Pemberian penghargaan Al-Azhar sebagai lembaga keislaman paling berpengaruh di dunia kepada salah seorang putra bangsa Indonesia di bidang moderasi beragama ini, menunjukkan bahwa isu moderasi beragama merupakan isu global dan menjadi kepentingan bersama masyarakat bangsa
MATARAM.lombokjournal.com – Tuan Guru Bajang (TGB) dijadwalkan akan bertolak ke Kairo, Mesir, hari Rabu (16/10) 2019.
Keberangkatan TGB sebagai Ketua OIAA Cabang Indonesia, untuk menerima penghargaan sebagai salah seorang tokoh alumni Al-Azhar yang menonjol dalam mengukuhkan moderasi beragama (wasathiyyah Al-Islam), nilai-nilai kebangsaan (muwâthanah), dan nilai-nilai hidup berdampingan secara rukun dan damai (ta‘âyusy silmiy) di Indonesia.
Sekjen Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Cabang Indonesia, Dr Muchlis M Hanafi mengatakan, TGB terbang ke Kairo memenuhi undangan Pemimpin Tertinggi (Grand Shekh) Al-Azhar, Prof Dr Ahmed Al-Tayeb,
‘’Keputusan Grand Sheikh Al-Azhar untuk memberi penghargaan kepada TGB itu dikeluarkan Al-Azhar pada 10 Oktober 2019 lalu. Surat pemberitahuan sekaligus undangan ke Kairo diterima oleh TGB melalui OIAA Cabang Indonesia pada Ahad (13/10),’’ kata Dr Muchlis M Hanafi dalam siaran pers Rabu (16/10) 2019.
Penghargaan dimaksud akan diserahkan langsung oleh Grand Shaikh Al-Azhar, Prof Dr Ahmed Al-Tayeb di Gedung Grand Shaikh, Kairo, pada Kamis besok (17/10), sekitar pukul 14.00 waktu setempat.
Seremoni Penganugerahan akan dihadiri dan disaksikan oleh pejabat tinggi Al-Azhar antara lain; Deputi Grand Sheikh Al-Azhar, Prof Dr Saleh Abbas; pengurus pusat The World Organization of Al-Azhar Graduates (WOAG) Kairo seperti Dr Abel Fadhil El-Qushi (Wakil Ketua WOAG), Dr Abdel Dayem Nushair (Sekretaris Jenderal WOAG dan Penasihat Grand Sheikh Al-Azhar), Mayjen Osama Yasin (Wakil Sekjen WOAG), dan beberapa tokoh lainnya.
‘’Seusai penyerahan penghargaan, TGB dijadwalkan akan menerima wawancara sejumlah media massa setempat mengenai pengalaman bangsa dan umat Islam Indonesia, termasuk peran yang dimainkan oleh ulama dan tokoh agama Indonesia dalam menanamkan dan mengukuhkan nilai-nilai moderasi Islam, toleransi umat beragama, dan nilai-nilai kebangsaan,’’ ujarnya.
Menurut Hanafi, pemberian penghargaan Al-Azhar sebagai lembaga keislaman paling berpengaruh di dunia kepada salah seorang putra bangsa Indonesia di bidang moderasi beragama ini, menunjukkan bahwa isu moderasi beragama merupakan isu global dan menjadi kepentingan bersama masyarakat bangsa.
‘’Al-Azhar telah cukup lama dan secara intensif mengokohkan nilai-nilai moderasi Islam dan ikut serta secara aktif bersama tokoh agama lainnya dalam menciptakan hidup berdampingan secara damai. Al-Azhar melihat Indonesia sebagai mitra strategis dalam upaya mengokohkan moderasi beragama dan menangkal fenomena ekstremisme dalam kehidupan beragama di tengah masyarakat Muslim,’’ katanya.
AYA
Sekda Rasa Pilkada, Pansel Jangan Kendor
“Ya, jangan sampai nanti kayak robot. Sekda tanpa kreativitas dan inovasi. Pansel harus lebih dalam saat menelusuri rekam jejak”
lombokjournal.com —
MATARAM ; Tahapan presentasi dan wawancara calon Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB maupun penelusuran rekam jejaknya berlangsung hingga 17 Oktober, besok. kemudian Panitia Seleksi (Pansel) akan melaporkan kepada Gubernur 19 Oktober mendatang.
“Proses-proses yang telah berjalan sudah sesuai jadwal. Saya melihat perhatian publik terhadap calon Sekda NTB ini luar biasa,” kata Direktur Lembaga Kajian Sosial dan Politik M16 Bambang Mei Finarwanto, Rabu (16/10) 2019.
Diakui pria yang akrab disapa Didu ini, lima orang calon Sekda NTB masing-masing Asisten I Setda NTB Dra Hj Baiq Eva Nurcahyaningsih, MSi, Kepala Distanbun NTB Ir H Husnul Fauzi, MSi, Kepala Bappenda NTB, Dr Ir H Iswandi, MSi, Kepala DPMPTSP NTB, Drs HL Gita Ariadi, MSi,dan Asisten II Setda NTB, Ir H Ridwansyah, MM, MTP memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Memiliki pengalaman birokrasi panjang dan terukur.
“Itulah sebabnya penuh dinamika di publik. Beragam komentarnya,” sambungnya.
Diakui Didu, muncul opini pemilihan Sekda Provinsi NTB saat ini tak jauh beda dengan pilkada. Masing-masing memiliki tim sukses yang seolah-olah kampanye di darat ataupun online. Beragam cara jualan ke publik sekda versi mereka.
“Ramai sekali memang. Saya baca ada komentar-komentar seperti kampanye kepala daerah,” ujarnya.
Menurut Didu Itu bagus, hal itu menandakan ada perhatian dan partisipasi publik. Selama ini soal sekda tidak banyak yang pedul.
Meski begitu, Didu yakin, panitia seleksi (pansel) sekda bekerja dengan baik dan profesional. Periode penelusuran rekam jejak sejak 8 Oktober lalu maupun presentasi dan wawancara dicatat secara objektif. Ia pun tak yakin ada main mata soal nama tiga besar yang bakal dibawa ke gubernur.
“Setelah itu nama-nama bakal dibawa ke Kemendagri. Yang jelas, pansel jangan kendor. Fokus saja meski banyak manuver,” imbuhnya.
Bagi Didu, Sekda NTB mendatang bukan individu yang cuma berada dalam top off mind publik atau kepala daerah. Lebih dari itu, sekda dengan kemampuan mengakselerasi program Gubernur dan Wakil Gubernur NTB.
Termasuk di dalamnya terlibat dengan baik dalam urusan tata birokrasi. Sanggup memerankan diri sebagai leader bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) Provinsi NTB.
“Ya, jangan sampai nanti kayak robot. Sekda tanpa kreativitas dan inovasi. Pansel harus lebih dalam saat menelusuri rekam jejak,” imbuhnya.
Didu mengingatkan, nama tiga Sekda Provinsi NTB yang telah diputuskan dibawa ke pusat 18 Oktober mendatang prosesnya tetap akan dinamis.
Bisa jadi yang namanya paling disebut publik tak terpilih, sebaliknya yang kurang disebut justru menjadi pilihan. Seandainya pun ada intervensi dari kepala daerah, bukan jaminan.
Seperti terjadi di Provinsi Kalimantan Timur beberapa waktu lalu, Sekda Provinsi Kalimantan Timur yang diputuskan pusat tak sejalan dengan yang diinginkan kepala daerah.
Dampaknya, Gubernur Kalimantan Timur tidak mau melantik sekda pilihan Kemendagri. Akhirnya pusat memutuskan untuk melantik sekda tersebut di Jakarta.
“Kejadian seperti itu juga terjadi di daerah lain. Di Provinsi NTB potensi itu bisa saja terjadi,” tandasnya.
Didu mengakui, riuh-riuh suara dukungan yang berkembang hanya sekadar penggembira. Hanya ikut meramaikan nama top leader ASN Provinsi NTB semata.
Bukan menjadi tolak ukur dan patokan pasti dilantik.
“Kita lihat saja nanti. Yang penting catatan saya prosesnya sudah berjalan dalam rel yang tepat,” tutupnya.
Me
IWAPI NTB Ajak Kaum Perempuan Berusaha & Mandiri
Harus Mandiri, Baiq Diyah Ganefi: macak cih beli bedak harus nunggu suami!
MATARAM.lombokjournal.com — Ketua Ikatan Wanita Pangusaha Indonesia (IWAPI) NTB Hj. Baiq Diyah Ratu Ganefi, SH., mengajak kaum perempuan yang memiliki usaha baik UMKM level pemula, atau usaha menengah dan mandiri untuk bergabung mengembangkan usahanya di IWAPI.
“IWAPI merupakan wadah bagi perempuan/ ibu-ibu yang ingin mengembangkan usahanya, ibu
rumah tangga yang punya ketrampilan segera bergabung ya,” ajaknya di Mataram, Rabu (16/10) 2019.
Saat ini IWAPI telah memiliki kedai “69” untuk membantu menampung produk ibu-ibu rumah tangga seperti produk makanan dan minuman yang dijual kembali dengan harga terjangkau.
“Kedai 69 merupakan wadah bagi UMKM binaan IWAPI, sebanyak 27 orang ibu-ibu telah menjadi pemasok makanan, kopi, beras dll, kami menunggu siapa saja kaum perempuan yang punya produk untuk dibantu pemasarannya di kedai ini,” imbuhnya.
Senator dua periode ini selalu memotivasi pengurus dan anggotanya untuk terus berwirausaha mengikuti kebutuhan zaman.
Apalagi di era digitalisasi ini berwirausaha sangat mudah, hanya dengan modal Handphone usaha bisa dilakukan drumah.
“Manfaatkan tekhnologi dong, saya selalu bilang sama pengurus dan anggota bahwa perempuan harus bekerja, perempuan harus berpenghasilan dan Mandiri, macak cih mau beli bedak nunggu dikasi uang sama suami,” ledeknya.
Ia menegaskan perempuan harus membantu ekonomi keluarga sebab sekarang semua serba mahal, pendidikan, sandang, papan, pangan.
“Jadi melalui IWAPI insyallah yang tadinya jualan kue hanya 50 buah sehari sekarang bisa 100 lebih, bayangkan keuntungan bisa berapa itu ken banyak dan sangat membantu mereka, malah saya yakin kalau semua rajin berusaha walaupun niat awalnya sampingan lambat laun bisa jadi usaha tetap dan bisa menjadi besar,” katanya.
Sebagai ketua organisasi, Baiq Diyah memastikan organisasi yang dipimpinnya harus tetap berinovasi agar para perempuan semangat dalam berniaga.
Sebelumnya, IWAPI NTB Telah banyak memberikan pelatihan keterampilan dibidang penjualan bahkan beberapa waktu lalu IWAPI telah menggelar pelatihan IT meliputi cara mempromosikan produk lewat media sosial seperti fesbuk dan pelatihan laju digital.
“Bagi yang belum memiliki keterampilan namun punya bakat dan minat serta niat merubah ekonomi keluarga kami tetap menerima jika ingin bergabung dengan IWAPI,” pungkas wanita hebat NTB yang dikenal dengan sebutan BDRG ini.
AYA
Membanggakan, BPJS Kesehatan Kembali Bawa JKN-KIS ke Panggung Internasional
Indonesia sudah sangatlah generous. Dengan besaran iuran seekonomis itu, Program JKN-KIS telah memberikan benefit begitu luas, mulai dari jaminan layanan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif
Marcelo Abi-Ramia Caetano dan Fahmi Idris
lombokjournal.com —
BRUSSEL : Menjelang enam tahun beroperasi, BPJS Kesehatan kembali membanggakan rakyat Indonesia.
BPJS Kesehatan dipercaya untuk menyampaikan usulan strategis dan tantangan dalam jaminan kesehatan, sekaligus memaparkan implementasi Program JKN-KIS kepada negara-negara lain dalam acara 33rd General Assembly World Social Security Forum (WSSF) yang berlangsung 14 – 18 Oktober 2019 di Brussels, Belgia.
Forum WSSF sendiri adalah forum tertinggi dan terpenting dalam organisasi ini. Kali ini melibatkan lebih dari 1.000 peserta dari lebih dari 150 negara anggota ISSA.
Termasuk di dalamnya para Menteri, Presiden organisasi dunia, para pemimpin senior dalam dunia jaminan sosial.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fachmi Idris menyampaikan milestone utama dalam perkembangan jaminan sosial di dunia.
Dalam paparan di forum tersebut, selain menjelaskan tantangan dunia berupa angka usia harapan hidup yang meningkat dan populasi kelompok usia tua makin bertambah yang perlu antisipasi jangka panjang,
Fachmi menekankan pentingnya komitmen politik yang tinggi dan adanya strategi nasional yang jelas di semua negara terkait jaminan kesehatan.
Karena itu, Fachmi mendorong pentingnya melahirkan konsep Health in All Social Security Policy (HiASSP) sebagai upaya kunci.
Secretary General ISSA Marcelo Abi-Ramia Caetano yang hadir langsung sebagai panelis, sangat terkesan dan mengapresisasi dengan langkah maju antisipatif serta usulan usulan yang disampaikan tersebut.
Hal membanggakan lainnya, pada kesempatan tersebut, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fachmi Idris yang juga menjabat sebagai Chairperson of a Technical Commission on Medical Care and Sickness Insurance of ISSA memperoleh penghargaan khusus dalam ISSA Award for Outstanding Achievement in Social Security berupa Certificate of Appreciation atas dedikasi dan kontribusinya dalam mengangkat issue-issue penting dalam mendorong jaminan sosial kesehatan universal di seluruh dunia dan langkah-langkah antipasinya.
“Menjadi lembaga pengelola program jaminan kesehatan terbesar di dunia bukan berarti tak memiliki tantangan tersendiri. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berupaya mengembangkan inovasi dan menyempurnakan pelayanan kepada peserta JKN-KIS di Indonesia,” ujar Fachmi, Selasa (15/10) 2019.
Di tengah dinamika yang ada, prestasi BPJS Kesehatan di dunia internasional tak diragukan lagi. Tahun lalu, BPJS Kesehatan menjadi satu-satunya negara anggota ISSA yang panen penghargaan dalam ajang ISSA Good Practice Award 2018 Kategori Kawasan Asia Pasifik.
Tak tanggung-tanggung, 9 penghargaan berhasil disabet BPJS Kesehatan dalam momen bergengsi tersebut, bahkan 3 di antaranya memperoleh gelar special mention dari ISSA.
Tahun 2016 lalu di Panama, ISSA mengeluarkan laporan tentang 10 tantangan yang dihadapi dunia dalam penyelenggaraan jaminan sosial, yang meliputi kesehatan dan long term care, upaya menutup kesenjangan cakupan kepesertaan program (khususnya di sektor non formal), penuaan populasi, transisi teknologi, ekspektasi publik yang semakin tinggi, pengangguran usia muda, lapangan kerja dan ekonomi digital, ketidaksetaraan dalam kehidupan, risiko dan kejadian ekstrim, serta proteksi terhadap buruh migran.
Pertemuan World Social Security Forum kali ini dimaksudkan untuk membahas kemajuan setiap negara di dunia dalam menjawab sepuluh tantangan tersebut melalui inovasi-inovasi yang dilakukan oleh anggota ISSA.
“Dalam laporan ISSA serupa tahun ini, ada pilot project BPJS Kesehatan yang disebut-sebut sebagai inovasi menarik, yaitu layanan home care yang disediakan BPJS Kesehatan bagi pasien JKN-KIS lansia yang menyandang stroke. Berdasarkan pilot project tersebut, ternyata layanan home care hasilnya lebih efektif dan efisien daripada perawatan di rumah sakit. Hal ini pun lantas diangkat ISSA sebagai best practice sharing dalam laporan ISSA di tahun 2019,” ujar Fachmi.
“JKN-KIS telah menjadi salah satu barometer utama di dunia, khususnya untuk jaminan sosial di bidang kesehatan. Berbagai apresiasi dan penghormatan yang diterima dalam forum tertinggi ISSA kali ini membuktikan hal tersebut sekali lagi dan semoga program mulia ini betul-betul makin dirasakan manfaatnya, khususnya bagi seluruh masyarakat Indonesia,” kata Fachmi.
Pertumbuhan peserta JKN-KIS juga terbilang amat pesat. Hanya dalam waktu kurang dari enam tahun, Program JKN-KIS telah meng-cover sekitar 84,1 persen dari total penduduk Indonesia.
Berdasarkan data dari Population Data CIA World Fact Book (2016) dan Carrin G. and James C. (2005), Jerman membutuhkan waktu lebih dari 120 tahun (85% populasi penduduk), Belgia membutuhkan 118 tahun (100% populasi penduduk), Austria memerlukan waktu 79 tahun (99% populasi penduduk), dan Jepang menghabiskan waktu 36 tahun (100% populasi penduduk).
Kedua, besaran iuran Program JKN-KIS terbilang sangat rendah jika dibandingkan dengan iuran program jaminan kesehatan sosial di negara-negara lain.
Sebagai pembanding, iuran jaminan kesehatan di Korea Selatan jika dirupiahkan mencapai Rp 37 juta per jiwa per bulan dan minimal Rp 159.735 per jiwa per bulan, sementara di Taiwan maksimal Rp 3,7 juta per jiwa per bulan dan minimal Rp 487.220 per jiwa per bulan.
Bahkan di Vietnam, besaran iuran maksimalnya adalah Rp 117.000 per jiwa per bulan dan minimal Rp 54.000 per jiwa per bulan.
Bandingkan dengan nominal iuran JKN-KIS saat ini yang berkisar antara Rp 25.500 sampai Rp 80.000, tergantung kelas perawatan yang dipilih peserta JKN-KIS dari segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta mandiri.
Bisa dibilang, Indonesia sudah sangatlah generous. Dengan besaran iuran seekonomis itu, Program JKN-KIS telah memberikan benefit begitu luas, mulai dari jaminan layanan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.
“Bahkan penyakit katastropik dan pelayanan kesehatan seumur hidup seperti cuci darah pun ditanggung. Bisa dibilang, iuran yang dibayarkan oleh peserta saat ini tidak sebanding dengan besarnya manfaat yang diberikan, sehingga mengembalikan besaran iuran sesuai hitungan aktuaria menjadi sangat penting,” ujar Fachmi.
KS/Hms BPJSKes
Melindungi Kesehatan Kekuarga Dengan JKN-KIS
Rutin menjaga kesehatan dan memiliki JKN-KIS adalah perlindungan ganda yang harus diterapkan oleh setiap masyarakat
lombokjournal.com —
SELONG : Sedia payung sebelum hujan, tampaknya pribahasa tersebut menjadi alasan kuat Hapdullah (56) untuk datang ke kantor BPJS Kesehatan Cabang Selong.
Memiliki jaminan kesehatan adalah salah satu cara untuk memproteksi diri dan keluarganya dari hal-hal yang kemungkinan akan terjadi kelak.
Di samping usianya yang sudah tidak muda lagi membuatnya rentan akan terserang penyakit. Oleh karena itu, JKN-KIS menjadi pilihan terbaiknya.
Hapdullah mendaftar sebagai peserta JKN-KIS sejak bulan Desember tahun 2018, sebelumnya tidak pernah punya jaminan kesehatan.
“Karena saya lihat anak saya yang mendapat JKN-KIS dari kantor tempatnya bekerja, jadi saya tertarik juga untuk buat. Hitung-hitung sebagai proteksi juga, kita tidak tahu kan kapan akan sakit. Jadi yang penting sudah punya dulu,” ungkapnya.
Wiraswasta asal Dusun Lendang Re, Kecamatan Masbagik ini hanya tinggal berdua dengan istrinya. Ia mengungkapkan bahwa program JKN-KIS ini sangat bagus bagi semua kalangan masyarakat untuk memperoleh perlindungan kesehatan.
Menurut Hapdullah, JKN-KIS program yang sangat bagus sekali. Ia merasa, seharusnya semua masyarakat memang harus punya.
“Orang yang mampu, bisa daftar secara mandiri dengan bayar iuran setiap bulan, yang tidak mampu pun bisa dapat gratis dengan dibiayai pemerintah jadi sangat cocok untuk semua kalangan. Pokoknya harus punya dulu, biar saat sakit nanti, tidak repot memikirkan biaya atau mengurus sana-sini,” tambahnya.
Adapun dengan memiliki JKN-KIS, tidak serta merta membuat Hapdullah lalai dalam menjaga kesehatannya. Ia selalu rutin untuk tetap menjaga pola makannya, selalu berolahraga seminggu sekali, dan tidak merokok.
“Alhamdulillah, sampai sekarang, saya dan istri belum pernah sakit berat sampai dirawat di rumah sakit. Di usia yang sudah tidak muda lagi ini, sangat penting untuk menjaga pola hidup yang sehat. Saya sudah berhenti merokok, menghindari makanan-makanan yang berlemak, atau bersantan, dan olahraga di hari ahad, biasanya jalan-jalan pagi. Yah, walaupun punya jaminan kesehatan, bukan berarti kita jadi tidak perhatian dengan kondisi kita sendiri kan,” ujar Hapdullah.
Hapdullah mengungkapkan, rutin menjaga kesehatan dan memiliki JKN-KIS adalah perlindungan ganda yang harus diterapkan oleh setiap masyarakat. Tak ada salahnya warga yang masih sehat menyiapkan diri sebelum sakit datang.
“Lebih baik sedia JKN-KIS sebelum sakit, layaknya sedia payung sebelum hujan,” tutup Hapdullah.
ay/ys/Jamkesnews
Saat Dika Siapkan Untuk Persalinan, Mantap Pilih JKN – KIS
Jika terdapat indikasi kelainan, maka proses persalinan akan dilakukan di fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjut
lombokjornal.com —
SELONG : Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan terus mengembangkan dan meningkatkan pelayanan kepada pesertanya.
Kendati terus berbenah terhadap sistem pelayanannya, BPJS Kesehatan tetap berkomitmen untuk memberikan kemudahan dan pelayanan prima bagi pesertanya untuk mengakses layanan kesehatan.
BPJS Kesehatan tidak hanya menjamin peserta yang sakit saja, namun ibu hamil pun dapat mendapatkan layanan kesehatan dengan JKN–KIS.
Ibu hamil yang terdaftar sebagai peserta akan dijamin kesehatannya mulai dari awal kehamilan, persalinan, hingga masa nifas. Seperti yang dirasakan oleh Dika (30), ibu hamil yang kini telah memiliki dua orang anak ini yang berkeinginan untuk menjadi peserta JKN – KIS.
“Saya ingin punya jaminan kesehatan. Apalagi saya sedang hamil 7 bulan. Suami saya kan kerja di tempat yang jauh, takut repot saat persalinan harus memikirkan biaya dan lain-lain, jadi saya ingin daftar jadi peserta JKN-KIS,” cerita Dika.
Sebagai ibu rumah tangga yang tinggal berjauhan dengan suami membuat Dika harus mempersiapkan segala hal yang berkaitan dengan kehamilan dan proses persalinannya nanti.
Termasuk masalah jaminan kesehatan agar masa prenatal (hamil) hingga postnatal (pasca melahirkan) tetap terjamin tanpa repot mengurus biayanya.
Ibu hamil peserta JKN-KIS mendapatkan manfaat memeriksakan kehamilannya di fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas, klinik, dokter praktik mandiri yang memiliki sarana prasarana persalinan atau di praktik kebidanan yang sudah masuk dalam jejaring JKN – KIS.
Pemeriksaan selama masa kehamilan sangatlah penting untuk menjaga kesehatan ibu dan janinnya. Dengan memantau kesehatan kehamilan diharapkan dapat mencegah resiko kematian bayi dan kematian ibu melahirkan.
BPJS Kesehatan akan menanggung pemeriksaan kehamilan sebelum melahirkan atau antenatal care (ANC) sebanyak 1 kali pada trimester pertama dan trimester kedua, dan 2 kali pada trimester ketiga.
Jika kondisi kehamilan tidak ada kelainan maka persalinan ditangani oleh puskesmas atau fasilitas kesehatan tingkat pertama. Namun, jika terdapat indikasi kelainan, maka proses persalinan akan dilakukan di fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjut.
Ibu 2 orang anak ini mengharapkan semoga persalinannya kelak dapat berjalan normal dan anaknya dapat lahir dengan selamat dan dalam kondisi yang sehat. Ia juga mengungkapkan keinginannya untuk segera mendaftarkan anaknya menjadi peserta BPJS ketika sudah lahir.
“Sebelum punya JKN – KIS, saya biasanya periksa ke bidan. Biaya USG nya lumayan mahal, jadi saya berharap ketika sudah punya kartu, biaya USG nya bisa gratis, dan proses persalinannya bisa berjalan lancar. Insyaallah, nanti ketika anak saya sudah lahir, saya akan langsung mendaftarkannya juga,” tutup Dika.
ay/ys/Jamkesnews
Narasumber : Dika
Temu Ilmiah APPSANTI Dipusatkan Di Universitas Hamzanwadi
Temu Ilmiah diharapkan bisa memberikan kontribusi pemikiran bagi generasi muda utamanya mahasiswa dalam menghadapi tantangan saat ini dan masa depan
lombokjournal.com —
LOTIM ; Temu Ilmiah Nasional yang berlangsung selama 3 hari sejak hari Senin, 15-17 Oktober, digelar Asosiasi Program Studi Pendidikan Sosiologi dan Antropologi se-Indonesia (APPSANTI), yang dipusatkan di Universitas Hamzanwadi Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.
Ketua APPSANTI, Ubedilah Badrun menyampaikan, temu ilmiah ini merupakan acara rutin yang dilakukan untuk membahas berbagai dinamika dan tantangan dalam pembelajaran sosiologi dan antropologi di era terkini yakni era industri 4.0 (four point zero) menuju society 5.0 (five point zero).
“Hal itulah yang membuat temu ilmiah saat ini mengangkat tema tantangan pembelajaran sosiologi dan antropologi di era revolusi industri 4.0 menuju society 5.0 dengan diikuti oleh anggota Appsanti dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia,” ujar Ubedilah yang juga pengamat politik yang kerap diundang TV swasta nasional itu.
Disebutkan, berbagai rangkaian acara dalam temu ilmiah itu di antaranya Seminar Nasional, Musyawarah Nasional, dan Olimpiade Nasional yang diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
“Kami (APPSANTI) setiap tahun menyelenggarakan kegiatan seperti ini, dan Appsanti ini sudah menyebar di seluruh perguruan tinggi di Indonesia, hanya Papua yang belum kita sentuh tapi insya Allah tahun depan kita akan coba,” ungkap mantan aktivis HMI yang juga dosen UNJ itu.
Humas Universitas Hamzanwadi, Dr. Muhammad Halqi mengatakan, kegiatan ini merupakan acara yang dapat memberikan kontribusi bagi perguruan tinggi terutama untuk kemajuan ilmu pengetahuan, khususnya ilmu sosial.
“Tantangan generasi millenial di era revolusi industri generasi ke empat (4.0) cukup berat. Dimana revolusi ini menitikberatkan pola digitalisasi dengan teknologi canggih dalam berbagai aspek kehidupan,” ujar Halqi di Selong, Senin (14/10) 2019.
Hal itu lanjut doktor jebolan UNJ ini memiliki dua sisi yang berbeda, satu sisi memberi kemudahan dalam hidup, satu sisi lagi bisa memberikan mudarat dan dampak negatif terutama dalam konteks perilaku.
“Hal ini yang banyak pihak kurang menyadari akan adanya perubahan tersebut terutama di kalangan pendidik, sekaligus semua itu merupakan tantangan generasi millenial yang sulit terelakkan,” paparnya.
Melalui temu ilmiah Appsanti yang diselenggarakan di Universitas Hamzanwadi pihaknya berharap bisa memberikan kontribusi pemikiran bagi generasi muda utamanya mahasiswa dalam menghadapi tantangan saat ini dan masa depan.
“Kami berharap selaku tuan rumah dari acara ini memberikan kontribusi pemikiran untuk kemajuan bersama, baik bagi universitas dan Appsanti, khusunya program studi pendidikan sosiologi Univeritas Hamzanwadi selaku panitia temu ilmiah ini,” pungkas Direktur Lembaga Kerjasama dan Alumni (LKA) itu.
AYA (red)
Gubernur dan Menteri Agama Resmikan Sembilan Gedung Baru UIN Mataram
Dengan kehadiran Gedung baru UIN, diharapkan UIN mampu menghadirkan interaksi yang menyejukkan bagi masyarakat
Gubernur Zul Dan Menteri Agama
Gubernur Zul fdan TGH Turmuzi
MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah berharap Universitas Islam Negeri (UIN) memiliki peran besar di tengah arus informasi dan teknologi yang berkembang pesat saat ini.
Terutama, dapat menjadi penyejuk jiwa yang dapat membimbing seluruh masyarakat ke arah hidup yang lebih baik dan bermanfaat.
Seruan itu disampaikan Gubernur saat Soft Launching Proyek Pembangunan sembilan Gedung Baru dan Infrastruktur Pendukung UIN Mataram, Selasa (15/10/2019).
Sembilan gedung UIN yang diresmikan Menteri Agama bersama Gubernur NTB, Rektor UIN, Prof. Dr. Mutawalli antara lain, Gedung Klinik, Auditorium, Laboratorium, ruang kelas, Perpustakaan, IC City Center, Training Center, Lesson center.
Di hadapan Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin dan seluruh civitas academica UIN Mataram, orang nomor satu di NTB itu mengatakan, banyak lulusan perguruan tinggi yang lebih memilih untuk aktif di media sosial.
Maka, kalau tidak hati-hati dalam menyebarkan informasi, masyarakat bisa tersesat.
“Beberapa hari yang lalu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) melaksanakan Rekernas di Mandalika Nusa Tenggara Barat. Dimana Ada harapan yang begitu membuncah dari masyarakat, bahwa institusi keagamaan, termasuk UIN ini bisa menjadi mercusuar, yang akan membimbing manusia di abad modern yang gelisah ini,” jelasnya.
Mahasiswa UIN di masa yang akan datang, dengan kemajuan artificial intelligent, harus bisa menjawab tantangan. Sebab di era semacam ini, orang sudah tidak bisa membedakan mana yang asli dan mana yang tidak.
“Kemajuan artifical intelligent dan kemajuan teknologi, memerlukan petunjuk agar tidak salah arah,” tegas Gubernur.
Dengan kehadiran Gedung baru UIN, diharapkan UIN mampu menghadirkan interaksi yang menyejukkan bagi masyarakat.
Menteri Agama berharap, di akhir tahun ini pembangunan gedung UIN Mataram bisa diselesaikan 100 persen. Sehingga seluruh gedung yang dibangun di kampus baru tersebut bisa dirasakan manfaatnya oleh seluruh civitas academica UIN Mataram.
Ia berpesan kepada seluruh civitas academica UIN Mataram bahwa gedung baru itu dapat dimanfaatkan dengan baik. Sebab, meski benda mati, namun bermanfaat atau tidaknya tergantung sungguh pada seluruh civitas akademika UIN.
Ia mengajak seluruh pihak untuk memaknai gedung baru tersebut dengan merawatnya.
“Launching atau peluncuran gedung ini adalah awal kita untuk memberikan makna kepada gedung baru ini, dengan cara memanfaatkan gedung baru ini sehingga kita bisa merasakan manfaat baik civitas academica maupun masyarakat sekitar. Oleh karena itu saya titipkan, berikan nyawa/ruh kepada gedung ini dengan cara merawat gedung ini sebaik-baiknya dengan menjunjung tinggi kebersamaan,” pesannya.
Lukman juga menambahkan, seluruh bangunan dan sarana prasarana yang dimiliki oleh kampus ini adalah milik bersama. Maka bangunan beserta sarananya harus dijaga sebaik-baiknya.
Ia juga menyinggung cara mahasiswa menyampaikan aspirasi yang cenderung terpancing emosi bahkan merusak fasilitas umum dan kampus.
Ia berharap kepada mahasiswa agar dalam menyampaikan aspirasi haruslah dengan cara yang intelektual dan tidak berperilaku anarkis yang dapat merusak fasilitas kampus.
AYA/HmsNTB
‘Santri Kehormatan’ Diberikan Ponpes NU Al Manshuriyah Ta’limusibyan Untuk Selly Andayani
“Ini sebagai bentuk menjam’iyahkan warga yang non NU. Jika kita menemukan seperti bunda Selly yang memiliki visi yang sama, maka kita memperkuat jam’iyyah di kalangan non NU”
lombokjournalcom —
LOMBOK TENGAH ; Gelar sebagai ‘santri kehormatan’ diberikan Ponpes NU Al Manshuriyah Ta’limusibyan, Desa Bonder, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah kepada Kepala Dinas Perdagangan NTB, Hj Putu Selly Andayani.
Penganugerahan gelar santri kehormatan yang ditandai dengan pemasangan Jilbab Muslimat NU dilakukan oleh Ketua Yayasan Ponpes NU Al Manshuriyah Ta’limusibyan, Baiq Mulianah, Senin (14/10) 2019.
“Alhamdulillah, bunda dinobatkan sebagai santri kehormatan Muslimat NU. Alhamdulillah bunda bisa di terima di warga NU. Saya merasa bangga dan bahagia,” ucap Selly
Hj Putu Selly Andayani yang digadang-gadang maju dalam Pilkada Kota Mataram tahun 2020 itu berharap, ke depan Pesantren Al Manshuriyah Ta’limusibyan bisa mempunyai ekonomi yang mandiri melalui penguatan Kopontren yang sudah ada.
“Ke depan kita ingin membuatkan bagaimana Ponpes ini punya ekonomi yang mandiri dan tidak tergantung kepada siapa-siapa serta memiliki daya saing,” harap mantan pejabat walikota Mataram ini.
Selain itu, pihaknya menghadirkan Forum Komunikasi Sales dan Marketing (FKSM) untuk Bapok.
“Nanti, saya akan hubungkan supaya Kapontren yang sudah bisa dimanfaatkan untuk membangun kemandirian ekonomi,” cetusnya.
Selly juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada kepada pihak Ponpes yang sudah responsif menerima kegiatan Disdag NTB.
“Kami sampaikan ucapan terimakasih, khususnya kepada Ibu Baiq Mulianah yang telah menerima dengan dengan sangat luar biasa,” ucapnya.
Ketua Yayasan Ponpes NU Al Manshuriyah Ta’limusibyan, Baiq Mulianah mengungkapkan, dirinya berkewajiban mensyiarkan nilai-nilai Islam Ahlussunah Waljama’ah An Nahdiyah.
“Ini sebagai bentuk menjam’iyahkan warga yang non NU. Jika kita menemukan seperti bunda Selly yang memiliki visi yang sama, maka kita memperkuat jam’iyyah di kalangan non NU,” katanya.
AYA
Jadi Kurir Narkoba, Driver Ojek online ditahan
Barang haram yang diprediksikan berharga Rp 150 juta dan jiika berhasil diedarkan maka akan terpapar sekitar dua ribu orang
MATARAM.lombokjournal.com — Seorang oknum driver ojek online berimisial ADS (31) tahun, terpaksa harus berurusan dengan pihak kepolisian karena kedapatan menjadi kurir narkoba jaringan antar provinsi.
Warga Rawa Mangun Jakarta tersebut, diamankan oleh tim opsnal Satuan Narkoba Polres Mataram dengan barang bukti sabu sabu dengan berat hampir mencapai satu ons.
Kapolres Mataram,AKBP Saeful Alam mengatakan, tersangka yang berinisial ADS diamankan pada Kamis (10/10) 2019 sore.
“Pelaku berhasil diamankan ketika sedang berada di Bertais dari tangannya diamankan barang bukti sebanyak 101,6 gram,” katanya, Senin (14/10) 2019) pagi, didampingi oleh Kasat AKP Kadek Adi Budi Astawa dan Kabag Ops,Kompol Taufik serta Kasubag Humas.
Menurutnya, tersangka ADS yang merupakan warga Rawa Mangun Jakarta tersebut merupakan jaringan antar provinsi dan barang bukti akan diedarkan di wilayah pulau Lombok dan Sumbawa
“Rencananya sabu tersebut akan diperjualkan di wilayah wisata baik di pulau Lombok dan Pulau Sumbawa,”terangnya.
ADS membawa barang haram yang diprediksikan berharga Rp 150 juta dan jiika berhasil diedarkan maka akan terpapar sekitar dua ribu orang tersebut melalui darat.
Dari Jakarta menggunakan Kereta Api kemudian di Bali menggunakan Bus hingga ke Mataram.
Menurut pengakuan tersangka AD, untuk membawa barang haram tersebut sampai ke Mataram diupah sebesar Rp 10 juta.