Hingga Bulan Oktober, Semen Masih Langka

Harga semen dari  distributor tidak mengalami kenaikan, karena langsung dilakukan pengecekan ke para distributor untuk dimintai keterangan  oleh Ditreskimsus Polda NTB

MATARAM.lombokjournal.com — Hingga Bulan Oktober ini Semen Merek Tiga Roda masih mengalami kelangkaan di NTB.  Hal ini dipicu karena kerusakan Mesin pabrik di Tanjung  Kalimantan Selatan beberapa waktu lalu

Kepala Dinas Perdagangan NTB Hj.Putu Selly Andayani menegaskan, ketersediaan semen hingga bulan Oktober ini masih mengalami kelangkaan.

“Masih langka karena kemarin sudah diangkut 7000 ton ke Lombok, taunya mesin Pembuat semen di Kal8mantan Selatan itu rusak lagi, jadinya Semen Tiga Roda memang kosong,” katanya.

Selly menjelaskan Beberapa waktu lalu, ia dan pihak terkait telah melakukan sidak ke sejumlah Gudang semen Tiga roda di kota Mataram. Dari hasil sidak yang dilakukan itu dirinya mmg mengakui bahwa ketersediaan semen di wilayah kota Mataram lengka.

“Waktu kita cek gudangnya kosong sekali,tidak ada semen,” ujarnya

Selly memaparkan jika harga semen dari  distributor tidak mengalami kenaikan, karena langsung dilakukan pengecekan ke para distributor untuk dimintai keterangan  oleh Ditreskimsus Polda NTB.

Ditegaskan Selly, untuk persoalan harga tidak boleh ada permainan harga lagi karena hal itu masuk Bapok penting, dan telah diatur dalam undang-undng perdagangan.

“sekarang sudah ditangani oleh aparat,” kata Selly

Seperti diketahui Semen Tiga roda langka di NTb dikarenakan pabrik yang membuat semen tersebut mengalami kerusakan mesin, sehingga berdampak terhadap kelangkaan semen di NTB, hingga saat ini pabrik semen itu ungkapnya masih dalam tahap melakukan perbaikan mesin.

AYA/HmsNTB




Pelajar dan Guru NTB Punya Kesempatan Belajar di Australia

Diharapkan agar program kerjasama dengan NT terkait Short Australia C ourse dapat segera didetailkan. Sebab, tidak hanya memberikan manfaat bagi NTB, namun juga bagi Australia

Gubernur Zul dan Hon Selena Uibo MLA

MATARAM,lombokjournal.com —  Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah didampingi Penjabat Sekretaris Daerah, Dr. H. Iswandi menggelar pertemuan dengan Menteri Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kerja Northern Territory (NT), Hon Selena Uibo MLA.

Pertemuan tersebut berlangsung Senin (06/10/2019) malam, di Hotel Santika, Kota Mataram.

Selain Menteri pendidikan dan Pelatihan Tenaga kerja, hadir juga Cathy White dari Business and Workforce NT dan Rachael Shanahan dari Study NT serta perwakilan dari Charles Darwin University Group Training Northern Territory, Alana Kaye College dan International College of Advance Education.

Bang Zul mengatakan, para pelajar, guru, ustadz dan ustadzah, baik di sekolah umum maupun di pondok pesantren, memiliki kesempatan untuk belajar di NT Australia.

“Anda bisa bayangkan, jika kita bisa mengirim 300 atau 500 pelajar dari tingkat SMA, perguruan tinggi, guru ke North Teritory, untuk mengikuti program singkat, dua atau tiga minggu, akan memiliki dampak besar bagi masyarakat NTB untuk melihat dunia di masa yang akan datang,” jelasnya dalam Bahasa Inggris.

Bang Zul menjelaskan, saat ini masyarakat hidup di tengah era ekonomi yang cukup terbuka. Salah satu tandanya adalah persaingan di bidang industri teknologi.

Persaingan industri ini lanjutnya, adalah kemampuan sebuah negara untuk menghasilkan barang dan layanan sesuai dengan standar pasar internasional.

“Untuk menghasilkan barang dan layanan sesuai dengan standar internasional, kita memerlukan inovasi, kita memerlukan teknologi. Karena, untuk bisa bersaing, kita harus memiliki produk, cara baru untuk melakukan sesuatu dan itu memerlukan teknologi,” ungkap orang nomor satu di NTB tersebut.

Ia menegaskan, pengiriman para pelajar dan mahasiswa ke luar negeri, tidak hanya untuk meraih gelar, atau hanya sekedar untuk meningkatkan kemampuan dan sumber daya manusia.

Namun yang lebih penting katanya adalah mengubah cara pandang terhadap dunia.

Bang Zul berharap, agar program kerjasama dengan NT terkait Short Course dapat segera didetailkan. Sebab, tidak hanya memberikan manfaat bagi NTB, namun juga bagi Australia.

“Malam ini adalah malam bersejarah, jika kita bisa mempercepat proses pengiriman para pelajar ke NT,” katanya.

 

Hon Selena Uibo MLA menjelaskan, Indonesia dan NT sejak lama telah menjalin kerjasama di bidang perdagangan.

Namun, saat ini tidak hanya pedagangan. Indonesia dan NT lanjutnya telah menjalin kerjasama di bidang pendidikan, pelatihan, industri dan teknologi.

“Kerjasama pendidikan, termasuk para pelajar yang belajar di NT dan program pendidikan di NT menyediakan program pendidikan berkualitas bagi masyarakat NTB atau bahkan Indonesia,” katanya.

Saat ini juga katanya, masih banyak anak anak Indonesia yang belajar dan menjalankan program training di NT. Ia berharap dengan pendidikan yang berkualitas di NT, akan banyak anak NTB yang belajar di sana.

Pada pertemuan itu juga, diserahkan sertifikat bagi PNS NTB yang telah menjalani program short course di NT.

AYA/HmsNTB




Asisten I Launching NTB Gemilang PR Ambassadors Challenge 2019

PR Ambassadors yang nantinya terpilih dapat berkontribusi dalam pencapaian target dari program-program NTB Gemilang

MATARAM.lombokjournal.com —  Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda NTB, Dra. Hj. Baiq Eva Nurcahya Ningsih, M.Si  melaunching kegiatan NTB Gemilang Public Relation Ambassadors Challenge 2019 yang sekaligus dirangkaikan dengan peluncuran logo dan buku panduan PRCC (Public Relation Command Center).

Kegiatan yang diinisiasi oleh Biro Humas dan Protokol Setda NTB ini berlangsung di Taman Budaya Mataram, Senin (07/10) 2019.

Kegiatan ini juga turut dihadiri oleh seluruh jajaran dan staf Biro Humas dan Protokol Setda NTB serta mahasiswa/mahasiswi dari sejumlah perguruan tinggi yang ada di NTB.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda NTB menjelaskan makna dari visi NTB Gemilang, dan keenam misinya.

Ia mengatakan, untuk mewujudkan NTB Gemilang dibutuhkan dukungan dan peran aktif dari seluruh lapisan masyarakat untuk bersinergi dengan pemerintah.

“Untuk mencapai visi NTB Gemilang dengan enam misi tersebut, tidak hanya bisa dilaksanakan oleh aparat provinsi NTB saja, tetapi ini juga membutuhkan  sinergi dari seluruh lapisan masyarakat termasuk di dalamnya adalah adik-adik mahasiswa,” jelas Eva.

Eva menyinggung terkait penyebaran informasi dan perkembangan media sosial pada zaman sekarang yang begitu cepat.

Ke depannya, Public Relation (PR) diharapkan dapat memiliki kreativitas dan kemampuan komunikasi yang baik serta dapat menjadi good influencer untuk orang lain.

“Inilah salah satu kecanggihan yang harus tetap ikuti, tidak memusuhi dan menjauhi tetapi kita harus dekat dengan yang namanya IT.  Dalam konteks inilah penting strategisnya keberadaan PR ambassadors ini menemukan relevansinya sebagai penyampai informasi terkait program-program pembangunan daerah,” sambungnya.

Terakhir, Ia berpesan kepada PR Ambassadors yang nantinya terpilih dapat berkontribusi dalam pencapaian target dari program-program NTB Gemilang.

“Oleh karena itu saya berharap kepada PR ambassadors yang terpilih nantinya dapat menjadi inspirator dan motor penggerak yang dapat menjadikan dan menularkan semangat pada masyarakat untuk ikut mensukseskan NTB Gemilang sebagai tujuan kita bersama menjadi NTB yang lebih baik,” pungkas Eva.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB, Najamuddin Amy, S.Sos, MM dalam sambutannya menjelaskan pentingnya diselenggarakan PR Ambassadors Challenge 2019.

Menurutnya, perkembangan teknologi, informasi dan sosial media sudah semakin pesat, anak-anak zaman sekarang mampu mendapatkan informasi begitu cepat cukup dari Handphonenya saja.

“Jadi begitu gencarnya sekarang, apa yang kami harus lakukan di pemerintah provinsi ini, di Biro Humas dan Protokol maka semenjak tanggal 7 Februari 2019 kami melaunching apa yang kami sebutkan dengan  PRCC,” ungkap Bang Najam sapaan akrabnya.

Bang Najam menjelaskan, Public Relation Command Center (PRCC) merupakan sebuah branding baru dan pendekatan baru yang mengintegrasikan dua fungsi utama, yaitu fungsi kehumasan dan juga fungsi protokol.

Kedua fungsi tersebut kemudian dikombinasikan sehingga terbentuklah PRCC.

“Hari ini kami punya enam aplikasi dan dari enam aplikasi itu, empat sudah memiliki  hak atas kekayaan intelektual, apa itu enam? GSMH, DPS, MAPS, SENDOK PLATE, RAPI DAN OLDS,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bang Najam juga memperkenalkan logo dan buku panduan PRCC.

Di hadapan mahasiswa, Ia menjelaskan makna dari logo tersebut. Logo dan buku panduan PRCC juga telah dipromosikan pada seminar internasional yang diselenggarakan oleh Hamzanwadi dan diikuti oleh lima negara.

“Yang jurusan ilmu komunikasi dan IT sekarang bisa belajar ke Humas setiap hari, kalau di kampus belajar konsep, maka di Biro Humas dan Protokol, kalian belajar konsep dan praktiknya,” tutupnya.

AYA/HmsNTB

 




Bertemu Tim Facebook, Gubernur Minta Tebarkan Optimisme Melalui Teknologi Informasi

Keberadaan media sosial bukan hanya dimanfaatkan sebagai sarana interaksi saja, namun lebih dari hal itu, sebagai sarana untuk menjembatani komunikasi masyarakat dengan pemerintah

MATARAM.lombokjournal.com —  Tim Facebook beraudensi dengan Gubernur Zulkieflimansyah, terkait terkait Program Laju Digital untuk Kelas Pelayanan Masyarakat untuk Pemerintah Daerah dan Kelas Bisnis (UMKM, Kelas Komunitas dan Kelas Literasi Digital) oleh Facebook.

Kesempatan tu digunakan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, meminta kepada Tim Facebook terkait Program Laju Digital, untuk membantu Pemerintah Provinsi NTB dalam memanfaatkan potensi media sosial guna  menebarkan optimisme kepada masyarakat melalui kemajuan Teknologi Informasi (TI).

Demikian disampaikan Gubernur yang didampingi Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB, Najamuddin Amy, S.Sos., M.M, saat menerima audiensi Tim Facebook di Ruang Kerjanya, Selasa (8/10/2019).

Audiensi digelar terkait Program Laju Digital untuk Kelas Pelayanan Masyarakat untuk Pemerintah Daerah dan Kelas Bisnis (UMKM, Kelas Komunitas dan Kelas Literasi Digital) oleh Facebook.

Menurutnya, tingginya angka penggunaan media sosial di kalangan masyarakat harus dimanfaatkan secara positif. Selain menebarkan optimisme, juga dimanfaatkan sebagai sarana sosialisasi program pemerintah, mulai dari tingkat pemerintah desa, provinsi hingga pemerintah pusat.

Tingginya angka pengguna media sosial, khususnya facebook akan menjadi sarana strategis untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. Terutama yang berkaitan dengan program kerja pemerintah dalam mewujudkan Visi NTB Gemilang.

Gubernur berharap, keberadaan media sosial bukan hanya dimanfaatkan sebagai sarana interaksi saja, namun lebih dari hal itu, sebagai sarana untuk menjembatani komunikasi masyarakat dengan pemerintah.

Dengan adanya media sosial, komunikasi masyarakat dan pemerintah hampir tidak memiliki sekat.

“Semoga dengan kedatangan tim ini dapat memberikan kontribusi dalam ikhtiar memajukan generasi muda di NTB,” ujarnya.

Sementara itu pimpinan tim, Noudhy Valdryno menyampaikan apresiasi atas bantuan Pemerintah Provinsi NTB dalam penyelenggaraan Program Laju Digital untuk kelas pelayanan masyarakat untuk pemerintah daerah dan kelas bisnis (UMKM, kelas komunitas dan kelas literasi digital).

Menurutnya, peminat yang telah mendaftarkan diri  dalam program ini begitu tinggi yaitu mencapai 570 orang. Hal ini tak terlepas dari dorongan dari pemda. “Untuk kelas UMKM, Kelas Komunitas dan Kelas Literasi Digital, pendaftarnya 570 orang, ini cukup tinggi dan luar biasa,” ungkapnya.

Ia berharap, dengan program pelatihan ini dapat memberikan manfaat bagi komunitas-komunitas pengguna media sosial di NTB. Khususnya dalam hal bermedsos yang positif, serta dapat digunakan optimal untuk sosialisasi program strategis pemerintah, seperti program Zero Waste yang sedang gencar dilakukan Pemprov NTB.

AYA/HmsNTB

.




KPID Beri Panggung Dekranasda NTB, Promosikan Produk Budaya & Kerajinan

Momen mengenalkan dan memasarkan produk-produk kerajinan rakyat di pasar nasional maupun internasional dengan menggunakan media  penyiaran

MATARAM.kombokjournal.com — Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) NTB akan menggandeng Dewan Kerajinan Nasional Daerah (DEKRANASDA) NTB untuk mengenalkan berbagai produk budaya dan kerajinan rakyat NTB, pada  rangkaian kegiatan perayaan dan menyambut malam puncak penganugerahan lembaga penyiaran NTB, bertajuk siaran sehat untuk NTB Gemilang, yang akan digelar  7 November 2019.

Keikutsertaan Dekranasda NTB dalam ajang bergengsi KPID NTB tersebut, untuk mendorong Lembaga-lembaga penyiaran publik, baik TV maupun Radio agar aktif menyuguhkan kontens lokal. Terutama berbagai produk budaya dan kerajinan rakyat NTB yang kaya dan beragam.

Salah satunya, dalam puncak acara penganugrahan tersebut, Dekranasda NTB, akan mengisi acara fashion show yang menampilkan karya-karya terbaik para desainer menggunakan pakaian berbahan kain tenun khas NTB.

Ketua KPID NTB, Yusron Saudi, S.T. M.Pd. beserta  jajarannya usai menggelar pertemuan silaturahmi dengan Ketua Deskranasda NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah didampingi Kepala Dinas Perdagangan NTB, Hj. Putu Selly di Galeri Kriya Deskranasda NTB Mataram, Selasa sore (8/10-2019) menjelaskan keiutsertaan Dekranasda.

Keikutsertaan Dekranasda dalam AJANG penganugerahan KPID NTB ini  adalah momen mengenalkan dan memasarkan produk-produk kerajinan rakyat di pasar nasional maupun internasional dengan menggunakan media  penyiaran, khususnya media TV berjaringan (SSJ).

“Diharapkan dengan keikutsertaan semua media masa di daerah pada ajang ini termasuk KPI Pusat, akan dapat membantu mempromosikan  kerajinan kita di seluruh Indonesia,” jelas Yusron Saudi.

Menurutnya, Antusiasme  pengelola media TV dan radio cukup besar untuk menyuguhkan kontens budaya dan kerajinan lokal ini.

TVRI NTB sendiri bahkan membuat acara khusus mengenai kelokalan di daerah, ujarnya.

Demikian juga, SCTV yang memuat siaran lokal juga tak mau ketinggalan sama-sama menggaungkan daerah kita, tandas Yusron.

Ketua Dekranasda yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB, Hj. Niken menyambut baik dan berterima kasih atas dukungan kerja sama kemitraan dari KPID dan seluruh lembaga penyiaran publik yang  bersiaran di NTB.

Istri Gubernur Dr. Zulkieflimansyah itu juga berjanji akan memfasilitasi dan menyiapkan narasumber bagi media yang hendak meliput mengenai kerajinan tradisional di seluruh Wilayah NTB.

Ia menyebut dukungan tersebut sebagai bentuk  komitmen lembaga penyiaran dalam memenuhi undang-undang penyiaran dalam hal isi siaran yang berkualitas.

Terutama dalam hal memenuhi sepuluh persen konten lokal.

Terlebih dalam kegiatan malam anugerah penyiaran itu,  sebanyak 67 lembaga penyiaran (Tv dan Radio) lokal akan diundang dan berpartisipasi pada gelaran  tersebut.

AYA/HmsNTB




Lebih Dekat Dengan Kader JKN-KIs

Tugas seorang kader tidak hanya melakukan sosialisasi dan edukasi tentang program JKN-KIS dan pendaftaran peserta, tetapi juga sebagai pengingat dan pengumpul iuran

Lombokjournnal —

SELONG   ;  Menjadi kader JKN-KIS adalah jalan yang dipilih oleh Rosmiati (36) untuk mengisi waktu-waktunya setelah memutuskan berhenti menjadi salah satu perangkat desa.

Kader yang bertugas di Kecamatan Masbagik ini adalah Kader JKN-KIS generasi pertama yang ikut bergabung bersama dengan BPJS Kesehatan Cabang Selong sejak 3 tahun yang lalu.

“Saya melamar jadi kader JKN-KIS itu dulu tahun 2016. Itu kader angkatan pertama, anggotanya tidak sebanyak sekarang. Sebelum jadi kader, saya kerja di kantor Desa Kumbung, menjabat menjadi ketua fasilitator desa untuk program kesehatan lingkungan. Karena sudah biasa keliling desa dan ketemu masyarakat, jadi saya tidak mengalami kesulitan ketika bertugas menjadi kader. Alhamdulillah diberikan kemudahan untuk bisa merangkul warga-warga yang lain untuk mendaftar jadi peserta JKN-KIS,” kenang Rosmiati.

 Tugas seorang kader tidak hanya melakukan sosialisasi dan edukasi tentang program JKN-KIS dan pendaftaran peserta tetapi juga sebagai pengingat dan pengumpul iuran khusus bagi Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU).

Rosmiati harus mengingatkan peserta di wilayah tugasnya untuk rutin membayar iuran, baik secara kolektif maupun dengan mengunjungi peserta dari rumah ke rumah.

Selama menjadi kader, ada beberapa pengalaman kurang baik yang dirasakan olehnya saat melakukan kunjungan.

“Saat melakukan kunjungan door to door, ada beberapa kejadian yang tidak mengenakkan. Saya pernah beberapa kali tidak ditanggapi karena katanya takut ditagih. Saya malah pernah sampai diusir karena dianggap mengganggu. Yah, walapun seperti itu saya tidak nyerah, setiap orang kan punya karakter beda-beda. Saya maklum. Nah, Kalau ketemu peserta yang memiliki kendala seperti itu, nanti didata terus dilaporkan ke kantor untuk ditindaklanjuti,” cerita Rosmiati.

Menurut Rosmiati, beberapa kendala yang terjadi kepada peserta dalam hal pembayaran ialah kurangnya pemahaman dan kurangnya kesadaran masyarakat.

Karena itu, ia makin termotivasi untuk melakukan sosialisasi dan edukasi terhadap warga sebagai peserta JKN-KIS dengan bantuan aparat-aparat desa setempat.

“Saya senang dan bangga menjadi bagian dari BPJS Kesehatan. Saya akan terus merangkul masyarakat untuk menjadi peserta JKN-KIS dan membantu mereka untuk mempermudah pembayaran iuran. Semoga masyarakat menjadi lebih sadar akan penting dan berharganya program ini,” tutup Rosmiati pada akhir pertemuannya dengan tim jamkesnews.

ay/yp/jamkesnews

narasuber ; Romsiati

 




Peserta JKN-KIS, Tetap Berkualitas Dan Tak Ada Diskriminasi

Sebelum daftar BPJS Kesehatan sangat susah untuk mengakses pelayanan kesehatan, tetapi bersyukur sudah 2 tahun ini joni dan sekeluarga sudah terlindungi

lombokjournal.com —

SELONG  ;   Terwujudnya jaminan kesehatan yang berkualitas tanpa diskriminasi adalah visi BPJS Kesehatan.

Hal ini sangat sesuai dengan situasi yang dialami oleh Anem (60). Laki-laki paruh baya yang berprofesi sebagai petani itu tampak terbaring lemah di atas brankar di depan Poli Saraf RSUD dr R Soedjono Selong.

Sudah cukup lama dia mengantri bersama dengan pasien-pasien lain. Namun tak tampak raut lelah yang muncul diwajahnya.

“Saya sudah biasa menunggu, tak apa. Pasien yang lainnya kan juga sama-sama mengantri dan syukurnya tidak ada yang merebut antrian karena sistem antriannya sudah baik dan ruang tunggunya nyaman. Biarpun perlu waktu, yang penting saya dapat berobat,” ungkapnya.

Anem yang berasal dari Lekong Pulut, Desa Mekarsari Suela ini sudah lama merasakan sakit pada tulang belakangnya sehingga dia tidak bisa berjalan ataupun duduk. Bertahun-tahun dia membiarkan rasa nyeri yang mendera punggungnya.

“Sakitnya bapak sudah lama, tapi karena tidak ada biaya, ya paling hanya pergi ke tukang urut. Dipijat, sembuh, tapi besok-besok pasti kambuh lagi. Kadang minum obat, tapi beli di warung. Tidak berani ke dokter, mahal!,” Cerita Joni (30), anak Bapak Anem.

Murni istri Joni yang ikut ke rumah sakit juga menceritakan dahulu, ketika belum daftar BPJS Kesehatan sangat susah untuk mengakses pelayanan kesehatan, tetapi bersyukur sudah 2 tahun ini joni dan sekeluarga sudah terlindungi.

“Alhamdulillah, sekarang kalau bapak sakit langsung saya bawa ke Puskesmas Suela, puskesmas yang paling dekat dengan rumah. Jadi tenang,” sambung Murni (28), istri Joni yang ikut menemani Pak Anem saat itu.

Anem sekeluarga adalah salah satu peserta JKN-KIS yang termasuk dalam golongan Penerima Bantuan Iuran (PBI). Biaya pelayanan kesehatan selama sakit akan ditanggung dan dibayarkan setiap bulannya oleh pemerintah pusat.

Tidak hanya pengobatan dan perawatan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) saja yang dijamin, namun tindakan medis spesialistik di Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL), baik bedah maupun non bedah akan ikut ditanggung.

Hal itu akan memudahkan masyarakat yang kurang mampu untuk mendapatkan perawatan yang maksimal tanpa membeda-bedakan status antar peserta BPJS kesehatan.

ay/yp/Jamkesnews

 

 




Operasi Katarak  Juga Gratis, Karena Dijamin BPJS Kesehatan

“Pesan saya, para pemegang kartu JKN-KIS jangan terbawa isu atau berita tidak benar. Kalau ragu, langsung tanyakan saja ke petugas di BPJS Kesehatan “

lombokjournal.om  —

SELONG  ;  Beberapa waktu lalu sempat beredar isu yang menyatakan, BPJS Kesehatan tidak menjamin pasien-pasien dengan katarak.

Hal itu sempat menyurutkan niat Komarudin (77) untuk melakukan operasi katarak.

“Saya dulu sempat khawatir karena disuruh operasi sama dokter. Apalagi denger kata-kata orang kalau operasi katarak tidak bisa pakai JKN-KIS. Kalau diminta bayar, lebih baik saya tidak operasi saja”, cerita Komarudin, laki-laki paruh baya yang berasal dari Desa Kelayu Jorong.

Sejak 2017 lalu, Komarudin memang sudah tidak bisa melihat dengan jelas. Dokter sudah menginstruksikan untuk melakukan operasi, tetapi karena memikirkan biaya operasi yang pastinya besar, Komarudin urung untuk melakukannya.

Akibatnya, kondisinya semakin parah dan hal itu membuat Komarudin tidak bisa bekerja lagi.

“Saya cuma buruh tani, mau operasi tidak punya uang. Tapi karena makin susah melihat, akhirnya saya nekat periksa lagi ke dokter, terus tanya apakah operasinya bisa dijamin kalau  pakai JKN-KIS? Alhamdulillah saya sangat bersyukur waktu petugas rumah sakit bilang bisa,” ungkapnya.

Akhirnya Komarudin pun dijadwalkan untuk melakukan operasi akhir tahun lalu. Dia mengatakan dari awal melakukan pemeriksaan, dirawat di rumah sakit sampai pulang ke rumah sama sekali tidak mengeluarkan biaya sedikitpun.

Komarudin membuktikan bahwa isu-isu yang beredar tidak benar sama sekali.

“Alhamdulillah, sekarang saya sudah bisa melihat dengan lebih jelas. Pesan saya untuk para pemegang kartu JKN-KIS lainnya, harap jangan terbawa isu atau berita yang tidak benar. Kalau ragu, langsung tanyakan saja ke petugas di BPJS Kesehatan yang memang lebih paham, biar tidak bingung,” lanjut Komarudin.

BPJS Kesehatan hingga saat ini masih menjamin pasien-pasien dengan katarak. Hal itu pun menegaskan,  BPJS Kesehatan tetap sejalan dengan program pemerintah dalam menurunkan tingkat kebutaan.

Namun di samping itu, ada beberapa standar yang ditetapkan oleh BPJS Kesehatan untuk menanggung operasi pasien katarak, seperti jumlah pasien yang diatur sedemikian rupa agar semua pasien dapat terlayani dengan maksimal dan baik.

Setelah tindakan operasi pun, pasien harus menerima beberapa perawatan lanjutan berupa kontrol rutin/rawat jalan. Dalam hal ini, BPJS Kesehatan akan tetap menanggung biaya yang dibutuhkan.

Tentunya dengan mengikuti prosedur yang telah ditetapkan.

ay/yp/jamkesnews

Narasumber : Komarudin (77tahun)




PROLANIS, Banyak Manfaatnya Untuk Hidup Lebih Sehat

Peserta JKN-KIS jadi lebih paham pentingnya menjaga pola hidup sehat dengan berolahraga, makan makanan bergizi seimbang, dan rutin memeriksa kondisi kesehatan

lombokjournal.com —

SELONG  ;   Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) adalah sistem pelayanan kesehatan dan pendekatan proaktif, yang dilaksanakan secara terintegritas yang melibatkan peserta, fasilitas kesehatan dan BPJS Kesehatan.

Seluruh peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang menyandang penyakit kronis (Diabetes Melitus Tipe 2 dan Hipertensi) menjadi sasaran utama dalam program ini.

Biasanya bentuk pelaksanaannya adalah berupa aktivitas konsultasi medis/edukasi, home visit, reminder, aktivitas klub dan pemantauan status kesehatan.

Program yang melakukan pendekatan secara promotif dan preventif ini dikembangkan oleh BPJS Kesehatan bersama dengan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

Salah satu peserta Prolanis H. Zubaidi (59) yang ditemui di kediamannya mengungkapkan, banyak sekali manfaat yang bisa diperoleh. Selama 2 tahun terakhir Ia telah aktif menjadi anggota klub Prolanis.

“Setiap hari Jum’at pagi saya pergi bersama istri saya untuk mengikuti klub prolanis di tempat praktik dokter yang biasanya menjadi tempat saya untuk berobat. Semenjak saya didiagnosa menderita hipertensi, saya jadi rutin datang untuk ikut senam, cek tekanan darah, ikut penyuluhan hipertensi atau bahkan terkadang di sana ada cek darah lengkap,  gratis lagi,” ungkapnya.

Dengan mengikuti aktivitas tersebut, Zubaidi istrinya menjadi lebih paham akan pentingnya menjaga pola hidup sehat dengan berolahraga, makan makanan bergizi seimbang, dan rutin memeriksa kondisi kesehatan.

Menurutnya, prinsip mencegah lebih baik daripada mengobati adalah pilar utama untuk mendukung hidup yang bebas dari segala penyakit.

“Bayangkan saja, kalau tidak pernah kontrol atau rutin minum obat, penyakit saya pasti sudah tambah parah dan biaya untuk berobat pasti jauh lebih besar. Saya masih sayang sama tubuh saya,” tuturnya.

Program JKN-KIS ini diharapkan akan selalu diterapkan bagi seluruh masyarakat untuk meningkatkan tingkat kemandirian peserta dengan cara menumbuhkan kesadaran pasien dan peran serta keluarga, sehingga dapat mengendalikan biaya pelayanan kesehatan jangka panjang.

Hal tersebut sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan pasal 21 ayat 1, salah satu kiat BPJS Kesehatan untuk menyukseskan program jaminan sosial bidang kesehatan adalah dalam bentuk pelayanan preventif dan promotif.

ay/yp/jamkesnews

Narasumber : H. Zubaidi

 

 




Operasi Cesar Suryani Tidak Dikenakan Biaya Berkat  JKN-KIS

Adanya JKN-KIS BPJS Kesehatan kini akan membuat setiap masyarakat bisa datang ke fasilitas kesehatan ketika sakit

lombokjournal.com

SELONG  ;   Suryani (34), warga Desa Lendang Nangka ini mengaku sangat terbantu dengan program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Suryani menceritakan bahwa dia baru saja keluar dari rumah sakit pasca melahirkan dua minggu yang lalu.

“Waktu itu saya pergi ke puskesmas untuk periksa kehamilan. Tapi ternyata kata dokter, untuk proses persalinannya saya harus operasi dan dirujuk ke RSUD Selong,” jelas Suryani.

Saat itu Suryani dan suaminya yang hanya seorang buruh merasa tidak akan mampu membiayai operasi persalinan. Namun, dengan adanya kartu JKN-KIS, Suryani merasa sangat senang dan terbantu karena tidak mengeluarkan biaya sedikit pun selama di rawat di rumah sakit.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur karena ini pertama kalinya saya operasi, saya takut tidak bisa bayar lunas biayanya, karena saya hampir semingguan dirawat di rumah sakit,” ungkap Suryani.

Suryani dan keluarganya telah menjadi peserta BPJS Kesehatan sejak 4 tahun terakhir ini, ia mengatakan ketika ada anggota keluarganya yang sakit langsung berobat ke puskesmas dan tidak dikenakan biaya atau gratis.

Termasuk biaya setiap melakukan proses persalinan baik secara normal maupun operasi caesar.

Setelah keluar dari rumah sakit, Suryani segera mendaftarkan anak kelimanya untuk mendapatkan kartu JKN-KIS. Suryani mengungkapkan ketika datang ke Kantor BPJS Kesehatan Cabang Selong, pelayanan petugasnya sangat ramah, sehingga Suryani tidak mengalami kesulitan dan berharap agar proses administrasinya mudah dan cepat diselesaikan.

“Tadi pas baru sampai sudah diarahkan, diberikan formulir yang harus di isi, dan saya juga sudah bawa syarat-syarat yang dibutuhkan,” ujar Suryani.

Adanya JKN-KIS BPJS Kesehatan kini akan membuat setiap masyarakat bisa datang ke fasilitas kesehatan ketika sakit. Lambat laun, tidak akan ada ketakutan lagi mendatangi puskesmas atau rumah sakit karena sudah ada JKN-KIS yang membantu membayarkan biaya pengobatan.

Suryani sebagai peserta JKN-KIS dari Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBN ini berharap program ini bisa lebih baik ke depannya. Khususnya dalam hal pelayanan kesehatan di seluruh tingkat fasilitas kesehatan, mulai dari fasilitas kesehatan tingkat pertama hingga fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjut.

ay/yp/jamkesnews

Narasumber : Suryani