Humas Yang Hebat, Harus Selalu Ada Upgrading Capacity

  “Tak mungkin ada humas yang hebat, humas yang luar biasa, protokol yang bisa mengatur pimpinan dengan sebaik-baiknya,  tanpa  upgrading capacity secara terus menerus”

MATARAM.lombokjournal.com  —  Peningkatan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Non ASN bidang Kehumasan dilakukan Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTB melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek), Rabu (13/11) 2019  di Hotel Grand Madani, Mataram.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTB, Najamuddin Amy, S.Sos, MM, mengatakan, ihaknya ingin tetap konsisten dalam peningkatan kemampuan dan wawasan staf melalui Diklat Bimtek, pelatihan dan kegiatan lainnya.

Bimtek mengambil tema “Memahami Public Speaking dan Mengelola Media yang Efektif Bagi Humas Pemerintah”  berlangsung dari pukul 13.00 hingga 17.00 Wita.

Materi yang beragam membuat suasana bimtek berlangsung seru.  Para peserta sangat  antusias  dan aktif mengikuti bimtek tersebut. Sesi diskusi dan tanya jawab  melengkapi jalannya bimtek sehingga muncul ide-ide kreatif dari para peserta.

“Tidak mungkin ada humas yang hebat, humas yang luar biasa, protokol yang bisa mengatur pimpinan dengan sebaik-baiknya,  tanpa ada upgrading capacity yang dilakukan secara terus menerus. Sehingga pilihannya adalah kami tetap konsisten melakukan kegiatan seperti ini,” kata Bang Najam.

AYA/HmsNTB




Launching Pabrik Pakan di STIP Banyumulek, Wagub Tegaskan Aparatur Pemerintah Ramah Investasi

Pemerintah telah berkomitmen untuk mempermudah segala urusan investasi di NTB. Selama hal tersebut saling menguntungkan dan meningkatkan kesejahteraan masyaraka

LOBAR.lombokjournal.com — Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah melaunching pabrik pakan dan investasi lainnya di kawasan Science Techology Industrial Park (STIP) Banyumulek, Rabu (13/11) 2019.

Hadir empat investor dari Negara Malaysia  yang dipimpin Datuk Rizal, sekaligus sebagai Wakil Ketua Dewan Perdagangan Islam Malaysia (DPIM) yang sebelumnya telah melakukan penjajakan terkait potensi investasi di NTB.

Usai melaunching, Wagub Hj Rohmi mengatakan menyambut gembira kegiatan lauching pabrik pakan di NTB. Ini sejalan dengan program industrialisasi yang sedang gencar dilakukan oleh Pemerintah Provinsi NTB.

Selain pabrik pakan, Umi Rohmi, sapaan akrabnya, juga menyambut baik pengembangan Pulau Dangar di Pulau Sumbawa oleh Investor Malaysia menjadi kawasan wisata berkelas dunia.

Umi Rohmi sangat menyambut baik konsep pengembangan Pulau Dangar yang ramah lingkungan, tidak merusak ekosisten alam yang sudah ada saat ini.

Menurutnya, ini sejalan dengan apa yang menjadi konsen pemerintah membangun dunia investasi yang ramah lingkungan.

Wagub meminta jajaran pemerintah, baik provinsi dan kabupaten kota serta masyarakat NTB untuk selalu ramah dan mempermudah segala urusan terkait dengan investasi. Dengan demikian maka investasi lainnya akan segera terbangun di NTB.

Ia menegaskan,  pemerintah telah berkomitmen untuk mempermudah segala urusan investasi di NTB. Selama hal tersebut saling menguntungkan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami berkomitmen mempermudah investasi di NTB, selama muaranya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata wagub.

Produksi 16 ribu ton per tahun

Wakil Khas DPIM, Datuk Sri Mohd Rizal mengatakan, pembangunan pabrik pakan dan pengembangan Pulau Dangar di Sumbawa merupakan pembuktian terhadap komitmennya untuk melakukan investasi di NTB.

Ia mengungkapkan dalam proses penjajakan investasi di NTB, cukup banyak rekan bisnisnya yang pesimis karena permasalahan rumitnya administrasi di Indonesia.

“Dengan Investasi ini kami buktikan bahwa pemerintah NTB sangat ramah dan bersahabat dengan investasi. Jadi anggapan teman kami itu salah,” kata Datuk Rizal.

Datuk Rizal menjelaskan, konsep pembangunan yang akan dilakukan di NTB adalah ramah lingkungan. Untuk area pabrik pakan di STIP seluas 4 hektar, groundbreaking akan dilakukan pada bulan Desember mendatang  bertepatan dengan hari ulang tahun Provinsi NTB.

Daya produksi pabrik pakan sebesar 16.000 ton per tahun untuk kebutuhan lokal. Peningkatan kapasitas produksi akan sejalan dengan permintaan pasar.

Sedangkan untuk kebutuhan bahan baku dan pekerja, ia mengungkapkan bahwa 60 persen bahan baku adalah hasil dari komoditas daerah di NTB.

Namun ke depan ia berharap bahan baku benar-benar 100 persen dihasilkan di NTB. Untuk tenaga kerja, 100 persen adalah dari NTB.

Sedangkan untuk nilai investasi pembangunan pabrik pakan, ia memperkirakan sekitar Rp 60 miliar. Belum termasuk investasi lainnya, seperti pembangunan Pabrik Kanal Baja dan Rumah Tahan Gempa.

“Komitmen kami ke depan, jika pemerintah terus memberikan kemudahan-kemudahan dalam pengurusan administrasi, maka dia optimis akan banyak investor Malaysia yang akan tertarik berinvestasi di NTB,” katanya.

AYA/HmsNTB




Demi Turunkan Stunting, Wagub Gencar Sambangi Desa

Posyandu Keluarga yang bertujuan supaya Posyandu tidak hanya melayani ibu hamil dan balita, tetapi melayani dan mengedukasi mulai dari ibu hamil, balita, anak-anak, remaja, bahkan lansia

LOTENG.lombokjournal.com —  Ketua Umum Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah berkeliling ke tiga desa, yakni Desa Mantang, Desa Sukaraja dan Desa Marong, Selasa (12/11) 2019.

Kegiatan Umi Rohmi itu bgian dari gencarnya Pemerintah Provinsi NTB melakukan pelatihan stunting, yang dikolaborasikan dengan pelatihan gizi buruk dan Zero Waste.

Kunjungan ke desqa-desa itu untuk memberikan edukasi utama kepada kader Posyandu dan tokoh masyarakat, kemudian akan disampaikan kepada masyarakat desa tersebut, karena isu kesehatan masih menjadi PR besar untuk NTB.

Penyebab stunting di NTB,  tidak hanya berasal dari gizi ibu hamil. Lingkungan yang tidak bersih juga berpengaruh terhadap pertumbuhan stunting.

Selain itu, maraknya pernikahan dini yang terjadi juga berpengaruh terhadap stunting.

“Jangan biarkan anak kita menikah dini. Selain berbahaya untuk rahim, belum matangnya cara berfikir mereka sehingga dapat berpengaruh terhadap rumah tangganya kalau ngambek sedikit minta cerai. Nanti anaknya dititip ke neneknya yang tidak mengerti masalah gizi, itu akan menyebabkan stunting,” jelasnya

Revitalisasi Posyandu merupakan salah satu program yang diharapkan bisa menurunkan angka stunting di NTB.

Sehingga digagaslah Posyandu Keluarga yang bertujuan supaya Posyandu tidak hanya melayani ibu hamil dan balita, tetapi melayani dan mengedukasi mulai dari ibu hamil, balita, anak-anak, remaja, bahkan lansia.

Senada dengan yang disampaikan Wagub, Kadis Kesehatan Provinsi NTB Dr. Nurhandini Eka Dewi, SP.A berharap, Posyandu di Lombok Tengah perlu ditingkatkan segi keaktifan pelayanan dan juga membuat Posyandu keluarga.

“Sebenarnya sudah ada bagian bagiannya balita dan lansia, tinggal sekarang setiap desa menggabungkan bagian bagian itu agar terbentuk Posyandu keluarga seutuhnya,” ujarnya.

Posyandu keluarga juga bisa dikolaborasikan dengan program pemerintah yang lain, seperti Zero Waste, dengan syarat setiap desa memiliki bank sampah.

Seperti ketika masyarakat ke Posyandu membawa sampah, kemudian dihubungkan ke bank sampah, Sehingga bisa menjadikan Posyandu keluarga lebih mandiri ke depannya untuk meningkatkan fasilitas yang dimiliki.

Wagub berharap program ini akan segera direalisasikan oleh pihak desa yang didukung oleh pihak dusun dan kader Posyandu di tiga lokasi tersebut.

“Harapan saya, enam lagi sudah ada Posyandu keluarga dan bank sampah di desa. Kalau ada di masing masing dusun lebih bagus lagi. Agar kita bisa sama sama membantu mewujudkan program pemerintah,” ungkapnya

Wagub juga tak bosan-bosannya mengingatkan kepada masyarakat ,  sampah dapat menjadi berkhah. Kalau bank sampah di desa-desa dapat terwujud, akan disinergikan juga dengan bank sampah pegadaian yang nantinya tabungan tersebut berupa jatah haji.

AYA/HmsNTB




Calon Sekda NTB Menunggu Penetapan Kemendagri

“Ditunggu saja, jangan nanti pemilihan Sekda ini seperti pemilihan presiden”

MATARAM.lombokjournal.com – Tiga nama calon sekretaris daerah ( sekda )NTB yang sudah dikirim ke Kementerian dalam Negeri (Kemendagri) beberapa waktu lalu, masih tertutup rapat.

Gubernur Zulkieflimansyah mengatakan,  saat ini Pemerintah Provinsi masih menunggu penetapan dari Pemerintah Pusat untuk salah satu dari tiga nama yang diajukan ke Kemendagri.

“Untuk Sekda definitif,  gubernur masih menunggu penetapan dari pemerintah pusat salah satu dari tiga nama yg sudah diajukan ke Kemendagri. Kita  tunggu hasilnya,” ujarnya.

Menurut Gubernur  Zul, siapa pun nanti yang menjadi Sekda definitif, semua yang ikut seleksi memiliki kemampuan yang luar biasa.

Soal tiga besar yg diajukan gubernur hanya menjawab,  lima orang pejabat yang ikut seleksi Sekda NTB definitiF, pastinya satu di antara lima orang tersebut.

“Ditunggu saja, jangan nanti pemilihan Sekda ini seperti pemilihan presiden ,” katanya sambil tertawa.

Zulkiflimansyah tak menampik jika posisi Sekda bisa diganti kapan saja apabila tidak sesuai dengan keinginan pemerintah pusat dan pimpinan daerah ,maka sekda dapat diganti.

Seperti diketahui, lima pejabat Pemprov yg ikut seleksi calon Sekda NTB, adalah Hj. Bq. Eva Nurcahyaningsih selaku Asisiten pemprov NTB, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan, Husnul Fauzi, Kepala bapenda NTB Iswandi, Kepala DPMTSP H. lalu Gita Ariadi, dan asisten tiga pemprov NTB H. Ridwansyah.

AYA




Hari Kesehatan Nasional; Segera Selesaikan ‘Stunting’ Dan Jaminan Kesehatan Nasional

Walaupun tatangan besar dihadapi dalam penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), peningkatan pemanfaatan JKN menjadi bukti, JKN sangat dibutuhkan masyarakat

MATARAM.lombokjournal.com —  Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah hadir menjadi Inspektur Upacara pada peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-55 Tahun 2019, di Lapangan Kantor Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Selasa (12/11) 2019.

Wagub NTB membacakan Amanat Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Letjen TNI (Purn) Dr. dr. Terawan Agus Putranto.

Merujuk Tema Hari Kesehatan Nasional, “Generasi Sehat Indonesia Unggul”, sebagaimana yang telah diamanatkan oleh Presiden dalam pelantikan Kabinet Indonesia Maju 2020-2024, bahwa perhatian pemerintah dalam kurun lima tahun mendatang, diprioritaskan pada pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM).

Ada dua isu kesehatan utama yang harus diselesaikan terkait membangun SDM yang berkualitas, yaitu “Stunting” dan “Jaminan Kesehatan Nasional.”

Selain itu, ada dua isu kesehatan lainnya yang juga harus diatasi, yaitu tingginya harga obat dan alat kesehatan, serta masih rendahnya penggunaan alat kesehatan buatan dalam negeri.

Wagub Umi Rohmi menyampaikan, berbagai keberhasilan pembangunan kesehatan untuk pembangunan SDM telah diraih dari kinerja kabinet lalu. Yang ditandai adanya peningkatan “Indeks Pembangunan Manusia” Indonesia setiap tahun, salah satu parameter  adalah “Usia Harapan Hidup”.

Isu-isu strategis telah dilaksanakan dan menghasilkan perbaikan, antara lain; menurunnya angka kematian ibu dan anak, menurunnya angka stunting, meningkatnya cakupan imunisasi serta berhasilnya pengendalian penyakit menular dengan menurunnya angka TB.

“Terima kasih, dalam kurun waktu 5 tahun angka Stunting telah berhasil diturunkan hampir 10 persen,” ungkap Hj Rohmi.

Wagub menambahkan, JKN telah dilaksanakan sepenuhnya.

Walaupun besar tantangan yang dihadapi dalam penyelenggaraan JKN ini, peningkatan pemanfaatan JKN menjadi bukti,  JKN sangat dibutuhkan masyarakat Indonesia.

“Mari kita cari solusi bagaimana mengatasi masalah yang di hadapi saat in, dalam memfasilitasi masyarakat untuk mendapatkan akses kesehatan yang lebih adil dan merata,” tambah Wagub.

Wagub menegaskan,  NTB akan mendorong suksesnya program kesehatan nasional. Revitalisasi Posyandu adalah salah satu bentuk program unggulan pemerintah.

Wagub berharap, melalui Posyandu kita bisa intervensi tidak hanya masalah kesehatan tetapi juga masalah sosial, sehingga dibutuhkan kesungguhan bagaimana program Revitalisasi Posyandu ini bisa sukses.

“Kita harap semua posyandu kita bisa menjadi posyandu keluarga dari bayi hingga lansia, kita sukseskan revitalisasi posyandu, semoga tahun 2023 dapat menjadi posyandu keluarga,” kata  Wagub.

Menutup amanatnya, Wagub mengucapkan selamat hari kesehatan nasional, semoga melalui HKN ini kita bisa meningkatkan kesejahteraan kita untuk umat bangsa.

Usai upacara HKN, acara dilanjutkan dengan pemberian penghargaan Juara Tenaga Kesehatan Teladan di Puskesmas Tingkat Provinsi.

Juga dilakukan pemberian penghargaan Penilaian Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Berprestasi, Penghargaan Apoteker Master Agent Of Change Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat, Penghargaan Penilaian Kelompok Asuhan Mandiri Kesehatan Tradisional.

Serta Penghargaan Petugas Kesehatan Lingkungan Puskesmas Terbaik Kabupaten SBS (ODF) 100 persen, Penyerahan secara simbolis multi vitamin untuk ibu hamil Kekurangan Energy Kronis dari Vitamin Angels.

AYA/HmsNTB

 




Lima Program Strategis NTB Ditetapkan Menjadi Program Nasional

Pengembangan KEK Mandalika dari sisi SDM-nya juga diterima dan ditetapkam sebagai bagian dari pembangunan nasional

MATARAM.lombokjournal.com  — Lima program dari 8 usulan program strategis Daerah Provinsi NTB telah diakomodir dan disetujui menjadi program pembangunan Strategis Nasional.

Program strategis NTB itu ditetapkan didalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020-2024.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Provinsi NTB, Ir. Wedha Magma Ardhi., MTP mengatakan,  kelima program itu menurut Ardhi , meliputi sejumlah program penopang percepatan pembangunan di NTB.

Di antaranya pembangunan infrastruktur untuk konektivitas dan aksesibitas wilayah serta pariwisata, dan pembangunan SDM  unggul agar terciptanya masyarakat yang sejahtera, adil dan makmur.

Ardi menegaskan itu saat ditemui usai memimpin rapat pemantapan bahan usulan RPJMN 2020-2024 di ruang rapat Geopark Rinjani Bappeda NTB di Mataram, Senin (11/11) 2019.

Kepastian disetujuinya 5 program strategis NTB ke RPJMN tersebut, didapatkan berdasarkan keputusan Kementerian Bappenas beberapa waktu lalu, setelah sebelumnya dilakukan pembahasan dan kajian yang cukup panjang.

Menurut, Ardi kelima usulan program itu meliputi, pertama, Pembanguman smelter dan industri turunannya di Kabupaten Sumbawa Barat. Pembangunan smelter disetujui, karena program tersebut termasuk dalam 19 kawasan prioritas nasional. Beragam industri turunannya, masih akan dibahas lebih lanjut.

Kedua, usulan pembangunan konektivitas Pulau Sumbawa terhadap Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) Mandalika dan Labuhan Bajo.

Menurutnya, usulan konektivitas ini didasarkan pertimbangan besarnya potensi dan sumber daya yang perlu dikembangkan dikawasan itu.

Termasuk salah satunya Pulau Sumbawa memiliki cagar biosfer dunia, dan juga potensi wisata bahari yang kaya akan keindahan laut dan alamnya.

“Kita tahu di Sumbawa terdapat Cagar Biosfer dan kawasan Samota sehingga betul betul dapat dipastikan konektivitasnya. Ini bagian yang kita perjuangkan,” ujarnya.

Ketiga, pembangunan jalan nasional lintas Pulau Sumbawa (ruas jalan Pototano-Sape) juga ditetapkan dalam rencana pembangunan nasional.

Meskipun diterima, lanjut Ardhi, namun pembangunannya akan lebih diprioritaskan pada ruas jalan menuju kawasan SAMOTA. Pasalnya, kawasan Teluk Saleh, Pulau Moyo dan Gunung Tambora merupakan kawasan yang jadi prioritas pemerintah daerah untuk dikembangkan menjadi kawasan ekonomi khusus setelah KEK Mandalika Lombok.

Selain Samota, Ruas Jalan yang diprioritaskan yaitu ruas jalan menuju pelabuham Aibari Sumbawa, terang Ardi.

Keempat, pengembangan KEK Mandalika dari sisi SDM-nya juga diterima dan ditetapkam sebagai bagian dari pembangunan nasional. Sehingga usulan peningkatan SDM ini sudah terakomodir dalam badan pengembangan keahlian dan stakeholder lainnya.

Global hub Bandar Kayangan

Usulan pemerintah NTB yang terkahir yang masuk dalam jangka pembangunan nasional adalah Pengembangan geopark Rinjani dan Tambora.

Dua gunung kebanggaan masyarakat NTB ini merupakan icon utama dalam semua  icon wisatanya.

“Infrastruktur pendukung dan berbagai macam fasilitas pendukung lainnya menjadi direktif pemerintah pusat,” kata Ardhi.

Disamping lima usulan yang disetujui, Ardi juga menjelaskan tiga usulan yang tidak atau belum disetujui sebagai program nasional  dalam RPJMN 2020-2024.

Pertama, rencana pembangunan global hub Bandar Kayangan.

Meski belum masuk dalam RPJMN, namun pengembangan tetap dilakukan oleh Pemda NTB dan kementrian terkait dalam hal pembangunan infrastruktur pendukung.

“Sedangkan pengembangan aspek bisnisnya diarahkan kepada peran investor atau pihak swasta,” katanya.

Usulan kedua adalah, Pembangunan Jalan By Pass Lembar-Mataram-Labuan Lombok yang masih menunggu hasil finalisasi kajian Integrated Tourism Masterplan (ITMP)

“Artinya pemerintah masih menunggu progres perkembangan berbagai pariwisata di Pulau Lombok,” tuturnya.

Kemudian usulan terakhir yang belum disetujui menjadi program RPJMN adalah terkait Percepatan Perizinan Oil Storage dan Kilang Minyak.

Belum ditetapkannya menjadi program nasional,  karena masih dianggap lebih tepat dikembangkan melalui pelibatan peran swasta.

AYA




Hapsa Bersyukur Iuran JKN-KIS Dibayar Pemerintah

“Alhamdullilah pemerintah peduli dengan warga tidak mampu seperti saya, berkat hadirnya Program JKN-KIS, semua biaya perawatan anak saya dijamin JKN-KIS”

lombokjournal.com —
MATARAM.Jamkesnews ;  Manfaat dari Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat telah banyak dirasakan oleh masyarakat, salah satunya adalah Hapsa (44), peserta JKN-KIS dari segmen PBI APBN.

Ketika ditemui hari Rabu (20/11) 2019, Hapsa yang sedang menunggu giliran untuk berobat menjelaskan bagaimana keluarganya sangat terbantu dengan hadirnya Program JKN-KIS.

Hapsa menceritakan, suaminya bekerja sebagai tukang ojek, bisa dibilang hidupnya pas-pasan. Itupun seringkali kurang. Karena itu, Ia bersama keluarganya sangat terbantu dengan hadirnya Program JKN-KIS.

“Program ini sangat meringankan beban keluarga kami. Bisa dibayangkan berapa biaya yang harus kami keluarkan bila ke lima anak kami tiba-tiba jatuh sakit diwaktu yang bersamaan, tentu bukan jumlah yang kecil,” tutur Hapsa.

Hapsa memberitahu kepada Tim Jamkesnews bahwa kartu JKN-KIS yang ia dan keluarganya miliki diperoleh dari RT tempatnya tinggal.

“Kami mendapatkan kartu JKN-KIS dari pak RT, beliau mengatakan bahwa saya dan keluarga telah didaftarkan sebagai peserta PBI APBN, iurannya dibayar pemerintah pusat dan bisa digunakan untuk berobat. Bersyukur sekali kami bahwa pemerintah peduli dengan nasib warga kecil seperti kami ini,” ucap Hapsa terharu.

Hapsa kemudian menceritakan pengalamannya menggunakan kartu JKN-KIS pada saat sang buah hati Muhammad Riswan (19) harus dirawat di Rumah Sakit (RS) karena penyakit Malaria yang diderita.

Pada bulan Februari lalu, Hapsa sempat cemas dan gundah karena anaknyaa yang ke dua, Riswan, tiba-tiba terkena penyakit malaria dan harus dirawat di RS. Sebelum dibawa ke RS, awalnya Hapsa membawa anaknya ke Puskesmas tempatnyai sekeluarga terdaftar sebagai peserta JKN-KIS untuk berobat.

“Setelah diperiksa oleh Dokter anak saya didiagnosa terkena Malaria dan Dokter mengatakan bahwa kondisi anak saya sangat lemah, sehingga harus segera dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Manokwari untuk mendapatkan perawatan lebih,” ujar Hapsa.

Hapsa menambahkan bahwa selama anaknya dirawat di RS hingga pulih dan diijinkan pulang ke rumah, tidak ada sedikitpun biaya yang dibebankan kepadanya.

“Alhamdullilah pemerintah peduli dengan warga tidak mampu seperti saya, berkat hadirnya Program JKN-KIS, semua biaya perawatan anak saya dijamin JKN-KIS. Saya benar-benar merasa terbantu dan ditolong pada saat itu, karena bila hanya mengharapkan penghasilan suami saya sebagai tukang ojek rasanya tidak mungkin. Oleh karena itu, saya berharap Program JKN-KIS ini untuk ke depannya akan terus ada untuk kami masyarakat,” tutup Hapsa.

Pemerintah Indonesia memiliki komitmen tinggi untuk selalu hadir di tengah masyarakat Indonesia. Saat ini pemerintah melalui APBN pemerintah pusat menanggung iuran JKN-KIS bagi 96,8 juta penduduk miskin dan tidak mampu yang telah didaftarkan sebagai peserta PBI APBN, sementara sebanyak 37,3 juta penduduk ditanggung iurannya melalui APBD.

TR/tj/Jamkesnews
Narasumber ; Hapsa




Gubernur Sambut Antusias Rencana Pembangunan Politeknik Energi dan Pertambangan

“Pembangunan ini akan mendatangnya banyak manfaat bagi kita, salah satunya agar tidak menjadikan anak daerah hanya sebagai penonton, tapi dapat menjadi pemain utama di daerahnya sendiri”

MATARAM.lombokjournal – Rencana pembangunan Politeknik Energi dan Pertambangan dibicarakan Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah saat bertemu Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Energi dan Sumber Daya Mineral (BPSDM ESDM) Kementerian ESDM, di ruang kerja Gubernur, Senin (11/11) 2019 pagi.

Bang Zul mengaku sangat bersemangat dan antusias dalam rencana pembangunan ini, serta menyatakan kesiapannya.

“Kami siap, kami sadar, NTB dapat maju hanya dengan pendidikan yang baik,” ujar gubernur.

Ia menyampaikan,  hal ini juga merupakan upaya dalam meningkatkan kualitas anak anak muda di NTB.

“Pembangunan ini akan mendatangnya banyak manfaat bagi kita, salah satunya agar tidak menjadikan anak daerah hanya sebagai penonton, tapi dapat menjadi pemain utama di daerahnya sendiri,” tutur gubernur.

Pembangunan Politeknik Energi dan Pertambangan ini, kemungkinan besar akan dibangun di Pulau Sumbawa dengan lahan seluas 10 hektar. Diperkirakan 2020 akan mulai diproses.

Akan ada pembentukan tim khusus dalam proses pembangunan Politeknik Energi dan Pertambangan ini nantinya.

AYA/HmsNTB




Potensi Lamtoro Dilirik, Dikembangkan Di Lahan Kering

“Ini sangat tepat industrialisasi lamtoro, menuju kemandirian pakan ternak di NTB”

MATARAM.lombokjournal.com  —  Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimasyah bersama Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kepala Dinas Peternakan, Kepala Dinas Pariwisata, dan Kepala Dinas Perindustrian, menerima audiensi perwakilan PT. Sadana Arif Nusa dan Esa Samudra.

Audensi itu untuk paparan pengusaha tersebut dalam rencana usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Lamtoro, di Ruang Kerja Gubernur NTB, Senin (11/11) 2019.

Presentasi yang disampaikan PT. Sadana Arif Nusa, diwakili Mustar disambut positif oleh Gubernur Zul, dalam hal pengembangan lamtoro di kawasan Sambalia, Lombok Timur.

Pemanfaatan hasil hutan lamtoro yang memiliki potensi sebagai pakan ternak, harus dikembangkan menjadi industri pakan ternak untuk mendukung program pengembangan ternak di NTB.

Menurutnya, potensi besar ini segera disosialisasikan, agar masyarakat mulai tertarik untuk pengembangan lamtoro secara massal di NTB.

Hal ini sangat strategis untuk mendukung program industri pakan ternak di NTB.

Lamtoro merupakan jenis tumbuhan yang hidup di lahan kering, dan PT. Sadana diminta melakukan  pengembangan tanaman tersebut di lahan-lahan kering, tidak pada lahan yang flat atau datar yang memiliki potensi untuk komoditas lain.

“Lamtoro ini kan hidup di lahan kering, jadi jangan ditanam di lahan flat, katena lahan flat itu komoditas lain,” pintanya.

Potensi lamtoro dan komoditas lain

Wagub minta Sadana dan tim k membuat analisis perbandingan potensi nilai ekonomis lamtoro dengan komoditas lainnya.

Itu akan menjadi bahan sosialisasi kepada masyarakat sehingga gampang paham dan tertarik untuk menanamnya.

Umi Rohmi sapaan akrab Wagub ini menilai, pengembangan lamtoro di kawasan Sambalia sangat strategis. Selain potensi pakan ternak, juga sebagai upaya pencegahan terhadap bencana alam yang kerap terjadi di daerah tersebut.

Senada dengan Gubernur, Wagub juga meminta PT.Sadana membuat desain agar dari hulu hingga hilirnya masyarakat terjamin, untuk pengolahan dan pemasarannya.

“Jangan nanti masyarakat sudah semangat menanam lamtoro, tapi tidak ada yang olah dan beli,” ujarnya.

Kajian akademis untuk perbandingan nilai ekonomisnya sangat perlu, agar menjadi pemicu masyarakat untuk mau berpindah dari komoditas lain yang biasa ditanam selama ini.

Sebelumnya perwakilan dari PT Sadana, Mustari menjelaskan, pengembangan lamtoro di Sambalia pada lahan seluas 400 hektar, dengan pola kemitraan dengan masyarakat.

Menurutnya potensi lamtoro yang cukup strategis, selain sebagai konsevasi dan reboisasi, juga memiliki potensi besar untuk industrialisasi pakan ternak, karena memiliki protein tinggi untuk penggemukan ternak kambing dan sapi di NTB.

Dijelaskan Mustari, pengembangan lamtoro di NTB akan dikonesikan dengan sektor pertanian, peternakan dan pariwisata. Saat ini PT. Sadana sudah mengembangkan lamtoro dengan drip irrigation sistem.

Penanaman juga menggunakan biji langsung, tidak menggunakan bibit.

“Kami melakukan penanaman dengan biji langsung, tidak dengan bibit. Karena dengan biji jauh lebih murah biayanya dari pada dengan bibit,” ujar Mustari.

Kepala Dinas Peternakan menilai industrialisasi pakan ternak lamtoro sangat tepat. Jika pengembangannya berjalan baik, maka industri pakan akan terealisasi pada tahun 2020.

“Ini sangat tepat industrialisasi lamtoro, menuju kemandirian pakan ternak di NTB,” katanya.

AYA/HmsNTB




Anugrah Penyiaran KPID NTB 2019, Disambut Antusias Wagub NTB

Malam puncak Anugerah nanti, a akan mengundang seluruh lembaga penyiaran yang ada di NTB dan mengambil tema bertajuk “Siaran sehat  NTB Gemilang”

MATARAM.lombokjournal.com — Wakil Gubernur Provinsi NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd menyatakan  mendukung dan mengapresiasi  rencana  aara Anugrah Penyiaran Komisi Informasi Daerah Indonesia (KPID) tahun 2019.

Anugerah penyiaran itu merupakan penghargaan yang diberikan kepada televisi dan radio, serta para tokoh yang berprestasi dan  menunjukkan dedikasi tinggi dalam memperkuat literasi media dan kesadaran informasi masyarakat.

“TV dan Radio di tengah perkembanngan pesat media daring dan media sosial saat ini, ternyata  tetap menjadi media arus utama dengan sajian  informasi yang akurat, dengan kontens-kontens yang produktif, edukatif dan mencerdaskan. Sekaligus media yang efektif dalam meningkatkan partisipasi masyarakat untuk mewujudkan NTB Gemilang ,” kata ungkap wagub yang akrab disapa Umi Rohmi, Senin (11/11-2019) di Mataram.

Ummi Rohmi mengatakan itu, saat menerima Ketua KPID NTB, Yusron Saudi bersama anggotanya, didampingi Plt. Kepala Dinas Kominfotik NTB, Gde Putu Aryadi. Mereka menemui  wagub sebagai persiapan  malam Puncak Anugerah Penyiaran KPID NTB Tahun 2019, yang akan berlangsung tanggal r 17 Nivember 2019 mendatang.

Mengingat peran strategis Lembaga Penyiaran Publik, Umi Rohmi meminta KPID dan Diskominfotik Provinsi NTB terus memperkuat kemitraan dan mendorong lembaga penyiaran publik tersebut. Agar berperan aktif dalam mendesiminasikan berbagai program unggulan dan program strategis mewujudkan NTB Gemilang.

“Kegiatan lomba, seperti Akademi presenter, lomba vlog, penulisan artikel, liputan khusus dan paket-paket iklan layanan masyarakat lainnya yang bersentuhan langsung dengan upaya pemberdayaan dan peningkatan literasi media masyarakat, perlu terus dioptimalkan,” pinta Wagub.

Kepala KPID NTB Yusron Saudi menuturkan, menyambut malam puncak Anugrah Penyiaran KPID 2019, telah diawali dengan gelaran beragam kegiatan lomba yang diikuti oleh seluruh lembaga penyiaran publik yang ada di NTB.

“Sedikitnya ada 16 kategori lomba yang digelar dalam 2 bulan ini. Dan sudah ada 200 karya jurnalistik tentang NTB yang diterima panitya, yang saat ini dalam proses finalisasi penilain oleh Tim Juri,” ungkap Yusron.

Dikatakan,  pada malam puncak Anugerah nanti, pihaknya akan mengundang seluruh lembaga penyiaran yang ada di NTB dan mengambil tema bertajuk “Siaran sehat  NTB Gemilang”.

“Kami sangat mengharapkan kehadiran Bu Wagub untuk datang ke acara anugerah penyiaran KPID, tema – tema yang masuk kepada kami banyak sekali mengenai zero waste, iklan-iklan yang diputarkan di radio dan televisi juga banyak mengenai beasiswa dan berbagai hal dan kita masih dalam proses penjurian kemudian akan diumukan pada malam anugrah,” jelasnya.

Berbagai rangkaian lomba yang diadakan, tidak hanya karya jurnalistik. Tetapi juga  lomba mewarnai yang bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak dan orang tua dalam memilih tayangan program televisi dan radio yang sehat dan mencerdaskan, target peserta dari kalangan PAUD, TK hingga Pelajar SD se Kota Mataram.

Lomba Action to Dance memiliki tujuan untuk menjaring bakat-bakat luar biasa untuk dipromosikan ke Lembaga Penyiaran (LP).

Lomba Cerdas Cermat Halo KPID bertujuan untuk membuka ruang ekspresi terbuka kepada masyarakat tentang peran KPID NTB dalam membangun kesan tentang penyiaran sehat untuk rakyat.

Sedangkan lomba yang berkaitan dengan karya jurnalistik dan intertaiment, tentu jauh lebih banyak, terangnya.

Di antaranya, Audisi Akademi Presenter NTB yang bertujuan untuk mendorong potensi output SDM generasi muda berbakat NTB sehingga mampu bersaing dilevel nasional.

Juga Media Gathering merupakan pelibatan semua unsur pemerintah terkait seperti akademisi, legislatif, generasi milenial, NGO dan terutama lembaga penyiaran (LP) se NTB.

Ia menegaskan, malam puncak anugrah penyiaran akan didukung penuh melalui Siaran Bersama Anugrah Penyiaran KPID NTB 2019, program yang didedikasikan untuk meliput serta menayangkan secara langsung kegiatan dimaksud baik melalui televisi dan radio, jelasnya.

AYA