Setahun Zul-Rohmi, Sesepuh Masyarakat Sasak Yakin NTB Gemilang Terwujud
DIharap, semua pihak akan memberikan dukungan terhadap NTB Gemilang. Jika semua pihak mendukung, ia optimis, apa yang dicita-citakan lewat visi NTB Gemilang akan berakhir menggembirakan
MATARAM.lombokjournal.com – Pasangan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah bersama dan Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi) telah genap setahun memimpin NTB, pada Kamis (19/09) 2019.
Terkait capaian setahun Zul-Rohmi ini, Sesepuh Masyarakat Sasak, Drs. H. L. Mudjitahid, alias Mamiq Mudji pun menegaskan dukungannya atas berlanjutnya program-program pembangunan di NTB. Khususnya, pengembangan komoditas dan industri berbahan baku jagung.
“Jadi programnya bapak (Gubernur) dan ibu (Wagub) itu saya dukung,” ujarnya di Mataram, Kamis (19/09/2019). Di usianya yang telah menginjak 81 tahun, Mamiq Mudji kini masih menjabat Ketua Masyarakat Agrobisnis Jagung NTB.
Beberapa waktu lalu, ia pernah menggelar seminar dengan Yayasan Kedaulatan Pangan Nusantara (YKPN). Di seminar itu disampaikan oleh seorang profesor muda, ada temuan mikroba baru yang bisa menggemburkan tanah.
Sehingga nanti produksi padi maupun jagung bisa 14 ton, dan waktu panen bisa lebih pendek, dari 90 hari jadi 75 hari.
Untuk mengaplikasikan temuan ini di sejumlah lahan pertanian di NTB, Mamiq Mudji mengaku telah berkoordinasi dengan banyak pihak.
‘’Kami sudah ketemu Bupati Lombok Timur, siap 10 ribu hektar targetnya, Lombok Barat 4000 hektar dan KLU,’’ ujarnya.
Mamiq Mudji berharap, semua pihak akan memberikan dukungan terhadap NTB Gemilang. Jika semua pihak mendukung, ia optimis, apa yang dicita-citakan lewat visi NTB Gemilang akan berakhir menggembirakan.
‘’Saya meyakini, NTB Gemilang bisa sukses jika mendapatkan dukungan gerakan pembangunan dari bawah,’’ katanya.
AYA/HmsNTB
Masa Depan NTB, Ada Pada Anak-Anak Muda yang Kreatif
i Putu Gde Aryadi
Literasi digital melalui lomba mading sekolah.org itu disebutnya sebagai salah satu cara pelajar memanfaatkan kemajuan TIK untuk hal-hal yang positif
MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menegaskan masa depan Indonesia ada ditangan para pelajar dan generasi muda masa kini.
“Lebih khusus wajah NTB kedepan ada di tangan kalian, anak-anak muda NTB yang kreatif,” ujar Gubernur dalam sambutannya diwakili Plt. Kepala Dinas Komunikasi, informatika dan Statistik Provinsi NTB, Gde Putu Aryadi, S.Sos. MH pada acara Creatormuda Academy yang diikuti oleh 270 pelajar SMA/SMK dan MA se-Nusa Tenggara Barat di hotel Aston Inn Mataram Kamis (19/09) 2019.
Menurut Gubernur yang lebih akrab disapa Doktor Zul itu, NTB sebagai rumah besar bersama menyimpan potensi sumber daya yang luar biasa. Ada kekayaan alam, baik potensi agraris, maritim, tambang dan nilai-nilai seni budaya maupun sumberdaya investasi dan pariwisata yang banyak memikat tamu dan investor untuk hadir di NTB.
“Kekayaan alam NTB yang melimpah itu, tidak akan banyak artinya jika anak-anak mudanya hanya menjadi penonton atau berdiam diri tanpa ada kreativitas”, ujarnya.
Karena itu, Gubernur melalui Aryadi menitipkan pesan agar anak-anak muda NTB sejak dini menumbuhkan motivasi yang kuat untuk mengisi hari-harinya dengan berbagai kreativitas sehingga kelak akan menjadi generasi yang mandiri dan memiliki masa depan yang baik.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Maarif Institute, google dan semua pihak yang telah membangun aplikasi mading sekolah.org. Media itu menurutnya sangat produktif dalam membangun karakter anak, terutama pengembangan bakat, minat dan kreativitasnya.
“Misalnya lomba vedio, artikel, lagu dan karya seni lainnya maupun produk-produk ilmu pengetahuan dan teknologi. Dan para pemenangnya, selain mendapatkan hadiah, juga akan menginspirasi siswa lainnya melahirkan karya-karya yang lebih baik lagi”, ujar mantan Kabag Humas Pemkab Bima di Era Bupati Zainul Arifin itu.
Karena itu, semua Sekolah dan guru-guru di NTB diharapkannya akan dapat memanfaatkan aplikasi madding sekolah ini, sebagai salah satu media mengembangkan karakter siswa. Sekaligus juga mereduksi penggunaan akun media sosial untuk kegiatan yang kurang produktif.
“Ada Intagram, Youtube, Facebook atau Whatsup, yang selama ini lebih banyak hanya untuk chating atau menulis status yang kurang bermanfat. Ini perlu diarahkan pada kreatifitas untuk mengekplor beragam potensi NTB dan juga beauty inner para siswa,” pesannya.
Saat ini, kata Aryadi dari total 5,6 juta jiwa penduduk NTB, pengguna internetnya mencapai 3 juta orang. Namun sayangnya hanya 15 persen dari pengguna internet itu yang produktif. Sisanya hanya digunakan untuk hal yang konsumtif. Sedangkan dari sisi Kejatan siber, kata Gede Aryadi, setiap hari hampir 10-15 buah berita hoax, bully atau menyebarkan kebencian, Ini sangat tidak baik, tegasnya.
Ia mengajak para pelajar untuk memanfaatkan kemajuan teknologi digital sebagai peluang menciptakan kreatifitas dan mengembangkan potensi diri.
Ia juga menyampaikan bahwa saat ini pemerintah Provinsi NTB dibawah Gubernur Dr. H. Zulkieflimansyah dan Wagub Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, telah menyiapkan 1000 beasiswa pendidikan S1, S2 dan S3 diluar negeri. Maka siapkan diri dan rebut peluang itu untuk masa depan yang gemilang, pungkasnya.
Hal senada diungkapkan Kepala UPT-PK PLK Dismen Pendidikan Layanan khusus Lombok Barat- Mataram, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi NTB, Drs. H. Abdur Rasidin, M.Pd.
Literasi digital melalui lomba mading sekolah.org itu disebutnya sebagai salah satu cara pelajar memanfaatkan kemajuan TIK untuk hal-hal yang positif. Sudah banyak kasus dan cerita yang terjadi dan sangat berdampak luas, dan sifatnya dekstruktif lagi.
Menurutnya, hanya gara-gara isu, berita yang tidak jelas, namun menjadi viral dan menarik kesimpulan sendiri, akhirnya bermasalah.
“Ini pekerjaan yang sangat berat bagi kita semua. Bukan saja kami di lingkungan Pendidikan dan kebudayaan, tetapi seluruh elemen masyarakat”, tegasnya.
Ia mengajak semua pihak dan sekolah melalui instrument-instrumen yang ada pada berbagai kegiatan agar selalu menyampaikan penguatan-penguatan Pendidikan karakter, yang menjadi ujung tombak dari anak-anak kita.
“Boleh kurikulum itu berganti nama, tetapi sesunggunya Pendidikan karakter itulah solusinya. Salah satu bagian dari Pendidikan karakter itu adalah kegiatan litersi digital ini,” ucapnya.
Ia berharap kegiatan semacam ini, bukan saja dilakukan di Pulau Lombok, namun selenggarakan juga di Pulau Sumbawa. Yakni di Bima dan Dompu serta Sumbawa dan KSB, kata Rasidin.
Sebelumnya, Direktur Eksekutif MAARIF Institute, Abdul Rohim Ghazali menjelaskan bahwa acara yang digelar di Pulau Seribu Masjid pada 19-20 September 2019 ini merupakan penyelenggaraan ke-9 dari 10 kota yang direncanakan di seluruh indonesia.
Rohim berharap anak muda dapat terlibat secara aktif dalam upaya-upaya literasi digital. Membuat, mengunggah, dan menyebarluaskannya menjadi hal yang diperlukan. “Berbagai ide segar dan kreatif yang berasal dari anak muda perlu diwujudkan dalam bentuk konten-konten positif, diunggah ke media sosial, dan disebarluaskan secara massif.
Karena hal itulah yang diperlukan untuk konteks sekarang ini. Untuk itu, kami dari MAARIF Institute bersama yang lainnya menginisiasi Creatormuda Academy ini dan menyediakan platform online dalam mading sekolah.id,” pungkasnya.
AYA/HmsNTB
Air Asia Perth-Lombok, Wisatawan Australia Meningkat Hingga 300 Persen
Secara fungsi sebagai tempat untuk pertukaran orang dan barang, di Bandara juga harus mempersiapkan aspek infrastruktur
MATARAM.lombokjournal.com –– Salah satu kerja nyata pemerintah provinsi di era kepemimpinan Gubernur Dr H Zulkiefkimansyah dan Wakil Gubernur Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah, yakni dibukanya rute penerbangan langsung (Diret Flight ) dari Perth ke Lombok.
Penerbangan yang dibuka Bulan juli 2019 tersebut dirasa sangat membantu NTB bangkit pascagempa 2018 lalu.
“Optimisme mengenai akan ramainya rute penerbangan ini juga ditunjang dengan tarif penerbangan yang dinilai cukup terjangkau,” ujar Wakil Gubernur NTB Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah, usai mendarat dengan penerbangan perdana Air Asia Perth-Lombok di BIL, Lombok Tengah pada Juli lalu.
Dibukanya maskapai penerbangan Air Asia Perth-Lombok ini memang memberi dampak signifikan terhadap kunjungan wisatawan mancanegara (wisman), terutama Australia. Peningkatan wisatawan Australia ke Lombok bahkan mencapai 300 persen saat ini.
General Manager PT Angkasa Pura I Nugroho Jati menuturkan, Semenjak dibuka dalam seminggu 4 kali penerbangan, progresnya sangat bagus dan stabil mencapai 80-95 persen.
Penerbangannya tidak pernah dibawah 100 pax dan bisa dikatakan selalu penuh.
“Kalau kunjungan wisatawan dari tahun ke tahun (y to y) data Januari hingga Agustus masih belum bisa sama seperti tahun lalu. Hanya saja wisatawan Australia kita meningkat,” bebernya
Peningkatan untuk wisatawan Australia saat ini hingga 300 persen. Yakni dari hanya 2 ribu lebih wisatawan meningkat menjadi 9 ribu lebih wisatawan Australia. Hal ini tentu membuka peluang keinginan untuk menambah rute baru.
Terkait rute penerbangan, saat ini diakuinya memang sedang dalam proses usaha penambahan rute-rute baru.
Namun untuk penambahan frekuensi, yang ada saja dinilai masih stabil sehingga belum ada perencanaan ke arah tersebut. Sekarang ini, pihaknya lebih fokus pada pencarian rute baru.
“Itu masih proses, sementara kita konsen dan fokus lebih kepada penyediaan infrastruktur dulu agar siap mendukung jika keadaan sudah seperti tahun lalu,” sambungnya.
Terlebih dengan adanya program pemerintah terhadap lima destinasi wisata super. Salah satunya KEK Mandalika yang akan digelar perhelatan internasional MotoGP.
Sehingga perlu perlu diutamakan persiapan apa yang menjadi tugas pokok dan fungsi pertama. Tentunya juga tidak lupa berkabolarasi dan bersinergi lintas fungsi.
“Sambil kita cari rute baru,” katanya.
Untuk persiapan Moto GP di Lombok ini sudah diprogram oleh pemerintah pusat yang didukung penuh oleh pemerintah daerah. Secara fungsi sebagai tempat untuk pertukaran orang dan barang, di Bandara juga harus mempersiapkan aspek infrastruktur.
Salah satunya yakni perpanjangan landasan dari 2.750 meter menjadi 3.300 meter.
Selain itu, harus ada perluasan gedung terminal hingga bisa menampung penumpang dari kapasitas hingga 7 juta per tahun. Kapasitasnya ditingkat hingga 100 persen. Begitu juga dengan peningkatan infrastruktur daya dukung lainnya yang semua mengarah kepada percepatan pembangunan KEK Mandalika
“Tentunya dengan di dalamnya adalah gelaran Moto GP yang paling dekat eventnya,” kata Nugroho .
Sementara untuk penambahan rute baru diakuinya memang belum bisa direalisasikan dengan cepat. Ini dikarenakna ada kerangka waktu untuk menjadi platform ketentuan UU dan regulasi yang berlaku.
Di antaranya dari pihak Perhubungan kaitannya rotasi feed management masing-masing maskapai setiap enam bulan.
“Jadi bisa dikatakan seperti summer season dan winter season,” tandasnya
Selama 6 bulan sekali mereka buat perencanaan untuk tahun depan. Dalam perencanaan tersebut, mereka membutuhkan data dan menganalisa market. Mengingat kondisi Lion Air saat ini cukup banyak regulasi ketat, terutama aspek keselamatan.
“Jadi tidak bisa segera kita tambah rute baru,” katanya.
AYA
Di Satu Tahun Kepemimpinan Fashion Gubernur Jadi Sorotan
Seorang kepala daerah mestinya memperhatikan busana, karena menjadi fokus perhatian khalayak luas.
lomokjournal.com —
MATARAM ; Sorotan tidak hanya soal program, tapi juga penampilan atau fashion gubernur.
Ketua KNPI Lombok Timur, Taufik Hidayat, menyoroti busana Zulkieflimansyah yang sering digunakan dalam acara formal. Menurut Opik, sapaannya, penampilan busana gubernur sering kurang tepat dengan acara yang dihadiri.
Hal itu diktakannya dalam diskusi publik yang diinisiasi M16 mengambil tema “Kilas Balik Satu Tahun Zul-Rohmi.” Berbagai masukan terhadap kepemimpinan mereka disoroti dalam forum tersebut
“Fashion gubernur saya kira perlu diberikan masukan agar memposisikan diri pada suasana tepat agar baik dan beretika. Jangan sampai suasana formal pakai celana jeans kaos oblong,” sentilnya.
Menurut Opik, jika gubernur menghadiri acara dengan jeans atau kaos oblong, justru terkesan tidak menghargai forum tersebut. Padahal, seorang kepala daerah mestinya memperhatikan busana, karena menjadi fokus perhatian khalayak luas.
Selain busana, Opik juga mengkritisi anggaran yang digunakan gubernur untuk mengirim pelajar ke luar negeri. Anggaran yang datangnya dari Corporate Social Responsibility (CSR) harus lebih transparan.
“Beasiswa harus clear. Jangan sampai pukul rata semua salah, di satu sisi ada baiknya karena merangsang dunia pendidikan NTB. Yang jadi soal sumber dana CSR harus diperjelas dari mana saja CSR itu?” katanya.
Tidak hanya gubernur, Opik juga mengkritisi sikap DPRD NTB yang berkunjung ke luar negeri saat masyarakat NTB masih banyak yang tidur di Huntara akibat gempa tahun lalu.
Me
Kemiskinan Agraria dan Lahan Produktif Jadi Masalah Era Zul-Rohmi
“Situasi memburuk saat kebijakan provinsi 2019 hampir 80 persen pengelolaan SDA kewenangan gubernur, tidak lagi kabupaten yang memiliki kewenangan perizinan”
lombokjournal.com —
MATARAM ; Satu tahun kepemimpinan Zul-Rohmi menjadi sorotan banyak pihak. Beragam masukan dan kritik dilontarkan dalam forum diskusi publik yang digelar Lembaga Kajian Sosial dan Politik M16 Mataram.
Kritikan terhadap Zul-Rohmi datang dari Aktivis ProDem, Wahidjan. Soal kemiskinan di sektor agraria. Menurutnya, masyarakat bergantung pada sektor agraria, namun justru kontras dengan lahan produktif di NTB yang kian menyempit.
“NTB banyak menggantung diri di sektor agraria, (tapi) kemiskinan terjadi di sektor agraria. Tanah produktif semakin menyempit, maka dibutuhkan strategi dari pemangku kebijakan,” katanya.
Wahidjan mengatakan, situasi semakin memperburuk saat 80 persen pengelolaan sumber daya alam dikelola pemerintah provinsi. Imbasnya, sektor agraria justru dikuasai kelompok tertentu, sehingga berdampak pada masyarakat yang menggantungkan hidup di sana.
“Situasi memburuk saat kebijakan provinsi 2019 hampir 80 persen pengelolaan SDA kewenangan gubernur, tidak lagi kabupaten yang memiliki kewenangan perizinan,” ujarnya.
Wahidjan berharap pada forum tersebut menjadi bahan masukan bagi Zul-Rohmi, terlebih lagi dengan hadirnya staf khusus gubernur, agar dapat memberikan catatan soal polemik agraria pada gubernur.
Me
Sektor Pariwisata Kinerja Gubernur Baik, Tapi Itu Program Nasional
Pariwisata NTB yang minim fasilitas seperti lampu penerangan hingga MCK memperburuk citra pariwisata
Lombokjournal.com —
MATARAM ; Telah satu tahun sudah Gubernur Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur Sitti Rohmi menahkodai NTB. Banyak program yang ditelurkan dalam menjalankan roda pemerintahan. Program-program tersebut tertuang dalam visi NTB Gemilang.
Merespon satu tahun Zul-Rohmi, Lembaga Kajian Sosial dan Politik M16 Mataram, menggelar diskusi “Kilas Balik Satu Tahun Zul-Rohmi.”
Inisiator kegiatan, Fihiruddin, dalam pembukaan diskusi turut mengapresiasi program Zul-Rohmi soal pariwisata.
“Kinerja gubernur soal pariwisata NTB cukup baik di era Zul-Rohmi, meksipun itu program nasional. Meskipun itu program Jokowi,” katanya.
Pernyataan tersebut merupakan sindiran dari semangat Zul-Rohmi dalam membenahi pariwisata NTB. Banyak program di bidang pariwisata belum berjalan maksimal. Bahkan, destinasi wisata NTB juga tidak kunjung membaik.
Pariwisata NTB yang minim fasilitas seperti lampu penerangan hingga MCK memperburuk citra pariwisata. Di sisi lain sebentar lagi MotoGP digelar di NTB, tentu mata dunia terpusat di NTB.
Peserta antusias melontarkan banyak pertanyaan soal satu tahun kepemimpinan Zul-Rohmi. Pertanyaan beragam mulai dari soal pengiriman pelajar ke luar negeri, program NTB tanpa sampah atau zero waste dan lainnya.
Me
1 Tahun Zul-Rohmi, Pendapatan Daerah Hingga Pengiriman Pelajar Jadi Problem
“Soal beasiswa, janji politik kampanye tidak akan menggunakan APBD. Semestinya kalau CSR tidak mampu menutupi antusias masyarakat yang mau, ya minta…”
lombokjournal.com —
MATARAM ; Diskusi Publik bertajuk “Kilas Balik Satu Tahun Zul-Rohmi” semakin hangat. Diskusi yang digelar di De-Lima Cafe Kota Mataram, Kamis (19/09) 2019 malam, mengulas segala program Zul-Rohmi dalam setahun.
Wakil Ketua DPRD Fraksi Gerindra, Mori Hanafi, menyoroti pendapat pusat hingga daerah yang masuk NTB.
“Era Zul pendapatan dari pusat kurang, pendapatan dari daerah tidak ada. Saya enggak heran kalau ada utang enggak mudah diselesaikan dengan sederet keinginan,” katanya.
Mori bahkan membandingkan satu tahun era kepemimpinan TGB, di mana pada 2017 belanja NTB kurang, namun diselamatkan melalui deviden atau langkah lain yang dilakukan TGB. Namun kata Mori, langkah tersebut tidak lagi ditemukan pada era Zulkieflimansyah.
“Sudah APBD minim, Perda percepatan ditempatkan Rp750 miliar. Saya enggak yakin pemerintah mampu bayar,” kata mantan calon Wakil Gubernur NTB itu.
Mori juga menyoroti janji kampanye Zul-Rohmi terkait pengiriman pelajar sekolah di luar negeri menggunakan dana CSR. Namun belakangan justru ada dana APBD yang digunakan. Itu dinilai tidak konsisten sesuai janji.
“Soal beasiswa, janji politik kampanye tidak akan menggunakan APBD. Semestinya kalau CSR tidak mampu menutupi antusias masyarakat yang mau, ya minta…,” selorohnya.
Diskusi yang diinisiasi M16 tersebut terus berlanjut menghadirkan para tokoh. Bahkan, peserta antusias dengan melontarkan kritik dan saran untuk kepemimpinan Zul-Rohmi.
Me
Satu Tahun Zul-Rohmi, Dipertanyakan Amanat APBD Perubahan Yang Belum Dijalankan
“Ada aspirasi masyarakat dalam bentuk hibah dan bansos yang mana sudah clear Rp8,5 Miliar tidak dilaksanakan”
Ruslan Turmuzy
lombokjournal.com –
MATARAM ; Satu tahun kepemimpinan Zul-Rohmi menjadi momentum bagi masyarakat mengkritisi dan memberikan masukan pada kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB tersebut.
Lembaga Kajian Sosial dan Politik M16 Mataram, menggelar forum diskusi terbuka bertajuk “Kilas Balik Satu Tahun Zul-Rohmi”.
Diskusi tersebut dihadiri banyak tokoh masyarakat, politisi, akademik hingga mahasiswa. Forum diskusi digelar di De-Lima Cafe, Kota Mataram, Kamis (19/09) 2019 malam.
Direktur M16 Bambang Mei Finarwanto, mengatakan berterimakasih atas kiriman paket koran yang memuat prestasi Zul-Rohmi dalam satu tahun kerja.
“Sebelum diskusi digelar, ada 200 eksemplar koran yang entah siapa pengirimnya. Saya ucapkan terimakasih. Mungkin itu juga menjadi second opinion dalam diskusi ini,” katanya.
Ruslan Turmuzy, pemateri pertama dalam diskusi Anggota DPRD NTB Fraksi PDIP, lagsung mengkritisi terkait realisasi APBD Prubahan 2019. Ia mengungkapkan, ada amanat APBD Perubahan 2018 yang harus dijalankan namun implementasinya justru bertolak belakang dengan apa yang dikerjakan Zul-Rohmi.
“APBD Perubahan 2018 yang harus dilakukan Zul-Rohmi karena APBD merupakan hasil Musrenbang, maka mulai kita berhitung kepemimpinan mereka dari APBD perubahan,” katanya.
Menurutnya,dalam perjalanan ada belum dijalankan, dalam amanat APBD Perubahan ada dua hal yang harus diselesaikan.
“Perda percepatan pembangunan jalan harus berakhir 2018. Dan hutang Pemerintah yang harus dibayar Rp58 miliar pada pihak ketiga,” ujarnya.
Dia juga mengkritisi soal hibah dan bansos pada masyarakat dengan nilai fantastis, namun belum direalisasikan.
“Kalau kita bandingkan data statistik jauh sekali perbedaannya. Kita bicara dua sisi, kebijakan pemerintah Zul-Rohmi dan kebijakan gubernur. Karena program pemerintah yang dijalankan banyak bertentangan tidak konsisten dengan RPJMD Provinsi NTB,” ucapnya.
Tahapan di RPJMD katanya, yang pertama adalah penurunan kemiskinan, namun Zul-Rohmi justru prioritaskan program tanpa sampah atau zero waste, yang justru bermasalah.
“Yang menjadi konsen adalah mengelola TPS regional bukan bank sampah. Ini jadi konsen kita. Bank sampah itu bukan tanggung jawab provinsi tapi kabupaten kota,” tegasnya.
Me
Rohman Farly : Pemda Bisa Menjadi Teladan Penerapan Kendaraan Bermotor Listrik
“Akan percuma bila ekonomi masyarakat kita maju, tapi lingkungannya tercemar dan kesehatan mereka rentan terganggu”
MATARAM.lombokjournal.com — Sekda Lombok Timur, H Rohman Farly ( HRF ) menegaskan dukungan untuk program kendaraan bermotor listrik ini.
Seperti diketahui, tanggal 12 Agustus 2019, Presiden Jokowi sudah meneken Peraturan Presiden (Perpres) No. 55/2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan
Bahkan pemerintah Pemerintah mulai melakukan kampanye, pameran, dan juga konvoi kendaraan listrik di sejumlah Kota besar .
Tujuannya untuk meningkatkan gaung penggunaan kendaraan listrik sebagai salah upaya pengurangan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.
Menurut HRF, program yang sasaran utamanya mengikis emisi dan efek rumah kaca serta polusi udara di Jakarta dan sejumlah Kota besar lainnya, ini juga bisa mulai diterapkan pula di daerah.
“Saya pikir daerah bisa menangkap ini juga, karena di daerah kan jumlah kendaraan bermotor masih bisa dikontrol,” kata Rohman Farly , Rabu (18/09) 2019.
Dikatakannya, Kota Mataram juga bisa memulai membangun kesadaran masyarakatnya tentang ancaman dan bahaya emisi gas buangan atau efek rumah kaca yang berasal dari pembakaran BBM kendaraan bermotor.
Co2 ( Carbon Monoksida ) berlebihan bukan hanya menyebabkan polusi udara, tetapi juga mengancam kesehatan manusia dan juga mencemari lingkungan hidup.
“Contoh kecil saja, suhu udara siang di perkotaan pasti lebih terasa panas dan gerah, dibanding jika kita berada di wilayah pedesaan yang masih jarang kendaraan bermotornya,” tambahnya.
Bagi HRF, keberadaan kendaraan bermotor tak bisa dipungkiri merupakan kebutuhan penting bagi masyarakat sekaligus penunjang perekonomian di tengah kemajuan zaman ini.
Namun, pembangunan berkelanjutan dan tatanan sosial ramah lingkungan pun tak bisa diabaikan. Sebab, semua akan saling berkaitan.
“Akan percuma bila ekonomi masyarakat kita maju, tapi lingkungannya tercemar dan kesehatan mereka rentan terganggu,” katanya.
Pemda jadi Teladan
Pria kelahiran Rembige – Mataram , 56 Tahun lalu ini menekankan, penggunaan kendaraan bermotor listrik memang tidak bisa serta merta dipaksakan ke masyarakat.
Pertama, lantaran masyarakat sudah terbiasa dengan kendaraan bermotor berbahan bakar BBM fosil. Dan Kedua, belum banyak tersedianya stasiun pengisian bahan bakar listrik.
Faktor kebiasaan atau tradisi berkendaraan di Indonesia sejak dulu, harus mulai diubah dengan pendekatan yang baik, di mana pemerintah bisa menjadi teladan.
“Misalnya di Kota Mataram, kita bisa mulai terapkan penggunaan kendaraan bermotor listrik untuk angkutan umum, dan kendaraan dinas. Dimulai dari beberapa unit dulu, sebagai pilot project,” ujar nya.
Pemprov NTB juga bisa melakukan hal yang serupa untuk mendorong upaya pemerintah pusat ini. Regulasi Pemerintah Pusat untuk Kementerian dan Lembaga terkait kendaraan listrik ini, bisa diturunkan menjadi kebijakan Provinsi.
HRF menekankan, program yang bagus ialah yang berjalan koheren antara pusat dan daerah, hingga pada tingkat implementasinya.
“Jangan lihat ini gagasan siapa, program siapa. Kalau ini bagus untuk diterapkan dan dimulai, saya pikir daerah harus mendukung jika memang dampaknya untuk kebaikan masyarakat dan juga lingkungan kita,” katanya.
Di Kota Mataram, penggunaan kendaraan bermotor listrik, baik sepeda motor dan mobil sudah bisa dilakukan. Beberapa stasiun pengisian juga sudah disiapkan pihak PLN NTB di beberapa titik. Fasilitas yang sudah tersedia ini sangat sayang jika tidak ada yang memanfaatkan.
HRF yang digadang-gadang sebagai calon Walikota Mataram ini selalu mengemukakan tentang pentingnya perubahan mindset masyarakat.
Karena sebaik apapun proram pemerintah, tak akan maksimal berjalan jika tanpa dukungan penuh dan partisipasi aktif masyarakatnya.
“Salah satu kunci ya pemerintah harus bisa jadi teladan. Sosialisasi dan edukasi terus menerus harus dilakukan sambil kita juga berbuat, mengimplementasikan lebih dulu agar masyarakat bisa punya pemahaman yang sama,” katanya.
Me
Pembangunan Rumah Tahan Gempa Terdampak Kelangkaan Semen
“Kita di BPBD, dinas perdagangan dan polda sudah mengupayakAn agar seminggu ke depan pasokan Semen sudah mulai di drop ke NTB”
MATARAM.lombokjournal.com — Kelangkaan Semen yang terjadi beberapa minggu belakangan ini membuat pembngunan Rumah Tahan Gempa di daerah terdampak gempa menjadi terhambat.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana daerah ( BPBD)NTB, menyebut kelangkaan semen yang terjadi saat ini berdampak signifikan terhadap proses pembangunan rumah tahan gempa.
“Meski proses pembangunan rumah tahan gempa terhambat oleh kondisi kelangkaan semen kita memastikan pembangunan rumah tahan gempa dipastikan akan tetap berjalan”Ujar Ashanul Khalik pada Kamis (19/09) 2019.
Terjadinya kelangkaan semen ini membuat BPBD NtB bersama Dinas perdagangan Provinsi NTB serta Polda NTB yang tergabung dalam tim pengendalian harg, melakukan koordinasi untuk mengupayakan dalam satu minggu kedepan pasokan semen dipastikan sudah mulai masuk ke NTB.
“Kita di BPBD, dinas perdagangan dan polda sudah mengupayakAn agar seminggu ke depan pasokan Semen sudah mulai di drop ke NTB,” tegasnya
lebih lanjut Ashanul menjelaskan, terkait kelangkaan semen di lapangan BPBD NTB menghimbau kepada para aplikator dan pengusaha rumah tahan gempa agar tetap melanjutkan proses pembangunan RTG yang tahap pembangunannya mencapai 80 persen.