Berlaku Mulai 1 Januari Mulai 2020,  Iuran BPJS Kesehatan Naik Untuk Semua Kelas

Kenaikan untuk peserta penerima bantuan iuran (PBI). Iuran bagi Peserta PBI yang didaftarkan oleh pemerintah daerah yaitu sebesar Rp 42.000, naik dari sebelumnya Rp 23.000.

lombokjournal.com —

MATARAM   ;    Mulai 1 Januari 2020,  Iuran program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola Badan Penyelenggara Jaminan Sosial ( BPJS) Kesehataan, naik untuk semua kelas.

Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan, menjadi dasar kenaikn iuran BPJS Kesehatan.

Perpres tersebut ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo, hari Kamis, 24 Oktober 2019, dan sudah diunggah ke laman Setneg.go.id. Dalam Pasal 34 beleid tersebut diatur, kenaikan iuran terjadi pada  seluruh segmen peserta mandiri kategori pekerja bukan penerima upah (PBPU) dan bukan pekerja (BP).

Kenaikan mulai berlaku 1 Januari 2020. Berikut rinciannya:

– Iuran peserta kelas 3 akan meningkat menjadi Rp 42.000, dari saat ini sebesar Rp 25.500

– Iuran peserta kelas 2 akan meningkat menjadi Rp 110.000, dari saat ini sebesar Rp        51.000

– Iuran peserta Kelas 1 akan naik menjadi Rp 160.000, dari saat ini sebesar Rp 80.000

Selain kenaikan untuk peserta mandiri, diatur juga kenaikan untuk peserta penerima bantuan iuran (PBI). Iuran bagi Peserta PBI yang didaftarkan oleh pemerintah daerah yaitu sebesar Rp 42.000, naik dari sebelumnya Rp 23.000.

Kenaikan iuran PBI yang berasal dari anggaran pemerintah ini akan berlaku surut pada 1 Agustus 2019. Selain itu, Pasal 30 mengatur kenaikan perhitungan iuran peserta pekerja penerima upah (PPU) yang terdiri atas ASN, prajurit, Polri.

Besaran iuran sebesar 5 persen dari gaji per bulan terdiri dari 4 persen yang dibayar oleh pemberi kerja dan 1 persen dibayar oleh peserta.

Sebelumnya, pemberi kerja membayar 3 persen dan peserta 2 persen.

Pasal 32 mengatur batas tertinggi dari gaji per bulan yang digunakan sebagai dasar perhitungan besaran iuran peserta PPU. Batas tertinggi itu naik menjadi Rp 12 juta dari sebelumnya sebesar Rp 8 juta.

Selain itu, dalam Pasal 33 diatur bahwa gaji yang digunakan sebagai dasar perhitungan iuran bagi peserta PPU terdiri dari gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan jabatan atau tunjangan umum, tunjangan profesi, dan tunjangan kinerja.

Sebelumnya, yang dijadikan dasar perhitungan hanya gaji pokok dan tunjangan keluarga. Berdasarkan Pasal 33A, perubahan ketentuan komposisi persentase tersebut berlaku mulai 1 Oktober 2019.

Rr (Sumber; Kompas.com)




Penyesuaian Iuran JKN Hanya Tutup Defisit Sesaat, Bila Tanpa Promotif dan Preventif

Solusi jangka panjangnya ya promotif dan preventif, hidup sehatlah

lombokjournal.com

MATARAM  ;    Penyesuaian iuran BPJS Kesehatan dinilai tidak menjamin defisit Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) akan tertutupi apabila tidak dijalankan bersama dengan pencegahan masalah kesehatan di masyarakat.

“Mau dinaikkan, disesuaikan terus pun kalau misalnya dari preventif dan promotif care-nya itu tidak ada pasti akan seperti itu terus,” kata Teguh Dartanto dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia di Yogyakarta, seperti dilaporkan Liputan 6 dari Yogyakarta,  Selasa (29/10) 2019..

Penyesuaian iuran mungkin bisa berjalan dengan baik namun hanya bersifat sementara saja. Teguh mencontohkan, Taiwan yang harus berkali-kali menaikkan iuran JKN-nya untuk menutupi defisit yang terjadi beberapa kali.

“Kasus ini terjadi di Taiwan. Asal defisit dia naikkin, nanti balik lagi. Terus tiga sampai empat tahun kembali defisit lagi, naikkan lagi. Artinya memang, mau tidak mau preventif dan promotif care itu perlu,” kata Teguh yang juga Ketua Klaster Penelitian Kemiskinan, Perlindungan Sosial, dan Pembangunan Manusia Departemen Ilmu Ekonomi FEB UI tersebut.

Hidup Sehat Jadi Solusi Jangka Panjang

Teguh mengatakan, dulu penyakit yang dialami masyarakat hanya seputar diare dan ISPA, saat ini penyakit tidak menular seperti jantung dan menghabiskan biaya besar lebih banyak dialami seseorang.

“Pergeseran penyakit ini kalau tidak diantisipasi itu pasti akan membebani,” kata Teguh.

Solusi tarif itu pasti ada, tapi itu salah satu solusi jangka pendek. Solusi jangka panjangnya ya promotif dan preventif, hidup sehatlah.

Rr (sumber; Liputan 6)




Pelayanan JKN-KIS Bisa Terhenti Bila Iuran Tak Disesuaikan

“Kalau iuran tidak disesuaikan, di tahun 2024, defisitnya mencapai Rp77 triliun. Ini kan mengancam kesinambungan JKN-KIS”

lombokjornal.com —

MATARAM  ;    Penyesuaian iuran merupakan salah satu cara untuk menyelamatkan Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), agar pelayanannya tidak terhenti karena defisit.

Potesi terhentinya layanan itu diugkapkan Sekretaris Umum BPJS Kesehatan, Kisworowati.

“Ada potensi pelayanan JKN-KIS terhenti kalau iuran tidak segera disesuaikan,” kata Kisworowati di Yogyakarta, seperti dilaporkan Liputan 6,  Selasa (29/10) 2019.

Dalam kegiatan workshop yang diadakan pada Rabu pekan lalu, diungkapkan bahwa penerimaan iuran tahun 2019 diprediksi mencapai Rp88,1 triliun. Namun biaya jaminan mencapai Rp116 triliun.

“Kalau ini tidak ditangani, maka defisitnya bisa mencapai diprediksi Rp32,8 triliun diperkirakan untuk tahun 2019,” kata Kisworowati dalam pemaparannya.

Defisit di 2024 Bisa Capai 77 Triliun Rupiah

Perhitungan dari BPJS Kesehatan mengungkapkan, ada potensi kenaikan biaya jaminan dan defisit setiap tahunnya.

“Kalau iuran tidak disesuaikan, di tahun 2024, defisitnya bisa mencapai Rp77 triliun. Ini kan sesuatu yang bisa mengancam kesinambungan JKN-KIS. Padahal ini dibutuhkan masyarakat untuk menjamin pelaksanaan kesehatan,” kata Kisworowati.

Maka penyesuaian iuran sangatlah dibutuhkan oleh BPJS Kesehatan agar keberlangsungan JKN-KIS tetap  dan pelayanan kesehatan tidak terhenti. Salah satu yang paling ditakutkan adalah kegagalan dalam pembayaran klaim rumah sakit atau fasilitas pelaynan kesehatan..

“Diperkirakan kalau tidak disesuaikan, itu juga gagal bayar artinya tidak bisa membayar ke fasilitas pelayanan kesehatan. Artinya efek sampingnya adalah ada gangguan nanti di rumah sakit dalam hal pembayaran klaim BPJS Kesehatan,” kata Kisworowati.

“Jika berkomitmen semua pihak melakukan penyesuaian iuran, terdapat kemungkinan kondisi defisit akan teratasi,” ujar Kisworowati dalam presentasinya.

Rr (Sumber ; Liputan 6)




Kabar Gembira, Air Asia Tambah Rute Penerbangan Ke Lombok

Sejumlah penerbangan langsung yang digagas Gubernur dan Wagub, di antaranya Perth-Lombok, Jeddah-Lombok dan sejumlah penerbangan domestik. Selain itu, saat ini sedang diinisiasi penerbangan langsung dari Lombok ke Brunei Darussalam dan sebaliknya

MATARAM.lombokjournal.com —  Kepastian penambahan Maskapai Penerbangan Air Asia rute penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Lombok (BIL), disampaikan pimpinan Air Asia di Jakarta dalam pertemuannya dengan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, beberapa waktu lalu, sebelum Gubernur bertolak ke  Republik Rakyat Tiongkok.

Gubernur NTB yang akrab disapa Bang Zul menyambut baik dan menyampaikan terima kasih kepada Air Asia yang telah menggagas dan menambah rute penerbangan ini.

Dijelaskan Bang Zul, penerbangan langsung (direct flight) dari dan menuju Lombok akan memberikan keuntungan besar bagi NTB.

Tidak hanya menyangkut kemudahan masyarakat untuk melakukan perjalanan. Namun yang lebih besar lagi adalah kemudahan bagi para investor untuk datang langsung ke NTB.

Termasuk mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik yang akan menikmati keindahan destinasi wisata halal terbaik di dunia ini.

“Terima kasih Air Asia. Investasi dan wisatawan akan sangat terbantu dgn adanya direct flight,” ungkap Bang Zul di laman Facebooknya.

Sesuai jadwal penerbangan yang dirilis Air Asia dan diterima Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB, Najamuddin Amy, S. Sos., MM, Air Asia telah menambahkan rute penerbangan dari Lombok atau sebaliknya sebanyak dua kali sehari. Sebelumnya, Air Asia hanya melayani satu kali penerbangan saja.

Air Asia juga telah menambah penerbangannya dari Lombok menuju Surabaya sebanyak empat kali seminggu, yang sebelumnya tidak ada.

Begitu juga dengan Lombok menuju Yogyakarta yang ditambah menjadi tiga kali dalam seminggu. Sebelumnya, Air Asia hanya melayani dua kali rute penerbangan saja.

Penerbangan langsung, termasuk penembahan rutenya, merupakan ikhtiar pemerintah Provinsi NTB, di bawah kepemimpinan Gubernur Bang Zul dan Wakil Gubernur,  Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah atau yang akrab disapa Umi Rohmi.

Sejauh ini, sejumlah penerbangan langsung yang digagas Gubernur dan Wagub, di antaranya Perth-Lombok, Jeddah-Lombok dan sejumlah penerbangan domestik. Selain itu, saat ini sedang diinisiasi penerbangan langsung dari Lombok ke Brunei Darussalam dan sebaliknya.

AYA/HmsNTB




Misi Dagang Jatim dan NTB, Memicu Komoditas NTB Terjual Keluar

Dengan adanya Misi Dagang tersebut sinergitas hubungan kerjasama antara Jatim dan NTB  terus berjalan dengan baik

MATARAM.lombokjournal.com —  Provinsi NTB  dan Provinsi Jawa Timur mengupayakan peningkatan komunikasi dan transaksi perdagangan melalui misi dagang. Harapannnya, misi dagang bisa saling menguntungkan dari aspek ekonomi.

Gubernur Khofifah dan Wagub Hj Sitti Rohmi

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah mengutarakan itu, saat menghadiri acara misi dagang Provinsi Jawa Timur dengan Provinsi NTB tahun 2019m di Hotel Lombok Raya, Mataram, Selasa (29/10) 2019.

Misi dagang tersebut untuk mempertemukan antara pelaku usaha dari Jatim dengan pelaku usaha NTB. Sekaligus penandatanganan kerjasama antar Pemprov Jatim dan Pemprov NTB,

Menurut wagub, melalui pertemuan tersebut, NTB bisa banyak belajar ke provinsi Jatim.

Menurut Wagub, warga NTB sebagian besar hidup di sektor pertanian, perdagangan dan pariwisata.

“Sekarang kami sedang dorong perkembangan desa wisata, bagi kami, perkembangan ekonomi itu sejalan dengan pariwisata,” ujar Wagub

Wagub berharap, misi dagang tersebut bisa memacu banyaknya komoditas di NTB terjual ke luar daerah. Dengan demikiam, komunitas antar pelaku usaha di NTB dan Jatim menjadi produktif dan lebih menguntungkan.

“Kerjasama ini tidak hanya  pada bidang pertanian dan perdagangan, InsyaAllah NTB akan belajar dan bekerjasama dengan Jawa timur,” tutup Wagub.

Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si, Gubernur Jawa Timur mengungkapkan, pertemuan misi dagang tersebut tidak hanya bicara berapa transaksinya. Tapi, misi dagang tersebut harus bisa menjalin kerjasama yang baik.

Menurut Gubernur Jatim, NTB punya kekuatan besar dalam mengelola rumput laut.

“Dalam pengelolaan rumput laut, Jatim harus banyak belajar ke NTB,” ungkap Gubernur Khofifah.

Gubernur Jatim yang pernah menjabat sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan era Gus Dur tersebut menjelaskan, Jawa timur merupakan merupakan provinsi yang luar biasa.

Selain letaknya cukup strategis, Jawa Timur juga merupakan penyuplai bahan pokok terbesar di Indonesia. dengan geografisnya yang baik, Jatim harus terus mendorong suatu perdagangan antar provinsi.

“Kita ketahui bersama, NTB ini punya banyak sekali jagung, Sedangkan kami di Jatim butuh jagung, karena 50% pakan peternak ayam butuh jagung,” kata Khofifah.

Sebelumnya, Kadis Perindag Jatim, Djarat Irawan, melaporkan, tujuan Misi Dagang antara Provinsi Jawa Timur ke Nusa Tenggara Barat tersebut untuk menjaring komunikasi bisnis antar pembeli dan penjual dari Jatim dan NTB.

“Tujuan dari kegiatan ini salah satunya untuk meningkatkan transaksi perdagangan dalam Negeri,” ungkapnya.

Lebih jauh, Djarat Irawan berharap dengan adanya Misi Dagang tersebut sinergitas hubungan kerjasama antara Jatim dan NTB  terus berjalan dengan baik.

AYA/HmsNTB




Akibat Kekeringan Di NTB,  Lahan Pertanian Yang Mengalami Puso Mencapai 350 Hektar

Kesembilan wilayah kategori kekeringan ekstrem tersebut antara lain, Labuhan Pandan, Sakra Barat Kabupaten Lombok Timur, wilayah Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat

MATARAM.lomokjournal.com —  Kekeringan yang melanda hampir sebagian besar wilayah NTB dalam beberapa bulan terahir, mengakibatkan ratusan hektar tanaman pertanian padi milik petani mengalami puso (gagal panen).

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Nusa Tenggara Barat, Husnul Fauzi mengatakan, lahan yang mengakami puso iitu mencapai hingga 50 hektar.

“Data Distan, luasan lahan tanaman pertanian mengalami puso akibat kekeringan sampai sekarang mencapai 350 hektar, yang tersebar di seluruh wilayah NTB” kata Fauzi di Mataram, Selasa (29/10) 2019.

Tanaman yang terdampak puso, selain tanaman padi, juga tanaman palawija seperti jagung, akibat kekurangan air. Namun kondisi tersebut tidak berkontribusi signifikan mempengaruhi produksi, terutama produkai padi.

Dikatakan, untuk diketahui, produksi padi NTB sampai sekarang tercatat sudah mencapai 1,4 juta ton lebih gabah kering giling (GKG) dan itu saja sudah sangat luar biasa.

“Tahun 2019 ini, Pemprov NTB menargetkan produksi padi GKG sebanyak 1,6 juta ton dan sekarang sudah hampir 1,5 juta ton dan dipastikan bisa tercapai hingga akhir tahun” katanya.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), sebelumnya mengidentifikasi sembilan wilayah di Provinsi Nusa Tenggara Barat selama musim kemarau 2019, telah mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) dengan kategori ekstrem, dengan lama HTH di atas 60 hari.

Kesembilan wilayah dengan kategori kekeringan ekstrem tersebut antara lain, Labuhan Pandan, Sakra Barat Kabupaten Lombok Timur, wilayah Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat.

Wilayah lain yaitu, Alas Barat, Lape, Kabupaten Sumbawa, Sape, Lambu, Palibelo Teke, Parado, Kabupaten Bima dan wilayah Raba, Kota Bima. HTH terpanjang tercatat di Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat dengan HTH 77 hari.

Sebagai dampak dari HTH dengan kategori kekeringan ekstrem tersebut, masyarakat diimbau agar waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan, seperti kekeringan, kekurangan air bersih dan potensi kebakaran lahan di sebagian besar wilayah NTB, khususnya di daerah-daerah rawan kekeringan dan daerah dengan HTH lebih dari 60 hari.

BMKG memperkirakan, kemarau di NTB akan berlangsung hingga Oktober dan dimungkinkan sampai Desember 2019.

AYA




Diskusi Kamisan M16, Segala Soal Calon Sekda NTB Akan Dikupas

“Kalau yang pertama lebih mirip beauty contest, karena ada masing-masing pendukung Sekda menyampaikan aspirasinya. Maka kali inilebih taktis dan mengerucut, dengan narsum mantan Sekda dan para calon Sekda sendiri”

MATARAM.lombokjournal.com —  Diskusi Kamisan yang akan mengupas figur Sekda NTB, kembali akan digelar M16. Diskusi bertajuk  “Sekda NTB Idola jilid II” itu rencananya  akan berlangsung hari Kamis (31/10) 2019 mendatang.

“Pasti lebih seru, karena pembicara yang kita undang adalah mantan Sekda NTB, dan lima calon Sekda NTB,” kata Direktur M16, Bambang Mei Finarwanto SH, Selasa (29/10) 2019.

Menurutnya, diskusi Kamisan M16 kali ini merupakan tindaklanjut dari Diskusi Kamisan sebelumnya, yang dihadiri Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah sebagai keynote speaker.

Bedanya, kali ini diskusi akan lebih mengarah kepada bagaimana gambaran utuh tugas dan fungsi Sekda, dan juga apa saja pendapat publik tentang tupoksi tersebut.

“Kalau yang pertama lebih mirip beauty contest, karena ada masing-masing pendukung Sekda menyampaikan aspirasinya. Maka kali inilebih taktis dan mengerucut, dengan narsum mantan Sekda dan para calon Sekda sendiri,” katanya.

Pria murah senyum yang akrab disapa Didu ini menjelaskan, M16 akan mengundang mantan Sekda NTB, HM Nur sebagai keynote speaker, sekaligus berbagi gambaran suka dan duka menjadi Sekda saat ia menjabat dulu.

“Pak HM Nur sudah bersedia. Sementara untuk lima calon Sekda, kita masih kirimkan undangannya,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Kamisan M16, Budi Wawan mengatakan, hingga Selasa (29/10) persiapan diskusi Kamisan sudah hampir rampung.

“Tema yang diangkat adalah Pendapat Publik untuk Sekda NTB Idola, dengan moderator utama Wahidjan dan cadangan Abdul Majid, Ketua Bannar NTB,” katanya.

Budi menjelaskan, diskusi Kamisan akan digelar pada Kamis (31/10) di De Lima Cafe, Mataram dimuai 20.30 Wita hingga 22.30 Wita. Dan disiarkan Live Streaming via FB

Diskusi Kamisan kali ini,  terselenggara atas kerjasama M16 dengan Lombok Global Institute (Logis).

Ia berharap dengan diskusi publik ini, masyarakat menjadi mengetahui secara utuh apa saja dan bagaimana proses yang terjadi dalam lelang bursa jabatan Sekda NTB yang saat ini masih berjalan.

Me




Soal Kebencanaan, Media Wajib Sajikan Informasi Dari Sumber Yang Benar

“Media wajib memberikan serta menyajikan informasi dari sumber yang benar, sebelum, saat terjadi, maupun pasca bencana”

MATARAM.lombokjournal.com — Peran media dalam kebencanaan sangat vital. Ketersediaan informasi akurat yang bersumber jelas diharapkan dapat mengurangi potensi kegaduhan di masyarakat saat bencana terjadi.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Plt. Kepala Dinas Kominfotik Provinsi NTB, I Gde Putu Aryadi, S.Sos, MH saat menyampaikan materi dalam kegiatan seminar Latihan Penanggulangan Bencana Alam yang digelar di Aula  Korem 162/Wirabakti, Senin 28 Oktober 2019.

Kegiatan itu dimaksudkan memaksimalkan publikasi pemberitaan dalam kebencanaan ini diikuti ratusan prajurit TNI, termasuk anggota Babinsa se Kota Mataram.

Diungkapkannya, setidaknya ada tiga pedoman yang harus dipegang dalam pengelolaan informasi kebencanaan, yaitu pertama, pentingnya informasi geologi/geografis pada suatu daerah. Dalam hal ini sosialisasi/ informasi awal tentang keadaan daerah harus dikomunikasikan kepada masyarakat, misalnya saja memberikan peringatan bahwa suatu daerah tergolong rawan bencana.

Kedua; harus ada lembaga/instansi yang berwewenang dalam mengeluarkan  informasi akurat dan terpercaya, tujuannya agar sewaktu waktu terjadi bencana, masyarakat tidak mengkonsumsi berita yang asal usulnya tidak jelas (hoax).

Serta yang terakhir ungkap Kadis, yakni tersedianya sistem informasi yang berguna mewadahi segala aksi beragam bencana.

“Media harus wajib memberikan serta menyajikan informasi dari sumber yang benar baik sebelum, saat terjadi maupun pasca bencana. ” ungkap mantan irbansus di Inspektorat NTB itu.

Aryadi  juga menjelaskan saat ini pemda NTB dalam hal kebencanaan telah  menjadi prioritas utama serta menjadi salah satu misi pembangunan di era kepemimpinan bang Zul dan Ummi Rohmi.

“Pemprov NTB, sudah memiliki program Desa tangguh bencana, sekolah siaga bencana serta aplikasi sistem informasi bencana yakni Si AGA. Semua itu upaya untuk mewujudkan NTB tangguh dan mantap,” ujar Aryadi.

Tak lupa ia juga mengucapkan apresiasi terhadap TNI yang telah bahu membahu bersama Pemerintah Provinsi NTB serta kabupaten/kota selama bencana gempa bumi yang melanda NTBdi tahun 2018 lalu, hingga proses rehab rekon yang dinilai berjalan dengan baik.

Ia berharap sinergitas itu tetap terbangun dan terjaga dan semakin baik lagi.

“Kami harapkan kawan kawan dari unsur TNI tetap bersinergi. Komunikasi yang sudah terjalin tetap terjaga untuk membangun daerah kita bersama,” harapnya.

AYA




Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke 91, Bupati Najmul Tekankan Pentingnya Persatuan

Semangat jiwa muda yang bagaikan kobaran api yang tidak pernah padam, amat dibutuhkan untuk membangun dan memajukan KLU ke depan

TANJUNG.lombokjournal.com –  Kabupaten Lombok Utara (KLU), melakukan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-91 dirangkaikan dengan Upacara Paripurna Bulanan, berlangsung di lapangan Tioq Tata Tunaq, Senin (28/10) 2019.

Bertindak sebagai inspektur upacara Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH, dan sebagai  Komandan Upacara, Kapolsek Pemenang Iptu Ivan Ronald, S.T.K.

Upacara peringatan tersebut dihadiri Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Wakil Ketua DPRD Lombok Utara H. Burhan M. Nur, SH, Mariadi, S.Ag, Sekda KLU Drs. H. Suardi, MH, Waka Polres Kompol. Dewa Gede Sucipta, S.Pd, Para Pejabat teras dan ASN lingkup Pemda KLU, unsur TNI/Polri, Perwakilan OKP, pelajar dan mahasiswa.

Hari Sumpah Pemuda (HSP) diawali dari peristiwa yang terjadi 91 tahun silam, tepatnya 28 Oktober 1928 di Jakarta yang saat itu masih bernama Batavia.

Para pemuda menggelar Kongres Pemuda II, sebuah kongres pergerakan pemuda Indonesia, pada 27-28 Oktober 1928.

Kongres Pemuda II berhasil menukil hari bersejarah yang hingga kini dikenang lantaran telah melahirkan ikrar pemersatu bangsa Indonesia yang dikenal sebagai Sumpah Pemuda.

Berawal dari peristiwa bersejarah Kongres Pemuda II tersebut, kemudian diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda.

“Bersatu Kita Maju”

Bupati Lombok Utara H. Najmul Akhyar dalam amanatnya menyampaikan, atas nama pemerintah daerah menyampaikan terima kasih yang tulus dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada tokoh pemuda, sehingga menjadi pelopor pemuda untuk mewujudkan kemerdekaan Indonesia sekaligus menjaga keutuhan NKRI.

Dikatakannya, tokoh pemuda Lombok Utara juga telah memelopori terbentuknya daerah otonomi terbungsu di NTB, yaitu Kabupaten Lombok Utara pada tahun 2008.

Dan mengisinya dengan program pembangunan, merawatnya dengan nilai-nilai kebersamaan, kekeluargaan, persatuan, norma budaya dan kearifan lokal yang bestari untuk terwujudnya keberlanjutan pembangunan daerah.

Peringatam Hari Sumpah Pemuda ke-91 tahun 2019 mengambil tema “Bersatu Kita Maju”. Tema ini diambil guna menegaskan kembali komitmen yang dibangun oleh para pemuda yang diikrarkan pada tahun 1982 dalam sumpah pemuda.

“Hanya dengan persatuan kita dapat mewujudkan cita-cita bangsa,” kata bupati.

 

Di samping itu, tema ini sesungguhnya diperuntukkan bagi seluruh elemen bangsa, khususnya pemuda lantaran di tangan pemudalah Indonesia bisa maju. Pemuda untuk Indonesia maju adalah yang memiliki karakter, kapasitas, kemampuan inovasi, kreatifitas yang tinggi, mandiri, inspiratif dan mampu bertahan, unggul menghadapi persaingan dunia.

Pemuda yang memiliki karakter tangguh adalah generasi yang memiliki karakter modal dan karakter kinerja, beriman dan bertaqwa, berintegritas tinggi, jujur, santun, bertanggung jawab, disiplin, kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas serta tuntas.

Juga memiliki kapasitas intelektual, skill kepemimpinan, kewirausahaan dan kepeloporan yang mumpuni serta harus memiliki inovasi agar mampu berperan aktif dalam kancah internasional.

Sehubungan dengan hal tersebut, gerakan revolusi mental menemukan relevansinya, dengan pembangunan karakter kita bisa kuat, tangguh dan kokoh ikut serta dalam pencaturan pemuda di dunia.

“Kita tidak lagi harus bertahan dan menghadapi dampak negatif dari modernisasi dan globalisasi, akan tetapi kita harus mampu memberikan warna untuk mengubah dunia dengan tekad dan semangat, serta  tentu didukung oleh ilmu pengetahuan dan teknologi,” tegas Bupati Najmul..

Lombok Utara yang baru melewati masa terpuruk pascabencana beruntun tahun 2018 silam, sekarang masih dalam tahap pemulihan. Semangat jiwa muda yang bagaikan kobaran api yang tidak pernah padam, amat dibutuhkan untuk membangun dan memajukan KLU ke depan. Agar menjadi daerah yang mampu menyejahterakan masyarakat dan tentu pula ikut andil bagian dalam mengangkat bangsa dan tanah air indonesia di kancah dunia.

Pada kesempatan hari Sumpah Pemuda ke-91, Bupati Najmul menyampaikan kondisi terkini pencapaian pemulihan Lombok Utara dengan membangun kembali aspek pembangunan daerah.

Menurut Najmul, tuntasnya tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi perumahan masyarakat yang telah dibangunkan oleh  pemerintah cukup progresif.

Berdasarkan data terkini badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) KLU, jumlah penerima manfaat dari SK.1 – SK.21 sebanyak 2.465 KK. Jumlah total rumah yang telah terbangun mencapai 8.778 unit.

Dari jumlah itu, sekitar 65 persen di antaranya berjenis rumah instan konvensional (Riko) dan 35 persen berjenis RTG lainnya. Adapun rincian Risha 465 unit, Rika 1.000 unit, Riko 6.276 unit, Risba 714 unit, Risga 22 unit, Risbari 2 unit, Rita 47 unit, Rista 66 unit, Kumac 166 unit, serta Raisha 20 unit.

Jumlah rumah yang berprogres hingga saat ini sebanyak 24.217 unit, terdiri dari kategori rusak berat, rusak sedang dan rusak ringan. Jumlah rumah rusak sedang dan rusak ringan yang terbangun sebanyak 389 unit/KK, terdiri dari rusak sedang sejumlah 101 KK dengan 9 Pokmas dan rusak ringan sejumlah 288 KK dengan 18 Pokmas.

Mengakhiri wejangannya, Bupati Najmul menekankan, progres yang disampaikannya tersebut merupakan deskripsi singkat keaadan terkini Kabupaten Lombok Utara.

Ia berharap pencapaian tersebut bisa menjadi penggugah spirit dan optimisme  bersama demi mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan daerah sebagai tolak ukur jiwa cinta tanah air.

“Saya ucapkan selamat hari sumpah pemuda ke-91. Semoga melalui peringatan ini kita selalu menghormati jasa para pemuda, jasa para pendiri bangsa, jasa pendiri daerah ini serta jasa para pahlawan kita,” katanya.

Rangkaian upacara diisi dengan penyerahan piagam penghargaan kepada Pardan Ketua Kelompok Tani Bunga Mekar Dusun Senara Desa Genggelang, atas prestasi Juara I Lomba Kebun Kakao Produksi Tinggi tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian di Solok Provinsi Sumatera Barat dalam peringatan Hari Kakao Nasional.

Penyerahan piagam penghargaan juga diberikan kepada Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian KLU Kategori Pembina Juara pada Lomba Kebun Kakao Produksi Tinggi oleh Bupati Lombok Utara.

Kemudian penyerahan piagam kepada Bupati Lombok Utara sebagai Pembina Juara Satu pada Lomba Kebun Kakao Produksi Tinggi tingkat nasional oleh Ketua DPRD Lombok Utara yang diwakili Wakil Ketua DPRD Lombok Utara H. Burhan M. Nur, SH. (

sta/humaspro




Lawatan Gubernur Zul Ke Tiongkok, UNRAM dan UIN Mataram Tanda Tangani MoU Dengan Beijing Wuzi University

Penandatanganan MoU dengan Unram dan UIN Mataram akan menambah kredibilitas maupun akreditasi Beijing Wuzi University (BWU) melalui peningkatan jumlah kerja sama dengan kampus dan keberadaan mahasiswa asing di BWU

lombokjournal.com —

BEIJING   ;   Penandatangan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/ MoU).antara Universitas Mataram (Unram) dan Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram Dengan Beijing Wuzi University (BWU) berkangsung di Kampus Ekonomi BWU, Senin (28/10) 2019 siang waktu setempat.

Gubernur Zul dan Rektor BWU

Kesepakat melakukan kerja sama bidang itu dilakukan oleh Rektor Unram, Prof. Lalu Husni dan Rektor UIN Mataram, Prof. Mutawali Abdul Haqqi dengan Rektor BWU, Prof. Wenju Wang, disaksikan oleh Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah dan delegasi dari kedua pihak.

Kerja sama yang disepakati mencakup pengiriman mahasiswa dari dua Universitas NTB tersebut ke BWU dengan skema beasiswa pendidikan, pertukaran pelajar dan dosen, kolaborasi dalam bidang penelitian dan seminar ilmiah bersama.

Termasuk pengembangan atau promosi bersama dalam bidang lainnya, seperti seni budaya maupun pariwisata.

“Hari ini menjadi momen yang paling penting, menyenangkan dan membanggakan dalam lawatan kerja kami dari Nusa Tenggara Barat. Dua universitas negeri di NTB, yaitu Unram dan UIN Mataram telah bersepakat menandatangani nota kesepahaman dengan Beijing Wuzi University. Saat ini sudah ada 3 mahasiswi asal NTB yang berkuliah di BWU melalui program beasiswa NTB,” kata Gubernur Zulkieflimansyah.

Ke depan, gubernur  berharap akan ada puluhan hingga ratusan anak-anak muda NTB yang kuliah S1 hingga S3 manajemen logistik ataupun prodi lainnya di BWU dari rintisan kerja sama ini.

“Bahkan kalau perlu seluruh kampus di NTB ikut dalam program yang sama,” kata Gubernur Zulkieflimansyah dalam penandatanganan MoU di kampus BWU, Distrik Thongzhou, Beijing.

Rektor Unram, Prof. Lalu Husni menyatakan sangat senang bisa melakukan kerja sama dalam berbagai bidang pendidikan dengan BWU.

Menurutnya, program studi yang paling banyak mahasiswa di Unram adalah Ekonomi dan Bisnis, di samping Teknologi Informatika dan Ilmu Komunikasi.

Prof Lalu Husni mwengaku bahagia dengan penandatangan nota kesepahaman itu. Tadi sudah sempat melihat-lihat beberapa ruang kelas, simulasi dan laboratorium riset dan pengembangan fakultas bisnis dan manajemen logistik, yang menjadi andalan dari BWU.

“Sangat lengkap canggih dan berorientasi pada teknologi digital masa depan. Saya terus berharap kerja sama beasiswa pendidikan dengan BWU ke depannya, termasuk pertukaran mahasiswa dan dosen maupun riset dan publikasi, bisa dikembangkan lebih luas ke depannya,” ujar Prof. Lalu Husni.

Rektor UIN Mataram Prof. Mutawali Abdul Haqqi juga sangat senang, karena ini adalah kerja sama kedua antara UIN Mataram dengan universita di Tiongkok. Sebelumnya, UIN Mataram juga bekerja sama dengan Wuyi University of Guangzhou pada 2016.

Dikatakannya, UIN Mataram memang sebuah perguruan tinggi agama namun terbuka untuk semua kalangan. Program studi yang berorientasi pada pengembangan bisnis, yang sesuai dengan prodi di BWU adalah Ekonomi dan Bisnis Syariah. S

“Salah satunya turunan dari Ekonomi dan Bisnis itu adalah pengembangan pariwisata dengan kebutuhan aplikasi layanan jasa dan produk pariwisata, yang saya pikir relevan dengan prodi sistem dan teknologi logistik maupun manajemen rantai pasok dari BWU,” ucap Prof. Mutawali.

Bagi Rektor BWU Prof. Wenju Wang, penandatanganan MoU dengan Unram dan UIN Mataram akan menambah kredibilitas maupun akreditasi BWU melalui peningkatan jumlah kerja sama dengan kampus dan keberadaan mahasiswa asing di BWU.

Menurut Wenju, platform kebijakan One Belt One Road Initiative Pemerintah RRT yang mencakup Indonesia sebagai mitra, menjadi dasar yang memudahkan kerja sama dengan pihak-pihak dari Indonesia.

“Orientasi pendidikan kami saat ini dan ke depannya adalah yang termasuk dalam One Belt One Road Initiative (OBORI) RRT. Indonesia adalah negara sahabat yang termasuk dalam OBORI, sehingga kami sangat senang hati berkolaborasi dalam sektor pendidikan sebagaimana yang kita sepakati,” kata Wenju.

AYA/HmsNTB