Wagub NTB Minta Anggota DPD RI Juga Serukan Disiplin Penerapan Protokol Kesehatan

Pesan Wagub, saat mengedukasi masyarakat harus dengan cara-cara yang sejuk. Dan menyampaikan bukti bahwa Covid-19 ini berbahaya

MATARAM.lombokjournal.com — Wakil Gubernur yang juga Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah, minta dukungan anggota DPD RI, TGH. Ibnu Halil, S.Ag, M.Pd.I dalam menekan penyebaran Covid-19 di Provinsi NTB.

Permintaan dukungan itu disampaikan saat kunjungan kerja anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) itu mengadakan audiensi dengan Pemerintah Provinsi NTB, terkait penanganan Virus Corona (Covid-19), Kamis (16/07/20).

Kedatangan anggota DPD RI, TGH. Ibnu Halil, S.Ag, M.Pd.I, disambut langsung Wakil Gubernur di ruang kerjanya.

Wagub minta banyak dukungan dari semua kalangan, juga pada senator asal NTB tersebut, dalam menekan penyebaran Covid-19 di provinsi NTB.

Menurutnya, seluruh pemangku kepentingan harus punya suara sama, menyampaikan kepada masyarakat, Covid-19 ini berbahaya dan tetap menjalani protokol kesehatan.

“Tugas kita, membuat masyarakat paham. Jangan sampai, ada masyarakat menganggap Covid-19 ini tidak ada,” ujar Wagub.

Umi Rohmi menilai, penerapan protokol kesehatan sesungguhnya tidak terlalu susah. Masker harganya cukup terjangkau, bahkan banyak dibagikan oleh pemerintah.

Tidak hanya itu, menjaga jarak dan mencuci tangan juga gratis. Intinya hanya membutuhkan kemauan.

“Kasihan Nakes kita, ketika kita semua bisa tidur nyenyak, mereka berjibaku seharian membantu menyembuhkan masyarkat,” tambah Wagub.

Umi Rohmi Ketika berpesan, saat mengedukasi masyarakat harus dengan cara-cara yang sejuk. Dan menyampaikan bukti bahwa Covid-19 ini berbahaya.

Setelah beberapa kali turun ke pasar, masyarakat rata-rata mau dan tidak keberatan menjalankan protokol kesehatan.

“Kita bantu nakes kita. Kasihan, mereka rela jauh dari keluarga, setengah mati berjuang memakai APD. Itu semua dilakukan demi kesehatan kita semua,” tambah Umi Rohmi.

Cucu pahlawan nasional ini melanjutkan, di tengah pandemi Covid-19 ini semua harus tetap semangat, tetap jalani protokol kesehatan, konsisten dalam mengingatkan masyarakat.

“Tidak hanya nakes, ada TNI, Polri, Satpol PP, kasihan mereka semua, menjalankan tugas seharian,” tutup Wagub.

Dianggap virus biasa

TGH. Ibnu Halil dalam kesempatan tersebut menyampaikan laporannya kepada Wagub NTB. Dikatakannya, masyarakat saat ini banyak yang menganggap Covid-19 ini hanya virus biasa.

“Banyak masyarakat kita menganggap Covid-19 ini virus biasa, bahkan ada masyarakat menganggap Covid-19 ini tidak ada,” ujarnya.

Insya Allah, lanjut TGH. Halil, DPD RI konsisten menyampaikan sesuai arahan pemerintah untuk mengedukasi masyarakat supaya tetap menjalankan protokol kesehatan dalam menjalankan kegiatan sehari-hari.

“Insya Allah kami istikamah, mengedukasi masyarakat, itu semua, demi daerah kita tercinta,” tambahnya.

Direktur RSUD Provinsi NTB, dr. H. Lalu Hamzi Fikri, MM, MARS yang hadir pada kesempatan itu, menyampaikan bahwa tenaga kesehatan perlu disemangati. Psikologis mereka harus dijaga. Jangan sampai tenaga kesehatan kita menyerah.

“Nakes kita sangat lelah, kita harus pandai-pandai semangati psikologis mereka, kalo tidak, mereka bisa nyerah,” ujar Dirut RSUD singkat.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB dr. Nurhandini Eka Dewi, S.PA yang juga ikut mendampingi wagub, minta seluruh pihak untuk terus menyemangati, menjaga mental tenaga kesehatan untuk tetap semangat di garda terdepan.

“Mental tenaga kesehatan kita perlu dijaga, mereka juga punya keluarga, bisa saja mereka nyerah kalo kita menganggap Covid-19 ini tidak ada,” ujar Kadikes menanggapi laporan TGH. Ibnu Halil.

Menurutnya, penerapan protokol kesehatan itu, lanjut Kadikes, mendatangkan hikmah. Misalnya, dengan banyaknya penerbangan yang ditutup, langit pun menjadi lebih cerah.

Karenanya, ia menyerukan agar semua pihak tetap mendukung penerapan protokol kesehatan ini.

“Masyarakat diminta disiplin menjalankan protokol kesehatan tanpa harus mengeluarkan uang jutaan rupiah,” katanya.

AYA/HmsNTB




UPDATE Covid-19: Hari Rabu, 15 Juli 2020, Bertambah 30 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 27 Orang

Penanganan dan pencegahan wabah Covid-19 harus dilakukan bersama-sama dan bergotong royong dengan lebih masif lagi

 MATARAM.lombokjournal.com – Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium TCM RSUD Provinsi NTB, dan Laboratorium TCM RSUD Praya mengkonfirmasi, ada tambahan 30 pasien positif Covid-19, dan pasien yang dinyatakan sembuh 27 orang.

Lalu Gita Aryadi

Siaran pers hari Rabu (15/07/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 561 sampel dengan hasil 500 sampel negatif, 31 sampel positif ulangan, dan 30 sampel kasus baru positif Covid-19, paien sembuh 27 orang, tidak ada kasus kematian baru.

Dijelaskan, adanya tambahan 30 (tiga puluh) kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 27 (dua puluh tujuh) tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (15/7/2020) sebanyak 1648 (seribu enam ratus empat puluh delapan) orang, dengan perincian 1054 (seribu lima puluh empat) orang sudah  sembuh, 85 (delapan puluh lima) meninggal dunia, serta 509 (lima ratus sembilan) orang masih positif dan dalam keadaan baik.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Aryadi.

TAMBAHAN 30 PASIEN POSITIF Covid-19, PASIEN SEMBUH 27 ORANG

Kasus baru positif tersebut,yaitu :

  1. Pasien nomor 1619, an. Tn. S, laki-laki, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Sapta Marga, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSAD Wirabhakti Mataram dengan kondisi baik;
  2. Pasien nomor 1620, an. Tn. IMP, laki-laki, usia 67 tahun, penduduk Kelurahan Bertais, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  3. Pasien nomor 1621, an. Tn. SS, laki-laki, usia 62 tahun, penduduk Kelurahan Bertais, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  4. Pasien nomor 1622, an. Tn. CW, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  5. Pasien nomor 1623, an. Tn. M, laki-laki, usia 77 tahun, penduduk Desa Sesela, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  6. Pasien nomor 1624, an. Ny. SK, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  7. Pasien nomor 1625, an. An. ARB, laki-laki, usia 9 tahun, penduduk Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  8. Pasien nomor 1626, an. Tn. DSH, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Desa Sigerongan, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1213. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  9. Pasien nomor 1627, an. Tn. M, laki-laki, usia 70 tahun, penduduk Desa Sigerongan, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1213. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  10. Pasien nomor 1628, an. Tn. AN, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Desa Kekeri, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  11. Pasien nomor 1629, an. Tn. NRS, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  12. Pasien nomor 1630, an. Tn. TH, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Desa Pringgarata, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Tengah dengan kondisi baik;
  13. Pasien nomor 1631, an. Tn. ZEW, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Karang Baru, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  14. Pasien nomor 1632, an. Ny. NY, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Desa Sandik, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1504. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  15. Pasien nomor 1633, an. Ny. DF, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  16. Pasien nomor 1634, an. Ny. M, perempuan, usia 52 tahun, penduduk Desa Jia, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1581. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  17. Pasien nomor 1635, an. Tn. PJ, laki-laki, usia 57 tahun, penduduk Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Siloam Mataram dengan kondisi baik;
  18. Pasien nomor 1636, an. Tn. MRE, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk ber-KTP Desa Bujak, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien berdomisili di Desa Rakam, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;
  19. Pasien nomor 1637, an. Tn. MSD, laki-laki, usia 80 tahun, penduduk Kelurahan Pejarakan Karya, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Siloam Mataram dengan kondisi baik;
  20. Pasien nomor 1638, an. Tn. VHS, laki-laki, usia 49 tahun, penduduk Desa Midang, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;
  21. Pasien nomor 1639, an. Tn. AW, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Sayang Sayang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  22. Pasien nomor 1640, an. Tn. PBM, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk wilayah Puskesmas Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Tanjung dengan kondisi baik;
  23. Pasien nomor 1641, an. Ny. F, perempuan, usia 43 tahun, penduduk Desa Kalimango, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Sumbawa dengan kondisi baik dengan kondisi baik;
  24. Pasien nomor 1642, an. Tn. IM, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Desa Dalam, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit.Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Sumbawa dengan kondisi baik;
  25. Pasien nomor 1643, an. Ny. S, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Desa Luar, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Sumbawa dengan kondisi baik;
  26. Pasien nomor 1644, an. Ny. H, perempuan, usia 58 tahun, penduduk Desa Lekong, Kecamatan Alas Barat, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD H.L. Manambai Abdulkadir dengan kondisi baik;
  27. Pasien nomor 1645, an. Ny. N, perempuan, usia 47 tahun, penduduk Desa Gontar, Kecamatan Alas Barat, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD H.L. Manambai Abdulkadir dengan kondisi baik;
  28. Pasien nomor 1646, an. Tn. S, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Desa Sepakat, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD H.L. Manambai Abdulkadir dengan kondisi baik;
  29. Pasien nomor 1647, an. Tn. MDHMN, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Desa Sepakat, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD H.L. Manambai Abdulkadir dengan kondisi baik;
  30. Pasien nomor 1648, an. Tn. A, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Desa Bunga Eja, Kecamatan Empang, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD H.L. Manambai Abdulkadir dengan kondisi baik.

Hari ini terdapat penambahan 27 (dua puluh tujuh) orang yang sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif, yaitu

  1. Pasien nomor 839, an. Ny. S, perempuan, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 861, an. Ny. H, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  3. Pasien nomor 906, an. Ny. H, perempuan, usia 56 tahun, penduduk Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  4. Pasien nomor 913, an. Ny. AFB, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Banjar, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  5. Pasien nomor 930, an. Tn. I, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Jempong Baru,Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  6. Pasien nomor 955, an. Ny. R, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  7. Pasien nomor 999, an. An. RR, laki-laki, usia 16 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Selatan, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  8. Pasien nomor 1060, an. Ny. NKSS, perempuan, usia 52 tahun, penduduk Desa Sandik, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat;
  9. Pasien nomor 1098, an. Ny. M, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  10. Pasien nomor 1121, an. Ny. V, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Desa Tempos, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  11. Pasien nomor 1122, an. Tn. HB, laki-laki, usia 51 tahun, penduduk Kelurahan Cilinaya, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  12. Pasien nomor 1124, an. Tn. ABK, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Desa Kekait, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  13. Pasien nomor 1140, an. Ny. END, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Banyu Urip, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  14. Pasien nomor 1178, an. Tn. N, laki-laki, usia 67 tahun, penduduk Desa Kekeri, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  15. Pasien nomor 1238, an. Tn. B, laki-laki, usia 54 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  16. Pasien nomor 1249, an. Tn. NDN, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Bandung, Jawa Barat;
  17. Pasien nomor 1279, an. Tn. IGRA, laki-laki, usia 21 tahun, penduduk Tabanan, Bali;
  18. Pasien nomor 1281 an. Nn. NANA, perempuan, usia 21 tahun, penduduk Surabaya, JawaTimur;
  19. Pasien nomor 1303, an. An. MGAW, laki-laki, usia 2 tahun, penduduk Kelurahan Karang Panas, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  20. Pasien nomor 1345, an. Ny. M, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Desa Lembah Sari, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat;
  21. Pasien nomor 1427, an. Ny. P, perempuan, usia 55 tahun, penduduk Desa Tanak Gadang, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur;
  22. Pasien nomor 1444, an. Ny. WDSM, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Selatan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  23. Pasien nomor 1465, an. Tn. INS, laki-laki, usia 62 tahun, penduduk Kelurahan Sapta Marga, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  24. Pasien nomor 1510, an. Ny. ZH, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  25. Pasien nomor 1542, an. Tn. ADW, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Semarang, Jawa Tengah;
  26. Pasien nomor 1565, an. Tn. AY, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Desa Dasan Griya, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat;
  27. Pasien nomor 1570, an. Tn. HZ, laki-laki, usia 20 tahun, penduduk ber-KTP Sidoarjo, Jawa Timur. Pasien berdomisili di Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;

Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, Lalu Gita Aryadi mengajak, penanganan dan pencegahan wabah Covid-19 harus dilakukan bersama-sama dan bergotong royong dengan lebih masif lagi.

“Sangat penting kita bersama mengambil tindakan tegas untuk memastikan kedisiplinan masyarakat dan seluruh pihak dalam mematuhi protokol pencegahan Covid-19, seperti menggunakan masker, jaga jarak dan menghindari kerumunan serta penerapan protokol kesehatan pada semua area publik, termasuk pada area ekonomi, wisata, perkantoran dan pusat perbelanjaan atau pasar,” katanya.

AYA/Rr

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemik Covid-19 NTB di nomor 08180211 8119.

 

 




Dalam Penyerapan dan Realisasi APBD, Provinsi NTB Juara 2

Saat ini belanja dan penyerapan dan realisasi APBD NTB menduduki posisi nomor dua yaitu sebesar 44 persen

MATARAM.lombokjournal.com — Provinsi NTB meraih prestasi APBD terbaik kedua setelah DKI Jakarta,  penyerapan dan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah  (APBD).

Selain itu, penggunaan produk UMKM dan IKM lokal NTB di JPS Gemilang juga telah menginspirasi banyak daerah lain di Indonesia.

Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo pun menyatakan, NTB merupakan salah satu daerah di Indonesia yang patut dijadikan rujukan dalam tata kelola keuangan dan kebijakan daerah selama masa pandemi ini.

“Khusus tentang JPS, JPS Gemilang Provinsi NTB yang menggunakan produk-produk lokal disebutkan khusus oleh Presiden untuk diikuti dan dicontoh oleh provinsi-provinsi lain,” ujar Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah usai mengikuti Rapat Terbatas bersama Presiden dan Para Menteri serta seluruh Gubernur di Indonesia, di Istana Kepresidenan Bogor, Rabu (15/07/20).

Menurut Gubernur Zul, saat ini belanja dan penyerapan dan realisasi APBD NTB menduduki posisi nomor dua yaitu sebesar 44 persen.

Catatan NTB ini hanya berselisih tipis dari DKI Jakarta di posisi pertama, yaitu 45 persen.

“Provinsi-provinsi lain bahkan ada yang masih 5 persen! Jadi selamat kepada Bu Wagub, Pak Sekda dan para Asisten serta para pimpinan OPD yang sudah sangat bekerja keras. Kita Alhamdulillah sudah berada di track yang benar!” seru Gubernur Zul.

Selain dua prestasi membanggakan tersebut, Gubernur Zul juga menyebutkan adanya sejumlah catatan penting yang harus menjadi perhatian jajarannya.

Pertama, ia menyerukan agar percepatan belanja pemerintah terus digeber. Hal ini tidak terlepas dari kondisi perekonomian Indonesia yang masih mengkhawatirkan.

“Di kuartal kedua ekonomi Indonesia pertumbuhannya mengalami kontraksi – 4,3 persen. Agar kita selamat maka pertumbuhan ekonomi kita harus meningkat dan segera positif. Untuk itu, satu-satunya cara adalah dengan mempercepat belanja pemerintah,” kata Bang Zul.

Bang Zul memerintahkan jajarannya agar pengadaan barang, tender dan lainnya harus selesai bulan Agustus 2020.

Hal ini dimaksudkan untuk mengejar pertumbuhan ekonomi agar positif. Ia juga menyerukan bahwa aparat Kejaksaan, KPK, Polisi dan LKPP siap membantu kebijakan percepatan ini.

Bang Zul menegaskan, semangat ini harus ditularkan ke semua Kabupaten dan Kota agar belanja pemerintah, tender dan lain-lain bisa selesai paling telat September untuk kabupaten/kota.

“Provinsi harus punya instrumen dan mekanisme untuk memaksa kabupaten/kota mengikuti ritme ini,” ujarnya.

Bang Zul menegaskan, untuk penanganan Covid-19, memang tidak mudah. Dan kesulitan ini juga dirasakan oleh provinsi-provinsi lain di Indonesia.

Untuk itu, dalam rapat terbatas bersama Presiden juga disepakati empat hal yang harus dilakukan.

Hal pertama adalah menekan dan mengurangi jumlah kematian. Kedua, meningkatkan jumlah pasien positif yang sembuh. Ketiga, menekan jumlah yang terpapar sakit. Dan keempat, mengenakan sanksi bagi yang melanggar protokol Covid-19.

AYA/HmsNTB




Pemda KLU Apel Siaga Tiga Pilar, Untuk Tekan Covid-19 dan Songsong Lomba Kampung Sehat

Tiga pilar dihajatkan sebagai unsur penggerak masyarakat agar bergerak secara simultan

TANJUNG.lombokjournal.com – Pemerintah Daerah Lombok Utara bersinergi dengan jajaran TNI-Polri menyelenggarakan Apel Tiga Pilar, Rabu (15/07/20).

Dalam apel tiga pilar ini, Bupati Dr. H. Najmul Akhyar bertindak sebagai inspektur upacara, didampingi Kapolres Lombok Utara AKBP Fery Jaya Satriansah, SH dan Dandim 1606/Lobar diwakili oleh Danramil Tanjung Kapten Zainul.

Bupati Lombok Utara membacakan amanat Kapolda NTB Irjen Pol. Mohammad Iqbal, S.I.K, MH, mengatakan apel tiga pilar itu digelar sebagai upaya konslidasi bagi semua pihak dalam rangka pemberantasan penyebaran pandemi virus corona.

Apel tersebut merupakan bagian dari kesiapsiagaan guna menekan penyebaran wabah Covid-19.

Selain itu, untuk menyongsong Lomba Kampung Sehat secara serentak 2020 di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

“Salah satu strategi memberantas dan memutus rantai Covid-19 adalah implementasi kegiatan kampung sehat,” kata Bupati Najmul.

Pasalnya, kegiatan kampung sehat berbagai upaya untuk menekan sekaligus memberantas penyebaran virus corona, yang ditempuh melalui empat aspek, yaitu kesehatan, ekonomi, keamanan, serta informasi dan kelembagaan.

Aspek-aspek itu kalau dijalankan secara tertib dan kontinyu, diyakini dapat menimbulkan kesadaran masyarakat untuk menjadikan Covid-19 sebagai musuh bersama. Di samping itu juaga meningkatkan peran masyarakat dalam pencegahan wabah pandemi global tersebut.

“Menjamin efektifitas kelangsungan kampung sehat dapat terlaksana dengan baik dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, maka pelaksanaan program tersebut diperlombakan,” jelas Bupati Najmul Akhyar.

Sekjen Apkasi ini menyampaikan, kegiatan kampung sehat sejatinya gerakan masyarakat dalam memberantas dan mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan domisili masing-masing.

“Kegiatan kampung sehat bukan hanya bertumpu pada pemerintah, tapi gerakan masyarakat dalam bentuk aksi kolektif,” katanya.

Tiga pilar dihajatkan sebagai unsur penggerak masyarakat agar bergerak secara simultan.

Kata Bupati Najmul, unsur pengerak tersebut dijalankan oleh TNI-Polri dan Pemda KLU terdiri dari Kepala Desa, Babinsa serta Bhabinkamtibmas.

Ketiga pilar itu merupakan unsur pemerintahan paling dasar dan bersentuhan langsung dengan masyarakat. Ditambah dengan unsur pendukung lainnya baik dari kecamatan maupun kabupaten.

Kesadaran masyarakat

“Target gerakan kampung sehat dilombakan adalah timbulnya kesadaran masyarakat dalam menciptakan sistem pertahanan di lingkungan masing-masing,” terang Najmul.

Meretas pandemi Covid-19 melalui pendekatan Lomba Kampung Sehat dengan motor penggerak sinergitas 3 pilar dan komponen masyarakat.

Hal ini diharapkan, dapat memberi pemahaman yang utuh terkait betapa pentingnya makna kampung sehat. Yakni dalam pengertian steril, ekonomi produktif, hiegynis, aman dan tangguh untuk mengikuti pola NTB (nurut tatanan baru).

Kata Bupati Najmul, pola nurut tatanan baru dengan menerapkan sejumlah standar baru dalam kehidupan sehari-hari, antara lain menggunakan masker, rutin mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak aman.

Kenyataannya, pola hidup di atas sudah ditinggalkan oleh masyarakat kita. Padahal saat ini kita masih hidup di tengah pandemi virus Corona.

“Pada kesempatan ini saya ajak semua pihak mari tingkatkan kembali pelaksanaan nurut tatanan baru melalui tiga hal di atas,” jelas bupati.

Pola NTB harus diterapkan secara masif dan konsisten seraya mengimbau, semua elemen bersedia menjadi “Pejuang Covid-19 Kabupaten Lombok Utara”, dengan senantiasa mengikuti tiga norma nurut tatanan baru.

Bupati Najmul berpesan kepada Babinsa, Babinkamtibmas, dan Kepala Desa agar meningkatkan keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

“Lalu menumbuhkan keyakinan bahwa apapun yang kita lakukan untuk membangun keamanan adalah bernilai ibadah,” pesannya.

Ia meminta ketiga pilar menyiapkan diri mengamankan dan menyukseskan gelaran Pilkada 2020 yang aman dan damai di seluruh wilayah gumi Tioq Tata Tunaq.

Di samping itu, ketiga pilar juga mesti berperan aktif dalam menyosialisasikan penolakan dan menangkal paham radikalisme dan aksi terorisme. Serta memelihara lingkungan berdasar kesadaran dan tanggungjawab setiap warga, dengan menggotong asas dan prinsip standar protokol kesehatan Covid-19.

“Mari bersama kita laksanakan lomba kampung sehat agar masyarakat kita punya jiwa kemandirian dan kemampuan guna menyelesaikan permasalahan di wilayahnya,” ajak bupati.

Kegiatan apel tiga pilar itu dihadiri Sekda KLU Drs. H. Suardi, MH para Asisten, Kepala OPD, Camat, Kepala Desa. Sementara para peserta dari unsur TNI-POLRI, Pol PP, Dishub serta PMI KLU.

Rangkaian kegiatan diakhiri dengan Penyerahan Stiker Kampung Sehat kepada perwakilan Kades, Babinkamtibmas, Babinsa serta penempelan langsung stiker masing-masing randis.

sid




Virtual Geotourism Festival 2020; Inovasi Mengundang Wisatawan di Tengah Pandemi

Pandemi Covid-19 jangan sampai membuat promosi pariwisata menjadi terhenti

MATARAM.lombokjournal.com —  Festival Geowisata Virtual pertama di Indonesia dibuka oleh Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, hari Rabu (15/04/20) di Pendopo Wakil Gubernur.

Event Virtual Geotourism Festival 2020 ini membuktikan, di masa pandemi Covid-19, pariwisata NTB masih mampu menghadirkan inovasi, dan warna tersendiri dalam mengundang wisatawan meskipun melalui media virtual.

Wagub Hj Sitti Rohmi Djalillah

Umi Rohmi sapaan akrab Wagub mengatakan, pandemi Covid-19 telah memberikan dampak yang cukup besar pada perekonomian, terutama pada usaha pariwisata.

Pandemi yang telah menimpa seluruh negara di dunia ini telah mengakibatkan sektor pariwisata mengalami penurunan kunjungan wisatawan. Ia pun sangat mengapresiasi kegiatan Festival Geowisata Virtual ini.

“Pemerintah Nusa Tenggara Barat sangat berharap bahwa Festival Geowisata 2020 akan menjadi salah satu dari banyak cara untuk mempromosikan potensi geowisata kami,” ucapnya.

Mewakili Pemprov NTB, Umi Rohmi yang juga didampingi Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB dan Kepala Bappeda Provinsi NTB, mengucapkan terima kasih atas perhatian Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Kementerian Parekraf telah memberikan dukungan tanpa henti untuk menjadikan NTB tujuan wisata kelas dunia berikutnya.

Begitu juga dengan Komunitas Geopark Lombok Rinjani, yang disebutnya telah berkontribusi besar dalam mempromosikan serta menjaga kelestarian di Rinjani.

“Kehormatan bagi provinsi kami untuk menjadi bagian dari festival yang luar biasa ini dan kami berharap bahwa melalui acara ini kami juga akan dapat mempromosikan potensi pariwisata kami dan produksi industri bisnis kecil kami di NTB,” tambahnya.

Umi Rohmi juga menekankan, pariwisata dan pelestarian alam merupakan dua hal yang tak dapat dipisahkan.

Untuk itu, pengembangan pariwisata haruslah dibarengi dengan pelestarian alam juga.

“Pariwisata itu harus dengan pelestarian alam, tidak bisa tidak,” tegasnya.

Selain itu, dengan adanya pandemi Covid-19 menurutnya telah memberikan pembelajaran pada sektor pariwisata.

Destinasi pariwisata ke depan diharapkan mampu menyediakan pariwisata yang bersih, sehat dan aman dengan memperhatikan pelestarian lingkungan.

Geopark, Destinasi yag Diminati

Sebelumnya, Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Event) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Ir. Rizki Handayani Mustofa menjelaskan, Geopark ke depan akan menjadi suatu destinasi yang sangat diminati pada era adaptasi kebiasaan baru.

Karena itu, Geopark Rinjani diharapkan dapat dijaga serta dilestarikan dengan sebaik-baiknya.

“Ini merupakan suatu aset bagi NTB untuk tetap kita lestarikan dan yang paling penting adalah kedepan ketika kemudian kita terus kembangkan Rinjani ini untuk menjadi destinasi pariwisata, kita jangan lupakan masalah-masalah pelestarian lingkungan,” ujarnya.

Rizki mengapresiasi kegiatan Geowisata Virtual tersebut karena sesuai dengan keadaan saat ini. Ia mengatakan bahwa pandemi Covid-19 jangan sampai membuat promosi pariwisata menjadi terhenti.

“Salut sekali, dari yang sebelumnya offline, kemudian menjadi online seperti saat ini. Ini merupakan suatu inovasi dimana teman-teman ternyata tidak berhenti, adanya pandemi tidak menjadikan mereka setop, adanya pandemi terus membuat mereka berinovasi, sehingga festival tetap dijalankan,” jelasnya.

Tak hanya itu, keterlibatan anak-anak muda NTB terhadap pariwisata diharapkan mampu meningkat dengan adanya kegiatan-kegiatan seperti ini. Sehingga, rasa cinta dan bangga akan Geopark Rinjani maupun pariwisata lainnya dapat terus tumbuh di hati anak-anak muda NTB.

Sementara itu, Deputi Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi, Odo R. M. Manuhutu menyambut baik terselenggaranya Virtual Geotourism Festival. Kegiatan ini dinilai sebagai salah satu upaya recovery sektor pariwisata selama masa pandemi, khususnya di Provinsi NTB.

“Ini menjadi salah satu bukti bahwa pandemi Covid-19 bukan suatu halangan untuk kita terus bekerjasama dalam membangun negeri, terutama yang erat kaitannya dengan pengembangan Geowisata dan Geopark di Indonesia,” tutur Odo.

Ia pun meminta keterlibatan masyarakat dalam mempromosikan serta mengelola pariwisata di NTB dan juga di Indonesia pada umumnya. Begitu pula dengan produk-produk dari pelaku usaha yang diharapkan dapat dipromosikan melalui kegiatan ini.

“Kegiatan Virtual Geotourism Festival ini diharapkan dapat berkontribusi dalam memberikan ruang dan peluang bagi para kelompok dan pelaku sektor pariwisata untuk dapat mempromosikan produk-produknya,” tutupnya.

Event Virtual Geotourism Festival ini akan berlangsung selama dua hari, yakni pada tanggal 15 dan 16 Juli 2020.

AYA/HmsNTB




Aksi Massa AIR Di Kantor Gubernur, Tuntut Pemprov Perhatikan Nasib Petani

Mendesak Pemprov NTB memberikan langkah kongkrit untuk membantu petani agar tidak terjadi gagal panen

MATARAM.lombokjournal.com — Puluhan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Indonseia Raya (AIR) menggelar aksi di depan Kantor Gubernur NTB, Rabu (15/07/20).

Ketua AIR NTB, Hamzanwadi  memaparkan tuntutannya kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB yang hingga saat ini dinilai kurang memperhatikan Nasib petani yang ada di Provinsi NTB.

Terlebih disaat musim kemarau sudah banyak petani yang gagal panen, karena kurangnya Pasokan Air untuk pertanian .

“Kami menggelar aksi ini tujuannya agar pemprov NTB bis mendengarkan keluhan yang para petani rasakan selama ini,” tegasnya

Hamzanwadi minta Pemprov NTB memberikan langkah kongkrit untuk membantu petani agar tidak terjadi gagal panen.

“Kalau bisa dari Pulau Sumbawa sampai ke Lombok  pemerintah membangun Dam, Embung dan lain sebagainya, untuk menamoung air saat musim kemarau terjadi agar para petani tidak mengalami kerugian lagi,”  tegasnya

Ia menegaskan, bila Pemprov tidak merespon tuntutan Aliansi indonesia Raya (AIR) maka pihaknya meminta agar Gubernur NTB Zulkieflimansyah untuk  mundur dari jabatannya .

“Sudah mundur saja karena gagal  menciptakn suAsana yang baik  bagi petani, begitu juga bagi ekonomi  di NTB ini,” katanya.

Menurut Hamzanwadi, hingga saat ini Sudah ada petani yang dirugikan ada bebrapa puluh hektare yang lahan teramcam gagal.

“Jika pemprov tidak bertindak akan terjadi banyak petani yang mengalami gagal panen,”cetusnya

Sementara itu Asisten l Bidang Pemerintahan  Provinsi NTB, Hj. Bq.Eva Nurcahyaningsih menjelaskan akan meminta kepada stakeholder terkaif agar memberikan solusi untuk.menangani masalah yang dihadapi para petani ini.

“Nanti saya komuniksikan dengan dinas Pertanian yang berhak menjawab  karena pihak pertanian yang lebih paham atas kejadian ini,” katanya.




Persyaratan Rapid Test untuk Perjalanan Harusnya Dihapus

Ahli kesehatan menyebut tes cepat alias rapid test ini tidak efektif mendeteksi Covid-19

MATARAM.Lombokjournal.com —  Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto menerbitkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

Ia meneken aturan baru anyar ini, hari Senin (13/07/20).

Salah satu poin dalam aturan ini adalah rapid test atau tes cepat tidak direkomendasikan lagi untuk mendiagnosa orang yang terinfeksi Covid-19.

“Penggunaan Rapid Test tidak digunakan untuk diagnostik,” demikian tertuang pada halaman 82 di bagian defisini operasional peraturan anyar ini.

Dengan terbitnya aturan Menkes baru ini , ahli epidemiologi dari Griffith University, Dicky Budiman menyebut, persyaratan rapid test untuk melakukan perjalanan harusnya dihapus.

“Termasuk untuk tes siswa masuk perguruan tinggi,” ujar Dicky, Selasa (14/07/20).

Menurut aturan baru ini, pada kondisi dengan keterbatasan kapasitas pemeriksaan RT-PCR, tes cepat hanya dapat digunakan untuk pelacakan pada populasi spesifik dan situasi khusus.

Seperti pada pelaku perjalanan (termasuk kedatangan Pekerja Migran Indonesia, terutama di wilayah Pos Lintas Batas Darat Negara (PLBDN), serta untuk penguatan pelacakan kontak seperti di lapas, panti jompo, panti rehabilitasi, asrama, pondok pesantren, dan pada kelompok- kelompok rentan.

WHO merekomendasikan penggunaan tes cepat untuk tujuan penelitian epidemiologi atau penelitian lain.

Sementara untuk kepentingan diagnostik, pemerintah kini mengikuti WHO yang merekomendasikan pemeriksaan molekuler untuk seluruh pasien yang terduga terinfeksi Covid-19.

Metode yang dianjurkan adalah metode deteksi molekuler/NAAT (Nucleic Acid Amplification Test) seperti pemeriksaan RT-PCR.

Sejak awal, banyak ahli kesehatan yang menyebut tes cepat alias rapid test ini tidak efektif mendeteksi Covid-19.

Namun, pemerintah bersikeras mempertahankan tes tersebut. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 bahkan menetapkan hasil non-reaktif tes cepat sebagai salah satu syarat perjalanan. Orang tidak boleh bepergian ke luar kota, terutama lewat jalur udara, jika tak menyertakan dokumen ini.

Rr




Wagub Minta Percepat Hasil Swab Pasien

Isolasi mandiri di rumah justru lebih efektif karena akan mendapat perhatian lebih dari keluarga

MATARAM.lombokjournal.com – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah minta agar pasien yang memiliki gejala Covid atau PDP bisa dipercepat penetapan statusnya, apakah dia positif atau negatif.

Permintaan itu disampaikan saat rapat rutin Evaluasi Penanganan Covid-19 bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda),  yang berlangsung di Kantor Perwakilan Bulog NTB, Selasa (14/07/20) malam.

“Kami minta supaya PDP, orang yang mengalami gejala langsung di cek TCM agar langsung diketahui hasilnya, kita inginkan begitu masuk rumah sakit langsung di swab,” terang wagub.

Hal ini penting dilakukan agar tidak menimbulkan persepsi negatif terhadap rumah sakit, dan bisa menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat seperti yang terjadi beberapa waktu lalu.

Umi Rohmi ini mengatakan, komunikasi dengan keluarga pasien harus tetap dilakukan dengan intens, agar keluarga tidak melakukan hal-hal yang tidak diinginkan terhadap pihak rumah sakit.

“Komunikasi juga salah satu kunci, ini yang harus dilakukan, bagaimana melakukan komunikasi dengan lebih baik lagi,” ucapnya.

Umi Rohmi mengingatkan, agar orang yang masuk dalam kategori OTG untuk melakukan isolasi mandiri, mengingat rumah sakit sudah penuh dan beban dari tenaga kesehatan semakin hari semakin bertambah.

“Untuk OTG-OTG harus belajar isolasi mandiri seperti yang dilakukan oleh daerah-daerah lain,” tuturnya.

Ia mengatakan, isolasi mandiri di rumah justru lebih efektif karena akan mendapat perhatian lebih dari keluarga.

Dengan begitu, tenaga kesehatan dapat terbantu agar lebih fokus pada pasien-pasien yang lebih parah.

Ia berharap agar masyarakat tetap disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan sebagai salah satu langkah yang paling baik untuk menghadapi pandemi Covid-19 ini.

Danrem 162/WB, Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani dalam kesempatan itu mengatakan, komitmen yang tinggi untuk melakukan langkah-langkah strategis sangat dibutuhkan dalam penanganan pandemi ini.

“Pembatasan masyarakat melalui tindakan masif, berkesinambungan dan tegas dari tingkat desa/keluarahan sampai dengan kabupeten/kota,” ungkap Danrem.

Jendral bintang satu ini meminta kepada pihak Pemerintah Provinsi NTB untuk sesegera mungkin membuat Perda bersama legislatif terkait penanganan pandemi Covid-19 ini.

Kabar baiknya, Ketua DPRD Provinsi NTB Hj.Baiq Isvie Rupaeda nyambut baik saran tersebut dan siap melakukan pembahasan terkait Raperda Penanganan Pandemi.

Dalam acara tersebut, turut hadir seluruh anggota Forkopimda Provinsi NTB dan para Kepala OPD Lingkup Provinsi NTB.

AYA/HmsNTB




UPDATE Covid-19: Hari Selasa, 14 Juli 2020, Bertambah 26 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 14 Orang, Kasus Kematian 3 (tiga) orang

Penanganan dan pencegahan wabah Covid-19 harus kita lakukan bersama-sama dan bergotongroyong dengan lebih masif lagi

MATARAM.lombokjournal.com – Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium TCM RSUD Provinsi NTB, Laboratorium TCM RSUD Kota Mataram, Laboratorium TCM RSUD Praya, dan RSUD H.L. Manambai Abdulkadir mengkonfirmasi, ada tambahan 26 pasien positif Covid-19, dan pasien yang dinyatakan sembuh 14 orang, kasus kematian 3 (tiga) orang.

Lalu Gita Ariadi

Siaran pers hari Selasa (14/07/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 125 sampel dengan hasil 83 sampel negatif, 16 sampel positif ulangan, dan 26 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 24 orang, kasus kematian 3 (tiga) orang.

Dijelaskan, adanya tambahan 26 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 14 tambahan sembuh baru, dan 3 (tiga) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (14/7/2020) sebanyak 1.618 orang, dengan perincian 1.027 orang sudah sembuh, 85 meninggal dunia, serta 506 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita.

TAMBAHAN 26 POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 14 ORANG, KASUS KEMATIAN 3 (TIGA) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 1593, an. Tn. MNA, laki-laki, usia 20 tahun, penduduk Desa Karang Bongkot, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1421. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  2. Pasien nomor 1594, an. Ny. LNP, perempuan, usia 46 tahun, penduduk Desa Karang Bongkot, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1421. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  3. Pasien nomor 1595, an. An. MHT, laki-laki, usia 17 tahun, penduduk Desa Karang Bongkot, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor1421. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  4. Pasien nomor 1596, an. An. MSR, laki-laki, usia 10 tahun, penduduk Desa Karang Bongkot, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1421. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  5. Pasien nomor 1597, an. An. KMB, perempuan, usia 14 tahun, penduduk Desa Karang Bongkot, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1421. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  6. Pasien nomor 1598, an. Ny. NW, perempuan, usia 22 tahun, penduduk Desa Lembuak, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid19. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  7. Pasien nomor 1599, an. Tn. HI, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Kebun Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  8. Pasien nomor 1600, an. Ny. FZ, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Mayura, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  9. Pasien nomor 1601, an. Tn. MF, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk ber-KTP Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien berdomisili di Desa Kekeri, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;
  10. Pasien nomor 1602, an. Tn. JA, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Gapura, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  11. Pasien nomor 1603, an. Ny. BKA, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Pejanggik, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  12. Pasien nomor 1604, an. Ny. J, perempuan, usia 64 tahun, penduduk Kelurahan Karang Baru, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum Pasien memiliki penyakit komorbid. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
  13. Pasien nomor 1605, an. Tn. SR, laki-laki, usia 64 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  14. Pasien nomor 1606, an. An. AZ, laki-laki, usia 11 tahun, penduduk Kelurahan Sayang Sayang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  15. Pasien nomor 1607, an. An. AP, laki-laki, usia 8 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  16. Pasien nomor 1608, an. Ny. NP, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Desa Karang Bongkot, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;
  17. Pasien nomor 1609, an. Ny. I, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  18. Pasien nomor 1610, an. An. MAMA, laki-laki, usia 14 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  19. Pasien nomor 1611, an. Ny. DD, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  20. Pasien nomor 1612, an. Ny. R, perempuan, usia 59 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Selatan Baru, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  21. Pasien nomor 1613, an. Tn. SA, laki-laki, usia 41 tahun, Kelurahan Pejanggik, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Sentra Medika dengan kondisi baik;
  22. Pasien nomor 1614, an. Ny. SM, perempuan, usia 54 tahun, Kelurahan Leneng, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
  23. Pasien nomor 1615, an. Tn. LSW, laki-laki, usia 50 tahun, Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1559. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  24. Pasien nomor 1616, an. Ny. MK, perempuan, usia 69 tahun, Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
  25. Pasien nomor 1617, an. Tn. HRA, laki-laki, usia 36 tahun, Desa Sasake, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Praya dengan kondisi baik;
  26. Pasien nomor 1618, an. Ny. R, perempuan, usia 64 tahun, Kelurahan Leneng, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Praya dengan kondisi baik.

Hari Slasa terdapat penambahan 14 orang yang sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif, yaitu :

  1. Pasien nomor 966, an. Tn. HS, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Desa Karang Bongkot, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
  2. Pasien nomor 1001, an. An. YV, perempuan, usia 14 tahun, penduduk Desa Perampuan, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
  3. Pasien nomor 1029, an. Tn. A, laki-laki, usia 67 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  4. Pasien nomor 1043, an. Tn. MK, laki-laki, usia 73 tahun, penduduk wilayah Puskesmas Tanjung Karang, Kota Mataram;
  5. Pasien nomor 1120, an. Ny. NNS, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Selatan Baru, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  6. Pasien nomor 1176, an. Tn. LZZ, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Desa Puyung, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah;
  7. Pasien nomor 1206, an. Tn. IWPAY, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Monjok Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  8. Pasien nomor 1263, an. Tn. AI, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Cilinaya, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  9. Pasien nomor 1264, an. Ny. H, perempuan, usia 54 tahun, penduduk Kelurahan Cilinaya, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  10. Pasien nomor 1282 an. Tn. QDH, laki-laki, usia 22 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang Permai, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  11. Pasien nomor 1378, an. By. N, perempuan, usia 5 hari, penduduk Kelurahan Dasan Agung Baru, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  12. Pasien nomor 1383, an. Tn. MAF, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Gerung Utara, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  13. Pasien nomor 1384, an. Tn. IMM, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Desa Tempos, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  14. Pasien nomor 1391, an. By. M, perempuan, usia 3 hari, penduduk Desa Lembahsari, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat.

Hari Selasa ini juga terdapat penambahan 3 (tiga) kasus kematian baru, yaitu :

  1. Pasien nomor 1604, an. Ny. J, perempuan, usia 64 tahun, penduduk Kelurahan Karang Baru, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Pasien memiliki penyakit komorbid;
  2. Pasien nomor 1614, an. Ny. SM, perempuan, usia 54 tahun, Kelurahan Leneng, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah;
  3. Pasien nomor 1616, an. Ny. MK, perempuan, usia 69 tahun, Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram.

Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, Llu Gita Ariadi mengatakan, penanganan dan pencegahan wabah Covid-19 harus kita lakukan bersama-sama dan bergotongroyong dengan lebih masif lagi.

“Sangat penting kita bersama mengambil tindakan tegas untuk memastikan kedisiplinan masyarakat dan seluruh pihak dalam mematuhi protokol pencegahan Covid19,” katanya.

Yaitu menggunakan masker, jaga jarak dan menghindari kerumunan serta penerapan protocol kesehatan pada semua area publik, termasuk pada area ekonomi, wisata, perkantoran dan pusat perbelanjaan atau pasar.

AYA/Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemik Covid-19 NTB di nomor 08180211 8119.

 

 




Musda Golkar NTB Tanggal 21 Juli Mendatang, ‘Panggung Juara’ Milik Ahyar atau Suhaili?

MATARAM.lombokjournal.com — Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Golkar NTB yang sempat tertunda beberapa bulan karena pandemi virus Corona, telah ditetapkan pada tanggal 21-23 Juli 2020 mendatang.

“Jadwal kita tanggal 21 sampai 23 Juli,” kata Sekretaris DPD I Golkar NTB Hj. Baiq Isvie Rupaeda kepada wartawan. Selasa, (14/07/20).

Untuk lokasi dilangsungkannya Musda masih belum ditetapkan menunggu hasil rapat panitia penyelenggara Musda DPD I Golkar NTB.

“Tempat sedang dirapatkan,” jelasnya.

Pertarungan Sengit Ahyar dan Suhaili

Musda nanti akan menjadi ajang pertarungan sengit beberapa kekuatan di internal Golkar guna menentukan siapa yang layak menakhodai partai peninggalan orde baru tersebut untuk periode mendatang.

Ada dua nama tersisa dari tiga nama yang sebelumnya digadang-gadang akan maju merebut kursi ketua Golkar NTB.

Mereka adalah walikota Mataram H. Ahyar Abduh dan Bupati Lombok Tengah yang juga menjabat ketua DPD I Golkar NTB saat ini H. Suhaili FT.

Dikutip lombokjournal.com dari media online di NTB, baik Ahyar maupun Suhaili sama-sama menyatakan telah dapat dukungan partai Golkar.

Suhaili menyebut dirinya telah didukung delapan dari sepuluh DPD II Golkar NTB, sementara Ahyar menyebut dirinya didukung Dewan Perwakilan Pusat (DPP) Golkar melalui Ketuanya Airlangga Hartarto.

Terkait Ahyar, Ketua Harian DPD I Golkar NTB, Misbach Mulyadi bahkan menyatakan ‘terlalu naif’ jika semua DPD II Golkar NTB tidak mendukung Ahyar sebagaimana yang diamanatkan DPP Golkar di Jakarta.

“Terlalu naif jika 10 DPD II Partai Golkar di NTB memilih figur selain Ahyar Abduh,” ujar Misbach dikutip dari lombokpost.jawapost.com.

Hal demikian disampaikan Misbach berangkat dari kenyataan, didukungnya Ahyar oleh DPP Golkar tetapi tak mendapat dukungan dari delapan DPD II Golkar NTB.

Sementara Suhaili, klaim dukungan DPP oleh Ahyar tak membuatnya surut. Bupati Lombok Tengah dua periode menyatakan akan tetap mencalonkan diri pada Musda DPD I Golkar NTB mendatang.

“Insya Allah kalau ada ijin Allah SWT, saya akan ikhtiar untuk maju,” ucap Suhaili dikutip dari kicknews.today.

Ast