Prinsip Akuntabilitas, Mendasari BPJS Kesehatan Dalam Penyelenggaraan JKN-KIS  

BPJS Kesehatan juga membangun ekosistem teknologi informasi  yang mengintegrasikan layanan untuk peserta JKN-KIS, fasilitas kesehatan, layanan perbankan, dan operasional kantor cabang di seluruh Indonesia

MATARAM.lombokjournal.com —  BPJS Kesehatan menyelenggarakan program JKN-KIS berdasarkan prinsip kehati-hatian dan akuntabilitas.

Kebijakan yang diambil itu merupakan komitmen badan hukum publik dalam mengimplementasikan tata kelola yang baik atau good gobernance.

Karena itu, dengan prinsip tata kelola yang baik berhasil membawa BPJS Kesehatan meraih opini Wajar Tanpa Modifikasian (WTM) 6 kali secara berturut-turut sejak tahun 2014 sampai dengan 2019.

BPJS Kesehatan juga memperoleh predikat sangat baik melalui assesment oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) pada tahun 2018.

Lebih dari itu, BPJS Kesehatan pun menjadi salah satu dari 50 instansi paling patuh 100 persen dalam hal penyampaian Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada tahun 2020.

Direktur Keuangan dan Investasi BPJS Kesehatan, Kemal Imam Santoso mngatakan, saat ini menjadi tantangan adalah bagaimana seluruh stakeholder yang ada dalam ekosistem Program JKN-KIS juga dapat menerapkan tata kelola yang baik untuk keberhasilan program ini.

“Presiden telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 25 Tahun 2020 mengenai Tata Kelola Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. Melalui Perpres tersebut diharapkan makin mematangkan sistem tata kelola yang berkesinambungan bagi seluruh pemangku kepentingan JKN,” katanya, Jumat (10/07/20).

Teknologi dan sistem informasi

Menurut Kemal,  BPJS Kesehatan memanfaatkan penerapan teknologi dan sistem informasi secara end-to-end dan terintegrasi dalam penerapan tata kelola yang baik,

Misalnya, dimulai dari proses rekrutmen peserta, pengumpulan iuran hingga pengajuan dan pembayaran klaim.

Sistem yang digunakan adalah berbasis aplikasi web dan juga aplikasi mobile yang datanya dikelola secara terpusat di Data Center BPJS Kesehatan.

“Pemanfaatan teknologi dan sistem informasi juga berperan sebagai enabler yang mampu memangkas aktivitas birokrasi yang dirasa rumit namun tetap transparan dan memenuhi aspek good governance,” kata Kemal.

Ditambahkan, BPJS Kesehatan juga membangun ekosistem teknologi informasi  yang mengintegrasikan layanan untuk peserta JKN-KIS, fasilitas kesehatan, layanan perbankan, dan operasional kantor cabang di seluruh Indonesia.

Contohnya, dalam proses pendaftaran peserta, sistem BPJS Kesehatan telah terintegrasi dengan beberapa stakeholder, kaitannya terhadap validasi data seperti Kementerian Dalam Negeri (Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil), Badan Kepegawaian Nasional (BKN), Kementerian Sosial dan lainnya.

Dengan adanya integrasi by system tersebut, maka integritas dan validitas data dapat dipertanggungjawabkan dan  akuntabel.

Dalam pengelolaan iuran, sistem BPJS Kesehatan juga telah terintegrasi dengan lembaga keuangan seperti bank, perusahaan financial technology (fintech), serta lebih dari 694 ribu kanal pembayaran Payment Point Online Bank (PPOB). Mulai yang ada di kota hingga ke pelosok desa, termasuk pembayaran secara online melalui berbagai situs atau aplikasi e-commerce.

Bahkan saat ini, peserta JKN-KIS dapat melakukan pembayaran secara mobile melalui aplikasi Mobile JKN.

Keamanan aset data

BPJS Kesehatan juga bersinergi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), untuk memastikan keamanan aset data dalam Program JKN-KIS terjamin serta adanya pelindungan informasi dan transaksi elektronik.

Kemananan data juga mencakup data perorangan yang spesifik, kompleks dan bervariasi, seperti riwayat kesehatannya, rekam medik, pernah berobat ke mana saja juga dimiliki BPJS Kesehatan karena berkaitan dengan verifikasi pembayaran klaim.

Sementara itu, Staf Khusus Menteri Keuangan RI, Yustinus Prastowo, mengungkapkan tantangan pengelolaan JKN, khususnya bagi milenial tentang kecepatan pada layanan. Pemanfaatan teknologi informasi akan mendukung hal tersebut.

“Apa yang dikembangkan BPJS Kesehatan, mitra kerja sudah sangat baik, khususnya dalam memanfaatkan teknologi informasi. Milenial tidak akan hengkang, pelayanan lebih cepat dan praktis, sehingga kesadaran dan gotong royong bagi semua kalangan masyarakat akan terbangun,” kata Yustinus.

Yustinus menekankan gotong royong seluruh masyarakat ini sangat penting. Ia mencontohkan, misalnya untuk pelayanan cuci darah.

Menurutnya, rata-rata pasien cuci darah dalam 1 tahun mengakses 55 kali pelayanan, jika diasumsikan dalam 1 kali akses membutuhkan biaya sekitar Rp 1 juta, maka dalam setahun biaya yang dikeluarkan untuk 1 pasien cuci darah Rp 55 juta.

Jika dibandingkan dengan iuran yang disetorkan, misalnya kelas 3 diakumulasi selama 1 tahun hanya membayar iuran Rp 306.000. Jika peserta ada di kelas 1, hanya menyetorkan Rp 1,8 juta untuk biaya pelayanan cuci darah sebesar Rp 55 juta.

Deputi Pengawasan Bidang Polhukam PMK BPKP, Iwan Taufiq Purwanto, mengatakan, dukungan teknologi informasi diperlukan misalnya untuk menjaga data peserta valid, mempermudah akses layanan kesehatan, pembayaran iuran, juga jika diperuntukan untuk hal pengawasan.

“Ini sejalan dengan salah satu yang menjadi rekomendasi kami adalah terkait dengan data kepesertaan yang harus diupayakan dilakukan cleansing data, serta optimalisasi penagihan iuran peserta PBPU. Kami pun mendorong tata kelola bagi mitra BPJS Kesehatan juga harus dioptimalkan,” kata Iwan.

Rr/BPJS Kesehatan




Disiapkan100 Beasiswa untuk Mahasiswa di Kampus Swasta

MATARAM.lombokjournal.com —  Pemerintah Provinsi NTB akan menyiapkan beasiswa kepada 100 mahasiswa yang kuliah di berbagai perguruan tinggi swasta.

Beasiswa itu diprioritaskan bagi kampus yang memiliki jurusan langka/unik dan sangat dibutuhkan oleh daerah untuk percepatan potensi spesifik yang dimilikinya.

Gubernur NTB, Dr.H.Zulkieflimansyah didampingi Sekda NTB, H.L. Gita Ariadi mengungkapkan itu saat menerima silaturahmi sejumlah Rektor Perguruan Tinggi swasta, di ruang kerjanya, Jum’at (10/07/20).

Beasiswa yang ditawarkan, khusus untuk kampus yang memiliki jurusan-jurusan unik, dan diharapkan mampu mendorong dan memberikan kontribusi besar bagi daerah sesuai dengan potensi obyektif yang ada di NTB.

Doktor Zul mencontohkan, di Universitas Muhammadiyah Mataram (Ummat) ditawarkan untuk jurusan pertambangan khusus bagi orang Dompu.

Asumsinya untuk 5-6 tahun kedepan ketika Sumbawa Maining tambang beroperasi di Dompu,  tidak ada lagi keributan karena tidak dilibatkannya masyarakat lokal untuk mencicipi manfaat ekonomi dari aktivitas tambang tersebut.

“Bersahabat dengan investasi adalah kejernihan pemerintah daerah untuk menyiapkan SDM sejak dini, agar tidak menjadi penonton didaerahnya,” kata gubernur.

Kampus-kampus yang lain, Persyaratannya adalah harus memiliki jurusan yang spesifik yang diandalkan dan punya potensi pengembangan diwilayah tersebut.

“Universitas Sumbawa misalnya mempunyai keunggulan, satu-satunya pergurung tinggi swasta yang memiliki jurusan Peternakan maka butuh beasiswa untuk mahasiwanya sehingga melahirkan SDM handal dibidang peternakan,karena pengembangan wilayah peternakan cukup memadai disana,” tuturnya.

Diakuinya dibutuhkan kepiawaian dalam mengelola kampus sehingga mampu memenuhi kebutuhan kekinian dan jauh kedepan.

“Kalau hanya diberikan bantuan, kampus hanya biasa-biasa saja, tidak ada tantangannya,” ujar Gubernur Zul.

Ia mengakui, mengelola kampus swasta tidaklah mudah. Tapi dibutuhkan  manajemen yang handal.

Gubernur sempat menceritakan pengalaman panjangnya mengelola kampus swasta.  Sehingga Dr. Zul sangat memaklumi kesulitan-kesulitan yang dialami oleh para pengelola kampus swasta, yang jauh beda dengan kampus negeri.

Diharapkan kepada Pemda Kabupaten/Kota juga ikut mencari cara supaya dapat berkontribusi juga pada perguruang tinggi swasta di daerahnya masing-masing.

100 mahasiswa

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB Dr. H. Aidy Furqan menjelaskan  bantuan yang akan diberikan kepada perguruan tinggi ada dua, yaitu bantuan sosial dan beasiswa.

Sesuai Pergub No. 2 tahun 2020  tentang bantuan beasiswa, Aidy Furqon menyebut 2 jenis beasiswa yaitu beasiswa umum untuk mahasiswa luar negeri dan beasiswa miskin tapi berprestasi bagi seluruh perguruan tinggi di NTB.

Beasiswa ini diberikan maksimal kepada 100 mahasiswa di perguruan tinggi yang memiliki jurusan tertentu, dengan tetap memperhatikan persyaratan dan mekanismenya.

“Apabila jumlah beasiswa untuk 100 orang mahasiswa itu belum tercapai , maka pemenuhan kapasitas selanjutnya akan dilanjutkan pada tahun berikutnya hingga mencapai 100 mahasiwa,”katanya.

Sedangkan kriteria kampus yang menerima beasiswa miskin dan berprestasi adalah kampus yang membuka prodi atau jurusan yang mendukung pembangunan daerah dan jurusan atau prodi harus berakreditasi.

“Disamping kebijakan dan otonomi kampus yang akan menetukan syarat mahasiswa yang akan memperoleh beasiswa tersebut,” ucap Kadis Dikbud.

Beasiswa miskin ini dibagi lagi menjadi 3 jenis, beasiswa miskin berprestasi,  beasiswa stimulant, dan beasiswa afirmasi.

“Semua kampus di NTB dapat mengusulkan mahasiswanya sesuai aturan yang ada,” kata Aidy Furqan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Rektor dan perwakilan dari Universitas Muhammadiyah Mataram, Universitas NU, Universitas Hamzanwadi, Universitas NW, Universitas Sumbawa, Universitas Cordova KSB dan Universitas Teknologi Sumbawa (UTS).

AYA/HmsNTB




UPDATE Covid-19: Hari Jum’at, 10 Juli 2020, Bertambah 40 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 14 Orang, Tidak Ada Kasus Kematian Baru

MATARAM.lombokjournal.com – Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium TCM RSUD Provinsi NTB, dan Laboratorium TCM RSUD H.L. manambai Abdulkadir mengkonfirmasi, ada tambahan 29 pasien positif Covid-19, dan pasien yang dinyatakan sembuh 14 orang.  Tidak ada kasus kematian baru.

Lalu Gita Aryadi

Siaran pers hari Jum’at (10/07/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 229 sampel dengan hasil 176 sampel negatif, 13 sampel positif ulangan, dan 40 sampel kasus baru positif Covid-19. Pasien sembuh 13 orang,  Tidak ada kasus kematian.

Dijelaskan, adanya tambahan 40 kasus baru terkonfirmasi positif, 14 tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Jum’at  (10/7/2020) sebanyak 1.519 orang, dengan perincian 954 orang sudah sembuh, 77 meninggal dunia, serta 488 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.

Diharapkan petugas kesehatan di Kabupaten/Kota melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran virus Covid-19.

TAMBAHAN 40 POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 14 ORANG, TIDAK ADA KASUS KEMATIAN BARU

Kasus baru positif tersebut, yaitu:

  1. Pasien nomor 1480, an. Ny. H, perempuan, usia 43 tahun, penduduk Desa Babusalam, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  2. Pasien nomor 1481, an. Tn. TY, laki-laki, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  3. Pasien nomor 1482, an. Tn. DHS, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk ber-KTP Kelurahan Dasan Agung, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Saat ini berdomisili di Desa Kekeri, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  4. Pasien nomor 1483, an. Ny. BVJM, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  5. Pasien nomor 1484, an. Tn. LAS, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  6. Pasien nomor 1485, an. Ny. DES, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  7. Pasien nomor 1486, an. Tn. IC, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Selagalas, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  8. Pasien nomor 1487, an. Ny. MP, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Desa Sandik, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  9. Pasien nomor 1488, an. Tn. S, laki-laki, usia 44 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  10. Pasien nomor 1489, an. Ny. H, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Desa Bajur, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  11. Pasien nomor 1490, an. Ny. RI, perempuan, usia 20 tahun, penduduk Desa Taman Sari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  12. Pasien nomor 1491, an. Tn. MADS, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Gerung Utara, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patjudengan kondisi baik;
  13. Pasien nomor 1492, an. Tn. AH, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Desa Terong Tawah, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengankondisi baik;
  14. Pasien nomor 1493, an. Ny. TS, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Desa Batu Kumbung, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  15. Pasien nomor 1494, an. Ny. YA, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Gerung Utara, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  16. Pasien nomor 1495, an. Tn. IGDJ, laki-laki, usia 73 tahun, penduduk Desa Jembatan Kembar, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  17. Pasien nomor 1496, an. Tn. Z, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  18. Pasien nomor 1497, an. Tn. HH, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  19. Pasien nomor 1498, an. An. AST, laki-laki, usia 17 tahun, penduduk Kelurahan Cilinaya, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  20. Pasien nomor 1499, an. Tn. DT, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Kelurahan Cilinaya, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  21. Pasien nomor 1500, an. Tn. SS, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  22. Pasien nomor 1501, an. Ny. N, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Lelede, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  23. Pasien nomor 1502, an. Tn. HB, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Bertais, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  24. Pasien nomor 1503, an. Ny. U, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Babakan, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  25. Pasien nomor 1504, an. Tn. AZ, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Desa Sandik, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  26. Pasien nomor 1505, an. Tn. HS, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Bhayangkara Mataram dengan kondisi baik;
  27. Pasien nomor 1506, an. Tn. AH, laki-laki, usia 56 tahun, penduduk Kelurahan Sapta Marga, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSAD Wirabhakti Mataram dengan kondisi baik;
  28. Pasien nomor 1507, an. Ny. IANP, perempuan, usia 53 tahun, penduduk Kelurahan Babakan, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSAD Wirabhakti Mataram dengan kondisi baik;
  29. Pasien nomor 1508, an. An. NIH, perempuan, usia 17 tahun, penduduk Kelurahan Sapta Marga, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSAD Wirabhakti Mataram dengan kondisi baik;
  30. Pasien nomor 1509, an. Tn. IGAA, laki-laki, usia 19 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Selatan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Bhayangkara Mataram dengan kondisi baik;
  31. Pasien nomor 1510, an. Ny. ZH, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  32. Pasien nomor 1511, an. Tn. SN, laki-laki, usia 63 tahun, penduduk Kelurahan Karang Baru, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  33. Pasien nomor 1512, an. Ny. ERI, perempuan, usia 44 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  34. Pasien nomor 1513, an. Tn. AS, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1351. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  35. Pasien nomor 1514, an. Ny. S, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Desa Parampuan, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  36. Pasien nomor 1515, an. Ny. P, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Banyu Urip, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  37. Pasien nomor 1516, an. Tn. AM, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  38. Pasien nomor 1517, an. Ny. DMDP, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Barat, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Siloam Mataram dengan kondisi baik;
  39. Pasien nomor 1518, an. Tn. BSP, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Pringgarata, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah bepergian ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  40. Pasien nomor 1519, an. Ny. IK, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;

Hari Jum’at terdapat penambahan 14 orang yang sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif, yaitu :

  1. Pasien nomor 721, an. Tn. G, laki-laki, usia 49 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Selatan, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 814, an. Ny. RA, perempuan, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Selatan, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  3. Pasien nomor 1006, an. Tn. ET, laki-laki, usia 54 tahun, penduduk Kelurahan Sapta Marga, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  4. Pasien nomor 1015, an. Ny. F, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  5. Pasien nomor 1105, an. Tn. IEY, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  6. Pasien nomor 1170, an. Tn. LSA, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Desa Gegelang, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat;
  7. Pasien nomor 1172, an. An. AKPA, laki-laki, usia 1 tahun, penduduk Desa Duman, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat;
  8. Pasien nomor 1250, an. Ny. SN, perempuan, usia 20 tahun, penduduk Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  9. Pasien nomor 1272, an. Ny. R, perempuan, usia 69 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  10. Pasien nomor 1293, an. Ny. S, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Desa Laju, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima;
  11. Pasien nomor 1294, an. Tn. KA, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Desa Rompo, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima;
  12. Pasien nomor 1323, an. Tn. DZ, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Penaraga, Kecamatan Raba, Kota Bima;
  13. Pasien nomor 1332, an. Tn. AH, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Montong Belae, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur;
  14. Pasien nomor 1349, an. Tn. K, laki-laki, usia 64 tahun, penduduk Kelurahan Monjok, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram.

Dipermaklukan bahwa pasien nomor 1446, an. Ny. EA, perempuan, usia 49 tahun, pendudukber-KTP Kelurahan Dasan Agung, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram, bahwa yang bersangkutan berdomisili di Desa Kekeri, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat.

“Terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada aparat TNI dan Polri serta seluruh unsur pemerintah daerah se-Nusa Tenggara Barat yang telah berperan aktif dan tetap fokus pada penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19,” kata Lalu Gita Aryadi.

Ia juga berterima kasih kepada masyarakat yang telah berperan aktif dalam upaya pemutusan rantai penularan Covid-19.

AYA/Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemik Covid-19 NTB di nomor 08180211 8119.

 

 

 




Silaturahmi Bersama Gubernur, Pengrajin Gitar Lokal Merasa Termotivasi

Kata Gubernur Zul, tugas seorang pemimpin harus mampu menyerap aspirasi dari berbagai kalangan dan bisa meringankan beban masyarakat

MATARAM.lombokjournal.com —  Gubernur NTB, Dr. H. selain aktif bersilaturahmi bersama Aparatur Sipil Negara (ASN), juga aktif mengunjungi dan berdialog secara langsung bersama Kepala Desa hingga para pelaku usaha di NTB.

Tradisi yang terus dijaga oleh Bang Zul ini menuai banyak tanggapan dari berbagai kalangan. Salah satunya pelaku usaha gitar di Lombok timur. Wirahadi (30) mengaku senang sekali bisa kembali bertemu Gubernur NTB.

Menurutnya, dukungan dari Gubernur NTB menjadi suntikan semangat untuk terus berkarya di tengah pandemi Covid-19.

“Saya kangen dengan pak gubernur. Dulu beliau pernah ke Lombok Timur melihat langsung usaha gitar kami, sekarang saya datang langsung ke dinas perindustrian memperkenalkan gitar baru saya,” ujarnya saat menghadiri acara pembinaan ASN oleh gubernur NTB bertempat di dinas perindustrian provinsi NTB, Jumat, 10 Juli 2020.

Di hadapan Gubernur dan ASN Dinas Perindustrian, Wirahadi menceritakan proses jatuh bangun pada saat membuat gitar.

Dalam ceritanya, selama pembuatan gitar, banyak sahabat yang menertawakannya. Bahkan, dukungan dari orang terdekat pun tidak didapatkan.

“Banyak sekali prosesnya, diolok hingga ditertawakan pernah saya rasakan,” tambahnya.

Alumni MA NW Pancor Ini melanjutkan, saat membuat gitar pun, sering sekali gitar yang dibuat tidak sesuai dengan keinginan dan pesanan pembeli.

“Beberapa kali gitar yang saya buat tidak sesuai dengan pesanan, pernah juga saya buat gitar suaranya sangat jelek. Tapi, itu semua tidak menyurutkan semangat saya untuk terus membuat gitar,” tambahnya.

Wirahadi mengungkapkan, sekarang penjualannya sudah menyasar pasal internaisonal. Terhitung, sudah 30 gitar dijualnya ke Malaysia, Brunai hingga Singapura.

“Alhamdulillah, melalui teman-teman Facebook, beberapa gitar sudah saya jual di berbagai negara,” tutupnya.

Bangga dikunjungi gubernur

Di tempat terpisah, Masriadi, Kepala Desa (Kades) Semaya, kecamatan sikur, kabupaten Lombok Timur juga mengaku bangga dan senang sekali dikunjungi langsung oleh gubernur yang didampingi kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi NTB tersebut.

Menurutnya, kunjungan ini merupakan anpengalam baru dan bisa menyampaikan aspirasi masyarakat secara langsung.

“Ini pengalaman baru, menyampaikan aspirasi secara langsung kepada gubernur NTB merupakan kebanggaan tersendiri bagi kami,” ujarnya saat ditemui pada saat silaturahmi Gubernur NTB bersama Kades se-Lombok Timur, hari Kamis tanggal 2 Juli 2020 lalu.

Gubernur Zul yang saat itu didampingi langsung oleh Kepala OPD. Jadi, para Kades bisa langsung menyodorkan proposal sesuai aspirasi yang telah terserap di desa masing-masing.

“Keluhan jalan, ada kadis PU, keluhan bantuan masjid, ada kepala biro kesra. Alhamdulillah langsung kami sodorkan proposal kepada kepala dinas dihadapan pak gubernur,” tambahnya

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah mengatakan, silaturahmi harus terus dilakukan dengan siapapun. Karena, tugas seorang pemimpin harus mampu menyerap aspirasi dari berbagai kalangan dan bisa meringankan beban masyarakat.

“Tugas kita sederhana saja, perbanyak silaturahmi dan sedekah kepada siapa pun. Dengan begitu, hidup kita lebih tenang. Saya yakin, semua urusan juga pasti diselesaikan dengan mudah,” ujar Bang Zul.

Jangan sampai, lanjut Bang Zul, ada masyarakat yang datang jauh-jauh, menghabiskan waktu, menghabiskan uang dan tenaga untuk bersilaturahmi kepada pemimpinnya. Tapi, pemimpinnya sendiri tidak bisa menemuinya.

“Saya berdialog dan silaturahmi langsung bersama ASN, kepala desa, petani, nelayan serta masyarakat lainnya dengan niat sederhana. Saya hanya ingin dekat dengan masyarakat dan menyerap aspirasi mereka secara utuh,” tambah Bang Zul.

AYA/HmsNTB

 




Dukung Kampung Sehat, Sekda KLU dan Forkopimda Panen Raya Padi di Jenggala

Diperkirakan produksi gabah KLU sekitar 57.932 ton, jika sudah dikonversi menjadi beras djumlahnya sekitar 35082 ton

TANJUNG.lombokjournal.com — Pemerintah Daerah Lmbok Utara melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) menggelar panen raya padi Cherang di Dusun Montong Gedeng Desa Jenggala Kecamatan Tanjung, Kamis, (09/07/20)..

Panen raya padi Cherang,  selain bertujuan penyediaan kebutuhan pangan kegiatan ini untuk mendukung dan mewujudkan kampung sehat di Kabupaten Lombok Utara menyongsong tatanan New Normal.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan menerapkan standar protokol kesehatan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) KLU Drs. H. Suardi, MH, Dandim 1606/Lobar Kolonel Arm Gunawan, S.Sos, MT, Kapolres Lombok Utara AKBP Fery Jaya Satriansyah, SH, Kepala OPD, Camat Tanjung Samsul Bahri, dan Kepala Desa Jenggala Fahrudin.

Sekda H Suardi bersama Frkopimda

Usai memanen, Sekda H. Suardi menyampaikan, komoditi padi yang dipanen cukup bagus seraya mengharapkan dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat khususnya dalam situasi pandemi Covid-19.

Panen padi itu merupakan gerakan yang mengajak semua lapisan masyarakat guna menata kampung sehat. Konsep kampung sehat diluncurkan untuk menciptakan tatanan lingkungan steril dari corona dan tumbuhnya ekonomi yang produktif di kampung-kampung.

Salah satu upaya yang ditempuh adalah mengajak para petani untuk menanam komoditi tanaman yang mampu menunjang ekonomi seperti padi dan tanaman lainnya.

“Padi di Lombok Utara khususnya di Desa Jenggala ini hasilnya bagus dan bisa mencukupi kesediaan pangan. Insya Allah kita tidak bergantung suplai pangan dari luar,” kata Sekda, H Suardi.

Diterangkan Sekda, menanam komoditi tanaman yang ramah lingkungan dapat menciptakan keharmonisan antara manusia dengan alam. Membuat suasana batin menjadi tenang, sehat, imunitas kuat, dan penyebaran Covid-19 dapat terkendali.

“Dengan kampung sehat, lingkungan kampung kita jadi asri dan tangguh dalam berbagai persoalan yang dihadapi. Saya berpesan mari bersama-sama mewujudkan kampung kita menjadi sehat, asri dan tangguh,” pesan Suardi.

Tidak mengkhawatirkan pangan

Dandim 1606/Lobar Kolonel Arm Gunawan mengungkapkan, pada intinya pertahanan itu bukan saja identik dengan ketahanan terhadap musuh.

Tapi, salah satu bentuknya juga berkaitan dengan ketahanan pangan. Selain itu, masyarakat tidak mengkhawatirkan pangan, lantaran dapat tercukupi untuk beberapa bulan dijamin tidak kekurangan pangan.

Pada kesempatan yang sama, Kapolres Lombok Utara AKBP Fery Jaya Satriansyah menuturkan tujuan jangka pendek kampung sehat adalah mencegah penyebaran pandemi Covid-19.

Penyebaran wabah Covid -19 bisa dicegah ketika kondisi masyarakat bersih, sehat, tangguh, dan siap secara fisik.

“Kesiapan masyarakat secara fisik terlihat jika pangan terpenuhi, sehingga gizi dan imunitas mereka naik dan potensi terkena virus pun rendah,” kata Kapolres

Dalam jangka panjang, masih kata Ferry, kampung sehat bisa dilanjutkan kelangsungannya kendati Covid-19 berakhir.

“Keberlangsungan program kampung sehat ini bisa dilanjutkan nantinya tidak semata-mata antisipasi penyebaran Covid, tapi untuk ketahanan pangan agar tetap asri, harmoni dan keamanan masyarakat terjamin,” terang Kapolres AKBP Ferry Jaya.

Ditambahkan Kapolres, kampung sehat saat ini tengah memasuki akselerasi kesiapan masing-masing desa, dengan tolak ukur memiliki pos kesehatan, memiliki rumah isolasi mandiri, dan pola penyelesaian permasalahan secara musyawarah.

Di lain pihak, Plt. Kepala DKPP KLU Ir. Hermato menjelaskan, ketersediaan pangan di Lombok Utara merujuk data beras hasil panen padi bulan Apri sampai Juli sekitar 9800 H.

Dari jumlah tersebut, diperkirakan produksi gabah KLU sekitar 57.932 ton, jika sudah dikonversi menjadi beras djumlahnya sekitar 35082 ton.

“Mengacu jumlah penduduk Lombok Utara sekitar 239 ribu jiwa disandingkan dengan hasil panen pada periode April-Juli, maka kebutuhan pangan kita bisa tercukupi,” pungkasnya.

sid




Disayangkan, Pernyataan Dikes Lobar ‘Lepas Tangan’ Pemberian Fasilitas Kesehatan Untuk Warganya

TGH Hasmi Hamzar menilai, pernyataan yang dilontarkan Made Ambaryati selaku Kepala Dinas tidak mencerminkan fungsinya sebagai pelayan masyarakat

MATARAM.lombokjournal.com – Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kabupaten Lombok Barat (Lobar) Hj Made Ambaryati mengambil sikap ‘lepas tangan’ dalam hal pemberian fasilitas kesehatan, Jum’at, (10/07/2020).

Sikap itu diambil Made Ambaryati, atas peristiwa pengambilan paksa jenazah yang dinyatakan positif Covid-19 di Rumah Sakit (RS) Kota Mataram oleh warga Dusun Eat Mate, Desa Mekar Sari, Kecamatan Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat beberapa waktu lalu. .

Seperti dikutip  radarlombok.co.id, sikap tersebut diambil Kepala Dikes Lobar menyusul aksi pelanggaran protokol Kesehatan Covid-19 oleh masyarakat Dusun Eat Mate yang memilih tidak mentaati protokol Kesehatan Covid-19.

Selain itu, sikap masyarakat yang menyatakan mereka tidak percaya dengan adanya Covid-19 membuat Made Ambaryati geram.

Sikap tak percaya adanya Covid-19 itu dinyatakan warga dengan penandatanganan surat pernyataan yang disaksikan langsung Camat Gunung Sari dan Kepala Desa Mekar Sari.

“Kami lepas tangan, biarkan saja, kan mereka tidak percaya ada Covid-19,” kata Made Ambaryati dikutip dari radarlombok.co.id.

Menanggapi hal itu, anggota Komisi V DPRD NTB yang salah satu tugasnya menaungi bidang kesehatan TGH Hazmi Hamzar, menyampaikan ketidaksepakatan atas pernyataan Kepala Dikes Lobar tersebut.

Menurut Hazmi, salah satu tugas pokok pemerintah, dalam hal ini Dikes Lobar, adalah melayani masyarakat.

Karena itu, pernyataan yang dilontarkan Made Ambaryati selaku Kepala Dinas tidak mencerminkan fungsinya sebagai pelayan masyarakat.

“Jangan kita terlalu cepat putus asa, lepas tangan segala macam,” ujarnya.

Dijelaskan, hal yang luput dari perhatian pemerintah adalah informasi mengenai Covid-19 yang tidak sampai ke masyarakat secara langsung oleh Satuan Gugus Tugas (Satgas) Covid-19 NTB.

Informasi yang tidak sampai itu membuat masyarakat menjadi bingung yang pada akhirnya menyebabkan mereka bertindak melanggar aturan.

“Sosialisasi itu belum merata kepada masyarakat harus dipahami itu. Kalau masyarakat sudah mengerti tidak akan begini ini barang ini,” jelasnya.

Terlepas dari itu, Hazmi meminta agar komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat termasuk dalam pemberian pelayanan kesehatan, tidak boleh berhenti, hanya karena suatu kejadian yang sangat mungkin disebabkan oleh informasi yang tidak sampai.

Sebab jika komunikasi buruk terus terjadi akan memicu keadaan yang makin kacau.

“Ya dimana-mana kan, di Sulawesi kayak apa garang masyarakatnya, selesai juga dengan pendekatan,” pesannya.

Kepala Dikes Lobar Hj Made Ambaryati yang dikonfirmasi lombokJournal.com untuk meminta keterangan lebih lanjut mengenai tindakan seperti apa yang nantinya diambil Dikes Lobar untuk menangani persoalan tersebut, tidak memberi jawaban pasti.

Ia hanya menjawab singkat, “Ibu sedang rapat.”

Ast




Gubernur Zul Ingatkan, JPS Gemilang III Upaya Membangkitkan IKM dan UMKM

Ditekankan,  penyaluran JPS Gemilang tahap III Harus detail dan dipastikan tidak ada masalah

MATARAM.lombokjournal.com —  Jaringan Pengaman Sosial (JPS) Gemilang telah siap memasuki tahap III. Penyaluran akan dimulai pada pekan depan.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah pada rapat koordinasi (Rakor) terkait persiapan peluncuran JPS Gemilang tahap III menyampaikan, tahap III atau tahapan terakhir ini harus benar-benar dipersiapkan.

“Kekurangan pada JPS I bisa diperbaiki dan kita punya prestasi JPS II ini nyaris tanpa cacat. JPS III ini harus hati hati,” ujar Gubernur Zul saat  rakor di Ruang Rapat Utama kantor Gubernur NTB, Jumat (10/07/20). .

Ditekankan,  penyaluran JPS Gemilang tahap III ini tidak perlu terburu buru. Harus detail dan dipastikan tidak ada masalah.

Gubernur Zul mengingatkan, hadirnya JPS Gemilang ini tidak hanya memberi stimulus perekonomian kepada masyarakat di masa pandemi.

“JPS Gemilang merupakan suatu langkah membangkitkan UMKM dan IKM, agar dapat berlari dan berkembang,” katanya.

Lebih jauh, Gubernur Zul menerangkan,  JPS Gemilang tahap III ini bukan akhir melainkan awal kebangkitan dan pertumbuhan ekonomi di NTB.

“Ini menandai mulainya stimulus stimulus ekonomi,” tuturnya.

Diharapkan JPS Gemilang ini menjadi pemicu awal dan perbaikan dan peningkatan kualitas produk UMKM dan IKM.

Agarsaat berproduksi dalam skala lebih besar, dapat menekan harga dan siap melebarkan sayap pemasarannya hingga nasional dan internasional.

Semua item produk lokal

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengatakan, JPS Gemilang termasuk skala nasional menjadi beda dengan tempat lain. Sebab semua item bantuan merupakan  produk lokal.

Wagub menekankan, apa yang diinisiasi  Gubernur ini, Wagub memin Zul diminta berkelanjutan. .

“Bagaimana menindaklanjuti, harus lebih dipersiapkan, koordinasi seluruh OPD OPD penyedia, agar proses ini dapat berjalan seterusnya, UMKM, IKM kita bisa terus berproduksi, ketersediaan marketnya, baik nasional maupun internasional,” pinta Wagub.

Ditambahkan, situs i-Shop NTB yang menjual produk produk unggulan NTB dapat benar benar diseriusi, baik konten maupun sistem harus yang memudahkan pengguna.

“Ini harus betul-betul diseriusi, baik konten maupun sistem yang memudahkan, bagaimana ini bisa seterkenal online shop lainnya,” ujar Ummi Rohmi.

Tantangan ke depan, bagaimana perekonomian ini dapat stabil, tidak hanya saat JPS Gemilang saja, tapi dapat terus berproduksi.

Wagub mengapresiasi kerja keras dan sinergi Gugus Pemulihan Sosial Ekonomi Dampak Covid-19 Provinsi NTB.

jumlah penerima pada JPS Gemilang tahap III ini sebanyak 120.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), yakni dengan uraian 110.130 DTKS dan 9.870 Non DTKS.

Barang yang akan disalurkan dalam JPS Gemilang III, menggunakan produk yang berasal dari 4.673 UKM/IKM/Kelompok.

Hal itu disampaikan Asisten II Setda NTB , H. Ridwansyah, yang menjadi moderator rakor itu. Menurutnya, persiapan JPS Gemilang tahap III berjalan hampir 100 persen.

AYA/HmsNTB




Gubernur Zul  Harapkan Kantor Jadi Tempat yang Dirindukan

Indikator menjadikan kantor sebagai tempat teraman dan nyaman tidak sesulit yang dibayangkan

MATARAM.lombokjournal.com —  Lingkungan kerja yang nyaman menciptakan hubungan yang baik, sehingga  lingkungan kerja atau kantor menjadi ladang beribadah dan mengabdi, tempat yang dirindukan semua orang.

Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah menyampaikan itu usai olahraga bersama ASN Sekretariat Daerah Provinsi NTB di lapangan Bumi Gora, Kantor Gubernur NTB, Jumat (10/07/20).

“Kita bisa merubah suasana kantor sesuai selera kita. Menjadi tempat yang nyaman dan menyenangkan bagi semua. Sehingga ada kerinduan bagi kita,” imbuh Dr. Zul sapaan akrab Gubernur dihadapan ratusan ASN.

Menurut Bang Zul, kalau itu mampu dilakukan, maka seluruh ASN tidak bisa lagi membedakan hari libur dan hari kerja.

Indikator menjadikan kantor sebagai tempat teraman dan nyaman tidak sesulit yang dibayangkan.

Sehingga setiap Minggu malam ada getaran jiwa yang dirasakan oleh ASN untuk segera berjumpa dengan hari Senin dan segera ingin cepat bekerja kembali.

“Ada rindu yang tak tertahankan bahwa ingin cepat masuk kerja, bukan malah sebaliknya. Karena itu, mari sama-sama kita ciptakan tempat kerja sebagai tempat yang dirindukan,” kata Bang Zul.

Berlibur bersama

Para pimpinan di Sekretariat Daerah (Setda) dianjurkan bisa  berlibur bersama para staf di tempat-tempat wisata. Jangan hanya orang lain yang bisa menikmati keindahan alam NTB.

Padahal berlibur sesuatu yang sangat mudah. Untuk itu, sesekali adakan libur bersama biar hubungan sesama tetap akrab. Sehingga rasa senang antar sesama akan semakin kuat.

“Kita ini lucu, banyak tempat-tempat wisata yang kita bangun, alamnya yang sangat indah. Di sisi lain, kita ingin menghadirkan turis-turis asing untuk menikmati keindahan icon pariwisata di NTB. Tapi kita sendiri tidak pernah menikmatinya,” tutur Bang Zul.

Menjaga hubungan silahturahmi merupakan faktor penting untuk menghadirkan rasa bahagia dalam bekerja.

Bahagia menjadi salah satu instrumen penting untuk meningkatkan produktivitas serta inovasi dalam bekerja. Terutama menjadi pelayan masyarakat yang berintegritas demi terwujudnya NTB gemilang.

“Kalau bahagia dapat kita tingkatkan, maka otomatis produktivitas dan inovasi akan tercipta dengan sendirinya” tutup Gubernur Zul.

Silahturahmi dengan para ASN merupakan yang kesekian kalinya dilakukan oleh gubernur setelah mengunjungi semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Provinsi NTB selama satu bulan penuh.

Silaturahmi sekaligus pembinaan ini upaya mendorong seluruh ASN agar tetap menjaga keharmonisan dalam bekerja.

Turut mendampingi Gubernur pada kesempatan tersebut, Sekda Provinsi NTB Drs. H. Lalu Gita Ariadi, serta beberapa Kepala Dinas dan Biro di ligkungan kerja Pemerintah Provinsi NTB.

AYA/Diskominfotik




Bakohumas Akan Gelar Kompetisi ‘Sebar Berita Baik’

MATARAM.lombokjournal.com —  Badan Koordinasi Kehumasan (Bakohumas) NTB akan menggelar aneka kompetisi dalam rangka kampanye sebar berita baik jelang new normal di NTB, untuk menggugah kesadaran masyarakat menerapkan protokol Covid-19.

Untuk mematangkan konsep lomba tersebut Bakohumas NTB menggelar pertemuan,Kamis (09/07/20) di Mataram.

Selain Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi NTB Najamuddin Amy, S.Sos, MM, juga hadir Humas-humas lembaga lain yang tergabung dalam Bakohumas NTB, seperti Humas Kejati NTB, Humas Polda NTB, Kapenrem 162/WB, Bakesbangpoldagri, Dinas Perindustrian, serta Dinas Perdagangan.

Najamuddin Amy mengatakan, dalam waktu dekat akan ada tiga kompetisi utama yaitu  Festival Lomba Kampung Sehat yang diinisiasi dan inovasi Polda NTB bekerjasama dengan Pemprov NTB, Lomba Penyiaran Publik dan PPID Competition.

“Dalam item Lomba Penyiaran Publik ini kita akan kerjasama dengan KPID NTB dan lembaga penyiaran di dalamnya. Temanya adalah ‘NTB Nurut Tatanan Baru’ serta tema kedua ‘Industrialisasi di Masa Pandemi’. Adapun PPID Competition kita akan kerjasama dengan Komisi Informasi atau KI NTB,” kata Bang Najam, sapaan akrabnya.

Selain melalui media, semua lomba dan ketentuannya akan dipublikasi juga melalui medsos masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Bang Najam juga menyampaikan instruksi Wakil Gubernur NTB terkait penanganan Covid-19 terutama di Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat, karena kasus positif baru masih terus ditemukan.

“Dalam waktu dekat kita akan adakan pertemuan dengan Babinsa dan Babinkamtibmas. Teman-teman Humas di tingkat kabupaten/kota juga akan kita hadirkan untuk kesamaan visi dan frekuensi dalam penanganan Covid ini,” katanya.

Karo Humas juga menyampaikan rencana peluncuran program Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang tahap III pada tanggal 13 Juli mendatang.

“Kita harapkan kehadiran Forkopimda dalam kegiatan tersebut,” ujar Najam.

Menurutnya, pertemuan-pertemuan Bakohumas seperti ini  sangat penting karena peran Bakohumas sangat strategis untuk memback up berbagai kegiatan dan mempererat sinergi dan kekompakan.

AYA/HmsNTB




Penerapan Protokol Kesehatan Covid-19 Tak Boleh Ganggu Aktivitas Ekonomi Masyarakat

MATARAM.lombokjournal.com — Anggota Komisi V DPRD NTB bidang kesejahteraan rakyat dan kesehatan, Lalu Budi Suryata menghimbau Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB, mempertimbangkan keberlangsungan ekonomi masyarakat dalam pengambilan kebijakan terkait protokol kesehatan Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Budi, mengingat pandemi Corona yang tengah mewabah tak hanya mempengaruhi kesehatan fisik tetapi juga berdampak pada ketidakstabilan psikologi masyarakat, yang timbul karena  belum optimalnya perputaran ekonomi.

“Tidak hanya fisik kita terpengaruhi, kemudian juga emosional kita,” katanya. Kamis, (09/07/20).

Dijelaskan, Pemprov dalam pengambilan kebijakannya harus benar-benar memperhatikan terselenggaranya dua unsur penyangga stabilitas sosial tersebut, baik unsur kesehatan masyarakat maupun unsur kesejahteraan ekonomi.

Sebab jika dua hal tersebut tidak berjalan dengan baik bisa memicu stabilitas sosial yang sulit dikendalikan.

“Tetapi yang paling menghantam juga adalah yang dirasakan masyarakat dan kita sendiri juga merasakan itu, adalah faktor finansial kita juga tergerus,” paparnya.

Budi menambahkan, kendati masih banyak masyarakat yang terpapar virus Corona, saat ini peran Pemprov NTB dalam menanggulangi penyebaran virus Corona sudah cukup maksimal, baik dari sisi penyediaan anggaran maupun penerapan aturan protokol kesehatan di lapangan.

Untuk itu fokus kebijakan pemerintah selanjutnya harus mengarah ke peningkatan kesejahteraan masyarakat di bidang ekonomi.

“Saya berharap pada pemerintah, harus lebih selektif, dalam melakukan kebijakan-kebijakan yang menyentuh finansial masyarakat,” ujarnya.

Ast