Satu Tahun Zul-Rohmi, Enam Program Strategis NTB Gemilang

MATARAM.lombokjournal.com  – Tepat pada tanggal 19 September 2019, Kepemimpinan Gubernur Dr. H Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi) sudah berjalan satu tahun. Zul-Rohmi mengusung tagline “NTB Gemilang”.

Untuk mewujudkan tagline tersebut, Zul-Rohmi telah menyiapkan program strategis NTB Gemilang 2019-2023.

Pertama, pariwisata handalan dan strategis. Kedua, industrialisasi. Ketiga, pengembangan daya saing SDM. Keempat, NTB ramah investasi. Kelima, pengembangan konektivitas dan aksesibilitas wilayah NTB. Keenam, NTB bersih dan berkelanjutan.

Pertama, program pariwisata andalan dan strategis NTB. Program ini yang terus berperan aktif mendorong peningkatan pendapatan, membuka lapangan kerja, serta menjadi sumber pertumbuhan ekonomi yang kuat dan inklusif.

“Program ini meliputi, pengembangan pariwisata pulau-pulau kecil (Gili), Mandalika dan MotoGP, Global dan Nasional Geopark, Wisata Halal, hingga program pengentasan kemiskinan melalui pendekatan Desa Wisata,” ujar Gubernur NTB, Dr. H Zulkieflimansyah melalui keterangan tertulis yang diterima, Kamis 19 September 2019.

Selanjutnya, program industrialisasi. Program ini meliputi pembangunan smelter, industri pengolahan, industri permesinan dan STIP, serta pengembangan kawasan terpadu Sakosa (Sape, Komodo, Sangiang).

Program ketiga, lanjut Bang Zul sapaan akrab Gubernur NTB yaitu peningkatan Sumber Daya Manusia Manusia (SDM).

Program ini meliputi Beasiswa dalam maupun luar negeri, Rumah Bahasa, Revitalisasi Posyandu hingga Revitalisasi SMK (Sekolah Menengah Kejuruan).

“Pemerintah NTB sampai saat ini telah memberangkatkan sebanyak 265 orang penerima beasiswa ke banyak negara berkembang,” tuturnya

NTB Ramah Investasi merupakan program keempat. Gubernur menegaskan bahwa Pemprov NTB berkomitmen untuk membuka peluang investasi bagi para investor. Seperti mega proyek yang saat ini sedang berjalan yakni pembangunan Global Hub Bandar Kayangan dan Pengembangan Kawasan Samota (Teluk Saleh, Moyo dan Tambora).

Program kelima, mengembangkan konektivitas dan aksesibilitas wilayah NTB. Program ini meliputi pengembangan jalan bypass penghubung Lembar-Mataram-Labuhan Lombok.

Kemudian longdistance ferry pada pelabuhan, Direct Flight, pembangunan jembatan laut Lombok-Sumbawa serta pengembangan bandara dan pelabuhan.

Program terakhir, NTB bersih dan berkelanjutan. Program ini meliputi Zero Waste atau nol sampah. Zero waste ini merupakan model pengelolaan sampah yang memperlakukan sampah sebagai sumber daya.

“Zero Waste merupakan penerapan konsep pengelolaan sampah berbasis pengurangan jumlah sampah, daur ulang sampah, penggunaan kembali dan mengubah sampah jadi rupiah,” tutur bang Zul

Ditambahkannya, untuk mewujudkan NTB aman asri dibutuhkan penataan taman-taman kota dan ruang terbuka untuk menciptakan keindahan kota dan kesan asri.

“Hutan lestari sebagai upaya kita untuk melakukan rehabilitasi hutan dan lahan. Tujuannya untuk mengembalikan kondisi kawasan hutan yang rusak akibat ilegal logging,” Pungkasnya.

AYA/HmsNTB

 




Balmon : “Pungut Sampah, Dapat Hadiah”

Selain dapat hadiah, ternyata sampah juga bisa mendatangkan berkah ekonomi jika diolah

Wagub Hj Rohmi

MATARAM.lombokjournal.com — Saat pembukaan Inspiratif Expo yang digelar saat Car Free Day, Minggu (22/09) 2019), di Jalan Udayana Mataram, Balai Monitoring (Balmon) Spektrum Frekuensi Kelas II Mataram Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, menggelar agenda unik yaitu pengumpulan sampah.

Acara yang diawali senam bersama dan gerak jalan sehat serangkaian kegiatan memperingati Hari bakti Postel ke 74 itu, Balmon akan memberikan hadiah door prize menarik bagi pengumpul sampah terbanyak.

“Maka sambil jalan pungutlah sampah, dikumpulkan di panitia, nanti hadiahnya ambil disini,” ujar MC Udin sedunia melalui microphone

Penyelenggaran kegiatan ini merupakan bagian mensukseskan program Zero Waste, Dengan mengajak masyarakat mengumpulkan sampah plastik secara individu dan kelompok.

“Ini dapat memberikan edukasi sekaligus mencontohkan langsung program Zero Waste,” tutur Kepala Balmon NTB, I Komang Sudiarta.

Wakil Gubernur NTB, Dr Hj.Siti Rohmi Djalillah M.Pd. hadir saat melepas gerak jalan, didampingi Direktur Operasi Sumber Daya Kemenkominfo RI, Dr. Dwi Handoko dan Plt. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi NTB, Gde Putu Aryadi, S.Sos.MH.

Disisipkannya kampanye Zero Waste di dalam acara ini disambut baik oleh peserta. Seperti  diakui Yuyun Erma Kutari salah seorang peserta asal Sumbawa.

Gadis yang akrab disapa Yuyun ini mengaku antusias dengan agenda pengumpulan sampah tersebut. Selain dapat hadiah, ternyata sampah juga bisa mendatangkan berkah ekonomi jika diolah, ungkapnya.

Baginya sebagai anggota komunitas, maka informasi yang didapat pada acara ini, akan dapat menjadi kontribusi awal untuk mengenalkan Zero Waste, untuk membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

“Zero Waste sebenarnya adalah kesadaran untuk mengubah prilaku untuk menjalani gaya hidup bersih. Ini adalah pekerjaan yang tidak mudah, tapi pelan-pelan pasti bisa terwujud,” tuturnya.

Sebagaimana dimaklumi pemerintah Provinsi NTB, belakangan ini sangat intens mengkampanyekan program zero waste untuk NTB Gemilang. Beragam cara dilakukan demi mendukung terwujudnya program NTB Zero Waste di tahun 2023.

Dari kampanye melalui berbagai pamphlet, iklan layanan masyarakat, hingga sosialisasi yang dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya adalah menyisipkan kampanye zero waste dalam pembagian Balmon : “Pungut Sampah, Dapat Hadiah”.

AYA/HmsNTB

 




Kemajuan Insfastruktur NTB Dikagumi Pengusaha Asperindo  

“Buktinya saat ini NTB disektor pertanian sudah mampu bersaing. Tercatat NTB mampu menjadi central produksi hasil pertanian seperti; jagung, cabai,dan palawija untuk diekspor di berbagai daerah di Indonesia”

MATARAM.lombokjournal.com – Perkembangan NTB yang sangat pesat di berbagai bidang, khususnya kemajuan insfastruktur dan aksesibilitas wilayah, membuat kaget, sekaligus kagum dan bangga.

Kekaguman itu diungkapkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia (Asperindo),  Amir Syarifuddin,

Hal itu disampaikannya, saat memberikan sambutan pada acara Musyawarah VI Aperindo NTB bertajuk ‘Konsolidasi bersama membangun perekonomian NTB melalui jasa logistik’, di Lombok Astoria Hotel, Minggu (22/09) 2019.

“Beda banget ketika 3 tahun yang lalu saya kesini. Padahal NTB baru saja digoyang gempa. Cepat sekali pulih,” kata Ammir Syarifuddin.

Para pelaku usaha yang tergabung dalam Asperindo menilai, perkembangan pesat di bidang aksesibiltas dan infrastruktur pendukung bisnis di NTB, khususnya era pemerintahan Dr. H. Zulkieflimansyah dan Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah, berdampak signifikan terhadap aktivitas bisnis di kami Asperindo.

“Jasa pengiriman ekspres dan logistik tumbuh rata-rata 20 persen lebih tiap tahunnya,” tutur pria kelahiran jakarta ini.

Ia mencontohkan, misalnya pembangunan jalan bypass yang menghubungkan dari dan menuju Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, Lombok Tengah terlihat mulus dan mantap.

Menurutnya, infrastruktur seperti inilah yang harus diperjuangkan oleh setiap pemerintah daerah di Indonesia, guna mendukung geliatnya perekonomian daerah .

“Saya pribadi bangga akan loncatan kemajuan pembangunan di NTB. Tidak mudah untuk bangkit apalagi dari musibah pasca gempa. Bersyukurlah memiliki pemimpin yang amanah dan peduli terhadap masyarakatnya,” puji Amir.

Di sisi lain, Amir mengatakan, pembangunan infrastruktur di NTB secara prioritas harus terus dilakukan karena akan membuat dampak terhadap industrialisasi lokal. Selain itu, secara perlahan membangun sumber daya manusia untuk meningkatkan daya saing NTB di kancah global.

Menurutnya, industri di NTB akan semakin terlihat, apabila didukung dengan sumber daya manusia tentunya melalui inovasi inovasi brilian.

“Buktinya saat ini NTB disektor pertanian sudah mampu bersaing. Tercatat NTB mampu menjadi central produksi hasil pertanian seperti; jagung, cabai,dan palawija untuk diekspor di berbagai daerah di Indonesia, dan juga dari nilai hasil makro, arus investasi di NTB cukup besar,” ungkap amir.

Mewakili Gubernur NTB, Plt. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi NTB, I Gde Putu Aryadi, S.Sos, MH menyampaikan pesan Gubernur Dr. H. Zulkieflimansyah yang mengharapkan dukungan nyata dari seluruh jajaran Asperindo untuk percepatan roda ekonomi dan investasi menuju NTB gemilang.

Ia menjelaskan, dari 6 fokus program strategis yang menjadi prioritas pemerintahan Bang Zul- Umi Rohmi saat ini, salah satunya adalah NTB Ramah Investasi.

Implementasi dari ramah investasi, kata Gde Aryadi maka infrastruktur dan Konektivitas wilayah harus diwujudkan. Kemudian SDM dan para pengusaha lokal harus disiapkan, agar   kelak tidak hanya menjadi pemain cadangan, terang Gde Aryadi menyampaikan program NTB Gemilang.

“Jadilah pemain utama, jangan jadi pemain cadangan! Dan mari bahu membahu memajukan NTB,” ajak Gde.

Lebih lanjut, menurut Aryadi langkah luar biasa  Gubernur NTB untuk mengirim 1000 anak-anak muda menempuh pendidikan diluar negeri, satu alasannya adalah ini.

“Agar kelak menjadi pengusaha hebat dan mandiri,” tegasnya.

Ia juga mengatakan,  saat ini NTB sudah mulai pulih pasca gempa bumi. Hal itu terlihat dari jumlah kunjungan wisartawan ke daerah yang dikenal dengan gumi Gora itu.

Tercatat bulan Junii, jumlah wisata asing yang berkunjung sebanyak 6.300 orang, naik 300 persen dibandingkan kunjungan di bulan Januari 2019, yakni sebanyak 2000 orang.

Untuk itu ia berharap perlu upaya bersama dalam memajukan NTB disegala bidang tak terkecuali para pengusaha yang tergabung dalam Asperindo.

Selanjutnya, di sektor pendukung lainnya seperti infrastruktur penunjang transfortasi, Aryadi menegaskan, dalam kurun waktu satu tahun NTB berhasil menorehkan trend gemilang.

AYA




NTB GEMILANG; Pemprov NTB Bangun “Learning Center” Teknologi Water Drips Intervensi Lahan Kering

Pengembangan lahan kering menjadi mimpi tidak hanya Pemda Lombok Utara, tetapi juga Pemprov NTB

TANJUNG.lombokjournal.com — Pemprov NTB terus bersemangat mensejahterakan masyarakat petani, salah satunya melalui sentuhan Industrialisasi Pertanian mulai digalakkan.

Tepat 1 tahun kepemimpinan Zul – Rohmi di NTB, 19 September 2019, sasaran industrialisasi pertanian itu menyasar lahan kering di Lombok Utara.

Di area 200 hektar lahan kering di Dusun Batu Keruk, desa Akar-akar, Kecamatan Bayan, Pemprov NTB membangun “Learning Center” budidaya Jagung teknologi water drip (irigasi tetes)..

Teknologi itu dibiayai dari dana APBD NTB senilai Rp 19,697 miliar. Proyek tersebut sedang ditangani oleh PT. Daya Santosa Rekayasa, asal Jakarta.

Di lokasi, sekaligus dilakukan demonstrasi penanaman bibit jagung menggunakan kendaraan traktor. Jagung yang ditanam telah melalui proses mekanisasi dengan pupuk yang telah disesuaikan dengan PH tanah.

Cara ini berbeda dengan cara konvensional di mana petani melakukan penumpukan setelah bibit tumbuh. Melalui cara baru ini, petani diproyeksikan bisa menanam 3 kali setahun dengan hasil panen meningkat 20 persen.

Keterangan yang disampaikan anggota tim teknisi irigasi, Fikri, dalam 1 hektar lahan dibutuhkan 1 rol selang air setara 1.200 meter.

Selang efektif dipergunakan selama 3 tahun bahkan lebih jika air dari penampungan difilter untuk menghindari penyumbatan.

“Teknologi ini lebih ekonomis, sejak saja dipasang setelah itu bisa digunakan bertahun-tahun. Kalau sebelumnya berat di biaya karena tenaga kerja manual, dengan cara ini tidak karena pupuk cair bisa dialirkan lewat selang,” ujar Fikri.

Teknologi ini dirasakan akan sedikit mahal terutama oleh petani. Petani harus membeli 1 rol selang, dan memiliki atau menyewa traktor untuk menanam bibit jagung hasil  mekanisasi.

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, memiliki pandangan tersendiri terhadap lahan kering Lombok Utara. Ia optimis, lahan kering di KLU akan menghasilkan secara ekonomi jika dikelola dengan baik.

“Saya lihat di negara maju banyak tempat yang terkenal, Botanical Garden Perth, berisi tanaman indah dari berbagai negara,” kata Wagub memberi inspirasi.

Pengembangan lahan kering menurut dia menjadi mimpi tidak hanya Pemda Lombok Utara, tetapi juga Pemprov NTB. Keberadaan lahan kering tidak hanya menjadi tontonan, melainkan diolah dengan fasilitas yang disediakan pemerintah.

“Dengan sentuhan teknologi apa yang tidak bisa. Daerah lain dengan teknologi jauh dibelakang, kita lihat masih bisa, kenapa kita tidak. Teknologi ini tidak saja intensifikasi tetapi juga ekstensifikasi, lahan diperluas dan hasil lebih baik,” sambungnya.

Ia meyakinkan, di areal 200 hektar ini petani lahan Kering Akar-akar akan bisa menanam tiga kali dalam setahun. Hanya saja, sebagai sebuah inovasi baru petani memerlukan sumber daya kapital yang sedikit lebih besar pada proses awal.

Pemprov dan Pemda KLU bisa lebih intens duduk bersama mencari solusi untuk membantu petani.

Bupati Lombok Utara, Dr. H. Namun Akhyar, SH. MH., mengungkapkan luas areal pertanian teknis dan non teknis di Lombok Utara sejumlah 80.953 ha. Dari jumlah itu, 41.000 hektar lebih merupakan lahan kering.

“Sangat memungkinkan digunakannya teknologi produksi pertanian. Kita sadari, teknologi sangat penting. Di era sekarang, tidak kenal dan tidak memanfaatkan teknologi, maka kita tidak hanya tertinggal tapi mempercepat ketertinggalan,” ujar Najmul.

Ia pun ikut memotivasi semangat masyarakat petan, Pemda Lombok Utara telah memfasilitasi ketersediaan pasar pertanian melalui sektor pariwisata.

Hotel-hotel yang banyak di Lombok Utara diharapkan bisa menyerap hasil pertanian masyarakat.

AYA/HmsNTB




Gubernur NTB Jadi Anggota Kehormatan, Bikers Brotherhood Ingin Bantu Kebangkitan Pariwisata

“Kita semua satu keluarga, tidak ada yang lebih, kita bersaudara, tidak ada yang mengenal status sosial.”

MATARAM.lombokjournal.com — Brother Zul, para anggota Bikers Brotherhood kini menyematkan sebutan itu kepada Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah.

Alasannya, Brother Zul mulai saat ini telah menjadi anggota kehormatan atau Honorary Member Biker Brotherhood.

Penyematan Honorary Member itu diberikan oleh H. Ganjar Gautama Selaku Koordinator Honorary Bikers Brotherhood kepada Bang Zul, sapaan akrab Gubernur NTB, pada acara 31th Anniversary Bikers Brotherhood MC, Sabtu (21/09) 2019 malam, di Hotel Killa Senggigi Beach Lombok.

Penyematan ditandai dengan pemakaian rompi brotherhood.

Gubernur NTB mengaku tak menyangka mendapatkan anggota kehormatan dari komunitas motor tertua dan terbesar di indonesia ini.

“Mudah-mudahan dengan hadirnya kita semua di keluarga brotherhood ini bisa menjadi keluarga yang menuju kegemilangan,” ujar Bang Zul.

Lebih jauh, Bang Zul yang menjadi anggota baru brotherhood ini mengucapkan selamat datang kepada seluruh keluarga brotherhood.

“Selamat datang di NTB keluarga besar Brotherhood, Saya bangga menjadi keluarga baru Brotherhood,” tutupnya.

Beni Gumilang, salah satu pentolan Bikers Brotherhood mengungkapkan bahwa di dalam lingkaran brotherhood tidak mengenal status sosial.

“Kita semua satu keluarga, tidak ada yang lebih, kita bersaudara, tidak ada yang mengenal status sosial.” Katanya.

Lebih jauh,Beni Gumilang yang akrab disapa Kang Bebeng ini berharap, dengan kedatangan brotherhood bisa membangkitkan pariwisata di lombok.

“Harapan kami, kedatangan keluarga Brotherhood ke Lombok ini bisa membangkitkan kembali pariwisata lombok pasca gempa,” serunya.

Dalam acara tersebut, hadir juga Bupati Lombok Barat, Danrem 162/WB, Danlanal, Danlanud beserta ratusan keluarga besar brotherhood se-Indonesia.

AYA/HmsNTB(*)




Setahun Zul-Rohmi, Kapolda, Danrem dan Wakajati Bicara Capaian Pembangunan NTB

‘’Kami jamin dukungan Polri dan TNI soal masalah keamanan di NTB’’

MATARAM.lombbokjournal.com  – Kapolda NTB, Irjen. Pol. Nana Sudjana AS,MM dan Danrem 162/WB, Kol.CZI. Ahmad Rizal Ramdani menilai pembangunan NTB di bawah kepemimpinan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi) memperlihatkan capaian menggembirakan.

Menurut Kapolda, salah satu yang ia rasakan selama lima bulan memimpin Polda NTB adalah soliditas para pimpinan daerah. ‘’Yang saya rasakan, unsur pimpinan daerah di NTB begitu solid dan sinergis. Ini jalan terbaik, dengan kompaknya kita saya yakin pembangunan akan berjalan dengan baik juga,’’ ucapnya di Mataram, Kamis (19/09) 2019.

Kapolda bahkan mengibaratkan NTB saat ini bak gadis cantik yang tengah menjadi buah bibir. Karenanya, ia mengajak seluruh pihak untuk mempertahankan citra NTB sebagai salah satu daerah yang terjaga keamanannya.

Untuk itu, Kapolda sendiri menggaransi akan berupaya maksimal untuk mempertahankan iklim ini. ‘’Kami jamin dukungan Polri dan TNI soal masalah keamanan di NTB,’’ tegasnya.

Kapolda meyakini, capaian-capaian yang ditorehkan di NTB saat ini dapat semakin menuntun NTB menuju masa gemilangnya, seperti dicita-citakan pasangan Zul-Rohmi. Pariwisata menurutnya akan memegang peranan penting. Menjadi unggulan dan menghasilkan pendapatan yang cukup besar untuk daerah.

Sementara, Danrem 162/WB, Kol.CZI. Ahmad Rizal Ramdani mengutarakan kekagumannya terhadap sosok Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, yang mampu membangun komunikasi yang efektif dalam meraih dukungan hingga ke tingkat akar rumput.

Sejak pertama kali mengenal Gubernur NTB, Rizal mengaku telah terkesan dengan kebersahajaan sosok yang akrab disapa Bang Zul ini. Semangat kebersahajaan ini seiring sejalan dengan cara Gubernur berkomunikasi dengan berbagai elemen masyarakat, khususnya di tingkat akar rumput.

“Gubernur bisa membangun komunikasi yang baik dengan elite hingga masyarakat kecil,” katanya.

Hal ini menurutnya memotivasi Danrem dan jajarannya. Ia menegaskan, jika Gubernur bisa berkeliling dan berinteraksi dengan banyak lapisan warga NTB, maka seluruh jajarannya juga harus mampu mengikuti gaya berinteraksi yang demikian.

Inspirasi ini menurutnya menjadi salah satu babak awal bagi terbangunnya kolaborasi yang kokoh dalam menjaga pembangunan NTB.

“Kami anggap sebagai orang tua yang selalu membimbing bagaimana Korem itu bisa on the track dan kinerjanya diakui,” ucapnya.

Wakil Kepala Kejati NTB, Katarina Endang Sarwestri, SH, MH, pun turut menegaskan dukungannya dengan program pembangunan Pemprov NTB di bawah kepemimpinan Zul-Rohmi. Bentuknya, dengan mengerahkan Tim Pengawalan Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) pada setiap proyek strategis daerah.

‘’TP4D wujud sinergitas Kejaksaan dengan pemerintah daerah. Kerja sama itu untuk pembangunan agar cepat dan tepat sasaran, tepat waktu dan tepat guna,’’ ujarnya.

Katarina menambahkan juga kini Kejati NTB tengah menyusun program jaga desa. Program itu untuk menggenjot serapan dana desa sekaligus mencegah potensi penyimpangannya.

‘’Kita kedepankan pencegahan dalam rangka sebelum pelaksanaan program. Tingkat kepatuhan bisa meningkat sehingga penindakan jalan terakhir. Keresahan masyarakat terkait penegakan hukum bisa kita tekan,’’ jelasnya.

AYA/HmsNNTB (*)




Jaring Aspirasi Untuk NTB Gemilang, Gubernur Zul Diskusi Dengan Tokoh Muda

“Sepanjang niat kita memimpin untuk mencari ridho Allah SWT, maka Insyaallah ridho manusia pun akan kita dapat”

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur Zulkieflimansyah butuh gagasan brilian dari kalangan muda untuk pencapaian NTB Gemilnang.

“Kita sangat butuh ide-ide brilian penuh harapan untuk NTB Gemilang,” ujar Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, saat menghadiri diskusi bertajuk “Ikhtiar untuk NTB Gemilang” bersama tokoh muda NTB, di Pondok Galih, Lingkar Selatan, Sabtu (21/09) 2019.

Mewujudkan NTB Gemilang membutuhkan kerja keras, kekompakan segenap elemen masyarakat NTB, serta masukan dan kritikan yang konstruktif.

Diperlukan ide-ide dan gagasan-gagasan, baik dari tokoh-tokoh maupun generasi muda, sebagai calon yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan di Provinsi NTB ke depan.

Dikatakan gubernur, untuk dapat membangun NTB yang lebih maju. Baik dari segi demokrasinya dan pembangunan Sumber daya manusianya.

Ke depan kita harus mampu dipadukan, antara kritikan dan masukan konstruktif dengan ide-ide cemerlang sebagai pijakan dalam ikhtiar memajukan NTB.

Menurutnya, pemerintah tidak pernah alergi dengan kritikan. Karena baginya itu merupakan konsekuensi berada dalam era demokrasi modern.

Dengan kemajuan teknologi, melalui media sosial yang ada, masyarakat tidak memiliki sekat untuk bisa mendapatkan akses berkomunikasi langsung dengan pemimpinnya.

Gubernur Zul menilai, diskusi di satu tahun pemerintahannya tentang NTB Gemilang di semua tempat, merupakan ekspektasi dari masyarakat NTB untuk lebih baik.

Pengalamanya yang berkecimpung di dunia politik, diskusi-diskusi yang terjadi di masyarakat dan dunia kampus, jauh lebih panas dari pada diskusi politik di tempat yang sesungguhnya.

Doktor Zul menyadari, sebagai gubernur yang melanjutkan ikhtiar TGB, yang dinilai berhasil oleh masyarakat. Tentu sangatlah wajar jika saat ini masyarakat NTB berekspektasi agar dirinya bisa lebih baik dari era sebelumnya.

Gubernur mengaku sangat bangga bisa hadir langsung dalam diskusi tersebut. Ia berharap diskusi-diskusi seperti ini harus sering dilakukan, tidak hanya sebatas di dunia maya saja namun lebih sering di dunia nyata.

“Saya sangat merindukan pertemuan-pertemuan di dunia nyata, tidak hanya sebatas interaksi di dunia maya saja,” ujarnya.

Ia berharap dengan pertemuan seperti ini, mampu mengubah makna memimpin untuk kerendahan hati, mengabdi dan berkorban lebih banyak untuk kesejahteraan masyarakat di NTB.

“Sepanjang niat kita memimpin untuk mencari ridho Allah SWT, maka Insyaallah ridho manusia pun akan kita dapat,” pungkasnya.

AYA (*)




Refleksi 1 Tahun Kepemimpinan Zul-Rohmi, IJTI NTB Bedah Problematika Media

Mengapresiasi kiprah Zull-Rohmi yang mampu merespon kebutuhan para pekerja media dengan stabil di antara kritikan membangun dan informasi kemajuan daerah

MATARAM.lombokjournal.com  —  Membedah konsep media sehat dalam dinamika pembangunan daerah di NTB di bawah kepemimpinan Gubernur dan wakil Gubernur Zulkieflimansyah dan Siti Rohmi Djalilah pada Jumat (20/09) 2019, jadi topik seminar Pengurus Daerah Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia IJTI Nusa Tenggara Barat.

Tema ‘Media Sehat Untuk NTB Gemilang’ yang digelar dalam seminar organisasi jurnalis Televisi di NTB tersebut  sekaligus menjadi ajang silaturahmi antara media dengan pemangku kebijakan yg dikomandoi duo Doktor.

Seminar sekaligus merefleksi 1 tahun kepemimpinan Zulkieflimansyah dan Sitti Rohmi Djalilah  dari sudut pandang para pegiat media atau wartawan.

Empat narasumber seminar yang berkompeten, menjadi pematik pandangan kinerja, atas apa yang pernah diperbuat Zull-Rohmi sepanjang tahun pertama kepemimpinannya di NTB. Diantaranya Ketua IJTI NTB Riadis Sulhi, Ketua KPID NTB Yusron Saudi, Kadis Kominfotik NTB I Gde Putu Aryadi, dan Kepala Pelaksana BPBD NTB Ahsanul Khalik.

Ketua IJTI NTB, Riadis Sulhi dalam sambutannya, mengapresiasi kiprah Zull-Rohmi yang mampu merespon kebutuhan para pekerja media dengan stabil di antara kritikan membangun dan informasi kemajuan daerah.

Melalui seminar ini pun ia berharap seluruh pihak dapat memetik edukasi dari perkembangan media dan problematikanya di NTB.

Diharapkannya, seminar IJTI ini menjadi ruang untuk merefleksi diri,  tidak hanya untuk mengulas setahun pasca gempa Lombok yang menjadi perhatian dunia, namun juga tepat usianya dengan 1 tahun kepemimpinan Zull-Rohmi.

“Ini juga menjadi agenda tahunan organisasi sehingga penting bagi kami para pekerja media untuk memberikan pandangan tentang kondisi pertumbuhan media, menekan pemberitaan hoax, ditengah program – program pembangunan daerah,” katanya.

Mewakili Gubernur NTB, Kadis Kominfotik NTB,  I Putu Gde Aryadi yang sekaligus membuka acara, juga menyampaikan hal senada.

Peranan media menurutnya sangat penting untuk baik buruknya daerah. Karenanya edukasi dan dialog terbuka yang dilakukan Zul-Rohmi melalui acara Jangzulmi (Jumpa Zulkieflimansyah – Sitti Rohmi Djalilah) saat ini sangat baik untuk mempererat hubungan dengan media.

Terlebih gelaran seminar seperti yang dilakukan organisasi media IJTI NTB di tengah bertumbuh pesatnya industri media, diharapkan dapat menjadi pencerah terhadap pola pikir baru bagi pekerja media sekaligus ruang kreasi masyarakat.

Menurut Gde Aryadi,  yang patut kita syukuri ini adalah perkembangan media baik media cetak, elektronik maupun radio dan online. Ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkreasi disemua bidang.

“Karena media ini ladang kreasi, misalnya bisnis, promosi percepatan pembangunan daerah. Namun disisi lain ada ruang kosong yang harus kita antisipasi bersama agar tidak menimbulkan kesan negatif ditengah masyarakat. Mari kita manfaatkan perkembangan media saat ini untuk kemajuan daerah dimasa depan,” paparnya.

Aryadi mengatakan, media yang turut memberikan edukasi kepada masyarakat tentang kondisi daerah yang sejatinya menjadi tugas bersama, akan memudahkan setiap program pembangunan di NTB dapat berjalan baik.

Enam program andalan kepemimpinan Zull-Rohmi yang ditetapkan dalam RPJMD 2019-2023, mendukung seluruh lini sektor pembangunan yang tidak hanya dapat dirasakan oleh masyarakat secara umum namun juga bagi perkembangan industri media dan kesejahteraan para pekerjanya.

Sementara dari sudut pandang regulasi penanganan kebencanaan di daerah, Kepala BPBD NTB Ahsanul Khalik juga menekankan logika berfikir tentang warisan kemajuan daerah yang kini telah berhasil dihadapi Zull-Rohmi.

Mencuatnya pemberitaan tentang adanya kendala lapangan progres rekonstruksi pasca gempa, baginya menjadi kritikan konstruktif yang bersifat informatif, agar pemerintah dapat menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

“Zul – Rohmi tidak hanya mewarisi keberhasilan TGB (Tuan Guru Bajang Zainul Majdi), tetapi juga mewarisi porak porandanya NTB kala diguncang gempa namun mampu dibangun kembali dan berjalan baik,” ucapnya.

Seminar IJTI NTB juga dirangkaikan dengan Deklarasi dan penandatanganan Pakta Integritas Polda NTB dengan wartawan untuk menjaga stabilitas keamanan daerah.

Rangkaian gawe bersama IJTI NTB digelar marathon mulai tanggal 20 hingga 21 September (Jumat-Sabtu) diawali dengan Seminar yang kemudian dirangkai dengan Pelaksanaan Uji Kompetensi Jurnalis Televisi (UKJ-TV) bagi pengurus dan anggota IJTI NTB yang digelar di Kawasan Kuta Mandalika Lombok Tengah.

AYA




Satu Tahun Zul-Rohmi, Membangun Kebersamaan Untuk NTB Gemilang

Gubernur Zulkieflimansyah

Wagub Hj Rohmi

MATARAM.lombokjournal.com —  Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah bersama dengan Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengikuti diskusi terbatas yang berlangsung di Harian Umum Suara NTB, Kamis (19/09) 2019.

Diskusi terbatas dalam rangka satu tahun kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur membangun NTB Gemilang itu turut diikuti oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Pada kesempatan tersebut, Gubernur memaparkan kembali beberapa poin yang telah dan sedang dilakukan selama satu tahun memimpin NTB. Ia juga menceritakan awal mula kepemimpinannya sebagai Gubernur.

Baginya, tugas pertama sebagai pasangan pemimpin daerah terpilih adalah untuk memastikan bahwa NTB dengan pemimpin baru agar tetap kondusif dan nyaman tanpa adanya dendam politik. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bahu membahu membangun NTB yang lebih baik kedepannya.

“NTB ini milik kita semua, NTB ini bukan milik satu golongan, NTB itu bukan milik satu kelompok, tetapi milik kita semua,” kata Bang Zul sapaan akrabnya.

Bang Zul menilai dinamika politik yang ada di NTB adalah bukanlah hak yang baru. Dengan adanya pemimpin yang baru tentu tentu ada ide-ide segar yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya dan tentu saja akan menjadi perbincangan publik.

“Misalnya mengirimkan mahasiswa ke luar negeri dalam jumlah yang cukup besar, ini suatu lompatan, gagasan yang kalau ada keinginan dan kemauan pasti bisa kami wujudkan,” lanjutnya.

Industrialisasi juga dianggap sebagai sektor yang amat penting dalam pembangunan di NTB. Ide-ide besar diharapkan mampu memberi terobosan dalam peningkatan taraf ekonomi masyarakat.

Industrialisasi menurut gubernur adalah adanya keseriusan dalam memberi nilai tambah dengan melakukan pengolahan bahan baku di daerah itu sendiri.

“Jadi industrialisasi itu adalah, cabe diolah disini, ikan diolah disini kemudian hasil pertanian kita olah disini, jagung tidak lagi kita ekspor kemudian jadi pabrik pakan ditempat lain, tapi semuanya harus diolah disini,” jelas Bang Zul.

Bang Zul melanjutkan, hadirnya industrialisasi harus pula diikuti dengan hadirnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni. Ia berharap hadirnya beberapa kampus yang berorientasi pada dunia teknologi serta program beasiswa luar negeri mampu meningkatkan kualitas SDM di NTB kedepan.

“Beasiswa luar negeri ini akan jadi sumber pencerahan pada banyak anak-anak muda kita,” sambungnya.

ang Zul juga turut menyinggung bendungan Meninting yang telah dilakukan groundbreaking pada hari itu. Harapannya, salah satu bendungan tercanggih di Indonesia tersebut dapat memberikan banyak manfaat bagi masyarakat.

“Mudah-mudahan dengan hadirnya Meninting ini kita tidak lagi akan mengalami masalah pengairan dan kekurangan air di musim kering,” harap Bang Zul.

Dari sektor pariwisata, Gubernur berharap event MotoGP di Mandalika, Lombok Tengah dapat berjalan dengan lancar sesuai rencana. Gubernur optimis NTB yang mewakili Indonesia dapat menjadi tuan rumah pada event internasional yang penggemarnya termasuk paling banyak di dunia tersebut.

“Mandalika dan MotoGP ini projek besar yang bukan gaungnya hanya di tingkat Nusa Tenggara Barat, tapi nasional bahkan internasional,” tandasnya

Selain Mandalika dan MotoGP, Bang Zul juga membahas keseriusan pengelolaan pariwisata di Gili. Lebih lanjut gubernur mengatakan bahwa Gili-gili yang dimiliki NTB harus memiliki manfaat ekonomi yang besar bagi masyarakat. Keindahan pariwisata Gunung Rinjani dan Gunung Tambora pun turut disinggung gubernur.

“Gunung Rinjani ini pesonanya itu hampir tidak ada duanya di Indonesia, oleh karena itu Zero Waste dan lain sebagainya itu program yang in-line juga dengan ini,” ungkapnya.

Menurut Bang Zul, untuk memajukan pariwisata juga dibutuhkan mobilitas yang baik. Sehingga adanya direct flight dan long distance feri diharapkan mampu mendongkrak kunjungan wisatawan dan mobilitas perekonomian di NTB.

“Hadirnya satu direct flight saja dari Perth itu sudah mendongkrak kedatangan wisatawan Australia itu 400% lebih banyak, peningkatannya very significant,” lanjutnya.

Selain direct flight, mobilitas barang dan jasa ke NTB relatif lebih banyak karena  adanya Long Distance Feri dari Surabaya langsung ke Mataram.

“Bahkan, jika tidak ada hambatan akan ada Long Distance Feri langsung dari Surabaya ke Badas. Kehadiran Long Distance Feri tersebut diharapkan dapat mengurangi kemacetan yang disebabkan oleh truk-truk yang bermuatan besar,” pungkas Gubernur.

Sementara itu, Wakil Gubernur yang hadir seusai acara pencanangan industrialisasi pertanian NTB di Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara mengungkapkan jika sistem irigasi tetes yang baru saja diterapkan di KLU mampu memberikan banyak keunggulan pada sektor industrialisasi pertanian.

“Jadi dengan metode drip irigation ini penghematan air itu luar biasa sampai 95%, karena memang selang-selang itu yang sebagai jalan air itu akan mengaliri air itu sampai ke akarnya jadi gak terbuang air itu ditanah, kemudian juga panen bisa jadi tiga kali setahun yang mulanya hanya sekali, kemudian juga produktifitas panennya naik 20%,” terang Hj. Rohmi.

Senada dengan Gubernur, Hj. Rohmi juga menyampaikan harapannya agar kelak teknologi dalam sektor industrialisasi dapat dipergunakan sebaiknya. Ia juga menekankan penting mengolah bahan baku sebelum di ekspor ke luar daerah.

Poin lain yang disampaikan Hj. Rohmi yaitu revitalisasi posyandu. Ia tidak henti-hentinya menekankan pentingnya revitalisasi posyandu diseluruh kabupaten/kota yang ada di NTB. Posyandu keluarga diharapkan mampu menjadi garda terdepan untuk melakukan tindakan prefentif dan promotif berbagai masalah, tidak hanya kesehatan namun masalah sosial dan lainnya.

“Fungsinya bukan hanya untuk kesehatan saja tapi juga isu sosial seperti misalnya pendewasaan usia perkawinan, stunting, begitu juga dengan narkoba, illegal logging,  pembakaran hutan, mitigasi bencana. Banyak hal yang menjadi PR kita yang kita ingin edukasi masyarakat itu dari bawah, dari dusun,” sambungnya.

Hj. Rohmi menjelaskan bahwa peranan kader posyandu menjadi sangat penting dalam menyukseskan program revitalisasi posyandu tersebut. Ia juga bersyukur dari 87 posyandu keluarga sekarang sudah meningkat signifikan menjadi kurang lebih 800 posyandu keluarga.

Targetnya, tahun 2023 posyandu keluarga sudah diterapkan diseluruh NTB.

Terakhir, Hj. Rohmi menyampaikan pentingnya keberhasilan program Zero Waste. Menurut Wagub, mengubah pola pikir masyarakat merupakan hal pertama yang harus dilakukan.

Ia kembali mengajak seluruh kabupaten/kota untuk berkomitmen dalam menjaga kebersihan lingkungan. Keberadaan bank sampah disetiap desa atau kelurahan diharapkan segera terealisasi.

“Karena dengan adanya bank sampah itulah yang bisa merealisasikan sampah itu jadi sumber daya. Sehingga masyarakat tidak pusing-pusing bagaimana caranya mengelolah sampah, cukup masyarakat pilah sampahnya itu saja,” harap Wagub.

Hj. Rohmi optimis dengan dukungan dan kerja sama dari seluruh elemen masyarakat, NTB Zero Waste 2023 dapat terealisasikan. Ia berharap seluruh program-program unggulan yang pemerintah provinsi sedang jalankan dapat berjalan lancar dan sukses. (*)

AYA/HmsNTB 




Setahun Zul-Rohmi, Bank Indonesia Ungkap Prestasi NTB Terkait Pengendalian Inflasi

Dalam mengelola inflasi yang paling utama sebenarnya menjaga pasokan, produksi, bisa memproduksi sendiri lebih bagus

MATARAM.lombokjournal.com – Salah satu capaian mengagumkan yang diraih Pasangan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah bersama dan Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi) dalam setahun memimpin NTB, adalah keberhasilan mengendalikan inflasi.

Atas kinerja ini, pemerintahan di NTB pun diganjar penghargaan.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTB, Achris Sarwani, Kamis (19/09) 2019. menyampaikan, selama ini, pihaknya terus mendukung dan mengawal kebijakan Pemerintah Provinsi NTB.

‘’Pada saat kita menyusun naskah teknokratik RPJMD, di awal-awal pemerintahan gubernur saat ini, kami ada di situ. Artinya visi bapak (Gubernur), kami ikut terjemahkan di RPJMD yang disusun bersama,’’ katanya.

Atas kinerja semua pihak, NTB pun berhasil meraih penghargaan terbaik nasional dengan empat katagori. Yaitu TPID terbaik untuk Provinsi NTB, TPID terbaik untuk kota yaitu untuk Kota Mataram, TPID Kabupaten berprestasi yaitu Kabupaten Lombok Barat, dan satu penghargaan dari menteri perekonomian untuk Kabupaten Sumbawa.

‘’Ini prestasi luar biasa, provinsi lain tidak ada. Apresiasi kami, BI mencatat ini tidak dilakukan provinsi lain. Faktor kemarin (raih penghargaan) kami didatangi langsung dua provinsi dari Sumatera Barat dan Sulawesi Tenggara, total 80 orang, dua bupati, Sekda Provinsi, dan beberapa Sekda Kabupaten, belajar kenapa bisa begini,’’ ujar Achris.

Dalam pertemuan dengan rombongan dari dua provinsi tersebut, disepakati bahwa keterlibatan kepemimpinan di level atas bisa mengembangkan ekonomi daerah yang di dalamnya ada inflasi. Karena dalam mengelola inflasi yang paling utama sebenarnya menjaga pasokan, produksi, bisa memproduksi sendiri lebih bagus. Tidak bisa memproduksi, maka mendatangkan. Juga, berkaitan dengan kelancaran distribusi.

‘’Kemudian baru harga bisa dijangkau oleh masyarakat, dan terakhir komunikasi, kemampuan Gubernur dan Wagub mengkomunikasikan ke seluruh masyarakat sebuah keniscayaan yang kita rasakan,’’ kata Achris.

AYA/HmsNB (*)