Ratusan Pejabat Pemprov NTB Dilantik Secara Daring

MATARAM.lombokjournal.com —  Gubernur NTB kembali menyegarkan kinerja birokrasi dengan melakukan mutasi terhadap ratusan pejabat administrasi dan fungsional.

Berbeda dari pelantikan biasanya, kali ini pelantikan dan pengambilan sumpah dilaksanakan melalui video conference, di Ruang Rapat Utama, Kantor Gubernur NTB, Jum’at (19/06/20).

Sekretaris Daerah Provinsi NTB, H. Lalu Gita Ariadi yang mewakili Gubernur saat melantik para pejabat administrasi dan pejabat fungsional itu memilih tak melakukan proses seremoni berlama-lama.

Hal ini sesuai dengan protokol Covid-19 agar terhindar dari potensi penyebaran virus.

Dalam arahan singkatnya, Sekda NTB menyampaikan salam hormat Gubernur NTB kepada 104 pejabat administrasi dan 13 pejabat fungsional.

“Selamat melaksanakan tugas dan amanah yang dipercayakan, ini demi tugas percepatan mendukung Perangkat Daerah kita masing-masing dalam mewujudkan NTB gemilang, selamat bertugas,” ungkap Sekda.

Turut hadir dalam pelantikan tersebut, Kepala BKD NTB dan Asisten III Setda NTB.

AYA/HmsNTB




Banyaknya Tahanan  Narkoba di Lapas, Jadi Atensi Gubernur

Dari 2.700 penghuni lapas, sebanyak 1.250 adalah pengguna Narkoba, ungkap Gubernur Zul

MATARAM.lombokjournal.com – Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah, M. Sc menyatakan prihatin atas banyaknya generasi muda yang terlibat kasus penyalagunaan Narkotika dan obat-obatanan berbahaya.

Termasuk warga binaan di lembaga pemasyarakatan (Lapas) tidak luput dari penggunaan dan peredaran gelap perdagangan Narkoba.

“Banyaknya generasi muda yang menjadi korban Narkoba harus menjadi atensi kita bersama. Sangat memprihatinkan sekali jika yang masih muda-muda ini terlibat Narkoba,” kata Gubernur  Zul.

Hal itu dikatakan DR Zul saat menerima kunjungan silaturahmi  Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) NTB Kemenkumham Andi Dahrif Rafied, di Ruang Kerja Gubernur, Jum’at (19/06/20)

Diharapkan, persoalan penggunaan Narkoba di dalam Lapas harus menjadi perhatian serius untuk diberi pembinaan dan mulai dipikirkan juga tempat rehabilitasi pengguna Narkoba di NTB.

Berdasarkan laporan dan data dari Badan Nasional Narkotika (BNN) Provinsi, tidak sedikit dari tahanan Narkoba saat keluar dari lapas justru mengulangi perbuatannnya, dan malah tetap menjadi pemakai dan pecandu Narkoba.

Apalagi hampir 60 persen di NTB lapas dipenuhi pengguna Narkoba. Dari 2.700 penghuni lapas, sebanyak 1.250 adalah pengguna Narkoba, ungkap Gubernur Zul.

“Tentu ini harus dicegah dan menjadi tugas kita semua untuk menyelamatkan generasi muda sebagai penerus bangsa,” tegasnya.

Dr. Zul mengajak semua pihak terus membangun komunikasi dan  sinergi membangun daerah.

Menurutnya, Forkompimda NTB terus membangun komunikasi dan kebersamaan di setiap kegiatan.

“Kebersamaan itu meruntuhkan sekat. Sehingga setiap program pembangunan dan permasalahan dapat diselesaikan dengan kekompakan dan kebersaman,” ungkapnya .

Diingatkan, agar warga binaan dilapas bersama pegawai lapas untuk tetap memperhatikan dan menerapkan protokol kesehatan secara disiplin untuk mencegah penyebaran wabah Covid-19.

“Di lapas juga tetap sosialisasikan memasuki New Normal, agar mematuhi Protokol Kesehatan memutus matarantai penyebaran Corona virus,”  tandasnya.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) NTB Kemenkumham, Andi Dahrif Rafied, berjanji akan terus membangun sinergi dan kebersamaan untuk mensukseskan pembangunan daerah.

Banyak yang telah disinergikan bersama Pemprov. NTB. Termasuk ada 60 orang warga binaan yang mengikuti pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Nakertrans NTB,

Pemerintah Provinsi NTB membantu memberikan paket Sembako dari JPS Gemilang kepada 880 warga binaan yang memperoleh asimilasi karena wabah Covid-19 melanda Indonesia.

“Jadi perhatian pemerintah NTB yang dikomandai Gubernur Dr. H. Zulkieflimansyah dan Wagub Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, sudah baik sekali,” kata Andi.

Ia juga menyampaikan rasa syukurnya, dari sebanyak 2.706 warga binaan yang ada di 13 lapas dan rutan se-NTB, hingga saat ini belum ada yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Karena di lapas dan rutan juga diterapkan protokol yang ketat, termasuk larangan keluarga yang yang ingin berkunjung.  Kunjungan hanya berlangsung secara virtual.

Dalam kunjungan ini, Kakanwil Kemenkuham  didampingi Kepala Divisi (Kadiv) Pemasyarakatan, Administrasi, Imigrasi, Kalapas Mataram, Kalapas Perempuan dan Kabapas Mataram.

AYA/Kominfo




Pemprov NTB Menata Landscape Islamic Center

Gubernur Zul meminta agar konsep dan pengerjaannya tidak asal-asalan

MATARAM.lombokjournal.com  — Pemprov NTB pada Jum’at (19/06/20) resmi sudah melakukan penataan landscape Islamic Center Nusa Tenggara Barat.

Penanaman pepohonan, bunga-bunga yang indah serta rumput hijau menjadi pilihan dalam menambah keelokan bangunan  Islamic Center yang rampung tahun 2013 itu.

Hal ini tentu mendukung program NTB Hijau yang digagas Pemprov NTB.

Gubernur, Dr. H. Zulkieflimansyah yang datang dengan mengendarai sepeda, meninjau lokasi serta mendengarkan paparan Kepala Dinas Pariwisata NTB, H. Lalu M. Faozal, yang menyampaikan site plan pagar bunga hidup landscape yang akan diterapkan di Islamic Center.

Saat itu, Gubernur Zul  didampingi  oleh Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda NTB serta sejumlah Kepala OPD lingkup Pemprov NTB.

Gubernur Zul memberikan beberapa masukan terkait penataan halaman Islamic Center. Ia meminta agar konsep dan pengerjaannya tidak asal-asalan.

Begitu pula dengan ketersedian air di masa kemarau, sehingga tanaman tetap hijau dan subur.

“Itu pohon ketapang kencana, itu bagus sekali, apalagi kalau kita lihat di Singapura kalau sudah besar itu indah sekali, namun posisinya harus diatur agar tidak terlalu berdekatan,” saran Gubernur yang kerap disapa Bang Zul tersebut.

Keterlibatan OPD terkait pun diminta lebih intensif, mengingat Islamic Center telah menjadi salah satu destinasi wisata khas NTB.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda NTB, Dra. Baiq Eva Nurcahyaningsih, M.Si berharap dengan penataan halaman Islamic Center ini dapat kembali mendorong menggeliatnya pariwisata di NTB. Selain itu,

Ia turut menyinggung protokol kesehatan Covid-19 yang harus tetap diterapkan. Penggunaan masker, cuci tangan dan jaga jarak diminta tetap dilakukan saat akan bekerja dan keluar rumah.

“Di era pandemi ini, tentunya tugas-tugas kita tidak akan terhenti, tetap kita akan melakukan kerja-kerja kita kedepan untuk mencapai tujuan-tujuan kita yang sudah kita tentukan,” ujarnya.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, H. Lalu M. Faozal menuturkan, pengerjaan untuk tahap satu akan mulai dilakukan hari ini.

Tepatnya di area depan Gedung Pendidikan, selain juga tanaman, rumput-rumputnya pun akan segera diganti dan akan dilakukan peremajaan termasuk pula konsep pagar hidup.

“Kira-kira pekerjaan di Gedung Pendidikan ini akan kita selesaikan dalam waktu tiga bulan, termasuk pemeliharaannya,” ungkap Faozal.

Untuk pengerjaan tahap kedua akan dilakukan di halaman depan gedung utama Islamic Center. Faozal berharap proses penataan Islamic Center dapat berjalan lancar, begitu juga dengan tanaman yang akan tata diharapkan mampu tumbuh dengan subur.

“Jenis tanaman kita sudah siapkan, mudah-mudahan semuanya bisa hidup karena kita memasuki musim kering di bulan Juni dan Agustus. Tetapi akan kita siapkan dua sumur bor untuk membantu pompa dan juga penyiraman ketika musim kemarau,” jelasnya.

AYA/HmasNTB




Gubernur Zul Ingatkan Komitmen Menerapkan Protokol Covid-19

Selain disiplin menerapkan protokol Covid-19, untuk membentengi diri dari virus ini masyarakat tidak perlu panik, namun tetap waspada harus muncul di masyarakat

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Zulkieflimansyah kembali mengingatkan masyarakat untuk memperkuat komitmen dalam menerapkan protokol Covid-19 agar terhindar dari virus ini.

Memutus mata rantai penularan Covid-19 sangat penting agar pandemi ini segera berakhir.

Hal itu disampaikan Gubernur Zul, saat kunjungan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Nusa Tenggara Barat,  Drs.Andi Dahrif Rafied, M.Si bersama rombongan di ruang kerjanya, Jum’at (19/06/20).

Silaturahim yang berlangsung hangat itu dihajatkan untuk memperkuat sinergi antar Pemerintah Provinsi dengan Kanwil Kemenkumham NTB.

Gubernur Zul menyampaikan, sinergi yang baik dengan berbagai pihak akan mempermudah mewujudkan program pembangunan di daerah ini termasuk dalam hal penanganan Covid-19.

Dikatakan, selain diperlukan kedisiplinan menerapkan protokol Covid-19, untuk membentengi diri dari virus ini masyarakat tidak perlu panik, hanya saja sikap tetap waspada harus muncul di masyarakat.

Kakanwil Kemenkumham NTB menyampaikan ucapan terimakasih telah berkesempatan bersilaturrahmi dengan Gubernur dan juga atas bantuan yang diberikan kepada 880 tahanan yang mendapatkan asimilasi di tengah pandemi.

Andi menyampaikan, penghuni Lapas dan Rutan termasuk seluruh ASN di wilayah kerja Kanwil Kemenkumham NTB nol positif Covid-19.

Hal itu tentu harus dipertahankan sehingga protokol kesehatan Covid-19 selalu di terapkan.

AYA/HmsNTB

 




Distribusi JPS Gemilang Tahap II,  Sukses Berkat  Kekompakan OPD

Paket JPS Gemilang akan menghidupkan usaha IKM/UKM lokal NTB

MATARAM.lombokjournal.com – Distribusi paket bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang tahap II berjalan lancar tidak lepas dari kekompakan dan kerjasama yang baik antar semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD)  lingkup Pemprov NTB dan pihak terkait.

Karena itu, proses penyaluran bantuan JPS Gemilang tahap II yang tuntas pada hari hari Rabu (17/06) lalu patut disyukuri.

“Penyaluran JPS Gemilang Tahap II bagi masyarakat terdampak akibat COVID-19 sudah tuntas pada Rabu (17/6) lalu. Alhamdulillah, ini semua berkat kekompakan bersama yang luar biasa, sehingga distribusi terbilang cepat dan lancar di 10 kabupaten/kota,” kata Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTB, Najamuddin Amy, S.Sos, MM Jum’at (19/06/20) di Mataram.

Data kuota penerima di tiap daerah, untuk Kota Mataram tersalur 2.695 paket, Lombok Barat 10.918 paket, Lombok Utara 4.079 paket, Lombok Tengah 15.997 paket, Lombok Timur 42.788 paket.

Sedangkan di Pulau Sumbawa, seperti Kabupaten Sumbawa Barat ada 2.535 paket, Sumbawa 6.681 paket, Dompu 7.840 paket, Bima 14.528 paket, dan Kota Bima 1.939 paket.

“Semuanya sudah tersalurkan,” kata Bang Najam.

Najamuddin menyebutkan, dalam setiap paket bantuan berisi beragam kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, kopi, ikan kering, minyak kayu putih, teh kelor, dan juga masker.

Jika dikonversi setiap paket bernilai Rp 250 ribu.

Selain memberi manfaat untuk meringankan beban masyarakat terdampak pandemi Covid-19 lanjutnya, paket JPS Gemilang juga akan menghidupkan usaha IKM/UKM lokal NTB.

“Sehingga bukan saja bermanfaat untuk penerima bantuan, program JPS Gemilang juga mampu menggerakan perekonomian masyarakat berbasis UKM yang juga mengalami masa sulit di tengah pandemi,” ungkap Najam.

Dalam pengadaan paket JPS Gemilang Tahap I dan II, setidaknya ada sekitar 535 IKM/UKM dengan berbagai produk dilibatkan secara langsung.

“Jadi tentu semua berharap agar bantuan JPS Gemilang ini membawa efek berganda yang baik bagi sektor perekonomian kita di NTB, terutama menggeliatkan UKM yang terlibat,” demikian Najamuddin Amy.

JPS Gemilang III Harus Lebih Baik

Semangat pemberdayaan IKM/UKM   dalam produk JPS dalam Program JPS Gemilang, tetap menjadi konsep penyediaannya pada tahap ketiga nanti.

Gubernur NTB, Dr. H Zulkieflimansyah menekankan,  supaya produk-produk yang disediakan dalam JPS Gemilang tahap III merupakan produk yang dibutuhkan oleh masyarakat.

“Kita jangan terlena dengan tahapaan penyelenggaraan JPS tahap I dan II, tetapi harus mengawal tahap III lebih baik,” kata Gubernur didampingi Wakil Gubernur Hj Sitti Rohmi Djalilah saat Rapat Evaluasi JPS tahap II dan persiapan JPS III di Mataram belum lama ini.

Menurutnya, Pemprov NTB harus mengevaluasi kekurangan dan kelebihan pada tahapan penyelenggaraan JPS Gemilang tahap II yang penyalurannya telah tuntas 100 persen.

Gubernur  Zul juga meminta agar melibatkan banyak UKM dan IKM lokal di NTB. Sehingga produk yang diberikan juga lebih bervariasi dengan hasil produk yang banyak melibatkan masyarakat untuk bekerja.

Keterlibatan UKM dan IKM  di JPS Gemilang tahap I dan II, dinilainya, sudah mampu melatih mereka untuk terus menyiapkan produk yang berstandar untuk dipasarkan secara umum.

Senada dengan Gubernur, Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menegaskan semangat awal pemberdayaan UKM dan IKM merupakan roh dari JPS Gemilang ini.

“Tentunya UKM maupun IKM ini yang akan banyak melibatkan masyarakat untuk menggerakan ekonomi kita,” kata Wagub Rohmi.

Pandemi Covid-19 memberikan sisi positif kepada masyarakat kita. Disamping mengajarkan untuk terapkan berperilaku sehat, namun membangkitkan pemberdayaan UKM/IKM disisi ekonomi.

“Ini yang harus benar-benar dimanfaatkan,” tuturnya.

Wagub mememinta agar penyaluran JPS Gemilang tahap III, dipersiapkan dan direncanakan dengan matang sebelum disalurkan kepada masyarakat.

Sebelumnya, Assisten II Setda Provinsi NTB, H Ridwan Syah memaparkan tentang penyaluran JPS tahap II yang sudah berjalan lancar.

Pembagian wilayah kerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengawal dan bertanggungjawab terhadap penyaluran JPS di Kabupaten/Kota se-NTB telah berjalan lancar dan efektif, sehingga semua persoalan dan kendala dapat dihindari.

“Rencananya melihat kebutuhan masyarakat, ada beberapa produk yang nantinya diganti, namun akan dilihat situasi dan keadaan produk tersebut, baik itu ketersediaan dan kebutuhan masyarakat, sehingga lebih bervariasi,”  katanya.

Persiapan tahapan proses JPS Gemilang tahap III akan dikoordinasikan dengan berbagai rakor dan evaluasi, sehingga menghasilkan keputusan yang matang sebelum didistribusikan.

Keberhasilan penyaluran JPS tahap II ini tentu berkat kerjasama yang baik antara OPD Lingkup Pemprov, Kab/Kota, TNI, Polri dan Kejaksaan, termasuk juga dengan para Mitra dan UKM/IKM serta para pihak lainnya.

AYA/HmsNTB




63 Kelompok Nelayan dari 5 Kecamatan Menerima Bantuan Sarana Penangkapan Ikan

Kelompok yang mendapatkan bantuan 2020 sejumlah 63 kelompok, jumlah ini merupakan sisa dari kelompok penerima bantuan 2019

GANGGA.lombokjournl.com —  Kepala Dinas Perhubungan Kelautan dan Perikanan KLU, Iwan Maret Asmara, S.Sos mengatakan, perwakilan dari 5 Kecamatan sebanyak 63 kelompok nelayan (Pokyan)  menerima bantuan Sarana Penangkapan Ikan.

Hal itu dikatakan Iwan Maret saat penyerahan secara simbolis bantuan Sarana Penangkapan Ikan yang dilakukan Bupati Najmul Akhyar, di kantor Dinas Perhubungan, Kelautan, dan Perikanan (Dishublutkan) Kabupaten Lombok Utara (KLU), Kamis (18/06/20).

Menurutnya, mestinya Pokyan yang hadir  saat penyerahan bantuan itu sejumlah 700 orang. Tapi tak bisa terlaksana, karena masih dalam kondisi baru akan normal sehigga pihaknya hanya bisa menghadirkan jumlah tersebut.

Dikatakan, untuk pencegahan penyebaran virus Corona, maka acara penyerahan bantuan tersebut menhikuti prosedur protocol kesehatan.

“Kami ingin melaporkan, bahwa acara ini sesuai dengan standar protokol Covid-19,” kata Iwan Maret.

Pada tahun 2020, Dinas Hublutkan punya program yang ditujukan untuk masyarakat, di antaranya kelompok nelayan di Lombok Utara dengan jumlah seluruhnya sebanyak  102 kelompok,  beranggotakan 1.400 orang.

Kelompok yang mendapatkan bantuan 2020 sejumlah 63 kelompok,  jumlah ini merupakan sisa dari kelompok penerima bantuan 2019.

“Aturan ada dua ketentuan. Pertama, kelompok yang sudah menerima bantuan tahun lalu tidak boleh diberikan kembali. Kedua, anggaran juga dialokasikan untuk penanganan Covid-19,” jelas mantan Kalak BPBD KLU itu.

Anggaran tersebut masih bisa diselamatkan. Ini satu-satunya yang bisa dipertahankan.

BACA JUGA:  

Bupati Najmul Serahkan Bantuan Sarana Penangkapan Ikan,  Aktivitas Menuju New Normal

“Hari ini kita salurkan 12 jenis bantuan dan 8 jenis lainnya masih dalam proses. Secepatnya disalurkan lagi,” kata Iwan.

Rangkaian acara bantuan Sarana Penangkapan Ikan itu dilanjutkan dengan pemberian bantuan secara simbolis oleh bupati kepada perwakilan kelompok nelayan, kemudian ditutup dengan foto bersama.

api  




Bupati Najmul Serahkan Bantuan Sarana Penangkapan Ikan,  Aktivitas Menuju New Normal

lSemua orang dapat melakukan kegiatan secara normal, namun tetap menggunakan prosedur Covid-19

GANGGA.lombokjournal.com – Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH menyerahkan secara simbolis bantuan Sarana Penangkapan Ikan kepada 13 Ketua Kelompok Nelayan (Pokyan) yang ada di gumi Tioq Tata Tunaq, di kantor Dinas Perhubungan, Kelautan, dan Perikanan (Dishublutkan) Kabupaten Lombok Utara (KLU), Kamis (18/06/20).

Sebelum menyerahkan bantuan, Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH mengatakan, Pemerintah Daerah sudah mulai melakukan aktivitas menuju normal baru.

Semua orang dapat melakukan kegiatan secara normal, namun tetap menggunakan prosedur Covid-19. Seperti menggunakan masker, rajin cuci tangan, dan menjaga jarak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Menurutnya,  langkah-langkah itu merupakan persiapan seluruh lapisan masyarakat Lombok Utara menuju kondisi tatanan kehidupan normal.

“Kemarin tiyang (saya) mendapat laporan melalui WhatsApp dari Kepala Dinas Kesehatan dan Direktur RSUD, kemarin adalah hari pemulangan terakhir bagi pasien yang dirawat akibat Covid-19,” terang bupati.

Dengan dipulangkannya dua orang tersebut, berarti sejak hari itu kondisi Kabupaten Lombok Utara berada dalam keadaan nol penyakit Corona virus disease 2019.

Bupati Najmul mensyukuri kondisi demikian, karena tidak terlepas dari faktor kedisiplinan warga Lombok Utara yang menaati aturan Pemerintah selama Covid-19.

Dijelaskan, Pemerintah juga telah berjuang sekuat tenaga dengan berbagai upaya agar pandemi Covid-19 bisa segera berakhir di Lombok Utara.

Pemerintah Daerah membutuhkan biaya yang besar untuk menangani masalah Covid-19 tersebut. Dan diharapkan,  setelah angka nol kasus ini tidak ada lagi kasus berikutnya, tapi semua orang tidak boleh lengah.

“Perlu tyang sampaikan kepada epe (saudara sekalian) kenapa kita sangat khawatir dengan kasus ini, karena banyak dana yang dihabiskan. Kalau Covid ini terus berlanjut maka kita tidak tahu apa yang bisa kita perbuat di KLU niki (ini). Harapan tyang bantuan yang sederhana ini dapat bermanfaat,” tandasnya.

Orang nomor satu di Lombok Utara ini lmenceritakan, pada awalnya Pemerintah Daerah menganggarkan bantuan bagi Wira Usaha Baru (WUB) berupa uang dengan besaran 3 juta rupiah.

BACA JUGA ; 

63 Kelompok Nelayan dari 5 Kecamatan Menerima Bantuan Sarana Penangkapan Ikan

Tapi karena aturan yang tidak membolehkan, sehingga pihaknya mengubah kebijakan tersebut dalam bentuk barang.

“Sama dengan yang sudah diserahkan sebelumnya kepada WUB perbengkelan, perdagangan, dan kelompok tani. Hari ini kelompok nelayan,” jelasnya.

api




UPDATE Covid-19: Hari Kamis, 18 Juni, Bertambah 14 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 19 Orang

Petugas kesehatan di Kabupaten/Kota melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran virus Covid-19

MATARAM.lombokjournal.com  — Laboratorium PCR dan TCM RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratroium TCM RSUD H.L. Manambai Abdulkadir, dan Laboratorium TCM RSUD R. Soedjono Selong mengkofirmasi, ada tambahan 14 pasien positif Covid-19, dan pasien yang dinyatakan sembuh 19 orang, dan kasus kematian 2 (dua) orang.

Siaran pers hari Kamis (18/06/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 140 sampel dengan hasil 114 sampel negatif,  12 sampel positif ulangan, dan 14 sampel positif baru Covid-19, pasien dinyatakan sembuh 19 orang.

Lalu Gita Ariadi

Dijelaskan, adanya tambahan 14 kasus baru terkonfirmasi positif, 19 tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Kamis (18/06/20) sebanyak 1.022 orang, dengan perincian 695 orang sudah sembuh, 43 meninggal dunia, serta 284 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Ariadi.

TAMBAHAN 14 PASIEN POSITIF COVID 19, SEMBUH 19 ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 1009, an. An. DA, perempuan, usia 3 tahun, penduduk Desa Dasan Tereng, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  2. Pasien nomor 1010, an. Tn. BIM, laki-laki, usia 44 tahun, penduduk Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  3. Pasien nomor 1011, an. Tn. Z, laki-laki, usia 72 tahun, penduduk Kelurahan Selagalas, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  4. Pasien nomor 1012, an. Tn. M, laki-laki, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  5. Pasien nomor 1013, an. An. AA, perempuan, usia 1,4 bulan, penduduk Desa Muer, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;
  6. Pasien nomor 1014, an. Tn. S, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Desa Mertak, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Tengah dengan kondisi baik;
  7. Pasien nomor 1015, an. Ny. F, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Siloam Mataram dengan kondisi baik;
  8. Pasien nomor 1016, an. An. AM, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk Desa Sembalun Timba Gading, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;
  9. Pasien nomor 1017, an. Ny. K, perempuan, usia 64 tahun, penduduk Kelurahan Monjok, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  10. Pasien nomor 1018, an. An. D, laki-laki, usia 4 tahun, penduduk Desa Beleke, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Praya dengan kondisi baik;
  11. Pasien nomor 1019, an. Tn. LAP, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Bekasi, Jawa Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga dengan kondisi baik;
  12. Pasien nomor 1020, an. Ny. FK, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Monjok, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  13. Pasien nomor 1021, an. Tn. BM, laki-laki, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  14. Pasien nomor 1022, an. Tn. S, laki-laki, usia 59 tahun, penduduk Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik.

Hari Kmis juga terdapat penambahan 19 orang yang sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif, yaitu :

  1. Pasien nomor 293, an. Tn. M, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Kelurahan Panjisari, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah;
  2. Pasien nomor 518, an. Tn. MWS, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Desa Jago, KecamatanPraya, Kabupaten Lombok Tengah;
  3. Pasien nomor 536, an. Tn. MA, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Desa Beru, KecamatanBrang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat;
  4. Pasien nomor 594, an. An. BP, laki-laki, usia 15 tahun, penduduk Desa Tatede, Kecamatan Lopok, Kabupaten Sumbawa;
  5. Pasien nomor 611, an. Tn. S, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Desa Praya, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah;
  6. Pasien nomor 734, an. An. DS, laki-laki, usia 4 tahun, penduduk Desa Senteluk, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat;
  7. Pasien nomor 749, an. An. N, laki-laki, usia 2 tahun, penduduk Desa Ranggagata, Kecamatan PrayaBarat Daya, Kabupaten Lombok Tengah;
  8. Pasien nomor 764, an. Ny. RU, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Kidang, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah;
  9. Pasien nomor 820, an. Tn. HS, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Merembu, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
  10. Pasien nomor 845, an. Tn. AN, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Desa Kemiri, Kecamatan Tulong, Kabupaten Klaten;
  11. Pasien nomor 849, an. Tn. M, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Desa Tete Batu Selatan, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur;
  12. Pasien nomor 874, an. Ny. SS, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang Permai, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  13. Pasien nomor 880, an. Ny. Z, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Perampuan, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
  14. Pasien nomor 883, an. Ny. NLRAA, perempuan, usia 22 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  15. Pasien nomor 885, an. Ny. IJB, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Dasan Agung, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  16. Pasien nomor 889, an. Ny. S, perempuan, usia 58 tahun, penduduk Desa Lingsar, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat;
  17. Pasien nomor 901, an. Tn. IJ, laki-laki, usia 49 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  18. Pasien nomor 914, an. Ny. HAL, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Selatan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  19. Pasien nomor 924, an. Tn. SP, laki-laki, usia 51 tahun, penduduk Kelurahan Monjok Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram.

Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, Lalu Gita Ariadi mengharapkan,  petugas kesehatan di Kabupaten/Kota melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran virus Covid-19.

AYA/Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemik Covid-19 NTB di nomor 081802118119.




Anak-anak Diingatkan Pentingnya Protokol Kesehatan

“Sebelum makan cuci tangan, keluar kamar mandi cuci tangan, kalau selesai main-main harus cuci tangan juga, dan sebelum tidur juga harus cuci tangan, agar kita terhindar dari COVID-19 ini ya,” kata Bunda Niken

LOBAR.lombokjournal.com —  Pentingnya menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi ini terus digalakkan oleh Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Ketua TP PKK NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Bekerjasama dengan Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB mengunjungi Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Peduli anak di Desa Langko Kecamatan Lingsar, Lombok Barat, Kamis (18/06/20).

 Hj Niken menjelaskan, betapa pentingnya menerapkan protokol kesehatan, bukan hanya pada orang dewasa, namun juga pada anak-anak saat melaksanakan aktivitas sehari-hari.

“Alhamdulillah semua anak-anak sudah pakai masker, semua sudah tau kan ya, ada sesuatu yang tidak terlihat tapi bisa sakit. Pesan bunda kepada anak-anak adalah sering cuci tangan, pakai sabun dan jangan lupa pakai masker,” ungkapnya.

Bunda Niken sapaan akrabnya menjelaskan cara mencuci tangan yang benar dan waktu-waktu yang tepat untuk cuci tangan di tengah pandemi ini.

“Sebelum makan cuci tangan, keluar kamar mandi cuci tangan, kalau selesai main-main harus cuci tangan juga, dan sebelum tidur juga harus cuci tangan, agar kita terhindar dari COVID-19 ini ya,” kata Bunnda Niken.

Bunda Niken yang juga Ketua LKKS Provinsi NTB ini meminta kepada anak-anak yang ada di LKSA tetap menerapkan protokol kesehatan dan berdoa agar pandemi ini segera berakhir.

Ia juga memberikan semangat kepada anak-anak yang ada di LKSA tersebut, untuk tetap belajar dengan giat dan menempuh pendidikan setinggi-tingginya agar menjadi generasi yang bermanfaat bagi bangsa khususnya NTB.

“Anak-anak yang ada di sini harus bersekolah dengan baik ya, agar cita-citanya dapat tercapai, insyaallah anak-anak kalau sudah besar, cita-citanya terwujud, kuncinya adalah rajin brlajar,” tuturnya.

Perhatian Pada Anak

Kepala Dinas Sosial, H. Akhsanul Khalik yang juga hadir dalam acara tersebut mengatakan bahwa LKSA adalah salah satu lembaga yang penting karena LKSA adalah tempat bernaung anak-anak yang akan berperan besar bagi masa depan bangsa.

Karena itu , Dinas Sosial memberi perhatian besar pada LKSA.

“Anak-anak adalah kehidupan daerah dan bangsa ini ke depan, maka saya mengajak semua pihak memberikan perhatian khusus kepada anak-anak di NTB, mulai dari keluarga masing-masing, dan terhadap anak-anak yang kurang beruntung seperti di Yayasan Peduli Anak,” tuturnya.

Akhsanul Khalik berpesan kepada semua pihak baik yang ada dalam lingkaran Pemerintah maupun yang di luar Pemerintah, untuk memberikan perhatian kepada lembaga yang menjadi tempat dididiknya anak-anak masa depan bangsa.

“Mari kita bangkitkan semangat sosial kita untuk memberikan perhatian bagi kelangsungan hidup, pendidikan, dan juga wawasan keagamaan bagi mereka, agar kelak mereka menjadi manusia bermanfaat bagi bangsa kita,” ajaknya.

Ketua LKSA Peduli Anak, Nurdiana mengungkapkan, LKSA ini menaungi 150 anak yang mana 90 di antaranya tinggal ti LKSA ini. Usia anak-anak binaan di LKSA ini mulai dari tingkatan pendidikan TK hingga perguruan tinggi.

LKSA ini memiliki Fasilitas Pendidikan berupa PAUD, SD, dan SMP serta memiliki 14 Gedung asrama.

LKSA ini juga dilengkapi dengan tempat bermain anak, pusat olahraga dan juga kebun organik. LKSA ini adalah LKSA satu-satunya LKSA dengan akreditasi A di NTB dan peringkat 15 di Indonesia.

Acara ini diakhiri dengan berkeliling LKSA, pemberian masker dan bantuan paket sembako kepada anak-anak yang berada di LKSA tersebut.

AYA/HmsNTB

 




Analisa Mi6 untuk Selly-Manan di Pilkada Kota Mataram

Hingga saat ini baru pasangan Selly-Manan yang sudah definitif mendapatkan  dukungan resmi dan sah dari partai politik pengusungnya yakni PDIP dan PKS

MATARAM.lombokjournal.com — Pasangan Bakal Calon Walikota dan Wakil Walikota Mataram, Hj Putu Selly Andayani dan TGH Abdul Manan  saat ini menjadi satu-satunya pasangan bakal calon yang sudah fix dukungan partai pengusung.

Sudah ada kepastian koalisi ramping PDI-P dan PKS mengusung pasangan ini di Pilkada Kota Mataram.

DPP PKS sudah menerbitkan SK DPP PKS nomor: 029/SKEP/DPP-PKS/2020 tentang calon Walikota dan Wakil Walikota di Pilkada Mataram 2020 dari PKS menyatakan dukungan untuk Selly-Manan.

Dari komposisi kursi, PDIP-PKS sudah bisa mengantar Selly-Manan melenggang mendaftar ke KPUD Kota Mataram mendatang.

Namun, cukupkah ini?

Lembaga kajian sosial dan  politik Mi6 menganalisa, koalisi ramping PDI-P dan PKS untuk Selly-Manan, masih butuh effort lebih, agar tak sekadar mengantar jago mereka ke arena pertarungan Pilkada.

“Koalisi ramping PDI-P dan PKS mengusung Selly-Manan sudah bagus dan memenuhi persyaratan dukungan. Tapi  masih butuh effort untuk bisa memenangkan pasangan ini dalam pertarungan Pilkada nanti,” kata Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto SH didampingi Kepala Litbang Mi6 , Zainul Pahmi , Kamis(18/06/20) sore.

Koalisi PDI-P dan PKS menjadi perpaduan menarik. Hal ini merupakan cermin antitesa strategi politik yang mendepankan power sharing politik dalam memenangkan konstestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak  di NTB.

“Power Sharing PDIP – PKS adalah blok politik yang tidak biasa (anti mainstream) agar efektif dalam melakukan penetrasi pemenangan dengan mesin partai yang sudah teruji ,” lanjut Didu, sapaan akrab Direktur Mi6.

Di Kota Mataram dengan pemilih yang heterogen, paket  Selly-Manan bisa jadi akan menghadapi tantangan tersendiri. Misalnya soal kemungkinan  “Resistensi” konstituen PDI-P terhadap PKS dan sebaliknya konstituen PKS terhadap PDIP, tak bisa dinafikan.

Untuk itu perlu diberikan pencerahan ke depan.

Didu menilai koalisi ramping ini akan lebih mantap bila merangkul partai lain sebagai partai perekat sebagai buffer ( baca : penyangga )  politik untuk mengeliminasi gesekan-gesekan yang mungkin saja dimainkan.

“Disini power sharing menjadi kunci. Saya pikir PDIP dan PKS bisa merangkul partai lain sebagai perekat, misalnya PKB atau partai lainnya,” tukas Didu.

Model power sharing parpol dalam Pilkada ini harus mulai dikembangkan, untuk meningkatkan kecerdasan berdemokrasi masyarakat pemilih.

Koalisi power sharing ini juga bisa dilanjutkan di Pilkada lain di NTB, misalnya di Sumbawa dan Lombok Tengah.

Kepala Litbang Mi6, Zainul Pahmi menambahkan, sebagai partai modern dengan karakter ideologi yang kuat dan khas, setidaknya koalisi PDIP dan PKS ingin mendobrak cara pandang tradisionil yang kerap mengamsumsikan bahwa karena perbedaan ideologi dan gerakan, PDIP dan PKS tidak mungkin dalam satu front politik.

“Koalisi taktis  PDIP dan PKS harus pula dimaknai sebagai upaya membangun citra politik yang positif guna meraih persepsi yang baik untuk saling membesarkan dan menguatkan , ” tukas Zainul Pahmi yang juga menjabat Ketua Pemuda NW NTB ini.

Pahmi melanjutkan persekutuan  PDIP dan PKS sesungguhnya ingin memberikan edukasi dan pencerahan politik kepada public, agar terbiasa  mengapresiasi hal-hal yang anomali  dari perspektif  positif dan mengambil hikmah dari sisi kebaikkannya.

Zainul Pahmi menegaskan, Mi6 berfokus menganalisa peluang politik pasangan kandidat bakal calon kepala daerah di tujuh Pilkada di NTB.

Kenapa lebih fokus Selly-Manan? Pahmi menegaskan, alasannya ialah hingga saat ini baru pasangan Selly-Manan yang sudah definitif mendapatkan  dukungan resmi dan sah dari partai politik pengusungnya yakni PDIP dan PKS.

“Di Mataram kan baru Selly-Manan yang sudah jelas partai pengusung. Sementara Paslon yang lain diduga  masih belum jelas parpol pengusungnya. Mi6 menganalisa bakal calon yang sudah pasti maju saja, yang belum pasti ngapain, hanya buang-buang energi,” tambah didu.

Saran untuk Selly-Manan

Di masa pandemi corona dimana berkumpul dalam jumlah banyak masih dibatasi, para kandidat calon kepala daerah perlu punya strategi tersendiri guna  bersosialisasi dan interaksi dengan konstituennya.

Direktur Mi6 ini menyarankan, pasangan Selly-Manan untuk memanfaatkan teknologi digital dengan optimal di masa pandemi. Tentunya dengan metode kekinian melalui jejaring media sosial seperti facebook dan youtube.

“Selly-Manan bisa membuat konten-konten youtube untuk berinteraksi dengan masyarakat Mataram yang ringan dan menghibur sebagai sarana edukasi ,” imbuhnya.

Ia mengatakan, sosok Selly Andayani sudah cukup populer di kalangan masyarakat Kota Mataram. Selain pernah menjabat sebagai penjabat Walikota Mataram, mantan Kepala Dinas Perdagangan NTB ini juga sangat aktif turun ke lapangan.

Untuk merawat jejaring ini, Selly bisa saja membuat channel khusus yang memudahkan berinteraksi dengan masyarakat.

Begitu pun dengan TGH Abdul Manan, Ketua MUI Kota Mataram ini tentu punya banyak jejaring juga. Hanya saja untuk mengimbangi Selly, Manan juga bisa membangun jejaring media sosialnya.

“Pak Manan bisa mengikuti gaya dan langgam Doktor Zul dalam berinteraksi dengan masyarakat yang  terkesan memanusiakan orang tersebut. Lagian  Doktor Zul ini khan  mentornya,” tutur pria  yang telah memiliki akun youtube Didu Media ini.

Me