Dukung Program JKN-KIS, RSUD Provinsi  Sosialisasikan Mobie  JKN Kepada Peserta

BPJS Kesehatan memiliki inovasi yang sangat bagus yaitu aplikasi Mobile JKN. Ia menyayangkan bila inovasi ini kurang tersampaikan kepada masyarakat

lombokjournal.com —

MATARAM  ;   Stakeholder BPJS Kesehatan Kantor Cabang Mataram bisa memberikan dukungan dengan turut serta memberikan informasi melalui sosialisasi Aplikasi Mobile JKN.

Dukungan pihak terkait termasuk para pemangku kepentingan atau stakeholder, penting untuk menjaga kesinambungan Program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Salah satu bentuk dukungan utuk program JKN-KIS itu dilakukan oleh petugas Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat (RSUD Provinsi NTB) di Loket Pelayanan, Rabu (18/09)2019.

Aplikasi Mobile JKN merupakan transformasi digital model bisnis yang memudahkan peserta JKN-KIS untuk dapat mengakses layanan administrasi dan informasi di mana saja, kapan pun tanpa batas waktu, hanya dengan satu genggaman.

Dengan diluncurkannya Aplikasi Mobile JKN, BPJS Kesehatan mendapatkan penghargaan Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2018.

Kepala Instalasi Jaminan Pelayanan Kesehatan dr. Ng Phi Shi, saat ditemui Tim Jamkesnews ketika melakukan sosialisasi mengatakan bahwa kegiatan ini rutin dilakukan setiap minggu dengan materi pola hidup sehat dan penyampaian informasi terkait Program JKN-KIS.

  1. Ng Phi Shi mengtakan, BPJS Kesehatan memiliki inovasi yang sangat bagus yaitu aplikasi Mobile JKN. Ia menyayangkan bila inovasi ini kurang tersampaikan kepada masyarakat.

“Untuk itu saya ingin seluruh masyarakat khususnya peserta JKN-KIS mengetahui inovasi yang diluncurkan BPJS Kesehatan, karena aplikasi Mobile JKN ini benar-benar membantu peserta sehingga tidak perlu lama antri di Kantor BPJS Kesehatan. Banyak fitur dalam aplikasi Mobile JKN yang dapat dimanfaatkan oleh peserta agar peserta pun menjadi tahu informasi terbaru tentang Program JKN,” tutur Phi Shi

Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Rujukan, Putu Gede Wawan Swandayana memberikan apresiasi kepada RSUD Provinsi NTB. Rumah sakit pemerintah di Kota Mataram yang telah bersedia menyosialisasikan manfaat dari aplikasi Mobile JKN kepada pasien yang berkunjung ke RSUD Provinsi NTB.

Putu Gede Wawan Swandayana mengaku bangga kepada tim RSUD Provinsi NTB. Di tengah-tengah padatnya pasien yang membutuhkan pelayanan, justru momen itu yang dimanfaatkan untuk melakukan sosialisasi yang sangat bermanfaat bagi peserta yang menunggu antrian.

Tidak banyak RS yang melakukan hal yang dilakukan RSUD Mataram.

“Terima kasih kami ucapkan kepada seluruh jajaran RSUD Provinsi NTB yang telah berbagi informasi terkait aplikasi Mobile JKN. Harapan saya semoga ke depannya RSUD Provinsi NTB dapat menjadi contoh bagi seluruh rumah sakit mitra BPJS Kesehatan Cabang Mataram untuk melakukan sosialisasi seperti ini, sehingga informasinya dapat diterima oleh masyarakat luas dan merasakan kemudahan dari aplikasi Mobile JKN,” ujar Wawan.

ay/yn/jamkesnews




UMKM Pangan Diharapkan Hasilkan Olahan Pangan Berkualitas

“Pangan industri rumah tangga sangat penting untuk bisa diberikan izin edar oleh kepala daerah. Tentu pangan olahan yang dikemas yang masa simpannya lebih dari 7 hari”

MATARAM.lombokjournal.com – Pelaku usaha UMKM bidang pangan di NTB didorong agar memiliki ide-ide yang kreatif untuk mengembangkan usaha yang dijalankannya.

Dan mampu memproduksi olahan pangan yang berkualitas, aman, bergizi serta terjamin kesehatannya.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd saat membuka kegiatan Intervensi Keamanan Pangan Bagi UMKM Pangan bertempat di Gedung Graha Bhakti Praja, Selasa (24/09) 2019.

Kegiatan tersebut merupakan inisiasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang merupakan bentuk keberpihakan kepada UMKM dengan cara peningkatan kualitas pemahaman keamanan pangan pelaku UMKM.

Diharapkannya, kegiatan ini dapat memberikan banyak manfaat kepada pelaku usaha di NTB, baik dari segi jaminan kesehatan makanan, kreasi maupun dalam mendapatkan izin usaha.

“Mari Kita berjuang untuk UKM di NTB ini terdepan dalam pertumbuhan ekonomi kita, kita sajikan makanan-makanan yang enak, yang sehat untuk masyarakat NTB, bagi wisatawan juga, sehingga NTB ini semakin dikenal,” kata wagub.

BPOM diapresiasi wagub karena menginisiasi kegiatan intervensi keamanan pangan. Menurutnya, kegiatan yang diadakan merupakan hal yang strategis bagi pelaku usaha yang ada di NTB.

“Terima kasih kepada Badan POM yang sudah menginisiasi membuat program terhadap pelaku usaha, karena memang sangat strategis sekali untuk NTB,” kata Umi Rohmi.

Ia berpesan agar pelaku usaha turut berpartisipasi dalam menyukseskan program Zero Waste. Ia menyerukan kepada pelaku usaha untuk mampu memilah sampah yang diproduksinya sehingga dapat diolah oleh bank sampah dan menjadi hal yang bermanfaat.

“Mengelolah sampah itu sangat penting sehingga tidak menjadi penyebab penyakit. Sampah bukan penyebab bencana dan musibah, tetapi menjadi sumber daya,” jelasnya.

Intervensi untuk UMKM pangan

Direktur Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha BPOM RI, Dra. Dewi Prawita Sari, Apt., M. Kes, dalam kesempatan itu mengungkapkan,  kegiatan ini merupakan salah satu tugas dari BPOM dalam memberdayakan UMKM.

“Untuk tahun 2019, Badan POM menyelenggarakan pendampingan atau intervensi untuk UMKM pangan sebanyak 8000 UMKM di 11 provinsi, salah satunya adalah di Provinsi Nusa Tenggara Barat,” ungkap Dewi.

Khusus di Provinsi NTB, UMKM yang mendapat intervensi sebanyak 1000 UMKM pangan. Jumlah tersebut dibagi menjadi beberapa kelompok, di antaranya 500 UMKM di Kota Mataram, Lombok Barat dan Lombok Utara.

UMKM pangan di Lombok Tengah sebanyak 250 serta di Kabupaten Bima sebanyak 250 pelaku usaha.

“Jadi perhatian kami terhadap Nusa Tenggara Barat lebih besar, karena Nusa Tenggara Barat termasuk salah satu destinasi wisata dari 10 prioritas nasional. Jadi di sini tidak hanya alamnya yang cantik, juga kulinernya yang harus unggul,” terangnya.

BPOM bersama dengan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia dan Kementerian Koordinator Bidang Ekonomi juga akan melakukan intervensi di tiga desa di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok Tengah.

Intervensi ini khusus di bidang pemberdayaan perempuan agar mereka bisa produktif. Mereka diharapkan mampu menyediakan pangan yang aman, memiliki mutu yang baik serta sehat kepada wisatawan yang datang berlibur.

“Dalam memproduksi pangan yang aman, bermutu dan bergizi harus mengikuti peraturan, seperti  UU Pangan, Peraturan Menteri Kesehatan, dan Peraturan Kepala Badan POM. Pangan industri rumah tangga sangat penting untuk bisa diberikan izin edar oleh kepala daerah. Tentu pangan olahan yang dikemas yang masa simpannya lebih dari 7 hari,” ujarnya.

Hadir sejumlah kepala OPD terkait, organisasi masyarakat seperti Salimah, Aisyiyah, Ikatan Pengusaha Muslim Indonesia (IPEMI) dan organisasi binaan Pemda Kota Mataram, Lombok Barat dan Lombok Utara.

AYA/HmsNTB




Anak Muda Didorong Tangkap Peluang Lewat Teknologi Digital

“Startup company adalah perusahaan yang diberikan kesempatan oleh kemajuan teknologi dan zaman untuk muncul tidak sampai melewati rute – rute yang dilewati oleh perusahan tradisional”

Selfi rame-rame

MATARAM.lombokjournal.com —   Masa depan adalah era bagi big data, maka kemampuan untuk mengidentifikasi semua potensi di dalamnya menjadi sangat penting.

Anak muda NTB harus bisa menangkap peluang besar dari pesatnya kemajuan teknologi digital .

Hal itu disampaikan Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah saat menghadiri acara Telkomsel On The Mission 2019 yang  bertempat di Cultural Park, Taman Budaya Provinsi NTB, Selasa, (24/09) 2019 pagi.

Menurut Gubernur, Telkomsel selalu mendorong anak muda Indonesia untuk memanfaatkan era digital, membantu menumbuhkan komunitas serta untuk menggenggam peluang masa depan.

“Tadi saya sudah bicara dengan Stefanus Steve Saerang, selaku Director The Nextdev Telkomsel, mereka siap menampung sekitar 45 anak muda NTB untuk belajar dengan harapan bisa menjadi pengusaha besar dan membuka lapangan pekerjaan di bangsa yang kita cintai ini,” kata gubernur.

Gubernur yakin anak muda NTB mampu meraih kesuksesan dengan memanfaatkan era digital jika diberikan kesempatan yang sama serta dukungan.

Dikatakannya, perusahaan startup semakin berkembang pesat dengan aneka layanan yang diberikan kepada konsumen.

Startup company adalah perusahaan yang diberikan kesempatan oleh kemajuan teknologi dan zaman untuk muncul tidak sampai melewati rute – rute yang dilewati oleh perusahan tradisional, namun dia muncul ke permukaan kemudian menjadi besar,” katanya.

Merancang produk digital

Director The Nextdev Telkomsel, Stefanus Stave Saerang melaporkan,  saat ini sebanyak 220 anak muda NTB mengikuti tahapan assesment untuk kemudian diseleksi menjadi 45 orang.

Mereka akan melaju ke tahap berikutnya dan berhak mengikuti program intensif selama 11 hari.

Stave berharap agar 45 orang yang lulus ke tahap selanjutnya nanti bisa memiliki masing-masing satu produk dan bisa menjadi developer untuk bisa membuka lapangan pekerjaan di NTB.

“Harapan kami, setelah mengikuti program ini, mereka semua memiliki 45 produk, satu orang satu produk, karena kami fokus mencari developer,” katanya.

Peserta acara Telkomsel On The Mission 2019 meliputi mahasiswa, karyawan dan kalangan umum. Mereka yang lolos seleksi akan mendapat kurikulum training dan coaching yang bertujuan untuk membentuk dasar pemahaman dalam merancang produk digital.

Selain di Kota Mataram, Telkomsel On The Mission 2019 juga digelar di Minahasa dan Jayapura.

AYA/HmsNTB




Suami Terserang Jantung, Untung Sudah Jadi Peserta JKN-KIS

lombokjournal.com –

MATARAM   ;   Sudah bukan rahasia lagi jika Program JKN-KIS ini selalu memberikan manfaat bagi pesertanya.

Nurain (44) merupakan peserta JKN-KIS dari segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta mandiri. Ibu yang memiliki dua anak ini menceritakan kepada tim Jamkesnews betapa bahagianya ia telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS.

Empat bulan yang lalu suaminya tiba-tiba terkena serangan jantung, padahal sebelumnya tidak ada riwayat jantung sama sekali, jadi Nurain sama sekali tidak ada persiapan apa-apa.

“Untung sebelum itu saya sekeluarga telah terdaftar peserta JKN-KIS. Bermodalkan kartu JKN-KIS saya bawa suami saya ke Rumah Sakit Harapan Sehati dan harus operasi pemasangan ring di katup jantung suami saya. Alhamdulillah semua gratis,“ jelas Nurain, Selasa (24/09).

Nurain juga bercerita mengenai pelayanan rumah sakit yang menurutnya sangat baik. Tak hanya itu, Nurain juga menilai bahwa pelayanan yang diberikan oleh BPJS Kesehatan Cabang Cibinong pun tak kalah baik dan sangat cepat.

“Pelayanan di rumah sakit menurut saya sangat baik dan cepat, baik dari perawat maupun administrasinya semuanya sangat baik. Sama halnya di BPJS Kesehatan Cabang Cibinong sudah sangat teratur dan cepat. Selama 5 Tahun belakangan menurut saya Program JKN-KIS telah berkembang dan sudah jauh lebih baik,” tutur Nurain.

Di akhir pertemuannya, Nuarin tak lupa mengimbau kepada masyarakat agar segera mendaftar sebagai peserta JKN-KIS. Lebih baik mempersiapkan sejak jauh hari dibanding dengan menungu sakit.

Dengan begitu, tidak perlu khawatir ketika tiba-tiba terserang penyakit, karena sudah ada Program JKN-KIS yang menjamin seluruh lapisan masyarakat.

“Ayo cepat daftar dan jangan pikir panjang, beberapa kali saya membawa berobat keluarga saya ke klinik maupun rumah sakit semua tanpa ada pungutan biaya. Jadi Program JKN-KIS ini program yang sangat bagus dan membantu masyarakat kurang mampu seperti saya ini,” tutup Nurain.

Wb/JAMKESNEWS

Narasumber : Nurain




Layanan JKN-KIS Luar Biasa Bagi Diana

lombokjournal.com —

MATARAM  ;   Pentingnya kepesertaan Program JKN-KIS membuat seluruh masyarakat harus rutin membayar iuran setiap bulannya. Hal tersebut nantinya akan membuat masyarakat merasa tenang apabila sakit datang menimpa.

Begitu juga yang dirasakan oleh Diana Nourta Sari. Wanita yang akrab disapa Diana ini mengetahui betapa pentingnya kepesertaan tetap aktif dengan rutin membayar iuran setiap bulannya.

“Saya sudah menjadi peserta JKN-KIS sejak 4 tahun yang lalu. Saya sudah beberapa kali memakai kartu JKN-KIS untuk berobat dan persalinan, hanya dengan dipotong 1 persen  dari gaji per bulan ditambah 4 persen kontribusi perusahaan saya rasa bukan hal yang berat dan perlu diperdebatkan. Apalagi jika dibandingkan dengan manfaat layanan kesehatan yang kita terima,” ujar Diana saat ditemui tim Jamkesnews, Senin (23/09) 2019).

Wanita yang merupakan peserta segmen Pekerja Penerima Upah ini juga mengapresiasi pelayanan rumah sakit yang tidak membeda-bedakan dengan peserta lainnya. Hal tersebut ia rasakan saat dirinya harus dioperasi saat proses kelahiran anak pertamanya.

“Pelayan JKN-KIS di rumah sakit sudah sangat baik. Yang pertama ketika saya akan melahirkan anak pertama dan harus operasi caesar. Dari awal datang kemudian diobservasi berlanjut ke meja operasi, perawatan bayi, hingga akhirnya pulang saya tidak mengeluarkan biaya sama sekali,” lanjut Diana.

Bukan hanya itu ia merasakan manfaat dari Program JKN-KIS ini. Kenyataan pahit harus ia terima saat dirinya harus menjalani proses kuretase atau biasa disebut kuret. Namun sekali lagi, pelayanan yang sangat baik ia dapatkan kembali saat menggunakan kartu JKN-KIS.

“Selang setahun kemudian saya harus menerima kenyataan pahit ketika kehamilan anak kedua. Saya mengalami keguguran pada usia kehamilan ke 6 bulan dan harus menjalani proses kuretase atau biasa kita dengan dengan istilah kuret. Pelayanan yang sangat baik kembali saya terima tanpa ada biaya tambahan,” sambung Diana.

Diana berharap kepada seluruh masyarakat untuk terus mendukung Program JKN-KIS.

Dirinya juga berdoa seluruh masyarakat selalu rutin membayarkan iurannya agar terwujudnya gotong-royong dan saling membantu satu sama lain.

Wb/jamkesnews

Narasumber : Diana Nourta Sari




Pejabat Publik Rangkap Jabat Ketua KONI, APH Harus Turun Tangan

Diingatkan, aturan pelarangan rangkap jabatan yakni pejabat publik memegang jabatan Ketua KONI,  karena dikhawatirkan menimbulkan konflik kepentingan

lombokjournal.com —

MATARAM  ;  Pejabat publik mulai Bupati, Wakil Walikota, pimpinan dan anggota DPRD di beberapa wilayah di NTB, terpantau masih aktif rangkap jabatan menjabat selaku Ketua KONI.

Rangkap jabatan itu beresiko menimbulkan kasus korupsi seperti  yang menjerat Menpora Imam Nahrawi terkait dana hibah KONI

Padahal, dalam UU Nomor 3 tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional (SKN), serta Peraturan Pemerintah Nomor 16 tahun 2007 tentang Penyelenggaraan Keolahragaan, tegas dilarang bagi siapapun pejabat publik memegang pimpinan KONI.

Hal ini diperkuat dengan adanya edaran dari Kemendagri sebanyak dua kali. Yakni, SE Nomor 800/2398 tahun 2011, SE nomor 800/148 tanggal 17 Januari 2014 tentang pejabat publik tidak diperkenankan menjabat Ketua KONI.

Karena itu, aparat penegak hukum (APH) diminta segera bergerak. Karena, terdapat  aturan yang sudah jelas melarang rangkap jabatan.

“Mengingat, ada potensi pelanggaran yang dilakukan pejabat publik manakala memegang jabatan Ketua KONI itu,” ujar Anggota Fraksi Bintang Perjuangan Nurani Rakyat (FBPNR) H. Ruslan Turmudzi menjawab wartawan di kantor DPRD NTB, Senin (23/09) 2019.

Politisi PDIP itu mengingatkan  aturan pelarangan rangkap jabatan pejabat publik memegang jabatan Ketua KONI,  karena dikhawatirkan menimbulkan konflik kepentingan.

Apalagi, yang dikelola itu adalah dana APBD yang tidak sedikit jumlahnya.

Menurut Ruslan, saat penyusunan Perda Keolahragaan di NTB pada tahun 2017 lalu, pihaknya telah mewanti-wanti agar pascaPerda itu terbentuk, maka pemda kabupaten/kota harus mengikuti aturan tersebut.

“Tapi aneh, saat kepengurusan KONI di NTB mematuhi aturan itu, namun tidak di kepengurusan KONI kabupaten/kota. Disana, masih banyak bercokol pejabat publik yang rangkap jabatan memegang Ketua KONI. Sehingga, aturan UU, PP, hingga dua kali SE Mendagri plus adanya Perda Provinsi NTB juga tidak dipatuhi,” tegas Ruslan.

Dijelaskannya, dari diskusinya dengan sesama anggota Fraksi FBPNR DPRD NTB yang terdiri dari gabungan parpol, yakni, PDIP, Hanura dan PBB, di sejumlah wilayah di NTB yang menjadi Ketua KONI merupakan pejabat public.

Dikatakan Ruslan, di Kota Mataram Ketua KONI dijabat Wakil Walikota H. Mohan Roliskana, di Bima Ktua KONI adalah Bupati Hj. Indah Damayanti Putri, di Sumbawa dijabat Wakil Ketua DPRD, di Loteng dijabat Ketua DPRD setempat kini anggota DPRD NTB (HM. Fuaddi), dan Kota Bima dijabat anggota DPRD setempat.

Me




BPJS Kesehatan Gelar Forum Koordinasi, Guna Tingkatkan Kepatuhan Pemberi Kerja

“Saya mengimbau kepada seluruh anggota forum koordinasi pengawasan dan kepatuhan untuk tetap bersinergi dan terus melakukan pemeriksaan bersama terhadap badan usaha yang tidak patuh”

lombokjournal.com —

MATARAM   ;  Untuk memastikan pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) berjalan optimal, BPJS Kesehatan Cabang Mataram melaksanakan Forum Koordinasi Pengawasan dan Pemeriksaan Kepatuhan Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat,  di Aula Kantor BPJS Kesehatan Cabang Mataram, Senin (23/09) 2019.

Kegiatan ini dihadiri oleh Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara (Asdatun) Kejaksaan Tinggi Provinsi Nusa Tenggara Barat beserta jajaran, Deputi Direksi Wilayah Bali, NTT dan NTB BPJS Kesehatan, Kepala Balai Pengawas Ketenagakerjaan Pulau Lombok, dan Kepala Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Forum Koordinasi Pengawasan dan Kepatuhan Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat ini dibentuk untuk mengevaluasi pelaksanaan penegakan pengawasan dan kepatuhan badan usaha yang tidak patuh dalam pendaftaran dan penyampaian data pegawai dalam Program JKN-KIS di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Asdatun Kejaksaan Tinggi Provinsi Nusa Tenggara Barat, Tende, dalam forum ini menyampaikan kepada seluruh anggota forum koordinasi untuk mendukung penuh Program JKN-KIS melalui penegakan pengawasan dan kepatuhan bagi badan usaha yang tidak patuh.

“Saya mengimbau kepada seluruh anggota forum koordinasi pengawasan dan kepatuhan untuk tetap bersinergi dan terus melakukan pemeriksaan bersama terhadap badan usaha yang tidak patuh, agar permasalahan yang ditemui di lapangan dapat diselesaikan dengan baik sehingga program JKN-KIS dapat berjalan optimal,” ujar Tende.

Dalam kesempatan yang sama Kepala BPJS Kesehatan Cabang Mataram, Sarman Palipadang, menyampaikan, sampai dengan saat ini terdapat 105 badan usaha se-Provinsi Nusa Tenggara Barat yang masuk dalam daftar pemeriksaan dan terdapat 51 badan usaha yang patuh dan 54 badan usaha yang tidak patuh.

Sesuai dengan data tersebut tim pemeriksa telah melakukan beberapa tahapan pengenaan sanksi kepada badan usaha tersebut.

Sarman mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang telah berjalan dengan baik selama ini dalam penegakan kepatuhan bagi badan usaha yang tidak patuh dalam hal pendaftaran, penyampaian data, maupun pembayaran iuran JKN-KIS.

“Saya berharap ke depannya seluruh pemberi kerja sadar akan kepatuhan pendaftaran pekerjanya dan pembayaran iuran karena itu adalah hak seluruh pekerja untuk mendapatkan perlindungan jaminan kesehatannya,” tutupnya

ay/yn/Jamkesnews

 

 




Mulai 23 September, Partai Nasdem Loteng Buka Pendaftaran Kandidat Kepala Daerah

Tahap selanjutnya, para kandidat yang mendaftar tersebut akan mengikuti tahapan berjenjang dan juga penyampaian visi-misi yang diisi oleh panelis-panelis handal

lombokjournal.com —

PRAYA    ;   Pendaftaran kandidat bakal calon Kepala Daerah Kabupaten Lombok Tengah mulai dibuka di Kantor DPR Partai Nasdem Lombok Tengah, mulai 23 September hingga 23 Oktober .

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem kabupaten Lombok Tengah, Drs. H. L.  Supardan, MM. mengatakan, dimmulainya pendaftaran tersebut, berdasarkan hasil rapat konsilidasi partai di DPW NTB.

Dikatakannya, pendaftaran kandidat  bakal calon Kepala Daerah itu terbuka juga secara serentak di kabupaten lainnya di NTB.

Untuk Lombok Tengah di pusat kan langsung di kantor DPD Partai NasDem Lombok Tengah.

“Kami sedang melakukan pemetaan para tokoh-tokoh yang memang diunggulkan untuk maju. Tidak menutup kemungkinan juga untuk melakukan upaya “agregat” bila ada tokoh berpotensi untuk maju mendaftar,” ujarnya di Sekretriat DPD NasDem, Minggu (22/09) 2019.

Seluruh administrasi pendaftaran, kata Supardan disiapkan oleh Partai NasDem termasuk materai untuk keperluan formulir pendaftaran.

Tahap selanjutnya, para kandidat yang mendaftar tersebut akan mengikuti tahapan berjenjang dan juga penyampaian visi-misi yang diisi oleh panelis-panelis handal.

” Tentu sesuai dengan tahapan pilkada yang sudah di susun partai NasDem Lombok Tengah sesuai dengan arahan dari DPW dan PO dari DPP Partai,” ujar Supardan.

Secara terpisah Ahmad Syamsul Hadi, Sekretaris DPD Partai NasDem Kabupaten Lombok Tengah mengatakan, hingga saat ini pihaknya berkomitmen memajukan kader murni untuk maju ke dalam perhelatan pilkada ke depan.

“Namun bila ada yang mempunyai cukup syarat khusus di luar kader partai seperti berpotensi untuk menang mulai dari popularitas, ketersukaan, keberterimaan, keterpilihan dan dukungan penggalangan logistik, kenapa tidak, partai NasDem sangat apresiasi siapa pun yang punya semangat untuk Lombok Tengah ,” katanya.

Sekretaris DPD NasDem Lombok Tengah ini juga menyampaikan, selama proses pendaftaran tidak dipungut biaya.

“NasDem kan anti mahar, kalau anda punya komitmen untuk rakyat, punya integritas untuk masyarakat, juga kepada partai NasDem, dan mempunyai hasil survey yang oleh partai NasDem di akreditasi langsung, silahkan daftar, terbuka kok,” kata Ahmad.

Me

Narahubung ; Ahmad SH. 081337374038

Drs. H. L. Supardan MM. ; 08128674969




Gubernur Sambut Baik Yayasan Fu Qing Ikut Bantu Madrasah Yang Terdampak Gempa

LOBAR.lombokjournal.com —  Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. H. Zulkieflimansyah SE., M.Sc., memberi sambutan pada kegiatan Peresmian Gedung Madrasah Pondok Pesantren Hikmatusyarief NW Salut,  Kecamatan Narmada Lombok Barat, Minggu (22/09) 2019.

Pondok Pesantren Hikmatusyarief merupakan salah satu pesantren yang terkena dampak dari gempa yang melanda NTB tahun 2018 lalu.

Selain Gubernur NTB, hadir pula Bupati Lombok Barat, Ketua Yayasan Fu Qing Internasional, Dr. Alim Markus, Ketua Yayasan Fu Qing Jawa Timur, Sekjen Dewan Pembina Pondok Pesantren Hikmatusyarief NW dan Kapolda NTB.

Gubernur NTB dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih kepada Yayasan Fu Qing yang sudah memperhatikan pendidikan yang ada di NTB. Gubernur memuji kiprah Alim Markus yang memiliki jiwa sosial dan peduli dengan pendidikan,

” Kebetulan saya menjadi anggota DPR tiga priode di Jakarta dan saya sering bertemu dengan orang yang jabatannya tinggi dan banyak uangnya tapi tidak ada yang seperti pak Alim Markus,” tuturnya.

Gubernur juga mengungkapkan, seluruh keluarga besar Yayasan Fu Qing sudah menjadi keluarga besar masyarakat NTB dan NW.

“Seluruh Madrasah NW di NTB akan selalu menyambut keluarga besar Yayasan Fu Qing sebagai saudara,” ujarnya.

Gubernur berharap, kegiatan yang dilakukan oleh Fu Qing bisa menjadi pelajaran dan contoh bagi semuanya.

“Abang-abang kami sekalian (Yayasan Fu Qing Internasional-red) kami menerima dengan hati terbuka dengan jiwa yang lebih besar, mudah-mudahan kehadiran abang-abang semua mampu menghadirkan keberkahan bagi daerah yang sangat kita cintai ini,” harapnya.

Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Yayasan Fu Qing Internasional dan pihak-pihak yang terkait, karena sudah menunjukkan kepeduliannya terhadap perbaikan fasilitas pendidikan pascagempa di Lombok Barat.

“Saya berpesan  semua pihak ikut menjaga gedung baru ini agar secara optimal terus mencetak generasi penerus bangsa,” katanya.

Ketua dari Yayasan Fu Qing Internasional,  Dr. Alim Markus dalam kesempatan itu mengungkapkan,  dirinya merasa bangga Fu Qing di daerah bisa membantu membangun kembali Madrasah Hikmatusyarief NW.

“Saya pertama kali menginjakkan kaki di Lombok, ini merupakan hikmah bagi saya,” tuturnya.

Ia berharap gedung pendidikan Hikmatusyarief yang baru ini dapat bermanfaat bagi semua dan diharapkan agar semua pihak terus membangun dan merawat gedung pendidikan agar nantinya bisa mencetak anak-anak terbaik bangsa.

“ Saya berterima kasih kepada Gubernur, Pengurus PBNW dan seluruh pihak terkait yang sudah menyambut Yayasan Fu Qing dengan hangat dan memberikan suasana kekeluargaan,” terangnya.

Untuk diketahui, Pondok Pesantren Hikmatusyarief berdiri pada tahun 1990. Adanya bantuan gedung tersebut memberikan tambahan semangat kepada santri dan santriwati Ponpes Hikmatusyarief tersebut.

Di penghujung acara, Gubernur dan tokoh-tokoh yang hadir menandatangani prasasti sebagai tanda diresmikan gedung baru Pondok Pesantren Hikmatusyarief NW.

AYA/HmsNTB




Gubernur Beri Semangat Untuk Pemburu Beasiswa

MATARAM.lombokjournal.com —  Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. H. Zulkieflimansyah  membuka event World Indonesia Scholarship (WISH) Festival 2019 NTB, yang terselenggara di Auditorium Yusuf Abu Bakar Unram, Minggu (22/09) 2019.

Dalam kesempatan itu  Gubernur menyemangati para peserta yang hadir untuk menikmati dan berjuang di tiap proses keberhasilannya.

“Kemenangan terbesar itu, tidak dilihat dari hasilnya, akan tetapi proses pencapaiannya,” tutur Gubernur yang sering disapa Bang Zul tersebut.

Gubernur menjelaskan, hal terpenting dari sebuah keberhasilan yakni apa yang bisa dibagikan kepada orang lain.

Pergelaran WISH Festival 2019 NTB ini merupakan kegiatan beasiswa terbesar di Indonesia yang menjembatani para scholarship hunter dengan pemerintah, instansi atau komunitas yang memiliki perhatian khusus pada bidang beasiswa dan pendidikan.

WISH yang mengusung tema “Peran Beasiswa dalam Pembangunan SDM Bangsa di Era Milenial Menuju Indonesia Emas 2045” ini, terlaksana di 21 kota, salah satunya adalah di Kota Mataram, NTB.

Program pemberian beasiswa merupakan salah satu program unggulan dari pemerintahan Zul-Rohmi. Program ini akan berupaya mencetak anak- anak muda yang memiliki pengetahuan di berbagai bidang sekaligus memiliki pengalaman.

Terselenggaranya WISH di daerah ini juga menjadi salah satu kebanggaraan Pemprov NTB.

AYA/HmsNTB