Menteri LHK Saksikan Pengolahan Sampah Jadi Bahan Bakar, Sebelum Tanam Ribuan Pohon
Dalam waktu dekat, mesin-mesin buatan NTB akan didistribusikan ke desa-desa dari hulu ke hilir dengan harapan seluruh pengolahan sampah bisa dilakukan di desa-desa
LOBAR.lombokjournal.com — Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar, M.Sc menginisiasi penanaman ribuan pohon berjenis Klicung di TPA Regional Kebun Kongok, Desa Suka Makmur, Kabupaten Lombok Barat, Minggu (08/03/2020).
Sebelum menanam pohon, Menteri LHK, Gubernur dan Wagub, menyaksikan sampah yang diolah untuk bahan bakar energi pembangkit listrik di Kebon Kongok.
Di sini, sampak yang diolah bisa mencapai 30 ton sampah. Lalu, dimanfaatkan menjadi bahan bakar pembangkit PLN menggantikan batu bara.
Menteri LHK bangga dengan terobosan-terobosan industrialisasi yang digencarkan oleh Gubernur NTB.
“Gubernur NTB ini bukan hanya kebanggaan orang NTB. Tapi, beliau kebanggaan Indonesia, saya sudah kenal lama dengan beliau,” ungkap Menteri LHK.
Siti Nurbaya, sapaan akrab menteri, meminta UKM TPA Kebon Kongok untuk segera mendaftarkan emisinya di Kementerian LHK.
“Dengan harapan, apa yang sesungguhnya milik Provinsi NTB akan menjadi betul-betul milik NTB,” ujarnya.
Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menegaskan, dalam waktu dekat, mesin-mesin buatan NTB akan didistribusikan ke desa-desa dari hulu ke hilir dengan harapan seluruh pengolahan sampah bisa dilakukan di desa-desa.
“Industrialisasi dan Zero Waste harus terus jalan beriringan dalam mewujudkan NTB Gemilang.”
AYA/HmsNTB
Gubernur Zulkieflimansyah Dan Gubernur Anies Baswedan Raih IKADI AWARD
Gubernur NTB disandingkan dengan Tokoh Dakwah lainnya seperti Aa Gym, Mama Dedeh dan Ust Salim A Fillah yang masing-masing dinobatkan sebagai Dai Sejuta Ummat, Da’iyah Sejuta Ummat dan Dai Millenial Inovatif
lombokjournal.com —
JAKARTA ; Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah dan Gubernur DKI Jakarta, Anies R Baswedan, Ph.D meraih anugerah GRAND IKADI AWARD 2020, di Grand Cempaka Convention Hotel Jakarta Pusat, Sabtu (07/03/2020).
Dua sahabat akrab ini tampil dalam satu panggung, Gubernur Zul meraih kategori The Most Favorite Provincial Government Figures Caring for Da’wah sedangkan Gubernur Anies memperoleh kategori The Most Popular Government Figures Caring For Da’wah.
Penghargaan ini merupakan apresiasi Ikatan Da’i Indonesia (IKADI) untuk insan nasional yang telah banyak memberikan perhatian kepada dakwah, dan memiliki komitmen mengokohkan dakwah rahmatan lil ‘alamin di Indonesia.
Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi NTB, Najamuddin Amy yang mendampingi Gubernur Zul pada malam penganugerahan menyampaikan, penghargaan ini adalah bentuk apresiasi para ulama dan Da’i di seluruh Indonesia atas perhatian yang Gubernur Zul berikan kepada dakwah Islam.
“Alhamdulillah, Gubernur NTB mendapatkan apresiasi dari Ikatan Da’i Indonesia, bersama Gubernur Anies. Hanya dua Gubernur yang memperoleh penghargaan ini, ini menandakan Gubernur Zul adalah tokoh nasional yang perhatian dengan dakwah di Indonesia,” tutur Najam.
Gubernur NTB disandingkan dengan Tokoh Dakwah lainnya seperti Aa Gym, Mama Dedeh dan Ust Salim A Fillah yang masing-masing dinobatkan sebagai Dai Sejuta Ummat, Da’iyah Sejuta Ummat dan Dai Millenial Inovatif.
“Sebagai sesama aktivis, Gubernur Zul mantan aktivis UI dan Gubernur Anies Aktifis UGM, keduanya bersahabat baik sudah lama, dan hari ini Keduanya memperoleh penghargaan yang luar biasa dan pertama bagi Kepala Daerah. Semoga ke depan mampu memberikan lebih baik lagi untuk daerah dan Indonesia,” tutup Najam.
Sebelumnya, IKADI menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) yang dibuka oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan direncanakan akan ditutup oleh Wakil Presiden RI K.H. Ma’ruf Amin di Istana Wakil Presiden RI pada Senin, 9 Maret 2020.
Rakornas yang dihadiri lebih dari 300 da’i pengurus IKADI dari seluruh wilayah di tanah air, yaitu perwakilan dari 32 Pengurus Wilayah dan Pengurus Daerah. Rangkaian kegiatan IKADI juga diisi seminar nasional menghadirkan tokoh-tokoh nasional dan internasional.
AYA/HmsNTB
BPJS Kesehatan Dorong Bangkitnya Pariwisata di Tengah Wabah Corona
Kontribusi total Program JKN-KIS terhadap perekonomian Indonesia pada 2016 mencapai Rp152,2 triliun sementara pada 2021 kontribusi itu diperkirakan meningkat sampai Rp289 triliun
lombokjournal.com —
Jakarta, CNN Indonesia ; BPJS Kesehatan terus mendorong upaya untuk meningkatkan pariwisata Indonesia yang mulai terkena dampak penyebaran virus corona.
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS Kesehatan) dipercaya menjadi penyelenggara KTT progam jaminan sosial tersebut di Bali pada September 2020.
Acara itu akan dihadiri oleh ratusan perwakilan International Social Security Association (ISSA).
Kepercayaan menjadi penyelenggara KTT program jaminan sosial itu membuktikan kepada dunia bahwa Indonesia aman untuk jadi destinasi wisata.
Hal itu diungkapkan Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris, yang berharap penyelenggaraan KTT tersebut meyakinkan pada dunia, Indonesia siap dan aman dikunjungi,
“Kami berharap, terselenggaranya KTT ini dapat mendorong sektor pariwisata dan meyakinkan pada dunia bahwa Indonesia siap dan aman dikunjungi, khususnya pasca wabah virus corona,” kata Fachmi, Jumat (06/03/20).
Ia menambahkan, harapannya dalam waktu satu sampai dua bulan ke depan, vaksin dan obat anti virus sudah ditemukan.
Fachmi Idris mengatakan itu saat berdialog dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadahlia.
Dialog itu berlangsung, terkait penyelenggaraan The 1st International Conference on Management of Social Security.
Gairah Investasi
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama pun mendukung kegiatan ini. Sebab ia pun berharap, pasca wabah virus corona pariwisata Indonesia tidak lumpuh.
Harapan serupa disampaikan Bahlil, agar KTT tersebut meningkatkan gairah investasi di Indonesia.
Fachmi Idris, berpendapat digelarnya KTT merupakan bukti kepercayaan internasional atas pengelolaan jaminan sosial di Indonesia.
Dengan kehadiran program JKN-KIS, saat ini Indonesia menjadi salah satu barometer utama penyelenggaraan jaminan sosial, khususnya untuk perkembangan industri kesehatan.
Kontribusi total Program JKN-KIS terhadap perekonomian Indonesia pada 2016 mencapai Rp152,2 triliun sementara pada 2021 kontribusi itu diperkirakan meningkat sampai Rp289 triliun.
Program JKN-KIS juga disebut meningkatkan angka harapan hidup masyarakat Indonesia sampai 2,9 tahun dan melindungi 14,5 juta orang dari kondisi kemiskinan yang lebih parah.
Rr
(BPJS Kesehatan)
Wartawan Diajak Akselerasikan Pembangunan NTB Gemilang
“Kontribusi wartawan dalam menyampaikan informasi pembangunan dan event-event di NTB sangat diharapkan untuk mewujudkan mimpi itu”
LOTENG.lombokjournal.com — Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah minta kepada wartawan sebagai untuk membantu pemerintah mengakselerasi program pembangunan.
Sehingga visi-misi NTB gemilang menjadi keniscayaan yang kemudian dihidangkan dengan informasi yang menyejukkan di masa mendatang.
Peran wartawan untuk mengakselerasi pembangunan daerah merupakan faktor penting untuk mewujudkan visi-misi NTB Gemilang.
“Saya bersyukur dapat bertemu langsung dengan teman-teman wartawan. Karena kemitraan yang baik dapat menciptakan narasi yang indah untuk kemajuan NTB ke depan,” kata gubernur saat bersilahturahmi dan diskusi dengan wartawan Lombok Tengah, di Pawon Sasak Praya, Sabtu (07/03/20).
Salah satu program pembangunan yang sedang giat digencarkan oleh pemerintah adalah pembangunan Event MotoGP yang diharapkan mampu memberikan impact yang besar bagi daerah dan masyarakat NTB.
Event yang sudah didepan mata tersebut harus disambut dengan rasa bangga untuk mensukseskannya.
Gubernur NTB yang akrab disapa Dr. Zul berharap peran serta wartawan menjadi garda terdepan untuk menyiarkan informasi yang menyejukkan bagi masyarakat.
“Kontribusi wartawan dalam menyampaikan informasi pembangunan dan event-event di NTB sangat diharapkan untuk mewujudkan mimpi itu,” harap Dr. Zul dihadapan puluhan media yang hadir.
Bang Zul mengatakan, pemerintah NTB sudah melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat untuk mempercepat progres pembangunan sirkuit MotoGP di Mandalika.
Percepatan yang dimaksud, baik yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat desa setempat, penguatan para pelaku UMKM serta fasilitas pendukung lainnya seperti mendorong masyarakat agar menyulap rumah-rumah mereka menjadi Homestay sebagai langkah menyambut event itu.
Tidak hanya itu, yang paling strategis untuk menyambut event internasional itu, pemerintah juga telah mengusulkan agar dibangun rumah susun di desa-desa sekitar Mandalika dan alhamdulillah disetujui oleh Kementerian Bappenas.
Artinya, rumah rusun tersebut dapat dikelolah menjadi Homestay oleh pemerintah desa melalui BUMDesnya dan secara emosiaonal masyarakat bisa terlibat langsung.
“Kita harus berpacu dengan waktu jangan hanya menuntut kegelapan tanpa berusaha menyalahkan cahaya. Karena itu, wartawa harus mulai memikirkan bagaimana menggaungkan event MotoGP yang komprehensif bagi kesejahteraan masyarakat kita,” tutur orang nomor satu di NTB itu.
Tugas pemerintah dan masyarakat adalah menciptakan suasana yang kondusif, aman dan menyenangkan bagi tamu-tamu berkunjung di NTB agar mereka memiliki kerinduan yang menyisahkan kesan manis untuk terus mengunjungi daerah tercinta ini.
Menanggapi hal itu, Ketua Forum Wartawan Lombok Tengah, Lalu. Amrillah menyambut baik semua pembangunan di NTB.
Tanggung jawab wartawan untuk mempublikasikan semua progres pembangunan merupakan suatu keharusan yang diutamakan.
Mengingat Kabupaten Lombok Tengah merupakan kabupaten yang memiliki aktivitas pembangunan dan event-event terbanyak yang dilakukan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat.
“Kami sangat mendukung setiap pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah provinsi, informasi yang baik maupun sebaliknya memilik impact bagi kami juga,” ungkapnya.
Ia mengatakan, atas nama forum wartawa Lombok Tengah menyampaikan permohonan maaf jika selama ini terdapat informasi yang kurang baik yang diasumsikan oleh masyarakat yang menghambat proses pembangunan di Provinsi NTB.
“Kami juga berharap bahwa daerah kita dikenal baik oleh masyarakat luas,” katanya.
AYA/HmsNTB
Hj Niken Berharap, Lombok Syaria Festival (LSF) 2020 Majukan Industri Fashion
Semua komponen masyarakat baik UMKM, pengrajin, maupun penjahit untuk menggunakan produk asli NTB
MATARAM.lombokjournal.com — Lombok Syaria Festival (LSF) 2020 untuk pertama kalinya digelar Komunitas Hijabers Mom Lombok di gedung Grand Imperial Ballroom Mataram, Jum’at (06/03/2020).
Kegiatan LSF ini mendukung program Pemerintah Provinsi NTB dalam memajukan daerah sebagai wisata halal. Hal ini juga sejalan dengan industrialisasi di bidang fashion.
Karena itu, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, Ketua Umum Dekranasda Provinsi NTB sangat mengapresiasi kegiatan itu.
“Sebagai orang NTB sangat bangga, kita bukan saja dikaruniai oleh Allah daerah yang indah dan subur. Tapi kita dikaruniai SDM yang bagus dan ibu-ibu tangguh yang kreatif,” kata Hj. Niken.
Indonesia memiliki kekayaan budaya dan tradisi yang luar biasa, termasuk tenun NTB. Tiap produknya memiliki ciri khas yang berbeda, dan indah untuk dipandang.
Pihaknya tetap mengajak masyarakat untuk terus melestarikan tenun.
“Bersyar’i tidak mesti satu warna saja, tapi bisa mengangkat kearifan dan keindahan dari tenun lokal kita semua. Terima kasih atas kontribusinya untuk NTB. InsyaAllah sama-sama kita lestarikan dan menggunakan tenun di mana-mana,” ungkapnya.
Hj. Niken meminta agar semua komponen masyarakat baik UMKM, pengerajin, maupun penjahit untuk menggunakan produk asli NTB.
Ia juga berpesan agar Hijabers Mom terus meningkatkan kualitas diri dan menebar manfaat ke masyarakat yang lebih luas.
“Semoga acara ini memberikan manfaat, meningkatkan perekonomian, pariwisata, industri serta memberikan keberkahan bagi kita semua,” tutupnya.
Wisata halal
Ina Pariska selaku Ketua Komunitas Hijabers Mom Lombok menyampaikan, kegiatan ini adalah salah satu bentuk dukungan Komunitas Hijabers Mom Lombok kepada Provinsi NTB dalam mengembangkan wisata halal dan industri fashion.
“Kegiatan dalam event ini sangat mendukung design fashion creative, kuliner serta memajukan ekonomi syariah,” jelasnya.
Ina berharap, kegiatan ini terus dilaksanakan tiap tahun dan mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi NTB.
Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan peragaan busana hasil dari desainer lokal dan nasional.
AYA/HmsNTB
Luhut Minta Infrastruktur KEK Mandalika Tuntas Sebelum Perhelatan MotoGP
Khusus pembangunan sirkuit MotoGP, ITDC diminta melibatkan pengawas internasional, agar proyek betul-betul berstandar Internasional
LOTENG.lombokjournal.com — Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) RI, minta semua infrastruktur pendukung kawasan Mandalika harus tuntas sebelum MotoGP 2021 dihelat.
Infrastruktur yang dimaksud seperti Bandara, Jaringan Telekomunikasi, Listrik, Rumah Sakit, Jalan, pelabuhan dan sistem pengolahan sampah di Kawasan Mandalika.
Menko Marves menegaskan itu saat melakukan kunjungan melakukan kunjungan kerja di Provinsi NTB, yang disambut langsung Kapolda NTB, Bupati Lombok Tengah, Sekda Provinsi NTB dan Direktur ITDC, di Bandara, Jumat (06/03/2020).
Luhut Binsar bersama Gubernur Zul
Kunjungan kerja Luhut untuk melakukan inspeksi memastikan seluruh infrastruktur pendukung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, menyambut perhelatan berskala internasional MotoGP tahun 2021 mendatang.
Luhut minta seluruh kendala-kendala dalam pengerjaan proyek segera dilaporkan, dan segera dilakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk dicarikan solusi.
Dengan demikian, ia berharap semua peroyek dapat berjalan baik dan berkualitas standar Internasional.
Khusus Pembangunan Sirkuit MotoGP, Menko Luhut meminta pihak ITDC untuk melibatkan pengawas internasional, agar proyek betul-betul berstandar Internasional.
“Jangan sampai nanti sudah jadi, tidak sesuai standar yang mereka inginkan, lalu bongkar lagi, itu susah, karena butuh cost lagi,” ujarnya.
Pihak ITDC diingatkan agar menyediakan fasilitas pengolahan sampah yang memadai di Kawasan Mandalika.
Selain fasilitas tersebut, ITDC juga diminta untuk membuat Bank Sampah sebagai tempat penampungan sampah yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.
“Kita semua harus memastikan Kawasan Mandalika ini betul-bentul bersih. Jangan sampai kita sukses menyelenggara MotoGP tapi kawasannya kotor,” ujarnya.
Ia meminta seluruh pihak terkait untuk lebih intens melakukan inspeksi terkait sejauh mana perkembangan dari pengerjaan proyek yang ada.
Yang paling penting adalah sarana komunikasi, ia meminta fasilitas komunikasi harus sudah modern, bahkan harus jaringan 5G.
“Ini sangat penting untuk mengatasi segala potensi bencana alam yang akan terjadi,” pungkasnya.
Menanggapi arahan Menko Luhut, Direktur PT. Angkasa Pura I mengatakan, pengerjaan perpanjang Runway Bandara menjadi 3.300 meter, perluasan terminal berkapasitas tujuh juta penumpang dan terminal pesawat ditargetkan akan tuntas pengerjaannya pada bulan Januari tahun 2021.
Pada kesempatan yang sama, Direktur PT. PLN Nusa Tenggara Barat juga menjamin ketersediaan pasokan listrik berkapasitas 138 MW di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika.
Sedangkan Direktur Telkom Nusa Tenggara Barat, juga menjamin ketersediaan jaringan telekomunikasi di Kawasan Mandalika.
Selain Mandalika Telkom juga akan terus membangun jaringan Komunikasi di seluruh kawasan pariwisata di NTB.
Dalam mendukung hal tersebut, Telkom akan membangun Kabel Fiber Optik Laut dari Bali ke Mandalika.
“Pengerjaan ini kami ditargetkan selesai bulan Desember 2020,” tutupnya.
Sedangkan untuk Rumah Sakit Mandalika, Menko Luhut meminta untuk segera dilakukan groundbreaking. Ia meminta segala kendala terkait pembangunan fasilitas kesehatan yang mendukung event MotoGP 2021 ini bisa tuntas.
Sedangkan Direktur ITDC juga optimis seluruh infrastruktur untuk menyambut perhelatan MotoGP 2021, seperti Bandara, Jalan By Pass Bandara menuju KEK, Pelabuhan, Rumah Sakit Mandalika, Sarana Telekomunikasi akan dapat dituntaskan sebelum perhelatan berkala Internasional itu dihelat pada bulan Oktober 2021.
Usai mendengar pemaparan dari ITDC, Menko Marves bersama Gubernur NTB mengunjungi Bank Sampah Bintang Sejahtera di Kawasan Mandalika dan melihat langsung progres pembangunan Sirkuit MotoGP.
AYA/HmsNTB
Wagub Launching Program Sekolah Bersih dan Sehat Di Sekolah Luar Biasa
“Kita ingin sungguh-sungguh berbuat untuk alam dan lingkungan kita, maka dari itu ada program NTB Bersih dan NTB Hijau, atau dalam kata kerennya adalah Zero Waste, dan Alhamdulillah virus Zero Waste sudah tersebar”
SUMBAWA.lombokjournal.com — Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. Sitti Rohmi Djalilah M.Pd melaunching Program Sekolah Bersih dan Sehat di Sumbawa, Kamis (05/03/2020).
Namun, bukan sekolah biasa yang menjadi tempat yang dijadikan contoh sekolah bersih dan sehat tersebut, melainkan di sekolah luar biasa yakni Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) 1 Sumbawa.
Sekolah ini dipilih untuk membuktikan, keterbatasan seseorang bukan jadi penghalang bagi masyarakat khususnya siswa-siswi yang berkebutuhan khusus untuk ikut serta dalam melaksanakan program-program pemerintah provinsi.
Salah seorang siswa berkebutuhan khusus, Yudi, yang kesulitan untuk menggerakkan anggota tubuhnya justru mampu memungut sampah, memilah kemudian membuangnya di tempat yang sudah disediakan.
“Kita diperlihatkan apa yang mereka lakukan itu betul-betul menampar kita, anak-anak kita yang dalam tanda kutip berkebutuhan khusus saja bisa menampilkan sesuatu, mengekspresikan sesuatu, menunjukkan kepada kita seperti itu, apalagi kita yang normal,” ungkap Wakil Gubernur.
Sekolah bersih dan sehat, menjadi salah satu instrumen dari visi-misi NTB Gemilang. Ia mengatakan bahwa sekolah bersih dan sehat juga sebagai bagian dari ikhtiar menuju NTB sehat.
Tugas untuk menjadikan NTB bersih dan sehat bukan hanya menjadi tugas dan tanggungjawab pemerintah saja, masyarakat juga memiliki peran dalam mewujudkan NTB Bersih dan Sehat.
“Memelihara alam, memelihara lingkungan adalah tugas orang lain, tugas pemerintah saja, atau tugas orang-orang tertentu, bukan, itu tugas kita semua,” terang Umi Rohmi.
Masyarakat diminta terus menjaga alam dan lingkungan sekitar agar kebersihan dan keindahan alam dapat dinikmati.
Keindahan dan kebersihan alam serta lingkungan menjadi salah satu perhatian pemerintah provinsi, mengingat NTB adalah salah satu provinsi yang terkenal dengan keindahan alamnya dan menjadi salah satu referensi pariwisata dunia.
“Kita ingin sungguh-sungguh berbuat untuk alam dan lingkungan kita, maka dari itu ada program NTB Bersih dan NTB Hijau, atau dalam kata kerennya adalah Zero Waste, dan Alhamdulillah virus Zero Waste sudah tersebar,” tutur Ummi Rohmi.
Hal ini dibuktikan dengan banyaknya lingkungan-lingkungan dan sekolah-sekolah yang menjalankan program zero waste di tempatnya masing-masing sebagai bentuk dukungan untuk mewujudkan misi NTB Bersih dan Hijau.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB, Aidy Furqon mengatakan SLBN 1 Sumbawa dipilih menjadi salah satu instrumen dalam program ini karena sekolah ini merupakan salah satu lembaga formal pendidikan.
Namun juga memberikan pendidikan khusus keterampilan kepada siswa-siswi yang berkebutuhan khusus untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan mereka.
Sekolah merupakan tempat memperoleh berbagai ilmu pengetahuan sebagai bekal untuk bertahan hidup di kemudian hari.
Pemahaman dan pengenalan mendetail mengenai lingkungan dapat diperoleh anak melalui pendidikan di sekolah.
AYA/HmsNTB
Biaya Layanan Kesehatan Pasien Corona Telah Ditetapkan Pemerintah
BPJS Kesehatan telah melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan dan fasilitas kesehatan yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan terkait ketentuan yang ada dalam Kepmenkes tersebut
lombokjournal.com —
JAKARTA ; Pembiayaan pelayanan kesehatan akibat virus Corona atau Covid-19, telah ditetapkan pemerintah.
Dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/ MENKES/104/2020 tentang Penetapan Infeksi Corona Virus sebagai Penyakit Dapat Menimbulkan Wabah dan Penanggulangannya yang diteken Menteri Kesehatan pada 4 Februari 2020.
Bunyi diktum kedua Kepmenkes tersebut, “segala bentuk pembiayaan dalam rangka upaya penanggulangan sebagaimana dimaksud diktum kedua dibebankan pada anggaran Kementerian Kesehatan, pemerintah daerah, dan/atau sumber dana lain yang sah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,”
Terkait Kputusan Menteri Kesehatan tersebut, pihak BPJS Kesehatan memberi penjelasan bahwa penjaminan pelayanan kesehatan dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) mengacu pada Peraturan Presiden (Prepres) Nomor 82 tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.
Dalam Pasal 52 Ayat (1) Poin (o) terkait ‘Manfaat Yang Tidak Dijamin’ disebutkan salah satunya adalah pelayanan kesehatan akibat bencana pada masa tanggap darurat, kejadian luar biasa atau wabah.
“Saat ini Menteri Kesehatan telah menetapkan bahwa Virus Covid-19 sebagai wabah atau Kejadian Luar Biasa (KLB). Tentu di luar penyakit/pelayanan kesehatan akibat Virus Covid-19 dan kasus suspek Virus Covid-19, tetap dijamin BPJS Kesehatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” jelas Kepala Humas BPJS Kesehatan M. Iqbal Anas Ma’ruf.
Ia menambahkan, BPJS Kesehatan telah melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan dan fasilitas kesehatan yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan terkait ketentuan yang ada dalam Kepmenkes tersebut.
Peserta juga dihimbau untuk tidak ragu mengontak Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) apabila memerlukan pelayanan kesehatan.
Pihak BPJS Kesehatan mengimbau khususnya FKTP, untuk lebih memberikan perhatian khusus terhadap peserta JKN-KIS yang menunjukan gejala-gejala yang terindikasi diagnosis penyakit akibat Virus Covid-19.
FKTP juga diharapkan lebih proaktif untuk memantau kondisi kesehatan peserta JKN-KIS, mengingatkan serta memberikan edukasi terkait penerapan pola hidup bersih dan sehat.
“Hal tersebut merupakan salah satu komitmen FKTP yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan,” ujarnya
Di sisi lain, Iqbal menghimbau masyakarat untuk terus menerapkan pola hidup bersih sehat sebagai bentuk kewaspadaan terhadap menularnya penyakit tersebut.
“Membiasakan diri makan makanan sehat seperti buah dan sayuran, minum air putih, mencuci tangan sebelum makan, olah raga dan istirahat cukup saat ini penting dilakukan agar daya tahan tubuh kita kuat untuk menangkal ancaman virus dan penyakit. Selain itu, gunakan masker apabila memang sakit agar tidak menularkan ke orang lain,” kata Iqbal.
Rr/BPJS Keseatan
Gubernur Zulkieflimansyah Usulkan Enam Proyek Prioritas Ke Bappenas
Gubernur Zul sempat menyebut Menteri Bappenas yang lahir di Mataram, maka wajar jika perhatian pada NTB begitu besar
lombokjournal.com —
JAKARTA ; Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah mengusulkan 6 proyek prioritas atau major project.
Usulan itu dipaparkan pada acara Rapat Koordinasi Penyusunan RKP (Rencana Kegiatan Pemerintah) 2021, di Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Rabu (04/03/2020).
Keenam usulan ini, diharapkan bisa diakomodir oleh pusat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Enam usulan Gubernur Zul yang diprioritaskan antara lain, Destinasi Pariwisata Prioritas Mandalika dan MotoGP 2021, pemulihan pasca bencana NTB, industrialisasi di NTB, pembangunan jalan daerah potensial terisolir di Pulau Sumbawa, Zero Waste, serta Project Strategis Provinsi NTB dengan Pengembangan Global Hub Bandar Kayangan sebagai poros maritim dunia.
Pada usulan pengembangan Destinasi Pariwisata Prioritas, Gubernur Zul mengembangkan kawasan Pariwisata dengan menciptakan Bali Baru melalui Pembangunan KEK Mandalika, Geopark Rinjani, Geopark Tambora, SAMOTA, SAKOSA (Sangiang, Komodo, Sape).
Sedangkan pada konsep Industrialisasi yakni melalui Pengembangan Kawasan Industri Smelter dan industri turunan serta Peningkatan Nilai Tambah Produk Olahan Pertanian maupun Peternakan membentuk “Singapura Baru”.
Selain pariwisata, Pemerintah Provinsi juga mengusulkan berbagai aksebilitas di Nusa Tenggara Barat, mulai dari Pembangunan Jembatan Samota, Pembangunan Pelabuhan Kilo, jembatan Lewemori, juga pengembangan Bandara dan pembangunan jalan akses bandara M. Salahuddin Bima.
“Insya Allah NTB cukup mendapat perhatian dan bantuan untuk pengembangan Pariwisata, Industrialisasi dan Zero Waste,” ucap Gubernur Zul.
Gubernur Zul sempat menyebut Menteri Bappenas yang lahir di Mataram, maka wajar jika perhatian pada NTB begitu besar.
“Terima kasih Pak Menteri,” tutup Gubernur Zul.
AYA/HmsNTB
KSB Satu-satunya Kabupaten Berstatus Tidak Buang Air Besar Sembarangan di NTB
“ODF sangat erat hubungannya dengan stunting, oleh karena itu, mari kita dukung dan sama-sama kita perjuangkan ODF 100 persen di kabupaten/kota di NTB”
TALIWANG.lombokjournal.com — Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) merupakan satu-satunya kabupaten di NTB yang telah 100 persen berstatus ODF (Open Defecation Free), atau tidak buang air besar sembarangan di NTB.
Status tersebut diraih Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat, karena telah memiliki infrastruktur pengolahan sanitasi aman, berupa Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT).
Wagub Hj Rohmi
Sedangkan sembilan Kabupaten/kota lainnya di NTB saat ini masih berstatus menuju ODF.
Hal itu diungkap Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, dengan penuh rasa bangga kepada Pemda KSB, dalam sambutannya pada acara Advocacy Horizontal Learning (AHL) tahun 2020, yang diselenggarakan Asosiasi Kabupaten Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI).
“Tuntaskan BASNO Provinsi NTB, Hentikan buang air sembarangan menuju pengelolaan sanitasi Aman” menjadi tema utama dalam acara Advocacy Horizontal Learning (AHL) tahun 2020, di Kabupaten Sumbawa Barat, Rabu (04/03/2020).
Saat ini Pemerintah Pusat dan Provinsi terus berkolaborasi dalam mendorong Kabupaten/kota di Indonesia, khususnya di NTB untuk lebih peduli pada persoalan mendasar masyarakat. Yakni persoalan ketersediaan air bersih, sanitasi layak dan pelayanan kesehatan.
Dijelaskan wagub, Pemerintah Provinsi NTB terus berupaya mewujudkan ODF 100 persen di seluruh kabupaten/kota se-NTB.
Akselerasi program unggulan seperti Revitalisasi Posyandu, Zero Waste dan perbaikan kerusakan lingkungan, diyakini sebagai kunci dari suksesnya ODF di NTB.
Dengan memulai dari skup terkecil namun memiliki dampak besar, maka banyak persoalan kesehatan dan masalah sosial akan dapat ditangani mulai dari tingkat Dusun.
“Termasuk mengedukasi masyarakat dalam menjaga lingkungan dan prilaku tidak buang air sebarangan,” ujarnya.
Dari 7.300 Posyandu yang ada di NTB, saat ini 1.300 telah menjadi Posyandu Keluarga. Ia optimis tahun 2023 semua Posyandu di NTB bisa menjadi posyandu keluarga.
“ODF sangat erat hubungannya dengan stunting, oleh karena itu, mari kita dukung dan sama-sama kita perjuangkan ODF 100 persen di kabupaten/kota di NTB,” pungkasnya.
Perwakil UNICEF, Mr. Robert Gas mengatakan, Unicef berkomitmen akan terus membantu Pemerintah Provinsi NTB dalam menghapus prilaku buang air sembarang, melalui BASNO (ODF). Ia menargetkan Provinsi NTB bebas buang air besar sembarangan akan tuntas pada tahun 2023.
“Saat ini di Provinsi NTB hanya KSB yang mencapai dan mampu mempertahankan ODF serta mulai menerapkan sanitasi yang dikelola dengan aman,” ungkap Robert.
Ke depan, melalui proses berbagi dan belajar, UNICEF akan terus mendukung pemerintah Indonesia dalam mempercepat dan mendorong kemajuan menuju SDGs.
“Proses belajar ini tidak hanya bertujuan berbagi praktik-praktik yang baik untuk layanan sanitasi aman, tapi juga membantu membangun hubungan antar teman dan komitmen bersama terhadap Indonesia yang bersih dan sehat,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat, Kementrian Kesehatan RI, dr. Kirana Pritasari, sangat mengapresiasi KSB sebagai tempat penyelenggaraan AHL 2020. Ia menilai pemilihan tersebut sangat tepat karena Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Pringsewu dan Kabupaten Pinrang, adalah tiga kabupaten di Indonesia yang telah berstatus ODF.
Ia menilai keberhasilan KSB dalam meraih status ODF, karena komitmen yang luar biasa dari kepala daerah dalam menjaga lingkungan dan perilaku masyarakat untuk tidak buang air sembarangan.
Menurutnya, komitmen dari kepala daerah, merupakan faktor utama dalam mendukung keberhasilan meraih status ODF.
Selain itu, saat ini KSB juga telah memiliki infrastruktur penunjang yang sangat baik. Seperti mobil layanan sedot jamban dan sarana Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT).
Ia berharap keberadaan infrastruktur ini terus dijaga dan dirawat baik oleh masyakat.