Pemprov NTB Mulai Menerapkan Tanda Tangan Elektronik

TTE merupakan solusi bagi para pimpinan SKPD untuk mempercepat proses birokrasi

MATARAM.lombok.com —  Pemerintah Provinsi NTB mulai menerapkan sistem Tanda Tangan Elektronik (TTE) dalam pelayanan publournal. ik dan dokumen pemerintahan.

Ini merupakan komitmen Pemprov NTB dalam mewujudkan Visi Misi NTB Gemilang yaitu NTB Bersih dan Melayani,  mendukung terciptanya penyelenggaraan pelayanan publik secara efektif, efisien dan akuntabel dalam mewujudkan e-government.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik, I Gede Putu Aryadi, S.Sos., MH menjelaskan transformasi elektronik saat ini harus dilakukan, khususnya dalam pelayanan publik yang mudah, cepat dan efisien. Salah satunya penerapan TTE yang akan digunakan  pada dokumen-dokumen lingkup pemda NTB.

“Banyak manfaat dalam penggunaan TTE ini  contohnya saja dalam penyelenggaraan pemerintah ini dapat mempermudah administrasi perkantoran, menghemat ruang penyimpanan dan anggaran/biaya untuk ATK hingga jasa pengiriman dokumen tersebut,” katanya.

Gede sapaan akrabnya berharap TTE bisa segera dikenal dan digunakan oleh seluruh SKPD Provinsi NTB. Tentu mesti diberikan pelatihan-pelatihan agar terbiasa dengan sistem yang baru ini. Sebab, jika masih mengandal cara konvensial pada saat ini termasuk tanda tangan manual, akan membutuhkan waktu.

Diskominfotik mewakili Pemprov NTB telah menguji coba kegiatan TTE ini ke 5 satuan kerja perangkat daerah (SKPD)  yang berada pada ruang lingkup Pemda NTB itu sendiri yaitu Sekretaris Daerah, Bappenda, Biro Hukum, Dinas Kominfotik dan Dinas Perhubungan telah menyiapkan apa saja yang dibutuhkan guna menerapkan TTE.

Kadis Dishub NTB Drs. Lalu Bayu Windya M.Si menambahkan TTE adalah sebuah solusi bagi para pimpinan SKPD untuk mempercepat proses birokrasi.

“Ini adalah suatu terobosan. Jangan sampai nanti, seumpama pimpinan berada di luar kota, berkas yang berada d kantor tidak bisa ditindaklanjuti oleh pimpinan karena kondisi jarak. TTE inilah yang akan mempercepat kerja birokrasi pimpinan seandainya pimpinan SKPD berada di luar kota” beber Miq Bayu panggilan akrabnya.

Dalam penerapan TTE ini Diskominfotik Provinsi NTB menggandeng Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) melalui Balai Sertifikat Elektronik (BSRE) untuk menjaga keamanan dan kekuatan hukum seperti halnya dengan tanda tangan basah.

@diskominfotikntb

 

 




Untuk Subsidi BPJS Kesehatan Kelas III, Kucuran Dana Pemerintah Capai Rp 3 T

Alokasi anggaran tersebut sesuai dengan kebijakan pemerintah menaikkan lagi tarif iuran BPJS Kesehatan mulai 1 Juli 2020

MATARAM.lombokjournal.com – Kucuan dana Pemerintah untuk mensubsidi peserta mandiri Kelas III Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan , mencapai anggaran Rp3 triliun.

Subsisi peserta mandiri kelas III itu, di luar program subsidi untuk peserta BPJS Kesehatan penerima bantuan iuran alias PBI.

“Kalau PBI kan sudah ada di APBN dan setiap tahun ada itu sekitar Rp 48 Triliun di 2020. Sementara, ini adalah bantuan iuran karena adanya Perpres baru kemarin, bahwa pemerintah ada satu program lagi di luar PBI, namanya subsidi atau bantuan iuran bagi PBPU kelas III,” ujar Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Pengeluaran Negara, Kunta Nugraha dalam konferensi video, Jumat (03/07/20).

Kunta mengatakan Alokasi anggaran sebesar Rp 3 triliun itu disediakan untuk enam bulan ke depan, mulai Juli hingga Desember 2020.

Menurut Kunta, alokasi anggaran tersebut sesuai dengan kebijakan pemerintah menaikkan lagi tarif iuran BPJS Kesehatan mulai 1 Juli 2020.

Kenaikan premi program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan tersebut merupakan amanat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 64 Tahun 2020 tentang Jaminan Kesehatan. Aturan, iuran BPJS Kesehatan itu diteken oleh Presiden Joko Widodo pada hari Selasa, tanggal 5 Mei 2020.

Jokowi menetapkan, kenaikan iuran tersebut sebagai respons atas pembatalan kenaikan iuran sebelumnya oleh Mahkamah Agung (MA), yang diatur dalam Perpres 75/2019.

Atas pembatalan tersebut, pemerintah pun menyusun Perpres 64/2020 dan kembali memberlakukan kenaikan iuran mulai Rabu, 1 Juli 2020.

Perubahan tarif tersebut antara lain pada kelas I dari Rp 80.000 naik menjadi Rp 150.000 per bulan. Selanjutnya, kelas II dari Rp 51.000 naik menjadi Rp 100.000. Terakhir, kelas III dari Rp 25.500 naik menjadi Rp 42.000, namun mendapat subsidi.

Pada Juli 2020 ini, peserta mandiri kelas III cukup membayar iuran sebesar Rp 25.500 karena terdapat subsidi iuran Rp 16.500. Besaran itu berlaku sepanjang 2020. Kemudian, mulai Januari 2021 peserta kelas III harus membayar iuran sebesar Rp 35.000 karena subsidi berkurang menjadi Rp 7.000.

Rr/BPJS Kesehatan




Bupati Lombok Utara Sampaikan Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2019

Pemkab Lombok Utara mendapatkan opini WTP 6 kali secara berturut-turut

TANJUNG,lombkjourna.com — Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH menyampaikan penjelasan Kepala Daerah tentang Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2019, dalam sidang paripurna DPRD Kabupaten Lombok Utara masa sidang II Tahun Dinas 2020, Kamis (02/07/20).

Ketua DPRD Lombok Utara Nasrudin, SHI membuka sidang paripurna masa sidang  II Tahun Dinas 2020, menyampaikan, pemegang kekuasaan pengelolaan keuangan daerah adalah Kepala Daerah.

Dengan jabatannya Kepala Daerah mempunyai kewenangan menyelenggarakan keseluruhan pengelolaan keuangan daerah setiap tahun anggaran.

Bupati Najmul Akhyar menyampaikan, sesuai dengan Pasal 298 Permendagri Nomor 13 tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, Kepala Daerah menyampaikan rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah kepada DPRD yang telah diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia.

Dikatakan bupati, pada 2 Juni 2020, BPK RI Perwakilan NTB telah menyerahkan laporan hasil pemeriksaan LKPD KLU TA 2019 Nomor: 137.A/LHP-LKPD/XIX.MTR/05/2020 tanggal 29 Mei 2020 dengan hasil Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan Pemerintah Daerah.

“Dengan diterimanya LHP ini, kami sampaikan syukur karena Pemkab Lombok Utara mendapatkan opini WTP 6 kali secara berturut-turut. Namun begitu, ihwal yang tidak kalah sulitnya adalah bagaimana mempertahankannya,” ungkap Najmul.

Beberapa upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah Daerah dalam mempertahankan predikat opini WTP itu, kata Najmul, di antaranya memaksimalkan penggunaan sistem informasi  pengelolaan keuangan secara online, mulai dari OPD sampai dengan Pemerintah Pusat.

Prosesnya mulai dari penganggaran, penatausahaan sampai dengan pelaporan. Untuk kas-kas yang tidak melalui rekening umum kas daerah seperti 9 BLUD dan 177 sekolah penerima dana BOS, pengelolaan keuangan dilakukan secara online dan terintegrasi.

Fungsi BPKAD hanya sebagai konsolidator laporan keuangan Pemerintah Daerah.

Api




New Normal, Hanya Kuala Lumpur Yang Mulai Buka Penerbangan

Negara – negara lainnya belum membuka penerbangan antar negara, karena khawatir penyebaran virus Corona

MATARAM.lombokjournal.com – Di tengah pandemi Covid 19 yng sekarang memasuki era New Normal, penerbangan internasional sudah mulai buka. Meski hanya satu negara saya yaitu Kuala Lumpur Malaysia.

Pembukaan penerbangan internasional ini merupakan kabar baik untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancaegara..

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pariwisata NTB, H. Lalu Moh. Faozal kepada media, Kamis (02/07/20) di Mataram.

Ia mengatakan, jumlah penerbangan Kuala Lumpur Lombok yaitu sebanyak tiga kali dalam seminggu untuk maskapai Air Asia.

Tidak saja penerbangan internasional, Air Asia juga melayani rute domestic yaitu Jakarta Lombok.

“Internasional flight kita akan mulai dari tiga kali dalam seminggu KL- Lombok oleh AIr Asia, Itu kabar baiknya. kemudian Air asia akan melayani rute domestik Jakarta dulu.  itu artinya internasional kita mulai kebuka,” katanya.

Negara – negara lainnya belum membuka penerbangan antar negara, karena khawatir penyebaran virus Corona.

Beberapa negara yang menjadi penyumbang jumlah kunjungan yang cukup besar di NTB selain Kuala Lumpur yaitu Singapura dan Australia. Untuk Australia akan mulai membuka penerbangan internasionalnya pada tahun 2021 mendatang.

Karena saat ini, penerbangan yang dilakukan hanya antar negaranya saja. Aturan ini juga diberlakukan di Negara Singapura.

“Australia belum. Australia aturan negaranya masih belum antar negeranya sendiri. tidak bisa keluar hingga akhir tahun. Singapura juga seperti itu,”ucap Faozal

Selain itu, potensi peningkatan kunjungan wisatawan di tengah pandemi Covdi 19 ini terlihat dari pariwisata di Bali sudah mulai bisa diakses. Syarat untuk bisa berwisata ke Bali tidak lagi menggunakan Swab melainkan hanya rapid tes.

Dengan dibukanya Bali, maka diprediksi kunjungan wisatawan  di Tiga Gili di Kabupaten Lombok Utara bisa meningkat.

“Kita dapat kabar Bali sudah buka juga dengan syarat yang lebih mudah dengan tidak menggunakan VCR tdapi mengggunakan rapid. Mulai kemarin. Jadi, kalau Bali sudah buka Gili juga akan segera menyusul,” kata Faozal..

AYA




Pendampingan Dari Dinas Kesehatan Lombok Utara Sangat Membantu Pengusaha Pariwisata

Kebijakan Pemkab Lombok Utara yang membebaskan pajak perusahaan sangat disyukuri pelaku pariwisata

TANJUNG.lombokJournal.com — Pendampingan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara terkait penerapan protokol kesehatan di lingkungan usaha pariwisata, cukup membantu pelaku pariwisata memahami protokol kesehatan..

Pendampingan itu dilakukan sebelum memasuki tatanan kenormalan baru.

Dan kini, saat perusahaan kembali menerima tamu, telah mahir menerapkan protokol kesehatan sesuai arahan Dinas Kesehatan bersama Satuan Gugus Tugas (Satgas) Covid-19 KLU.

“Kita sudah dikasi cara-caranya untuk penanganan. Dari situ kita belajar kan mas. Jadi pas new normal kita sudah biasa,” terang Manager Operasional Medana Bay Marina, Zaki Bachtiar, Rabu, (31/08/20).

Menurut Zaki, menjalankan usaha pada masa pandemi Covid-19 memiliki banyak perbedaan dengan waktu normal. Prosedur yang dilakukan, mulai menerima tamu hingga bagaimana melayani tamu, tetu berbeda.

Mulai cara penyambutan tamu, menghidangkan makanan, hingga penataan kursi ketika tamu melaksanakan kegiatan rapat–jarak antara satu kursi dengan kursi lain harus renggang.

Seperti menghidangkan mekanan. Jika pada waktu normal, acara dengan konsep prasmanan mengharuskan tamu mengambil sendiri makanannya.

Namun, saat tatanan Kenormalan baru, makanan untuk tamu diantarkan waiter.

“Banyak perbedaan sih mas. Kayak kursi aja yang dulunya mepet sekarang berjarak di dalam ruangan. Pergantian kapasitas sudah tentu,” ungkapnya.

Terkait jumlah kunjungan tamu perseorangan, diakui belum menyentuh angka sepuluh pengunjung dalam seminggu. Itu pun terbatas pada tamu lokal.

Beruntung, masih ada beberapa perusahaan yang mulai memilih hotelnya untuk mengadakan kegiatan-kegiatan rapat.

Meeting bulan kemarin sudah beberapa kali,” ungkapnya.

Bebaskan Pajak Usaha

Di luar itu, hal yang disyukuri Zaki sebagai pengelola usaha wisata adalah adanya kebijakan Pemkab Lombok Utara yang membebaskan pajak perusahaan.

Bagi Zaki, hal tersebut meringankan beban perusahaan yang sejak pandemi Covid-19 mewabah merugi hingga milyaran rupiah.

BACA JUGA; Medana Bay Marina Terapkan Protokol Covid-19 Secara Ketat

“Sebagai perusahaan, sangat terbantulah ya untuk pembebasan pajak. Untuk menejemen sangat terbantu,” terangnya.

Ast

 




Anggota Komisi V DPRD NTB Minta Batasi Penerimaan Siswa Sekolah Negeri

Agar bisa mengakomodir kepentingan sekolah swasta, harus ada pembatasan jumlah penerimaan murid di sekolah negeri sesuai standar jumlah pengajar

MATARAM.lombojournal.com —  Anggota Komisi V DPRD NTB yang menaungi bidang pendidikan dan ilmu pengetahuan, TGH. Hazmi Hamzar mengatakan, selama ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi NTB terkesan kurang mengakomodir sekolah swasta.

Dicontohkan Hazmi, dengan larutnya Dikbud mengurus Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2020 pada sekolah negeri yang kenyataannya memiliki siswa baru yang jauh di atas standar jumlah pengajarnya.

Kelebihan kapasitas jumlah murid yang jauh di atas standar jumlah pengajar tersebut, jelas Hazmi, diakali sekolah negeri dengan mengangkat guru honorer.

Hal yang menurut Hazmi tidak perlu lagi dilakukan.

“Yang jelas negeri itu tidak ada yang namanya kekurangan murid,  dia melampaui, sehingga rasio murid dengan guru tidak tercapai makanya dia mengangkat honorer. Coba lihat, hampir semua sekolah negeri mengangkat guru honorer. Kenapa angkat guru honor,” katanya.

Ditambahkan Hazmi, agar bisa mengakomodir kepentingan sekolah swasta, harus ada pembatasan jumlah penerimaan murid di sekolah negeri sesuai standar jumlah pengajar.

Sisa dari calon siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri itulah yang diarahkan untuk melanjutkan sekolah ke swasta.

“Jadi untuk membesarkan hati yayasan-yayasan semestinya batasi saja (penerimaan murid) sesuai rasio guru. Selebihnya silahkan anda (sekolah) ke swasta. Swasta juga tak kalah kok dengan sekolah negeri. Bahkan mereka bisa mendapatkan pelajaran yang lebih ketimbang sekolah negeri,” katanya.

Ast




UPDATE Covid-19: Hari Kamis, 02 Juli, Bertambah 23 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 25 Orang, Tidak Ada Kasus Kematian   

Petugas kesehatan di kabupaten/kota diharapkan melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran virus Covid-19

MATARAM.lmbokjournal.com — di Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram,, Laboratorium PCR RSUD R. Soedjono Selong, Laboratorium Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium TCM RSUD Provinsi NTB, dan Laboratorium TCM RSUD H.L. Manambai Abdulkadirmengkofirmasi, ada tambahan 23 pasien positif Covid-19, dan pasien yang dinyatakan sembuh 25 orang. Tidak ada kasus kematian baru.

Siaran pers hari Kamis (02/07/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 232 sampel dengan hasil 174 sampel negatif, 35 sampel positif ulangan, dan 23 sampel kasus baru positif Covid-19, 25tambahan sembuh baru, tidak kasus kematian baru.

Lalu Gita Aryadi

Dijelaskan, adanya tambahan 23 kasus baru terkonfirmasi positif, 25 tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Kamis (02/07/20) sebanyak 1.283 orang, dengan perincian 861 orang sudah sembuh, 65 meninggal dunia, serta 357 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.

Diharapkan petugas kesehatan di kabupaten/kota melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran virus Covid-19.

TAMBAHAN 23 PASIEN POSITIF, PASIEN SEMBUH 25  ORANG, TIDAK ADA KEMATIAN

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 1261, an. Ny. M, perempuan, usia 49 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Selatan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  2. Pasien nomor 1262, an. Tn. SARH, laki-laki, usia 63 tahun, penduduk Kelurahan Panji Sari, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Praya dengan kondisi baik;
  3. Pasien nomor 1263, an. Tn. AI, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Cilinaya, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor1122. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  4. Pasien nomor 1264, an. Ny. H, perempuan, usia 54 tahun, penduduk Kelurahan Cilinaya, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1122. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  5. Pasien nomor 1265, an. Tn. IMS, laki-laki, usia 62 tahun, penduduk Denpasar, Bali. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Siloam Mataram dengan kondisi baik;
  6. Pasien nomor 1266, an. Tn. MS, laki-laki, usia 49 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSI Siti Hajar Mataram dengan kondisi baik;
  7. Pasien nomor 1267, an. Ny. M, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  8. Pasien nomor 1268, an. Tn. MSS, laki-laki, usia 49 tahun, penduduk Desa Jatisela, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  9. Pasien nomor 1269, an. Ny. M, perempuan, usia 65 tahun, penduduk Kelurahan Abian Tubuh Baru, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  10. Pasien nomor 1270, an. Tn. M, laki-laki, usia 49 tahun, penduduk Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD H.L. Manambai Abdulkadir dengan kondisi baik;
  11. Pasien nomor 1271, an. Ny. H, perempuan, usia 45 tahun, penduduk Desa Telaga Waru, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;
  12. Pasien nomor 1272, an. Ny. R, perempuan, usia 69 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;
  13. Pasien nomor 1273, an. Ny. S, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;
  14. Pasien nomor 1274, an. Ny. S, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Telaga Waru,Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukanperjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid 19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;
  15. Pasien nomor 1275, an. Ny. EK, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Gerung Utara, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid19 nomor 1169. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  16. Pasien nomor 1276, an. Ny. DPAP, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1169. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  17. Pasien nomor 1277, an. Ny. J, perempuan, usia 57 tahun, penduduk Makassar, Sulawesi Selatan. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  18. Pasien nomor 1278, an. An. KT, perempuan, usia 17 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang Permai, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat provinsi di KotaMataram dengan kondisi baik;
  19. Pasien nomor 1279, an. Tn. IGRA, laki-laki, usia 21 tahun, penduduk Tabanan, Bali. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat provinsi di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  20. Pasien nomor 1280, an. Nn. UQA, perempuan, usia 20 tahun, penduduk Kelurahan Sarae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat provinsi di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  21. Pasien nomor 1281 an. Nn. NANA, perempuan, usia 21 tahun, penduduk Surabaya, Jawa Timur. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat provinsi di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  22. Pasien nomor 1282 an. Tn. QDH, laki-laki, usia 22 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang Permai, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat provinsi di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  23. Pasien nomor 1283 an. Tn. H, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat provinsi di Kota Mataram dengan kondisi baik.

Hari Kamis ini terdapat penambahan 25 orang yang sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif, yaitu :

  1. Pasien nomor 369, an. An. PA, laki-laki, usia 17 tahun, penduduk Desa Labuan Sumbawa, Kecamatan Labuan Badas, Kabupaten Sumbawa;
  2. Pasien nomor 580, an. Ny. M, perempuan, usia 70 tahun, penduduk Desa Batuyang, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur;
  3. Pasien nomor 747, an. An. MSHK, laki-laki, usia 2 tahun, penduduk Desa Tanak Beak, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah;
  4. Pasien nomor 762, an. Ny. M, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Desa Bengkel, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
  5. Pasien nomor 846, an. Ny. R, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Utara, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  6. Pasien nomor 927, an. Ny. SI, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Desa Tanjung, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur;
  7. Pasien nomor 931, an. Tn. FAS, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  8. Pasien nomor 945, an. Ny. PSELSRDK, perempuan, usia 21 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  9. Pasien nomor 964, an. Ny. SNH, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Desa Guntur Macan, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  10. Pasien nomor 967, an. Tn. KA, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Desa Karang Bongkot, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
  11. Pasien nomor 968, an. Tn. KBA, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Mandalika, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  12. Pasien nomor 980, an. Ny. NH, perempuan, usia 46 tahun, penduduk Desa Sesela, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  13. Pasien nomor 990, an. Tn. LZ, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Kekalik, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  14. Pasien nomor 993, an. Ny. DKL, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Dasan Tapen, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  15. Pasien nomor 998, an. Ny. DPGD, perempuan, usia 22 tahun, penduduk Desa Dasan Tapen, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  16. Pasien nomor 1008, an. Tn. SA, laki-laki, usia 20 tahun, penduduk Desa Kalianyar, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur;
  17. Pasien nomor 1038, an. Ny. M, perempuan, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  18. Pasien nomor 1069, an. Ny. EM, perempuan, usia 52 tahun, penduduk Desa Wanasaba, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur;
  19. Pasien nomor 1086, an. Ny. H, perempuan, usia 56 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  20. Pasien nomor 1090, an. Ny. NFM, perempuan, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  21. Pasien nomor 1091, an. Ny. FA, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Jakarta Timur, Jakarta;
  22. Pasien nomor 1118, an. Ny. S, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Desa Cepak Timur, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur;
  23. Pasien nomor 1119, an. Ny. W, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  24. Pasien nomor 1141, an. Tn. S, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Selagalas, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  25. Pasien nomor 1150, an. Ny. M, perempuan, usia 54 tahun, penduduk Desa Paok Motong, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur.

Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB mengingatkan, kasus kematian karena Covid-19 sebagian besar disertai dengan penyakit tidak menular, seperti penyakit kardiovaskular (hipertensi, jantung), diabetes melitus, atau penyakit paru kronis.

“Masyarakat yang memiliki penyakit tidak menular tersebut agar lebih waspada dengan cara menjaga pola hidup bersih dan sehat serta tidak berakivitas di luar rumah untuk sementara waktu,” katanya..

AYA/Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemik Covid-19 NTB di nomor 08180211 8119.

 




Paket Herbal untuk Nakes Pejuang Covid-19 NTB

MATARAM.lombokjrnal.com — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menerima bantuan 600 paket herbal dari kegiatan Proyek Forest Investment Program (FIP)  II yang diselenggarakan di Balai KPH Rinjani Barat Dinas LHK Provinsi NTB.

Bantuan itu atas dukungan dana hibah dari Bank Dunia melalui Kementrian LH Jakarta.

Bantuan tersebut, diterima secara simbolis oleh Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, di ruang kerjanya, Kamis (02/07/20).

Ummi Rohmi, panggilan akrab Wagub NTB, mengucapkan terimakasih atas perhatian yang diberikan kepada tim medis yang selama ini berjibaku memerangi covid-19 di ranah terdepan.

Bantuan berisi ramuan herbal untuk kesehatan seperti minyak kayu putih dan jamu-jamuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan stamina para tenaga medis.

“Terimakasih atas perhatiannya terhadap tenaga medis yang telah berjuang melawan covid-19,” ujar mantan Rektor Universitas Hamzanwadi Lombok Timur tersebut.

Kadis LHK NTB, Ir. Madani Mukarom, BScF., M. Si berjanji akan menyalurkan bantuan tersebut kepada tenaga medis yang membutuhkan.

“Bantuan ini merupakan dukungan Dana Hibah dari Bank Dunia Melalui Kementrian LH Jakarta. Semoga bermanfaat untuk tenaha medis kita,” harapnya.

@diskominfotikntb




Resmikan Institut Studi Islam Sunan Doe, Gubernur Janjikan Beasiswa ke Luar Negeri

Potensi generasi muda di NTB perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah

LOTIM.lombokjournal.com —  Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, bersama Bupati Lombok Timur, H. Sukiman Azmi, meresmikan Institut Studi Islam Sunan Doe, Yayasan Darussalam Al-Kubro (Yadaro) Moyot, Kabupaten Lombok Timur, Kamis (02/07/20).

Gubernur Zulkieflimansyah

Dalam sambutannya Gubernur Zul mengatakan,  saat ini sektor pendidikan menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Provinsi NTB.

Bang Zul mengatakan, potensi generasi muda di NTB perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah.

Bahkan saat ini anak-anak SMK di NTB sudah mampu menciptakan inovasi luar biasa. Membuat Sepeda Listrik, Mobil Listrik dan Cold Storage tenaga matahari.

“Anak-anak muda NTB ini luar biasa, jika kita berikan kesempatan untuk berinovasi mengaplikasikan ide-ide besarnya,” ujarnya.

Untuk itu, dalam kesempatan tersebut, gubernur berjanji akan memberikan beasiswa bagi mahasiswa Institut Studi Islam Sunan Doe, yang berprestasi untuk melanjutkan pendidikannya di luar negeri.

Menurutnya, dengan kuliah di luar negeri akan membuka pandangan dan wawasan, serta menumbuhkan sikap nasionalis generasi muda NTB dalam berbangsa dan bernegara.

“Kami berharap dengan terbukanya wawasan mereka, maka tidak ada lagi sikap-sikap primordial pada generasi muda kita di NTB,” harapnya.

AYA/HmsNTB




Rakor Gubernur NTB Dengan Kepala Desa se Lotim, Santai dan Penuh Kekeluargaan

Kata Gubernur, banyak persoalan-persoalan besar yang dapat dituntaskan dengan diskusi-diskusi dalam suasana yang tidak formal, namun penuh rasa kekeluargaan

LOTIM.lombokjournal.com —  Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, bersama Bupati Lombok Timur, H. Sukiman Azmi, melakukan hal berbeda dalam melakukan Rapat Koordinasi (Rakor) dengan Forum Kepala Desa se-Kabupaten Lombok Timur, Kamis (02/07/20),   .

Rakor selalu identik dengan suasana formal dan gedung mewah. Namun kali ini Gubernur Zul mengubah suasana itu menjadi lebih santai dan penuh kekeluargaan.

Gubernur Zul memboyong seluruh Kepala OPD lingkup Provinsi NTB dan Direktur Bank NTB Syariah turun gunung, untuk menuntaskan aspirasi Forum Kades se-Kabupaten Lombok Timur yang melakukan kunjungan ke Kantor Gubernur NTB, beberapa waktu yang lalu.

Dimulai dari wilayah selatan Kabupaten Lombok Timur. Gubernur bertemu dengan para Kades di Lima Kecamatan, Kecamatan Sakra, Sakra Timur, Cakra Barat, Keruak dan Jero Waru.

Kemudian dilanjutkan bertemu dengan para Kades se- Kecamatan Sikur dan berakhir dengan bertemu Kades se-Kecamatan Suela.

Kepala Desa diberikan kesempatan bertatap muka langsung dengan Kepala Dinas terkait. Para Kades bisa langsung berkoordinasi terkait semua permasalahan di desa mereka.

Mulai dari masalah infrastruktur jalan, listrik, air bersih dan BUMDes, untuk kemudian dicarikan solusi dan penyelesaiannya secara bersama-sama.

Gubernur Zul mengatakan, para Kadis diminta  khusus mulai dari pagi hingga malam untuk menuntaskan seluruh aspirasi para Kades.

Menurutnya, banyak persoalan-persoalan besar yang dapat dituntaskan dengan diskusi-diskusi dalam suasana yang tidak formal, namun penuh rasa kekeluargaan.

“Tidak perlu kita pidato panjang-panjang, kades bisa langsung bicara dengan Kadis bersangkutan, agar apa yang menjadi aspirasi langsung bisa di eksekusi untuk diselesaikan,” ujarnya.

Kades Semaya, Kecamatan Sikur, Masriadi, sangat mengapresiasi dengan budaya baru yang dibangun Gubernur NTB dalam menyelesaikan permasalahan di tingkat desa ini.

Menurutnya, adanya tatap muka langsung dengan Kepala Dinas terkait, maka para Kades tidak perlu lagi membuang-buang energi banyak untuk menyampaikan aspirasinya.

Para Kades mengaku sangat senang diberikan kesempatan untuk menyampaikan aspirasi langsung kepada Kepala Dinas terkait. Mereka berharap dengan pertemuan langsung ini akan menyelesaikan berbagai persoalan di tingkat desa.

“Kami sangat senang dapat bertatap muka langsung dengan gubernur dan para Kepala Dinas terkait, kami berharap persoalan kami di tingkat desa dapat dituntaskan,” ujarnya.

AYA/HmsNTB