Babinsa dan Babinkamtibmas Teduh, Pergoki Dua Orang Yang Diduga Bertransaksi Narkoba

“Setelah kami mengecek sepeda motor mereka, kami melihat ada satu paket Narkoba jenis sabu menggunakan kantong obat di atas tanah dekat sepeda motor”

LOTENG.lombokjournal.com —  Babinsa Teduh, Koramil 1620-04/Praya Barat yang sedang patroli memergoki dua orang yang diduga akan bertransaksi Narkoba jenis sabu.

Kedua orang yang diduga akan bertransaksi sabu itu melarikan diri setelah didekati Sersan Kepala Nurjan bersama Babinkamtibmas, Brigadir Topan, di jembatan irigasi perbatasan Desa Pelambik dengan Desa Teduh, Kecamatan Praya Barat Kabupaten Lombok Tengah, Senin malam (06/01/2020).

Kejadian tersebut bermula ketika Babinsa bersama Babinkamtibmas melaksanakan patroli malam di desa binaan sesuai petunjuk Komandan Kodim 1620/Loteng Letnan Kolonel Czi Prastiwanto, SE. M.I.Pol., kepada seluruh Babinsa jajaran Kodim Loteng.

Setiba di lokasi, Babinsa dan Babinkamtibmas melihat dua orang di atas jembatan, namun setelah didekati, kedua orang tersebut langsung melarikan diri, dan meninggalkan sepeda motor mereka di lokasi.

“Setelah kami mengecek sepeda motor mereka, kami melihat ada satu paket Narkoba jenis sabu menggunakan kantong obat di atas tanah dekat sepeda motor,” terang Nurjan.

Serka Nurjan kemudian menghubungi Kades dan Kadus untuk ke TKP dan Babinkamtibmas menghubungi piket Polsek Praya Barat.

Dandim Loteng memberikan apresiasi atas sinergitas dan kekompakan anggotanya bersama Babinkamtibmas di lapangan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Menurutnya, langkah yang dilakukan Babinsa bersama Babinkamtibmas sudah sesuai dengan prosedur. Mereka menyerahkan temuan berupa dua unit sepeda motor dan barang bukti berupa satu paket sabu kepada Polsek setempat, untuk dilakukan proses penyelidikan dan penyidikan.

Selain itu, Dandim juga mengajak seluruh komponen masyarakat untuk ikut berperan aktif menjaga keamanan wilayah bersama TNI Polri mulai dari tingkat dusun, desa, kecamatan hingga kabupaten, sehingga proses pembangunan dapat berjalan aman dan lancar.

Terkait dengan peredaran Narkoba, Dandim mengingatkan para orang tua untuk menjaga dan mengawasi anak-anaknya untuk tidak mendekati atau menggunakan Narkoba.

Berdasarkan data BNN Provinsi NTB tahun 2019 dalam press rilisnya, jumlah pemakai anak-anak di bawah umur sebanyak 13 kasus dan usia 15 sampai 20 tahun menempati peringkat pertama sebanyak 231 kasus.

“Ini sangat memprihatinkan, mari jaga anak-anak kita demi masa depan mereka sebagai generasi penerus keluarga, bangsa dan negara dari pengaruh Narkoba,” imbuh pria kelahiran Madura tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, barang bukti sudah diamankan di Polres Lombok Tengah menggunakan mobil patroli Polsek Praya Barat.

AYA




Mi6 : Persekutuan PDIP – PKS, Antitesa Strategi Politik yang Kedepankan Power Sharing

“Mi6 menilai ibarat Alfamart – Indomart, koalisi  PDIP dan PKS tentu akan memotivasi partai politik lain agar segera menentukan calon dan sekutu politiknya dalam konstestasi Pilkada serentak, September  2020”

lombokjournal.com —

MATARAM  ;   Mi6 melihat Persekutuan Taktis PDIP dan PKS dalam Pilkada Serantak 2020 di NTB merupakan cermin antitesa strategi politik yang mendepankan sharing politik dalam memenangkan konstestasi Pilkada di NTB.

“Power Sharing PDIP – PKS  adalah blok politik yang tidak biasa (anti mainstream) agar efektif dalam melakukan penetrasi pemenangan dengan mesin  partai yang sudah teruji ,” kata Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto, SH, Senin (07/01/2019) .

Pria yang akrab Didu ini mengatakan, sebagai partai modern dengan karakter ideologi yang kuat dan khas, setidaknya koalisi PDIP dan PKS ingin mendobrak cara pandang kuno yang kerap mengamsumsikan bahwa karena perbedaan ideologi dan gerakan,  PDIP dan PKS tidak mungkin dalam satu front politik, menjadi terbantahkan.

“Faksi PDIP dan PKS harus pula dimaknai sebagai upaya membangun citra  politik yang positif guna meraih persepsi yang baik dimata publik,” ujar Didu

Lebih jauh Direktur Mi6 menilai Persekutuan  PDIP dan PKS di NTB ini merupakan pertautan Persaudaraan ( Bratherhood ) dalam  mengamankan kepentingan  strategis jangka panjang yang saling membesarkan dan menguatkan.

“PDIP dan PKS ingin memberikan pencerahan politik kepada publik agar membiasakan diri mengapresiasi hal-hal yg dipandang tidak mungkin dari kacamata positif dan mengambil hikmah dari sisi kebaikkannya,” tegas Didu .

Mi6 memprediksi dalam Pilkada Serentak 2020 aksi borong partai pengusung oleh kandidat tidak akan terjadi lagi.

Paslon akan memakai kendaraan politik yang ramping/ secukupnya  sesuai persyaratan agar lebih efektif dan efisien cost politiknya.

“Koalisi ramping PKS dan PDIP dihajatkan memberikan kepastian politik agar calon yang diendorse atau diusung nyaman dan makin leluasa dalam melakukan penetrasi   memperluas basis dukungan loyalis vottersnya,” tukas Didu.

Sebagai partai kader yang berbasiskan ideologi yang jelas, PDIP dan PKS di Pilkada NTB akan menjadi role model,  bagaimana mesin partai yg berbeda mashab ideologi  bisa bergerak secara efektif meraih dukungan pemilih dari berbagai segmen.

“Mi6 menilai ibarat Alfamart – Indomart, koalisi  PDIP dan PKS tentu akan memotivasi partai politik lain agar segera menentukan calon dan sekutu politiknya dalam konstestasi Pilkada serentak, September  2020,” kata Didu.

Me




BNN NTB Tangkap 3 Orang  Pengedar 2 Kilo Sabu

Pelaku diancam hukuman mati, dengan denda 1 milyar rupiah maksimal 10 milyar

MATARAM.lombokjournal.com —  Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi NTB, di awal tahun 2020 mengungkap jaringan pengedar sabu lintas Provinsi.

Dalam aksinya pelaku membawa narkotika jenis sabu seberat bruto 2 (dua) kilo gram, di jalan Raya Senggigi (depan Hotel Aruna Senggigi), Kecamatan Batu Layar, Lombok Barat,  Sabtu, (04/01) sekitar pukul 11.15 Wita kemarin.

Kepala NTB Wilayah NTB, Drs Gde Sugianyar Dwi Putra SH. MSi menjelaskan, kronologi kejadian bermula Tim Berantas BNNP NTB mendapat informasi, akan terjadi transaksi penyerahan narkotik jenis sabu yang dibawa oleh RR, menggunakan transportasi pesawat dari Aceh.

Setibanya di Mataram, sabu tersebut akan diserahkan kepada pemesan/penerima atas nama FF di Mataram.

Di hari yang sama, pada pukul 11.15 wita diamankan 3 orang yang dicurigai telah melakukan serah terima barang diduga natkotika jenis shabu dipinggir jalan Raya Senggigi di depan Hotel Aruna Senggigi.

Setelah dilakukan penggeledahan dan ditemukan barang bukti narkotika jenis sabu, sebanyak 6 paket bungkus plastik yang diperkirakan seberat 2 (dua) Kg.

3 pelaku diamankan masing-masing berinisial RR (32) laki-laki beralamat di Dusun Panah, Kecamatan Kotajuang, Kabupaten Bireun Provinsi DI Aceh, FF (27) laki-laki beralamat di Desa Kalimango Kecamatan Alas Sumbawa Besar, dan BHA (19) laki-laki seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Mataram beralamat di jalan Kesra IV, Perumnas, Sekarbela Kota Mataram asal Alas Sumbawa. BHA yang tidak lain adalah saudara FF.

“Selanjutnya ketiga orang yang diamankan beserta barang bukti yang dibawa untuk penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut,” jelas Kepala NTB Wilayah NTB, Drs Gde Sugianyar Dwi Putra SH. MSi saat konferensi pers, Senin (06/01) siang.

BB yang berhasil ditangkap adalah 6 (enam) paket bungkus plastik bening berisikan diduga narkotika jenis shabu/metamfetamin, dengan berat bruto yang diperkirkan 2 Kilo Gram, 1 (satu) buah koper warna coklat, 1 (satu) unit Handphone merek samsung warna putih, 1 (satu) unit HP merk Vivo warna hitam, 1 (satu) unit Hp merk samsung warna hitam, 1 (satu) unit Hp merk Oppo A5s warna biru, 1 (satu) unit hp nokia warna hijau, 1 (satu) unit sepeda motor honda scoopy warna merah hitam nopol DK 6021 ABP dan timbangan digital.

Karena terbukti menjual belikan, menguasai, memiliki, menjual, membeli, menjadi perantara dalam menyerahkan, menerima arkotika jenis shabu para pelaku sesuai Pasal 114 (2) atau pasal 112 (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika diancam hukuman mati.

“Dengan denda 1 milyar rupiah maksimal 10 milyar,” jelasnya.

Dalam pengamanan ini, pihak BNN berhasil menyelamatkan 11.820 jiwa, kalau dihitung per gram dikonsumsi 5-6 orang.

AYA




Dibangun di Atas Keberagaman, NTB Menata Kehidupan Lebih Baik

“Masa kepemimpinan yang otoriter itu sudah lewat masanya”

SUMBAWA.lombokjournal.com  — Karena dibangun di atas keberagaman, warga Provinsi Nusa Tenggara Barat terus menata kehidupan menjadi lebih baik.

Semua terlihat indah, etnis yang hidup dan berkembang di NTB saling menyatukan kekuatan untuk membangun, dan menata kehidupan yang lebih baik.

Keberagaman harus terus dirawat agar NTB terus melaju kencang, tIdak lagi mempertentangkan perbedaan atau menonjolkan primordialisme.

Namun, yang dilakukan adalah kerendahan hati, saling menghargai perbedaan, tanpa harus melihat latar belakang agama, suku, ras, golongan, warna rambut dan bentuk mata.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menegaskan itu, saat menggelar pertemuan dan silaturahim dengan Forum Lintas Etnis Kabupaten Sumbawa, di Villa Matahari, Kabupaten Sumbawa, Minggu (05/01/2020) malam.

Sekitar 13 perwakilan etnis yang hadir pada kegiatan tersebut. Diantara etnis yang hadir yaitu Bali, NTT, Batak, Jawa, Madura, Tionghoa, Sasak, Minang, Bugis Makassar, Sunda, Papua dan Sumbawa sendiri.

Gubernur yang akrab disapa Bang Zul itu juga mengingatkan, pembangunan sebuah daerah ditentukan oleh faktor kepemimpinan.

Kepemimpinan yang dibutuhkan oleh masyarakat adalah sosok yang rela berkorban, mau melayani dan mau diketuk pintu rumahnya setiap saat serta bersahabat dengan siapa saja.

“Masa kepemimpinan yang otoriter itu sudah lewat masanya,” ungkap Bang Zul.

Ketua Forum Komunikasi Lintas Etnis (FKLE) Sumbawa, Deny Wardani menjelaskan, kehidupan seluruh masyarakat Sumbawa yang berasal dari berbagai etnis, selama ini terlihat rukun. Hal ini berkat komunikasi yang baik dengan seluruh unsur.

“Kalau ada masalah, kita selesaikan secara adat,” ungkapnya usai kegiatan.

Ia menambahkan, rasa memiliki terhadap daerah juga menjadi kunci terciptanya kerukunan dan keharmonisan dalam kehidupan sehari-hari.

Meski mereka lahir dan berasal daerah lain di Indonesia, namun mereka sudah merasa menjadi warga Sumbawa. Mempunyai tanggung jawab untuk menjaga, membangun dan membantu pemerintah daerah menjadi kewajiban yang harus dilakukan.

Deny Wardani menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Provinsi NTB yang senantiasa mendukung seluruh program yang dilakukan forum komunikasi lintas etnis, baik itu di Sumbawa maupun di Lombok.

Bersama  seluruh jajarannya ia akan terus mendukung berbagai program yang digagas Pemerintah Provinsi NTB, seperti zero waste, Industrialisasi dan NTB Hijau.

Bahkan, dalam waktu dekat ia dan jajarannya akan menanam pohon di sejumlah lahan dan jalan yang gersang.

AYA/Hms

 




Gubernur Lepas 300 Bikers Acara ‘First Sunday Ride Year 2020’

“Harapannya kegiatan ini merupakan agenda tahunan Pemerintah Provinsi dan KONI NTB”

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah melepas lebih 300 bikers di halaman Kantor Gubernur NTB kegiatan First Sunday Ride Year 2020, Minggu (05/01/2020) pagi.

Cuaca mendung tidak menyurutkan semangat berolahraga para bikers.

Kegiatan ini mengkampanyekan manfaat bersepeda bagi kesehatan masyarakat. Termasuk membangun kesadaran bahwa bersepeda harus mengutamakan keselamatan dan berbagi ruang jalan dengan pengendara jalan lainnya.

Gubernur yang kerap disapa Bang Zul tersebut mengaku sangat ingin berada di antara para bikers untuk berolahraga, namun ada agenda lain yang tak bisa ditinggalkan.

“Saya sangat ingin berada di antara bapak dan ibu, semoga acara seperti ini akan terus dilaksanakan,” harapnya.

Di kesempatan sama, Ketua Panitia First Sunday Ride Year 2020 H. Rosiady Sayuti panitia yang mempersiapkan acara ini dengan matang.

“Harapannya kegiatan ini merupakan agenda tahunan Pemerintah Provinsi dan KONI NTB,” jelasnya.

Rute yang dilewati 300 bikers ini adalah keluar dari Kantor Gubernur melewati Jalan Pejanggik menuju Jalan Bung Hatta.

Berlanjut menuju Jalan Jendral Sudirman, menyusuri Jalan TGH. Faisal, Jalan Brawijaya, lurus ke arah Jalan Sriwijaya hingga ke Jalan Majapahit, kemudian melewati Lapangan Malomba, Jalan Langko dan finis kembali di Kantor Gubernur NTB.

AYA/HmsNTB




Longsor Di Sembaun, Koramil Sembalun Bersama Babinkamtibmas Bersihkan Tanah  Dan Pasang Policeline

LOTIM.lombokjournal.com —  Curah hujan di wilayah NTB terus meningkat seiring dengan perubahan cuaca dan musim. Hal ini juga memberikan dampak bagi masyarakat di beberapa daerah seperti yang terjadi di Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur hari ini, Jumat (3/12).

Menurut pantauan Danramil 1615-10/Sembalun Lettu Inf Abdul Wahab, hujan lebat mulai siang hingga sore hari mengakibatkan badan jalan Sembalun menuju Pusuk tertimbun tanah longsoran yang terbawa air hujan.

“Untuk menghindari adanya korban, pihaknya bersama anggota Babinkamtibmas berinisiatif melakukan pembersihan tanah longsoran dan memasang garis policeline disekitar lokasi,” ujar Danramil.

Terpisah, Komandan Kodim 1615/Lotim Letnan Kolonel Inf Agus Prihanto Donny, S.IP., memberikan apresiasi kepada satuan jajarannya yang sigap merespon setiap permasalahan di desa binaanya.

Pada musim hujan kali ini, sambung mantan Danyonif 742/SWY tersebut, seluruh anggota dan masyarakat harus berhati-hati pada saat mengendarai sepeda motor maupun mobil terutama disekitar wilayah perbukitan atau pegunungan.

“Lebih baik cari tempat aman untuk berhenti dan beristirahat,” imbaunya.

Selain itu, Dandim juga mengingatkan seluruh satuan jajarannya untuk terus memantau perkembangan wilayah sehingga apabila terjadi sesuatu seperti sekarang ini, bisa segera mengambil langkah-langkah preventif bersama instansi terkait.

AYA




Pamitan Kapolda NTB, Korem 162/WB Gelar Farewell Gowes dan Olahraga Bersama

TNI-Polri akan memberikan jaminan keamanan untuk wilayah NTB, sehingga pariwisata NTB bisa bangkit dan semakin baik dengan harapan para wisatawan asing dan lokal merasa aman dan nyaman berkunjung ke NTB

MATARAM.lombokjournal.com — Korem 162/WB menggelar acara jamuan pamitan pejabat Kapolda NTB Irjen Pol Drs. Nana Sudjana, MM.

Penyelenggaraan jamuan pamitan itu, sebagai penghargaan serta wujud nyata sinergitas dengan gowes dan olahraga, bersama Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, SE. M.Sc., dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) NTB, pejabat Polda NTB dan Korem 162/WB, dengan titik start finish Makorem 162/WB jalan Lingkar Selatan Nomor 162 Mataram, Jumat (03/0/2019).

Route gowes dengan titik start dari Makorem menuju jalan by pass, simpang enam belok kiri ke arah Mataram, Polsek Pagutan, pertigaan Jempong belok kiri menuju titik finish.

Forkopimda NTB menyerahkan bingkisan Sembako kepada pasukan kuning (petugas kebersihan) di beberapa lokasi. Selain itu, juga melakukan penanaman bibit pohon di halaman Polsek Pagutan sebagai bentuk kepedulian kepada sesama dan juga kepada alam.

Usai meresmikan fitness center Wira Bhakti Gym Club, Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han mengatakan, pelaksanaan gowes dan olahraga bersama dengan unsur Forkopimda, karena sinergitas dan soliditas merupakan kunci utama keberhasilan menjaga keamanan, ketertiban dan kemajuan Provinsi NTB untuk mencapai NTB gemilang.

Kegiatan itu disinergikan dengan kegiatan peresmian Ftness Center Wira Bhakti Gym Club untuk meningkatkan kebugaran para Parurit.

“Sesuai perintah Kasad mulai pagi jam 07.00 sampa 09.00 Wita harus melaksanakan olahraga, setelah itu dilanjutkan dengan kerja atau dinas seperti biasa,” terang Rizal sapaan akrab Danrem.

Selain peresmian fitness center Wira Bhakti Gym Club, Danrem 162/WB juga meresmikan perehaban Masjid Al Muttaqin Makorem yang semula kapasitasnya sekitar 100 orang dan sekarang sudah bisa mencapai sekitar 200 sampai 300 orang dan dilengkapi dengan alat pendingin AC agar lebih khusyu’ dan nikmat dalam beribadah.

Terkait dengan pelaksanaan Pilkada serentak di NTB tahun 2020, Alumnus Akmil 1993 tersebut mengatakan, pihaknya siap memback up Polri khususnya jajaran Polda NTB seperti pada saat pengamanan Pilpres, Pileg maupun Pilgub, mulai dari tingkat paling bawah Babinsa, Koramil hingga Korem dengan memaksimalkan pengerahan personel baik secara terbuka maupun tertutup.

Sebelumnya, Kapolda NTB Irjen Pol Nana Sudjana mengatakan, kita melaksanakan gowes bersama TNI Polri dan Pemda yang menunjukan soliditas dan sinergitas tiga instansi.

Selama ini NTB tetap aman karena beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan baik Pilpres, Pilgub dan Pilkades berjalan dengan tertib, aman dan lancar.

“Ini berkat TNI Polri bersama instansi terkait yang solid dan sinergi serta saling mendukung. NTB sesuai prediksi kami kedepan akan semakin maju dan gemilang,” ungkapnya.

Calon Kapolda Metro Jaya tersebut juga menegaskan, TNI-Polri akan memberikan jaminan keamanan untuk wilayah NTB, sehingga pariwisata NTB bisa bangkit dan semakin baik dengan harapan para wisatawan asing dan lokal merasa aman dan nyaman berkunjung ke NTB.

“Di wilayah Provinsi NTB akan melaksanakan Pilkada di tujuh Kabupaten/Kota, kami sudah melakukan beberapa kali rapat koordinasi untuk menjaga keamanan dan komitmen untuk mengamankan pelaksanaan Pilkada tersebut dengan memetakan kerawanan-kerwanan yang akan terjadi, namun kami sudah melakukan langkah-langkah pendekatan dan bimbingan kepada masyarakat sehingga pelaksanaan Pilkada berjalan lebih aman dari Pilpres,” katanya.

Selain acara gowes dan olahraga bersama, Danrem 162/WB juga meresmikan tempat Fitness Center Wira Bhakti Gym Club, futsal bersama awak media, senam kebugaran dan hiburan.

Hadir mendampingi Kasrem 162/WB Letkol Inf Endarwan Yansori, Kepala BNN NTB, Danlanal Mataram Kolonel Laut (P) Dados Raino, para Dandim dan Kasi Korem, Danyonif 742/SWY, Dan/Ka Satdisjan dan Balakyan Korem, para Perwira, ibu-ibu Persit KCK Koorcab Rem 162 dan ibu-ibu Bhayangkara, dan rekan-rekan media cetak, online dan elektronik.

AYA/HmsNTB




NTB Gemilang = Ramah Investasi Dan Industrialisasi.

“Investasi ada untuk membuka lapangan kerja baru, investasi hadir untuk membantu daerah dalam  menggapai kesejahteraan serta kemakmuran masyarakatnya”

MATARAM.lombokjournal.com —  Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah mengajak Seluruh jajaran pemerintahan Pemeritah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat diajak benar-benar mewujudkan NTB sebagai daerah yang nyaman bagi investor.

Ajakan itu disampaikan Gubernur Zulkieflimansyah, sebab makna penting NTB Gemilang  adalah menciptakan NTB yang ramah bagi investor.

“Investasi menjadi prioritas karena tidak mungkin NTB bisa mencicipi kemakmuran kalau tidak bersahabat dengan investasi,” kata Gubernur Zul yang akrab disapa Bang Zul, saat acara pisah sambut kepala Kejaksaan Tinggi NTB, di Hotel Lombok Raya, Mataram, Kamis (02/01/2020).

Tidak ada Negara manapun yang bisa makmur dengan hanya mengandalkan sektor pertanian yang masih bersifat konvensional dan tradisional. Maka perlu inovasi terbaharukan melalui pengembangan industrialisasi untuk meningkatkan produktifitas.

“Investasi ada untuk membuka lapangan kerja baru, investasi hadir untuk membantu daerah dalam  menggapai kesejahteraan serta kemakmuran masyarakatnya,” ujar Bang Zul.

Gubernur juga sempat menyinggung arahan presiden Joko Widodo kepada Para Gubernur, Bupati/Walikota, Para Kajati/Kajari, Polda/Polres, dan TNI dari pusat hingga daerah untuk memberikan kenyamanan bagi pengembangan investasi untuk Indonesia maju.

“Tugas Pemerintah Daerah, tugas jaksa dan polisi serta  TNI adalah memberikan kenyamanan untuk berinvestasi, Sehingga tidak ada lagi investor atau pengusaha yang merasa takut dan ragu datang ke NTB,” tegas Gubernur Zul.

Terkait hal itu, Kepala Kejaksaan Tinggi NTB yang baru, Nanang Sigit Yulianto, S.H., M.H. menyampaikan komitmennya untuk mendukung serta mensukseskan semua program yang digalakkan Pemprov NTB.

“Saya tinggal meneruskan program  pak Arif (Kajati NTB sebelumnya). Saya lihat NTB  sudah maju, akan berbuat sekuat tenaga untuk membantu program yang dicanangkan Pemprov NTB sesuai leading sektor kami,” kata mantan Wakil Kajati DKI Jakarta tersebut.

Sebelumnya mutasi dan promosi pejabat struktural di lingkungan Korps Adhyaksa tersebut ditindaklanjuti dengan pelantikan dan serah terima jabatan antara Kepala Kejaksaan Tinggi yang lama Arif, S.H., M.M. dengan Kepala Kejaksaan Tinggi NTB yang baru  Nanang Sigit Yulianto, S.H., M.H. pada tanggal 27 Desember 2019 di Jakarta.

Dalam acara lepas sambut itu, hadir sejumlah petinggi dari  Polda NTB, Korem 162 WB, Bupati dan Kajari se NTB serta sejumlah kepala OPD lingkup Pemerintah Provinsi NTB.

AYA/HmsNTB




Sektor Pendidikan Jadi Laporan Tertinggi, Ini Catatan Ombudsman NTB

karena sektor pendidikan menjadi isu yang masih dikaitkan dengan pendekatan politik

MATARAM.Lombokjournal.com — Sepanjang tahun 2019 Sektor pendidikan menjadi kasus yang paling  banyak dilaporkan masyarakat sepanjang tahun 2019.

Selain itu, sektor pertanahan, kepolisian, kesehatan serta kepegawaian juga masuk dalam substansi laporan tertinggi dalam catatan Ombudsman RI Perwakilan NTB.

Kepala Ombudsman RI, Adhar Hakim menjelaskan, sepanjang tahun 2019 Ombudsman RI perwakilan NTB mencatat lima substansi laporan tertinggi yang ditangani Ombudsman RI perwakilan NTB.

Lima substansi laporan tertinggi itu adalah sektor pendidikan sebanyak 40 laporan,  sektor pertanahan sebanyak 13 laporan, kepolisian 13 laporan, sektor kesehatan 12 laporan, dan sektor kepegawaian sebanyak 10 laporan,” ujar Adhar Hakim, Jum’at (03/01/2019).

Masih tingginya laporan di sektor pendidikan masih dilihat sebagai sebuah obyek yang menguntungkan secara personal maupun kelembagaan.

Menurut Adhar, hal itu disebabkan faktor keterbatasan mindset yang tidak berubah. Masih tingginya laporan di sektor pendidikan, karena sektor pendidikan menjadi isu yang masih dikaitkan dengan pendekatan politik.

Memang jumlah laporan pada sektor pendidikan turun dari tahun 2018 yang sebelumnya berjumlah 70 laporan turun menjadi 40 laporan pada tahun 2019, tapi tetap menduduki peringkat pertama dengan laporan terbanyak yang berkaitan dengan pungutan liar.

Seperti pemotongan beasiswa bidik misi, pemotongan beasiswa perogram Indonesia pintar pungutan uang prakerin serta uang komite.

“Selain itu pungutan liar yang juga kerap dilakukan pihak sekolah yakni pelaksanaan PPDB penahanan ijazah di sejumlah sekolah serta penjualan buku oleh guru atau sekolah,” ungkapnya.

AYA




Gubernur Zul Minta Percepat Jembatan Belly Semi Permanen

Untuk sementara masyarakat dapat melewati jalur alternatiF, di antaranya jalan melalui Lengkok Beru sejauh 8 km

LOMBOK UTARA.lombokjournal.com – Jembatan Belly yang jembatan  penghubung jalan lintas Provinsi-Kecamatan Kayangan  menuju Kecamatan Bayan KLU rusak parah dan terputus akibat banjir bandang.

Hujan lebat di hari pertama Tahun Baru 2020 menimbulkan banjir bandang menyapu Dusun Selengan Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara (KLU).

Banjir yang terjadi sore hari tersebut, menyebabkan lalulintas antara Kayangan dan Bayan menjadi lumpuh total.

Karena itu, percepatan pengerjaan jembatan Belly semi permanen Tampes diminta dilakukan  pengerjaan secara lembur.

Permintaan tersebut disampaikan Gubernur Zulkiefiansyah yang akrab disapa Bang Zul.

Gubernur Bang Zul menugaskan Kepala Dinas Perhubungan, Drs. H. Lalu Bayu Windia, M.Si bersama Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Ahsanul Halik untuk berkoordinasi segera membangun jembatan darurat.

Untuk sementara jalur dialihkan menggunakan jalan alternatif melalui Ds. Selengan – Ds. Lekok Beru Kec. Kayangan KLU, dengan kondisi jalanan agak sempit. Sehingga pengguna jalan yang melintasi jalur alternatif tersebut dihimbau berhati-hati.

Jembatan semi permanen

Usai melakukan peninjauan di lokasi bencana, Kamis (02/01/2020), Kadis Perhubungan NTB yang akrab disapa Miq Bayu mengungkapkan, pihaknya berkoordinasi dengan berbagai stakeholder terkait untuk segera membangun Jembatan sementara berupa jembatan Belly semi permanen.

Kini, di sekitar Jembatan Tampes sedang dilakukan pembersihan. Bayu juga menjelaskan material untuk pembuatan jembatan sementara masih dalam perjalanan menuju lokasi.

Dipilihnya jembatan Belly semi permanen, karena jika membangun jembatan biasa dengan pemasangan gorong-gorong, dinilainya kurang aman.

Hal senada diungkapkan  PPK 1.2 Satker PJN wilayah 1 NTB, BPJN IX Mataram. Melihat kondisi sungai dan intensitas Hujan yang lebat 3 bulan ke depan, menurutnya  pembuatan jembatan sementara tipe sederhana ini tidak memungkinkan karena akan mudah dihanyutkan air bila terjadi banjir.

Selain itu jembatan BelIy semi permanen bersifat lebih kuat, yang menjadi antisipasi lamanya pekerjaan pembuatan jembatan utama, akan memakan waktu 1 – 2 minggu, terangnya.

Kalak BPBD Provinsi NTB, H. Ahsanul Khalik, S.Sos,. M.H  menjelaskan, untuk sementara masyarakat dapat melewati jalur alternative, di antaranya jalan melalui Lengkok Beru sejauh 8 km.

Namun masyarakat diminta waspada dikarenakan kondisi jalan sangat mengkhawatirkan, kecil dan terjal, sehingga jika tidak hati-hati, dapat membahayakan pengguna jalan.

Masyarakat juga bisa mengambil alternatif kedua. Yakni melalui Tempos sejauh 30 km, cukup jauh berputar dan kondisi jalan juga kurang memadai.

Sebelumnya, pihak TNI melalui Dandim KLU telah berkoordinasi dengan Bupati dan pihak pihak terkait untuk mengatasi putusnya jembatan.

Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam kejadian putusnya jembatan tersebut.

AYA/HmsNTB