Wagub Ingatkan, Pembukaan Obyek Wisata Harus Hati-hati

Di bidang pariwisata, objek wisata dibenahi terlebih dahulu sebelum dibuka kembali. Pembenahan tersebut dilakukan agar objek wisata tidak menjadi sumber penularan Covid-19

MATARAM.lombokjournal.com —  “Pandemi ini mengajarkan untuk benar-benar bisa menghargai dan menempatkan kesehatan pada prioritas pertama dalam hidup kita, mungkin selama ini kita abai terhadap kesehatan,” ungkap Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djaillah, dalam rapat vicon bersama pengurus ASITA, Rabu (24/06/20).

Wagub Hj Sitti Rohmi Djalillah mengatakan, pandemi Covid-19 menjadi salah satu instrumen pembelajaran masyarakat tentang pentingnya kehidupan.

Mayoritas masyarakat  sudah mulai sadar bahwa dengan kesehatanlah kita bisa bekerja, beribadah, serta mengisi hidup dengan lebih produktif.

Menurut wagub, pandemi saat ini memaksa untuk memilih dua hal, yaitu antara mencari aman dan selamat dengan tetap berdiam diri, atau tetap melaksanakan kegiatan rutinitas tanpa memperhatikan adanta pandemic.

Wagub mengatakan NTB mengambil jalan tengah.

“Pandemi ini pilihannya ada dua, apakah mau pilih aman atau produktif, kami di NTB tidak memilih salah satu, kami memilih aman dan produktif,” tegasnya.

Wagub yang biasa disapa Umi Rohmi ini menyampaikan, kita harus benar-benar menerapkan protokol kesehatan dengan baik.

“Beda dengan penyakit-penyakit lain, kuncinya memang hanya satu yaitu kedisiplinan (menerapkan protokol kesehatan),” tutur Umi Rohmi.

Menurutnya, masih banyak orang yang belum sadar akan pentingnya protokol Kesehatan padahal untuk menerapkan protokol kesehatan ini tidak memakan banyak biaya.

“Yang dibutuhkan hanya pakai masker, jaga jarak tidak butuh biaya, apa lagi cuci tangan yang biasa kita lakukan sehari-hari, kenapa sulit? Karena berhubungan dengan mindset, kita tidak bisa melakukan dengan mudah seperti membalikkan telapak tangan,” ungkapnya.

Dikatakan, NTB sudah mulai membangkitkan kembali perekonomian di NTB dengan terus-menerus mencari jalan bersama dengan Forkopimda dan ahli-ahli ekonomi di NTB.

Di bidang pariwisata, objek wisata dibenahi terlebih dahulu sebelum dibuka kembali. Pembenahan tersebut dilakukan agar objek wisata tidak menjadi sumber penularan Covid-19 ini.

“Untuk obyek wisata, kita harus benar-benar memilih, jangan sampai kita gegabah membuka obyek wisata, jangan sampai ada klaster obyek wisata,” jelas Umi Rohmi.

Contohnya tiga gili, yang dipersiapkan sebelum dibuka kembali, seperti memperketat pintu masuk, melibatkan semua unsur. Dari petugas keamanan hingga petugas kesehatan, untuk memastikan keamanan dan kesehatan wisatawan.

Agub Hj Rohmi berharap, masyarakat dapat dengan cepat memahami pentingnya protokol kesehatan agar seluruh aktivitas dapat kembali berjalan dengan lancar.

Empat destinasi siap dibuka

Kepala Dinas Pariwisata, H. Lalu Mohammad Faozal dalam rapat tersebut menyampaikan, kesiapan beberapa titik destinasi wisata yang dibuka secara bertahap, dengan beberapa penyesuaian di tengah pandemi Covid-19 ini.

“Ada empat destinasi yang siap dibuka, tadi ibu Wagub menyampaikan sangat berhati-hati membuka objek wisata, yang utama adalah penerapan protokol kesehatan. Artinya, pembukaan destinasi bersamaan dengan penerapan protokol kesehatan,” kata Faozal.

Empat destinasi yang secara bertahap dibuka tersebut yakni Tiga gili, Rinjani, Mandalika, dan Senggigi.

Keempat destinasi tersebut melakukan  penyesuaian-penyesuaian untuk menghindari penyebaran Covid-19 di. Penyesuaian yang dilakukan, misalnya tidak dibukanya kolam renang, tidak diizinkannya pesta dan hal lainnya yang menimbulkan keramaian.

Untuk sasaran wisatawan, Faozal mengatakan bahwa saat ini NTB fokus untuk wisatawan domestik mengingat banyak negara luar yang belum membuka penerbangannya.

“Kita tidak bicara mancanegara untuk saat ini, oleh karena itu, untuk saat ini domestik adalah pasar yang akan kami coba,” ucap Faozal.

Diugkapkan, dua jalur masuk dari luar NTB yakni bandara BIZAM dan Pelabuhan Lembar disiapkan dengan protokol kesehatan yang ketat.

Selain itu, kendaraan angkutan yang beroperasi juga diimbau untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dengan pengawasan dari pemerintah.

Untuk destinasi pertama yang dibuka yaitu tiga gili, hanya ada satu pintu masuk menuju tiga gili tersebut. Pintu masuk tersebut dijaga dengan ketat oleh petugas gabungan yang akan memastikan wisatawan yang akan ke tiga gili bebas dari Covid-19.

“Kita hanya izinkan satu pintu masuk yaitu bangsal, untuk keluar masuknya orang atau barang, disitu kita siapkan tim, untuk mengecek wisatawan. Kita punya satu pos yang terdiri dari petugas KKP, imigrasi, kesehatan dan lainnya,” terang Faozal.

Di masing-masing gili, baik itu gili meno, gili terawangan, dan gili air sudah disiapkan klinik untuk wisatawan yang membutuhkan layanan kesehatan.

AYA/HmsNTB




Hj. Niken Ingatkan Kader Posyandu Soal Protokol Covid-19

MATARAM.lombokjournal.com —  Ketua TP-PKK Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati menyambut hangat kunjungan  Ketua TP-PKK Provinsi Lombok Barat (Lobar), Hj. Khaeratun Fauzan Khalid, BKKBN Provinsi NTB dan DP3AP2KB Lombok Barat di Ruang Tamu Pendopo Gubernur, Rabu (24/06/20).

Hj. Khaeratun mengundang Ketua TP-PKK Provinsi NTB,  Hj. Niken Saptarini Widyawati dalam peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-27, yang bertema “BKKBN Baru Dengan Cara Baru Dan Semangat Baru Hadir Di Dalam Keluargamu”.

Perayaan tersebut, dilaksanakan di dua tempat yaitu di Kabupaten Lombok Barat dan tempat lainya di Provinsi NTB dan.

Pada kesempatan pertemuan itu, Hj. Niken mengingatkan agar penyelenggaraannya menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dimanapun.

“Khususnya pada kader Posyandu ketika berhubungan langsung dengan bayi,” jelasnya.

Kepala Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga, Dra. Baiq Nurhayati mengatakan, pelaksanaan hari keluarga dipusatkan dengan kegiatan Pelayanan KB serentak di seluruh Faskes.

“Sosialisasi 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan) di 10 Kabupaten/Kota dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga dalam pengasuhan,” jelasnya.

AYA/HmsNTB

 




Bunda Niken Serahkan Hadiah Masker Challenge TP-PKK NTB

MATARAM.lombokjournal.com — Jumlah anak yang dinyatakan positif terinfeksi virus Corona di NTB kian mengkhawatirkan.

Karena itu Tim Penggerak PKK Provinsi NTB memberi perhatian khusus puluhan anak-anak yang terpapar virus Corona itu.

Gerakan maskerisasi untuk anak-anak, yang dicanangkan oleh TP-PKK merupakan salah satu upaya pencegahan penyebaran virusnya.

TP-PKK juga menggelar “Masker Challenge Tim Penggerak PKK Provinsi NTB”. Lomba tersebut dilaksanakan sebagai upaya mendorong kesadaran masyarakat agar anak menggunakan masker bila beraktivitas di luar rumah.

Ketua TP-PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati.,M.Sc mengumumkan sekaligus menyerahkan hadiah pemenang lomba Masker Challenge di Aula Pendopo Gubernur NTB, Rabu (24/06/20).

Ketua TP-PKK yang akrab dengan sapaan Bunda Niken tampak bahagia, sebab ia merupakan sosok yang sejak awal telah aktif bersama DP3AP2KB Prov. NTB, LPA Prov. NTB dan Pokja 4 TP PKK Prov. NTB. Dan aktif mengkampanyekan gerakan masker pada anak.

“Terimakasih atas partisipasinya, atas sambutannya, atas semua upayanya untuk menyadarkan masyarakat memberikan masker pada anak anak,” ucapnya.

Diingatkan, agar masyarakat terus dapat saling bahu membahu bersama pemerintah dalam melindungi anak dari paparan virus Corona i. Dengan sinergi yang baik itu, anak anak di NTB dapat terhindar dari virus.

“Mudah mudahan apa yang dilakukan bapak, ibu, pendamping dan anak anak disini menjadi sebuah contoh bahwa anak anakpun memiliki kemauan dan kesadaran, apalagi kisah yang juara 1-nya, anaknya yang inisiatif untuk membuat masker sendiri,” ungkapnya.

Bunda Niken meminta agar gerakan memakai masker pada anak ini dapat terus berlanjut dan ditularkan kepada lingkungan sekitarnya.

“Mudah mudahan masker challenge ini memberikan inspirasi juga bagi anak anak NTB yang lainnya. Kita tetap bersabar dengan menggunakan masker, dan mengikuti protokol kesehatan dimanapun kita berada. Mudah-mudahan apa yang diterima sebagai hadiah menjadi sedikit pemicu semangat untuk belajar dan kita hari ini senang sekali dapat bertemu dengan anak anak,” harapnya.

Bunda Niken juga menyampaikan terimakasih kepada Kepala DP3AP2KB Prov. NTB, Ketua LPA Prov. NTB, dan Pokja 4 TP PKK Prov. NTB dan terus dapat bersinergi dalam memberikan dan memperjuangkan hak hak anak anak di NTB.

Juara lomba

Juara I lomba Masker Challenge TP-PKK Prov. NTB dengan nama pendamping Sri Idawati, nama anak Qonita Fredella Yusda, Khayla Arsyifa Yusda, Fatta Artanabil Yusda.

Juara II dengan nama pendamping Isnaini Yulia Nita Hafi, nama anak Denting Teatra dan Alundi Abinaya. Juara III dengan nama pendamping Dwi Yulianda, nama anak Saskia Adinda Prihatini dan Meli Ana Ayu. Juara IV dengan nama pendamping Lia Widyanova Afianti, nama anak Deya Almira Cetta Sudibyo.

Salah satu pemenang, yakni Isnaini Yulia Nita Hafi, mengutarakan rasa terimakasihnya kepada Bunda Niken. Ia bercerita bahwa anak-anaknya berinisiatif membuat masker sendiri bersama teman-temannya di teras rumah.

Tentu yang terpenting, lanjut Isnaini, dari momen ini ialah memupuk motivasi pada anak anak.

“Kami mengucapkan terimakasih untuk perlombaan yang diadakan. Semoga kedepan banyak lagi lomba lomba yang diadakan yang melibatkan interaktif antara anak dan orang tua,” ungkap Isnaini saat menceritakan kisahnya di hadapan Bunda Niken.

Anak anak tampak bersemangat dan antusias berbincang bincang. Banyak hal yang mereka utarakan. Mulai dari merindukan sekolah hingga bermain mulai mengenakan masker di luar rumah.

AYA/HmsNTB

 




Gerindra NTB Nilai Makmur-Ahda Paling Cocok Pimpin Kota Mataram

Pengalaman Makmur yang begitu panjang sebagai birokrat di Kota Mataram merupakan modal berharga untuk melihat apa saja potensi ekonomi yang bisa digali, untuk lebih meningkatkan kesejahteraan masyarakat kota

MATARAM.lombokjournal.com — Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Pikada Kota Mataram, HL Makmur Said-Badruttamam Ahda atau yang disingkat Makmur-Ahda, merupakan pasangan yang paling pantas memimpin kota Mataram untuk lima tahun ke depan.

Pasalnya, dua tokoh tersebut akan saling melengkapi satu sama lain: Makmur yang kaya pengalaman mengelola birokrasi, bersanding dengan sosok pemimpin muda progresif yang ada dalam diri Ahda. Rabu, (24/06/2020).

Penilaian itu disampaikan Ketua DPD Gerindra NTB, H Ridwan Hidayat, yang  menyebut pasangan Makmur-Ahda paham dalam tata kelola pemerintahan.

“Bisa kita percayakan lah pada Haji Makmur. Dia sudah faham tata kelola pemerintahan,” katanya.

Diterangkan Ridwan, pengalaman Makmur yang begitu panjang sebagai birokrat di Kota Mataram merupakan modal berharga untuk melihat apa saja potensi ekonomi yang bisa digali, untuk lebih meningkatkan kesejahteraan masyarakat kota.

Selain mampu melihat potensi, seorang pemimpin daerah juga harus cakap dalam berinteraksi dengan masyarakat, harus faham dengan baik karakter yang dimiliki masyarakatnya. Dan dalam hal itu, Makmur telah menguasainya.

“Masyarakat kan sudah tahu kalau pak Haji Makmur itu kan pejabat senior. Puluhan tahun beliau mengabdikan diri melalui jalur birokrat. Tentu tentang potensi kota, karakter masyarakat kota kan sudah dia fahami,” katanya.

Sementara Ahda, selain karena menguasai prinsip keilmuan dan kepemimpinan, ia diberikan kepercayaan guna mewakili generasi muda atau yang populer dengan sebutan generasi milenial.

Sebab menurut Ridwan, pemilih generasi milenial adalah pemilih terbanyak di kota Mataram.

“Pemilih kaum milenial di kota ini kan jauh lebih banyak. Kita perlu memberikan penghargaan, penghormatan kepada kaum milenial melalui Ahda ini,” katanya.

Untuk diketahui, Pilkada Kota Mataram akan berlangsung pada 23/09/2020 mendatang.

Ast




KLU Satu Pasien Positif Covid-19, Bupati Himbau Masyarakat Tak Kucilkan Pasien  

Agar masyarakat tidak melakukan perundungan pada pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19

TANJUNG.lombokjourna.com – Hasil pemeriksaan SWAB di Laboratorium RSUD Provinsi NTB, hingga hari Senin tanggal 22 Juni, Kabupaten Lombok Utara (KLU) bertambah 1 (satu) orang pasien positif Covid-19.

Korban virus Corona yang dimaksud adalah pasien nomor 1073 atas nama Tn SM (44 TH), alamat Pemenang Timur, Kecamatan Pemenang, KLU.

Bupati H Najmul Akhyar

Bupati H Najmul Akhyar selaku Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan  PenangananCovid-19 menyampaikan konfirmasi itu melalui siaran pers, hari Rabu (24/06/20).

Lebih lanjut Bupati Najmul menjelaskan, jumlah kasus positif Covid-19 hingga hari Rabu (24/06) sejumlah 46 orang.

“Dari jumlah 46 orang, pasie yang sembuh 44 orang. Yang masih dalam perawatan medis 1 orang dirawat di RSUD KLU, satu lainnya meninggal dunia,” jelas bupati dalam siaan persnya.

Lebih lanjut dijelaskan, saat ini Unit Layanan Karantina dalam keadaan kosog, atau sedang tidak merawat pasien.

Disampaikan, jumlah yang sudah dilkukan  tes RDT 2958 orang dengan hasil reaktif 172 orang, dan non reaktif sejumlah 2.786 orang. Ketersediaan RDT di Dinas Kesehatan sejumlah 3372 set. Totl RDT 6330 set.

Saat ini,  hinga siaran pers diterima lombokjournal.com , di KLU jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 83 orang. Rinciannya, 30 orang masih dalam pengawasan, 53 orang selesai dalam pengawasan.

Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP)sebanyak 313 orang, dengan perincian 7 orang masih dalam pemantauan, dan 06 orang selesai dalam pemantauan.

“Semua orang yang dengan hasi tes RDT reaktif, akan dilanjutkan dengan tindakan medis SWAB, sebagai standar pemeriksaan laboratorium diagnosa Covid-19.

Bupati Najmul menghimbau, agar masyarakat tidak melakukan perundungan pada pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19.

“Kita cegah penyakitnya, bukan mengucilkan orang atau latar belakangnya,” katanya.

Karena itu, Bupati Najmul berharap KLU untuk tetap tenang menerapkan physical distancing (jaga jarak), gunakan masker, hindari keramaian, serta melakukan pola hidup bersih dan sehat.

Ast

Call center Penanganan Covid-19 Kabupaten Lombok Utara, dapat menghubungi nomor kontak 0370-6198504, 081803495510, 081917969726, 082147155883

 




Mahasiswa UIN Jalankan KKN Dari Rumah, Wagub Minta Edukasi Masyarakat Tetap dilakukan

Mahasiswa diminta untuk membantu pemerintah dalam pencegahan penyebaran virus Covid-19

MATARAM.lombokjournal.com —  Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang merupakan kegiatan akademik wajib bagi mahasiswa. Namun kali ini menjadi menarik, mengingat dilaksanakan dalam kondisi pandemi virus covid-19.

Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram yang menggelar Kuliah Kerja Partisipatif (KKP), sejenis KKN, namun dari rumah mahasiswa saja atau KKP DR (Kuliah Kerja Partisipatif Dari Rumah).

Meski dilakukan dari rumah, mahasiswa KKP DR UIN Mataram diharapkan dapat mengedukasi masyarakat agar disiplin menjalankan protokol kesehatan covid-19.

Wakil Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat, Hj Sitti Rohmi Djalilah, Rabu (24/06/20) pagi, secara daring kepada 2394 mahasiswa yang siap mengikuti KKP DR.

2394 mahasiswa tersebut terdiri dari mahasiswi sebanyak 1541 dan mahasiswa sebanyak 853.

Wagub yang akrab disapa Ummi Rohmi tersebut berpesan kepada mahasiswa, saat mengedukasi masyarakat kiranya tidak memaksa, melainkan memberikan pemahaman bahwa disiplin menjalankan protokol kesehatan covid-19 demi adalah kebaikan bersama.

“Jika masayarakat bisa disiplin, maka kehidupan new normal bisa di jalankan dan roda perekonomian bisa kembali berputar,” jelas Ummi Rohmi.

Wagub Hj Sitti Rohmi yang pernah menyenyam pendidikan di Universitas Indonesia tersebut juga berpesan, agar edukasi dan sosialisasi terkait protokol kesehatan covid-19 kepada masyarakat, hendaknya dikemas mahasiswa secara kreatif dan inovatif agar bisa diterima oleh masyarakat.

Mahasiswa dikenal sebagai generasi milenial yang aktif dan kreatif sehingga diminta untuk bisa mengemas materi tersebut melalui  infografis, video menarik, atau apapun yang bisa dilakukan dari rumah.

Muhammad Liwa Irrubai, Ketua LP2M Mataram yang mewakiki Rektor UIN Mataram, meminta mahasiswa untuk dapat mengabdi kepada masyatakat meski dijalanlan dari rumah.

Mahasiswa diminta untuk membantu pemerintah dalam pencegahan penyebaran virus Covid-19.

“Berikan contoh yang baik kepada masyarakat dalam disiplinkan menerapkan protokol Covid-19,” pesannya.

AYA/HmsNTB

 




UPDATE Covid-19: Hari Rabu, 24 Juni, Bertambah 17 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 6 (enam) Orang, Kematian 2 (dua) orang

Bertambahnya kasus positif baru dan angka kematian pasien positif Covid-19, hal ini menunjukkan bahwa penularan wabah Covid-19 masih terjadi di NTB

MATARAM.lombokjournal.com – Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium TCM RSUD Provinisi NTB, Laboratorium TCM RSUD H.L. Manambai Abdulkadir, dan Laboratroium TCM RSUD R. Soedjono Selong mengkofirmasi, ada tambahan 17 pasien positif Covid-19, dan pasien yang dinyatakan sembuh 8 (delapan) orang. Tidak ada kasus kematian baru.

Siaran pers hari Rabu (23/06/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 127  sampel dengan hasil 97 sampel negatif, 13 sampel positif ulangan, dan 17 sampel positif baru Covid-19, pasien dinyatakan sembuh 6 (delapan)  orang, kasus kematian baru 2 (dua) orang.

Lalu Gita Aryadi

Dijelaskan,  adanya tambahan 17 kasus baru terkonfirmasi Positif, 6 (enam) tambahan sembuh baru, dan 2 (dua) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Rabu (24/06/20) sebanyak 1.119 orang, dengan perincian 769 orang sudah sembuh, 49 orang meninggal dunia, serta 301 orang masih positif dalam perawatan dan dalam kondisi baik.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Ariadi.

Diharapkan, petugas kesehatan di Kabupaten/Kota melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran virus Covid-19.

TAMBAHAN 17 ORANG POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 6 (ENAM) ORANG, KASUS KEMATIAN 2 (DUA) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 1103, an. Ny. WW, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Dayan Peken, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  2. Pasien nomor 1104, an. Tn. AG, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Taman Sari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  3. Pasien nomor 1105, an. Tn. IEY, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Bhayangkara Mataram dengan kondisi baik;
  4. Pasien nomor 1106, an. Tn. SBH, laki-laki, usia 56 tahun, penduduk negara Malaysia. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini sedang menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Tengah dengan kondisi baik;
  5. Pasien nomor 1107, an. Tn. EP, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini sedang menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  6. Pasien nomor 1108, an. Ny. R, perempuan, usia 51 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Unram dengan kondisi baik;
  7. Pasien nomor 1109, an. Ny. LI, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Desa Labuapi, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  8. Pasien nomor 1110, an. Tn. M, laki-laki, usia 53 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
  9. Pasien nomor 1111, an. Tn. M, laki-laki, usia 59 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  10. Pasien nomor 1112, an. An. NNWF, perempuan, usia 4 bulan, penduduk Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  11. Pasien nomor 1113, an. An. LRNS, laki-laki, usia 2 bulan, penduduk Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  12. Pasien nomor 1114, an. Ny. ZA, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  13. Pasien nomor 1115, an. Ny. J, perempuan, usia 53 tahun, penduduk Desa Bagik Polak, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  14. Pasien nomor 1116, an. Ny. S, perempuan, usia 64 tahun, penduduk Desa Bajur, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien mempunyai penyakit komorbid. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
  15. Pasien nomor 1117, an. Ny. HF, perempuan, usia 21 tahun, penduduk Desa Kembang Kerang, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;
  16. Pasien nomor 1118, an. Ny. S, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Desa Cepak Timur, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;
  17. Pasien nomor 1119, an. Ny. W, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;

Hari ini terdapat penambahan 6 (enam) orang yang sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif, yaitu :

  1. Pasien nomor 875, an. Ny. PSPD, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Taman Sari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  2. Pasien nomor 910, an. Tn. AR, laki-laki, usia 21 tahun, penduduk Desa Aikmel, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur;
  3. Pasien nomor 920, an. Ny. NKHS, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  4. Pasien nomor 922, an. Ny. SY, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Pringgasela Selatan, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur;
  5. Pasien nomor 923, an. Ny. ZW, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Desa Labuhan Haji, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur;
  6. Pasien nomor 1016, an. An. AM, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk Desa Sembalun Timba Gading, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur;

Hari Rabu ini juga terdapat penambahan 2 (dua) kasus kematian baru, yaitu :

  1. Pasien nomor 1110, an. Tn. M, laki-laki, usia 53 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 1116, an. Ny. S, perempuan, usia 64 tahun, penduduk Desa Bajur, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Pasien memiliki penyakit komorbid;

Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksana Gugus Tugas NTB, Lalu Gia Ariadi mengatakan, bertambahnya kasus positif baru dan angka kematian pasien positif Covid-19, hal ini menunjukkan bahwa penularan wabah Covid-19 masih terjadi di NTB.

“Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap disiplin dan patuh dalam menerapkan protokol kesehatan,” katanya.

Masyarakat diminta menerapkan pola hidup bersih dan sehat, mengkonsumsi makanan bergizi, olahraga, berpikir positif dan optimis serta selalu menggunakan masker ketikaberaktivitas diluar rumah.

Selain itu menjaga jarak dengan orang lain, menjauhi kerumunan dan tidak menyentuh area wajah. Jika akan menyentuh area wajah, pastikan bahwa tangan dalam keadaan bersih, sering cuci tangan pakai sabun pada air mengalir.

AYA/Rr

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemik Covid-19 NTB di nomor 081802118119.

 

 




Gubernur Terbitkan SE Sistem Kerja ASN Menuju Tatanan New Normal

Dalam rangka adaptasi dengan kondisi pandemi Covid-19. perlu dilakukan penyesuaian sistem kerja ASN dengan cara menjalankan protokol kesehatan dalam aktivitas keseharian

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menerbitkan Surat Edaran (SE) tentang sistem kerja pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) menuju tatanan normal baru di Provinsi NTB.

Surat dengan nomor 060/210/ORG ditandatangani Gubernur pada 23 Juni 2020.

SE itu merupakan tindak lanjut Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 58 tahun 2020 tanggal 29 Mei 2020, tentang sistem kerja pegawai Aparatur Sipil Negara dalam Tatanan Normal Baru.

Serta Keputusan Menteri Dalam negeri Nomor 440-842 tahun 2020 tanggal 31 Mei 2020 tentang perubahan atas Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 440-830 tahun 2020 tanggal 27 Mei 2020 tentang Pedoman Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) bagi aparatur sipil negara di lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah.

Dalam SE itu, Gubernur mengatur bahwa ASN, pegawai tidak tetap/tenaga kontrak/honorer wajib melaksanakan tugas kedinasan di kantor (work from office) sesuai ketentuan yang diatur dalam perundang-undangan bidang kepegawaian.

Tapi dalam rangka adaptasi dengan kondisi pandemi Covid-19. perlu dilakukan penyesuaian sistem kerja ASN dengan cara menjalankan protokol kesehatan dalam aktivitas keseharian.

Gubernur mengatur penyesuaian sistem kerja dilakukan melalui fleksibilitas akuntabel dan selektif, terhadap penentuan ASN pegawai tidak tetap/tenaga kontrak/honorer yang melaksanakan tugas kedinasan. Baik yang bertugas di kantor (work from office) maupun yang melaksanakan tugas di rumah atau (work from home).

Untuk Pelaksanaan tugas kedinasan di kantor, ASN diharuskan melaksanakan prestasi sesuai jam kerja dan mengisi daftar hadir manual, kemudian melaksanakan apel pagi, olahraga dan imtak sesuai ketentuan.

Selanjutnya, penyelenggaraan rapat-rapat diutamakan dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi atau media elektronik lainnya.

Bila berdasarkan urgensi yang tinggi penyelenggaraan rapat (tetap muka) dapat dilakukan dengan memperhatikan jarak aman (physical distancing) dan jumlah peserta terbatas.

Selain itu, perjalanan dinas dilakukan secara selektif sesuai dengan tingkat prioritas dan menyesuaikan lingkungan kerja berdasarkan kebutuhan dan menyesuaikan tata cara ASN beraktivitas.

Untuk pelaksanaan tugas kedinasan dari rumah atau work from home di daerah penugasan, pembina kepegawaian dan Kepala Unit sesuai kewenangan dapat menugaskan ASN, pegawai tidak tetap, tenaga kontrak/honorer melaksanakan tugas kedinasan dari rumah.

Dengan mempertimbangkan jenis pekerjaan pegawai, hasil penilaian kinerja dan laporan disiplin pegawai, ketersediaan dan kemampuan pegawai dalam mengoperasikan sistem dan teknologi informasi, kondisi kesehatan keluarga, pegawai riwayat kontak dengan penderita Covid-19.

Atau telah melaksanakan perjalanan ke luar daerah atau negeri serta ASN lebih dari 45 tahun dan atau memiliki riwayat komorbiditas, seperti kanker hipertensi gangguan paru ginjal diabetes atau kondisi penyakit auto imun dan ibu hamil.

Bagi ASN, pegawai tidak tetap/tenaga kontrak/honorer yang melaksanakan tugas dinas di rumah harus mendapatkan Surat Tugas dari pimpinan sesuai kewenangan.

Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi atau media elektronik lainnya dalam melaksanakan tugas di rumah, melaporkan hasil pelaksanaan tugas yang terukur kepada pimpinan unit kerja secara berkala dan pimpinan unit kerja dapat memanggil pegawai yang bekerja dari rumah bila diperlukan.

Gubernur juga mengatur disiplin pegawai. Bagi ASN yang melanggar ketentuan tersebut diberikan hukuman disiplin sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010, tentang disiplin Pegawai Negeri Sipil dan Peraturan Pemerintah Nomor 49 tahun 2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan perjanjian kerja.

Hal-hal lain yang diatur oleh Gubernur, di antaranya penyesuaian atau penyederhanaan standar operasional prosedur (SOP) pelayanan dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi serta mempublikasikannya melalui media informasi.

Selain itu, tetap membuka pelayanan baik secara online maupun offline, melakukan perhitungan kembali analisa beban kerja, optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam pelaksanaan tugas kedinasan dan memastikan pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan dan pelayanan publik berjalan optimal.

Surat Edaran ini mulai berlaku, maka, Surat Edaran Gubernur NTB Nomor 060/125/ORG tentang Penyusun Sistem Kerja Aparatur Sipil Negara dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB sebagaimana telah beberapa kali diubah.

Terakhir dengan Surat Edaran Gubernur NTB Nomor 060/186/ORG, Perubahan Ketiga Surat Edaran Gubernur NTB Nomor 60/125/ORG tentang Penyusunan Sistem Kerja Aparatur Sipil Negara dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di Lingkungan Pemerintah Provinsi NTB, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Disebutkan,  SE  ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

AYA/HmasNTB

 




PKS Belum Putuskan Arah Dukungan Pilkada Serentak 2020

Semua Bapaslon masih berpeluang, sehingga mempersilahkan semuanya untuk terus menjalin komunikasi intensif dengan PKS

MATARAM.lombokjournal.com – Meski beberapa Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) dalam Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020 di NTB telah mengklaim dapat dukungan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), namun anggota Tim Pemenangan,  Yek Agil menyatakan partainya belum memutuskan arah dukungan.

Menurutnya, PKS NTB masih menunggu keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS.

“Masih menunggu rekomendasi dari pusat,” katanya di Mataram, Rabu (24/06/20).

Sejauh ini, di antara beberapa Bapaslon yang santer  mengklaim dapat dukungan PKS , adalah tiga Bapaslon pada Pilkada Lombok Tengah (Loteng).

Terkait hal itu, Yek Agil menyebut semua Bapaslon masih berpeluang, sehingga mempersilahkan semuanya untuk terus menjalin komunikasi intensif dengan PKS.

“Contoh di Lombok Tengah, Suriade-Habib sudah klaim dukungan PKS dengan PBB, kemudian Masrun-Aksar klaim P3, PKB dan PKS, kemudian satu lagi, pak Dwi dan Normal,” jelasnya.

Tapi terkait arah dukungan sendiri masih menjadi kajian DPP PKS yang keputusannya akan keluar pada pertengahan bula Juli mendatang.

“Kita berharap minggu ke dua Juli sudah dapat rekomendasi dari pusat,” katanya.

Untuk diketahui, Pilkada serentak di NTB akan dilaksanakan pada tanggal 23 September 2020, yang akan digelar di tujuh kabupaten/kota yakni, Kabupaten Lombok Utara,  Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaen Sumbawa,  KabupateSumbawa Barat, Kabupaten Dompu, kabupaten Bima dan Kota Mataram.

Ast




BI NTB Siapkan Program ‘NTB Goes to Moslem Fashion Industry’

BI membuat terobosan yaitu pengembangan bahan baku tekstil, menyiapkan SDM yang fokus terhadap busana Muslim

MATARAM.lombokjournal.com –  Nusa Tenggra Barat sebagai provinsi yang menjadikan industrialisasi sebagai program unggulannya, mempunyai peluang memulai industri busana.

Sesuai permintaan Gubernur Zulkieflimansyah pada rapat sebelumnya, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Achris Sarwani mempresentasikan rancangan menuju NTB Sebagai Pusat Industri Busana Muslim, Selasa (23/06/20) malam.

Achris menyiapkan program untuk mendorong NTB agar menjadi pusat industri busana muslim, program tersebut diberi nama NTB Goes to Moslem Fashion Industry .

“Kita tahu bahwa langkah pertama adalah awal dari sebuah perjalanan panjang, kita pilih ini (industri busana muslim), karena kota punya dua hal yaitu potensi di dalam negeri sekaligus potensi pasarnya,” jelas Achris.

Ia menyampaikan, potensi transaksi khusus busana muslim 200 miliar dolar. NTB memiliki berbagi bahan kain tenun khas di beberapa daerah yang dapat diolah menjadi produk pakain muslim.

“Saya yakin kalau ibu-ibu disini kenal dengan tenun kita, tenun khas Sumbawa, Bima, Dompu, dan lebih banyak lagi di Lombok seperti Priggasela, Kembang Kerang,Ssongket Batujai, Komise, Sukarara, serta Anteng Bayan,” sebutnya.

Namun, Achris mengungkapkan, ada beberapa kendala yang dihadapi oleh NTB terkait industri busana Muslim.

Kendala yang dimksud yaitu kualitas kain sebagai bahan, kapasitas dan kontinuitas produksi yang belum dapat konsisten, serta biaya produksi yang relatif tinggi, karena masih dikelola secara tradisional.

Itu mengakibatkan produk ready to wear sangat tinggi dibandingkan produk lainynya.

Untuk mengatasi hal tersebut, BI membuat beberapa terobosan yaitu, pengembangan bahan baku tekstil, menyiapkan SDM yang fokus terhadap busana Muslim, industrialisasi bidang busana Muslim, distribusi hingga promosi untuk produk busana lokal.

“Kita punya program paling utama dari hulu hingga hilir, mulai klaster tenun, fashion production inkubator, fashion desainer, model, para wirausaha, distribusi dan komersialisasi, hingga pengembangan brand lokal eNTeBe,” terangnya.

Dalam program ini, BI NTB melibatkan banyak pihak, mulai dari UMKM, pelaku seni, hinggal instansi-instansi yang sejalan dengan program ini.

“Kita punya mitra utama ada dari teman-teman dinas perindustrian dan dekranasda, juga akan ada beberap instansi lainnya yaitu dispar, diskop UMKM,” lanjutnya.

Dispar dilibatkan dalam program ini dikarenakan dispar adalah salah satu instansi yang berjalan pada industri kreatif dan industri ini dijalankan oleh para UMKM lokal, oleh sebab itu Dinas terkait turut dilibatkan.

“Dirpar dilibatkan karena memang kaitannya dengan industri kreatif, dan diskop UMKM karena akan melibatkan produsen level UMKM,” terang Alumni ITB ini.

BI NTB sejauh ini sudah mulai melaksanakan tahap industrialisasi busana muslim yang dimulai dengan memproduksi kain lokal, yang dijadikan sebagai bahan untuk membuat pakaian muslim buatan NTB, Gumise Lombok Barat dijadikan pilot projek sebagai sentra tenun ATBM (alat tenun bukan mesin) yang membantu memproduksi kain tenun dengan jumlah banyak.

“Yang perlu kita tingkatkan adalah kontinuitas, industri membutuhkan yang kontinyu dan yang jumlahnya banyak supaya mendapatkan harga yang lebih murah, ini yang kita lakukan disisi produsen,” terangnya.

Marketing untuk brand lokal eNTeBe dilakukan dengan melaksanakan pameran, business matching, menjalin kerjasama dalam beberapa kegiatan terkait busana, serta perkenalan dari media dan katalog.

Beberapa tahap sudah dilaksanakan oleh BI ditahun 2019 dan 2020 ini. Pada tahun-tahun mendatang yaitu 2021 dilakukan kerjasama dengan beberapa instansi, tahun 2022 menjaga kematangan/kesiapan kompetensi SDM para pelaku industri busana, mendorong lahirnya brand lokal lainnya.

Tahun 2023 optimalisasi Promosi Brand “EnTeBe” menembus pasar nasional, optimalisasi kesiapan kompetensi SDM/para pelaku industri busana dan tahun 2024 ditargetkan NTB sebagai Pusat Industri Busana Muslim Nasional.

Ia berharap program NTB Goes to Moslem Fashion Industry ini dapaT berjalan dengan lancar dan menjadi sebuah industri yang berkelanjutan dan tentu dukungan penuh Forkopimda  sangat berperan.

AYA/HmsNTB