OPD Pemprov NTB Kompak dan Proaktif Distribusikan JPS Gemilang Tahap II

Tidak hanya Kepala OPD, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) juga secara aktif mengawal penyaluran JPS ini

MATARAM.lombokjournal.com —  Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Lingkup Pemerintah Provinsi NTB menunjukkan kekompokkan dan proaktif mendistribusikan Paket Bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang Tahap II.

Najamuddin Amy, S.Sos, MM

Sejak diluncurkan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah di Kecamatan Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat, Sabtu (30/05)i lalu, paket bantuan ini telah didistribusikan ke sejumlah kabupaten/kota di NTB, berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB Najamuddin Amy, S.Sos., MM menjelaskan seluruh Kepala OPD selalu mengawal pendistribusian bantuan tersebut hingga betul-betul sampai ke masyarakat.

Apalagi Gubernur  Zulkeflimansyah menegaskan, agar JPS Gemilang Tahap II ini bisa lebih baik. Tidak hanya Kepala OPD, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) juga secara aktif mengawal penyaluran JPS ini.

“Kekurangan yang terjadi di JPS Tahap I menjadi pelajaran. Kerjasama semua OPD ini merupakan bagian untuk meminimalisir kekurangan sebelumnya,” jelas Karo Humas yang akrab disapa Bang Najam itu Jum’at (05/06/20)

Ia mengatakan, Kepala OPD yang bertugas mendistribusikan JPS Gemilang di Pulau Sumbawa sebelumnya telah menjalani rapid test dan dinyatakan non reaktif. Sehingga mereka bisa melaksanakan tugas dengan baik, sehat dan nyaman.

Sebagai laporan, untuk Kota Mataram distribusi bantuan tersebut sudah dimulai sejak 4 Juni 2020 kemarin, dan akan berlangsung hingga 10 Juni mendatang.

Di Kabupaten Lombok Barat, sudah didistribusikan sejak peluncuran 30 Mei 2020 yang lalu dan akan selesai 09 Juni mendatang.

Untuk Kabupaten Lombok Tengah, Pemerintah Provinsi telah menjadwalkan pembagian JPS itu mulai taggal 4 hingga 12 Juni 2020.

Sedangkan Kabupaten Lombok Timur dijawdwalkan mulai 4 sampai 16 Juni mendatang. Di Kabupaten Lombok Utara, pendistribusian paket bantuan ini dimulai tanggal 8 hingga 12 Juni.

Untuk Kabupaten Sumbawa Barat pembagian paket ini dimulai 5 Juni hingga 10 Juni 2020 mendatang. Kabupaten Sumbawa dimulai tanggal 5 sampai 12 Juni, Kabupaten Dompu dimulai tanggal 8 sampai 15 Juni mendatang.

Untuk Kabupaten Bima dimulai tanggal 8 Juni hingga 18 Juni 2020. Terakhir, Kota Bima dimulai pada tanggal 8 hingga 12 Juni 2020.

Jumlah Kepala Keluarga yang menerima bantuan tersebut di masing-masing kabupaten/kota yaitu, KSB sebanyak 2.535 KK, Kabupaten Dompu 7.840 KK, Kabupaten Bima 14.528 KK, Kota Bima 1.939 KK dan Kabupaten Sumbawa 6.681 KK.

Kabupaten Lombok Timur sebanyak 42.788 KK, Kabupaten Lombok Tengah 15.997, Kabupaten Lombok Barat 10.918, Kabupaten Lombok Utara 4.079 KK dan Kota Mataram sebanyak 2.695 KK.

Untuk suksesnya pendistribusian paket bantuan tersebut OPD lingkup Pemerintah Provinsi telah bekerjasama dengan Kepala OPD tingkat kabupaten/kota se-NTB. Sebab, yang lebih tahu dan paham kondisi di lapangan adalah OPD di tingkat kabupaten/kota.

OPD lingkup Pemprov NTB yang melakukan pendampingan di Pulau Sumbawa yaitu untuk di KSB didampingi oleh Bappeda dan Dinas ESDM.

Di Kabupaten Sumbawa didampingi oleh Dinas Perdagangan, Dinas PUPR, dan Dinas Perindustrian. Sementara di Kabupaten Dompu, Dinas LHK, Sekretaris DPRD NTB Serta Disperkim ditunjuk untuk melakukan pendampingan.

Sedangkan di Kabupaten Bima, ditunjuk Dinas Penanaman Modal, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah serta Dinas Koperasi dan UKM. Dan di Kota Bima, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan dan Biro APPLPBJP  NTB melakukan pendampingan.

AYA/HmsNTB




NgebUTS Diluncurkan, UTS Kembangkan Sepeda Motor Listrik Asli Buatan NTB

Kecepatan dari sepeda motor NgebUTS dapat dipengaruhi oleh berat beban pengendara

lombokjournal.com —

SUMBAWA   ;   Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) telah berhasil mengembangkan motor listrik yang ramah lingkungan.

Pengembangan motor listrik ini membuktikan,  anak NTB mampu menciptakan sesuatu yang luar biasa dan tidak kalah dari daerah lain. Karena itu, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah yakin industrialisasi di NTB berjalan dengan lancar.

“Ini sebenarnya pesannya sederhana, jangankan permen susu, jangankan jadi pekerja tambang, orang NTB bisa bikin motor listrik sekali pun yang sangat canggih, jadi tidak ada yang tidak mungkin, itu semangatnya sebenarnya,” tegas Gubernur saat soft launching NgebUTS di Kantor Bupati Kabupaten Sumbawa, Jumat (05/06/2020).

Dalam kesempatan tersebut hadir pula Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi NTB.

Sebagai bentuk apresiasinya, Gubernur NTB yang akrab disapa Bang Zul ini telah memesan motor listrik produksi UTS ini sebanyak 20 unit. Diharapkan, motor listrik buatan asli anak NTB ini dapat diminati semua kalangan.

“Saya sudah pernah coba sebelumnya, enak sekali mengendarai motor ini. Saya membayangkan jika ada tamu dari luar kota, oleh-olehnya bukan hanya susu sapi khas Sumbawa, tapi juga motor listrik buatan Sumbawa ini,” tuturnya.

Tempuh Jarak 30 km

Motor listrik yang diberi nama NgebUTS ini dapat bertahan sampai 30 km tanpa menggunakan pedal dan 40-60 km apabila pedalnya dikayuh.

Kecepatan dari sepeda motor NgebUTS dapat dipengaruhi oleh berat beban pengendara.

Sepeda motor listrik ini selain menggunakan tenaga listrik dari PLN sebagai sumber energinya, juga menggunakan solar power sebagai tenaga pengganti listrik PLN pada motor yang sudah terpasang instalasi solar power.

Kendaraan ini di-charge dengan biaya yang rendah yaitu jika dirupiahkan hanya menghabiskan Rp 1.500 dalam sekali pengisian.

Ke depan sepeda motor listrik NgebUTS akan diproduksi  lebih banyak lagi oleh tim NgebUTS. Motor Listrik juga akan terus diproduksi sebagai bentuk dukungan Universitas Teknologi Sumbawa terhadap event MotoGP Mandalika.

Rektor UTS, Dr. Chairul Hudaya dalam kesempatan itu mengungkapkan bahwa motor listrik ini adalah buah dari tantangan Gubernur untuk UTS beberapa waktu yang lalu. Dan dibuktikan, anak-anak NTB dapat bersaing dengan daerah lain di bidang engineering.

“Universitas Teknologi Sumbawa pada awalnya 3 bulan yang lalu Gubernur memberikan sebuah challenge bagi civitas akademika  Universitas Teknologi Sumbawa untuk mengembangkan motor listrik, dan akhirnya kita menjawab challenge tersebut,” kata Chairul Hudaya.

Chairul mengatakan, UTS betul-betul ingin menciptakan dunia industri di NTB yang mengedepankan kreativitas IKM/UMKM sesuai dengan visi Gubernur.

“Motor listrik ini adalah hasil dari civitas akademika berkolaborasi dengan UMKM lokal, hal ini membuktikan bahwa anak-anak putra putri terbaik di Sumbawa ini bisa berkarya,” tegasnya.

Ke depan,  UMKM yang ada di Kabupaten Sumbawa dapat menciptakan inovasi yang dapat bermanfaat bagi masyarakat Sumbawa dan NTB pada umumnya.

Kapolda NTB, Irjen Pol Muhammad Iqbal yang hadir dalam acara peresmian itu mencoba mengendarai sepeda motor listrik tersebut. Ia mengatakan bahwa sepeda motor listrik ini adalah karya yang berbeda dari motor listrik lainnya.

“Ini hebat, spektakuler, saya pernah menggunakan sepeda motor listrik sebelumnya, tapi ini beda, ini membuktikan bahwa Sumbawa hebat, the best,” kata Kapolda NTB dengan ekspresi riang.

AYA/HmsNTB




UPDATE Covid-19: Hari Kamis,  04 Juni, Bertambah 52 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 24 Orang, Pasien Meninggal 3 (tiga) Orang

Kasus kematian karena Covid-19 sebagian besar disertai dengan penyakit tidak menular, seperti penyakit kardiovaskular (hipertensi, jantung), diabetes melitus, atau penyakit paru kronis.

MATARAM.lombokjournal.com –  Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratroium PCR RS Unram, dan Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark mengkonfirmasi adanya tambahan 52 pasien  positif Covid-19, dan Pasien yang dinyatakan sembuh 24 orang, pasien meninggal 3 (tiga) orang.

Dalam press release hari Kamis (04/06/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat,  Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 562 sampel dengan hasil 498 sampel negatif, 12  sampel positif ulangan, dan 52 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien dinyatakan sembuh 24 orang, dan pasien meninggal 3 (tiga) orang.

Lalu Gita Ariadi

Dijelaskan,  adanya tambahan 52 kasus baru terkonfirmasi positif, 24 tambahan sembuh baru, dan 3 (tiga) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (4/6/2020) sebanyak 757 orang.

Rincinnya, 323 orang sudah sembuh, 21 meninggal dunia, serta 413 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Ariadi.

Hal itu dilakukan guna mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19,

Menurut Lalu Gita,  semakin banyaknya kasus Covid-19 pada kelompok usia bayi dan balita maka masyarakat diharapkan untuk lebih waspada terhadap penularan penyakit tersebut karena kelompok usia ini rentan terhadap penularan penyakit.

“Orang tua harus lebih perhatian terhadap kesehatan bayi dan balitanya serta tidak membawa mereka keluar rumah tanpa pengawasan dan berkumpul di tempat-tempat keramaian.” katanya

BERTAMBAH 52 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 24  ORANG, PASIEN MENINGGAL 3 (TIGA) ORANG

 Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 706, an. Tn. AS, laki-laki, usia 20 tahun, penduduk wilayah Desa Suntalangu, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Bali. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Labuhan Haji dengan kondisi baik;
  2. Pasien nomor 707, an. Ny. EF, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Desa Gunung Sari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  3. Pasien nomor 708, an. Ny. FS, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  4. Pasien nomor 709, an. Ny. APW, perempuan, usia 22 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang Permai, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  5. Pasien nomor 710, an. Ny. NTU, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Bertais, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  6. Pasien nomor 711, an. Ny. YE, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Mayura, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  7. Pasien nomor 712, an. Ny. IASS, perempuan, usia 44 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Utara, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  8. Pasien nomor 713, an. Ny. EPF, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Karang Pule, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  9. Pasien nomor 714, an. Ny. CD, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Karang Baru, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  10. Pasien nomor 715, an. Tn. AF, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  11. Pasien nomor 716, an. Ny. IAPYA, perempuan, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  12. Pasien nomor 717, an. Tn. LS, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Pejanggik, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  13. Pasien nomor 718, an. Tn. A, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Desa Ranggagata, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  14. Pasien nomor 719, an. Tn. Z, laki-laki, usia 49 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Selatan Baru, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  15. Pasien nomor 720, an. An. AMO, perempuan, usia 2 tahun, penduduk wilayah Puskesmas Babakan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  16. Pasien nomor 721, an. Tn. G, laki-laki, usia 49 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Selatan, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  17. Pasien nomor 722, an. Ny. M, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Desa Kawo Pujut, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  18. Pasien nomor 723, an. Tn. DK, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Desa Labulia Jonggat, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga dengan kondisi baik;
  19. Pasien nomor 724, an. Tn. RA, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Desa Tiwugalih, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga dengan kondisi baik;
  20. Pasien nomor 725, an. Tn. GWS, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Janggawana, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga dengan kondisi baik;
  21. Pasien nomor 726, an. Tn. JA, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga dengan kondisi baik;
  22. Pasien nomor 727, an. Ny. JA, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Midang, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga dengan kondisi baik;
  23. Pasien nomor 728, an. Ny. NNAN, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Taman Sari , Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala  Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga dengan kondisi baik;
  24. Pasien nomor 729, an. Tn. FB, laki-laki, usia 79 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  25. Pasien nomor 730, an. Tn. J, laki-laki, usia 21 tahun, penduduk Desa Parampuan, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;
  26. Pasien nomor 731, an. Tn. T, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Desa Meninting, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  27. Pasien nomor 732, an. Tn. HA, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Selatan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 nomor 333. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;
  28. Pasien nomor 733, an. Tn. BS, laki-laki, usia 49 tahun, penduduk wilayah Desa Senteluk, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;
  29. Pasien nomor 734, an. An. DS, laki-laki, usia 4 tahun, penduduk Desa Senteluk, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;
  30. Pasien nomor 735, an. Ny. Z, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Desa Meninting, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;
  31. Pasien nomor 736, an. An. DFAM, perempuan, usia 12 tahun, penduduk Desa Meninting, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;
  32. Pasien nomor 737, an. Nn. NS, perempuan, usia 22 tahun, penduduk Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  33. Pasien nomor 738, an. Ny. NNW, perempuan, usia 52 tahun, penduduk Desa Ganggelang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Utara dengan kondisi baik;
  34. Pasien nomor 739, an. An. LE, laki-laki, usia 18 tahun, penduduk Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Magetan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Utara dengan kondisi baik;
  35. Pasien nomor 740, an. An. LH, laki-laki, usia 19 tahun, penduduk Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Magetan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Utara dengan kondisi baik;
  36. Pasien nomor 741, an. Ny. DMRB, perempuan, usia 65 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan daerah terjangkit. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  37. Pasien nomor 742, an. Tn. ET, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Monjok, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  38. Pasien nomor 743, an. Tn. GR, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  39. Pasien nomor 744, an. Tn. Z, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Kelurahan Sayang Sayang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  40. Pasien nomor 745, an. Tn. AK, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  41. Pasien nomor 746, an. Ny. H, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Tanak Beak, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 503. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Tengah dengan kondisi baik;
  42. Pasien nomor 747, an. An. MSHK, laki-laki, usia 2 tahun, penduduk Desa Tanak Beak, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 503. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Tengah dengan kondisi baik;
  43. Pasien nomor 748, an. An. AFZ, laki-laki, usia 4 tahun, penduduk Desa Tanak Beak, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 503. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Tengah dengan kondisi baik;
  44. Pasien nomor 749, an. An. N, laki-laki, usia 2 tahun, penduduk Desa Ranggagata, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  45. Pasien nomor 750, an. Ny. JWL, perempuan, usia 20 tahun, penduduk Desa Kopang Rembiga, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  46. Pasien nomor 751, an. Ny. N, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Desa Penujak, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Jakarta. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Tengah dengan kondisi baik;
  47. Pasien nomor 752, an. Ny. K, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Desa Bonjeruk, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Tengah dengan kondisi baik;
  48. Pasien nomor 753, an. Tn. FS, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Desa Sukarara, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Tengah dengan kondisi baik;
  49. Pasien nomor 754, an. Ny. A, perempuan, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Getap Timur, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
  50. Pasien nomor 755, an. Ny. SK, perempuan, usia 62 tahun, penduduk wilayah Puskesmas Babakan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga dengan kondisi baik;
  51. Pasien nomor 756, an. Ny. IAF, perempuan, usia 40 tahun, penduduk wilayah Puskesmas Babakan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 755. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga dengan kondisi baik;
  52. Pasien nomor 757, an. Tn. M, laki-laki, usia 44 tahun, penduduk Desa Pasir Putih, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Bangladesh. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Sumbawa Barat dengan kondisi baik.

Hari Kamis ini terdapat penambahan 24 orang yang sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif, yaitu :

  1. Pasien nomor 123, an. Tn. MS, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Malaju, Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu;
  2. Pasien nomor 129, an. Tn. ST, laki-laki, usia 16 tahun, penduduk Desa Keramat, Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu;
  3. Pasien nomor 132, an. Tn. AS, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Desa Malaju, Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu;
  4. Pasien nomor 133, an. Tn. MA, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Desa Suka Damai, Kecamatan Manggalewa, Kabupaten Dompu;
  5. Pasien nomor 134, an. Tn. I, laki-laki, usia 37 tahun, penduduk Desa O’o, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  6. Pasien nomor 139, an. Tn. MMS, laki-laki, usia 70 tahun, penduduk Desa Dorotangga, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  7. Pasien nomor 143, an. Tn. Y, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Desa Malaju, Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu;
  8. Pasien nomor 161, an. Ny. R, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Pejarakan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  9. Pasien nomor 181, an Ny. MD, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Dayan Peken, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  10. Pasien nomor 300, an. Tn. S, laki-laki, usia 53 tahun, penduduk Desa Soritatanga, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu;
  11. Pasien nomor 309, an. Tn. Z, laki-laki, usia 53 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, kota Mataram;
  12. Pasien nomor 318, an. An. ANZ, perempuan, usia 3 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  13. Pasien nomor 327, an. An. NS, perempuan, usia 15 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Barat, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  14. Pasien nomor 345, an. Ny. SS, perempuan, usia 56 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kabupaten Kota Mataram;
  15. Pasien nomor 348, an. Ny. S, perempuan, usia 80 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  16. Pasien nomor 354, an. Ny. A, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  17. Pasien nomor 372, an. An. HK, laki-laki, usia 7 bulan, penduduk Desa Kateng, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah;
  18. Pasien nomor 377, an. By. MB, laki-laki, usia 3 bulan, penduduk Kelurahan Ampenan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  19. Pasien nomor 395, an. Ny. L, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Desa Kateng, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah;
  20. Pasien nomor 396, an. Ny. P, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Kateng, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah;
  21. Pasien nomor 426, an. Tn. LRB, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  22. Pasien nomor 516, an. An. NA, perempuan, usia 2 tahun, penduduk Desa Mujur, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah;
  23. Pasien nomor 519, an. Ny. AS, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Jontlak, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah;
  24. Pasien nomor 520, an. An. A, perempuan, usia 1 bulan, penduduk Desa Tanak Awu, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah.

Hari ini juga terdapat penambahan 3 (tiga) kasus kematian baru, yaitu

  1. Pasien nomor 587, an. Tn. B, laki-laki, usia 47 tahun, penduduk Desa Kedaro, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat;
  2. Pasien nomor 589, an. Tn. T, laki-laki, usia 65 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  3. Pasien nomor 754, an. Ny. A, perempuan, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Getap Timur, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram.

Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, Lalu Gita Ariadi kembali menegaskan, kasus kematian karena Covid-19 sebagian besar disertai dengan penyakit tidak menular, seperti penyakit kardiovaskular (hipertensi, jantung), diabetes melitus, atau penyakit paru kronis.

“Karena itu, diharapkan  masyarakat yang memiliki penyakit tidak menular seperti di atas untuk lebih menjaga kesehatan, segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat, dan berupaya mencegah terinfeksi Covid-19 dengan cara tidak keluar rumah, memakai masker bila harus keluar rumah, melakukan social distancing, sering cuci tangan, dan tidak merokok,” kata Sekda..

AYA/Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemik Covid-19 NTB  di nomor 0818 0211 8119. 




NTB Belum Penuhi Syarat Lakukan New Normal

Penerapan new normal harus mengacu pada kriteria yang telah ditetapkan

MATARAM.lombokjournal.com — Dari sejumlah syarat menuju new normal, ternyata di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) belum saatnya lakukan New Normal

Sebab syarat-syarat menuju new normal belum terpenuhi.  Seperti kriteria epidemiologi, presentase kasus positif, curva kasus positif covid-19 yang harus landai dalam tiga minggu, ketersediaan fasilitas rumah sakit rujukan dan satelit, tenaga kesehatan serta sejumlah syarat lainnya.

Dari statistik persentase positif rate perminggu masih di atas 5 persen. Padahal syarat new normal adalah positif ratenya di bawah 5 persen.

Selain itu, kriteria epidemiologi terdapat lima syarat yang harus dipenuhi yakni penurunan minimal 50 persen selama 3 minggu sejak puncak, jumlah sampel positif kurang dari 5 persen selama dua pecan.

Selain itu, harus mampu mengupdate 80 persen kasus berasal dari tracing contact atau daftar kontak dan dapat di kaitkan dengan klaster, apakah ada penurunan jumlah kematian, apakah ada penurunan berkelanjutan jumlah perawatan di rumah sakit dan IGD.

Wakil Gubernur NTB Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengatakan Pemprov NTB tidak menerapkan new normal tetapi penerapan new normal merupakan kewenangan dari bupati atau walikota.

Namun Wagub Hj Sitti Rohmi meminta kepada daerah yang ingin menerapkan new normal untuk melakukan kajian dan telaah sebelum memutuskan penerapan new normal tersebut.

Ditegaskan, ada sejumlah syarat yang harus di penuhi sebelum menerapkan new normal. Keputusan apakah menerapkan  new normal dikembalikan ke pimpinan daerah di masing masing kabupaten/kota,

“Saya berharap para bupati dan walikota melakukan kajian dan telaah serta bijaksana dalam memutuskan, karena new normal merupakan tanggung jawab penuh Kepala Daerah bersangkutan,” ujar Ummi Rohmi saat memberikan keterangan pers di Posko Satgas Covid-19 di Gedung Sangkareang Kantor Gubernur NTB, Kamis (04/06/20).

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi.

Ditegaskan, penerapan new normal harus mengacu pada kriteria yang telah ditetapkan.

Dari 10 kabupaten kota tersebut, hanya Dompu yang baru memenuhi satu kriteria yakni update tracing contact dari pasien positif.

Secara tidak langsung ditegaskan, 10 kabupaten/kota di NTB belum memenuhi kriteria penerapan new normal. Namun dr. Eka mengisyaratkan, kondisi saat ini berdasarkan statistik kasus semua daerah di NTB belum memenuhi kriteria untuk menerapkan new normal.

Ia pun menambahkan untuk mengetahui apakah penerapan new normal bisa di laksanakan atau tidak oleh kabupaten/kota di NTB akan dipantau selama dua minggu ke depan terhitung mulai hari  Selasa (04/06).

“Kita lihat dua minggu ke depan terhitung mulai hari ini,  Selasa (04/06), bagaimana perkembangannya apakah curva menurun dan positif rate nya di bawah lima persen atau bagaimana, kita tidak tahu perkembangannya nanti bagaimana, kita tunggu saja,” kata dr Eka.

Sebelumnya Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah menyatakan tiga daerah di Pulau Sumbawa dinilai paling siap melaksanakan new normal, yakni Kota Bima, Kabupaten Bima dan Dompu mengacu pada angka positif Covid-19 yang rendah.

AYA/HmsNTB.




Gubernur Zul Bangga Dengan Semangat Dan Kekompakan Jajaran TNI-POLRI

TNI-POLRI diilai selalu kompak dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Sehingga masyarakat merasa aman, nyaman dan tentram dalam beraktivitas setiap hari

lombokjournal.com —

BIMA   ;   Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah melakukan kunjungan kerja di Kota dan Kabupaten Bima, bersma ditemani Kapolda NTB, Irjen Pol. M. Iqbal, S.I.K., MH, Danrem 162/WB, Kol. CZi Ahmad Rizal Ramdhani, Kepala Kejaksaan Tinggi serta sejumlah kepala OPD Tingkat Provinsi NTB Kamis (04/06/20).

Tiba di Bandara Sultan Salahuddin Bima sekitar pukul 08.45 Wita, orang nomor satu di NTB dan Anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Fokopimda) itu, disambut Walikota Bima, H. M. Lutfi, Wakil Bupati Bima, M. Dahlan dan sejumlah pejabat lingkup Kabupaten dan Kota Bima.

Gubernur Zul dan rombongan kemudian menuju Markas Polisi Resort Bima Kota. Di Mapolres itu, Gubernur Bang Zul bersilaturrahim dan memberikan semangat Anggota Polri yang membantu pemerintah mengatasi berbagai permasalahan yang terjadi saat ini. Terutama yang berkaitan dengan penanganan Penyebaran COVID-19 di NTB.

Di Mapolres itu, Bang Zul menyampaikan rasa bangganya atas kinerja jajaran TNI Polri membantu pemerintah daerah manangani penyebaran COVID-19.

Sehingga , dalam waktu tidak terlampau lama, Kota Bima, Kabupaten Bima dan Dompu diproyeksikan menjadi daerah yang akan menerapkan kenormalan baru atau new normal.

“Kami bangga pada teman-teman semua,” ungkap Bang Zul.

TNI-POLRI diilai selalu kompak dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Sehingga masyarakat merasa aman, nyaman dan tentram dalam beraktivitas setiap hari.

Gubernur Zul juga mengucapkan minal Aidin wal Faidzin kepada seluruh jajaran TNI Polri Bima Kota, jika ada hal yang kurang berkenan,

“Semoga saat yang tidak biasa, Bima akan menjadi new normal dalam waktu dekat,” katanya

Kapolda NTB, menyampaikan di awal menunaikan tugasnya menjadi Kepolda, ia mengaku ditemani dan dikuatkan oleh Gubernur dan Danrem dan Kajati serta masyarakat.

“Ini merupakan sebuah kebanggaan, Saya sebagai orang baru memohon doa dan dukungan, untuk amanah menjalankan tugas,” kata Kapolda.

Dijelaskannya, yang paling mulia adalah bagaimana merebut kepercayaan masyarakat. Karena itu, setiap memecahkan masalah harus dilakukan dengan persuasif.

“Jangan sekali-kali sakiti hati masyarakat,” tegasnya.

Danrem 162 WB menyampaikan, kehadirannya di Kota Bima dalam rangka mendampingi Gubernur dan Kapolda untuk mendukung dan memberi semangat jajaran TNI-Polri dalam rangkaian pencegahan COVID-19.

“Anggota TNI Polri adalah saudara kandung, ibu kandung adalah rakyat,” tegasnya.

Karena itu katanya, jangan sekali menyakiti rakyat dan selalu berikan yang terbaik untuk rakyat.

Di Mapolres tersebut, Gubernur, Kalolda, Danrem dan Kajati menyerahkan bantuan kepada masyarakat.

Dari Mapolres Bima Kota,  Gubernur Bang Zul dan rombongan kemudian bersilaturahim dengan jajaran Anggota Polres Bima.

Ini juga dalam rangka memberikan support dan semangat untuk terus memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat.

AYA/HmsNTB




Bunda Niken Luncurkan Bantuan untuk Guru di Desa Malaka, Lombok Utara

Lombok Utara memiliki PAUD terbanyak di NTB, itu semua menjadi tantangan bagi guru-guru untuk terus mengingatkan peserta didik untuk selalu menjaga kesehatan

KLU.lombokjoural.com — Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) sekaligus Bunda PAUD Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah meluncurkan seribu paket sembako.

Paket berupa makanan tambahan, masker kain, peralatan cuci tangan kepada Guru PAUD Non PNS/ Non Sertifikasi yang terdampak Covid-19, yang diluncurkan di PAUD Islam Asy-Syifa’ NW, Teluk Nara, Lombok Utara, Kamis (04/06/20).

Didampingi Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan beserta Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Bunda Niken disambut gembira oleh anak-anak PAUD Islam Asy-Syifa sambil bertepuk tanga.

Bunda PAUD juga menyempatkan diri untuk mengajar cara cuci tangan yang tepat dan pemakaian masker agar tetap sehat.

Bunda Niken, menyampaikan terimakasih kepada seluruh guru-guru yang hingga saat ini istiqamah memberikan pembelajaran kepada anak-anak bangsa.

Menurutnya, guru merupakan salah satu corong utama dalam mencerdaskan generasi penerus bangsa.

“Semua guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa, Covid-19 ini memberikan dampak kepada kita semua, termasuk guru Non PNS dan Non Sertifikasi, bantuan paket sembako ini merupakan bagian kecil dari ucapan terimakasih kami kepada guru-guru PAUD yang hingga saat ini istiqamah memberikan perhatian mencerdaskan generasi penerus bangsa,” ungkap Bunda Niken.

Bunda Nikeni berharap, bantuan tersebut benar-benar bermanfaat bagi guru-guru yang Terdampak Covid-19.

“Kami berharap, selama pandemi Covid-19 ini, bantuan yang diluncurkan hari ini bermanfaat untuk guru Non PNS yang ada di Lombok utara,” harapnya.

Lombok Utara memiliki PAUD terbanyak di NTB, itu semua menjadi tantangan bagi guru-guru untuk terus mengingatkan peserta didik untuk selalu menjaga kesehatan. Terlebih, anak-anak positif Covid-19 di NTB yang cukup tinggi.

“Kabupaten Lombok utara memiliki PAUD terbanyak di NTB. Itu semua harus kita perhatikan, tidak hanya pendidikan anak-anak kita, tapi juga kesejahteraan mereka,” kata bunda Niken sambil mengingatkan anak-anak untuk selalu menggunakan masker ketika bermain di luar rumah.

Sementara itu, salah satu guru PAUD Islam Asyifa, Herlinawati (30), mengatakan, kehadiran Bunda Niken menjadi suntikan semangat kepada anak-anak dan para tenaga pengajar.

“Kami bersyukur, bunda Niken kembali bersilaturrahim dengan kami, meski sekolah tempat kami mengajar ini dikelilingi sawah, itu semua tidak menyurutkan semangat bunda Niken untuk hadir memberikan kami suntikan semangat,” ujar Herlinawati.

Alumni Ma’had Darul Qur’an wal Hadits (MDQH) NW Pancor tersebut berharap, silaturrahim bunda PAUD dengan guru-guru terus terjalin, terlebih di masa pandemi saat ini.

“Semoga silaturrahim Bunda Niken terus terjalin hingga masa mendatang,” katanya.

AYA/HmsNTB




UPDATE Covid-19: Hari Rabu,  03 Juni, Bertambah 20 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 2 (dua) Orang. Pasien Meninggal 4 (empat) orang

“Kasus kematian karena Covid-19 sebagian besar disertai dengan penyakit tidak menular, seperti penyakit kardiovaskular (hipertensi, jantung), diabetes melitus, atau penyakit paru kronis,” kata Lalu Gita Ariadi

MATARAM.lombokjournal.com —  Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium TCM RSUD Kota Mataram, dan Laboratroium PCR RS Unram mengkonfirmasi adanya tambahan 20 pasien  positif Covid-19, dan Pasien yang dinyatakan sembuh 2 (dua) orang, pasien meninggal 4 (empat) orang.

Dalam press release hari Rabu (03/06/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat,  Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 97 sampel dengan hasil 69 sampel negatif, 8 (delapan) sampel positif ulangan, dan 20 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien dinyatakan sembuh 2 (dua) orang, dan pasien meninggal 4 (empat).

Lalu Gita Ariadi

Dijelaskan, adanya tambahan 20 kasus baru terkonfirmasi positif, 2 (dua) tambahan sembuh baru, dan 4 (empat) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (03/06/2020) sebanyak 705 orang, dengan perincian 299 orang sudah sembuh, 18 meninggal dunia, serta 388 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

Dikatakan, untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.

BERTAMBAH 15 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 5 (LIMA) ORANG, PASIEN MENINGGAL 4 (EMPAT) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 686, an. Ny. N, perempuan, usia 37 tahun, penduduk wilayah Kelurahan Banjar, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  2. Pasien nomor 687, an. An. SNH, perempuan, usia 13 tahun, penduduk Desa Pringgabaya, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  3. Pasien nomor 688, an. Ny. K, perempuan, usia 62 tahun, penduduk Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
  4. Pasien nomor 689, an. Tn. I, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Desa Tanak Awu, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 520. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Tengah dengan kondisi baik;
  5. Pasien nomor 690, an. Tn. U, laki-laki, usia 59 tahun, penduduk Desa Labuhan Lombok, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Labuhan Haji dengan kondisi baik;
  6. Pasien nomor 691, an. Tn. AF, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Desa Anggaraksa, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 580. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Labuhan Haji dengan kondisi baik;
  7. Pasien nomor 692, an. Ny. RI, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Desa Sakra, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 441. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Labuhan Haji dengan kondisi baik;
  8. Pasien nomor 693, an. Tn. LSH, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Desa Sakra, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 441. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Labuhan Haji dengan kondisi baik;
  9. Pasien nomor 694, an. An. HA, perempuan, usia 13 tahun, penduduk Desa Sakra, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 441. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Labuhan Haji dengan kondisi baik;
  10. Pasien nomor 695, an. Tn. S, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Desa Sakra, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 441. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Labuhan Haji dengan kondisi baik;
  11. Pasien nomor 696, an. An. ANC, perempuan, usia 8 tahun, penduduk Desa Sakra, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 441. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Labuhan Haji dengan kondisi baik;
  12. Pasien nomor 697, an. Tn. M, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Desa Sakra, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 441. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Labuhan Haji dengan kondisi baik;
  13. Pasien nomor 698, an. Ny. IP, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Desa Anggaraksa, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Labuhan Haji dengan kondisi baik;
  14. Pasien nomor 699, an. Tn. MA, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Desa Dames Damai, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Selong dengan kondisi baik;
  15. Pasien nomor 700, an. Ny. NP, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Desa Kelayu Selatan, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Labuhan Haji dengan kondisi baik;
  16. Pasien nomor 701, an. An. MFR, laki-laki, usia 1,7 tahun, penduduk Desa Sakra, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 440. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Labuhan Haji dengan kondisi baik;
  17. Pasien nomor 702, an. Tn. AM, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Desa Aikmel Timur, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 443. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Labuhan Haji dengan kondisi baik;
  18. Pasien nomor 703, an. An. MG, laki-laki, usia 9 tahun, penduduk Desa Aikmel Timur, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 443. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Labuhan Haji dengan kondisi baik;
  19. Pasien nomor 704, an. Tn. S, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Desa Batuyang, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Labuhan Haji dengan kondisi baik;
  20. Pasien nomor 705, an. Tn. ME, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Desa Kediri Induk, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19;

Hari Rabu terdapat penambahan.2 (dua) orang yang sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif, yaitu :

  1. Pasien nomor 157, an. Tn. AM, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram.
  2. Pasien nomor 360, an. Tn. AJ, laki-laki, usia 19 tahun, penduduk Desa Kramajaya, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat.

Hari Rabu ini juga terdapat penambahan 4 (empat) kasus kematian baru, yaitu ;

  1. Pasien nomor 431, an. Tn. YS, laki-laki, usia 61 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 551, an. Ny. BK, perempuan, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Selatan, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  3. Pasien nomor 688, an. Ny. K, perempuan, usia 62 tahun, penduduk Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah;
  4. Pasien nomor 705, an. Tn. ME, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Desa Kediri Induk, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat.

SEKDA NTB sebagai Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, Lalu Gita Ariadi mengingatkan,  semakin banyaknya kasus Covid-19 pada kelompok usia bayi dan balita maka masyarakat diharapkan untuk lebih waspada terhadap penularan penyakit tersebut, karena kelompok usia ini rentan terhadap penularan penyakit.

Dikatakan, orang tua harus lebih perhatian terhadap kesehatan bayi dan balitanya serta tidak membawa mereka keluar rumah tanpa pengawasan dan berkumpul di tempat-tempat keramaian.

“Kasus kematian karena Covid-19 sebagian besar disertai dengan penyakit tidak menular, seperti penyakit kardiovaskular (hipertensi, jantung), diabetes melitus, atau penyakit paru kronis,” kata Lalu Gita Ariadi.

Diingatkan, masyarakat yang memiliki penyakit tidak menular seperti penyakit kardiovaskular (hipertensi, jantung), diabetes melitus, atau penyakit paru kronis untuk lebih menjaga kesehatan, segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat, dan berupaya mencegah terinfeksi Covid-19 dengan cara tidak keluar rumah, memakai masker bila harus keluar rumah, melakukan social dan physical distancing, sering cuci tangan, dan tidak merokok.

AYA/Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemik Covid-19 NTB  di nomor 0818 0211 8119.

 




Pandemi Covid-19; Momentum Bangkitnya Industrialisasi Di NTB

Gubernur NTB sering menyebut moment pandemi Covid-19 ini sebagai Blessing in disguise atau berkah tersembunyi

MATARAM.lombokjournal.com — Bencana global Pandemi Covid-19 yang tengah menghantui berbagai belahan dunia, justeru menjadi momentum menggeliatnya industrialisasi lokal di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Industrialisasi sendiri merupakan salah satu program unggulan NTB Gemilang di bawah kepemimpinan Gubernur Dr. Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur Sitti Rohmi Djalilah, yang diusung sejak awal kepemimpinannya tahun 2019.

Bang Zul, panggilan akrab Gubernur NTB sering menyebut moment pandemi Covid-19 ini sebagai Blessing in disguise atau berkah tersembunyi.

Pasalnya, dengan diterapkannya pembatasan di berbagai aspek kehidupan masyarakat membuat Pemerintah harus mengerahkan seluruh tenaga untuk tetap menggerakkan prekonomian masyarakatnya.

 

Provinsi NTB menjadi provinsi pertama yang mengambil langkah berani dengan memberikan Jaring Pengaman Sosial (JPS) yang dikenal sebagai JPS Gemilang bagi masyarakat.

JPS Gemilang sendiri bukan bantuan biasa yang diberikan pada masyarakat. Bantuan ini melibatkan 534 IKM dan UKM lokal asli masyarakat NTB.

Di NTB sendiri banyak memproduksi produk sembako lokal yang berkualitas dan melimpah. Dari beras, ikan, kopi, minyak, dan beraneka kebutuhan pokok lainnya.

Pemprov NTB berinisiatif mengemas bantuan JPS Gemilang 100 persen dengan memanfaatkan produk lokal. Dengan begitu sektor perekonomian masyarakat bisa tetap hidup.

“Kami selalu punya anggapan bahwa setiap keadaan, krisis dan kesulitan itu pasti ada peluangnya,” kata Gubernur Zul

Dari ratusan IKM/UKM tersebut, terdapat 15 item pokok produk lokal untuk mengkaver bantuan pemerintah Provinsi NTB.

item-item tersebut, diantaranya bantuan seperti Beras, Garam, Ikan Kering, Minyak Kelapa, Abon, Gula Aren, Minyak Kayu Putih, Kopi, Teh Kelor, Serbat Jahe, Susu Kadelai, Masker, Sabun, Kue Kering Dan Goody Bag Vinyl.

Dari semua produk-produk lokal itu telah melibatkan IKM/UKM yang tersebar di seluruh kabupaten kota se-NTB. Terdapat 126 IKM/UKM dari Kota Mataram, Lombok Barat 74 IKM/UKM, Lombok Tengah 44 IKM/UKM, KLU 54 IKM/UKM, Lombok Timur 71 IKM/UKM, KSB 29 IKM/UKM, Sumbawa 26 IKM/UKM, Dompu 41 IKM/UKM, Bima 30 IKM/UKM Dan Kota Bima 36 IKM/UKM.

Sehingga total IKM/UKM yang terlibat dalam progran JPS Gemilang sebanyak 534 industri dan usaha lokal maysarakat NTB.

Diberdayakannya IKM dan UKM lokal di NTB diharapkan Gubernur NTB akan berdampak bukan hanya selama pandemi Covid-19 tetapi juga untuk keberlangsungan industrialisasi di NTB di masa yang akan datang.

AYA/HmsNTB




Rakor Bakohumas, Sinkronkan Strategi Pencegahan Covid-19 dan Pengawasan JPS Gemilang

“Penambahan kasus di NTB membuat kita harus tetap berjuang keras menghadirkan konten yang mengedukasi dan mengajak masyarakat untuk tetap produktif, namun tetap harus mematuhi protokol kesehatan Covid-19,” kata Sekda NTB

MATARAM.lombokjournal.com —  Rapat Koordinasi (Rakor) Kehumasan, yang tergabung dalam wadah Badan Koordinasi Kehumasan (Bakohumas) diselenggarakan oleh Humas Provinsi NTB dengan menghadirkan Kepala Bagian Humas, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Humas Korem 162/WB, Humas Diskominfotik Kabupaten/Kota dan Humas Polda NTB, di Ruang Rapat Anggrek, Kantor Gubernur NTB, Rabu, (03/06/20).

Kegiatan Rakor diawali dengan Humas kabupaten/kota se-Pulau Lombok, kemudian Rakor direncanakan akan dilanjutkan dengan Humas kabupaten/kota se-Pulau Sumbawa.

Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Drs. H. L. Gita Ariadi, M.Si, membuka Rakor Bakohumas didampingi Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi NTB, Najamuddin Amy, S.Sos., M.M.

Sekda memberikan apresiasi dan sangat menyambut baik Bakohumas yang digagas oleh Biro Humas Provinsi NTB tersebut.

Menurutnya, langkah ini menjadi kewajiban insan Humas dan menyatukan strategi dan langkah dalam menyampaikan informasi kepada media.

“Humas adalah pasukan perang, harus selalu hadir dalam memberikan informasi kepada media dan masyarakat,” ujarnya.

Sekda mengatakan, menjadi tugas utama Humas dan Diskominfotik saat ini, baik Provinsi, Kabupaten/kota dan humas instansi vertikal lainnya di NTB yaitu membentuk publik opini yang baik, untuk mengedukasi melalui konten yang menenangkan masyarakat pada masa pandemi Covid-19.

Menurutnya, kesamaan pandangan dan opini publik sangat berpengaruh besar dalam proses penanganan Covid-19 di NTB.

Pergerakan arus informasi yang positif dan negatif di media sosial harus mampu ditanggapi dengan terstruktur, sesuai dengan data dan fakta, untuk memuaskan masyarakat.

Untuk itu, Humas dan Diskominfotik  Provinsi, Kabupaten/kota dan instansi vertikal harus memiliki visi yang sama dan satu kata dalam memberikan informasi yang mengedukasi masyarakat.

“Humas harus menghindari konflik informasi, agar pesan sampaikan dengan baik sebagai pencerahan kepada masyarakat,” katanya.

Sekda meminta Humas Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk menyusun berbagai strategi, untuk terus dijalankan dalam memutus rantai penyebaran Covid-19 di NTB.

“Penambahan kasus di NTB membuat kita harus tetap berjuang keras menghadirkan konten yang mengedukasi dan mengajak masyarakat untuk tetap produktif, namun tetap harus mematuhi protokol kesehatan Covid-19,” kata Sekda.

Diharapkan, kegiatan Bakohumas semacam ini harus rutin digelar, hal ini sebagai salah satu upaya menyatukan langkah dalam memberikan edukasi masyarakat.

“Silahkan memanfaatkan forum seperti ini untuk konsolidasi, bagaimana menyampaikan informasi melalui media, kita selalu dituntut memberikan  informasi  melalui  berbagai  ruang untuk menyadarkan  masyarakat,” pintanya.

Ditambahkan Sekda, Humas dituntut untuk membuat narasi yang mampu menyadarkan masyarakat yang masih belum menyadari pentingnya mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

Strategi dan pemilihan diksi, pemilihan isu, koodinasi dengan semua sektor harus tetap berjalan, agar selalu satu langkah membangun opini positif untuk menerapkan Protokol Covid-19 di NTB.

“Semoga dengan hal ini badai wabah ini akan cepat berlalu,” harapnya.

Pencegahan Covid-19 dan Pengawasan JPS Gemilang

Sebelumnya, Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi NTB, Najamuddin Amy, S.Sos., M.M dalam sambutannya mengatakan, Rakor Bakohumas ini merupakan langkah untuk meningkatkan koordinasi dengan kabupaten/kota.

Koordinasi dalam rangka sinkronisai langkah pencegahan penyebaran Covid-19 dan peran pengawasan kabupaten/kota terhadap distribusi Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang tahap II di NTB.

Najamuddin meminta Humas harus mampu memanfaatkan dengan maksimal keberadaan media sosial yang dimiliki kabupaten/kota untuk melakukan sosialisasi program kerja pemerintah, khususnya pada masa pandemi Wabah Covid-19 saat ini.

Humas harus lebih banyak memproduksi konten-konten positif yang mampu mencerahkan, mengedukasi masyarakat terkait pencegahan penyebaran Covid-19 di NTB.

Najam berharap, konten-konten positif tersebut harus satu kata, dan terkoneksi dengan seluruh medsos Humas, baik provinsi, kabupaten/kota dan instansi vertikal lainnya di NTB.

Diharapan, dengan koneksi dan sinkronisasi media sosial provinsi dan kabupaten/kota se-NTB akan mampu menyelaraskan informasi dan konten edukasi yang disampaikan kepada masyarakat.

Dengan demikian, tanggapan positif dan negatif dari publik dapat dikelola dan direspon dengan cepat dan akurat sesuai data dan fakta yang sesungguhnya.

AYA/HmsNTB.




Satgas BUMN NTB Serahkan Bantuan APD Tahap II Kepada Pemda KLU

Penyerahan bantuan itu sebagai bentuk apresiasi kepedulian dan empati BUMN kepada Pemda KLU menangani Covid-19

TANJUNG.lombokjournal.com —  Satgas BUMN menyerahkan bantuan kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, melalui Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 KLU di Posko Tanjung, Selasa (02/06/20).

Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH MH didampingi Wakil Bupati H. Sarifudin, SH MH, dan Sekda KLU Drs. H.Suardi, MH beserta jajaran Satgas Covid-19 KLU menerima bantuan dari Satgas BUMN NTB, berupa APD tenaga medis penanganan Covid-19 Kabupaten Lombok Utara.

Dengan rincian terdiri atas 50 Set Hazmat dan 200 Set Sarung Tangan Karet.

Sebelumnya, tiga pekan yang lampau, tahap pertama diberikan pula bantuan 40 Set APD,40 Masker N95, 40 Sarung Tangan Karet, 10 Set Sepatu Boots, 10 Set Face Shield Standard, 10 Set Godgles.

Bertempat di Posko Satuan Gugus Tugas Covid-19 KLU, diserahkan  secara simbolis oleh perwakilan BUMN NTB dari BRI Mataram Ucok Septo L Tobing, guna menunjang percepatan penanganan Covid-19 di Kabupaten Lombok Utara.

Penyerahan bantuan itu sebagai bentuk apresiasi kepedulian dan empati BUMN kepada Pemda KLU menangani Covid-19.

Sambutan hangat dan ucapan terima kasih dari Pemda KLU disampaikan oleh Bupati Najmul sekaligus mewakili masyarakat Lombok Utara. Merasa lega karena bantuan tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah KLU Drs. H. Suardi MH menyatakan saat ini banyak yang telah membantu, termasuk tadi dari BUMN Peduli. Bahkan sudah dilakukan dua kali.

“Berikhtiar melayani masyarakat untuk pencegahan dan pengendalian Covid-19. Berbicara cukup dan kurang relatif, namun dengan melihat kondisi sekarang boleh dikatakan relatif terpenuhi,” tuturnya.

Namun kebutuhan APD bagi para medis, lanjutnya, menyangkut APD tersebut sekali pakai. Oleh karena itu, kebutuhan APD bagi tenaga kesehatan memerlukan kebutuhan secara khusus.

Pelaksana Tugas Satgas BUMN NTB Pari Wijaya menyatakan, Satgas BUMN NTB bersinergi dengan Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota di seluruh wilayah NTB sebagai wujud nyata BUMN Untuk Indonesia.

Bantuan Satgas BUMN NTB di Lombok Utara merupakan tahap kedua, disesuaikan dengan perkembangan pasien Covid-19 yang terus meningkat.

Pihak BUMN berharap, semoga bantuan tersebut dapat bermanfaat, guna membantu masyarakat Lombok Utara khususnya para medis, dalam usahanya menangani pasien dan memutus rantai penularan Covid-19 di Lombok Utara.

Kegiatan diakhiri dengan serah terima bantuan dari Satgas BUMN NTB kepada Pemda KLU

wld/yln.