Penerbangan Air Asia Tingkatkan Kunjungan Wisatawan Ke Lombok

“Tapi untuk yang wisatawan dari Australia ini malah mengalami  peningkatan hampir 200 persen lebih, dari 2000 an sampai 9000an”

MATARAM.lombokjournal.com —  Rute penerbangan Oleh maskapai Air Asia untuk tujuan Perth-Lombok bulan juli lalu, memberikan dampak signifikan terhadap tingkat kunjungan wisatawan ke Lombok, NTB.

General Manager Angkasa pura I, Nugroho Jati mengatakan, selama rute penerbangan Air Asia yang beroperasi empat kali dalam seminggu itu memberikan dampak signifikan dalam meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan terutama yang berasl dari Australia.

Menurutnya, kunjungan wisata asing justru dilihat dari Year to year yakni pada 2018 ke 2019 dibandingkan data Januari – Agustus itu masih belum bisa sama dengan data tahun lalu (2017).

“Tapi untuk yang wisatawan dari Australia ini malah mengalami  peningkatan hampir 200 persen lebih, dari 2000 an sampai 9000an,” ujar Jati,  Kamis (19/09) 2019.

Nogroho Jati tak menampik jika melihat tingginya angka kunjungn wisatawan ini pihak Angkasa Pura berencana akan membuka rute penerbangan baru lagi.

“Kalau untuk penambahan rute baru, kita masih proses terus. Kita usahakan terkait dengan penambahan rute rute baru ke Lombok dan dari Lombok. Untuk penambahan frekuensi  saya kira masih stabil, belum ada perencanaan, yang lebih kita fokuskAn adalah pencarian atau pembukaan rute – rute baru , masih proses itu,” kata Jati.

Ditegaskannya,  untuk sementara ini pihaknya tengah fokus dan konsen mempersiapkan infrastruktur bandara guna menyambut event bertaraf internasional yakni MotoGP yg akan digelar pada tahun 2021 mendatang.

Penambahan infrastruktur dilakukan guna mendukung ikhtiar pemerintah NTB dalam meningkatkan angka kunjungan wisatawan ke NTB.

Seperti diketahui jika Pemerintah pusat sudah menetapkan Lima destinasi prioritas di indonesia salah satunya adalah Kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika.

Termasuk gelaran Event Motto GP yang tentunya akan mendatangkan banyak wisatawan baik domestik maupun mancanegara ke Lombok.

AYA




Wagub Jelaskan Terobosan Baru Teknologi Pertanian Untuk Mewujudkan NTB Gemilang

“Penggunaan drip irigation ini akan sangat membantu petani Lombok Utara untuk dapat meningkatkan produksi pertaniannya yang sebagian besar berada di lahan kering”

KLU.lombokjoural.com — Provinsi Nusa Tenggara Barat di bawah pemerintahan Dr. H. Zulkiflimansyah dan Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah terus mengeluarkan trobosan-trobosan baru untuk mewujudkan NTB Gemilang.

Salah satu trobosan yang baru dikeluarkan yaitu bertani dengan menggunakan sistem irigasi tetes.

Wakil Gubernur NTB Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengatakan, tepat setahun pemerintahan Zul-Rohmi, sudah canangkan industrialisasi di bidang pertanian dengan memanfaatkan teknologi drip irigation.

“Ini pertanian industri 4,0 karena menggunakan artificial intelligent. Panen yang semula hanya sekali dapat dilipatgandakan menjadi tiga kali.  Produksinya-pun dapat  ditingkatkan 20 persen, sehingga tidak ada lagi alasan lahan kering tidak bisa ditanami. Mari kita kawal bersama ,”kata Wagub Hj Rohmi pada acara Pencanangan Industrialisasi Pertanian NTB, Kamis (19/09) 2019, di Dusun Batu Keruk Desa Akar-Akar Kecamatan Bayan Lombok Utara.

Wagub menyebutkan, penggunaan teknologi-teknologi yang dapat meningkatkan produktifitas khususnya dalam bidang pertanian harus digunakan. Terlebih dalam hal mendukung industrialisasi di bidang pertanian.

“Dengan penerapan teknologi yang tepat, kita akan bisa meningkatkan produktifitas pertanian baik melalui intensifikasi ataupun ekstensifikasi pertanian,” jelasnya.

Dikatakannya, apa yang dilakukan hari ini  merupakan impian sejak sekian tahun lalu yang terwujud pada hari ini.

“Dengan penggunaan drip irigation atau sistem irigasi tetes yang kita mulai hari ini, maka kita akan lebih banyak dapat memanfaatkan lahan-lahan kering yang ada untuk menambah hasil pertanian di NTB,” ucapnya.

Industrialisasi yang diprogramkan di NTB, pada intinya memberikan nilai tambah terhadap berbagai komoditas unggulan NTB.

“Selain kita meningkatkan jumlah produksi, kita juga memberikan nilai tambah terhadap komoditas-komoditas pertanian kita sehingga, kita tidak lagi menjual dalam bentuk mentahan saja tetapi juga dalam bentuk produk setengah jadi ataupun produk jadi yang dapat dikonsumsi langsung,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian NTB Ir. Husnul Fauzi mengungkapkan pemilihan Kabupaten Lombok Utara sebagai lokasi pertama pencanangan industrialisasi pertanian ini untuk membantu pemulihan Lombok Utara pasca gempa dan untuk meningkatkan kesejahteraan petani yang ada di lahan kering.

“Dengan penggunaan sistem irigasi tetes ini, maka petani yang tadinya hanya bisa panen sekali setahun menjadi tiga kali setahun,” jelasnya.

Selain melibatkan petani, sambung Husnul, pemerintah juga melibatkan pihak swasta untuk membantu mensukseskan industrialisasi pertanian.

“Dari pihak swasta nantinya akan memberikan pendampingan kepada petani untuk penggunaan sistem irigasi tetes ini sekaligus menampung hasil pertanian petani,” sebutnya.

Di lahan seluas 200 Hektar yang menjadi lokasi dimulainya penerapan sistem irigasi tetes ini akan ditanami jagung yang memiliki potensi besar untuk tumbuh di lahan tersebut.

“Ini sebagai langkah awal industrialisasi pertanian NTB,” tuturnya.

Di desa Akar-akar ini juga, sambung Husnul, akan dibangun Learning Center yang nantinya akan menjadi pusat pembelajaran bagi siapa saja terkait dengan jagung.

“Melalui learning center yang kita adakan peletakan batu pertamanya hari ini nantinya akan menjadi pusat bagi siapun yang ingin belajar tentang pertanian jagung yang baik dengan teknologi drip irigation,”ungkapnya.

Bupati Lombok Utara Dr. Najmul Akhyar yang juga hadir pada acara ini menyampaikan ucapan terimakasih atas dimulainya pencanangan industrialisasi pertanian NTB di Kabupaten Lombok Utara.

“Penggunaan drip irigation ini akan sangat membantu petani Lombok Utara untuk dapat meningkatkan produksi pertaniannya yang sebagian besar berada di lahan kering,” ucapnya.

Di zaman saat ini, lanjut Bupati Najmul, kita harus bisa memanfaatkan teknologi untuk kemajuan daerah kita.

“Jika kita tidak mau menggunakan teknologi maka, tidak hanya akan membuat daerah kita menjadi daerah tertinggal namun juga bisa mempercepat kemiskinan,” ucapnya.

AYA




Jangan Takut Imunisasi, Agar Bayi Kita Tumbuh Sehat dan Cerdas

Pelayanan imunisasi PCV dengan mudah dapat diakses di fasilitas-fasilitas pelayanan kesehatan,  seperti Posyandu, Puskesmas, Puskesmas pembantu, dan fasilitas-fasilitas  pelayanan  kesehatan lainnya yang memberikan layanan imunisasi

Nurhanndiini Eka Dewi

Hj. Niken Saptarini Widyawati

MATARAM.lombokjournal.com —  Masyarakat NTB dihimbau unuk tidak takut melakukan imunisasi  pneumokokus conjugasi vaccin (PCV) secara rutin dan berklanjutan.

Imunisasi PCV meruakan salah satu penegaha pennyakit Pneumokokus.

“Jangan takut diimunisasi, agar bayi dan para balita tumbuh sehat dan cerdas. Lagi pula vaksin PCV yang digunakan sudah lulus uji dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sehingga sangat aman dan halal untuk digunakan “, ujar Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah,  baru-baru ini di Mataram.

Pneumonia atau dikenal juga dengan istilah paru-paru basah adalah infeksi yang mengakibatkan peradangan  paru-paru.  Penderitanya mengalami sesak napas, batuk berdahak, demam, atau menggigil hingga bisa berujung pada  kematian.

Penyebab dari Pneumonia tersebut, umumnya  paling banyak karena bakteri, virus, dan jamur.

Cara pencegahan paling efektif untuk penyakit ini, selain dengan menjaga kebersihan dan kebugaran tubuh, juga dengan imunisasi pneumokokus conjugasi vaccin (PCV) secara rutin dan berkelanjutan sesuai standar.

Dengan imunisasi secara teratur, maka angka kematian bayi dan ibu dapat diturunkan. Sekaligus target NTB sehat dan cerdas menuju generasi NTB Emas dapat diwujudkan, harapnya.

Imunisasi berdampak positif

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A., MPH, mengatakan Pemberian imunisasi merupakan upaya kesehatan masyarakat yang terbukti paling berdampak positif untuk mewujudkan derajat kesehatan ibu dan anak di Indonesia.

dr Eka sapaan akrab Nurhandini Eka Dewi mengatakan itu, saat membuka Orientasi dalam Rangka Program Demonstrasi Imunisasi Pneumokokus (PCV) di Hotel Lombok Raya Mataram – NTB, Rabu (18/09) 2019.

Ditegaskannya, pelayanan imunisasi PCV dengan mudah dapat diakses di fasilitas-fasilitas pelayanan kesehatan.  Seperti Posyandu, Puskesmas, Puskesmas pembantu, dan fasilitas-fasilitas  pelayanan  kesehatan lainnya yang memberikan layanan imunisasi.

“Vaksin ini diberikan gratis. Vaksin yang digunakan juga aman dan telah direkomendasikan oleh WHO serta lulus uji di BPOM, ” kata dokter Eka di depan 154 peserta dari Dikes, Pusksesmas dan pengelola program imunisasi dan Ispa se- Kabupaten Sumbawa dan KSB.

Ia berpesan kepada para petugas kesehatan untuk memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya imunisasi.

“Polemik tentang imunisasi di beberapa daerah karena penolakan orang tua untuk melarang anaknya diberikan imunisasi harus dihentikan. Maka dibutuhkan pendekatan kesabaran dan pemahaman petugas dalam menghadapi dan melayani masyarakat,” pesan Nurhandini Eka Dewi.

Di lapangan para petugas diharuskan terus meningkatkan pengetahuannya dalam pemberian imunisasi PCV pada bayi dan imunisasi lanjutan PCV pada anak balita.

Terlebih berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, diketahui pada tahun 2015 angka kasus pneumonia di NTB  mencapai 6,38 persen.

Angka kasus tersebut menurutnya merupakan tertinggi di indonesia, sehingga pada tahun 2017 yang lalu, Kemkes mengeluarkan kebijakan pemberian program imunisasi vaksin PCV.

Menurut dr. Eka, data penderita pneumonia di NTB pada tahun 2016 ada sekitar 18.000 orang anak. Namun berikutnya pada tahun 2017 melalui program imunisasi yang dilaksanakan di Kabupaten Lombok Barat dan Lombok Timur. penderita pneumonia tersebut dapat diturunkan  menjadi sekitar 11.000 orang anak.

Penurunan itu setelah dilakukan imunisasi dengan jumlah sasaran mencapai 14.392 anak di Lobar dan 25.894 anak di Kabupaten Lombok Timur,

Tahun 2018,  data penderita pneumonia di NTB diindikasikan naik kembali menjadi sebanyak 18.000 orang anak.

Ia menduga kenaikan tersebut lebih disebabkan oleh faktor kondisi lingkungan akibat gempa bumi yang melanda NTB. Karena itu, pemberian imunisasi terus diperluas, hingga tahun 2019 seluruh Kabupaten/Kota di NTB diharapkan tersentuh pelayanan imunisasi PCV.

Selain melalui imunisasi, pencegahan pneumonia dapat dilakukan dengan langkah-langkah sederhana. Di antaranya dengan menjalankan pola hidup sehat, seperti cukup beristirahat, mengonsumsi makanan bergizi, dan rutin berolahraga.

Selain itu yang penting menjaga kebersihan, paling sederhana adalah sering mencuci tangan agar terhindar dari penyebaran virus atau bakteri penyebab pneumonia.

Berhenti merokok juga merupakan langkah preventif. Asap rokok dapat merusak paru-paru, sehingga paru-paru lebih mudah mengalami infeksi.

Hindari konsumsi minuman beralkohol, kebiasaan ini akan menurunkan daya tahan paru-paru, sehingga lebih rentan terkena pneumonia beserta komplikasinya.

AYA




Inilah Enam Pengembangan Pariwisata Zul-Rohmi di NTB

 

MATARAM.lombokjournal.com —  Dr H Zulkieflimansyah dan Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah yang dilantik19 September 2018 sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur NTB masa bhakti 2018-2024, diihadapkan tantangan besar membangkitkan kembali NTB pascagempa 5 Agustus 2018 lalu.

Maka, sektor pariwisata menjadi program pertama dalam enam Program Super Prioritas NTB Gemilang.

Dalam pengembangan pariwisata andalan dan strategis NTB, sektor pariwisata memiliki peran strategis untuk mendorong peningkatan pendapatan daerah.

Di samping itu juga membuka lapangan kerja, serta menjadi sumber pertumbuhan ekonomi yang kuat, berkesinambungan, seimbang, dan inklusif bagi NTB.

Desa Sade

Pengembangan pariwisata NTB  ini sudah diatur dalam Perda  NTB Nomor 7 tahun 2013 dan dalam Rencana Induk Pariwisata Daerah (RIPARDA) Tahun 2013-2028.

Terdapat 4 aspek pembangunan pariwisata daerah yang menjadi fokus dalam program prioritas Zul-Rohmi. Keempat aspek itu yakni destinasi pariwisata, pemasaran pariwisata, industri pariwisata, dan organisasi kepariwisataan.

Program ini meliputi pengembangan enam pariwisata strategis di NTB.

Pertama, pengembangan pariwisata pulau-pulau kecil (Gili) dan sekitarnya. Seperti Gili Matra (Meno, Air, dan Trawangan), Kawasan Gili Sulat ( Gili Sumut, Petelu, Lawang) dan sekitarnya, kawasan Teluk Ekas dan sekitarnya, Kawasan Gita Nada (Gili Tangkong, Nanggu, Sudak) dan sekitarnya.

Kemudian, Kawasan Alas Utan Poto Tano (Kenawa, Paserang) dan sekitarnya, Samota (Teluk Saleh,Moyo,Tambora), dan Kawasan Waworada Sape (Gili Banta, pulau Kelapa, dan Sangiang).

Kedua, pengembangan pariwisata Mandalika dan MotoGP di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Lombok Tengah.  KEK pariwisata ini menghadirkan 26 ribu kamar hotel, dengan 5 pantai utama. Garis pantainya mencapai 16 kilometer yang dilengkapi dengan Marina atau dermaga untuk kapal mewah.

Dalam pengembangan pariwisata KEK ini, membutuhkan sejumlah dukungan infrastruktur. Mulai dari pembangunan jalan bypass BIL- KEK Mandalika sepanjang 17,8 kilometer. Peningkatan dan pengembangan jaringan jalan nasional BIL-Kuta sepanjang 15,5 kilometer.

Peningkatan dan pengembangan jalan yang menghubungkan pelabuhan Gili Mas-KEK Mandalika. Peningkatan dan pengembangan jaringan jalan provinsi yang menghubungkan Bilelando-Awang-Kuta-Selong Belanak-Montong Ajan sepanjang 55 kilometer, dan dari Montong Ajan-Penujak sepanjang 31 kilometer.

Selain peningkatan akses jalan, juga dibutuhkan perpanjangan runaway Bandara Internasional Lombok sepanjang 3.300 meter. Pembangunan SPAM Regional Pulau Lombok, pembangunan RS Internasional, dan penataan lingkungan lingkungan sekitar.

Ketiga, pengembangan pariwisata lainnya yakni Rinjani UNESCO Global Geopark. Rinjani sudah ditetapkan sebagai UNESCO Gloabl Geopark sejak 12 April 2018 lalu. Saat ini, Geopark Rinjani telah sukses sebagai tuan rumah Simposium APGN 2019.

Geopark Rinjani memiliki warisan geologi secara vulkanik yang harus terus dijaga. Di samping itu, Rinjani juga merupakan sumber air di Pulau Lombok. Sehingga penting untuk terus dilakukan pemeliharaan dan pengembangan. Di antaranya dengan menumbuhkan partisipasi generasi muda dan masyarakat untuk menjaga Geopark.

Keempat, selain Rinjani, ada juga pengembangan  Geopark Nasional Tambora di Pulau Sumbawa. Geopark ini memiliki integrasi yang kuat antara geologi, biologi, dan budaya. Masyarakat juga harus bisa merasakan manfaat dan menjaga kelestarian Geopark ini melalui kegiatan pariwisata.

Kelima, pengembangan wisata halal kelas dunia. Pada 2015 lalu, NTB berhasil mendapat predikat wisata halal dunia. Hingga saat ini, pariwisata NTB masih melekat dengan brand tersebut.

Mendukung ini, pemerintah NTB sudah menerbitkan Perda Nomor 2 tahun 2016 tentang pariwisata halal. Melingkupi destinasi, pemasaran dan promosi, industri, kelembagaan, pembinaan, pengawasan, dan pembiayaan.

Pengelolaan destinasi pariwisata halal harus membangun fasilitas umum yang mendukung wisata halal. Seperti tempat dan perlengkapan ibadah wisatawan Muslim, serta fasilitas bersuci yang memenuhi standar syariah.

Keenam, pengembangan pariwisata melalui 99 Desa Wisata. Ini merupakan konsep mengembangkan potensi alam, budaya, dan tradisi masyarakat yang didukung dan dijalankan langsung oleh masyarakat.

Pembentukan 99 Desa Wisata ini ditujukan agar menjadi sumber pendapatan masyarakat desa. Ini sekaligus membuka lapangan kerja dan meningkatkan keterampilan SDM warga desa. Selain itu juga meningkatkan perhatian masyarakat pada alam dan lingkungan.

Desa yang cukup berhasil mengembangkan pariwisata desanya yakni Desa Sade, Desa Setanggor, Desa Tete Batu, Pasar Pancingan, dan Kampung Kerujuk.

AYA




Semua Kekuatan Dilibatkan Mensukseskan Zero Waste

Sebagai program prioritas, Zero Waste adalah gawe bersama seluruh Perangkat Daerah untuk disukseskan

Ummi Rohmi

MATARAM.lombokjournal.com – Program prioritas Pemerintah Provinsi NTB, Zero Waste, menargetkan 70 persen pengelolaan dan 30 persen pengurangan sampah di tahun 2023.

Untuk mewujudkan nya, semua elemen masyarakat harus terlibat dan mengambil peran nyata untuk mengendalikan dan mengelola sampah.

Tidak hanya pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota, tetapi juga para tokoh agama, Para Da’i,  Ormas,  pemuda dan Wanita. Termasuk SMA/SMK/SLB harus menjadi pusat informasi Zero Waste di lingkungan masing – masing.

Sehingga ke depan, sampah tidak lagi menimbulkan masalah, tetapi justru dipandang sebagai potensi yang bermanfaat.

Wakil Gubernur NTB, Sitti Rohmi Djalillah, meminta seluruh Perangkat Daerah lingkup Provinsi NTB memperkuat sinergi untuk menjalankan program Zero Waste.

Hal tersebut disampaikan Wagub yang akrab disapa Ummi Rohmi, dalam rapat bersama seluruh pimpinan perangkat daerah lingkup Provinsi NTB di Ruang Anggrek Kantor Gubernur NTB, Rabu, (18/09) 2019.

Menurut nya, dalam program prioritas Zero Waste ini harus ada acuan dan evaluasi yang jelas.

Perda Provinsi NTB tentang sampah, kata Umi Rohmi, harus segera dibuatkan aturan pelaksanaannya dalam bentuk Peraturan Gubernur.

” Ada 14 hal yang perlu diatur didalam peraturan Gubernur tersebut, sehingga jelas mengenai Siapa melakukan apa,” wagub.

Dikatakannya, seluruh perangkat daerah menjadi tahu tugas masing-masing. Karena jelas rumusan apa yang menjadi tugas Provinsi dan Kabupaten/Kota, bagaimana anggaran dan apa yang harus dianggarkan, tutur Ummi Rohmi.

Dalam rapat tersebut, Ummi Rohmi menyampaikan, sebagai program prioritas, Zero Waste adalah gawe bersama seluruh Perangkat Daerah untuk disukseskan.

Tidak ada pembebanan terhadap perangkat daerah tertentu. Masing-masing perangkat daerah harus memiliki andil dalam mensukseskan program ini.

Sebagai contoh, Dinas Pendidikan harus memastikan agar program Zero Waste dapat diterapkan di sekolah-sekolah. Dalam hal ini DIKBUD diminta bertanggung jawab untuk menyiapkan desain pengelolaan sampah di tingkat SMA/SMK/SLB.

Kemudian, untuk Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) NTB dan HUmas Pemprov NTB harus  memasifkan sosialisasi Zero Waste kepada masyarakat.

“Bikin materi sosialisasi terkait zero waste baik dalam bentuk video, leaflet, poster dan lain – lain, yang menarik, mengedukasi dan mudah dipahami”, pinta Umi Rohmi

Pembuatan materi  itu, kata Wagub, bisa dimulai dengan materi pengelolaan zero waste, kemudian pembuatan eco-brick, pengolahan sampah organik (cacing, BSF, kompos dan lain – lain).

Dinas Pariwisata diminta memastikan penerapan Zero Waste di setiap Desa Wisata. Juga bertanggung jawab untuk menyiapkan desain pengelolaan sampah di destinasi wisata, hotel, restaurant dan fasilitas pendukung wisata lainnya.

Demikian pula DPMPD bertanggung jawab untuk menyiapkan desain pengelolaan sampah di tingkat desa.

 

Sedangkan BIRO KESRA diberi tugas dan  tanggung jawab untuk menyiapkan desain pengelolaan sampah di tempat ibadah dan ormas keagamaan.

Sehingga setiap tempat ibadah/ormas keagamaan harus memiliki tempat sampah yang representatif. Sekaligus juga terkoneksi dengan bank sampah terdekat terkait pengolahan sampah yang ada di tempat ibadah.

Termasuk melakukan sosialisasi zero waste melalui dakwah, ceramah, khutbah dan lain – lain dengan melibatkan tokoh agama, tuan guru, tokoh pemuda, tokoh perempuan serta komunitas.

Wagub yang juga merupakan Rektor Universitas Hamzanwadi Lombok Timur tersebut berharap agar tak ada lagi Desa Wisata yang belum menerapkan Zero Waste.

“Bila perlu kita buatkan aturan tekhnis yang berlaku untuk semua,” tandasnya.

AYA

 




Gubernur Zul Mengigatkan, Kita Tertinggal Kalau Abaikan Pendidikan

Gubernur mengucapkan terima kasih kepada Tim Media Grup yang telah membantu membangun sekolah dan fasilitas kesehatan di KLU, Lobar, Lotim dan di daerah lain yang terkena bencana

Sekolaah yang sebelumnya roboh

LOMBOK UTARA.lombokjurnal.com – Perasaan bahagia diungkapkan Gubernur NTB, DR Zulkieflimansyah saat menyaksikan anak anak NTB di sekolah korban bencana gempa bumi, kini mulai bangkit dan bersemangat untuk belajar di sekolah barunya.

Gubernur Zul mengungkapkannya saat meresmikan 6 (enam) unit sekolah yang dibangun dari donasi masyarakat untuk Gempa Lombok NTB sebesar Rp12 miliar lebih, melalui Dompet Kemanusiaan Media Group, Rabu (18/09) 2019.

Masyarakat diingatkan pentingnya pendidikan.

“Kita akan tetap tertinggal kalau kita mengabaikan pendidikan,” tegas Gubernur yang lebih akrab disapa doktor Zul.

Menurutnya,  perhatian masyarakat internasional, pemerintah pusat dan kita semua yang Luar biasa terhadap NTB, membuatnya semakin optimis bahwa rakyat NTB segera bangkit dan maju.

“NTB ini memang milik kita bersama dan dengan kebersamaan itu kita siap bangkit untuk lebih baik di masa yang akan datang”, tegasnya.

Enam sekolah yang dibangun tersebut yakni, Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ishlaul Ummah Desa Paok Rempek, SD Negeri 1 Sigar Penjalin, dan SD Negeri 3 Pemenang, ketiganya berada di Kabupaten Lombok Utara.

Berikutnya MI At-Tahzib di Desa Kekait Lombok Barat, SD Negeri 2 Kekait  Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat serta SD Negeri 5 Pohgading, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur.

Sekolah-sekolah tersebut sebelumnya porak poranda akibat diterjang gempa bumi pada Juli dan Agustus tahun lalu, sehingga selama ini siswa-siswi belajar di sekolah darurat. Sekarang, sekolah-sekolah tersebut telah terbangun kembali, dengan kondisi jauh lebih baik dari sebelum gempa.

Dilengkapi delapan ruangan ukuran 9×7,8m dan selasar lebar 1,8 meter. Serta 6 ruang belajar, ditambah satu ruang guru dan ruang Kepala Sekolah, berikut ruang serba guna yang dapat digunakan untuk ruang perpustakaan dan UKS (usaha kesehatan sekolah).

Selain itu juga dilengkapi gudang, sejumlah toilet yang terpisah antara putra dan putri.

Setiap ruangan dilengkapi jendela dan ventilasi udara yang cukup membuat sirkulasi udara dalam ruangan menjadi lancar dan terasa sejuk sehingga anak-anak dapat belajar dengan baik.

Begitu pula dengan penerangan listrik  masing-masing ruangan terdapat empat titik lampu.

Ketua Yayasan Pendidikan At – Tahzib, Desa Kekait, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, Tuan Guru Haji Zaini, mengaku sangat bersyukur dibangunnya kembali MI At-Tahzib oleh Media Group.

Bangunan lama yang dirintis sejak 1952 lalu dan hancur akibat gempa kini telah terbangun kembali.

Terkait donasi Gempa Lombok, terkumpul Rp.12 miliar atau tepatnya Rp12.144.868.902 yang masuk ke Dompet Kemanusiaan Media Group.

Saldo donasi terbagi dalam tiga rekening, yakni rekening BCA sebesar Rp4.749.274.785, rekening Bank Mandiri sebanyak Rp5.315.467.641 dan sebanyak Rp2.080.126.476 di Bank BRI.

Penggunaan donasi tersebut akan dipertanggungjawabkan melalui proses audit yang salah satunya untuk pembangunan enam unit sekolah.

Gubernur mengucapkan terima kasih kepada Tim Media Grup yang telah membantu membangun sekolah dan fasilitas kesehatan di KLU, Lobar, Lotim dan di daerah lain yang terkena bencana.

AYA/HmsNTB




Gubernur Zul Mengigatkan, Kita Tertinggal Kalau Abaikan Pendidikan

Gubernur mengucapkan terima kasih kepada Tim Media Grup yang telah membantu membangun sekolah dan fasilitas kesehatan di KLU, Lobar, Lotim dan di daerah lain yang terkena bencana

LOMBOK UTARA.lombokjurnal.com – Perasaan bahagia diungkapkan Gubernur NTB, DR Zulkieflimansyah saat menyaksikan anak anak NTB di sekolah korban bencana gempa bumi, kini mulai bangkit dan bersemangat untuk belajar di sekolah barunya.

Gubernur Zul mengungkapkannya saat meresmikan 6 (enam) unit sekolah yang dibangun dari donasi masyarakat untuk Gempa Lombok NTB sebesar Rp12 miliar lebih, melalui Dompet Kemanusiaan Media Group, Rabu (18/09) 2019.

Masyarakat diingatkan pentingnya pendidikan.

“Kita akan tetap tertinggal kalau kita mengabaikan pendidikan,” tegas Gubernur yang lebih akrab disapa doktor Zul.

Menurutnya,  perhatian masyarakat internasional, pemerintah pusat dan kita semua yang Luar biasa terhadap NTB, membuatnya semakin optimis bahwa rakyat NTB segera bangkit dan maju.

“NTB ini memang milik kita bersama dan dengan kebersamaan itu kita siap bangkit untuk lebih baik di masa yang akan datang”, tegasnya.

Enam sekolah yang dibangun tersebut yakni, Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ishlaul Ummah Desa Paok Rempek, SD Negeri 1 Sigar Penjalin, dan SD Negeri 3 Pemenang, ketiganya berada di Kabupaten Lombok Utara.

Berikutnya MI At-Tahzib di Desa Kekait Lombok Barat, SD Negeri 2 Kekait  Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat serta SD Negeri 5 Pohgading, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur.

Sekolah-sekolah tersebut sebelumnya porak poranda akibat diterjang gempa bumi pada Juli dan Agustus tahun lalu, sehingga selama ini siswa-siswi belajar di sekolah darurat. Sekarang, sekolah-sekolah tersebut telah terbangun kembali, dengan kondisi jauh lebih baik dari sebelum gempa.

Dilengkapi delapan ruangan ukuran 9×7,8m dan selasar lebar 1,8 meter. Serta 6 ruang belajar, ditambah satu ruang guru dan ruang Kepala Sekolah, berikut ruang serba guna yang dapat digunakan untuk ruang perpustakaan dan UKS (usaha kesehatan sekolah).

Selain itu juga dilengkapi gudang, sejumlah toilet yang terpisah antara putra dan putri.

Setiap ruangan dilengkapi jendela dan ventilasi udara yang cukup membuat sirkulasi udara dalam ruangan menjadi lancar dan terasa sejuk sehingga anak-anak dapat belajar dengan baik.

Begitu pula dengan penerangan listrik  masing-masing ruangan terdapat empat titik lampu.

Ketua Yayasan Pendidikan At – Tahzib, Desa Kekait, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, Tuan Guru Haji Zaini, mengaku sangat bersyukur dibangunnya kembali MI At-Tahzib oleh Media Group.

Bangunan lama yang dirintis sejak 1952 lalu dan hancur akibat gempa kini telah terbangun kembali.

Terkait donasi Gempa Lombok, terkumpul Rp.12 miliar atau tepatnya Rp12.144.868.902 yang masuk ke Dompet Kemanusiaan Media Group.

Saldo donasi terbagi dalam tiga rekening, yakni rekening BCA sebesar Rp4.749.274.785, rekening Bank Mandiri sebanyak Rp5.315.467.641 dan sebanyak Rp2.080.126.476 di Bank BRI.

Penggunaan donasi tersebut akan dipertanggungjawabkan melalui proses audit yang salah satunya untuk pembangunan enam unit sekolah.

Gubernur mengucapkan terima kasih kepada Tim Media Grup yang telah membantu membangun sekolah dan fasilitas kesehatan di KLU, Lobar, Lotim dan di daerah lain yang terkena bencana.

AYA/HmsNTB




Ribuan Massa NW Segel Kantor Kemenkumham

Dipertanyakan, bagaimana mungkin perubahan diajukan oleh Perkumpulan yang tidak berbadan hukum dapat diterbitkan SK Pengesahan oleh Kementerian Hukum dan HAM?

MATARAM.lombokjurnal.com  —   Sekitar 5.000 massa NW dari seluruh penjuru NTB,  mendatangi Kantor Wilayah Kemenkumham NTB di Jalan Majapahit, Kota Mataram, Rabu, 17 September 2019.

Mereka menolak SK  Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Nomor AHU-0000810.AH.01.08 Tahun 2019 tanggal 10 September 2019, yang  memuat nama Muhammad Zainul Majdi sebagai Ketua Umum Dewan Tanfiziyah (Ketua Umum PBNW).

Massa NW menyayangkan terbitnya SK tersebut, mengingat  sebelumnya NW pimpinan TGB telah dibatalkan sebagai badan hukum oleh Kemenkumham sendiri melalui Nomor: AHU-26.AH.01.08 tahun 2016.

Massa menggelar aksi mengecam terbitnnya SK yang dikeluarkan Menkumham, karena bertentangan dengan SK yang diterbitkkan sebelummnya.

Menkumham dinnilai tidak konsisten soal SK yang diterbitkan tersebut, sebab sangat kontradiksi dengan substansi SK tahun 2016.

Ketua Lembaga Bantuan Hukum NW, Muh. Ihwan SH, yang mendampingi massa aksi mengatakan,  ribuan massa akan terus bertahan di Kanwil Kemenkumham di Mataram sampai Menkumham, Yasonna Laoly membatalkan SK yang terbit tahun 2019.

“Sikap Kemenkumham namanya menjual hukum. Kami tidak akan bergerak (bubar) hingga ada sikap dari Jakarta,” katanya.

Dipertanyakan, bagaimana mungkin perubahan diajukan oleh Perkumpulan yang tidak berbadan hukum dapat diterbitkan SK Pengesahan oleh Kementerian Hukum dan HAM?

“Apakah hal ini merupakan perintah Undang-Undang ataukah atas perintah non Undang-Undang, Non Peraturan,” kata Muh Ihwan.

Ihwan menjelaskan, pihaknya  telah menyampaikan pada Kemenkumham melalui surat Nomor: 037-A/PBNW-XIV/VIII/2019 tanggal 24 Agustus 2019, adanya kekeliruan Menkumham menerbitkan SK baru yang mengesahkan NW pimpinan TGB.

Padahal telah ada Putusan Mahkamah Agung Nomor: 2800 K/Pdt/2018 tanggal 14 November 2018 yang telah berkekuatan hukum tetap.

Sengketa Hak Keperdataan

Putusan Nomor: 2800 K/Pdt/2018 tanggal 14 November 2018 tersebut merupakan putusan sengketa Hak Keperdataan atas Perkumpulan Nahdlatul Wathan.

Pihak yang bersengketa, yaitu Hj. Sitti Raihanun Zainuddin Abdul Majid, Ketua Umum Pengurus Besar NW berdasarkan Akta Pendirian Nomor: 48 tanggal 29 Oktober 1956.

Perkumpulan NW itu berbadan Hukum berdasarkan Penetapan Menteri Kehakiman RI melalui surat Nomor: J.A.5/105/5, tanggal 17 Oktober 1960, yang diumumkan dalam Tambahan Berita Negara RI Nomor: 90, tanggal 8 November 1960.

“Pihak Sitti Raihanun bersengketa melawan Perkumpulan Nahdlatul Wathan Pimpinan M. Zainul Majdi,” ungkap Muh IIrwan.

Dikelaskan, atas sengketa itu telah terbit putusan MA tanggal 7 April 2016 yang berkekuatan hukum tetap, membatalkan Keputusan Menkumham Nomor: AHU-00297.60.10.2014 tentang Pengurus dan Pendirian Badan Hukum Perkumpulan Nahdlatul Wathan yang dalam susunan organisasi Ketua Umum dijabat oleh TGB Majdi.

“Bagaimana mungkin Kemenkumham menerbitkan SK PengesahanPengurus Nahdlatul Wathan dengan Ketua Dewan Tanfidziah (Ketua Umum PBNW) atas nama M. Zainul Majdi.Padahal TGB Majdi  bukan siapa-siapa dalam perkumpulan,” katanya.

NW sendiri telah melayangkan somasi atas SK yang diterbitkan Kemenkumham itu. Somasi tersebut mendesak pembatalan SK tersebut dalam waktu 3×24 jam sejak dilayangkan pada 10 September 2019, beberapa saat setelah diterbitkan SK tersebut.

Ihwan mengungkapkan, sejak 2016 akses perkumpulan NW dalam kondisi terblokir karena perkara-perkara yang disengketakan, sehingga tidak dapat mengakses SABH untuk mencatat Hasil Muktamar XIV.

“Sehingga kami mengajukan surat Nomor: 037-A/PBNW-XIV/VIII/2019. Namun, sebelum kami dapat melakukan pencatatan Pengesahan Kepengurusan PBNW  Hasil Muktamar XIV karena permohonan buka blokir sedang berproses. Ternyata Pihak TGB Majdi lebih dulu dapat mencatatkan kepengurusan NW yang tidak jelas asal usulnya melalui SK Nomor: AHU-0000810.AH.01.08.Tahun 2019,” jelas Ihwan .

Dipertanyakan, bagaimana mungkin TGB Majdi melalui notaris Hamzan Wahyudi dapat membuka blokir akses SABH Perkumpulan NW yang secara ketentuan peraturan perundang-undangan ada di bawah kendali Kemenkumham.

“Apakah Zainul Majdi punya kunci khusus sehingga dengan semaunya bisa membuka akses blokir SABH yang sesungguhnya menjadi kewenangan penuh Menkumham,” katanya.

“Selain itu, kami juga meminta Kemenkumham memeriksa notaris Hamzan Wahyudi, karena menjalankan jabatannya secara tidak cermat dan ”

“Selain itu, kami juga meminta Kemenkumham memeriksa notaris Hamzan Wahyudi, karena menjalankan jabatannya secara tidak cermat dan hati-hati. Sebab peristiwa serupa telah terjadi pada tahun 2014, di mana akses SABH ke AHU Online juga dilakukan oleh notaris Hamzan Wahyudi,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, ribuan massa masih menggelar aksi di Kemenkumham NTB.

AYA

 




Visi-Misi NTB Gemilang Bisa Diaplikasikan Kabupaten/Kota Di NTB

Ketika terjadi perubahan pada pelaksanaan program, harus segera dilakukan musyawarah dan diselesaikan sesegera mungkin

MATARAM.lombokjournal.com — Kabupaten/Kota di Nusa Tenggara Barat bisa juga mengaplikasikan  visi dan misi NTB Gemilang , tidak hanya diusung oleh Pemerintah Provinsi.

Dengn demikia manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat NTB.

Penekanan itu disampaikan Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. Ir. H. Zulkieflimansyah, M.Sc  saat memimpin rapat dengan agenda E-Kinerja dan Program Strategis di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur, Selasa (17/09/19).

Dalam rapat yang didampingi Wakil Gubernur NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd dan Asisten II, Ir. Ridwan Syah, juga dijabarkan program-program strategis yang dicanangkan NTB tahun 2019-2023.

Program-program yang dimaksud meliputi pariwisata andalan dan strategis, industrialisasi, pengembangan daya saing SDM, NTB ramah investasi, pengembangan konektivitas dan aksebilitas wilayah NTB dan NTB bersih dan berkelanjutan.

“Kita harus punya strategic planning yang terukur untuk menyusun hal-hal yang dibutuhkan untuk mengembangkan daerah wisata di NTB, karena seperti yang kita tahu sektor pariwisata memiliki peran strategis yang dapat mendorong peningkatan pendapatan NTB,” jelas Gubernur.

Destinasi wisata diinginkan dapat dipromosikan melalui media social, dengan visualisasi gambar atau video yang menarik, sehingga meningkatkan sektor pariwisata.

“Mandalika dan MotoGP menjadi potensi besar NTB untuk meningkatkan sektor pariwisata, pengembangan Tambora Geopark Nasional, pengembangan wisata halal kelas dunia, dan penanggulangan kemiskinan dengan pendekatan Community Based Tourism,” tuturnya.

Melalui Industri pengolahan dan permesinan, nilai tambah bahan baku/mentah dapat ditingkatkan. Dengan demikian, warga NTB tidak lagi menjual bahan mentah, tetapi diolah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi.

“Industralisasi bukan identik dengan pabrik-pabrik besar, dengan mengusahakan hasil produk/jualan yang mentah untuk ditingkatkan menjadi barang setengah jadi atau barang jadi kemudian dijual di daerah sendiri,” jelasnya.

Pengembangan daya saing SDM di NTB yaitu dengan menjalankan program beasiswa NTB ke beberapa negara di luar negeri, juga dengan melakulan revitalisasi posyandu dengan tujuan mengoptimalkan fungsi dan strata posyandu.

Revitalisasi SMK juga diharapkan dapat mendongkrak kualitas tenaga kerja NTB dan memberikan dampak positif terhadap peningkatan mutu SMK dengan dua orientasi baru.

Salah satu bentuk pengembangan konektivitas yang saat ini sangat membantu, yaitu adanya direct flight dari Perth ke Lombok sehingga meningkatkan wisatawan mancanegara datang ke NTB.

“Selain itu juga pembangunan by pass dari BIL ke Kuta untuk menunjang event internasional MotoGP merupakan bentuk pengembangan yang akan diupayakan rampung sebelum event berlangsung,” ujarnya.

Untuk mendukung terencananya program-program strategis tersebut, pengelolaan sampah berbasis pengurangan jumlah sampah harus terus diupayakan.

Pengurangan sejumlah sampah dengan cara daur ulang sampah dan mengubah sampah menjadi sesuatu yang bernilai jual merupakan salah satu upaya agar NTB dapat bersih dan berkelanjutan.

Wakil Gubernur NTB Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd menegaskan, ketika terjadi perubahan pada pelaksanaan program, harus segera dilakukan musyawarah dan diselesaikan sesegera mungkin.

“Semua pihak harus duduk bersama untuk menyelesaikan berbagai hal, utamanya jika terjadi masalah,” kata Wagub.

AYA/HmsNTB  




Tekan Angka Stunting, Masyarakat Diimbau Rutin Konsumsi Ikan

Masyarakat harus terus diingatkan untuk mengonsumsi ikan, sebab terkadang masyarakat lalai akan pentingnya makan ikan untuk pertumbuhan generasi muda NTB

Berdialog bersama seorang ibu

LOBAR.lombokjournal.com – Angka stunting dapat ditekan dengan rutin mengonsumsi ikan, terutama bagi anak-anak  yang masih dalam masa pertumbuhan

Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan Provinsi Nusa Tenggara Barat (Forikan NTB), Hj. Niken Saptarini Widyawati, M.Sc menegaskan itu saat menghadiri acara Safari Gemar Ikan di Lombok Barat, Selasa (17/09) 2019.

Stunting adalah kondisi dimana orang tidak dapat tumbuh dengan normal. Hj Niken Saptarina yang dipanggil Bunda Niken menjelaskan, mengkonsumsi ikan erat kaitannya dengan aangka stunting.

Acara Safari Gemar Ikan menjadi salah satu wadah untuk menyosialisasikan pentingnya mengonsumsi ikan.

“Acara ini sebagai bentuk kampanye kita dalam peningkatan konsumsi ikan mengingat konsumsi ikan sangat erat kaitannya dengan angka stunting, semakin tinggi angka konsumsi ikan, maka semakin kecil angka stunting di NTB ini,” kata Bunda Niken.

Ketua Forikan NTB sekaligus Ketua TP-PKK NTB ini mengungkapkan., ikan adalah salah satu komoditi yang memiliki gizi lengkap, namun harganya terjangkau. Hal ini kurang diperhatikan oleh masyarakat.

“Ikan adalah salah satu protein yang sangat dibutuhkan oleh ibu hamil dan menyusui serta masyarakat umumnya, saya mengajak masyarakat untuk rajin mengonsumsi ikan agar masyarakat NTB dapat terbebas dari stunting,” sarannya.

Masyarakat harus terus diingatkan untuk mengonsumsi ikan, sebab terkadang masyarakat lalai akan pentingnya makan ikan untuk pertumbuhan generasi muda NTB.

“Ayo kita makan ikan setiap hari, karena ikan proteinnya sangat penting untuk kita semua, mudah, murah, serta lengkap gizinya. Kalau kita makan ikan insyaallah kita akan jadi sehat, kuat dan cerdas,” tutupnya.

Wakil Bupati Lombok Barat, Hj. Sumiatun mengungkapkan, Lombok Barat  berhasil menurunkan angka stunting di beberapa wilayah yang terjangkit yang awalnya stunting berada pada angka 29,8 persen namun, di tahun 2019 ini turun menjadi 25,2 persen.

Untuk lebih maksimal dalam penanganan stunting, Hj. Sumiatun menyampaikan, Lombok Barat mengadakan event tahunan lomba masak serba ikan dan hasil masakan ikan tersebut dikonsumsi langsung oleh masyarakat sekitar usai perlombaan.

AYA/HmsNTB

 

Selasa, 17 September 2019