Wagub Meletakkan Batu Pertama Pembangunan Ruang Terbuka Hijau di Islamic Center

Akan dibangun pedestarian sepanjang 150 meter, penanaman kembali rumput seluas 300 meter persegi dengan sumur bor, agar kawasan taman tersebut tetap hijau sepanjang waktu

MATARAM.lombokjournal.com — Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah melakukan peletakan batu pertama pembangunan ruang terbuka hijau, Jumat (18/07/20), di kawasan Islamic Center (IC).

Wagub Ummi Rohmi

Pemerintah Provinsi NTB didukung Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) segera membangun ruang terbuka hijau (taman) di kawasan IC.  Demgan demikian, Masjid Raya Hubbul Wathan IC akan menjadi ikon wisata religi kebanggaan NTB akan makin indah.

Peletakan batu pertama itu dihadiri oleh Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf, Dr. Ir. Harry Santoso Sungkary, MH.

Selain itu juga ikut hadir Kepala Dinas Pariwisata NTB, H. Lalu Moh.Faozal, S.Sos, M.Si, Asisten I, II dan III Setda NTB, serta para perangkat daerah lainnya.

Dalam ruang terbuka hijau tersebut akan dibangun pedestarian sepanjang 150 meter, penanaman kembali rumput seluas 300 meter persegi dengan sumur bor, agar kawasan taman tersebut tetap hijau sepanjang waktu.

Taman IC juga akan dipercantik dan dirimbunkan dengan penanaman 60 pohon Tabebuya dan Ketapang kencana.

Kemenparekraf RI juga memberikan bantuan berupa 20 titik lampu ramah lingkungan bertenaga solar sel, sejumlah kursi dan meja taman, trotoar, hingga tempat sampah untuk mendukung program zero waste yang digaungkan Pemprov NTB.

Wagub NTB yang akrab disapa Ummi Rohmi tersebut kembali menegaskan moto pariwisata NTB yakni, wisata yang berkesinambungan dengan pelestarian lingkungan.

Merujuk pada kekayaan destinasi wisata alam NTB yang telah diakui di kancah nasional dan internasional. Dengan ditetapkannya Taman Nasional Gunung Rinjani sebagai Geopark Unesco dan akan disusul oleh Geopark Nasional Gunung Tambora.

Hal tersebut juga sejalan dengan misi NTB Gemilang, yakni mewujudkan NTB yang Hijau, Asri, dan Lestari yang diperkukuh adanya program unggulan zero waste. Sehingga prinsip-prinsip tersebut harus diterapkan pada setial pembangunan di wilayah NTB.

“Program unggulan zero waste yang merupakan cerminan NTB hijau, asri dan lestari ini tidak boleh terlepas dari pembangunan di NTB,” pesan Wagub.

Ummi Rohmi juga menambahkan, Pariwisata NTB juga tetap harus menerapkan konsep CHS (Clean, Health, Safety) di tengah pandemi Covid-19.

Agar masyarakat bisa tetap berwisata namun tetap terlindungi dari ancaman covid-19.

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf, DR. Ir. Harry Santoso Sungkary, MH, mengungangkapkan kebanggaannya terhadap Provinsi NTB yang menerapkan program zero waste dan Misi NTB Hijau Asri dan Lestari pada bidang pariwisatanya.

Harry berharap dengan memiliki Wakil Gubernur yang merupakan lulusan Tehnik Kimia, pengolahan sampah di NTB bisa berjalan baik. Sehingga NTB dapat dijadikan contoh oleh daerah-daerah lain di Indonesia.

“Saya harap lombok bisa menjadi percontohan oleh daerah lain dengan menerapkan program zero waste,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pariwisata NTB, H. Lalu Moh.Faozal, S.Sos, M.Si juga menjelaskan, Taman IC ini direncanakan rampung pada bulan November mendatang. Taman ini bisa dinikmati oleh masyarakat luas dan juga akan dilengkapi juga dengan kawasan e-craft serta menara yang akan dibuka kembali untuk umum.

“Semoga taman ini akan semakin mempercantik Islamic Center,” kata Faozal.

AYA




Jelang Musda X Golkar NTB, Persaingan Ahyar dan Suhaili Makin Panas

Tidak tertutup kemungkinan kandidat calon Ketua Golkar NTB tidak hanya Ahyar dan Suhaili, bisa saja muncul nama baru yang sebelumnya tidak diperhitungkan

MATARAM.lombokjournal.com — Persaingan Walikota Mataram TGH Ahyar Abduh dan Bupati Lombok Tengah Suhaili FT untuk merebut kursi Ketua Golkar NTB makin panas.

Menjelang Musyawarah Daerah (Musda) X DPD I Golkar NTB yang akan dihelat di Kabupaten Lombok Tengah. Kamis, (16/07/2020), kubu Ahyar mengklaim dukungan dari Ketua DPP Golkar Airlangga Hartarto.

Kubu Suhaili sebaliknya, mengklaim dukungan dari delapan DPD II Golkar NTB.

Berubahnya susunan kepanitiaan Musda, yang semula Ketua Panitia Hj. Bq. Isvie Rupaeda digantikan H. Achmad Puaddi FT.  Puaddi tak lain adalah adik kandung Suhaili.

H Achmad Puaddi FT, SE

Perubahan itu terjadi hanya beberapa hari jelang terselenggaranya Musda.

Selain itu, hal lain yang tak kalah panas adalah munculnya pernyataan Misbach Mulyadi selaku Ketua Harian DPD I Golkar NTB yang menilai ‘terlalu naif’ bagi DPD II Golkar NTB ketika tak memberikan dukungan bagi Ahyar.

Mengenai pergantian susunan kepanitiaan beberapa hari jelang Musda, Isvie yang juga sekretaris DPD I Golkar NTB menyampaikan, perganian itu tidak ada sangkut pautnya dengan persaingan Ahyar dan Suhaili.

Ia mengatakan, keputusan pergantian susunan Ketua Panitia ke Puaddi itu murni kebijakan partai. Selain alasan efisiensi, juga karena adanya pandemi Covid-19 yang tidak memungkinkan susunan kepanitiaan yang terlalu gemuk.

“Panitia tidak diganti, hanya dikurangi untuk memenuhi standar Covid. Masak panitianya 40. Bagaimana masuk ruangan,” ujar Isvie.

Terkait makin panasnya persaingan antara Ahyar dan Suhaili dinilai Ketua DPRD NTB ini sebagai fenomena yang biasa dalam dunia politik.

Tetapi untuk keputusan akhir akan tetap dihasilkan melalui mekanisme Musda yang akan berlangsung.

“Kalau soal tekhnis nanti kan kita bicara saat Musda,” terangnya.

Ia juga mengungkapkan tidak tertutup kemungkinan kandidat calon Ketua Golkar NTB tidak hanya Ahyar dan Suhaili, bisa saja muncul nama baru yang sebelumnya tidak diperhitungkan.

Hal yang disebutnya sebagai konskuensi dari dinamisme politik yang saat ini tengah berlangsung di tubuh partai peninggalan orde baru tersebut.

“Namanya politik sekali lagi selalu ada perkembangan dinamis,” jelasnya.

Terpisah, Puaddi selaku pengganti Isvie sebagai Ketua Panitia Musda X DPD I Golkar NTB saat dikonfirmasi wartawan terkait pergantian susunan kepanitiaan tersebut memilih bungkam.

Senada dengan Puaddi, Ketua Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (Kosgoro) 1957 NTB yang juga Wakil Ketua Komisi I DPRD NTB Drs. H. Abdul Hafid, juga memilih bungkam saat ditanya wartawan terkait panasnya persaingan Ahyar dan Suhaili.

Hafid hanya menjawab setiap pertanyaan wartawan tentang panasnya persaingan Ahyar dan Suhaili tersebut dengan tersenyum.

Untuk diketahui Musda X DPD I Golkar NTB akan diselenggarakan di hotel Novotel kawasan Kuta Mandalika Kabupaten Lombok Tengah pada tanggal 21-23 Juli 2020 mendatang.

Ast




Penyaluran JPS Gemilang Tahap III, Disambut Antusias Masyarakat Dompu

Program JPS Gemilang tak hanya membantu masyarakat kecil yang terdampak, tetapi juga memberdayakan IKM dan UMKM lokal

DOMPU.lombokjournal.com — Bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang Tahap III hari ini disalurkan kepada masyarakat Kabupaten Dompu, Kamis (16/07/20).

Masyarakat Kabupaten Dompu sangat antusias dengan diterimanya JPS Gemilang tahap ketiga ini, karena sangat membantu mereka dalam meringankan kebutuhan sehari-hari.

Berpusat di Kantor Desa masing-masing, Program JPS Gemilang tak hanya membantu masyarakat kecil yang terdampak, tetapi juga memberdayakan IKM dan UMKM lokal yang sempat menurun penghasilannya karena Pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Dompu, Hj. Sri Susana mengungkapkan,  Pemeritah Kabupaten Dompu selalu memberikan pelatihan kepada pelaku IKM dan UMKM agar produk yang dihasilkan terjamin.

Ia juga sangat mengapresiasi program JPS Gemilang, karena program ini merupakan salah satu keberkahan bagi masyarakat Dompu yang sempat mengalami penurunan pemasukan di tengah wabah pandemi Covid-19.

“Dengan kepercayaan yang diberikan Pemerintah Provinsi ini, kami mencoba merangkul teman-teman IKM dan UMKM di Kabupaten Dompu ini, untuk diberdayakan sambil kami memberikan pembinaan-pembinaan sesuai dengan kriteria agar produk dari usaha mereka dari segi higienis, mutu dapat terjamin,” tuturnya.

Pemerintah Provinsi NTB melalui JPS Gemilang ini, lanjutnya, ikut membantu memasarkan produk lokal unggulan kabupaten/kota di NTB.

“Harapan kami ke depan program ini dapat berlanjut, karena masyarakat masih sangat membutuhkan. Dengan program JPS Gemilang ini, mudah-mudahan kabupaten/kota juga dapat mengikuti program cerdas ini sehingga benar-benar dirasakan oleh masyarakat kita,” tutupnya.

Sekretaris Desa Matua, Kecamatan Woja mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Pemerintah Provinsi NTB yang telah menyalurkan bantuan JPS Gemilang dari tahap awal hingga ketiga ini. Besar harapannya akan ada bantuan-bantuan lainnya yang diberikan Pemerintah kepada masyarakat setelah ini.

“Sekali lagi kami atas nama Pemerintah dan Masyarakat Desa Matua mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya,” ujarnya.

Nursina, salah seorang warga yang telah merintis usaha kuenya selama 5 tahun, mengaku sangat merasakan dampak dari pandemi Covid-19.

Setelah adanya bantuan dari pemerintah untuk ikut terlibat dalam menyediakan sembako dalam program JPS Gemilang. Menurutnya, JPS Gemilang sangat membantu usahanya yang sempat menurun.

“Saya sangat terbantu sekali, karena pandemi ini saya sempat mengeluarkan satu pegawai saya. Saya berharap program ini dapat berlanjut dan melibatkan kami dalam program JPS Gemilang ini,” jelasnya.

Senada dengan itu, pemilik IKM “Ori Coffee”, Ori Muhdar mengatakan dengan adanya program JPS Gemilang ini sangat membantu dan bermanfaat karena dapat membangkitkan IKM dan UMKM. Selain itu juga dapat menarik kembali pekerja harian yang sebelumnya dirumahkan karena pandemi Covid-19.

“Kami sangat terbantu karena produk-produk kami seperti kopi ini diakomodir dalam produk JPS Gemilang dan didistribusikan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Fitriani, salah seorang warga penerima bantuan JPS Gemilang mengucapkan terima kasih kepada Pemprov NTB atas bantuan serta perhatian yang diberikan pemerintah selama masa pandemi Covid-19 ini.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi NTB dan Pemerintah Kabupaten Dompu yang telah memberikan bantuan ini, semoga ini bermanfaat bagi kami dan keluarga,” katanya

AYA/HmsNTB

 




Musda X DPD I Golkar NTB di Lombok Tengah, Bukan Intervensi Suhaili

Isvie menegaskan jika dipilihnya Lombok Tengah murni karena kondisi pandemi Corona yang sedang mewabah di Kota Mataram

MATARAM.lombokJournal.com — Sekretaris DPD I Golkar NTB H. Bq. Isvie Rupaeda menegaskan,  dipilihnya hotel Novotel yang berlokasi di Mandalika Lombok Tengah sebagai lokasi diselenggarakannya Musyawarah Daerah (Musda) X DPD I Golkar NTB, bukan karena desakan H. Suhaili FT selaku ketua partai yang juga Bupati Lombok Tengah. Kamis, (16/07/20).

Kebijakan menjadikan Lombok Tengah sebagai lokasi Musda X Partai Golkara NTB sebagai respon atas kondisi pandemi Covid-19 yang semakin mewabah di Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat.

“Kita tahu kota Mataram dan Lombok Barat daerah episentrum Covid-19. Daerah yang sedikit hijau (Lombok Tengah), saya kira ini. Lombok Timur fasilitas hotelnya tidak memadai,” katanya.

Seperti diketahui, Musda X DPD I Golkar NTB sedang menjadi sorotan mengingat dua tokohnya yakni TGH Ahyar Abduh yang saat ini menjadi walikota Mataram dan Suhaili FT yang adalah Bupati Lombok Tengah, sedang berebut untuk meraih kursi ketua Golkar NTB.

Terkait hal itu, Isvie menegaskan jika dipilihnya Lombok Tengah murni karena kondisi pandemi Corona yang sedang mewabah di Kota Mataram.

Ddan fasilitas pendukung kegiatan seperti hotel yang memadai adanya di Lombok Tengah.

Hal tersebut sekaligus menepis anggapan jika ketentuan tersebut untuk mendukung Suhaili dan melemahkan pihak Ahyar.

“Musda itu kan kita ingin aman dan nyaman. Musda itu kan (Lombok Tengah) dekat dengan bandara. Saya kira itu,” ujarnya.

Terkait nama yang menjadi rekomendasi DPP dijelaskan Isvie dengan mengatakan bahwa gerakan politik selalu dinamis.

Termasuk juga dalam penentuan Ketua DPD I Golkar NTB. Untuk itu, pihaknya tetap menunggu keputusan pada saat Musda nanti.

“Kalau soal tekhnis nanti kan kita bicara saat Musda. Namanya politik sekali lagi selalu ada perkembangan dinamis,” terangnya.

Ast




Demonstran Datangi Kantor DPRD NTB Tolak Omnibus law RUU Cipta Kerja

Menuntuk DPRD NTB menolak Omnibus law Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja

MATARAM.LombokJournal.com — Puluhan demonstran yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat NTB Menggugat mendatangi kantor DPRD NTB, Kamis, (16/07/20).

Aksi itu untuk menyampaikan tuntutan agar wakil rakyat Udayana melayangkan surat gugatan ke Pemerintah Pusat, untuk menolak Omnibus law Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja.

Dalam orasinya, perwakilan aksi menyatakan, selama ini pemerintah dan DPR selaku wakil rakyat telah membuat kebijakan yang bertentangan dengan kepentingan masyarakat.

Terbukti dengan dibahas dan akan disahkannya Omnibus law RUU Cipta Kerja, yang menurut mereka hanya menguntungkan investor dan semakin menjepit masyarakat kelas pekerja.

“Musuh kita adalah pengusaha internasional. Tugas kita adalah menggerakkan gerakan rakyat. Musuh rakyat adalah kapitalisme,” ucap seorang perwakilan aksi.

Hadir menemui para demonstran anggota DPRD NTB dari Komisi I yang bidang kerjanya meliputi hukum dan perundang-undangan Raihan Anwar, SE., MM.

Dalam pemaparannya, Raihan menyampaikan akan meneruskan apa yang menjadi tuntutan para demonstran ke pimpinan dewan yang kemudian dibahas bersama untuk kemudian dilanjutkan ke pusat.

Ia pun menerangkan, informasi yang menyatakan hari ini, Kamis (16/07/2020) DPR-RI akan mengesahkan RUU Omnibuslaw adalah kabar bohong.

“Sebelumnya saya sampaikan, tidak ada pengesahan RUU Omnibuslaw hari ini. Itu hoax,” jelasnya.

Raihan juga menyampaikan, jika DPRD NTB tetap pada tugas dan fungsinya sebagai perwakilan rakyat NTB.

Ia menjelaskan, apa pun yang menjadi aspirasi masyarakat, selama itu ditujukan untuk memperbaiki kesejahteraan masyarakat, akan tetap didukung.

“Atas nama pimpinan dan seluruh rekan-rekan DPRD provinsi NTB saya ucapkan terima kasih atas kunjungan adik-adik dan kawan-kawan yang membawa misi yang mulia mengawal kepentingan bangsa dan negara,” katanya.

Perwakilan demonstran yang terdiri dari beberapa organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan meminta Raihan selaku perwakilan DPRD NTB menandatangani surat perjanjian untuk merespon pemerintah, dengan mengirimkan surat penolakan disahkannya Omnibus law RUU Cipta Kerja.

Untuk diketahui Omnibus law RUU Cipta Kerja yang diusulkan pemerintah tak hanya mendapat penolakan dari masyarakat NTB. Hampir semua serikat buruh hingga mahasiswa di Indonesia ramai-ramai menyatakan penolakan disebabkan pasal-pasal di dalam RUU Cipta Kerja yang terdiri atas 79 undang-undang dan 11 klaster dianggap bermasalah.

Ast




UPDATE Covid-19: Hari Kamis, 16 Juli 2020, Bertambah 21 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 11 Orang, Kasus Kematian 1 (satu) orang

 Petugas kesehatan di kabupaten/kota diharapkan melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran virus Covid-19

MATARAM.lombokjournal.com – Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium TCM RSUD Provinsi NTB, Laboratorium TCM RSUD H.L. Manambai Abdulkadir, dan Laboratorium TCM RSUD Dompu mengkonfirmasi, ada tambahan 21 pasien positif Covid-19, dan pasien yang dinyatakan sembuh 11 orang, kasus kematian 1 (satu) orang.

Lalu Gita Aryadi

Siaran pers hari Kamis (16/07/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 136 sampel dengan hasil 93 sampel negatif, 21 sampel positif ulangan, dan 21 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 11 orang, kasus kematian 1 (satu) orang.

Dijelaskan,  adanya tambahan 21 kasus baru terkonfirmasi positif, 11 tambahan sembuh baru, dan 1 (satu) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (16/7/2020) sebanyak 1.669 orang, dengan perincian 1.065 orang sudah sembuh, 86 meninggal dunia, serta 518 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.

Diharapkan petugas kesehatan di kabupaten/kota melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran virus Covid19.

TAMBAHAN 21 POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 11 ORANG, KASUS KEMATIAN 1 (SATU) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 1649, an. Tn. S, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Desa Kuripan Timur, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga dengan kondisi baik;
  2. Pasien nomor 1650, an. Ny. IW, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Timur, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga dengan kondisi baik;
  3. Pasien nomor 1651, an. Ny. JW, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Timur, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga dengan kondisi baik;
  4. Pasien nomor 1652, an. Tn. AST, laki-laki, usia 62 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Timur, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga dengan kondisi baik;
  5. Pasien nomor 1653, an. Ny. NWS, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Kelurahan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  6. Pasien nomor 1654, an. Tn. MM, laki-laki, usia 70 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Utara, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  7. Pasien nomor 1655, an. Ny. S, perempuan, usia 55 tahun, penduduk Desa Brang Kolong, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  8. Pasien nomor 1656, an. Ny. F, perempuan, usia 60 tahun, penduduk Desa Kelayu, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  9. Pasien nomor 1657, an. Ny. K, perempuan, usia 46 tahun, penduduk Kelurahan Bertais, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  10. Pasien nomor 1658, an. Ny. UH, perempuan, usia 44 tahun, penduduk Desa Kediri, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSAD Wirabhakti Mataram dengan kondisi baik;
  11. Pasien nomor 1659, an. Tn. IBM, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Desa Dasan Tereng, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1137. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  12. Pasien nomor 1660, an. Tn. A, laki-laki, usia 58 tahun, penduduk Desa Sigerongan, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1213. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  13. Pasien nomor 1661, an. Ny. J, perempuan, usia 48 tahun, penduduk Desa Merembu, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  14. Pasien nomor 1662, an. Ny. A, perempuan, usia 43 tahun, penduduk Desa Sekotong Tengah, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  15. Pasien nomor 1663, an. Ny. S, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Desa Dasan Geres, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  16. Pasien nomor 1664, an. Ny. NWY, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Desa Jagaraga, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  17. Pasien nomor 1665, an. Tn. WA, laki-laki, usia 67 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Timur, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1464. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Harapan Keluarga dengan kondisi baik;
  18. Pasien nomor 1666, an. Ny. JDA, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Timur, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1464. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Harapan Keluarga dengan kondisi baik;
  19. Pasien nomor 1667, an. An. NLH, perempuan, usia 2 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Timur, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1464. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Harapan Keluarga dengan kondisi baik;
  20. Pasien nomor 1668, an. Ny. M, perempuan, usia 47 tahun, penduduk Kelurahan Cilinaya, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Harapan Keluarga dengan kondisi baik;
  21. Pasien nomor 1669, an. Tn. RG, laki-laki, usia 20 tahun, penduduk Kelurahan Cilinaya, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1256. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Harapan Keluarga dengan kondisi baik;

Hari Kamis terdapat penambahan 11 orang yang sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif, yaitu :

  1. Pasien nomor 1052, an. Tn. N, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Desa Terong Tawah, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
  2. Pasien nomor 1188, an. An. RNWU, perempuan, usia 13 tahun, penduduk Desa Jatisela, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  3. Pasien nomor 1191, an. Tn. DB, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  4. Pasien nomor 1218, an. Ny. BJDN, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Gegelang, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat;
  5. Pasien nomor 1247, an. Tn. TAR, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Desa Kediri, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat;
  6. Pasien nomor 1343, an. Ny. IAKA, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Desa Dasan Tereng, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat;
  7. Pasien nomor 1352, an. Tn. SM, laki-laki, usia 64 tahun, penduduk Desa Bengkel, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
  8. Pasien nomor 1369, an. Ny. SR, perempuan, usia 67 tahun, penduduk Kelurahan Mandalika, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  9. Pasien nomor 1373, an. Ny. F, perempuan, usia 68 tahun, penduduk Desa Penujak, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah;
  10. Pasien nomor 1406, an. Ny. ED, perempuan, usia 20 tahun, penduduk ber-KTP Lebak, Banten. Pasien berdomisili di Desa Pernek, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa;
  11. Pasien nomor 1449, an. Tn. DS, laki-laki, usia 68 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram.

Hari Kamis ini juga terdapat penambahan 1 (satu) kasus kematian baru, yaitu pasien nomor 1520, an. Tn. AK,laki-laki, usia 58 tahun, penduduk Desa Karang Bedil, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara.

Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksana Haian Gugus Tugas NTB, Lalu Gita Ariadi menyapaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah berperan aktif dalam upaya pemutusan rantai penularan virus Covid-19.

Dengan cara tetap tinggal di rumah, memakai masker jika keluar rumah dan menghindari kerumunan, physical distancing minimal 2 meter, serta selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

“Seluruh petugas, baik dari jajaran pemerintah provinsi dan kabupaten/kota se-NTB juga kepada aparat TNI dan Polri serta seluruh petugas kesehatan dan aparat terkait lainnya. Mari kita terus memperkuat kolaborasi, kerja sama dan tetap semangat untuk melakukan pembinaan, sosialisasi dan edukasi secara humanis dan persuasif untuk meminimalisir jatuhnya korban akibat Covid-19,” kata Lalu Gita

AYA/Rr

 Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemik Covid-19 NTB di nomor 081802118119.

 




Komisi I DPRD NTB Pertanyakan Urgensi Raperda Covid-19

Semua aturan yang berkaitan dengan Covid-19 sudah ada

MATARAM.LombokJournal.com — Ketua Komisi I DPRD NTB yang membidangi hukum dan perundang-undangan, Syirajuddin, SH mempertanyakan urgensi Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Covid-19 yang diajukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB. Kamis (16/07/2020).

“Ini Raperda target. Tidak urgen,” jelasnya kepada wartawan.

Menurutnya, Raperda Covid-19 tidak diperlukan, selain karena tidak mendesak juga tidak dibutuhkan Pemprov NTB, karena sudah ada peraturan yang mengatur persoalan penanganan pandemi virus Corona.

“Masih ada Permenkes (Peraturan Menteri Kesehatan), PP (Peraturan Pemerintah),” ujarnya.

Sebelumnya, Pemprov NTB melalui Wakil Gubernur (Wagub) Hj Siti Rohmi Djalilah menyampaikan akan mengusulkan Raperda Tentang Penanganan Covid-19 kepada DPRD Provinsi NTB.

Langkah tersebut diambil karena Pemprov membutuhkan Peraturan Daerah yang lebih jelas dan lebih tegas, yang nantinya bisa digunakan sebagai payung hukum untuk mendisiplinkan masyarakat.

“Kita sudah melihat bagaimana masyarakat kita mengabaikan protokol Covid-19 dengan sanksi yang seolah disepelekan” terang Rohmi.

Terkait pernyataan itu, Syirajuddin yang juga anggota Bapemperda DPRD NTB itu menegaskan, semua aturan yang berkaitan dengan Covid-19 sudah ada.

Tinggal bagaimana daerah menerapkan aturan tersebut. Jika pun ada yang mendesak, bukan pembahasan Raperda, melainkan penerapan peraturan yang sudah ada untuk sebanyak-banyaknya memberi manfaat bagi masyarakat NTB.

“Masih ada Permenkes (Peraturan Menteri Kesehatan), PP (Peraturan Pemerintah), tinggal diaplikasikan. Ini untuk apalagi? Nanti jika setiap ada wabah bikin Perda, mau berapa ribu Perda? Raperda ini kan pakai duit,” katanya.

Ast




Bakohumas Ajak Awak Media di Sumbawa Sampaikan Kabar Baik

Kabar baik di masa pandemi ini sangat perlu dikabarkan kepada masyarakat

SUMBAWA.lombokjournal.com – Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (Bakohumas) Nusa Teggara Barat  menggelar rapat koordinasi (Rakor) dan konferensi pers terkait Jaringan Pengaman Sosial (JPS) Gemilang tahap III di Kabupaten Sumbawa, Kamis (16/07/20.

Rakor tersebut diikuti Awak Media dan Lembaga Penyiaran Kab.Sunbawa, perwakilan dari TNI dan Polri,  para admin web dan medsos Diskominfotik, Bagian Humas Protokol Setda Kab.Sumbawa, serta unsur Camat dan Forum Kepala Desa setempat.

Kegiatan ini sebagai dukungan terhadap Gugus Tugas Covid-19 di NTB.

Rakor dan konferensi pers itu juga dimanfaatkan untuk mengkampanyekan Berita Baik untuk Nusa Tenggara menuju New Normal.

“Kabar kabar baik itu harus kita saling mengabarkan, kabar baik itu dapat meningkatkan imun kita,” ujar Kepala Biro Humas dan Protokol NTB, Najamuddin, S. Sos., MM, saat memberi sambutan di Rakor tersebut.

Najamuddin menjelaskan, kata-kata baik, kabar-kabar baik merupakan penyembuh serta bentuk kasih sayang kita terhadap orang lain. Karenanya, kabar baik terutama di masa pandemi ini sangat perlu dikabarkan kepada masyarakat.

Berita berita baik untuk kenormalan baru NTB ini telah dikampanyekan selama sebulan terakhir. Najamudin mengaku, ini pertama kampanye ini dilakukan di Pulau Sumbawa.

Kegiatan yang terselenggara di Aula Madilaoe ADT lantai III Kantor Bupati Sumbawa ini, Ia mengutarakan rasa bahagianya dapat berjumpa langsung dengan para awak media di Sumbawa.

Tidak hanya itu, Najamuddin juga meminta agar sinergi antar pemerintah dengan media dapat terus berjalan terutama dalam mengkampanye berita-berita baik di NTB.

“Salah satu yang menjadi tugas kita bersama itu adalah bagaimana Sumbawa ini bisa bercerita atau bicara baik tentang kabar kabar yang harus disampaikan terkait dengan penanganan Covid-19 di Sumbawa maupun di Provinsi,” jelasnya.

Najamuddin berharap agar silaturahmi tersebut menjadi peningkat imunitas. Dan menjadi berkah bagi semua, menjadi peningkat imunitas dan menambah kasih sayang di antara semua pihak.

“Tidak ada alasan bagi kita untuk tidak keluar memberikan solusi kepada masyarakat melalui berita berita baik terkait dengan penangan Covid-19 di tempat kita masing masing.  Terima kasih atas kebersamaan TNI dan Polri, Forkopimda Provinsi dan Kabuparen, juga semua pihak termasuk awak media yangg turut sukseskan penyaluran JPS tahap I dan II,”  katanya.

Meningkatkan imun masyarakat

Kepala Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik Kabupaten Sumbawa, Rachman Ansori menyampaikan, memberikan kabar kabar baik bagi masyarakat ini sangat perlu dalam meningkatkan imun masyarakat.

“Pak karo ini sosok yang luarbiasa, saya kagum sekali dengan beliau, sepak terjangnya beliau dari organisasi sampai dengan di pemerintahan,” ujarnya.

Dalam penanganan Covid-19, Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah memiliki standar yang sama.

“Kami di Sumbawa, penanganan ini sudah melaksanakan dengan serius,”ungkapnya.

Terkait dengan, JPS Gemilang, stabilitas ekonomi, pihaknya telah mendeteksi semua pelaku ekonomi yang terpapar Covid-19 di Sumbawa.

Ia mengajak seluruh rekan rekan media bersama menyatukan frekuensi dalam mengabarkan kabar baik kepada masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) NTB Yusron Saudi mengapresiasi upaya yang dilakukan Biro Humas dan Protokol Prov. NTB.

“Ini kali pertama yang dilakukan dengan mengajak KPID KPID NTB untuk menyapa bersama teman teman media, kami antusias sekali,” ungkapnya.

Pihaknya juga kini sedang mengadakan lomba yang menarik yakni, bagaimana kita berupaya bersama untuk mengabarkan berita baik ke masyarakat. Ia mengajak rekan rekan media turut berpartisipasi dalam giat itu.

AYA/HmsNTB




JPS Gemilang Jadi Rujukan Strategi Penguatan UMKM/IKM

Sekarang intervensi kebijakan dan program pemberdayaan UMKM/IKM di NTB didukung oleh pemerintah

MATARAM.lombokjournal.com — JPS Gemilang Provinsi NTB yang melibatkan UMKM/IKM dan menggunakan produk-produk lokal, disebutkan secara khusus oleh Presiden RI, Joko Widodo sebagai contoh dan diikuti oleh provinsi-provinsi lain di Indonesia.

Asisten II Setda Provinsi NTB, Ir. H. Ridwan Syah MM, M.TP menyampaikan itu saat mewakili Gubernur NTB sebagai Keynote Speaker, pada Seminar Ekonomi Kreatif, dengan tema mendorong wirausaha muda NTB bersaing di Tingkat Nasional, di Hotel Aston, Kamis (16/07/20).

Seminar untuk meningkatkan kapasitas wirausaha muda dan pelaku UKM/IKM di Provinsi NTB itu, setelah melihat Program JPS Gemilang Pemerintah Provinsi NTB yang menggunakan Produk lokal sehingga UMKM NTB tetap bertahan di tengah pandemi Covid19 ini.

“Keputusan Bapak Gubernur meluncurkan Produk-Produk lokal untuk dibagikan kepada masyarakat dalam Program JPS ini adalah langkah yang berani, justru karena pandemi ini bapak dan ibu kita mengambil langkah berani, agar kelak mereka bisa mandiri dan bersaing di pasar yang lebih luas,” ujar Ridwan Syah.

Ridwan Syah juga menjelaskan, sekarang intervensi kebijakan dan program pemberdayaan UMKM/IKM di NTB didukung pemerintah.

Di antaranya, dengan memberikan kemudahan pembiayaan modal bagi UMKM pada Bank NTB Syariah dan merancang Peraturan Gubernur NTB tentang pemberdayaan UMKM NTB.

Melihat peluang

Dalam Kesempatan yang sama, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, selaku Ketua Dekranasda NTB menyampaikan, pandemi Covid-19 ini memaksa kita mengubah perilaku, menyesuaikan diri, melihat peluang di era kenormalan baru ialah teknologi dan internet of things.

Hj Niken mengaku bersyukur, anak-anak muda NTB bisa mencari peluang dan melihat peluang. Hal ini tentunya harus didukung oleh pemerintah.

“Disamping itu, kita juga harus mengkampanyekan bela produk kita sendiri secara massif dan kita benar-benar harus memiliki kesadaran untuk bisa konsisten memakai produk-produk kita,” katanya.

 

Seminar ini diinisiasi oleh Pojok NTB, dan menghadirkan 100 peserta, terdiri dari para pelaku industri Kreatif, Pelaku UKM/IKM dan wirausaha pemula dari berbagai organisasi di NTB.

AYA/HmsNTB

 




Diminta Jadi Penasehat GENPI Lombok-Sumbawa, Wagub Menyanggupi  

GENPI diminta berpartisipasi mensosialisasikan secara masif guna menekan penurunan angka positif Covid19 di NTB

MATARAM.lombokjournal.com – Wakil Gubernur NTB, Dr.Hj. Sitti Rohmi Djalilah menyanggupi permintaan pengurus Generasi Pesona Indonesia (GENPI) yang memintanya masuk dalam jajaran Dewan Penasehat GENPI Lombok-Sumbawa.

Tanggapan Wagub disampaikan langsung setelah Ketua GENPI Pusat, Siti Chotijah S.IP MA mengungkapkan permintaannya dalam silaturahim di ruang tamu Wakil Gubernur, Kamis (16/07/20).

Saat itu Wagub yang akrab disapa Ummi Rohmi itu mengingatkan GENPI, agar berpartisipasi dalam sosialisasi secara masif guna menekan penurunan angka positif Covid19 di NTB, khususnya di desa-desa.

Para wisatawan dan petugas yang menjaga tempat pariwisata juga diharapkan dibekali pengetahuan yang baik tentang penerapan protokol Covid19.

“Bukan menakuti, tapi selalu waspada, jaga kebersihan dan jaga kesehatan. Terwujudnya pariwisata sehat, bersih dan ramah lingkungan itu kita inginkan,” kata Umi Rohmi

Dosen Hamzanwadi itu juga berpesan kepada seluruh masyarakat NTB, agar penerapan protokol Covid menjadi payung yang harus ditaati bersama.

Kesehatan dan keselamatan harus menjadi prioritas yang utama yang harus diutamakan

Adanya Covid19 ini merupakan ujian untuk melakukan proteksi diri akan berbagai bahaya penyakit. Tidak ada solusi lain yang bisa dilakukan selain disiplin menerapkan protokol kesehatan Covid19.

“Ayo Maskerisasi diri dan tingkatkan disiplin, karena vaksinnya belum ditemukan”ajaknya.

Promosi pariwisata indonesia digital

Sebelumnya, Ketua Siti Chotijah S.IP MA mengatakan, GENPI Lombok-Sumbawa akan membentuk pengurus baru dan sudah menyebar di Indonesia sebanyak 34 provinsi Se-Indonesia dan 92 kabupaten/kota.

Hal ini didasarkan pada Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU-0015693.AH.01.07 Tahun 2018, tentang Pengesahan Pendirian Badan Hukum Perkumpulan Generasi Pesona Indonesia Nasional.

“Kami berkunjung ke kantor Ibu, selain bersilaturahim, tetapi menginginkan Ibu jadi pembina di kepengurusan Genpi Lombok-Sumbawa,” kata Mbak Jhe sapaan akrabnya.

Lanjutnya, Komunitas yang masuk dalam unsur pentahelix pariwisata akademisi, bisnis, komunitas, pemerintahan, media ini harus tetap didukung.

Menurutnya, ketika GENPI terus didukung, maka akan menunjang kemajuan sektor pariwisata di NTB.

“Genpi ini tujuannya promosi pariwisata indonesia secara digital. Bagaimana menciptakan crowd digital sehingga mampu mendorong orang untuk travelling,” tutupnya

AYA/HmsNTB