Di Dinas Perpustakaan dan DPMPTSP, Gubernur Kembali Ajak ASN Tingkatkan Silaturahim

“You can’t trust somebody until you go to his house”

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah bersilaturahim ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi NTB dan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi NTB, Kamis (9/7/20).

Pada kunjungan ke-32 ini, Gubernur menyampaikan sambutan tanpa panjang lebar. Ia menyampaikan bahwa kedatangannya untuk silaturahim di masa pandemi dan mendengarkan aspirasi para ASN di setiap OPD.

“Karena situasinya tidak biasa, kita berada di pandemi Corona. Biasanya tiap tahun ada halalbihalal, tapi tahun ini berbeda, atas nama pribadi, keluarga dan rekan-rekan kerja kami memohon maaf lahir dan batin,” ucap Gubernur.

Di Dinas Perpustakaan, Gubernur menyampaikan sebuah kutipan menarik, “You can’t trust somebody until you go to his house”.

Hal ini dimaknai Gubernur sekaligus pelajaran bagi seluruh ASN yang hadir, menjalin silaturahim dengan saling mengunjungi rumah sangatlah penting.

“Jangan sampai hubungan kita hanya di kantor saja, tapi lebih dari itu ada hubungan keluarga atau hubungan informal yang perlu kita bangun, jangan sampai ada doa yang tidak-tidak untuk atasannya, karena hubungan yang sifatnya personal perlu dibangun,” ucap Bang Zul.

Di akhir arahannya Bang Zul berharap kunjungan ini bukan menjadi kunjungan terakhir.

Usai silaturahim di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB, ia melanjutkan kunjungan ke-33 menuju Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi NTB.

Dalam kunjungan tersebut, turut hadir mendampingi yaitu Sekretaris Daerah NTB, Kepala Satuan Pol PP Provinsi NTB, Kepala BKD NTB, dan Kepala Biro Organisasi Setda NTB.

Gubernur Zul juga menyerap aspirasi dan keluh kesah para pegawai dengan menyampaikan beberapa pertanyaan. Tentunya semua pertanyaan dan harapan pegawai akan langsung ditanggapi oleh pejabat terkait yang turut hadir mendampingi Gubernur.

AYA/HmsNTB




UPDATE Covid-19: Hari Kamis, 09 Juli 2020, Bertambah 36 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 14 Orang, Kasus Kematian 2 (dua) orang

MATARAM.lombokjournal.com – Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium TCM RSUD Provinsi NTB, dan Laboratorium TCM RSUD H.L. manambai Abdulkadir mengkonfirmasi, ada tambahan 29 pasien positif Covid-19, dan pasien yang dinyatakan sembuh 14 orang. Kasus kematian baru 2 (dua) orang.

Lalu Gita Aryadi

Siaran pers hari Kamis (09/07/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 235 sampel dengan hasil 185 sampel negatif, 14 sampel positif ulangan, dan 36 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 12 orang, kasus kematian 2 (dua) orang.

Dijelaskan, adanya tambahan 36 kasus baru terkonfirmasi positif, 14 tambahan sembuh baru, dan 2 (dua) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (9/7/2020) sebanyak 1.479 orang, dengan perincian 940 orang sudah sembuh, 77 meninggal dunia, serta 462 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

“Diharapkan petugas kesehatan di kabupaten/kota melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran virus Covid-19,” kata Lalu Gita Aryadi.

TAMBAHAN 36 POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 14 oRANG, DAN 2 (DUA) KASUS KEMATIAN BARU

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 1444, an. Ny. WDSM, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Selatan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  2. Pasien nomor 1445, an. Tn. IGNEDP, laki-laki, usia 37 tahun, penduduk Desa Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;
  3. Pasien nomor 1446, an. Ny. EA, perempuan, usia 49 tahun, penduduk Kelurahan Dasan Agung, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  4. Pasien nomor 1447, an. Ny. AM, perempuan, usia 59 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Selatan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  5. Pasien nomor 1448, an. Ny. NKWA, perempuan, usia 52 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Bhayangkara Mataram dengan kondisi baik;
  6. Pasien nomor 1449, an. Tn. DS, laki-laki, usia 68 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Unram dengan kondisi baik;
  7. Pasien nomor 1450, an. Tn. SA, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk ber-KTP Kota Surabaya, Jawa Timur. Pasien berdomisili di Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  8. Pasien nomor 1451, an. Ny. NNP, perempuan, usia 45 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  9. Pasien nomor 1452, an. Ny. MGR, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga dengan kondisi baik;
  10. Pasien nomor 1453, an. Tn. MA, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk ber-KTP Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa. Pasien berdomisili di Kelurahan Tanjung Karang Permai, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  11. Pasien nomor 1454, an. Ny. VC, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Timur, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  12. Pasien nomor 1455, an. Ny. ECT, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  13. Pasien nomor 1456, an. Ny. M, perempuan, usia 22 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Unram dengan kondisi baik;
  14. Pasien nomor 1457, an. Tn. IAM, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Jember, Jawa Timur. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Tengah dengan kondisi baik;
  15. Pasien nomor 1458, an. Tn. NH, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Banyuwangi, Jawa Timur. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Tengah dengan kondisi baik;
  16. Pasien nomor 1459, an. Tn. MM, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Desa Sepakek, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Bhayangkara Mataram dengan kondisi baik;
  17. Pasien nomor 1460, an. Tn. EF, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk ber-KTP Kelurahan Dara, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Pasien berdomisili di Desa Belanting, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Bhayangkara Mataram dengan kondisi baik;
  18. Pasien nomor 1461, an. Tn. MR, laki-laki, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Selatan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Bhayangkara Mataram dengan kondisi baik;
  19. Pasien nomor 1462, an. Tn. LAHR, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Desa Padamara, Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Bhayangkara Mataram dengan kondisi baik;
  20. Pasien nomor 1463, an. Tn. BMP, laki-laki, usia 37 tahun, penduduk Desa Dasan Lekong, Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Bhayangkara Mataram dengan kondisi baik;
  21. Pasien nomor 1464, an. Tn. ACH, laki-laki, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Timur, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Pasien memiliki penyakit komorbid. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
  22. Pasien nomor 1465, an. Tn. INS, laki-laki, usia 62 tahun, penduduk Kelurahan Sapta Marga, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga dengan kondisi baik;
  23. Pasien nomor 1466, an. Tn. IMS, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Kelurahan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga dengan kondisi baik;
  24. Pasien nomor 1467, an. Tn. ADB, laki-laki, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Sapta Marga, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  25. Pasien nomor 1468, an. Ny. SH, perempuan, usia 75 tahun, penduduk Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSI Siti Hajar Mataram dengan kondisi baik;
  26. Pasien nomor 1469, an. Ny. DKM, perempuan, usia 45 tahun, penduduk Desa Dasan Tapen, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  27. Pasien nomor 1470, an. Tn. S, laki-laki, usia 59 tahun, penduduk Desa Peteluan Indah, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1166. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  28. Pasien nomor 1471, an. Tn. MT, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Desa Mesanggok, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  29. Pasien nomor 1472, an. Ny. H, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Desa Bagik Polak Barat, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  30. Pasien nomor 1473, an. Ny. MT, perempuan, usia 20 tahun, penduduk Desa Sesela, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid19 nomor 1397. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  31. Pasien nomor 1474, an. Ny. SS, perempuan, usia 45 tahun, penduduk Desa Terong Tawah, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1376. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  32. Pasien nomor 1475, an. Ny. HA, perempuan, usia 52 tahun, penduduk ber-KTP Surabaya, Jawa Timur. Pasien berdomisili di Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Siloam Mataram dengan kondisi baik;
  33. Pasien nomor 1476, an. Ny. ZS, perempuan, usia 23 tahun, penduduk ber-KTP Surabaya, Jawa Timur. Pasien berdomisili di Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  34. Pasien nomor 1477, an. Ny. SS, perempuan, usia 31 tahun, penduduk ber-KTP Surabaya, Jawa Timur. Pasien berdomisili di Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  35. Pasien nomor 1478, an. Tn. A, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Desa Karumbu, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Sondosia Bima dengan kondisi baik;
  36. Pasien nomor 1479, an. Ny. M, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Gerung Selatan, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik.

Hari Kamis terdapat penambahan 14 orang yang sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif, yaitu :

  1. Pasien nomor 668, an. Ny. YAW, perempuan, usia 46 tahun, penduduk Desa Gunung Sari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  2. Pasien nomor 847, an. Ny. SM, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  3. Pasien nomor 878, an. Ny. EGS, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Selatan, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  4. Pasien nomor 894, an. Ny. NNM, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Babakan, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  5. Pasien nomor 911, an. Ny. A, perempuan, usia 80 tahun, penduduk Desa Kelayu Utara, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  6. Pasien nomor 918, an. Tn. MPW, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Palembang;
  7. Pasien nomor 969, an. Tn. IMP, laki-laki, usia 53 tahun, penduduk Desa Suranadi, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat;
  8. Pasien nomor 984, an. Tn. R, laki-laki, usia 44 tahun, penduduk Kelurahan Monjok Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  9. Pasien nomor 1020, an. Ny. FK, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Monjok, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  10. Pasien nomor 1024, an. Tn. HS, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Desa Merembu, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
  11. Pasien nomor 1061, an. An. FYL, perempuan, usia 7 tahun, penduduk Desa Giri Sasak, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat;
  12. Pasien nomor 1193, an. Tn. S, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  13. Pasien nomor 1275, an. Ny. EK, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Gerung Utara, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  14. Pasien nomor 1280, an. Nn. UQA, perempuan, usia 20 tahun, penduduk Kelurahan Sarae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima.

Hari Kamis ini juga terdapat penambahan 2 (dua) kasus kematian baru, yaitu :

  1. Pasien nomor 1371, an. Tn. S, laki-laki, usia 65 tahun, penduduk Kelurahan Pejanggik,Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien memiliki penyakit komorbid;
  2. Pasien nomor 1464, an. Tn. ACH, laki-laki, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Timur, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Pasien memiliki penyakit komorbid.

Dipermaklumkan bahwa pasien nomor 1434 an. An. HAH yang sebelumnya kami umumkanberjenis kelamin laki-laki, kami koreksi menjadi berjenis kelamin perempuan.

“Masyarakat agar benar-benar menerapkan secara disiplin protocol pencegahan Covid-19 terutama di pusat-pusat keramaian seperti pasar tradisional, dengan cara selalu mengunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun serta tidak berlamalama di dalam pasar,” kata Lalu Gita Aryadi.

AYA/Rr

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemik Covid-19 NTB di nomor 08180211 8119.




Pelaku Wisata NTB, Kemenparekraf dan Badan Pelaksana RL-UGGp Gelar ‘Festival Geowisata Virtual’

Para peserta festival akan melibatkan Jaringan Geopark Indonesia (JGI), Jaringan Geopark Asia Pasifik (APGN) dan Jaringan UNESCO Global Geopark di seluruh dunia

MATARAM.lombokjurnal.com —  Event Festival Geotourism Virtual pertama di Indonesia akan berlangsung selama dua hari, yaitu pada tanggal 15-16 Juli 2020.

Kegiatan Festival Geowisata 2020 yang diselenggarakan Badan Pelaksana Rinjani Lombok UNESCO Global Geopark (RL-UGGp) ini, didukung oleh Kementrian Pariwisata & Ekonomi Kreatif.

Juga menggandeng kerjasama dengan berbagai pihak, seperti Bappeda Provinsi NTB, Dinas Pariwisata NTB, Dinas ESDM NTB, Dinas LHK NTB, Dinas Pendidikan & Kebudayaan NTB, Dinas Kominfotik NTB, Dinas Perhubungan NTB,  Balai Taman Nasional Gunung Rinjani, IAGI NTB, Geopark Tambora & ASTINDO DPD NTB.

Penyelenggaraan acara ini untuk membuktikan, dalam keadaan orang masih bisa terus produktif dengan aneka kreasi dan inovasi. Ini sangat terkait dengan New Normal, mendukung program Zero Waste karena ada kunjungan wisatawan, namun secara virtual, jadi pasti Nol Sampah.

Event virtual tentang geowisata   pertama di Indonesia ini didedikasikan untuk para pelaku wisata, pelaku UMKM dan masyarakat luas di NTB dan Indonesia, yang mau belajar, pantang menyerah dan mau memanfaatkan peluang.

Ketua Panitia Meliawati Ang mengatakan, panitia menyediakan 30 booth virtual untuk para pelaku wisata dan pelaku UMKM yang ada di Lombok dan Sumbawa.

Panitia telah bekerjasama dengan asosiasi travel agent Indonesia ASTINDO DPD NTB untuk  mengisi booth pameran virtual ini.

Untuk pelaku UMKM panitia akan melibatkan para pelaku UMKM binaan instansi-instansi pemerintah seperti Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTB dan instansi lainnya.

Ragam acara

Penyenggaraan acaranya meliputi pameran & eksebisi pelaku UMKM dan pelaku wisata, webinar, virtual tour dan pertunjukan budaya & musik jazz.

“Dalam kegiatan Pameran & Eksebisi akan diikuti oleh para pelaku UMKM dan pelaku wisata di NTB yang akan memamerkan aneka produk UMKM dan aneka Produk wisata yang dimiliki,” kata Meliawati Ang dalam siaran persnya yang diterima media, Kamis (09/07/20).

Ia menerangkan untuk acara webinar, akan mengangkat tema tentang geowisata. Terdiri dari tiga sesi dengan topik-topik menarik yang akan disampaikan oleh para praktisi geowisata berskala internasional, yaitu :

Topic 1 :

Geoturism Development in Asia Pacific (Prof. Jin Xiaochi, Presiden Asia Pacific Geoparks Network (APGN). Moderator : Lalu Adi Gunawan, Ph.D.

Topic 2 :

Success Story of Geoturism Development in Japan (Dr. Atsuko Niina & Ms. Yoshie Nakada dari Jaringan Geopark Jepang)  Moderator : Surayani Eka Wijaya, Ph.D.

Topic 3 :

How to Create Geoturism Package (Prof. Noel Scott, dari University of Sunshine Coast – Australia). Moderator : Khusnul Khotimah, S.Pd., M.Pd.

Sedangkan acara Virtual Tour tersedia 7 paket wisata virtual yang bisa dipilih oleh para peserta festival yaitu :

  1. Trail to the most Complete Eruption History of Rinjani – Lokasi Desa Tanak Beak dan Sekitarnya – Lombok Tengah.
  2. A Walk to Remember in Ancient Caldera of Sembalun – Lokasi Desa Sembalun dan sekitarnya – Lombok Timur.
  3. Rinjani Cultural Landscape – Lokasi Desa Senaru dan sekitarnya – Lombok Utara.
  4. Exotic Tambora – Lokasi Gunung Tambora – Dompu.
  5. Wild Life Bird Watching: Transition Type of Asian – Australian Avifauna – Lokasi TWA Kerandangan dan sekitarnya – Lombok Barat.
  6. Poso Lake Virtual Geotour – Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.
  7. Trek To The Most Powerful Volcano Eruption in Modern Era – Jalur Pendakian Gunung Rinjani – Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani.

Kegiatan virtual tour ini akan memberdayakan para pelaku wisata yang ada di masing-masing kawasan.

“Mereka akan dilibatkan sebagai Interpreter lokal yang akan memandu wisata virtual secara interaktif dengan para peserta festival,” katanya.

Selain untuk memberdayakan para pelaku wisata, acara ini juga sekaligus untuk memperkenalkan  Virtual Tour sebagai potensi ekonomi baru di bidang pariwisata kepada para seluruh pelaku wisata yang ada di NTB.

Sehingga ke depan, dalam kondisi apapun para pelaku wisata masih tetap bisa produktif dan roda perekonomian di sektor pariwisata akan tetap terus bisa berputar.

Sebagai acara hiburan, diacara virtual ini juga akan ditampilkan acara hiburan berupa pertunjukan seni budaya berkolaborasi dengan penampilan musik jazz.  Selengkapnya acara hiburannya adalah :

  1. Hikayat Samalas, melibatkan pelaku budaya Lombok yang akan membacakan babad lombok.
  2. Cultural Performance & Jazz, kolaborasi antara seniman Lombok dan para pelaku musik Jazz.
  3. The Story of Peresean, Sejarah, filosofi dan teknis pelaksanaan olah raga tradsional Peresean akan disampaikan dalam bentuk video oleh salah seorang tokoh budaya Lombok.
  4. Tarung Peresean, akan menampilkan live performance pertarungan peresean yang akan mempertemukan para pepadu-pepadu terbaik pulau Lombok.

Meliawati mengatakan, para peserta festival akan melibatkan Jaringan Geopark Indonesia (JGI), Jaringan Geopark Asia Pasifik (APGN) dan Jaringan UNESCO Global Geopark di seluruh dunia.

Selain itu peserta umum lainnya juga akan mengundang kelompok-kelompok komunitas, asosiasi, akademisi, pelajar dan mahasiswa dan masyarakat umum lainnya baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Sehingga target peserta yang akan mengikuti acara Festival Geowisata 2020 ini ditargetkan sejumlah minimal 500-1000 orang. Registrasi peserta sudah mulai dibuka sejak tanggal 23 Juni 2020.

Acara ini rencananya akan dibuka secara resmi oleh  Gubernur NTB Dr.H Zulkieflimansyah tanggal 15 Juli 2020 pukul 09.00 WITA yang akan dilakukan secara virtual.

Akan mengundang perwakilan dari kantor UNESCO Paris, Kantor UNESCO Global Geopark Council, Kantor Global Geopark Network,  Kantor UNESCO Jakarta,  Asia Pacific Geopark Network (APGN), Kemenko Maritim & Investasi, Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementrian ESDM, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Komite Nasional Indonesia Untuk UNESCO (KNIU), Badan Geologi Bandung, Jaringan Geopark Indonesia (JGI) dan seluruh anggota Jaringan Geopark Indonesia sejumlah 19 geopark.

“Dengan memanfaatkan kemudahan teknologi kita bisa tetap berinteraksi tanpa batas dengan siapapun dan dari belahan bumi manapun dengan mudah, murah dan meriah. Melalui virtual event ini, kita bisa belajar bersama, berbisnis menghasilkan uang  sekaligus berwisata.” tutupnya.

AYA/HmsNTB

 




Pelaku Wisata NTB, Kemenparekraf dan Badan Pelaksana RL-UGGp Gelar ‘Festival Geowisata Virtual’

Para peserta festival akan melibatkan Jaringan Geopark Indonesia (JGI), Jaringan Geopark Asia Pasifik (APGN) dan Jaringan UNESCO Global Geopark di seluruh dunia

MATARAM.lombokjurnal.com —  Event Festival Geotourism Virtual pertama di Indonesia akan berlangsung selama dua hari, yaitu pada tanggal 15-16 Juli 2020.

Kegiatan Festival Geowisata 2020 yang diselenggarakan Badan Pelaksana Rinjani Lombok UNESCO Global Geopark (RL-UGGp) ini, didukung oleh Kementrian Pariwisata & Ekonomi Kreatif.

Juga menggandeng kerjasama dengan berbagai pihak, seperti Bappeda Provinsi NTB, Dinas Pariwisata NTB, Dinas ESDM NTB, Dinas LHK NTB, Dinas Pendidikan & Kebudayaan NTB, Dinas Kominfotik NTB, Dinas Perhubungan NTB,  Balai Taman Nasional Gunung Rinjani, IAGI NTB, Geopark Tambora & ASTINDO DPD NTB.

Penyelenggaraan acara ini untuk membuktikan, dalam kondisi pandemi Covid-19, ternyata orang masih bisa terus produktif dengan aneka kreasi dan inovasi. Ini sangat terkait dengan New Normal, mendukung program Zero Waste karena ada kunjungan wisatawan, namun secara virtual, jadi pasti Nol Sampah.

Event virtual tentang geowisata   pertama di Indonesia ini didedikasikan untuk para pelaku wisata, pelaku UMKM dan masyarakat luas di NTB dan Indonesia, yang mau belajar, pantang menyerah dan mau memanfaatkan peluang.

Ketua Panitia Meliawati Ang mengatakan, panitia menyediakan 30 booth virtual untuk para pelaku wisata dan pelaku UMKM yang ada di Lombok dan Sumbawa.

Panitia telah bekerjasama dengan asosiasi travel agent Indonesia ASTINDO DPD NTB untuk  mengisi booth pameran virtual ini.

Untuk pelaku UMKM panitia akan melibatkan para pelaku UMKM binaan instansi-instansi pemerintah seperti Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTB dan instansi lainnya.

Ragam acara

Penyenggaraan acaranya meliputi pameran & eksebisi pelaku UMKM dan pelaku wisata, webinar, virtual tour dan pertunjukan budaya & musik jazz.

“Dalam kegiatan Pameran & Eksebisi akan diikuti oleh para pelaku UMKM dan pelaku wisata di NTB yang akan memamerkan aneka produk UMKM dan aneka Produk wisata yang dimiliki,” kata Meliawati Ang dalam siaran persnya yang diterima media, Kamis (09/07/20).

Ia menerangkan untuk acara webinar, akan mengangkat tema tentang geowisata. Terdiri dari tiga sesi dengan topik-topik menarik yang akan disampaikan oleh para praktisi geowisata berskala internasional, yaitu :

Topic 1 :

Geoturism Development in Asia Pacific (Prof. Jin Xiaochi, Presiden Asia Pacific Geoparks Network (APGN). Moderator : Lalu Adi Gunawan, Ph.D.

Topic 2 :

Success Story of Geoturism Development in Japan (Dr. Atsuko Niina & Ms. Yoshie Nakada dari Jaringan Geopark Jepang)  Moderator : Surayani Eka Wijaya, Ph.D.

Topic 3 :

How to Create Geoturism Package (Prof. Noel Scott, dari University of Sunshine Coast – Australia). Moderator : Khusnul Khotimah, S.Pd., M.Pd.

Sedangkan acara Virtual Tour tersedia 7 paket wisata virtual yang bisa dipilih oleh para peserta festival yaitu :

  1. Trail to the most Complete Eruption History of Rinjani – Lokasi Desa Tanak Beak dan Sekitarnya – Lombok Tengah.
  2. A Walk to Remember in Ancient Caldera of Sembalun – Lokasi Desa Sembalun dan sekitarnya – Lombok Timur.
  3. Rinjani Cultural Landscape – Lokasi Desa Senaru dan sekitarnya – Lombok Utara.
  4. Exotic Tambora – Lokasi Gunung Tambora – Dompu.
  5. Wild Life Bird Watching: Transition Type of Asian – Australian Avifauna – Lokasi TWA Kerandangan dan sekitarnya – Lombok Barat.
  6. Poso Lake Virtual Geotour – Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.
  7. Trek To The Most Powerful Volcano Eruption in Modern Era – Jalur Pendakian Gunung Rinjani – Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani.

Kegiatan virtual tour ini akan memberdayakan para pelaku wisata yang ada di masing-masing kawasan.

“Mereka akan dilibatkan sebagai Interpreter lokal yang akan memandu wisata virtual secara interaktif dengan para peserta festival,” katanya.

Selain untuk memberdayakan para pelaku wisata, acara ini juga sekaligus untuk memperkenalkan  Virtual Tour sebagai potensi ekonomi baru di bidang pariwisata kepada para seluruh pelaku wisata yang ada di NTB.

Sehingga ke depan, dalam kondisi apapun para pelaku wisata masih tetap bisa produktif dan roda perekonomian di sektor pariwisata akan tetap terus bisa berputar.

Sebagai acara hiburan, diacara virtual ini juga akan ditampilkan acara hiburan berupa pertunjukan seni budaya berkolaborasi dengan penampilan musik jazz.  Selengkapnya acara hiburannya adalah :

  1. Hikayat Samalas, melibatkan pelaku budaya Lombok yang akan membacakan babad lombok.
  2. Cultural Performance & Jazz, kolaborasi antara seniman Lombok dan para pelaku musik Jazz.
  3. The Story of Peresean, Sejarah, filosofi dan teknis pelaksanaan olah raga tradsional Peresean akan disampaikan dalam bentuk video oleh salah seorang tokoh budaya Lombok.
  4. Tarung Peresean, akan menampilkan live performance pertarungan peresean yang akan mempertemukan para pepadu-pepadu terbaik pulau Lombok.

Meliawati mengatakan, para peserta festival akan melibatkan Jaringan Geopark Indonesia (JGI), Jaringan Geopark Asia Pasifik (APGN) dan Jaringan UNESCO Global Geopark di seluruh dunia.

Selain itu peserta umum lainnya juga akan mengundang kelompok-kelompok komunitas, asosiasi, akademisi, pelajar dan mahasiswa dan masyarakat umum lainnya baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Sehingga target peserta yang akan mengikuti acara Festival Geowisata 2020 ini ditargetkan sejumlah minimal 500-1000 orang. Registrasi peserta sudah mulai dibuka sejak tanggal 23 Juni 2020.

Acara ini rencananya akan dibuka secara resmi oleh  Gubernur NTB Dr.H Zulkieflimansyah tanggal 15 Juli 2020 pukul 09.00 WITA yang akan dilakukan secara virtual.

Akan mengundang perwakilan dari kantor UNESCO Paris, Kantor UNESCO Global Geopark Council, Kantor Global Geopark Network,  Kantor UNESCO Jakarta,  Asia Pacific Geopark Network (APGN), Kemenko Maritim & Investasi, Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementrian ESDM, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Komite Nasional Indonesia Untuk UNESCO (KNIU), Badan Geologi Bandung, Jaringan Geopark Indonesia (JGI) dan seluruh anggota Jaringan Geopark Indonesia sejumlah 19 geopark.

“Dengan memanfaatkan kemudahan teknologi kita bisa tetap berinteraksi tanpa batas dengan siapapun dan dari belahan bumi manapun dengan mudah, murah dan meriah. Melalui virtual event ini, kita bisa belajar bersama, berbisnis menghasilkan uang  sekaligus berwisata.” tutupnya.

AYA/HmsNTB

 




Kata Gubernur Zul, Di Tengah Krisis Menyadarkan Pentingnya IKM/UKM Berproduksi

Dalam pembelajaran selalu ada biayanya, tidak gratis, tidak otomatis, dan butuh kerja keras.

MATARAM.lmbokjournal.com – Di tengah musibah pandemi Covid-19, ada hikmah dan peluang yang bisa dipetik.

Pandemic virus Corona itu, menyadarkan kita pentingnya peran IKM/UKM lokal untuk bisa berproduksi. menyediakan barang-barang kebutuhan masyarakat.

“Justru karena pandemi ini, kita bisa mengambil langkah berani untuk memberdayakan  IKM/UKM kita, agar kelak mereka bisa mandiri dan bersaing di pasar yang lebih luas,” ujar Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. H Zulkieflimansyah.

Pernyataan itu disampaikannya dalam diskusi daring webinar yang diinisiasi oleh CEO DANA, bertajuk “Transformasi Digital UMKM” di Ruang Kerjanya, Kamis (09/07/30).

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki

Selama ini kita selalu tergantung pada import dalam pemenuhan pokok, maka dengan adanya pandemi, Pemerintah Provinsi NTB mampu menyusun kebijakan untuk mengantisipasi dampak  ekonomi dan sosial yang ditimbulkannya.

“Jangan sampai kita mengatakan stay at home kepada masyarakat atau karantina mandiri dan sebagainya, tapi masyarakat tidak diberi kesibukan. Ini tentu tidak baik,” kata Bang Zul.

Menurut Bang Zul, akhirnya di tengah krisis ini mampu melahirkan ide berani meretas jalan baru. Yakni mengadakan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang. Tidak berupa uang, namun berupa barang atau berupa komoditas yang diproduksi oleh IKM/UKM dan kelompok usaha masyarakat setempat.

Di setiap krisis, sejatinya membuka peluang dan gagasan-gagasan baru, yang meskipun dalam tahap awal pelaksanaannya, pasti menghadapi banyak tantangan.

“Misal, barang yang sama harga di pasar 15ribu, tapi produk UMKM kita 30 ribu, kenapa harganya lebih tinggi? Kenapa kualitasnya tidak sama. Itu karena disana ada cost of learning,” jelasnya.

Dijelaskan Gubernur Zul, dalam pembelajaran selalu ada biayanya, tidak gratis, tidak otomatis, dan butuh kerja keras.

Sebagaimana negara berkembang lainnya pun  mengawali proses tersebut dengan kendala dan tantangan. Namun ketika masalah itu ada, feedback yang konstruktif juga akan hadir.

Seperti yang terjadi pada JPS Gemilang tahap II, dimana mulai hadir produk UMKM berkualitas dengan harga lebih terjangkau.

“Dan yang paling penting masyarakat kami percaya kita mampu. Mahal sekali biaya bagaimana menyadarkan masyarakat yang sudah terbiasa menjadi konsumen” ujar Gubernur Zul.

JPS Gemilang yang kini memasuki tahap III melibatkan 4.673 UMKM di seluruh NTB. Dengan komoditi antara lain, beras, garam, kopi, ikan kering, serbat jahe, masker, sabun, gula aren, susu kedelai, hingga abon.

Selain JPS Gemilang, IKM di NTB juga telah mampu menciptakan mobil listrik, motor listrik dan cold storage bertenaga surya.

“Kami yakin betul, untuk mengatasi pengangguran, kita bebas dari kemiskinan, harus berani meretas jalan baru dengan langkah yang tidak biasa,” tegas orang nomor satu di NTB tersebut.

Pemerintah Provinsi NTB kini juga tengah sibuk menyusun berbagai kebijakan untuk melindungi para IKM /UKM.

Di antaranya penyusunan Peraturan Gubernur untuk bela dan beli produk lokal, kerjasama permodalan dengan Bank Daerah tanpa bunga, serta paket stimulus ekonomi untuk industrialisasi.

“Mudah-mudahan UKM /IKM kita segera naik kelas, bukan hanya skalanya tapi juga kapasitasnya” harap  Gubernur

Diharapkan, ke depan UMKM di NTB tidak lagi menggunakan teknologi rendah namun juga akan mulai meningkat kelasnya menjadi UMKM dengan teknologi lebih canggih, dan mampu merebut pasar yang lebih luas di masa yang akan datang.

“Kami dalam proses, banyak ide besar, memaknai semua feedback yang disampaikan, tugas kami adalah menyediakan dan mendampingi UMKM dengan maksimal” tutup Gubernur Zul.

Tantangan digitalisasi

Sebelumnya, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki yang juga hadir sebagai narasumber mengingatkan UMKM agar segera menjawab tantangan digitalisasi khususnya jika ingin naik kelas.

“Persaingan marketplace makin ketat, terlebih brand-brand besar juga sudah bergabung. Sehingga kita perlu persiapkan UMKM yang betul-betul siap naik dari kapasitas produksi,” jelasnya

Teten berjanji akan segera melakukan kunjungan kerja ke NTB. Menteri Teten akan membawa anak-anak muda kreatif dari Bandung, yang merupakan para pemuda jaringan kreatifpreuner dengan berbagai keahlian untuk berdiskusi dan transfer ilmu kepada para pemuda NTB.

“Nanti kita buat event di NTB, mereka ini lah yang nanti akan membangun komunitas kreatif di NTB” kata Teten

Pada webinar yang diinisiasi oleh CEO DANA, Vince Iswara tersebut, Gubernur Zul turut didampingi Kepala Dinas Perindustrian, Kepada dinas Koperasi dan UMKM, dan Sekretaris Dinas Perdagangan.

fjr/diskominfotik




SANDIWARA MERAH JAMBU, Pertunjukan Teater Perdana di NTB Sejak Pandemi Covid-19

Teater Kamar Indonesia mementaskan pertunjukan teater dengan judul Sandiwara Merah Jambu karya sastrawan NTB Imtihan Taufan dengan sutradara Kongso Sukoco, hari Senin (06/07/20) lalu

MATARAM.lombokjournal.com

Pertunjukan Sandiwara Merah Jambu menjadi pertunjukan teater pertama di Provinsi NTB setelah wabah virus Corona (Covid-19).

Pertunjukan yang berlangsung sekitar 1 jam 30 menit itu berlangsung di Gedung Teater Tertutup Taman Budaya NTB. Pertunjukan yang dibuka Kepala Taman Budaya NTB, Lalu Manan itu dihadiri penonton terbatas sesuai protokol kesehatan Covid-19.

Menyiasati terbatasnya penonton yang hadir, pihak Taman Budaya dan pimpinan produksi Teater Kamar Indonesia, Nanik I. Taufan mencoba memanjakan penggemar yang tak bisa menonton secara langsung dengan menyiarkan pertunjukan Sandiwara Merah Jambu melalui tayangan langsung menggunakan media sosial.

Pada sambutannya, Lalu Manan menyampaikan terima kasih dan apresiasi tinggi kepada Teater Kamar Indonsesia yang tetap ngotot melangsungkan pertunjukan meski di tengah pandemi atau wabah virus Corona. Hanya penonton yang jumlahnya terbatas yang menonton secara langsung.

Selain mendukung proses kreatif Teater Kamar Indonesia, Lalu Manan pada kesempatan tersebut juga menyampaikan perihal protokol kesehatan Covid-19 yang telah disiapkan pihak Taman Budaya untuk mendukung suksesnya penyelenggaraan pertunjukan.

Sandiwara Merah Jambu merupakan pertunjukan yang digarap mandiri oleh Teater Kamar Indonesia untuk tetap menjaga semangat proses kreatif teater tetap maksimal. Maksimal yang dimaksud tidak hanya pada ranah artistik berupa pengemasan pertunjukan oleh sutradara dan aktor, tapi juga maksimal mempersiapkan pra produksi, produksi dan pasca produksi.

Persiapan pertunjukan Sandiwara Merah Jambu sendiri dimulai sejak bulan September 2019 tahun lalu. Kalau merunut tanggal dimulainya proses penggarapan sampai pertunjukan yang berlangsung 6 Juni kemarin, prosesnya telah memakan waktu 10 bulan.

Sebelum pertunjukan 6 Juli kemarin, pada bulan Maret yang lalu, Teater Kamar Indonesia membawa pertunjukan Sandiwara Merah Jambu menyeberang ke negeri jiran Malaysia untuk pertunjukan di dua titik lokasi.

Lokasi pertama di Petaling Jaya negeri Selangor dan yang ke dua, di  Gedung Pertunjukan Fakultas Seni Musik dan Seni Persembahan Universitas Pendidikan Sultan Idris Negeri Perak, Malaysia.

Namun karena kedatangan pandemi Corona yang di Malaysia, pihak kampus Universitas Pendidikan Sultan Idris mengambil kebijakan pembatalan semua kegiatan yang mengumpulkan masa dalam jumlah besar, termasuk pembatalan pertunjukan teater.

Karena itu, Teater Kamar Indonesia hanya bisa mementaskan pertunjukan Sandiwara Merah Jambu di satu lokasi yakni di Petaling Jaya, Selangor.

Sementara untuk pertunjukan di Taman Budaya seyogyanya dilaksanakan pada bulan April sepulang dari pertunjukan di Malaysia.

Tapi kebijaksanaan pemerintah Indonesia yang sama dengan pemerintah Malaysia yang melarang kerumunan masa dalam jumlah banyak, guna menghindarkan masyarakatnya terpapar virus Corona. Akhirnya, pertunjukan diundur sampai waktu yang tidak bisa ditetapkan.

Teater Kamar Indonesia

Baru hari Senin tanggal hari, 6 Juli  pertunjukan bisa dilangsungkan.

Salah satu yang menarik dari pertunjukan Sandiwara Merah Jambu hari Senin (06/07/2020) adalah respon penonton saat diskusi di akhir pertunjukan.

Salah seorang penonton yang juga seniman teater senior NTB. Majas Pribadi menyampaikan, apresiasi pada pertunjukan teater tak hanya selesai pada ranah menikmati suguhan pertunjukan, tetapi juga meliputi apresiasi pada ranah kritik pertunjukan.

Menurut Majas, pertunjukan yang bagus harus juga memantik penonton agar bertanya.

Dalam penyampaiannya, Majas menyebutkan dirinya menangkap kesan ragu-ragu dan setengah hati para pemain dalam berlakon. Hal yang juga terjadi pada suguhan musik pengiring dan penataan artistik panggung.

Menurut Majas, ada ketidaktegasan sutradara menentukan pilihan dramaturgi yang ingin dipakai sebagai pemandu menentukan warna pertunjukan.

Misanya, ditunjukkan Majas, pada keputusan memilih panggung prosenium sebagai tempat pertunjukan. Hal yang mengakibatkan para aktor menjadi tidak leluasa dalam melibatkan penonton agar ikut menjadi bagian pertunjukan.

Majas menjelaskan, pertunjukan teater seperti Sandiwara Merah Jambu harusnya menjadi perayaan bersama antara pemain dan penonton. Hal itu hanya mungkin terjadi jika pertunjukan Sandiwara Merah Jambu dilangsungkan di lapangan atau di panggung teater arena.

Karena hanya di tempat terbuka seperti tanah lapang dan di panggung teater arena lah yang paling memungkinkan terjadinya interaksi langsung antara pemain dengan penonton.

“Teater hadir tidak dari ruang hampa. Ia selalu punya relasi dengan lingkungan sosial. Pertunjukan seperti ini menurut saya, idealnya memiliki relasi yang nyata dengan penonton,” ujarnya.

Meski demikian, Majas mengapresiasi, karena pertunjukan ini bisa dikritik. Kalau pertunjukan bisa dikritik maka itu artinya benar-benar sudah menjadi ‘pertunjukan’.

“Kalau pertunjukan itu tidak bisa dikritik dia belum berupa pertunjukan menurut saya. Sekali lagi selamat, anda saya kritik karena saya peduli, dan anda layak dikritik,” tambahnya.

Menjawab kritik Majas, Kongso Sukoco selaku sutradara menyatakan bahwa hadirnya penonton kritis seperti Majas Pribadi dibutuhkan oleh seni teater.

Terkait dengan pilihan pemanggungan dan keputusan memilih panggung prosenium menjadi tempat pentas yang dikritik Majas, Kongso menjawab dengan terlebih dahulu mengemukakan beberapa pemikiran tokoh teater eksperimental Erofpa seperti Jerzy Grotowsky atau kelompok Alfred Jerry Theater di mana tokoh teater eksperimental Francis Antoin Artaud menjadi bagian di dalamnya.

Kongso menjelaskan, di Eropa pada masanya Grotowsky maupun pada masanya Artaud mengalami kegelisahan mempertanyakan ulang pertunjukan teater di panggung proscenium. Menurut dua tokoh tersebut, panggung prosenium adalah simbol feodalisme dan simbol pengekangan kebebasan ekspresi seniman teater.

Berbeda dengan di EroPa pada masa dua tokoh tersebut, lanjut Kongso, teater tradisi di Indonesia justru sebaliknya, ia tidak hadir dari panggung prosenium.

Dan kegelisahan sebagaimana yang dialami tokoh-tokoh teater di Eropa tidak menghinggapi mereka.

Kongso membandingkan dua kenyataan teater tersebut untuk menyatakan, pilihan bentuk panggung pada pertunjukan teater hari ini tidaklah terlalu penting.

Dan teater seperti Sandiwara Merah Jambu yang bernuansa tradisi pun tidak perlu menghambat untuk pentas di panggung prosenium.

Selain itu, Kongso juga menegaskan, pertunjukan Sandiwara Merah Jambu yang bernuansa tradisi tidak bisa serta-merta disebut sebagai pertunjukan teater tradisi. Kendati nuansa pertunjukannya tradisional tetapi pilihan pemanggungan, sikap mental para aktor dan segenap pendukung yang terlibat berangkat dari pemahaman pemanggungan teater moderen.

“Ya itu masukan yang sangat bagus. Itu Grotowsky, itu pemainnya itu, dia tidak di prosenium, karena prosenium dianggap membuat jarak dengan penonton. Jadi panggung itu (dianggap) peninggalan lama. Zaman Yunani itu ada proseniumnya yang kemudian selama pertunjukan tidak ada komunikasi. Grotowsky menganggap panggung prosenium itu mewakili keYunanian, feodalisme yang mengintervensi diri, itu Grotowsky, atau Alfred Jerry, kelompok Avant Garde, jadi dia ingin merubah, jadi ada ideologi di situ, ada realitas sosial yang ingin dibongkar,” terangnya.

Terkait perbedaan persepsi dalam melihat panggung dan pertunjukan, Kongso menyampaikan bahwa itu hal yang wajar dan bagus untuk lebih mematangkan proses berkesenian di masa yang akan datang.

“Ini akan selalu menimbulkan diskusi, ada yang suka ada yang tidak suka, ada yang setuju ada yang tidak setuju, seperti juga ideologi sosial,” katanya.

Ast




Peluncuran Kampung Tangguh di Desa Kembang Kuning

Kapori dan Pangima TNI serentak meluncur 7.024 Kampung Tangguh Nusantara

LOTIM.lombokjournal.com — Kapolri Jenderal Pol. Drs. Idham Azis,M.Si serta Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C) Hadi Tjahjanto, S.I.P meluncurkan Kampung Tangguh secara virtual di Desa Wisata Kembang Kuning,  Kuning, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur, Kamis (09/07/20).

Kampung Tangguh merupakan program khusus Kapolri dan Panglima TNI dalam penanganan Covid-19 di bidang kesehatan, keamanan dan sosial ekonomi itu. Di NTB, kampung tangguh tersebut bernama Kampung Sehat (Steril,Ekonomi Produktif, Harmonis, Asri, Tangguh).

Peluncuran Kampung Tangguh di Desa Kembang Kuning itu serentak dengan peluncuran 7.024 Kampung Tangguh Nusantara yang diakukan Kapolri dan Panglima TNI.

Hadir saat peluncuran tersebut Wakil Gubernur NTB Dr.Hj.Sitti Rohmi Djalillah, Kapolda NTB Irjen Pol. M. Iqbal, S.I.K.,MH, Danrem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos.,SH.,M.Han, Bupati Lombok Timur H.Sukiman Azmi, serta beberapa kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi NTB.

Melibatkan masyarakat

Kapolri Jenderal Pol. Drs. Idham Azis,M.Si mengawali peluncuran itu berdialog terkait progres serta dampak adanya Kampung Tangguh Nusantara yang dibentuk di provinsi seuruh Indonesia.

Diharapkan. kampung tangguh yang dilaunching banyak melibatkan masyarakat dalam mencegah penularan Covid-19.

“Harapan kita, seluruh masyarakat hingga ke tingkat RT/RW ikut berpartisipasi dalam mencegah penularan Covid-19. Kita optimis, jika di tingkat RT sudah tangguh. Maka, Indonesia tangguh,” ujar Kapolri.

Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C) Hadi Tjahjanto, S.I.P. dalam sambutannya mengatakan, panen raya yang digelar hari ini menjadi bukti kesungguhan TNI/Polri mendukung pemerintah dalam rangka ketahanan pangan di tengah pandemi Covid-19.

“Kita semua merasakan dampaknya. Kita semua dituntut untuk terus menerapkan protokol kesehatan,” ungkap Panglima.

Sesuai Instruksi Presiden, pihaknya diminta turut membantu pemerintah menjaga stabilitas pangan. Pasalnya, stabilitas pangan berkaitan erat dengan kondisi sosial Indonesia.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak, TNI/Polri serta masyarakat luas atas dukungannya terhadap Kampung Tangguh Nusantara yang di launching hari ini,” tutupnya.

Kapolda NTB Irjen Pol. M. Iqbal, S.I.K.,MH mengatakan, di era pandemi Covid-19 ini ketahanan pangan  menjadi faktor penentu.

Masyarakat harus tetap bisa makan, perekonomian masyarakat pun kita harap terus menggeliat. Tapi, di sisi lain protokol kesehatan harus tetap dijalankan oleh seluruh masyarakat.

“Kita bangga di tempat ini kita sudah siap panen ikan lele, ikan nila dan padi, jumlahnya pun cukup besar. Ini semua kita persembahkan untuk mendukung ketahanan ekonomi yang ada di Lombok Timur, khususnya di desa wisata Kembang Kuning. Kita bersyukur, di tengah pandemi Covid-19 ini , perekonomian di NTB tetap survive,” kata Kapolda.

Wakil Gubernur NTB Dr.Hj.Sitti Rohmi Djalilah dalam sambutannya mengatakan, pihaknya bersyukur Provinsi NTB diberikan Kapolda dan Danrem seperti Pol. M. Iqbal dan Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani yang sangat aktif dan kompak di masa pandemi ini.

“Kita syukuri, di tengah masa sulit ini, kebersamaan antara pemerintah dan jajaran TNI/Polri tetap terjaga. Alhamdulillah, ini anugerah yang diberikan oleh Allah SWT. Mari kita jaga kebersamaan ini hingga masa mendatang,” ujar Wagub.

Menurutnya, berkat kekompakan semua pihak, perekonomian NTB di masa pandemi ini semakin membaik.

Namun demikian, “pekerjaan rumah” berupa edukasi terus menerus kepada masyarakat terkait dengan penerapan protokol Covid-19 harus terus dilakukan.

“Faktor paling sulit adalah mengedukasi masyarakat. Dalam edukasi pun perlu cara-cara dan lompatan-lompatan baru, kampung sehat ini salah satu cara terbaik mengedukasi masyarakat dalam mencegah penularan covid-19,” ujar wagub yang akrab disapa Umi Rohmi ini.

Dikatakan, dengan adanya peluncuran Kampung Tangguh Nusantara dengan mengambil lokasi di NTB menjadi penyemangat baru di tengah pandemi Covid-19.

Sektor pertanian dan peternakan akan terus digeliatkan untuk mendukung daya tahan ekonomi.

“Alhamdulillah pertanian kita di NTB masih bagus, peternakan terus berjalan, aspek-aspek perekonomian pun terus meningkat di masa sulit seperti saat ini. Mudah-mudahan Allah SWT selalu memudahkan seluruh ikhtiar kita semua,” kata Umi Rohmi.

Desa wisata Kembang Kuning

Di bagian akhir kegiatan, Wakil Gubernur didampingi Kapolda NTB, Danrem, Bupati Lombok Timur memakai topi, sepatu hingga sarung tangan untuk melakukan panen raya padi, panen ikan  dan melihat Industri kreatif UMKM desa wisata Kembang Kuning.

Desa Kembang Kuning, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur adalah salah satu desa wisata andalan Provinsi NTB.

Desa yang terletak di kaki Gunung Rinjani ini memiliki sejuta keindahan yang memesona. Tak hanya indah, keramahan masyarakat, kekompakan pemuda serta aktivitas masyarakat yang masih tradisional melengkapi keindahan desa tersebut.

Tak heran kemudian di tahun 2019 lalu, desa dengan jumlah penduduk 2.122 jiwa (610 KK) ini berhasil menjadi juara pertama lomba Desa Wisata Tingkat Nasional kategori desa berkembang.

Di tengah pandemi Covid-19 ini pun, desa wisata Kembang Kuning semakin berbenah. Tempat cuci tangan sangat mudah ditemukan. Bahkan, desa ini menjadi kawasan wajib masker.

Prestasi yang membangggakan itulah yang membuat desa wisata Kembang Kuning menjadi lokasi launching Kampung Tangguh Nusantara.

AYA/HmsNTB




Tertinggi Kasus Positif Covid-19, Kota Mataram Jadi Sorotan

Pemerintah Kota Mataram harus lebih aktif memutus matarantai penyebaran virus Corona

MATARAM.lombokjournal.com – Kota Mataram tertinggi kasus positif Covid-19 dibanding kabupaten/kota lain se Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pemerintah Provinsi NTB sendiri menyoroti sekaligus memberi perhatian khusus yang tak beranjak sebagai zona merah dalam peta pandemi Covid-19.

I Gde Putu Aryadi, Kepala Dinas Kominfotik NTB mengingatkan masyarakat khususnya warga Kota Mataram agar tidak meremehkan COVID-19.

“Jangan remehkan virus corona. Contoh di Mataram ini kan tertinggi, nyaris semua titik atau zona dalam status merah. Hubungan interaksi sosial harus diwaspadai,” ujarnya, Kamis (09/07/20) di Mataram.

Menurutnya, Pemerintah Kota Mataram harus lebih gesit dan aktif melakukan berbagai upaya pencegahan dalam memutus matarantai penyebaran virus Corona di Ibu Kota Provinsi NTB.

“Pola pengawasan, edukasi, sosialisasi, pembinaan dan peningkatan kewaspadaan ini yang penting dan harus lebih digalakkan,” katanya.

Ia menghimbau masyarakat jangan abai dengan protokol pencegahan/kesehatan COVID-19. Pemkot Mataram diharapnya lebih aktif dalam melakukab sosialisasi atau edukasi terhadap masyarakat.

“Jangan abai, dan jangan pula meremehkan hal ini (corona virus), karena COVID ini cukup berbahaya. Mari tetap menggunakan masker, jaga jarak, rajin cuci tangan dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat,” imbau Gde.

Disisi lain, mantan Irbanus Inspektorat NTB itu mengambil sisi baik atau hikmah di balik pandemic virus Corona.

Dia mengatakan, pandemic virus Corona Covid-19 mengajarkan semua pihak kembali memandang pentingnya kesehatan.

“Bisa dikatakan, mungkin saja COVID ini peringatan dari Tuhan dan mengajak kita semua mampu membangkitkan tradisi menjaga kesehatan. Contoh, dulu saja setiap kita mau masuk rumah harus cuci kaki dan tangan baru kemudian kita masuk ke dalam rumah,” kata Gde.

“Jadi hal-hal baik inilah yang perlu dicermati. Pentingnya hidup bersih dan sehat,” imbuh Kadis Kominfotik NTB itu.

Mengingat sejumlah kabupaten/kota di NTB cukup baik dalam menangani penyebaram Covid-19, ia pun memberikan apresiasi atas hal itu.

“Kita juga mengapresiasi beberapa daerah yang sudah mampu menekan penyebaran virus Corona. Untuk itu, mari tetap kita bersama terus bersama menyikapi hal ini dengan kompak,” kata Gde.

AYA




UPDATE Covid-19: Hari Rabu, 08 Juli 2020, Bertambah 29 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 12 Orang, Kasus Kematian 1 (satu) orang

Masyarakat dihimbau benar-benar menerapkan secara disiplin protokol pencegahan Covid-19 terutama di pusat-pusat keramaian seperti pasar tradisional

 MATARAM.lombokjournal.com –  Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, dan Laboratorium TCM RSUD Provinsi NTB mengkonfirmasi, ada tambahan 29 pasien positif Covid-19, dan pasien yang dinyatakan sembuh  12 orang. Kasus kematian baru 1 (satu) orang.

Lalu Gita Aryadi

Siaran pers hari Rabu (08/07/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 195 sampel dengan hasil 147 sampel negatif, ampel positif ulangan, dan 29 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 12 orang, kasus kematian 1 (satu) orang.

Dijelaskan, adanya tambahan 29 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 12 tambahan sembuh baru, dan 1 (satu) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Rabu (08/07/20) sebanyak 1.443 orang, dengan perincian 926 orang sudah sembuh, 75 meninggal dunia, serta 442 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.

Diharapkan petugas kesehatan di kabupaten/kota melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran virus Covid-19.

TAMBAHAN 29 POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 12 ORANG, DAN 1 (SATU) KASUS KEMATIAN BARU

Kasus baru positif tersebutyaitu :

  1. Pasien nomor 1415, an. Ny. S, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Desa Sesela, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat tambahan 29 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 12 tambahan sembuh baru, dan 1 (satu) kasus kematian barudi Ruang Isolasi RSUD Patuh Patut Patju dengan kondisi baik;
  2. Pasien nomor 1416, an. Tn. F, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Desa Meninting, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patuh Patut Patju dengan kondisi baik;
  3. Pasien nomor 1417, an. Tn. REP, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Desa Mekar Sari, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patuh Patut Patju dengan kondisi baik;
  4. Pasien nomor 1418, an. Tn. GMZ, laki-laki, usia 20 tahun, penduduk Desa Perampuan, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patuh Patut Patju dengan kondisi baik;
  5. Pasien nomor 1419, an. Ny. NKSBW, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Desa Gerimak Indah, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patuh Patut Patju dengan kondisi baik;
  6. Pasien nomor 1420, an. Tn. S, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Dasan Geres, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patuh Patut Patju dengan kondisi baik;
  7. Pasien nomor 1421, an. Tn. S, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Desa Karang Bongkot, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patuh Patut Patju dengan kondisi baik;
  8. Pasien nomor 1422, an. Ny. M, perempuan, usia 47 tahun, penduduk Desa Mekar Sari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien memiliki penyakit komorbid. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19.
  9. Pasien nomor 1423, an. Tn. K, laki-laki, usia 61 tahun, penduduk Desa Gondang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  10. Pasien nomor 1424, an. Tn. MN, laki-laki, usia 47 tahun, penduduk Kelurahan Selagalas, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSI Siti Hajar Mataram dengan kondisi baik;
  11. Pasien nomor 1425, an. Ny. NJ, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Dasan Cermen, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik
  12. Pasien nomor 1426, an. Ny. B, perempuan, usia 70 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  13. Pasien nomor 1427, an. Ny. P, perempuan, usia 55 tahun, penduduk Desa Tanak Gadang, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  14. Pasien nomor 1428, an. Ny. R, perempuan, usia 83 tahun, penduduk Kelurahan Punia, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  15. Pasien nomor 1429, an. Tn. MM, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Dasan Geriya, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  16. Pasien nomor 1430, an. Tn. S, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Desa Lembah Sari, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1391. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  17. Pasien nomor 1431, an. Ny. H, perempuan, usia 58 tahun, penduduk Desa Kuripan, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  18. Pasien nomor 1432, an. Ny. SR, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Kediri, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  19. Pasien nomor 1433, an. Ny. LO, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Desa Kekeri, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  20. Pasien nomor 1434, an. An. HAH, laki-laki, usia 14 tahun, penduduk Desa Kekeri, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  21. Pasien nomor 1435, an. Ny. HA, perempuan, usia 22 tahun, penduduk Desa Bajur, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  22. Pasien nomor 1436, an. Ny. P, perempuan, usia 19 tahun, penduduk Desa Sekotong Barat, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  23. Pasien nomor 1437, an. Tn. MY, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Desa Kediri, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  24. Pasien nomor 1438, an. Tn. ATW, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk ber-KTP Kelurahan Kekalik, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Pasien berdomisili di SPN Belanting, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina dalam pengawasan atasan dengan kondisi baik;
  25. Pasien nomor 1439, an. Tn. A, laki-laki, usia 57 tahun, penduduk ber-KTP Desa Kore, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima. Pasien berdomisili di SPN Belanting, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina dalam pengawasan atasan dengan kondisi baik;
  26. Pasien nomor 1440, an. Ny. BSD, perempuan, usia 36 tahun, penduduk ber-KTP Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Pasien berdomisili di SPN Belanting, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina dalam pengawasan atasan dengan kondisi baik;
  27. Pasien nomor 1441, an. Tn. EAP, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk ber-KTP Kelurahan Karang Pule, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Pasien berdomisili di SPN Belanting, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina dalam pengawasan atasan dengan kondisi baik;
  28. Pasien nomor 1442, an. Tn. LEP, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk ber-KTP Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Pasien berdomisili di SPN Belanting, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina dalam pengawasan atasan dengan kondisi baik;
  29. Pasien nomor 1442, an. Tn. IPY, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk ber-KTP Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien berdomisili di SPN Belanting, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina dalam pengawasan atasan dengan kondisi baik.

Hari Rabu terdapat penambahan 12 orang yang sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif, yaitu :

  1. Pasien nomor 840, an. Ny. NA, perempuan, usia 64 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang Permai, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 932, an. Ny. HS, perempuan, usia 53 tahun, penduduk Desa Jatisela, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  3. Pasien nomor 935, an. Ny. H, perempuan, usia 56 tahun, penduduk Maros, Sulawesi Selatan;
  4. Pasien nomor 963, an. Tn. YS, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Desa Praya, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah;
  5. Pasien nomor 1046, an. Tn. IWB, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Taman Sari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  6. Pasien nomor 1102, an. Tn. J, laki-laki, usia 58 tahun, penduduk Desa Peteluan Indah, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat;
  7. Pasien nomor 1138, an. Ny. CFR, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Surabaya, Jawa Timur;
  8. Pasien nomor 1147, an. Ny. BNR, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Desa Kateng, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah;
  9. Pasien nomor 1199, an. Ny. SR, perempuan, usia 63 tahun, penduduk Kelurahan Cilinaya, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  10. Pasien nomor 1235, an. Ny. SH, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Desa Tanjung, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur;
  11. Pasien nomor 1239, an. Ny. RR, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Aik Dewa, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur;
  12. Pasien nomor 1240, an. Tn. ZZ, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Desa Gerung Selatan, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat.

Hari Rabu ini juga terdapat penambahan 1 (satu) kasus kematian baru, yaitu :

  1. Pasien nomor 1422, an. Ny. M, perempuan, usia 47 tahun, penduduk Desa Mekar Sari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Pasien memiliki penyakit komorbid.

Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, Lalu Gita Aryadi menghimbau seluruh masyarakat benar-benar menerapkan secara disiplin protokol pencegahan Covid-19 terutama di pusat-pusat keramaian seperti pasar tradisional.

“Dengan cara selalu mengunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun serta tidak berlamalama di dalam pasar,” katanya.

AYA/Rr

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmiGugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.Layanan

 Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemik Covid-19 NTB di nomor 08180211 8119.

 

 

 

 

 

 

 

 

 




Aset Pemkab Lobar Yang Bermasalah, Disoroti Anggota Dewan NTB Asal Lobar

Jika ada kerjasama yang condong merugikan daerah kerjasama-kerjasama tersebut harus ditinjau ulang bila perlu tidak dilanjutkan

MATARAM.lombokbarat.com — Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Propvinsi NTB Daerah Pemilihan (Dapil) II Lobar – Lotara, H. Muhammad Jamhur minta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lobar untuk melakukan pendataan ulang semua aset daerah yang menjadi kewenangan Pemkab Lobar.

Hal tersebut disampaikan Jamhur melihat pesoalan aset di Kabupaten Lobar yang terus-menerus bermasalah.

Dan yang membuatnya jengkel adalah permasalahan tersebut bukan persoalan baru, tapi menjadi persoalan berulang yang tak kunjung menemukan solusi dari tahun ke tahun, bahkan sejak ia masih menjabat anggota DPRD Lobar beberapa periode silam.

“Saya lelah teriak-teriak di Lobar itu. Sampai lelah kita teriak tapi ndak didengarkan,” katanya. Rabu, (08/07/20).

Dijelaskan Jamhur, persoalan aset daerah di Lobar akan selesai jika Pemkab Lobar mengambil sikap tegas.

Ia menilai selama ini ketidaktegasan Pemkab Lobar lah yang memunculkan celah bagi oknum tak bertanggung mempermasalahkan aset yang ada, baik dengan cara diklaim sepihak atau dengan melakukan kerjasama yang condong merugikan daerah.

“Lemah sekali dia (Pemkab Lobar). Jangan ada yang main-main, ndak boleh sama sekali,” katanya.

Menurut Jamhur, selain wajib melakukan pendataan ulang, juga harus meninjau kembali semua kontrak kerjasama daerah kaitannya dengan aset yang melibatkan pihak ke tiga.

Jika ada kerjasama yang condong merugikan daerah kerjasama-kerjasama tersebut harus ditinjau ulang bila perlu tidak dilanjutkan.

Hal itu juga berlaku terhadap aset yang selama ini dikelola diam-diam oleh perorangan dengan tidak menyetor hasil pengelolaan aset pada pemerintah.

“Ini aset negara. Harus digunakan untuk sebanyak-banyaknya kepentingan rakyat. Untuk memenuhi hajat hidup orang banyak. Boleh siapa pun yang kelola tapi melalui prosedur yang benar,” katanya.

Hilangnya Buku Catatan Aset

Hilangnya buku kuning yang di dalamnya berisi semua catatan aset Kabupaten Lobar dan diduga dikuasai oknum mantan pejabat, menurut Jamhur, sangat mengherankan.

Peristiwa yang membuatnya sedih dan malu sebagai warga Lombok Barat. Pasalnya, sistem birokrasi sekelas kabupaten yang hirarkinya lengkap dari hulu ke hilir dalam mengurus sistem pemerintahan, bisa kecolongan dengan membiarkan catatan berharga dikuasai satu orang.

Hal yang disebut Jamhur memperlihatkan tidak seriusnya pemerintah mengelola aset daerah.

“Ini negara pak. Kita bukan urus rumah tangga. Makanya ada yang namanya kearsipan. Kalau dikatakan hilang, masuk akal ndak?” herannya.

Ia n menduga ada yang ‘tidak beres’, sebab ada lembaga yang khusus menangani persoalan aset.

Hal yang membuat Jamhur meragukan kinerja lembaga pengelola aset Pemkab Lobar selama ini.

“Ini urusan negara. Makanya ada yang namanya kearsipan dan sebagainya. Apa tanggung jawab negara. Mereka yang punya Tupoksi itu juga digaji oleh negara” katanya.

Ditambahkan, salah satu tugas yang dibebankan negara pada Pemerintah Daerah, dalam hal ini Pemkab Lobar, adalah menjaga harta negara yang salah satunya berupa aset, baik aset yang diam seperti tanah maupun aset lain yang bergerak.

Karenanya Pemkab Lobar ‘jangan main-main’ lagi dalam mengurus aset.

“Harus ada niat yang sungguh-sungguh Pemkab Lobar bagaimana mempertahankan aset ini. Karena kalau aset kita dikelola dengan baik akan menambah PAD (Pendapatan Asli Daerah). Tapi maaf ya, ada juga yang tidak terdeteksi,” terangnya.

Untuk diketahui, dari catatan LombokJournal.com yang diperoleh dari berbagai sumber berita, selain hilangnya buku catatan aset, Pemkab Lobar juga dihebohkan emberitaan digugatnya aset berupa lahan Kantor Desa Batu Layar Kecamatan Batu Layar, oleh warga yang mengaku sebagai ahli waris lahan tersebut.

Menurut Jamhur, ini menambah daftar buruknya kinerja Pemkab Lobar dalam mengelola aset daerah.

Ast