Gubernur Zul Launching NTB Medical Tourism

Dengan launching NTB sebagai medical tourism, menjadikan daerah ini satu-satunya povinsi di Indonesia yang mendeklarasikan diri sebagai daerah tujuan wisata kesehatan

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur NTB, Dr.H. Zulkieflimansyah melauching secara resmi NTB sebagai medical tourism, di Graha Mandalika RSUD Provinsi NTB di Dasan Cermen Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (14/12-2019).

Guberur Zul dan Direktur RSUD NTB, dr.H.Lalu Hamzi Fikri

Saat itu Gubernur Zul didampingi Direktur RSUD NTB, dr.H.Lalu Hamzi Fikri dan Kepala Dinas Kesehatan NTB, dr. Nurhandini Eka Putri, serta disaksikan pejabat dari Kementrian Kesehatan dan Kementrian Pariwisata,  serta ratusan pelaku industri jasa kesehatan dan  pariwisata lainnya.

Bang Zul sapaan akrab Gubernur NTB menegaskan, keindahan alam NTB yang memikat ditambah keramahtamahan masyarakatnya, didukung jasa pelayanan medis yang hangat dan menyenangkan serta senyum para petugasnya, dapat memberikan rasa nyaman dan bahagia kepada pasien.

Meninjau obat-obatan produksi IKM,

Sehingga dapat mendorong optimisme untuk segera sembuh.

“Dengan eksotisme alam di NTB, akan menghadirkan rasa bahagia dan kenyamanan bagi pasien. Harapan hidup dan sembuh itu lahir karena adanya kenyamanan,” tutur gubernur.

Di era  kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kesehatan saat ini, hampir tidak ada sesuatu yang tidak bisa direkayasa. Termasuk tidak ada penyakit yang tidak dapat dicarikan obatnya atau disembuhkan.

“Hanya kematian saja yang tidak dapat kita cegah,” tegas gubenur.

Gubernur Zul menilai, NTB sudah selayaknya menjalankan Wisata Medis. Selain karena alamnya yang Indah, juga  kesiapan pelayanan medis di hampir semua rumah sakit di NTB sudah sangat mendukung.

Kondisi ini memberikan optimisme kepada para pasien yang hendak datang berobat, tuturnya.

Pengobatan Radioterapi

Lauching wisata medis tersebut, juga diramaikan dengan gelar pameran produk-produk obat-obatan produksi IKM, seperti berbagai jenis Jamu dan beragam obat herbal serta peralatan medis/terapi berbasis kearifan lokal lainnya.

Rumah sakit terbesar milik masyarakat NTB sendiri menawarkan produk unggulannya berupa Pengobatan Radioterapi.

Layanan radioterapi itu didukung peralatan canggih dengan kapasitas layanan bisa mencapai 80 pasien sehari.  Bahkan CT Scan Simulator milik RSUD NTB tersebut  merupakan yang pertama kalinya di Indonesia.

Selain itu, pesawat sinar radioterapinya pun merupakan pesawat versi yang paling baru.

Rumahh sakit lainnya di Lombok tidak mau kalah.  Baik Rumah Sakit Swasta maupun miik Pemerintah ikut mengambil peran dalam acara launching tersebu.t dengan membuka stand dan memamerkan produk unggulan mereka.

Seperti Rumah Sakit Harapan Keluarga menawarkan produk jasa layanan unggulan berupa “treatment cuci darah”.

Demikian juga RS Risa Centra Medica dengan Baby SPA, dan produk kesehatan lainnya. Seluruhnya akan berkolaborasi dengan RSUD NTB sebagai fasilitator dalam program NTB Medical Tourism.

Direktur RSUD Provinsi NTB, dr. H. Lalu Hamzi Fikri, MM, menjelaskan, launching Medical Tourism ini merupakan langkah awal bagi Pemprov NTB.

Bekerjasama dengan Dinas Pariwisata, Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia ASITA, dan berbagai Rumah Sakit Pemerintah dan Swasta di Mataram, diharapkan dapat menjadikan Pariwisata di NTB semakin kuat.

Promosi akan gencar dilakukan di berbagai belahan dunia di bantu oleh stake holder terkait. Terlebih keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika sebagai destinasi super prioritas nasional. Apalagi di tahun 2021 i balap motor paling bergengsi didunia, MotoGP, akan digelar di Mandalika.

“Ini menjadi salah satu langkah kita untuk mewujudkan NTB Gemilang,” tandasnya.

Tak hanya produk medisnya saja, produk wisata yang ditawarkan juga telah dipersiapkan para guide medis untuk mendampingi para pasien Medical Tourism ini.

Setelah menyandang predikat World Best Halal Tourism Destination dan World Best Halal Honeymoon Destination, kini NTB memulai langkah pertamanya mengembangkan Medical Tourism atau Wisata Medis.

AYA




Dekranasda Gelar Lomba Desain Tenun Khas NTB

Lomba desain tenun khas NTB akan diikuti peserta dari perwakilan Dekranasda Kabupaten/Kota se NTB, dan organisasi perempuan pelajar sekolah menengah kejuruan

MATARAM.lombokjournal..com – Dewan Kerajinan Nasional Daerah  (Dekranasda)  Provinsi NTB mennyelenggarakan lomba desain tenun khas NTB, mendorong dan memacu kreativitas desainer NTB.

Lomba desain tenun itu juga menyambut hari ulang tahun Provinsi NTB ke 61 tahun, tanggal 17 Desember mendatang,

“Penyelenggaraan lomba tersebut i bertujuan mendorong dan memacu kreativitas desainer NTB untuk membuat karya berbahan tenun,  yang dapat bersaing di ajang nasional maupun internasional,” ujar Ketua Dekranasda, Hj. Niken Saptarini Zulkieflimansyah, saat konfrensi pers di Hotel Lombok Raya, Sabtu,(14/12/2019).

Niken mengatakan,  selain memacu kreativitas desainer NTB lomba itu sejalan dengan visi misi NTB menjadi salah satu pusat Industri Busana Muslim Nasional.

“Untuk lomba desain busana tenun khas NTB, kategori yang dilombakan adalah busana kerja pria dan wanita, busana kasual remaja wanita dan pria, busana muslim wanita dan pria,” jelas Niken.

Juri lomba Busana tenun ini terdiri dari tiga orang juri desainer nasional, yakni Wignyo Rahadi, Irna Mutiara serta seorang juri desainer busana tenun tenun NTB, Linda Hamidy Garander.

Lomba desain tenun khas NTB akan diikuti peserta dari perwakilan Dekranasda Kabupaten/Kota se NTB, dan organisasi perempuan pelajar sekolah menengah kejuruan.

Untuk diketahui, jumlah lomba desain busana tenun khas NTB yang telah terdaftar sebanyak 105 desain, terdiri dari busana kerja pria 11, desain busana kerja wanita 17, desain busana kasual pria 9, desain busana kasual wanita 24, desain busana muslim wanita 33 desain dan busana muslim untuk pria sebanyak 11 desain.

AYA




Iuran Naik per 1 Januari, BPJS Kesehatan Ingatkan Peserta Lewat SMS

Manajemen BPIS Kesehatan optimistis, tahun depan mencatatkan surplus sebesar Rp17,3 triliun

MATARAM.lobokjournal.com —  Peserta Yth, Yuk lunasi tagihan iuran JKN-KIS, Mulai 1 Jan 2020 berlaku Perpres No 75/2019 iuran kls (kelas) 1 Rp160rb, kls 2 Rp110rb, kls 3 Rp42rb.Info hub 1500400,” pesan singkat itu dikirim BPJS Kesehatan, Sabtu (14/12/2019) pagi.

Pesan singkat atau SMS itu dikirimkan BPJS Kesehatan kepada seluruh peserta mandiri Jaminan Kesehatan Negara-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Selain berisi ajakan melunasi tagihan iuran, pesan itu sekaligus berisi pemberitahuan sebelum kenaikan iuran BPJS Kesehatan diterapkan mulai 1 Januari 2020.

Baik peserta yang sudah melunasi tagihannya maupun yang belum, mendapat kiriman SMA dengan nomor pengirim ‘BPJS Kesehatan’.  Pengiriman itu dilakukan ssecara otommatis dan pesan tidak dilakukan serentak.

Dalam isi pesan singkat dijelaskan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75/2019 yang enjelaskan  perubahan atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan, yang diteken Presiden Joko Widodo (Jokowi) taggal 24 Oktober 2019.

Dalam Perpres tersebut, iuran kepesertaan untuk kelas Mandiri I naik dua kali lipat dari Rp80 ribu menjadi Rp160 ribu per peserta per bulan. Lalu, iuran kelas Mandiri II naik 115 persen dari Rp51 ribu menjadi Rp110 ribu per peserta per bulan dan kelas Mandiri III naik 64,7 persen dari Rp25.500 menjadi Rp42 ribu per peserta per bulan

BPJS juga sudah mengerek iuran peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) mulai Agustus 2019 dan peserta pekerja penerima upah (PPU) pejabat negara, pimpinan dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), PNS, prajurit, anggota Polri, kepala desa, dan perangkat desa.

Seperti diketahui, dengan kenaikan iuran Pemerintah berharap bisa mengatasi defisit yang selalu diderita BPJS Kesehatan.

Sebelumya, Kepala Humas BPJS Kesehatan Muhammad Iqbal Anas Maruf mengatakan, manajemen optimistis tahun depan mencatatkan surplus sebesar Rp17,3 triliun.

Diperkirakan surplus kembali terjadi pada 2021 meski dengan angka yang lebih rendah, Rp12 triliun. Lebih lanjut, BPJS Kesehatan memprediksi surplus pada 2022 sebesar Rp5,8 triliun dan 2023 sebesar Rp 1,2 triliun.

Rr

 




Forum Silaturahim Bupati Najmul Akhyar Bersama Pimpinan Media Di Mataram

“Bagaimana berita tanpa konfirmasi dari orang yang diberitakan ?”

MATARAM.lombokjournal.com — Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH menggelar silaturahim atau anjangsana bersama para pimpinan media massa di NTB, dikemas dalam acara “Forum Silaturrahmi Pimpinan Daerah Bersama Pimpinan Media (Pimda-Pimdi)”, di Hotel Same Mataram, Kamis (12/12/2019).

Dua narasumber masing-masing Ketua Persatuan Wartawan (PWI) NTB H. Nasrudin dan Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) NTB TGH. Fauzan Zakaria, Lc, dihadirkan  dalam acara anjangsana itu.

Ketua PWI NTB, H Nasrudin menguraikan kecenderungan  isi berita media massa saat ini. Bersamaan dengan itu, Nasrudin berharap pentingnya berita yang konstruktif dan mendidik masyarakatnya.

Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) NTB TGH. Fauzan Zakaria, Lc, menguraikan pertumbuhan media siber di Indonesia termasuk di NTB.

Pada kesempatan itu, Bupati H. Najmul Akhyar menyampaikan, informasi yang dibutuhkan bersama oleh seluruh lapisan masyarakat adalah informasi yang konstruktif, menghindari fitnah, hoaks dan lain-lain, bukan sebaliknya.

Di era serbainformatif saat ini, lanjut Najmul, tidak sedikit informasi yang tersaji dalam kanal media adalah informasi-informasi yang cenderung provokatif.

Saat itu bupati mempertanyaan terkait etika jurnalistik, apakah benar sebuah berita disimpulkan tanpa terlebih dahulu mengonfirmasi obyek yang diberitakan.

“Bagaimana berita tanpa konfirmasi dari orang yang diberitakan ?” tanya Bupatii Najmul.

Meski begitu, pihaknya tetap menghargai dan memberi apresiasi terhadap media, lantaran berperan menyampaikan sisi-sisi positif yang perlu disampaikan dari fakta, data dan diskursus yang berkembang.

Perlu diatensi bersama sebab keajegan kemitraan itu dikuatkan dengan sisi-sisi positif suatu fenomena atau realita yang juga niscaya ditampilkan agar seimbang. Media mesti menampilkan pemberitaan yang berimbang.

“Saya tetap menghargai. Bagi saya media adalah partner yang baik bagi Pemkab Lombok Utara. Apapun yang kita perbuat tanpa media akan kering. Ya ibarat oase di padang pasir,” imbuhnya.

Menurut Sekjen Apkasi ini, sejak lepas dari Lombok Barat, angka kemiskinan Lombok Utara menempati posisi tertinggi di NTB.

Tapi posisi itu menyemangati para pemangku pemerintahan daerah mencoba menjadikannya pupuk dalam memacu Kabupaten Lombok Utara untuk melangkah maju.

Berbagai terobosan pun telah dilakukan dengan menerapkan PIN (Percepatan, Inovasi, Nilai Tambah) menjadi tolak ukur OPD di Lombok Utara.

Dicontohkan dalam pemenuhan akta kelahiran misalnya, dulu bisa 3 bulan baru selesai. Fakta itu membuat pihaknya melahirkan kebijakan penyederhanaan birokrasi dengan terobosan jaring pekat.

Dengan terobosan itu sekarang ibu-ibu yang bersalin tidak perlu berpikir setelah pulang baru mengurus akte kelahiran anaknya lantaran masih di ranjang persalinan sudah selesai dan bisa langsung diterima.

“Sekarang akte kelahiran sudah jadi, saat ibu yang mlahirkan masih di ranjang persaliaa,” kata bupati.

Orang nomor satu di bumi Tioq Tata Tunaq ini juga menyampaikan angka stunting yang mengalami penurunan. Bahkan peningkatan rata-rata ion di Lombok Utara juga melampaui rata-rata ion di Provinsi NTB.

Pun dengan angka kemiskinan juga turun cukup tinggi. Walaupun faktanya Lombok Utara masih tertinggi di bumi Gora.

Tapi dalam 10 tahun Pemkab Lombok Utara berhasil menurunkan angka kemiskinan dari 43,18 persen tahun 2010 menjadi 29,03 persen pada tahun 2019. Menurut data BPS, capaian tersebut merupakan penurunan rerata tertinggi di NTB.

Demikian jugal halnya IPM juga berhasil ditingkatkan. Berdasarkan data BPS, pada tahun 2010 angka IPM Lombok Utara tercatat 56,13 poin, sementara tahun 2018 tercatat 63,83 poin.

Ini berarti selama kurun waktu 9 tahun berhasil meningkatkan IPM sebesar 7,7 poin.

Dipaparkan bupati, peningkatan yang cukup progresif itu bisa dicapai lantaran program diterapkan untuk mengeskalasi kenaikan IPM lebih mengedepankan inovasi. Mulai dari perencanaan pembangunan daerah dengan melakukan terobosan musrenbang khusus PAPPMLD (Perempuan, Anak, Pemuda, Pelajar, Mahasiswa, Lansia dan Disabilitas).

Dikatakan Bupti Najmul. Lombok Utara melompat dari zona merah langsung ke zona hijau. Lombok Utara sudah tiga kali berturut-turut memperoleh anugerah Danareksa dari Menteri Keuangan sebagai kabupaten pengelola keuangan terbaik di antara 15 kabupaten/kota.

“Meski begitu, Lombok Utara harus terus belajar semoga dengan kebersamaan kita bisa mengejar ketertingglan,” harapnya.

Tendensi provokatif

Ketua PWI NTB H. Nasrudin, mengapresiasi Humas dan Protokol KLU yang bisa menghadirkan berbagai tokoh terkemuka NTB dalam anjangsana itu, acara yang diniainya luar biasa.

Lebih lanjut disampaikannya fakta-fakta saat ini terkait dunia kewartawanan. Saat ini tiap wartawan harus berkompetensi dalam mengejar tuntutan kecepatan serta keakuratan berita.

Disayangkan, kalau di era sekarang wartawan justu cenderung mengedepankan tendensi provokatif.

Di era digitalisasi ini, hanya media cetak saja yang masih mempunyai rentag waktu untuk berpikir trkait berita. Tapi media online dan media elektronik atau dunia penyiaran kompetisinya lebih cepat.

“Proses pemberdayaan harus kita utamakan. Juga kode etik,” pesannya.

Menurut Nasrudin, informasi itu haruslah memberdayakan, memotivasi, tidak harus cenderung menciptaka konflik. Ia memberi contoh, ketika terjadi pencurian di daerah wisata, media acapkali mem-folow up atau mempublikasi berita tanpa berpikir dampaknya.

Efek yang kemudian terjadi banyak orang yang membatalkan kunjungan ke daerah wisata kita.

“Kontrol pengawasan itu sangat perlu untuk menghindari fitnah. Melalui acara ini saya usulkan persoalan fakta wartawan kita saat ini, perlu dipikirkan bersama terkait kesejahteraannya, baik itu media cetak, dan media penyiaran,” pungkasnya.

Di tempat yang sama, Ketua Asosiasi Media Saiber Indonesia (AMSI) NTB TGH. Fauzan Zakaria, mengatakan, keberanian tokoh-tokoh lokal untuk membuat media nasional di daerah-daerah merupakan salah satu langkah yang memungkinkan pemerataan pembangunan.

Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Asosiasi  Media Siber, ia mengajak kolega seprofesinya memacu keberanian bersama mengagas media lokal tetapi dengan mindset global atau nasional.

“Itu alasan saya mendirikan gerbang.go.id yang saat ini memiliki 12 karyawan. Rencana 2020 itu 60 persen videonews dan 40 persen teks berita. Salah satu chanel saya sudah mulai diberikan reward,” urainya.

Menurutnya, misi AMSI yaitu melakukan langkah-langkah strategis untuk menjaga ketahanan informasi nasional, dengan program pemberantasan hoaks melalui pelatihan-pelatihan cek fakta di seluruh Indonesia.

sta/humaspro

Estrogen cream provides relief by replenishing the declining levels of estrogen in the body, helping to tonerin-kapseln erfahrungsberichte restore hormonal equilibrium.




RTH Pagutan Timur, Sebaiknya Jadi Wahana Keluarga

Konsep pengembangan wilayah di Kota Mataram yang tidak memikirkan ruang nyaman untuk keluarga akan memunculkan apatisme

lombokjournal.com —

MATARAM   ;    Pembangunan wilayah di Kota Mataram yang secara umum sudah baik, tapi masih ada pembangunan yang  tidak dikawal peruntukannya.

Seperti yang terjadi di ruang terbuka hijau (RTH) Pagutan Timur. Kondisinya terkesan tak terawat.

“Sepintas kalau kita kesana, seperti tidak ada aktivitas,” kata Bakal Calon Wakil Wali Kota Mataram Baihaqi, Jumat (13/12).

Dijelaskan, RTH Pagutan  menyimpan potensi sebagai wahana keluarga. Di lahan tersebut ada beragam tanaman hortikultura seperti bunga-bunga, cabe, dan beragam sayuran.

“Bangunan disana sepertinya juga belum dioptimalkan,” sambungnya.

Baihaqi yang memiliki latar belakang arsitektur ini mengurai, kehidupan di Kota Mataram cukup dinamis, sayangnya wahana berkumpul keluarga ataupun wisata terbatas.

Hal ini membuat ruang hiburan di kota terpusat di pusat perbelanjaan.

“Kalau wahana keluarga yang dekat dengan alam, bisa sekaligus menjadi media belajar anak,” bebernya.

Disebutkan, bila menyisir sudut-sudut di Kota Mataram sejatinya sudah dibangun ruang-ruang terbuka. Mulai dari RTH Selagalas, Taman Udayana, Taman Sangkareang, ataupun Pantai Ampenan.

Namun, belum dibarengi sentuhan wahana tematik.

“Kalau ahli-ahli itu paham, di ruang terbuka apa saja yang menarik, bila perlu meminta masukan publik,” urainya.

Pria ramah ini menyebut, konsep pengembangan wilayah di Kota Mataram yang tidak memikirkan ruang nyaman untuk keluarga akan memunculkan apatisme. Antara pemerintah dan warga berjalan masing-masing.

“Warga jenuh, mikirnya pemerintah ini begini-begini saja. Tidak ada hal baru,” tandasnya.

Ketika hal itu terjadi, pendudukan kota mengabaikan daerahnya. Cuek dengan urusan kebersihan, khususnya sampah.

Tidak peduli dengan kondisi sungai dan drainase. Sampai merusak fasilitas umum yang dimiliki pemerintah.

“Ya, bagaimana lagi kalau sudah tak sejalan dan merasa diabaikan. Itu pentingnya merangkul warga kota,” tukasnya.

Me




Training Nasional Smart Reading 4.0, Untuk Pelajar Dan Mahasiswa

“Kita harapkan seluruh sekolah dapat mengirimkan delegasinya, karena akan diajarkan langsung oleh foundernya”

MATARAM.lombokjournal.com — Training Nasional Smart Reading 4.0 bagi para peserta yang berasal dari SMA dan mahasiwa di NTB, akan diseleggarakan Gerakan Arah Baru Indonesia (GARBI) NTB dan Yayasan Islam Lentera Hati, di Aula BP PAUDNI NTB tanggal 29 Desember 2019.

Rencana penyelenggaraan Training Nasional Smart Reading 4.0 itu diungkapkan Sekretaris Panitia dari GARBI NTB, Muhammad Robbi Setiawan, usai menghadap dan melaksanakan audien dengan Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Siti Rohmi Djalilah, di Kantor Gubernur NTB di Mataram, Jumat (13/12/2019).

Ia menghadap Wagub yang akrab Umi Rohmi, melaporkan sekaligus memaparkan tujuan penyelenggaraan training  guna membangkitkan semangat milenial di NTB untuk gemar membaca.

Menurut Setiawan, promosi untuk training ini sendiri sudah dilaksanakan sejak bulan November lalu melalui social media.

Surat undangan juga sudah disebarkan ke berbagai sekolah baik di Kota Mataram maupun di Kabupaten/Kota se-pulau Lombok.

Biaya pendaftarannya pun menurut Roby Setiawan cukup terjangkau, hanya Rp50.000 bagi siswa dan Rp100.000 bagi mahasiswa.

“Kita harapkan seluruh sekolah dapat mengirimkan delegasinya, karena akan diajarkan langsung oleh foundernya,” pungkasnya

Smart Reading 4.0 adalah metode khatam cepat, yakni penggabungan dari teknik membaca cepat, memahami lebih dalam, sekaligus menguasai secara detail isi dari sebuah buku atau bacaan yang ingin dipahami dengan mengkombinasikan antara kemampuan baca cepat dengan smartphone.

Metode ini sendiri ditemukan oleh Irwan, S.T, dari Makassar dan telah teruji kemanfaatannya.

Dengan menggunakan smart reading 4.0, Mantan politikus DPRD Makassar itu berhasil menamatkan 100 buku dalam waktu hanya 100 hari.

Meningkatkan minat baca

Wagub Umi Rohmi  menyambut baik rencana peyelenggaraan kegiatan  tersebut. Di tengah masih minimnya budaya literasi di NTB, kata Wagub acara itu dapat menjadi terobosan untuk meningkatkan minat baca masyarakat.

Mantan Rektor Universitas Hamzanwadi Lombok Timur tersebut bahkan mengaku tertarik mengikuti trainingnya.

“Budaya literasi kita kan masih sangat kurang. Orang-orang seringkali lebih tertarik , hanya melihat gambar dan mendengarkan dari pada membaca. Dengan smart reading 4.0 ini mungkin bisa jadi solusinya untuk membuat masyarakat khususnya kaum milenial gemar membaca,” tuturnya

Terlebih penguatan literasi media dan literasi digital menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi NTB, yang salah satu kunci suksesnya adalah membangkitkan kembali semangat milenial untuk gemar membaca.

“Mengatasi kondisi itu bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja. Tetapi dibutuhkan kerjasama semua pihak, termasuk lembaga non pemerintah,” ujar Wagub.

AYA

 

(




Masyarakat Diajak Hormati Putusan MK Soal Eks Napi Ikut Pilkada

“Kan dia sudah menjalani masa hukumannya, setelah itu menjadi orang yang bebas”

lombokjournal.com —

MATARAM    ;  Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait mantan narapidana pada pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) merupakan win-win solution atau juga jalan tengah yang terbaik dan tetap mengedepankan konstitusional.

Direktur Lembaga Kajian Sosial dan Politik M16 Mataram, Bambang Mei Finarwanto  mengatakan, masyarakat hedaknya menghormati Putusan MK soal syarat eks koruptor maju dalam pilkada, demi keadilan dan kemanusiaan yang beradab.

“Kan dia sudah menjalani masa hukumannya, setelah itu menjadi orang yang bebas,” ujar Didu, panggilan akrab Bambang Mei, di Mataram, NTB, Jumat (13/12/19).

Didu memaknai putusan MK sebagai upaya untuk persamaan kedudukan seseorang dalam menjalankan aktivitas politik, baik dipilih maupun memilih.

Sehingga tidak ada stigma atau pelanggengan pengekangan kebebasan berserikat dan berpendapat yang selama ini menjadi stempel mantan narapidana

“Seolah-olah terjadi pengekalan abadi stigma bersalah, meskipun sudah menjalani masa hukuman,” kata Didu.

Didu menilai putusan MK juga harus diterjemahkan sebagai upaya rekonsiliasi politik, dengan meniadakan aturan-aturan yang menghambat mantan narapidana korupsi untuk terlibat dalam proses politik berserikat dan berpendapat.

“Masa hukuman itu adalah penebusan atas kesalahan masa lalunya, orang tidak bisa pula tetap dijugment (bersalah) untuk masa depannya yang belum pernah dilakukannya,”  ucap Didu.

Sebelumnya, MK mengabulkan sebagian permohonan uji materi Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah (UU Pilkada), terkait masa tunggu bagi mantan terpidana maju pilkada.

MK memutuskan, mantan terpidana termasuk kasus korupsi baru boleh maju pilkada jika telah melewati masa tunggu selama lima tahun, sejak selesai menjalani hukuman penjara.

Me




Gubernur Beri Bantuan Warga Terdampak Puting Beliung Di Dompu

Sekitar 183 rumah warga mengalami kerusakan, selain itu rumah, fasilitas umum seperti sekolah, pasar juga tidak luput dari amukan angin topan tersebut

DOMPU.lombokjournal.com —  Masyarakat Desa Lanci Jaya, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu yang terdampak angin puting beliung mendapat bantuan dari Gubernur H. Zulkieflimansyah Kamis (12/12/2019).

Gubernur disambut Bupati Dompu, Drs. H. Bambang H. Yasin dan masyarakat desa setempat. Didampingi Bupati, Gubernur yang akrab disapa Bang Zul itu menyerahkan bantuan yang dibutuhkan masyarakat berupa terpal, air mineral dan sejumlah makanan siap saji.

“Apa yang bapak/ibu butuhkan, tinggal bilang saja. Kami ke sini lengkap datangnya,” kata Bang Zul.

Gubernur juga meminta masyarakat untuk bersabar atas musibah yang terjadi Rabu (11/12/2019) sore tersebut.

Kepala Desa Lanci Jaya mengatakan musibah angin puting beliung itu terjadi begitu cepat, sekitar tiga sampai lima menit.

Akibatnya, sekitar 183 rumah warga mengalami kerusakan. Selain rumah, fasilitas umum seperti sekolah, pasar juga tidak luput dari amukan angin topan tersebut.

“Tidak ada korban jiwa. Yang ada hanya korban luka-luka saja, ada tiga orang,” ungkapannya.

Atas kerusakan itu katanya, kerugian masyarakat sekitar Rp1 miliar. Namun angka jelasnya belum pasti,  masih dalam pendataan oleh pihaknya bersama masyarakat.

Bantuan dari pemerintah kabupaten dan provinsi  yang sudah diterima masyarakat, berupa air bersih,  terpal, makanan siap saji serta bantuan lain yang diperlukan masyarakat.

AYA/HmsNTB




Pabrik Minyak Kayu Putih Terbesar Di Dunia, Ada Di NTB

“Berikutnya, tantangan kita ke depan, di tempat ini dibangun sekolah atau SMK yang punya kaitannya dengan minyak kayu putih ini”

BIMA.lombokjournal.com —  Warga NTB patut bangga, pabrik minyak kayu putih terbesar di dunia ada di NTB, tepatnya di Desa Oi Katupa, Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima.

Pabrik yang dibangun sejak setahun lalu itu dikelola PT. Sanggaragro Karya Persada pimpinan Jimmy Sumitro.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah melihat proses pembuatan mulai dari panen di pohon, hingga menjadi minyak kayu putih yang siap dipasarkan, Kamis (12/12/2019).

“Kini industrialisasi itu tidak lagi mimpi. Kita akan deklarasikan bahwa NTB jadi pusat minyak kayu putih,” kata Gubernur di lokasi pabrik yang berada di kaki gunung Tambora.

Gubernur yang akrab disapa Bang Zul itu menegaskan, berbicara industrialisasi tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Namun dengan hadirnya industri ini, menambah kepercayaan diri masyarakat NTB. Hadirnya industri ini dapat memberikan menfaat bagi lahan-lahan kosong, yang selama ini tidak dimanfaatkan.

“Harapannya ke depan, tentu kalau semua tanamannya ini tumbuh bagus, kita memelihara dua tahun saja, tapi dua puluh lima tahun yang akan datang, kita tinggal memetik hasilnya,” ungkap Gubernur.

Hadirnya industri ini juga kata Gubernur akan menjamin kesejahteraan masyarakat. Kalau masyarakat sudah sejahtera lanjutnya, maka jaminan kesehatan dan pendidikan akan meningkat.

Bang Zul mengungkapkan, ke depan akan dibangun sekolah khusus di lokasi pabrik tersebut. Untuk menjamin sumber daya manusia yang akan mendukung keberlangsungan pabrik tersebut.

Hal ini juga dimaksudkan untuk memberdayakan masyarakat lokal. Sehingga tidak lagi mengambil tenaga kerja dari luar.

“Berikutnya, tantangan kita ke depan, di tempat ini dibangun sekolah atau SMK yang punya kaitannya dengan minyak kayu putih ini,” jelasnya.

Mesin penyulingan modern

Direktur PT. Sanggaragro Karya Persada mengungkapkan, pabrik minyak kayu putih ini telah dilengkapi dengan mesin penyulingan yang modern. Dalam sehari, kapasitas produksi daun minyak kayu putih sekitar 60 ton.

Dari 60 ton itu, dapat menghasilkan minyak kayu putih sekitar 1 ton. Kalau dinilaikan dengan uang, sekitar 300 juta per hari.

Namun untuk panen pertama, pabrik ini baru bisa mengolah daun minyak kayu putih sekitar 30 ton.

“Lahan yang akan kita manfaatkan untuk tanaman pohon kayu putih ini sekitar 5 ribu hektar. Namun yang sudah kita tanam, baru sekitar 2.500 hektar,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan, untuk mendukung suplai bahan baku, pihaknya telah melakukan variasi tahun tanam sejak tahun 2016 hingga saat inI.

Hanya saja, bibitnya masih disuplai dari luar NTB.

 AYA/HmsNTB




Gerakan NTB Hijau, Kembali Menghijaukan NTB

Kata Bang Zul kebahagiaan itu muncul, hanya dengan melihat indahnya hutan dengan pohon yang menjulang tinggi

SUMBAWA BESAR   ;  Pencanangan Gerakan NTB Hijau dilkukan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah bersama kalangan perguruan tinggi, TNI/POLRI, Perangkat Daerah dan PKH se-NTB, dan masyarakat desa di Dusun Kayu Madu, Desa Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa Kamis (12/12/2019).

Gerakan NTB Hijau ini merupakan rangkaian merayakan hari jadi Provinsi NTB ke 61 pada 17 Desember 2019 mendatang. Rangkaian kegiatan lainnya untuk menyambut acara tersebut juga dilaksanakan di berbagai kabupaten di NTB.

Area untuk menanam pohon di dusun tersebut luasnya sekitar 5 hektar. Ke depan, desa ini direncanakan menjadi destinasi wisata buah bagi masyarakat.

Gubernur mengajak masyarakat kembali menghijaukan NTB.

“Terutama (menghijaukan kembali) lahan-lahan yang selama ini sudah gundul akibat aktivitas masyarakat,” kata Gubernur Zul.

Gubernur Zul menghimbau, untuk kepala desa, camat dan Bupati, kalau ada oknum yang menebang pohon atas nama keserakahan, dia bukan hanya menumbangkan pohon yang berusia ratusan tahun.

“Namun juga menumbangkan kesempatan generasi masa depan untuk melihat indahnya hutan kita,” tegasnya.

Gubernur yang akrab disapa Bang Zul itu mengajak masyarakat belajar mencintai dan menghargai pohon serta lingkungan. Sebab, kadang kebahagiaan itu muncul, hanya dengan melihat indahnya hutan dengan pohon yang menjulang tinggi.

“Kadang saya berjalan di jalan yang jelek itu, menyaksikan pohon yang besar dan tinggi ratusan meter. Kadang kepuasan batin itu bisa didapat dengan melihat pohon-pohon itu,” ungkap Bang Zul.

Bang Zul menegaskan,  masyarakat tidak harus menunggu bupati, gubernur dan presiden untuk menghijaukan NTB.

Masyarakat bisa memulai dari diri sendiri, keluarga atau masyarakat terdekat. Dengan adanya media sosial seperti saat ini, banyak yang mengeluhkan masalah di sekitar. Namun, jarang yang mulai mencari solusi terhadap masalah tersebut.

“Mudah-mudahan melalui gerakan ini, dalam waktu yang tidak terlampau lama, kita bisa tersenyum menyaksikan NTB hijau kembali,” katanya.

Komitmen Gerakan Hijau

Wakil Bupati Sumbawa menegaskan komitmen pemerintah kabupaten untuk mendukung gerakan menghijaukan NTB. Pemda Sumbawa telah mencanangkan program tanam pohon untuk mengembalikan fungsi hutan. “Kami coba dengan menanam Sengon. Karena umur Sengon ini enam tahun, tentu tidak ada petani yang mau menanam itu, karena hasilnya tunggu enam tahun. Kami sikapi dengan menanam di bawahnya pohon Porak,” katanya.

Pada kesempatan pencanangan itu, Bang Zul menyerahkan kredit usaha tunda tebang kepada enam kelompok senilai Rp6,6 miliar, dan bantuan hibah kepada seluruh kelompok di sepuluh desa di Kabupaten Sumbawa, senilai Rp3,2 miliar.

 AYA/HmsNTB