Demo di Tengah Pandemi, Massa Kesal Tak Ditemui Anggota DPRD NTB

Selain meminta pencabutan RUU HIP dari Prolegnas, mereka juga menghimbau anggota DPR fokus laksanakan tugas dan fungsi melayani rakyat sebagaimana amanat Undang-Undang

MATARAM.lombokJournal.com — Di Tengah Pandemi virus Corona, beberapa mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi NTB Menolak Rancangan Undang-Undang Ideologi Pancasila  (RUU HIP), melangsungkan aksi demonstrasi di depan kantor DPRD NTB tanpa ditemui satu pun anggota parlemen Udayana. Senin, (13/07/20).

Merekapun menyesalkan sikap anggota dewan, dengan menyebutnya tak menjalankan tugas dan fungsi sebagai wakil rakyat seperti yang diamanatkan undang-undang.

“Sering kami melaksanakan aksi di sini, kami tidak pernah yang namanya ketemu sama anggota DPRD itu. Sedangkan tuntutan kami harus didengar oleh pihak DPR itu,” ujar Koordinator Lapangan (Korlap), Raden Riko Agustian.

Dijelaskan, anggota DPRD selaku wakil rakyat harusnya menjembatani semua lapisan masyarakat menyuarakan aspirasinya ke pemerintah.

Tetapi selama ini, Riko menyebut DPRD tidak peduli dengan hal itu. Hal tersebut semakin terbukti dengan tak hadirnya satu pun dari anggota parlemen untuk menemui mereka.

Padahal menurutnya, tujuan utama digelarnya aksi agar bisa menyampaikan tuntutan secara langsung ke anggota DPRD NTB.

“Sedihnya, kan tujuan kita Ketua DPR,” terangnya.

Dalam tuntutan aksi yang diserahkan perwakilan aksi ke Sekretaris DPRD NTB H. Mahdi, SH., MH disebutkan, selain meminta pencabutan RUU HIP dari Prolegnas, mereka juga menghimbau anggota DPR fokus laksanakan tugas dan fungsi melayani rakyat sebagaimana amanat Undang-Undang.

Menanggapi hal itu, Sekretaris DPRD NTB H. Mahdi, SH., MH selaku perwakilan DPRD NTB menyampaikan bahwa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Sekretariat DPRD NTB tidak memiliki tugas dan fungsi lain, selain melayani kepentingan anggota DPRD NTB.

Pihaknya menyatakan akan menjembatani para mahasiswa dalam menyampaikan tuntutan mereka ke Ketua DPRD NTB.

“Menyambung lidah adek-adek semua kepada pimpinan dan anggota dewan,” kata Mahdi.

Mahdi juga menjelaskan bahwa apa pun yang menjadi aspirasi mahasiswa akan tetap didengar oleh Ketua DPRD NTB.

Untuk diketahui, dari pantauan lombokjournal.com di gedung DPRD NTB jalan Udayana, tak satu pun terlihat kendaraan anggota dewan terparkir.

Selain itu, hingga aksi demonstrasi berakhir tak satu pun dari anggota DPRD NTB terlihat memasuki kawasan gedung parlemen NTB tersebut.

Ast




Program JPS Gemilang Diapresiasi Masyarakat

Kepala Desa Loyok mengaku senang Desa Loyok dapat dijadikan lokasi peluncuran JPS Gemilang Tahap III

LOTIM.lombokjournal.com — Bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang Tahap III hari ini resmi diluncurkan.

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah meluncurkan paket JPS Gemilang Tahap III tersebut di Kantor Desa Loyok Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur, Senin (13/07/20).

JPS Gemilang Tahap III ini pun menjadi penutup pemberian bantuan terhadap masyarakat terdampak pandemi Covid-19.

Namun, Pemprov NTB berjanji akan terus memberikan bantuan stimulus lainnya kepada masyarakat.

Setelah JPS Gemilang Tahap III disalurkan, Pemprov akan fokus mengembangkan UKM/IKM agar semakin maju dan berkembang.

Penyaluran JPS Gemilang dari Tahap I hingga Tahap III juga mendapat respon beragam dari masyarakat.

UKM/IKM yang merasakan dampak perekonomian yang diakibatkan pandemi Covid-19 dapat terbantu berkat terobosan dari Pemprov NTB.

Perbaikan kualitas serta data penerima menjadi acuan bahwa penyaluran JPS Gemilang berjalan lancar dan sukses.

Begitu pula yang dirasakan oleh masyarakat Desa Loyok. Warga penerima bantuan mengapresiasi seluruh jajaran Pemprov dalam penyaluran JPS Gemilang hingga sampai ke Tahap III tersebut.

Kepala Desa Loyok, M. Rosyidi, S. Sos.I mengaku senang Desa Loyok dapat dijadikan lokasi launching JPS Gemilang Tahap III. Mewakili warganya, Ia berterima kasih atas kunjungan jajaran Pemprov ke Desa Loyok hari ini.

“Harapan kami kepada masyarakat, semoga dengan JPS Gemilang ini semangat untuk hidup, semangat untuk kerja bisa ditingkatkan,” ucapnya.

Kunjungan Wagub Ummi Rohmi juga dinilai telah memberikan semangat tersendiri bagi masyarakat.

“Kami ucapkan terima kasih, mudah-mudahan bisa kembali ke desa kami dalam rangka memberikan motivasi, semangat bagi para pengrajin kami di Desa Loyok,” tambahnya.

Winda Safitri, salah seorang warga penerima bantuan JPS Gemilang mengucapkan terima kasih kepada Pemprov atas bantuan serta perhatian yang diberikan selama masa pandemi Covid-19.

“Saya Winda Safitri penerima JPS Gemilang tahap III, mengucapkan terima kasih banyak-banyak kepada Pemerintah Provinsi NTB dan kepada Wakil Gubernur yang telah hadir langsung ke Desa Loyok, semoga ini bermanfaat bagi kami,” ujarnya.

Hal yang sama diucapkan oleh Badaruddin, yang mengaku senang dapat berjumpa langsung dengan Wakil Gubernur di desanya sendiri.

Ke depan, Ia berharap kunjungan seperti ini akan lebih sering dilakukan.

“Terima kasih kepada Ibu Wakil Gubernur, yang telah hadir ke Loyok semoga menjadi penyemangat kami semua disini,” tuturnya.

Sebelumnya, Umi Rohmi sapaan akrab Wagub mengajak masyarakat untuk mencintai dan menghargai produk lokal buatan NTB. Sehingga, UKM/IKM selepas pandemi Covid-19 usai dapat mandiri dan maju dalam memasarkan produk-produknya.

“Mari kita tingkatkan produktifitas, tingkatkan kualitas dari produk-produk ini, supaya tidak sampai di sini saja kita beli produk kita, tapi seterusnya orang NTB harus membeli produk NTB sendiri,” pintanya.

Penyaluran bantuan JPS Gemilang ini pun diawali dari Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Timur.

Kemudian esok hari, Selasa (14/07/2020) disusul oleh Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Sumbawa, Dompu, Kabupaten Bima dan Kota Bima.

BACA JUGA:

Wagub Minta Masyarakat Cintai Produk Lokal, JPS Gemilang Tahap III Diluncurkan Di Loyok

Jumlah penerima JPS Gemilang Tahap III yakni sebanyak 120.000 KK. Terdiri dari 110.130 KK berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan 9.870 non DTKS. Sedangkan barang dalam JPS Gemilang menggunakan produk dari 4.673 UKM/IKM dan juga kelompok usaha lainnya.

AYA/HmsNTB




Wagub Minta Masyarakat Cintai Produk Lokal, JPS Gemilang Tahap III Diluncurkan Di Loyok

Jumlah penerima JPS tahap III sebanyak 120.000 KK. Terdiri dari 110.130 KK berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan 9.870 non DTKS

LOTIM.lombokjournal.com —  Masyarakat diajak mencintai dan menghargai produk lokal buatan Nusa Tenggara Barat.

Jika masyarakat menghargai produk lokal, maka para pelaku usaha IKM/UKM juga akan semakin berkembang.

Sehingga para pelaku usaha dalam daerah setelah pandemi Covid-19 berlalu, dapat mandiri dan maju dalam memasarkan produk-produknya.

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menegaskan itu saat  meluncurkan program Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang tahap III di Desa Loyok, Kecamatan Sikur Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Senin (13/07/20).

Wagub mengharapkan adanya peningkatan produktifitas.

“Tingkatkan kualitas dari produk-produk ini, supaya tidak sampai di sini saja kita beli produk kita. Tapi seterusnya orang NTB harus membeli produk NTB sendiri,” kata wagub.

Dikatakan, paket dalam JPS Gemilang III berisi produk-produk yang dibuat oleh UKM dan IKM lokal. Hal ini dilakukan untuk mendorong UKM/IKM lokal agar terus berkembang di tengah pandemi.

“PR berikutnya, ke depan harus kita ciptakan pasar, kita harus kerja keras agar kualitas semakin bagus dan harga semakin bersaing,” kata Umi Rohmi.

Wagub kembali mengingatkan pentingnya masyarakat menjaga kesehatan.

Modal kesehatan menjadi penopang utama kebangkitan ekonomi masyarakat. Desa wisata seperti Desa Loyok, kata Wagub, harus bebas dari Covid.

Sebab Desa Loyok menjadi salah satu desa wisata yang sering dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Kita harus bisa menjaga desa kita agar tetap sehat, tidak ada yang kena Covid-19, dengan begitu, jika masyarakat di desa sehat maka orang tidak akan takut dan merasa aman untuk datang ke desa ini,” kata Ummi Rohmi.

Ditekankan, protokol kesehatan harus tetap diterapkan dengan ketat agar masyarakat desa Loyok terhidar dari wabah Covid-19.

Agar masyarakat memahami pentingnya protokol kesehatan, aparat desa diminta terus melakukan sosialisasi tentang protokol kesehatan ini.

“Kita tidak boleh lengah, kita harus disiplin, kalau mau sehat kita ikuti protokol kesehatan dengan memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak,” tutur wagub.

Disampaikan terimakasih seluruh pihak yang ikut serta menangani pandemi dan dampak yang ditimbulkan baik dari Pemda, Pemerintah Desa, Forkompinda dan pihak terkait lainnya.

Menghidupkan UKM/IKM Lotim

Bupati Lombok Timur, H. Sukiman Azmi mengatakan, JPS Gemilang dari Pemprov NTB ini sangat membantu Kabupaten Lombok Timur dalam menangani dampak pandemi.

Program ini bukan hanya memberikan bantuan dalam bentuk sembako, namun juga telah menghidupkan UKM/IKM yang ada di Lombok Timur.

“Terimakasih kepada pemerintah provinsi yang telah memberikan perhatian lebih kepada masyarakat Lombok Timur ini,” tuturnya.

Ia berharap Kabupaten Lombok Timur dan Provinsi NTB pada umumnya segera pulih agar kondisi sosial dan perekonomian masyarakat dapat normal kembali.

Untuk diketahui, jumlah penerima JPS tahap III sebanyak 120.000 KK. Terdiri dari 110.130 KK berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan 9.870 non DTKS.

Sedangkan produk-produk yang ada dalam JPS Gemilang menggunakan produk dari 4.673 UMKM/IKM/kelompok usaha.

Untuk penerima manfaat di Pulau Lombok sebanyak 83. 276 KPM yang terdiri dari Kabupaten Lombok Utara sebanyak 4.290, Lombok Timur 43.920, Kota Mataram 6.641 Lombok Barat 11.458 dan Lombok Tengah 16.967.

BACA JUGA: Program JPS Gemilang Diapresiasi Masyarakat

Di Pulau Sumbawa sebanyak 36. 724 PKM, terdiri dari Kabupaten Sumbawa Barat 2.639, Kabupaten Sumbawa 7.106, Kabupaten Dompu 8.696, Kabupaten Bima 16.093 dan Kota Bima 2.187.

AYA/HmsNTB




Rocky Gerung ‘Angkat Topi’ untuk Kasatreskrim Kabupaten Loteng

Rocky berharap, apa yang dipraktikkan Priyono dicontoh oleh semua aparat kepolisian dalam menghadapi sebuah perkara hukum

MATARAM.LombokJournal.com — Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Lombok Tengah AKP Priyono Suhartono mendapat apresiasi dan dukungan luas, kaena menolak laporan seorang anak yang ingin memenjarakan ibu kandungnya hanya gara-gara permasalahan sepeda motor.

Salah satu yang memuji aksi Priyono adalah tokoh nasional Rocky Gerung yang menyatakan dirinya ‘angkat topi’ untuk tindakan Priyono tersebut. Minggu, (12/07/20).

“Pak polisi saya apresiasi, angkat topi,” katanya dikutip dari akun youtube Rocky Gerung Official.

PRocky yang sedang duduk bersama Hersubeno Arief menerangkan, aksi Priyono menolak laporan tersebut sebagai tindakan seorang polisi baik. Ia ingin menjelaskan kepada seluruh masyarakat Indonesia, mengenai substansi kepolisian sebagai lembaga yang berisikan warga sipil yang diberi hak oleh negara untuk memegang senjata.

Karena keistimewaan hak tersebut, sudah menjadi kewajibannya memberi rasa aman dengan menyediakan fasilitas perlindungan hukum bagi warga sipil yang ‘tersisih’ dalam mendapat keadilan.

“Dia menyuapi rakyat sehingga rakyat mengerti bahwa tidak semua delik itu harus diproses di depan hukum. Polisi yang bijak ya seperti itu,” jelasnya.

Lebih jauh dijelaskan Rocky, tindakan Priyono telah mencerminkan fungsi polisi sebagai pengayom dan pendidik masyarakat dalam menegakkan keadilan hukum yang berlaku.

Rocky berharap, apa yang dipraktikkan Priyono dicontoh oleh semua aparat kepolisian dalam menghadapi sebuah perkara hukum, sebab polisi yang baik harus mengajarkan masyarakat untuk memahami bahwa tidak semua ‘delik’ harus diproses di hadapan hukum yang berlaku.

“Itu tindakan keperwiraan sebetulnya. Dia menjalankan dwifungsi, fungsi dia sebagai Polri dan fungsi dia sebagai manusia berbudi,” ujar Rocky.

Selanjutnya, hal utama yang harus ada dalam diri seorang polisi adalah sikap kebayangkaraan yang dalam pengertian Rocky harus meliputi kerelaan mencari keadilan untuk warga masyarakat, dengan kesadaran menjunjung tinggi nilai luhur kemanusiaan.

“Kebayangkaraan itu dasarnya adalah perlindungan terhadap mereka yang tersisih di dalam upaya mencari keadilan, jadi bukan kriminalisasi justru, tapi humanisasi,” terangnya.

AKP Priyono Suhartono memang tengah viral   karena videonya yang menolak laporan Mahsun, seorang anak yang mau mempidanakan ibu kandungnya beredar luas di media sosial.

Priyono sendiri mengaku meski tidak dibenarkan secara hukum karena menolak laporan masyarakat, ia terpaksa mengambil sikap tersebut karena iba oleh reaksi ibu kandung pelapor.

Ast




JPS Gemilang Tahap III Mulai Didistribusikan Hari Senin, 13 Juli 2020, Libatkan 4.673 UMKM/IKM

Penerima manfaat, di Pulau Lombok sebanyak 83. 276 KPM, terdiri dari Kabupaten Lombok Utara sebanyak 4.290, Lombok Timur 43.920, Kota Mataram 6.641 Lombok Barat 11.458 dan Lombok Tengah 16.967

MATARAM.lombokjournal.com — Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah akan meluncurkan paket JPS Gemilang Tahap III, hari Senin tanggal13 Juli 2020, di Kantor Desa Loyok Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur.

Pemprov NTB akan menyalurkan paket bantuan tersebut ke kabupaten/kota se-NTB.

Bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang Tahap III telah rampung dipersiapkan oleh pemerintah Provinsi NTB.

Ini juga komitmen Pemprov untuk menyalurkan bantuan tersebut dengan tetap memperhatikan kualitas paket bantuan serta pemberdayaan atau pelibatan IKM/UMKM sebanyak mungkin.

Asisten II Setda Provinsi NTB Ir. H. Ridwansyah, MM, M. TP, mengatakan persiapan penyaluran paket bantuan itu sudah rampung 100 persen dan siap untuk disalurkan ke masyarakat.

“Persiapan JPS Gemilang tahap III sudah 100 persen,” ungkapnya.

  1. Ridwansyah menyampaikan, penyaluran bantuan JPS Gemilang tersebut diawali dari Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Timur.

Kemudian Selasa 14 Juli 2020, disusul oleh Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Sumbawa, Dompu Bima dan Kota Bima.

Jumlah penerima tahap III sebanyak 120.000 KK. Terdiri dari 110.130 KK berdasarkan data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) dan 9.870 non DTKS. Sedangkan barang dalam JPS Gemilang menggunakan produk dari 4.673 UMKM/IKM/kelompok usaha.

Penerima manfaat, di Pulau Lombok sebanyak 83. 276 KPM, terdiri dari Kabupaten Lombok Utara sebanyak 4.290, Lombok Timur 43.920, Kota Mataram 6.641 Lombok Barat 11.458 dan Lombok Tengah 16.967.

Di Pulau Sumbawa sebanyak 36. 724 PKM, terdiri dari Kabupaten Sumbawa Barat 2.639, Kabupaten Sumbawa 7.106, Kabupaten Dompu 8.696, Kabupaten Bima 16.093 dan Kota Bima 2.187.

Sebelumnya, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah mengatakan semangat pemberdayaan IKM/UMKM  dalam produk JPS yang disediakan Pemerintah Provinsi NTB dalam Program JPS Gemilang, tetap menjadi konsep penyediaannya pada tahap ketiga tersebut.

Gubernur Zul menekankan, agar produk-produk yang disediakan dalam JPS Gemilang tahap III tersebut merupakan produk yang betul-betul dibutuhkan oleh masyarakat.

“Kita jangan terlena dengan tahapan penyelenggaraan JPS tahap I dan II, tetapi harus mengawal tahap III lebih baik,” kata Gubernur Zul didampingi Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah saat Rapat Evaluasi JPS tahap II dan persiapan JPS III di Mataram belum lama ini.

Gubernur Bang Zul juga meminta agar melibatkan banyak UMKM dan IKM lokal di NTB. Sehingga produk yang diberikan juga lebih bervariasi dengan hasil produk yang banyak melibatkan masyarakat untuk bekerja.

Keterlibatan UMKM dan IKM  di JPS Gemilang tahap I dan II, dinilainya, sudah mampu melatih mereka untuk terus menyiapkan produk yang berstandar untuk dipasarkan secara umum.

Gubernur menekankan JPS Gemilang Tahap III harus detail dan dipastikan tidak ada masalah. JPS Gemilang lanjutnya tidak hanya memberi stimulus perekonomian kepada masyarakat di masa pandemi. Akan tetapi sekaligus langkah untuk membangkitkan UMKM dan IKM agar berkembang.

Meski yang terakhir, baginya JPS tahap III justru merupakan awal kebangkitan pertumbuhan ekonomi NTB.

“Ini menandai mulainya stimulus stimulus ekonomi,” tuturnya.

Bantuan JPS diharapkan menjadi pemicu peningkatan kualitas produk UMKM dan IKM. Dengan produksi skala lebih besar bisa menekan harga dan siap melebarkan sayap pemasarannya.

Senada dengan Gubernur, Wakil Gubernur NTB, Sitti Rohmi Djalilah menegaskan semangat awal pemberdayaan UMKM dan IKM merupakan roh dari JPS Gemilang ini.

“Tentunya UMKM maupun IKM ini yang akan banyak melibatkan masyarakat untuk menggerakan ekonomi kita,” kata Wagub Rohmi.

Pandemi Covid-19 memberikan sisi positif kepada masyarakat kita. Disamping mengajarkan untuk terapkan berperilaku sehat, namun membangkitkan pemberdayaan UMKM/IKM di sisi ekonomi. “Ini yang harus benar-benar dimanfaatkan,” tuturnya.

Wagub mememinta agar penyaluran JPS Gemilang tahap III, dipersiapkan dan direncanakan dengan matang sebelum disalurkan kepada masyarakatlumnya juga, Assisten II Setda Provinsi NTB, H. Ridwan Syah memaparkan tentang penyaluran JPS tahap II yang sudah berjalan lancar.

Pembagian wilayah kerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengawal dan bertanggungjawab terhadap penyaluran JPS di Kabupaten/Kota se-NTB telah berjalan lancar dan efektif, sehingga semua persoalan dan kendala dapat dihindari.

“Rencananya melihat kebutuhan masyarakat, ada beberapa produk yang nantinya diganti, namun akan dilihat situasi dan keadaan produk tersebut, baik itu ketersediaan dan kebutuhan masyarakat, sehingga lebih bervariasi,” tutupnya.

Persiapan tahapan proses JPS Gemilang tahap III akan terus dikoordinasikan dengan berbagai rakor dan evaluasi, sehingga menghasilkan keputusan yang matang sebelum didistribusikan.

Keberhasilan penyaluran JPS tahap II ini tentu berkat kerjasama yang baik antara OPD Lingkup Pemprov, Kab/Kota, TNI, Polri dan Kejaksaan, termasuk juga dengan para Mitra dan UMKM/IKM serta para pihak lainnya.

AYA/HmsNTB




UPDATE Covid-19: Hari Minggu, 12 Juli 2020, Bertambah 23 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 22 Orang, Kasus Kematian 1 (satu) orang

Mengingat angka pasien positif Covid-19 di Kota Mataram dan Lombok Barat terus bertambah, masyarakat dihimbau agar waspada dan tetap disiplin mengikuti protokol pencegahan Covid-19

 MATARAM.lombokjournal.com — Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR RSUD R. Soedjono Selong, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, dan Laboratorium TCM RSUD H.L. Manambai Abdulkadir mengkonfirmasi, ada tambahan 23 pasien positif Covid-19, dan pasien yang dinyatakan sembuh 22 orang, kasus kematian 1 (satu) orang.

Lalu Gita Aryadi

Siaran pers hari Minggu (12/07/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 226 sampel dengan hasil 186 sampel negatif, 17 sampel positif ulangan, dan 23 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 22 orang, kasus kematian 1 (satu) orang.

Dijelaskan, adanya tambahan 23 kasus baru terkonfirmasi positif, 22 tambahan sembuh baru, dan 1 (satu) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Minggu (12/7/2020) sebanyak 1.571 orang, dengan perincian 989 orang sudah sembuh, 81 meninggal dunia, serta 501 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

TAMBAHAN 23 POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 22 ORANG, KASUS KEMATIAN 1 (SATU) ORANG

Kasus baru positif tersebut, antara lain :

  1. Pasien nomor 1549, an. Ny. P, perempuan, usia 44 tahun, penduduk Desa Medain, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  1. Pasien nomor 1550, an. Ny. F, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  2. Pasien nomor 1551, an. Tn. MFR, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  3. Pasien nomor 1552, an. Tn. KS, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  4. Pasien nomor 1553, an. Tn. S, laki-laki, usia 66 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Selatan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  5. Pasien nomor 1554, an. Ny. J, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Monjok Timur, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
  6. Pasien nomor 1555, an. Ny. RAF, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Bug-Bug, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  7. Pasien nomor 1556, an. Ny. MJR, perempuan, usia 21 tahun, penduduk Desa Kekeri, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;
  8. Pasien nomor 1557, an. Ny. UR, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  9. Pasien nomor 1558, an. Tn. IND, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  10. Pasien nomor 1559, an. Tn. LH, laki-laki, usia 77 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  11. Pasien nomor 1560, an. Ny. HS, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  12. Pasien nomor 1561, an. Ny. N, perempuan, usia 21 tahun, penduduk Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1468. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSI Siti Hajar Mataram dengan kondisi baik;
  13. Pasien nomor 1562, an. Ny. S, perempuan, usia 45 tahun, penduduk Desa Brang Kolong, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah bepergian ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD H.L. Manambai Abdulkadir dengan kondisi baik;
  14. Pasien nomor 1563, an. Ny. S, perempuan, usia 45 tahun, penduduk Kelurahan Jempong, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  15. Pasien nomor 1564, an. Tn. AS, laki-laki, usia 20 tahun, penduduk Desa Bajur, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  16. Pasien nomor 1565, an. Tn. AY, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Desa Dasan Griya, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  17. Pasien nomor 1566, an. Tn. SM, laki-laki, usia 58 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Siloam Mataram dengan kondisi baik;
  18. Pasien nomor 1567, an. Ny. NNK, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  19. Pasien nomor 1568, an. Tn. UK, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Kelurahan Pejanggik,Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  20. Pasien nomor 1569, an. Ny. RA, perempuan, usia 76 tahun, penduduk Kelurahan Pejarakan Karya, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Siloam Mataram dengan kondisi baik;
  21. Pasien nomor 1570, an. Tn. HZ, laki-laki, usia 20 tahun, penduduk ber-KTP Sidoarjo, Jawa Timur. Pasien berdomisili di Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Unram dengan kondisi baik;
  22. Pasien nomor 1571, an. Ny. AA, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Kekalik, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Unram dengan kondisi baik;

Dipermaklumkan beberapa hal sebagai berikut :

  • Berdasarkan hasil klarifikasi terhadap pasien Covid-19 nomor 1546 yang semula diumumkan penduduk Kabupaten Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur, bahwa pasien sesungguhnya penduduk Desa Badrain, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat.
  • Berdasarkan hasil klarifikasi terhadap pasien Covid-19 nomor 1547 yang semula diumumkan penduduk Desa Badrain, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, bahwa pasien sesungguhnya penduduk Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur.

Hari Minggu terdapat penambahan 22 orang yang sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif, yaitu :

  1. Pasien nomor 391, an. Ny. DWY, perempuan, usia 46 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 776, an. Ny. B, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Merembu, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
  3. Pasien nomor 792, an. Ny. SA, perempuan, usia 58 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  4. Pasien nomor 836, an. Tn. M, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Rembige, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  5. Pasien nomor 866, an. Ny. NNP, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Desa Suranadi, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat;
  6. Pasien nomor 867, an. Ny. EP, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Selatan Baru, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  7. Pasien nomor 919, an. Tn. TWPN, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  8. Pasien nomor 1068, an. Tn. TS, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  9. Pasien nomor 1070, an. Tn. MF, laki-laki, usia 37 tahun, penduduk Desa Sandik, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat;
  10. Pasien nomor 1080, an. Ny. R, perempuan, usia 53 tahun, penduduk Desa Bajur, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
  11. Pasien nomor 1109, an. Ny. LI, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Desa Labuapi, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
  12. Pasien nomor 1158, an. By. MMJAF, laki-laki, usia 4 bulan, penduduk Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  13. Pasien nomor 1164, an. Tn. SM, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  14. Pasien nomor 1216, an. An. KDAP, laki-laki, usia 4 tahun, penduduk Desa Sandik, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat;
  15. Pasien nomor 1236, an. Tn. IWDA, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  16. Pasien nomor 1313, an. Ny. BOVW, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Ketangga Jeraeng, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur;
  17. Pasien nomor 1314, an. Tn. AM, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Boyolali Jawa Tengah;
  18. Pasien nomor 1317, an. Tn. AKD, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Depok, Jawa Barat;
  19. Pasien nomor 1320, an. Ny. HF, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Bertais, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  20. Pasien nomor 1347, an. Tn. IKR, laki-laki, usia 54 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  21. Pasien nomor 1348, an. Tn. LM, laki-laki, usia 62 tahun, penduduk Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  22. Pasien nomor 1432, an. Ny. SR, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Kediri, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat.

Hari Minggu ini juga terdapat penambahan 1 (satu) kasus kematian baru, yaitu pasien nomor 1554, an. Ny. J, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Monjok Timur, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram.

Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, Lalu Gita Aryadi mengatakan,  angka pasien positif Covid-19 di Kota Mataram dan Lombok Barat yang masih terus bertambah, kami mengajak dan menghimbau seluruh masyarakat agar waspada dan tetap disiplin mengikuti protokol pencegahan Covid-19.

“Untuk menghindari jatuhnya korban dan penularan lebih luas, maka tidak ada cara lain yang patut kita lakukan bersama, kecuali tetap patuh mengikuti tatanan baru atau pola hidup baru dalam seluruh kegiatan sosial ekonomi kemasyarakatan,” kata Lalu Gita Aryadi.

Yakni secara ketat mematuhi protokol kesehatan pada seluruh aktivitas. Selalu menggunakan masker, menjaga jarak saat berkunjung ke pusat-pusat  keramaian seperti pasar, pusat perbelanjaan atau kantor dan aktivitas sosial lainnya, sering-sering mencuci tangan pakai sabun pada air mengalir, menjaga pola hidup bersih dan sehat.

Ia menghimbau masyarakat, untuk lindungi kelompok rentan terutama anak-anak, orang lanjut usia serta orang yang memiliki penyakit komorbid, agar untuk sementara waktu tidak beraktivitas di luar rumah.

AYA/Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemik Covid-19 NTB di nomor 08180211 8119.

 

 




Kecamatan Ampenan, Kasus Covid-19 Terbanyak di Kota Mataram

Perkembangan kasus Covid-19 di NTB, khususnya Kota Mataram dan Lombok Barat memang cukup menghawatirkan

MATARAM.lombokjournal.com – Kecamatan Ampenan mencatat rekor tertinggi dalam jumlah kasus Covid-19 di Kota Mataram. Jika dilihat dari sebaran per kelurahan, Rembiga menjadi kelurahan dengan jumlah kasus tertinggi di Mataram.

Dan Kota Mataram menjadi daerah dengan jumlah kasus Covid-19 tertinggi di Nusa Tenggara Barat

Gugus Tugas Provinsi NTB B melansir data hingga 5 Juli 2020, Kecamatan Ampenan mencatatkan sebanyak 148 kasus Covid-19.

Kecamatan Mataram berada di posisi kedua dengan 110 kasus, Selaparang 108 kasus, Cakranegara 85 kasus, Sekarbela 77 kasus dan Sandubaya 68 kasus.

Jika dilihat dari sebaran kasus per kelurahan di Kota Mataram, Kelurahan Rembiga di Kecamatan Selaparang, menjadi daerah yang paling menghawatirkan, dengan 36 kasus.

Jumlah ini menempatkan Kelurahan Rembiga sebagai kelurahan dengan jumlah kasus terbanyak di Kota Mataram.

Setelah Rembiga, kelurahan lain yang juga mencatatkan jumlah kasus tertinggi adalah Pejeruk dengan 32 kasus, Cakranegara Barat dengan 31 kasus, Ampenan Tengah dengan 26 kasus, serta Turida dan Mataram Barat yang masing-masing mencatatkan 20 kasus.

Hingga 5 Juli 2020, jumlah kasus Covid-19 yang terkonfirmasi di Kota Mataram telah mencapai 597 kasus.

Dari angka tersebut, sebanyak 220 orang masih dalam perawatan alias belum sembuh, 341 orang (57,1 persen) telah sembuh dan sebanyak 36 (6,0 persen) orang meninggal dunia.

Berdasarkan laporan kasus 23 Maret s.d 5 Juli 2020, angka Effective Reproduction Number (Rt) Covid-19 di Kota Mataram berada di angka 1,17. Rasio kasus per 100.000 penduduk  mencapai 122,45.

Laju penambahan kasus dari tanggal 28 Juni hingga 5 Juli 2020 juga tercatat di angka 17,26 per 100.000 penduduk.

Masih  zona merah

Indikator-indikator membuat ibukota Provinsi NTB ini masih berstatus sebagai zona merah Covid-19.

Peneliti sekaligus Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Mataram. dr.Hamsu Kadriyan, M.Kes, Sp.THT menilai, perkembangan kasus Covid-19 di NTB, khususnya Kota Mataram dan Lombok Barat memang cukup menghawatirkan.

Ia mengatakan, untuk mengendalikan penambahan jumlah kasus Covid-19, tidak hanya pemerintah yang harus bertanggung jawab. Masyarakat juga harus bertanggung jawab terhadap keselamatan diri sendiri, keluarga dan lingkungan sekitar. Karena penularan virus ini dari orang ke orang melalui droplet.

“Penularan melalui bicara, bersin dan meludah, sehingga risiko menularkan dari satu orang ke orang lain itu cukup tinggi, terutama jika masyarakat tidak menjalani protokol kesehatan itu,” terangnya.

Untuk mengendalikan pandemi ini, tak ada pilihan lain selain harus menjalankan protokol kesehatan yang sudah disampaikan oleh pemerintah dan WHO, yaitu rajin mencuci tangan pakai sabun atau handsanitizer, menggunakan masker, menjaga jarak serta menghindari kerumunan dalam jumlah banyak.

Kesadaran masyarakat

“Masyarakat harus punya kesadaran, harus punya komitmen untuk melaksanakan protokol kesehatan tersebut. Jika tidak menjalankan protokol kesehatan, jumlah kasus yang ada sekarang ini akan terus meningkat,” ujar dr Hamsu.

Tidak hanya kasus Covid-19 yang akan meningkat, juga puncak dari kasus ini juga berpotensi akan semakin lama jika masyarakat tidak disiplin.

Jika ini terjadi, dampak yang muncul yaitu masyarakat akan terpuruk dalam jangka waktu yang panjang, perputaran roda ekonomi akan terganggu, juga aktivitas ibadah, sosial dan aktivitas pendidikan juga terganggu.

Menurutnya, masyarakat harus kembali sadar bahwa Covid ini masih mengancam. Jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga seperti di Malaysia dan Singapura, sekarang kasusnya sudah menurun sehingga penyebarannya sudah terkendali.

Namun di Indonesia dan juga di NTB kasusnya justru semakin meningkat.

“Sekarang sudah melebihi angka 74 ribu se-Indonesia, dan prediksinya akan sampai 100 ribu kasus baru dia akan turun. Kalau bisa sih jangan sampai kita mencapai angka prediksi itu ya,” ujar dr Hamsu.

Sementara di Provinsi NTB berdasarkan hasil modelling yang pernah dibuat beberapa waktu lalu, di akhir Juli ini NTB akan ada dua ribuan kasus Covid.

“Maunya sih kita sama-sama berjuang, sama-sama menjalankan protokol Covid agar lebih sedikit jumlah kasusnya, lebih sedikit korban kematian, sehingga aktivitas kita ke depan akan lebih baik,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, dr Hamsu juga menyinggung soal munculnya narasi yang menganggap remeh virus corona ini atau bahkan ada yang tidak mempercayai Covid-19 ini.

Baginya, ini merupakan narasi yang naif karena Covid-19 sudah menjadi pandemi yang sudah terjadi di semua belahan dunia dengan  12,2 juta kasus. Bahkan di negara semaju Amerika Serikat sekalipun jumlah Covid-nya sudah di angka 2,5 juta kasus dengan 100 ribu angka kematian.

Sementara secara nasional, angka positif Covid-19 sudah mencapai 74 ribu dengan 3.535 angka kamatian per tanggal 11 Juli kemarin.

“Jadi alangkah naifnya kalau kita tidak percaya dengan Covid ini,” katanya.

Selanjutnya jika ditinjau dari segi ibadah, kebijakan menutup Masjidil Haram dan Masjid Nabawi oleh pemerintah kerajaan Arab Saudi selama beberapa bulan kata dr Hamsu mengindikasikan bahwa virus ini memang membahayakan.

“Kalaupun sekarang dibuka, itupun dengan menjaga jarak. Dari segi ilmiah kita buktikan, dari segi agama juga terbukti dari yang menjadi rujukan kita dalam beribadah,” terangnya.

Lalu kapan pandemi ini akan berakhir di NTB? Ia mengatakan, pihaknya sudah melakukan beberapa kali modeling yang disesuikan dengan kondisi yang sedang terjadi. Misalnya pada saat dilakukannya pembatasan penerbangan dan transportasi laut dari dan menuju NTB beberapa bulan lalu, pihaknya mengeluarkan hasil modeling yaitu puncak Covid-19 di NTB diprediksi akan terjadi akhir Juli ini dengan 2 ribuan kasus.

“Namun jika kita melihat kesadaran masyarakat seperti ini, bisa jadi puncaknya akan bergesar lagi dengan kasus yang lebih banyak lagi. Modeling itu sifatnya dinamis. Jika kita lakukan pemodelan sekarang mungkin akan naik lagi atau bisa mundur lagi puncaknya. Ini memang tergantung dari kesadaran masyarakat untuk mencegah atau menjalankan protokol kesehatan itu,” tutupnya.

AYA/HmsNTB




Siswa di Mataram Mengisi Libur Panjang Corona dengan Bermain Layangan Unik

Bermain layangan unik dipilih sebagai alternatif mengisi waktu liburan selain supaya tidak terus-menerus diam di rumah, juga karena dirasa baik sebagai media menyalurkan kreativitas

MATARAM.lombokjournal.com — Menghilangkan bosan terus-menerus di rumah, beberapa pelajar di Kota Mataram memilih mengisi waktu dengan menerbangkan layangan.

Uniknya, bentuk layangan yang mereka terbangkan tak seperti layangan pada umumnya yang berbentuk belah ketupat (layangan adu), melainkan berbentuk menyerupai burung merpati, burung naga, dan lain-lain, Sabtu, (11/07/20).

Siang itu, puluhan remaja usia sekolah terlihat sibuk bermain layangan di salah satu sudut tanah lapang Taman Budaya Provinsi NTB.

Ada yang sibuk mengamati layangan yang terbang jauh, ada yang sibuk memperbaiki layangan yang rusak, ada juga yang sibuk berbagi tugas: sebagai penarik benang dan sebagai pemegang layangan yang hendak diterbangkan.

Kepada lombokjournal.com Salah seorang yang bernama Made menyampaikan, untuk mengisi waktu libur yang cukup panjang mereka bermain layangan di tempat itu hampir setiap hari. Selain lapang, tempat itu dipilih karena tak banyak dilewati bentangan kabel listrik.

“Luas di sini. Enak,” jelasnya.

Made yang juga siswa salah satu sekolah menengah atas di Mataram itu menjelaskan, mereka yang ada di tempat itu masih berstatus pelajar.

Ada yang masih duduk di bangku sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan juga sekolah menengah atas seperti dirinya.

Bermain layangan unik dipilih sebagai alternatif mengisi waktu liburan selain supaya tidak terus-menerus diam di rumah, juga karena dirasa baik sebagai media menyalurkan kreativitas.

Dijelaskan ada berbagai jenis layangan yang sedang mereka terbangkan. Beberapa jenis yang disebutkan Made antara lain jenis Gelepuk yang berbentuk burung hantu, Raja Naga yang berbetuk kepala naga dan layangan lainnya yang menyerupai burung merpati.

“Ini namanya Raja Naga, yang itu Gelepuk,” ujarnya sembari menunjuk ke arah salah satu layangan yang sedang terbang.

Ada juga keinginan Made dan teman-temannya untuk tampil mengikuti lomba yang biasanya diadakan di kawasan pantai Loang Balok.

Sayangnya, keinginan mereka terpaksa harus dipendam dulu mengingat situasi pandemi virus Corona saat ini menyebabkan acara apa pun yang mengumpulkan masa dalam jumlah besar akan dilarang pemerintah.

“Covid ini, ndak ada jadinya lomba,” tuturnya.

Ast




UPDATE Covid-19: Hari Sabtu, 11 Juli 2020, Bertambah 30 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 13 Orang, Kasus Kematian 3 (tiga) orang

Mengingat angka pasien positif Covid-19 di Kota Mataram dan Lombok Barat yang masih terus bertambah, seluruh masyarakat diajak agar waspada dan tetap disiplin mengikuti protokol pencegahan Covid-19

 MATARAM.lombokjournal.com — Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium TCM RSUD Provinsi NTB, dan Laboratorium TCM RSUD H.L. Manambai Abdulkadir mengkonfirmasi, ada tambahan 30 pasien positif Covid-19, dan pasien yang dinyatakan sembuh 13 orang. Kasus kematian baru 3 (3) orang.

Lalu Gita Ariadi

Siaran pers hari Sabtu (11/07/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak sebanyak 181 sampel dengan hasil 134 sampel negatif, 17 sampel positif ulangan, dan 30 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 13 orang, kasus kematian 3 (tigqdua) orang.

Dijelaskan, engan adanya tambahan 30 kasus baru terkonfirmasi positif, 13 tambahan sembuh baru, dan 3 (tiga) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Sabtu (11/07/20) sebanyak 1.548 orang, dengan perincian 967 orang sudah sembuh, 80 meninggal dunia, serta 501 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” KATA Lalu Gita Aryadi.

TAMBAHAN 30 POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 13 ORANG, DAN 3 (TIGA) KASUS KEMATIAN BARU

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 1485.a, an. Tn. A, laki-laki, usia 56 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  2. Pasien nomor 1520, an. Tn. AK, laki-laki, usia 58 tahun, penduduk Desa Karang Bedil, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Pasien tidak pernah bepergian ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Tanjung dengan kondisi baik;
  3. Pasien nomor 1521, an. Tn. S, laki-laki, usia 61 tahun, penduduk Desa Gondang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara. Pasien tidak pernah bepergian ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Tanjung dengan kondisi baik;
  4. Pasien nomor 1522, an. Ny. H, perempuan, usia 60 tahun, penduduk Desa Gondang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Tanjung dengan kondisi baik;
  5. Pasien nomor 1523, an. Tn. IGAKS, laki-laki, usia 79 tahun, penduduk Kelurahan Babakan, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSAD Wirabhakti dengan kondisi baik;
  6. Pasien nomor 1524, an. Tn. M, laki-laki, usia 53 tahun, penduduk Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Awet Muda Narmada dengan kondisi bai k;
  7. Pasien nomor 1525, an. Tn. RH, laki-laki, usia 37 tahun, penduduk ber-KTP Kelurahan Cakranegara Selatan Baru, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Saat ini berdomisili di Desa Dasan Geres, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  8. Pasien nomor 1526, an. Ny. FDP, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  9. Pasien nomor 1527, an. Ny. KH, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Cilinaya, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Unram dengan kondisi baik;
  10. Pasien nomor 1528, an. Tn. MR, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Desa Sepakek, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah bepergian ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  11. Pasien nomor 1529, an. Tn. M, laki-laki, usia 69 tahun, penduduk Desa Bagik Polak, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Pasien memiliki penyakit komorbid. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19 ;
  12. Pasien nomor 1530, an. Ny. K, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Sigar Penjalin, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Pasien tidak pernah bepergian ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien memiliki penyakit komorbid. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
  13. Pasien nomor 1531, an. Tn. IWKP, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  14. Pasien nomor 1532, an. Tn. MB, laki-laki, usia 51 tahun, penduduk Kelurahan PagutanBarat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  15. Pasien nomor 1533, an. Tn. MU, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  16. Pasien nomor 1534, an. Ny. MSD, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  17. Pasien nomor 1535, an. Ny. H, perempuan, usia 79 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien memiliki penyakit komorbid. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
  18. Pasien nomor 1536, an. Tn. IKP, laki-laki, usia 53 tahun, penduduk Desa Mantang,Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah bepergian ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  19. Pasien nomor 1537, an. Tn. GP, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Sleman, Yogyakarta. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  20. Pasien nomor 1538, an. Tn. TB, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Bertais,Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  21. Pasien nomor 1539, an. Ny. NNP, perempuan, usia 53 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  22. Pasien nomor 1540, an. Tn. LSQ, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Karang Baru, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  23. Pasien nomor 1541, an. Tn. AK, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Dayan Peken, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  24. Pasien nomor 1542, an. Tn. ADW, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Semarang, Jawa Tengah. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  25. Pasien nomor 1543, an. Ny. SK, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  26. Pasien nomor 1544, an. Ny. N, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Babakan, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  27. Pasien nomor 1545, an. An. IGAFA, perempuan, usia 2 tahun, penduduk Kelurahan Monjok Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1287. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  28. Pasien nomor 1546, an. Ny. NH, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kabupaten Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  29. Pasien nomor 1547, an. Tn. PB, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Desa Badrain, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belumteridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  30. Pasien nomor 1548, an. Ny. M, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Desa Gerung Utara, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSAD Wirabhakti Mataram dengan kondisi baik;

Dipermaklumkan beberapa hal sebagai berikut :

  • Berdasarkan hasil klarifikasi terhadap jumlah kasus baru positif Covid-19 yang diumumkan tanggal 10 Juli 2020 yakni sebanyak 40 orang terkonfirmasi positif, sebenarnya adalah 39 kasus baru positif Covid-19.

Pasien nomor 1485 an. Ny. DES perempuan, usia 27 tahun, yang diumumkan tanggal 10 Juli 2020 sesungguhnya adalah pasien nomor 1253 yang sudah diumumkan pada tanggal 1 Juli 2020. Sehingga pasien positif Covid-19 dengan nomor 1485 dipakai untuk kasus terkonfirmasi positif Covid-19 baru hari ini, yakni pasien nomor 1485.a, an. Tn. A, laki-laki, usia 56 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;

  • Berdasarkan hasil klarifikasi terhadap pasien Covid-19 nomor 1517 yang semula diumumkan berdomisili di Kelurahan Cakranegara Barat, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram, bahwa alamat pasien sesungguhnya di Desa Bug-Bug, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat.

Hari Sabtu terdapat penambahan 13 orang yang sembuh dari Covid-19 setelah     pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif, yaitu:

  1. Pasien nomor 798, an. Tn. MR, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 879, an. Ny. NKNA, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Dasan Tapen, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  3. Pasien nomor 970, an. Ny. KIMD, perempuan, usia 22 tahun, penduduk Desa Suranadi,Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat;
  4. Pasien nomor 985, an. Tn. WS, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Desa Kokarlian, Kecamatan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat;
  5. Pasien nomor 1027, an. Ny. DAN, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Desa Rumak, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat;
  6. Pasien nomor 1028, an. Tn. AMS, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Desa Batulayar, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat;
  7. Pasien nomor 1030, an. Tn. MR, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  8. Pasien nomor 1044, an. Tn. IWW, laki-laki, usia 80 tahun, penduduk wilayah Puskesmas Pagesangan, Kota Mataram;
  9. Pasien nomor 1056, an. Tn. AA, laki-laki, usia 51 tahun, penduduk Kelurahan MataramTimur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  10. Pasien nomor 1129, an. Ny. ABN, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Gowa, Sulawesi Selatan;
  11. Pasien nomor 1217, an. Ny. S, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Desa Gegelang, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat;
  12. Pasien nomor 1268, an. Tn. MSS, laki-laki, usia 49 tahun, penduduk Desa Jatisela, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  13. Pasien nomor 1286, an. Ny. WCA, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat.

Hari Hari Sabtu ini juga terdapat penambahan 3 (tiga) kasus kematian baru, yaitu

  1. Pasien nomor 1529, an. Tn. M, laki-laki, usia 69 tahun, penduduk Desa Bagik Polak, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Pasien memiliki penyakit komorbid;
  2. Pasien nomor 1530, an. Ny. K, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Sigar Penjalin, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Pasien memiliki penyakit komorbid;
  3. Pasien nomor 1535, an. Ny. H, perempuan, usia 79 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram.

Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, Lalu Gita Aryadi mengatakan, mengingat angka pasien positif Covid-19 di Kota Mataram dan Lombok Barat yang masih terus bertambah, mengajak dan menghimbau seluruh masyarakat agar waspada dan tetap disiplin mengikuti protokol pencegahan Covid-19.

Lalu Gita menjelaskan, hingga saat ini Covid-19 di NTB telah menyebabkan 80 orang meninggal dunia. Korban meninggal tersebut terdiri dari 46 orang di Kota mataram, 23 orang di Kabupaten Lombok Barat, 4 orang di Kabupaten Lombok Tengah, 2 orang di Kabupaten Lombok Timur dan 2 orang di Kabupaten Lombok Utara. Pasien meninggal juga terjadi di Kabupaten Dompu, KSB, dan Kabupaten Sumbawa masing-masing telah meninggal 1 orang.

Dikatakan, untuk menghindari jatuhnya korban dan penularan lebih luas, maka tidak ada cara lain yang patut kita lakukan bersama, kecuali tetap patuh mengikuti tatanan baru atau pola hidup baru  dalam seluruh kegiatan sosial ekonomi kemasyarakatan.

Yakni secara ketat mematuhi protokol kesehatan pada seluruh aktivitas, dengan selalu menggunakan masker, menjaga jarak saat berkunjung ke pusat-pusat keramaian seperti pasar, pusat perbelanjaan atau kantor dan aktivitas sosial lainnya, sering-sering mencuci tangan pakai sabun pada air mengalir, menjaga pola hidup bersih dan sehat, tetap optimis dan semangat.

“Serta lindungi kelompok rentan terutama anak-anak, orang lanjut usia serta orang yang memiliki penyakit komorbid, agar untuk sementara waktu tidak beraktivitas diluar rumah,” kata Lalu Gita.

Ia mengajak seluruh petugas, baik dari jajaran pemerintah provinsi dan kabupaten/kota se-NTB, khususnya di Kota Mataram dan Lombok Barat, juga kepada aparat TNI dan Polri serta seluruh petugas kesehatan dan aparat terkait lainnya, agar memperkuat kolaborasi, kerja sama dan tetap semangat untuk melakukan pembinaan, sosialisasi dan edukasi secara humanis dan persuasif untuk meminimalisir jatuhnya korban akibat Covid-19.

AYA/Rr

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemik Covid-19 NTB di nomor 08180211 8119.

 

 




Mengunduh Aplikasi Mobil JKN, Bisa Daftar Pengobatan ke Faskes I Secara Online

“Melalui menu ‘Lokasi’ di Mobile JKN, kamu bisa melihat RS terdekat yang ada di sekitarmu beserta kontaknya. Selain itu, terdapat fitur “map” yang tersambung dengan Google Maps”

MATARAM.Lombokjournal.com  — Peserta program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat bisa mendaftar online jika ingin berobat ke fasilitas kesehatan tingkat 1 atau RS rujukan lanjutan.

Akun resmi Twitter Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan atau BPJS Kesehatan menyebutkan Informasi ini.

Para peserta disebutkan bisa mengambil antrean online melalui fitur “Pendaftaran Pelayanan” di Mobile JKN.

“Melalui fitur ini, sekarang kalian tidak perlu menunggu lama-lama lagi di fasilitas kesehatan,” demikian dikutip dari akun twitter @BPJSkesehatanRI.

Namun sistem antrean online ini baru bisa dilakukan untuk faskes yang sudah terintegrasi dengan antrean online.

“Jika belum, maka belum bisa mendaftar antrian online dari mobile JKN. Terima kasih,” demikian penjelasan BPJS Kesehatan.

Cara pendaftaran pelayanan via online itu  sebagai berikut :

  1. Buka aplikasi mobile, pilih pendaftaran pelayanan
  2. Pilih poli yang akan didatangi
  3. Pilih kapan tanggal akan berobat
  4. Pilih jadwal praktek dokter
  5. Klik kolom daftar pelayanan
  6. Selanjutnya akan akan muncul nomor urut, jam dan tanggal waku berobat Anda

BPJS Kesehatan menjelaskan, melalui fitur ini para peserta tidak perlu menunggu lama-lama lagi di fasilitas kesehatan.

BPJS Kesehatan mendorong para peserta untuk mengunduh aplikasi Mobil JKN agar lebih mempermudah pencarian rumah sakit terdekat.

“Buka aplikasi Mobile JKN aja! Melalui menu ‘Lokasi’ di Mobile JKN, kamu bisa melihat RS terdekat yang ada di sekitarmu beserta kontaknya. Selain itu, terdapat fitur “map” yang tersambung dengan Google Maps,” dikutip dari cuitan i Twitter @BPJSKesehatanRI.

BPJS Kesehatan menyarankan para peserta untuk bisa melihat lokasi beserta nomor kontak RS tersebut. Untuk rujukan dan antrean online di rumah sakit, peserta bisa menggunakan menu ‘Pendaftaran Pelayanan’.

Rr/BPJS Kesehatan