Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), Strategis untuk Ciptakan NTB Hijau

Masih banyak masyarakat yang belum tahu dan mengerti apa yang dilakukan oleh para KPH

MATARAM.lombokjourna.com —  Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi NTB, Ir. Madani Mukarom, BScF. M. Si didaulat menjadi keynote speaker pada Webinar dengan Jajaran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, yang berlangsung di Kantor Dinas LHK NTB, Selasa (23/06/20).

Tampail juga dalam Webinar bertajuk Bincang-Bincang KPH itu Sekjen Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Bambang Hendroyono. Tema yang diangkat adalah “Merajut Komitmen Membangun KPH”.

Gubernur Zukieflimansyah

Gubernur Zul menyampaikan, ketika dirinya berkunjung dan menyapa para Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) di lapangan, ia menemukan cara kerja dan cara berpikir yang luar biasa dari para KPH itu.

“Dengan sering saya mengunjungi KPH-KPH maka saya semakin mengerti apa yang dilakukan oleh KPH-KPH ini. Pesan saya kepada teman-teman kehutanan ini agar memiliki cara pandang yang berbeda di masa new normal ini,” jelasnya.

Orang nomor satu di NTB itu menjelaskan, masih banyak masyarakat yang belum tahu dan mengerti apa yang dilakukan oleh para KPH.

Maka dibutuhkan keaktifan lebih dari para KPH dan Dinas Kehutanan untuk mensosialisasikan kerja-kerja tersebut ke masyarakat. Sehingga tidak terkesan bahwa hanya pemerintah sendiri yang tahu kerja KPH.

“Ada masyarakat yang berbatasan dengan hutan, masyarakatnya sejahtera, karena banyak produk hasil hutan yang dimanfaatkan. 40 persen masyarakat yang berada di kawasan hutan, pantas sejahtera,” jelasnya.

Slogan NTB Sejahtera NTB Lestari ini bukan main-main.  Apalagi NTB bisa dibantu oleh jajaran Kementerian LHK dan Kehutanan. Bahkan NTB juga telah mencanangkan program NTB Hijau.

“Bukan hanya hijau tapi lebih dalam dari itu,” tuturnya.

Dikatakan, dalam waktu dekat NTB akan menjadi tuan rumah MotoGP.

“Di masa pendemi seperti ini, semua proses on the right track,” lanjutnya.

NTB tegasnya bukan hanya menjadi etalase regional NTB sendiri, tetapi juga menjadi etalase Bangsa Indonesia sendiri dengan perhelatan akbar ini.

Karena itu, pegunungan yang menjadi venue MotoGP 2021 itu bisa segera dihijaukan, sehingga betul betul asri dan lestari.

“Yang saya banggakan juga dari KPH ini, mereka sudah berani berbicara tentang industrialisasi. Jadi proses penambahan nilai sudah dilakukan oleh KPH- KPH kami,” katanya.

Dengan demikian, industrialisasi itu dapat menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat.

Karena itu, ke depan Pemerintah akan terus mendorong agar KPH ini memiliki SDM yang mumpuni, Anggaran bisa ditingkatkan sehingga mereka sejahtera dan bermanfaat bagi masyarakat.

Sekjen Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Bambang Hendroyono menyampaikan peran KPH dalam Pembangunan Kehutanan.

Ia menyampaikan, peran KPH itu sangat penting bagi pembangunan hutan ke depan. Hanya saja ia menyampaikan, anggung jawab pembangunan KPH itu berada di Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota sesuai kewenangannya bertanggung jawab terhadap pembangunan KPH dan infrastruktur.

Terkait dengan anggaran disampaikan  APBN, APBD dan dana lain yang tidak mengikat sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan akan dipastikan untuk pembangunan KPH beserta kehutanan.

Hal ini sesuai dengan pasal 10 peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2007 juncto Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2008 tentang tata hutan dan penyusunan rencana pengelolaan hutan serta pemanfaatan hutan.

AYA/HmsNTB




Ridwan Hidayat Desak Pemprov NTB Alokasikan Dana APBD Untuk IKM Dan UKM

Selain mengakomodir masyarakat yang kehilangan pekerjaan utamanya, IKM dan UKM bisa jadi jawaban untuk kemajuan ekonomi daerah

MATARAM.Lombokjournal.com -– Pandemi virus Corona (Covid 19) yang belum jelas berakhirnya membuat perekonomian tidak stabil.

Banyak pengusaha merumahkan sementara pekerjanya, bahkan ada beberapa yang terpaksa melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).

Jika tak segera ditanggulangi, kondisi ini akan membuat angka kemiskinan di  Provinsi NTB melonjak.

Menanggapi hal itu, DPRD NTB melalui Ketua Komisi II Bidang Ekonomi, H. Ridwan Hidayat mendesak  Pemprov NTB lakukan upaya penanganan segera.

Salah satunya dengan mengoptimalkan alokasi dana dari APBD untuk IKM dan UKM. Sebab menurut Ridwan, hanya IKM dan UKM yang paling potensial mewadahi para pekerja yang di PHK agar tetap produktif di masa pandemi.

“Dioptimalkanlah alokasi dana pemerintah, dalam hal ini dari APBD supaya memberikan permodalan pada masyarakat kelas bawah,” kata Ridwan kepada lombokjornal.com, Selasa (23/06/20).

Menurut Ridwan, selain mengakomodir masyarakat yang kehilangan pekerjaan utamanya, IKM dan UKM bisa jadi jawaban untuk kemajuan ekonomi daerah di masa mendatang.

Karenanya, pemerintah harus hadir guna menjalankan fungsinya meningkatkan taraf perekonomian masyarakat.

“Ini harus diintervensilah oleh pemerintah,” katanya.

Terlepas dari pemberian modal, Ridwan menyampaikan bahwa para pelaku IKM dan UKM juga perlu pendampingan dalam hal peningkatan keahlian profesi dan pemasaran.

Menurutnya, sebanyak apa pun dana yang dialokasikan jika tak dibarengi peningkatan keahlian profesi dan pemasaran, maka IKM dan UKM yang ada di NTB tidak akan pernah menjadi tonggak ekonomi masyarakat yang profesional dan berkelanjutan.

“Tidak cukup hanya memberikan bantuan modal, mereka ini juga harus dilatih keahliannya. Jadi pendekatannya profesional,” jelasnya.

Ast




Wagub; Penting Dukungan Keluarga untuk Perempuan

Wagub mengaku, dukungan keluarga adalah hal yang utama dalam karirnya. Setiap keberhasilan yang dicapai selama ini tak lepas dari dukungan keluarga

MATARAM.lombokjournal.com —  Saat ini wanita Indonesia merupakan mitra yang sejajar dengan kaum pria.

Perempuan memiliki peran besar dalam pembangunan nasional dan kesejahteraan keluarga.

Dengan terciptanya kesempatan perempuan memegang peranan sebagai kepemimpinan dapat membawa dampak yang positif.

Kesetaraan gender ditandai dengan tidak adanya diskriminasi antara perempuan dan laki-laki dalam bekerja.

Wakil Gubernur NTB,  Dr. Sitti Rohmi Djalilah salah satu perempuan NTB yang hampir 10 tahun bekerja di dunia pertambangan.

Hal tersebut kemudian turut memperkuat keyakinannya, perempuan dan laki-laki dapat bekerjasama dalam bingkai kesetaraan.

Wagub mengaku, dukungan keluarga adalah hal yang utama dalam karirnya. Setiap keberhasilan yang dicapai selama ini tak lepas dari dukungan keluarga.

“Bagi saya keluarga adalah support luar biasa dalam karir saya, kalau tidak ada mereka saya tidak mungkin berada di kondisi sekarang. Keluarga segala-galanya, luar biasa sangat mendukung bahkan menjadi teman diskusi yang sangat produktif untuk saya,” jelasnya.

Hal tersebut disampaikan Wagub saat menjadi pembicara dalam Webinar Women in Engineering (WIE) Institute of Electrinical and Electronic Engineers (IEEE) Indonesia, dengan tema “Woman in Leadership” webinar ini dilakukan secara daring di Ruang Kerjanya, Senin (2206/20).

Wagub yang kerap disapa Umi Rohmi tersebut menjawab pertanyaan dari moderator terkait strategi pemimpin perempuan dalam menghadapi Pandemi Covid-19.

Ia mengatakan, untuk menangani penyebaran Covid-19 ini adalah dengan mengubah pola pikir masyarakat dan menumbuhkan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan Covid-19 di era kenormalan baru.

“Menyediakan sarana prasarana bisa kita lakukan dengan baik, tapi untuk membuat masyarakat disiplin dengan menerapkan protokol Covid-19 ini tidak mudah dan untuk mewujudkannya butuh konsistensi,” jelasnya.

Umi Rohmi sangat mengapresiasi webinar tersebut karena mendapat banyak masukan dan meningkatkan optimisme bahwa perempuan tidak boleh dibeda-bedakan dengan laki-laki.

Menurutnya, kekhasan pemimpin perempuan adalah lebih detail, teliti, disiplin, dan konsisten. Tak lupa, perempuan rata-rata memiliki kemampuan multi tasking.

“Itu juga yang saya rasakan di pekerjaan saya dulu, perempuan sudah terbiasa di rumah memiliki tanggungjawab dasar yang harus diselesaikan. Melatih, meng-handle dengan baik dan menghasilkan sesuatu yang baik juga,” tutur Umi Rohmi.

Umi Rohmi sejak kecil telah dididik untuk pandai bersyukur dan selalu positif thinking.

Dua hal itu menjadi bekalnya hingga saat ini. Mengingat sabda Nabi Muhammad SAW, sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi sesamanya.

“Jadi kita tidak melihat pekerjaan itu dari titlenya atau menjadi apa kita, tetapi seberapa besar sih kontribusi yang bisa kita lakukan dalam posisi itu,” katanya.

Bersamaan dengan itu, Agustina Erni selaku Deputi Kesetaraan Gender dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mengatakan meskipun kualitas perempuan dan laki-laki sejalan, namun di Indonesia kepemimpinan perempuan terbilang masih kurang.

“Jika dilihat dari Indeks Pembangunan Gender (IPG), perempuan dalam mengambil keputusan masih rendah. Ini yang menjadi tugas bagi kita karena kualitas perempuan bervariasi,” jelasnya.

Agustina mengaku senang dengan Webinar ini, karena dihadiri oleh masyarakat di seluruh Indonesia. Ia berharap dalam seminar tersebut dapat meningkatkan kemampuan dan pengetahuan perempuan dalam dunia teknologi seperti berjualan online, dan manajemen keuangan ketika masa pandemi Covid-19 ini.

“Kita mengajak perempuan di Indonesia agar dapat memberdayakan UMKM,” tuturnya.

Senada dengan itu, Wisnu jatmiko selaku Ketua IEEE Indonesian Election mengaku takjub dan luar biasa dengan perempuan yang menjadi lokomotif di Indonesia.

“Acaranya luar biasa karena dengan kebersamaan kita bisa banyak menggali ilmu yang luar biasa,” jelasnya.

AYA/HmsNTB




NTB Akan Dijadikan Model Kesetaraan Gender Nasional

“Menjadi perempuan adalah kelebihan bagi saya. Membuat saya bisa mengambil banyak opportunity di bidang-bidang yang lain,” kata Ummi Rohmi

MATARAM.lombokjournal.com – NTB akan dijadikan model bagaimana perempuan diberikan peran tak hanya di ranah domestik namun juga di berbagai bidang termasuk pemerintahan.

Deputi Bidang Kesetaraan Gender, Ir. Agustina Erni, M.Sc, Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) menyampaikan itu mewakili Menteri KPPPA,saat membuka acara webbinar WIE IEEE “Women in Leadership”, Senin (22/06/20).

Dalam webbinar yang diikuti 549 peserta se-Indonesia tersebut, Wagub NTB Sitti Rohmi Djalilah menyambut baik hal tersebut.

Ummi Rohmi panggilan akrabnya menceritakan bagaimana perempuan di Provinsi NTB sudah masuk ke berbagai bidang profesi. Tak hanya di bidang pemerintahan, namun juga di bidang engineering dan sains.

Data terakhir Penduduk Usia Kerja, Angkatan Kerja dan TPAK Menurut Jenis Kelamin di Provinsi NTB pada tahun 2018 menunjukan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan pada tahun 2018 sebesar 54,25 persen.

Angka ini memang lebih rendah bila dibandingkan dengan TPAK penduduk laki-laki sebesar 78,83 persen. Dalam rilis BPS Statistik Gender NTB 2018 menyebutkan ini wajar terjadi, karena penduduk laki-laki umumnya yang menjadi tulang punggung keluarga (bread winner) dalam sistem patriarkal.

Namun data TPAK perempuan sebesar 54,25 persen menunjukan perempuan sudah banyak yang terjun di bidang profesi.

Masuknya perempuan di ranah profesional, dikatakan Ummi Rohmi, sudah cukup diterima oleh masyarakat.

Meskipun masih menyisakan PR stigma negatif di kalangan masyarakat, namun biasanya perempuan yang sudah terjun ke dalam dunia profesi tak akan terganggu dengan stigma negatif tersebut.

Perempuan-perempuan tersebut akan membuktikan bahwa mereka mampu membagi peran antara keluarga dan jabatan.

Sehingga dengan bukti nyata tersebut lama-lama akan mengikis stigma negatif yang ada.

“Saya tidak terlalu terganggu dengan stigma perempuan yang sering diremehkan, karena memulai dari dunia professional. Kita bisa menunjukan kepada masyarakat melalui aksi nyata,” kata Wagub yang pernah menjabat sebagai General Foreman di PT Newmont Nusa Tenggara (2000—2009) tersebut.

Ummi Rohmi yang juga merupakan alumni  Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) mengaku, background pendidikan engineering yang dimilikinya sangat bermanfaat pada setiap jenjang karier yang dimilikinya.

Ditambah perannya sebagai perempuan dalam rumah tangga yang menuntutnya untuk selalu disiplin dan multitasking. Hal tersebutlah yang mengantarkannya mendapatkan berbagai capaian yang dimilikinya sekarang. Sehingga Ummi Rohmi berharap dapat menginspirasi perempuan-perempuan yang lain.

“Menjadi perempuan adalah kelebihan bagi saya. Membuat saya bisa mengambil banyak opportunity di bidang-bidang yang lain,” tandasnya.

AYA/HmsNTB




UPDATE Covid-19: Hari Senin, 22 Juni, Bertambah 14 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh  8 (delapan) Orang

Ditemukannya kasus penambahan positif baru Covid-19 dengan identifikasi penularan secara transmisi lokal, dihimbau kepada masyarakat agar tetap disiplin menerapkan protocol pencegahan Covid-19

MATARAM.lombokjournal.com  — Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, dan Laboratorium TCM RSUD Provinisi NTB mengkofirmasi, ada tambahan 14 pasien positif Covid-19, dan pasien yang dinyatakan sembuh 8 (delapan) orang. Tidak ada kasus kematian baru.

Siaran pers hari Senin (22/06/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 204  sampel dengan hasil 176 sampel negatif,  14 sampel positif ulangan, dan 14 sampel positif baru Covid-19, pasien dinyatakan sembuh 8 (delapan) orang, tidak ada kasus kematian baru.

Lalu Gita Aryadi

Dijelaskan, adanya tambahan 14 kasus baru terkonfirmasi positif, 8 (delapan) tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Senin (22/6/2020) sebanyak 1.081 orang, dengan perincian 744 orang sudah sembuh, 45 meninggal dunia, serta 292 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.

“Diharapkan petugas kesehatan di kabupaten/kota melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran virus Covid-19,” kata Lalu Gita Ariadi.

BERTAMBAH 14 PASIEN POSITIF COVID 19, SEMBUH 8 (DELAPAN) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 1068, an. Tn. TS, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 756. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;
  2. Pasien nomor 1069, an. Ny. EM, perempuan, usia 52 tahun, penduduk Desa Wanasaba, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;
  3. Pasien nomor 1070, an. Tn. MF, laki-laki, usia 37 tahun, penduduk Desa Sandik, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  4. Pasien nomor 1071, an. Ny. IANO, perempuan, usia 55 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Siloam Mataram dengan kondisi baik;
  5. Pasien nomor 1072, an. Tn. IWG, laki-laki, usia 73 tahun, penduduk Desa Batu Mekar, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  6. Pasien nomor 1073, an. Tn. SM, laki-laki, usia 44 tahun, penduduk Desa Pemenang Timur, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Tanjung dengan kondisi baik;
  7. Pasien nomor 1074, an. Ny. NNK, perempuan, usia 70 tahun, penduduk Desa Jagaraga Indah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  8. Pasien nomor 1075, an. Ny. BS, perempuan, usia 66 tahun, penduduk Desa Suralaga, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  9. Pasien nomor 1076, an. Tn. MI, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Malang, Jawa Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga dengan kondisi baik;
  10. Pasien nomor 1077, an. Ny. R, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Desa Kekeri, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  11. Pasien nomor 1078, an. Tn. RMF, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  12. Pasien nomor 1079, an. Ny. NNA, perempuan, usia 67 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  13. Pasien nomor 1080, an. Ny. R, perempuan, usia 53 tahun, penduduk Desa Bajur, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  14. Pasien nomor 1081, an. Tn. IBA, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Utara, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik.

Hari Senin ini terdapat penambahan 8 (delapan) orang yang sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif, yaitu:

  1. Pasien nomor 666, an. An. MLH, laki-laki, usia 2 tahun, penduduk Desa Beru, Kecamatan Brang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat;
  2. Pasien nomor 743, an. Tn. GR, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  3. Pasien nomor 745, an. Tn. AK, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  4. Pasien nomor 805, an. Ny. S, perempuan, usia 53 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  5. Pasien nomor 821, an. Tn. RH, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  6. Pasien nomor 835, an. Ny. YF, perempuan, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  7. Pasien nomor 907, an. Tn. D, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Abian Tubuh Baru, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  8. Pasien nomor 995, an. Ny. NNR, perempuan, usia 70 tahun, penduduk Desa Taman Sari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat.

Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksana Gugus Tugas NTB mengingatkan, ditemukannya kasus penambahan positif baru Covid-19 dengan identifikasi penularan secara transmisi lokal, dihimbau kepada masyarakat agar tetap disiplin menerapkan protocol pencegahan Covid-19.

“Selalu menggunakan masker jika keluar rumah, menghindari kerumunan, physical distancing minimal dua meter, menjaga pola hidup besih dan sehat, hindari stres serta selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir,” katanya.

AYA/Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.iD

Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemik Covid-19 NTB di nomor 08180211 8119




Mewujudkan Program Unggulan, Harus Dibarengi Penerapan Protokol Covid-19

Program NTB Bersih, NTB Hijau, Revitalisasi Posyandu, Desa Tangguh Bencana, Desa Wisata dan juga Kampung Sehat dalam pelaksanaannya harus menerapkan protokol kesehatan Covid-19

MATARAM.lombokjournal.com – Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menekankan, dalam pelaksanaan program-program unggulan, agar dibarengi penerapan protokol kesehatan Covid-19

Wagub Hj Sitti Rohmi meyampaikan itu saat memimpin rapat terkait Revitalisasi Posyandu, Zero Waste, Desa Wisata serta Desa Tangguh Bencana bertempat di Ruang Anggrek Kantor Gubernur, Senin (22/06/20).

“Progres program unggulan kita, yang berkolaborasi yaitu, NTB Bersih, NTB Hijau, Revitalisasi Posyandu, Desa Tangguh Bencana, Desa Wisata dan juga Kampung Sehat, sangat penting juga dan merupakan bagian untuk mengkampanyekan protokol Covid-19,” ucap Wagub yang akrab disapa Umi Rohmi tersebut.

Umi Rohmi mengingatkan, dengan adanya pandemi Covid-19 telah memberikan satu kesadaran baru, yakni kesehatan merupakan suatu kebutuhan dalam menjalankan hidup saat ini dan ke depan.

Pemberian edukasi guna meningkatkan kewaspadaan harus melalui pesan-pesan yang mudah diterima oleh masyarakat. Salah satunya, melalui video atau infografis yang menarik.

Dengan begitu edukasi yang diberikan dapat sampai dengan mudah kepada masyarakat.

Kewaspadaan yang dimaksud Umi Rohmi, yakni tertib dan disiplin dalam menaati protokol kesehatan Covid-19.

Pencegahan seperti, menggunakan masker bila keluar rumah, mencuci tangan pakai sabun, tidak menyentuh bagian wajah dan menjaga jarak.

Bila hal tersebut disiplin dilaksanakan, maka wabah corona bisa diatasi dengan baik, begitu pula dengan aspek-aspek sosial ekonomi yang bisa segera pulih.

“Dari seluruh kegiatan kita, sekarang dan ke depan ini adalah bagaimana menerapkan protokol Covid-19, kalau kita disiplin berarti kita bisa cepat clear ekonomi kita,” jelasnya.

Program NTB Bersih, NTB Hijau, Revitalisasi Posyandu, Desa Tangguh Bencana, Desa Wisata dan juga Kampung Sehat dalam pelaksanaannya harus menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Sehingga seluruh program yang berbaris desa ini diharapkan mampu menjadi wadah dalam penyampaian edukasi kepada masyarakat.

Umi Rohmi mengajak agar seluruh elemen saling bersinergi sehingga mampu mempercepat kemajuan dan progres dari program-program unggulan tersebut.

“Memang kita tidak bisa bekerja sendiri, tidak mungkin akan selesai kalau tidak kita bangun sinergi dengan kabupaten dan kota,” terang Umi Rohmi.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A menyampaikan sejumlah capaian program Revitalisasi Posyandu. Di antaranya, jumlah posyandu per bulan maret 2020 yang telah mencapai 7.320 posyandu dan jumlah posyandu keluarga yang telah mencapai 1.070 posyandu.

Nurhandini memaparkan perkembangan Covid-19 di NTB per 19 Juni 2020 dengan 1067 kasus positif Covid-19, 286 Orang positif dalam perawatan, 736 orang sudah sembuh, 45 orang meninggal, 464 pasien dalam pengawasan dan 205 orang dalam pemantauan.

Ia berharap, komitmen dalam penerapan protokol kesehatan Covid-19 kedepannya dapat terus ditingkatkan baik oleh pemerintah maupun masyarakat.

Sedangkan pada pusat perbelanjaan, tempat-tempat wisata dan pusat keramaiaan lainnya, keamanan serta penerapan protokol Covid-19 harus lebih diperhatikan lagi, sehingga dapat menekan angka positif virus Covid-19.

Kepala Dinas Pariwisata NTB, H. Lalu M. Faozal menyampaikan fokus utama Dinas Pariwisata Provinsi NTB saat ini ialah akses ke lokasi destinasi wisata. Masalah seperti bahu jalan hingga fasilitas penerangan jalan turut dibahasnya.

“Ini fokus kita sebelum kita betul-betul masuk ke tatanan baru,” ujar Faozal.

Terkait program 20 Desa Wisata, Ia mengungkapkan jika dalam waktu dekat Dispar Provinsi NTB akan melakukan pertemuan dengan para pemangku kepentingan.

Ia berharap pertemuan tersebut dapat meyakinkan para pemangku kepentingan untuk terlibat dalam program 20 Desa Wisata yang terbagi atas sebelas Desa Wisata di pulau Lombok dan sembilan Desa Wisata di pulau Sumbawa tersebut.

Tidak hanya itu, destinasi wisata Rinjani juga turut mendapat perhatian. Salah satunya dengan memperbarui aplikasi e-Rinjani dengan menambahkan fitur dan edukasi terkait protokol kesehatan bagi para pendaki.

Faozal pun berharap, seluruh destinasi wisata yang telah dan akan dibuka dapat terus konsisten dalam menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Hal ini tidak lain dan tidak bukan demi keselamatan dan kenyamanan pengunjung.

Dalam kesempatan yang sama Plt. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Barat, Ir. H. Ahmadi juga menyampaikan capaian terkait Desa Tangguh Bencana (Destana).

Sampai tahun 2020, ada sebanyak 56 Destana,  sedangkan pembentukan Destana oleh NGO sampai tahun 2020 sebanyak 152.

Rapat revitaisasi program unggulan ini, diikuti oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda NTB, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Kepala Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik Provinsi NTB, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Kepala Dinas PMPD Dukcapil NTB, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) NTB dan Plt. Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB.

AYA/HmsNTB




Wagub Minta Pemerintah Kabupaten/Kota Lakukan Edukasi Masif Penerapan Protokol Kesehatan

Pemerintah Kabupaten/Kota memiliki peran penting dalam mengedukasi dan menghimbau masyarakat menerapkan protokol Kesehatan Covid-19 secara persuasif

MATARAM.lombokjournal.com — Wakil Gubernur NTB Hj. Siti Rohmi Djalillah meminta pertanggung jawaban Pemerintah Kabupaten/Kota yang sudah membuka destinasi wisata, agar mewajibkan setiap pengunjung menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Menurut Wagub Hj Sitti Rohmi, sejauh ini penerapan protokol kesehatan Covid-19 dinilai masih sangat kurang terutama di pusat-pusat destinasi Wisata yang sudah dibuka oleh masing -masing Kabupaten/kota di NTB.

Dinilainya, hingga saat ini sangat kurang kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol Covid-19. Hal ini karena kurangnya koordinasi atau penataan di tiap destinasi pariwisata.

“Jadi bagaimana kalau kita mengizinkan sesuatu dibuka, contoh kita izinkan objek wisata dibuka, mana tanggung jawab kita untuk menyakinkan objek wisata itu  beroperasi sesuai protokol Covid, itu yang kita tuntut,” kata Wagub Ummi Rohmi saat ditemui, Senin (22/06/20)

Menurutnya, tidak sepenuhnya masyarakat bisa disalahkan karena tidak terlalu mentaati protokol Covid ditemoat Wisata. Penyebabnya, kurangnya pengawasan dan edukasi yang masif.

“Tidak bisa kita harus buka pantai  ini itu, tapi tidak pengawasan, tidak  ada yang edukasi secara masif, tidak  ada yang benar-benar mengawal masayarakat. Oke anda boleh menikmati tempat wisata tapi ingat tetap pakai masker, tetap jaga jarak, kebersihan pada pintu masuk dan seterusnya,” ujarnya.

Menurutnya, masing masing pemerintah kabupaten/kota memiliki peran penting dalam mengedukasi dan menghimbau masyarakat menerapkan protokol Kesehatan Covid-19 secara persuasif.

Wagub Ummi Rohmi eminta pertanggung jawaban pemerintah kabupaten/kota yang membuka destinasi wisata, agar mewajibkan setiap pengunjung menerapkan protokol kesehatan Covid-19 jika ingin bersiap menyambut kenormalan baru.

Lebih lanjut dikatakannya, jika ingin perekonomian NTB bisa cepat pulih hidup dalam kenormalan baru, maka masyarakat diminta untuk disiplin dalam menerapkan protokol Kesehatan Covid-19.

“Kunci keberhasilan dalam menekan angka Covid-19 di NTB tergantung dari kedisiplinan semua pihak dalam bersama bersama sama memutus rantai penyebaran virus Covid-19,” kata wagub.

AYA




Pilbup Loteng, PKB NTB Tak Dukung Ketua PCNU

Dua bakal pasangan calon (Bapaslon) berlatar belakang NU pada Pilbup Loteng, yakni Bapaslon H Masrun- HL Aksar Ansori dan HL Pathul Bahri-HM Nursiah

MATARAM.lombokjournal.com – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (DPW PKB) Nusa Tenggara Barat, HL Hadrian Irfani menyampaikan, akan mendukung Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) H  Masrun-HL Aksar Ansori untuk Pilbup Lombok Tengah (Loteng) mendatang.

Hal itu berarti, DPW PKB NTB tak mendukung Ketua PCNU Loteng HL Pathul Bahri.

Disampaikan Hadrian, dukungan untuk Masrun-Aksar sudah pada tahap memberikan surat tugas dan dalam waktu dekat akan dilanjutkan dengan dikeluarkannya Surat Keputusan (SK) dukungan oleh Dewan Perwakilan Pusat PKB.

“Kalau surat tugas sudah keluar sebentar lagi akan dikeluarkan SK,” ujar Hadrian kepada lombokjournal.com, Senin (22/06/2020).

Menurut Hadrian, alasan  mendukung Masrun-Aksar karena Aksar Ansori merupakan tokoh NU yang memiliki rekam jejak mumpuni.

Selain menjadi kader NU, Aksar diakui Hadrian pernah berpengalaman memangku beberapa jabatan publik di antaranya Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) NTB.

Terkait HL Pathul Bahri yang adalah Ketua PCNU Loteng, Hadrian justru berkilah bahwa Aksar adalah Sekretaris PWNU NTB.

Artinya baik HL Pathul Bahri maupun Aksar Ansori memiliki hak yang sama untuk diusung Ormas Islam terbesar tanah air ini.

“Pak Aksar kan sekretaris,” katanya.

Sekretaris Komisi II DPRD NTB ini juga menanggapi santai kemungkinan pecahnya suara NU pada Pilbup Loteng, karena dua kadernya yang akan bertarung.

Menurutnya, kader NU tidak hanya ada di PKB, tapi juga ada di partai-partai lain.

“NU juga ada di partai lain, biasa saja,” katanya.

Untuk diketahui, ada dua bakal pasangan caon (Bapaslon) berlatar belakang NU pada Pilbup Loteng, yakni Bapaslon H Masrun- HL Aksar Ansori dan HL Pathul Bahri-HM Nursiah.

Ast




UPDATE Covid-19: Hari Minggu, 21 Juni, Bertambah 11 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh  13  Orang, Kasus Kematian 1 (satu) orang

Kembali diingatkan agar masyarakat senantiasa disiplin menerapkan protokol kesehatan

MATARAM.lombokjournal.com — Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium TCM RSUD H.L. Manambai Abdulkadir, dan Laboratroium TCM RSUD Kota Mataram mengkofirmasi, ada tambahan 11 pasien positif Covid-19, dan pasien yang dinyatakan sembuh 13 orang. Kasus kematian baru 1 (satu) orang.

Siaran pers hari Miggu (21/06/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 389 sampel dengan hasil 364 sampel negatif,  14 sampel positif ulangan, dan 11 sampel positif baru Covid-19, pasien dinyatakan sembuh 13 orang, kasus kematian baru 1 (satu) orang.

Lalu Gita Aryadi

Dijelaskan,  adanya tambahan 11 kasus baru terkonfirmasi positif, 13 tambahan sembuh baru, dan 1 (satu) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (21/6/2020) sebanyak 1.067 orang, dengan perincian 736 orang sudah sembuh, 45 meninggal dunia, serta 286 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

Lalu Gita mengingatkan, dengan terus ditemukannya kasus penambahan positif baru Covid-19 dengan identifikasi penularan secara transmisi lokal, dihimbau kepada masyarakat agar tetap disiplin menerapkan protocol pencegahan Covid-19.

“Petugas kesehatan di Kabupaten/Kota dharapkan  melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran virus Covid-19,” katanya.

TAMBAHAN 11 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 13 orang, Kasus kematian 1 (satu) orang

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 1057, an. Ny. H, perempuan, usia 48 tahun, penduduk Desa Mamben Lauk, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belumteridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisibaik;
  2. Pasien nomor 1058, an. Ny. R, perempuan, usia 62 tahun, penduduk Desa Suryawangi, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;
  3. Pasien nomor 1059, an. Tn. M, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Desa Muer, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1013. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;
  4. Pasien nomor 1060, an. Ny. NKSS, perempuan, usia 52 tahun, penduduk Desa Sandik, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Risa Sentra Medika Mataram dengan kondisi baik;
  5. Pasien nomor 1061, an. An. FYL, perempuan, usia 7 tahun, penduduk Desa Giri Sasak, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 895. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  6. Pasien nomor 1062, an. Ny. AMDN, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Desa Kediri Selatan, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  7. Pasien nomor 1063, an. Tn. H, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Desa Sakuru, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Sondosia Bima dengan kondisi baik;
  8. Pasien nomor 1064, an. Tn. J, laki-laki, usia 68 tahun, penduduk Desa Bajur, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien memiliki penyakit komorbid. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
  9. Pasien nomor 1065, an. Ny. UH, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Lendang Bajur, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  10. Pasien nomor 1066, an. Tn. FT, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  11. Pasien nomor 1067, an. Ny. RD, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Banjar, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik.

Hari ini terdapat penambahan 13 orang yang sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif, yaitu :

  1. Pasien nomor 238, an. An. DAK, laki-laki, usia 15 tahun, penduduk Desa Labuhan Bontong, Kecamatan Tarano, Kabupaten Sumbawa;
  2. Pasien nomor 239, an. Ny. NA, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Desa Labuhan Bontong, Kecamatan Tarano, Kabupaten Sumbawa;
  3. Pasien nomor 240, an. Ny. DR, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Labuhan Bontong, Kecamatan Tarano, Kabupaten Sumbawa;
  4. Pasien nomor 241, an. Ny. R, perempuan, usia 57 tahun, penduduk Desa Labuhan Bontong, Kecamatan Tarano, Kabupaten Sumbawa;
  5. Pasien nomor 384, an. Ny. I, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Desa Beru, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat;
  6. Pasien nomor 386, an. An. M, perempuan, usia 14 tahun, penduduk Desa Beru, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat;
  7. Pasien nomor 667, an. Tn. IBSG, laki-laki, usia 51 tahun, penduduk Desa Beru, Kecamatan Brang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat;
  8. Pasien nomor 757, an. Tn. M, laki-laki, usia 44 tahun, penduduk Desa Pasir Putih, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat;
  9. Pasien nomor 779, an. Ny. A, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Desa Tembalae, Kecamatan Pajo, Kabupaten Dompu;
  10. Pasien nomor 781, an. Ny. FS, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Desa Lepadi, Kecamatan Pajo, Kabupaten Dompu;
  11. Pasien nomor 782, an. Ny. FS, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Desa Kandai 2, Kecamatan Wajo, Kabupaten Dompu;
  12. Pasien nomor 783, an. An. K, perempuan, usia 9 tahun, penduduk Desa Tembalae, Kecamatan Pajo, Kabupaten Dompu;
  13. Pasien nomor 934, an. Tn. S, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Desa Pengadang, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah.

Hari ini juga terdapat penambahan 1 (satu) kasus kematian baru, yaitu

  1. Pasien nomor 1064, an. Tn. J, laki-laki, usia 68 tahun, penduduk Desa Bajur, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat.

Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksana Gugus Tugas Peovinsi NTB, Lau Gita Ariadi, mengingatkan agar masyarakat senantiasa disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Selalu menggunakan masker jika keluar rumah, menghindari kerumunan, physical distancing minimal dua meter, menjaga pola hidup besih dan sehat, hindari stres serta selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir,” katanya.

Kasus kematian karena Covid-19 sebagian besar disertai dengan penyakit tidak menular, seperti penyakit kardiovaskular (hipertensi, jantung), diabetes melitus, atau penyakit paru kronis.

Ditegaskan Lalu Gita, masyarakat yang memiliki penyakit seperti yang telah disebutkan tersebut, agar lebih menjaga kesehatan, segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat, dan berupaya mencegah terinfeksi Covid-19 dengan cara tidak keluar rumah, memakai masker bila harus keluar rumah, melakukan social distancing, sering cuci tangan, dan tidak merokok.

AYA/Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemik Covid-19 NTB di nomor 08180211 8119.

 

 




Adanya Fraud atau Kecurangan pada BPJS Kesehatan

Yang pasti, kecurangan ini tidak menurunkan pelayanan BPJS kepada peserta.

MATARAM.lombokjournal.com —  BPJS Kesehatan mengungkapkan, ada kecurangan yang telah terjadi pada penyelenggaran program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), baik oleh peserta hingga penyedia obat.

Namun demikian hal itu tidak terlalu mempengaruhi keuangan BPJS, bahkan memperlebar defisit.

Direktur Kepatuhan, Hukum dan Hubungan Antar Lembaga BPJS Kesehatan Bayu Wahyudi mengatakan, bila melihat dari data pada BPJS Kesehatan, kecurangan atau fraud ini sangat kecil.

Menurut Bayu, jumlahnya relatif kecil dibanding yang terjadi di luar negeri terutama di Asia Pasifik bahkan di Amerika.

“Karena fraud ini tidak hanya di bidang asuransi saja tapi hampir di seluruh sektor seperti manufaktur, perbankan dan bidang layanan yang mempunyai hubungan kesehatan, kebijakan publik dan sebagainya,” ujarnya, dalam Talkshow Polemi Trijaya, Sabtu (20/6/2020).

Meski demikian, BPJS Kesehatan terus berupaya melakukan pengawasan, supaya bisa mengurangi tindak kecurangan ini. Yang pasti, kecurangan ini tidak menurunkan pelayanan BPJS kepada peserta.

Bayu Wahyudi mengajak semua pihak untuk bergotong-royong bila mengetahui ada kejadian yang tidak benar.

Sebab, bila melihat dari 12 kasus yang diungkap BPKP, mayoritas bukan jadi kewenangan dari BPJS Kesehatan.

Sebagai penyelenggara keseharan negara, BPJS Kesehatan menjalankan tugas dan wewenangnya seperti pengumpulan peserta dan mendaftarakan,

iuran peserta, memberi layanan dan memberi informasi kepada peserta dan masyarakat.

“Banyak kewenangan tadi bukan oleh BPJS Kesehatan. Jadi kita support itu dan ajak semua pihak awasi porgram KIS supaya berkelanjutan dan optimal,” tuturnya.

fbn/OKEfinance