana. Destinasi ini bukan hanya indah, tapi suasananya sangat tenang dan alami,” kata Ricky.

Bagaimana dengan Air Terjun Sengalo? Destinasi ini sangat instagramable.

Air Terun Sengalo jadi konten terbaik untuk media sosial. Menyatu dengan belantara dan rimbunnya pepohonan, Air Terjun Sengalo juga memiliki ‘bathtub’.

Kolam besar dari bebatuan alam dengan warna khas tersebut menjadi favorit para wisatawan untuk berendam, bahkan berenang.

BACCA JUGA ; Saka Buffalo Race Series di Festival Moyo,  Event Paling di Tunggu Wisman

“Silahkan datang ke Festival Pesona Moyo. Nikmatilah berbagai keajaiban desinasi di Pulau Moyo dan Sumbawa pada umumnya. Semuanya sangat mengesankan. Alam dan budaya di sana sangat eksotis. Terlebih lagi kulinernya. Ada banyak kuliner khas yang bisa dinikmati dan menjadi menu menarik,” tutup Menteri Pariwisata (Menpar),  Arief Yahya yang juga Menpar Terbaik ASEAN.

AYA

 




Cegah Dampak Kekeringan,  Wagub Dorong Kabupaten/Kota Tingkatkan Penghijauan

“Meluasnya dampak kekeringan di NTB tak terlepas dari kondisi hutan yang sudah banyak dialihfungsikan menjadi lahan perkebunan atau pertanian”

MATARAM.lombokjournal.com – Kabupaten/Kota didorong meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan melalui program penghijauan.

Dengan mengintensifkan penghijauan sekaligus meminimalisir dampak kekeringan di beberapa daerah akibat kemarau panjang.

Wakil Gubernur NTB Hj. Siti Rohmi Djalillah menegaskan itu sebagai respon meluasnya dampak kekeringan di beberapa dawrah di NTB.

“Semakin meluasnya dampak kekeringan di NTB tak terlepas dari kondisi hutan yang sudah banyak dialihfungsikan menjadi lahan perkebunan atau pertanian. Kondisi ini diperparah dengan kian minimnya jumlah pepohonan,” ujar Wagub,,Senin(16/09) 2019.

Wagub yang biasa disapa Ummi Rohmi itu mengajak semua  pihak terutama pemerintah kabupaten/kota gencar melaksanakan program penghijauan,.

Program penghijauan sendiri bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat atau provinsi, namun juga menjadi bagian dari tanggung jawab pemerintah di tingkat kabupaten/kota.

Menurut Wagub ,setiap Kabupaten Kota diharapkan bisa memperhatikan sumber sumber resapan atau sumber mata air yang ada di wilayahnya agar tetap terjaga kelestarianya.

Ke depan selain intens melaksanakan program penghijauan, pemerintah kabupaten/kota juga diminta selektif mengeluarkan ijin pembangunan yang  mengacu pada perda RT RW yang berlaku.

Ummi Rohmi minta pihak pemerintah kabupaten/kota juga diminta agar tidak sembarangan memberikan ijin kepada setiap pihak yang akan membangun di daerah daerah yang telah ditetapkan sebagai kawasan ruang terbuka hijau.

“Meskipun kita akan gencarkan program pengijauan,tapi semua harus melalui prosedur yang sesuai aturan yang ada. Bukan karenA mau pengijauan tapi tidak mengindahkan aturan kan gak boleh gitu,” katanya.

AYA




Ungkapan Haru dan Bangga Terima Beasiswa Ke Luar Negeri

“Harapan saya terhadap beasiswa NTB ini bisa meningkatakan sumber daya pendidikan dan berorientasi membangun NTB”

MATARAM.lombokjournal.com — Orang tua penerima beasiswa tujuan Polandia dan Malaysia mengungkapkan rasa bangganya, karena anak-anak mereka bisa melanjutkan pendidikan ke luar negeri atas beasiswa Pemerintah Provinsi NTB.

Ungkapan itu disampaikan orang tua usai Gubernur Zulkieflimnsyah melepas 176 mahasiswa penerima beasiswa yang akan belajar di Polandia dan Malaysia, di Gedung Graha Bhakti Praja, Senin (16/09)2019.

Siti Rukaya, orang tua dari Lesti Aseliasa, menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya kepada Gubernur Zul yang memberi harapan NTB ke depan akan  lebih maju.

“ Harapan saya semoga program beasiswa ini terus berlanjut dan saya sangat terharu serta bangga sebagai orangtua,” ungkap wanita asal Bima tersebut.

Hal yang sama diungkapkan Abu Amin, orang tua dari Yadi Satriadi. Pria asal Sumbawa itu menyampaikan program beasiswa ini sangat membantu, apalagi dirinya berasal dari keluarga yang kurang mampu.

“Saya harap beasiswa NTB ini berlanjut untuk membantu masyarakat yang kurang mampu. Saya bangga dan bersyukur atas lolosnya anak saya di beasiswa NTB ini,” harapnya.

Muhammad Zubair, orang tua salah satu penerima beasiswa menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi NTB yang telah menyediakan program beasiswa ke luar negeri.

“Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi NTB dan ini merupakan hadiah terbesar bagi kami dan anak-anak kami. Harapan kami ke depannya semoga ditambahkan kuota untuk penerima beasiswa NTB ini dan bukan hanya ke Polandia tapi banyak juga masyarakat yang ingin kuliah di wilayah Timur Tengah,” tuturnya.

Salah satu penerima beasiswa, Firdaus, mengungkapkan rasa bahagianya bisa melanjutkan pedidikan ke luar negeri. Bahkan dia merasa terharu dan tidak menyangka dirinya bisa bersaing dengan ribuan anak NTB yang akan belajar di luar negeri. Apalagi ia berasal dari keluarga yang kurang mampu.

“Saya tidak bisa mengungkapkan dengan kata-kata karena saya sangat bahagia, bisa melanjutkan studi di luar negeri, apalagi penerima beasiswa seperti saya yang termasuk orang yang ekonominya menengah ke bawah. Harapan saya terhadap beasiswa NTB ini bisa meningkatakan sumber daya pendidikan dan berorientasi membangun NTB,” jelasnya saat diwawancarai.

Rasa bangga dan haru juga dirasakan oleh Arini Salsabila Putri, penerima beasiswa  S2 tujuan Malaysia. Menurutnya beasiswa ini merupakan program yang bagus dan bermanfaat bagi anak-anak NTB. Apalagi negara tujuan beasiswa ini seluruhnya di luar negeri.

BACA JUGA  ;  Pelepasan 176 Penerima Beasiswa Tujuan Polandia dan Malaysia

“Harapan saya beasiswa ini bisa diterima dengan baik oleh masyarakat dari semua kalangan. Alhamdulillah saya sangat bersyukur dan sangat berterima kasih karena ini merupakan salah satu langkah kami untuk membanggakan orang tua dan juga sebagai langkah kita untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik,” harapnya.

AYA/HmsNTB

 

 




Pelepasan 176 Penerima Beasiswa Tujuan Polandia dan Malaysia

“Teman-teman mahasiswa yang dipilih ini bukan hanya pintar, tapi saya yakin teman-teman punya mental yang kuat untuk berjuang, meretas jalan baru yang pernah dilakukan oleh para pahlawan”

Gubernur Zulkieflimansyah

MATARAM.lombokjournal.com  – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. H. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc. melepas 176 mahasiswa penerima beasiswa tujuan Polandia dan Malaysia di Gedung Graha Bhakti Praja NTB, Senin (16/09)2019.

Dari 176 penerima beasiswa tersebut, sebanyak 28 orang akan melanjutkan studi di berbagai perguruan tinggi di Polandia, 148 lainnya akan melanjutkan studi di sejumlah perguruan tinggi di Malaysia.

Program pengiriman anak-anak NTB ke Luar Negeri merupakan program yang diinisiasi Gubernur bersama Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah untuk mewujudkan NTB Gemilang.

Seluruh penerima beasiswa tersebut merupakan anak-anak terbaik NTB yang telah diseleksi oleh Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) NTB.

Mereka berasal dari 10 kabupaten/kota se-NTB. Bahkan, mereka telah mendapatkan pembekalan terkait studi yang akan mereka laksanakan di dua negara tersebut.

Saat melepas, Gubernur NTB berpesan untuk memperhatikan segala hal-hal yang perlu dipersiapkan untuk keberangkatan.

Gubernur yang akrab disapa Bang Zul itu berharap mereka dapat menjadi inspirasi pemuda lainnya yang ada di NTB. Sehingga semakin banyak mahasiswa-mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri demi tercapainya NTB yang gemilang.

“Teman-teman mahasiswa yang dipilih ini bukan hanya pintar, tapi saya yakin teman-teman punya mental yang kuat untuk berjuang, meretas jalan baru yang pernah dilakukan oleh para pahlawan,” ujar Gubernur Zul.

Diharapkan mahasiswa senatiasa menjaga nama baik daerah di Polandia maupun Malaysia, sehingga dapat tercipta jembatan pengertian dengan banyak negara dan dapat mengharumkan nama baik NTB di kancah internasional.

Direktur Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP), Irwan Rahadi, M.Sc., berpesan agar mahasiswa selalu menjaga diri dan menjaga nama baik NTB di Polandia dan Malaysia.

BACA JUGA ; Ungkapan Haru dan Bangga Terima Beasiswa Ke Luar Negeri

“Kami mengirim teman-teman semua untuk berprestasi di luar sana, selalu jaga nama baik daerah NTB, dan jangan sampai melupakan dari mana kalian berasal,” katanya.

AYA/HmsNTB




Satu Tahun Zul-Rohmi, Akan Digelar Diskusi Kilas Balik

Evaluasi dari eksternal dalam bentuk diskusi publik sangat penting dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dan terbuka

lombokjournal.com —

MATARAM   ;    Lembaga Kajian Sosial dan Politik M16 Mataram akan menggelar diskusi publik bertajuk “Kilas Balik Satu Tahun Zul-Rohmi” di De-Lima Cafe, Jalan Bung Karno, Kota Mataram, NTB, Kamis (19/09) 2019.

Masa pemerintahan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur NTB Sitti Rohmi Djalilah sudah berjalan hampir satu tahun.

Sejak dilantik oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Jakarta, pada 19 September 2018, pasangan yang dikenal Zul-Rohmi mendapat tugas berat.

NTB kala itu sedang mengalami bencana gempa bumi. Tak heran jika program rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa menjadi fokus utama Zul-Rohmi.

Inisiator “Kilas Balik Satu Tahun Zul-Rohmi” Budi Wawan mengatakan, diskusi ini akan dihadiri lintas elemen, mulai dari pemerintah, politisi, aktivis, pengusaha, jurnalis, aktivis mahasiswa dan pemuda, tokoh masyarakat, dan profesional.

“Persoalan di NTB adalah perhatian kita bersama semua lapisan masyarakat, lintas kepentingan, suku, agama, dan golongan,” tandas Budi Wawan, Senin ( 16/09) 2019.

Inisiator lainnya, Muhammad Fihirudin, menilai substansi diskusi akan mengkritisi sejumlah program pemerintahan Zul-Rohmi selama setahun menjabat.

Fihir menilai, evaluasi dari eksternal dalam bentuk diskusi publik sangat penting dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dan terbuka.

“Hasil diskusi diharapkan memberikan masukan tentang program-program yang sedang dan akan dilakukan Zul-Rohmi,” ujar Fihir

Direktur M16 Mataram, Bambang Mei Finarwanto atau yang akrab disapa Didu mengatakan, kinerja pemimpin menjadi titik sentral maju-mundurnya daerah yang dipimpin.

“Ia dituntut untuk menginspirasi, menggerakan, dan memobilisasi sehingga dapat berjalan bersama mencapai tujuan,” kata didu

Kepemimpinan, menurut filsuf Wiliam James,  lanjut Didu, tak lepas dari aras pemikiran dan tindakan, di mana visi harus sejalan dengan aksi.

“Gagasan mesti sebanding lurus dengan kebijakan, di sinilah kepemimpinan Zul-Rohmi diuji,” pungkasnya

Diskusi yang dimoderatori Hasan Masat,  rencananya  menghadirkan sejumlah narasumber.

Nara sumber yang disebut yaitu anggota DPRD NTB dari Fraksi PDIP Ruslan Turmuzy, Wakil Ketua DPRD NTB dari Fraksi Gerindra Mori Hanafi, Nurdin Ranggabarani Politisi PPP, Aktivis Prodem Wahidjan, Ketua DPD REI NTB Heri Susanto, Karo Humas Pemprov NTB Najamuddin Ami, dan Akademi Unram yang juga staf khusus Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Lalu Syaifudin yang akrab dipanggil Gayep .

Lembaga Kajian Sosial dan Politik Mi6 merupakan organisasi Nirlaba, digagas dan didirikan oleh mantan Jurnalis Majalah Tempo era dekade 80-an, Muchlis Dj. Tolomundu pada tanggal 4 Oktober 2012 Silam.

Selain pernah menjadi jurnalis majalah Tempo, Muchlis Dj. Tolomundu merupakan salah dewan pendiri Setara Institute yang dipimpin oleh Hendardi yang juga mantan aktivis YLBHI.

Me




Penghargaan “Penyalur Rumah Subsidi” Terbaik Nasional Untuk Bank NTB Dan REI NTB

“Kami merasa sangat bersyukur kemitraan antara REI dengan Bank NTB Syariah membuahkan prestasi yg membanggakan NTB”

lombokjournal.com —

BANJARMASIN  ;    Penghargaan sebagai penyalur rumah subsidi terbaik se-Indonesia diterima REI NTB dan Bank NTB Syariah di Banjarmasin, Sabtu (14/09) 2019.

Bank Indonesia (BI) melalui Deputi Ekonomi dan Keuangan (DEK) Syariah, Rosmaya Hadi, menyerahkan penghargaan itu di tengah berlangsungnya Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Kawasan Timur Indonesia 2019.

Rosmaya Hadi menegaskan, saat ini waktu yang tepat untuk membangkitkan ekonomi syariah. Konsep  ekonomi tersebut dinilai bisa menjadi sumber pertumbuhan baru di tengah perekonomian dunia yang tidak stabil.

“Sekarang waktunya kita bangkitkan ekonomi syariah,” kata Rosmaya Hadi, ketika membuka kegitaan festival tersebut.

Ketua REI NTB Heri Susanto mengaku bangga karena sejak REI bekerjasama dengan bank NTB Syariah dalam penyaluran rumah subsidi, Bank NTB Syariah menjadi bank daerah paling bagus. Sehingga BI memberi penghargaan.

“Jadi saya dekat dengab Bank NTB syariah dalam rangka menaikkan posisi bank daerah ke tingkat nasional,” ujar Heri berkaca-kaca usai acara.

Ditambahkannya, motto pengusaha daerah kembali ke bank daerah itu cukup manjur.

“Intinya, kami merasa sangat bersyukur kemitraan antara REI dengan Bank NTB Syariah membuahkan prestasi yg membanggakan NTB,” sambungnya.

Heri mengatakan, hal itu semata-mata untuk membantu pemerintah dalam membantu masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki rumah.

AYA




KEK Mandalika Buat  Pilkada Lombok Tengah 2020 Menjadi Lebih Menarik

“Kalau berhasil dalam ‘menangani’ KEK Mandalika membuka peluang untuk lebih dikenal di tingkat pusat, tapi kalau gagal tentu akan menjadi bulan-bulanan kritikan”

lombokjournal.com —

LOMBOK TENGAH   ;    Tiga poin yang menjadi pembeda dalam Pilkada Lombok Tengah pada tahun 2010 dari Pilkada sebelumnya.

Poin pertama, Bupati Lombok Tengah Suhaili tak lagi maju karena sudah dua periode memimpin.

Penilaian itu disampaikan Direktur Lembaga Kajian Sosial dan Politik M16 Mataram, Bambang Mei Finarwanto, SH, Senin (16/09) 2019.

Poin kedua, kata Bambang Mei yang akrab disapa Didu, kondisi ini memberikan peluang bagi banyak tokoh-tokoh potensial di Lombok Tengah untuk maju menawarkan gagasannya kepada masyarakat.

“Poin ketiga, tentu saja keberadaan kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika menjadi magnet dan Pesona kuat Pilkada Lombok Tengah,” Kata Didu.

Khusus KEK Mandalika, menurut Didu, Bupati dan Wakil Bupati Lombok Tengah yang baru nanti memiliki tantangan besar dalam menjaga salah satu destinasi super prioritas Indonesia tersebut.

Bupati dan Wakil Bupati Lombok Tengah juga diminta mampu mengelaborasikan keberadaan KEK Mandalika dengan mendorong keterlibatan dan meningkat perekonomian masyarakat Lombok Tengah.

“Sejak operasional KEK Mandalika diresmikan pada 20 Oktober 2017 oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), Pemkab Lombok Tengah harus mempersiapkan sumber daya manusia (SDM),” katanya.

Terkait pemanfaatan SDM lokal pada industri di KEK Mandalika, sangat bergantung pada kebijakan pemimpin setempat. Khususnya dalam menyiapkan SDM  warganya agar dapat memenuhi persyaratan mengisi berbagai posisi dan lapangan kerja di KEK Mandalika.

Didu menerangkan, saat meresmikan operasional KEK Mandalika, Jokowi menyebut kehadiran KEK Mandalika akan membutuhkan sekira 58 ribu tenaga kerja untuk operasional.

“Jumlah ini tidak main-main, bayangkan kalau warga Lombok Tengah dapat mengisinya, dampaknya tentu pada perekonomian masyarakat itu sendiri. Namun kalau tidak dipersiapkan dengan baik, bukan tak mungkin masyarakat hanya akan jadi penonton saja,” ujarnya

Didu menambahkan, tahun 2020 menjadi tahun yang sangat penting bagi Lombok Tengah. Di samping pilkada, pengembangan proyek KEK Mandalika diperkirakan mulai berjalan secara masih masif.

Tak hanya pengembangan dalam kawasan Mandalika, melainkan juga sirkuit MotoGP dan pengembangan di luar kawasan.

“Satu-satunya tuan rumah MotoGP di Indonesia, semua mata akan tertuju ke Lombok Tengah, ini peluang yang sangat besar mengenalkan Lombok Tengah ke manca negara,” imbuhnya .

Didu mendorong para calon Bupati dan Wakil Bupati Lombok Tengah memiliki konsep dan gagasan matang tentang kesiapan/ terobosan Lombok Tengah dalam pengembangan KEK Mandalika.

Ditegaskannya, indikator keberhasilan dalam menangani KEK Mandalika ialah mendukung pemerintah pusat menyukseskan KEK Mandalika dan mendorong KEK Mandalika bermanfaat bagi perekonomian masyarakat Lombok Tengah.

KEK Mandalika menawarkan ibarat dua sisi mata uang bagi bupati dan wakil bupati Lombok Tengah terpilih pada 2020.

“Kalau berhasil dalam ‘menangani’ KEK Mandalika membuka peluang untuk lebih dikenal di tingkat pusat, tapi kalau gagal tentu akan menjadi bulan-bulanan kritikan,” kata Didu.

Me




Wagub Ajak Kampanyekan Bersih-bersih Mulai Lingkungan Terkecil

“kegiatan ini walaupun sedikit, kita dapat memberikan manfaat dan contoh bagi lingkungan kita”

MATARAM.lombokjournal.com —  Aksi bersih-bersih menjadi satu bagian yang sangat penting dalam mewujudkan masa depan NTB dan Indonesia.

Wakil Gubernur NTB Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalillah, M.Pd menegasskan itu saat membuka kegiatan Aksi Bersih Pantai dalam Rangka HUT RI ke-74 dan Hari Maritim Nasional ke-56 di Pantai Loang Baloq, Minggu (15/9).

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Gelegar Pemuda Satu Negeri ini, merupakan kegiatan Nasional di 24 Provinsi di Indonesia.

Di NTB kegiatan ini terbagi menjadi dua kegiatan utama, yakni Gerakan Bersih dan Edukasi.

Dikatakan wagub, NTB memiliki laut yang indah. Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa menjadi salah satu tempat dengan keindahan alam terindah di dunia.

“Sehingga, adik-adik semua sebagai hamba Allah yang pandai bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah SWT. Kita harus menjaganya, harus memeliharanya dengan cara tidak membuang sampah sembarangan,” jelas Wakil Gubernur di hadapan peserta aksi bersih pantai.

Hj. Rohmi menekankan, sampah harus dibuang pada tempatnya dan dikelola dengan baik. Jangan sampai mencemari sungai-sungai oleh sampah plastik.

Dijelaskannya, Indonesia merupakan penghasil sampah plastik terbesar kedua di dunia.

“Kita harusnya sedih, sampah plastik yang masuk ke laut, kemudian dimakan oleh ikan, setelah itu ikannya kita makan. Makanya, tidak heran jika kita terpapar mikro plastik. Hal itu terjadi karena ulah kita semua,” tegas Hj. Rohmi.

Di akhir sambutannya, Hj. Rohmi mengajak peserta mengkampanyekan kegiatan bersih-bersih, mulai dari lingkup terkecil yaitu diri kita sendiri, keluarga, sekolah, dan orang-orang terdekat di sekitar kita.

“Insya Allah semua bersama-sama semua yang kita cita-citakan akan terwujud jika berjuang bersama-sama. Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini, walaupun sedikit kita dapat memberikan manfaat dan contoh bagi lingkungan kita,” pungkas Hj. Rohmi.

Bersamaan dengan itu, Wahyu Laily Romdhani, S.T, koordinator Gelagar Pemuda 1 Negeri berterima kasih kepada seluruh peserta yang mengikuti kegiatan ini, termasuk dinas-dinas yang telah mendukung penyelenggaraan kegiatan Aksi Bersih Pantai.

“Sebelum kegiatan ini dimulai kami sudah memberikan edukasi di Kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Prov. NTB yang diikuti oleh 200 peserta,” jelas Wahyu.

Setelah menyampaikan sambutannya Hj. Rohmi yang didampingi oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Asisten III, dan Kepala Biro Umum Pemprov NTB menyusuri tiap sudut Pantai Loang Baloq untuk memungut sampah-sampah plastik.

Tak lupa, Hj. Rohmi menyosialisasikan kepada para pedagang dan masyarakat sekitar untuk mengumpulkan sampah plastik yang tidak bisa didaur ulang kedalam botol mineral atau yang biasa disebut ecobrick.

Karena semua itu sumber daya dan dapat bernilai ekonomis selama kita pilah dan kelola dengan baik.

AYA/HmsNTB (*)