Projo NTB Siap Hadang Upaya Penjegalan Pelantikan Presiden
“Demokrasi ini adalah mandat rakyat, seharusnya tidak ada yang boleh punya rencana mengusik pelantikan”
MATARAM.lombokjournal.com — Projo (Pro Jokowi) NTB akan bergegas menuju Jakarta untuk mengawal jalannya pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Periode 2019 – 2024.
Tekad tersebut merupkan reaksi atas isu miring tentang upaya penggagalan pelantikan Presiden RI Ir. H. Joko Widodo – H. Ma’ruf Amin.
Menurut Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Projo NTB, Imam Sofian, SH.,MH, ada puluhan bahkan ratusan relawan dari NTB akan berdatangan ke tempat pelantikan untuk memastikan bahwa Presiden pilihan rakyat itu berjalan aman dan lancar.
“Pak Jokowi terpilih secara konstitusional, maka tidak boleh ada yang mengusik itu. Kami Projo NTB akan datang secara khusus ke Jakarta untuk mengawal langsung jalannya pelantikan,” ujar Imam Sofian.
Menurut agenda yang sudah ditetapkan, pelantikan akan berlangsung Tanggal 20 Oktober 2019 mendatang di gedung MPR/DPR Jakarta. Memang, kata dia, ada aparat dari unsur TNI dan Polri yang akan menjadi garda pengaman jalannya pelantikan.
Kendati demikian, kehadiran relawan Projo NTB bersama relawan daerah daerah lain yang dipastikan hadir, adalah bentuk militansi kepada presiden ke 7 Indonesia itu.
“Kami mengawal sejak proses pemilihan sampai dengan pelantikan, bahkan terus mengawal ketika pak Jokowi menjalankan pemerintahan lima tahun mendatang,” tandas lawyer berambut gondrong ini.
Tidak boleh ada upaya inkonstitusional untuk menggagalkan pelantikan, apalagi itu dilakukan oleh anak bangsa karena akan dianggap tidak menghargai proses demokrasi yang sudah menguras energi dan biaya besar.
“Demokrasi ini adalah mandat rakyat, seharusnya tidak ada yang boleh punya rencana mengusik pelantikan. Karena bisa saya pastikan, tidak saja berhadapan dengan instrument keamanan negara, tapi juga rakyat,” tegasnya.
Ditambahkan Imam, relawan Projo NTB akan bertolak beberapa hari jelang pelantikan hingga H-1 pelantikan.
Tidak hanya pengurus dan relawan di DPD, juga para pengurus dari tingkat DPC se kabupaten dan kota.
AYA (*)
Delapan Pengungsi Kerusuhan Wamena Tiba Di NTB
Total jumlah tersebUt dikurangi 8 orang yang pulang hari ini, maka sisa warga NTB yang akan pulang menjadi 97 yang masih di Wamena
Mereka disambut Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB, Dra. T. Wismaningsih Drajadiah bersama Kepala Kesbangpoldagri Provinsi NTB H. Muhammad Rum, dan dari pihak Dinas Sosial Kabupaten Lombok Tengah, di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Majid.
Dra. T. Wismaningsih Drajadiah mengatakan, pemulangan warga NTB dari Wamena, Papua, merupakan tahap pertama yang dilakukan pemerintah.
Jumlah sebanyak 8 orang berasal dari Lombok Tengah dan Lombok Timur. Sebelumnya telah ada 30 orang yang pulang secara mandiri atau dijemput keluarga.
Dijelaskannya, pulangnya delapan orang ini, berarti sudah 38 orang yang sudah pulang. Dengan demikian masih ada 77 orang dari Kabupaten Bima, kemudian 4 orang dari Sumbawa, 3 orang dari Kabupaten Dompu.
Total semua yang mau pulang sebanyak 105 orang, sedangkan 55 orang warga NTB di Papua tidak pulang, karena dalam keadaan aman.
Mereka adalah petugas negara, ada yang berprofesi sebagai TNI, POLRI dan ASN di Wamena, Papua. Mereka merupakan orang-orang yang ikut membatu dalam proses pengamanan dan pemulangan warga NTB.
Wismaningsih menjelaskan, dari total 105 orang yang pulang tersebut adalah sipil atau masyarakat biasa. Total jumlah tersebut dikurangi 8 orang yang pulang hari ini, maka sisa warga NTB yang akan pulang menjadi 97 yang masih di Wamena.
Sisa tersebut akan di pulangkan pada tahap kedua yakni pada hari Minggu sebanyak 50 orang. Sedangkan hari Senin sebanyak 27 orang, tapi mereka langsung ke Kabupaten Bima.
Dan diperkirakan lagi sekitar 10 orang menunggu giliran untuk dipulangkan, karena baru kemarin sore bisa turun dari Wamena.
Wismaningsih memastikan, semua warga NTB di Wamena, Papua, dalam kondisi baik dan sehat. Pemerintah Provinsi NTB menyampaikan ucapan terimakasih atas bantuan Yonif 571, yang telah sangat baik dalam melayani warga NTB yang ada di Papua.
Hikmatul Uliyah, salah satu dari Warga NTB pulang, yang berasal dari Desa Kerongkong, Kecamatan Suralaga, Lombok Timur, mengaku sangat bahagia dan lega, karena sudah berada di NTB.
Ia menuturkan bahwa kejadian kerusuhan di Wamena, Papua, tidak membuatnya trauma. Ia pulang bersama anak balita dan mertuanya. Sedangkan suaminya masih tatap tinggal di Papua, di tempat yang aman.
Uliyah yang berprofesi sebagai guru honorer sekolah dasar di Wamena mengatakan, dirinya akan kembali lagi ke Wamena, ketika situasi dan kondisi disana sudah benar-benar kondusif.
Ia menyampaikan rasa syukur dan terimakasih kepada pemerintah Provinsi dan Kabupaten serta semua pihak yang telah berpartisipasi dalam proses pemulangannya ke NTB.
Usai dilakukan penyambutan oleh pihak Dinas Sosial Provinsi NTB, selanjutnya di lakukan proses serah terima kepada Dinas Sosial Kabupaten Lombok Tengah dan Lombok Timur.
Selanjutnya dilakukan pemulihan bila terdapat gangguan psikis akibat trauma dan lainnya, dengan melibatkan peran serta dari keluarga masing-masing.
AYA
“Tape Jagung”, Peluang Wujudkan Industri Pakan Ternak Di NTB Dompu
Para peternak lokal harus terus didukung penuh oleh pemerintah. Peluang bisnis di bidang peternakan sangat menjanjikan
lombokjournal.com —
DOMPU ; “Tape jagung” yang merupakan fermentasi dari limbah jagung, ternyata menjadi bahan baku industri pakan ternak yang sangat menjanjikan untuk mendorong produksi peternakan di bumi jagung tersebut.
Dompu sebagai salah satu daerah sentra produksi jagung terbesar di NTB, menghasilkan sekitar 7 juta ton limbah jagung tiap tahunnya.
Limbah jagung tersebut kemudian difermentasi, yang oleh Bupati H.Bambang disebutnya dengan istilah “Tape Jagung”, sangat cocok dijadikan bahan baku yang bisa diolah menjadi pakan ternak.
“Ini merupakan peluang besar untuk terwujudnya industri pakan ternak di NTB, melalui pemanfaatan limbah jagung,” ujar Bupati Bambang Yasin.
Bupai menyampaikan itu di hadapan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian, Dr. drh. I Ketut Diarmita, MP.
Hadir saat itu Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Provinsi NTB, Hj.Budi Septiani, saat peresmian Kontes Ternak Tahun 2019 di Dompu-NTB, Kamis (03/10) 2019.
Bambang yang lekat dengan predikat ‘Bupati jagung’ menegaskan, kehadiran produk olahan ini akan sangat menguntungkan bagi para peternak. Dikatakannya, peternak di dompu saat ini sudah berkembang cukup maju.
“Hingga saat ini kelompok kelompok penggemukan sapi di Dompu telah banyak terbentuk, dan dengan memanfaatkan “tape jagung” tersebut maka sapi yang dikonteskan, semuanya sehat dan bagus,” ujarnya.
Kontes ternak tahun ini juga sebagai salah satu upaya mengedukasi para peternak terkait pola ternak. Selama ini peternak hanya memikirkan hasil, tanpa memikirkan sarana pendukung, termasuk penyediaan industri pakan ternak dan bibit ternak berkualitas (replacement stock).
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian, Dr. drh. I Ketut Diarmita, MP, yang turut hadir meresmikan kontes ternak, mengapresisasi kegiatan kontes itu.
Menurutnya, para peternak lokal harus terus didukung penuh oleh pemerintah. Peluang bisnis di bidang peternakan sangat menjanjikan.
“Untuk itu perlu tersedianya sarana pendukung, semisal koperasi sapi bagi para peternak untuk berinvestasi hasil ternak mereka,” kata Dirjen.
Hal senada diungkapkan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB yang lebih akrab disapa Bu Budi. Ia menegaskan, kontes ternak bukan hanya event tahunan tanpa hasil konkret.
Kontes itu benar-benar dihajatkan untuk mendorong para peternak untuk dapat menerapkan pola beternak yang berbasis modern/profesional untuk mendukung terwujudnya industrialisasi sektor peternakan di NTB.
“Dari Kontes ini juga kita harapkan akan menghasilkan bibit-bibit terbaik untuk menghasilkan ternak berdaya saing tinggi,” pungkasnya.
AYA
Warga Wamena Asal NTB Segera Dipulangkan
Ratusan warga Wamena asal NTB itu dijamin keselamatan dan keamanannya sampai tiba di kampung halaman mereka masing masing
MATARAM.lombokjournal.com — Sebanyak 105 orang warga Wamena asal NTB rencananya akan dipulangkan ke kampung halaman mereka masing masing
Warga NTB korban kerusuhan di Wamena yang sebelumnya sudah dievakuasi ke Jayapura tersebut rencananya akan dipulangkan menggunakan pesawat hercules milik TNI.
Kabar rencana pemulangan 105 orang warga wamena asal NTB akan dipulangklan hari ini sebanyak 8 orang, hal ini ditegaskan oleh Danrem 162 Wira Bakti Kolonel Infantri, Ahmad Rizal Ramdani.
“Proses evakuasi pemulangan warga wamena asal NTB tersebut menggunakan beberapa pesawat milik TNI seperti pesawat hercules pesawat kasal helikopter serta beberapa pesawat kecil juga telah disiapkan pihak TNI untuk memudahkan proses evakuasi,” ujar Rizal Jumat (04/09) 2019.
Danrem tidak menampik dalam proses evakuasi tersebut mengalami berbagai kendala, Salah satunya kendala yang dihadapi yakni faktor cuaca ekstrim di Papua, sehingga menyebabkan proses evakuasi menajdi terganggu.
“Cuaca di Papua san tidak menentu, kadang mendung kadang cerah,cjadi kita kendalanya disitu,” tegasnya
Rizal menegaskan, dalam tragedi kerusuhan yang terjadi di Wamena, Papua pihak pemerintah pusat maupun pemerintah di daerah Papua serta anggota TNI, telah berupaya semaksimal dalam menangani permasalahan tersebut
Danrem menjamin, jikaproses evakuasi terhadap ratusan warga Wamena asal NTB itu dijamin keselamatan dan keamananya sampai tiba di kampung halaman mereka masing masing.
Seperti diketahui, sebelum dipulangkan ke NTB ratusan warga Wamena asal NTB korban kerusuhan tersebut sempat dievakuasi ke jayapura.
Selama di Jayapura ratusan korban kerusahan Wamena itu di tampung di rumah rumah payuguban masyarakat NTB di Jayapura.
AYA
Berinternet Dengan Sampah
Terutama pelajar dan pemuda dapat menukar sampah minimal 2 kg, dengan voucher internet 5 jam
LOMBOK TIMUR.lombokjournal.com — Kalau ingin berselancar di dunia maya tentu kita harus menggunakan data atau paket untuk berinternet.
Tapi ada yang berbeda dilakukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Dasan Lekong Kecamatan Sukamulya Kabupaten Lombok Timur. Cukup tukarkan sampah untuk mendapatkan paket data internet.
Inovasi inilah yang menarik bagi masyarakat Desa Dasan Lekong, sehingga masyarakat berlomba mengumpulkan sampah untuk ditukar dengan voucer internet.
Masyarakat terutama pelajar dan pemuda dapat menukar sampah minimal 2 kg, dengan voucher internet 5 jam.
“Tujuannya, agar masyarakat desa ini, peduli akan kebersihan desanya,” kata Kades Dasan Lekong Lalu Muhamad Rajabul Akbar saat acara pertunjukan rakyat yang digagas Diskominfotik NTB, Jumat (04/09) 2019 di Kecamatan Sukamulya Lotim.
Menurut Rajabul, untuk mendukung program internet desa ini, dianggarkan dari APBDes sebesar Rp 25 juta, dengan memasang antena relay wifi untuk memperkuat jaringan di beberapa dusun sehingga jangkauan internet semakin luas.
Pria yang dilantik Kades awal 2018 lalu juga menjelaskan, usaha internet desa ini adalah bagian usaha unit Multimedia untuk menunjang Bebas Sampah, program unggulannya.
“Sejak awal sebelum jadi Kades, saya sudah punya niat, kalau terpilih langkah awal saya menjadikan Dasan Lekong Bebas Sampah,” ungkap pria yang akrab di sapa Akbar ini.
Langkah awal tahun 2018 itu, dalam mewujudkan Desa Dasan Lekong Bebas Sampah, dikumpulkan semua elemen masyarakat untuk berkomitmen mensukseskan program bebas sampah.
Terobosan terus dilakukan untuk mempercantik desa.
Salah satunya anggaran digelontorkan untuk penanganan sampah dari APBDes 2018 sekitar Rp. 300 juta, untuk membentuk Bank Sampah. Pengelolaannya di bawah Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa).
Secara terencana terus memberikan pemahaman kepada masyarakat agar mengubah cara berpikir dan tradisi membuang sampah sembarangan.
“Kami terus melakukan sosialisasi gerakan kebersihan lingkungan melalui musholah dan rumah warga ,” katanya.
Tentunya menyadarkan dan memberi edukasi masyarakat, bagaimana cara mengolah sampah.
“Memberikan kesadaran agar menjaga lingkungan dengan cara memilih dan memilah sampah organik dan nonorganik. Karena memiliki nilai ekonomis bagi masyarakat sendiri,” ceritanya pada acara Pesta Rakyat dalam rangka desiminasi program unggulan Pemrov. NTB ini.
Mendukung Bank Sampah yang diberi nama Bank Sampah Inges ini, Pemdes juga membeli 5 unit Motor roda tiga untuk menjemput sampah di tiap rumah masyarakat.
“Motor sampah ini diperoleh dari APBDes, aspirasi dewan dan bantuan DLHK Kab. Lotim,”tutur Kades.
Desa Dasan Lekong yang awalnya kotor oleh sampah secara perlahan dan berbenah. Kerja keras ini melibatkan berbagai pihak, seperti karang taruna dan penggiat lingkungan di desa setempat.
Sehingga jangan kaget desa ini menjadi desa terbersih se Lotim dan menjadi pilot projek, pada launching Program Desa Swadaya Kebersihan (Padasuka) Pemerintah Daerah (Pemda) Lotim.
BUMDes Inges milik Pemdes Dasan Lekong, mengembangkan 3 jenis Usaha sebagai program unggulannya. Yaitu unit Multimedia, unit Ekonomi Kreatif dan Unit Bank Sampah.
Program unggulan BUMDES ini terintegrasi dan saling berhubungan dalam mengelola usahanya.
AYA/HmsNTB
Bupati dan Wabup KLU Bantu Kebutuhan Dasar Kaum Difabel
Tahun ini bantuan yang diberikan berupa sembako, untuk tahun depan direncanakan dalam bentuk uang tunai
lombokjournal.om —
TANJUNG ; 80 penyandang disabilitas menerima bantuan kebutuhan dasar untuk penyandang disabilitas, masng-masing 40 orang di Kecamatan Pemenang dan 40 orang di Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, Kamis (03/10) 2019.
Bantuan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) itu disalurkan melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Anak. Penyaluran bantuan diserahkan oleh Bupati Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH dan Wabup H. Sarifudin, SH, MH.
Hadir juga bersama Bupati dan Wakil Bupati, antara lain para kepala OPD dan Camat Lingkup Pemda KLU serta tamu undangan lainnya.
Bupati Lombok Utara H. Najmul Akhyar kepada para penerima bantuan mengatakan, bersama H. Sarifudin ingin bersilaturrahmi dengan warga disabilitas di KLU.
“Saya dan bapak wakil bupati bersilaturrahmi dengan saudara semua. Alhamdulillah pemerintah menyampaikan sedikit bantuan untuk saudara semua, mudah-mudahan walaupun ini tidak banyak tapi bermanfaat untuk saudara semua,” ucap Najmul menggunakan bahasa setempat.
Dikatakan Najmul, Pemda KLU menganggarkan bantuan untuk penyandang disabilitas, untuk tahun ini diberikan dalam bentuk sembako. Dijanjikan, tahun 2020 akan memberikan bantuan uang kepada warga penyandang difabel.
“Kami minta doa dari saudara semua. Mudah-mudahan kami melayani saudara semua tetap diberikan kesehatan oleh Allah, saudara sekalian pun semoga tetap sehat),” pinta Sekjen Apkasi ini.
Kepada awak media Bupati najmul menyampaikan, inti silaturrahmi yang diadakan itu untuk berbagi melihat kondisi masyarakat Lombok Utara. Maka hal seperti itu bukan sesuatu yang istimewa lantaran hal itu memang menjadi kewajiban pihaknya sebagai pemerintah dan pengayom.
“Saya dan bapak wakil bupati menginginkan ini dianggarkan sampai akhir tahun nanti dan insya Allah di tahun berikutnya kita akan berikan dalam bentuk uang sehingga bisa dibelanjakan sesuai kebutuhan mereka. Kita harus juga ingin fokus. Atensi semacam ini bukan hanya tahun ini tetapi pada tahun-tahun sebelumnya, kami juga sudah menganggarkan. Harapan kami ingin mendorong kemandirian mereka,” tutupnya.
Di sela-sela penyerahan bantuan, Kadis Sosial PPA KLU Drs. M. Faisol, M.Si mengungkapkan, tahun 2019 ada 200 penyandang disabilitas di KLU yang akan mendapatkan bantuan, masing-masing 40 orang di tiap kecamatan.
Mekanisme penyaluran batua tersebut direncanakan dilakukan tiap bulan.
“Untuk tahun ini yang kita berikan berupa sembako dan untuk tahun depan Insya Allah dalam bentuk uang tunai,” tuturnya.
Faisol mengharapkan, dengan adanya bantuan tersebut para penyandang disabilitas nantinya diharapkan bisa mandiri.
Selain itu, Dinsos PPA KLU bekerja sama dengan pemerintah Provinsi NTB juga akan memberikan pelatihan pengembangan diri kepada kaum difabel di KLU.
sta/humaspro
Sosialisasi NTB Gemilang Makin Masif Di Desa Dan Dusun
Kebersihan dan kelestarian lingkungan dengan Desa wisata merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan
Demp Program Zero Waste
lombokjournal.com —
LOMBOK TIMUR ;
Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) menggelar pesta rakyat yang dikemas dalam pertunjukan rakyat Gendang Belek dan Tari Tradisional Sasak, di Desa Dasan Lekong Kecamatan Sukamulya Kabupaten Lombok Timur. Kamis, (03/10) 2019.
Kegiatan ini merupan upaya Pemerintah Provinsi NTB melalui Diskominfotik terus emasifkan sosialisasi program unggulan NTB Gemilang kepada masyarakat di berbagai desa dan dusun.
Sebelumnya, Diskominfotik menggelar sosialisasi bertajuk Pesta Rakyat Tahun 2019 di sejumlah desa dan dusun di Kabupaten Lombok Tengah dan Kabupaten Lombok Barat
Kaki ini, sosialisasi itu dipadukan dengan demo pengolahan sampah menjadi barang-barang yang mendatangkan berkah ekonomi bagi masyarakat.
Mewakili Kepala Dinas, Kepala Seksi Publikasi Kominfotik NTB Dudut Eko Juliawan, SKM. MPH menyampaikan, Pemprov. NTB melalui visi NTB Gemilang dengan 6 Misi yang dijabarkan dalam 60 program unggulan.
Salah satunya adalah NTB Asri dan Lestari melalui program Zero Waste (Bebas Sampah), yakni memilah dan mengolah sampah menjadi bermanfaat.
Program Zero Waste digagas agar masyarakat NTB menjaga lingkungan dengan mengelola sampah, sehingga tidak mendatangkan musibah.
“Mendengar kata sampah, biasanya kita jijik. Namun dengan cara memilih dan memilah sampah organik dan non organik, ternyata memiliki nilai ekonomis, dapat menghasilkan uang,” kata Dudut di depan masyarakat Dasan Lekong.
Mantan Kasi Promkes pada Dikes NTB ini menjelaskan, Zero Waste dilakukan untuk mereduksi sampah. Mengelola sampah dan minimalisir sampah, sehingga lingkungan terjaga.
“Nanti di hadapan Bapak dan ibu akan ada demo atau praktek bagaimana sampah bisa kita olah menjadi barang-barang yang bisa jual untuk menghasilkan uang,” kata Dudut.
Misalnya sampah plastik bisa diolah menjadi paving blok, dan barang- barang berharga lainnya.
Kemudian disamping pengolahan sampah, Program lain yang tidak kalah pentingnya adalah program pembangunan dan pengembangan 99 desa wisata.
Kebersihan dan kelestarian lingkungan dengan Desa wisata merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan.
Syarat Desa wisata adalah sapta pesona, yakni bersih, indah, aman nyaman, lestari, sehat disamping juga masyarakatnya harus ramah serta industri dan seni budayanya berkembang dengan baik, ujar dudut.
Demikian juga kesehatan. Hidup sehat harus dimulai dari budaya dan perilaku hidup bersih dan sehat. Itu harus diwujudkan dari lingkungan terkecil yaitu keluarga, tetangga, dasa wisma, dusun dan desa hingga kecamatan dan seterusnya.
Dikatakannya program revitalisasi Posyandu di setiap desa yang akan dikembangkan menjadi posyandu keluarga.
Posyandu tidak saja berfungsi untuk pelayanan kesehatan balita saja. Tapi sekaligus tempat mengatasi masalah-masalah lansia dan remaja lainnya. Seperti pencegahan dan penyuluhan bahaya narkoba, gizi buruk, perkawinan dini, termasuk penanganan masalah sampah dan lingkungan hutan.
Menurut Dudut, untuk mewujudkan anak-anak NTB yang cerdas dan agar kelak menjadi generasi yang profesional, sukses dan mandiri, juga telah disediakan sejumlah program pendidikan.
Di antaranya, beasiswa pendidikan luar negeri, pengembangan pendidikan vokasi dan pendidikan kejuruan lainnya, untuk menghasilkan SDM terampil dan mandiri.
Kasi Dokumentasi Informasi Tarmidzi, S.Kom., ME menambahkan, tentang maraknya berita bohong di Media Sosial saat ini.
Istilahnya hoax atau berita berupa informasi bohong yang sengaja dibuat untuk memecah dan membuat keresahan di masyarakat kita.
“Makanya kenali berita atau informasi itu dengan baik dan teliti, karena berita yang beredar di internet dengan menggunakan media sosial banyak yang hoax,” kata pria akrab disapa Ajik ini.
Kuncinya adalah bijak dalam bermedia soaial, saring informasi sebelum di sharing atau bagikan kepada orang lain.
Desa Bebas Sampah
Kepala Desa Dasan Lekong Lalu Muhammad Rajabul Akbar, yang bangga desanya dipilih sebagai media publikasi program NTB Gemilang, mengaku sudah menggagas program bebas sampah sejak awal 2018.
Sejak dilantik sebagai Kades ia bersama masyarakat berkomitmen mengangkat isu lingkungan.
Kades bersama elemen masyarakat lainnya terus memberikan edukasi dan menyadarkan masyarakat untuk menjaga lingkungan dengan mengolah sampah.
Komitmen ini diwujudkan dengan membentuk BUMDes yang memilki unit Bank Sampah yang diberi nama, Bank ‘Dampah Inges’, kepanjangan dari Indah Nyaman Gemilang dan Sejahtera.
Masyarakat Dasan Lekong menyadari, sampah memiliki manfaat yang mampu menghasilkan nilai ekonomis.
Disamping dijual di bank sampah, sisa limbah ini juga dapat dimanfaatkan untuk hal yang bernilai ekonomi kreatif.
“Pada awal 2018, Ibu Wagub sempat hadir saat lounching bang sampah disini, kini desa kami bebas sampah,” tuturnya.
Sedangkan Camat Lalu Muh. Irwan, yang diwakilkan Sekcam Lalu Rihiman Ramli, mendukung penuh BUMDes Dasan Lekong dengan program Bank Sampahnya.
“Desa Dasan Lekong, kini terbangun dari tidur panjannya, mulai menata dan membangun desa dengan baik. Desa kita inipun Viral di Medsos karena program Zero Waste, Desa yang didaulat dengan desa terbersih sebagai percontohan,” kata Sekcam.
AYA/HmsNTB
“Posyandu Keluarga”, Pusat Penanganan Masalah Penduduk & Kesejahteraan Rakyat
Kader juga harus memahami setiap dusun memiliki permasalahan sosial yang berbeda
MATARAM.lombokjournal.com — Program revitalisasi posyandu menjadi posyandu keluarga bukan sekedar melaksanakan kegiatan kesehatan dasar yang diselenggarakan dari, oleh dan untuk masyarakat yang dibantu oleh petugas kesehatan.
Lebih dri itu, posyandu merupakan pusat pelayanan yang terintegrasi. Termasuk penangaban berbagai permasalahan kependudukan dan kesejahteraan keluarga.
Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menegaskan, kegiatan posyandu keluarga Mulai dari penanganan masalah ibu dan anak dan Posbindu hingga Posyandu Lansia dan remaja/melinial, termasuk untuk percepatan pencapaian Program Kependudukan, KB, dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) dan Penanganan Stunting.
“Serta mendeteksi berbagai permasalahan sosial lainnya,” kata Umi Rohmi .
Wagub yang lebih akrab disapa Umi Rohmi, menyampaikan hal itu saat didaulat menjadi keynote speaker pada kegiatan Review Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga Provinsi NTB Tahun 2019 di Hotel Grand Legi, Kamis (03/10) 2019.
Permasalahan yang bisa dideteksi di posyandu keluarga, tidak hanya soal kesehatan. Melainkan juga menjadi tempat bagi masyarakat untuk berkonsultasi dan mendapatkan edukasi tentang semua hal di masyarakat.
“Misalnya masalah lingkungan hidup,” kata Umi Rohmi.
Menjadi tugas para kader posyandu untuk ikut secara intens mensosislisasikan dan menanamkan budaya hidup bersih dan sehat melalui program NTB bebas sampah (Zero Waste).
Yakni membiasakan memilah sampah dari tingkat rumah tangga. Juga membangun mindset masyarakat, dengan memilih dan memilah sampah, kemudian sampah dapat dijual ke bank sampah untuk diolah menjadi berbagai produk yang bermanfaat dan bernilai ekonomi, ujarnya.
Karena itu, pengelolaan Posyandu Keluarga ke depan dapat diintegrasikan dengan BumDes yang mengelola Bank Sampah.
Sehingga Masyarakat dapat menggunakan sampah untuk datang konsultasi ke Posyandu. Atau dapat menabung di bank sampah, sebagian hasil dari tabungan warga dipergunakan untuk operasional bank sampah dan Posyandu, tegasnya.
Kader juga harus memahami setiap dusun memiliki permasalahan sosial yang berbeda. Permasalahan tentang bahaya narkoba, human trafiking atau perdagangan manusia untuk TKI atau TKW, menjaga hutan dan permasalahan lainnya.
Untuk dapat menjalankan peran tersebut, Wagub Umi Rohmi berjanji akan terus memperkuat kapasitas pengetahuan, keterampilan dan updating informasi melalui bentuk kegiatan penguatan kader posyandu.
Baik melalui pendidikan dan pelatihan serta pemberian sertifikat keahlian maupun aspek organisasi dan pemenuhan fasilitas pelayanan yang dibutuhkannya.
Kepala BKKBN RI, Dr. Hasto Wardoyo, SpOg (k), menegaskan bahwa struktur penduduk dari sisi kuantitas menentukan langkah arah pembangunan suatu daerah.
Mengenai program Keluarga Berencana (KB) dan kesehatan reproduksi, Hasto berharap KB jangan hanya diterjemahkan khusus membatasi anak. Tapi lebih kepada menyiapkan generasi berkualitas dan generasi unggul.
Menurutnya, banyak hal yang terkait kesehatan reproduksi ini, sudah harus diajarkan dan diketahui oleh anak-anak usia SMP, sehingga dapat mencegah terjadinya resiko kesehatan reproduksi yang berakibat vatal, ujarnya.
Sebagai contoh, sirkumsisi (sunat), ternyata setelah dijelaskan, sirkumsisi itu mencegah istri dari kanker mulut rahim, kesehatan reproduksi itu penting untuk disampaikan, jelasnya.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTB, Dr. Drs Lalu Makripuddin M. Si, mengajak semua unsur dan Lembaga agar menjadikan momentum ini untuk menyatukan tekad dan semangat juang program BKKBN, karena program ini dapat meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak.
Makin baiknya program kependudukan merupakan kontribusi dalam peningkatan IPM NTB. Oleh karena itu segera dirumuskan secara komprehensif melalui diskusi kelompok upaya-upaya strategis untuk meningkatkan IPM tersebut.
“Keberhasilan Program kependudukan dan program lainnya seperti KKBPK di Provinsi NTB merupakan hasil kerja gotong royong dan kerja sama dari segenap potensi aparatur Pemerintah dan semua unsur,” kata Lalu Makripuddin
Acara tersebut juga dirangkai dengan Penandatanganan Nota Kesepakatan, antara Universitas Mataram dengan BKKBN Pusat, untuk pengembangan SDM dengan mendorong Pendidikan S2 kependudukan, FK. Unizar dan Unram dengan Perwakilan BKKBN Prov. NTB.
Juga Mou tentang pre service training, antara DPMPD Dukcapil NTB dengan Perwakilan BKKBN Prov. NTB meliputi akses data penduduk online dan pengembangan posyandu, dan kampong KB.
Selain itu, juga akan dilakukan Peluncuran Buku Pendidikan Kependudukan bermuatan kearifan Lokal yang disusun oleh Bidang Dalduk BKKBN Provinsi NTB.
AYA
Garbi dan M16 Pertanyakan Klaim Wisatawa Melonjak di NTB
“Kalau sampai sekarang tahun ini, kok belum ada perbaikan yang signifikan, malah menurun”
lombokjournal.com —
MATARAM ; Klaim peningkatan jumlah kunjungan wisata yang meningkat di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dipertanyakan sejumlah pihak.
Bermula dari rilis Biro Humas Pemprov NTB dalam keterangan pers “Kunjungan Wisman Melonjak, Gubernur Ajak Warga NTB Persiapkan Diri”, Kamis (3/10) 2019,
Mengutip status facebook Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah, is menyebutkan angka kunjungan wisatawan asing meningkat di wilayah NTB.
Klaim pemerintah itu dipertanyakan Garbi NTB dan M16.
Ketua Garbi NTB, Lalu Pahrulrozi mengatakan, klaim peningkatan wisatawan yang juga disebar lewat infografis jika disimak baik justru bertolak belakang.
“Secara keseluruhan, di infografis yang beredar, data kunjungan wisatawan asing berkurang 10,4 persen atau sekitar 22.970 wisatawan. Yakni dari sebanyak 220.003 wisatawan di tahun 2018 menjadi 197.033 wisatawan di periode yang sama 2019,” kata Pahrulrozi, Kamis (3/10) di Mataram.
Dari 7 negara yang ditampilkan infografisnya, kunjungan 5 negara berkurang, dan 2 negara meningkat.
Ia menilai sedikit peningkatan terjadi karena Kementrian Pariwisata memberikan “subsidi” bagi pariwisata NTB melalui penerbangan AirAsia. Jumlahnya pun cukup lumayan.
Menurutnya, klaim meningkayt juga terbantah dengan berita resmi statistik yang diterbitkan 1 Oktober 2019.
BPS menyebutkan jumlah penumpang pesawat yang datang ke NTB, baik domestik maupun internasional pada periode Januari-Agustus 2019 dibanding Januari-Agustus 2018, berkurang 27,82 persen atau berkurang dari 1,4 juta penumpang menjadi 1 juta penumpang.
“Positifnya, jumlah penumpang Juli menuju Agustus meningkat sebanyak 5,26 persen dibanding tahun lalu periode yang sama,” katanya.
Ia menyarankan agar pemerintah daerah bisa mengurangi kebiasaan memframe informasi.
“Itu mengelabuhi tuan. Orang pun maklum, NTB habis gempa, jadi ada tekanan pada industri pariwisata,” katanya.
Ia menambahkan, yang mesti diajukan pertanyaan, mengapa Australia-Jerman bisa meningkat sementara yang lainnya tidak? Mengapa kunjungan dua negara itu meningkat pasca gempa?.
“Jawaban pertanyaan ini bisa menjadi terobosan kebijakan,” tukasnya.
Tapi, ia menekankan, jangan menyederhanakan, direct flight menjadi alasan utama peningkatan wisatawan. Sebab Jerman yang tidak ada direct flight ke Lombok, juga tercatat tumbuh positif.
“Emangnya semua negara mau dibikinkan direct flight juga? Apa ke Korea juga mau dibuat direct flight, biar beasiswanya lancar?,” katanya.
Menurutnya, Pemda NTB juga jangan mengesampingkan fakta bahwa sejauh ini masih banyak korban gempa bumi 2018 yang belum memiliki kepastian.
Bahkan berdasarkan surat BNPB, apabila sampai 25 Desember 2019, masih ada kekurangan dana stimulan, maka itu akan menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.
“Mari menatap lebih optimis, tanpa framing yang overdosis dan simplifikasi persoalan,” kritiknya.
Sementara itu, Direktur M16, Bambang Mei Finarwanto mengatakan, arah pengembangan pariwisata NTB perlu mendapat sorotan.
Menurutnya, berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Lombok melalui Bandara Internasional Lombok pada Januari-Agustus 2019 hanya sebanyak 80.232 penumpang atau turun 27,94 persen dibandingkan Januari-Agustus 2018 yang sebanyak 111.342 penumpang.
“Memang masih ada pintu masuk lain bagi turis asing seperti jalur laut. Tapi penurunan kedatangan wisman yang menggunakan moda pesawat menjadi indikator belum benar-benar pulihnya sektor pariwisata NTB,” katanya.
Bambang Mei menekankan, jika kondisi rute udara sepi di tahun lalu mungkin masih wajar ada penurunan wisman. Sebab saat itu sedang ada musibah gempa bumi.
“Kalau sampai sekarang tahun ini, kok belum ada perbaikan yang signifikan, malah menurun,” tandas Didu, sapaan akrabnya.
Me
Trash Hero Pamerkan Karya Zero Waste Di Locofest 2019
Komunitas ini juga langsung mengedukasi masyarakat sekitar terkait masalah sampah dan pengelolaannya
MATARAM.lombokjoournal.com —Lombok Clothing Festival (Locofest) setiap tahunnya memiliki warna tersendiri. Di tahun 2019, Locofest diadakan di area parkir Lombok Epicentrum Mall, Kamis (3/10) 2019.
Hal unik terlihat di salah satu stand Locofest dengan nama Trush Hero yang menyajikan berbagai karya dari bahan sampah.
Pemilik stand Trash Hero, Haji Omet mengatakan, kegiatan yang dilakukan ini sebagai bentuk dukungan terhadap program unggulan pemerintah yaitu Zero Waste.
“Kami memang bukan bagian dari pemerintah, tapi kami tetap mendukung penuh program Zero Waste yang dilakukan pemerintah dengan karya kami dari bahan sampah ini,” kata H. Omet.
Ia menuturkan, kegiatan ini dilaksanakan sejak tahun 2017 yang dimulai dari Gili Meno dan kemudian terus ia kembangkan hingga sampai di Mataram ini.
“Kami memulainya sejak 2017 lalu yang dimulai dari Gili Meno, dengan kepedulian kami terhadap kebersihan di NTB ini, Alhamdulillah kami bisa mengembangkan Trush Hero ini walaupun masih merangkak,” tuturnya.
Trash Hero di Mataram melaksanakan kegiatan rutinitas berburu sampah keliling Kota, selain berburu sampah.
Komunitas ini juga langsung mengedukasi masyarakat sekitar terkait masalah sampah dan pengelolaannya.
“Kami rutin melaksanakan kegiatan bersih-bersih sampah sekali seminggu, baik itu di pantai, jalan, maupun di dalam lingkungan. Selain itu, jika ada even-even besar yang berpotensi menghasilkan sampah dalam jumlah banyak, kami berinisiatif terjun langsung untuk membersihkan sampah yang ada di tempat tersebut,” terang H. Omet.
Salah satu hasil yang terlihat adalah di Rembiga tempat tinggal H. Omat, dulunya sebelum terjun, daerah Rembiga masuk dalam kategori merah untuk penyakit DBD.
Namun setelah bergerak membersihkan sampah dengan komunitas, Rembiga sekarang bisa dibilang bebas dari DBD.
“Harapan kami pemerintah lebih memperhatikan lagi komunitas-komunitas penggiat pengelola sampah,” tutupnya.
Di tempat berbeda, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB, Najamuddin Amy, S.Sos., MM, mengapresiasi komunitas Trash Hero ini atas kepeduliannya terhadap lingkungan dan masalah sampah.
“Kami mengucapkan terimakasih kepada Trash Hero karena telah peduli terhadap permasalahan sampah yang dihadapi oleh pemerintah, kami berharap banyak komunitas-komunitas semacam ini agar impian NTB bebas dari sampah bisa terwujud dengan cepat,” ujarnya.