Membangun Industri Peternakan di NTB, Dimulai Bangun Kandang 100.000 Pullet

Dari 100.000 pullet yang terdapat di lahannya itu, akan menyuplai sekitar tiga ratus ribu ekor ayam petelur dari target satu juta populasi

SUMBAWA.lombokjournal.com — Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah bersama istri, Hj. Niken Saptarini Widyawati mengajak beberapa Kepala Dinas Provinsi NTB beserta TP-PKK Provinsi menanam padi di lembah Olat Maras, Kabupaten Sumbawa, Sabtu (18/07/20).

Gubernur yang akrab disapa Bang Zul melanjutkan perjalanan ke acara peletakan batu pertama pembangunan kandang 100.000 pullet atau ayam yang siap bertelur, di kawasan Olat Maras yang tidak jauh dari lokasi penanaman padi tadi.

Hadirnya industrialisasi ini untuk memenuhi kebutuhan telur di Nusa Tenggara Barat terlebih di pulau Sumbawa.

“Investasi itu hanya mungkin kalau kita hanya memaknai kehadiran kita sebagai pelayan masyarakat dalam pengertian sebenarnya, jadi Gubernur dan Kepala Dinas itu bukan bos, akan tapi hadir untuk betul-betul hadir melayani kebutuhan masyarakatnya,” ungkap Bang Zul.

Gubernur meminta agar peminjaman di bank termasuk bank NTB Syariah, tidak mempersulit investor atau masyarakat dalam pemberian pinjaman pembiayaan untuk menggairahkan perekonomian di NTB.

Hal ini perlu dilakukan terlebih dalam masa pandemi seperti ini, yang tidak memungkinkan untuk bergantung pada sektor pariwisata.

“Pariwisata tumbuh dan pulih itu, kemungkinan tahun depan baru bisa menggeliat, oleh karena itu OJK bisa mengingatkan Bank NTB untuk menggiatkan ekonomi kita,” ujar Bang Zul.

Bang Zul berharap agar apa yang dilakukan saat ini menjadi langkah awal untuk perekonomian dan peternakan NTB melesat cepat.

“Bulan ini seratus ribu, mudah mudahan segera sampai sejuta, ini tanah luas tinggal dipakai saja,” harapnya.

Peternakan ini nantinya, akan memunculkan industri-industri baru di NTB.

“Perjalanan panjang memang harus selalu dimulai dengan langkah pertama dan apa yang kita lakukan ini, mungkin kita menjadi saksi sejarah,” ujarnya.

Bang Zul menyampaikan rasa terimakasihnya atas terealisasinya industrialisasi dan peletakan batu pertama ini diharap menjadi pemicu awal hadirnya industrialisasi dan juga peternakan yang hebat dan modern di NTB.

Mata rantai industrialisasi

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB, Ir. Hj. Budi Septiani menuturkan, langkah yang diambil oleh pemerintah ini telah dinantikan sejak lama.

Sebab dengan menggeliatkan peternakan ayam petelur di NTB terlebih di Pulau Sumbawa maka kedepan permasalahan inflasi di NTB tidak akan terjadi lagi.

“Ini gebrakan yang sangat luar biasa saya rasakan. Kita sangat bangga memiliki pak Gubernur yang sangat inspiratif, sehingga persoalan NTB insyaAllah akan selesai,” ungkapnya.

Ia mengucapkan rasa terimakasih kepada Pemerintah Provinsi atas perhatian dan gebrakan-gebrakan yang menjawab segala persoalan NTB.

Pada kesempatan itu, Direktur Samawa Farm, Maksum Jatmiko menyampaikan rasa syukurnya. Dan  yang dilakukan hari ini, merupakan satu mata rantai dari industrialisasi pertanian dan perternakan di Provinsi NTB.

“Industrialisasi itu rantainya disusun sedemikian rupa, jadi mulai dari pembangunan irigasi, pemitraan, pabrik benih, dryer besar, sampai dengan perindustrialisasi sampai pada ujungnya ada farm telur, penjualan telur, kemudian titik akhirnya loss swasembada telur,” ungkapnya.

Dari 100.000 pullet yang terdapat di lahannya itu, akan menyuplai sekitar tiga ratus ribu ekor ayam petelur dari target satu juta populasi yang pihaknya targetkan di NTB dalam tiga tahun kedepan.

Lebih jauh, menjadi bagian dalam pengembangan perekonomian melalui industrialisasi ternak, Ia mengakui bahwa pihaknya merasa bangga dan terhormat.

“Kami sangat bangga dan terima kasih dukungannya pak gubernur atas semua ini bisa terjadi dan kepada Allah subhanahu wa ta’ala, InsyaAllah pekan depan kita sudah memulai prosesnya untuk pembangunan seratus ribu pullet,” tutupnya.

Pada giat ini turut juga mendampingi, Kepala Dinas Peternakan dan dan Kesehatan Hewan Prov. NTB, Kepala Dinas Perindustrian NTB, Ketua Otoritas Jasa Keuangan NTB, Direktur Bank NTB Syariah dan Direktur Samawa Farm.

AYA/HmsNTB




Wagub; Protokol Kesehatan Harus Diperketat di Destinasi Wisata

Para stakeholder diajak terus menerus melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya protokol kesehatan khususnya di daerah pariwisata

LOBAR.lombokjournal.com – Destinasi wisata harus menerapkan protokol kesehatan dengan ketat, karena itu merupakan salah satu cara mencegah penularan COVID-19.

“Kita tidak boleh bosan dengan protokol covid, karena sarat kita untuk hidup aman dan produktif adalah dengan menerapkan protokol di kehidupan kita pada masa pandemi ini,” kata Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah di Tawun, Sekotong, Lombok Barat, Sabtu (18/07/20).

Hal itu disampaikan Wagub saat peresmian sekaligus pembukaan tempat wisata itu, bersamaan dengan program BISA (bersih Indah Sehat dan Aman) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekaf) untuk mendorong desa-desa di NTB.

“Hal ini membuktikan, Kemenparekraf sangat memperhatikan wilayah kita ini,” kata Wagub Ummi Rohmi.

Karena itu ia minta seluruh pihak menjaga spot-spot wisata di NTB, baik dari segi kebersihannya maupun keamanannya agar wisatawan tetap nyaman datang ke NTB.

“Harus benar-benar kita bersyukur dengan cara menjaga keindahan dan kelestarian alam agar pariwisata kita berkembang dengan baik,” kata Umi Rohmi.

Dikatakan, keamanan di objek wisata menjadi salah satu perhatian pemerintah untuk perkembangan pariwisata. Dengan berkembangnya pariwisata di desa-desa, dapat mengangkat perekonomian masyarakat sekitar.

“Tidak akan mungkin desa wisata itu akan dikunjungi kalau desa tersebut tidak aman tidak sehat,” ujarnya.

Umi Rohmi mengajak para stakeholder untuk terus menerus melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya protokol kesehatan khususnya di daerah pariwisata.

Protokol kesehatan diperketat di spot-spot wisata agar tidak terjadi penyebaran di spot wisata tersebut, hal itu dilakukan untuk menghindari munculnya asumsi-asumsi negatif terhadap pariwisata di NTB.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Lalu Moh. Faozal yang juga hadir menyampaikan, Dermaga Tawun ini adalah dermaga yang digunakan untuk penyebrangan menuju 14 gili di Lombok Barat.

Dermaga yang memiliki luas lahan satu hektar lebih ini, pembangunannya dimulai minggu depan. Dilengkapi beberapa bangunan mulai dari fasilitas ruangan untuk check in hingga shelter bagi pengunjung.

Untuk menunjang perekonomian masyarakat sekitar, dermaga ini menyiapkan kios-kios yang berjejer rapi, digunakan oleh masyarakatuntuk berjualan serta dilakukannya pembenahan di beberapa titik di dermaga Tawun ini.

Prinsip protokol CHSE

Direktur Kelembagaan, Deputi Bidang Sumber Daya Dan Kelembagaan Kemenparekraf, Reza Pahlevi dalam sambutannya berperan, agar setiap destinasi wisata menerapkan sistem prinsip protokol kebersihan, kesehatan, keamanan, dan ramah lingkungan  yang diistilahkan sebagai CHSE (cleanliness, health, safety, environment).

Dengan adanya sistem CHSE ini, diharapkan kepercayaan wisatawan terhadap tempat-tempat wisata di NTB ini dapat meningkat, sehingga berbanding lurus dengan peningkatan jumlah kedatangan wisatawan.

“Provinsi NTB, khususnya kabupaten Lombok Barat ini saya yakin dengan komitmen ibu Wagub dan bapak bupati, bisa mencapai itu,” ujar Pahlevi.

Pahlevi berharap, program BISA dari Kemenparekraf ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat khususnya bagi para pelaku pariwisata di NTB.

Acara tersebut diakhiri dengan penanaman pohon mangrove di pesisir pantai dekat dermaga, untuk menghindari terjadinya abrasi dan memperindah dermaga tersebut. Agar wisatawan dapat menikmati keindahan alam Lombok Barat sebelum menyebrang ke Gili.

Turut hadir dalam acara tersebut, Para Kepala OPD lingkup Provinsi NTB, Wakil Bupati Lombok Barat, Hj. Sumiatun, para Kepala OPD Lingkup Kabupaten Lombok Barat, Forkopimda Lombok Barat serta para pelaku pariwisata di Lombok Barat.

AYA/HmsNTB




Alumni ITS Diajak Wagub Mengakselerasi Pembangunan NTB

Peluang dari program pembangunan NTB begitu banyak yang dapat diekspos oleh alumni ITS untuk mensuport di semua lini pembangunan di NTB

MATARAM.lombokjournal.com — Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengajak para alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, khususya asal NTB, ikut mengakselerasikan program-program pembangunan di Provinsi NTB.

“Banyak sekali program unggulan yang sedang kita perjuangkan. Maka sangat mungkin dilakukan oleh teman-teman alumni ITS untuk membantu kita,” ajak Wagub saat membuka Webinar dengan tema “Peluang dan Tantangan Investasi di NTB untuk alumni ITS Serta Mendukung Pembangunan Berkelanjutan”, di pendopo Wagub, Jumat (17/07/20).

Alumni ITS yang berasal dari NTB sudah banyak. Mereka memiliki keahlian sesuai dengan latar belakang pendidikan masing-masing.

Sehingga dinilai sangat tepat untuk membantu pemerintah dalam mempercepat terwujudnya Visi-Misi NTB Gemilang.

Wagub menjelaskan, salah satu program unggulan yang sedang diperkuat oleh Pemerintah NTB yaitu program industrialisasi.

Program ini telah terbukti mampu dilakukan oleh anak-anak NTB. Hal itu dapat dilihat dari potensi mereka yang berhasil menciptakan berbagai bentuk produk-produk lokal. Seperti pembuatan motor listrik, sepeda listrik dan masih banyak lagi karya-karya hebat lainnya.

“Itulah mengapa kita sangat konsen serta optimis agar bagaimana proses nilai tambah dapat dilakukan oleh kita sendiri melalui program industrialisasi,” jelas Umi Rohmi, sapaan akrab Wagub.

Wagub juga mengatakan bahwa produk pertanian, perikanan dan lain-lainnya semaksimal mungkin akan diolah terlebih dahulu di NTB sebelum diekspor ke daerah lain.

Artinya bukan bahan baku atau barang mentah yang dibawa ke luar, tetapi sudah dalam bentuk kemasan yang sudah melewati proses olahan. Sehingga nilai tambah yang didapatkan memiliki dampak yang luar biasa bagi masyarakat itu sendiri.

Peluang-peluang dari program pembangunan NTB begitu banyak yang dapat diekspos oleh alumni ITS untuk mensuport di semua lini pembangunan di NTB.

“Kami ingin menghargai hasil-hasil yang diberikan oleh anak-anak NTB. Karena potensi yang mereka miliki sangat luar biasa,” puji Wagub NTB

Banyaknya program unggulan NTB saat ini, tentu sangat membutuhkan bantuan dari semua stakeholder untuk mewujudkannya. Salah satunya adalah alumni ITS dengan bidang keilmuannya masing-masing.

“Peran Alumni ITS kami harapkan dalam pendampingan serta kerja sama dengan pemerintah Provinsi NTB untuk bisa mensukseskan program-program unggulan ini,” katanya.

Turut hadir dalam kegiatan webinar tersebut diantaranya, Kepala DPMPTSP NTB, Ir. Muhammad Rum, MT, Kepala SDG ITS, Dr. Agnes Tuti, Msc serta puluhan alumni ITS NTB lainnya.

AYA/HmsNTB




Pemprov NTB Didesak Bantu Biaya Kuliah Mahasiswa, yang Ekonomi Keluarganya Terdampak Covid-19

Dalam rapat Komisi V DPRD NTB dengan para rektor,  akan didata berapa banyak mahasiswa yang tidak bisa bayar kuliah

MATARAM.lmbokjournal.com —  Salah satu aspek yang paling merasakan ganasnya dampak pandemi Covid-19 selain aspek kesehatan dan aspek ekonomi adalah aspek pendidikan.

Khususnya aspek pendidikan tinggi, banyak dari mahasiswa di NTB tidak mampu membayar uang kuliah.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi NTB, Hj. Bq. Isvie Rupaeda menyampaikan, Jumat, (17/07/2020), telah melakukan koordinasi dengan rektor seluruh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang ada di NTB.

Koordinasi dilakukan guna mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) agar memberikan bantuan biaya kuliah bagi mahasiswa yang orang tua/walinya mengalami kesulitan ekonomi di masa pandemi Covid-19.

“Pasti kalau DPR jelas mendorong jangan sampai ada putus kuliah karena Covid,” ujar Isvie kepada wartawan.

Dijelaskan, bentuk komitmen tersebut dibuktikan DPRD NTB, beberapa waktu lalu komisi V DPRD NTB yang membidangi persoalan pendidikan mengundang semua rektor PTN dan PTS yang ada di provinsi NTB guna membahas permasalahan tersebut.

Beberapa poin yang dibahas dan disepakati untuk ditindaklanjuti ke Pemprov NTB adalah pemberian bantuan pembiayaan kuliah mahasiwa.

Saat ini, pihak DPRD NTB sendiri tinggal menunggu diserahkannya dokumen berisi daftar nama-nama mahasiswa yang nantinya menerima bantuan.

“Dalam rapat komisi V dengan para rektor kita minta datanya dulu berapa banyak sih mahasiswa yang tidak bisa bayar kuliah. Kan kita tidak tahu mana mahasiswanya,” terangnya.

Ditegaskan, pihak DPRD selaku mitra PTN dan PTS akan mengawal penuh permintaan perguruan tinggi di NTB tersebut dengan memastikan Pemprov segera realisasikan dana bantuan.

“Kita sudah bahas dan masih menunggu data dari universitas untuk kita bicara lebih lanjut dengan pemerintah provinsi,” katanya.

Perlu diketahui, setelah DPRD lakukan pertemuan dengan para rektor, digelar beberapa aksi demonstrasi mahasiwa dari lintas perguruan tinnggi di depan kantor DPRD NTB menuntut anggota dewan segera realisasikan hasil pertemuan mereka dengan para rektor tersebut.

Salah satu yang paling anyar adalah demonstrasi pada hari Kamis (16/07/20). Saat itu, beberapa mahasiswa bahkan ‘menodong’ salah seorang perwakilan DPRD yang menemui mereka dengan membuat kesepakatan tenggat waktu keputusan pencairan dana bantuan.

Jika Pemprov tidak merealisasikan bantuan tersebut pada tenggat waktu yang ditetapkan, para demonstran mengancam akan melakukan aksi dengan masa yang jauh lebih besar.

Ast




Di Sumbawa Barat,  Bunda Niken Serahkan Bantuan untuk Masyarakat Terdampak Covid-19

 Semua pihak diajak bersama-sama membeli produk-produk yang dihasilkan UMKM dan IKM

 KSB.lombokjournal.com – – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah SE,M. membantu masyarakat yang terdampak Covid-19 di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).

Penyaluran bantuan yang berlangsung di Kediaman Bupati KSB, Jum’at (17/07/20) siang itu, Ketua TP-PKK yang akrab disapa Bunda Niken ini menyampaikan apresiasinya kepada Pemda KSB dalam upayanya menurunkan angka Covid-19.

“Kami sampaikan salam dari Bapak Gubernur. Tentu saja kondisi saat ini merupakan  sebuah hasil dari segala upaya yang sungguh-sungguh” jelasnya.

Dampak dari Covid-19 tidak hanya dari sisi kesehatan saja, tapi berdampak juga ada ekonomi masyarakat.

TP-PKK ikut menyalurkan bantuan untuk membantu masyarakat terutama di kalangan ibu-ibu di tengah pandemi.

Bantuan tidak hanya disalurkan melalui TP-PKK, tapi juga melalui Lasqi dan Dekranasda.

Hal ini sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak dan dukungan terhadap ibu-ibu di NTB.

“Kami menyalurkan beberapa bantuan untuk menanggulangi dampak ekonomi dari Covid itu. Kami atas nama Pemerintah Provinsi memberika bantuan untuk ibu ibu,” imbuhnya.

Bantuan yang diberikan berupa paket gemarikan sebanyak 150 paket, paket bantuan sosial Lasqi sebanyak 80 paket untuk pelaku seni, paket bantuan sosial Dekranasda sebanyak 141 paket dan bantuan unggas untuk 7 keluarga yang memiliki balita dan ibu hamil yang memiliki masalah gizi.

Dalam kesempatan tersebut Bunda Niken mengajak semua pihak untuk bersama-sama membeli produk-produk yang dihasilkan UMKM dan IKM di NTB.

“Kami juga berharap agar Pemda KSB terus memberikan perhatiannya kepada pelaku usaha kecil dan menengah sehingga mereka terus berkembang,” katanya.

Membantu UMKM dan IKM lokal

Bupati KSB, Dr. H. W. Musyafirin, mengapresiasi segala upaya yang dilakukan oleh TP-PKK Provinsi NTB maupun TP-PKK KSB dalam rangka menanggulangi dampak ekonomi akibat Covid ini.

Ia juga meminta agar semua pihak turut bekerja dan membantu aktivitas UMKM dan IKM lokal agar terus berkembang di masa pandemi ini.

“Saya minta tolong ini bagaimana kita kembangkan, karena terbukti hanya UMKM yang mampu bertahan dari cobaan apapun,” pintanya.

Menurutnya, menggeliatnya UMKM dan IKM nantinya akan berdampak juga pada sektor pariwisata yang selama ini menjadi salah satu andalan NTB.

“Melalui momentum ini, saya ingin bagaimana Dekranasda dengan produk-produk unggulannya itu bisa kita kembangkan,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu Bupati juga mengemukan bahwa KSB memilki beberapa program bantuan pada masyarakat yang terdampak pandemi.

“Jadi berapapun paket itu, kita akan tambah dia. Sama halnya dengan JPS Gemilang senilai dengan 250 ribu, kita subsidi dia lagi 350 ribu sehingga menjadi nilainya menjadi 600 ribu,” ucapnya.

Jadi semua paket yang diterima oleh masyarakat KSB yang terdampak Covid bernilai Rp 600 ribu.

Sementara itu Ketua TP-PKK KSB Hj. Hanipah Musyafirin, S.IP  melaporkan bahwa TP-PKK KSB dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini terus mendampingi dan melakukan kegiatan yang meningkatkan semangat ibu-ibu di daerah ini.

Pemberian sembako juga disalurkan oleh TP-PKK KSB dan secara langsung turun ke pusat-pusat keramaian untuk memberikan edukasi terkait protokol Covid-19.

“Kami juga sudah membagikan 500 paket sembako ke 8 kecamatan dan 2.000 masker ke 8 kecamatan. Begitu juga kecamatan-kecamatan dan kelurahan meneruskan hal ini dengan membuat masker sendiri dan membagi kepada Masyarakat,” ungkapnya.

AYA/HmsNTB




UPDATE Covid-19: Hari Jum’at, 17 Juli 2020, Bertambah 25 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 13 Orang, Kasus Kematian 3 (tiga) orang

Protokol kesehatan dan pencegahan ini harus terus kita terapkan secara disiplin dan ketat sampai vaksin atau obat Covid-19 ditemukan

MATARAM.lombokjournal.com – Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium TCM RSUD Provinsi NTB, Laboratorium TCM RSUD H.L. Manambai Abdulkadir, dan Laboratorium TCM RSUD Kota Mataram mengkonfirmasi, ada tambahan 21 pasien positif Covid-19, dan pasien yang dinyatakan sembuh 11 orang, kasus kematian 1 (satu) orang.

Lalu Gita Aryadi

Siaran pers hari Jum’at (17/07/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 255 sampel dengan hasil 180 sampel negatif, 50 sampel positif ulangan, dan 25 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 13orang, kasus kematian 3 (tiga) orang.

Dijelaskan, adanya tambahan 25 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 13 tambahan sembuh baru, dan 3 (tiga) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (17/7/2020) sebanyak 1.694 orang, dengan perincian 1.078 orang sudah sembuh, 89 meninggal dunia, serta 527 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Aryadi.

TAMBAHAN 25 POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 13 ORANG, KASUS KEMATIAN 3 (TIGA) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 1670, an. Ny. FRS, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1492. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  2. Pasien nomor 1671, an. Ny. JH, perempuan, usia 20 tahun, penduduk Desa Mekar Sari, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1417. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  3. Pasien nomor 1672, an. Ny. HS, perempuan, usia 59 tahun, penduduk Desa Merembu, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  4. Pasien nomor 1673, an. Ny. IS, perempuan, usia 48 tahun, penduduk Kelurahan Pejarakan Karya, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  5. Pasien nomor 1674, an. Ny. NASS, perempuan, usia 45 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1534. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  6. Pasien nomor 1675, an. Tn. R, laki-laki, usia 58 tahun, penduduk Desa Dopang, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  7. Pasien nomor 1676, an. Tn. MJN, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1552. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  8. Pasien nomor 1677, an. Tn. MRA, laki-laki, usia 21 tahun, penduduk ber-KTP Desa Belo, Kecamatan Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat. Pasien berdomisili di Kelurahan Babakan, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Siloam Mataram dengan kondisi baik;
  9. Pasien nomor 1678, an. Tn. Z, laki-laki, usia 53 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSI Siti Hajar Mataram dengan kondisi baik;
  10. Pasien nomor 1679, an. Tn. A, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSI Siti Hajar Mataram dengan kondisi baik;
  11. Pasien nomor 1680, an. Tn. SRP, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Desa Sandik, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Bhayangkara Mataram dengan kondisi baik;
  12. Pasien nomor 1681, an. Tn. AR laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Desa Gunung Sari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Bhayangkara Mataram dengan kondisi baik;
  13. Pasien nomor 1682, an. Ny. S, perempuan, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Lingkar Permai, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  14. Pasien nomor 1683, an. Tn. T, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Desa Tolouwi, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  15. Pasien nomor 1684, an. Tn. IWP, laki-laki, usia 62 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  16. Pasien nomor 1685, an. Ny. W, perempuan, usia 61 tahun, penduduk Desa Pengenjek, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  17. Pasien nomor 1686, an. Tn. IDGL, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Abian Tubuh Baru, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga dengan kondisi baik;
  18. Pasien nomor 1687, an. Ny. JS, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Kuripan Utara, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1371. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;
  19. Pasien nomor 1688, an. Tn. MAM, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Desa Mesanggok, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;
  20. Pasien nomor 1689, an. Ny. J, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Desa Labuapi, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;
  21. Pasien nomor 1690, an. Ny. NMCR, perempuan, usia 56 tahun, penduduk Kelurahan Bertais, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  22. Pasien nomor 1691, an. Tn. B, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Desa Gerung Utara, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  23. Pasien nomor 1692, an. Ny. S, perempuan, usia 68 tahun, penduduk Desa Ungga, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
  24. Pasien nomor 1693, an. Tn. R, laki-laki, usia 62 tahun, penduduk Kelurahan Dasan Cermen, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien memiliki penyakit komorbid. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19.
  25. Pasien nomor 1694, an. Ny. NM, perempuan, usia 70 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien memiliki penyakit komorbid. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19.

Hari Jum’at terdapat penambahan 13 orang yang sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif, yaitu :

  1. Pasien nomor 1089, an. Tn. Z, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Desa Terong Tawah, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
  2. Pasien nomor 1094, an. Tn. IGP, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  3. Pasien nomor 1100, an. Tn. B, laki-laki, usia 74 tahun, penduduk Kelurahan Selagalas, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  4. Pasien nomor 1228, an. Tn. AM, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  5. Pasien nomor 1231, an. Ny. NA, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Kabupaten Pati, Jawa Tengah;
  6. Pasien nomor 1260, an. Ny. AJ, perempuan, usia 44 tahun, penduduk Kelurahan Dayan Peken, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  7. Pasien nomor 1261, an. Ny. M, perempuan, usia 49 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Selatan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  8. Pasien nomor 1399, an. Ny. YH, perempuan, usia 47 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  9. Pasien nomor 1408, an. Tn. MH, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk ber-KTP Kelurahan Panda, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima. Pasien berdomisili di Batu Dawe, Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  10. Pasien nomor 1416, an. Tn. F, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Desa Meninting, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat;
  11. Pasien nomor 1466, an. Tn. IMS, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Kelurahan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  12. Pasien nomor 1490, an. Ny. RI, perempuan, usia 20 tahun, penduduk Desa Taman Sari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  13. Pasien nomor 1553, an. Tn. S, laki-laki, usia 66 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Selatan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram.

Hari Jum’at ini juga terdapat penambahan 3 (tiga) kasus kematian baru, yaitu :

  1. Pasien nomor 1692, an. Ny. S, perempuan, usia 68 tahun, penduduk Desa Ungga, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah;
  2. Pasien nomor 1693, an. Tn. R, laki-laki, usia 62 tahun, penduduk Kelurahan Dasan Cermen, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Pasien memiliki penyakit komorbid;
  3. Pasien nomor 1694, an. Ny. NM, perempuan, usia 70 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien memiliki penyakit komorbid.

Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, Lalu Gita Aryadi menekankan, protokol kesehatan dan pencegahan ini harus terus kita terapkan secara disiplin dan ketat sampai vaksin atau obat Covid-19 ditemukan.

Agar kasus positif baru dan korban meninggal dapat benar-benar kita tekan dan hentikan.

“Kepada aparat TNI dan Polri serta seluruh petugas kesehatan dan aparat terkait lainnya, mari kita terus

memperkuat kolaborasi, kerja sama dan tetap semangat untuk melakukan pembinaan, sosialisasi dan edukasi secara humanis dan persuasif untuk meminimalisir jatuhnya korban akibat Covid-19,” kata Lalu Gita Aryadi..

AYA/Rr

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 08180211 8119.




Ini Strategi Calon Bupati Idola, H Masrun Wujudkan Lombok Tengah Mendunia

CaBup Idola,  H. Masrun Prioritaskan Peningkatan Ekonomi dan SDM Kepariwisataan LoTeng

lombokjournal.com

LOTENG ;    Visi menjadikan Lombok Tengah mendunia bukan hal yang mustahil jika digarap serius dengan partisipasi semua pihak termasuk masyarakatnya.

Bakal Calon Bupati Lombok Tengah Idola, H Masrun, SH menilai Lombok Tengah sudah memiliki modal utama  mewujudkan cita-cita mendunia, yakni potensi pariwisata didukung keindahan panorama alam maupun wisata kulturalnya.

Sehingga tidak salah jika  kawasan The Mandalika telah ditetapkan  sebagai salah satu dari lima destinasi superprioritas di Indonesia.

“Potensi sumber daya alam kita luar biasa. Keindahan alam yang dipadukan oleh ragam kekayaan seni dan budaya, maka sangat pantas dikenal dunia, ” kata Masrun sembari menambahkan kawasan The Mandalika  sedang ditata dan  dikembangkan menjadi pintu masuknya, Jumat (17/07/20).

Ia mengatakan, pesona  alam dan ragam kekayaan seni budaya Lombok Tengah sudah menjadikan daerah ini tujuan destinasi wisata yang mampu menarik kunjungan wisatawan, bahkan jauh sebelum KEK Mandalika dikembangkan.

Saat ini keberadaan The Mandalika semakin membuka peluang bagi daerah ini untuk lebih maju di sektor kepariwisataannya.

Masrun menambahkan, peningkatan kapasitas masyarakat seiring dengan pembenahan destinasi lain di lingkar KEK Mandalika akan membuat kesempatan berkembangnya perekonomian masyarakat semakin terbuka luas.

Apalagi sejatinya, masih banyak bentangan pantai lainnya yang tak kalah indah di sekitar KEK Mandalika.

“Mandalika bisa menjadi core ikon pariwisata Lombok Tengah, di mana investasi bisa berkembang di kawasan wisata berkelas internasional itu. Sementara kawasan penyangga akan menjadi pelejit peningkatan ekonomi masyarakat, dan bisa membuka kesempatan investasi bagi pengusaha domestik dan lokal yang ada,” bebernya .

Ia mencontohkan, bagaimana Kabupaten Banyuwangi di Jawa Timur yang saat ini sudah mampu melejitkan potensi pariwisatanya.

“10 tahun lalu, Banyuwangi seolah bukan apa-apa. Tapi coba lihat sekarang, daerah ini punya lebih dari 100 agenda atraksi wisata tiap tahun yang mampu mengundang ribuan wisatawan untuk datang. Ini sangat inspiratif,” ujarnya

Desa Wisata Modern

Masrun bertekad membangun dan mengembangkan kawasan penyangga KEK Mandalika sebagai destinasi-destinasi alternatif dengan konsep Desa Wisata modern.

Setiap Desa akan memiliki sarana amenitas berupa homestay, dan masyarakatnya akan menyuguhkan atraksi seni budaya sesuai potensi masing-masing Desa.

“Tugas kita sebagai pemerintah mengundang investor untuk membangun proyek dan investasi besar, sementara di lain sisi kita mensupport pembangunan di tingkat Desa secara optimal. Saya pikir konsep ini akan lebih baik dan tepat sasaran,” katanya.

Ke depan dengan adanya The Mandalika dan terbangunnya banyak destinasi alternatif, maka Lombok Tengah juga bisa mulai berkreasi membangun wisata buatan dan atraksi yang banyak seperti Banyuwangi di Jawa Timur.

Menurut Calon Bupati yang didukung PKB ini,  dengan pembangunan pariwisata maka sektor lain pun akan tergenjot naik. Misalnya sektor pertanian.

Ia mengurai kebutuhan bahan baku makanan di perhotelan akan membutuhkan banyak suplai yang membuka peluang bagi pertanian dan peternakan juga perikanan di Lombok Tengah.

“Kalau pariwisata terbangun optimal, wisatawan banyak datang, hotel membutuhkan banyak suplai bahan makanan, maka pertanian, peternakan dan perikanan kita akan bisa memanfaatkan peluang itu. Karena masalah kita selama ini kan ketersediaan pasar,” katanya.

Selain itu, sektor jasa dan perdagangan lainnya juga akan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang. Jasa transportasi, travel agent, dan penyedia kuliner dan kerajinan juga akan turut bertumbuh.

“Jadi slogan Lombok Tengah mendunia ini bukan visi yang utopia.  Semua potensi untuk meraih itu kita miliki, tinggal bagaimana melakukannya dengan program dan tahapan-tahapan yang tepat dan terukur,” tegasnya.

Me




Prabowo Tanda-tangani SK Dukungan Partai Gerindra Untuk Pilkada NTB

Prabowo Subianto juga menyampaikan salam hormat kepada para Cakada Partai Gerindra se Provinsi NTB

lombokjournal.com —

JAKARTA   ;   Pemetaan kekuatan politik dan siapa saja calon yang bakal maju dalam Pilkada di tujuh daerah Kab/Kota di NTB semakin terlihat jelas.

Apalagi setelah Partai besutan Prabowo Subianto itu, yaitu Partai Gerindra telah memutuskan arah dukungannya di tujuh Pilkada NTB.

Ketua Badan Pengawas dan Disiplin (BPD) Partai Gerindra, H. Bambang Kristiono (HBK) menyampaikan,  Ketum/KDP Partai Gerindra, Prabowo Subianto telah menyetujui dan menanda-tangani tujuh Surat Keputusan (SK) tentang calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, yang akan didukung dan diusung Partai Gerindra dalam tujuh Pilkada Kab/Kota di Provinsi NTB.

HBK mengatakan, tujuh SK tersebut sudah diterima pihaknya, Kamis (16/07/20) malam, dan rencananya akan diserahkan ke masing-masing Cakada pekan depan.

HBK bersama istri, Ny Hj Dian Bambang Kristiono

“Alhamdulillah, pada hari Kamis malam, 7 (tujuh) SK tentang siapa-siapa yang didukung dan diusung Partai Gerindra di Pilkada Kab/Kota se Provinsi NTB sudah saya terima langsung dari Bapak Ketum/KDP Partai Gerindra, Bapak H. Prabowo Subianto. Ins yaa Allah dalam minggu depan SK2 tersebut sudah bisa diserah-terimakan kepada para Cakadanya,” kata H. Bambang Kristiono (HBK), yang didampingi isteri tercintanya Hj Dian BK,  Jum’at (17/07/20) melalui keterangan pers tertulisnya di Jakarta.

HBK mengatakan, Ketum/KDP Partai Gerindra, H. Prabowo Subianto juga menyampaikan salam hormat kepada para Cakada Partai Gerindra se Prov. NTB.

Prabowo Subianto yang juga Menteri Pertahanan itu menitipkan pesan agar para Cakada yang akan berkompetisi merebut suara dan kepercayaan rakyat terus turun ke bawah, mendengarkan aspirasi masyarakat pemilih, dan merealisasikannya setelah terpilih nantinya.

“Dengan telah keluarnya SK2 Pilkada ini, saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih serta penghormatan setinggi-tingginya kepada seluruh Partai Koalisi Pendukung, yang telah menjatuhkan pilihannya untuk berjuang bersama-sama Partai Gerindra. Mudah-mudahan kita bisa bekerj-asama dengan baik, mampu menjaga soliditas dan kekompakan, sehingga mampu memenangkan perhelatan Pilkada2 iini,” tegasnya.

Anggota DPR RI dari Dapil NTB-2/P. Lombok ini menjelaskan, seluruh SK untuk tujuh Cakada di tujuh Kab/Kota di NTB ini sudah sesuai dengan rekomendasi Desk Pilkada DPD Partai Gerindra Provinsi NTB yang disampaikan sebelumnya.

“Alhamdulillah, tugas saya untuk satu tahap ini sudah selesai, mengawal dan memastikan bahwa apa yang menjadi aspirasi dan suara arus bawah, berupa hasil seleksi Desk Pilkada Partai Gerindra Prov. NTB, semuanya diterima oleh DPP Partai Gerindra, tidak ada satupun yang berubah,” tutur HBK

HBK juga mengungkapkan, kecuali di Kab. Lombok Tengah, calon Wakil Bupati yang sebelumnya Ferdy berubah menjadi H. Nursiah, karena Ferdy belakangan mundur dari pencalonan.

Sehingga Cakada yang diusung Partai Gerindra adalah H. Lalu Pathul Bahri (petahana/ Wabup Kab. Loteng) dan H Nursiah (Sekda Kab. Loteng).

Menurut HBK, untuk Pilkada Kabupaten Lombok Tengah, sampai saat ini, yang sudah berkomitmen untuk berjuang bersama Partai Gerindra adalah PKB, Nasdem dan Partai Berkarya.

“Sudah cukup satu perahu, dengan jumlah kursi 17. Dan saya juga mendengar, in syaa Allah, dalam beberapa hari ke depan ada Partai-partai lain yang akan ikut memperkuat barisan. Tapi paling tidak, posisi saat ini calon yg didukung/diusung Partai Gerindra bersama Partai koalisinya, untuk Kab. Loteng ini sudah aman,” ujarnya.

Sementara itu untuk Pilkada Kab. Sumbawa Besar, kuat dugaan Partai Gerindra berkoalisi ramping dengan PAN. Konon SK Rekomendasi dari PAN untuk Kab. Sumbawa Besar  sudah terbit.

Me




Kampanye Berita Baik dari Bakohumas Sampai di KSB

Diharapkan hadirnya Bakohumas ini, koordinasi dapat terjalin semakin baik. Badan ini bisa menjadi wadah saling mengingatkan serta saling melengkapi

KSB.lombokjournal.com –   Kampanye berita baik yang dirangkai dengan konferensi pers terkait penyaluran Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang Tahap III, berlansung di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Jum’at (17/7/20).

Sebelumnya, Badan Koordinasi Koordinasi Kehumasan (Bakohumas) NTB berkunjung ke Kabupaten Sumbawa pada Kamis (16/7/20).

Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi NTB, Najamuddin Amy, S.Sos, MM mengatakan, kampanye ini merupakan dukungan terhadap Gugus Tugas Covid-19 di NTB dalam menangani pandemi.

Silaturahim Bakohumas ini juga bertujuan mengajak media massa maupun lembaga penyiaran agar terus menyampaikan berita baik, untuk NTB menuju tatanan baru.

Najamuddin Amy

Najamuddin mengatakan, pihaknya berharap agar media di KSB terus menyebarkan kabar baik untuk masyarakat.

Begitu juga media lainnya diharapkan tetap memberikan informasi kepada masyarakat pentingnya mengikuti protokol kesehatan. Untuk menghindari Covid-19 seperti selalu menggunakan masker, sering mencuci tangan, physical distancing, dan menghindari berkerumun.

“Bantuan dari teman-teman media menjadi sangat penting. Peran media juga penting dalam rangka penanggulangan dampak sosial ekonomi, penanggulangan Covid dan penyaluran JPS Gemilang,” katanya.

Informasi yang berpotensi menganggu kondusivitas daerah atau mengganggu pembangunan daerah, patut menjadi perhatian bersama.

Informasi yang penting di masa Covid-19 ini adalah informasi yang bisa membangun semangat masyarakat untuk terus berkarya sekaligus menjaga diri dari Covid.

Diharapkan hadirnya Bakohumas ini, koordinasi dapat terjalin semakin baik. Badan ini bisa menjadi wadah saling mengingatkan serta saling melengkapi.

Ketua KPID NTB Yusron Saudi mengatakan, sangat mengapresiasi kegiatan Bakohumas yang terus mengkampanyekan berita baik untuk NTB.

Program ini mengajarkan bagaimana membangun spirit dan memperkuit imun masyarakat melalui berita baik.

“Saya dari KPID sendiri sangat mengapresiasi kegiatan ini. Ini menjadi inspirasi dari Gubernur kita, UKM kita yang merosot di masa pandemi, dengan adanya banyak berita baik, maka semakin baik perkembangan kehidupan ekonomi masyarakat kita,” kata Yusron Hadi.

Turut hadir dalam silaturahim tersebut, Sekretaris Dinas Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sumbawa Barat, Ahmad Zaini, perwakilan Polres KSB, Humas Kominfotik KSB, dan puluhan jurnalis media cetak, online, dan elektronik KSB.

AYA/HmsNTB




Inilah Inovasi Sepeda Listrik “Matric-B” Kota Bima

Sepeda listrik lain yang masih menggunakan baterai kering, Matric-B menggunakan baterai lithium yang memiliki daya baterai yang panjang dan bisa diganti

KOTA BIMA.lombokjournal.com —  PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Kota Bima, yang bekerjasama dengan Dinas Perindustrian Provinsi NTB, berinovasi dengan sepeda listrik.

Inovasi ini muncul menyusul hadirnya motor listrik dari Sumbawa, sepeda listrik Le-Bui dari pulau Lombok.

Sepeda listrik dari Kota Bima ini mengusung konsep vintage chopper electric bike, maka lahirlah sepeda listrik “Matric-B”. Matric-B merupakan singkatan dari ”Mbojo Electric – Bicycle”.

Manager PLN UP3 Kota Bima, Maman Sulaeman mengatakan, saat ini di pasaran sudah banyak ditemukan sepeda listrik yang terlihat seperti sepeda pada umumnya atau tidak terlihat aerodinamis.

Untuk itu, Tim PLN UP3 Bima berinovasi agar sepeda listrik ini dapat menarik perhatian masyarakat.

Mengingat tim yang tergabung dalam proses pembuatan sepeda listrik ini adalah anak muda, maka terpilihlah gaya klasik modern yang berbeda dengan sepeda listrik yang ada di pasaran.

Matric-B yang memiliki daya 1000 watt ini, berbeda dengan sepeda listrik lain yang masih menggunakan baterai kering. Matric-B menggunakan baterai lithium yang memiliki daya baterai yang panjang dan bisa diganti.

Selain itu, lampu dari Matric-B menggunakan LED sehingga aman jika digunakan pada malam hari.

Ia mengatakan proses pembuatan sepeda listrik ini memakan waktu tiga bulan, untuk memastikan uji kelayakan peralatan dan termasuk bahan-bahan yang akan digunakan seperti casing dan baterai.

“Setelah diuji beberapa kali, didapatkanlah prototipe sepeda listrik seperti ini yang kita namakan “Matric-B”. Ini memang butuh waktu tiga bulan supaya kita bisa mewujudkan yang kita inginkan mulai dari desain awal sampai proses akhirnya,” jelasnya.

Ia mengatakan, mengingat misi dari Pemerintah Provinsi NTB yang ingin menciptakan NTB yang akrab dengan teknologi dan industri, maka Pemprov NTB mendukung program-program seperti ini dan mengajak masyarakat untuk terlibat baik dari segi pembuatan maupun pemakaian.

“Harapan kami, IKM yang ada di Bima-Dompu bisa ikut mensukseskan. Karena nanti bisa lebih memasarkan dan juga lebih banyak yang merasakan memanfaat sepeda listrik ini,” terangnya.

Maman berharap, dapat segera membina IKM dan UMKM di daerah ini. Ke depan Ia juga menginginkan agar bekerjasama dengan Dinas Perindustrian Kabupaten/Kota Bima agar mulai memberikan pelatihan kepada IKM tersebut.

“Sehingga saat ada tambahan pesanan produk, jadi bukan hanya PLN Bima yang mengerjakan, cukup mitra binaan saja yang mengerjakan. Kita cukup masalah uji akhir maupun diperakitan kelistrikannya,” harapnya.

Terakhir, Maman mengajak masyarakat khususnya generasi muda Bima dan Dompu untuk bersemangat menciptakan produk-produk yang bisa mengharumkan nama daerah baik di provinsi maupun di seluruh Indonesia.

“Sehingga nama daerah kita bisa dikenal luas di seluruh NTB dan seluruh Indonesia. Kita yakin masyarakat Mbojo bisa mewujudkan ini dan kita dukung sama-sama program dari Pemerintah Provinsi NTB menuju NTB Gemilang,” tutupnya.

Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Hj. Nuryanti, SE, ME menyampaikan apreasiasinya kepada PLN UP3 Bima atas keberhasilannya menciptakan Matric – B.

Matric B dapat menjadi peluang usaha di Bima.

“Dengan bermitra dengan IKM lokal setempat, pemasaran produksinya melalui E-Catalog, industri ini pasti akan menyerap banyak tenaga kerja,” ujar Nuryanti.

Nuryanti juga berharap agar seluruh pihak, terus membangun ekosistem penggunaan kendaraan listrik.

Terus berinovasi untuk memproduksi kendaraan yang ramah lingkungan, khususnya kendaraan listrik untuk menyambut event MotoGP pada tahun 2021.

“Harapan kami, dapat dilakukan transfer knowledge ke IKM NTB, baik berupa pelatihan, transfer ilmu dan transfer teknologi supaya Matric – B bisa masuk dalam industrialisasi skala kecil,” katanya.

AYA/HmsNTB