Diinstruksikan Pemadaman Api TPA Kebon Kongok  Api Dalam 15 Hari

Gubernur yakin masalah kebakaran ini segera bisa diatasi, terutama Pemda Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat yang terus berkordinasi bersama

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur NTB,  Dr. H. Zulkieflimansyah bergegas meninjau Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Kebon Kongok, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, Minggu (20/19/2019).

Ia ingin memastikan proses penanganan kebakaran TPA berjalan lancar tanpa kendala.

Gubernur mendapat laporan,  luas area tumpukan sampah TPA Regional Kebon Kongok sekitar 5 hektare dan lahan yang terbakar sekarang sudah mencapai 4 hektare.

Terbakarnya lahan TPA ini menyebabkan pembuangan sampah dari Kota Mataram dan Lobar terganggu.

Pemerintah Provinsi NTB terus berupaya agar kebakaran tidak meluas sehingga mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar TPA.

Pemerintah Provinsi melalui BPBD dan Dinas LHK NTB melaksanakan segala cara untuk memadamkan api, mulai dari mengerahkan mobil pemadam kebakaran, mobil tangki air dan dum truck pengangkut tanah.

Penanganan kebakaran dilakukan secara bertahap per blok dari 17 blok yang ada, dengan sistem siram -timbun tanah atau landfilling. Hal ini dilakukan untuk memutus rantai oksigen dan persiapan blok untuk menerima sampah dari Kota Mataram dan Lombok Barat yang mulai menumpuk.

Untuk menangani satu blok yang luasnya sekitar 3000 m2, dalam dua hari, atau sekitar 2×10 jam, diperlukan satu unit  bulldozer besar. Alat ini diperlukan untuk meratakan sampah yang ada agar mudah dipadamkan.

BPBD mengerahkan empat unit excavator, satu unit untuk mengurai sampah dan tiga unit mengisi dump truck dengan tanah. BPBD juga mengerahkan dua mobil pemadam kebakaran, empat truck tangki air, dan 10 dump truck.

Dengan sistem ini,  kebakaran lahan ini tidak meluas dan perlahan mulai mengecil. Pantauan langsung di lapangan juga menunjukkan kepulan asap sudah semakin menurun seiring kerja keras pemerintah bersama stakeholder terkait.

Gubernur Zul memberikan instruksi agar penanganan kebakaran ini bisa dipercepat yaitu cukup 15 hari  saja dengan penambahan alat-alat berat dan tenaga di lapangan.

“Terima kasih kepada teman-taman yang begadang siang malam memadamkan api yang terus menyala,” ungkap Bang Zul.

Ia yakin masalah ini akan segera bisa diatasi, terutama Pemda Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat yang terus berkordinasi bersama untuk tugas yang tidak sederhana ini.

AYA/HmsNTB

 




TNI Polri Di NTB Gelar Apel Gabungan Siap Amankan Pelantikan Presiden dan Wapres

Danrem memerintahkan para Dandim jajaran untuk menggelar apel gabungan dan patroli sampai ke desa-desa, mencegah indikasi-indikasi orang yang tidak bertanggungjawab dengan melakukan tindakan preventif dengan smart power dan humanis serta tidak menggunakan kekerasan

MATARAM.lombokjournl.com —  Para personel TNI Polri di Provinsi NTB menggelar apel gabungan dalam rangka mengamankan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI terpilih periode 2019-2024 Ir. Joko Widodo dan Prof. Dr (HC). KH.Ma’ruf Amin hari ini, Minggu (20/10) 2019.

Apel gabungan yang dilaksanakan di lapangan Sangkareang Kota Mataram diambil Waka Polda NTB Brigjen Pol Drs. Tajuddin, MH., bersama Komandan Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., dan dihadiri para pejabat Korem dan jajaran se Garnizun Mataram dan jajaran Polda NTB.

Danrem 162/WB memberikan apresiasi atas sinergitas dan soliditas TNI Polri di wilayah NTB yang hingga saat ini berjalan kompak penuh kebersamaan.

Menurutnya, situasi NTB hingga saat ini masih aman, damai dan terkendali, semua itu tercipta karena sinergitas TNI Polri, Pemda dan didukung seluruh komponen masyarakat yang berjalan seirama dan kompak

“In syaa Allah NTB akan tetap aman dan kondusif, dan itu sudah kita buktikan pada saat Pemilu maupun Pilpres yang berjalan aman dan lancar,” ujarnya.

Pria kelahiran Jakarta tersebut, dalam hal ini harus maksimal dalam melaksanakan tugas pengamanan karena tugas adalah kehormatan sebagai bayangkari negara.

Mengakhiri sambutannya, Danrem memerintahkan para Dandim jajaran untuk menggelar apel gabungan dan patroli sampai ke desa-desa, mencegah indikasi-indikasi orang yang tidak bertanggungjawab dengan melakukan tindakan preventif dengan smart power dan humanis serta tidak menggunakan kekerasan.

“Gunakan prosedur yang ada baik di TNI dan Polri, hindari penggunaan kekerasan,” tutupnya.

Sebelumnya, Waka Polda NTB menyampaikan Apel siaga ini dilakukan dalam rangka pengamanan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih.

Berbagai kegiatan pengamanan yang sudah kita laksanakan mulai dari awal hingga hari ini sebagai puncak pengamanan Pilpres.

Dalam pelaksanaannya, menurut Waka Polda, Polri diback up TNI dibeberapa media sudah siap mengamankan acara pelantikan, tetap waspanda dan antisipasi jika ada gerakan baik dari masyarakat yang inigin menyampaikan pendapat maupun hal-hal yang tidak terduga.

“Jangan sampai terjadi hal yang tidak diinginkan, sebagai pengayom dan pelayanan masyarakat, tidak boleh semena-mena, tidak boleh melakukan tindakan diluar prosesdur yang ada, tetap profesional dan proporsional dan jangan mau dipecah belah,” pesan Waka Polda.

Apabila ada informasi untuk unjuk rasa, lakukan pendekatan agar mereka tidak melakukan aksi yang dapat menciderai yang mengakibatkan situasi tidak kondusif karena siapapun boleh menyampaikan pendapat sesuai dengan ketentuan hukum.

“TNI dan Polri siap mengamankan sesuia dengan prosedur, bertindak humanis namun tegas secara hukum,” pungkasnya.

Usai melaksanakan apel gelar pasukan, kegiatan dilanjutkan dengan pengucapan ikrar “TNI Polri Siap Mengamankan Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2019, NKRI Harga Mati”,  pembagian kelompok untuk melaksanakan patroli gabungan, melaksanakan senam dan lari pagi seputaran Kota Mataram.

AYA

 




Raih Medali Emas Nasional, Gubernur Zul Beri Penghargaan

Bang Zul pun merasa bangga dengan prestasi yang diukir kedua siswa tersebut. Orang nomor satu di NTB itu berharap prestasi yang mengharumkan nama NTB tersebut dapat dipertahankan

MATARAM.lombokjournal.com  —  Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB, H. Rusman menyambut dua siswa NTB, yang baru saja meraih prestasi membanggakan di tingkat nasional, Minggu (20/10) 2019.

Kedua siswa yang disambut Gubernur di VIP Bandara Internasional Lombok itu adalah Syarifah Fatimah Nissatuljannah SB (Nisa) dan Muhammad Farid Andika (Farid).

Dua pelajar SMA 1 Sumbawa ini mempersembahkan Juara 1 Nasional di bidang Matematika Sains dan Teknologi, pada ajang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia tahun 2019.

Mereka mewakili Indonesia pada ajang Lomba Penelitian South East Asia Matematic Education Organization (SEAMEO), di Jakarta.

Lomba tersebut diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, bekerja dengan Lembaga Pendidikan Asia Tenggara.

Keduanya mengusung penelitian berjudul “NOWS (Natural Oil/Water Separator), pembersih tumpahan minyak di air berbahan serat biduri (Calostropis gigantea L)”.

Atas prestasi tersebut Gubernur yang akrab disapa Bang Zul memberikan penghargaan yang diserahkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi.

Penghargaan berupa uang tunai itu diberikan Gubernur sebagai bentuk dukungan dan terima kasih kepada anak-anak NTB yang telah berprestasi.

Bang Zul pun merasa bangga dengan prestasi yang diukir kedua siswa tersebut. Orang nomor satu di NTB itu berharap prestasi yang mengharumkan nama NTB tersebut dapat dipertahankan.

Bahkan dapat terus ditingkatkan dan ditularkan kepada anak anak NTB yang lain.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB tidak bisa menyembunyikan kebanggaannya ketika menyambut dua siswa berprestasi tersebut.

“Ini membuktikan bahwa NTB tidak boleh dianggap enteng. Harapan kami anak-anak ini bisa menebarkan virus kebaikan kepada yang lain,” ungkapnya.

Mantan Kepala BPSDM NTB itu mengaku optimis, masih banyak anak NTB yang memiliki kemampuan untuk bersaing dan berprestasi di tingkat nasional bahkan internasional. Apalagi didukung oleh kemampuan dan kreativitas guru yang mumpuni.

Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi NTB tetap berkomitmen untuk selalu memberikan penghargaan kepada anak anak NTB yang berprestasi.

Siswa berprestasi, Syarifah Fatimah Nissatuljannah SB (Nisa) menyampaikan terima kasih kepada Gubernur yang telah memberikan penghargaan kepada mereka. Ia pun mengaku bahagia dan bangga dapat mengharumkan nama NTB di kancah nasional.

Ia berharap, anak-anak NTB yang lain dapat mengikuti jejak mereka untuk selalu melakukan penelitian dan mengembangkan hal hal baru. Sebab bagi gadis yang bercita-cita sebagai Dokter itu, meneliti merupakan hal yang menantang dan seru untuk dilakukan.

“Kami terus berinovasi apa yang bisa kami lakukan,” katanya.

Hal yang sama juga diungkapkan Muhammad Farid Andika. Ia tidak menyangka penelitiannya bisa mengantarkan mereka bisa meraih peringkat tertinggi di lomba tersebut.

Ia juga menyampaikan tips bagaimana meneliti dan menghasilkan juara.

“Yang pertama sih gigih, jangan mudah menyerah. Kita saja baru dapat medali emas ini setelah berusaha hampir tiga tahun. Pokoknya, usaha, gigih dan do’a,” ungkapnya.

AYA/HmsNTB

 




Koko Olimpiade 2019,  Diapresiasi Karena Ada Kegiatan Memupuk Bakat dan Kreativitas Anak

Hj. Niken mengapresiasi peran Nestle yang berkampanye mengajak anak terbiasa untuk sarapan dengan gizi seimbang dan bernutrisi sebelum aktivitas di sekolah

Hj Niken (kanan)

MATARAM.lombokjournal.com —  Hj. Niken sangat mengapresiasi agenda Koko Olimpiade 2019. Salah satu kegiatan yang dilakukan yaitu, lomba menggambar dan mewarnai yang melibatkan anak-anak usia  6 – 12 tahun.

Menurutnya kegiatan seperti ini sangat baik untuk tumbuh kembang anak.

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc  menyampaikan apresiasinya itu saat membuka kegiatan Koko Olimpiade 2019 yang berlangsung di Gelanggang Pemuda Mataram, Minggu (20/10) 2019.

“Acara kali ini mungkin kelihatan biasa, tapi itu adalah sebuah proses yang penting yang harus dilakukan, karena itu semua bagian dari tumbuh dan kembang anak, untuk menjadi anak yang hebat di masa yang akan datang,” kata Hj. Niken.

Terselenggaranya giatan ini katanya untuk memupuk bakat dan kreativitas anak.

Dalam kesempatan itu, Hj. Niken mengapresiasi peran Nestle yang berkampanye mengajak anak terbiasa untuk sarapan dengan gizi seimbang dan bernutrisi sebelum aktivitas di sekolah.

“Jangan  lupa sarapan di pagi hari sebelum keluar rumah, karena sarapan amat penting dan dibutuhkan oleh kesehatan tubuh kita,” tutur Hj.Niken.

Pada kesempatannya juga, ia menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada para orang tua yang telah meluangkan waktu mengantar dan menemani anak-anaknya untuk mengikuti kegiatan ini. Sehingga moment ini, nantinya akan tersimpan di dalam ingatan anak.

“Hal terpenting dari moment ini, bukan tentang menang atau kalah, melainkan proses anak-anak dalam menuangkan pemikiran serta ide-idenya ke dalam sebuah gambar sehingga kelak mereka akan tumbuh lebih percaya diri lagi,” katanya.

AYA

 

 

 




”Serpihan Surga” Tersembunyi Di Narmada

Baiq Yeni (kanan)

“Kami ingin wisatawan tahu, kami tak hanya punya Taman Narmada. Tapi kami juga punya banyak destinasi wisata yang lain. Ada serpihan Surga di Narmada. Kekayaan Alam yang luar biasa banyaknya”

LOBAR.lombokjournal.com — Desa Wisata Suranadi Kecamatan Narmada Lombok Barat beberapa waktu lalu menjadi juara terbaik Nasional pada ajang Lomba Desa tahun 2019. Sekaligus meraih penghargaan dari Indonesia Sustainable Tourism Award 2019 di bidang lingkungan.

Juga Desa Buwun Sejati yang masuk ke dalam salah satu kawasan Sustainable Tourism Observation (STO) oleh PBB, menyimpan banyak potensi.

Ternyata ada “serpihan surga” yang tersembunyi di Kecamatan Narmada.

Selain taman narmada dengan air awet muda dan keagungan historisnya yang panjang, juga hampir semua desanya dikaruniai keindahan alam dan kekayaan produk yang menjanjikan kebahagiaan.  Baik bagi warganya dan decak kagum bagi para tamu yang mengunjunginya.

Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi NTB mengundang Kecamatan Narmada untuk tampil dalam ajang Inspiratif Expo di arena car free day di Jalan Udayana Mataram Minggu, (20/10) 2019.

Menangkap bola dengan baik, Kecamatan Narmada menampilkan 11 Desa wisata terbaiknya. Ke 11 Desa tersebut di antaranya Desa Suranadi, Desa Peresak, Desa Sembung, Desa Selat, Desa Sesaot, Desa Dasan Tereng, Desa Buwun Sejati, Desa Mekarsari, Desa Lb. Sempaga, dan Desa Golong.

Plt. Kepala Dinas Komunikasi, infomatika dan Statistik Provinsi NTB, Gde Putu Aryadi, S.Sos.MH menyampaikan apresiasinya terhadap berbagai prestasi yang diraih Kecamatan Narmada.

Ia menegaskan pengembangan 99 Desa wisata di seluruh pelosok NTB saat ini menjadi salah satu fokus yang digiatkan pemerintah daerah, dari 60 program unggulan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Bang Zul- Umi Rohmi, untuk mewujudkan visi NTB Gemilang.

“Narmada merupakan salah satu sentra wisata di NTB. Selain pesona alam dan air awet mudanya,  ada berbagai produk yang dihasilkan dari tempat wisata. Seperti UMKM, kuliner dan obat-obatan, produk kerajinan hingga seni budaya. Semua ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat. Semoga ini dapat dijadikan contoh oleh desa-desa yang lain, sehingga dapat mewujudkan NTB Gemilang,” tutur Gde Putu Aryadi, saat memberikan sambutan pembuka.

Baiq Yeni S. Ekawati selaku Camat Narmada mengawal langsung ke-11 Desa Wisata tersebut. Ia berharap, dengan tampilnya ke-11 Desa Wisata di Kecamatan Narmada ini dapat menambah daftar destinasi wisata bagi wisatawan saat berkunjung ke Lombok Barat.

“Kami ingin wisatawan tahu, kami tak hanya punya Taman Narmada. Tapi kami juga punya banyak destinasi wisata yang lain. Ada serpihan Surga di Narmada. Kekayaan Alam yang luar biasa banyaknya,” jelas Baiq Yeni.

Salah satu di antaranya adalah  Desa Golong, dalam kesempatan tersebut Kepala Desa Golong, H. M. Zainuddin, SE, mempromosikan beraneka keunggulan dari desanya. Di anataranya, delapan (8) lapangan golf bertaraf internasional, camping ground, kolam renang, serta beraneka hotel dan resort yang telah tersedia.

Tak hanya destinasi wisata, Desa Golong juga memproduksi poteng makanan tradisional khas Sasak, serta ulekan (cobek) batu yang sudah mulai jarang ditemukan di pasaran.

Tak hanya Desa Golong, Desa Buwun Sejati juga tak mau kalah mempromosikan keunggulan Desanya. Bambang Kurdi Sartono, selaku kepala Desa tersebut menyebutkan Desa Buwun Sejati yang masuk ke dalam salah satu kawasan Sustainable Tourism Observation (STO) oleh PBB tersebut menyimpan banyak potensi.

Di kelima dusunnya, masing-masing memiliki potensi wisata yang menarik, mulai dari kesenian, budaya, kerajinan tangan, keindahan alam, dan toleransi antarumat beragama.

“Banyak artis yang sudah mengunjungi Desa kami. Desa kami ini terkenal bahkan hingga ke Mancanegara,” seru Bambang.

Tak hanya mempromosikan potensi yang ada di ke-11 Desanya. Inspiratif Expo kali ini kembali dirangkaikan dengan kampanye Zero Waste. Dimana, setiap warga dihimbau untuk memunguti sampah lalu memilahnya sesuai kategori organic dan organic.

Bahkan Camat  sendiri turun langsung memberikan contoh kepada warga bagaimana cara memilah sampah yang baik. Kemudian Pengumpul sampah terbanyak lalu diberikan hadiah berupa aneka produk dari desa wisata yang tampil. Termasuk berbagai produk anyaman dan bunga indah berbahan baku sampah plastik.

Beraneka seni budaya khas Kecamatan Narmada juga ditampilkan. Seperti Tarian Rejang Sari yang mencerminkan rasa Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Tarian Pendet diiringi Penabuh Nirataya Gita Putri, Desa Suranadi.

Kemudian Tari Rudat dari Desa Kramajaya Kec.Narmada Pimpinan H.Marwan. Serta Kembang Sembah oleh Liana dan Vony sanggar Dende Rinjani.

AYA/HmsNTB




Gubernur Zul Ingatkan Dampak Negatif Sains Dan Teknologi, Bila Tanpa Landasan Agama

“Ceramah dakwah konvensional tidak cukup, IKADI harus kreatif untuk menginovasi metode dakwah sehingga dapat menjangkau anak-anak muda di NTB”

MATARAM.lombokjounal.com —  Gubernur Provinsi NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, menekankan kepada seluruh jemaah Masjid Hubbul Wathan Islamic Center untuk siap menghadapi tantangan masa depan.

Kemajuan sains dan teknologi dapat memberikan dampak negatif apabila tidak dilandasi dengan ilmu agama yang kuat.

Gubernur Zul sangat mengapresiasi kegiatan Tabligh Akbar Al-Quran Sumber Kekuatan yang diselenggarakan oleh Ikatan Dai Indonesia (IKADI) NTB, sebagai sarana berbagi ilmu agama dengan sesama.

Acara ini dilaksanakan di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center Mataram.

“Dengan berkumpul bersama kita bisa mendapatkan ilmu langsung dari para dai kita sehingga kita dapat meningkatkan keimanan kita kepada Yang Maha Kuasa, Islam menjadi penyejuk di kehidupan kita, insyaallah juga mampu hadirkan kesejukan di Nusa Tenggara Barat,” ungkap Bang Zul pada acara Tabligh Akbar Al-Quran, Sabtu (19/10) 2019.

Gubernur Zul menganalogikan kehidupan kita di bumi apabila tanpa ada petunjuk, bagaikan sebuah kapal di tengah lautan yang diterjang badai dan tak tahu arah untuk menyelamatkan diri.

Karena tidak memiliki petunjuk. Maka dari itu, ia berharap kegiatan-kegiatan positif seperti ini akan banyak terselenggara di masa datang.

“Semoga ke depan ramainya ceramah tidak hanya didominasi oleh ibu-ibu dan bapak-bapak saja, anak-anak muda sebagai penerus bangsa juga sangat diharapkan kehadirannya. Ceramah dakwah konvensional tidak cukup, IKADI harus kreatif untuk menginovasi metode dakwah sehingga dapat menjangkau anak-anak muda di NTB,” harapnya.

AYA/HmsNTB




Pelajar NTB Asal Sumbawa Raih Juara 1 Nasional Bidang Matematika Sains dan Teknologi

Mereka pernah mewakili Indonesia pada ajang Lomba Penelitian South Easth Asia Matematic Education Organization (SEAMEO), di Jakarta

MATARAM.lombokjournal.com  —  Dua pelajar  NTB yang berasal dari SMA 1 Sumbawa, Syarifah Fatimah Nissatuljannah SB (Nisa) dan Muhammad Farid Andika (Farid), meraih Juara 1 Nasional di bidang Matematika Sains dan Teknologi, pada ajang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia tahun 2019.

Pencapaian dua pelajar SMA 1 Sumbawa ini dimulai dari pengajuan proposal penelitian di bulan April 2019. Keduanya mengusung penelitian berjudul “NOWS (Natural Oil/Water Separator), pembersih tumpahan minyak di air berbahan serat biduri (Calostropis gigantea L)”.

Hal itu dituturkan oleh pendamping mereka, Erna Dewi, S.Pd, Sabtu (19/10) 2019.

Pada awal seleksi, tak kurang 6 ribu proposal masuk bersama proposal Nissa dan Farid. Setelah diseleksi, proposal dari siswa SMA 1 Sumbawa ini masuk di antara 4 ribu proposal yang dapat dilanjutkan ke tahap riset. Keduanya pun mulai melakukan riset.

Setelah riset selesai, peneliti mengirimkan laporan hasil penelitian dan log book atau catatan proses penelitian.

“Dari 1200 laporan yang diterima penyelenggara, siswa kami terpilih sebagai salah satu dari 106 finalis nasional, atau salah satu dari 49 finalis di bidang Matematika Sains dan Teknologi,” tutur Dewi.

Setiap finalis harus membuat video profil yang diunggah ke Youtube. Kemudian, melakukan pameran.

Pada tahap akhir, finalis melakukan presentasi di hadapan dewan juri. Mereka adalah para pakar dari berbagai lembaga dan kampus ternama.

Setelah melalui perjuangan yang cukup berat, seluruh proses itu akhirnya terbayar. Nissa dan Farid akhirnya terpilih menjadi juara 1 dan meraih medali emas di ajang tersebut.

Kepala SMA 1 Sumbawa, Masuji Mando mengaku sangat bangga dengan prestasi yang diraih anak didiknya. Apalagi, prestasi ini diraih setelah bersaing dengan para pelajar se-Indonesia.

“Takdir Allah. Ini diraih berkat kerja keras dari siswa, bapak ibu guru, dan orang tua. Mereka berusaha dengan keras, melakukan simulasi dan lain sebagainya.. Saya hanya memfasilitasi mereka berangkat dan pembinaan,” ujar Masuji.

Masuji juga mengapresiasi dukungan Gubernur NTB dalam upaya membangun prestasi anak didiknya.

Menurutnya, kebijakan dana BOS, bersama Peraturan Gubernur yang memperbolehkan mereka memungut BPP dari orang tua siswa, sangat membantu mengembangkan bakat dan potensi anak didik.

“Perolehan hasil ini tidak terlepas dari proses intra dan ekstrakurikuler sekolah, yang dikhususkan pada pembinaan KIR siswa,” tegasnya.

Prestasi ini juga bukan kali pertama diraih oleh Syarifah Fatimah Nissatuljannah SB. Tahun lalu, Syarifah bersama tiga rekannya, Nadia Safira, Lauhul Afiat Kahfi dari SMA Negeri 1 Sumbawa Besar dan Andrian dari SMK Negeri 3 Sumbawa Besar juga membuat NTB bangga.

Mereka mewakili Indonesia pada ajang Lomba Penelitian South Easth Asia Matematic Education Organization (SEAMEO), di Jakarta. Lomba tersebut diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, bekerja dengan Lembaga Pendidikan Asia Tenggara.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah saat menerima Syarifah dan rekan-rekannya, di Pendopo Gubernur, Minggu (14/10) 2018, mengungkapkan harapannya agar prestasi semacam ini bisa dijadikan inspirasi bagi para pemuda dan pendidik di NTB.

Diharapkan, seluruh sekolah di NTB ini dapat berpacu, meningkatkan prestasi. Sehingga siswa NTB yang memiliki kemampuan dan prestasi hebat dapat diikutkan di berbagai lomba di tingkat dunia.

“Kepala sekolah harus mampu menemukan bibit-bibit berprestasi di NTB,” ujar Gubernur di hadapan kepala sekolah dan pembina siswa tersebut.

AYA/HmsNTB

 




Mulai Desember, Penerbangan Langsung Lombok-Jeddah

Dibukanya rute Lombok-Jeddah, selain mempermudah jemaah NTB untuk umrah, penerbangan tersebut akan membantu sektor pariwisata NTB untuk bangkit kembali

MATARAM.lombokjournal.com  —  Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menghadiri rapat persiapan penerbangan langsung Lombok-Jeddah, di Gedung Graha Bakti Praja, Kantor Gubernur NTB, Sabtu (19/10) 2019 siang.

Gubernur Zulkieflimansyah

Dalam rapat tersebut, Gubernur NTB mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada Lion Group beserta penyelenggara travel yang telah mempersiapkan penerbangan Lombok – Jeddah.

“Mudah-mudahan dengan hadirnya penerbangan langsung dari Lombok ke Jeddah akan memancing animo masyarakat kita untuk mengunjungi tanah suci,” ujar Gubernur.

Menurut Gubernur yang akrab disapa Bang Zul ini, Penerbangan Lombok-Jeddah ini nantinya tidak hanya memancing animo masyarakat ke tanah suci. Di sisi lain, Bang Zul yakin  penerbangan tersebut bisa mengundang banyak tamu dari Jeddah untuk datang ke Lombok.

“Mari kita dorong masyarakat kita untuk berziarah ke tanah suci, Insya Allah pada saat yang sama dengan adanya direct flight, mudah-mudahan tahap berikutnya akan banyak teman-teman dari timur tengah untuk berkunjung ke Nusa Tenggara Barat yang kita cintai ini,” serunya.

Lebih jauh, Bang Zul berdo’a supaya penerbangan perdana Lombok – Jeddah pada tanggal 4 Desember 2019 berjalan dengan lancar dan selamat.

“Selamat teman-teman semua, Insya Allah sesuai harapan kita semua, 400 penumpang penerbangan perdana dari Lombok ke Jeddah Berjalan dengan lancar,” ujarnya.

Sementara itu, Area Manajer Lion Group Denpasar,  Fajar Teguh Santoso mengungkapkan keseriusannya dalam membuka rute penerbangan Lombok-Jeddah tersebut.

Menurutnya, dibukanya rute Lombok-Jeddah, selain mempermudah jemaah NTB untuk umrah, penerbangan tersebut akan membantu sektor pariwisata NTB untuk bangkit kembali.

“Jika rute tersebut berpotensi, kita pasti akan buka. Sehingga masyarakat kita yang akan menjalankan ibadah umrah akan menjadi lebih mudah,” ujarnya.

Dalam rapat tersebut, hadir juga sejumlah Kepala OPD, hingga travel yang siap membantu penerbangan tersebut.

AYA 




Ingat Ungkapan Kasih Ibu Sepanjang Jalan, Manfaat JKN-KIS Pun Tak Pernah Putus

“Saya tidak bisa membayangkan akan mengeluarkan uang sebanyak itu setiap kali berobat. Alhamdulillah ada JKN – KIS, semuanya gratis”

lombokjournal.com —

SELONG   ;    Kasih ibu memang tak berbatas, itulah kiranya ungkapan yang tepat bagi Ibu dua orang anak ini.

Yusnianti (38), adalah wanita asal Desa Masbagik Utara Baru Kecamatan Masbagik yang menjadi salah satu peserta BPJS Kesehatan segmen PBI APBN pada tahun 2016.

Ketika ditemui oleh oleh tim Jamkesnews pada Selasa (26/02) 2019, dia mengungkapkan kebahagiaannya karena telah berkali–kali mendapat manfaat yang besar dari JKN-KIS.

Tahun lalu, anak sulungnya yang bernama Yunisari (19) menderita Demam Berdarah Dengue (DBD) dan dirawat di RSUD Selong.

Saat itu memang bertepatan dengan pergantian musim, sehingga wabah DBD mulai menjangkiti beberapa warga, termasuk salah satunya adalah Yunisari. Selama 5 hari Yusnianti dengan telaten merawat anaknya di rumah sakit, meninggalkan suami dan anak keduanya di rumah.

“Namanya juga anak, pasti akan selalu menempel pada ibunya. Apalagi dengan kondisinya kala itu yang lemah dan sakit. Saya sangat bersyukur sekali karena dapat JKN – KIS dari pemerintah. Alhamdulillah, dari awal masuk rumah sakit sampai Yuni sembuh. Saya tidak membayar biaya perawatan sedikitpun. Saya dan  suami kerjanya hanya jadi buruh, kalau tidak punya kartu ini mau bayar pakai apa?” ungkap Yusnianti.

Yusnianti juga bercerita bahwa saat ini anak bungsunya baru saja sembuh dari sakit tifoid. Kondisi anak keduanya tersebut memang lemah dan sering jatuh sakit.

Tifoid atau biasa disebut dengan tipes adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang menyerang usus. Gejala penyakit ini diawali dengan demam berkepanjangan, bintik – bintik merah pada kulit, sakit perut, muntah dan disertai diare.

Jika tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan komplikasi yaitu usus akan mengalami perdarahan dan berlubang.

Tidak hanya menderita tifoid, anak Yusnianti juga kerap kali terserang asma. Setiap kali berobat ke puskesmas harus dilakukan pemberian obat melalui nebulizer atau mesin yang mengubah obat cair menjadi uap yang akan dihirup oleh penderita asma untuk mengurangi gejala sesak napas.

Anaknya memang sering kambuh asmanya. Setiap kali berobat ke puskesmas bisa menghabiskan 45 ribu sampai 60 ribu.

“Saya tidak bisa membayangkan akan mengeluarkan uang sebanyak itu setiap kali berobat. Alhamdulillah ada JKN – KIS, semuanya gratis. Saya sangat berterimakasih kepada pemerintah karena telah memberikan bantuan yang besar sekali manfaatnya bagi kehidupan anak – anak saya. Kalau tidak ada JKN – KIS, mungkin kondisi anak – anak saya tidak akan sebaik kondisinya yang sekarang,” tutup Yusnianti saat mengakhiri pembicaraan dengan tim jamkesnews.

ay/ys/Jamkesnews

Narasumber : Yusnianti

 




Sumiarti  Tetap  Mengemban  Tugas  Mulianya Jadi  Guru, Berkat JKN-KIS  

“Terimakasih JKN-KIS, karena telah memberikan perlindungan bagi saya dan keluarga”

lombokjournal.com —

SELONG   ;    Menjadi penyintas stroke bukanlah suatu hal yang pernah ada pada bayangan wanita paruh baya ini.

Masa-masa sulit ia lalui untuk berjuang melawan keterbatasan kondisi tubuhnya yang mengalami kelumpuhan.

Sumiarti (55) adalah ibu dari tiga orang anak yang sudah hampir 25 tahun menjadi guru di SDN 01 Kabar, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur.

Walaupun berjalan dengan bantuan tongkat, tak menyurutkan semangatnya untuk tetap mengajar ke sekolah dengan kondisi yang tak seperti orang lain pada umumnya.

“Alhamdulillah saya sangat bersyukur masih diberikan kesempatan untuk hidup oleh Allah. Dulu, saat didiagnosa oleh dokter terkena stroke pada Mei 2017, saya sempat merasa sedih dan selalu menangis. Apalagi ketika melihat kondisi saya yang seperti ini,” tutur Sumiarti dengan terbata-bata sambil menunjuk tangan dan kaki kanannya yang tak bisa digerakkan, Senin (11/02) 2019.

Anak dari Sumiarti menuturkan, dulu Sumiarti pernah depresi hingga marah-marah, mengurung diri dan tidak ingin bertemu orang lain bahkan tidak ingin minum obat dan ikut terapi, akan tetapi keluarga tidak pernah bosan membujuk Sumiarti untuk rutin berobat dan menjalani fisioterapi.

Biasanya terapinya 3 sampai 4 kali seminggu di rumah sakit, ada terapi wicara dan terapi fisik. Sudah hampir 1 tahun terakhir ini, kondisi Sumiarti sudah semakin membaik.

“Apalagi biaya terapinya gratis, karena ibu kan punya kartu JKN-KIS, kami sebagai anaknya tidak khawatir keluar biaya yang besar. Sekali perawatan saja bisa 1,5 sampai dengan 2 juta, tidak bisa dibayangkan besar biaya yang dihabiskan ketika tidak menjadi peserta JKN-KIS,” tambah Yuni (25), anak bungsu Sumiarti yang ikut mendampingi ibunya saat wawancara berlangsung.

Sumiarti juga menjelaskan masa-masa sulitnya kala pertama kali kembali mengabdi sebagai guru.

Sumiarti menuturkan, sampai sekarang ia masih ditemani guru lain ketika mengajar. Karena ia memang masih belum bisa berdiri tanpa tongkat. Namun Sumiarti  tetap bersyukur karena mejadi guru adalah tugas mulia baginya.

“Dalam perjalanan menuju sekolah, saya hampir setiap hari dibonceng anak saya, sesekali juga menggunakan mobil. Saya juga sering hampir terjatuh saat dibonceng menggunakan motor karena kaki kanan saya kaku sehingga sering kali sulit untuk menjaga keseimbangan dalam berkendara meskipun anak saya mengendarai motor dengan sangat hati-hati.” ungkap Sumiarti sambil mencoba menggerakkan tangan kanannya yang terlihat masih kaku.

Selama menjalani perawatan di rumah sakit hingga proses terapi latihan, anak-anak Sumiarti mengungkapkan, mereka tidak mengeluarkan biaya sedikitpun dikarenakan ibunya terdaftar pada segmen PPU-PNS.

“Kami terkejut ketika akan membayar biaya perawatan ibu. Ternyata biaya selama di RS Islam Namira bahkan sampai ibu pindah ke Stroke Center RSUD Kota Mataram tidak mengeluarkan biaya sebesar yang kami kira. Biayanya hampir gratis, di luar biaya tambahan perawatan ibu karena pindah kelas ke ruang VIP,” ungkap Lilik (28), anak Sumiarti lainnya yang setia mendampingi ibunya saat ditemui tim Jamkesnews.

Masa-masa kritis telah dilewati oleh Sumiarti. Sebelum terkena serangan stroke, wanita yang selalu tampak tersenyum ini memang memiliki riwayat hipertensi dan selalu rutin minum obat yang diresepkan oleh dokter keluarganya.

Namun, serangan stroke memang tidak bisa diprediksi. Bisa datang secara tiba-tiba ketika faktor-faktor resikonya tidak dikendalikan dengan baik.

Hipertensi dan kolesterol yang tidak dikontrol dapat memicu terjadinya stroke. Kondisi tekanan darah yang terlalu tinggi dapat menyebabkan pecahnya pembuluh darah di otak yang berakibat fatal bagi sistem saraf pada tubuh.

Pada akhir wawancara, Sumiarti membagikan pesan dan kesannya kepada sesama pengguna JKN-KIS.

“Terimakasih JKN-KIS, karena telah memberikan perlindungan bagi saya dan keluarga. Saya berpesan kepada masyarakat untuk selalu rutin mengecek tekanan darah dan menjaga pola hidup sehat. Jangan menunggu parah untuk berobat. Mencegah jauh lebih baik daripada mengobati. Ketika penyakit sudah menjadi parah, kita pasti akan banyak keluar biaya dan waktu, apalagi jika tidak punya jaminan perlindungan kesehatan. Terimakasih BPJS Kesehatan, teruslah berbuat baik untuk masyarakat,” tutup Sumiarti.

Jamkesnews

Narasumber : Sumiarti