2020, TPA Kebon Kongok Hanya Terima Sampah Yang Sudah Dipilah

 

“Ibu rumah tangga, anak sekolah dan masyarakat harus ikut berpartisipasi dengan cara tidak membung sampah sembarangan,kalau bisa dipilah dulu, dan selanjutnya bisa menyerahkan ke Bank Sampah yang sudah ada

MATARAM.lombokjournall.com — Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB pada Tahun 2020 Mendatang Akan meberlakukan kebijakan dengan tidak lagi menerima sampah yang belum terpilah.

Hal ini ditegaskan l Kepala Dinas Lingkungan hidup dan Kehutanan Provinsi NTB Mardani Mukarom,  Senin (14/10) 2019.

Murdani mengatakan, kebijakan ini merupakan salah satu upaya pelaksaan program pada peridoe kepemimpinan Gubernur NTB Dr.  Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur Hj. Sitti Rohmi Djalilah .

Dijelaskannya, konsep pemilahan sampah dilakukan untuk mengurangi Pasokan sampah yang akan di bawa ke TPA Regional  di Kebon Kongok (Lombok Barat)

“Begini, sampah tersebut akan dipilah terlebih dulu, plastik dipisahkan dan yang Organik juga dipisahkan, nah nantinya sampah yang sudah terlanjur dicampur tersebut, itu yang akan dibawa ke TPA, karena sudah dipilah jadi sedikit sampai TPA,” jelasnya.

Kepala Dinas LKH Provinsi NTB melanjutkan, produksi sampah NTB sebanyak 70 ton per hari. Inilah yang mendorong dinas LHK dan kehutanan untuk segera  membuat aturan pemilahan sampah tersebut agar TPA Kebon Kongok Bisa menampung sampah dalam waktu yang Lama.

Ia menyatakan, program ini tidak bisa dijalankan sendiri oleh pemerintah, karena harus melibatkan semua pihak.

“Ibu rumah tangga, anak sekolah dan masyarakat harus ikut berpartisipasi dengan cara tidak membung sampah sembarangan,kalau bisa dipilah dulu, dan selanjutnya bisa menyerahkan ke Bank Sampah yang sudah ada,” kata Mardani.

Selain bisa mewujudkan NTB Zero Waste,  pemilahan sampah ini akan meminimalisir tumpukan sampah di TPA Regional Kebon kongok tersebut.

AYA




TPA Kebon Kongok Kebakaran Tapi Pembuangan Sampah Jalan Terus

Pada tahun 2020 mendatang, sampah yang akan dibuang ke TPA sudah dipilah, sehingga memudahkan petugas untuk mengolah

MATARAM.lombokjournal.com — Musim kering yang cukup panjang tahun ini menyebabkan sampah yang ada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Kebon Kongok Lombok Barat mengering, sehingga mudah terbakar.

Kebakaran yang terjadi TPA Regional Kebon Kongok Lombok Barat, hari Minggu (13/10) sore.

“Penyebabnya, letupan api dari sampah korek gas yang ada di dalam tertimbun didalam tumpukan sampah,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi NTB, Madani Mukarom, Senin (14/10) 2019.

Madani mengatakan, saat ini kondisi di TPA Regional belum bisa dipadamkan dengan maksimal, karena masih ada letupan api.

Dipastikan, kebakaran yang terjadi Minggu tidak mengganggu proses pembuangan sampah dari kabupaten/kota. Karena hal tersebut terjadi, dikhawatirkan akan menyebabkan penumpukan sampah.

Sampah-sampah yang ada di TPA regional Kebon Kongok dipasok dari Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat. Sampah yang dibuang oleh dua daerah tersebut, selama ini tidak pernah dipadatkan sehingga membutuhkan lahan yang cukup luas.

Setelah dikelola oleh Pemprov NTB, TPA Regional tersebut akan ditata kembali. Hal ini juga untuk mengantisipasi kebakaran terjadi kembali.

Pada tahun 2020 mendatang, sampah yang akan dibuang ke TPA sudah dipilah, sehingga memudahkan petugas untuk mengolah.

Pemilahan sampah ini akan dimulai dari tingkat rumah tangga. Dimana, masyarakat yang tidak memilah sampah tidak akan diangkut oleh petugas.

“Peraturan itu akan kita lakasAnakan pada tahun 2020 nanti,karena ini merupakn cara untuk mewujudkan Program Zero Waste,” katanya.

AYA




Tiga Nama Calon Kuat Sekda NTB Muncul Dalam Diskusi M16, Iswandi Tak Masuk

“Sebelumnya dalam pemilihan Sekda yang sudah-sudah, masyarkat publik seolah abai dan tidak peduli. Tapi yang sekarang berbeda, fenomena ini bagus untuk menciptkan good governance, pemerintahan yang baik di NTB”

MATARAM.lombokjournal.com — Tiga nama dari lima calon Sekda NTB mencuat dalam diskusi publik “Calon Sekda NTB Idola” yang digelar lembaga kajian sosial politik M16, Minggu sore (13/10) 2019, di De Lima Cafe, Mataram.

Tiga nama yang mencuat adalah Kepala DPMPTSP NTB, Drs. H. L. Gita Ariadi, M. Si, Assisten II Setda NTB, Ir. H. Ridwan Syah, MM, M.TP., dan Assisten I Setda Provinsi NTB, Dra. Hj. Baiq Eva Nurcahyaningsih, M. Si.

Sementara Kepala Distanbun NTB, Ir. H. Husnul Fauzi, M. Si, dan PenjabatSekda NTB, Dr. Ir. H. Iswandi, M. Si, tidak masuk dalam perbincangan.

Direktur M16, Bambang Mei Finarwanto mengatakan, diskusi yang digelar mengangkan isu seleksi Sekda NTB karena momentum ini merupakan momentum keterbukaan selama proses pemilihan Sekda dilakukan di NTB.

“Sebelumnya dalam pemilihan Sekda yang sudah-sudah, masyarkat publik seolah abai dan tidak peduli. Tapi yang sekarang berbeda, fenomena ini bagus untuk menciptkan good governance, pemerintahan yang baik di NTB,” katanya.

Pria humble yang akrab disapa Didu ini mengatakan, dengan proses yang terbuka diharapkan siapa pun yang terpilih menjadi Sekda bisa mencerminkan semangat good governance dimaksud.

“Kondisi pemerintahan Zul-Rohmi ini kan kita lihat sudah banyak upaya pembehanan, meski masih ada beberapa kelemahan. Dengan momentum (pemilihan) Sekda ini jadi tonggak penting untuk mengukur sejauh mana kepedulian Zul-Rohm dalam memilih Sekda dan menyerap aspirasi publik yang masuk,” tukas Didu.

Didu menekankan, Pansel Sekda NTB juga harus bisa membuktikan kinerja mereka dengan profesional, proporsional, transparan dan akuntable.

“Tanpa ada unsur like dan dislike. Sejak jauh hari M16 sudah mengungkapkan bahwa hasil Pansel idealnya dua pria dan satu perempuan,” tegas Didu.

Direktur Lesa Demarkasi, Hasan Masat SH mengatakan, diskusi publik soal Sekda Idola ini perlu dilakukan dan cukup strategis di mana publik ingin berpartisipasi untuk mendukung good governance dan ASM yang bersih mumpuni dengan kinerja yang bagus.

Ia menjelaskan, pada 14 Oktober Pansel Sekda NTB akan membuka kran aspirasi publik melalui pembukaan tanggapan dan pendapat publik bagi 5 calon Sekda NTB.

“Kami dari Lesa Demarkasi terus terang tertarik pada figur Lalu Gita,” tegas Hasan Masat.

Menurutnya, pengalaman Lalu Gita Aryadi di bidang birokrasi NTB sudah teruji dari beberapa pemerintahan, mulai dari zaman Gubernur Harun Al Rasyid, HL Serinata, TGH M Zainul Majdi, hingga saat ini di zaman Gubernur Zulkieflimansyah.

“Lalu Gita mampu mendampingi beberapa rezim pemerintah dan selalu bisa masuk dalam lingkaran terdekat memegang jabatan-jabatan strategis pula,” katanya.

Hasan menilai, dalam pemilihan Sekda NTB kali ini masalah geopolitik harus dikesampingkan.

“Tidak boleh lagi ada istilah dia itu Sasak, Mbojo, atau Samawa. Kalau dulu boleh saja karena berdasarkan teritorial untuk harmonisasi keterwakilan. Tapi karena sekarang pakai Pansel maka hal itu harus dihindari,” tegasnya.

Hasan menekankan, Sekda sebagai panglima para ASN di lingkup Provinsi NTB harus punya dedikasi, loyalitas integritas, dan kinerja yang dapat diterima pemerintah dan juga masyarakat NTB.

Pansel diharapkan tidak mempertimbangkan unsur kesukuan, golongan kelompok, maupun organisasi masyarakat tertentu.

“Karena hal itu sensitif. Pansel harus netral dan menilai berdasarkan Undang-Unadang ASN Nomor 5 Tahun 2014. Itu yang jadi asupan penting,” tegasnya.

Hasan mengatakan, Lalu Gita bisa diajukan masuk menjadi tiga besar calon Sekda NTB.

“Lalu Gita layak masuk 3 besar, dan Gubernur kami yakin memahami ini,” kata Hasan Masat.

Sementara itu, Ketua Gerakan Pemuda Lombok, Taufik Hidayat mengatakan, pemilihan Sekda NTB kali ini merupakan pemilihan Sekda yang paling menarik.

Sebab, dalam prosesnya ternyata ada banyak kepedulian publik yang banyak memberikan masukan dan kritik.

Menurutnya, lima calon Sekda yang ada merupakan figur dan sosok birokrat NTB yang hebat dan memiliki kapasitas masing-masing.

“Lima nama ini orang hebat semua. Namun dengan banyak pertimbangan kami Gerakan Pemuda Lombok memilih mendukung pak Ridwansyah. Beliau juga pantas masuk tiga besar,” kata Taufik.

Ia menegaskan, jabatan Sekda NTB agar tidak asal dipilih.

Ia setuju bahwa pemilihan juga tidak harus mengadopsi geopolitik berdasarkan kesukuan.

“Tapi jangan juga karena kesukuan, orang yang pantas jadi Sekda justru tereleminir. Lepas dari SARA dan lainnya, kami menilai pak Ridwansyah memang mumpuni dan terbukti punya pengalaman,” katanya.

Menurutnya, hadirnya Ridwansyah sebagai Sekda akan membuat semangat Ber-Nusa Tenggara Barat akan lebih maksimal diimplementasikan menuju NTB Gemilang ke depan.

Diskusi Calon Sekda NTB Idola yang digelar M16 berjalan seru dan demokratis. Masing-masing peserta menyampaikan keunggulan calon Sekda yang didukung.

Di akhir diskusi, Direktur M16 Bambang Mei Finarwanto kembali menegaskan, bahwa M16 mendorong tiga besar calon Sekda NTB nantinya terdiri dari dua pria dan satu perempuan.

“Dua pria dan satu perempuan yang masuk tiga besar. Tinggal pansel pandai memilah dan memilih mana yang terbaik. Pansel harus paham dengan maksud diskusi ini maksud. Dan saya pikir pansel paham dengan yang kami sampaikan,” tukas Didu.

Me




KH Ma’ruf Amin Tanda Tangani Prasasti Grondbeaking Pembangunan Kantor PWNU NTB

Dalam rangka menyambut saratus kedua dari keberadaan NU maka NU di seluruh Indonesia diminta untuk melakukan konsolidasi menyiapkan sarana dan prasarana dan siapkan kader

KH Ma’ruf Amin

lombokjournal.com —

MATARAM  ;  Wakil Presiden (Wapres) terpilih periode 2019-2024, Prof KH Ma’ruf Amin mengatakan, dengan dilakukannya groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan gedung PWNU NTB menjadi pertanda bahwa PWNU NTB ke depannya semakin bangkit.

“Dengan peletakan (batu pertama pembangunan gedung PWNU NTB) ini menjadi satu pertanda bahwa NU NTB akan bangkit dan menjadi organisasi yang makin kuat di NTB,” kata KH Ma’ruf Amin, Sabtu (12/10) 2019 sore di halaman Kantor PWNU NTB Jalan Pendidikan No 6 Kota Mataram.

Namun untuk pembangunan gedung PWNU NTB diperlukan partisipasi semua pihak termasuk dari para kader NU dan pihak lainnya termasuk dari pemerintah.

“Saya kira warga NU akan ikut berpartisipasi selain gubernur, biasanya warga NU itu urunan karena itu sudah menjadi warisan,” terangnya.

“Karena saya yakin bahwa warga NU NTB tidak akan membiarkan pengurusnya berjuang sendiri pasti akan membantu,” ungkapnya.

Pembangunan gedung PWNU NTB termasuk sebagai upaya dalam rangka untuk menyambut seratus tahun kedua dari keberadaan atau berdirinya Nahdlatul Ulama (NU).

Mantan Rais Am PBNU tersebut juga menyebutkan,  dalam rangka menyambut saratus kedua dari keberadaan NU maka NU di seluruh Indonesia diminta untuk melakukan konsolidasi menyiapkan sarana dan prasarana dan siapkan kader.

Hal tersebut dilakukan karena tugas dari NU ke depannya baik dalam negeri maupun luar negeri semakin berat dan banyak.

“Dalam negeri kita menghadapi masalah menjaga masyarakat agar tetap tidak terpengaruh oleh aliran menyimpang,” ujarnya.

Sementara itu Ketua PWNU NTB, Prof H.Masnun Tahir mengatakan, pembangunan gedung NU NTB baru berjalan lima persen.

“Ini baru lima (5) persen berkat bantuan dari bapak gubernur dan para kader kader NU dan yang lainnya,” ucapnya.

Karena itu Dosen di UIN Mataram tersebut sangat berharap dengan dilakukan groundbreaking maka prosentase pembangunan gedung NU yang terletak di Jalan Pendidikan Kota Mataram tersebut bisa cepat selesai.

Kegiatan groundbreaking yang dirangkaikan dengan acara tasyakuran dan silaturahim lintas agama tersebut dihadiri oleh Gubernur NTB, Kapolda, Danrem, Rektor UNU, Rektor Unram, Rektor UIN Mataram, Rais Syuriah PWNU NTB TGH LM Turmuzi Badaruddin serta para toga m lintas agama.

Me




Korem 162/WB Sosialisasikan Wawasan Kebangsaan Siswa SMAN 1 Selong

Sosialisasi semacam itu harus terus dilakukan sekaligus untuk menangkal pemahaman-pemahaman yang menyimpang dan bertentangan dengan empat pilar kebangsaan

lombokjournal.com —

LOTIM   ;    Upaya pembinaan terhadap generasi muda penerus bangsa terus dilakukan secara bertahap bertingkat dan berlanjut. Salah satu seperti yang dilakukan Korem 162/WB kepada siswa-siswi SMAN 1 Selong.

Sosialisasi pembinaan wawasan kebangsaan yang diberikan Pasi Wanwil Ster Korem 162/WB Mayor Inf Jalal Bin Saleh bersama Kasdim 1615/Lotim Mayor Inf Arief dan para Danramil maupun Pasi Kodim Lotim dengan materi Bela Negara, Proxy war, wawasan kebangsaan, empat konsensus berbangsa dan bernegara dan bahaya latent komunis.

Kepala Penerangan Korem 162/WB Mayor Inf Dahlan, S.Sos., menyampaikan sosialisasi ini dilakukan dalam rangka memberikan pemahaman kepada seluruh komponen bangsa terutama para generasi penerus bangsa.

Menurutnnya, pemberian materi ini sebagai langkah konkrit TNI khususnya Korem 162/WB dan jajaran terhadap generasi muda dari sedini mungkin.

“Mereka harus memiliki wawasan kebangsaan, bela negara dan memahami empat pilar kebangsaan dengan tujuan untuk mencegah degradasi moral anak bangsa dan menumbuh kembangkan kesadaran akan pentingnya rasa memiliki dan jiwa nasionalisme terhadap bangsa dan negara,” terangnya.

Selain itu, lanjut pria kelahiran Taliwang Sumbawa Barat tersebut, ada juga materi Proxy war dan bahaya latent komunis dengan tujuan agar mereka mengetahui kondisi suatu negara yang tidak terlepas dari ancaman dan gangguan baik yang datang dari dalam maupun dari luar negeri.

“Berbagai ancaman yang ada saat ini tidak terlepas dari proxy war yang dilakukan oleh negara yang memiliki kepentingan, bisa melalui state dan non state dengan tujuan untuk menguasai negara yang menjadi sasaran,” jelasnya.

Dahlan juga berkeyakinan bahwa upaya sosialisasi semacam itu harus terus dilakukan sekaligus untuk menangkal pemahaman-pemahaman yang menyimpang dan bertentangan dengan empat pilar kebangsaan.

AYA




HBK Berjanji Bakal Lunasi Janji Kampanye Di Dapilnya 5 Tahun Ke depan

 “pertarungan hingga 5 tahun ke depan adalah, pertarungan  memberikan  dharma bakti terbaik kepada masyarakat Lombok yang kita wakili”

lombokjournal.com —

MATARAM ;     H. Bambang Kristiono, SE (HBK), Ketua Badan Pengawas dan Disiplin (BPD) Partai Gerindra yang juga Anggota DPR RI terpilih Dapil NTB-II/ P. Lombok, mengucapkan selamat kepada kader-kader terbaik Partai besutan Prabowo Subianto.

khususnya, yang mendapat amanah dari masyarakat P. Lombok untuk menjadi anggota Dewan dari Dapilnya masing-masing, baik di tingkat Kab/Kota maupun Provinsi di NTB.

“Tentunya dengan harapan dan do’a, mudah-mudahan kita semua mampu menjadi wakil-wakil rakyat yang amanah, yang dapat dipercaya serta dapat diandalkan oleh segenap pemilih-pemilihnya,” kata HBK Sabtu (12/10) 2019, di sela-sela kunjungannya di Mataram.

Menurutnya, setelah pertarungan politik (Pileg/Pilpres) selesai, segenap anggota Dewan dari Partai Gerindra harus mulai fokus dalam mewujudkan cita-cita perjuangan bersama, yaitu mewujudkan masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera.

Bersama kader-kader terbaik Partai-partai lainnya di Parlemen, HBK menegaskan, seluruh anggota Dewan dari Partai Gerindra harus mampu bekerja-sama, bersinergi serta memberikan dorongan besar pada keadilan, kemakmuran serta kesejahteraan masyarakat Lombok yang diwakilinya.

“Jadi, pertarungan yang harus kita lakukan sekarang hingga 5 tahun ke depan adalah, pertarungan dalam memberikan pelayanan serta dharma bakti terbaik kepada masyarakat Lombok yang kita wakili,” ujar HBK  yang baru saja dilantik awal bulan lalu di Senayan, Jakarta.

Ketua Badan Pengawas dan Disiplin Partai Gerindra ini berharap pada pembagian AKD di DPR-RI nanti dirinya bisa merebut salah satu kursi pimpinan Komisi agar janji-janji kampanyenya di Pemilu lalu bisa direalisasikan dan dijalankan dengan lebih maksimal. Yakni mendorong pertanian Lombok kembali jaya seperti di era tahun 80-an.

“Bersama Kementrian terkait, Pemerintah Daerah serta Universitas-universitas yang ada di Lombok, kita akan mencoba membangun kerja-sama untuk memproduksi hasil-hasil pertanian unggulan, yang mampu menjadi jawaban serta jalan keluar dalam mengatasi problema pengangguran serta peningkatan kesejahteraan,” katanya

Selain itu, pihaknya juga mengajak segenap anggota DPRD terpilih untuk bergandengan tangan, bekerja-sama yang baik, tanggap terhadap aspirasi masyarakat.

“Berjuang untuk meningkatkan keadilan, kemakmuran serta kesejahteraan bagi segenap masyarakat Lombok yang kita wakili,” ajaknya.

Instruksi Khusus HBK

Selanjutnya HBK juga memberikan instruksi  khusus untuk waktu lima tahun ke depan, yakni menjalin kerjasama dan bersinergi dengan berbagai pihak dengan cara melakukan reses secara bersama-sama di Dapil yang HBK ia wakili.

HBK juga menekankan para legislator Partai Gerindra terpilih untuk memberikan bantuan dan pelayanan sosial kepada masyarakat Lombok secara bergotong-royong, serta membuat kumpulan-kumpulan internal untuk menjalin komunikasi dan silaturahmi berkelanjutan.

Terkait menghadapi Pilkada serentak NTB yang bakal dilaksanakan pada tahun 2020 mendatang, HBK  menginstruksikan kepada seluruh pimpinan Partai Gerindra NTB untuk segera melakukan restrukturisasi dan penguatan kepengurusan sampai ke tingkat kepengurusan yang paling depan.

“Kalau perlu lakukan rotasi dan penyegaran-penyegaran serta harus ada badan independent yang berkonsentrasi mengurusi saksi-saksi di Pilkada serentak 2020 nanti,”perintahnya tegas.

Kemudian ditegaskannya, untuk selalu mengevaluasi dan mengkaji terus-menerus sejumlah kekurangan pada Pemilu kemarin.

Me




Wagub NTB Ingatkan, Mangrove Penting Untuk Mitigasi Bencana

MATARAM.lombokjournal.com — Hutan mangrove memiliki fungsi yang sangat vital.

Selain menjadi tempat berkembangnya berbagai biota pantai dan ekosistem laut, ia juga berfungsi sebagai langkah awal dalam  mencegah bencana diwilayah pesisir seperti;  air pasang, abrasi/pengikisan  pantai dan lainnya.

“Mangrove ini, salah satu upaya mitigasi bencana juga, jadi mari kita kampanyekan untuk penanaman mangrove di tempat-tempat yang memang seharusnya di situ ada mangrove,” ungkap Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah.

Ummi Rohmi menyampaikannya saat menerima Ketua dan Jajaran Pengurus Ikatan Pelajar Mahasiswa Islam (IKAPMI) Dompu dan Komunitas We Save NTB di Kantornya, baru-baru ini.

IKAPMI nenghadap Wagub Umi Rohmi guna melaporkan pelaksanaan kegiatan untuk mengisi  Hari  Pemuda dan Sumpah Pemuda, 28 Oktober tahun 2019.

Kegiatan yang dimaksud adalah menggelar penanaman mangrove secara masal. Juga akan mempelopori kegiatan bersih-bersih (clean up) di sekitar Pantai Bagek Kembar Sekotong, Lombok Barat , tanggal 27 Oktober mendatang.

Menurut Umi Rohmi, jika mengacu pada data hutan manggove saat ini. Dari 3.400 ribu hektare luas hutan mangrove di pulau Lombok, hanya sekitar 1.600 hektare atau 49,8% saja,  masih dalam kondisi baik.

Sisanya, kata Wagub masih membutuhkan penanganganan intensif karena rusak.  Sehingga sangat penting untuk melakukan penanaman mangrove di kawasan ekosistem, ujarnya.

Seperti; pantai di dusun  Bagek Kembar Desa Cendi Manik/ Teluk Lembar, Pantai Cemara, dan kawasan destinasi wisata bahari Sekotong Lombok Barat serta kawasan-kawasan lainnya.

Wagub mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi oleh IKAPMI Dompu dan Komunitas We Save NTB tersebut.

Karena menurutnya kegiatan  penanaman mangrove tersebut nantinya, tidak hanya akan membantu melestarikan ekosistem laut.

Tetapi juga merupakan upaya mitigasi bencana. “Ini ide luar biasa karena menjadi habitat banyak biota laut serta bermanfaat untuk keberlangsungan ekosistem laut kita sekaligus mencegah abrasi,” pungkasnya.

Ketua IKAPMI Dompu, Arif Rahman  mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk keprihatinan dan kepedulian mereka terhadap kondisi ekosistem serta lingkungan diwilayah pesisir .

“Isu lingkungan ini, bukanlah isu lokal melainkan sudah menjadi isu global. Karenanya kami bermaksud mengajak anak-anak muda NTB untuk terus menjaga dan melestarikan lingkungan,” jelasnya.

Arif juga menjelaskan, dimomen sumpah pemuda tahun ini, merupakan waktu yang tepat untuk meumbuhkan kesadaran kaum muda di NTB, untuk lebih peduli terhadap lingkungan khususnya wilayah pesisir pantai.

“Momen sumpah pemuda tahun ini,  kami ingin menunjukkan pada publik bahwa anak-anak muda NTB adalah anak muda yang peduli dan memiliki tekad kuat dalam memelihara bumi ini,” tegasnya.

Kegiatan tersebut rencananya akan melibatkan banyak lapisan masyarakat, mulai dari tokoh agama, masyarakat, pemerintah, serta berbagai komunitas seperti; Komunitas HelpOther, PMI Lombok Barat, Komunitas Mangrove Bagek Kembar, Pemerintah Desa beserta karang taruna setempat.

AYA




Jadi Wakil Presiden, Ma’ruf Amin Didesak Mundur

“Kalau melihat masa jabatan KH Ma’ruf saat ini sudah berjalan 4,5 tahun. Tapi sekali lagi itu semua tergantung aspirasi daerah, bisa saja non aktif sebagai ketua hingga nanti dipertangungjawabkan di Munas”

MATARAM.lombokjournal.com —  Ketua MUI Bidang Informasi dan Komunikasi, Masduki Baidowi tidak menampik adanya desakan sejumlah daerah pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) V MUI di Nusa Tenggara Barat, untuk meminta Ketua Umum MUI KH Ma’ruf Amin mundur dari jabatannya pascadilantik menjadi Wakil Presiden RI pada 20 Oktober 2019.

“Memang ada desakan agar KH Ma’ruf Amin mundur setelah dilantik sebagai Wapres, tapi kembali lagi itu tergantung kehendak daerah,” ujarnya di sela-sela pembukaan Konfrensi Internasional Pariwisata Halal dan Rakersnas MUI di Mataram, Kamis malam (10/10) 2019.

Ia menjelaskan, bila merujuk periodesasi masa jabatan, KH Ma’ruf Amin baru bisa meletakkan jabatan sebagai Ketua Umum MUI pada 2020, namun karena KH Ma’ruf Amin dilantik sebagai Wakil Presiden maka otomatis jabatan KH Ma’ruf Amin sebagai Ketua MUI bisa langsung mundur.

“Kalau mengikui aturan organisasi bisa selesai pada saat pelantikan. Nanti bisa saja tunjuk Pelaksana Tugas (Plt) atau seperti apa. Tapi kembali lagi semua itu tergantung perkembangan di daerah karena intinya MUI itu musyawarah mufakat,” jelas Masduki Baidowi.

Menurut Masduki, di dalam Rakesnas di NTB tidak ada agenda pembahasan pergantian posisi Ketua MUI.

Sebab, forum tertinggi membahas pergantian posisi Ketua Umum ada di Musyawarah Nasional. Sementara Rakernas sebagai forum di bawah Munas sifatnya akan membahas program-program kerja MUI kedepan.

“Di dalam agenda MUI Pusat tidak di agendakan itu, tapi sebagai forum yang posisi dan eksistensinya berada di bawah Munas bisa saja itu dibahas. Namun kembali lagi itu semua sangat tergantung dinamika daerah sepeti apa apakah ada usulan dari daerah dan bagaimana baiknya kita musyawarahkan,” ucapnya.

Masduki menegaskan persoalan pergantian posisi Ketua Umum MUI tergantung dinamika yang terjadi di daerah. Karena kalau mengikuti aturan Munas baru akan dilaksanakan antara bulan Agustus atau Oktober 2020.

“Kalau melihat masa jabatan KH Ma’ruf saat ini sudah berjalan 4,5 tahun. Tapi sekali lagi itu semua tergantung aspirasi daerah, bisa saja non aktif sebagai ketua hingga nanti dipertangungjawabkan di Munas,” katanya.

AYA




Menteri Pariwisata: NTB Jagonya Wisata Halal

Seluruh perangkat infrastruktur untuk terus memajukan wisata halal di NTB ini, Salah satunya adalah Bank NTB Syari’ah

lombokjournal.com —

MATARAM ;  Provinsi Nusa Tenggara Barat menjadi salah satu daerah andalan Indonesia untuk pengembangan wisata halal dunia.

Daerah yang memiliki Gunung Rinjani dan Tambora ini juga dikenal jago dalam hal pengembangan muslim friendly tourism.

Hal itu disampaikan Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya di hadapan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah saat The International Halal Tourism Conference, di Hotel Golden Palace,  Kota Mataram, Kamis (10/10) 2019 malam.

Menpar menuturkan, sebelum ditetapkan sebagai destinasi wisata halal, pembangunan wisata di NTB berjalan lamban. Termasuk, jumlah wisatawannya juga masih sekitar satu juta orang.

Namun, setelah memenangkan penghargaan sebagai Destinasi Wisata Halal Terbaik Dunia dan Destinasi Honeymoon terbaik dunia, pariwisata NTB mengalami peningkatan yang signifikan.

Bahkan pada tahun 2016 lalu, Indonesia meraih 12 dari 16 penghargaan di bidang pariwisata pada ajang World Halal Travel Awards di Unites Arab Emirates. Dan Lombok-NTB mendapatkan paling banyak penghargaan.

“Lombok menerima paling banyak penghargaan. Lombok menerima tiga penghargaan, yaitu World Best Halal Beach Resort, World Best Halal Honeymoon Destination dan World Best Halal Travel Website,” katanya di hadapan ratusan peserta konferensi yang dibuka Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) sekaligus Wakil Presiden terpilih Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin.

Selain itu lanjutnya, tahun 2019 ini, NTB dinobatkan sebagai destinasi wisata halal terbaik di Indonesia, versi Indonesia Muslim Travel Index.

Ini menunjukkan NTB memang jago dalam hal wisata halal. Selain itu, NTB mengalami lompatan jumlah wisatawan yang berkunjung ke NTB.

“Sebelumnya hanya tumbuh dua persen. Begitu dapat the world best halal award, Ia melompat tajam, 32 persen. Domestic touristnya juga melompat tajam, 47 persen.”

Ia juga menjelaskan jumlah wisatawan, baik mancanegara maupun domestik, dari tahun ke tahun, terus mengalami peningkatan. Bahkan pada tahun 2020, jumlah wisatawan yang ke NTB ditargetkan 4,5 juta orang.

Sementara itu, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah mengungkapkan komitmennya untuk terus mengembangkan wisata halal di NTB. Apalagi NTB memiliki eksotisme dan aura yang berbeda dibanding daerah lain di Indonesia, bahkan dunia.

“Banyak wisatawan yang kami temui, dari Australia, dari Korea mengatakan ketika datang ke Lombok, mereka merasakan aura yang berbeda. Banyak hal yang lebih indah. Lebih utama, eksotisme Lombok ini memang luar biasa,” jelasnya disambut tepuk tangan para peserta konferensi.

Bang Zul, sapaan akrab Gubernur itu, juga menjelaskan Islam sangat compatible dengan wisata. Apalagi wisata halal yang saat ini menjadi gaya hidup sebagian besar masyarakat dunia.

Orang nomor satu di NTB itu juga mengungkapkan seluruh perangkat infrastruktur untuk terus memajukan wisata halal di NTB ini. Salah satunya adalah Bank NTB Syari’ah.

Dulu tuturnya, banyak yang meminta agar Bank NTB itu tidak menjadi Bank Syariah. Atau setidaknya ditunda dulu. Sebab bisa mengancam keberagaman yang ada di NTB. Namun, yang terjadi saat ini adalah sebaliknya.

Kinerja seluruh karyawan, termasuk yang beragama Hindu, Kristen dan lainnya mengalami peningkatan. Menurut Gubernur, hal ini memperlihatkan aspek yang menakjubkan dari transformasi Bank NTB menjadi Bank NTB Syariah.

Transformasi ini, menurutnya telah membuat kinerja seluruh pegawainya membaik.

Karena itu, Gubernur mengajak semua pihak, termasuk MUI, untuk terus memajukan wisata halal di NTB. Ia berharap ke depan akan ada direct flight dari berbagai negara untuk mengakselerasi pembangunan wisata di NTB

AYA

 




Facebook Laju Digital, Manfaatkan Medsos Untuk Pengembangan Usaha dan Interaksi Sosial  

Gubernur NTB  Zulkieflimansyah menjadi salah satu kepala daerah yang menggunakan media sosial sebagai sarana berinteraksi dengan masyarakat NTB

MATARAM.lombokjournal.com —  Facebook Indonesia melaksanakan literasi digital melalui event Facebook Laju Digital.

Event ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan digital kepada pemerintahan di NTB, pelaku UMKM, hingga beberapa komunitas yang menggunakan Facebook sebagai salah satu media untuk menyebarkan informasi.

Event ini dikampanyekan oleh Facebook di 17 Provinsi di Indonesia. Provinsi NTB memiliki kesempatan menjadi provinsi ke 16 yang dikunjungi oleh Tim Facebook Indonesia.

Kampanye Laju Digital diisi dengan seminar dan pelatihan terkait media sosial yang dilaksanakan di Hotel Golden Palace, Mataram, Kamis (10/10/2019).

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB, Najamuddin Amy, S.Sos., MM dalam kesempatan itu menjelaskan Facebook merupakan salah satu media sosial yang memiliki dampak luar biasa bagi pemerintah.

Ia mengatakan tidak banyak pemimpin di Indonesia atau kepala daerah yang aktif menggunakan media sosial agar lebih dekat dengan masyarakat, padahal media sosial bisa menjadi media untuk mendengar langsung aspirasi masyarakatnya.

Gubernur NTB Dr. H Zulkieflimansyah menjadi salah satu kepala daerah yang menggunakan media sosial sebagai sarana berinteraksi dengan masyarakat NTB.

“Kami telah membuktikan dari media sosial Gubernur NTB, sampai saat ini kita mendapatkan banyak masukan dan kritik yang di dalamnya memberikan arah dan saran. Kita mendengar dan melihat aspirasi masyarakat dari dekat,” ungkap Karo Humas yang kerap disapa Bang Najam tersebut.

Pada kesempatan ini pula, Bang Najam menjelaskan terkait enam misi dari NTB Gemilang, salah satunya yaitu NTB Aman dan Berkah. NTB Aman dan Berkah sangat dibutuhkan bagi masyarakat NTB khususnya dalam bermedia sosial.

“Jika kita ingin aman, maka amankan mulai dari jari-jari kita, pikiran kita, dan niat kita. Sehingga kita menjadi orang yang menyebarkan hal-hal yang positif bagi lingkungan dan semesta,” tutup Bang Najam.

Di kesempatan yang sama, Kepala Kebijakan Publik Facebook di Indonesia, Ruben Hattari menjelaskan Facebook memberikan pelatihan kepada pemerintah, komunitas, LSM dan organisasi tentang bagaimana menggunakan sosial media untuk menyampaikan pesan-pesan positif.

“Sejak tahun 2016, Facebook telah melakukan literasi digital kepada lebih dari 30.000 siswa, orang tua dan guru untuk melatih kemampuan berpikir secara kritis dalam menggunakan media social,” katanya.

Ruben juga mengatakan, suksesnya kegiatan ini merupakan buah dari dukungan berbagai pihak dan berharap agar kegiatan ini dapat meningkatkan daya saing masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat NTB untuk sukses meraih era digital.

AYA/HmsNTB