Bappeda NTB Diminta Buat Visualisasi NTB Lima Tahun Mendatang

Gubernur Zul berharap, Bappeda NTB akan menjelma menjadi pusat edukasi untuk masyarakat NTB, khusus terkait perencanaan NTB ke depan

MATARAM.lombokjournal.com  —  Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, meminta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi NTB untuk bisa membuat visualisasi kondisi Provinsi NTB untuk lima tahun mendatang.

Menghadirkan visualisasi terkait perencanaan pembangunan di NTB dinilai sangat penting. Adanya gambaran konsep yang dibuat dalam bentuk video akan melahirkan semangat dan optimisme kepada setiap orang yang melihatnya.

“Sekarang ini bukan eranya lagi kita membuat perencanaan yang tebal-tebal, dengan teori-teori yang membuat orang bosan untuk membacanya,” ujar Gubernur Zul.

Hal itu disampaikannya dalam acara silaturahim dan Pembinaan ASN Bappeda Provinsi NTB, Senin (29/06/20).

Saat itu Gubernur Zul yang didampingi Asisten II Provinsi NTB, Ir. H. Ridwan Syah dan sejumlah Kepala OPD mengatakan, perencanaan yang praktis akan membuat orang  cepat memahaminya.

Dengan adanya visualisasi terkait gambaran perencanaan pembangunan di NTB lima atau tiga tahun mendatang, maka NTB akan memiliki gambaran yang jelas dan akan menjadi daya tarik tersendiri bagi banyak orang.

Diiharapkan, Bappeda NTB akan menjelma menjadi pusat edukasi untuk masyarakat NTB, khusus terkait perencanaan NTB ke depan. Ia meminta jajaran Bappeda bisa menghadirkan visualisasi perencanaan pembangunan NTB lima tahun ke depan di pintu masuk kantor Bappeda.

“Bappeda harus jadi pusat edukasi, anak TK, SD hingga perguruan tinggi, bahkan siapa pun bisa datang untuk belajar dan menyaksikan video seperti apa kondisi NTB mendatang di sini,” ujar Bang Zul, sapaan akrabnya.

Dengan adanya visualisasi itu, Bang Zul berharap akan terbangun optimisme tinggi di kalangan generasi muda NTB. Karena mereka akan memiliki banyangan tentang kondisi masa depan NTB.

“Perencanaan kedepan harus ada energi, yang membuat orang kehilangan harapan menjadi semangat dan membuat seluruh masyarakat NTB punya harapan besar,” pintanya.

Pengembangan motor listrik

Ia mencontohkan, salah satu perencanaan NTB ke depan adalah pengembangan motor listrik oleh IKM/UKM di NTB.

Menurutnya, konsep transportasi masa depan di wilayah NTB adalah kendaraan yang bebas emisi, sehingga NTB akan bebas polusi udara dan polusi suara.

“Motor listrik ini telah mampu diciptakan oleh anak-anak NTB,” ungkapnya.

Ke depan Pemprov NTB akan terus memberikan peran besar kepada IKM/UKM yang ada di NTB. Khsusnya dalam melakukan produksi massal kendaraan listrik sebagai kendaraan masyarakat.

“Tidak ada yang tidak bisa kita buat, motor listrik, cool storage tenaga matahari, semua bisa kita ciptakan, asal anak-anak muda NTB diberikan kesempatan,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Bang Zul datang dengan membawa motor NgebUTS karya mahasiswa Universitas Teknologi Sumbawa (UTS). Ia juga meminta ASN menjajal kehebatan motor karya anak-anak NTB itu.

“Silahkan dicoba, nanti kita akan produksi massal untuk kendaran operasional mulai dari tingkat desa hingga di Provinsi,” pungkasnya.

Kendaraan tersebut banyak mendapat apresiasi dari pegawai Bappeda Provinsi NTB.

Salah satunya Windy (32) yang mengaku sangat senang dan merasa bangga melihat karya anak-anak muda NTB.

“Produk lokal ternyata tidak kalah dengan produk luar, keren banget kendaraan listrik buatan anak NTB,” ujar Windy penuh bangga.

Apalagi, jika kendaraan listrik tersebut ditaruh di desa-desa wisata. Menurutnya, salah satu cara menunjukkan dukungan dan kebanggan terhadap produk lokal yaitu dengan cara membelinya.

“Kita patut berbangga dengan produk buatan anak NTB, semoga kendaraan listrik ini bisa di taruh di tempat-tempat wisata,” harapnya.

Melanjutkan kunjungannya, Bang Zul bersama rombongan menuju kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah BPKAD Provinsi NTB.

Di hadapan seluruh ASN, ia minta kepada seluruh pegawai untuk memperkokoh tali silaturahim. Jangan sampai, silaturahim ataupun pertemuan hanya terjadi di kantor saja, namun sesama teman kerja diminta harus saling mendatangi dari rumah ke rumah.

“Silaturahim jangan hanya di kantor, tapi alangkah baiknya jika kita saling datangi, dengan begitu, sesama teman kerja kita bisa saling percaya,” ujar Bang Zul,

Dengan silaturahim, lanjut Bang Zul, persahabatan dan persaudaraan akan tetap terpelihara, terlebih saat ini masih dalam momentum Halalbibalal, dalam keadaan dan kondisi apapun, silaturahim harus terus dijaga.

“Mudah-mudahan dengan silaturahim ini, Allah SWT memberikan kita semua banyak ketenangan, kenyamanan dan persaudaraan hingga masa mendatang,” tutup Bang Zul.

AYA/HmsNTB




UPDATE Covid-19: Hari Minggu, 28 Juni, Bertambah 14 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 6 (enam)  Orang, Kematian 6  (enam) Orang     

Bagi pelajar/mahasiswa untuk mendapatkan rapid test Covid-19 dengan membawa kartu pelajar/mahasiswa

MATARAM.lombokjournal.com – Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium TCM RSUD Provinsi NTB, dan Laboratorium TCM RSUD Kota Mataram mengkofirmasi, ada tambahan 14 pasien positif Covid-19, dan pasien yang dinyatakan sembuh 19 orang. Kasus kematian baru 6 (enam) orang.

Lalu Gita Aryadi

Siaran pers hari Minggu (28/06/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 171  sampel dengan hasil 138 sampel negatif, 19 sampel positif ulangan, dan 14 sampel positif baru Covid-19, pasien dinyatakan sembuh 6 (enam)  orang, kasus kematian baru 6 (enam) orang.

Dijelaskan, adanya tambahan 14 (empat belas) kasus baru terkonfirmasi positif, 6 (enam) tambahan sembuh baru, dan 6 (enam) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (28/6/2020) sebanyak 1.213 orang, dengan perincian 810 orang sudah sembuh, 61 meninggal dunia, serta 342 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

TAMBAHAN 14 PASIEN POSITIF, PASIEN SEMBUH 6 (ENAM) ORANG, KEMATIAN 6 (ENAM) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 1200, an. Ny. JSA, perempuan, usia 60 tahun, penduduk Desa Kediri Induk, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien mempunyai penyakit komorbid. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
  2. Pasien nomor 1201, an. Tn. R, laki-laki, usia 59 tahun, penduduk Kelurahan Dasan Agung, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien mempunyai penyakit komorbid. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
  3. Pasien nomor 1202, an. Ny. RM, perempuan, usia 74 tahun, penduduk Desa Dopang, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
  4. Pasien nomor 1203, an. Tn. EAW, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Bhayangkara Mataram NTB dengan kondisi baik;
  5. Pasien nomor 1204, an. Tn. IPSG, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Kelurahan Mayura, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  6. Pasien nomor 1205, an. Ny. NKS, perempuan, usia 47 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1175. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  7. Pasien nomor 1206, an. Tn. IWPAY, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Monjok Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1139. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  8. Pasien nomor 1207, an. Ny. PY, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Selatan, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  9. Pasien nomor 1208, an. Ny. N, perempuan, usia 63 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1164. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Siloam dengan kondisi baik;
  10. Pasien nomor 1209, an. Tn. M, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Desa Mamben Lauk, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;
  11. Pasien nomor 1210, an. Tn. P, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Desa Mamben Lauk, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;
  12. Pasien nomor 1211, an. Tn. HWU, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1127. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Siloam dengan kondisi baik;
  13. Pasien nomor 1212, an. Ny. NA, perempuan, usia 55 tahun, penduduk Desa Sandik, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien memiliki penyakit komorbid. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
  14. Pasien nomor 1213, an. Tn. A, laki-laki, usia 68 tahun, penduduk Desa Sigerongan, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19.

Hari ini terdapat penambahan 6 (enam) orang yang sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif, yaitu :

  1. Pasien nomor 367, an. An. RA, laki-laki, usia 14 tahun, penduduk Kelurahan Brang Bara, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  2. Pasien nomor 824, an. Tn. B, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Desa Kembang Kerang Lauk, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur;
  3. Pasien nomor 897, an. Ny. SM, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Gomong, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  4. Pasien nomor 928, an. Tn. LSH, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Desa Jeringo, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  5. Pasien nomor 1042, an. Ny. TR, perempuan, usia 47 tahun, penduduk Kelurahan Sekarteja, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  6. Pasien nomor 1073, an. Tn. SM, laki-laki, usia 44 tahun, penduduk Desa Pemenang Timur, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara.

Hari ini juga terdapat penambahan 6 (enam) kasus kematian baru, yaitu :

  1. Pasien nomor 1142, an. Ny. AK, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Desa Banyu Urip, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  2. Pasien nomor 1200, an. Ny. JSA, perempuan, usia 60 tahun, penduduk Desa Kediri Induk, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Pasien mempunyai penyakit komorbid;
  3. Pasien nomor 1201, an. Tn. R, laki-laki, usia 59 tahun, penduduk Kelurahan Dasan Agung, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Pasien mempunyai penyakit komorbid;
  4. Pasien nomor 1202, an. Ny. RM, perempuan, usia 74 tahun, penduduk Desa Dopang, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  5. Pasien nomor 1212, an. Ny. NA, perempuan, usia 55 tahun, penduduk Desa Sandik, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien mempunyai penyakit komorbid;
  6. Pasien nomor 1213, an. Tn. A, laki-laki, usia 68 tahun, penduduk Desa Sigerongan, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat.

Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, Lalu Gita Ariadi menghimbau masyarakat agar tetap disiplin dan patuh dalam Sekda NTB menerapkan protokol kesehatan.

“Yakni dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat, mengonsumsi makanan bergizi, olahraga, berfikir positif dan optimis serta selalu menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah, menjaga jarak dengan orang lain, menjauhi kerumunan dan tidak menyentuh area wajah,” katanya

Jika akan menyentuh area wajah pastikan tangan dalam keadaan bersih, sering cuci tangan dengan sabun pada air mengalir.

Dikatakan, terkait persyaratan biaya rapid test Covid-19, Lalu Gita Ariadi menjelaskan Surat Edaran Gubernur Nomor : 900/18/2109 tentang pembebasan biaya rapid test Covid19 bagi pelajar/santri/mahasiswa di NTB.

Diminta perhatian kepada seluruh bupati/walikota agar memberikan pembebasan biaya rapid test Covid-19 untuk pelajar, santri dan mahasiwa yang belajar ke luar daerah.

“Hasil dari rapid test tersebut sebagai syarat untuk pembelajaran di sekolah/uniersitas tujuan,” katanya.

Terkait rapid test Covid itu, waktu pelaksanaannya disesuaikan dengan jadwal pembelajaran yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama maupun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Bagi pelajar/mahasiswa untuk mendapatkan rapid test Covid-19 dengan membawa kartu pelajar/mahasiswa. Dan pemeriksaan akan dilakukan secara berkelompok baik pelajar, santri maupun mahasiswa yang dikoordinir oleh perwakilan sekolah maupun uniVersitas masing-masing.

Selain itu, bupati/walikota menunjuk fasilitas kesehatan pada masing-masing kabupaten/kota yang melaksanakan rapid test Covid-19.

“Terima kasih kepada masyarakat yang telah berperan aktif dalam upaya pemutusan rantai penularan Covid-19,” kata Lalu Gita Ariadi

AYA/Rr

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemik Covid-19 NTB di nomor 08180211 8119.

 

 




TP PKK Ajak Masyarakat NTB Sukseskan Hari Keluarga Nasiona

Selama 3 bulan pandemi Covid-19 ini, hampir seluruh masyarakat berada di rumah, ini menjadi sebuah momentum untuk memperkuat ikatan keluarga

MATARAM.lombokjournal.com — Seluruh keluarga di NTB diajak mensukseskan Hari Keluarga Nasional (Harganas), dengan meningkatkan kualitas keluarga, pengasuhan, hingga kesehatan.

Dihrapkan  juga masyarakat menggunakan moment pandemi Covid-19, sebagai upaya memperbaiki dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Ketua Tim Penggerak PKK NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah menyampaikan ajakan itu, saat menjadi narasumber dalam Talkshow Bincang Hangat yang disiarkan secara langsung oleh Lombok TV, Sabtu (27/06/20) malam.

Talkshow yang bertemakan “Hari Keluarga Nasional ke-27 di Provinsi Nusa Tenggara Barat”, membahas bagaimana keikutsertaan dan kontribusi masyarakat dalam perayaan Harganas yang akan digelar pada Senin, 29 Juni 2020.

Bunda Niken mengatakan,  Tim Penggerak PKK selalu berperan aktif dalam mensukseskan program-program pemerintah, terutama masalah kesehatan dan keluarga.

Tim Penggerak bertugas menggerakkan masyarakat untuk mengunjungi fasilitas kesehatan dan memastikan masyarakat melaksanakan GERMAS atau Gerakan Masyarakat Hidup Sehat.

“Tentu saja di sini masuk juga pola asuh anak, pendidikan usia dini, menanam tanamanan sehat yang dibutuhkan keluarga di pekarangan rumah,” jelasnya.

Dalam Talkshow tersebut, Bunda Niken mengatakan, TP-PKK Provinsi NTB bersinergi dengan organisasi wanita lainnya dalam membantu pemerintah, khususnya dalam kesejahteraan keluarga.

“Ini sudah dilaksanakan di beberapa kegiatan, maka kami juga berharap organisasi wanita mendukung program-program PKK di antaranya Dasa Wisma yang kemarin kita coba untuk mengaktifkan kembali,” ungkap Bunda Niken.

Fokus pada keluarga

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTB, dr. Rusnawi F yang juga hadir sebagai narasumber menjelaskan tema Harganas tahun ini yaitu “BKKBN Baru, dengan Cara Baru dan Semangat Baru Hadir di Dalam Keluarga”.

BKKBN tentunya akan fokus pada keluarga untuk meningkatkan kualitas keluarga yang tentunya juga didukung semua masyarakat.

“Meskipun di tengah pandemi Covid-19, protokol kesehatan Covid-19 akan tetap digunakan dan selalu memperhatikan hal-hal yang dapat menyebabkan penyebaran virus tersebut,” jelasnya.

Rusnawi mengatakan di Harganas tahun ini akan diberikan pelayanan KB serentak sejuta akseptor dan tercatat sebagai Rekor Muri. Untuk mendukung hal tersebut, pendataan akan dilakukan secara quick count agar langsung terlihat hingga ke pusat.

“Untuk mencapai Rekor Muri tersebut, akan dilakukan live streaming di seluruh fasilitas kesehatan yang mewakili, baik di Rumah Sakit, Puskesmas, Bidan Praktek hingga ke Desa,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi mengatakan selama 3 bulan pandemi Covid-19 ini, hampir seluruh masyarakat berada di rumah.

Hal ini menjadi sebuah momentum untuk memperkuat ikatan keluarga dan sebagai salah satu upaya untuk memperkenalkan kepada anggota keluarga untuk mengerjakan GERMAS.

“Sebetulnya gerakan-gerakan yang kita lakukan dalam protokol kesehatan, sebagaian besar adalah bagian dari Gerakan Masyarakat Hidup Sehat. Seperti mencuci tangan pakai sabun, menjaga kebersihan lingkungan, makan buah dan sayur dan berolahraga teratur.” ungkapnya.

AYA/HmsNTB




Gubernur Zul: Sinergi Tokoh Samawa Percepat Industrialisasi di NTB

industrialisasi adalah pendalaman struktur aktivitas produksi, meningkatkan nilai produksi sehingga otomatis kesejahteraan masyarakat meningkat

MATARAM.lombokjournal.com —  Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah memiliki harapan, sinergi para tokoh Samawa akan memperkuat dan mempercepat industrialisasi yang digencarkan pemerintah Provinsi NTB.

Hal itu diungkapkannya dalam diskusi virtual dengan tokoh-tokoh tanah Samawa, Sabtu (27/06/20).

Bertempat di Pendopo Gubernur, diskusi virtual tersebut mengangkat tema “Modal Sosial Budaya Samawa untuk Industrialisasi Tana Samawa”.

Para tokoh yang hadir antara lain Din Syamsudin, Mantan ggota DPR RI, Fahri Hamzah, Sultan Sumbawa XVII, Daeng Muhammad Abdurrahman Kaharuddin, dan budayawan Sumbawa Taufik Rahzen.

Gubernur NTB yang akrab disapa Bang Zul menjelaskan, ekonomi di Indonesia khususnya di NTB memiliki sistem yang sangat terbuka. Dengan ekonomi terbuka, NTB harus punya daya saing.

“Daya saing itu mensyaratkan industrialisasi.” jelas Bang Zul.

Ditegaskan Gubernur Zul, industrialisasi bukan hanya identik dengan pabrik besar dan asap yang menghasilkan polusi.

Namun industrialisasi adalah pendalaman struktur aktivitas produksi, meningkatkan nilai produksi sehingga otomatis kesejahteraan masyarakat meningkat.

“Kenapa industrialisasi itu penting, bukan berarti pertanian tidak penting akan tetapi menurut teori ekonomi, jika sektor pertanian tak mampu menghasilkan produktivitas. Maka jalan satu-satunya adalah meningkatkan nilai tambah produktivitas ada pada sektor industrialisasi,” terang Dr. Zul dihadapan tokoh Samawa.

Dr. Zul menegaskan, geliat ekonomi setelah adanya industrialisasi di NTB sudah semakin tinggi. Para pelaku UKM/IKM di NTB sudah mulai semangat menciptakan produk-produk lokal kemudian yang dimasukkan kedalaman program JPS Gemilang.

Belum lagi smelter di KSB yang sudah mulai terealisasi pembangunannya.

“Kita tidak ingin lagi menggali tanah kemudian menjual mentah ke luar. Tetapi Kita akan menjual keluar produk yang sudah diolah di daerah kita sendiri. Sehingga nilai jualnya semakin besar,” jelas gubernur.

Dr. Zul melanjutkan, industrialisasi butuh waktu, butuh biaya dan tidak otomatis jadi. Di dalam proses Industrialisasi ada “cost of learning” yang mahal.

“Salah satu investasi yang besar untuk menunjang industrialisasi adalah meningkatkan kapasitas SDM kita. Industrialisasi hanya mungkin dilakukan jika ketersediaan SDM yang cukup,” ujarnya.

Karena itu, program beasiswa NTB yang merupakan program unggulan Pemerintah Provinsi dilakukan agar para alumni memiliki rasa percaya diri yang tinggi.” Mereka bisa asalkan dikasih kesempatan.

Harapan kami ketika MotoGP dihelat di Lombok. Maka 200 ribu penonton sudah bisa menggunakan motor listrik buatan anak-anak NTB,” tutup Bang Zul optimis

Senada dengan itu, pimpinan Ponpes Internasional Dea Malela Sumbawa, Prof. Dr. Muhammad Sirajuddin Syamsuddin mengungkapkan, industrialisasi merupakan sesuatu yang tak terelakan.

Maka modalnya saat ini adalah modal sosial budaya yang harus diperkuat, terutama membangun sinergi antar masyarakat untuk memperkuat jejaring sosial yang lebih kuat.

Sehingga kerja sama dalam mendukung industrialisasi untuk meningkatkan nilai produktivitas harus benar-benar terjaga.

“Maka ini yang harus kita siapkan untuk mengahdapi era industri. Modal sosial dan budaya merupakan elemen penting untuk mewujudkan industrialisasi di NTB,” jelas pria yang akrab disapa Din Syamsudin.

Begitu juga dengan Mantan Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah meminta kepada gubernur NTB untuk membuat peraturan gubernur yang melarang segala bentuk kegiatan ekspor hasil laut, alam dan pertambangan yang memungkinkan bisa di olah di NTB. Kalau mampu diolah dengan jargon industrialisasi maka nilai produktivitas serta nilai jualnya juga bertambah.

“Misalkan hasil produksi udang yang melimpah di pesisir Sumbawa masih banyak yang dikirim di tanah Jawa dengan harga yang minim. Kenapa tidak diolah kemudian kita kirim ke Jepang atau negara lain dengan harga yang mahal,” tegas politikus nasional tersebut.

Fahri menjelaskan, program industrialisasi yang diciptakan oleh gubernur NTB harus benar-benar dikeroyok dan didukung oleh tokoh-tokoh Samawa.

Untuk mewujudkan industrialisasi di NTB perlu kerja sama yang intensif dari semua pihak.

“Seperti sapi dan kerbau yang banyak dihasilkan di Sumbawa bukan hanya diekspor dengan jumlah banyak tapi tidak memberikan keuntungan yang besar bagi daerah. Oleh karena itu, dengan adanya industrialisasi maka diharapkan nilai produktivitas dan nilai jualnya akan semakin tinggi,” harapnya.

(@kominfo)




Di Persembahyangan Umat Hindu, Gubernur Titip Doa Agar Corona Cepat Berlalu

Menurut Gubernur, Provinsi NTB sudah berada di posisi yang benar dalam menangani covid-19

MATARAM.lombokjournal.com — Pandemi Covid-19 mengajarkan umat manusia tetap menjaga toleransi dan spirit antar umat beragama.

Bekerjasama serta tolong-menolong antar sesama menjadi modal utama untuk menjaga daerah dari segala bencana dan wabah.

Terutama untuk saling menguatkan melalui doa yang dipanjatkan, menurut keyakinan masing-masing agar wabah ini cepat berlalu dari muka bumi ini.

Harapan itu disampaikan Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah saat memberikan sambutan pada acara Persembahyangan Umat Hindu, Minggu (28/06/20).

Persembahyangan dalam rangka doa bersama untuk membersihkan bumi dengan segala isinya dari segala wabah dan bencana ini diselenggarakan di pantai Loang Baloq, Kota Mataram.

Pada kesempatan itu, Gubernur Zul juga menitipkan doa kepada Tuhan yang Maha Esa agar segera melenyapkan wabah Covid-19 dari seluruh penjuru negeri.

“Kami titip, doakan agar NTB bisa segera berakhir dari bencana virus ini. Kami atas nama Pemerintah Provinsi NTB mengucapkan terima kasih,” kata Bang Zul sapaan akrab Gubernur

Bang Zul mengapresiasi semangat kebersamaan yang ditunjukkan dalam acara tersebut.

“Sprit kebersamaan terus kita jaga di NTB. Dalam kondisi apapun, toleransi serta spirit antar sesama ummat beragama harus tetap kita jaga dengan baik.” ujar Bang Zul

Disampaikan, Provinsi NTB sudah berada di posisi yang benar dalam menangani covid-19.

Karena sebagian besar wilayahnya sudah berada dalam zona kuning dan hijau. Artinya, sudah siap menyambut kenormalan baru atau hidup dalam tatanan baru yang mendepankan protokol kesehatan.

Di akhir sambutan, Gubernur Zul mengingatkan agar protokol kesehatan tetap diterapkan di NTB.

“Kami anjurkan tetap menerapkan standar protokol kesehatan. Di Provinsi NTB sebagian besar sudah zona kuning dan hijau, itu semua berkat kerja keras kita bersama menekan penyebaran covid-19,” katanya.

Hadir dalam acara tersebut anggota DPD RI Evi Apita Maya, Asisten I Kota Mataram Lalu Martawang, Kadis Diskominfotik Provinsi NTB I Putu Gede Ariyadi, serta para tokoh agama dan tokoh pemuda Umat Hindu.

AYA/HmsNTB




UPDATE Covid-19: Hari Sabtu, 27 Juni, Bertambah 36 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 19 Orang, Kematian 3 (tiga) Orang  

 “Hanya Kota Bima masuk dalam zona hijau (tidak terdampak),” kata Lalu Gita Ariadi.

MATARAM.lombokjournal.com – Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium TCM RSUD Provinisi NTB, dan Laboratorium TCM RSUD H.L. Manambai Abdulkadir mengkofirmasi, ada tambahan 36 pasien positif Covid-19, dan pasien yang dinyatakan sembuh 19 orang. Kasus kematian baru 3(tiga) orang.

Siaran pers hari Sabtu (27/06/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 134  sampel dengan hasil 69 sampel negatif, 29 sampel positif ulangan, dan 36 sampel positif baru Covid-19, pasien dinyatakan sembuh 19  orang, kasus kematian baru 3 (tiga) orang.

Lalu Gita Aryadi

Dijelaskan, adanya tambahan 36 kasus baru terkonfirmasi positif, 19 tambahan sembuh baru, dan 3 (tiga) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Sabtu (27/6/2020) sebanyak 1199 orang, dengan perincian 804 orang sudah sembuh, 55 meninggal dunia, serta 340 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

“Diharapkan petugas kesehatan di Kabupaten/Kota melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran virus Covid-19,” kata Lalu Gita Ariadi.

TAMBAHAN 36 PASIEN POSITIF, PASIEN SEMBUH 19 ORANG, Kematian 3 (TIGA) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 1164, an. Tn. SM, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Siloam dengan kondisi baik;
  2. Pasien nomor 1165, an. Tn. ZK, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Kelurahan Kebun Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  3. Pasien nomor 1166, an. Tn. HF, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Peteluan Indah, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  4. Pasien nomor 1167, an. Tn. S, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Desa Karang Bongkot, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSJ Mutiara Sukma dengan kondisi baik;
  5. Pasien nomor 1168, an. By. ANS, perempuan, usia 4 bulan, penduduk Desa Jagaraga, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 947. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  6. Pasien nomor 1169, an. Ny. BS, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Desa Bagik Polak Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1061. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  7. Pasien nomor 1170, an. Tn. LSA, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Desa Gegelang, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Awet Muda dengan kondisi baik;
  8. Pasien nomor 1171, an. Ny. CSV, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Desa Karang Bongkot, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  9. Pasien nomor 1172, an. An. AKPA, laki-laki, usia 1 tahun, penduduk Desa Duman, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Awet Muda dengan kondisi baik;
  10. Pasien nomor 1173, an. Tn. R, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Desa Rumak, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat  ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patuh Patut Patju dengan kondisi baik;
  11. Pasien nomor 1174, an. Ny. U, perempuan, usia 56 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  12. Pasien nomor 1175, an. Tn. IGL, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  13. Pasien nomor 1176, an. Tn. LZZ, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Desa Puyung, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  14. Pasien nomor 1177, an. Tn. DGAAP, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Desa Telaga Waru, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  15. Pasien nomor 1178, an. Tn. N, laki-laki, usia 67 tahun, penduduk Desa Kekeri, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  16. Pasien nomor 1179, an. Tn. IBP, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Karang Baru, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  17. Pasien nomor 1180, an. Tn. LBR, laki-laki, usia 47 tahun, penduduk Kelurahan Monjok Timur Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  18. Pasien nomor 1181, an. Tn. MSA, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saatini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  19. Pasien nomor 1182, an. Ny. H, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Suka Makmur, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  20. Pasien nomor 1183, an. Tn. MTG, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga dengan kondisi baik;
  21. Pasien nomor 1184, an. Ny. S, perempuan, usia 20 tahun, penduduk Desa Jatisela, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Bhayangkara Mataram dengan kondisi baik;
  22. Pasien nomor 1185, an. Ny. BSK, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Desa Dasan Tapen, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Bhayangkara Mataram dengan kondisi baik;
  23. Pasien nomor 1186, an. An. RAW, perempuan, usia 14 tahun, penduduk Desa Jatisela, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Bhayangkara Mataram dengan kondisi baik;
  24. Pasien nomor 1187, an. Ny. WW, perempuan, usia 54 tahun, penduduk Kelurahan Dayan Peken, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Bhayangkara Mataram dengan kondisi baik;
  25. Pasien nomor 1188, an. An. RNWU, perempuan, usia 13 tahun, penduduk Desa Jatisela, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belumteridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Bhayangkara Mataram dengan kondisi baik
  26. Pasien nomor 1189, an. An. RWN, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk Desa Jatisela, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Bhayangkara Mataram dengan kondisi baik;
  27. Pasien nomor 1190, an. Tn. TYWW, laki-laki, usia 43 tahun, penduduk Desa Jatisela, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan  ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Bhayangkara Mataram dengan kondisi baik;
  28. Pasien nomor 1191, an. Tn. DB, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Bhayangkara Mataram dengan kondisi baik;
  29. Pasien nomor 1192, an. Ny. MF, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Unram dengan kondisi baik;
  30. Pasien nomor 1193, an. Tn. S, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Kekalik Jaya,Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ni dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  31. Pasien nomor 1194, an. Tn. MW, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  32. Pasien nomor 1195, an. Tn. SA, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Babakan, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Unram dengan kondisi baik;
  33. Pasien nomor 1196, an. Tn. IGMBIJ, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang Permai, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum  Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Unram dengan kondisi baik;
  34. Pasien nomor 1197, an. Ny. YA, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Unram dengan kondisi baik;
  35.  Pasien nomor 1198, an. Ny. MPM, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Unram dengan kondisi baik;
  36. Pasien nomor 1199, an. Ny. SR, perempuan, usia 63 tahun, penduduk Kelurahan Cilinaya, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Siloam Mataram dengan kondisi baik.

Hari Sabtu terdapat penambahan 19 orang yang sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif, yaitu :

  1. Pasien nomor 689, an. Tn. I, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Desa Tanak Awu, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah;
  2. Pasien nomor 750, an. Ny. JWL, perempuan, usia 20 tahun, penduduk Desa Kopang Rembiga, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah;
  3. Pasien nomor 751, an. Ny. N, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Desa Penujak, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah;
  4. Pasien nomor 752, an. Ny. K, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Desa Bonjeruk, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah;
  5. Pasien nomor 753, an. Tn. FS, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Desa Sukarara, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah;
  6. Pasien nomor 826, an. Tn. AF, laki-laki, usia 49 tahun, penduduk Kelurahan Karang Pule, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  7. Pasien nomor 844, an. Ny. S, perempuan, usia 58 tahun, penduduk Kelurahan Abian Tubuh Baru, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  8. Pasien nomor 859, an. Tn. SBA, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Buara, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes;
  9. Pasien nomor 860, an. Ny. AWM, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  10. Pasien nomor 908, an. Ny. SH, perempuan, usia 55 tahun, penduduk Kelurahan Mandalika, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  11. Pasien nomor 962, an. Ny. BJ, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Praya, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah;
  12. Pasien nomor 987, an. Tn. AR, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  13. Pasien nomor 1009, an. An. DA, perempuan, usia 3 tahun, penduduk Desa Dasan Tereng, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat;
  14. Pasien nomor 1018, an. An. D, laki-laki, usia 4 tahun, penduduk Desa Beleke, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah;
  15. Pasien nomor 1021, an. Tn. BM, laki-laki, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan AmpenanTengah, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  16. Pasien nomor 1032, an. Tn. LAMZ, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  17. Pasien nomor 1067, an. Ny. RD, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Banjar, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  18. Pasien nomor 1081, an. Tn. IBA, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Utara, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  19. Pasien nomor 1096, an. Tn. PSSH, laki-laki, usia 53 tahun, penduduk Desa Lembar, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat.

Hari Sabtu ini juga terdapat penambahan 3 (tiga) kasus kematian baru, yaitu :

  1. Pasien nomor 1053, an. Ny. LW, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Kebun Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 1093, an. Ny. GAL, perempuan, usia 58 tahun, penduduk Desa Telaga Waru,Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Pasien mempunyai penyakit komorbid;
  3. Pasien nomor 1145, an. By. D, laki-laki, usia 1 bulan, penduduk Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah.

Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, Lalu Gita Ariadi menjelaskan,  peta zona risiko Covid-19 di Provinsi NTB, Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat masuk dalam zona merah (risiko tinggi).

Daerah yang masuk zona oranye (risiko sedang), yaitu Kabupaten Lombok Tengah dan Kabupaten Lombok Timur.

Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Dompu dan Kabupaten Bima masuk dalam zona kuning (risiko rendah).

“Hanya Kota Bima masuk dalam zona hijau (tidak terdampak),” kata Lalu Gita Ariadi.

Ia menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap disiplin dan patuh dalam menerapkan protokol kesehatan..

AYA/Rr

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemik Covid-19 NTB di nomor 08180211 8119.




Kasus Peredaran Narkoba di Lapas, DPRD NTB Minta Kemenkumham Evaluasi Petugas Lapas Mataram

Kejadian tersebut selain mencoreng citra baik penegak hukum di NTB, juga bisa menjadi cermin bagaimana masifnya peredaran narkoba di NTB

MATARAM.lombokjournal.com —  Anggota Komisi I Bidang Pemerintahan, Hukum dan HAM DPRD Provinsi NTB H Najamuddin Moestafa meminta

Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) melaui perwakilan Kantor Wilayah (Kanwil) NTB, didesak segera mengevaluasi semua petugas yang ada di Lapas Mataram. Ini terkait kasus peredaran narkoba di dalam Lapas beberapa waktu lalu.

“Kita meminta kepada Menteri Hukum dan HAM melakukan inisiatif agar orang-orang (di Lapas) betul-betul profesional. Perlu dievaluasi itu,” katanya kepada lombokJournal.com, Sabtu (27/06/20).

Najamuddin menjelaskan, peredaran narkoba di dalam Lapas, sangat menciderai citra penegak hukum di Indonesia.

Karena itu,pihaknya meminta agar persoalan tersebut disikapi serius Kemenkumham.

Jika tidak, dikhawatirkan makin buruknya citra penegak hukum di mata masyarakat.

“Ini kan memalukan. Kalau terjadi peredaran narkoba di dalam Lapas itu kan luar biasa. Makin mengerikan bangsa ini,” katanya.

Ia juga mengatakan, kejadian tersebut selain mencoreng citra baik penegak hukum di NTB, juga bisa menjadi cermin bagaimana masifnya peredaran narkoba di NTB.

jika lembaga di bawah intitusi hukum saja bisa jadi tempat peredaran narkoba, apalagi yang di luar lembaga, di mana pengawasan tidaklah seketat di dalam Lapas.

“Jadi kita ingatkan turun segera ke lapangan, lihat fakta yang ada jangan sampai ada yang terjadi seperti di dalam Lapas kita kemarin,” katanya.

Untuk diketahui, peredaran narkoba di dalam Lapas Mataram melibatkan beberapa narapidana (Napi).

Mengenai siapa yang membawa narkoba masuk sehingga bisa beredar di dalam Lapas Mataram masih dalam penyelidikan Satuan Reserse Narkoba Polresta Mataram.

Ast




Pendakian Rinjani Dibuka Bertahap, Wagub Minta Protokol Covid-19 Diterapkan Secara Ketat

Tantangannya bagaimana masyarakat sekitar secara disiplin mematuhi protokol Covid-19

LOTIM.lombokjournal.com — Pemerintah Provinsi NTB gencar melakukan sosialisasi terkait penerapan protokol Covid-19.

Tidak hanya itu, sejumlah tempat wisata dengan risiko penularan Covid-19 rendah diagendakan akan mulai dibuka secara bertahap.

“Rinjani ini risikonya rendah, tetapi tetap hati-hati, protokol Covid ini harus selalu diterapkan,” kata Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah.

Wagub Hj Sitti Rohmi Djalillah

Peringatan itu disampaikannya saat memberikan arahan pada kegiatan Sosialisasi dan Simulasi SOP Rinjani Menuju New Normal di Kantor Resort Sembalun Balai TNGR, Desa Sembalun Lombok Timur, Sabtu (27/06/20).

Menurutnya, tantangannya bagaimana masyarakat sekitar secara disiplin mematuhi protokol Covid-19. Kita akan hidup dengan selalu mengenakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak bila beraktivitas di luar rumah, sampai vaksin virus Covid-19 ini ditemukan.

Wagub Hj Sitti Rohmi yang akrab disapa Ummi Rohmi berharap, agar dibalik pandemi ini semua pihak dapat mengambil hikmahnya.

Pandemi Covid-19 ini sejatinya juga memberikan waktu pada kita untuk berbenah, memperbaiki kekurangan selama ini sehingga ke depan dapat lebih baik lagi.

“Ini kesempatan kita untuk melakukan perbaikan-perbaikan kedepan dan tidak hanya menjadi tempat wisata, akan tapi ini akan menjadi pusat edukasi, pusat pemberdayaan masyarakat, sehingga keberadaan Rinjani ini bisa terasa manfaatnya bagi NTB dan Indonesia,” lanjutnya.

Wagub menilai adanya saran bahwa pendakian Rinjani agar dilakukan melalui satu pintu terlebih dahulu serta pentingnya dibangun fasilitas jalur khusus untuk kuda atau sepeda untuk memudahkan para porter membawa barang hingga pos empat, hal itu perlu didiskusikan dengan serius untuk kebaikan bersama.

“Apabila ingin maju maka semua pihak harus duduk bersama, sehingga seluruh pihak mendapatkan manfaatnya dan semua dapat memberikan kontribusi terbaiknya bagi kemajuan Rinjani ke depan,” terangnya.

Lebih jauh, Wagub dalam kesempatan itu meminta progres terkait pengelolaan sampah. Penekanannya pada pintu pintu masuk jalur pendakian Rinjani sangat diperlukan.

“Ini harus betul-betul kelihatan progresnya dan kuncinya di pintu masuk. Ini harus betul-betul kita perhatikan. Rinjani ini tumpuan hidup kita dan sumber air kita. Jadi antara pariwisata dan kelestarian ini satu dan harus betul betul kita jaga,” ujarnya.

Dengan adanya pandemi ini menumbulkan satu tuntutan yakni penerapan protokol Covid-19. Ada banyak hal positif yang dapat didorong untuk kebaikan pariwisata itu sendiri.

Kata Ummi Rohmi, Pemprov NTB telah mengusung konsep bersih, sehat dan aman.Seluruh destinasi wisata yang ada di NTB harus menerapkannya termasuk Rinjani.

“Semoga tanggal 7 Juli besok, pada saat dibuka, sudah bisa siap dari hulu ke hilir, dari orang naik hingga pulang itu betul-betul diperhatikan dengan sebaik baiknya. Mudah mudahan dengan dibukanya Sembalun ini memberikan semangat bagi kita,” ucap Wagub

Dibuka bertahap

Dirjen Konservasi dan Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wiratno menyampaikan, yang paling penting adalah kedisiplinan menerapkan protokol Covid-19.

“Ini kita buka secara bertahan, 10 persen dulu, dan kita evaluasi setiap minggu tentu yang kita dahulukan ini domestik,” ujarnya.

Tempat wisata yang telah dinyatakan zona kuning dan zona hijau diperbolehkan buka, tentu dengan beberapa pertimbangan dan persyaratan lainnya.

Ia meminta agar pengawasan langsung dilakukan oleh kepala Balai TNGR pada pintu masuk dan memastikan ketertiban semua pengunjung.

“Ibu Menteri membentuk tim kendali dari pusat dengan para kepala Balai. Sehingga tiap minggu kita akan evaluasi, sehingga apabila ada terjadi atau positif ( Covid-19) maka kita akan langsung tindak atau tutup. Ini uji coba kita bersama. Bapak Presiden juga memastikan kita membuka pariwisata secara bertahap dan memperhatikan protokol Covid-19,” tutupnya.

Dalam kesempatan itu Bupati Lombok Timur H.M. Sukiman Azmy menyampaikan beberapa masukan untuk para pelaku usaha di sekitar Rinjani dan kenyamanan pengunjung.

Ia juga menyampaikan, pihaknya akan meminta dan memantau semua pihak tetap menerapkan protokol dengan maksimal dan berkomitmen mensosialisasikan protokol Covid-19.

Dalam kesempatan itu, Wakil Gubernur menyalurkan sembako sebanyak 100 paket dari Pemerintah Provinsi dan dari Kementerian Pariwisata sebanyak 1.237 paket kepada masyarakat sekitar yang terdampak pandemi.

AYA/HmsNTB




Gubernur Ajak Tokoh Bima Bimbing Anak Muda NTB

Halalbihalal virtual Angkatan Muda Bima Indonesia (AMBI) diikuti anak muda Bima di berbagai daerah di Indonesia

MATARAM.lombokjournal.com —  Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menyapa Angkatan Muda Bima Indonesia (AMBI) melalui media daring  di Pendopo Gubernur, Sabtu (27/06/20).

Halalbihalal Nasional secara Virtual  itu bertajuk “Dari Bima Kuatkan Indonesia” yang diikuti oleh anak-anak muda Bima yang tinggal di berbagai daerah di Indonesia.

Gubernur Zulkieflimansyah

Selain diikuti Gubernur Zul, tokoh yang berasal dari Bima lainnya turut mengikuti kegiatan ini. Di antaranya, Gubernur NTB periode 1998-2003, Drs. H. Harun Al Rasyid, dan warga kehormatan Bima sekaligus Dewan Pembina AMBI, Ir. H Ahmad Riza Patria, Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Bang Zul, sapaan akrab Gubernur mengaku terkesan dengan banyaknya tokoh-tokoh asal Bima yang telah berkiprah di Ibukota Jakarta, serta kota-kota besar lainnya di Indonesia.

Keberhasilan dan kesuksesan tersebut tentu bukanlah hal yang mudah diraih. Untuk itu, ia mengajak para tokoh-tokoh Bima yang telah menuai kesuksesan tersebut untuk membimbing anak-anak muda NTB.

“Bisa diwariskan semangatnya kepada generasi muda, bahwa banyak orang-orang Bima yang berhasil di ibukota, di Jabodetabek, bukan karena proses yang instan tetapi karena perjuangan yang panjang dan membutuhkan banyak pengorbanan,” ujar Bang Zul.

Keteladanan serta kedisiplinan dari para tokoh-tokoh, diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi anak-anak muda NTB. Kelak, masa depan NTB dan Indonesia ada di tangan generasi mudanya.

“Keberhasilan ini tentu menularkan virus keberhasilan yang sama bagi anak-anak muda yang ada di NTB,” jelasnya.

Wakil Gubernur DKI, Ir. H. Ahmad Riza Patria, memotivasi anak-anak muda untuk selalu belajar dan berkarya bagi nusa dan bangsa. Ia kemudian mengajak masyarakat khususnya anak-anak muda Bima untuk dapat menjadi pioner dalam membangun bangsa.

“Peran generasi muda akan menentukan nasib bangsa di masa yang akan datang,” sebutnya.

Hal yang sama juga diucapkan Gubernur NTB periode 1998-2003, Drs. H. Harun Al Rasyid.

Gubernur NTB ke 8 itu menasehati anak-anak muda agar mampu berbaur di daerah tempat mereka menuntut ilmu maupun bekerja. Perilaku baik harus dijunjung tinggi oleh anak-anak muda di zaman sekarang.

“Alhamdulillah NTB sekarang dikenal di mana-mana, tinggal sekarang bagaimana putra putri daerah bisa membantu dalam membangun NTB dan Indonesia,” tutur salah satu tokoh kebanggaan Bima tersebut.

AYA/HmsNTB




Kampanye Berita Baik, Ajakan Bako Humas Terkait Konsep New Normal

Sebaiknya menghindari informasi yang menimbulkan keresahan dan ketakutan bagi masyarakat

MATARAM.lombokjournal.com — Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (Bako Humas), yang beranggotakan Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTB, Diskominfotik NTB, Humas Polda NTB, Korem 162/WB dan Kajati NTB, mengajak semua pihak untuk mengkampanyekan berita baik bagi masyarakat untuk selalu disebarluaskan.

Apalagi dalam menyambut tatanan baru atau new normal kehidupan masyarakat.

Ajakan Kampanye Berita Baik tersebut disampaikan Kepala Biro Humas dan Protokol Sekretariat Provinsi NTB, Najamuddin Amy, S. Sos., MM saat bertatap muka dengan para pimpinan redaksi media cetak dan Influencer di Green Asri, Kota Mataram, Jum’at (26/06/20).

Menurutnya, informasi baik tentang tatanan baru sangat diperlukan. Sebaiknya menghindari informasi yang menimbulkan keresahan dan ketakutan bagi masyarakat.

Apalagi, saat ini Kepolisian Daerah dan Pemerintah Provinsi sedang menginisiasi Kampung Sehat. Ini katanya menjadi pemicu dan spirit bagi seluruh warga NTB mulai dari kampung-kampung untuk intensif memulai tatanan baru dalam konsep New Normal.

“Kita tidak boleh terburu-buru. Apa maksudnya terburu-buru? Kalau kita mendapatkan informasi tentang Covid-19, kita tidak boleh terburu-buru mempostingnya,” katanya.

Menurut Najam, diperlukan informasi utuh, mengandung kebenaran serta tidak menimbulkan dampak buruk bagi masyarakat. Informasi yang mencemaskan atau menakutkan, tidak hanya berdampak pada satu dua orang saja, namun akan berdampak luas bagi semuanya.

Tatanan baru yang akan dihadapi semua daerah di Indonesia, termasuk di NTB harus menjadi perhatian semua pihak.

Dikatakan,tatanan baru ini katanya harus disambut dengan membiasakan diri menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Pola hidup bersih dan sehat itu menjadi salah satu faktor penting untuk mencegah penyebaran Covid-19 untuk memulai tatanan baru dalam hidup keseharian.

Najam juga sampaikan Kampanye Informasi baik ini akan dilanjutkan minggu dengan mengundang Media Online dan Lembaga Penyiaran Televisi dan Radio agar berdampak masif.

Desiminasi berita baik

Kapenrem 162/WB menyampaikan pentingnya desiminasi berita baik bagi masyarakat. Desiminasi informasi baik ini harus dilakukan secara bersama-sama dan masif.

Terutama informasi yang berkaitan dengan penanganan pandemi Covid-19 seperti saat ini.

“Tugas kita manyatukan niat, bagaimana betul-betul, mengedukasi, memberikan informasi kepada masyarakat sesuai kemampuan kita masing-masing,” katanya.

Dijelaskan, informasi baik yang disebarkan kepada masyarakat harus memuat upaya-upaya pencegahan serta dampak yang ditimbulkannya.

Tidak hanya itu, upaya-upaya pemerintah menangani dan menyelesaikan masalah sosial ekonomi masyarakat, sebagai akibat pandemi Covid-19 itu juga harus disebarluaskan.

Pertemuan tersebut dihadiri jajaran Biro Humas dan Protoko NTBl, Polda NTB, Korem 162/WB, Kemenhumham, Diskominfotik Prov.NTB, Pimred Media Cetak dan Selegram.

AYA/HmsNTB