Miliki Pengalaman, TGH Ma’arif Dukung Hj Selly Di Pilwali Mataram 2020

“jika ada segelintir oknum YANG memainkan isu pemimpin perempuan, itu  isu lama. Dalam padangan Islam jelas, tidak ada beda antara pemimpin laki-laki dan perempuan itu”

LOTENG.lombokjournal.com  – Rais syuriah PCNU Loteng, TGH. Ma’arif Makmun menyatakan dukungannya pada Kepala Dinas Perdagangan, Hj. Putu Selly Andayani untuk maju dalam kontestasi Pilkada Mataram 2020.

Menurut Pimpinan Ponpes Manhalul Ma’arif di Desa Darek, Kecamatan Praya Barat Daya, Lombok Tengah itu, kinerja Hajjah Selly Andayani selama menjadi pejabat ASN dimanapun ditempatkan baik di lingkup Pemprov NTB dan Penjabat Wali Kota Mataram, dianggap telah mumpuni dan telah terbukti serta teruji memberikan kontribusi pada masyarakat.

“Jadi, yang mendorong Pak H. Rachmat sedari awal untuk mencalonkan istrinya itu adalah saya. Karena, saya mendengar langsung aspirasi masyarakat, serta para tokoh agama dan masyarakat terkait kinerja Ibu Selly selama ini,” ujar TGH. Ma’arif Makmun menjawab wartawan, Selasa (10/12/2019).

Ia mengaku, telah kenal pribadi Hajjah Selly sudah cukup lama. Kata Ma’arif, dari interaksinya selama ini, sosok Selly merupakan pribadi yang sederhana, tidak angkuh.

Dan utama, Selly itu sangat menghargai para tamu yang datang bersilaturahmi ke kediamannya dan kantornya.

“Saya sering bersilaturahami ke rumah pak H. Rachmat. Disitu saya lihat langsung, beliau sangat sopan dan tidak pernah mendahului suaminya. Jadi, pribadi yang menghargai tamu yang datang itu adalah indikasi jika sosok sosial kemasyarakatannya sangat bagus. Itu intinya sebenarnya seorang pemimpin itu,” kata TGH. Ma’arif.

Pemimpin Perempuan

Menurut TGH Ma’arif, dalam Islam terkait pandangan pemimpin dari kalangan perempuan, sejatinya kedudukan wanita sama seperti laki-laki umumnya dalam profesi sebagai pemimpin.

Pemimpin yang dimaksud adalah pemimpin negara.

Mengingat, Islam juga menjunjung tinggi martabat wanita seperti dijelaskan dalam Al-Qur’an surat An-Nahl ayat 97.

Yakni, ‘Barangsiapa yang mengerjakan amalan shalih, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan kami beri balasan pula kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan’.

“Jadi, jika ada segelintir oknum yang akan memainkan isu pemimpin perempuan, itu adalah isu lama. Dalam padangan Islam kan jelas tidak ada bedanya antara pemimpin dari laki-laki dan perempuan itu,” tegas TGH. Ma’arif.

Dalam konteks berbangsa dan bernegara. Ia menuturkan, isu soal pemimpin perempuan sempat dihembuskan saat Presiden kelima RI yakni, Hj. Megawati Soekarno Putri memimpin bangsa Indonesia.

Namun, lantaran banyak di negara mayoritas Islam. Salah satunya Pakistan sudah tidak lagi mempertentangkan soal isu perempuan. Maka, saat Megawati dilantik menggantikan Almarhum Presiden Gus Dur, isu penolakan pemimpin perempuan itu reda dan hilang di permukaan dengan sendiri.

“Pastinya, masalah pemimpin perempuan itu dari pandangan ulama masih ada khilafnya. Disitu jika ada khilaf maka, kita diperkenankan dan kita tidak boleh mengingkarinya. Toh, Ibu Mega tetap menjadi Presiden kelima. Sampai hari ini, semua umat Islam mengakui jika Bu Mega adalah Presiden kelima,” jelas TGH. Ma’arif.

“Insya Allah, jika ada lawan politik memainkan isu pemimpin perempuan, saya pastikan jualan politiknya enggak akan laku,” sambungnya.

Ia menambahkan, dari pembicaraanya dengan tokoh-tokoh Lombok Selatan yang berdomisili dan menetap di Kota Mataram, umumnya mereka sepakat jika Hj. Putu Selly Andayani sangat tepat dan cocok memimpin di ibu kota provinsi NTB kedepannya.

“Sebagai tokoh Lombok Selatan yang kenal lama dengan Ibu Selly. Insya Allah, saya pun akan siap turun ke Mataram untuk menggerakkan potensi keluarga dan jamaah yang saya miliki untuk bisa memenangkan Ibu Selly dalam Pilwali Mataram 2020 mendatang,” tandas TGH. Ma’arif Makmun.

Me




Bupati Najmul Resmi Tutup Open Tournament Pemenang (OTP) Cup 2019

Sudah dua bulan pelbagai lapisan masyarakat bertemu dalam open turnamen Pemenang Cup tersebut

PEMENANG.lombokjournal.com — Berlangsung di lapangan GOR Pemenang Bupati Lombok Utara resmi menutup Open Turnamen Pemenang atau OTP Cup 2019, Senin (09/12/2019) sore.

Dalam kesempatan itu, Bupati Dr. Najmul Akhyar, SH, MH, Ketua ASCAP PSSI KLU H. R. Nuna Abriadi, SIP, bersama Ketua KONI KLU H. Burhan M. Nur, SH menyaksikan laga grand final antara kesebelasan Putra Trawangan vs BBC.

Laga yang dipadati penonton itu akhirnya dimenangkan oleh BBC Cupak Sigar Penjalin dalam menit tambahan adu penalti dengan skor 4-5.

Bupati Lombok Utara H. Najmul Akhyar dalam sambutannya mengungkapkan, walaupun diselimuti suasana masih pilu tetapi tidak mengurangi sedikitpun antusiasme lapisan masyarakat dalam mengganderungi even pertandingan olahraga.

Hal itu membuktikan semangat warga Lombok Utara terhadap olahraga khususnya sepak bola yang cukup tinggi sembari mengharapkan even itu dapat diselenggarakan berkala. Pihaknya lantas berjanji tahun depan even serupa akan digelar kembali.

“Harapan saya kita berikhtiar untuk meningkatkan semangat kita semua,” harap Najmul.

Di samping sepak bola, warga Lombok Utara layak bangga dalam cabor yang lain lantaran beberapa putra-putri terbaik Lombok Utara telah menukil prestasi di dunia olahraga baik tingkat nasional maupun dunia.

“Kita telah menunjukkan prestasi yang membanggakan. Dari Lombok Utara untuk dunia,” pungkasnya.

Menurut bupati, lapangan GOR Pemenang memang terus-menerus menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Lombok Utara. Pada tahun lalu Pemda KLU telah menembok, memperbaiki, mengatur, membuat dan melengkapi fasilitas yang dibutuhkan.

“Karena kita terkena musibah gempa apa yang kita bangun rusak seperti yang kita lihat. Tetapi insyaallah di tahun-tahun berikutnya akan kita uapayakan untuk diperbaiki,” tutur bupati.

Bupati Najmul memberikan ucapan selamat kepada para pemain. Kemenangan dalam dunia olahraga terletak pada sportifitas ketika bermain.

“Ketika kita bermain dengan sportif maka itulah kemenangan kita. Saya ucapkan selamat, baik untuk yang menang ataupun yang mendampingi,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Alwan Wijaya mengutarakan sudah dua bulan pelbagai lapisan masyarakat bertemu dalam open turnamen pemenang cup tersebut.

 

Terhadap terselenggaranya turnamen itu, pihaknya menyampaikan terima kasih kepada Najmul Akhyar Fondation yang telah mendukung dengan maksimal, juga RTG, Karya Bahari dan pihak keamanan, panitia, dan Ketua KONI yang selalu setia mendampingi dari awal hingga open turnamen itu berakhir.

Alwan juga melaporkan kondisi lapangan yang hancur lebur pascagempa setahun silam, tapi animo dan antusiasme masyarakat untuk menonton tetap tinggi seraya berharap ke depan lapangan tersebut diperhatikan oleh semua pihak.

“Semoga tahun depan kita bisa bertemu lagi dalam acara yang sama,” tutup Alwan.

Usai menyaksikan pertandingan final tersebut rangkaian acara penutupan OTP Cup 2019 diakhiri dengan penyerahan hadiah kepada pemain terbaik, top skor, juara III dan juara II oleh bupati serta foto bersama.

sta/humaspro




Dharma Wanita Persatuan KLU Rayakan Ultah ke 20

Pengurus dan anggota DWP di semua level organisasi di KLU, secara kolektif diajak berupaya meningkatkan kualitas sebagai anggota dan istri ASN

TANJUNG.lombokjournal.com – Dharma Wanita Persatuan (DPW) seluruh tanah air diharuskan memperingati 20 tahun kelahirannya yang jatuh pada tanggal 7 Desember dengan mengusung tema “Optimalisasi Kinerja DWP sebagai Mitra Strategis Pemerintah untuk Suksesnya Pembangunan Nasional”.

H Suardi potong tumpeng

Hal itu disampaikan Ketua DWP KLU, Hj. Laily Suardi dari sambutan Ketua DWP Pusatyang dibacakannya dalam peringatan Hari Ulang Tahun Dharma Wanita Persatuan (HUT DWP) ke-20 tahun 2019, di aula Kantor Bupati Lombok Utara, Selasa (10/12/2019).

Selain dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Utara (KLU) Drs. H. Suardi, MH yang mewakili Bupati, hadir pula dalam HUT DWP tahun ini Kepala OPD lingkup Pemda KLU, Penasehat DWP KLU Hj. Rohani Najmul Akhyar dan para pengurus DWP KLU.

Peringatan HUT DWP diawali dengan penilaian lomba table manner oleh dewan juri perlombaan untuk memeriahkan dua dasawarsa DWP se-Indonesia.

DWP termasuk rumpun organisasi kemasyarakatan yang menghimpun dan membina Aparatur Sipil Negara (ASN). Pada usia ke-20 tahun ini DWP patut berbangga lantaran telah menjadi organisasi perempuan yang besar.

Disampaikannya, laporan pelaksanaan program kerja DWP dengan sistem kerja unsur pelaksanaan mengacu pada Renstra DWP 2015-2019 menunjukkan hasil yang baik, tergambar dengan jelas, akurat sekaligus menggembirakan.

“Tanggal 11 dan 12 Desember 2019 kita akan melaksanakan Munas IV DWP. Kita diharapkan memiliki renstra 2020 – 2024 oleh pengurus DWP Pusat mengacu pada  RPJMN 2019 – 2024. Renstra ini nanti akan jadi acuan perencanaan program kerja dari pusat sampai tingkat kelurahan. Setiap tahun diatur berdasarkan Road Map Proker DWP tahun 2020 – 2024,” ucap Hj. Laily Suardi.

Ketua DWP mengajak pengurus dan anggota DWP di semua level organisasi di KLU, secara kolektif berupaya meningkatkan kualitas sebagai anggota dan istri ASN.

Selain itu, mampu bekerja secara profesional dan berjuang mengembangkan organisasi supaya lebih bermanfaat bagi seluruh anggota, bangsa, negara dan daerah tercinta.

Tentara Manunggal Masuk Desa

Mewakili Bupati Lombok Utara, Sekretaris Daerah Drs.H. Suardi, MH menyampaikan salam Bupati H. Najmul Akhyar yang tidak bisa hadir, lantaran menghadiri undangan yang sangat penting bagi Lombok Utara.

Begitu juga Wabup H. Sarifudin pada kesempatan perayaan HUT DWP sedang mengikuti kegiatan kedinasan di Mataram.

Mengingat KLU menjadi salah satu daerah sasaran Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD), Sekda mengajak para undangan bersyukur atas kehadiran mereka.

Pada kesempatan itu, H. Suardi juga mengingatkan kepada anggota DWP KLU untuk terus bersyukur lantaran dari sekian juta penduduk Indonesia, para suami anggota DWP termasuk sebagian kecil dari jumlah jutaan penduduk yang berprofesi sebagai PNS.

“Allah memberi amanah untuk itu (PNS-red). Banyak sekali yang mau tetapi Allah menetapkan lain. Dengan suami menjadi PNS maka ibu-ibu menjadi anggota Dharma Wanita,” terangnya.

Dikatakan, sebagai bentuk rasa syukur, anggota DWP harus taat terhadap agama dan aturan negara sebagai istri dari suami ASN.

“Ibu-ibu harus taat dengan suami. Selamat HUT Dharma Wanita yang ke-20. Semoga ke depannya Dharma Wanita samakin maju, bangkit dan berkah,” tutup sekda.

Penasehat DWP KLU Hj. Rohani Najmul Akhyar menyampaikan, di usia 20 tahun DWP merupakan organisasi yang diperhitungkan dan menjadi mitra strategis untuk membangun bangsa dan negara.

“Tidak boleh kita sia-siakan kepercayaan pemerintah,” pesannya.

Saat ini peran perempuan semakin nyata baik di dunia pendidikan, sosial, ekonomi, budaya dan pemerintahan. Apabila perempuan bisa meningkatkan kualitas pendidikannya maka ia dapat menularkan mutu dan kualitas pribadinya kepada orang lain.

Namun hal yang menjadi pekerjaan rumah bersama, bila dalam peningkatan mutu pendidikan tersebut kesejahteraan sosial tidak bisa diimplementasikan, bagaimana mungkin bisa menularkannya kepada orang lain sehingga diperlukan keselarasan di antara kedua aspek tersebut.

“Saya mohon kepada kita semua supaya bisa meningkatkan kualitas. Ibu-ibu kita harus tanamkan kepada diri masing-masing karena masa depan anak kita ada di tangan kita,” ajaknya.

Ketua TP PKK KLU ini juga mengingatkan para anggota DWP agar memberi contoh yang baik kepada anak-anak, serta kepada para istri PNS yang lain. Dan diharapkan terbangunnya sinergi, saling dukung dan saling berbagi untuk terus meningkatkan kualitas terbaik lantaran DWP wadah yang pas untuk kaum hawa.

Usai pemotongan tumpeng oleh Sekda, Penasehat DWP serta Ketua DWP KLU, acara dilanjutkan dengan penyerahan hadiah pemenang lomba table manner kepada Juara Harapan I UP Pemenang, Juara III UP Kecamatan Bayan, Juara II UP Kecamatan Tanjung, dan Juara I UP Kecamatan Kayangan.

sta/humaspro




Budayawan Dilibatkan Dalam Pengawasan Pemilu Dan Pilkada

“Pendidikan politik sangat penting tidak hanya tugas Bawaslu semua elemen harus ikut mencerdaskan masyarakat dalam berpolitik, peran budayawan juga sangat penting turut mencerdaskan terutama dalam mengajak memilih pemimpin yang baik”

MATARAM.lombokjournal.com — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Nusa Tenggara Barat menggandeng budayawan untuk ikut aktif melakukan pengawasan pemilu dan pilkada.

Pengawasan partisipatif merupakan salah satu program yang diusung Bawaslu untuk mencegah terjadinya pelanggaran.

Bawaslupun aktif melakukan sosialisasi, salah satunya workshop pengawasan berbasis kebudayaan yang digelar di Mataram, Selasa (10/12/2019) yang dihadiri sejumlah budayawan.

Ketua Bawaslu NTB M. Khuwailid menjelaskan, keikutsertaan para budayawan dalam mengawasi jalannya pemilu sangat penting. Sosialisasi pentingnya mencegah pelanggaran pemilu melalui atraksi budaya dan kearifan lokal lebih efektif menyentuh lapisan terbawah.

“Peranan budayawan sangat vital dalam mengawasi jalannya pemilu, terlebih ikut mencegah pelanggaran melalui budaya itu lebih mengena, dan menggugah masyarakat untuk ikut mengawasi,” ujar Khuwailid.

Lalu Sadaruddin salah satu budayawan yang menjadi narasumber mengatakan, berbagai atraksi budaya dan kearifan lokal bisa menjadi media menyampaikan program Bawaslu salah satu nya mensosialisasikan pencegahan pelanggaran.

Ia mencontohkan melalui pagelaran wayang ataupun kegiatan budaya yang lain, bisa di jadikan katalisator untuk menyampaikan program pencegahan. Meski demikian,  peran semua pihak tidak hanya Bawaslu untuk ikut memberikan pendidikan politik kepada masyarakat.

“Pendidikan politik sangat penting tidak hanya tugas Bawaslu semua elemen harus ikut mencerdaskan masyarakat dalam berpolitik, peran budayawan juga sangat penting turut mencerdaskan terutama dalam mengajak memilih pemimpin yang baik,” papar nya.

Bawaslu NTB sebelumnya juga membentuk jaringan kampung pengawasan partisipatif pemilu. Tidak hanya budayawan pengawasan partisipatif juga melibatkan tokoh masyarakat dan tokoh agama.

AYA




“Award 2019”, Dekranasda NTB Jaring Talenta Designer Muda

Ajang penghargaan itu diiramaikan tujuh kelompok produk kerajinan, yakni kelompok keramik, kelompok serat alam, kelompok batu – batuan, kelompok kayu – kayuan, kelompok textil, kelompok logam dan kelompok material asli alami yang lain

MATARAM.lobookjournal.com — 60 peserta turut berpartisipasi dalam gelaran “Dekranasda Award 2019” yang digelar  sejak tanggal 9 hingga 14 Desember 2019, di Bale Kriya NTB jalan Langko, Mataram Nusa Tenggara Barat.

Hj Niken

Gelaran Award untuk para designer muda itu, dihajatkan untuk membangkitkan semangat optimisme para talenta-talenta muda. Agar mereka  terus berkarya dan mendedikasikan diri untuk memajukan industrialisasi kriya di tanah air, khususnya di NTB.

“ Melalui Dekranasda Award ini semoga muncul pengerajin baru dan lahir designer-designer muda berbakat menampilkan karya kriya yang inovatif, otentik, berbasis tradisi dan budaya lokal,” harap Ketua Dekranasda Provinsi NTB  Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah.

Hal itu diktakannnya saat membuka acara Penilaian Penghargaan Kriya Unggulan Dekranasda NTB Award 2019 di Bale Kriya Dekranasda NTB di Mataram, Selasa (10/12/-2019).

Niken juga berharap karya-karya para designer muda itu nantinya akan mampu memperkenalkan produk kriya di Kancah pasar nasional dan global dengan nilai jual  dan daya saing produk yang lebih tinggi.

Sekaligus mendukung  NTB sebagai pusat industri fashion muslim tanah air, dan tidak menutup kemungkinan akan menjadi Industri fashion dunia.

Salah seorang dewan juri, Efdalius Ruswandi  mengungkapkan, minat masyarakat dalam gelaran ini dinilai cukup besar.

“Tahun ini sekitar 60 peserta yang mendaftar, awalnya kami kira hanya 20 peserta saja itu tandanya antusias masyarakat semakin meningkat,” ungkap Ruswandi

Ia  menjelaskan, ajang penghargaan itu diiramaikan oleh  tujuh kelompok produk kerajinan yang sudah terdaftar. Di antaranya kelompok keramik, kelompok serat alam, kelompok batu – batuan, kelompok kayu – kayuan, kelompok textil, kelompok logam dan kelompok material asli alami yang lain.

Kemudian pada akhirnya akan diseleksi kembali berdasarkan 6 kriteria dasar penilaian, yakni mencakup excellence, authenticity, innovation, marketability, eco- friendly dan fair.

Selanjutnya pengumuman pemenang penghargaan rencananya akan digelar bersamaan dengan event Lombok Sumbawa Tenun Fest 2019 tanggal 14 Desember 2019 di Ballroom Hotel Lombok Raya.

Peserta peraih penghargaan di Dekranasda  NTB Award 2019 ini akan berkesempatan dibawa ke ajang Dekranas Award tahun 2020 di Jakarta.

AYA/HmsNTB

 




Pengawasan Keamanan Pangan, PKK NTB Digandeng BPOM

PKK NTB akan memberikan sosialisasi terkait pentingnya keamanan mutu, dan gizi pangan. serta peningkatan SDM melalui pemberdayaan masyarakat melalui KIE

MATARAM.lombokjournal.com – Agar terwujud sistem pengawasan keamanan obat dan makanan dapat mencapai pelosok desa /kelurahan di NTB, Tim penggerak PKK Provinsi NTB digandeng Badan Pengawas Obat dan Makanan ( BPOM) Mataram melakukan kerja sama  terkait keamanan, mutu serta gizi pangan menggandeng.

Hj Niken

.Kepala BPOM Mataram Dra. Ni Gan Suarningsih, Apt.MH mengatakan, kerja sama BPOM mataram dan tim penggerak PKK ini sangat strategis.

Tantangan pengawasan yang kian kompleks dan cakupan pengawasan yang Iuas, salah satunya bisa diatasi dengan kerja sama yang baik antara BPOM dan TP PKK .

Pengawasan obat dan makanan merupakan tanggung jawab bersama seluruh komponen bangsa, karena tidak hanya menyangkut aspek kesehatan, tetapi juga berdampak pada aspek ekonomi, sosial, bahkan ketahanan bangsa.

“TP PKK yang mempunyai jangkauan sampai ke seluruh pelosok desa, tentu merupakan mitra strategis bagi BPOM. Hal ini akan sangat membantu pengawasan obat dan makanan yang beredar sampai daerah terpencil yang saat ini dilakukan oleh empat kelompok kerja (Pokja) Kabupaten/Kota di provinsi NTB,” ujar Ni Gan  saat kegiatan Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) terkait keamanan mutu serta gizi pangan, di Kantor PKK provinsi NTB (10/12/2019).

Menurutnya,  PKK dengan jumlah kader 13.481 orang tersebar di desa/kelurahan, diharapkan dapat membantu meningkatkan efektivitas pengawasan obat dan makanan di lapangan, melalui kegiatan Komunikasi, Informasi dan Edukasi terhadap masyarakat (KIE).

Selain ia melakukan pengawasan di desa/kelurahan terhadap perdagangan dan peredaran obat palsu, pangan serta kosmetik tanpa izin edar.

“Kami menyadari para Kader TP PKK mempunyai tugas yang sama dengan BPOM  untuk melindungi anak bangsa dan masyarakat, sehingga sinergi ini tentunya akan membantu tugas BPOM  dalam mengawal kuaIitas obat dan makanan yang dikonsumsi masyarakat agar terjamin keamanan dan mutunya,” ujar Ni Gan.

Sebelumnya dalam upaya peningkatan keamana pangan, ia dan jajarannya sudah melakukan gerakan keamanan pangan,melalui pemberdayaan masyarakat di desa/ kelurahan dengan menyediakan  arus informasi terkait pentingnya keamanan pangan.

Selanjutnya sebagai tindakan preventif ia juga melakukan intervensi ke sejumlah pasar untuk menjual produk  makanan,kosmetik yang aman, dan terakhir  melakukan sosialisasi kepada 430 sekolah di NTB untuk menyediakan jajanan yang tidak terkontaminasi oleh bahan-bahan berbahaya.

Peran bersama

Ketua Tim penggerak PKK provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati, mengungkapkan untuk melakukan pengawasan keamanan pangan diperlukan sinergitas,dukungan serta peran bersama.

“Kunci dari semuanya yakni membangun kebersamaan. Selain memaksimalkan. Peningkatan keamanan pangan akan tercapai jika ada sinergitas.” Ungkap Hj. Niken

Hj. Niken juga menambahkan,  sesuai visi misi tim penggerak PKK yakni Penggerak,Pendataan dan Penyuluhan, pihaknya akan menyediakan data dan informasi terkait pengawasan keamanan obat dan makanan.

Disamping itu, akan memberikan sosialisasi terkait pentingnya keamanan mutu, dan gizi pangan. serta peningkatan SDM melalui pemberdayaan masyarakat melalui KIE,

“Apresiasi sebesar besarnya kepada BPOM, karena telah memilih kami sebagai partner dalam upaya  membantu tugas pengawasan keamanan mutu, gizi pangan di NTB. Kerjasama untuk mewujudkan kehadiran pemerintah dalam melindungi masyarakat dari risiko kesehatan akibat obat,makanan merupakan langkah yang tepat,” tutur Hj. Niken.

Dalam kegiatan tersebut hadir pula 50 orang anggota perwakilan TP PKK baik dari provinsi hingga kabupaten/ kota se NTB.

AYA

 




Baihaqi Usulkan Bentuk Pasukan Milenial Di Kota Mataram

“Prinsipnya jangan meremehkan talenta muda. Karena bila diberi kepercayaan mereka akan mengeluarkan sesuatu yang luar biasa”

lombokjournal.com —

MATARAM   ;   Keberadaan anak-anak muda milenial tidak boleh diabaikan. Dengan diangkatnya staf khusus Presiden Joko Widodo dari kalangan milenial menunjukkan pentingnya keberadaan mereka.

H Baihaqi, yang akan maju menjadi  Calon Wakil Wali Kota Mataram, ingin di Kota Mataram memiliki barisan anak muda milenial.

Tugas mereka kemudian menginventarisir kebutuhan anak-anak muda Kota Mataram.

“Kita yang usianya sudah di atas 35 tahun jarang memahami apa kebutuhan mereka,” katanya, Senin (10/12/2019).

Pria ramah ini mencontohkan, kreativitas milenial yang sedang diminati seperti membangun bisnis start up, membuat creative preneur, atau mengkreasi mural (lukisan dinding) menjadi pojok seni di perkotaan.

“Untuk ide-ide seperti ini, bagi generasi tua menganggap aneh. Tapi, untuk anak muda ini menarik,” bebernya.

Menurutnya, menjadi penting baginya untuk aktif berkomunikasi dengan kalangan milenial. Berdiskusi dan bertukar ide. Menyerap hal-hal baru yang tengah diminati anak muda di Kota Mataram.

“Supaya pemetaannya jelas. Menyiapkan yang dibutuhkan, tidak hanya sekadar ada,” urainya.

Baihaqi menyebut, secara keseluruhan i Indonesia mengalami bonus demografi, dimana usia muda dan produktif lebih banyak dari usia non produktif.

Jika hal itu tidak disambut secara optimal dikhawatirkan generasi muda mengalami stagnasi pemikiran. Mereka terjebak dalam rutinitas yang sama dengan generasi tua.

Sedangkan di luar Kota Mataram anak mudanya telah melaju mengikuti perkembangan zaman.

“Prinsipnya jangan meremehkan talenta muda. Karena bila diberi kepercayaan mereka akan mengeluarkan sesuatu yang luar biasa,” imbuhnya.

Baihaqi menyebut sudut-sudut mural di Jakarta ataupun Bandung banyak dikerjakan oleh anak muda. Tembok kosong di sudut kota menjadi cantik, bahkan menjadi salah satu sudut foto.

Begitu pula dengan kelompok anak muda di Yogyakarta maupun Solo yang menghadirkan event-event kreatif, sanggup memadukan antara tradisional dan modern. Semua itu lahir karena kepercayaan dari pemerintah daerah.

Belum lagi event-event start up yang sering digelar di Jakarta atau Surabaya, itu inisiatornya juga anak muda, ujarnya.

“Saya harus banyak berdiskusi dengan para milenial untuk terobosan di Kota Mataram,” tegasnya.

Me




Kualitas Sama Dengan STP, Masuk Poltekpar Lombok Lebih Murah

Sejak didirikan pada 2016, Poltekpar Lombok yang merupakan Sekolah Tinggi Pariwisata di bawah Kementerian Pariwisata menerima sektar 118 orang Mahasiswa dari 190 orang yang mendaftar

LOTENG.lombokjournal.com —  Direktur Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok, Dr. Hamsu Hanafi mengatakan,  animo masyarakat mendaftar di Poltekpar tiap tahun meningkat, Senin (09/12/2019).

Menurutnya, di samping kualitas SDM pengajar yang handal terus ditingkatkan, biaya di Polektar  termasuk murah.

“Karena disubsidi pemerintah dengan uang persemester dua jutaan dan uang praktik sekitar empat jutaan,  bayangkan saja di Universitas Trisakti untuk jurusan pariwisata uang masuknya saja sampai empatpuluh juta,” terang Hamsu.

Hamsu tak merinci biaya masuk Poltekpar tapi menegaskan, dengan kualitas pendidikan pariwisata yang sama dengan Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung, dan STP yang ada Poltekpar lebih murah.

Dalam kegiatan Forum Kehumasan, di Poltekpar Lombok itu Hamsu menjelaskan, saat ini Poltekpar Lombok menyediakan 4 Program Studi, yakni Prodi D4 Usaha Perjalanan Wisata, Prodi D3 Seni Kuliner, Prodi D3 Tata Hidang, dan Prodi D3 Divisi Kamar.

Untuk menambah Prodi lainnya, seperti Prodi MICE dan Manajemen Destinasi Pariwisata, Poltekpar masih harus memenuhi beberapa persyaratan dari Dirjen Pendidikan Tinggi. Salah satunya mensyaratkan minimal enam orang Dosen di satu Prodi harus S2 kepariwisataan.

“Sehingga, saat ini sejumlah tenaga pengajar kami kirim keluar untuk ambil S2 Vokasi,” kata Hamsu.

Ia memperkirakan Prodi baru akan bisa dimulai paling cepat 2021 mendatang.

Hamsu menjelaskan, animo masyarakat untuk melanjutkan pendidikan di Poltekpar Lombok meningkat signifikan dalam dua tahun terakhir.

Sejak didirikan pada 2016, Poltekpar Lombok yang merupakan Sekolah Tinggi Pariwisata di bawah Kementerian Pariwisata menerima sektar 118 orang Mahasiswa dari 190 orang yang mendaftar.

Sementara di tahun kedua, Poltekpar Lombok menerima 370 mahasiswa dari 500 orang pendaftar.

Jumlah tersebut meningkat signifikan di tahun 2018, jumlah pendaftar mencapai 1.200 orang, dan Poltekpar menerima sekitar 343 mahasiswa.

“Tahun 2019, jumlah pendaftar juga cukup banyak sekitar 1.200 lebih, dan kami terima 310 orang mahasiswa,” katanya.

Hamsu memaparkan, dari jumlah pendaftar setiap tahun, bisa dilihat animo masyarakat cukup tinggi.

Bahkan jumlah pendaftar di Poltekpar Lombok, bisa melampaui jumlah pendaftar di Poltekpar Medan yang lebih dulu berdiri.

“Saat ini dari jumlah mahasiswa Poltekpar 1.144 orang tersisa 1119 karena ada yang gugur dalam perjalanan. Insya Allah para mahasiswa ini akan menjadi profesional di bidang kepariwisataan nantinya,” katanya.

Poltekpar Lombok merupakan salah satu dari enam Sekolah Tinggi Pariwisata di bawah Kementerian Pariwisata RI. Lima lainnya antara lain Poltepar Bandung, STP Nusa Dua Bali yang kini menjadi Poltekpar Bali, Poltekpar Medan, Poltekpar Makassar, dan Poltekpar Palembang.

Sekda Lombok Tengah, H Muhammad Nursiah MSi mengapresiasi kiprah Poltekpar Lombok dalam beberapa tahun terakhir.

“Lokasinya memang di Lombok Tengah menjadi kebanggaan kami. Tetapi kiprah kinerja Poltekpar ini untuk NTB, memajukan SDM di sektor pariwisata Lombok dan NTB secara umum,” katanya.

Kegiatan Forum Kehumasan dihadiri Sekda Lombok Tengah, H Muhammad Nusiah MSi, Kepala Bidang Dokumentasi Humas Pemprov NTB, Heri Agustiadi, serta sejumlah wartawan pariwisata cetak dan elektronik.

AYA




STIPark Adakan Lomba Karya Ilmiah, Untuk Kembangkan Kreativitas Pelajar Di Bidang Industri

“Kita tidak menyangka banyak sekali potensi-potensi anak-anak kita yang bisa dikatakan luar biasa. Karya-karya dari lomba ini akan dikembangkan secara sempurna dan direncanakan akan diproduksi”

LOBAR.lombokjournal.com —   Untuk mengembangkan kreativitas pelajar NTB di bidang industri, Science Technology and Industrial Park (STIPark) mengadakan Lomba Karya Ilmiah STIPark 2019 yang pertama kalinya di kantor STIPark, Senin (09/12/2019).

“Kita ingin ide-ide kreatif dalam bidang industrialisasi termasuk industri permesinan, pengolahan makanan, pengolahan sampah hingga pariwisata lahir dari sekolah-sekolah tingkat SMA/SMK,” ungkap Direktur STIPark M. Khaerul Ihwan, MT.

Menurutnya, selama ini ide-ide kreatif yang dimiliki oleh anak-anak tingkat SMA/SMK ini kurang terfasilitasi dengan baik. Karenanya, STIPark memberikan fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan anak-anak NTB untuk mengembangkan kreatifitasnya.

Peserta yang mendaftarkan diri pada kegiatan ini sebanyak 57 orang yang berasal dari SMA, SMK, Madrasah Aliyah baik Negeri maupun Swasta di seluruh Provinsi Nusa Tenggara Barat.  Peserta yang mengirimkan berkas untuk 4 dan kategori lomba.

Di antara 4 kategori tersebut, sebanyak 32 orang dengan masing-masing di antaranya Kategori Olahan Pangan sebanyak 13 Peserta, Kategori Mesin Pengolahan sebanyak 4 Peserta, Kategori Pengolahan Sampah sebanyak 7 Peserta dan Kategori Pariwisata sebanyak 8 Peserta.

“Kita tidak menyangka banyak sekali potensi-potensi anak-anak kita yang bisa dikatakan luar biasa. Karya-karya dari lomba ini akan dikembangkan secara sempurna dan direncanakan akan diproduksi,” terang Ikhwan.

Dikatakannya, Pemerintah Provinsi NTB akan membantu pengembangan hasil karya industri ini, hingga dapat diproduksi masal yang kemudian akan didistribusikan kepada masyarakat, sehingga tidak bergantung lagi dengan produk luar.

“Ke depan mungkin dari anak-anak kita, selain lahir inovasi baru, lahir juga pengusaha baru. Kalaupun mereka melanjutkan ke jenjang S1, S2 dan seterusnya, kita harapkan mereka menjadi agen-agen yang akan membawa perubahan di masa yang akan datang,” harapnya.

Salah satu Juri dalam lomba ini, Prof. Ir. H. Muhammad Sarjan mengungkapkan, penilaian yang dilakukan adalah penilaian standar baku dari LIPI yang sering digunakan dalam tiap lomba.

Kriteria yang dinilai antara lain penyajian materi meliputi isi, sistematika, penyajian materi, desain presentasi, alat bantu. Cara penyampaian meliputi bahasa yang komunikatif dan gesture tubuh saat presentasi serta kemampuan berargumentasi.

Siswa-siswi yang menjadi pemenang dalam kategori mesin yaitu Hilman Syarif dari SMK Ondak Jaya sebagai juara 1, Muhamad Zakiudin dari SMKN 2 Kuripan sebagai juara 2, Ma’ratul Mufarrihah dari SMAN 1 Bolo sebagai juara 3.

Pemenang lomba kategori pengolahan makanan antara lain, Yumna Aulia Hani SMAN 1 Selong sebagai juara satu, Tasya Putri Aulia Azahra SMAN 1 Bolo sebagai juara 2, Rachmania Ulwani SMAN 1 Selong sebagai juara 3.

Kategori pengelolaan sampah dimenangkan oleh  Dinda Liya Zafirah SMAN 1 Selong sebagai juara 1, Laili Fitri SMAN 2 Selong sebagai juara 2, I Gede Mantra SMKN 2 Kuripan sebagai juara 3.

Untuk kategori industri pariwisata dimenangkan oleh Adila Rizki Batari MAN 2 Mataram sebagai juara 1, Andri Cahaya Putra SMAN 1 Seteluk sebagai juara 2, Ilham Saputra SMA Muhammadiyah Alas sebagai juara 3.

AYA/HmsNTB




Susilowati Mensyukuri Perhatian Pemerintah Lewat  JKN-KIS

“Kalau dihitung-hitung, entah sudah berapa rupiah yang harus saya bayarkan kalau tidak ikut dalam Program JKN-KIS”

lombokjournal.ccom —

JAMKESNEWS  ;   Susilowati (53) yang termasuk masyarakat berpenghasilan rendah, mengaku  bersyukur atas perhatian pemerintah.

Pasalnya, pemerintah telah mengalokasikan anggaran atau dana untuk memastikan masyarakat yang tidak mampu terlindungi Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Keberadaan program ini dirasakan betul-betul dirasakan manfaatnya  oleh masyarakat berpenghasilan rendah, seperti Susilowati.

Susilowati mengaku sangat bersyukur karena pemerintah sangat memperhatikan masyarakat tidak mampu seperti dirinya.

“Sehingga  orang seperti saya, tidak pusing-pusing lagi memikirkan biaya apabila jatuh sakit,” kata Susi  saat ditemui tim Jamkesnews, Kamis (08/12/2019).

Susilowati bersama suami dan kedua anaknya terdaftar sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBN sejak Program JKN-KIS bergulir. Sejak itu pula, sudah beberapa kali ia dan keluarganya merasakan manfaat JKN-KIS ini.

“Kalau dihitung-hitung, entah sudah berapa rupiah yang harus saya bayarkan kalau tidak ikut dalam Program JKN-KIS. Uang dari mana itu, kalau saya harus bayar sendiri. Jangankan untuk bayar biaya berobat, untuk makan sehari-hari saja sudah ngepas,” ucapnya.

Seperti saat ini, dia harus rawat inap di rumah sakit karena sakit tipes. Ia terpaksa menjalani rawat ini beberapa hari di rumah sakit. Menurut Susilowati, awalnya ia hanya merasakan panas saja dan diberi obat-obatan penurun panas.

“Karena sudah beberapa hari tidak turun-turun panasnya sehingga diputuskan untuk berobat ke rumah sakit, oleh dokter Puskesmas akhirnya saya dirujuk ke rumah sakit,” cerita Susilowati.

Ia menuturkan tentang pelayanan yang selama ini didapatkan baik di Puskesmas maupun di rumah sakit. Semuanya terasa mudah dan tidak berbelit, bahkan administrasinya tidak serumit yang dibayangkan sebelumnya.

“Saya dilayani dengan baik, meskipun saya dari peserta yang iurannya dibayarkan oleh pemerintah dan menempati kelas 3, semua petugas rumah sakitnya tidak membeda-bedakan. Dari perawat dan dokter, semuanya tetap ramah, bahkan administrasinya dari pendaftaran sampai masuk ruang perawatan, semuanya sangat mudah,” katanya terkesan.

ma/wt/JAMKESNEWS

Narasumber : Susilowati