Modus Penipuan WhatsApp Mencatut Pejabat Pemprov NTB

Sekda NTB, Lalu Gita Ariadi minta masyarakat waspada modus penipuan yang mengatasnamakan pejabat

MATARAM.LombokJournal.com ~ Oknum mengatasnamakan sebagai pejabat Pemerintah Provinsi NTB, yakni sebagai Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah dan Sekretaris Daerah Provinsi NTB, H. Lalu Gita Ariadi, melakukan penipuan melalui penipuan melalui WhatsApp.

BACA JUGA: Puasa Ramdhan, Perjalanan Menjadi Insan Muttaqin

Penipuan itu dilakukan dengan pesan singkat itu ditujukan pada pengurus masjid. Pesannya, berisi program penyaluran bantuan dana hibah bagi Masjid/Musholla yang sudah tidak layak. Dijanjikan akan mendapat bantuan, terlebih dulu diminta melengkapi data-data atau persyaratan. 

Modus penipuan ini sebenarnya tidak hanya terjadi kali ini. Sebelumnya kasus dengan modus yang sama mengatasnamakan pejabat Pemprov sempat terjadi pada tahun 2020 hingga 2022. 

BACA JUGA: Sambut Ramadhan, Tokoh Agama Gelar Doa Kerukunan

Miq Gite sapaan akrab Sekda NTB menghimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada akan modus Penipuan tersebut. 

“Waspada…ndak kenal bulan suci Ramadhan…. ada juga yang mau nipu-nipu seakan nomor Sekda.,” tulis Miq Gite di laman Facebook nya, Sabtu (25/03/23).

Bukan itu saja, bulan Maret 2022 lalu terjadi penipuan online yang mengatasnamakan Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalilah. 

BACA JUGA: Aksi Kemanusiaan untuk Umat di Bulan Ramadhan

Pelaku yang mengaku sebagai Wagub NTB itu meminta sejumlah dana donasi kepada korban. ***

 

 




Puasa Ramadhan, Perjalanan Jadi Insan Muttaqin

Gubernur NTB Bang Zul mengingatkan, buah terakhir menjalani puasa Ramadhan agar jadi insan muttaqin atau bertaqwa

MATARAM.LombokJournal.com ~ Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, mengingatkan, sesungguhnya output atau buah terakhir dari puasa Ramadhan adalah agar menjadi orang atau insan yang Muttaqin.

BACA JUGA: Sambut Ramadhan, Tokoh Agama Gelar Doa Kerukunan

Kata Bang Zul, buah akhir puasa Ramadhan jadi insan muttaqin

 

Hal itu disampaikan Bang Zul sapaan gubernur saat menjadi Imam dan Khatib Sholat Jum’at, di Masjid Al Falah, Taman Sari Ampenan, Mataram, Jumat (24/03/23).

Ia mengajak para jamaah Shalat Jum’at untuk bertaqwa kepada Allah SWT.

“Ini adalah spirit yang dibawakan Allah dalam Al-Qur’an, sesungguhnya output atau buah terakhir dari puasa Ramadhan adalah agar menjadi orang atau insan yang Muttaqin atau bertaqwa,” ungkapnya.

Bang Zul mengatakan, tiba-tiba di bulan Ramadhan aura kehidupan berubah sama sekali. Menahan rasa lapar dan haus, mengatur pola makan dan lain sebagainya.

BACA JUGA: Pelajar Gelar Putih Abu Berdzikir Jelang Bulan Puasa

“Bulan Ramadhan ini memiliki dampak luar biasa pada diri kita dengan mengatur pola makan dengan mengekspresikan kehidupan tidak berlebihan kita merasa lebih dekat dengan Allah SWT,” tuturnya.

Selanjutnya, Gubernur bersama rombongan melakukan peletakan batu pertama renovasi atau pembangunan ulang Masjid Al Falah Taman Sari Ampenan yang ditargetkan selesai dalam jangka tiga tahun. 

BACA JUGA: Puasa Ramadhan: Syarat, Rukun dan Ketentuannya

Hadir pada kesempatan tersebut, Karo Kesra, Ketua Ta’mir Masjid, Camat, Polsek, tokoh agama dan masyarakat, pemuda Kelurahan Taman Sari. ***

 

 




Aksi Kemanusiaan untuk Umat di Bulan Ramadhan

Terus Gelar Aksi Kemanusiaan untuk umat, Guru Besar Unram nilai kiprah Rachmat Hidayat melebihi kader Partai Religius

MATARAM.LombokJournal.com ~ Politisi PDI Perjuangan, H. Rachmat Hidayat  menyalurkan bantuan kursi roda elektrik untuk pensiunan abdi negara yang tinggal di Kota Mataram.

Sehari sebelum menjalankan ibadah puasa, Rachmat menyambangi Gang Kecubung III di Kelurahan Gomong, Kecamatan Mataram. 

Disana, anggota DPR RI dari PDI Perjuangan itu menyambut kedatangan bulan suci Ramadan dengan menggelar aksi kemanusiaan. 

BACA JUGA: Puasa Ramadhan, Perjalanan Menjadi Insan Muttaqin

Rachmat Hidayat mengawali Ramadhan dengan aksi kemanusiaan, membantu pensiunan kursi roda elektrik

Anggota Komisi VIII DPR RI tersebut membesuk H Sukartadji Anwar, pensiunan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB, yang kini tidak lagi leluasa bisa berjalan akibat kondisi kesehatannya. 

Rachmat membawa bantuan kursi roda elektrik untuk mantan Sekretaris KONI NTB tersebut. Menyerahkan langsung kepada pensiunan abdi negara yang bulan depan akan genap berusia 72 tahun itu, Kamis (23/03/23).

“Kegiatan aksi kemanusiaan ini adalah wujud dari rasa syukur kita bersama. Tak ada kaitannya sama sekali dengan politik. Allah itu menciptakan kita bukan untuk saling menyakiti, tapi untuk kita saling berbagi,” katanya..

Rachmat segera menghubungi Kementerian Sosial dan meminta dikirimkan kursi roda elektrik sebagai bagian dari program aspirasinya sebagai Anggota Komisi VIII DPR RI. 

Hal itu dilakukan manakala mendapat informasi tentang kondisi Sukartadji. Rachmat bersyukur, tidak butuh waktu lama, kursi roda elektrik ini disiapkan dan dikirim Kemensos ke Mataram.

“Mudah-mudahan dengan keberadaan kursi roda elektrik ini, saudara saya, Pak Sukartadji Anwar, bisa lebih mandiri dalam beraktivitas dan beribadah. Apalagi kita semua saat ini diperjumpakan kembali oleh Allah dengan bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah,” ujar Rachmat.

BACA JUGA: Wagub NTB: Pembangunan Kesehatan Kebijakan Prioritas 

Dia menegaskan, jika kini dirinya begitu responsif membantu kursi roda elektrik saat menerima kabar kondisi Sukartadji, hal itu kata Rachmat adalah wujud penghormatan atas seluruh dedikasi, jasa, dan pengabdian yang diberikan Sukartadji untuk pembangunan daerah.

“Bantuan ini tak akan pernah sebanding dengan dedikasi dan pengabdian yang sudah beliau berikan untuk NTB,” ucap Rachmat.

Kerabat Sukartadji Anwar menyongsong kedatangan Ketua DPD PDI Perjuangan ini dengan suka cita. 

Di antara keluarga yang menyambut antara lain ada Prof H Zainal Asikin, Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Mataram. Ada pula Dr Widodo Dwi Putro, pengajar di FH Unram yang rumahnya memang bersebelahan dengan Sukartadji.

Semenjak istrinya dipanggil Yang Mahakuasa, Sukartadji kini tinggal sendiri di rumahnya. Pada malam hari, baru anaknya-anaknya yang telah memiliki keluarga masing-masing, datang secara bergiliran untuk berjaga dan menemaninya. Sementara untuk kebutuhan sehari-hari, seluruhnya telah lebih dahulu dipenuhi.

Rona kebahagiaan terpancar sangat jelas dari raut wajah alumnus Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran tersebut, manakala mendapati Rachmat telah berada di pintu rumahnya. Rachmat kemudian menghampiri Sukartadji yang duduk di sofa ruang tamu. 

Keduanya lalu berbagi pelukan hangat. Melepas kerinduan bersama.

“Ini oleh-oleh kita jadinya ini,” kata Sukartadji pada Rachmat, begitu politisi berambut perak itu menyilakan tim dari Sentra Paramita Mataram, unit kerja milik Kementerian Sosial di NTB, membawa masuk kursi roda elektrik untuk Sukartadji.

BACA JUGA: Kado Istimewa Rachmat Hidayat untuk Loteng dan KLU

Rachmat dan Sukartadji adalah sahabat karib. Keduanya hanya terpaut usia satu tahun. Mereka sama-sama menempuh pendidikan di sekolah yang sama di Lombok Timur. Menempuh masa remaja dengan penuh lika-liku, suka dan duka. Rachmat bahkan acap menginap di rumah Sukartadji dan sudah dianggap seperti anak sendiri oleh kedua orang tua Sukartadji.

Lama malang melintang menjadi Syahbandar dengan mengepalai sejumlah pelabuhan yang menjadi unit kerja milik Kementerian Perhubungan, Sukartadji kemudian mendapat promosi menjadi Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB. 

Saat Sukartadji memangku jabatan eselon II tersebut, Rachmat menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD NTB.

Maka jadilah, pertemuan sore itu tak ubahnya seperti pertemuan keluarga. Kecuali kondisi kakinya yang tidak memungkinkan berjalan dengan leluasa lagi, selebihnya Sukartajdji masih sangat sehat. 

Suara mantan pejabat yang dikenal sebagai karateka ini pun masih sangat lantang.

Banyak cerita-cerita masa lalu yang menggelitik, terutama bagaimana dirinya dengan Rachmat menjalani masa muda. 

Keduanya pun menuturkannya dengan begitu rinci, sehingga menjadi pertemuan suka cita itu pun penuh dengan gelak tawa.

Sukartadji menuturkan, meski rajin berolahraga dan tidak merokok, situasi kesehatannya memang mulai menurun. Tahun 2015, dirinya menjalani operasi jantung untuk pasang ring. Dokter juga mendiagnosa dirinya menderita diabetes. 

BACA JUGA: Perempuan UMKM Dibekali agar Naik Kelas

Faktor makanan yang dominan asupan karbohidrat berasal dari nasi menjadi penyebab utama. Tahun 2016, Sukartadji juga didiagnosa menderita hernia.

“Kalau duduk, sakit di pangkal paha,” tuturnya.

Dengan didampingi sang istri, segala ikhtiar sudah dijalani Sukartadji untuk berobat. Terutama ketika kondisinya mulai susah untuk berdiri dan berjalan. Bahkan, tidak hanya di NTB. Namun, juga berobat ke dokter-dokter terbaik di luar NTB. 

Salah seorang dokter di NTB kemudian mendiagnosa ada masalah pada lututnya. Direkomendasikan operasi untuk mengganti bantalan lutut. Namun, di tengah menunggu jadwal operasi, Sukartaji malah tidak bisa bangun sama sekali dari tempat tidur. Hanya tergeletak.

Akhirnya, pemeriksaan dilakukan menyeluruh dengan CT Scan. Sampai kemudian diketahui, bahwa masalahnya bukan di lutut, melainkan di tulang lumbar. 

Sukartadji kemudian menjalani operasi selama lebih dari tujuh jam. Sebanyak delapan pen dipasang di tulang punggung bagian bawah. Setelah operasi, kondisinya terus membaik. Namun begitu, aktivitas berjalannya tidak lagi leluasa.

Karena itu, mendapat bantuan kursi roda elektrik dari Rachmat, membuatnya begitu bersyukur. 

Sukartajdi bahkan sudah menyusun rencana. Kursi roda elektrik itu akan mengantarnya untuk menunaikan ibadah salat berjamaah lima waktu di musala yang berjarak 250 meter dari rumahnya.

Sukartadji pun sudah mendapatkan penjelasan secara seksama dari Kustadi, Tim Sentra Paramita Mataram, bagaimana kursi roda elektrik tersebut dioperasikan. 

Sukartadji kemudian langsung mempraktikkan pengoperasian kursi roda yang harganya mencapai Rp 27 juta tiap unitnya tersebut karena dilengkapi dengan berbagai fitur yang memudahkan pengguna mengoperasikannya secara mandiri.

Sementara itu, mewakili keluarga, Prof Zainal Asikin menyampaikan ucapan terima kasih dan memberi apresiasi atas perhatian yang sudah diberikan Rachmat kepada kakaknya Sukartadji Anwar.

“Terima kasih banyak untuk bantuan kursi roda ini. Alat ini sungguh dibutuhkan kakak kami,” ujar mantan Wakil Rektor IV Universitas Mataram ini.

Prof Asikin mengungkapkan, Rachmat Hidayat adalah figur yang harusnya menjadi contoh bagi siapa saja. 

Dia mengungkapkan, bagaimana Rachmat begitu hormat kepada orang tua dan kepada guru. Juga memberikan perhatian yang begitu besar kepada sahabat-sahabatnya.

“Hubungannya dengan sahabat-sahabat beliau, sungguh tidak pernah pupus. Wujudnya seperti yang kita saksikan hari ini,” ucap Prof Asikin.

Diakui Prof Asikin, sebagai tokoh NTB yang kini berkhidmat di tingkat nasional, Rachmat memang disebutnya sebagai figur yang jarang bicara di hadapan publik. Misalnya dengan muncul di televisi. 

BACA JUGA: Prabowo Subianto Menggema di Arena Musra XXIV NTB

Tapi dalam mewujudkan hal-hal nyata yang dibutuhkan oleh masyarakat NTB, Rachmat nyaris tidak pernah alpa.

“Itu menunjukkan betapa beliau benar-benar memahami persoalan NTB dan persoalan daerah,” imbuhnya.

Prof Asikin mengaku, dirinya mengetahui dan mengikuti dari pemberitaan media, bagaimana Rachmat hadir di tengah-tengah persoalan kemanusiaan yang dihadapi masyarakat. 

Mulai dari membantu memugar rumah tidak layak huni milik warga tidak mampu. Membantu penyandang disabilitas. 

Membantu pondok pesantren, sekolah, dan juga tempat ibadah. Hadir pula secara langsung untuk membantu kepentingan seluruh umat.

Prof Asikin bahkan sempat bertanya pada diri sendiri. Sebab, Rachmat berasal dari PDI Perjuangan yang merupakan partai nasionalis. 

Namun, dalam aksi nyata untuk membantu masyarakat NTB, apa yang dilakukan politisi lintas zaman tersebut, sudah melebihi dari apa yang dilakukan kader partai yang berbasis religius.

“Kami begitu bangga, memiliki sosok pemimpin seperti Pak Rachmat,” ujar Prof Asikin. (*)

 

 




Sambut Ramadhan, Tokoh Agama Gelar Doa Kerukunan

Kerukunan untuk Indonesia hebat, itu tajuk doa kerukunan tokoh agama di Banten untuk sambut Ramadhan

LombokJournal.com ~  Memasuki bulan puasa menciptakan kedamaian, itu yang dupayakan tokoh dari berbagai agama dengan memanjatkan doa kerukunan. 

Gelar doa kerukunan itu berlangsung di Kota Cilegon,  Senin 20/03/23 lalu, bersamaan dengan Rapat Kerja Wilayah Kanwil Kemenag Banten.

BACA JUGA: Pelajar Gelar Putih Abu Berdzikir Jelang Ramafhan 

Doa dipimpin Ketua MUI Provinsi Banten, KH. TB. Hamdi Ma’ani didampingi tokoh agama lainnya, dari Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu. 

Salah satu komitmen para tokoh dari berbagai agama itu, yakni tidak menggunakan rumah ibadah sebagai tempat kegiatan politik praktis.

Doa Kerukunan dengan tajuk ‘Banten Rukun untuk Indonesia Hebat’  dihadiri, Pj Gubernur Banten, Al Muktabar yang diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan SDM, M. Agus Setiawan, Wakil Ketua MPR, Yandri Susanto, dan Staff Khusus Menag RI, Abdul Rochman.

Doa itu merupakan komitmen para tokoh masyarakat dan tokoh agama di Banten untuk terus menjaga kerukunan. 

BACA JUGA: Kerukunan Nasional, Unsur Utama Kerukunan Umat Beragama

Saat itu dilakukan juga deklarasi dan pernyataan sikap tokoh agama yang dipimpin oleh Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Banten, AM. Romli. 

“Kami berkomitmen untuk menjaga dan tidak menggunakan rumah ibadah untuk kegiatan politik praktis,” kata AM. Romli saat membacakan salah satu poin deklarasi.

Saat itu, Kepala Kanwil Kemenag Banten, Nanang Fatcurrochman mengatakan, sebagai bangsa yang besar, keberagaman dan keberlangsungan hidup bangsa Indonesia harus terus dijaga.

“Berdirinya Vihara Avalokitesvara di samping Masjid Agung Banten adalah saksi sejarah kerukunan yang telah dijalin oleh nenek-moyang kita, keharmonisan Masjid Agung At-Tsauroh Serang dengan Gereja Kristus Raja juga menjadi saksi bahwa Banten adalah wilayah yang rukun dan harmonis sejak dahulu kala,” kata Nanang.

Doa kerukunan dan deklarasi bersama para tokoh lintas agama dan pengurus rumah ibadah  se-Provinsi Banten sebagai wujud komitmen Banten untuk tidak menggunakan rumah ibadah sebagai tempat politik peraktis menjelang Pemilu 2024.

“Inilah komitmen kami, segenap elemen masyarakat Banten, untuk selalu hidup berdampingan dengan rukun dan harmonis,” jelas Nanang.

Wakil Ketua MPR RI, Yandri Susanto mengatakan, pesan yang bisa diambil dari deklarasi tersebut adalah jelas, Banten tidak akan terpisah dari NKRI. 

Bahkan, menurut Yandri, segala sesuatu yang terjadi di Banten, merupakan tanggung jawab semua umat beragama.

“Para ulama yang hadir di sini, bersatu, memastikan bahwa Indonesia sudah begini, lahir begini, jangan sampai berfikiran yang lain, apalagi ingin merubah dasar negara kita,” kata Yandri.

Yandri berharap, dengan adanya doa kerukunan dan deklarasi tersebut, Banten bisa menjadi contoh untuk daerah-daerah lain di Indonesia.

“Perbedaan sudah pasti. Yang sudah berbeda, jangan dipaksa sama, karena sejatinya perbedaan itu kebanggaan kita. Perbedaan itu harus kita syukuri dan kita rawat. Karena perbedaan, ada Indonesia,” ujarnya.

Ia juga berpesan, berbeda warna itu boleh namun yang lebih penting adalah benderanya tetap merah putih. 

“Merah putih adalah kebanggaan kita, tidak boleh kita robek, tidak boleh kita korbankan demi kepentingan politik,” tegasnya.

Stafsus Menag RI, Abdul Rochman menambahkan, sesama anak bangsa, sudah menjadi kewajiban untuk mensyukuri kondisi bangsa yang majemuk. Menurut Gus Adung, sapaan akrabnya, banyak negara yang berdiri karena satu kepentingan, namun pada akhirnya timbul konflik dan perang saudara.

“Tapi Indonesia, dengan keragaman yang luar biasa, tetap bisa bersatu dan harmonis. Program moderasi beragama, hakikatnya kewajiban kita untuk merawat warisan bangsa Indonesia yang majemuk ini,” kata Gus Adung.

Tahun 2023-2024 merupakan tahun politik. masyarakat diharapkan menjaga dan tidak berkonflik karena kepentingan politik, apalagi adanya politisasi agama di rumah ibadah.

“Kita pastikan rumah ibadah kita steril dari kampanye poiltik,” tegasnya. 

BACA JUGA: Seminar Kebangsaan, Hari Jadi ke 70 Nahdlatul Wathan

Belajar dari Pangkalpinang

Sambut Ramadhan, Menag Yaqut melakukan peletakan batu pertama pembangunan Vihara
Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas

Di Kelurahan Bacang, Pangkalpinang, Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas meletakkan batu pertama pembangunan Vihara. 

Penganut 6 agama, Islam, Kristen, Katolik, Buddha, Khonghucu, dan Hindu, semuanya ada di Kelurahan Bacang. Meski demikian, tetap terjaga harmoninya. Ini keren.

Pangkalpinang merupakan ibu kota dan pusat pemerintahan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Di Kelurahan Bacang ini, sudah berdiri lima masjid, dua gereja Kristen, satu gereja Katolik, satu Vihara, satu Pura, dan lima Klenteng. Ini Indonesia banget

Warganya paham betul bagaimana memberi penghormatan pada darah yang tertumpah, air mata yang mengering, dan harta rakyat yang telah diserahkan untuk merebut kemerdekaan. Mereka bernegara dengan sungguh-sungguh. ***

Sumber: Kemenag RI




Sidang Isbat Penetapan Awal Ramadan 1444 Hijriah

Menteri Agama mengumumkan hasil sidang Isbat Yaqut Cholil Qoumas melalui Konferensi Pers terkait penetapan Awal Ramadhan 1444 H

LombokJournal.com ~ Kementerian Agama (Kemenag) RI menggelar Sidang Isbat (penetapan) awal Ramadan 1444 Hijriah pada Rabu (22/03/23). 

Seperti biasa, Sidang Isbat Awal Ramadan dilaksanakan setiap 29 Syakban, yang tahun ini bertepatan dengan hari Rabu.

BACA JUGA: Jemaah Haji Khusus Bisa Mulai Melunasi Bipih

Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas dalam Konferensi Pers, hari Rabu, menyampaikan penetapan Awal Ramadhan 1444 H pada hari Kamis, 23 Maret 2023.

Menurut Menag, berdasarkan hisab posisi hilal seluruh Indonesia, sudah di atas ufuk telah memenuhi kriteria Mabims dan laporan rukyatul hilal. 

“Kita bersepakat secara mufakat 1 Ramadhan 1444 H hari Kamis 23 Maret 2023 masehi,” kata Yaqut.

Ketinggian hilal seluruh Indonesia pada posisi antara 6 derajat 46,2 menit sampai 8 derajat,43,2 menit sudut elongasi 7,93 derajat sampai 9,54 derajat.

Menag menyinggung, awal puasa yang dilakukan tahun ini tanpa ada perbedaan. Diharapkan ini bisa jadi simbol kebersamaan bagi umat Islam dalam negeri.

“Kita berharap dengan hasil sidang isbat seluruh umat islam Indonesia menjalankan puasa Ramadhan secara bersama-sama. Semoga jadi simbol kebersamaan umat Islam di Indonesia. Kebersamaan ini jadi wujud kita semua sebagai anak bangsa untuk menatap masa depan bangsa lebih baik,” jelasnya.

BACA JUGA: Pelajar Gelar Putih Abu Berdzikir Jelang Puasa

Sidang Isbat Awal Ramadan tahun ini digelar secara hybrid, atau gabungan antara daring dan luring. 

Selain melibatkan Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama, pelaksanaan rangkaian sidang isbat juga mengundang Komisi VIII DPR RI, pimpinan MUI, duta besar negara sahabat, perwakilan ormas Islam, dan lainnya.

Pelaksanaan Sidang Isbat

Adib menjelaskan mekanisme sidang isbat
Adib, Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kemenag

Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kemenag, Adib menjelaskan, rangkaian pelaksanaan sidang isbat akan dibagi dalam tiga tahap. 

Pertama, seminar pemaparan posisi hilal awal Ramadan 1444 H berdasarkan hasil hisab atau perhitungan astronomi. Pemaparan dilakukan Tim Hisab Rukyat Kemenag mulai pukul 17.00 WIB dan terbuka untuk umum.  

“Sesi seminar yang terbuka untuk umum inilah yang digelar secara hybrid karena kapasitas ruangan yang terbatas,” jelasnya.

Rangkaian kedua, Adib melanjutkan, yaitu pelaksanaan Sidang Isbat Penetapan Awal Ramadan 1444 H. 

“Sesi ini akan dilaksanakan secara luring setelah Salat Magrib dan tertutup untuk umum,” ujarnya. 

Selain data hisab, sidang isbat juga akan merujuk pada hasil rukyatul hilal yang akan dilaksanakan di 124 lokasi di seluruh provinsi Indonesia. 

BACA JUGA: Wagub NTB: Pembangunan Kesehatan Kebijakan Prioritas

Hasil sidang isbat yang merujuk hasil rukyatul hilal kemudian dilangsungkan telekonferensi pers yang dilakukan Meneteri Agama. Dan disiarkan secara langsung oleh TVRI dan media lainnya. ***

 




Perempuan Pelaku UMKM Dibekali agar Naik Kelas

Kuatnya peran perempuan pelaku UMKM dalam perekonomian nasional dan besarnya jumlah unit usaha yang dijalankan, ternyata masih menghadapi banyak tantangan

LombokJournal.com ~ Perempuan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masih memiliki berbagai tantangan

Salah satu tantangan UMKM milik perempuan adalah dalam hal melakukan penetrasi dan eksis di pasar berbasis digital, yang saat ini mengalami trend yang meningkat.

BACA JUGA: Event WSBK Beri Keberkahan untuk UMKM NTB

Pelatihan untuk meningkatkan kapasitas perempuan pelaku UMKM
Pelatihan Kewirausahaan di Era Digital

Untuk penguatan UMKM perempuan di pasar berbasis digital, KemenPPPA bekerjasama dengan UN Women dan Gojek menggelar latihan Peningkatan Partisipasi Perempuan dan Kewirausahaan di Era Digital di Semarang, Selasa (21/03/23).. 

Pelatihan diikuti 50 perempuan UMKM yang siap naik kelas di wilayah Kota Semarang dan sekitarnya. 

Pelatihan selama dua hari penuh ini bertujuan: 

(1) penguatan skil perempuan dalam meningkatkan profit UMKM yang dijalaninya

(2) maksimalisasi penggunaan perangkat dan dunia digital dalam memajukan UMKM milik perempuan, dan

(3) memajukan pola pikir perempuan pemilik UMKM untuk tidak terjebak dalam konstruksi sosial yang membatasi potensi berkembang perempuan di bidang ekonomi.

Saat membuka pelatihan, Deputi Bidang Kesetaraan Gender, Lenny N. Rosalin mengatakan, perempuan pelaku UMKM memiliki potensi yang tidak terhingga dalam perekonomian nasional.

BACA JUGA: Jemaah Haji Khusus Bisa Mulai Melunasi Bipih

Data statistik menunjukan, UMKM Indoensia yang didominasi oleh perempuan menyumbang 61 persen dari total PDB nasional, menyerap 97 persen  total tenaga kerja dan 60 petrsen dari total investasi, terang Lenny.

Menurutnya, Kota Semarang secara IPG dan IDG berada di atas rata-rata nasional dan rata-rata Jawa Tengah. Kalau kita melihat variable IPG dan IDG itu sendiri, ada komponen ekonomi yang seringkali menjadi momok di banyak daerah. 

“Saya menantang UMKM milik perempuan di Kota Semarang untuk tidak hanya menjadi pionir penyumbang naiknya IPG dan IDG lokal, Juga menjadi contoh bagi perempuan perempuan pemilik UMKM di wilayah yang lain” Lanjut Lenny.

Vice President of Public Policy and Government Affairs Gojek, Tricia Istiara Iskandar, menyampaikan dukungan Gojek dalam pemajuan UMKM milik perempuan di Indonesia. 

Menurutnya, Gojek memiliki komitmen kuat dalam pemajuan bisnis UMKM milik perempuan. Komitmen tersebut terlah diterjemahkan ke dalam berbagai aksi nyata pelatihan peningkatan kapasitas UMKM perempuan dan intervensi kebijakan bisnis di Gojek.

“Apa yang kita lakukan hari ini merupakan kolaborasi aksi tripartitit KemenPPPA, UN Women dan Gojek dalam mendorong UMKM milik perempuan masuk, eksis dan secara aktif menggunakan perangkat dan pasar berbasis digital dalam memajukan usahanya”. Tambah Tricia.

BACA JUGA: Wapres RI: Permintaan Produk Halal Berkembang Pesat

Sementara itu National Program Officer UN Women, Pertiwi T. Boediono mengatakan, sebagai Badan PBB yang fokus pada penguatan kesetaraan gender, pemberdayaan dan perlindungan perempuan, UN Women bekerja secara aktif mendorong upaya-upaaya pemberdayaan perempuan yang dilakukan oleh seluruh stakeholders yang ada.

“Bagi kami, UMKM perempuan dan berdayanya perempuan di bidang ekonomi merupakan pintu masuk bagi keberdayaan perempuan di sektor-sektor yang lain. UMKM perempuan harus didorong agar semakin kuat dari sisi manajemen dan bisnisnya serta dari sisi sumbangsihnya dalam penyelesaian masalah-masalah perempuang yang ada,” jelas Pertiwi.

Pelatihan yang dilaksanakan di Aula Parahita Ekapraya Kantor DP3AP2KB Propinsi Jawa Tengah ini mengusung berbagai materi kewirausahaan yang berperspektif gender. 

Termasuk gender dan nilai pengembangan usaha responsif gender, kepemimpinan perempuan dalam aktivitas kewirausahaan, penguatan karakter inter dan intra personal perempuan dalam kewirausahaan, analisis bisnis dengan SMART dan SWOT.

Termasuk pengelolaan keuangan, perizinan usaha, survey pasar, bisnis model canvas responsif gender, survey pasar digital, izin usaha dan penetrasi platform digital dan digital on borading.

Najmi Rizki K, salah satu peserta pelatihan yang juga pemilik UMKM dengan merk Cake Up mengatakan, pelatihan ini sangat berguna dan memantapkan dirinya untuk masuk pasar berbasis digital. 

Najmi juga mentakan, keterampilan praktis yang diajarkan dalam pelatihan menguatkan semangatnya untuk memajukan usahanya demi kesejahteraan keluarga dan masa depan yang cerah anak-anaknya.

Kepala Dinas P3AP2KB Propinsi Jawa Tengah, Retno Sudewi  dalam penutupannya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada KemenPPPA, UN Women dan Gojek, yang telah menjadikan semarang sebagai lokasi awal pelatihan ini. 

BACA JUGA: Ikhtiar Wujudkan NTB Kiblat Fashion Muslim Indonesia

“Tentunya Dinas PPPA Propinsi dan Dinas PPPA Kota akan melakukan pendampingan lebih lanjut untuk memastikan pelaku UMKM ini benar benar memiliki posisi yang kuat di pasar berbasis digital. Untuk itu diperlukan kerjasama yang semakin erat ke depan dari para stakeholders termasuk KemenPPPA, UN Women dan Gojek,” tutup  Dewi.***

 




Jemaah Haji Khusus Bisa Mulai Melunasi Bipih

Jemaah haji khusus daftar tunggu tahun berjalan, jemaah haji lunas tunda, dan jemaah haji lansia, berhak melakukan pelunasan BIPIH yang dibuka mulai 21 Maret 2023

LombokJournal.com ~ Kuota jemaah haji khusus tahun ini sebesar 17.680 orang, dan pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BIPIH) untuk jemaah haji khusus dimulai hari  Selasa (21/3/2023).

Hal itu diungkapkan Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama, Nur Arifin.

BACA JUGA: Pelajar Gelar Putih Abu Berdzikir Jelan Bulan Ramadhan

Pelunasa BIPIH Jemaah Haji Khusus dimulai 21 Maret
Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama, Nur Arifin

“Pelunasan biaya haji khusus tahap I sudah bisa dilakukan mulai 21 sampai 27 Maret 2023,” kata Nur Arifin di Jakarta. 

Dikatakan, pelunasan ini prosesnya  berpedoman Keputusan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Nomor 130 Tahun 2023 tentang Petunjuk Pelaksanaan Konfirmasi dan Pembayaran Setoran Lunas Biaya Perjalanan Ibadah Haji Khusus, serta Pengurusan Dokumen Haji Khusus Tahun 1444 H/2023 M.

Tentang siapa yang berhak melunasi Bipih sudah diatur, yakni terdiri atas jemaah haji khusus daftar tunggu tahun berjalan, jemaah haji lunas tunda, dan jemaah haji lansia. 

Daftar nama jemaah haji khusus yang berhak melunasi, dapat dilihat melalui website https://haji.kemenag.go.id/.

Lebih lanjut Nur Arifin menjelaskan, pada masa pelunasan pengajuan perpindahan jemaah haji antar Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) tidak akan diproses. 

Kecuali, jemaah haji berhak melunasi Bipih Khusus yang terdaftar di PIHK yang sedang dalam proses penyelesaian masalah, sedang mendapatkan sanksi pembekuan atau pencabutan izin, sedang dalam proses hukum dan/atau pailit, dan pelimpahan jemaah haji. 

BACA JUGA: Wapres RI: NW Mampu Siapkan SDM Berdaya Saing

“Untuk itu, jemaah haji tersebut agar melapor ke Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus cq. Subdit Perizinan, Akreditasi, dan Bina PIHK atau ke Kanwil Kementerian Agama Provinsi domisili untuk dilakukan proses pindah PIHK,” jelas Nur Arifin.

Nur Arifin meminta PIHK segera menginformasikan kepada seluruh jemaah haji khusus yang masuk dalam daftar berhak konfirmasi dan berhak lunas. 

BACA JUGA: Wapres RI: Permintaan Produk Halal Berkembang Pesat

Berikut jadwal pelunasan Bipih bagi jemaah haji khusus:

  1. Tahap 1: 21 – 27 Maret 2023; 
  2. Tahap 2: 5 – 10 April 2023; 
  3. Petugas PIHK: 2 – 5 Mei 2023; 
  4. Penyampaian berkas persyaratan usulan penggabungan pendamping lansia, jemaah penyandang disabilitas dan pendamping serta verifikasi berkas persyaratan: 21 – 31 Maret 2023; 
  5. Penggabungan PIHK (Konsorsium): 11 – 19 April 2023; 
  6. Waktu pelaksanaan pelunasan pada setiap tahapannya, pukul 08.00 WIB s.d. 15.00 WIB pada BPS BIPIH Khusus tempat setor awal; 
  7. Pengajuan Pengembalian Keuangan mulai 21 Maret 2023 melalui SISKOPATUH. ***

 




Pelajar Gelar Putih Abu Berdzikir Jelang Bulan Ramadhan

Jelang bulan Ramadhan, para pelajar di Mataram Gelar Putih Abu Berdzikir di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center Provinsi NTB

MATARAM.LombokJournal.com ~ Para pelajar didorong semangatnya agar melanjutkan pendidikan, usai lulus SMA/Sederajat diharapkan putra-putri NTB melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

BACA JUGA: Mahasiswa dan Pelajar Antusias Ikuti Gebyar Beasiswa NTB

Gubernur Nusa Tenggara Barat, H. Zulkieflimansyah, memberikan motivasi kepada seluruh pelajar di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center Provinsi NTB, Senin (20/03/23). 

“Adik-adik kita harus terus semangat melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi,” tutur Bang Zul sapaan Gubernur.

Menyambut bulan suci Ramadhan 1444 Hijriah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB menyelenggarakan kegiatan Gelar Putih Abu Berdzikir, di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center Provinsi NTB.

BACA JUGA: Polandia Siap Menerima Lebih Banyak Program Beasiswa NTB

Kegiatan dzikir jelang Ramadhan itu diikuti ratusan pelajar SMA/Sederajat, umumnya diikuti pelajar kelas XII tersebut 

Jelang bulan suci Ramadhan yang tinggal menghitung hari, Bang Zul berpesan agar menjadikan hal ini sebagai momentum mendekatkan diri kepada Allah SWT. 

Hal tersebut dapat dilakukan dengan semakin meningkatkan amal dan ibadah selama bulan suci Ramadhan, tentunya diharapkan terus berlanjut ke bulan-bulan berikutnya.

BACA JUGA: Wagub NTB: Pembangunan Kesehatan Kebijakan Prioritas

“Allah hadirkan dzikir pada sore hari ini sebagai persiapan kita semua untuk menghadapi bulan Ramadhan, dan mudah-mudahan kita menjadi orang yang bertaqwa,” ucap Bang Zul.***

 




Wagub NTB: Pembangunan Kesehatan Kebijakan Prioritas

Pembangunan Kesehatan, menurut Wagub NTB, dapat meningkatkan angka harapan hidup dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM) NTB

MATARAM.LombokJournal.com ~ Pembangunan kesehatan menjadi prioritas dan terus diperjuangkan, karena kesehatan itu hak seluruh masyarakat NTB.

Hal itu dikatakan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Hj Sitti Rohmi Djalillah dalam Rapat Kerja Kesehatan Daerah (RAKERKESDA) Provinsi NTB Tahun 2023, Senin (20/03/23) di Hotel Lombok Raya. 

Raker bertema “Bersama Wujudkan Transformasi Kesehatan dengan Semangat NTB Gemilang” itu mengangkat isu enam pilar transformasi kesehatan.

BACA JUGA: Waspada, Ada Oknum Mencatut Nama Gubernur NTB

Dalam Rakerkesda NTB 2023, Wagub NTB mengingatkan bahwa kesehatan hal penting dalam pembangunan

Enam pilar transformasi kesehatan yang dimaksud yakni layanan primer, layanan rujukan, ketahanan kesehatan, pembiayaan kesehatan, tenaga kesehatan, dan teknologi kesehatan. 

Ummi Rohmi, sapaan akrab Wagub NTB memberikan berbagai arahan terkait pembangunan kesehatan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota se-NTB dan para stakeholder di bidang kesehatan. 

“Sehat menjadi satu hal yang sangat penting di dalam pembangunan. Ini yang ingin saya garis bawahi dan saya ingin semua memperjuangkannya”, ucapnya. 

Menurutnya, pembangunan kesehatan dapat meningkatkan angka harapan hidup dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM) NTB. 

Pembangunan kesehatan yang dimaksud oleh Wagub NTB meliputi pelayanan, data, infrastruktur, dan tenaga kesehatan di mulai dari posyandu hingga rumah sakit provinsi, yang mana semuanya perlu senantiasa di monitoring dan evaluasi. 

BACA JUGA: Polandia Siap Menerima Lebih Banyak Program Beasiswa NTB

Ummi Rohmi meminta kabupaten/kota se-NTB mengawasi implementasi tiga pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat atau STBM (stop buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun, dan pengolahan air minum dan makanan yang aman) yang sudah dideklarasikan sebelumnya.

Serta mendorong enam kabupaten/kota yang belum mendeklarasikan dua pilar STBM lainnya (pengelolaan sampah rumah tangga dan kelima adalah pengelolaan limbah cair rumah tangga). 

BACA JUGA: Wagub NTB Temui Menkes Bicarakan Kualitas Kesehatan

Wagub menyampaikan terima kasih dan mengapresiasi kinerja dan capaian Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota se-NTB.***

 

 

 




Prabowo Subianto Menggema di Arena Musra XXIV NTB

Jadi favorit para voters, nama Prabowo Subianto menggema di arena Musra XXIV Rewalan Jokowi di NTB

MATARAM.LombokJournal.com ~ Nama Menteri Pertahanan yang juga Ketua Umum DPP Partai Gerindra, H Prabowo Subianto, menggema  Musyawarah Rakyat (MUSRA) ke 24 di aula Sapadia Convention Hall Mataram, Sabtu (18/03/23). 

Nama Prabowo Subianto menggema dalam MUSRA XXIV NTB

Lebih seribu peserta berasal dari berbagai elemen masyarakat NTB hadir dalam musyawarah itu. 

BACA JUGA: Waspada, Ada Oknum Mencatat Nama Gubernur NTB

Berbagai program unggulan Presiden Jokowi di NTB seperti pembangunan KEK Mandalika, pembangunan Bendungan Meninting di Lombok dan Beringin Sila di Sumbawa dan banyak progran lainnya, meyakinkan masyarakat NTB tentang komitmen Presiden Jokowi memajukan NTB.

Animo masyarakat NTB cukup kuat untuk mengikuti agenda MUSRA yang digelar gabungan Relawan Jokowi di seluruh provinsi di Indonesia ini, terutama di NTB.

Hal tersebut bisa dilihat dari ramainya kalangan millenial, perwakilan Ormas, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh lintas sektoral yang mendukung para calon kandidat Presiden dan Wakil Presiden.

Nama Prabowo Subianto paling ramai disebut massa yang hadir sejak pukul 10:00 WITA di Arena MUSRA XXIV NTB.

BACA JUGA: Polandia Siap Menerima Lebih Banyak Program Beasiswa NTB

Ali Alkhairy, Sekretaris DPD Partai Gerindra Provinsi NTB ketika dikonfirmasi media terkait ramainya dukungan terhadap Prabowo Subianto sebagai Calon Presiden RI di arena MUSRA 24 NTB tersebut, menjawab singkat via pesan WhatsApp.

“Saya mengapresiasi proses pelaksanaan MUSRA edisi ke-24 Relawan Jokowi NTB untuk menemu kenali Capres dan Cawapres untuk Pemilu 2024 yang tentunya berkomitment melanjutkan agenda-agenda perubahan yang telah dijalankan oleh Pak Presiden,” kata Ali.

“Saya mewakili kader Gerindra NTB berterima kasih kepada peserta MUSRA NTB yang telah mendukung Pak Prabowo sebagai capres unggulan. Hal tersebut tentunya akan menjadi booster bagi kami untuk terus meningkatkan kerja-kerja politik dan organisasi serta terus melayani rakyat NTB,” sambung Ali.

Sementara itu, Ketua Panitia MUSRA XXIV NTB, Salman Hafiz saat diwawancari media menyebut, animo masyarakat NTB untuk ikut serta menentukan calon pemimpin bangsa yang tepat melanjutkan agenda agenda kerakyatan yang kini terus dilakukan Presiden Jokowi, memang cukup tinggi.

“Kami bersyukur MUSRA XXIV NTB mendapat atensi cukup besar dari publik NTB,” katanya.

BACA JUGA: Wagub NTB: Pemprov NTB Serius Tangani Kesehatan

MUSRA sendiri ditegaskan merupakan kegiatan yang murni insiatif dari relawan.

 Mereka kemudian bahu membahu menggelar panggung musyawarah besar untuk memberi kesempatan bagi rakyat bersuara tentang siapa calon pemimpin mereka di masa yang akan datang.

“Musra ini digelar di seluruh Indonesia, tujuannya untuk menyurvei pendapat masyarakat langsung,” paparnya.

Dikatakan, selain menyurvei siapa calon presiden yang diinginkan rakyat, Musra itu juga untuk mengetahui apa yang diinginkan rakyat tentang Indonesia dan seperti apa prioritas program pembangunan. 

Suara masyarakat akan ditabulasi, menggunakan IT sehingga diperoleh hasil yang ilmiah dan terukur.

Hafiz yang juga merupakan Kordiantor Wilayah Relawan Duta Joko Widodo NTB itu juga menyebut, sesuai informasi dari Panitia Nasional. 

MUSRA Indonesia akan ditutup bulan Mei oleh Presiden Jokowi. Perhelatan tersebut rencananya digelar di Gelora Bung Karno, Jakarta.

BACA JUGA: Wapres RI: Permintaan Produk Halal Berkembang Pesat

Terkait hasil MUSRA XXIV NTB, Sekretaris Panitia Andra Ash’ady menyampaikan, berdasarkan koordinasi dengan Tim IT MUSRA Nasional dan Panitia Nasional terkait Tabulasi hasil MUSRA NTB, panitia secara resmi akan mengumumkan melalui konferensi Pers hari Rabu, 21 Maret 2023 sore di Mataram.***