Gugus Tugas NTB Fokus Penegakan Disiplin Penerapan Protokol Covid-19

Protokol Covid-19 ini akan terus diterapkan sampai vaksin Covid-19 ditemukan

MATARAM.lombokjournal.com — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat melakukan evaluasi penanganan Covid-19 di NTB,  guna menekan penyebaran Covid-19.

Saat memimpin rapat Rapat Evaluasi Penanganan Covid-19 di Ruang Anggrek Kantor Gubernur NTB, Selasa (14/07/20), Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah memfouskan soal disiplin.

“Kita sekarang harus fokus ke penegakan disiplin,” katanya.

Kedisiplinan menjadi ujung tombak dalam penanganan Covid-19 di NTB.  Khususnya disiplin penerapan Protokol Covid-19, untuk menekan penyebaran Covid-19.

Protokol Covid-19 ini akan terus diterapkan sampai vaksin Covid-19 ditemukan. Menurutnya, pusat-pusat keramaian dan pusat pusat perbelanjaan yang beroperasi akan terus dipantau dan diedukasi dalam menerapkan protokol Covid-19.

Penerapan protokol Covid-19 ini tentu membutuhkan sinergi dari berbagai pihak yang bersangkutan, dengan bersinergi maka akan lebih mudah.

Menurut Wagub, pondok pesantren, agar  diyakinkan betul-betul bagaimana pemberlakuan protokol Covid. Pondok pesantren yang ingin dibuka harus berada di daerah zona hijau dan diberikan SOP protokol Covid.

Gugus Tugas Covid-19 diminta lebih gencar mempersiapkan berbagai SOP protkol Covid guna memberikan pemahan terhadap masyarakat. Pemahaman masyarakat diharap seragam.

Pemahaman terhadap masyarakat, agar disampaikan dengan menarik melalui berbagai media, seperti melalui foto, video dan infografis, sehingga mudah dipahami.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi memaparkan kondisi kasus Covid-19, per-12 Juli 2020 di Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat.

Menurutnya, hingga 12 Juli 2020, pengidap Covid-19 yang sembuh di Kota Mataram mencapai 391 atau 55,5 persen dan yang meninggal dunia meninggal 47 atau 6,7 persen.

Sedangkan di Lombok Barat, kasus sembuh dari Covid-19 mencapai 205 atau 57,9 persen dan kasus meninggal 23 atau 6,6 persen.

AYA/HmsNTB

 

 




Kegiatan Berkala Yang Dilaksanakan Gugus Tugas Covid-19 KLU

TANJUNG.lombokjournal.com  — Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 KLU, menjelaskan pelaksanaan berbagai kegiatan yang dilakukan dalam pencegahan dan memutus rantai penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) di Kabupaten Lombok Utara.

Dalam konferensi pers  terkait Perkembangan Penanganan Covid-19 di KLU, Selasa (14/01/20) di aula Kantor Bupati di Tanjung, Koordinator Bidang Kehumasan/Juru Bicara Covid-19 KLU Evi Winarni, M.Si menjelaskan kegiatan penanganan Covid-19 sepekan sebelumnya.

Kegiatan berkala yang telah dilaksanakan meliputi penyuluhan di bebeapa tempat terutama di pasar-pasar, melakukan kontrol Pelabuhan Bangsal, patroli di kawasan wisata Gili/pelabuhan.

Selain itu, Satgas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 KLU melakukan penyemprotan disinfektan di pasar, di sekitar rumah warga, termasuk di Pondok Pesantren Manabi’ul Iman dan Darul Iman Bentek Pemenang.

Satgas Gugu Tugas KLU juga tlah melaksanakan  pemebrsihan lokasi pasar, pemeriksaan kesehatan  serentak di seluruh Puskesmas, khusus pada petugas KPU se KLU. Besamaan dengan itu juga dilakukan screening Rapid Test.

“Juga telah dilaksanakan kegiatan pengamanan di RSUD KLU serta mengimbau keluarga pasien dan warga untuk tidak terlalu dekat dengan ruang isolasi,” jelas Evi Winarni.

Dikatakan, Satgas Gugus Tugas selain melakukan pengamanan, dan agar warga mematuhi protocol kesehatan Covid-19, juga dilakukan pembagian masker.

BACA JUGA ; 

Penjelasan Pelayanan Medis Gugus Tugas KLU, RSUD KLU Tidak Merawat Pasien Positif Covid-19

Rincian kegiatan berkala yang telah dilaksanakan, sebagai berikut;

  1. Pada tanggal 7 – 13 Juli 2020, telah dilaksanakan penyuluhan tentang penyebaran pandemi Covid-19, penertiban penataan jarak lapak antarpedagang di Pasar Tanjung, dan Pasar Pemenang.
  2. Pada tanggal 7 – 13 Juli 2020, telah dilaksanakan kontrol Pelabuhan Bangsal terkait keluar masuknya masyarakat lokal maupun wisatawan asing yang menyeberang ke 3 Gili, pengecekan suhu tubuh sekaligus memberikan imbauan agar tetap menjaga kesehatan dan menggunakan masker.
  3. Pada tanggal 9 – 11 Juli 2020, telah dilaksanakan kegiatan patroli di kawasan wisata Bahari Gili / Pelabuhan guna mengimbau kepada masyarakat untuk bersama-sama mencegah penyebaran virus Corona.
  4. Pada tanggal 9 dan 12 Juli 2020, telah dilaksanakan penyemprotan disinfektan di Pasar Gondang, di sekitar rumah warga, di Pondok Pesantren Manabi’ul Iman dan Darul Iman Bentek Pemenang.
  5. Pada tanggal 10 Juli 2020, telah dilaksanakan pembersihan lokasi pasar di bagian timur yang kemudian akan dilakukan penataan jarak lapak antarpedagang.
  6. Pada tanggal 10 Juli 2020, telah dilaksanakan pemeriksaan kesehatan serentak di seluruh Puskesmas terhadap petugas KPU se – KLU sekaligus screening Rapid Test.
  7. Pada tanggal 12 Juli 2020, telah dilaksanakan kegiatan pengamanan di RSUD KLU serta mengimbau keluarga pasien dan warga untuk tidak terlalu dekat dengan ruang isolasi.
  8. Pada tanggal 12 Juli 2020, telah dilaksanakan kegiatan pengamanan dan pembagian masker kepada warga Dusun Tampes.

Humaspro KLU

 




Penjelasan Pelayanan Medis Gugus Tugas KLU, RSUD KLU Tidak Merawat Pasien Positif Covid-19

TANJUNG.lombokjournal.com – RSUD Kabupaten Lombok Utara (KLU) saat ini dalam keadaan kosong, atau tidak merawat pasien positif Corona.

Evi Winarni, M.Si

“Satu pasien positif Corona saat ini sedang dirawat di RSUD Provinsi NTB,” jelas Koordinator Bidang Kehumasan/Juru Bicara Covid-19 KLU, Evi Winarni, MSi pada wartawan saat konferensi pers  di aula Kantor Bupati di Tanjung, Selasa (14/01/20).

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 KLU menjelaskan pada wartawan terkait pelaksanaan kegiatan sepekan yang dilakukannya dalam pencegahan dan memutus rantai penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19).

Dalam keterangan tetulis yang dibacakan, Evi mengatakan, kini Penanganan dan Pelayanan medis bagi pasien Covid-19 difokuskan di RSUD KLU.

Dijelaskan, jumlah warga yang sudah di lakukan RDT sebanyak 3506 orang. Hasilnya, reaktif sebanyak 180 orang, dan non reaktif sebanyak 3326 orang.

“Terhitung mulai tanggal 10 Juli 2020, total RDT sejumlah 7510 set, dan saat ini ketersediaan RDT di Dinas Kesehatan masih tersisa sejumlah 4004 set,” kata Evi.

Lebih lanjut, secara rinci dijelaskan perkembangan penanganan Covid-19, per tanggal 13 Juli 2020 di KLU, sebagai berikut;

  • ODP (Orang Dalam Pemantauan) : 6 orang (isolasi mandiri)
  • OTG (Orang Tanpa Gejala) : 29 orang (isolasi mandiri)
  • PDP (Pasien Dalam Pengawasan) : 3 orang (isolasi mandiri)
  • Positif : 51 orang
  • Sembuh : 47 orang
  • Masih dalam perawatan medis positif Corona : 1 orang
  • Meninggal : 3 orang.

Penyaluran bantuan

Evi Winarni kepada wartawan juga menjelaskan penyaluran bantuan yang terkumpul dari kontribusi bantuan yang berasa dari Intansi, Lembaga, Donatur dan Pemerintah Daerah.

Pada tanggal 13 Juli 2020 disalurkan pemberian sembako dari Dinas Sosial, kepada keluarga pasien yang reaktif dan positif, sebanyak 272 paket sembako.

Pada tanggal 11 Juli 2020, telah disalurkan bantuan BLT DD (Bantuan Langsung Tunai) tahap kedua di Desa Kekait, Kecamatan Kayangan terhadap 517 KK, masing-masing Rp. 600.000,- per KK.

“Layanan terhadap pasien positif Covid-19 dan ODP reaktif pada RSUD KLU  di laboratorium dilaksanakan secara teratur, dari mulai layanan medis, layanan tempat, maupun layanan kuliner bagi yang terdampak Covid-19,” jelas Evi.

Selain itu juga dijelaskan, penyaluran JPS Kabupaten tahap I sejumlah 20.614 paket sembako untuk 20.614 KK di semua kecamatan yang ada di Lombok Utara, per tanggal 13 Juli 2020.

“Sesuai perkembangan Covid-19 di Lombok Utara, meski  keadaan sudah mulai relatif pulih, diserukan untuk tetap jaga jarak, cuci tangan pakai sabun, dan gunakan masker. Kita ikhtiarkan untuk Nurut Tatanan Baru,” pesan Evi Winarni.

Percepatan Penanganan Covid-19 KLU menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi bagi kemanusiaan.

BACA JUGA ; Kegiatan Berkala Yang Dilaksanakan Gugus Tugas Covid-19 KLU

Bersama mencegah Covid-19 di KLU dengan bekerja tangguh profesional untuk kemanusiaan.

“Mari cegah penyakitnya, tidak mengucilkan penderitanya,” kata Evi.

Humaspro KLU

 




Dinas Kelautan dan Perikanan Tegaskan,  Tak Ada Pencairan JPS Gemilang Tahap II yang Ribet

Pihak DKP NTB berharap antara penyedia, UKM serta instansinya dalam hal ini PPK supaya terus berkoordinasi supaya lekas tuntas

MATARAM.lombokjournal.com — Proses realisasi anggaran atau pencairan program JPS Gemilang tahap dua khususnya untuk abon ikan, tidak ada yang ribet atau berbelit belit.

Seluruh mekanisme pencairan sesuai ketentuan keuangan untuk pembayaran dalam sistem BTT.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Keautan dan Perikanan (DKP) NTB, Munadi, S.Pi, menegaskan itu dalam dalam keterangan persnya, Selasa (14/07/20) pagi.

Munadi menjelaskan, tidak ada yang berbelit sebab dana alokasi sudah tersedia di BPKAD. Pihaknya   menyiapkan proses pembayaran. Mekanisme pencairan sudah jelas.

“Dinas membuat dokumen pesanan barang ke penyedia dan penyedia yang bertugas menyerap UMKM yang sudah terdaftar dan terverifikasi,” kata Munadi.

Dijelaskan, saat ini pasca distribusi, mekanisme selanjutnya adalah penyedia menyampaikan kewajaran harga untuk disepakati bersama PPK.

PPK dan penyedia telah bertemu hari Sabtu pekan lalu, untuk melakukan kesepakatan berdasarkan hasil pendampingan inspektorat.

“Hanya saja, ada komponen harga baru muncul belakangan, nah ini yang harus dibicarakan atau disepakati kembali,” kata Munadi.

Baru kemudian berita acara ditandatangani berikut kontrak dan langsung pembayaran. Setelah pembayaranpun pihaknya, akan minta post audit.

“Hari ini kami sudah jadwalkan bertemu penyedia membahas final tapi tiba-tiba batal. Kami ingin semuanya tuntas segera,” ujarnya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Prov NTB, Yusron Hadi menegaskan kembali, visi utama JPS Gemilang untuk  meningkatkan nilai tambah usaha produk lokal kita.

Melalui stimulus ini UMKM kita bisa maju dan berkembang.

Sesuai aturan, pemerintah mengalokasikan sejumlah anggaran berdasarkan usulan satuan harga barang sesuai pagu.

Jumlah pagu per satuan harga tersebut sudah mempertimbangkan harga produksi, keuntungan, pajak dan biaya pendukung lainnya.

Tidak lantas pagu itu habis dipakai, sisa pembayaran akan dikembalikan ke kas negara.

Menurutnya, tiap tahapan yang dilalui tetap meminta pendampingan inspektorat termasuk dalam perhitungan kewajaran harga.

“Nah sekarang tinggal harga yang wajar dibicarakan dengan penyedia setelah ada usulan. Standarnya sama, dan seluruh proses ini dibawah pengawasan tim inspektorat,” terangnya.

Yusron mengimbau atas nama DKP NTB, pemerintah berharap antara penyedia, UKM serta instansinya dalam hal ini PPK supaya terus berkoordinasi supaya lekas tuntas.

“Dinas selalu membuka ruang  untuk menuntaskan setiap tahap yang dilalui,” katanya.

AYA

 




Ini Kata Wagub, Tidak Pakai Masker Jangan Masuk Pasar

Kesadaran masyarakat menggunakan masker sudah bagus, namun kendalanya jarak yang sulit diatur di pasar

MATARAM.lombokjournal.com – “Saatnya menerapkan punishment, jika mau jualan atau masuk pasar harus menggunakan masker, apabila tidak diikuti jangan masuk pasar, itu konsekuensinya,” tegas Ummi Rohmi saat turun meninjau pelaksanaan protokol kesehatan covid-19 di beberapa pasar tradisional di Kota Mataram, Selasa (14/07/20).

Diharapkan Pemerintah Daerah dapat mendisiplinkan para pedagang dan pengunjung di pasar tradisional untuk menggunakan masker.

Menurut Wagub, ketegasan yang dilakukan pemerintah bukan untuk membatasi aktivitas masyarakat,  justru untuk melindungi seluruh masyarakat di NTB dari penyebaran wabah Covid-19, agar hidup aman dan terus berproduktif.

“Masih ditemukan beberapa pengunjung dan pedagang yang tidak menggunakan masker,” kata Wagub Ummi Rohmi.

Ummi Rohmi juga mengedukasi para pengunjung pasar agar dapat penggunaan masker dengan baik. Masker harus menutupi mulut dan hidung. Karena kata Wagub virus ini masuk ketubuh melalui hidung dan mulut.

“Jangan pakai masker didagu atau dibawah hidung,” katanya. .

Selama ini Pemerintah Provinsi bersama Pemerintah Kabupaten/Kota serta aparat TNI/Polri tidak henti – hentinya memberikan edukasi dan himbauan, mulai dari himbauan yang humanis hingga tegas.

Pemerintah telah membagikan ribuan masker, mengajak dan menghimbau disetiap lokasi keramaian, hingga pelosok desa untuk memutus mata rantai penyebaran pandemi.

Namun seiring waktu, kasus penyebaran Covid-19 tetap saja terus merangkak naik di NTB.

“Terutama wilayah Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat,” ujarnya.

Di akhir kunjungan, Wagub berpesan kepada para pengelola pasar, baik di pasar Pagesangan dan Karang Jasin untuk senantiasa menegakkan disiplin protokol Covid-19.

Jarak yang sulit diatur

Kepala pasar Pagesangan Kota Mataram, Rusiah menegaskan setiap hari selalu menempatkan petugas pada titik tertentu untuk mengatur dan memperingati pedagang dan pembeli menerapkan protokol Covid-19.

“Bahkan aparat keamanan TNI/Polri, Satpol PP dan keamanan pasar terus berjaga dipintu masuk pasar untuk menghimbau pengunjung menggunakan masker dan jaga jarak,” kata pria yang disapa Rus ini.

Diakuinya pasar Pagesangan menyediakan 3 tandon dan ember besar lengkap dengan sabun sebagai fasilitas untuk mencuci tangan. Disamping itu pedagang juga diatur jaraknya 1-2 meter.

“Setiap hari kami melihat sudah 90 persen menggunakan masker, namun  kadang-kadang hanya dicantel di dagu, ini yang terus kami berikan pemahaman,”ucapnya.

Hal yang sama juga dikatakan kepala Pasar Karang Jasin Cakra Kota Mataram Nengah Pastiarte, kesadaran masyarakat menggunakan masker sudah bagus.

Namun kendalanya jarak yang sulit diatur dipasar.

“Saya setuju semua pihak terus membangun kesadaran masyarakat untuk terapkan protokol Covid-19 sehingga meningkatkan kesadaran mereka peduli terhadap keselamatannya,” kata Nengah.

Salah satu pedagang dipasar Pagesangan Umi (30) warga Sekarbela mengaku, setiap hari selalu menggunakan masker berjualan di pasar.

“Tapi masker masih kurang untuk gantian setiap hari, kalau bisa dibagikan lagi,” harapnya.

Pengunjung pasar Karang Jasin Safwan (40) warga cakra menyadari bahaya Covid, apalagi sekarang kota Mataram Zona Merah dengan angka penderita terbanyak di NTB.

“Kadang saya perhatikan pembeli yang ke pasar, ditemui mereka sudah menggunakan masker, tapi dipakaikan didagu atau disimpan dikantongnya, nah perlu kesadaran pribadi ini karena upaya maksimal sudah dilakukan pemerintah,” katanya.

Usai meninjau pasar Pagesangan dan Karang Jasin,  Wagub didampingi Asisten 1, Kadis Perdagangan, Kadis Koperasi UMKM, dan Kasat Pol PP NTB.

AYA

 




Istilah PDP, ODP, dan OTG Covid-19 Sudah Dihapus, Diganti Istilah Lain

MATARAM.lombokjournal.com – Istilah orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), dan orang tanpa gejala (OTG) untuk pasien Covid-19.

Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto mengatur perubahan dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 yang diteken Senin (13/07/20).

Para epidemiologi sejak lama menyuarakan penghapusan istilah ini.

Sebutan untuk ODP, PDP, dan OTG Covid-19 kini diganti dengan istilah kasus suspek, kasus probable, kasus konfirmasi, dan kontak erat.

Pada halaman 31 di bagian defisini operasional peraturan Menteri Kesehatan itu dijelaskan definisi operasional kasus Covid-19. Yaitu kasus suspek, kasus probable, kasus konfirmasi, kontak erat, pelaku perjalanan, discarded, selesai isolasi, dan kematian.

Untuk kasus suspek, kasus probable, kasus konfirmasi, kontak erat, istilah yang digunakan pada pedoman sebelumnya adalah orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), orang tanpa gejala (OTG).

Berikut definisi istilah-istilah baru tersebut.

  1. Kasus suspek ialah orang yang memiliki salah satu dari kriteria berikut:
  2. Orang dengan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di negara/wilayah Indonesia yang melaporkan transmisi lokal. Sebagai catatan, gejala ISPA yang dimaksud, yakni: demam (> 38 derajat celcius) atau riwayat demam; dan disertai salah satu gejala/tanda penyakit pernapasan seperti: batuk/sesak napas/sakit tenggorokan/pilek/pneumonia ringan hingga berat.
  3. Orang dengan salah satu gejala/tanda ISPA dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat kontak dengan kasus konfirmasi/probable Covid-19.
  4. Orang dengan ISPA berat/pneumonia berat yang membutuhkan perawatan di rumah sakit DAN tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan.
  5. Kasus Probable, kasus suspek dengan ISPA Berat/ARDS/meninggal dengan gambaran klinis yang meyakinkan Covid-19 dan belum ada hasil pemeriksaan laboratorium RT-PCR.
  6. Kasus Konfirmasi, seseorang yang dinyatakan positif terinfeksi virus COVID-19 yang dibuktikan dengan pemeriksaan laboratorium RT-PCR. Kasus konfirmasi dibagi menjadi kasus konfirmasi dengan gejala (simptomatik) dan kasus konfirmasi tanpa gejala (asimptomatik).
  7. Kontak Erat, orang yang memiliki riwayat kontak dengan kasus probable atau konfirmasi Covid-19 di antaranya mencakup; kontak tatap muka/berdekatan dalam radius 1 meter dan dalam jangka waktu 15 menit atau lebih; sentuhan fisik langsung; dan orang yang memberikan perawatan langsung terhadap kasus probable atau konfirmasi tanpa menggunakan APD yang sesuai standar.

Rr

 




Provinsi NTB Gelar Apel Tiga Pilar, Upaya Tekan Penyebaran Covid-19

Sinergi bersama Forkopimda dan Forkopimcam se-Kota Mataram dan Kab. Lombok Barat, diharapkan menjadi energi positif untuk meningkatkan upaya, kewaspadaan dan, perjuangan memutus mata rantai Covid19

MATARAM.lombokjournal.com – “Saya mengajak Walikota Mataram dan Bupati Lombok Barat agar tetap menghimbau masyarakatnya untuk terus menekan Covid19 ini,” ajak Dr. Zul sapaan akrab Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah saat menjadi Pembina Apel Tiga Pilar di Lapangan Bumi Gora, Selasa (14/07/20).

Apel ini bagian dari upaya Pemerintah Provinsi NTB terus menekan angka penyebaran Covid19 di NTB.

Gubernur Zulkieflimansyah

Dengan kurva penyebaran yang belum melandai, khususnya di Kota Mataram dan Kab. Lombok Barat, diperlukan ikhtiar seluruh pihak untuk mempercepat penanganan pandemi.

Menurut Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, Covid-19 sudah menemukan bentuk dan cara lain dalam penularannya.

Karena itu, kewaspadaan dan kedisiplinan akan protokol Covid19 akan  ditingkatkan.

Apel dengan tujuan sinergi bersama Forkopimda dan Forkopimcam se-Kota Mataram dan Kab. Lombok Barat, diharapkan menjadi energi positif untuk meningkatkan upaya, kewaspadaan dan, perjuangan memutus mata rantai Covid19.

Sebagai pembina Apel, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkifliemansyah mengajak kepada seluruh peserta apel bahwa menekan penyebaran Covid-19 di Kota Mataram dan Kab. Lombok Barat merupakan  tanggungjawab bersama.

Sinergi dan strategi yang tepat untuk menekan penyebaran Covid19 di Kota Mataram dan Kab. Lombok Barat harus segera ditunaikan.

“Inisiasi ini adalah wujud kepedulian kami akan bahaya Virus Corona,” kata gubernur.

Langkah serius

Senada dengan Gubernur Zul, Kapolda NTB Muh. Iqbal mengatakan, inisiasi ini adalah langkah serius dalam menekan penyebaran Covid19 di NTB, khususnya Kota Mataram dan Kab. Lombok Barat.

Inisiasi ini sengaja digelar sebagai ajakan untuk protokol Covid19 tetap ditingkatkan.

“Ayo terus berupaya dalam menekan penularan Covid19, karena saya rasa ini upaya baik untuk kebaikan kita semua,” katanya.

Komandan Resort Militer (Danrem 162/WB), Brigjen Ahmad Rizal Ramdani mengatakan, sesuai dengan perintah operasi Hesti di bawah perintah Pangdam, pihaknya akan terus berupaya memutus matarantai penyebaran Covid19 di NTB.

Perlu ada sinergitas antara Stake Holder yang ada diseluruh NTB untuk penyelesaian ini semua.

“Kami tidak akan pernah lelah untuk melakukan penyelesaikan Covid19 di NTB,” tutupnya

Setelah apel digelar, dilaksanakan foto bersama sebagai langkah awal sinergi penanganan penyebaran Covid-19.

AYA




JPS Gemilang, Turunkan Angka Penyebaran Covid-19 Sekaligus Atasi Dampak Sosial Ekonomi

Pemprov NTB mengambil peluang dengan menghadirkan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang yang berisi produk-produk lokal  untuk membantu IKM dan UMKM

MATARAM.lombokjournal.com — Pandemi Covid-19  menyebabkan terganggunya aktivitas sosial, ekonomi hingga pendidikan, namun di saat yang sama pandemi ini melahirkan berbagai peluang baru khususnya pada industri menengah kecil.

Dibutuhkan akselerasi ekonomi di berbagai daerah di Indonesia, khususnya di daerah yang sebelumnya terkena bencana alam seperti Provinsi NTB.

Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah menyampaikan itu saat tampil sebagai pembicara dalam webinar Government Roundtable Series Covid-19 New, New and Post NTB, dengan tema  “NTB : Akselerasi Pemulihan Ekonomi” yang berlangsung, Senin (13/07/20).

Selain menurunkan angka penyebaran Covid-19, Pemerintah Provinsi NTB juga berupaya mengatasi dampak sosial ekonomi yang ditimbulkannya. Sehingga pandemi ini tidak memunculkan masalah baru seperti kelaparan dan kemiskinan.

“Sehingga nanti jika kita tidak hati-hati, kita akan selamat dari virusnya tetapi akan sengsara karena ekonomi kita yang tidak bergerak dan menghasilkan malapetaka yang jauh lebih besar,” jelas Gubernur Zul.

NTB yang sangat bergantung pada sektor pariwisata memerlukan upaya yang sungguh-sungguh untuk menghindari lambatnya pergerakan ekonomi.

Hal ini dapat berdampak pada peningkatan angka pengangguran, kemiskinan dan bahkan berakibat pada persoalan lainnya.

Namun Pemprov mengambil peluang dengan menghadirkan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang yang berisi produk-produk lokal  untuk membantu IKM dan UMKM NTB.

“Kami mengambil jalan yang cukup terjal untuk membuat JPS Gemilang dalam bentuk non-tunai. Jika dalam bentuk tunai, menurut pengalaman kami, masyarakat hanya tenang sejenak tetapi tidak untuk membeli komoditas melainkan untuk pulsa, bahan bakar dan lain-lain,” terangnya.

Gubernur Zul mengatakan, program ini membangkitkan semangat dan rasa percaya diri masyarakat NTB khususnya para pelaku usaha.

Sebelumnya  banyak konsumen yang membeli barang dari Pulau Jawa bahkan dari luar negeri, tetapi kini masyarakat mulai bangga menggunakan produk-produk lokal.

“Masker bisa kita bikin sendiri, Alat Pelindung Diri bisa kita bikin sendiri dan banyak produk-produk yang lain. Apalagi tema besar dalam pemerintahan kami salah satunya adalah industrialisasi,” tutur Bang Zul.

Industrialisasi ini lanjut tidak identik dengan pabrik-pabrik besar. Sering juga masyarakat menyalahartikan, industrialisasi tidak memperhatikan sektor pertanian, perikanan dan peternakan.Padahal sejatinya, industrialisasi menekankan pada nilai tambah.

“Jadi tetap prioritasnya diberikan kepada pelaku peternakan, perikanan dan pertanian, tetapi sekarang produknya diolah dan bergeser pada manufacturing. Oleh karena itu, produk pertanian bisa diolah di sini sehingga proses industrialisasi ini menemukan akselerasinya.” ujarnya.

Bang Zul berharap UKM di NTB dalam tiga bulan ini dapat terus belajar menggunakan teknologi dan melakukan inovasi sehingga pasarnya bukan hanya di NTB melainkan dapat bersaing di pasar nasional bahkan internasional.

“Jadi kami sudah coba mengajak para dinas-dinas kabupaten/kota di NTB untuk bersama-sama, misalnya pada pengadaan beras. Jadi NTB ini berkoordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan masing-masing kabupten/kota untuk memilih UKM yang ada di daerah masing-masing,” katanya.

Founder and Chairman MarkPlus.Inc, Hermawan Kertajaya mengatakan, adanya Government Roundtable Series ini mendekatkan hubungan dengan masyarakat. Diharapkan dengan adanya seminar ini dapat mengetahui bagaimana penyebaran akselerasi ekonomi di NTB.

Hermawan mengungkapkan kepada sekitar 300 partisipan yang mengikuti seminar online tersebut, bahwa transformasi digital di NTB tidak main-main.

“Kita akan bersama-sama bagaimana digital transformation di NTB lebih baik kedepannya tanpa menghilangkan persatuan, ini yang penting,” jelasnya.

Dampak gempa lebih berat

Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTB, Achris Sarwani mengungkapkan bahwa NTB belum terdampak dari sisi ekonomi oleh Covid-19 ini.

NTB masih bisa tumbuh 3,19 pesen di quarter 1, dibandingkan tahun sebelumya yang hanya tumbuh 1,70 persen.

NTB berada di angka yang lebih tinggi dari angka nasional yang berada pada angka 2,97 persen.

Selanjutnya Achris menjelaskan dampak gempa lebih berat dibandingkan dengan dampak dari Covid-19.

“Karena kita terkena secara fisik dan kita juga harus menyelesaikannya secara fisik,” terangnya.

Achris melanjutkan, Bank Indonesia fokus memperkuat sektor produksi dan industri pengolahan, sehingga mampu menghasilkan produk yang berdaya saing dan bernilai tambah yang lebih tinggi melalui proyek dan investasi yang didorong dan dipermudah masuk ke NTB.

“Sekaligus sebagai proses menyiapkan perbaikan kapasitas ekonomi lokal untuk menyongsong era aktivitas ekonomi dapat berjalan normal kembali di masa depan,” katanya.

Seminar online ini juga diikuti oleh beberapa Kepala Daerah, seperti Walikota Mataram, Bupati Lombok Barat, Bupati Lombok Utara dan Bupati Sumbawa Barat.

AYA/HmsNTB




UPDATE Covid-19: Hari Senin, 13 Juli 2020, Bertambah 21 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 24 Orang, Kasus Kematian 1 (satu) orang

Hingga saat ini Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat masih dalam zona merah dengan jumlah terkonfirmasi positif masing-masing 716 orang dan 362 orang. Demikian juga dengan jumlah korban meninggal yakni 48 orang di Kota Mataram dan 23 orang di Kabupaten Lombok Barat

MATARAM.lombokjournal.com – Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium TCM RSUD Provinsi NTB, dan Laboratorium TCM RSUD Dompu mengkonfirmasi, ada tambahan 23 pasien positif Covid-19, dan pasien yang dinyatakan sembuh 22 orang, kasus kematian 1 (satu) orang.

Lalu Gita Aryadi

Siaran pers hari Senin (13/07/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 175 sampel dengan hasil 142 sampel negatif, 12 sampel positif ulangan, dan 21 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 24 orang, kasus kematian 1 (satu) orang.

Dijelaskan, adanya tambahan 21 kasus baru terkonfirmasi positif, 24 tambahan sembuh baru, dan 1 (satu) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (3/7/2020) sebanyak 1.592 orang, dengan perincian 1.013 orang sudah sembuh, 82 meninggal dunia serta 497 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.

Diharapkan petugas kesehatan di kabupaten/kota melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran virus Covid19.

TAMBAHAN 21 POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 24 ORANG, KASUS KEMATIAN 1 (SATU) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 1572, an. Ny. RA, perempuan, usia 21 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Jawa Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  2. Pasien nomor 1573, an. Ny. MAJ, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  3. Pasien nomor 1574, an. Tn. IMAJ, laki-laki, usia 47 tahun, penduduk Desa Sandik, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;
  4. Pasien nomor 1575, an. Tn. KRP, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  5. Pasien nomor 1576, an. Ny. NA, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Labuapi, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  6. Pasien nomor 1577, an. Tn. SPAI, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Kota Medan, Sumatera Utara. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga dengan kondisi baik;
  7. Pasien nomor 1578, an. Ny. AF, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1256. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga dengan kondisi baik;
  8. Pasien nomor 1579, an. Tn. PRM, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Selagalas, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  9. Pasien nomor 1580, an. Tn. KBM, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Desa Rempe, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Jakarta. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Sumbawa Barat dengan kondisi baik;
  10. Pasien nomor 1581, an. Ny. WI, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Desa Terong Tawah, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  11. Pasien nomor 1582, an. Tn. H, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Kelurahan Gerung Selatan, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  12. Pasien nomor 1583, an. Tn. MA, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Desa Dasan Geres, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  13. Pasien nomor 1584, an. Ny. J, perempuan, usia 57 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  14. Pasien nomor 1585, an. Tn. DR, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1584. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  15. Pasien nomor 1586, an. Tn. PW, laki-laki, usia 51 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  16. Pasien nomor 1587, an. Ny. M, perempuan, usia 66 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Timur, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1464. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga dengan kondisi baik;
  17. Pasien nomor 1588, an. Tn. LW, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Kelurahan Monjok Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  18. Pasien nomor 1589, an. Tn. F, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  19. Pasien nomor 1590, an. Tn. FS, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Pejarakan Karya, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  20. Pasien nomor 1591, an. Tn. MSF, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Desa Terong Tawah, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  21. Pasien nomor 1592, an. Tn. DJB, laki-laki, usia 71 tahun, Warga Negara Belanda. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik.

Hari Senin terdapat penambahan 24 orang yang sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif, yaitu :

  1. Pasien nomor 552, an. Tn. SUJ, laki-laki, usia 67 tahun, penduduk Kelurahan Monjok Timur, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 746, an. Ny. H, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Tanak Beak, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah;
  3. Pasien nomor 799, an. Ny. ES, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Kopang, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah;
  4. Pasien nomor 823, an. Ny. UA, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  5. Pasien nomor 857, an. Ny. M, perempuan, usia 76 tahun, penduduk Desa Aik Darek, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah;
  6. Pasien nomor 958, an. Ny. Z, perempuan, usia 22 tahun, penduduk Desa Tanak Awu, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah;
  7. Pasien nomor 972, an. Ny. SS, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Desa Gereneng, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah;
  8. Pasien nomor 989, an. Ny. IL, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Monjok, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  9. Pasien nomor 1014, an. Tn. S, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Desa Mertak, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah;
  10. Pasien nomor 1076, an. Tn. MI, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Malang, Jawa Timur;
  11. Pasien nomor 1144, an. Tn. KS, laki-laki, usia 51 tahun, penduduk Desa Bonjeruk, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah;
  12. Pasien nomor 1177, an. Tn. DGAAP, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Desa Telaga Waru, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
  1. Pasien nomor 1192, an. Ny. MF, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 1195, an. Tn. SA, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Babakan, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  3. Pasien nomor 1198, an. Ny. MPM, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  4. Pasien nomor 1229, an. Ny. H, perempuan, usia 45 tahun, penduduk Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  5. Pasien nomor 1230, an. Tn. HJ, laki-laki, usia 63 tahun, penduduk Kelurahan Selagalas, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  6. Pasien nomor 1258, an. Tn. S, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Desa Jatisela, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  7. Pasien nomor 1270, an. Tn. M, laki-laki, usia 49 tahun, penduduk Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa;
  8. Pasien nomor 1291, an. An. KMA, perempuan, usia 7 bulan, penduduk Kelurahan Gerung Selatan, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  9. Pasien nomor 1329, an. Tn. PK, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  10. Pasien nomor 1400, an. Ny. CH, perempuan, usia 20 tahun, penduduk Kelurahan Rabadompu Timur, Kecamatan Raba, Kota Bima;
  11. Pasien nomor 1401, an. Ny. VN, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  12. Pasien nomor 1479, an. Ny. M, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Gerung Selatan, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat.

Hari Senin ini juga terdapat penambahan 1 (satu) kasus kematian baru, yaitu pasien nomor 1559, an. Tn. LH, laki-laki, usia 77 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien memiliki penyakit komorbid.

Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, Lalu Gita Aryadi mengatakan, hingga saat ini Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat masih dalam zona merah dengan jumlah

terkonfirmasi positif masing-masing 716 orang dan 362 orang. Demikian juga dengan jumlah korban meninggal yakni 48 orang di Kota Mataram dan 23 orang di Kabupaten Lombok Barat.

“Penanganan wabah Covid-19 di Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat harus kita lakukan bersama-sama dan bergotong royong dengan lebih masif lagi, sehingga dua daerah ini dapat keluar dari zona merah,” katanya.

Menurut Lalu Gita, salah satu hal yang perlu diterapkan bersama adalah kedisiplinan menggunakan masker, jaga jarak dan menghindari kerumunan serta penerapan protokol kesehatan pada semua area publik.

Bukan saja oleh masyarakat, tetapi juga semua pihak termasuk, area ekonomi, wisata, perkantoran dan pusat perbelanjaan atau pasar.

“Toko-toko atau pusat perbelanjaan dan area publik yang tidak mematuhi protokol Covid-19 harus ditutup. Begitu juga di pasar-pasar, jika tidak memakai masker tidak boleh berjualan dan juga berbelanja,” kata Lalu Gita Aryadi.

AYA/Rr

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemik Covid-19 NTB di nomor 08180211 8119.

 




Bunda Niken Jadi Ketua ICSB NTB, Siap Kembangkan UMKM

Diharapkan keberadaan ICSB dapat mendorong peningkatan jumlah dan kualitas UMKM di NTB

MATARAM.lombokjournal.com —  Ketua Dekranasda Provinsi NTB Hj.Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, SE, M.Sc dilantik sebagai Ketua International Council for Small Business (ICSB) Provinsi NTB periode 2020-2022.

Pelantikan dipimpin langsung oleh Presiden ICSB Indonesia Dr. Jacob Silas Mussry secara virtual, Senin (13/07/20).

ICSB merupakan organisasi internasional berpusat di Washington, Amerika Serikat. ICSB sebagai organisasi nonprofit membantu pengembangan kewirausahaan di Tanah Air bersama empat pilar pendukungnya, terdiri dari akademisi, peneliti, pemerintah, dan pelaku bisnis.

Pada pelantikan pengurus tingkat Provinsi NTB, Jacob mengajak stakeholder terkait untuk bersama-sama membina pelaku UMKM agar bisa lebih kompetitif.

Dia mengatakan, jumlah UMKM di Indonesia saat ini sangat besar, tetapi tak sebanding dengan tingkat daya saing UMKM itu sendiri, baik lokal maupun internasional.

“Organisasi ini kami harapkan bisa memberikan kontribusi yang strategis kepada UMKM agar mereka lebih kompetitif,”  kata Jacob dalam sambutannya secara virtual.

Untuk mengembangkan UMKM, ICSB fokus pada pendidikan, penelitian, pertukaran ide, membangun dan mengembangkan kapabilitas usaha. Menurutnya, dengan mengembangkan kapabilitas usaha, UMKM di Indonesia semakin kompetitif.

“Saya berharap, ICSB hadir menguatkan kapabilitas pelaku usaha kecil menengah di Provinsi NTB, meski dalam kondisi sulit (Covid-19-red) menyerah bukanlah pilihan,” tutup Jacob

Hj.Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah sebagai Ketua ICSB Provinsi NTB terpilih mengatakan, UMKM harus didukung dan dikembangkan.

Sebab UMKM begitu penting dalam menyerap tenaga kerja, sangat strategis dalam perkembangan ekonomi di wilayah, dan menopang perekonomian nasional.

“Kami mengajak semua para pelaku UKM untuk bergandengan, saling membantu, saling mendukung dalam rangka membangkitkan pelaku usaha di NTB,” ujar bunda Niken.

ICSB merupakan organisasi baru di NTB. Pengurus ICSB NTB akan belajar lebih cepat, lebih banyak dan lebih giat guna mengembangkan UMKM di Provinsi NTB.

Ia  yakin, UMKM merupakan salah satu kunci keberhasilan NTB.

“Kami yakin, UMKM yang tangguh, UMKM yang unggul merupakan kunci NTB Gemilang,” ujarnya.

Gubernur NTB, Zulkieflimanysah mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus ICSB Wilayah Provinsi NTB.

Diharapkan, pengurus dan anggota yang tergabung dalam ICSB memberi peran strategis dalam hal Roadmap pengembangan kewirausahaan secara holistik di NTB yang melibatkan semua pihak, dan menjadi payung organisasi UKM daerah.

Gubernur Zul berharap keberadaan ICSB dapat mendorong peningkatan jumlah dan kualitas UMKM di NTB.

“Sehingga dapat berkontribusi pada peningkatan pendampatan dan kesejahteraan masyarakat,” harap gubernur.

Pengurus ICSB Indonesia wilayah Provinsi NTB periode 2020-2022;

  1. Ketua : Hj.Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah,SE.,M.Sc
  2. Sekretaris Jendral : Indah Purwati Ningsih,SE
  3. Wakil Sekretaris Jendral : Ryan Pinasti Rahajeng,SE
  4. Bendahara : Dra. Dwi Endah Setyorini
  5. Wakil Bendahara : Hj. Dwi Anggraini,ST
  6. Wakil Koordinator Bidang Akademi dan Riset : Dr. Muhammad Ali
  7. Direktur Pengembangan : Sayuk Wibawati
  8. Wakil Koordinator Bidang Hubungan Pemerintah dan Penyelarasan Program : Hj.Nuryanti,SE.,MM
  9. Direktur Kerjasama Program : Muh. Nur Rahmat, SE
  10. Wakil Koordinator Bidang Pemberdayaan Komunitas : Hj.Dra. Bau Intan
  11. Direktur Pemberdayaan Pemuda : Dr.H.Lalu Burhan, M.Sc
  12. Direktur Pengembangan Netizen : H.Ricky Hartini Putra,SE
  13. Wakil Koordinator Bidang Hubungan Perusahaan Swasta : Ir. Lindawati Angkawijaya,MM
  14. Direktur Hubungan Perusahaan : Henny Soepiantoro
  15. Direktur Hubungan Perusahaan BUMN : Bayu Adityo,SH

AYA/HmsNTB