Rakor PPID, Komitmen NTB Jadi Provinsi Informatif  

Dalam Rakor PPID, perwakikan PPID OPD Pemprov NTB disemangati agar menjadi perangkat daerah yang informatif

MATARAM.LombokJournal.com ~ Pemprov NTB menargetkan masuk 5 besar dalam Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2023.

BACA JUGA: Bang Zul Tindaklanjuti MoU dengan University of Nottingham

Dalam Rakor PPID, NTB Targetkan 100 persen OPD di NTB Infprmatif
Najamuddin Amy

Kepala Dinas Kominfotik NTB, Najamuddin Amy menekankan, agar Pejabat Pengelola Informasi Daerah (PPID) Pemerintah Provinsi NTB berkomitmen meningkatkan mutu pelayanan informasi publik kepada masyarakat. 

Ia mengatakan itu saat Rapat Koordinasi PPID Utama dan PPID pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD), di Ruang Rapat Sangkareang Kantor Gubernur NTB, Kamis (27/04/23).

Bang Najam sapaan Kadis Kominfotik NTB memotivasi semangat perwakikan PPID OPD Pemprov NTB menjadi perangkat daerah yang informatif.

BACA JUGA: Ramadhan, Menjalani Ibadah Puasa di Warsawa, Polandia

“Semuanya harus informatif, yang lain bisa kita juga harus bisa!” ujar Bang Najam. 

Menjadi daerah yang informatif, dijelaskan Kadis, menjadi tanggungjawab seluruh pihak dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Pemprov NTB dapat meningkatkan pelayanan informasinya dengan memaksimalkan berbagai platform informasi melalui aplikasi pelayanan publik

BACA JUGA: Rachmat Hidayat Menebar Bantuan Usai Ramadhan

Berbagai aplikasi tersebut merupakan inovasi sebagai upaya keterbukaan tata kelola dan akuntabilitas pemerintah provinsi. ***

 

 




Rachmat Hidayat Menebar Bantuan usai Ramadhan

Selama bulan Ramadhan hingga Lebaran, Rachmat Hidayat konsisten berbagi kebahagiaan bagi warga yang membutuhkan 

MATARAM.LombokJournal.com ~ H Rachmat Hidayat kali ini membantu kursi roda untuk Hj Rahmah, perempuan penderita kelumpuhan, kelahiran tahun 1941 warga Karang Baru, Kecamatan Selarang, Kota Mataram. 

Di usianya yang kini 82 tahun, Hj Rahmah hanya banyak menghabiskan waktu dengan berbaring di tempat tidur.

BACA JUGA: Gubernur NTB Hadiri Hannover Messde di Jerman

Rachmat Hidayat juga bagi-bagi sembako dan Alquran

Rachmat Hidayat, anggota DPR RI dari PDI Perjuangan itu menunjukkan konsistensinya berbagi kebahagiaan dan membantu kaum difabel, serta orang-orang tua yang menderita lumpuh di Pulau Lombok. 

Kepada Hj Rahmah, Rachmat mengantarkan langsung bantuan kursi roda  tersebut, Rabu (26/04/23), dengan mendatangi rumah Hj Rahmah untuk membesuk sekaligus menyerahkan bantuan kursi roda. 

Bantuan itu merupakan program aspirasi Rachmat Hidayat melalui Kementerian Sosial, salah satu mitra kerja Rachmat sebagai Anggota Komisi VIII DPR RI.

Keluarga dan anak-anak Hj Rahmah menyongsong kedatangan Rachmat dan menyalami politisi kharismatik itu dengan takzim. Bagi Rachmat, Hj Rahmah tak ubahnya keluarga yang sudah sangat dekat. 

BACA JUGA: Armada Baru Tanki Air Berrsih untuk Lotim dan Loteng

Karena itu, Rachmat pun diminta langsung untuk ke kamar tempat Hj Rahmah terbaring. Rachmat pun menyapa dan menyalami Hj Rahmah dan berbincang hangat sejenak.

Kegembiraan terpancar sangat jelas, atas perhatian dan bantuan yang diberikan Rachmat. Sri Wahyuni, putri Hj Rahmah merasa bersyukur. 

Dia pun tak menunda untuk menyampaikan ucapan terima kasih secara langsung.

“Bantuan ini akan menjadikan ibu kami merasa lebih mudah untuk bergerak dan melakukan aktivitas sehari-hari. Termasuk menopang aktivitas ibadahnya,” katanya.

Kursi roda tersebut akan menjadikan ibunya menjadi lebih mandiri sehingga hal tersebut akan turut pula mengurangi ketergantungan pada anggota keluarga yang lain.

“Apresiasi dan terima kasih kami yang tinggi untuk seluruh perhatian yang sudah diberikan Pak Haji Rachmat Hidayat untu ibu dan keluarga kami,” imbuh Sri Wahyuni.

Menurut Rachmat, apa yang dilakukannya untuk membantu kaum difabel dan para orang tua yang menderita lumpuh, sepenuhnya adalah aksi kemanusiaan belaka. Tak ada kaitannya dengan politik sama sekali. 

Doitegaskan, hanya ingin mewakafkan dirinya untuk kebaikan masyarakat Pulau Lombok. Rachmat ingin membawa dan menghadirkan berkah untuk sesama.

BACA JUGA: Lombok FC Rombak Total Mulai Squad hingga Manajemen

“Sangat penting bagi kita untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan, khususnya mereka yang sulit untuk bergerak dan melakukan aktivitas sehari-hari,” kata tokoh yang kini mulai dijuluki dengan sebutan “Rachmat Hidayat Elektrik” tersebut.

Ia berharap, tindakan kecil tersebut membantu memperbaiki kualitas hidup mereka yang telah dibantu, dan memberikan sedikit kebahagiaan bagi mereka.

Bantuan kursi roda  tersebut pun diharapkan dapat membuat perbedaan dalam hidup mereka yang dibantu. 

Politisi lintas zaman ini menekankan, dengan sedikit usaha dan kepedulian, sesungguhnya kita dapat memberikan kebahagiaan bagi orang lain, terutama bagi mereka yang membutuhkan.

“Saya mengajak kita semua bersama-sama menjaga kepedulian terhadap sesama dan membantu mereka yang membutuhkan,” imbuh Rachmat sembari memberikan bantuan uang tunai kepada Hj Rahmah juga. 

Bantuan Alquran dan Sembako

Selain bantuan kursi roda, Rachmat Hidayat juga menebar bantuan Alquran dan bantuan sembako di Pulau Lombok. 

Total ada 1.500 eksemplar Alquran yang disebar Rachmat Hidayat untuk masjid dan musala di seluruh kabupaten/kota di Pulau Lombok, terutama untuk masyarakat pedesaan

Untuk masjid, mendapat bantuan 10-20 eksemplar Alquran, sementara untuk musala mendapat bantuan 5-7 eksemplar.

Penyerahan bantuan Alquran telah dilakukan sepanjang bulan Ramadan. Dalam penyerahan bantuan tersebut, Rachmat Hidayat diwakili oleh politisi muda PDI Perjuangan Ahmad Amrullah.

Wakil Ketua II DPC PDI Perjuangan Lombok Timur tersebut berkeliling membagikan bantuan Alquran dari Rachmat Hidayat antara lain di Lombok Barat dan Lombok Tengah. 

Di Gumi Patut Patuh Patju misalnya, bantuan Alquran tersebut diserahkan kepada pengurus Musala Nurul Yaqin, di Dusun Bile Kedit Utara Desa Babusssalam, Kecamatan Gerung, dan Musala Almujahidin di Dusun Lemokek di desa yang sama. 

Sementara di Lombok Tengah antara lain diserahkan kepada Takmir Masjid Ukhuwah, di Dusun Selong Paok, Desa Bonder, Kecamatan Praya Barat.

Ahmad Amrullah menekankan, bantuan Alquran tersebut untuk masjid dan musala tersebut, menjadi salah satu prioritas Rachmat Hidayat. Alquran merupakan kitab suci umat Islam yang harus selalu tersedia di tempat-tempat ibadah. 

Namun, tidak semua masjid atau musala memiliki cukup Alquran untuk dipergunakan oleh jamaah.

“Berbagi bantuan Alquran untuk masjid dan musala ini menjadi salah satu cara Pak Rachmat Hidayat turut berkontribusi menjaga keberlangsungan ibadah umat Islam,” kata politisi yang juga pengusaha ini.

Sementara itu, Ustad Nasir, pengurus Masjid Ukhuwah, Bonder, menyampaikan ucapan terima kasihnya atas bantuan Alquran dari Rachmat Hidayat untuk Masjid Ukhuwah. 

Dia mengatakan, bantuan Alquran tersebut, menunjukkan besarnya komitmen politisi berambut perak tersebut, dalam ikhtiar untuk terus membumikan Alquran di Pulau Seribu Masjid.

“Mewakili seluruh masyarakat mukim Masjid Ukhuwah, Bonder, kami menyampaikan ucapan terima kasih yang tinggi untuk Pak Haji Rachmat. Bantuan Alquran ini sangat bermanfaat untuk warga kami, dan anak-anak kami yang mengaji,” katanya.

BACA JUGA: Bang Zul Minta Wings Grup Segera Bangun Hotel di Mekaki

Untuk bantuan Sembako, Rachmat Hidayat menyalurkan lebih dari 2.500 paket untuk warga yang membutuhkan. 

Melalui program aspirasinya di Komisi VIII DPR RI, Rachmat Hidayat bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional antara lain menyerahkan bantuan sembako sebanyak 250 paket untuk warga Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur. 

Masih dengan BAZNAS, Rachmat juga menyerahkan bantuan sembako sebanyak 800 paket yang disebar merata di empat kabupaten/kota lainnya di Pulau Lombok.

Selain bekerja sama dengan BAZNAS, Rachmat juga menyalurkan bantuan sembako sebanyak 1.000 paket dengan bekerja sama dengan Kementerian Sosial. 

Bantuan ini masing-masing 200 paket untuk tiap kabupaten/kota di Pulau Lombok.

Di luar itu, Rachmat juga selama bulan Ramadan, menyalurkan bantuan 650 paket kain sarung dan 500 paket aneka sembako untuk kalangan manula dan para perempuan kepala keluarga atau janda yang tidak mampu. 

Dalam penyerahan bantuan sembako ini, Rachmat antara lain diwakili Ketua DPC PDIP Lombok Timur, Ahmad Sukro.

Ahmad Sukro mengatakan, bantuan sembako yang terdiri dari beras, minyak goreng, gula, dan mie isntan tersebut bagian dari perhatian Rachmat Hidayat kepada masyarakat Pulau Lombok yang kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Pak Rachmat Hidayat ingin agar masyarakat Pulau Lombok tetap bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari, apalagi untuk mereka yang baru kehilangan pekerjaan atau mengalami penurunan pendapatan,” katanya.

Dia menekankan, seluruh kader PDI Perjuangan sebelumnya selalu diingatkan oleh Rachmat Hidayat. 

Membantu sembako untuk sesama, selain memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, juga dapat membantu meningkatkan solidaritas dan kepedulian sosial antarasesama.

“Inilah wujud nyata dari semangat gotong-royong dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Tentunya ini akan dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan sosial masyarakat secara keseluruhan,” kata Ahmad Sukro.

Inaq Pur, salah seorang penerima bantuan sembako dari Rachmat Hidayat tiada henti mengucap rasa syukur. Dia mengatakan, bantuan sembako tersebut, telah membuat asal dapur mereka tetap mengepul.

“Pak Haji Rachmat Hidayat sudah menjadi pahlawan bagi kami para keluarga yang tidak mampu,” katanya. (*) 

 

 




Bang Zul Tindaklanjuti MoU dengan University of Nottingham

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah yang disapa Bang Zul bertemu dengan dua ilmuwan dari University of Nottingham UK yang akan berkolaborasi dengan kampus=kampus dan UKM di NTB

MATARAM.LombokJournal.com ~ Dua ilmuwan dari University Nottingham UK (United Kingdom), Professor Ian Fisk dan  Professor Pat Willer, akan berkunjung ke NTB, untuk menjalin kolaborasi dengan kampus-kampus di NTB.

BACA JUGA: Ramadhan, Menjalani Ibadah Puasa di Warsawa, Polandia

Bang Zul menindaklanjuti MoU antara Pemprov NTB dan University of Nottingham
Bang Zul bersama Professor Ian Fisk /. dok Diskominfotik

Hal itu diungkapkan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, melalui akun Facebook Bang Zul Zulkieflimansyah, hari Selasa (25/04/23).

Rencana kunjungan dua ilmuwan Inggris pada bulan Mei itu, merupakan tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MoU) atau Nota Kesepakatan antara Pemerintah Provinsi NTB dengan University Nottingham UK, pada hari Senin, 24 April 2023.

“Hari ini  bersama dua Ilmuwan ternama dunia dari University of Nottingham Professor Ian Fisk dan  Professor Pat Willer, serta Professor Bagus dari Indonesia yang kini mengajar di Nottingham,” tutur Bang Zul.

Ia menginformasikan, dua ilmuwan itu bersama Professor Bagus dari Indonesia yang kini mengajar di Nottingham, akan berkunjung ke Provinsi NTB untuk menjalin kolaborasi.

BACA JUGA: Armada Baru Tanki Air Bersih untuk Lotim dan Loteng

“Insya Allah mereka pada bulan Mei dan Juni mendatang akan berkunjung ke NTB, untuk menjalin kolaborasi dengan kampus-kampus di NTB dan juga UKM-UKM kita di NTB,” jelas Bang Zul.

Bang Zul juga berpesan kepada seluruh mahasiswa dan staff pengajar dapat memanfaatkan laboratorium science dan technologi yang canggih di UK.

BACA JUGA: Gubernur NTB Hadiri Hannover Messe di Jerman

“Anak-anak mahasiswa dan staf pengajar kita bisa berkunjung dan memanfaatkan lab-lab science dan technology yang canggih-canggih di UK,” kata Bang Zul. ***

 

 




Ramadhan, Menjalani Ibadah Puasa di Warsawa, Polandia

Ini pengalaman menjalani bulan suci Ramadhan di negeri orang yang jumlah penduduk muslim minoritas, bagaimana memaknainya?

Menjalani bulan Ramadhan di Warsawa, Polandia

LombokJournal.com ~ Ramadhan atau bulan Puasa adalah bulan dimana umat Muslim panen pahala atau kalau dalam istilah para pemain game Dota atau Mobile Legend adalah bulan farming.

BACA JUGA: Polandia Siap Menerima Lebih Banyak Program Beasiswa NTB

Hal ini mengacu pada hadist shahih riwayat Muslim yang menjelaskan kalau Nabi Muhammad shalallahu’alaihi wasallam menjelaskan, jika satu kebaikan anak Adam akan dibalas dengan 10 hingga 700 kali lipat pahala, namun berbeda dengan ibadah puasa

Allah Azza wa Jalla menjanjikan balasan khusus bagi kaum muslimin yang berpuasa karena keimanan dan ketakwaan.

Hal ini harusnya menjadi kebahagiaan bagi kita semua karena Rafi Ahmad si Sultan Andara aja kalo ngasi hadiah khusus ke pegawai atau follower-nya pasti bikin kebanyakan orang orang ngiler, apalagi kalo yang menjanjikan hadiah adalah Allah, Dzat Yang Maha Kaya, dimana sudah pasti nilainya bisa berkali-kali lipat lebih menggiurkan.

Menjalankan puasa untuk pertama kalinya di Kota Warsawa, Polandia membuat saya tersadar, farming pahala di perantauan tidak seperti membalik telapak tangan.

Populasi muslim di negara ini terbilang sedikit bahkan tidak mencapai 1 persen dari total populasi masyarakat secara keseluruhan, sehingga suasana puasa jadi tidak terasa.

BACA JUGA: NTB Mini Hadir di Polandia, Mempromosikan NTB ke Eropa

Ini pengalaman menjalani bulan suci Ramadhan di negeri orang
Suasana buka bersama di masjid OKM

Tidak seperti di Indonesia, di Polandia suara adzan dari pelantang masjid tidak nyaring terdengar di waktu-waktu sholat. Apalagi senandung suara ngaji tadarus atau bahkan playlist lagu-lagu religi seperti Maher Zain atau Nissa Sabyan yang sering diputar oleh operator pelantang masjid menjelang buka puasa, khususnya ya masjid yang ada di kampung-kampung.

Karena jumlah masjid di Polandia yang terbilang sangat sedikit jika dibandingkan di Tanah Air. Di Kota Warsawa khususnya tempat saya menimba ilmu saat ini, mungkin hanya ada empat masjid yang lokasinya berjauhan satu sama lain.

Vibes bulan puasa juga akan terasa kurang buat saya dan teman-teman lainnya, tipikal orang Indonesia penganut budaya ngabuburit garis keras. Kami merasa sedikit kesepian karena tidak melihat adanya barisan pedagang kue basah, aneka es, kolak, gorengan dan menu-menu street food andalan lain yang sering  ditemui di hampir setiap ruas jalan di dekat rumah.

Tidak ada warung-warung tenda atau street food stall yang menjual sate, ayam bakar, bakso, lalapan atau bahkan nasi padang yang bisa dijadikan arena bukber yang tidak jarang disambi reunian bersama teman-teman sekolah. Sebaliknya, street food di Kota Warsaw hanya bisa di temukan di tempat-tempat tertentu dan kebanyakan makanan yang dijual adalah western dessert seperti ice cream, waffle, roti-roti, hingga minuman bersoda yang terkadang tidak cocok dengan selera.

Tantangan lain dalam menjalankan ibadah puasa disini adalah waktu puasanya yang lebih panjang dibandingkan dengan waktu puasa di Indonesia. Jika di Indonesia masyarakat biasanya berpuasa sekitar 13 jam, di Polandia waktu puasa tahun ini bisa mencapai 15 jam, dan semakin panjang di hari-hari berikutnya.

BACA JUGA: Gubernur NTB Hadiri Hannover Messe di Jerman

Ini karena Polandia termasuk negara 4 musim dan bulan puasa tahun ini bertepatan dengan musim semi. Waktu siangnya pun bertambah 6 menit setiap 3 hari. Subuhnya maju 3 menit, maghribnya mundur 3 menit.

Meskipun kalau mendengar cerita orang-orang yang sudah lama di Eropa, ini belum apa-apa dibandingan menjalankan ibadah puasa di musim panas yang waktunya bisa hingga 20 jam lebih.

Namun seperti kata-kata bijak orang tua kita, pastilah ada hikmah dan kemudahan di balik setiap kesulitan-kesulitan yang kita hadapi.

Berada di masa transisi antara musim dingin dan musim semi, membuat udara di Kota Warsawa lebih sejuk sehingga membuat kita tidak terlalu lelah jika harus berperjalanan atau beraktivitas di luar. Meskipun kadang-kadang suhu bisa dingin banget bahkan turun salju, rasanya lebih mending ketimbang harus berpuasa dan berjibaku dengan udara panas.

Terlepas dari segala perbedaan dan keterbatasan yang ada, saya merasa beruntung kuliah di Polandia terlebih di kampus yang menyediakan tempat sholat untuk mahasiswa muslimnya. Di Collegium Civitas, manajemen kampus menyediakan prayer room di lantai 12.

Ruangan ini dilengkapi dengan sajadah, tikar bahkan tisu dan hand sanitizer. Ini membuat kami, mahasiswa muslim, tetap dapat sholat tepat waktu, tentu saja tidak hanya di bulan puasa, tetapi juga setiap hari sepanjang tahun. 

Berkah memiliki kawan-kawan muslim di Polandia juga semakin terasa di bulan Puasa ini. Walaupun tidak dapat berkumpul bersama teman dan keluarga kami masih bisa mengadakan acara buka puasa bersama teman-teman muslim.

Menu makanannya tentu saja masakan Indonesia seperti es campur, gorengan, ayam suwir, rendang, sayur sop, telur bumbu Bali dan tentunya tak ketinggalan sambal terasi.

Tidak hanya ajang silaturahmi, kumpul-kumpul berbandrol bukber ini juga kami jadikan jalan untuk menambah pahala melalui berbagi takjil dan makanan berbuka lainnya. Selain itu, karena lokasinya di tempat tinggal teman kami, acara bukber biasanya kami dilanjutkan dengan sholat maghrib, isya bahkan tarawih berjamaah.

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Warsawa tak ketinggalan menyelenggarakan acara-acara untuk memeriahkan suasana bulan Puasa. Di awal Ramadhan, KBRI mengadakan buka puasa bersama mengundang mahasiswa dan diaspora Indonesia yang ada di Polandia.

Acara ini dirangkai dengan pengajian dan penyampaian info-info terbaru kekonsuleran yang disampaikan langsung oleh Duta Besar Indonesia untuk Polandia, H.E Anita Luhulima dan staf KBRI lainnya.

Selain mendapat ilmu dari pengajian dan info-info penting perihal kekonsuleran, rasa kangen akan masakan Indonesia tentu terobati. KBRI tidak pernah gagal menyajikan makanan-makanan khas tanah air seperti bakso, tempe kecap, ayam lalapan dan tentu saja aneka gorengan seperti cireng, bakwan, tahu isi dan tempe mendoan.

Sembari makan, kita juga bisa ngobrol-ngobrol dengan warga Indonesia yang sudah lama tinggal di Polandia dalam rangka memperluas jaringan dan menambah ilmu soal bertahan hidup di rantau.

Kegiatan pengajian pun terus diadakan KBRI setiap minggu sekali dengan menggandeng Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Polandia. Da’I, ustadz dan kyai dihadirkan oleh kawan-kawan PPI Polandia untuk secara konsisten memberikan siraman rohani bagi para mahasiswa dan warga Indonesia muslim yang tinggal di Polandia.

Meskipun dilakukan secara daring, antusiasme masyarakat Indonesia di Polandia tidak berkurang untuk mendapatkan ilmu langsung dari para penceramah tanah air.

Ilmu dan inspirasi untuk berbuat baik tentu tidak hanya datang dari para guru-guru agama kita. Pemilik satu-satunya restoran Indonesia di kota Warsawa, Sambal, juga mengajarkan semangat berbagi bagi kami para mahasiswa.

Hampir setiap hari di setiap minggu sepanjang bulan Ramadhan, chef Sahnil mengundang para mahasiswa muslim yang ada di Warsawa untuk berbuka puasa. Kuotanya memang terbatas, 3 orang setiap harinya. Namun dengan begitu, suasana berbuka puasa jadi lebih intim karena kita jadi enak ngobrol dan berbagi pengalaman satu sama lain.

Menjalani hari-hari di bulan Puasa tidak pas rasanya jika tidak dibarengi dengan memfokuskan kegiatan ibadah kita dekat dengan masjid. Meskipun ada beberapa masjid di kota Warsawa, saya baru berkesempatan untuk beribadah di Masjid Osrodek Kultury Muzulmanskiej (OKM).

Masjid ini letaknya dekat dan paling gampang dijangkau dengan angkutan umum. Mungkin masjid ini tidak sebesar kebanyakan masjid di Indonesia, tapi Alhamdulillah masjid ini tidak pernah sepi jama’ah, khususnya di bulan Puasa ini. Jama’ah sholat Terawih selalu penuh sesak.

Ramainya jama’ah kemudian “dimanfaatkan” oleh para pencari pahala dengan menaruh kue-kue, roti serta buah-buahan di selasar masjid yang diperuntukkan para jama’ah.

Namun pengalaman bulan Puasa yang paling menarik di masjid OKM bagi saya adalah ketika makan buka. Kenyataan bahwa kita makan di lantai ruang bawah tanah parkiran mobil yang dingin, seketika terasa hangat dan menyenangkan.

Bak makan di meja makan yang terletak di ruang tengah rumah kita, rasa kebersamaan dan kesyukuran menghadirkan rasa hangat di hati dan menyingkap senyum seraya menyantap makanan yang dihidangkan. Sederhana tapi penuh kenikmatan.

BACA JUGA; Armada Baru Tangki Air Bersih untuk Lotim dan Loteng

Bulan Puasa kali ini sungguh terasa istimewa. Kesedihan karena harus jauh dari orang-orang tersayang sedikit terbayar dari pengalaman berharga merantau di negeri elang putih. Pelajaran pertama tentu saja membangun dan memperkuat mental keislaman saya.

Menimba ilmu di tempat dimana muslim menjadi minoritas tentu bukan alasan untuk mengendorkan ibadah dan keimanan. Dengan sedikit kemauan, kemudahan dan kenikmatan beribadah tetap dapat saya rasakan.

Membangun kebersamaan juga salah satu pelajaran yang saya rasakan. Tidak hanya kebersamaan dengan sesama masyarakat Indonesia, tetapi juga saudara sesama muslim. Keguyuban komunitas selalu dapat kita temui dimana saja dan kapan saja asalkan ada kemauan dalam diri kita.

Pelajaran yang terakhir dan yang terpenting adalah peka dalam memupuk rasa syukur. Banyaknya kuantitas bukanlah faktor penentu kebahagiaan. Senantiasa merasa diberkahi adalah hal yang paling penting dalam menjalani hidup. Seperti bulan bulan Ramadhan tahun ini.

Meskipun tidak dikelilingi keluarga dan sahabat, vibes dan semangat beribadah di bulan Puasa Alhamdulillah tetap bisa saya rasakan. Dan bukankah Allah azza wa jalla mengingatkan kita, jika kita senantiasa bersyukur maka Dia, Dzat Yang Maha Kaya, akan terus mencurahkan nikmatnya. ***

 

 




Umat Islam Harus Toleran Sikapi Beda Awal Syawal

Umat Islam diminta jaga ukhuwah terkait perbedaan penetapan awal Syawal 1444H/2023M 

JAKARTA.LombokJournal.com ~  Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengimbau umat Islam menjaga ukhuwah Islamiyah dalam menyikapi perbedaan awal Syawal 1444 H/2023 M.

Imbauan Menag itu termuat dalam Surat Edaran Menag No SE 05 tahun 2023 terkait penyelenggaraan Hari Raya Idulfitri 1444 H/2023 M. 

BACA JUGA: Penetapan 1 Syawal 1444H hari Sabtu pada 22 April 2023

Terbitnya surat edaran itu, dilatarbelakangi terkait penetapan awal Syawal 1444H/2023M. Pemerintah terlebih dahulu menggelar sidang isbat (penetapan) awal Syawal 1444 H/2023 M, yang digelar pada 20 April 2023 di kantor pusat Kementerian Agama, Jakarta.

Namun pengurus Pusat Muhammadiyah sudah menginformasikan akan merayakan Idulfitri pada 21 April 2023. 

Sementara sidang isbat dilaksanakan yang secara tertutup, yang diikuti Komisi VIII DPR RI, pimpinan MUI, duta besar negara sahabat, perwakilan ormas Islam, serta Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama, hasilnya menetapkan awal Syawal tanggal 22 April 2023, hari Sabtu.

BACA JUGA: Armada Baru Tangki Air Bersih untuk Lotim dan Loteng

Pemerintah menetapkan awal Syawa 1444H mempertimbangkan hasil perhitungan astronomis (hisab) dan pemantauan hilal (rukyatul hilal).

“Umat Islam diimbau untuk tetap menjaga ukhuwah Islamiyah dan toleransi dalam menyikapi kemungkinan perbedaan Penetapan 1 Syawal 1444 H/2023 M,” pesan Menag di Jakarta, melalui surat edaran pada Rabu (19/04/23).

Edaran Menag juga mengatur, Takbiran Idulfitri dapat dilaksanakan di semua masjid, musala, dan tempat-tempat lain. 

Namun demikian, pelaksanaannya tetap mengikuti Surat Edaran Menteri Agama No 5 Tahun 2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Musala

Takbir keliling dilakukan dengan tetap mengikuti ketentuan pemerintah setempat, menjaga ketertiban, menjunjung nilai-nilai toleransi, dan menjaga ukhuwah Islamiyah,” ujarnya.

“Salat Idulfitri 1 Syawal 1444 H/2023 M dapat diadakan di masjid, musala, dan lapangan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan,” sambungnya.

BACA JUGA: Wagub Dukung Ulang Tahun Emas ke 50 KSPSI

Berkenaan materi khutbah Idulfitri, Menag dalam edaranannya berharap agar pesan yang disampaikan menjunjung tinggi ukhuwah Islamiyah. 

Dengan mengutamakan nilai-nilai toleransi, persatuan dan kesatuan bangsa, serta tidak bermuatan politik praktis.***

 




Penetapan 1 Syawal 1444H, Hari Sabtu pada 22 April 2023

Dalam sidang isbat yang berlangsung di Kantor Kemenag, Jakarta, secara bulat disepakati  penetapan 1 Syawal 1444H jatuh hari Sabtu 22 April 2023

JAKARTA.LombokJournal.com ~ Sidang isbat yang dipimpin Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, di Kantor Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin No. 6, Jakarta, Kamis (20/04/23), Pemerintah menetapkan 1 Syawal 1444H/2023M jatuh pada hari Sabtu, 22 April 2023. 

Hal itu disampaikan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam konferensi pers yang digelar usai sidang isbat 1 Syawal 1444H.

BACA JUGA: Armada Baru Tangki Air Bersih untuk Lotim dan Loteng

Menurut Menag, penetapam 1 Syawal 1444H berdasarkan sidang isbat yang diikuti ormas Islam
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas

“Sidang isbat secara bulat menetapkan 1 Syawal 1444 H jatuh pada hari Sabtu, 22 April 2023,” ujar Menag, Yaqut Cholil Qoumas

Keputusan sidang isbat tersebut, menurut Menag, didasari oleh dua hal. 

Pertama, paparan Tim Hisab Rukyat Kemenag yang menyatakan tinggi hilal di seluruh Indonesia di berada di atas ufuk dengan ketinggian antara 0 derajat 45 menit sampai 2 derajat 21,6 menit.

“Dengan sudut elongasi antara 1 derajat 28,2 menit sampai dengan 3 derajat 5,4 menit,” kata Menag.

Artinya, secara hisab posisi hilal di Indonesia saat sidang isbat awal Syawal 1444 H, belum memenuhi kriteria baru yang ditetapkan MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura). 

Diketahui, pada 2016 Menteri Agama anggota MABIMS menyepakati kriteria baru yaitu tinggi hilal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.

Dengan posisi demikian, lanjut Menag, maka secara astronomis atau hisab, hilal tidak dimungkinkan untuk dilihat. 

BACA JUGA: Politisi PDIP, H Senirah Berbagi untuk Warga Praya Timur

Hal ini selanjutnya terkonfirmasi oleh pernyataan para perukyah hilal yang diturunkan Kemenag di seluruh provinsi di Indonesia .

Pada tahun ini, rukyah dilaksanakan Kemenag di 123 titik di Indonesia. 

“Kita mendengar laporan dari sejumlah perukyah hilal yang bekerja di bawah sumpah, mulai dari Aceh hingga Papua. Di 123 titik tersebut, tidak ada satu pun perukyah dapat melihat hilal,” ujar Menag.

Dalam sidang itu, Menag didampingi Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi, Ketua Komisi VIII DPR Ashabul Kahfi, Ketua MUI KH Abdullah Jaidi, dan Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin.

Karena dua alasan tersebut, Sidang Isbat menyepakati untuk mengistikmalkan (menyempurnakan) bulan Ramadan menjadi 30 hari. 

Dengan demikian, 1 Syawal 1444 H jatuh pada hari Sabtu, 22 April 2023.

“Jadi, Jumat besok umat Islam di Indonesia masih akan menjalani ibadah puasa Ramadan, selanjutnya malam Sabtu akan takbiran menyambut Idulfitri,” jelas Menag.

Menanggapi adanya perbedaan penetapan awal Syawal di masyarakat, Menag mengimbau agar seluruh umat Islam dapat menjaga ukhuwah Islamiyah. 

“Saya mengimbau seluruh umat Islam untuk tetap menjaga toleransi, saling menghargai, dan ukhuwah Islamiyah menanggapi adanya perbedaan penetapan 1 Syawal. Saling menghormati perbedaan keyakinan itu indah,” tandas Menag Yaqut.

“Mari menebarkan kedamaian dalam Idulfitri,” sambungnya.

BACA JUGA: Isbat 1 Syawal 1444H Digelar 29 Ramadhan atau 20 April 2023

Sidang Isbat 1 Syawal 1444 H ini digelar secara luring dan dihadiri perwakilan ormas Islam, perwakilan Duta Besar negara sahabat, Tim Hisab Rukyat Kemenag, serta para pejabat Eselon I dan II Kementerian Agama. ***

 




Armada Baru Tangki Air Bersih untuk  Lotim dan Loteng

HBK serahkan bantuan armada baru tangki air, sambil menekankan pentingnya pertahanka gotong royong sebagai warisan nilai uhur bangsa 

SELONG.LombokJournal.com ~ Anggota DPR RI dari Partai Gerindra, H. Bambang Kristiono, SE (HBK) mengadakan kunjungan spesifik perorangan ke Dusun Boleh, Desa Jurit Baru, Kec. Pringgasela, Kab. Lombok Timur, Minggu (16/04/2023).

HBK turun langsung mendengar aspirasi warga yang sedang memperbaharui jaringan air bersih mereka, setelah terkena banjir bandang yang merusak aliran pipa penyalur air bersih beberapa waktu yang lalu.

Hujan deras yang mengguyur wilayah Kec. Pringgasela menyebabkan suplai air bersih di beberapa dusun terputus.

BACA JUGA: Lombok FC Rombak Total, Mulai Skuad Hingga Manajemen

HBK mendengar aspirasi warga usai enyerahkan armada baru tanki air

“Kunker spesifik perorangan ini, saya khususknan untuk datang dan mendengar langsung aspirasi masyarakat, sekaligus berdiskusi berbagai hal,” kata HBK dalam sambutannya.

Air bersih memang telah mendapat perhatian khusus HBK selama ini. Karena ia  memahami betul,  persoalan dukungan air bersih masih minim bagi sebagian warga P. Lombok.

Ini masih menjadi persoalan serius yang terus berlangsung dari tahun ke tahun, lanjut Politisi yang dikenal humble ini. 

Untuk mengatasi persoalan air bersih di P. Lombok tersebut, HBK telah berhasil membawa program aspirasi dari Kemenhan RI untuk membangun puluhan sumur bor.

Namun program bantuan sumur bor ini bukan hanya disalurkan di P. Lombok, tapi juga kepada masyarakat yang ada di P. Sumbawa.

Pembangunan sumur-sumur bor ini diharapkan mampu menjadi solusi tuntas, permanen, dan jangka panjang bagi pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah-wilayah yang rentan mengalami bencana kekeringan, ungkapnya.

BACA JUGA: “Rachmat Hidayat Elektrik” Menghadirkan Berkah untuk Semua

“Kalau di wilayah Kec. Pringgasela ini, ternyata sumber air bersihnya sangat berlimpah, dan pipanisasi yang dilakukan warga pada saat ini sudah sangat tepat dalam memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat,” kata pemilik Klub sepak bola Lombok FC ini.

HBK juga mengaku banyak mendapat ilmu baru setelah berdiskusi langsung dengan warga, terutama tentang sistem penyaluran air bersih yang sudah dikembangkan warga selama ini.

“Luar biasa semangat gotong royong yang ada di masyarakat Dusun Bolen ini.

Saya sangat mengapresiasi.Hal-hal semacam ini tentu harus terus kita kembangkan di tengah-tengah masyarakat kita, kegotong-royongan adalah solusi tepat untuk menyelesaikan berbagai masalah dan persoalan yang ada di tengah-tengah warga,” ucapnya.

HBK mengungkapkan apresiasinya kepada warga terkait program pipanisasi, pemeliharaan sumber mata air, serta perluasan jaringan distribusi.

Dan program-program yang menyentuh langsung kehidupan warga seperti ini, akan terus diperjuangkan HBK bersama anggota DPRD Partai Gerindra yang lain.

Sementara itu, salah satu tokoh masyarakat Dusun Bolen, Lalu Rusdi mengatakan, saat ini warga sedang fokus pada penataan sumber mata air yang ada di sekitaran tempat tinggal mereka, agar suplai air bersih tetap terjaga.

 “Pipanisasi air bersih dari sumber air Tibu Bunter, Kec. Pringgasela sudah mampu melayani hampir 700 KK. Kedepannya, kami akan berusaha memperbaharui jaringan pemipaan dan bak-bak penampungan yang sudah ada. Target kami nantinya bisa melayani dusun-dusun lain, bahkan desa sebelah yang setelah disurvei jumlahnya kurang lebih 3.000 KK,” kata Lalu Rusdi, salah satu tokoh pemuda yang hadir di tempat pertemuan tsb.

Serah Terima Dua Armada Tangki Air Bersih Baru ke HBK Peduli Lotim dan Loteng

Sebelum menyerahkan unit tangki air bersih ke HBK Peduli Kab. Lombok Tengah, H. Bambang Kristiono, SE (HBK), berkesempatan mampir dan meninjau langsung sumur bor bantuan Kemenhan RI di Desa Tanak Awu, Kec. Pujud, Kab. Lombok Tengah.

Dalam kesempatan tsb, HBK berharap kepada semua penerima manfaat sumur bor untuk merawatnya secara bergotong- royong.

BACA JUGA: Isbat 1 Syawal Digelar 29 Ramadhan atau 20 April 2023

Sebelumnya, HBK telah menyerahkan tambahan satu unit armada mobil tangki air bersih baru kepada pengurus HBK Peduli Kab. Lombok Timur.

Hadir dalam kegiatan serah-terima mobil-mobil tangki air HBK Peduli di Kab. Lombok Timur dan Kab. Lombok Tengah tersebut, seluruh anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten/Provinsi, perwakilan tokoh masyarakat, para pemuda, serta puluhan anggota relawan HBK Peduli.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI ini mengatakan bahwa tambahan dua unit mobil tangki air bersih  tersebut, merupakan hasil perjuangannya di gedung parlemen Senayan, melalui program CSR dari BUMN-BUMN.

HBK pun memastikan, dengan adanya tambahan dua unit mobil tangki air bersih ini, maka program bantuan air bersih gratis HBK Peduli bagi masyarakat yang ada di wilayah-wilayah Kab. Lombok Timur dan Kab. Lombok Tengah, secara kualitas dapat terus ditingkatkan.

“Alhamdulillah, armada tangki air bersih milik Yayasan HBK PEDULI kini telah bertambah lagi. Dan dengan bertambahnya unit mobil tangki air bersih ini, maka sudah barang tentu akan menambah kekuatan dan daya jelajah dari armada tangki air yang sudah beroperasi selama ini,” pungkas HBK.(*)

 

 




Politisi PDIP H Senirah, Berbagi untuk Warga Praya Timur 

Susah dan senang diminta nersama rakyat, politisi PDIP H Senirah berbagi kebahagiaan dengan warga Praya Timur

LOTENG.LombokJournal.com ~ Politisi PDI Perjuangan Lombok Tengah H Senirah, berbagi kepada warga menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri. 

Calon Anggota DPRD Lombok Tengah dari PDIP di Dapil III yang meliputi Kecamatan Pujut dan Kecamatan Praya Timur tersebut berbagi kebutuhan pokok dan sarung yang dibutuhkan warga.

BACA JUGA: “Rachmat Hidayat Elektrik”, Menghadirkan Berkah untk Sesama

Politisi PDIP Loteng, berbagi jelang Idhul Fitri

Pembagian dilakukan di Dusun Batu Rintang, Desa Jeropuri, Kecamatan Praya Timur. Pembagian pun masih akan berlangsung hingga hari ini. Bantuan sembako dan sarung tersebut disiapkan tokoh yang karib disapa H Kasiron ini dari dana pribadinya.

“Bantuan ini sebagai wujud solidaritas sosial kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan menjelang perayaan hari raya Idul Fitri,” kata Senirah, Selasa (18/04/23).

BACA JUGA: Lombok FC Rombak Total muai Skuad Higga Manajemen

Dia menjelaskan, Ketua DPD PDI Perjuangan NTB H Rachmat Hidayat telah menginstruksikan kepada seluruh kader dan fungsionaris PDIP untuk selalu bersama-sama dengan masyarakat dalam setiap situasi, baik susah maupun senang. 

Selain itu, Ketua DPD PDIP NTB juga telah menginspirasi dan memotivasi seluruh kader dan fungsionaris PDIP di seluruh NTB, mengingat konsistensinya yang terus menggelar berbagi aksi berbagi dan aksi kemanusiaan kepada masyarakat di seluruh Pulau Lombok. Karena itu, apa yang dilakukannya ini  adalah bagian pula dari upaya untuk mendekatkan partai dengan masyarakat di Bumi Gora.

Bendahara DPC PDI Perjuangan Lombok Tengah ini menjelaskan, di Dusun Batu Rintang, ia mendistribusikan satu ton beras. Selain itu, dia juga menyalurkan bantuan 500 sarung untuk masyarakat, terutama warga laki-laki.

Dia mengatakan, saat ini banyak masyarakat yang mempersiapkan berbagai kebutuhan untuk merayakan hari Idul Fitri. 

Namun, tidak semua masyarakat mampu membeli kebutuhan pokok dengan mudah mengingat situasi ekonomi setiap keluarga tidaklah sama.

BACA JUGA: Takjil Gratis RS Mandalika Provinsi NTB  Ludes

Senirah berharap, bantuan yang telah disalurkan dapat turut meringankan beban kebutuhan bagi setiap keluarga. 

Sehingga, dana untuk membeli kebutuhan pokok yang sebelumnya telah disiapkan, dapat dialihkan untuk membeli kebutuhan lainnya yang juga tak kalah pentingnya.

“Tentu harapan kami, tindakan kecil kami ini dapat memberikan dampak besar bagi saudara-saudara kita, terutama mereka yang memang membutuhkan uluran tangan,” katanya.

Senirah menjelaskan, sudah menjadi komitmen dirinya untuk selalu memberikan kontribusi positif kepada masyarakat. Salah satu bentuk kontribusi tersebut adalah dengan dengan berbagi kebutuhan pokok kepada warga. Dan kegiatan ini tentu saja akan terus berlanjut dengan menjangkau masyarakat dalam jumlah yang lebih luas.

Dengan mendistribusikan bantuan kebutuhan pokok ini, Senirah pun berharap dapat turut membantu pemerintah dalam mengatasi masalah kemiskinan dan ketimpangan sosial di masyarakat.

“Dengan memberikan bantuan secara langsung kepada warga yang membutuhkan, tentu kami berharap juga dapat mengurangi beban pemerintah dalam menyediakan bantuan sosial,” katanya.

Senirah menegaskan, dirinya tidak pernah melakukan kalkulasi politik dalam memberikan bantuan tersebut. Satu-satunya kepentingan dirinya adalah memastikan bantuan tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi warga yang menerima bantuan.

Karenanya, apa yang dilakukannya ini kata Senirah semata hanya untuk menjalankan kewajiban kepada sesama.

“Kita tidak hanya dituntut untuk merayakan hari raya Idul Fitri dengan gembira, tetapi juga untuk membantu mereka yang kurang mampu dan membutuhkan uluran tangan,” tandasnya.

Sementara itu, ucapan terima kasih berdatangan dari warga yang mendapat bantuan. Hulniwati mengatakan, bantuan bahan pokok yang diterimanya dari H Senirah, sangat membantu keluarganya.

“Sekarang apa-apa serba naik harganya. Makanya kami bersyukur mendapat bantuan beras ini,” katanya.

Hal yang sama juga disampaikan Inaq Juli. Dia pun menyampaikan terima kasih langsung kepada H Senirah. Bantuan tersebut akan dipakai untuk memenuhi kebutuhan selama Hari Raya idul Fitri.

BACA JUGA: Safari Ramadhan di Mataram, Ini Pesan Gubernur NTB

Amaq Dasi yang mendapat bantuan sarung juga menyampaikan rasa terima kasihnya. Sarung baru tersebut kata dia, sudah pasti akan digunakannya untuk menjalankan Salat Id di Masjid di kampungnya pada Idul Fitri akhir pekan ini.(*)

 

 




Lombok FC Rombak Total mulai Skuad hingga Manajemen 

Menghadapi musim  Liga 3 NTB mendatang, Lombok FC melakukan perombakan pemain, pelaih dan manajemen

MATARAM.LombokJournal.com ~   Lombok Football Club (Lombok FC) melakukan perombakan internal besar-besaran.

Perombakan menyeluruh dilakukan  terhadap manajemen, tim pelatih maupun para pemain-pemainnya, guna menghadapi Liga 3 NTB 2023/2024.

BACA JUGA: “Rachmat Hidayat Elektrik” Menghadirkan Berkah untuk Sesama

Lombok FC melakukan perombakan otal internal untuk eraih prestasi maksimal di Liga 3 NTB

Chairman Lombok FC, H. Bambang Kristiono, SE (HBK) mengatakan, perombakan merupakan kebijakan manajemen yang berfokus pada pembenahan klub untuk menghadapi musim kompetisi yangakan datang.

Sejumlah pemain lokal yang kerap tampil di kompetisi Liga 3 NTB maupun yang di luar NTB telah dipanggil mengikuti seleksi melengkapi skuad inti.

Reza Yulian Hidayat, Satriyo Budi Nugroho, Fachrurrozi Beko, Yanuar Baehaqi, dan Ryan Aprianto, sudah menyatakan kesiapannya untuk bergabung dan memperkuat skuad Lombok FC.

Di jajaran pelatih, coach Irwansyah yang telah berpengalaman mengantarkan beberapa klub naik kelas ke level yang lebih tinggi, seperti Persiraja Banda Aceh, PSP Padang, dan PSCS Cilacap dan lain ainl, telah ditunjuk manajemen Lombok FC sebagai Head Coach.

BACA JUGA: Takjil Gratis RS Mandalika Povinsi NTB Ludes

Dalam menjalankan penugasannya, Irwansyah akan dibantu pelatih-pelatih muda seperti seperti Coach Ronny Remon, serta Coach Nando Iskandar, Dan untuk posisi pelatih kiper, telah ditunjuk coach Dian Agus Prasetio yang jebolan Timnas PSSI.

Tidak hanya itu, untuk memperkuat manajemen klub, telah ditunjuk dua anak milenial seperti Putri Damayanti (Manajer Keuangan), dan Zea Zevana Khalita (Manajer Umum dan Personalia), mendampingi Rannya Agustyra Kristiono selaku CEO/Presiden Klub.

 “Hadirnya anak-anak milenial ini dalam manajemen Lombok FC diharapkan akan membangkitkan gairah atau atmosfir tersendiri dalam manajemen pengelolaan klub,” kata anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra ini, Senin (17/04/23).

Temui Keluarga Pemain

Sementara itu, CEO Lombok FC, Rannya Agustyra Kristiono mengatakan, kesempatan liburan kuliahnya ke Indonesia dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Selain mendampingi ayahandanya berkegiatan reses, juga untuk meminta izin kepada dua keluarga pemain Lombok FC U-16. Khususnya  yang akan dibawa berlatih dan berkompetisi di ajang Barcelona Football Festival di Barcelona, Spanyol, mulai pada tanggal 20 Mei 2023 mendatang.

 “Alhamdulillah, saya sudah bertemu dan mendapat izin dari orangtuanya Januar Afandi maupun Galang Sultan Ridwana yang akan ikut skuad Lombok FC U-16 ke Barcelona, Spanyol,” kata dara yang tengah menyelesaikan pendidikannya di Brunel University London.

BACA JUGA: Jamaah Gagal Berangkat Umroh, Yatofa Tolak Disalahkan

“Saya sangat senang dan gembira melihat keduanya ikut berlatih bersama senior–seniornya pada sore ini dibawah bimbingan Head Coach Irwansah,” lanjut Rannya di GOR Turide 17 Desember, Kota Mataram.

HBK Pantau Renovasi Mess LFC, dan Tinjau Lahan Training Ground

Selain menjalankan kegiatan resesnya, HBK juga telah menyempatkan waktunya untuk melihat perkembangan pembangunan renovasi mess Lombok FC yang berada di Jalan Lingkar Selatan, Kota Mataram. Serta meninjau lahan buat training ground.

 ”In Syaa Allah, setelah renovasi mess Lombok FC selesai dilaksanakan, kegiatan manajemen Lombok FC selanjutnya adalah membangun training ground di daerah Gerung, Lombok Barat. Nantinya, training ground ini akan menjadi cikal bakal berdirinya Lombok FC Football Academy,” kata HBK.

Menurut HBK, pada minggu keempat bulan Mei, seluruh pemain Lombok FC yang lolos seleksi akan segera masuk asrama.

Dan mulai awal Juni, mereka sudah akan melaksanakan kegiatan TC (training center).

 “Harapan kami, dalam gelaran kompetisi Liga 3 NTB yad, Lombok FC mampu menjadi juara dan target masuk ke Liga 2 Nasional di tahun 2024 bisa tercapai,” kata HBK.

BACA JUGA: Lombok FC U-16 Training Camp Dua Pekan di Barcelona

 Selain itu, HBK juga mentargetkan Lombok FC menjadi klub sepakbola kedua, setelah PSSB Sumbawa Barat yang berhasil tampil di level nasional. 

 ”Masyarakat NTB sangat berharap, ada klub sepakbola dari daerahnya yang bisa tampil kembali di level nasional, setelah sekian lama terhenti atau mati suri,” pungkas HBK (*)

 

 

 




“Rachmat Hidayat Elektrik”, Menghadirkan Berkah untuk Sesama

Istiqomah bagi kursi roda untuk kaum difabel dan penderita lumpuh, “Rachmat Hidayat Elektrik” kembali berbagi Kebahagiaan di Lombok Timur

MATARAM-LombokJournal.com ~ Konsistensi Anggota DPR RI, H Rachmat Hidayat yang  intens bantu kaum difabel dan orang-orang tua penderita lumpuh di Lombok, mendapat apresiasi tinggi khalayak. 

Masyarakat Pulau Seribu Masjid pun kini punya sapaan baru untuk politisi kharismatik Bumi Gora ini. Publik menyematkan nama baru, “Rachmat Hidayat Elektrik”.Sabtu (16/04/23).

BACA JUGA: Isbat 1 Syawal Digelar 29 Ramadhan atau 20 April 2023

Karena konsisten bagi-bagi kursi roda elektrik, nama Rachmat Hidayat disematkan dengan "Rachmat Hidayat Elektrik"

Rachmat Hidayat kembali gelar aksi kemanusiaan di Lombok Timur. Memasuki sepuluh hari terakhir Bulan Suci Ramadhan, Ketua DPD PDI Perjuangan NTB ini membagikan tiga kursi roda kepada warga yang kini menderita stroke dan lumpuh.

Pemberian bantuan kursi roda pertama dilakukan Rachmat kepada Hj Sahrun, pensiunan guru sekolah dasar yang tinggal di kompleks Rumah Sehat, di Kelurahan Majidi, Pancor, Lombok Timur.

Sudah sepuluh tahun, pensiunan abdi negara tersebut tidak lagi bisa berjalan dengan leluasa. Jika dipapah, perempuan kelahiran 1955 tersebut, hanya mampu berjalan beberapa langkah.

Aktivitasnya pun kini hanya ditopang oleh kursi roda yang kondisinya sudah sangat butut.

Rachmat mengenal baik Hj Sahrun. Mereka sama-sama melewati masa remaja di lingkungan sama. Suami Hj Sahrun yang kini sudah meninggal, adalah juga sahabat baik Rachmat. 

Karena itu, manakala kemarin mendapati Rachmat tetiba sudah berada di depan pintu rumahnya, tumpahlah tangis Hj Sahrun.

“Ini air mata bahagia,” ucap perempuan yang terkahir menjabat sebagai Kepala Sekolah SDN Sekarteja, Kecamatan Selong, Lombok Timur, tersebut.

BACA JUGA: Safari Ramadhan di Mataram, Ini Pesan Gubernur NTB

Bersama anak-anak dan keluarga Hj Sahrun, Rachmat kemudian membantu perempuan berusia 68 tahun tersebut untuk duduk di kursi. Sebagai dua karib, mereka pun lantas berbagi beragam cerita nostalgia.

Kepada Hj Sahrun, Rachmat membawakan bantuan kursi roda elektrik yang harga satu unitnya mencapai Rp 27 juta. 

Bantuan tersebut merupakan program aspirasi Rachmat Hidayat melalui Kementerian Sosial, salah satu mitra kerja Rachmat sebagai Anggota Komisi VIII DPR RI.

Rachmat kemudian meminta tim Sentra Paramita Mataram, unit kerja milik Kementerian Sosial di NTB yang turut serta dalam penyerahan bantuan kursi roda elektrik tersebut untuk menjelaskan bagaimana cara pengoperasiannya. 

Setelah mendapat penjelasan, Hj Sahrun kemudian didudukkan di atas kursi roda elektrik itu, lalu mencobanya.

Tak butuh waktu lama bagi Hj Sahrun untuk mengakrabi fitur-fitur canggih di kursi roda elektrik tersebut. Raut wajahnya tak bisa menyembunyikan rasa bahagia.

“Saya tidak menyangka, ternyata masih begitu diperhatikan oleh Kak Rachmat,” katanya.

Segudang rencana pun sudah ada di benaknya. Yang sudah pasti, kursi roda elektrik canggih itu kini menjadi kepingan pelengkap dalam aktivitas sehari-hari, setelah dirinya tidak bisa lagi berjalan leluasa. Termasuk sangat membantunya dalam berbibadah ke masjid dan musala terdekat.

BACA JUGA: Ramadhan Berbagi, 250 Paket Sembako untuk Warga Miskin

Selain bantuan kursi roda elektrik, Rachmat menyerahkan pula bingkisan untuk Idul Fitri bagi Hj Sahrun. Kepada sejumlah anak-anak Hj Sahrun, Rachmat juga menyerahkan bantuan uang untuk menghadapi Lebaran.

Dari rumah Hj Sahrun, masih di Kelurahan Majidi, Rachmat kemudian menyambangi rumah sepasang suami istri di Lingkungan Kampung Baru, yakni Darmasih dan Faizah. 

Hanya kendaraan roda dua yang bisa sampai di rumah suami istri yang menderita stroke dan lumpuh tersebut.

Sesampai di rumah tersebut, Rachmat mendapati Darmasih sedang tergolek di lantai rumah. Suasana siang yang terik rupanya menyebabkan pria kelahiran 1948 tersebut mendinginkan tubuh di lantai. 

Tanpa baju, Darmasih berbaring lelap. Sementara sang istri Faizah, sedang duduk di atas kursi. Di dekatnya ada anak dan menantunya yang sedang memasak. Ikut menemani, saudara perempuanya.

Kedatangan Rachmat disambut histeris oleh keluarga Darmasih. Rupanya, dengan keluarga ini, Rachmat memiliki hubungan yang sangat dekat. 

Darmasih, telah dikenal Rachmat semenjak dirinya masih menempuh pendidikan di bangku SMA di Pancor.

Darmasih dahulu adalah pria yang dikenal sangat kuat secara fisik di Pancor. Tak ada yang berani melawannya. Maling-maling pun takut kepadanya.

Pekerjaan sehari-hari Darmasih adalah sebagai buruh di pasar. Konon, karena begitu kekar dan kuat fisiknya, memindahkan gabah satu ton, cukup hanya dua kali dilakukannya. Tak berbilang pula maling-maling ternak yang tumbang di tangannya.

Selepas jadi buruh di pasar, Darmasih kemudian beralih profesi sebagai kusir cidomo. Profesi yang terus melekat pada dirinya, hingga menderita stroke dan lumpuh tahun 2018. Semenjak itu, Darmasih tidak bisa berjalan. Bicaranya pun sudah tidak jelas. Butuh waktu, untuk mengetahui apa yang dikatakannya.

Saat dibangunkan Rachmat, Darmasih sempat melongo. Melihat dari dekat siapa yang membangunkannya, pria 75 tahun itu pun terperanjat. Namun, sejurus kemudian, senyumnya mengembang. 

Ditatapnya lekat-lekat wajah Rachmat, macam orang yang masih tak yakin, sahabat karibnya tetiba kini ada di depannya.

Rachmat pun menceritakan, dirinya datang untuk mengantarkan kursi roda untuk Darmasih dan Faizah. Rachmat ingin keduanya bisa beraktivitas lebih normal lagi. 

Bersosialisasi dan menyapa para tetangga. Mengisi masa tua bersama sang istri, yang sudah lebih dari sepuluh tahun menderita stroke dan lumpuh.

“Kenangan saya di sini, bersama dengan keduanya, tak akan pernah saya bisa lupakan,” ucap Rachmat.

Kepada Darmasih dan Faizah, Rachmat kemudian menyerahkan pula bantuan paket idul Fitri. Juga bantuan uang tunai. Kepada anak Darmasih, Rachmat juga berpesan, agar terus menjaga kedua orang tuanya.

“Allah yang akan membalas budi dan bhaktimu kepada orang tua,” katanya.

Rachmat pun pamit. Disalaminya Darmasih dan Faizah dengan hangat. Memandang lekat Rachmat, muncul sepatah kata dari Darmasih. Sepertinya dia berucap, “Alhamdulillah…”

Dari Pancor, Rachmat kemudian meluncur ke Desa Rempung, Kecamatan Sukamulia. Di Lingkungan Lestari, Rachmat menemui Maemunah, istri pensiunan pegawai di Kementerian Agama, yang sudah empat bulan ini menderita lumpuh. Rachmat membawakan kursi roda untuk perempuan kelahiran 1942 tersebut.

Para tokoh masyarakat, pengurus RT dan RW, serta anak-anak Maemunah menyambut kedatangan Rachmat. Maemunah sedang duduk di teras samping saat Rachmat datang.

Tak satu pun kata keluar darinya, manakala Rachmat menyerahkan bantuan kursi roda. Namun, matanya tampak sembab, dan bulir-bulir air mata jatuh ke pipi. 

Diambilnya sudut kain sarung yang dikenakannya, lalu Maemunah menyeka bulir-bulir air mata yang jatuh itu.

Ucapan terima kasih meluncur deras dari tokoh masyarakat, anak-anak, dan keluarga Maemunah. Mereka tak menyangka, hanya dalam hitungan hari bantuan kursi roda itu dilayangkan, Rachmat kini sudah merealisasikannya langsung.

Rachmat menegaskan, apa yang dilakukannya untuk membantu kaum difabel dan para orang tua yang menderita lumpuh, sepenuhnya adalah aksi kemanusiaan belaka. Tak ada kaitannya dengan politik sama sekali. 

Rachmat menegaskan, hanya ingin mewakafkan dirinya untuk kebaikan masyarakat Pulau Lombok. Rachmat ingin membawa dan menghadirkan berkah untuk sesama.

BACA JUGA: Wagub NTB Dukug Ulang Tahun Ems ke 50 KSPSI

“Sangat penting bagi kita untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan, khususnya mereka yang sulit untuk bergerak dan melakukan aktivitas sehari-hari,” kata Rachmat.

Dia menekankan, apa yang dilakukannya ini adalah tindakan kecil. 

Namun, dia berharap, tindakan kecil tersebut, dapat turut membantu memperbaiki kualitas hidup mereka yang telah dibantu, dan memberikan sedikit kebahagiaan bagi mereka. (*)