Gubernur Perintahkan Percepat Evakuasi Ratusan Warga NTB di Wamena, Papua

Saat ini, 48 orang lainnya sedang mengungsi. Mereka menunggu Pesawat Herkules di Bandara AU/Polri

MATARAM.lombokjournal.com —  Pemerintah  Provinsi NTB menerima informasi dari warga NTB yang terjebak di daerah Wamena, Papua yang tengah dilanda kerusuhan

Informasi ini pun telah disampaikan kepada Gubernur NTB, DR Zulkifliemansyah, yang langsung memerintahkan jajarannya mempercepat evakuasi 153 jiwa warga NTB di Wamena, Papua yang mengungsi akibat kerusuhan di daerah tersebut.

Kepala Biro Humas dan Protokoler Setda NTB, Najamuddin Amy, S.Sos, MM, menyampaikan itu, Jumat (27/09) 2019.

Gubernur Zul memerintahkan agar ditempuh upaya semaksimal mungkin segera  mengevakuasi warga NTB di daerah tersebut.

Pemprov NTB langsung sigap berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk Polda NTB untuk bisa segera memulangkan mereka yang terjebak.

Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB, Dra. T. Wismaningsih Dradjadiah menegaskan, sejumlah upaya serius telah ditempuh untuk mempercepat evakuasi.

“Kami menaruh atensi terhadap kondisi mereka. Dan saat ini kami dengan berbagai pihak, saat ini sedang diupayakan jalan keluar yang aman untuk mereka,” jelasnya.

Informasi adanya warga NTB korban kerusuhan di Wamena ini telah berhasil terkonfirmasi melalui panggilan telepon dengan Mazhari, Guru Kontrak asal Soromandi Bima dan Suhardin, Guru Kontrak asal Rada, Bolo, Bima. Berdasarkan keterangan keduanya, diketahui adanya 153 jiwa warga NTB korban kerusuhan.

Dari jumlah tersebut, 40 orang sudah dievakuasi ke Sentani, Jayapura dengan Pesawat Komersial, dibantu oleh Rukun Keluarga Bima (RKB) Jayapura.

Saat ini, 48 orang lainnya sedang mengungsi. Mereka menunggu Pesawat Herkules di Bandara AU/Polri.

“Sisanya masih bertahan di rumah-rumah mereka, menjaga harta benda yang masih tersisa,” ujarnya.

Warga NTB yang tengah mengungsi di bandara, kini tengah berharap adanya bantuan komunikasi, fasilitasi dari Pemda Bima.

“Pemprov NTB kini mengupayakan agar mereka diprioritaskan untuk dievakuasi, Warga Bima di Sentani Jayapura standby menunggu mereka,” ujar Wismaningsih.

Ia menambahkan, saat ini Ketua RKB di Jayapura juga tengah membantu warga yang sudah dievakuasi. Pemprov NTB juga terus berkomunikasi dengan Kementerian Sosial dan RKB di Jayapura terkait upaya evakuasi ini.

AYA/HmsNTB




Yadi Tak Pernah Dipersulit, Pelayanan Bagi Peserta JKN-KIS  Sangat Baik

“Baik di Puskesmas maupun di Rumah Sakit Program JKN-KIS sangat bermanfaat. Pelayanannya juga sudah baik, petugas di fasilitas kesehatan ramah dan baik, prosedurnya juga gampang jadi kami tidak menemui kesulitan ketika berobat”

lombokjournal.com —

MATARAM  ;   Slamet Riyadi (32) merupakan seorang pekerja yang sehari-harinya bekerja di salah satu perusahaan swasta. Ia telah menjadi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang ditanggung perusahaan tempatnya bekerja.

“Setiap bulan gaji saya dipotong untuk bayar iuran JKN-KIS. Buat saya, itu tidak masalah karena untuk perlindungan kesehatan  pekerja dan keluarga. Saya malah merasa jadi aman dan nyaman dalam bekerja, juga berarti perusahaan memang perhatian kepada karyawannya,” kata Yadi, pekan lalu

Sebelum menjadi peserta JKN-KIS dari segmen PPU, Yadi sekeluarga termasuk peserta PBI APBN yang iurannya dibayarkan oleh pemerintah pusat. Namun ketika ia bekerja status kepesertaannya berubah menjadi Pekerja Penerima Upah (PPU).

Yadi mengaku selama ini ia bersyukur karena jarang sakit sehingga belum pernah mengakses pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan.

Ia dan istriNYA memang belum pernah memakai Kartu Indonesia Sehat (KIS) karena alhamdulillah tidak pernah sakit yang membutuhkan perawatan dokter.

“Namun mbah saya sering memakai KIS ini. Mbah usianya sudah lanjut dan  terkena penyakit stroke yang mengharuskannya kontrol setiap bulan,” cerita Yadi.

Yadi mengatakan, selama mendampingi mbah berobat ia tidak pernah mendapatkan kesulitan. Mulai dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) sampai rumah sakit, Yadi mendapatkan pelayanan yang baik dan tidak mengeluarkan biaya sepeserpun untuk pelayanan yang telah didapatkan.

Petugas medis baik di Puskesmas maupun rumah sakit bersikap ramah dan sigap. Dokter di rumah sakit pun melayani dengan baik. Waktu ia mendampingi mbah kontrol, dokter menjelaskan penyakitnya beserta terapi apa saja yang harus dilakukan.

“Mbah usianya sudah 87 tahun tetapi ia mempunyai semangat hidup yang tinggi sehingga sedikit banyak berpengaruh positif terhadap kesembuhannya,” ujar Yadi.

Mengakhiri perbincangan dengan tim Jamkesnews, Yadi mengatakan bahwa program JKN-KIS ini besar sekali manfaatnya terutama terhadap warga kurang mampu. Ia pun berharap program ini akan tetap terus ada.

“Program JKN-KIS sangat bermanfaat. Pelayanannya juga sudah baik, petugas di fasilitas kesehatan ramah dan baik, prosedurnya juga gampang jadi kami tidak menemui kesulitan ketika berobat. Sekarang tinggal kesadaran masyarakat untuk terus  ikut bergotong royong menyukseskan program ini. Semoga program JKN-KIS tetap ada dan berjalan dengan baik,” ungkap Yadi.

ma/vo/jamkesnews




Bayar Iuran Peserta JKKN-KIS Secara Rutin,  Ada Saat Anda Peroleh Manfaat Besar

“Kalau sudah rawat inap seperti ini, gak lagi pusing cari biaya. Intinya jangan sampe menunda bayar iura”

lombokjournal.com —

MATARAM   ;    Pengalaman pahit tengah dirasakan Faizah (52). Pasalnnya, ia divonis diabetes sejak pertengahan tahun ini.

Banyak gejala yang ia rasakan sebelum akhirnya dokter menjatuhkan vonis tersebut.

“Sekitar Juli kemarin dokter memberi tahu kalau saya terkena diabetes. Sedih sekali rasanya karena gak menyangka ada penyakit yang sedang menggerogoti tubuh saya. Memang beberapa gejala sempat saya rasakan tapi saya pikir itu hanya gejala biasa untuk penyakit yang ringan,” ujar Faizah.

Dalam perjalanannya, Faizah sering merasakan buang air kecil meskipun sedang tak banyak minum. Ia jadi mudah letih sekalipun tak banyak beraktivitas.

Hal lain yang juga dirasakan adalah luka yang tak kunjung sembuh dari penyakit kutu airnya.

Dalam dunia medis, pemulihan luka yang lama memang jadi kaitan salah satu faktor diabetes saat ini. Akibat gejala tersebut, Faizah lantas dilarikan ke rumah sakit.

Dalam hal ini ia mengaku tenang lantaran sudah punya jaminan kesehatan.

Faizah sendiri menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) sejak 2016 silam. Menurutnya, banyak kemudahan yang dirasakannya selama mengikuti program besutan BPJS Kesehatan.

Selama perawatan di rumah sakit, Faizah ditemani oleh seorang putranya. Dengan kondisi yang masih lemah, sang anak menjadi tumpuan dirinya dalam melakukan aktivitas kecil seperti makan hingga buang air.

“Sudah 4 hari ini ibu saya di sini (rumah sakit, red). Saya selalu berharap ada peningkatan kondisi sehingga ibu saya bisa lekas pulih. Dokter dan perawat di sini selalu memberi ibu saya motivasi. Saya senang dengan perhatian kecil seperti itu. Semoga ibu saya terdorong untuk bisa lekas pulih lebih cepat lagi,” ungkap sang anak dengan nama Mahrus Ali.

Selama berjuang melawan sakitnya, Faizah berbekal Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang ia punya. Sehingga, tak ada keraguan (soal biaya) yang ia rasakan selama masa perawatan. Ia yakin dengan segala manfaat yang bakal ia terima. Faizah mengaku jika ia selalu rutin membayar iuran.

“Dari awal gejala dulu saya dibawa ke rumah sakit. Kebetulan kondisi saya begitu drop saat itu. Di sini pelayanan enak, saya nyaman dengan segala tindakan medis yang diberikan. Seperti yang dibilang anak saya tadi, petugas di sini sering memberi saya motivasi. Saya lega dengan jadi peserta JKN-KIS sejak lama. Kalau sudah rawat inap seperti ini, gak lagi pusing cari biaya. Intinya jangan sampe menunda bayar iuran,” terangnya.

Dengan segala hal yang sudah dirasakan, Faizah dan Mahrus mengapresiasi program JKN-KIS yang sedang berjalan.

Menurut mereka, kebaikan yang dihadirkan begitu besar sehingga bisa dimanfaatkan oleh semua kalangan, terlebih lagi bagi orang-orang yang amat membutuhkan.

Tak lupa, rasa terima kasih juga mereka sampaikan kepada rumah sakit Graha Sehat. Bagi mereka, pelayanan yang diberikan begitu baik tanpa membedakan jenis pasien umum dengan pasien JKN-KIS.

“Terima kasih untuk program yang memberi kami keringanan dalam berobat. Semoga kebaikan yang kami terima juga dirasakan oleh banyak orang. Terima kasih juga untuk Graha Sehat. Semoga pelayanan seperti ini bisa terus dipertahankan,” tutur Ali.

Rr/JAMKESNEWS

 

 




Bayar Rutin Iuran JKN-KIS, Wendi Merasa Menjadi Pahlawan Bagi Sesama

“Bahagianya saya bisa menjadi pahlawan bagi sesama dengan rutin membayar iuran JKN-KIS. Di sinilah letak nyata prinsip gotong royong dari program JKN-KIS ini”

lombokjournal.com —

MATARAM   ;     Masyarakat dari kalangan menengah ke bawah,  merasakan beban  sangat berat bila harus membayar biaya pelayanan kesehatan dengan uang sendiri.

Karena itu, memiliki jaminan kesehatan sangat diperlukan di zaman yang serba mahal seperti saat ini.

Tiap orang tidak pernah tahu kapan sakit akan datang. Dan, jika sudah sakit dan harus mendapatkan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan, biayanya tidaklah murah.

Seperti diakui Wendi Oktaviani, ia merasa sangat terlindungi karena telah menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Wendi, begitu sapaannya, mengungkapkan rasa bahagianya telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS.

“Jujur saya sangat lega telah terdartar sebagai peserta JKN-KIS, karena saya merasa terlindungi. Saya dan keluarga tidak perlu merasa khawatir lagi jika suatu saat nanti kami jatuh sakit dan memerlukan pelayanan di fasilitas kesehatan, karena saya tahu program pemerintah ini menjamin seluruh biaya pelayanan kesehatan tanpa iur biaya satu rupiah pun apabila sudah sesuai dengan prosedur,” tuturnya sambil menunjukkan kartu JKN-KIS yang dimiliki.

Selain merasa bahagia, Wendi juga tidak pernah merasa rugi telah rutin membayar iuran JKN-KIS

“Saya rutin membayar iuran setiap bulan, karena walaupun  saya dan keluarga jarang menggunakannya berarti iuran saya digunakan oleh peserta lain yang sakit dan membutuhkan biaya pelayanan kesehatan,” katanya.

Mengingat manfaatnya yang sangat besar, Wendi pun mengajak masyarakat yang belum terdaftar sebagai peserta JKN-KIS agar segera mendaftarkan diri beserta anggota keluarga.

Wendi mengakku bangga telah menjadi peserta JKN-KIS. Ia  sangat mengapresiasi program mulia ini karena iuran setiap bulannya sangat terjangkau namun manfaatnya amat besar, dapat membiayai segala jenis penyakit.

“Saya mengajak seluruh masyarakat yang belum terdaftar sebagai peserta JKN-KIS agar segera mendaftarkan diri. Jangan menunggu sakit terlebih dahulu baru mendaftarkan diri, dan apabila kita tidak pernah memakainya jangan pernah merasa rugi, itu berarti kita dan keluarga dalam keadaan sehat,” katanya.

Dikatakannya, selain untuk menjaga diri, menjadi peserta JKN-KIS sama halnya seperti menjadi pahlawan.

Wendi mendaftar sebagai peserta JKN-KIS bukan semata untuk melindungi diri dan keluarga saja, namun baginya menjadi peserta JKN-KIS yang selalu sehat, sama seperti menjadi pahlawan bagi peserta lain yang sedang sakit.

“Bahagianya saya bisa menjadi pahlawan bagi sesama dengan rutin membayar iuran JKN-KIS. Di sinilah letak nyata prinsip gotong royong dari program JKN-KIS ini,” tuturnya saat ditemui tim Jamkesnews di kediamannya, pecan lalu.

Ia dengan penuh semangat memberikan apresiasi terhadap BPJS Kesehatan.

Wendi sangat mengapresiasi program pemerintah ini, dan ia beserta keluarga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BPJS Kesehatan, karena kesehatannya bersama keluarga telah dijamin oleh program JKN-KIS.

“Saya tidak perlu khawatir lagi akan biaya pelayanan kesehatan jika suatu saat nanti saya dan keluarga membutuhkannya. Program ini begitu mulia dan pastinya sudah banyak nyawa tertolong berkat program JKN-KIS. Begitu besar manfaat dari program ini, semoga ke depannya, program JKN-KIS semakin dapat memberikan layanan terbaik kepada peserta dan masyarakat dan semoga program ini tetap ada,” katannya.

ay/dh/jamkesnews




Berwisata Ke Lombok, Cicipi Kehangatan Produk Olahan Buah Pala

Harga satu bungkus manisan pala berkisar 10 hingga 15 ribu rupiah. Sementara untuk buah pala asli yang belum diolah di banderol dengan harga 55 ribu rupiah

MATARAM.lombokjournal.com — Siapa tak kenal buah pala. Buah yang masuk kategori rempah- rempah ini rupanya tidak hanya bisa dijadikan sebagai bumbu dapur.

Akan tetapi bisa juga dibuat menjadi berbagai produk makanan olahan dan minuman yang berkhasiat tinggi.

Jika anda berwisata di Lombok,  jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi dan merasakan sensasi beragam pangan dan minuman berbahan baku buah pala, yang menghangatkan dan menyehatkan.

Produk Camilan buah Pala sudah dipasarkan diberbagai pusat oleh-oleh di NTB. Beberapa diantaranya adalah manisan pala, serbat pala, teh pala dan bubuk pala.

“Disamping lezat, juga menyehatkan,” ujar perintis dan pengrajin produk camilan khas buah pala,  Sudiarti Yuliani warga Mantang Kecamatan Batukliang Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat di kediamannya, baru-baru ini.

Sudiarti Yuliani mengolah buah pala menjadi berbagai produk makanan dan minuman. Daging buah diolah menjadi manisan, kulit dan bunga diolah menjadi teh celup, sementara biji pala dijadikan sebagai bumbu dapur.

“Mulai dari kulit hingga biji semua kami olah. Tidak ada yang dibuang percuma,” katanya.

Ide mengolah buah pala ini muncul karena belum banyak orang mengetahui potensi buah pala itu sendiri.

“Padahal semua bagiannya bisa diolah menjadi berbagai produk yang bernilai ekonomi,”terangnya.

Ibu tiga orang anak ini mengaku, masih banyak masyarakat di wilayahnya yakni Batukliang Lombok tengah yang tidak mengetahui manfaat buah pala. Sehingga ketika panen, hanya bijinya saja yang mereka olah.

“Selebihnya dibuang percuma, padahal buah pala ini punya banyak manfaat terutama untuk kesehatan,”kata Sudiarti.

Produk olahan pala yang menjadi andalannya adalah manisan pala. Dimana produk ini masih jarang ditemukan khususnya di NTB.

“Manisan pala ini masih jarang orang buat. Bisa dibilang masih langka dan tidak ada pesaing. Makanya saya kepikiran buat inovasi sendiri. Kalau orang bisa buat teh kelor, kenapa saya tidak bisa,” ujarnya bersemangat.

Proses pembuatan manisan pala ini menurut Sudiartini terbilang cukup rumit. Buah pala yang sudah dikupas kemudian ditumbuk, lalu diberikan taburan gula pasir diatasnya untuk kemudian dijemur ditengah terik matahari, selama satu minggu.

“Kalau kondisi cuaca sangat terik cuma 3 hari saja sudah kering,” tambahnya.

Untuk bahan baku, Sudiartini memanfaatkan potensi sumber daya lokal yang ada yakni dari hasil hutan di batukliang Lombok tengah.

“Di sini produksi buah pala lumayan banyak jadi kita manfaatkan,” katanya.

Khusus untuk manisan pala, Sudiartini bisa mengolah 20 hingga 25 kilogram untuk satu kali produksi.

“Manisan pala ini tahan sampai 3 tahun. Ini obat, karena tanpa bahan pengawet,” terangnya.

Harga satu bungkus manisan pala berkisar 10 hingga 15 ribu rupiah. Sementara untuk buah pala asli yang belum diolah di banderol dengan harga 55 ribu rupiah. Begitu juga dengan olahan pala lainnya.

Dalam berproduksi, sudiarti mengaku bukan tanpa kendala.

Salah satu kendala yang dihadapi adalah minimnya peralatan untuk pembuatan teh celup. Ia mengaku cukup kesulitan mencari bahan baku untuk kantung teh celupnya.

“Sejauh ini saya pakai peralatan manual saja,” terangnya.

Sudiarti berharap usaha olahan buah pala yang digelutinya dapat semakin dikenal masyarakat tidak hanya di NTB saja, akan tetapi hingga ke luar daerah bahkan mancanegara.

“Semoga bisa lebih dikenal lagi, karena manfaat buah pala ini sangat banyak sekali untuk kesehatan,” harapnya.

AYA




  Selalu Ajak Warga Sadari Pentingnya JKN-KIS

lombokjournal.com –

MATARAM   ;   Lisa Amalia (39) merasakan betul manfaat dari adanya Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan.

Selain mendapat manfaat memperoleh perlindungan jaminan kesehatan, sejak 2018 lalu Lisa mendaftarkan diri sebagai seorang Kader JKN.

Selama hampir satu tahun lebih tersebut ia memiliki cukup banyak cerita yang disampaikan kepada Jamkesnews ketika ditemui sesaat setelah mengikuti kegiatan evaluasi Kader JKN-BPJS Kesehatan.

“Awalnya saya tidak tahu Kader JKN itu apa. Setelah melihat berita di Koran waktu tahun 2018 baru tahu kalau Kader JKN itu apa dan langsung mendaftar saat itu juga. Saya seneng jadi Kader JKN, selain bisa nambah teman, jadi Kader JKN juga bisa membantu keuangan keluarga saya,” ungkap Lisa, Kamis (26/09).

Lisa saat ini merupakan Kader JKN. Suami Lisa merupakan seorang pekerja  di sebuah toko, dan ia sangat mendukung aktivitas yang dilakukan oleh istrinya tersebut.

Bahkan tak jarang ia sendiri yang sering mengantarkan istrinya tersebut berkunjung berkeliling ke rumah-rumah peserta binaannya.

“Kalau jadi Kader JKN kita bisa bantu masyarakat dengan cara berbagi informasi seputar JKN-KIS. Mereka yang sebelumnya tidak tahu jadi tahu. Seneng rasanya kalau ada peserta yang merasa terbantu adanya kita,” ucap Lisa.

Kader JKN merupakan salah satu mitra BPJS Kesehatan. Fungsi utama dari Kader JKN adalah sebagai pengingat dan pengumpul iuran peserta JKN-KIS.

Selain itu fungsi dari Kader JKN yaitu melakukan sosialisasi dan edukasi kepada peserta dan masyarakat, membantu proses pendaftaran sebagai peserta, memberikan informasi seputar JKN-KIS serta menerima keluhan sesuai dengan mekanisme yang telah ditetapkan kepada peserta binaan yang dapat dipertanggungjawabkan kepada BPJS Kesehatan, dan masyarakat.

Kepada Jamkesnews, Lisa berbagi tips saat akan melakukan kunjungan kepada peserta. Menurutnya dengan kunjungan yang dilakukan secara terus menerus serta dengan memperbanyak relasi, dapat membantu Lisa menjalankan tugasnya sebagai Kader JKN.

“Kalau kunjungan, kadang dijudesin, tapi kalau kita niatnya baik dan ingin silaturahmi, Insya Allah pasti ada jalan. Jangan langsung menyampaikan tentang iuran, tapi ingatkan akan pentingnya membayar iuran Program JKN-KIS tepat pada waktunya dan apa yang terjadi kalau kepesertaan JKN-KIS nonaktif. Nanti jadi kesulitan kalau berobat. Terus saya kasih tahu juga supaya jangan bayar iuran saat dibutuhkan saja, tapi bayar iurannya rutin setiap bulan karena iuran yang dibayarkan, membantu peserta lainnya yang membutuhkan,” jelas Lisa.

Selain berbagi pengalaman menjadi Kader JKN, Lisa juga berbagi cerita ketika menggunakan manfaat kartu JKN-KIS, yaitu ketika orang tuanya sakit lambung dan maag kronis.

Saat itu seluruh biaya pengobatan sakit yang diderita orang tua Lisa ditanggung sepenuhnya oleh JKN-KIS karena penggunaannya sudah sesuai prosedur.

Menurutnya, Program JKN-KIS ini telah berjalan dengan baik dan banyak masyarakat sangat terbantu dengan JKN-KIS.

Karenanya Lisa berharap Program JKN-KIS dapat dikelola secara berkesinambungan.

BS/bm/jamkesnews

Narasumber : Lisa Amalia (39)




Sampaikan Aspirasi Boleh, Gubernur Zul; Jaga Kondusivitas Daerah

“Silakan menyampaikan aspirasi, tapi jauhi cara-cara penyampaian aspirasi yang menghinakan orang lain, merusak fasilitas umum, atau sampai menciderai orang lain”

MATARAM.lombokjournal.com  –  Mahasiswa dan berbagai elemen dipersilahkan menggelar demonstrasi penyampaian aspirasi, tapi tetap menjaga ketertiban dan keamanan daerah

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menyampaikan seruan itu menanggapi gelombang demonstrasi yang juga melanda sejumlah daerah di NTB, Kamis (26/09) 2019.

Di tenngah gelombang unjuk rasa, Gubernur Zul  mengaku telah berkomunikasi dan menghimpun masukan dari berbagai pihak.

Mulai dari pimpinan DPRD NTB, Kapolda NTB, Danrem 162/WB, para unsur pimpinan daerah, tokoh pemuda, mahasiswa, dan elemen masyarakat lainnya.

Gubernur mendapatkan gambaran bahwa secara umum, aksi demonstrasi yang terjadi di NTB, berlangsung dalam suasana yang relatif terkendali. Kondisi daerah NTB, menurutnya juga masih sangat terjaga.

“Meskipun ada demo di sejumlah tempat, tapi kehidupan sosial-ekonomi kita masih tetap berlangsung, tidak ada gangguan yang berarti,” ujar gubernur .

Sebagai perpanjangan tangan pemerintah di daerah, Gubernur Zul telah menghimpun poin-poin aspirasi yang disampaikan oleh mahasiswa ke DPRD NTB.

Menurutnya, aspirasi mahasiswa dan elemen masyarakat di NTB ini telah diteruskan ke pemerintah untuk dijadikan pertimbangan dalam menyikapi keadaan nasional.

Sebagai sosok yang pernah memimpin Senat Mahasiswa Universitas Indonesia, gubernur mengapresiasi apa yang disampaikan mahasiswa sebagai inisiator demonstrasi ini.

Ia menegaskan, gerakan mahasiswa merupakan gerakan intelektual yang memiliki integritas dan idealisme yang teruji.

“Karena itu, kita berharap ciri khas ini tecermin dalam aksi di lapangan. Silakan menyampaikan aspirasi, tapi jauhi cara-cara penyampaian aspirasi yang menghinakan orang lain, merusak fasilitas umum, atau sampai menciderai orang lain,” tegasnya.

Kepada masyarakat NTB secara umum, Gubernur juga menyerukan agar tidak melakukan perbuatan yang bisa menciderai kerukunan dan kondusivitas daerah. Khususnya, dalam menyikapi merebaknya berbagai jenis informasi seputar aksi dan demonstrasi dalam beberapa hari belakangan.

“Kepada semua warga, ayo kita bijak dalam mencerna informasi. Apa pun informasi yang kita terima, jangan ditelan mentah-mentah. Jangan buru-buru disebarkan. Cek dulu kebenarannya. Jangan sampai kita ikut-ikutan menyebarluaskan informasi yang justru mengakibatkan kebahagiaan dan kenyamanan hidup bersama jadi rusak,” ujarnya.

BACA JUGA ;  Aksi Massa Mahasiswa Ricuh Di Kantor DPRD Provinsi

Saat ini NTB sedang bangkit untuk menyongsong banyak pekerjaan besar. Menurutnya, situasi ini membutuhkan energi dan dukungan dari berbagai pihak.

“Kalau ada energi yang lebih, mari kita pakai untuk berkontribusi pada terciptanya kebaikan bersama. Jangan dicurahkan untuk saling menyebarkan kebencian, apalagi permusuhan,” pesan gubernur.

AYA/Hms NTB




Aksi Massa Mahasiswa Ricuh Di Kantor DPRD Provinsi

Saat ini siapa pun yang hendak unjuk rasa diperbolehkan dalam undang-undang, tapi harus dilakukan dengan kepala dingin

MATARAM.lombokjournal.com  — Aksi massa mahasiswa dari semua universitas di Matararam di depan Kantor DPRD NTB, Kamis (26/09), sempat ricuh.

Sekitar 10 ribu massa mahasiswa yang ikut aksi tersebut  menuntut dicabutnya RUU KPK yang telah disahkan DPR RI. Selain itu, mahasiswa juga menuntut dicabutnya RKUHP dan RUU Pertanahan yang dinilai bertentangan dengan aspirasi rakyat.

Kericuhan aksi mahasiswa itu dipicu setelah Ketua BEM Unram, Akhmad Amri bersama beberapa perwakilan dipersilahkan masuk untuk menyampaikan tuntutan. Mereka diterima pimpinan DPRD NTB, Hj Baiq Isvie Rupaeda serta Kapolda dan jajarannya.

Namun dari pertemuan itu ternyata antara wakil mahasiswa dan pimpinan dewan. Wakil mahasiswa  minta supaya ada perwakilan dari pihak DPRD NTB yang menemui massa dan menerima mereka depan kantor tersebut.

“Kenapa kantor Dewan di pagari kawat berduri, padahal kami ingin sampaikan aspirasi. Kami minta ketua dewan keluar temui massa untuk berdiskusi,” kata Akhmad Amri.

Namun perminntaan itu tidak serta merta dipenuhi. Sebab saat itu, Ketua DPRD NTB, Hj Baiq Isvie Rupaeda mengaku tidak berani keluar sebelum ada jaminan keamanan dari aparat kepolisian.

“Siapa yang akan menjamin keamanan jiwa saya. Untuk adik-adik ketahui, saat saya muda dulu, pernah menjadi tokoh aksi, tapi dalam menyambut aspirasi dilakukan dengan cara yang baik,” kata Isvie.

Isvie sempat memuji dan mengaku bangga atas sikap mahasiswa yang menyampaikan aspirasi dengan tertib tanpa kekerasan, apalagi merusak fasilitas negara. Tapi, ada tidak jaminan keamanan dari Polda ketika dirinya menemui massa seperti permintaan wakil mahasiswa.

Di pihak lain, Kapolda NTB, Irjen Pol Nana Sudjana menegaskan, aparat kepolisian selalu menjamin keamanan masyarakat termasuk para pendemo jika dilakukan dengan tertib.

“Kami jamin selalama cara menyampaikan aspirasi dilakukan dengan baik. Kami juga dibackup TNI,” ucapnya.

Ditegaskan Nana Sudjana, saat ini siapa pun yang hendak unjuk rasa diperbolehkan dalam undang-undang, tapi harus dilakukan dengan kepala dingin.

“Apa yang menjadi aspirasi masyarakat itu kita sampaikan ke pemerintah pusat. Ini kan persoalan pusat, karena itu akan disampaikan ke pusat,” kata Kapolda.

Merasa tidak puasa atas jawaban itu, perwakilan mahasiswa keluar dari ruangan dan kembali melakukan orasi depan kantor DPRD NTB.

Bermula dari ketidaksepakan itu akhirnya berbuntut ricuh. Aparat kepolisian saling dorong, terjadi pelemparan batu sehingga apara melepaskan tembakan gas air mata.

BACA JUGA ; Sampaikan Aspirasi Boleh, Gubernur Zul; Jaga Kondusivitas Daerah

Dalam pantauan media ini, sejak pagi ribuan massa mahasiswa sudah memadati jalan Udayana Mataram untuk menggelar aksi penolakan UU KPK, RKUHP dan RUU Pertanahan.

Massa mahasiswa yang merasa kepanasan dan tidak diizinkan masuk halaman gedung DPRD NTB, melakukan pendobrakan kekuatan aparat kepolisian yang berjaga, hingga terjadi dorong mendorong, dilempari batu. Akhirnya gas air mata pun di tembakkan.

AYA

 




Pengaduan Di Medsos Wajib Ditanggapi OPD

Masih banyak OPD yang belum memaksimalkan publikasi dan menjawab semua keluhan dan pertanyaan masyarakat di Media Sosial

Najamuddin Amy

MATARAM.lombokjournal.com — Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) bersama Biro Humas dan Protokol menyelenggarakan bimbingan Teknik (Bimtek) Kehumasan tentang Pengelolaan Media Sosial Untuk Organisasi Perangkat Daerah  (OPD) Lingkup Pemerintah Provinsi (Pemrov) Nusa Tenggara Barat (NTB) , Rabu (25/09) 2019 di komplek kantor Gubernur.

Bimtek dimaksudkan untuk memaksimalkan peran Pemerintah dalam mempublikasikan program NTB Gemilang dan  kegiatan serta menjawab keluhan dan pengaduan masyarakat lewat media sosial,

Asisten III Setda NTB, Ir. Hj. Hartina, MM Mewakili Gubernur NTB,  mengapresiasi kegiatan pelatihan dan bimtek  bersinergi untuk lebih mengenal media sosial dan memanfaatkannya untuk publikasi program NTB Gemilang.

Menurutnya di era revolusi Industri 4.0 ini perkembangan teknologi informasi sudah tidak dapat dibendung lagi. Sehingga arus informasi mengalir begitu cepat.

Pemerintah Provinsi NTB harus tanggap terhadap fenomena dunia digital ini. Semua masyarakat mengakses informasi lewat dunia maya.

“Masing-masing kita memiliki Smartphone, jangan hanya dipakai untuk menposting status, namun manfaatkan bermedia social ria untuk memberikan informasi terkait kegiatan kantor pemerintahan, masing-masing OPD wajib tanggapi pengaduan dan masukan dan ide masyarakat di Medsos,” tegas Hj. Hartina

Menurutnya, Bimtek sinergi bermedia sosial ini kegiatan strategis sekali, sebab berkembangnya informasi tidak terbatas. Tidak ada batasan untuk mengaksesnya.

Namun ada dua sisi informasi yang perlu cermat dan bijak untuk memahaminya. Informasi yang bernilai positif dan negatif .

“Ini yang perlu dicermati dan dipelajari dalam bemedia sosial atau berfacebook ria,” singgunnya.

Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Protokol Najamuddin Amy, menyampaikan kegiatan ini merupakan bentuk sinergiritas untuk mewujudkan NTB Gemilang.

Bimtek ini bukan hanya menjadi kebutuhan OPD atau Badan di lingkup Pemrov. NTB, namun lebih penting dipahami, sesungguhnya untuk kebutuhan dalam menyajikan informasi kepada masyarakat.

Menurutnya, saat ini informasi dan data sudah menjadi kebutuhan yang mendasar bagi masyarakat di era digital. Oleh sebab itu pemerintah harus menyajikan informasi yang cepat dan mudah diakses masyarakat.

“Informasi ini bukan hanya sebagai hak asasi tetapi juga sebagai pemenuhan dari pelaksanaan undang-undang Keterbukaan Informasi Publik nomor 14 tahun 2008, di mana peran dari seluruh OPD selaku badan publik ini harus melaksanakan keterbukaan informasinya terutama Informasi Publik dalam melaksanakan pelayanan public,” jelas mantan Komisioner KI NTB ini.

Tim Biro Humas bersama Dinas Kominfotik NTB telah ikut mengawasi dan memantau Media social sebanyak 46 OPD lingkup Pemrov. NTB.

Masih banyak OPD yang belum memaksimalkan publikasi dan menjawab semua keluhan dan pertanyaan masyarakat di Media Sosial.

Ia memaparkan Biro Humas juga memilik tim yang bertugas memantau isu dan topik apa saja yang ada di NTB.

Salah satu instrumen yang digunakan di Biro Humas dan Protokol dalam manajemen operasi berbasis aplikasi.

“Kami memantau dan mempelajari isu atau percakapan publik di tiga media social, yang dipakai oleh warga atau netizen yang ada di area Nusa Tenggara Barat, jumlah terbesar adalah Facebook, yang kedua Instagram dan ketiga Twitter,” kata Najamuddin.

Harapannya OPD ikut aktif mempublikasikan seluruh informasi dan kegiatan OPD dan tanggap terhadap setiap pengaduan dan pertanyaan masyarakat di Media Sosial.

Karena tidak semua masyarakat dapat menyampaiakan langsung ide, masukan dan keluhan serta pengaduan lewat media yang tersedia.

Karena keterbatasan dalam segala hal, akhirnya media social dimanfaatkan untuk menyampaikan isi hatinya.

“Ini perlu sigap dan cepat kita tanggapi dan jawab,” ajak Najamuddin

Pemerintah provinsi tidak berhenti bekerja setiap waktu. Setiap hari kita melaksanakan pelayanan kepada masyarakat.

Inilah yang kemudian diberikan apresiasi oleh warga netizen, yang dilakukan oleh pimpinan daerah, mengunjungi dan mendatangi sampai ke desa-desa memberikan pelayanan langsung kepad

AYA/HmsNTB

 




Layanan dan Penyakit yang Ditanggung dan Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan

lombokjournal.com —

MATARAM  ;  Menjadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan saat ini sangat penting. Inilah sistem jaminan kesehatan nasional yang memberikan manfaat pelayanan kesehatan, baik rawat inap maupun rawat jalan kepada pesertanya.

Kalau sakit dan harus dirawat di rumah sakit, Anda dan keluarga dapat mengandalkan BPJS Kesehatan. Tentunya peserta wajib membayar iuran setiap bulan. Iuran ini layaknya premi pada asuransi swasta.

Iuran BPJS Kesehatan dikelompokkan menjadi 3 kelas. Iuran yang masih berlaku sekarang ini, adalah Kelas 1 sebesar Rp80.000 per orang per bulan, Kelas 2 sebesar Rp51.000, dan Kelas 3 sebesar Rp25.500. Nantinya per 1 Januari 2020, tarif tersebut naik.

Dengan kenaikan yang mulai berlaku tahun 2020, masing-masing menjadi Rp160.000 untuk Kelas 1, Kelas 2 naik menjadi Rp110.000, dan Kelas 3 menjadi Rp42.000 per orang per bulan.

Ada juga peserta yang masuk kategori Penerima Bantuan Iuran (PBI). Mereka adalah warga tidak mampu yang menerima subsidi iuran dari pemerintah. Jadi betul-betul gratis, tidak membayar iuran, namun mendapat manfaat pelayanan kesehatan dari BPJS.

Tentu saja, jangan cuma tahunya terdaftar dan pegang kartu BPJS Kesehatan. Anda juga perlu memahami manfaat pelayanan kesehatan atau penyakit apa saja yang tidak ditanggung maupun dijamin BPJS Kesehatan.

Dengan begitu, Anda dapat melengkapinya dengan asuransi kesehatan. Jadi segala risiko kesehatan Anda dan keluarga dapat di-cover pihak BPJS Kesehatan dan perusahaan asuransi swasta tanpa takut dompet kedodoran.

Layanan Kesehatan yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan

Meski BPJS Kesehatan adalah jaminan kesehatan nasional, bukan berarti lembaga ini menanggung semua manfaat pelayanan kesehatan. Tetap saja ada batasannya.

Semua ini tertuang di Pasal 52 Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

Adapun manfaat kesehatan yang tidak dijamin BPJS Kesehatan, antara lain:

  1. Pelayanan kesehatan yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan (meliputi rujukan atas permintaan sendiri dan pelayanan kesehatan lain yang tidak sesuai peraturan perundang-undangan)Pelayanan kesehatan yang dilakukan di fasilitas kesehatan yang tidak bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, kecuali dalam keadaan darurat
  2. Pelayanan kesehatan terhadap penyakit atau cedera akibat kecelakaan kerja atau hubungan kerja yang telah dijamin oleh program jaminan kecelakaan kerja atau menjadi tanggungan pemberi kerja
  3. Pelayanan kesehatan yang dijamin oleh program jaminan kecelakaan lalu lintas yang bersifat wajib sampai nilai yang ditanggung oleh program jaminan kecelakaan lalu lintas sesuai hak kelas rawat peserta
  4. Pelayanan kesehatan yang dilakukan di luar negeri
  5. Pelayanan kesehatan untuk tujuan estetika (operasi plastik)
  6. Pelayanan untuk mengatasi infertilitas atau kemandulan
  7. Pelayanan meratakan gigi atau ortodonsi
  8. Gangguan kesehatan atau penyakit akibat ketergantungan obat maupun alcohol
  9. Gangguan kesehatan akibat sengaja menyakiti diri sendiri atau akibat melakukan hobi yang membahayakan diri sendiri
  10. Pengobatan komplementer, alternatif, dan tradisional yang belum dinyatakan efektif berdasarkan penilaian teknologi kesehatan
  11. Pengobatan dan tindakan medis yang dikategorikan sebagai percobaan atau eksperimen
  12. Alat dan obat kontrasepsi, kosmetik
  13. Perbekalan kesehatan rumah tanggA
  14. Pelayanan kesehatan akibat bencana pada masa tanggap darurat, kejadian luar biasa atau wabah
  15. Pelayanan kesehatan pada kejadian tak diharapkan yang dapat dicegah (contohnya korban begal, tawuran, dan lain sebagainya)
  16. Pelayanan kesehatan yang diselenggarakan dalam rangka bakti social
  17. Pelayanan kesehatan akibat tindak pidana penganiayaan, kekerasan seksual, korban terorisme, dan tindak pidana perdagangan orang sesuai dengan ketentuan peraturan peundang-undangan
  18. Pelayanan kesehatan tertentu yang berkaitan dengan Kementerian Pertahanan, Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Polri
  19. Pelayanan lainnya yang tidak ada hubungan dengan manfaat jaminan kesehatan yang diberikan
  20. Pelayanan yang sudah ditanggung dalam program lain.

Layanan Kesehatan yang Ditanggung BPJS Kesehatan

Peserta BPJS Kesehatan berhak memperoleh pelayanan kesehatan individu. Mencakup pelayanan promotif, preventif (pencegahan), kuratif (pengobatan semasa penyembuhan penyakit), dan rehabilitatif.

Termasuk pelayanan obat, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai sesuai dengan kebutuhan medis yang diperlukan.

Berikut Manfaat pelayanan kesehatan yang ditanggung BPJS Kesehatan, antara lain:

Pelayanan kesehatan tingkat pertama (puskesmas, klinik kesehatan, dan dokter umum), meliputi pelayanan kesehatan non-spesialistik. Mencakup:

  1. Administrasi pelayanan
  2. Pelayanan promotif dan preventif (penyuluhan kesehatan individu, imunisasi rutin, KB, skrining riwayat kesehatan dan pelayanan penapisan atau skrining kesehatan tertentu, dan peningkatan kesehatan bagi peserta yang menderita penyakit kronis)
  3. Pemeriksaan, pengobatan, dan konsultasi medis
  4. Tindakan medis non-spesialistik, baik operatif maupun non-operatif
  5. Pelayanan obat, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai
  6. Pemeriksaan penunjang diagnostik laboratorium tingkat pertama
  7. Rawat inap tingkat pertama sesuai dengan indikasi medis.

Pelayanan kesehatan rujukan tingkat lanjutan (rumah sakit), meliputi pelayanan kesehatan yang mencakup:

  1. Administrasi pelayanan
  2. Pemeriksaan, pengobatan, dan konsultasi medis dasar (layanan kesehatan unit gawat darurat/UGD)
  3. Pemeriksaan, pengobatan, dan konsultasi spesialistik
  4. Tindakan medis spesialistik, baik bedan maupun non-bedah sesuai dengan indikasi medis

Pelayanan obat, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai (seluruh alat kesehatan dalam rangka             penyembuhan, termasuk alat bantu kesehatan)

  1. Pelayanan penunjang diagnostik lanjutan sesuai dengan indikasi medis
  2. Rehabilitasi medis
  3. Pelayanan darah
  4. Pemulasaran (perawatan) jenazah peserta yang meninggal di fasilitas kesehatan (faskes)
  5. Pelayanan keluarga berencana (tidak termasuk pelayanan KB yang telah dibiayai pemerintah pusat)
  6. Perawatan inap non-intensif
  7. Perawatan inap di ruang intensif.

Pelayanan ambulans darat dan air (layanan transportasi pasien rujukan dengan kondisi tertentu antar faskes).

Penyakit yang Dijamin BPJS Kesehatan

BPJS Kesehatan pada dasarnya menanggung hampir seluruh jenis penyakit. Berikut daftar penyakit atau operasi yang ditanggung BPJS Kesehatan, antara lain:

  1. Kusta
  2. Stroke
  3. Kanker
  4. Jantung
  5. Hipertensi
  6. Tumor
  7. Diabetes melitus
  8. Malaria
  9. Asma
  10. Bronkitis
  11. Sirosis hepatitis
  12. Leukemia
  13. Operasi ceasar
  14. Persalinan vaginal (normal)
  15. Gagal ginjal
  16. Thalasemia
  17. Hemofilia
  18. dan masih banyak lainnya.

Tapi jika peserta menderita penyakit hepatitis yang disebabkan karena penggunaan jarum suntik narkoba, BPJS Kesehatan tidak menanggungnya. Ataupun kerusakan ginjal akibat terlalu banyak dan rutin mengonsumsi minuman keras. Itu dikecualikan dari jaminan BPJS Kesehatan.

Fiki Ariyanti/Kumparan