Rumah Korban Jago Merah Dikunjungi Bupati Najmul Akhyar

Si jago merah melalap rumah Amaq Aim tanpa ada yang tersisa sedikit pun, Semuanya ludes terbakar termasuk perabotan rumah tangga

BAYA.lombokjournal.com – Amaq Aim, yang rumahnya  korban kebakaran di Dusun Batu Keruk Desa Akar-Akar Kecamatan Bayan, dikunjungi Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH,Senin pagi (09/12/2019).

Bupati bersama keluarga Amaq Aim

Kunjungan itu merupakan kepedulian, perhatian serta tanggung jawab Bupati Najmul Akhyar selaku pengayom masyarakat,

Tragedi kebakaran itu terjadi Minggu, 8 Desember 2019 pukul 12.30 Wita. Amaq Aim, berusia 89 tahun, yang rmahya jadi orban keganasan s jago merah, adalah seorang mualaf yang menyambung hidup sehari-hari dari hasil membuat atap gasowan (atap dari daun kelapa,red).

Ditemui saat mengunjungi korban kebakaran, Bupati H. Najmul Akhyar mengungkapkan perasaan turut perihatin atas musibah yang menimpa Amaq Aim.

“Saya turut perihatin atas musibah yang menimpa orang tua kita. Beliau seorang mualaf hidup dengan keterbatasan lalu ada musibah seperti ini tentu saya sangat perihatin. Insyaallah saya minta data kepada Kadis Sosial. Kemudian segera menyelesaikan rumahnya juga karena beliau mendapatkan rumah RTLH. Kita berikan lewat Dinas Lungkungan Hidup. Dan, alhamdulillah, sudah mulai dibangun,” ungkap Bupati Najmul.

Kadus Batu Keruk Hermadi menuturkan kronologis kejadian api melahap rumah Amaq Aim. Menurutnya, informasi tragedi kebakaran tersebut ia peroleh dari tetangga korban.

Rentetan kejadiannya korban sedang memasak  lalu terburu-buru keluar rumah karena ada yang mencari. Kejadian naas itu pun tak terhindarkan lantaran saat keluar rumah korban lupa mematikan api di dapurnya.

“Sementara di dekat kejadian itu banyak sekali dedaunan kelapa kering,” pungkasnya.

Ditambahkan Hermadi, Amaq Aim tinggal bersama istri, anak dan 4 cucu. Untuk membiayai kebutuhan hidup sehari-hari Amaq Aim mengandalkan penghasilan dari membuat atap gasowan.

“Istrinya mencari daun kelapa, Amaq Aim yang membuat atapnya di rumah,” tutur Hermadi.

Dibeberkan Hermadi, si jago merah melalap rumah Amaq Aim tanpa ada yang tersisa sedikit pun. Semuanya ludes terbakar termasuk perabotan rumah tangga.

Terhadap peristiwa tragis yang menimpa warganya, Hermadi berharap kepada Bupati Lombok Utara agar sesegera mungkin membantu Amaq Aim untuk mendapatkan rumah yang layak dihuni.

Terlebih saat ini keperluan hidup korban sudah tidak ada sama sekali termasuk kelengkapan sekolah cucunya karena habis hangus terbakar.

sta/humaspro




Kirab Pataka Lambang Daerah, Menguatkan Ke-NTB-an

“Dalam menyambut HUT NTB, kita akan perkuat sinergitas untuk membangun NTB tercinta. Juga sebagai refleksi kita untuk introspeksi diri, kekurangan apa saja dalam membangun daerah selama ini untuk diperbaiki ke depannya”

MATARAM.lombokjournal.com —  Kirab lambang daerah atau Pataka NTB merupakan upaya mengokoh-kuatkan semangat persatuan dan kesatuan serta kebanggaan dan kebersamaan warga Bumi Gora.

H. Iswandi dan H. Arifuddin HMY

Pj.Sekda Dr. Ir.H. Iswandi, M.Si mengungkapkan, lebih penting lagi adalah kolaborasi semua unsur mulai dari Provinsi hingga Kabupaten/Kota, dan menyentuh seluruh masyarakat di desa dan dusun, untuk bergerak bersama mewujudkan pembangunan menuju NTB Gemilang.

Hal itu diungkapkan Iswandi, usai menyerahkan Pataka Lambang NTB kepada Pemerintah Kabupaten Bima saat upacara pelepasan Pataka Lambang NTB dalam  HUT ke 61, di Halaman Bumi Gora Kantor Gubernur NTB di  Mataram, Senin(09/12/2019).

Menurut Iswandi,  NTB sudah dikenal sebagai sebuah provinsi kepulauan yang multikultur serta kaya akan budaya.

Dengan kirab pataka ini, semua elemen masyarakat dan pemerintah dapat memahami keberagaman budaya yang ada.

“Kemudian dapat dioptimalkan demi kemajuan daerah NTB yang sama-sama kita cintai,” ungkapnya.

Sekda NTB yang akrab disapa Pak Is mengatakan, penyerahan Pataka Lambang daerah ini sejatinya merupakan simbol atau tanda untuk mengawali Kirab Pataka.

Setelah Pataka lambang NTB mengelilingi seluruh kabupaten/kota di NTB, kemudian akan diserahkan kembali kepada Pemerintah Provinsi NTB, di tempat ini juga.

“Kirab pataka merupakan rangkaian HUT NTB yang melambangkan kesatuan kabupaten/kota sebagai bagian dari Provinsi NTB. Diawali dari Kabupaten Bima dan diakhiri penyerahan kepada pemerintah Kota Mataram,” jelas Pak Is.

Asisten Administrasi Umum Setda  Kabupaten Bima, Drs.H. Arifuddin HMY mengungkapkan, momen penyerahan bendera lambang NTB ini sebagai upaya membangun NTB ke depan.

Membangun NTB bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi tanggung jawab semua  untuk sama sama membangun NTB. Apalagi diperkuat dengan konsep visi misi NTB Gemilang.

“InsyaAllah besok akan disemayamkan di kantor Bupati Bima,” ungkap Nurdin.

Ia mengatakan, mewujudkan Visi Misi NTB Gemilang tidak cukup hanya dilakukan oleh Pemerintah Provinsi saja. Tetapi perlu sinergi semua pemerintah kabupaten kota.

“Dalam menyambut HUT NTB, kita akan perkuat sinergitas untuk membangun NTB tercinta. Juga sebagai refleksi kita untuk introspeksi diri, kekurangan apa saja dalam membangun daerah selama ini untuk diperbaiki ke depannya,” ujarnya.

Dalam rangka memperingati HUT Provinsi NTB yang ke-61, Pemerintah Provinsi NTB kembali menyelenggarakan kirab Pataka lambang Daerah NTB mengelilingi sluruh Kabupaten/Kota.

Kirab diawali dengan upacara Penyerahan Pataka lambang Daerah NTB oleh Pj.Sekda NTB, Dr. Ir. H. Iswandi kepada pemerintah Kabupaten Bima, yang diwakili oleh Asisten Administrasi Umum Setda  Kabupaten Bima, Drs.H. Arifuddin HMY.

Kemudian Pataka lambang tersebut, akan disemayamkan di Kantor Bupati Bima esok harinya. Kirab Pataka atau iring-iringin Pataka ini akan mengelilingi Kabupaten Bima dan diserahkan kepada pemerintah Kota Bima.

Dilanjutkan kepada pemerintah Kabupaten Dompu, Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat. Usai Kirab Pataka Lambang NTB di arak keliling di seluruh kabupaten/Kota di Pulau Sumbawa, kemudian dilanjutkan ke kabupaten kota se-Pulau Lombok hingga pada tanggal 16 Desember 2019.

AYA




Wakil Gubernur Canangkan Gerakan Save Teluk Bima

“Yang namanya lingkungan itu adalah menjaga keseimbangan. Mengapa ada banjir, karena hilang keseimbangannya. Mengapa ada bencana, karena nggak seimbang”

BIMA.lombokjournal.com — Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mencanangkan Gerakan Save Teluk Bima, di Halaman Museum ASI Bima, Sabtu (07/12/2019).

Gerakan tersebut dimaksudkan untuk melestarikan dan menyelamatkan Teluk Bima bagi generasi masa depan. Gerakan tersebut salah satunya berupa penanaman pohon mangrove.

Teluk Bima merupakan sebuah teluk yang membentang mulai dari Lewa Mori, Kalaki, Oi Ni’u, Panda, Lawata, Ama Hami hingga Kolo dan sebagian kecamatan Soromandi dan Bolo, Kabupaten Bima.

Teluk ini dimanfaatkan untuk budidaya rumput laut, wisata bahari, olahraga dayung, olahraga mancing, olahraga Jetski, wisata pantai, dan berbagai jenis kegiatan lainya.

Selain itu, di tengah-tengah teluk ini terdapat sebuah pulau kecil yang disebut Nisa To’i atau juga dikenal dengan nama Pulau Kambing.

Konon menurut cerita pada zaman dahulu, pulau kecil ini adalah tempat pelepasan kambing raja atau Sultan Bima sehingga dinamakan pulau kambing.

Wakil Gubernur yang akrab disapa Umi Rohmi itu mengajak seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa menjaga, melestarikan dan menyelamatkan lingkungan di sekitar.

“Betapa banyak potensi yang bisa kita angkat. Tapi jangan salah, kalau kita tidak barengi dengan rasa syukur,  dengan cara memeliharanya, maka dia akan sirna,” jelas Umi Rohmi di depan Walikota Bima, H. M. Lutfi, Wakil Ketua DPRD Provinsi NTB, Mori Hanafi dan sejumlah kepala OPD Provinsi dan Kota Bima.

Teluk yang indah lanjutnya, akan hilang keindahannya apabila tidak dipelihara dan dilestarikan dengan baik. Begitu juga dengan laut, akan hilang keindahannya apabila telah rusak.

Maka, memelihara lingkungan itu tidak hanya menjadi kewajiban. Namun, menjadi kebutuhan bagi seluruh umat manusia.

“Yang namanya lingkungan itu adalah menjaga keseimbangan. Mengapa ada banjir, karena hilang keseimbangannya. Mengapa ada bencana, karena nggak seimbang,” jelas Ummi Rohmi.

Terkait dengan lingkungan kata Wagub, pemerintah provinsi menaruh perhatian serius. Termasuk katanya, pemerintah Kota Bima telah menunjukkan keseriusannya dalam menjaga lingkungan.

Ia juga mendorong para orang tua untuk mengajarkan dan mendidik anak-anak mereka cara mencintai lingkungan sejak dini. Yaitu, mengajarkan cara menanam pohon serta menjaganya hinggu tumbuh besar.

“Save Teluk Bima ini membuka wacana, membuka kesempatan semua pihak untuk berkontribusi, berkolaborasi, melakukan penyelamatan di teluk itu,” tegasnya.

Sementara itu, Walikota Bima mengungkapkan Teluk Bima memiliki keindahan yang tidak dimiliki oleh daerah lain. Di samping airnya yang tenang, teluk Bima juga didukung oleh infrastruktur jalan yang rata.

BACA JUGA  ;

Wagub Bersama Bupati Dan Walikota Bima, Tanam Pohon Cemara  dan Mangrove di Teluk Bima

Sehingga, inilah yang menjadi daya tarik para pecinta sepeda untuk menyelenggarakan event triatlon di kota tepian air itu. Ia berharap, semua pihak terus bersinergi untuk menjaga lingkungan, menyelamatkan generasi serta menyukseskan pembangunan.

Karena, potensi inti yang dikembangkan oleh pemerintah Kota Bima adalah pariwisata.

AYA/HmsNTB




Wagub Bersama Bupati Dan Walikota Bima, Tanam Pohon Cemara  dan Mangrove di Teluk Bima

“Perllu diingat bahwa memperbaiki lingkungan itu tidak semudah membalikkan telapak tangan”

BIMAlombokjouurnal.com —  Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah (Ummi Rohmi) bersama Bupati Kabupaten Bima, Indah Damayanti Putri, Wali Kota Bima, H. M. Lutfi dan para relawan melakukan penanaman pohon cemara laut dan mangrove di Desa Kananta, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima yang letaknya berada di kawasan Teluk Bima, Minggu (08/12/2019).

Penanaman itu bagian dari Gerakan Save Teluk Bima dan Jambore Pengurangan Risiko Bencana (PRB) yang digagas Pemerintah Kota dan Kabupaten Bima.

Hadir para Asisten Gubernur NTB, yaitu Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Dra Baiq Eva Nurcahyaningsih, M.Si, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan,  Ir. Ridwan Syah, M.Sc.MT.MM, dan Asisten Administrasi dan Umum, Ir. Hj. Hartinah, MM.

Ummi Rohmi mengatakan,  penanaman pohon tersebut merupakan orientasi menjadikan Kabupaten dan Kota Bima serta NTB secara umum berada pada level tangguh bencana.

“Kita ingin ke depan, semua desa kita tangguh bencana,” ungkap Wagub yang akrab disapa Umi Rohmi itu.

Ia memuji bupati dan masyarakat Kabupaten Bima yang memiliki komitmen tinggi terhadap lingkungan mulai dari anak-anak hingga orang tua.

Umi Rohmi mendorong seluruh masyarakat untuk peduli pada lingkungan serta tidak perlu berkecil hati atas apa yang telah terjadi pada lingkungan selama ini. Yang perlu dilakukan ke depan adalah terus memperbaiki lingkungan.

“Perllu diingat bahwa memperbaiki lingkungan itu tidak semudah membalikkan telapak tangan,” katanya.

Bupati Bima menyampaikan, Kabupaten Bima tercatat sebagai daerah yang berisiko bencana. Salah satunya karena daerah ini dalam kawasan ring of fire. Namun, di era modern searag  banyak bencana akibat ullah manusia.

“Kegiatan Apel Kesiapsiagaan ini sangat strategis dalam rangka menyatukan persepsi dan koordinasi. Begitu juga dengan kegiatan penanaman pohon menjadi hal yang sangat dibutuhkan,” katanya saat memimpin apel tersebut.

Musibah yang terjadi selama ini memberi pelajaran dan wawasan kepada masyarakat mengenai pentingnya reboisasi bagi lingkungan. Tujannya membangun kesadaran dan kewaspadaan masyarakat terhadap bencana.

“Kita ingin membangun partisipasi semua pihak untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan kesiapsiagaan bencana seperti edukasi kebencanaan, evakuasi mandiri, latihan kesiapsiagaan dilakukan oleh individu keluarga,” jelasnya.

BACA JUGA  ;  Wakil Gubernur Canangkan Gerakan Save Teluk Bima

Dae Dinda, sapaan akrab Bupati Bima itu mengajak semua pihak, mulai dari anak-anak hingga orang tua untuk menjaga alam dengan menanam. “Kita jaga alam, alam jaga kita,” tutupnya.

AYA/HmsNTB

 




Dirjen Kemasyarakatan Beri Semangat Baru Ke Penghuni Lapas Terbuka

“Lapas terbuka merupakan satu rangkaian proses dalam pembinaan jajaran pemasyarakatan sebelum yang bersangkutan kembali ke tengah-tengah masyarakat”

LOTENG.lombokjournal.com —  Guberur DR Zulkiefimansyah mendampingi Direktur Jenderal Pemasyarkatan (Dirjen) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), Sri Puguh Budi Utami,  melakukan kunjungan kerja Ke Lapas Terbuka Kelas IIB Lombok Tengah, Minggu (08/12/2019).

Sri Puguh Budi Utami

Gubernur Zulkieeflimansyah

Kedatangannya memberikan semangat baru untuk warga binaan lapas agar hidup lebih baik usai mendapat pembinaan.

“Warga binaan pemasyarakatan diberi kesempatan ke dua untuk bisa hidup lebih baik lagi. Semangat dari presiden kita, menciptakan SDM unggul supaya Indonesia maju harus kita respon dengan semangat yang sama,” ungkap Drijen Pemasyarakatan.

Ia menekankan kepada seluruh pejabat lapas beserta jajarannya, untuk memaksimalkan pembinaan kepada para warga binaan lapas ini. Agar mendapatkan hasil yang diharapkan, mengubah hidup warga binaan menjadi lebih baik.

“Kita tidak boleh kerja biasa-biasa saja, melakukan pembinaan biasa, kemudian kita tidak tahu setelah kita bina, mereka di luar sana seperti apa, melakukan apa. Jangan-jangan melakukan suatu hal yang jauh lebih mengerikan daripada sebelumnya,” terang Utami.

Ia menuturkan, negara tidak boleh menjadikan warganya binaan pemasyarakatan menjadi lebih buruk. Negara harus hadir dan bisa dirasakan oleh mereka yang ada di dalam lapas dan rutan.

“Lapas terbuka merupakan satu rangkaian proses dalam pembinaan jajaran pemasyarakatan sebelum yang bersangkutan kembali ke tengah-tengah masyarakat,” sambungnya.

Terobosan luar biasa

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah yang mendampingi Dirjen mengatakan, sejatinya penjara itu adalah satu suasana dimana sebenarnya hati, perasaan, fisik dan pikiran kita tidak mau berada disana.

“Upaya teman-teman termasuk ibu Dirjen, membangun suasana nyaman untuk warga binaan, adalah terobosan yang luar biasa. Walaupun kita dikungkung oleh hukuman, tapi kalau hati dan perasaan kita betah di sini, saya kira membunuh waktu bukan hal yang berat,” kata Bang Zul.

Bang Zul menambahkan, terobosan ini adalah hal yang sangat diperlukan untuk memberikan manfaat kepada warga binaan lapas agar mereka menjadi mandiri setelah keluar dari lapas.

“Kami atas nama pemerintah daerah mengucapkan terimakasih, mudah-mudahan dengan inovasi dan terobosan seperti ini menularkan kebaikan bersama dan inovasi itu dikeluarkan juga pada instansi lain di provinsi yang kita cintai ini,” jelasnya.

Kepala Kanwil Kemenkumham NTB, Drs. Andi Dahrif Rafied, mengucapkan terima kasihnya kepada Dirjen Pemasyarakatan, karena menyempatkan diri berkunjung di sela-sela kesibukannya.

Ia menyampaikan, lapas ini melakukan pembinaan kewirausahaan. Salah satunya dengan beternak ikan seperti yang sekarang dilakukan.

Hal ini untuk memberikan wawasan kepada para warga binaan lapas, agar mereka tahu apa yang harus mereka kerjakan setelah keluar dari lapas.

“Tebar benih ini memanfaatkan lahan yang tidak berfungsi, sehingga warga binaan bisa melakukan kegiatan-kegiatan yang sifatnya membimbing mereka agar kiranya setelah lepas dari sini, mereka bisa melakukan kegiatan-kegiatan seperti ini. Kita berharap mereka tidak akan kembali lagi melakukan pelanggaran hukum,” terangnya.

Kunjungan ini dirangkai dengan pelepasan benih ikan ke Kolam Wisata yang dibangun oleh lapas terbuka, sebagai tempat pembinaan penghuni lapas sebelum selesai menjalani hukuman.

AYA/HmsNTB

 




Hj. Niken Minta Hentikan Penggunaan Pewarna Dan Bahan Berbahaya Dalam Makanan

“Kita semua berharap melalui program ini budaya keamanan pangan masyarakat di NTB dapat terwujud melalui perkuatan sistem manajemen keamanan pangan sekolah”

MATARAM.lombokjournal.com – Orang tua, guru,pihak sekolah hingga para penjual makanan diminta memberi perhatian serius dan menjamin keamanan dan standar kesehatan pangan yang dikonsumsi anak-anak.

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, SE, M.Sc, menegaskan, stop penggunaan zat pewarna dan bahan-bahan berbahaya dalam makanan.

“Pihak Sekolah, guru, orang tua murid dan kita semua, harus  mengawasi keamanan jajanan anak di lingkungan sekolah masing-masing”, ujar Niken saat membuka acara Workshop Monitoring dan Evaluasi Program Intervensi Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS), yang diselenggarakan Balai Besar POM  Mataram, di hotel Lombok Astoria Mataram NTB, Jum’at (06/12/2019).

Menurutnya, jajanan yang mengandung zat-zat kimia dan pewarna berbahaya, jika dikonsumsi oleh anak-anak kita, memang tidak semuanya  langsung membuat anak-anak kita sakit.

Tapi mengkonsumsi jajanan seperti itu dalam jangka panjang, dapat merusak kesehatan anak, menghambat pertumbuhan fisik dan mental, bisa berakibat vatal bahkan mengancam keselamatan jiwanya.

Kepada produsen dan para penjual makanan, Bunda PAUD NTB mengajak instansi terkait terus memberikan pembinaan, penyuluhan dan pendampingan, agar mampu menjajakan pengan yang memiliki asupan gizi yang baik, serta terjamin keamanan dan kesehatannya.

Para produsen dan pedagang diminta  menghentikan penggunaan bahan-bahan berbahaya , terutama  yang menggunakan zat pewarna.

“Bila perlu para orangtua sesekali waktu juga menyediakan bekal sekolah dari rumah, sehingga asupan gizi dan keamanan pangan anak lebih terjamin,” tegasnya.

Menurutnya, hakekat intervensi keamanan PJAS adalah meningkatkan keamanan, mutu dan gizi PJAS di lingkungan sekolah/madrasah di seluruh wilayah provinsi NTB melalui penguatan lintas sektor  dan peningkatan kemitraan di pusat dan daerah .

“Kita semua berharap melalui program ini budaya keamanan pangan masyarakat di NTB dapat terwujud melalui perkuatan sistem manajemen keamanan pangan sekolah,” pungkasnya.

Pangan tidak aman

Kepala Subdit Pemberdayaan Pelaku Usaha  Badan POM RI, Dra. Dyah Sulistyorini, Apt. M.Sc, menegaskan program intervensi keamanan PJAS, merupakan iktiar untuk menjaga generasi bangsa dari pangan yang tidak aman.

Dra. Dyah Sulistyorini, Apt. M.Sc

Dijlaskan, Program Intervensi PJAS merupakan Proyek Prioritas Nasional dan memasuki tahun ketiga sejak tahun 2017. Pada tahun 2019, target sekolah yang diintervensi sebanyak 7000 sekolah.

Kepala BPOM Mataram, Dra. Ni GAN Suarningsih, Apt, MH menjelaskan, ada 14 sekolah yang telah di intervensi PJAS di Provinsi NTB.  Targetnya ada 839 sekolah, sedangkan arget lokus sekolah untuk Piagam Bintang Keamanan Pangan Kantin Sekolah sebayak 84 sekolah/madrasah.

Kegiatan ini telah dilaksanakan sejak awal April 2019. Intervensi yang dilakukan diawali dengan Advokasi Lintas Sektor dengan OPD terkait, Bimtek Keamanan PJAS di sekolah percontohan  Kabupaten/Kota se-NTB, Sampling dan Pengujian PJAS dengan Mobil Laboratorium Keliling.

“Sasaran PJAS ini adalah sekolah dan pengelola kantin. Intinya, pengelola kantin harus memiliki pengetahuan tentang PJAS, kantinnya tersedia bak sampah tertutup, tempat cuci tangan, lantainya dapat dibersihkan, itu saja syarat kantin itu,” jelas Ni GAN Suarningsih didepan peserta yang terdiri dari Kepala Sekolah,  Dikbud, Bapedda se-NTB.

Ketika ditanya tentang adanya, Kepala BPOM mengatakan belum ada temuan kasus keracunan jajanan di sekolah. Kalaupun ada, maka sampel jajanan atau makanan tersebut akan dikirim ke BPOM untuk dilakukan pemeriksaan Laboratorium.

Kegiatan ini juga dirangkai dengan penyerahan Piagam Bintang Keamanan Pangan Kantin Sekolah oleh ketua TP PKK PROVINSI NTB kepada 88 kantin sekolah yang memperoleh Piagam Bintang Satu Keamanan Pangan.

AYA/HmsNTB




Shalsabila Lestari Putri Suteja, Puteri Indonesia NTB 2020

Wakil Gubernur NTB Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd berpesan, agar Putri Indonesia NTB ikut serta membangun NTB, dengan mengenalkan potensi dan kekayaan NTB

MATARAM.lombokjournal.com  —  Shalsabila Lestari Putri Suteja dari Lombok Timur, terpilih sebagai Putri Indonesia yang akan mewakili Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada ajang pemilihan Putri Indonesia tahun 2020.

Ummi Rohi bersama Shalsabila Lestari Putri Suteja

Melalui tahapan dan proses penjurian yang panjang, akhirnya Shalsabila dinobatkan sebagai Putri Indonesia NTB pada Grand Final Puteri NTB 2020 di Hotel Lombok Raya Kota Mataram, Jumat (06/12/2019).

Shalsabila yang masih di bangku Sekolah Menengah Atas  kelahiran Lombok Timur itu, berhasil mengungguli 20 rekan finalis Putri Indonesia NTB lainnya.

Runner up 1 diraih oleh Ni Kadek Selvia Sastradewi dari Kabupaten Sumbawa,dan Runner up 2 diraih Dinda Putri Alfitriyani dari Kota Mataram.

Perwakilan Yayasan Puteri Indonesia (YPI) dan salah satu dewan juri, Wisnu Wardana, sejak awal menekankan agar Panitia pencarian Putri NTB, memprioritaskan wanita asli daerah di NTB.

Menurut Wisnu, Putri Indonesia yang akan mewakili NTB ini merupakan milik masyarakat NTB. Ia memiliki pengetahuan tentang potensi dan kekayaan alam serta budaya NTB.

Sehingga Puteri Indonesia yang mewakili NTB bisa bercerita kepada daerah lain bahkan kepada dunia internasional, betapa hebatnya NTB.

Wisnu mengungkapkan 3 kriteria untuk menjadi Putri Indonesia itu, yaitu 3B (Brain, Beauty, dan Behaviour). Kriteria  Brain (Cerdas) atau pintar dapat dilihat dari intelektual, sisi pengetahuan dan ilmunya.

“Kalau dia berbicara enak didengar,” kata Wisnu.

Kemudian lanjutnya, kriteria berikutnya  Beauty (Cantik)ia dapat merawat dirinya, dan juga dapat dimaknai  kecantikan dari dalam diri dan di luar.

“Ini makna Beauty,” ucapnya.

Selanjutnya, kriteria yang terakhir adalah Behaviour  dia harus bertakwa dan beretika, serta peduli dengan lingkungan.

Behaviour harus punya takwa etika dan punya kepedulian terhadap lingkungan.

“Itu cara untuk bisa eksistensi sebagai perempuan Indonesia. Kalau tidak memiliki sopan santun dan etika YPI dapat mencopotnya sebagai Indonesia,” tutur Wisnu.

Penyelenggaraan ajang penobatan Putri Indonesia sudah 22 kali dilaksanakan. Pada tanggal 6 Maret tahun 2020 mendatang merupakan kali ke 23 diselenggarakan oleh YPI.

“Kita cukup konsisten menggelar Pemilihan Putri Indonesia,” ucap pria kelahiran Jakarta ini.

Ditambahkan, pihakya konsisten mencari perempuan di daerah, YPI ingin puteri adalah milik masyarakat NTB. Dan mengenal dan cerita apa yang menjadi kekayaan budaya NTB.

Wisnu mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi NTB dan masyarakat NTB yang mendukung kegiatan ini.

“Terima kasih kepada pemda NTB telah mendukung acara ini,” kata Wiisnu.

Mengenalkan NTB

Wakil Gubernur NTB Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd berpesan, agar Putri Indonesia NTB ikut serta membangun NTB.

Apalagi saat ini NTB ditetapkan sebagai Daerah Pariwisata Super Prioritas, maka peran Putri Indonesia NTB harus bisa mengenalkan NTB.

Didampingi Ketua TP PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati, SE, M.Sc,  wagub juga menyinggung kriteria Putri Indonesia yaitu memiliki Brain atau kecerdasan, Beauty atau kecantikan dan Behaviour atau etika dan iman.

“Ini kriteria yang ada sebagai Putri yang sempurna,” tegas Ummi Rohmi

20 finalis Puteri Indonesia NTB berjalan di atas catwalk dengan mengenalkan diri kepada penonton, yang disambut riuh dengan dukungan masing-masing peserta. Kemudian dewan juri memilih dan menyaring ke 20 finalis ini menjadi 10 besar dengan busana kebaya rancangan designer kondang Anne Avantie.

Untuk disaring menjadi 5 besar ke sepuluh finalis ini diberikan pertanyaan untuk dijawab dengan cepat dan singkat.

Para finalis memilih pertanyaan yang telah disediakan dan dibacakan langsung oleh pemandu acara, finalispun  harus menjawab pertanyaan.

Proses yang sama terus berlangsung hingga babak penyisihan 5 besar, yatu Dinda Putri Alfitriyani,  Sheilla Intan Permatasari,  Putu Dewi Cahyani, Shalsabila Lestari Putri Suteja dan Ni Kadek Selvia Sastradewi.

Kelima finalis melewati tahap tanya jawab, sehingga memasuki 3 besar finalis Puteri Indonesia NTB 2020.

Pada acara tersebut dinobatkan juga Puteri Budi Pekerti,  Puteri Intelejensi, Puteri Persahabatan, Puteri Favorit.

Grand Final Puteri NTB 2020 dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Ketua Dekranasda Kabupaten/Kota se-NTB, Kepala Dinas Kominfotik NTB, Kadis Pariwisata, Undangan dari OPD lingkup Pemrov NTB serta para pengusaha, para budayawan, seniman, milenial dan pelaku UMKM.

Dalam grand final itu itu ditampilkan Regina Ivanova, juara pertama Indonesian Idol 2012.

AYA

 

 




Harus Mundur, ASN Yang Maju Jadi Calon Kepala Daerah

Dalam undang-undang no 5 tahun 2015 mengatur, jika ada ASN yang akan  mencalonkan diri menjadi pemimpin atau Kepala Daerah

MATARAM.lombokjournal.com —  Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi NTB mengingatkan kepada  Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan mencalonkan diri  di Pilkada 2020 mendatang, segera membuat surat pemunduran diri.

“Sesuai Undang-Undang Pemilihan Umum, ASN yang maju mencalonkan diri baik melalui partai politik maupun independen harus mengundurkan diri,” ujar Ketua Bawaslu Provinsi, Khwuailid,  Sabtu (06/12/2019).

Selain meminta segera mengajukan surat mundur, Bawaslu juga ingatkan ASN tidak memanfaatkan program pemerintah untuk meningkatkan popularitas atau elektabilitas.

Perlu diketahui, saat ini sejumlah partai politik sudah memulai penjaringan Bakal Calon Kepala Daerah baik dari kader internal maupun praktisi, birokrat, atau akademisi di luar partai.

Menurut Khuwailid, jika aturan untuk mengajukan surat pengunduran diri sebagai ASN ini merupakan mekanisme yang harus ditaati terlebih ASN itu bersifat aparatur yng tuganya memang melayani masyarakat pada umumnya.

“Ini  soal etis atau tidak etis,  mekanisme kepegawaian ini seperti apa ASN itu kan  bersifat aparatur artinya  dia tugasnya sebagai pelayan  masyarakat,” tegasnya.

Karena semua itu sudah tertuang dalam undang-undang no 5 tahun 2015 yang mengatur, jika ada ASN yang akan  mencalonkan diri menjadi pemimpin atau Kepala Daerah.

AYA




Meski Baru Terbentuk, Pangkalan SWBB BPPAUD Dan Dikmas NTB Meraih Prestasi Kepramukaan

Setelah melalui proses seleksi, akhirnya mampu berprestasi sebagai juara harapan 3 dari perwakilan ke 33 provinsi di Indonesia

MATARAM.ombokjournal.com — Meskipun belum lama terbentuk, Pangkalan Saka Widya Budaya Bakti (SWBB) di Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini (BPPAUD) dan Pendidikan  Masyarakat (Dikmas)  Nusa Tenggara Barat, mampu meraih prestasi di bidang kepramukaan.

Prestasi itu membanggakan, mengingat pangkalan SWBB belum lama terbentuk.

Hal ini disampaikan salah satu Pamong Saka puteri Tri Sari Wijayanti, S.Pd, M.Pd, saat mengikuti ajang  bergengsi Lomba Pangkalan Saka Berprestasi (Pasasi) Widya Budaya Bakti Tingkat Nasional Tahun 2019 di Yogyakarta, tanggal 2-4 Desember 2019, bersama instruktur saka H. M. Irfan, S.Pd, MM dan ketua dewan saka M. Erwin.

Pangkalan SWBB BPPAUD dan Dikmas Nusa  Tenggara Barat, sudah mampu mengembangkan 5 krida dan mengajak 5 kwartir cabang di Kabupaten dan Kota di Nusa Tenggara Barat.

Selain itu, juga mengajak 8 gugus depan di 8 sekolah SMA & SMK di Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat untuk  bergabung di Saka Widya Budaya Bakti (SWBB)  secara offline maupun online.

Keberhasilan SWBB pangkalan BPPAUD dan Dikmas Nusa Tenggara Barat tak luput berkat dukungan dan bantuan Kepala BPPAUD & Dikmas NTB, Drs. H. Suka, M.Pd, Mabisaka Hizbul Maududi, SS, Kwartir Daerah Nusa Tenggara Barat dan Kwartir Cabang Kota Mataram.

Kedua sangat mendukung dalam persiapan dan pelaksanaan lomba pangkalan sampai akhirnya mewakili Nusa Tenggara Barat di perhelatan nasional.

Setelah melalui proses seleksi, akhirnya mampu berprestasi sebagai juara harapan 3 dari perwakilan ke 33 provinsi di Indonesia.

“Hasil ini sungguh menggembirakan karena baru pertama kali NTB mengikuti perlombaan dan mampu mengalahkan beberapa provinsi besar yang tentunya sudah berpengalaman,” ujar Tri sari.

Hasil ini sekaligus memberikan motivasi ke depan untuk meraih prestasi yang lebih maksimal.

AYA




Wagub; Tunjukkan Pada Indonesia, Perempuan NTB Itu Hebat!

Para finalis nantinya dapat memberikan kontribusi positif dan kemanfaatan nyata bagi NTB, sehingga ada value yang melekat dan bisa dirasakan bersama

MATARAM.lombokjournal.com —  Para finalis Putri Indonesia asal NTB yang akan maju berkompetisi dengan finalis putri dari seluruh Indonesia,  diharap bisa berkontribusi nyata bagi kemajuan NTB.

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj Sitti Rohmi Djalilah optimis peran putri Indonesia bisa memberi kontribusi pembangunan bagi NTB.

“Tunjukkan pada Indonesia bahwa perempuan NTB itu hebat, dan apapun kegiatan yang dilaksanakan, harapan kami di NTB manfaatnya, dapat kita rasakan bersama,” ungkap Wagub yang akrab disapa Umi Rohmi.

Hal itu diatakannnya saat acara ramah tamah dengan para Finalis Putri Indonesia Nusa Tenggara Barat 2020, di Pendopo Wakil Gubernur NTB di Panji Tilar Kota Mataram, Kamis malam (05/12/19).

Menurut Umi Rohmi, seorang putri pasti memiliki kecintaan pada daerah dan bangsanya, orang tentunya akan melihat perwakilan yang maju nantinya adalah gambaran masyarakat NTB.

Terlebih, para finalis ini adalah perempuan terpilih, maka harus mampu menunjukkan kualitasnya sebagai perempuan NTB.

Wagub berharap para finalis dapat memahami betul NTB, dan jangan sampai kalah dengan provinsi lain.

“Baik dari sisi kemampuan dan kepintaran, sehingga kita bisa buktikan pada Indonesia, NTB punya stok wanita-wanita hebat yang berada terdepan dalam mengawal pembangunan NTB kedepan,” tegsnya.

Wagub Perempuan pertama di Bumi Gora itu juga mengingatkan, selain tradisi dan potensi-potensi lain di NTB, para finalis juga harus memahami program-progam unggulan Pemerintah Provinsi NTB.

Salah satunya terkait penanganan sampah, dalam hal ini program Zero Waste.

“Saya harap Putri Indonesia juga tahu program unggulan Provinsi NTB, selain pariwisata, kita sedang berjuang dibanyak bidang. Salah satunya pengelolaan sampah, karena bagaimanapun indahnya NTB jika tidak menjaga kebersihan maka semua tidak ada artinya,” tegasnya.

Umi Rohmi berharap, para finalis nantinya dapat memberikan kontribusi positif dan kemanfaatan nyata bagi NTB, sehingga ada value yang melekat dan bisa dirasakan bersama.

Jauh sebelumnya saat menerima kunjungan panitia persiapan pemilihan Puteri Indonesia NTB 2020, Umi Rohmi sempat menitipkan harapan bahwa ajang pemilihan Puteri Indonesia adalah salah satu event mencari Puteri Indonesia yang tidak hanya berpenampilan menarik. Tapi juga memiliki prestasi dan didukung oleh attitude yang baik pula.

Ia berharap, pemilihan puteri indonesia,  tim juri dan masyarakat bisa menemukan puteri asal NTB yang kompeten dan mampu bersaing dengan puteri dari daerah lainnya, bahkan di ajang internasional.

AYA/HmsNTB