Anak Butuh Bimbingan Memahami Protokol Covid-19

Prinsip pencegahan Covid-19 pada anak-anak adalah memberikan pemahaman bagaimana menjaga jarak, menggunakan masker tidak boleh lebih dari 4 jam dan tidak sembarangan menyentuh benda-benda di sekitar

MATARAM.lombokjournal.com —   Ketua TP-PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati menjadi narasumber webinar forum anak Lombok Utara, yang diinisiasi oleh Forum Anak Kabupaten Lombok Utara, dan diikuti seluruh Forum Anak yang tersebar di NTB.

Acara bertema “Pola Pengasuhan Anak Untuk Pencegahan Penularan Covid-19”,  berlangsung secara daring. Hj. Niken menghadiri pertemuan secara daring tiu dari Pendopo Gubernur, Kamis (18/06/20).

Hj. Niken Saptarini Widyawati

Hj. Niken mengungkapkan, PKK juga turut andil dan memperhatikan segala sesuatu yang terjadi pada keluarga, termasuk pola asuh anak untuk pencegahan penularan Covid-19 di NTB.

“Hal ini sudah menjadi tanggung jawab dan masalah bersama, InsyaAllah kita juga harus sama-sama menghadapinya,” katanya.

Ia memberikan edukasi kepada anak-anak terkait Covid-19 merupakan tantangan besar, mengingat kasus Covid-19 pada anak di NTB mulai meningkat.

Menurutnya, prinsip utama dalam pencegahan Covid-19 pada anak-anak adalah memberikan pemahaman bagaimana menjaga jarak, menggunakan masker tidak boleh lebih dari 4 jam dan tidak sembarangan menyentuh benda-benda di sekitar.

“Karena virus ini tidak kelihatan, kalau kelihatan tentu saja mudah kita menghindarinya. Oleh karena itu kita perlu ekstra hati-hati. Saat ini peran dari guru, kakak, dan orang tua harus memberikan pemahaman kepada anak-anak kita yang masih kecil untuk tidak melakukan kontak fisik dengan orang lain,” jelasnya.

Diperlukan kerjasama dari semua pihak untuk mengasuh dan membesarkan seorang anak. Tidak hanya orang tua tetapi juga diperlukan dukungan dari lingkungan yang baik agar anak bisa tumbuh jadi anak yang baik.

“Tentu saja ini juga menjadi tantangan bagi kita di masa pandemi Covid-19 ini, tetapi saya pikir selalu ada hikmah yang bisa kita ambil dari segala situasi,” tutur Hj. Niken.

Dikatakan, selain memberikan edukasi hidup bersih dan sehat kepada anak, nilai-nilai kedisiplinan juga sangat penting.

Sehingga mereka  disiplin melakukan pencegahan Covid-19. Selain itu juga yang paling penting yaitu kemampuan untuk belajar hal-hal baru dan beradaptasi dengan situasi yang ada.

“Ini tentu saja membuka peluang kita untuk bekerja sama dan begandengan dengan lintas lembaga dan lintas institusi untuk bergandengan tangan, sehingga menciptakan keluarga yang sehat dan sejahtera. Anak-anak tumbuh dengan sehat dan baik dan terwujudnya masyarakat NTB Gemilang,” tutup Hj. Niken.

 

Ketua Lembaga Perlindungan Anak NTB H. Sahan, SH sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Forum Anak KLU yang menginisiasi seminar daring itu.

Diharapkan, melalui kegiatan ini dapat mengedukasi anak-anak terkait Covid-19, apalagi virus tersebut sudah menyebar di anak-anak NTB.

“Bersama kita bergerak bersama, bersemangat dan waspada. Tetap memperhatikan diri meskipun akan diterapkannya new normal, kita harus tetap menjaga diri,” katanya.

AYA/HmsNTB




Bang Zul Semangati Remaja NTB untuk Terus Berkarya

Para remaja ini perlu mencoba terobosan-terobosan baru tanpa harus takut melakukan kesalahan

MATARAM.lomnokjournal.com — Kedatangan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah halalbihalal sekaligus pembinaan ASN disambut beberapa karya SMK, SMA dan SLB di Dinas Kebudayaan Provinsi NTB.

Mulai dari motor anti maling, lampu, hingga persembahan lukisan batik Sasambo untuk Gubernur NTB.

Gubernur yang akrab disapa Bang Zul tersebut merasa bangga dan terus mendorong anak-anak muda NTB untuk berkarya dan berinovasi di tengah pandemi Covid-19.

“Kami bangga kepada anak-anak muda NTB. Meski belajar dari rumah, mereka semua tetap bisa berkarya, yang kita lihat hari ini menjadi salah satu bukti bahwa anak-anak muda NTB cerdas dan penuh kreativitas,” ungkap Bang Zul, Kamis (18/05/20).

Bang Zul mengatakan, jangan sampai  karya belum sempurna, namun semangat telah terlanjur patah dan berhenti berkarya.

Di masa inilah, para remaja ini perlu mencoba terobosan-terobosan baru tanpa harus takut melakukan kesalahan.

“Adik-adikku semua. Percayalah, benturan membuat kalian terbentuk. Mulai sekarang, tugas kita semua kampenyakan hasil karya anak-anak kita, kita buktikan, anak-anak muda NTB bisa,” ungkap Bang Zul,memberikan semangat kepada siswa-siswi yang hadir pada acara halalbihalal tersebut.

Orang nomor satu di Pemprov NTB tersebut berpesan kepada seluruh ASN Dikbud NTB untuk terus memperbanyak tali silaturahmi. Apapun akan terasa ringan jika tali silaturahmi terus terjalin sesama pegawai.

“Sederhana saja, dalam segala tugas yang kita kerjakan. Kuncinya satu, kita perbanyak silaturrahim, dengan begitu, apapun yang kita kerjakan bisa berjalan dengan ringan,” tutup Bang Zul.

Bang Zul menyerahkan secara simbolis paket Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang kepada Guru Tidak Tetap.

Dalam kegiatan itu Gubernur Zul  didampingi Asisten I dan Kepala Biro Organisasi Setda Provinsi NTB, Kasatpol PP NTB, Kepala BKD NTB, Kadis Dikbud NTB, serta ASN lainnya di lingkup Pemprov NTB,

AYA/HmsNTB




UMKM NTB Perlu Diberi Kesempatan di Tengah Pandemi Covid-19

NTB memiliki UKM yang bergerak di banyak bidang. Mulai dari garam, ikan kering, minyak kelapa, abon, gula aren, kopi, teh, serbat jahe, susu kedelai, kue kering serta banyak lagi produk lainnya

MATARAM.lombokjournal.com —  Pandemi Covid-19 tidak hanya memengaruhi sektor kesehatan, tapi berpengaruh juga pada sektor perekonomian.

Tak terkecuali,  yang terdampak termasuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang berkaitan dengan pangan.

Namun, Pemprov NTB tidak tinggal diam, melalui program Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang, pelaku UMKM diberi  peluang agar tetap eksis di tengah pandemi Covid-19.

Sejak pendistribusian JPS Gemilang tahap II, sebanyak 900 UMKM berhasil digerakkan, yang mayoritas bergerak pada bidang pangan. Dan itu akan berlanjut terus  hingga tahap berikutnya.

Pemprov NTB melakukan itu sebagai salah satu jalan membangkitkan perekonomian masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

“Mengembangkan UKM industri pangan ini tidak mudah. Karena, kalau UKM itu tidak kita kasih kesempatan, maka tidak mungkin mereka bersaing dengan pemain-pemain besar,” ujar Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah saat memberikan sambutan pada acara Webinar Nasional dengan tema menguji imunitas UMKM pangan di masa pandemi Covid-19, Kamis (18/06/20)

Dikatakan, NTB itu bukan hanya sebagai lumbung pangan nasional, tapi harus bergerak menjadi industri pangan nasional yang bahan pengolahannya ada di NTB.

Dengan jalan itu maka bisa meningkatkan taraf hidup petani dan nelayan di NTB.

“Kita harus bergerak pada industri pengolahan, dan ini tidak mungkin dilakukan kalau kita tidak punya SDM di bidang pangan dan bidang agro industri yang bagus,” kata Bang Zul.

Dikatakan, melalui program JPS Gemilang ini ditunjukkan bukan hanya pada audiens di NTB, tapi di seluruh Indonesia bahwa UKM-UKM pangan kita ternyata mampu menjadi tuan rumah di kmpung sendiri.

“Tantangan berikutnya adalah, kita perbaiki kualitas produksi yang dihasilkan dengan memperkenalkan teknologi tepat guna, dan pada saat yang sama di bidang harga juga harus bersaing,” ungkap Bang Zul.

NTB memiliki UKM yang bergerak di banyak bidang, mulai dari garam, ikan kering, minyak kelapa, abon, gula aren, kopi, teh, serbat jahe, susu kedelai, kue kering serta banyak lagi produk lainnya.

“Dan itu semua menunjukkan kita tidak kekurangan,” tegas Gubernur Zul.

AYA/HmsNTB




UPDATE Covid-19: Hari Rabu, 17 Juni, Bertambah 30 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 20 Orang, Kasus Kematian 2 (dua) Orang

Sebagian besar pasien Covid-19 yang meninggal disertai penyakit penyerta (komorbid). Tapi terdapat juga beberapa pasien yang meninggal murni karena Covid-19

MATARAM.lombokjournal.com – Laboratorium PCR dan TCM RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratroium TCM RSUD Kota Mataram, Laboratroium TCM RSUD H.L. Manambai Abdulkadir, dan Laboratorium TCM RSUD R. Soedjono Selong mengkofirmasi, ada tambahan 30 pasien positif Covid-19, dan pasien yang dinyatakan sembuh 20 orang, dan kasus kematian 2 (dua) orang.

Siaran pers hari Rabu (17/06/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 299 sampel dengan hasil 262 sampel negatif, 7 (tujuh) sampel positif ulangan, dan 30 sampel positif baru Covid-19, pasien dinyatakan sembuh 20 orang, dan kasus kematian baru 2 (dua) pasien.

Lau Gita Ariadi

Dijelaskan, adanya tambahan 30 kasus baru terkonfirmasi positif, 20 tambahan sembuh baru, dan 2 (dua) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Rabu (17/06/20) sebanyak 1008 orang, dengan perincian 676 orang sudah sembuh, 43 meninggal dunia, serta 289 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

TAMBAHAN 30 PASIEN POSITIF COVID 19, SEMBUH 20 ORANG, KEMATIAN BARU  2 (DUA) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 979, an. Ny. M, perempuan, usia 58 tahun, penduduk Kelurahan Monjok, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien memiliki penyakit komorbid. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
  2. Pasien nomor 980, an. Ny. NH, perempuan, usia 46 tahun, penduduk Desa Sesela, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 901. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  3. Pasien nomor 981, an. Ny. HKYQ, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Pejanggik, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSJ Mutiara Sukma dengan kondisi baik;
  4. Pasien nomor 982, an. Ny. LN, perempuan, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Karang Pule, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Siloam Mataram dengan kondisi baik;
  5. Pasien nomor 983, an. Ny. SR, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Monjok Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 914. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  6. Pasien nomor 984, an. Tn. R, laki-laki, usia 44 tahun, penduduk Kelurahan Monjok Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 983. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  7. Pasien nomor 985, an. Tn. WS, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Desa Kokar Lian, Kecamatan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan keAmerika. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Sumbawa Barat dengan kondisi baik;
  8. Pasien nomor 986, an. Ny. IR, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Punia, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien memiliki penyakit komorbid. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
  9. Pasien nomor 987, an. Tn. AR, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSI Siti Hajar Mataram dengan kondisi baik;
  10. Pasien nomor 988, an. Tn. LASRA, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  11. Pasien nomor 989, an. Ny. IL, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Monjok, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  12. Pasien nomor 990, an. Tn. LZ, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Kekalik, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  13. Pasien nomor 991, an. Tn. AF, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Desa Ranggagata, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  14. Pasien nomor 992, an. Tn. S, laki-laki, usia 59 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga dengan kondisi baik;
  15. Pasien nomor 993, an. Ny. DKL, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Dasan Tapen, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  16. Pasien nomor 994, an. Ny. NLSW, perempuan, usia 20 tahun, penduduk Desa Taman Sari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  17. Pasien nomor 995, an. Ny. NNR, perempuan, usia 70 tahun, penduduk Desa Taman Sari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  18. Pasien nomor 996, an. Ny. N, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Dasan Agung, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  19. Pasien nomor 997, an. Ny. ZFW, perempuan, usia 48 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Selatan, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  20. Pasien nomor 998, an. Ny. DPGD, perempuan, usia 22 tahun, penduduk Desa Dasan Tapen, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  21. Pasien nomor 999, an. An. RR, laki-laki, usia 16 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Selatan, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalananke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belumteridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  22. Pasien nomor 1000, an. An. MS, laki-laki, usia 10 tahun, penduduk Desa Perampuan, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  23. Pasien nomor 1001, an. An. YV, perempuan, usia 14 tahun, penduduk Desa Perampuan, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  24. Pasien nomor 1002, an. Tn. S, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Dasan Agung, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  25. Pasien nomor 1003, an. An. SS, perempuan, usia 11 tahun, penduduk Kelurahan Dasan Agung, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  26. Pasien nomor 1004, an. An. HR, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk Desa Kalianyar, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  27. Pasien nomor 1005, an. Ny. NL, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Kalianyar, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  28. Pasien nomor 1006, an. Tn. ET, laki-laki, usia 54 tahun, penduduk Kelurahan Sapta Marga, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSAD Wirabakti Mataram dengan kondisi baik;
  29. Pasien nomor 1007, an. Tn. ITA, laki-laki, usia 64 tahun, penduduk Kelurahan Punia, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  30. Pasien nomor 1008, an. Tn. SA, laki-laki, usia 20 tahun, penduduk Desa Kalianyar, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik.

Hari Rabu terdapat penambahan 20 orang yang sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif, yaitu :

  1. Pasien nomor 299, an. An. OPP, laki-laki, usia 18 tahun, penduduk Desa Kalimongo, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa;
  2. Pasien nomor 351, an. Tn. AN, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Desa Batuyang, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur;
  3. Pasien nomor 366, an. An. ATJP, laki-laki, usia 15 tahun, penduduk Desa Pada Suka, Kecamatan Lunyuk, Kabupaten Sumbawa;
  4. Pasien nomor 535, an. Tn. MZY, laki-laki, usia 19 tahun, penduduk Desa Beru, Kecamatan Brang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat;
  5. Pasien nomor 592, an. Ny. EP, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Labu Burung,Kecamatan Buer, Kabupaten Sumbawa;
  6. Pasien nomor 593, an. Ny. TDR, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Desa Lopok, Kecamatan Lopok, Kabupaten Sumbawa;
  7. Pasien nomor 616, an. Tn. TSH, laki-laki, usia 67 tahun, penduduk Kelurahan Mandalika, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  8. Pasien nomor 630, an. Ny. IH, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  9. Pasien nomor 673, an. Tn. M, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Desa Teniga, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara;
  10. Pasien nomor 682, an. Ny. M, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Desa Rakam, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  11. Pasien nomor 690, an. Tn. U, laki-laki, usia 59 tahun, penduduk Desa Labuhan Lombok, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur;
  12. Pasien nomor 691, an. Tn. AF, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Desa Anggaraksa, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur;
  13. Pasien nomor 693, an. Tn. LSH, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Desa Sakra, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur;
  14. Pasien nomor 696, an. An. ANC, perempuan, usia 8 tahun, penduduk Desa Sakra, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur;
  15. Pasien nomor 701, an. An. MFR, laki-laki, usia 1,7 tahun, penduduk Desa Sakra, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur;
  16. Pasien nomor 722, an. Ny. M, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Desa Kawo Pujut, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah;
  17. Pasien nomor 740, an. An. LH, laki-laki, usia 19 tahun, penduduk Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara;
  18. Pasien nomor 773, an. Tn. S, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Kelurahan Gebang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  19. Pasien nomor 810, an. Tn. S, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Desa Aikmual, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah;
  20. Pasien nomor 870, an. Ny. MW, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Desa Pohgading, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur.

Sebagian besar pasien Covid-19 yang meninggal disertai penyakit penyerta (komorbid). Tapi terdapat juga beberapa pasien yang meninggal murni karena Covid-19.

Sehingga masyarakat diharapkan tetap waspada dan tidak boleh mengendurkan disiplin dalam menjalankan protocol pencegahan Covid-19.

Hari ini terdapat penambahan 2 (dua) kasus kematian baru, yaitu :

  1. Pasien nomor 979, an. Ny. M, perempuan, usia 58 tahun, penduduk Kelurahan Monjok, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 986, an. Ny. IR, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Punia, Kecamatan Mataram, Kota Mataram.

Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Covid-19 NTB, Lalu Gita Ariadi berharap, petugas kesehatan di Kabupaten/Kota melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran virus Covid-19.

AYA/Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemik Covid-19 NTB di nomor 08180211 8119.

 

 




Tanggapan Gubernur Zul Di Rapat Paripurna, Pernyataan Fraksi-Fraksi Akan Ditindaklanjuti

“Berbagai pernyataan dari Fraksi-fraksi akan ditindaklanjuti sesuai dengan kewenangan yang kami miliki.” kata LaLu Gita Ariadi

MATARAM.lombokjournal.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, HL Drs Gita Ariadi, M.Si menyampaikan, atas pandangan pimpinan, fraksi-fraksi dan segenap anggota DPRD terhadap laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Provinsi NTB tahun anggaran 2019, Pemerintah Provinsi NTB menerima pandangan yang disampaikan,  kemudian menjadi perhatian dan pembenahan.

Lalu Gita Aryadi

Lalu Gita Ariadi  mewakili Gubernur Provinsi NTB Dr. H Zulkieflimansyah menyampaikan tanggapan, dalam  Rapat Paripurna DPRD Provinsi NTB, Rabu (17/06/20)  di Ruang Sidang Utama DPRD NTB.

Rapat Paripurna itu  membahas jawaban Gubernur NTB atas pandangan umum Fraksi-fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2019.

Sekda mengatakan, Pemerintah Provinsi NTB menerimanya dan sekaligus menjadi perhatian untuk melakukan pembenahan langkah dan kegiatan guna mewujudkan pengelolaan keuangan dan aset daerah yang produktif, transparan dan akuntabel.

Beberapa pandangan, masukan dan saran tersebut antara lain meningkatkan tertib administrasi pengelolaan keuangan daerah, khususnya yang terkait dengan pendapatan daerah yang harus didukung dengan regulasi yang jelas.

Selanjutnya, mendorong sektor-sektor ekonomi yang mempunyai daya ungkit untuk mengurangi tingkat kemiskinan dan memperbesar peluang penyerapan tenaga kerja, serta pemerataan pembangunan antar sektor dan wilayah.

Selain itu, pandangan, masukan dan saran DPRD yaitu melakukan penataan ulang terhadap seluruh aset-aset yang dimiliki oleh pemerintah Provinsi NTB agar terjadi kesesuaian dengan neraca daerah.

Juga mengenai prlunya dilakukan evaluasi atau peninjauan ulang terhadap kontrak-kontrak kerjasama pemanfaatan aset yang dimiliki pemerintah daerah.

“Juga mengembangkan investasi yang profitable dan sustainable untuk mendongkrak peningkatan pendapatan asli daerah atau PAD secara berkelanjutan serta menindaklanjuti rekomendasi dan temuan BPK RI yang belum terselesaikan,” terang Gita.

Gita menyatakan, pernyataan dari fraksi-fraksi akan menjadi perhatian pemerintah daerah dengan sungguh – sungguh dan akan ditindaklanjuti.

“Berbagai pernyataan dari Fraksi-fraksi akan ditindaklanjuti sesuai dengan kewenangan yang kami miliki.” kata LaLu Gita Ariadi..

AYA/HmsNTB




Produk Hasil Pelatihan Daring BLK NTB, Untuk Gugus Tugas Covid-19

Diklat virtual bagi masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19, mampu menghasilkan produk yang produktif dan menarik

MATARAM.lombokjournal.com – Gugus Tugas Covid-19 Provinsi NTB menerima bantuan berupa barang-barang kebutuhan hasil pelatihan dari BLK Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB, penyerahannya  berlangsung di Gedung Sangkareang Setda Provinsi, Rabu (17/06/20).

Bantuan yang diberikan berupa 32 unit wastafel, 3000 masker, dan ratusan toples makanan kering.

Siapa sangka kalau bantuan itu justru datang dari masyarakat yang terdampak pandemic Covid-19.

Bantuan itu merupakan buah dari ihtiar Pemerintah yang membangkitkan semangat dan produktifitas warga melalui pelatihan berbasis daring. Pelatihan daring yang dilakukan menyasar warga yang terdampak Covid-19.

Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Covid-19 Provinsi NTB yang juga Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si mengaku kagum dan mengapresiasi hasil karya tersebut.

“Ini adalah hal yang spesial dikarenakan karya ini adalah hasil mereka yang terdampak Covid-19, lalu stay at home dan kemudian mendapat  pelatihan secara online lalu tetap produktif,”  kata Lalu Gita.

Menurutnya, diklat virtual bagi masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19, mampu menghasilkan produk yang produktif dan menarik.

“Inilah pesannya yang selama ini selalu didengungkan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur NTB. InsyaAllah, produk-produk yang memungkinkan akan diprioritaskan masuk menjadi  item dalam JPS Gemilang.” jelasnya

Senada dengan Sekda Provinsi NTB, pihak BLK NTB yang diwakili Jayakusuma selaku Instruktur Kejuruan LAS BLK NTB menjelaskan, pelatihan yang didanai APBN ini dilakukan melalui platform aplikasi Zoom.

“Pelatihan dimulai dari tanggal 3-16 Juni 2020. Pelatihan ini ada tiga bentuk, pelatihan pembuatan masker, wastafel, dan memasak. Pelatihan melalui platform zoom, jumlah peserta ada 16 peserta tiap masing-masing mata pelatihan” jelas Jayakusuma.

AYA/HmsNTB




Semua Pihak Diajak Bekerjasama Perangi Penyalahgunaan Narkoba

Salah satu program Pemprov NTB yang  mendukung pencegahan narkoba yakni Revitalisasi Posyandu. Para kader di lingkungan dan dusun harus paham betul tentang bahaya narkoba

MATARAM.lombokjournal.com —  Mencegah penyebaran dan penyalahgunaan narkoba, bukan hanya tanggung jawab Badan Narkotika Nasional (BNN) saja. Seluruh stakeholder harus bersama berjalan beriringan dan bergandeng tangan untuk mengatasi masalah ini.

Wagub Ummi Rohmi

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah saat menerima silaturahim Kepala BNN NTB, Brigjen Pol Gde Sugianyar Dwi Putra di ruang kerja Wagub Kantor Gubernur NTB, Rabu (17/06/20).

Menurut Wagub, penyalahgunaan narkoba di kalangan masyarakat harus diatensi bersama-sama. Apalagi, banyak penyalahguna narkoba adalah mereka yang berada di rentang usia produktif.

Umm Rohmi mengatakan, berbagai upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba telah dilakukan oleh pemerintah. Salah satu program Pemprov NTB yang  mendukung pencegahan narkoba yakni Revitalisasi Posyandu. Para kader di lingkungan dan dusun harus paham betul tentang bahaya narkoba.

“Bisa kita bayangkan jika semua bergerak dari segala penjuru ini akan lebih optimal dan itu yang kita harapkan. Edukasi ini harus dilakukan terus menerus supaya anak-anak di NTB tidak terjerumus, dan berharap potret di NTB ini membaik,” ungkap Wagub.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BNN NTB Brigjen Pol Gde Sugianyar Dwi Putra mengatakan tahun ini peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) tahun 2020 akan dilaksanakan secara virtual di Kantor BNN masing-masing. Nantinya, HANI akan dihadiri secara virtual oleh Presiden RI dan sekaligus akan me-launching website aduan bagi masyarakat untuk ASN yang terlibat narkoba.

Gde Sugianyar mengatakan, selama ini BNN telah mensosialisasikan apabila ada keluarga di lingkungan sekitar yang merupakan korban penyalahguna narkoba, dan bukan terlibat jaringan pengedar maka dipersilahkan datang ke BNN until direhabilitasi,

“Silakan datang ke BNN, di sana akan direhabilitasi secara gratis dibiayai oleh negara”, tambahnya.

AYA/HmsNTB




Lembaga Lain Diajak  Andil Tingkatkan Kemampuan Masyarakat NTB

Pembangunan tidak boleh hanya fokus pada indikator kuantitatif saja. Peningkatan kualitas masyarakat pun harus menjadi sasaran utama dari pemerintah

MATARAM.lombokjournl.com —  Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menjadi Narasumber dalam acara silaturahim dan temu wicara secara online yang diinisiasi oleh Baituttamkin Tazkia Madani, bertempat di Ruang Kerja Gubernur, Rabu (17/06/20).

Kegiatan ini mengangkat tema “Percepatan Pemulihan Ekonomi Keluarga Berpenghasilan Rendah Terdampak Pandemi Covid-19 ; Sinergi Pemerintah Daerah, BAZNAS dan Partisipasi Masyarakat Madani”.

Gubernur dalam kesempatan itu menyambut baik kegiatan yang diselenggarakan oleh Baituttakmin Tazkia Madani tersebut.

Menyinggung masalah ekonomi, sebelum wabah Corona menyapa dunia, NTB sebelumnya telah merasakan gejolak ekonomi akibat gempa beberapa waktu yang lalu.

Ia pun mengapresiasi kinerja Bupati dan Walikota, seluruh OPD dan lembaga/organisasi terkait yang selama masa itu telah bekerja keras dalam menstabilkan perekonomian.

“Tetapi setelah kita bangkit pada track yang benar, kita semua bahkan di seluruh dunia terkena Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) ini,” ujar Gubernur Zul.

Begitu pula dengan pembangunan, Gubernur Zullmengatakan, pembangunan tidak boleh hanya fokus pada indikator kuantitatif saja. Peningkatan kualitas masyarakat pun harus menjadi sasaran utama dari pemerintah.

“Tapi yang paling penting dan ini sedang kita lakukan di NTB bahwa pembangunan itu harus dimaknai sebagai sebuah proses besar untuk mengupgrade kemampuan masyarakat,” jelasnya.

Pemprov NTB katanya akan selalu mendukung kegiatan apa saja di daerah ini, selama itu mampu meningkatkan kualitas dan menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat.

“Apapun yang ingin dilakukan teman-teman sepanjang itu punya niat dan muaranya mengupgrade kemampuan atau kapasitas masyarakat kami, kami akan dukung,” katanya.

Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Drs H. Lalu Gita Ariadi, M.Si mengatakan, pemerintah begitu menyadari efek ekonomi yang terjadi selama masa pandemi Covid-19.

Anjuran seperti stay at home tentu akan berdampak pada ekonomi apabila pemasukan (income) ikut tersendat.

“Oleh karenanya, ketika awal spirit kita adalah lawan Covid-19, tetapi belum juga menunjukkan tanda-tanda akan segera mereda dan usai, sekarang kita berada pada posisi bagaimana bersahabat dengan Covid-19. Dengan meningkatkan aktifitas, melakukan produktifitas ekonomi tetapi tetap diatas segalanya adalah mengacu kepada protokol Covid-19,” ungkap Lalu Gita.

Lalu Gita menyampaikan, Pemprov NTB selain dalam hal kesehatan terkait penanganan Covid-19, juga sangat memperhatikan aspek sosial ekonomi.

Ia kemudian mencontohkan program JPS Gemilang yang merupakan hasil produksi lokal disebutnya  telah memberikan solusi bagi masyarakat yang terdampak Covid-19.

“Jaring Pengaman Sosial yang diberikan kepada masyarakat ini adalah item-item produk dari UMKM atau yang dihasilkan masyarakat NTB sendiri, jadi apa yang dihasilkan oleh masyarakat yang terdampak, yang stay at home, kemudian bisa melakukan sesuatu, itu yang diserap oleh pemerintah dan setelah diserap kembali didistribusikan kepada masyarakat,” terangnya.

Dengan langkah ini, Pemprov NTB mendapat banyak apresiasi dari UMKM dan juga masyarakat luas. Tak hanya itu, Pemerintah Pusat pun mengapresiasi langkah yang telah dan sedang dilakukan Pemprov NTB.

Pimpinan Grup Tazkia, Dr. Muhammad Syafi’i Antonio memaparkan hal-hal yang menjadi program dan langkah kedepan dalam mengontrol perekonomian selama masa wabah corona.

Ada tiga pendekatan yang dilakukan oleh Baituttakmin, yakni secara finansial yaitu dengan cara memperkuat ekonomi. Kedua, pendekatan sosial keluarga yaitu dengan melakukan peningkatan kapasitas dan yang terakhir pendekatan spritual.

“Alhamdulillah ini sudah berjalan atas dukungan dari Pemprov, Kabupaten dan Kota demikian juga Insya Allah nanti dengan BAZNAS, mudah-mudahan ini bisa ditingkatkan,” sebut Syafi’i.

Ke depan, ia berharap masyarakat agar mampu meningkatkan perekonomiannya. Oleh sebab itu, kerjasama yang baik antar pihak terkait menjadi hal yang penting untuk dilakukan.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS RI, Dr. Irfan Syauqi Beik mengatakan hal-hal yang terkait dengan akselerasi penyaluran zakat di masa pandemi Covid-19 dan era New Normal.

Penyaluran ZIS BAZNAS masa pandemi Covid-19 mengedepankan syariah dan ketentuan yang berlaku, serta tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Koordinasi dengan pemerintah dan gugus tugas penanganan Covid-19 harus lebih dikuatkan.

Selain itu, Ia bersyukur bahwa semangat berbagi masyarakat masih sangat tinggi meskipun di masa sulit ini.

“Kita optimis bahwa seberat apapun situasi yang kita hadapi, peluang itu masih ada,” ucap Syauqi optimis.

Ia kemudian menekankan tiga karakteristik program di era New Normal yang akan diterapkan BAZNAS, di antaranya menjaga protokol kesehatan, menjaga protokol keselamatan kerja dan memanfaatkan kemajuan teknologi.

“Adaptasi menjadi suatu hal yang sangat penting dan tentu ini kita harus memiliki protokol yang baik didalam program,” tambahnya.

Hadir dalam kegiatan ini, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda NTB, Ahmad Masyhuri, SH. Kegiatan ini diikuti pula BAZNAS dan BAZDA Kabupaten/Kota, Penggerak Baittutamkin Lombok Sumbawa serta masyarakat umum yang turut pula menyampaikan aspirasinya.

AYA/HmsNTB




15 Ribu Paket Bantuan dari Kemenparekraf, Untuk Pekerja Pariwisata yang Terdampak Covid-19

Dunia usaha di sektor pariwisata mengalami pelemahan. Hingga berdampak pada beberapa hal, antara lain pekerja yang dirumahkan hingga pemutusan hubungan kerja (PHK)

MATARAM.lombokjournal.com — Pariwisata merupakan salah satu sektor yang pertama terdampak saat pandemi Covid-19 di NTB.

Hal ini menjadi atensi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) lantaran banyak pekerja pariwisata yang terdampak secara langsung.

Bertempat di Islamic Center NTB, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menyampaikan ucapan terimakasih terhadap bantuan 15 ribu paket sembako dari pemerintah pusat melalui Kemenparekraf.

Hal ini merupakan bukti bahwa pemerintah pusat tetap bersama NTB dalam membangun pariwisata.

“Ketika ada wabah Covid-19 ini memang salah satu yang terkena dampak adalah pariwisata, oleh karena itu mudah-mudahan bantuan ini tidak hanya secara fisik, namun ini bentuk dukungan moril yang diberikan oleh pemerintah pusat,” kata Gubernur.

Gubernur Zul berpesan kepada para pekerja pariwisata untuk menjadikan momen ini sebagai titik awal kebangkitan pariwisata NTB akibat pandemi.

“Kepada teman-teman pariwisata mudah-mudahan ini jadi momentum untuk tidak takut terhadap Corona, tapi harus tetap mengikuti protokol kesehatan agar kita mampu terhindar dari wabah ini,” pesan Bang Zul.

Ia juga meminta kepada asosiasi-asosiasi pariwisata untuk kembali menggiatkan anggota-anggotanya, agar mulai beraktivitas kembali dengan menerapkan protokol kesehatan di masa menuju new normal.

“Disiplin dengan new normal ini penting, jangan sampai kita mengabaikan, sehingga kita menelan pil pahit di kemudian hari,” tuturnya.

Bang Zul juga berterimakasih kepada Forkopimda yang selalu hadir dan memberikan dukungan baik secara moril maupun materil khususnya pada masa pandemi ini.

Pekerja yang dirumahkan

Asisten Deputi Bidang Pengembangan Produk Pariwisata Kemenparekraf, Edy Wardoyo menyampaikan, dunia usaha di sektor pariwisata mengalami pelemahan. Hingga berdampak pada beberapa hal, antara lain pekerja yang dirumahkan hingga pemutusan hubungan kerja (PHK).

Edy mengatakan. tujuan Kemenparekraf ini adalah untuk memberikan dukungan berupa moril dan meteril yang diharapkan dapat meringankan beban para pekerja pariwisata terdampak Covid-19 khususnya di NTB ini.

Bekerjasama dengan Pemerintah Daerah, Kepolisian serta asosiasi terkait, sebanyak 15 ribu paket sembako yang diberikan adalah hasil usulan dari Dinas Pariwisata Provinsi NTB, dan sudah melalui verifikasi dengan beberapa kriteria penerima.

Paket tersebut juga sesuai dengan apa yang dibutuhkan masyarakat, diisi dengan produk UMKM lokal.

“Paket isinya beras premium isi 10 kg, minyak goreng isi 1 liter, gula pasir 1 kg, ikan asin 25gram. Isi dari paket ini sesuai arahan Gubernur kita beli dari UMKM-UMKM lokal,” terang Edy disamput tepuk tangan meriah.

Ia menambahkan. para pekerja pariwisata yang mendapatkan bantuan ini adalah mereka yang  sudah mengalami PHK dan yang gajinya belum dibayar hingga tiga bulan ini.

Edy berharap pandemi ini segera berakhir agar pariwisata di NTB dapat normal kembali seperti biasanya.

AYA/HmsNTB




Jaksa Gugat Batal Perkawinan Sejenis Antara Muhlisin dengan Sup alias Mit

Pihak kejaksaan tinggi  juga telah memiliki  saksi fakta selain bukti dokumen yaitu keterangan dari ayah Mit yang membenarkan, Mit itu sebenarnya adalah Supriadi bukanlah yatim

MATARAM.lombokjournal.com  — Jaksa Pengacara Negara (JPN) Kejari Mataram menggugat pembatalan perkawinan sejenis antara Muhlisin (31) dengan Sup alias Mit (31) hal ini didasari pelanggaran UU Perkawinan

Keterangan itu disampaikan kepala kejaksaan tinggi Nusa Tenggara Barat Nanang Sigit Yulianto  yang didampingi oleh Kajari Mataram, Yusuf  dalam agenda jumpa pers, Selasa (16/06/20)

Kajati menjelaskan, pernikahan yang tercatat di KUA Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat itu melanggar Undang-undang perkawinan pasal 1 nomor  tahun 1974, tentang dasar perkawinan adalah ikatan lahir bathin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami istri .

Bidang Datun Kejati NTB telah menugaskan JPN Kejari Mataram untuk mengajukan gugatan pembatalan perkawinan tersebut.

Gugatan pun sudah dilayangkan ke Pengadilan Agama Giri Menang, Lombok Barat. Saat ini Kajati juga sudah memiliki bukti-bukti untuk memenangkan gugatan  Diantaranya  K-T-P / KK dan ijazah asli kepunyaan Mit alias Supriadi.

Pihak kejaksaan tinggi  juga telah memiliki  saksi fakta selain bukti dokumen yaitu keterangan dari ayah Mit yang membenarkan, Mit itu sebenarnya adalah Supriadi bukanlah yatim piatu seperti yang diakuinya sehingga KUA mengganti walinya dengan wali hakim saat akad nikah awal Juni lalu

Pengajuan pembatalan pernikahan sejenis yang diselenggarakan di Desa Gelogor, Kediri, Lombok Barat itu sesuai dengan pasal 26 UU Perkawinan. Pembatalan bisa diajukan pihak suami atau istri atau pejabat negara yang berwenang.

AYA