Gubernur NTB Sampaikan Penjelasan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2019

Gubernur menyampaikan, pelaksanaan pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan di Provinsi NTB tahun anggaran 2019 telah memberikan hasil dan manfaat, serta mengalami kemajuan bagi masyarakat dan wilayah NTB

MATARAM.lombokjournal.com —  Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah menyampaikan penjelasan terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2019 pada Rapat Paripurna DPRD Provinsi NTB, Kamis (11/06/20) di Gedung DPRD Provinsi NTB.

Laporan realisasi anggaran yang meliputi tiga kompenen, yakni, pendapatan daerah, belanja daerah, dan pembiayaan daerah.

Gubernur Zulkieflimansyah

“Dari sisi pendapatan daerah, pada tahun 2019 direncanakan sebesar 5,403 triliun rupiah, realisasinya sebesar 5,197 triliun rupiah atau 96,18%. Realisasi pendapatan tahun 2019 mengalami peningkatan sebesar 4 % dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar 4,941 triliun rupiah,” paparnya.

Dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang ditargetkan sebesar Rp 1,708 triliun, realisasinya 105,78 persen. Dari Pendapatan Transfer direncanakan Rp 3,645 triliun, realisasi sebesar 105,75 peresen.

Dari lain-lain pendapatan yang sah yang berasal dari pendapatan hibah, direncanakan Rp 50 miliyar, realisasi sebesar 12,85 perssen.

Gubernur Zul  lebih jauh menjelaskan, dari sisi belanja daerah, pada tahun 2019 direncanakan sebesar Rp 4,710 triliun, realisasinya sebesar Rp 4,375 triliun atau 92,89 persen.

“Adapun dari sisi pembiayaan daerah, pada tahun 2019 direncanakan sebesar 95,783 milyar rupiah, realisasinya sebesar 95,360 milyar rupiah atau 99,56 persen,” katanya.

Sisa Pembiayaan Anggaran (Silpa) tahun angaran 2019 sebesar Rp 144,929 milyar, mengalami peningkatan sebesar Rp 49,809 milyar atau 52,37 persen, dibandingkan dengan Silpa tahun anggaran 2018 sebesar Rp 95,119 milyar.

Dalam kesempatan tersebut Gubernur menyampaikan, pelaksanaan pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan di Provinsi NTB tahun anggaran 2019 telah memberikan hasil dan manfaat, serta mengalami kemajuan bagi masyarakat dan wilayah NTB.

Menutup penjelasannya, Gubernur mengakui, masih terdapat kekurangan dan kendala yang dihadapi, terutama pada masa pandemi yang tidak hanya melanda dunia, Indoneisa namun juga melanda NTB.

“Sehingga situasi tersebut menuntut kerja keras dan kerjasama aktif segala pihak untuk tetap dapat mengatasi dan mempertahankan capaian-capaian postif yang telah diraih,” tutupnya.

Badan Anggara Dewan Mengapresiasi

Badan Anggaran DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat menyampaikan apresiasi terhadap Pemerintah Provinsi NTB atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Provinsi NTB tahun anggaran 2019 yang mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Raihan opini WTP dari BPK RI yang merupakan ke sembilan kalinya ini diharapkan mampu dipertahankan.

“Kami Badan Anggaran secara khusus memberikan apresiasi kepada Provinsi NTB atas capaiannya tersebut,” ungkap Juru Bicara Badan Anggaran DPRD Provinsi NTB, Nauvar Furqony Farinduan, SH., MBA.

Lebih lanjut ia mengatakan, setelah mempelajari dan mengkaji seluruh dokumen keuangan Pemerintah Daerah Provinsi Tahun 2019 melalui rapat-rapat, Badan Anggaran DPRD Provinsi NTB berpendapat, laporan keuangan tahun 2019 yang diajukan oleh Gubernur dinyatakan telah sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Sehingga rancangan perataran daerah tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Provinsi NTB Tahun anggaran 2019 dapat dilanjutkan pada tahapan pembahasan selanjutnya.

“Penyangpaian Pertanggungjawaban pelaksanaan APBD memiliki arti sangat penting dalam konteks pembangun Provinsi NTB ke depan, laporan Pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Tahun 2019 ini harus dijadikan sebagai bahan koreksi dan evaluasi bagi pihak eksekutif untuk melakukan perubahan, perbaikan dan penyempurnaan dalam manajemen pengelolaan keuangan daerah yang transparan dan akuntabel kedepan demi mewujudkan kesejahteraan dan kegemilangan masyarakat di Provinsi NTB,” tutup Nauvar.

AYA/HmsNTB




Program JKN-KIS Menyelamatkan 1,16 juta Orang Dari Kemiskinan

Terjadi peningkatan kohesi sosial dan inklusi sosial di masyarakat, karena penyelenggaraan jaminan sosial kesehatan di Indonesia berhasil menekan angka ketimpangan masyarakat

lombokjournal.com —

MATARAM  ;  Pada tahun 2016 keberadaan Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) berhasil menyelamatkan 1,16 juta orang dari kemiskinan.

Tak hanya itu, Program JKN-KIS juga telah melindungi 14,5 juta orang miskin dari kondisi kemiskinan yang lebih parah.

Direktur Utama BPJS Kesehatan menyampaikan itu saat memimpin Komisi Kesehatan dalam 14th Technical Commission on Medical Care and Sickness Insurance, yang diselenggarakan International Social Security Association (ISSA), Rabu (10/06/20).

“Selain memberi kontribusi pada penurunan ketimpangan dan mencegah orang jatuh miskin, dampak besar lainnya dari implementasi Program JKN-KIS adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia karena menjadi lebih sehat. Kondisi ini mendorong peningkatan produktifitas dan pertumbuhan ekonomi Indonesia jangka panjang,” kata Fachmi Idris.

Sebelumnya Fachmi mengatakan, keberhasilan Indonesia dalam menyelenggarakan Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) berdampak pada peningkatan kohesi sosial dan inklusi sosial.

Program tersebut berhasil menurunkan  angka ketimpangan masyarakat.

Keberhasilan ini, menjadikan Indonesia sebagai inisiator bagi negara lain yang akan memulai mengukur hal tersebut, melalui pengelolaan program jaminan sosial kesehatan di masing-masing negara.

Komisi Kesehatan ISSA (TC Health) terdiri dari negara Algeria, Argentina, Belgia, Perancis, Gabon, Georgia, Hungaria, Indonesia, Iran, Kazakhstan, Korea, Peru, Rusia, Rwanda, Turki, dan Uruguay.

Dalam pertemuan tersebut, Fachmi Idris memaparkan, terjadi peningkatan kohesi sosial dan inklusi sosial di masyarakat, karena penyelenggaraan jaminan sosial kesehatan di Indonesia berhasil menekan angka ketimpangan masyarakat.

Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) dan BPJS Kesehatan tahun 2017 mengkaji pada tahun 2015, keberadaan Program JKN-KIS dapat menekan koefisien GINI dari 0,395 menjadi 0,394.

Kemudian pada tahun 2016, keberadaan JKN-KIS menekan koefisien GINI dari 0,384 menuju 0,383.

Fachmi menambahkan realitas yang terjadi dalam pengelolaan Program JKN-KIS di Indonesia dapat menjadi acuan negara lain, pentingnya keberpihakannya sebuah negara untuk memberikan jaminan pengaman sosial termasuk kesehatan.

Apalagi saat ini, situasi dunia tengah berada dalam status pandemi yang cenderung memporak-porandakan kondisi ekonomi global dan tidak menutup akan memperlebar angka ketimpangan.

“Untuk itu, dalam kondisi pandemi saat ini pentingnya memastikan cakupan jaminan sosial kesehatan untuk akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Setiap negara harus dapat memastikan bagaimana aspek keberlangsungan finansial program jaminan sosial khususnya kesehatan serta memastikan angka cakupan kepesertaan. Hal ini merupakan hal mendesak mengingat terdapat adanya kerentanan populasi secara global baik di tingkat ekonomi akibat peningkatan angka pengangguran,” kata Fachmi.

ISSA sebagai asosiasi lembaga jaminan sosial yang beranggotakan 158 negara di dunia, kembali mempercayakan Indonesia dalam hal ini Kesehatan, sebagai salah satu Ketua Komisi Teknis (Technical Commission) ISSA dari 13 Komisi Teknis yang dibentuk.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris, untuk kedua kalinya terpilih sebagai Ketua Komisi Kesehatan atau Technical Commission on Medical Care and Sickness Insurance ISSA Periode 2020-2022. Pada tahun 2018 di Jenewa Swiss, BPJS Kesehatan juga pernah memimpin 12th ISSA Forum for Technical Commission.

“Ini merupakan bentuk kepercayaan internasional terhadap Indonesia. Kami mewakili Indonesia mengucapkan terima kasih kepada ISSA atas hal ini dan akan siap menjalankan tugas-tugas yang akan diberikan,” kata Fachmi Idris.

Dalam kesempatan tersebut Fachmi juga memaparkan apa saja yang menjadi program kerja TC Health selama periode 2020-2022 dengan prioritas tema pada fenomena ageing population, tantangan perluasan cakupan jaminan sosial dan kompilasi studi terkait hubungan antara Universal Health Coverage (UHC) dengan peningkatan Kohesi Sosial dan Inklusi Sosial.

Atas kajian tersebut, pada 14th Technical Commission on Medical Care and Sickness Insurance, 16 negara juga bersepakat memilih Indonesia sebagai acuan pada studi peran Program JKN-KIS terhadap peningkatan kohesi sosial yang diukur melalui penurunan gini ratio, sehingga negara lain juga dapat memulai riset tersebut.

Komisi Kesehatan yang dipimpin oleh Dirut BPJS Kesehatan ini juga akan dihadirkan pada Konferensi Tingkat Tinggi Internasional bagi para pimpinan (CEO) dan senior manager program jaminan sosial (social security) sedunia atau ISSA LEAD 2021 yang akan diselenggarakan di Bali, Indonesia.

Rr/BPJS Kesehatan




Wagub Paparkan Kebijakan Strategis Pendidikan di NTB Melalui Webinar Ikatan Alumni S3 UNJ

Sekolah Perjumpaan merupakan layanan akses pendidikan yang berkeadilan dan menjadi salah satu strategi Pemerintah untuk memberikan informasi, pengetahuan dan keterampilan dari instansi pemerintah maupun masyarakat, dilakukan melalui kelompok masyarakat

MATARAM.lombokjournal.com —   Ada 6 misi NTB Gemilang yang sedang dijalankan, salah satunya adalah misi NTB Sehat dan Cerdas. Misi ini berkaitan dengan pendidikan di NTB.

Pembangunan SDM melalui investasi di bidang pebdidikan ditekankan harus menyesuaikan dengan kebutuhan daerah dan negara

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah memberikan pemaparan langkah-langkah strategis Pemprov NTB dalam rangka peningkatan SDM masyarakat melalui pendidikan.

Pemaparan disampaikan melalui Webinar Ikatan Alumni S3 UNJ, Kamis (11/06/20).

Ummi Rohmi

“Berbicara pendidikan, tentunya kita melihat misi NTB Gemilang yang ke-3 yaitu Sehat dan Cerdas. Berbicara arah kebijakan pendidikan di NTB, sesuai dengan Perda Nomor 7 tahun 2018, ada tiga hal, mewujudkan akses pendidikan yang berkeadilan, meningkatkan mutu dan daya saing pendidikan, serta meningkatkan peran serta masyarakat,” terangnya.

Dalam mewujudkan layanan akses pendidikan yang berkeadilan, Wakil Gubernur menyampaikan, ada beberapa kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah.

Diantaranya, membangun Rumah Bahasa, SMA Terbuka, Beasiswa berprestasi dalam negeri, layanan sekolah inklusi, dan menciptakan program sekolah perjumpaan.

Rumah Bahasa diniatkan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa asing bagi warga NTB, terutama para pelajar/mahasiswa.

Kegiatan ini bekerjasama dengan kabupaten/kota se-NTB, menyediakan kursus Toefl dan IELTS bagi masyarakat NTB.

“Kita harapkan masyarakat NTB memiliki kemampuan dalam berbahasa asing, dan yang ingin melanjutkan pendidikan juga memiliki akses, bagi yang mengalami masalah finansial bisa melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi,” terangnya.

Sekolah Terbuka adalah salah satu cara pemerintah untuk memberikan kesempatan bagi masyarakat yang putus sekolah untuk melanjutkan pendidikannya.

Selain itu, layanan sekolah inklusi dikhususkan untuk siswa-siswi yang memiliki kebutuhan khusus dalam mengikuti pendidikan di sekolah reguler untuk menggali potensi mereka.

“Anak-anak dengan kebutuhan khusus adalah bukan anak yang kurang, namun memiliki kelebihan-kelebihan yang harus dieksplor,” kata Umi Rohmi, sapaan akrabnya.

Umi Rohmi mengatakan, Sekolah Perjumpaan merupakan layanan akses pendidikan yang berkeadilan dan menjadi salah satu strategi Pemerintah untuk memberikan informasi, pengetahuan dan keterampilan dari instansi pemerintah maupun masyarakat, dilakukan melalui kelompok masyarakat.

“Sekolah Perjumpaan diniatkan untuk memfasilitasi pertemuan-pertemuan, baik itu dalam lingkup masyarakat maupun institusi pendidikan,” jelasnya.

Untuk meningkatkan mutu daya saing, Pemerintah Provinsi NTB menyiapkan sekolah mandiri teknologi, program teaching factory, STIPark NTB, Sekolah Bersih dan Sehat, dan Beasiswa NTB.

“Kita memiliki program unggulan yaitu industrialisasi, yang mana tujuannya adalah untuk meningkatkan nilai tambah dari seluruh produk NTB,” tuturnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, program teaching factory dan tempat pratek yaitu STIPark NTB disediakan oleh pemerintah. Dengan fasilitas tersebut, masyarakat NTB dapat mengembangkan kemampuannya di bidang industri.

“Masyarakat tidak boleh lagi sedikit-sedikit mengirim barang mentah baik itu dari hasil pertanian, peternakan, perikanan dan hasil-hasil karya. Harus dilakukan pengolahan dahulu untuk meningkatkan nilai tambah,” terang Alumni S3 di UNJ ini.

Dalam hal mewujudkan peningkatan pendidikan, peran serta masyarakat sangat dibutuhkan. Pemerintah provinsi NTB mendorong terlibatnya keluarga dalam pendidikan, program belajar dari rumah serta sekolah perjumpaan.

Dalam proses pendidikan, sambungnya, Pemerintah provinsi NTB melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan memberikan materi muatan lokal yang sesuai dengan budaya di NTB, baik itu budaya Sasak, Samawa, maupun Mbojo yang salah satu bentuknya adalah kompetisi game tradisional.

Satu hal lagi yang disampaikan Wagub dalam kesempatan tersebut yaitu di masa pandemi Covid-19 ini, ia mengajak semua pihak untuk tidak meratapi keadaan ini.

“Tapi justru momentum ini kita pakai untuk membangkitkan kemandirian kita dalam segala hal, termasuk memberi tempat bagi produk-produk SMK kita untuk kita gunakan dan harus masuk dalam industri dengan difasilitasi oleh pemerintah,” ujarnya

AYA/(HmsNTB

 




Destinasi Pariwisata NTB Dibuka 20 Juni, Dimulai Pembukaan Tiga Gili

Tidak sembarang wisatawan bisa datang ke Tiga Gili, pemeriksaan akan dilakukan di setiap wilayah perbatasan di kabupaten hingga menuju kawasan pantai

MATARAM.lombokjournal.com  — Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai bersiap-siap membuka destinasi pariwisata pada 20 Juni 2020, dengan menerapkan protokol pencegahan Covid-19.

Destinasi pariwisata yang pertama kali dibuka yakni kawasan Tiga Gili yang mulai dibuka pada 20 juni mendatang, seiring dengan recana pemerintah menerapkan skenario New Normal.

Kepala Dinas Pariwisata NTB Muhamad Faozal menyampaikan itu, Kamis (11/06/20), dan menyebut Provinsi NTB bersiap membuka destinasi pariwisata dimulai dari kawasan Tiga Gili.

“Kawasan tiga gili yg berada di Kabupaten Lombok Utara menjadi destinasi pariwisata pertama yang akan dibuka pada tanggal 20 juni mendatang seiring dengan recana pemerintah menerapkan skenario New Normal,” ujar Faozal.

Pembukaan destinasi wisata tiga gili di Lombok Utara akan menjadi pilot project untuk mengawali new normal di NTB di sektor pariwisata

“Pembukaan kembali objek wisata dilakukan untuk memulihkan industri pariwisata dan perekonomian dengan tetap memperhatikan protokol Covid-19,” terangnya.

Menurutnya, hingga saat ini Dinas Pariwisata NTB sedang menyempurnakan SOP new normal berbasis cleanliness health and safety.

Beberapa skenario lain juga telah disiapkan untuk rancangan persiapan SOP new normal, antara lain dengan menyiapkan Tim Gabungan dari Dinas Provinsi maupun Kabupaten serta pihak-pihak terkait

Untuk memantapkan pembukaan Kawasan Tiga Gili ini Pemerintah Provinsi NTB juga telah melakukan koordinasi dengan pemerintah kabupaten Lombok Utara.

Untuk memastikan tidak sembarang wisatawan bisa datang ke Tiga Gili, pemeriksaan akan dilakukan di setiap wilayah perbatasan di kabupaten hingga menuju kawasan pantai.

Syarat Wisatawan dapat berkunjung ke kawasan Tiga Gili yakni harus menunjukkan Surat Keterangan Sehat dan hasil rapid test Covid-19.

Ketentuan itu berlaku bagi individu maupun rombongan kecil, dan harus menerapkan protokol kesehatan dengan menggunakan masker.

AYA




BPJS Kesehatan Beri Kemudahan Layanan Tanpa Susah Datang Ke Kantor

BPJS Kesehatan telah mengembangkan fitur-fitur kemudahan dalam Aplikasi Mobile JKN yang memungkinkan peserta mengaksesnya kapanpun dan dimanapun berada

MATARAM.lombokjournal.com  —  BPJS Kesehatan terus berupaya menghadirkan inovasi yang bisa dimanfaatkan dalam mengakses layanan kepesertaan JKN-KIS.

Tentu saja, inovasi yang terus dilakukan ini bertujuan memberikan kemudahan layanan kepada Peserta,

Kemudahan akses layanan tersebut dapat diakses melalui Aplikasi Mobile JKN, layanan dalam fitur Chika dan Vika, diharapkan mampu membantu Peserta memenuhi kebutuhannya dalam pengurusan kepesertaan JKN-KIS.

  1. Aplikasi Mobile JKN

Kini, BPJS Kesehatan telah mengembangkan fitur-fitur kemudahan dalam Aplikasi Mobile JKN yang memungkinkan peserta mengaksesnya kapanpun dan dimanapun berada.

Sebanyak 19 fitur-fitur pada Aplikasi Mobile JKN, antara lain:

Peserta, Ubah Data Peserta, Premi, Pendaftaran Pelayanan, Pembayaran, Catatan Pembayaran, Pendaftaran Auto Debit, Pendaftaran Peserta, Riwayat Pelayanan, Cek VA, Skrining, Info JKN, Lokasi Faskes, Pengaduan Keluhan, dan fitur terbaru yakni Ketersediaan Tempat Tidur, Konsultasi Dokter, Jadwal Tindakan Operasi, Obat Ditanggung, serta Skrining Mandiri Covid-19.

 

 

 

 

 

Aplikasi Mobile JKN dapat diunduh melalui Play Store dan AppStore.

Link download Aplikasi Mobile JKN:

https://play.google.com/store/apps/details?id=app.bpjs.mobile&hl=in

  1. Layanan Chika

Chika merupakan pelayanan informasi dan pengaduan melalui chatting yang direspon Artificial Inteligence (AI).

Chika dapat memberikan informasi seperti cek status peserta, cek tagihan BPJS Kesehatan, lokasi fasilitas kesehatan, lokasi kantor cabang BPJS Kesehatan, ubah data peserta, dan registrasi peserta.

 

 

Fitur Chika ini dapat diakses melalui beberapa media sosial seperti Facebook Messenger, Telegram, dan Whatsapp dengan nomor 08118750400. Klik Link Berikut:

https://api.whatsapp.com/send? phone=628118750400 https://wa.me/6281234567890 https://t.me/BPJSKes_bot

 

  1. Layanan Vika

 

 

 

 

Vika adalah pelayanan informasi menggunakan mesin penjawab untuk mengecek status tagihan dan status kepesertaan melalui BPJS Kesehatan Care Center 1500400 yang dapat di akses 24 jam.

Rr/BPJS Kesehatan

 




Wagub Terima Bantuan 600 Masker N95 dan 1200 Masker  Medis Dari  ITDC dan Club Med

Untuk wilayah-wilayah pariwisata di NTB yang nanti akan dinormalkan kembali, masyarakat harus paham perilaku hidup bersih

MATARAM.lombokjournal.com — Wakil Gubernur NTB Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd yang didampingi oleh Asisten I Setda NTB, Dra. Hj. Baiq Eva Nurcahyaningsih, M.Si  menerima secara simbolis bantuan 600 lembar masker N95 dan 1200 masker medis.

Bantuan tersebut diberikan oleh ITDC yang bekerja sama dengan perusahaan Perancis yang bergerak di bidang penginapan yaitu Club Med yang memiliki cabang di seluruh dunia.

Wakil Gubernur sangat menyambut baik bantuan tersebut, khususnya untuk tenaga kesehatan di NTB.

“Terima kasih, ini sangat membantu khususnya untuk tenaga kesehatan,” jelasnya.

Wagub menyampaikan untuk wilayah-wilayah pariwisata di NTB yang nanti akan dinormalkan kembali, masyarakat harus paham perilaku hidup bersih.

“New normal itu persyaratannya tetap menggunakan masker, menggunakan hand sanitizer dan tempat cuci tangan harus disediakan di lokasi wisata,” ungkap Wagub Hj Rohmi.

Di kesempatan yang sama, Direktur Konstruksi dan Operasi ITDC Ngurah Wirawan menjelaskan bahwa bantuan masker ini akan didistribusikan ke 8 rumah sakit di NTB.

“Masker ini akan langsung disebar ke 4 Rumah Sakit Kabupaten/Kota dan 4 Rumah Sakit Rujukan di NTB,” sebutnya.

Selain itu juga Ngurah melaporkan terkait pembangunan Sirkuit Mandalika yang sempat tertunda karena adanya pandemi Covid-19.

“Penyelesaian Sirkuit Mandalika mulai bulan juni ini, akan dilaporkan juga nantinyake Gubernur, Danrem, Kajati dan lainnya,” jelasnya.

AYA/HmsNTB

 




Hj Niken Harapkan PLN Tetap Beri Pendampingan Masyarakat

Diingatkan masyarakat senantiasa mematuhi protokol kesehatan

MATARAM.lombokjournal.com —  Ketua TP. PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, SE, M.Sc menghadiri penyerahan bantuan CSR PLN 1000 masker kain dewasa dan 2500 masker kain anak-anak, di Panti Sosial Asuhan Anak (PSAA) Generasi Harapan, Mataram, Rabu (10/06/20).

“Saya mengucapkan terimakasih kepada PT. PLN yang telah berkontribusi kepada kita semua. PLN tidak hanya memberi cahaya di tengah kegelapan. Harapan saya PLN peduli tetap memberi pendampingan kepada masyarakat, terutama saat ini kita sudah mulai terbiasa kepada protokol kesehatan,” ungkapnya.

Selaku Ketua TP PKK Prov NTB, Hj. Niken pun menyampaikan apresiasi dan harapannya.

“Kami atas nama PKK NTB senang sekali PLN bisa kerjasama dengan PKK, saya berharap kerjasama seperti ini di NTB bisa kita lanjutkan kembali yang tentunya bermanfaat untuk masyarakat,” ungkapnya.

Hj. Niken menyampaikan harapannya, atas perkembangan kasus Covid-19 di NTB. Diharapkan,  NTB bisa segera bangkit dari kesulitan akibat pandemi ini.

Tak lupa diingatkan masyarakat senantiasa mematuhi protokol kesehatan.

“Pergerakan pasien positif mudah-mudahan bisa melandai. Tentu semua ini berkat dukungan bapak ibu semua memutus rantai penularan Covid-19. Patuhi protokol kesehatan, memakai masker, jaga jarak, cuci tangan pakai sabun juga sepertinya akan menjadi gaya hidup kita kedepannya, tetap semangat, NTB bisa bangkit kembali menuju NTB yang lebih baik, NTB yang gemilang,” pungkasnya.

Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB, H. Ahsanul Khalik, S. Sos, MH mengungkapkan, apa yang dilakukan oleh PLN merupakan sebuah bukti bahwa di PLN memiliki kesamaan sikap dalam melawan Covid-19 khususnya NTB.

“Semoga pihak lainnya bisa mengikuti, tidak hanya bekerja sama dengan pemerintah tapi juga bisa langsung turun ke masyarakat, saya mengucapkan terimakasih atas bantuan yang diberikan,” ungkapnya.

GM PT. PLN Unit Induk Wilayah Prov NTB diwakili oleh Senior Manajer SDM dan Umum, Sumarno, menyampaikan masker yang diberikan merupakan produk lokal IKM NTB.

Hal ini guna mendorong perekonomian di NTB. Dituturkan, PLN membekali petugasnya dengan APD.

Sumarno menyampaikan komitmen untuk mendukung pemerintah NTB melawan pandemi Covid-19.

“Saya mewakili PLN unit Induk NTB menunjukkan komitmen terhadap kondisi pandemi di NTB. Selain kami mengelola listrik supaya tetap lancar, kami juga berusaha berkontribusi menangani Covid di NTB, salah satunya dengan memberi masker, Harapan kami semoga terus bisa memberikan kepedulian kepada sesama dan berdoa supaya pandemi ini segera berakhir di NTB,” pungkasnya.

AYA/HmsNTB




UPDATE Covid-19: Hari Rabu, 10 Juni, Bertambah 11 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 23  Orang, Kematian Pasien 4 (empat) orang

Kasus kematian karena Covid-19 sebagian besar disertai dengan penyakit tidak menular, seperti penyakit kardiovaskular (hipertensi, jantung), diabetes melitus, atau penyakit paru kronis

MATARAM.lombokjournal.com – Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium TCM RSUD Kota Mataram, dan Laboratroium TCM RSUD H.L. Manambai Abdulkadir mengkofirmasi, ada tambahan 11 pasien positif Covid-19, dan pasien yang dinyatakan sembuh 23 orang,  kasus kematian baru 4 (empat) orang

Siaran pers hari Rabu (10/06/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 227 sampel dengan hasil 208 sampel negatif, 8 (delapan) sampel positif ulangan, dan 11 sampel positif baru Covid-19, pasien dinyatakan sembuh 23 orang, dan kematian pasien 4 (empat) orang.

Lalu Gita Ariadi

Dijelaskan,  adanya tambahan 11 kasus baru terkonfirmasi positif, 23 tambahan sembuh baru, dan 4 (empat) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Rabu (10/06) sebanyak 868 orang.

Rinciannya 508 orang sudah sembuh, 33 meninggal dunia,serta 327 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

11 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 23 ORANG, KEMATIAN BARU 4 (EMPAT) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 858, an. Ny. S, perempuan, usia 63 tahun, penduduk Kelurahan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSI Siti Hajar dengan kondisi baik;
  2. Pasien nomor 859, an. Tn. SBA, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Buara, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Tengah dengan kondisi baik;
  3. Pasien nomor 860, an. Ny. AWM, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawatdi Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  4. Pasien nomor 861, an. Ny. H, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  5. Pasien nomor 862, an. Ny. AS, perempuan, usia 20 tahun, penduduk Kelurahan Dasan Agung, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawatdi Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  6. Pasien nomor 863, an. Ny. IAWT, perempuan, usia 61 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Utara, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
  7. Pasien nomor 864, an. Ny. W, perempuan, usia 45 tahun, penduduk Desa Lelede, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
  8. Pasien nomor 865, an. Ny. M, perempuan, usia 56 tahun, penduduk Kelurahan Mayura, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
  9. Pasien nomor 866, an. Ny. NNP, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Desa Suranadi, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Bhayangkara Mataram dengan kondisi baik;
  10. Pasien nomor 867, an. Ny. EP, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Babakan, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Bhayangkara Mataram dengan kondisi baik;
  11. Pasien nomor 868, an. Tn. LAS, laki-laki, usia 51 tahun, penduduk Desa Dasan Geres, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Unram dengan kondisi baik.

Hari Rabu terdapat penambahan 23 orang yang sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif, yaitu :

  1. Pasien nomor 392, an. Ny. DEH, perempuan, usia 47 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 435, an. An. NLAPK, perempuan, usia 7 tahun, penduduk Kelurahan CakranegaraBarat, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  3. Pasien nomor 469, an. Ny. FA, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  4. Pasien nomor 478, an. Ny. BHWP, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Desa Taman Sari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  5. Pasien nomor 526, an. Ny. MLS, perempuan, usia 58 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  6. Pasien nomor 528, an. Ny. NWMKD, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan TamanSari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  7. Pasien nomor 539, an. Ny. IASH, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Utara, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  8. Pasien nomor 553, an. Tn. DH, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Selatan, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  9. Pasien nomor 560, an. Ny. NH, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Desa Labulia, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah;
  10. Pasien nomor 568, an. Ny. YT, perempuan, usia 59 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  11. Pasien nomor 584, an. Ny. JANS, perempuan, usia 45 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  12. Pasien nomor 590, an. Ny. S, perempuan, usia 58 tahun, penduduk Desa Dasan Baru, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat;
  13. Pasien nomor 591, an. Tn. GI, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Desa Umasima, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  14. Pasien nomor 619, an. Tn. SBB, laki-laki, usia 51 tahun, penduduk Kelurahan Sayang Sayang, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  15. Pasien nomor 620, an. Tn. NBM, laki-laki, usia 63 tahun, penduduk Desa Kembang Kerang, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur;
  16. Pasien nomor 634, an. Tn. MT, laki-laki, usia 66 tahun, penduduk Kelurahan Getap Barat, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  17. Pasien nomor 686, an. Ny. N, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Banjar, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  18. Pasien nomor 723, an. Tn. DK, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Desa Labulia Jonggat, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah;
  19. Pasien nomor 724, an. Tn. RA, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Desa Tiwugalih, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah;
  20. Pasien nomor 725, an. Tn. GWS, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Janggawana, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah;
  21. Pasien nomor 726, an. Tn. JA, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  22. Pasien nomor 727, an. Ny. JA, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Midang, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  23. Pasien nomor 728, an. Ny. NNAN, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Taman Sari Kecamatan Ampenan, Kota Mataram.

Hari Rabu ini juga terdapat penambahan 4 (empat) kasus kematian baru, yaitu :

  1. Pasien nomor 842, an. Tn. TI, laki-laki, usia 64 tahun, penduduk Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 863, an. Ny. IAWT, perempuan, usia 61 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Utara, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  3. Pasien nomor 864, an. Ny. W, perempuan, usia 45 tahun, penduduk Desa Lelede, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat;
  4. Pasien nomor 865, an. Ny. M, perempuan, usia 56 tahun, penduduk Kelurahan Mayura, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram.

Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, Lalu Gita Ariadi mengingatkan, makin banyaknya kasus Covid-19 pada kelompok usia bayi dan balita maka masyarakat diharapkan untuk lebih waspada terhadap penularan penyakit tersebut karena kelompok usia ini rentan terhadap penularan penyakit.

“Untuk itu orang tua harus lebih perhatian terhadap kesehatan bayi dan balitanya serta tidak membawa mereka keluar rumah tanpa pengawasan dan berkumpul di tempattempat keramaian,” kata Lalu Gita Ariadi..

Dikatakan, kasus kematian karena Covid-19 sebagian besar disertai dengan penyakit tidak menular, seperti penyakit kardiovaskular (hipertensi, jantung), diabetes melitus, atau penyakit paru kronis.

“Masyarakat yang memiliki penyakit tidak menular seperti di atas untuk lebih menjaga kesehatan, segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat, dan berupaya mencegah terinfeksi Covid-19 dengan cara tidak keluar rumah, memakai masker bila harus keluar rumah, melakukan social distancing, sering cuci tangan, dan tidak merokok,” katanya.

Disampaikan terima kasih masyarakat yang berperan aktif dalam upaya pemutusan rantai penularan Covid-19 dengan tetap tinggal di rumah, senantiasa memakai masker jika keluar rumah dan menghindari kerumunan, physical distancing minimal dua meter, serta selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

“Pemerintah mengapresiasi petugas kesehatan yang tanpa lelah memberikan pelayanan, baik pencegahan penyebaran Covid-19 di masyarakat maupun pelayanan pengobatankepada pasien positif Covid-19 di rumah sakit,” kata Lalu Gita Ariadi.

AYA/Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemik Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.

 




Wagub NTB Tekankan Pentingnya Komitmen Penerapan Protokol Covid-19

Kunci utama pengendalian virus Corona ialah menerapkan protokol Covid-19

MATARAM.lombokjournal.com —  Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah membuka diskusi daring oleh Dewan Koordinasi Wilayah Laskar Santri Nusantara (DKW LSN) Provinsi NTB periode 2020-2023, di ruang kerjanya, Rabu (10/06/20).

Wakil Gubernur yang akrap disapa Ummi Rohmi menerangkan, kesehatan adalah hal yang sangat penting.

Terutama pada masa pandemi yang saat ini yang tidak hanya melanda dunia tapi juga melanda NTB. Sehingga menjaga kesehatan hal yang paling utama.

Di NTB berkat kerjasama semua pihak, grafik penyebaran Covid-19 masih dalam skala yang terkontrol. Akan tetapi semua pihak harus terus waspada dan tidak boleh lengah.

“Sesungguhnya kalau kita berbicara Covid-19, hal yang paling utama dan pertama adalah protokol Covid-19. Selama protokol Covid-19 itu bisa kita laksanakan maka insya Allah kita akan dapat mengendalikan keadaan,” ujarnya.

Lebih jauh, Ummi Rohmi menjelaskan, pendidikan merupakan salah satu kegiatan dengan risiko tinggi. Ke depan, abila pesantren di NTB aktif pada masa new normal maka penting dipersiapkan dengan sebaik-baiknya.

“New normal ialah bagaimana menciptakan lingkungan pesantren yang steril dari sumber penyakit, kemudian merancang betul-betul akses keluar masuk pesantren, sehingga apabila new normal telah diberlakukan, pesantren kita dapat tetap beroperasi,tetap kondusif, tidak mengakibatkan anak-anak kita dan begitu juga ustad dan ustazahnya,” ujarnya.

Ummi Rohmi optimis apabila tahap demi tahap dilakukan dengan baik maka pesantren di NTB dapat mewujudkannya.

Namun dengan kondisi NTB dengan angka penularan yang masih tinggi, Wagub menekankan bahwa untuk saat ini penerapan new normal atau pengoperasian sekolah belum bisa dilakukan.

Melalui kesempatan itu, Ummi Rohmi menekankan kembali bahwa kunci utama pengendalian virus Corona ialah menerapkan protokol Covid-19.

Ummi Rohmi menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya diskusi tersebut, yang. dinilai sangat bermanfaat untuk aktivitas pesantren-pesantren di NTB kedepannya.

“Semoga kegiatan pesantren di NTB ini bisa mengikuti kondisi kehidupan new normal nantinya untuk itu, perlu persiapan sejak sekarang,” kata wagub.

Ketua Laskar Santri NTB, Sandi Agung Firmanulhaq menyampaikan rasa terimakasih, atas berkenannya Wakil Gubernur membuka diskusi daring itu.

Melalui kesempatan tersebut, Sandi menjekaskan bahwa output dari diskusi itu nantinya akan menjadi bahan dalam penerapan new normal di pesantren.

“Acara ini nantinya outputnya akan menjadi rekomendasi ataupun saran bagaimana nantinya kedepannya terutama di NTB pondok pesantren akan menerapkan prosedur prosedur atau pun protokol terkait dengan penanggulangan convid-19 ini,” tutupnya.

Diskusi yang bertajuk “Mungkinkah Penerapan New Normal di Pesantren?” Itu diikuti juga oleh Ketua Umum DKN LSN NTB, Ketua LSN NTB, Ketua DPW PKB NTB, Ketua F-PPP DPRD NTB, Pengasuh Pondok pesantren Darul Qur’an Bengkel, Kemenag Prov NTB dan seluruh pengurus Dewan Koordinasi Wilayah LSN Prov NTB.

AYA/HmsNTB




Gubernur Zul Serukan Pentingnya Harmonisasi Kerja

Jangan sampai, di tengah pandemi Covid-19 ini kita semakin mempersulit masyarakat

MATARAM.lombokjournal.com —  Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah memberikan arahan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Dinas Pariwisata dan Dinas Perhubungan Provinsi NTB.

Arahan dan pembinaan bagi ASN tersebut sekaligus halalbihalal  Gubernur Zul bersama ASN Provinsi NTB, Rabu (10/06/20).

Menggunakan motor, Gubernur NTB yang akrab disapa Bang Zul ini mengawali kunjungannya di Dinas Pariwisata NTB.

Beberapa hal yang menjadi penegasan Gubernur Zul yakni tentang pentingnya harmonisasi, tugas pokok dan fungsi (tupoksi) kerja terlebih  dalam waktu dekat pariwisata di NTB dibuka dengan kenormalan baru.

“Semua ASN di Pemprov NTB harus kompak, terutama di Dinas Pariwisata. Karena, dengan kekompakan dan kerja bersama ASN,  Insya Allah pariwisata kita di NTB bangkit kembali,” ungkap Gubernur.

Gubernur Zul mengajak seluruh ASN lingkup Dinas Pariwisata untuk terus berdoa dengan harapan badai COVID-19 segera berlalu di NTB dan tanah air.

Hingga menggairahkan kembali dunia pariwisata yang sedang mulai bangkit setelah sebelumnya terpuruk akibat gempa bumi.

“Pariwisata ini salah satu penyumbang pendapatan asli daerah. Saya mengajak bapak ibu semua untuk terus berdoa dan ikhtiar bersama dalam memajukan pariwisata di daerah kita tercinta,” serunya.

Sementara itu, bertempat di Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi NTB, Bang Zul mengapresiasi langkah Dishub yang mengganti rapid test dengan clearance yang ketat.

“Alhamdulillah atas kerja keras Dinas Perhubungan, rapid test di penyeberangan Poto Tano dan Kayangan diganti dengan clearance yang ketat,” ujar Gubernur Zul.

Jangan sampai, di tengah pandemi Covid-19 ini, kita semakin mempersulit masyarakat. Menurut Gubernur, mengganti rapid test dengan clearance yang ketat adalah langkah tepat dalam meringankan beban masyarakat.

“Banyak petani dari Lombok yang harus panen di pulau Sumbawa, banyak juga mahasiswa kita yang harus kembali belajar, kalo mereka harus rapid test, nanti uang Rp600 ribu dari pemerintah, habis untuk rapid tes,” ujarnya.

AYA/HmsNTB