Kabar Baik,  Hari Selasa 76 Pasien Covid-19 Sembuh, 60 Di antaranya Nakes

Mengingat tingginya angka orang positif tanpa gejala (OTG) di NTB ini, Wakil Gubernur minta tenaga kesehatan untuk mengedukasi pasien OTG agar melaksanakan isolasi mandiri dengan menjalankan aturan isolasi mandiri yang benar

MATARAM.lombokjournal.com —  Evaluasi Penanganan Wabah Pandemi COVID-19 di NTB, Selasa (09/06/20)  di Pendopo Wakil Gubernur NTB membawa kabar baik, yakni tingkat kesembuhan melonjak tinggi yang mana hari sebelumnya hanya mencapai 34 orang, hari Selasa  pasien sembuh mencapai 76 orang.

“Hari ini kita mendapatkan kabar baik, kabar baiknya adalah hari ini pasien sembuh berjumlah 76 orang, dan Alhamdulillah 60 diantaranya adalah tenaga kesehatan,” kata Wakil Gubernur Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah saat membuka rapat evaluasi penanganan COVID-19 ini.

Kurva jumlah pasien sembuh dengan jumlah pasien yang dirawat menunjukkan hasil baik. Walaupun demikian, ia mengungkapkan, penanganan wabah COVID-19 ini harus ditingkatkan, kekompakan harus tetap dijaga agar wabah ini hilang dari provinsi ini.

“Alhamdulillah dengan kekompakan kita semua yang dipimpin oleh pak Gubernur, mudah-mudahan kita dapat menangani wabah COVID-19 ini semakin baik lagi,” ungkapnya.

Ummi Rohmi menyampaikan,  protokol kesehatan COVID-19 adalah hal yang sangat penting untuk diperhatikan oleh masyarakat NTB, mengingat protokol kesehatan adalah salah satu jalan untuk menekan angka penularan Wabah COVID-19 ini.

“Berbicara COVID-19 ini, sampai dengan ditemukannya vaksin nanti, yang paling penting bagaimana kita hidup dengan protokol kesehatan, maka dari itu, edukasi harus terus kita laksanakan,” tutur wagub.

Mengingat tingginya angka orang positif tanpa gejala (OTG) di NTB ini, Wakil Gubernur minta kepada seluruh petugas, utamanya tenaga kesehatan untuk mengedukasi pasien OTG agar melaksanakan isolasi mandiri dengan menjalankan aturan isolasi mandiri yang benar.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi yang turut hadir dalam rapat tersebut menginformasikan, hingga hari Selasa  total pasien COVID-19 berjumlah 857 orang, 485 orang sembuh, dan yang meninggal berjumlah 29 orang.

Untuk meningkatkan penanganan Wabah COVID-19 Nurhandini menyampaikan, Pemerintah Provinsi melaksanakan kegiatan berupa disinfeksi dan sosialisasi terkait protokol kesehatan di tempat-tempat umum.

Selain itu, respon penanggulangan yang dilaksanakan oleh pemerintah di antaranya melakukan pelacakan kontak pasien, Pool Test di 3 Gili yakni sosialisasi dan pelaksanaan, penambahan tenaga kiriman dari Kemenkes, melengkapi alat, bahan/reagen, operasional.

Menambahkan 500 TCM untuk RSUP, RS Manambai, RS Kota Mataram dan ditambah lagi dengan RRS Selong. Selain itu, Pemerintah juga berencana melaksanakan pool test di daerah beresiko seperti pasar, daerah resiko tinggi, pesantren, sekolah.

Gubernur NTB, yang hadir dan menyimak rapat evaluasi tersebut berpesan kepada seluruh peserta rapat untuk tetap menjaga kekompakan dalam menangani wabah Pandemi COVID-19 ini. Ia berharap dengan kekompakan yang dilakukan, NTB dapat terbebas dari wabah ini.

Dalam acara tersebut, turut hadir juga para pimpinan Forkopimda, Ketua DPRD Provinsi NTB, dan beberapa kepala OPD lingkup provinsi NTB.

AYA/HmsNTB.

ay




Suhu di NTB Terasa Dingin, Ini Penjelasan BMKG

Angin dari Australia  membawa udara dingin, karena saat ini di Australia tengah masuk musim dingin

MATARAM.lombokjournal.com —  BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat menjelaskan penyebab cuaca dingin beberapa hari belakangan ini. Akhir-akhir ini suhu udara di Nusa Tenggara Barat terasa dingin pada malam hari.

Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat, Nindya Kirana, mengatakan, salah satu penyebabnya karena adanya angin Monsun yang terjadi akibat perbedaan suhu udara.

Dan tekanan antara belahan bumi selatan dan bumi utara yang disebabkan oleh pergerakan semu tahun matahari.

“Justru suhu udara di musim kemarau lebih dingin daripada saat di musim hujan, karena beberapa faktor seperti angin Monsun, angin musiman yang bersifat periodik,” katanya, dikutip media ini, Rabu (10/06/20).

Angin dari Australia tersebut membawa udara dingin, karena saat ini di Australia tengah masuk musim dingin.

“Saat puncak musim kemarau di NTB sekitar Juli-Agustus,  aktif Monsun Australia atau angin timuran karena di Australia sedang memasuki musim dingin,” ujarnya.

Ia mengatakan cuaca dingin lebih signifikan dirasakan di dataran tinggi dan daerah pegunungan.

Kemudian, faktor lainnya yang memicu suhu udara menjadi dingin karena di musim kemarau dipengaruhi akibat sedikitnya awan yang menutupi permukaan bumi.

“Awan diibaratkan seperti selimut yang dapat menahan dan memancarkan kembali pancaran panas bumi ke atmosfer. Pada musim hujan pertumbuhan awan lebih banyak sehingga malam hari terasa lebih hangat,” ujarnya.

Sebaliknya, jika musim kemarau pertumbuhan awan hampir tidak ada sehingga cuaca di malam hari terasa dingin.

AYA




Membangkitkan Semangat dan Simpati di Tengah Krisis

Iklan positif yang mengandung unsur spirit  dan simpati dapat menjadi pilihan masyarakat untuk berpikir positif

MATARAM.lombokjournal.com — Konsumsi media di era COVID-19 otomatis meningkat bagi masyarakat, saat mereka lebih banyak berada di rumah.

Kegiatan membaca terutama mencari informasi terkait COVID-19 menjadi konsumsi utama.

Namun, yang paling utama dilakukan untuk mengimbangi berbagai informasi yang ada adalah harus ada advertising atau iklan yang membangkitkan semangat dan simpati di tengah krisis.

“Terutama di tengah krisis seperti ini. Kita harus bisa membedakan mana advertising, mana public relation, sampai promosi,” ungkap Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah saat Virtual Jakarta Chief Marketing Officer (CMO) Club: Advertising During Crisis,  Selasa (9/6) 2020 via Zoom.

Iklan positif yang mengandung unsur spirit  dan simpati dapat menjadi pilihan masyarakat untuk berpikir positif.

Apalagi di tengah musibah seperti ini, tentu informasi penyeimbang sangat diperlukan untuk memacu optimisme hidup.

Lalu seperti apa sebenarnya kondisi masyarakat di saat krisis global ini? Direktur Advertising Asia Tenggara The New York Times Reno Ong melihat ada beberapa mindset yang tercipta di masa COVID-19.

“Rasa takut akan pandemi menjadi driver utama. Itu sah-sah saja. Ketakutan itu kemudian mendorong orang untuk mencari informasi lebih dalam setiap waktu. Apa yang sedang terjadi saat ini,” ungkap Reno dalam acara itu

Yang diutarakan Reno merupakan hasil riset kepada pembaca The New York Times di seluruh dunia selama pandemi, mulai dari kawasan Amerika, Eropa, sampai Asia Pasifik.

Pola pikir itu kemudian mendorong orang untuk memiliki jiwa akan bertahan hidup lebih dari biasanya. Menurutnya, salah satu yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana mereka melewati semua ini.

Pasalnya krisis tidak hanya memberikan dampak besar kepada kondisi keuangan, tetapi juga secara sosial.

Namun mau tidak mau kemudian orang harus menerima kenyataan dan mencari distraksi atau kegiatan lain.

“Kita semua sebenarnya ingin break dari yang sedang terjadi. Tertahan di rumah dan mencari jalan keluar. Ada yang kemudian menjadi frustasi. Namun ada yang melihatnya dari sisi positif. Ada harapan jika ini akan segera berakhir dan pandemi adalah waktu untuk mendekatkan diri dengan keluarga,” sambungnya.

Kondisi emosi ini yang kemudian bisa diaplikasikan brand atau perusahaan jika ingin lebih dekat kepada konsumen. Brand pemasang iklan bisa memanfaatkannya dengan memasang advertising atau iklan yang sesuai dengan kondisi

Harapannya, brand pemasang iklan dapat memberi semangat dan memberikan simpati di tengah krisis kepada masyarakat.

Menurut Reno, merasakan apa yang dirasakan oleh publik penting agar brand dapat engage dengan konsumen mereka. Jangan justru membombardir dengan promo serta jualan tidak relevan.

Berdasarkan riset tersebut, sekitar 77 persen pembaca The New York Times justru ingin melihat apa yang ditawarkan oleh brand.

“Dan 66 persen dari mereka ingin melihat perubahan kebijakan apa yang dilakukan brand. Lalu 56 persen berharap brand menambah kebijakan protokol kesehatan kepada produk atau layanannya. Bahkan 51 persen berharap brand menunjukan rencana untuk membuka gerai atau layanan mereka kembali,”  jelasnya.

AYA/HmsNTB

 




Peringatan Kajati NTB, Paket JPS Tak Boleh Ada Permainan Harga

Indikasi adanya selisih harga diharapkan jangan sampai dimanfaatkan oleh oknum yang berniat korupsi

MATARAM.lombokjournal.cpm  —  Kepala kejaksaan tinggi Nusa Tenggara Baratm Nanang Sigit mengingatkan tidak boleh ada permainan harga dalam pengadaan barang dan jasa pada program Jaring Pengaman Sosial (JPS) tahap kedua yang sedang berjalan.

“Harga barang yang dibeli dari Industri Kecil Menengah atau IKM seharusnya wajar atau mengikuti harga normal,” ujar Nanang Sigit usai kunjungan Kapolda NTB di Kantor Kejati Mataram, Rabu  (10/06/20).

Nanang menjelaskan, pada proses pengadaan paket sembako ini pihaknya masih sebatas pencegahan dengan mengedepankan fungsi Perdata dan Tata Usaha Negara untuk pengawasan dan Intelijen pengamanan distribusi .

“Meski sejauh ini belum ada proses hukum tentang permasalahan tersebut  namun ia telah mendapat laporan adanya indikasi selisih harga pengadaan barang pada paket sembako , yaitu minyak goreng dan  masker karena  Harga jauh lebih tinggi dibanding harga pabrikan,” tegasnya

Lebih lanjut Kejai NTB mengingatkan, indikasi adanya selisih harga diharapkan jangan sampai dimanfaatkan oleh oknum yang berniat korupsi.

Sebab pengadaan JPS Gemilang tahap pertama dan kedua dihajatkan untuk menghidupkan IKM maupun UKM lokal yang menyasar 105.000 KK terdampak Covid19 dengan total anggaran 26 miliar rupiah.

AYA




Korem 162 Wira Bhakti Jadi Tipe A, Gubernur Zul Gembira Danrem  Naik Pangkat Brigjen

Pemerintah Provinsi NTB berharap sinergi TNI dengan Pemprov NTB bersama Polri bisa terus terjalin semakin erat

MATARAM.lombokjournal.com —  Komando Resort Militer (Korem) 162 Wira Bhakti naik status menjadi tipe A,  Danrem Ahmad Rizal Ramdani naik pangkat dari Kolonel TNI menjadi Brigjen TNI

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menyampaikan ucapan selamat dan dukungan atas kenaikan status, dan mengaku gembira atas kenaikan pangkat Danrem Ahmad Rizal Ramdani.

Dan ia juga bangga bisa terus bekerjasama dengan TNI guna meningkatkan pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara.

“Saya bangga dan terharu atas kenaikan status Korem kita. Ini menunjukkan kepercayaan sekaligus beban tanggung jawab yang berat dari negara. Namun, dengan sinergi yang baik antara pemerintah NTB dan TNI selama ini, kami merasa sangat terbantu,” kata Gubernur Zul melalui keterangan persnya,  Selasa (09/06/20).

Pemerintah Provinsi NTB berharap sinergi TNI dengan Pemprov NTB bersama Polri bisa terus terjalin semakin erat.

Kompleksitas masalah NTB di bidang Ideologi Politik Sosial Budaya serta Pertahanan dan Keamanan (Ipoleksosbudhankam) menjadi tantangan tersendiri ke depan.

Karenanya, ia sangat berterimakasih atas peran strategis jajaran TNI di Korem 162 Wira Bhakti selama ini.

Sebelumnya, Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 27 Tahun 2019 mengesahkan pembentukan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan dan Peningkatan Status 23 Korem dari Tipe B ke Tipe A.

Kepres tersebut ditandatangani Presiden RI tanggal 11 September 2019 lalu dan diserahkan ke Mabes TNI.

Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto, S.I.P. menerima laporan pelaksanaan kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi 84 Pati TNI terdiri dari 74 Pati TNI AD, termasuk di antaranya Danrem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., S.H. M.Han., 3 Pati TNI AL dan 7 Pati TNI AU, di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, baru baru ini.

AYA/Bako Humas NTB




NTB Rancang Kerjasama Dengan PD Pasar Jaya, Untuk Distribusikan IKM/UMKM Jakarta

Program JPS Gemilang telah mampu memberi ruang terciptanya kluster dan zonasi produk lokal di NT

MATARAM.lombokjournal.com — Pemprov NTB sedang merancang kerjasama dengan PD Pasar Jaya milik Pemprov DKI Jakarta terkait dengan rencana pendistribusian produk serta produk petani di daerah ini ke Jakarta.

Saat ini, rencana MoU antara kedua pemerintah daerah itu sedang dimatangkan.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda NTB H. Ridwan Syah MM., M.Sc. MTP mengatakan, ketertarikan Pemprov DKI Jakarta pada produk IKM/UMKM lokal serta petani NTB selama ini, lantaran keberhasilan Pemprov NTB di bawah kepemimpinan Zul-Rohmi yang menghidupkan geliat perekonomian NTB pada masa pandemi Covid-19.

Khususnya fokus memberdayakan IKM/UMKM lokal melalui parogram Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang.

“Rancangan produk NTB tengah proses kita inventarisir. Nantinya, semua produk UMKM/IKM NTB yang akan kita kirimkan adalah di bidang pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan,” ujar Ridwan Syah, Selasa (09/06/20)

Ia mengatakan, pandemi Covid-19 yang melanda semua wilayah di Indonesia, termasuk di Provinsi NTB telah memberi hikmah  adanya pelibatan produk lokal. Program JPS Gemilang telah mampu menjadi penggerak dan pengungkit ekonomi di NTB.

Adanya pelibatan IKM dan UMKM itu otomatis, dana itu akan langsung masuk ke masyarakat.

“Jadi, karena pada wabah ini yang punya uang adalah pemerintah. Maka, dana pemerintah itu kita belanjakan membeli ke produk IKM/UMKM, maka otomatis uang yang kita punya masuk ke masyarakat dan jelas memberi efek ekonomi pada masyarakat,” jelas Ridwan Syah.

Menurutnya, pada program JPS Gemilang telah mampu memberi ruang terciptanya kluster dan zonasi produk lokal di NTB. Misalnya di Kabupaten Lombok Timur kini ada kluster produk minyak kelapa dan ikan kering.

“Hal ini serupa di Kota Mataram, yakni munculnya dua kluster, yakni konveksi berupa pembuatan masker serta kluster percetakan berupa pembuatan kemasan untuk membungkus produk JPS Gemilang,” katanya.

Program JPS Gemilang dengan melibatkan IKM/UMKM telah mampu menciptakan efek berganda. Sehingga, sangat wajar jika Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTB memandang program JPS telah mampu menyerap aneka produk lokal di Provinsi NTB.

Hasilnya tidak saja mampu menyejahterakan pelaku usaha dalam daerah, namun juga akan meningkatkan kinerja lembaga keuangan, terutama perbankan.

“Target kami hingga JPS Gemilang tahap ketiga terbentuk sebanyak 1000 IKM/UMKM. Sebab, dari JPS tahap satu dan dua saja, ada sekitar 535 IKM/UMKM yang tersebar di 10 kabupaten/kota di daerah ini. Makanya, skema memasok produk IKM/UMKM NTB ke DKI Jakarta melalui PD Pasar Jaya bakal tidak terlalu sulit dilakukan,” tegasnya.

Ridwan Syah menuturkan, adanya hubungan baik antara Gubernur Zulkieflimansyah dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sangat memungkinkan kerjasama untuk mengirim produk asal NTB dilakukan segera.

“Jadi, dasar pak Gubernur roadshow ke seluruh bupati/walikota di NTB adalah bagaimana konsep JPS Gemilang NTB dengan memberdayakan IKM/UMKM lokal dapat ditiru oleh pemda kabupaten/kota di NTB. Sehingga, jika nanti MoU pasokan itu dilakukan antara NTB dan DKI Jakarta, maka mau tidak mau pelaku usaha UMKM di kabupaten/kota di NTB juga kita libatkan,” lanjutnya.

Saat ini, konsep MoU antara Pemprov NTB dan Pemprov DKI Jakarta (PD Pasar Jaya) tinggal menunggu kedatangan tim dari PD Pasar Pasar dan Pemprov DKI Jakarta ke NTB guna melihat produk IKM/UMKM yang mereka inginkan dalam waktu dekat.

AYA/HmsNTB




Wartawan dan Penulis Diminta Sampaikan Informasi Positif di Tengah Pandemi

Penulis dan wartawan diajak selalu menyampaikan informasi positif, edukatif dan ajakan-ajakan yang baik kepada masyarakat

MATARAM.lombokjournal.com —  Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah memberikan sambutan dalam diskusi virtual Bincang Bareng Penulis dan Wartawan dengan tema “Narasi Kebahagiaan dan Keberpihakan di Tengah Pandemi Covid-19 Dengan New Normal” bertempat di Pendopo Gubernur, Selasa (09/06/20) sore.

Diskusi virtual ini juga turut diikuti oleh Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi M. Si, sejumlah narasumber serta wartawan dan penulis yang ada di NTB.

Gubernur NTB yang akrab disapa Bang Zul ini menyambut baik forum yang digelar pada sore ini. Baginya, kegiatan diskusi rutin dilakukan anak-anak muda NTB ini menandakan adanya rasa ingin terus belajar dan upaya peningkatan kapasitas diri, meskipun ditengah situasi pandemi Covid-19.

“Kami menyambut gembira, pemuda-pemuda Nusa Tenggara Barat berembuk mengupgrade kapasitas, berdiskusi, berbagi informasi satu dengan yang lain, mudah-mudahan ada solusi yang bisa untuk ditulis kemudian disampaikan kepada publik atau minimal memperkaya informasi bagi diri sendiri,” ucapnya.

Bang Zul menambahkan, selama pandemi ini, setiap daerah memaknai hal ini dengan cara dan sikap yang berbeda dan beragam. Oleh karena itu, Ia mengajak baik penulis dan juga wartawan untuk selalu menyampaikan informasi positif, edukatif dan ajakan-ajakan yang baik kepada masyarakat.

“Mudah-mudahan dengan diskusi seperti ini banyak hal yang bisa kita petik dan pelajari bersama,” ujar Bang Zul.

Selain itu, ia menilai dengan adanya pandemi ini masyarakat lebih bisa memanfaatkan teknologi dengan baik dan benar, baik itu dalam belajar dan juga bekerja.

Hal yang sama juga disampaikan Ketua Tanfidziah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) NTB, Prof. Dr. H. Masnun Tahir.

Ia mengatakan, sinergi dari penulis, wartawan dan berbagai media informasi menjadi sangat penting di masa sekarang, terutama dalam situasi pandemi Covid-19 ini.

Masnun berpesan agar informasi yang diberikan kepada masyarakat haruslah berdasarkan fakta dan bersifat membangun serta memberikan semangat dan energi positif.

“Berikanlah kabar baik, jangan berikan kabar yang buruk,” pintanya.

Atas nama PWNU NTB, Ia berjanji akan terus memberikan semangat dan dukungan dalam hal memberikan informasi dan literasi kepada masyarakat di masa pandemi Covid-19 ini.

“Covid-19 ini bukan untuk kita takutkan, namun ini untuk kita atasi bersama masalah ini,” katanya.

Ketua Lembaga Ta’lif Wan Nasyr (LTN) PWNU NTB, Suaeb Qury mengungkapkan, forum diskusi ini digelar untuk dapat menjalin silaturahim serta berbincang-bincang dengan para penulis dan wartawan yang ada di NTB.

“Dengan kegiatan ini, kita dapat berbincang-bincang dengan sahabat semua terkait isu yang sedang hangat akhir-akhir ini,” jelasnya.

AYA/HmsNTB




UPDATE Covid-19: Hari Selasa, 09 Juni, Bertambah 27 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 77 Orang, Kematian Pasien 3 (tiga) orang

“Pelaku perjalanan wajib melakukan pemeriksaan swab atau Rapid Diagnostik Test sebelum melakukan Perjalanan,” kata Lalu Gita Ariadi

 MATARAM.lomokjournal.com – Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, dan Laboratorium TCM RSUD Kota Mataram mengkofirmasi, ada tambahan 27 pasien positif Covid-19, dan pasien yang dinyatakan sembuh 77 orang,  kasus kematian baru 3 (tiga) orang

Siaran pers hari Selasa (09/06/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 430 sampel dengan hasil 396 sampel negatif, 7 (tujuh) sampel positif ulangan, dan 27 sampel positif baru Covid-19, pasien dinyatakan sembuh 77 orang, dan kematian pasien 3 (tiga) orang.

Lalu Gita Ariadi

Dijelaskan, adanya tambahan 27 kasus baru terkonfirmasi positif, 77 tambahan sembuh baru, dan 3 (tiga) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Selasa (09/06) sebanyak 857 orang, dengan perincian 485 orang sudah sembuh, 29 meninggal dunia, serta 343 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.

27 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 77 ORANG, KEMATIAN BARU 3 (TIGA) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 831, an. Tn. AM, laki-laki, usia 74 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Utara, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
  1. Pasien nomor 832, an. Tn. M, laki-laki, usia 69 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Unram dengan kondisi baik;
  1. Pasien nomor 833, an. Ny. J, perempuan, usia 54 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Unram dengan kondisi baik;
  1. Pasien nomor 834, an. Ny. YA, perempuan, usia 20 tahun, penduduk Kelurahan Banjar, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Unram dengan kondisi baik;
  1. Pasien nomor 835, an. Ny. YF, perempuan, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  1. Pasien nomor 836, an. Tn. M, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Rembige, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Bhayangkara Mataram dengan kondisi baik;
  1. Pasien nomor 837, an. Tn. S, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Desa Dasan Griya, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga dengan kondisi baik;
  1. Pasien nomor 838, an. Ny. SW, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Desa Dasan Griya, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
  1. Pasien nomor 839, an. Ny. S, perempuan, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga dengan kondisi baik;
  1. Pasien nomor 840, an. Ny. NA, perempuan, usia 64 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung KarangPermai, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga dengan kondisi baik;
  1. Pasien nomor 841, an. Tn. T, laki-laki, usia 68 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga dengan kondisi baik;
  1. Pasien nomor 842, an. Tn. TI, laki-laki, usia 64 tahun, penduduk Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Risa Sentra Medika dengan kondisi baik;
  1. Pasien nomor 843, an. An. GRT, laki-laki, usia 2 tahun, penduduk Kelurahan Monjok, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 742. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  1. Pasien nomor 844, an. Ny. S, perempuan, usia 58 tahun, penduduk Kelurahan Abian Tubuh Baru, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  1. Pasien nomor 845, an. Tn. AN, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Desa Kemiri, Kecamatan Tulong, Kabupaten Klaten. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  1. Pasien nomor 846, an. Ny. R, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Utara, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 834. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  1. Pasien nomor 847, an. Ny. SM, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  1. Pasien nomor 848, an. Tn. MK, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Kelurahan Monjok, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  1. Pasien nomor 849, an. Tn. M, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Desa Tete Batu Selatan, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;
  1. Pasien nomor 850, an. Tn. RS, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  1. Pasien nomor 851, an. Ny. BSW, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Utara, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  1. Pasien nomor 852, an. Ny. IN, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  1. Pasien nomor 853, an. Ny. EP, perempuan, usia 63 tahun, penduduk Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  1. Pasien nomor 854, an. Tn. INTA, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  1. Pasien nomor 855, an. Tn. SE, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  1. Pasien nomor 856, an. Tn. M, laki-laki, usia 62 tahun, penduduk Desa Dasan Griya, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
  1. Pasien nomor 857, an. Ny. M, perempuan, usia 76 tahun, penduduk Desa Aik Darek, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Praya dengan kondisi baik;

Hari ini terdapat penambahan 77 orang yang sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaanlaboratorium swab dua kali dan keduanya negatif, yaitu :

  1. Pasien nomor 149, an. Tn. M, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Dasan Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 271, an. Tn. MS, laki-laki, usia 70 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Barat, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  3. Pasien nomor 321, an. Tn. MU, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Banjar, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  4. Pasien nomor 325, an. Ny. A, perempuan, usia 53 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Barat, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  5. Pasien nomor 347, an. An. MS, laki-laki, usia 16 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  6. Pasien nomor 389, an. Ny. N, perempuan, usia 46 tahun, penduduk Desa Rumbuk, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur;
  7. Pasien nomor 392, an. Ny. DEH, perempuan, usia 47 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  8. Pasien nomor 393, an. Tn. MHJP, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Telaga Waru, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
  9. Pasien nomor 504, an. Tn. WM, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Karang Pule, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  10. Pasien nomor 506, an. Ny. HB, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Desa Terong Tawah, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
  11. Pasien nomor 538, an. Tn. S, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Kelurahan Monjok Timur, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  12. Pasien nomor 546, an. Ny. HM, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  1. Pasien nomor 583, an. Ny. BEN, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 585, an. Tn. LAR, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  3. Pasien nomor 596, an. Tn. K, laki-laki, usia 47 tahun, penduduk Kelurahan Monjok, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  4. Pasien nomor 597, an. Tn. ASB, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Punia, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  5. Pasien nomor 604, an. Tn. LA, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Desa Batujai, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah;
  6. Pasien nomor 605, an. Ny. YUNS, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Desa Praya, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah;
  7. Pasien nomor 606, an. Tn. H, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Desa Janapria, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah;
  8. Pasien nomor 607, an. Tn. J, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Desa Kidang, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah;
  9. Pasien nomor 608, an. Ny. YH, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Desa Pelambik, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah;
  10. Pasien nomor 609, an. Ny. M, perempuan, usia 48 tahun, penduduk Desa Praya, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah;
  11. Pasien nomor 610, an. Ny. LNSW, perempuan, usia 46 tahun, penduduk Desa Batujai,Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah;
  12. Pasien nomor 612, an. Ny. RO, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Desa Darek, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah;
  13. Pasien nomor 613, an. Ny. H, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Desa Pejanggik, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah;
  14. Pasien nomor 614, an. Tn. MA, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Desa Janapria, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah;
  15. Pasien nomor 615, an. An. QGH, perempuan, usia 14 tahun, penduduk Kelurahan Banjar, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  16. Pasien nomor 621, an. Tn. GP, laki-laki, usia 44 tahun, penduduk Ngagel Rejo, Kecamatan Wonokromo, Kota Surabaya;
  17. Pasien nomor 622, an. Ny. IM, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  18. Pasien nomor 623, an. Ny. DK, perempuan, usia 54 tahun, penduduk Desa Sandik, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat;
  19. Pasien nomor 624, an. Tn. FUP, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Desa Aik Darek, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah;
  20. Pasien nomor 625, an. Ny. RS, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Desa Bajur, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
  21. Pasien nomor 627, an. Ny. BFA, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  22. Pasien nomor 643, an. Ny. NWS, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Desa Leneng, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah;
  23. Pasien nomor 644, an. Ny. DNSA, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Desa Panji Sari, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah;
  24. Pasien nomor 646, an. Ny. HM, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Desa Prapen, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah;
  25. Pasien nomor 647, an. Tn. MW, laki-laki, usia 51 tahun, penduduk Desa Jontlak, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah;
  26. Pasien nomor 648, an. Tn. YP, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Desa Tiwugalih, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah;
  27. Pasien nomor 649, an. Ny. PDV, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Desa Praya, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah;
  28. Pasien nomor 650, an. Tn. MB, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Desa Praya, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah;
  29. Pasien nomor 651, an. Ny. BHK, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Desa Praya, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah;
  30. Pasien nomor 652, an. Tn. IBS, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Desa Panji Sari, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah;
  31. Pasien nomor 653, an. Tn. GNS, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk wilayah Puskesmas Pagesangan, Kota Mataram;
  32. Pasien nomor 654, an. Tn. EE, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  33. Pasien nomor 655, an. Ny. IDAW, perempuan, usia 44 tahun, penduduk Kelurahan Pejanggik, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  34. Pasien nomor 656, an. Tn. IWGS, laki-laki, usia 58 tahun, penduduk wilayah Puskesmas Babakan, Kota Mataram;
  35. Pasien nomor 657, an. Tn. IMDJ, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Desa Praya, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah;
  36. Pasien nomor 658, an. Ny. R, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Desa Puyung, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah;
  37. Pasien nomor 659, an. Tn. M, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Desa Pengembur, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah;
  38. Pasien nomor 660, an. Tn. ASN, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Desa Renteng, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah;
  39. Pasien nomor 662, an. Tn. LR, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Praya, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah;
  40. Pasien nomor 663, an. Tn. MA, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Desa Segala Anyar, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah;
  41. Pasien nomor 664, an. Ny. MWKPSS, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  42. Pasien nomor 665, an. Tn. SS, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Desa Durian, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah;
  43. Pasien nomor 677, an. Ny. A, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah;
  44. Pasien nomor 678, an. Tn. M, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Kebun Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  45. Pasien nomor 679, an. Tn. IGTSN, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Desa Batulayar, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat;
  46. Pasien nomor 707, an. Ny. EF, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Desa Gunung Sari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  47. Pasien nomor 708, an. Ny. FS, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  48. Pasien nomor 709, an. Ny. APW, perempuan, usia 22 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang Permai, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  49. Pasien nomor 710, an. Ny. NTU, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Bertais, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  50. Pasien nomor 711, an. Ny. YE, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Mayura, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  51. Pasien nomor 712, an. Ny. IASS, perempuan, usia 44 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Utara, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  52. Pasien nomor 713, an. Ny. EPF, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Karang Pule, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  53. Pasien nomor 714, an. Ny. CD, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Karang Baru, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  54. Pasien nomor 716, an. Ny. IAPYA, perempuan, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  55. Pasien nomor 717, an. Tn. LS, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Pejanggik, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  56. Pasien nomor 719, an. Tn. Z, laki-laki, usia 49 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Selatan Baru, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  57. Pasien nomor 758, an. Tn. S, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Kelurahan Kebun Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  58. Pasien nomor 759, an. Tn. N, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  59. Pasien nomor 760, an. Tn. IE, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Desa Jatisela, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  60. Pasien nomor 761, an. Ny. NNA, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  61. Pasien nomor 763, an. Ny. SM, perempuan, usia 53 tahun, penduduk Kelurahan Mandalika, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  62. Pasien nomor 766, an. Tn. M, laki-laki, usia 44 tahun, penduduk Desa Sepakek, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombo Tengah;
  63. Pasien nomor 767, an. Ny. TAR, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  64. Pasien nomor 768, an. Ny. EK, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Desa Sondosia, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima;
  65. Pasien nomor 769, an. Tn. J, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Desa Sandik, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat.

Hari Selasa juga terdapat penambahan 3 (tiga) kasus kematian baru, yaitu;

  1. Pasien nomor 831, an. Tn. AM, laki-laki, usia 74 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Utara, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 838, an. Ny. SW, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Desa Dasan Griya, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat;
  3. Pasien nomor 856, an. Tn. M, laki-laki, usia 62 tahun, penduduk Desa Dasan Griya, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat;

Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, Lalu Gita Ariadi mengatakan, kasus kematian karena Covid-19 sebagian besar disertai dengan penyakit tidak menular, seperti penyakit kardiovaskular (hipertensi, jantung), diabetes melitus, atau penyakit paru kronis.

Diharapkan, masyarakat yang memiliki penyakit tidak menular seperti kardiovaskular (hipertensi, jantung), diabetes melitus, atau penyakit paru kronis, untuk lebih menjaga kesehatan, segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat, dan berupaya mencegah terinfeksi Covid-19 dengan cara tidak keluar rumah, memakai masker bila harus keluar rumah, melakukan social distancing, sering cuci tangan, dan tidak merokok.

Diingatkan, masyarakat harus melakukan perjalanan ke luar pulau atau luar Provinsi NTB, dianjurkan untuk mempersiapkan diri dengan melengkapi surat-surat, antara lain KTP, Surat Tugas, dan Surat Keterangan Pelaku Perjalanan yang dikeluarkan oleh fasilitas pelayanan kesehatan pemeriksa swab atau Rapid Diagnostik Test Covid-19.

“Pelaku perjalanan wajib melakukan pemeriksaan swab atau Rapid Diagnostik Test sebelum melakukan perjalanan,” kata Lalu Gita Ariadi.

Untuk informasi fasilitas kesehatan yang dapat melakukan pemeriksaan swab atau RapidDiagnostic Test, dapat menghubungi Layanan Provincial Call Centre (PCC).

AYA/Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemik Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.

 




Penyaluran Bantuan Gugus Tugas KLU, Untuk Penderita Covid-19

Sesuai perkembangan Covid-19 di Lombok Utara, semua tempat ibadah dan pasar telah dibuka

 TANJUNG.lombokjournal.com  –  “Kami mengucapkan terima kasih pada, insansi, lembaga, pemerintah daerah maupun para donator yang berkontribusi memberi bantuan dalam upaya  kita menangani Corona Virus Disease (Covid-19) KLU,” kata Juru Bicara Gugus Tugas  Covid-19 KLU.

Koordinator Bidang Kehumasan/Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 KLU itu, dalam Konferensi Pers secara daring, Selasa (09/06/20) menyampaikan rincian bantuan yang diterima dan disalukan pihaknya dalam upaya penanganan pandemic Covid-19.

Bantuan berupa APD (Alat Pelindung Diri) diberikan Satgas BUMN kepada Pemda KLU (2 Juni) berupa 50 set Hazmat dan 200 set Sarung Tangan Karet.

.Penyaluran BLT-DD (Bantuan Langsung Tunai) tahap II berlangsung  (4 Juni) di Desa Medana, Kecamatan Tanjung sebanyak 288 KK, dengan jumlah masing-masing Rp. 600.000,- per KK.

Pada tanggal yang sama juga disalurkan bantuan berupa beras dan masker kepada warga lansia yang berada di Dusun Tebanyak, Desa Tegal Maja, Kecamatan Tanjung.

Hari beriutnya (5 Juni),  juga disalurkan bantuan berupa masker kain ke Desa Jenggala, Desa Tanjung dan Desa Sigar Penjalin dengan total 5.108 pcs masker.

Penyaluran BLT-DD (Bantuan Langsung Tunai) kepada warga Desa Sokong sebanyak 55 KK (6 Juni), dengan jumlah masing-masing Rp. 600.000,- per KK.

“Pada tanggal 7 Juni, dilakukan pendistribusian beras Polri di Dusun Setangi, Desa Pendua kepada 40 orang, Dusun Sambik Jengkel Gerung Perigi, Desa Selengean 10 orang. Pada saat yang sama juga dibagikan masker kepada warga di sekitar Kecamatan Kayangan.” jelas Evi.

Pemberian sembako oleh Dinas Sosial kepada keluarga pasien yang reaktif dan positif sebanyak 230 paket sembako.

Evi menjelaskan, layanan terhadap pasien positif Covid-19 dan ODP reaktif pada Unit Layanan Karantina di laboratorium dilakukan secara teratur.

“Dari mulai layanan medis, layanan tempat, maupun layanan kuliner bagi yang terdampak Covid-19,” katanya.

Tempat ibadah dan pasar dibuka

Dalam keterangan pers yang dibacakan secara daring itu diungkapkan, sesuai perkembangan Covid-19 di Lombok Utara, semua tempat ibadah dan pasar telah dibuka.

“Pembukaan tempat ibadah dan pasar itu tetap dengan menerapkan secara nyata protokol kesehatan SOP Covid-19. Jaga jarak, cuci tangan pakai sabun, dan gunakan masker,” tegas Evi.

Evi menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang berkontribusi bagi kemanusiaan, khususnya dalam upaya penanganan dan pencegahan Covid-19.

BACA JUGA  ;  Gugus Tugas KLU Jelaskan Upaya Penanganan Covid-19

Bersama mencegah Covid-19 di KLU dengan tetap bekerja profesional dan tangguh untuk kemanusiaan.

“Mari cegah penyakitnya, tidak mengucilkan penderitanya,” kata Evi sambil menyampaikan terima kasih kepada warga KLU yang menerapkan protocol kesehatan.

Rr/HumasproKLU

 

 

 




Gugus Tugas KLU Jelaskan Upaya Penanganan Covid-19

Warga KLU yang sudah dilakukan RDT sebanyak 2936 orang. Dengan hasil reaktif sebanyak 148 orang, dan non reaktif sebanyak 2788 orang. Total RDT sejumlah 5480 set

TANJUNG.lombokjournal.com – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) KLU,  secara berkala melakukan upaya  pencegahan dan memutus rantai penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) di Kabupaten Lombok Utara.

Evi Winarni, M.Si, Koordinator Bidang Kehumasan/Juru Bicara Gugus Tugas KLU mengungkapkan berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan sepekan sebelumnya dalam konferensi pers secara daring, Selasa (09/06/20).

“Perkembangan Penanganan COVID-19 di KLU dalam sepekan sebelumnya terus melakukan kegiatan bekala, seperti melaksanakan pengamanan dan pengecekan suhu tubuh pada 3 kawasan perbatasan KLU, yaitu Pusuk Pas, Klui Malaka dan Loloan Bayan, tanggal 1-5 Juni 2020,” jelas Evi dalam keterangan persnya.

Pada periode waktu yang sama juga  dilaksanakan penyemprotan disinfektan di tempat-tempat umum yang ada di Lombok Utara.

Gugus Tugas Penanganan Covid-19 KLU juga melaksanakan penyuluhan terkait penyebaran pandemi Covid-19, penertiban penataan jarak lapak antarpedagang di Pasar Tanjung, Pasar Pemenang dan Pasar Gondang.

“Pada tanggal 01 – 05 Juni 2020, kami melaksanakan kontrol Pelabuhan Bangsal terkait keluar masuknya masyarakat lokal yang menyeberang ke tiga Gili, sekaligus memberikan imbauan agar masyarakat tetap menjaga kesehatan dan menggunakan masker,” jelasnya.

Sosialisasi pencegahan penyebaran virus Corona secara terpadu di wilayah koramil 03/Bayan, dilaksanakan (3– 6 Juni).   Sosialisasi tentang pencegahan Covid-19, sekaligus penyemprotan disinfektan dilaksanakan di Dusun Dasan Glumpang, Desa Tegal Maja (3 Juni).

Pelaksanakan  patroli sekaligus memberikan imbauan terkait pencegahan penyebaran Covid-19 di Kecamatan Kayangan  (3 – 4 Juni), sedang  pengamanan dilaksanakan  pengamanan di Pasar Mingguan Ancak, Desa Karang Bajo, Kecamatan Bayan(4 Juni).

Hari berikutnya (5 Juni)  dilakukan kegiatan monitoring pembagian BST dari Kemensos RI di Kantor Desa Medana.

“Saat itu, panitia dan warga disarankan agar tetap menerapkan SOP Covid-19,” kata Evi.

Pengamanan di Pasar Mingguan Batu Keruk, Desa Akar Akar, Kecamatan Bayan (6 Juni). Pada waktu yang sama dilakukan penyemprotan disinfektan di Kecamatan Bayan.

 Penanganan Medis

Evi Winarni, M.Si, yang juga Plt Asisten III Pemkab Lombok Utara itu menjelaskan, ada  dua lokasi pelayanan medis, yaitu RSUD Tanjung dan Unit Layanan Karantina.

Dijelaskan, pasien reaktif dan positif Covid-19 disertai dengan penyakit penyerta yang didiagnosis memberatkan, atau anak-anak, bayi, dan lansia ditempatkan di ruang isolasi RSUD Tanjung.

Sedang pasien reaktif dan positif Covid-19 yang tidak menunjukkan gejala penyakit penyerta serta tidak termasuk bayi, anak-anak dan lansia, ditempatkan di Unit Layanan Karantina.

“Saat ini Unit Layanan Karantina sedang merawat 6 pasien positif Corona, RSUD Tanjung merawat 1 orang positif Corona, dan 1 orang positif lainnya karantina mandiri,” jelas Evi.

Hingga keterangan pers berlangsung,  warga yang sudah dilakukan RDT sebanyak 2936 orang. Dengan hasil reaktif sebanyak 148 orang, dan non reaktif debanyak 2788 orang. Total RDT sejumlah 5480 set.

Saat ini ketersediaan RDT yang tersisa di Dinas Kesehatan masih tersisa sejumlah 2544 set.

Juru Bicara Gugus Tugas KLU itu merini perkembangan penanganan Covid-19 pertanggal 09 Juni 2020 di KLU :

  • ODP (Orang Dalam Pemantauan): 36 orang (isolasi mandiri);
  • OTG (Orang Tanpa Gejala): 356 orang (isolasi mandiri);
  • PDP (Pasien Dalam Pengawasan): 26 orang (isolasi mandiri);
  • Positif: 45 orang;
  • Sembuh: 36 orang;
  • Masih dalam perawatan medis : 8 orang;
  • Meninggal: 1 orang.

BACA JUGA; Penyaluran Bantuan Gugus Tugas KLU, Untuk Penderita Covid-19

“Sampai hari ini kami terus melakukan evaluasi, untuk memberi kenyamanan bagi masyarakat Lombok Utara, ” kata Evi.

Rr/HumasproKLU