Ikuti Tatanan Hidup Normal, Percepat NTB Bebas Covid-19

Untuk mempercepat penanganan Covid-19 di NTB khususnya di sejumlah daerah yang menjadi lokus penyebaran Covid-19 , Umi Rohmi menyampaikan bahwa koordinasi dan sinergi seluruh elemen pemerintah di kabupaten harus terus ditingkatkan.

MATARAM.lombokjournal.com —  Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menekankan, Provinsi NTB sebenarnya bisa lebih cepat bebas dari Covid-19. Bahkan bisa lebih cepat untuk hidup normal seperti sebelum-sebelumnya. dengan satu syarat, disiplin dalam menerapkan tatanan hidup normal atau new normal

Hal itu ditekankan Wagub Hj Sitti Rohmi saat memimpin rapat Penanganan Covid-19 di NTB, bersama sejumlah kepala OPD, di Ruang Rapat Anggrek, Kantor Gubernur, Senin (29/06/20).

Kalau masyarakat disiplin menjalankan imbauan Pemerintah untuk patuh pada protokol Covid-19, maka tidak tertutup kemungkinan dalam waktu dekat NTB akan bebas Covid-19.

Wagub, Hj Sitti Rohmi

Dicontohkan, Kota Bima yang berhasil mengendalikan Covid-19. Bahkan daerah yang dikenal Kota Tepian Air ini sudah masuk Zona Hijau. Kenapa? Karena masyarakat di kota ini disiplin menjalankan aturan protokol Covid-19.

Daerah-daerah lain di NTB pun bisa melakukannya. Asal seluruh masyarakat nurut tatanan hidup normal. Yaitu selalu mencuci tangan, memakai masker, jaga dan selalu cek suhu tubuh.

Karena itu, Ummi Rohmi menegaskan kembali komitmen pemerintah Provinsi NTB untuk terus menangani Covid-19 tersebut ..

“Kita tidak boleh kendor. Kita harus punya energi cukup hingga musibah ini segera berlalu,” seru Umi Rohmi saat memberikan arahan.

Selain edukasi kepada masyarakat, Umi Rohmi memerintahkan seluruh jajaran untuk melakukan analisis dan pemetaan terhadap pasien Covid-19 yang masih terus bertambah di sejumlah kota dan kabupaten, seperti di Kota Mataram dan Lombok Barat.

“Lakukan analisis, supaya kita tau apa yang kita lakukan. Penyebaran virus di kabupaten/kota ini tidak sama. Maka, kita perlakuannya harus beda,” jelasnya.

Wakil Gubernur menerima laporan dari Gugus Tugas Covid-19 Provinsi NTB bahwa per 28 Juni 2020, kasus positif Covid-19 sebanyak 1.213 orang, orang positif dalam pengawasan sebanyak 342 orang, yang sembuh 810 orang sedangkan yang meninggal sebanyak 61 orang.

Selain itu pasien dalam pengawasan sebanyak 395 orang dan orang dalam pemantauan sebanyak 183 orang.

Umi memberikan penekanan khusus kepada 61 orang positif Covid-19 yang meninggal. Dari jumlah tersebut, sebanyak 17 orang meninggal tanpa komorbid.

“Ini menandakan bahwa Covid-19 ini adalah virus mematikan,” tegasnya.

Untuk mempercepat penanganan Covid-19 di NTB khususnya di sejumlah daerah yang menjadi lokus penyebaran Covid-19 , Umi Rohmi menyampaikan bahwa koordinasi dan sinergi seluruh elemen pemerintah di kabupaten harus terus ditingkatkan.

AYA/HmsNTB




Bawaslu NTB Minta ASN Ikut Pilkada Segera Ajukan Surat Pengunduran Diri

Baawaslu sudah mengirim 40 rekomendasi ke Komisi ASN (KASN) untuk ditindaklanjuti dengan pemberian sangsi jika terbukti bersalah

MATARAM.lombokJournal.com – NTB menjadi salah satu daerah dengan tingginya angka Aparatur Sipil Negara (ASN) yang maju memperebutkan kursi kepala daerah di tujuh Kabupaten/Kota.

Bawaslu selaku pihak yang bertanggung jawab terhadap jalannya ketertiban dan keadilan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), minta kepada ASN yang akan maju sebagai Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) agar sesegera mungkin meletakkan jabatan publiknya dan melepaskan statusnya sebagai ASN.

Anggota Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu NTB,Umar Ahmad Seth mengatakan itu pada lombokjournal.com, Senin (29/06/20).

Hal itu disebutnya sebagai langkah bijak untuk menjaga rasa keadilan, dan menghormati kode etik profesi ASN yang prinsipnya dilarang  terlbat  dengan kegiatan politik praktis.

“Sehingga ada kesetaraan dengan semua orang (Balon) yang tidak memiliki atribut sebagai pejabat,” terang anggota Bawaslu NTB.

Umar menagatakan,  jika para pejabat ASN tidak lagi memiliki jabatan masihkah promosi diri mereka terjaga.

Umar juga mengandaikan semua calon yang nantinya bertarung mengikuti Pilkada sama-sama berangkat dari “nol” alias tidak lagi memangku jabatan sebagai ASN.

“Sekali-sekali komisi ASN kasih rekomendasi berefek jera. Rata-rata yang bermain politik ini punya jabatan. Taruh dia Kepala Dinas, sementara waktu diberhentikan sebagai Kepala Dinas, itu efektif. Atau dia dicutikan. Sehingga ada kesetaraan dengan semua orang yang tidak memiliki atribut sebagai pejabat,” pintanya.

Umar menyampaikan, pihaknya sudah mengirim 40 rekomendasi ke Komisi ASN (KASN) untuk ditindaklanjuti dengan pemberian sangsi jika terbukti bersalah.

Termasuk dalam rekomendasi, beberapa ASN yang sejauh ini memperlihatkan gelagatnya untuk berpolitik praktis.

“Ada 40 rekomendasi. Sembilan dibatalkan karena tidak cukup unsur. 30 sudah direkomendasikan ke Komisi ASN. Satu yang belum direkomendasikan, ASN ini mau menjadi Bapaslon Pilkada di Dompu, dan dia dari luar daerah,” katanya.

Ast




Lima Personel Pengawas Pemilu Pilkada NTB 2020 Reaktif Corona

Bawaslu di tujuh Kabupaten/Kota juga telah menyerahkan alat pelindung diri (APD) ke seluruh personel pengawas pemilu, baik pengawas pemilu kecamatan maupun yang di kelurahan/desa

MATARAM.lombokJournal.com – Rapid test masal dilakukan bagi seluruh jajaran pengawas pemilu di lima dari tujuh Kabupaten/Kota (kecuali KLU dan KSB), yang akan menyelenggarakan Pilkada serentak 2020. .

Dari hasil tes tersebut lima pengawas pemilu dinyatakan reaktif virus Corona (Covid 19), satu orang di Kabupaten Sumbawa dan empat orang di Kabupaten Bima.

Kabupaten Sumbawa Barat dan Kabupaten Lombok Utara belum menyerahkan laporan hasil tes ke Bawaslu Provinsi NTB karena belum melaksanakan Rapid test.

“Di (Kabupaten) Sumbawa satu, Kabupaten Bima empat,” terang Kepala Sekretariat Bawaslu NTB Lalu Ahmad Yani, Senin (29/06/2020).

Yani sendiri hanya menyebutkan kabupaten dan tak menyebutkan detail siapa dan dari kecamatan mana panitia pengawas yang reaktif Corona tersebut.

Selain melakukan Rapid test masal, Bawaslu di tujuh Kabupaten/Kota juga telah menyerahkan alat pelindung diri (APD) ke seluruh personel pengawas pemilu, baik pengawas pemilu kecamatan maupun yang di kelurahan/desa.

“APD meliputi masker, sarung tangan, hand sanitizer, dan pakaian. Satu lagi terkait itu, memastikan petugas yang turun mengawasi itu dilakukan Rafid test,” katanya.

Untuk penanganan, panitia pengawas pemilu yang reaktif Corona tersebut akan dikarantina mandiri selama empat belas hari sebelum dites Swab. Selama masa karantina mereka akan tetap bekerja dari rumah dengan diperbantukan anggota panitia pengawas yang lain karena secara aturan mereka tidak bisa diberhentikan.

“Sekretariat menggantikan sementara,” katanya.

Ast




Biaya Persalinan Aena, Sepenuhya Ditanggung BPJS Kesehatan

Aena mengaku sangat diuntungkan dengan menggunakan Kartu Indonesia Sehat. Ia mendapatkan fasilitas yg sangat bagus dan pelayanan yang baik pula

MATARAM.lombokjournal.com – Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) memberikan manfaat bagi warga Nusa Tenggara Barat.

Hal tersebut dirasakan oleh Aena Irawati (22), warga Punia Kecamatan Mataram.

Aena begitu sapaannya merupakan seorang ibu rumah tangga, suaminya bekerja sebagai karyawan swasta di Mall Epicentrum.

Saat ditemui tim Jamkesnews di kediamanannya, ia menceritakan bahwa dirinya pernah merasakan manfaat dari program JKN-KIS saat menjalani proses persalinan di Rumah Sakit Ibu dan Anak  (RSIA) Permata Hati.

“Manfaatnya sangat saya rasakan, hal itu saya rasakan pada saat saya melakukan  proses persalinan anak saya yang pertama pada bulan april bulan lalu. Semua biaya persalinan saya dijamin  penuh oleh BPJS Kesehatan,” ungkap Aena, Senin. (29/06/20).

Saat disinggung mengenai pentingnya jaminan kesehatan bagi keluarganya, Aena menyampaikan bahwa memiliki jaminan kesehatan itu merupakan hal yang sangat penting.

Aena juga melihat bahwa dengan adanya Program JKN-KIS, tentunya masalah keuanganpun dapat teratasi. Kini, ia tidak perlu memikirikan lagi biaya yang akan dikeluarkan seandainya masuk rumah sakit lagi.

“Manfaatnya yang telah saya rasakan, menjadi peserta JKN-KIS itu penting untuk sekarang dan masa depan. Jika nanti kita membutuhkan pengobatan fasilitas kesehatan, sudah tidak perlu lagi  mengeluarkan biaya. Pastinya memiliki jaminan kesehatan itu sangat membantu kita terhindar dari masalah keuangan,” lanjut Aena.

Sebagai peserta program JKN-KIS, Aena mengaku tidak diperlakukan berbeda dengan pasien umum lainnya saat di rumah sakit.

Justru ia sangat diuntungkan dengan menggunakan Kartu Indonesia Sehat. Ia mendapatkan fasilitas yg sangat bagus dan pelayanan yang baik pula.

Di akhir perbincangan, ia mengucapkan terimakasih dan menyampaikan harapannya kepada BPJS Kesehatan, karena telah menjamin seluruh biaya persalinannya tanpa ada iur biaya satu rupiah pun.

Aena berterima kasih pada RSIA Permata Hati, yang membantu persalinan dan memberikan pelayanan dengan sangat baik.

Tentu sa ia bersyukur karena  pemerintah yang telah mencanamgkan program ini.  Ia pun berharap agar Program JKN-KIS tetap di Negara Indonesia dan semakin meningkatkan pelayanan bagi peserta JKN-KIS.

dh/yn/Jamkesnews

Narasumber;  Aena Irawati 




Pilkada di Tengah Pandemi, Bawaslu NTB Dapat Tambahan Anggaran

Tambahan anggaran diterima Bawaslu NTB setelah melakukan pendataan semua kebutuhan APD panitia pengawas di tujuh Kabupaten/Kota yang akan menyelenggarakan Pilkada Serentak.

MATARAM.lombokjournal.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi NTB mendapatkan tambahan anggaran 900 juta rupiah dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI.

Tambahan aggaran itu  untuk kebutuhan penyediaan alat pelindung diri (APD) karena bekerja mengawasi Pilkada di tengah wabah pandemi virus Corona.

“Untuk Kabupaten/kota, 900 juta. Untuk memberikan APD ke aparatur pengawas dari kabupaten kota sampai ke desa,” kata Kepala Sekretariat Bawaslu NTB Lalu Ahmad Yani, Senin, (29/06/2020).

Selain untuk keperluan APD, anggaran 900 juta rupiah juga diperuntukkan membiayai Rafid test seluruh panitia pengawas di daerah.

“Biaya 900 juta termasuk Rapid test, untuk kebutuhan dua tahapan,” katanya.

Yani menjelaskan, besaran anggaran tersebut diterima Bawaslu NTB setelah melakukan pendataan semua kebutuhan APD panitia pengawas di tujuh Kabupaten/Kota yang akan menyelenggarakan Pilkada Serentak.

Data yang dikirim Bawaslu ke Kemenkeu itulah yang menjadi dasar Kemenkeu dalam menghitung tambahan anggaran untuk penyelenggaraan pengawasan pemilu oleh Bawaslu NTB.

Ditambahkan Yani, tambahan anggaran yang dikirim langsung dari pusat tersebut menjadi keputusan Kemenkeu, karena melihat tidak mampunya daerah menyiapkan anggaran tambahan Pilkada oleh karena anggaran daerah sebagian besar diperuntukkan untuk penanganan wabah pandemi Corona.

“Dari hasil sisiran di tujuh Kabupaten/Kota tidak cukup untuk membiayai APD. Kondisi ini yang kita laporkan ke pusat,” katanya.

Ast.




UPDATE Covid-19: Hari Senin, 29 Juni, Bertambah 21 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh  8 (delapan)  Orang, Kematian 1 (satu) Orang   

Berdasarkan peta zona risiko Covid-19 di Provinsi NTB, menunjukkan bahwa penularan Covid-19 masih terjadi di NTB

MATARAM.lombokjournal.com – Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium TCM RSUD Provinisi NTB, dan Laboratorium TCM RSUD H.L. Manambai Abdulkadirmengkofirmasi, ada tambahan 21pasien positif Covid-19, dan pasien yang dinyatakan sembuh 8 (delapan) orang. Kasus kematian baru 1 (satu) orang..

Siaran pers hari Senin (29/06/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 192 sampel dengan hasil 158 sampel negatif, 13 sampel positif ulangan, dan 21 sampel kasus baru positif Covid-19, , 8 (delapan) tambahan sembuh baru, dan 1 (satu) kasus kematian baru.

Lalu Gita Aryadi

Dijelaskan, adanya tambahan 21 kasus baru terkonfirmasi positif, 8 (delapan) sembuh Dan 1 (satu) kasus kematian, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (29/6/2020) sebanyak 1.234 orang, dengan perincian 818 orang sudah sembuh, 62 meninggal dunia, serta 354 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

“Diharapkan petugas kesehatan di kabupaten/kota melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran virus Covid-19,” Lalu Gita Ariadi.

TAMBAHAN 21 PASIEN POSITIF, PASIEN SEMBUH 8 (DELAPAN)  ORANG, KEMATIAN 1 (SATU) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 1214, an. Ny. H, perempuan, usia 54 tahun, penduduk Desa Lembah Sari, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 873. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  2. Pasien nomor 1215, an. Ny. IWSFW, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Desa Sandik, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19nomor 1060. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  3. Pasien nomor 1216, an. An. KDAP, laki-laki, usia 4 tahun, penduduk Desa Sandik, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1060. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  4. Pasien nomor 1217, an. Ny. S, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Desa Gegelang, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1170. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Awet Muda dengan kondisi baik;
  5. Pasien nomor 1218, an. Ny. BJDN, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Gegelang, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1170. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Awet Muda dengan kondisi baik;
  6. Pasien nomor 1219, an. Ny. SH, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1174. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  7. Pasien nomor 1220, an. Ny. M, perempuan, usia 54 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien memiliki penyakit komorbid. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
  8. Pasien nomor 1221, an. Tn. AK, laki-laki, usia 66 tahun, penduduk Kelurahan Dasan Cermen, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  9. Pasien nomor 1222, an. Ny. PL, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Karang Baru, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  10. Pasien nomor 1223, an. Tn. MA, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Jakarta Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1091. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  11. Pasien nomor 1224, an. Ny. Z, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Desa Apitaik, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  12. Pasien nomor 1225, an. Tn. GGWS, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Mataram, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  13. Pasien nomor 1226, an. Tn. H, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Sapta Marga, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSAD Wirabakti Mataram dengan kondisi baik;
  14. Pasien nomor 1227, an. Tn. AH, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Desa Langko, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum eridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSAD Wirabakti Mataram dengan kondisi baik;
  15. Pasien nomor 1228, an. Tn. AM, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga dengan kondisi baik;
  16. Pasien nomor 1229, an. Ny. H, perempuan, usia 45 tahun, penduduk Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga dengan kondisi baik;
  17. Pasien nomor 1230, an. Tn. HJ, laki-laki, usia 63 tahun, penduduk Kelurahan Selagalas, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga dengan kondisi baik;
  18. Pasien nomor 1231, an. Ny. NA, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  19. Pasien nomor 1232, an. Ny. RD, perempuan, usia 21 tahun, penduduk Kelurahan Babakan, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1031. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  20. Pasien nomor 1233, an. Ny. F, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 603.Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  21. Pasien nomor 1234, an. Tn. RK, laki-laki, usia 49 tahun, penduduk Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik.

Hari Senin terdapat penambahan 8 (delapan) orang yang sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif, yaitu :

  1. Pasien nomor 777, an. Ny. NKC, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Selatan, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 843, an. An. GRT, laki-laki, usia 2 tahun, penduduk Kelurahan Monjok, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  3. Pasien nomor 899, an. Tn. OGA, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Punia, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  4. Pasien nomor 978, an. Tn. IKS, laki-laki, usia 54 tahun, penduduk Kelurahan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  5. Pasien nomor 1005, an. Ny. NL, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Punia, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  6. Pasien nomor 1062, an. Ny. AMDN, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Desa Kediri Selatan, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat;
  7. Pasien nomor 1063, an. Tn. H, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Desa Sakuru, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima;
  8. Pasien nomor 1099, an. Tn. IKR, laki-laki, usia 65 tahun, penduduk Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram.

Hari Senin ini juga terdapat penambahan 1 (satu) kasus kematian baru, yaitu;

  1. Pasien nomor 1220, an. Ny. M, perempuan, usia 54 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien memiliki penyakit komorbid.

Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, Lalu Gita Ariadi mengingatkan, berdasarkan peta zona risiko Covid-19 di Provinsi NTB, menunjukkan bahwa penularan Covid-19 masih terjadi di NTB.

“Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap disiplin dan patuh dalam menerapkan protokol kesehatan,” katanya.

AYA/Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemik Covid-19 NTB di nomor 08180211 8119.

 

 




Rapid Test Untuk Pelajar, Santri dan Mahasiswa Tak Dipungut Biaya

Surat Edaran Gubernur NTB memberikan pembebasan biaya rapid tes Covid 19 untuk pelajar, santri dan mahasiswa yang belajar ke luar daerah

MATARAM.lombkjournal.com — Pemprov NTB membebaskan biaya rapid tes untuk para pelajar dan mahasiswa yang akan belajar keluar daerah.

Pembebasan biaya ini sebagai salah satu upaya pencegahan Covid 19, serta memudahkan para pelajar untuk melanjutkan pendidikannya.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah mengatakan itu kepada media, Senin (29/06/20) di kantor Bappeda NTB.

Ia mengatakan, aturan pemerintah yang mengharuskan masyarakat untuk melakukan rapid tes atau swab sebelum berpergian sebagai salah satu langkah untuk mencegah penularan virus.

Terkait dengan biaya yang cukup mahal, dimaksudkan agar masyarakat enggan untuk berpergian pada masa pandemi ini. Sehingga aktifitas masyarakat di luar bisa diminimalisir.

Ditambahkan Dr. Zul, masuknya tahun ajaran baru tahun 2020/2021 ini, banyak pelajar yang akan melanjutkan pendidikanya ke luar daerah. Dengan demikian, pemerintah daerah membebaskan biaya rapid tes ini untuk bisa mempermudah para pelajar.

“Pembebasan biaya ini juga harus diterapkan oleh kabupaten/kota di NTB,” ujarnya

Hal ini berdasarkan Surat Edaran (SE) Gubernur NTB tentang pembebasan biaya rapid tes Covid 19 di Provinsi NTB. Dalam SE itu, Pemprov memberikan pembebasan biaya rapid tes Covid 19 untuk pelajar, santri dan mahasiswa yang belajar ke luar daerah.

Waktu pelaksanaan disesuaikan dengan jadwal yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Syarat untuk bisa mendapatkan pembebasan biaya rapid tes dengan membawa kartu pelajar.

Pemeriksaannya, akan dilakukan secara berkelompok baik pelajar, santri dan mahasiswa yang dikoordinir oleh perwakilan masing – masing sekolah maupun universitas.

Rapid tes ini dilakukan di fasilitas kesehatan pada masing – masing kabupaten/kota.

AYA/HmsNTB




BPJS Kesehatan Ungkapkan Soal Fraud atau Kecurangan, Bisa Selamatkan Rp1 Triliun

Kecurangan yang dimaksud adalah adanya pihak yang ingin dapatkan hasil berupa keuangan dengan berbuat curang

MATARAM.lombokjournal.com – – BPJS Kesehatan menindaklanjuti hasil temuan tim Audit dengan Tujuan Tertenu oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Temuannya terkait potensi fraud atau kecurangan yang dilakukan untuk mendapatkan keuntungan melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Direktur Kepatuhan, Hukum dan Hubungan Antar Lembaga BPJS Kesehatan Bayu Wahyudi menerangkan, hasil audit yang dilakukan pada 2018-2019 ditemukan ada 12 temuan. BPJS Kesehatan pun sudah menindaklanjuti 6 di antara kasus fraud tersebut.

“Pertama itu masalah pembiayaan, tapi sudah diselamatan BPJS karena tidak sesuai ketetnuan yang ada. Sehingga bisa diselematkan lebih kurang Rp1 triliun. Tapi itu dikembalikan dan tidak bocor,” ujarnya, dalam Talkshow Polemik Trijaya seperti dikutip OKEfinance, Sabtu (20/6/2020).

Dia mengungkapkan, kecurangan yang dimaksud adalah adanya pihak yang ingin dapatkan hasil berupa keuangan dengan berbuat curang. Dari hasil temuan tersebut, kecurangan bisa dilakukan peserta JKN dengan menggunakan identias peserta lain.

“Kemudian petugas BPJS itu sendiri, kemudian pembiaya layananan hingga penyedia obat dan pemangku kepentingan lainnya,” tuturnya.

Meski demikian, kata Bayu, fraud tidak menurunkan semangat BPJS Kesehatan untuk selalu memberikan pelayanan optimal pada masyarakat. Di mana peserta yang menggunakan JKN setiap tahun terus meningkat.

“Ini tidak mempengaruhi JKN-KIS yang mempunyai makna dirasakan oleh seluruh bangsa Indonesia. Di mana data terakhir yang menggunakan setiap hari 640 ribu peserta pada 2018 dan di 2019 lebih dari 700 ribu,” tuturnya.

Rr




Kampanye Berita Baik Menuju Tatanan Baru, Biro Humas Bekerjasama Dengan KI dan KPID

Tatanan baru ini harus disambut dengan membiasakan diri menerapkan pola hidup bersih dan sehat

MATARAM.lombokjournal.com —  Masyarakat harus memperoleh informasi baik dan menyejukkan. Sehingga, mereka merasa optimis dan meningkatkan produktivitas.

Kepala Biro Humas dan Protokol, Najamuddin Amy, S. Sos, MM menyampaikan itu dalam Rapat Koordinasi jajaran Biro Humas dan Protokol bersama Ketua KPID NTB, Yusron Saudi, Ketua Komisi Informasi, Hendriadi, ME, di ruang rapat Biro Humas dan Protokol, Senin (29/06/20).

Biro Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Provinsi NTB sepakat berkolaborasi dengan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) NTB untuk memaksimalkan kerjasama dengan seluruh Lembaga Penyiaran, seperti TV dan Radio dari berbagai pelosok NTB.

Kerjasama ini dilakukan untuk menyiarkan berita baik, potensi dan keunggulan NTB dengan tatanan baru sesuai Protokol Covid19. Sehingga warga NTB selalu Sehat dan Produktif.

Hal yang sama juga dengan Komisi Informasi NTB. Kolaborasi program penguatan PPID masing-masing OPD Pemprov NTB akan terus ditingkatkan dan dimaksimalkan.

Sehingga bisa menjadi Agen Informasi terdepan memberikan informasi terbaik terkait penanganan Covid19, JPS Gemilang dan Program Stimulus Ekonomi yang segera diluncurkan setelah JPS Gemilang 3 tuntas dilaksanakan.

“Semoga dengan kolaborasi dan sinergi ini akan semakin banyak berita baik yang menyejukkan, sehat dan mencerahkan tersaji untuk warga NTB,” harap Bang Najam, sapaan akrab Karo Humas.

Menutnya, diperlukan informasi utuh, mengandung kebenaran serta tidak menimbulkan dampak buruk bagi masyarakat.

Informasi yang mencemaskan atau menakutkan, tidak hanya berdampak pada satu dua orang saja. Namun akan berdampak luas bagi semuanya.

Selain itu, tatanan baru yang akan dihadapi semua daerah di Indonesia, termasuk di NTB harus menjadi perhatian semua pihak.

Tatanan baru ini harus disambut dengan membiasakan diri menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Sebab, Pola Hidup Bersih dan Sehat itu menjadi salah satu faktor penting untuk mencegah penyebaran COVID-19 untuk memulai tatanan baru dalam hidup keseharian.

“Kami ingin mengajak sahabat-sahabat komisioner KPID dan KI untuk berjalan seiring sesuai tupoksi masing-masing. Dimana KPID dan KI sebagai lembaga independen, yang memiliki daya dorong tersendiri, untuk memberikan semangat kepada seluruh perangkat daerah, lingkup provinsi NTB, dalam kampanye berita baik di NTB, terkait penanganan Covid-19 dan program unggulan,” ungkapnya

Sementara, Ketua KPID Yusron Saudi menyampaikan, kerjasama dan kolaborasi semua pihak di bidang informasi merupakan hal yang harus diapresiasi. Bahkan, kolaborasi seperti sudah dilakukan sebelumnya.

“Hal ini sudah jauh hari dilakukan dan kami menyambut apa yang menjadi hajatan Humas untuk kita bersinergi demi NTB Gemilang,” ungkapnya.

Ketua KI Hendriadi menyampaikan dukungannya pada kolaborasi dan kerjasama penyebaran berita baik ini. Bahkan hendri akan memaksimalkan lembaganya untuk menyiarkan hal-hal baik tentang NTB, terutama menuju tatanan baru ini.

“Ini  menarik sekaligus kita bisa up bersama info NTB,” ungkapnya.

AYA/HmsNTB




Harganas ke- 27,  Keluarga Jadi Wadah Sosialisasi Penerapan Protokol Kesehatan

Masyarakat NTB diminta menerapkan protokol kesehatan yang dirancang pemerintah untuk menghindari penyebaran Covid-19

LOBAR.lombokjournal.com — Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke- 27 tahun ini bisa menjadi momentum pengingat, keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam upaya sosialisasi dan penerapan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19.

“Keluarga harus menjadi wadah untuk sosialisasi dan penerapkan protokol kesehatan sehingga menjadi contoh untuk orang lain disekitarnya,” kata Wakil Gubernur Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah.

Wagub menyampaikannya dalam acara Peringatan Harganas ke-27, di Aula Kantor Bupati Lombok Barat, Senin (29/06/20). Wagub mengatakan,

Masyarakat diingatkan, agar tidak berpangku tangan selama  pandemi ini. Namun aktivitas ekonomi tetap bisa dilakukan dengan mengedepankan menerapkan protokol kesehatan.

“Aktivitas perekonomian masyarakat di NTB ini dapat kembali berjalan, namun disesuaikan dengan protokol kesehatan yang sederhana ini seperti pakai masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan,” terang Umi Rohmi, sapaan akrab Wagub.

Umi Rohmi mengatakan, pandemi ini mengajarkan semua pihak, kesehatan adalah suatu hal yang sangat penting dalam kehidupan. Tanpa kesehatan, semua aktivitas kita tidak dapat berjalan dengan normal.

“Kita bisa mengabil hikmah dari Pandemi ini. Kita jadi sadar betul betapa kesehatan itu menjadi prioritas utama dalam kehidupan kita,” ujarnya.

Pentingnya kesehatan ini sebenarnya sudah sejak dahulu digaungkan. Hanya saja sebagian besar orang meremehkan hal tersebut sebelum terjadi pandemi Covid-19 yang telah melumpuhkan hampir semua aktivitas sosial maupun ekonomi dunia.

“Sejak lama Kesehatan ini selalu diedukasikan kepada kita, tapi memang kita kalau tidak ada peristiwa kita tidak sadar-sadar,” tuturnya.

Wagub meminta kepada seluruh masyarakat NTB untuk menerapkan protokol kesehatan yang telah dirancang oleh pemerintah untuk menghindari penyebaran Covid-19 ini.

“Penerapan protokol kesehatan ini tidak ada yang sulit sebenarnya. Kita cuma pakai masker yang kini sudah banyak diproduksi, menjaga jarak, dan selalu mencuci tangan serta menjaga kebersihan tubuh, hal tersebut adalah kegiatan yang sering dilakukan,” kata Umi Rohmi.

Menciptakan masyarakat yang kuat

Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid dalam peringatan Harganas ini menyampaikan bahwa keluarga adalah wadah untuk menciptakan masyarakat dan negara yang kuat. Oleh sebab itu, ia mengajak masyarakat untuk memanfaatkan hal tersebut.

“Masri kita jadikan Keluarga sebagai basis pembentukan karakter termasuk mensosialisasikannya,” terang Fauzan.

Senada dengan Wagub, Fauzan juga meminta kepada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dalam setiap aktivitas, baik itu aktivitas agama, sosial, maupun aktivitas ekonomi agar masyarakat terhindar dari penyebaran Covid-19 ini.

Berkaitan dengan hal itu, Kapolres Lombok Barat, AKBP Bagus Satriyo Wibowo dalam kesempatan itu mengatakan bahwa pihak kepolisian khususnya Polres Lobar selalu mengwal dan mengawasi pelaksanaan protokol kesehatan.

“Polres Lobar dalam hal ini ikut mensosialisasikan dan mengawasi penerapan protokol kesehatan untuk menekan angka penyebaran Covid-19 di kabupaten Lombok Barat ini,” terangnya.

AYA/HmasNTB