Sama-sama Berkeras Jadi Calon Bupati, Paket Suriade-Habib di Pilbup Loteng Akhirnya Bubar

Mengingat dua kandidat tersebut sama-sama mendaftar ke PKS, maka partai terebut meminta agar Surade dan Habib kembali mengajukan calon pasangannya

MATARAM.lombokjournal.com —  Partai Bulan Bintang (PBB) memberikan surat persetujuan prinsip untuk  TGH Habib Ziady Tohir sebagai Calon Bupati pada Pilbup Lombok Tengah (Loteng) 2020,  membuat paket bakal pasangan bakalcalon (Bapaslon)  Suriade-Habib berujung bubar. Selasa, (21/07/20).

Pasalnya, Tim Pemenangan Pemilu dan Pilkada Wilayah (TPPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) NTB, Yek Agil,  bersikeras bahwa pihaknya tetap menginginkan  kesepakatan awal untuk mengusung H.  Lalu Suriade sebagai calon bupati.

Karena pihak PBB , dalam hal ini TGH Habib Ziady, menginginkan posisi yang sama dengan Suriade, maka rencana mengusung paket Suriade-Habib di Pilbup Loteng, tidak dilanjutkan.

“Otomatis (bubar) karena secara personal Habib tidak ingin jadi nomor dua. Juga tidak elok rasanya kalau pak Suriade sudah jadi nomor satu kemudian jadi nomor dua,” kata Yek Agil.

Mengingat dua kandidat tersebut telah sama-sama mendaftar ke PKS, pihaknya lantas meminta agar Surade dan Habib kembali mengajukan calon pasangannya.

Mereka diberi tenggat waktu sampai hari Rabu (22/07/20).

“Kita minta cari pasangan sampai hari rabu,” ujarnya.

Jika sampai waktu yang ditetapkan dua kandidat tersebut tidak kunjung menemukan pasangan sebagai Bapaslon, maka PKS tidak akan melanjutkan proses dukungannya.

“Kalau sampai Rabu nggak ada, kita anggap personal dari paket yang dulu, itu tidak bisa jadi paket pasangan,  sehingga tidak akan dilanjutkan prosesnya,” terangnya.

Ast




Mendagri Optimis, NTB Mampu Sukseskan Pilkada Serentak 2020

Pilkada tahun ini yang semula akan berlangsung pada bulan September terpaksa harus diundur ke bulan Desember

MATARAM.lombokjournal.com —  Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) secara serentak akan berlangsung di ratusan daerah di Indonesia.

Begitu juga di NTB, Pilkada akan digelar di tujuh Kabupaten/Kota. Namun berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Pilkada kali ini akan terasa sangat berbeda dikarenakan pandemi Covid-19.

Protokol kesehatan Covid-19 yang mewajibkan menjaga jarak dan menghindari kerumunan tentu harus dilakukan dengan baik pada setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, Prof. Dr. H.M Tito Karnavian saat menyampaikan arahannya terkait Pilkada di masa pandemic, di Gedung Graha Bhakti Praja Kantor Gubernur NTB, Selasa (21/07/20).

Selain Mendagri, NTB kali ini juga  dikunjungi oleh Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD, Kepala Staf Umum TNI, Letnan Jenderal TNI Joni Supriyanto, Wakapolri, Komisaris Jenderal Polisi Gatot Eddy Pramono dan Wakil Ketua I DPD RI, Nono Sampono.

Tito menyampaikan,  momentum Pilkada bukan menjadi media penularan, tetapi justru menjadi gelombang memobilisasi masyarakat untuk menjadi agen perlawanan Covid-19.

“Seperti kita ketahui bahwa Pilkada ini 9 Desember akan dimulai, hari puncaknya pemungutan suara,” ucap Tito.

Sebelumnya, mantan Kapolri ini mengungkapkan, Pilkada tahun ini yang semula akan berlangsung pada bulan September terpaksa harus diundur ke bulan Desember.

Hal ini tak lain karena kasus positif Covid-19 yang masih tinggi di sejumlah daerah.

Ia mengungkapkan,  Covid-19 yang melanda seluruh dunia harus disikapi dengan baik dan bijak. Berbagai upaya pun dilakukan agar penanganan dapat berjalan cepat dan tepat.

Terkait vaksin yang sudah begitu dinanti-nanti, Ia meminta agar semua kalangan bersabar sembari selalu menerapkan protokol kesehatan.

Ia memberi pengandaian,  meskipun vaksin tersebut sudah ada nantinya, maka di Indonesia sendiri butuh waktu untuk memproduksi vaksin tersebut secara massal.

Begitu pula dengan pendistribusiannya, disebutnya membutuhkan strategi yang tepat sehingga semua masyarakat dapat diberikan vaksin tersebut.

“Itu semua perlu waktu,” tegasnya.

Mendagri mengungkapkan, Pilkada yang akan digelar tahun ini tidak pernah terjadi sebelumnya di Indonesia. Terhitung semenjak tahun 1995 belum pernah ada Pilkada yang dilakukan di masa pandemi.

“Maka, inilah Pilkada pertama, Pilkada yang bersejarah yaitu terjadi di tengah pandemi dan belum pernah kita alami sebelumnya,” tuturnya.

Tito menambahkan, dalam menghadapi pandemi Covid-19 butuh keseriusan dan kekompakan dari seluruh kementerian dan lembaga pusat.

Selain itu, semua daerah diajak bergerak, karena sebagian kewenangan ada pada Pemerintah Daerah. Dengan hal ini, masyarakat akan dapat ditangani dengan baik, tentunya dengan bantuan pihak lain seperti tokoh agama dan tokoh masyarakat.

“Momentum Pilkada ini, momentum untuk menggerakkan seluruh daerah, teman-teman Kepala Daerah untuk serius, mau dan sungguh-sungguh,” lanjut Tito.

Tito mengapresiasi daerah-daerah di NTB yang telah menuntaskan dana terkait penyelenggaraan Pilkada.

Ia pun meminta daerah yang belum tuntas terkait pendanaan Pilkada agar segera merampungkannya. Kemendagri kemudian memberikan apresiasinya dengan memberikan hadian kepada daerah yang telah menuntaskan pendanaan Pilkada, baik kepada KPU, Bawaslu dan juga Keamanan berupa mesin Anjungan Dukcapil Mandiri.

“Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada yang sudah seratus persen ini, untuk KPU, Bawaslu maupun pengamanan, yaitu Kabupaten Lombok Utara dan Kabupaten Sumbawa,” katanya.

BACA JUGA:

Lima Pimpinan Institusi Negara Gelar  Silaturahim, Warga Minta Pilkada Tidak Ditunda Lagi

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah yakin bahwa Pilkada serentak yang akan segera berlangsung dapat berjalan lancar dan sukses. Berbagai persiapan pun telah dilakukan demi menyukseskan Pilkada dimasa pandemi Covid-19 ini.

“Semuanya sudah siap Insya Allah, anggaran sudah dialokasikan, sudah ditransfer dan mudah-mudahan NTB sudah siap menyelenggarakan Pilkada 2020,” harap Bang Zul.

AYA/HmsNTB




Wagub Hadiri Penandatanganan Kerjasama Pengolahan Sampah Jadi Bahan Bakar Dengan PLN

Wagub mengatakan, pihaknya sungguh-sungguh dalam melaksanakan program Zero Waste dan memelihara lingkungan

LOBAR.lombokjournal.com — Pemprov NTB sangat serius dengan upaya-upaya pengolahan sampah menjadi bahan bakar substitusi batubara di PLTU Jeranjang, Lombok Barat (Lobar).

Untuk memperkuat kerjasama Penelitian dan Pengembangan Pengelolaan sampah menjadi energi melalui co-firing PLTU Jeranjang menggunakan pellet RDF (Refuse Derived Fuel) ini dilakukan penandatanganan perjanjian kerjasama antara Pemprov NTB dan para pihak, Selasa (21/07/2020).

Wagub, Hj Sitti Rohmi

Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menghadiri secara langsung acara penandatanganan perjanjian kerjasama antara Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB dengan PT Indonesia Power.

Dan penandatanganan perjanjian kerjasama antara Dinas Energi dan Sumberdaya Mineral Provinsi NTB dengan Yayasan ICLEI Indonesia yang bertempat diKantor PLTU Jeranjang.

“Hari ini merupakan hari bersejarah. Kerjasama yang terjalin antara Pemerintah Provinsi dengan PLN ini mungkin terlihat sederhana tetapi sesungguhnya memliki makna yang luar biasa,” kata Wagub saat memberikan sambutan.

Wagub mengatakan, pihaknya sungguh-sungguh dalam melaksanakan program Zero Waste dan memelihara lingkungan.

“Jika tidak sungguh-sungguh dipelihara, maka akan pupus dengan sendirinya. Kami seluruh jajaran Pemprov bertekad untuk memelihara alam NTB ini, salah satunya adalah dengan mengelola sampah dan menanami hutan yang gundul, sesuai dengan visi misi kita, NTB Hijau dan NTB Bersih,”, ungkap Wagub.

Ia mengatakan, pengolahan sampah memang harus dilakukan dari hulu ke hilir. Pemprov NTB berupaya bagaimana sampah bisa menjadi berkah, bukan jadi musibah, caranya yaitu harus ada teknologi dan usaha yang lebih keras.

“Hal ini merupakan langkah baru dan terus dilakukan penelitian atau riset untuk ke depan dan benar-benar menjadi solusi pengelolaan sampah di NTB dan Indonesia,” katanya.

Melalui riset ini juga diharapkan nantinya aktivitas pengolahan sampah anorganik bisa dilakukan secara optimal sehingga memberi kebaikan bagi lingkungan sekitar.

“Saya juga sangat yakin improvement dari anorganik bisa terus kita perjuangkan, supaya solusi dari pengolahan sampah bisa kita selesaikan bersama”, tutur Wagub.

Ucapan terimakasih juga disampaikan kepada PT Indonesia Power selaku anak perusahaan PLN yang mengelola PLTU Jeranjang dan saat ini bekerjasama dengan Pemprov NTB dalam hal pengolahan sampah menjadi pellet bahan bakar.

“Nggak ada artinya pabrik berdiri tanpa maintenance, sehingga itulah yang menyebabkan alat tidak terawat”, ucapnya.

Wagub berharap agar kerjasama ini bisa terus ditingkatkan dan menjadi contoh untuk Indonesia dan membawa berkah bagi semua masyarakat.

Tidak lanjut MoU Gubernur dan PLN

Kepala Dinas LHK NTB, Madani Mukarom B.Sc,F, M.Si mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari MoU Gubernur dengan PLN terkait penelitian dan pengembangan sampah menjadi energi.

Selanjutnya, GM PLN UIW NTB yang saat itu diwakili oleh Senior Manajer Pembangkitan, Edison Raja Gukguk menyampaikan ucapan terimakasih atas penandatanganan kerjasama ini.

Menurutnya, PLTU Jeranjang ini teknologinya dari waktu ke waktu selalu diupgrade dan semakin baik. Terbukti dengan adanya kontrol dalam hal kinerja.

Demikian juga dengan rencana kedepan untuk memanfaatkan sampah olahan yang bisa digunakan menjadi bahan bakar.

Turut hadir dalam acara tersebut, Manager Unit PLTU Jeranjang Melky Victor Bursalino, Kadis ESDM NTB M. Husni Asisten II Setda NTB H. Ridwan Syah.

AYA/HmsNTB




Mahfud: Covid Harus Diterima Sebagai Kenyataan

Terkait penyeleggaraan Pilkada serentak 2020, Mahfud MD mengatakan akan menghidupkan demokrasi di Indonesia saat pandemi

MATARAM.lombokjournal.com – Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) menggelar konferensi pers di Kantor Gubernur NTB, Selasa (21/07/20).

Dalam penjelasan yang disampaikan pada wartawan, Mahfud mengatakan bahwa Covid-19 harus diterima sebagai kenyataan yang tidak terhindarkan.

“Tujuan kami hadir di setiap daerah di Indonesia, yakni untuk memastikan Gugus Tugas  Covid-19 bekerja terlebih saat ini akan segera diadakannya Pilkada,” kata Mahfud.

Dalam penjelasan ebih jauh Mahfud menegaskan,  pandemi Covid-19 tidak boleh menghambat pertumbuhan ekonomi tetapi sebaiknya justru harus menjadi pemacu.

Dalam situasi pandemi Covid-19,  harus menjadi pemacu utuk bekerja lebih keras, untuk menumbuhkan ekonomi, termasuk dalam penyelenggaraan Pilkada serentak 2020.

“Kita menyesuaikan diri dan cepat bergerak memulihkan ekonomi,” ujarnya.

Lebih lanjut Mahfud menambahkan agenda kongrit dalam kunjungannya ke NTB ada dua yakni bagaimana penanganannya dan menerima covid-19 sebagai kenyataan.

“Covid-19 itu ada harus kita lawan dan menumbuhkan ekonomi,” tandasnya

Terkait penyeleggaraan Pilkada serentak 2020, Mahfud MD mengatakan akan menghidupkan demokrasi di Indonesia saat pandemi.

“Kita akan menghidupkanpolitik yang bebas, serta Membangunkan budaya politik yang bagus,” KATA Mahfud.

AYA




Gubernur Sambut Menkopolhukam DI Bandara Zainuddin Abdul Madjid

Menkopolhukam Mahfud MD dating bersama, Mendagri, Kapolri, Panglima TNI, dan Wakil Ketua DPD RI

LOTENG.lombokjournal.com –  Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Zulkieflimansyah bersama dengan Forkopimda menyambut Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Prof. Mahfud MD beserta rombongan yang landing di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (Bizam) pada pukul 10.50 Wita, Selasa, (21/07/20).

Menkopolhukam datang ke Lombok dengan menggunakan pesawat TNI Angkatan Udara Boeing 737-400 A 7305.

Menkopolhukam Mahfud MD dan Gubernur Zulkieflimansyah

Selain Menkopolhukam Mahfud MD, Mendagri, Kapolri, Panglima TNI, dan Wakil Ketua DPD RI juga ikut dalam rombongan kunjungan kerja kali ini.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur menyampaikan ucapan selamat datang kepada pimpinan dari lima Institusi Negara tersebut.

Kedatangan Menkopolhukam ke NTB untuk meninjau perkembangan penanganan Covid-19, kemajuan ITDC berkaitan dengan persiapan MotoGP 2021 di Mandalika Lombok.

Tidak hanya itu, pimpinan dari lima Institusi tersebut akan menyaksikan langsung potensi budidaya lobster dan kesiapan Provinsi NTB dalam menghadapi Pilkada serentak tahun 2020 ini.

Tak berselang lama usai berbincang santai, Menkopohukam bersama rombongan meninggalkan Bandara dan langsung menuju Pendopo Gubernur NTB untuk menunaikan salat zuhur dan makan siang.

Setelah itu, lima pimpinan Instansi negara ini menuju Graha Bakti Praja Kantor Gubernur untuk mengisi acara dengan tema “Kunjungan Kerja Mensukseskan Pilkada Serentak 2020, Pendisiplinan Masyarakat Taat Protokol Kesehatan Covid-19, dan Terlaksananya Program Objek Vital Nasional di Nusa Tenggara Barat”.

AYA/HmsNTB




“Mawar Emas”, Takmir Masjid di Pulau Lombok Diberi Pelatihan

Program Melawan Rentenir Berbasis Masjid (Mawar Emas) terbentuk melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi NTB

MATARAM.lombokjournal.com —  “Masjid bukan hanya tempat untuk membahas masa depan di akhirat, namun juga sebagai tempat menyelesaikan permasalahannya di dunia,”  kata Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah.

Gubernur Zulkieflimansyah

Hal itu disampaikan Gubernur Zulkieflimansyah saat membuka Pelatihan Program ‘Mawar Emas’ bagi Takmir Masjid se-Pulau Lombok di Aula Islamic Center NTB, Selasa (21 Juli 2020.

Program ini melibatkan beberapa instansi dengan tujuan utama mempermudah akses keuangan berbasis masjid serta melawan rentenir di tengah masyarakat.

Mawar Emas menyediakan pinjaman tanpa bunga untuk masyarakat yang ingin mengembangkan usahanya, dan program ini dipusatkan di masjid-masjid.

Hal itu dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di lingkungan masjid.

Memberantas rentenir

Berawal dari keprihatinan masih banyaknya masyarakat yang terjerat rentenir, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menyampaikan idenya untuk memberantas hal tersebut dengan merancang suatu program pembiayaan yang berbasis syariah.

Maka lahirlah program Melawan Rentenir Berbasis Masjid (Mawar Emas) yang terbentuk melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi NTB.

Gubernur yang kerap disapa Bang Zul ini meminta kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank NTB Syariah, BI NTB, Permodalan Nasional Madani (PNM), serta Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) NTB selaku garda terdepan dalam program Mawar Emas ini, untuk membuat sistem yang tidak mempersulit masyarakat untuk mengakses program ini.

“Masyarakat kita tahu betul risiko meminjam di rentenir ini, untuk itu program ini harus lebih praktis, lebih mudah mekanismenya bagi masyarakat,” ungkap Bang Zul.

Ia meminta kepada para takmir masjid yang menjadi peserta pelatihan ini untuk serius mengikuti proses pelatihan agar semua ilmu yang didapatkan dari tempat ini bisa diamalkan di lingkungan masjid masing-masing.

“Mudah-mudahan training ini membekas pada diri kita dan hasilnya bisa kita terapkan di tempat kita masing-masing, mudah-mudah Program ini menjadi kado dari NTB untuk Indonesia,” tuturnya.

Senada dengan Gubernur, Asisten Bidang Administrasi dan Umum Setda NTB, H. Lalu Syafi’i mengatakan, pelatihan untuk takmir masjid ini adalah salah satu perwujudan visi-misi NTB Gemilang yakni NTB Sejahtera dan Mandiri.

Ia menginformasikan ,  acara ini diikuti oleh 55 takmir dari masjid – masjid di Pulau Lombok dan materi pelatihan diisi oleh Kepala OJK NTB, Direktur Bank NTB Syariah, Ketua MES NTB serta beberapa akademisi lainnya.

Ketua MES NTB, Dr. Hj. Baiq Mulianah mengukapkan, Program Mawar Emas ini didesain bersama untuk melaksanakan pemberdayaan ekonomi berbasis syariah.

Pelatihan ini dilakukan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat bahwa masjid adalah tempat untuk melakukan berbagai kegiatan selain untuk kegiatan ibadah.

“Memberikan pemahaman bahwa masjid tidak hanya berfungsi untuk ibadah, namun juga sebagai pusat peradaban, pusat perekonomian, serta pusat pengembangan umat,” terangnya.

Rektor UNU NTB ini juga menyampaikan, Bank NTB Syariah dan PNM menyiapkan modal untuk dikelola oleh masyarakat tanpa dikenakan bunga.

Misalnya Bank NTB Syariah menyiapkan dana 1 juta per orang. Setiap orang yang meminjam dana harus berkelompok, dimana dalam satu kelompok terdiri dari 20 orang. Berbeda dengan Bank NTB Syariah, PNM menyiapkan Rp 2 juta per orang dengan sistem yang sama.

Ia mengatakan, semua orang yang terlibat dalam program Mawar Emas ini memiliki tujuan yang sama yaitu untuk mensejahterakan masyarakat, mengeluarkan masyarakat dari jeratan rentenir, serta untuk memberikan pengetahuan tentang ekonomi syariah.

“Pada intinya semua memiliki tujuan yang sama, MES dengan gerakannya memasyarakatkan ekonomi syariah dan mensyariahkan ekonomi masyarakat,” ungkapnya.

AYA/HmsNTB




Gelar Adat “Arya Patih Laga Yudha Negara” Untuk Pangdam IX Udayana

Dalam konteks budaya masyarakat adat Sasak, berharap kelak Pangdam dapat melestarikan budaya Sasak yang menjadi salah satu kekayaan budaya nasional

LOTENG.lombokjournal.com —  Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M.Sc beserta istri menyambut kedatangan Pangdam IX Udayana, Mayor Jendral TNI Kurnia Dewantara beserta Istri dan rombongan di Bandara Internasional Zainudin Abdul Madjid, didampingi oleh Unsur Forkopimda Provinsi  NTB, Wakil Bupati Lombok Tengah dan unsur Forkompimda kabupaten Lombok Tengah, Senin (20/07/20)..

Pangdam IX Udayana mendapat penganugrahan gelar adat Sasak yang mempunyai makna dalam konteks berbangsa dan bernegara Pangdam sebagai penjaga kedaulatan negara Republik Indonesia di wilayah Nusa Tenggara.

Dan dalam konteks budaya masyarakat adat Sasak, berharap kelak Pangdam dapat melestarikan budaya Sasak yang menjadi salah satu kekayaan budaya nasional.

Kegiatan ini diawali dengan pemasangan pakaian adat Sasak oleh Majelis Adat Sasak dan kemudian dilanjutkan dengan Penyerahan piagam penghargaan kepada Pamgdam IX oleh Wakil BupatiLLombok Tengah yang didampingi oleh Ketua Majelis Adat Sasak.

Pangdam IX Udayana menyampaikan rasa terimakasih kepada majelis adat Sasak atas penganugerahan gelar yang diberikan dan menyampaikan terimakasih kepada Pemerintah Provinsi NTB.

“Mudah – Mudahan kehadiran saya di NTB ini bisa membawa damai, bisa membawa keberkahan, dan bisa membawa  keamanan dan ketertiban bagi masyarakat khususnya masyarakat di Nusa Tenggara Barat,” ujarnya.

Usai menerima jamuan yang telah disediakan, Pangdam IX udayana beserta rombongan meninggalkan Bandara menuju Makorem 162 Wira Bhakti untuk mengikuti kegiatan selanjutnya.

AYA/HmsNTB

 

 

 




UPDATE Covid-19: Hari Senin, 20 Juli 2020, Bertambah 18 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 14 Orang, Kasus Kematian 2 (dua) orang

Protokol kesehatan dan pencegahan inharus terus diterapkan secara disiplin dan ketat sampai vaksin atau obat Covid-19 ditemukan, agar kasus positif baru dan korban meninggal dapat benar-benar ditekan dan hentikan

MATARAM.lombokjournal.com – Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RSUD R. Soedjono Selong, Laboratorium PCR Prodia, Laboratorium TCM RSUD Provinsi NTB, Laboratorium TCM RSUD Kota Mataram, Laboratorium TCM R. Soedjono Selong, dan Laboratorium TCM RSUD Praya a mengkonfirmasi, ada tambahan 18 pasien positif Covid-19, dan pasien yang dinyatakan sembuh 14 orang, kasus kematian 2 (dua) orang.

Lalu Gita Aryadi

Siaran pers hari Jum’at (17/07/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 229 sampel dengan hasil 185 sampel negatif, 26 sampel positif ulangan, dan 18 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 14 orang, kasus kematian 2 (dua) orang.

Dijelaskan,  adanya tambahan 18 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 14 tambahan sembuh baru, dan 2 (dua) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (20/7/2020) sebanyak 1.777 orang, dengan perincian 1.124 orang sudah sembuh, 98 meninggal dunia, serta 555 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Aryadi

Diharapkan petugas kesehatan di kabupaten/kota melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran virus Covid-19.

TAMBAHAN 18 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 14 ORANG, KEMATIAN BARU 2 (DUA) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 1760, an. Tn. LR, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Desa Bunut Baok, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Praya dengan kondisi baik;
  2. Pasien nomor 1761, an. Tn. FS, laki-laki, usia 37 tahun, penduduk ber-KTP Desa Bre, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima. Pasien berdomisili di Kelurahan Penaraga, Kecamatan Raba, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Bima dengan kondisi baik;
  3. Pasien nomor 1762, an. An. MAS, perempuan, usia 3 tahun, penduduk Kelurahan Penaraga, Kecamatan Raba, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1761. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Bima dengan kondisi baik;
  4. Pasien nomor 1763, an. Ny. SR, perempuan, usia 38 tahun, ber-KTP Desa Bre, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima. Pasien berdomisili di Kelurahan Penaraga, Kecamatan Raba, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1761. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Bima dengan kondisi baik;
  5. Pasien nomor 1764, an. Ny. N, perempuan, usia 44 tahun, penduduk Desa Darek, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Praya dengan kondisi baik;
  6. Pasien nomor 1765, an. Ny. AM, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Pejarakan Karya, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1733. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  7. Pasien nomor 1766, an. Ny. N, perempuan, usia 46 tahun, penduduk Kelurahan Pancor, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;
  8. Pasien nomor 1767, an. Ny. H, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Desa Danger, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;
  9. Pasien nomor 1768, an. Tn. S, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Desa Masbagik Selatan, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;
  10. Pasien nomor 1769, an. Tn. M, laki-laki, usia 43 tahun, penduduk Desa Pringgajurang, Kecamatan Montong Gading, Kabupaten Lombok Timur. Pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  11. Pasien nomor 1770, an. Ny. UA, perempuan, usia 19 tahun, penduduk Desa Telaga Waru, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  12. Pasien nomor 1771, an. Tn. AF, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Desa Genggelang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1256. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Tanjung dengan kondisi baik;
  13. Pasien nomor 1772, an. An. IH, laki-laki, usia 16 tahun, penduduk Desa Apitaik, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji dengan kondisi baik;
  14. Pasien nomor 1773, an. Ny. F, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Desa Gerung Utara, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1691. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  15. Pasien nomor 1774, an. An. ZAF, perempuan, usia 12 tahun, penduduk Desa Gerung Utara, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1691. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  16. Pasien nomor 1775, an. An. GZA, laki-laki, usia 4 tahun, penduduk Desa Gerung Utara, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1691. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  17. Pasien nomor 1776, an. Tn. MS, laki-laki, usia 80 tahun, penduduk Desa Tanak Beak, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Pasien memiliki penyakit komorbid. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
  18. Pasien nomor 1777, an. An. HM, perempuan, usia 15 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien memiliki penyakit komorbid. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19.

Dipermaklumkan beberapa hal sebagai berikut:

Berdasarkan hasil klarifikasi terhadap pasien Covid-19 nomor 1751 yang semula diumumkan berusia 45 tahun, penduduk Desa Kalijaga Timur, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur, dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong, pasien sesungguhnya berusia 29 tahun, penduduk Kelurahan Tiwugalih, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah dan dirawat di Ruang Isolasi RSUD Praya;

Berdasarkan hasil klarifikasi terhadap pasien Covid-19 nomor 1759 yang semula diumumkan penduduk Kelurahan Cakranegara Barat, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram, bahwa pasien sesungguhnya berdomisili di Desa Bug Bug, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat.

Hari Senin terdapat penambahan 14 orang yang sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif, yaitu :

  1. Pasien nomor 871, an. Tn. I, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 1092, an. Ny. H, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  3. Pasien nomor 1117, an. Ny. HF, perempuan, usia 21 tahun, penduduk Desa Kembang Kerang, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur;
  4. Pasien nomor 1151, an. Tn. K, laki-laki, usia 53 tahun, penduduk Desa Tembeng Putik, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur;
  5. Pasien nomor 1182, an. Ny. H, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Suka Makmur, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  6. Pasien nomor 1210, an. Tn. P, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Desa Mamben Lauk, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur;
  7. Pasien nomor 1237, an. Tn. MSZ, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Desa Borok Toyang, Kecamatan Sakra Barat, Kabupaten Lombok Timur;
  8. Pasien nomor 1319, an. Tn. S, laki-laki, usia 54 tahun, penduduk Desa Babusalam, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  9. Pasien nomor 1382, an. Tn. MN, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Desa Mesanggok, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  10. Pasien nomor 1396, an. Tn. S, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Desa Mamben Lauk, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur;
  11. Pasien nomor 1457, an. Tn. IAM, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Jember, Jawa Timur;
  12. Pasien nomor 1458, an. Tn. NH, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Banyuwangi, Jawa Timur;
  13. Pasien nomor 1527, an. Ny. KH, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Cilinaya, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  14. Pasien nomor 1582, an. Tn. H, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Kelurahan Gerung Selatan, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat.

Hari Senin ini juga terdapat penambahan 2 (dua) kasus kematian baru, yaitu :

  1. Pasien nomor 1776, an. Tn. MS, laki-laki, usia 80 tahun, penduduk Desa Tanak Beak, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Pasien memiliki penyakit komorbid;
  2. Pasien nomor 1777, an. An. HM, perempuan, usia 15 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien memiliki penyakit komorbid;

Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, Lalu Gita Aryadi menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak memberikan stigma negatif kepada pederita Covid-19 beserta keluarganya.

“Covid-19 bisa disembuhkan dan tidak menular jika penderitanya melakukan isolasi diri secara ketat, baik di rumah sakit maupun di tempat-tempat yang telah ditentukan,” katanya.

Menurutnya, protokol kesehatan dan pencegahan inharus terus diterapkan secara disiplin dan ketat sampai vaksin atau obat Covid-19 ditemukan, agar kasus positif baru dan korban meninggal dapat benar-benar ditekan dan hentikan.

“Mari kita terus memperkuat kolaborasi, kerja sama dan tetap semangat untuk melakukan pembinaan, sosialisasi dan edukasi secara humanis dan persuasif untuk meminimalisir jatuhnya korban akibat Covid-19,” kata Lalu Gita Aryadi.

AYA/Rr

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 08180211 8119.

 

 




Gubernur Ingin 500 Motor Listrik Semarakkan HUT Kemerdekaan

Setelah dibuat industri permesinan, selanjutnya Gubernur meminta agar dilanjutkan dengan industri mesin perkakas

MATARAM.lombokjournal.com —  Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah menerima silaturahim dari IKM Permesinan dan Asosiasi pengusaha dan Pengrajin Logam (ASPPEL) NTB. di ruang kerja, Senin (20/07/20)

Gubernur yang kerap disapa Bang Zul ini sangat antusias mengajak para IKM lebih banyak berproduksi untuk menciptakan alat

Pertemuan yang dihadiri juga oleh guru-guru SMK ini diminta untuk membuat 500 motor listrik yang akan dipamerkan pada hari kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus mendatang.

“Kalau 17 Agustus nanti bisa bikin 500 dan kita pamerkan di STIP, ke Anggota Dewan dan Bupati agar kesadarannya itu muncul untuk membeli mesin ini daripada dari luar. Oleh karena itu jangan protes atau demo,” jelasnya.

Setelah dibuat industri permesinan, selanjutnya Gubernur meminta agar dilanjutkan dengan industri mesin perkakas.

Sehingga setelah dibuat kedua mesin ini, NTB dapat menciptakan sepeda, motor bahkan mobil sendiri. Pada kesempatan ini juga Bang Zul ingin menyamakan presepsi bahwa jangan mencari keuntungan yang berlebih.

“Jangan sampai teman-teman ini di awal-awal, belum apa-apa sudah ingin untung besar mumpung ada kesempatan. Tidak apa-apa untung kecil tapi berkesinambungan daripada untung besar, tapi kehilangan kepercayaan,” pesan Bang Zul.

Melanjutkan arahannya, Bang Zul mengingatkan kepada OPD terkait untuk membantu dan melayani pengusaha baik dari segi izin, lokasi bahkan mengarahkan jika kekurangan biaya. Sehingga pengusaha dapat berbisnis memiliki lingkungan yang nyaman.

“Jadi STIP adalah lokasi yang kita pilih supaya kalau tidak ada tempat pakai, kalau tidak ada mesin pinjam dulu, kalau tidak ada uang coba disitu. Nah itu yang disebut dengan STIP. Kita bikin teman-teman kaya, mampu, besar dan lain sebagainya,” tutur Bang Zul.

Kepala UPTD STIP, Muhammad Khairul Ihwan melaporkan aosiasi mana saja yang hadir, Ia juga melaporkan bahwa ada 12 IKM yang sudah mulai bekerja dan mulai hari ini akan dipercepat untuk pembuatan 500 unit mesin.

Nazar Susan, ST selaku Ketua ASPPEL NTB sangat bersemangat dengan program industrialisasi ini, begitu tercetus industrialisasi untuk IKM ini baginya luar biasa dan ini merupakan peluang untuk berkembang menjadi tuan rumah di daerah sendiri.

“Harapan kita, kita ingin berkenalan dan mensukseskan industrialisasi, kapan lagi kita punya peluang untuk berkembang menjadi tuan rumah di daerah kita sendiri.

AYA/HmsNTB




Pimpinan Lima Institusi Negara Kunjungi NTB

Rombongan sekitar 50 orang tersebut juga akan melihat secara langsung potensi budidaya lobster dan kesiapan provinsi NTB dalam persiapan Pemilukada serentak tahun 2020

MATARAM.lombokjournal.com — Pimpinan dari 5 Institusi Negara, mulai dari Menkopolhukam, Mendagri, Kapolri, Panglima TNI, dan Wakil Ketua DPD RI direncanakan berkunjung ke Provinsi NTB, Selasa (21/07/20)

Mereka hadir untuk mengecek perkembangan penanganan Covid-19, hingga kemajuan ITDC berkaitan dengan persiapan MotoGP di Provinsi NTB.

Hal tersebut disampaikan dalam rapat persiapan kunjungan pimpinan 5 Institusi negara yang dipimpin langsung oleh Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi NTB, Najamuddin Amy,S.Sos, MM dengan para Kabag dan Kasubag Lingkup Biro Humas dan Protokol, Minggu, 19 Juli 2020.

“Acara besok InsyaAllah sangat-sangat penting. Salah satu kegiatannya adalah melihat secara langsung perkembangan penanganan covid-19 di provinsi NTB,” ujar kandidat doktor Universitas Airlangga ini.

Di NTB sendiri, pasien terkonfirmasi positif Covid-19 per tanggal 19 Juli 2020 mencapai 1.725 orang, sembuh sebanyak 1.095 orang dan meninggal dunia 94 orang.

“Dari seluruh kabupaten/kota di NTB, Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat masih berada dalam zona merah,” tambah mantan Komisioner KI NTB ini.

Menurut Najamuddin,  rombongan sekitar 50 orang tersebut juga akan melihat secara langsung potensi budidaya lobster dan kesiapan provinsi NTB dalam persiapan Pemilukada serentak tahun 2020.

“Agendanya cukup padat, mulai dari sinergitas berbagai program penanganan medis dan non medis terkait pandemi Covid-19, kesiapan provinsi NTB dalam persiapan Pemilukada serentak, progres ITDC berkaitan dengan MotoGP hingga potensi budidaya lobster di NTB,” terangnya.

Apalagi, lagi Indonesia khususnya NTB akan menjadi tuan rumah Event bergengsi di dunia yaitu MotoGP. Saat ini, lokasi sirkuit Mandalika yang berkonsep Street Circuit, dengan panjang lintasan 4,33 KM tersebut pembangunannya masih terus berjalan di kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika, kabupaten Lombok Tengah, NTB.

“Perkembangan konstruksi sirkuit Mandalika sampai dengan bulan Juli 2020 telah mencapai 47,28 persen, masih ada 52,72 persen, yang harus diselesaikan,” tambahnya

Pemerintah Provinsi NTB sudah sangat siap kedatangan Menkopolhukam beserta rombongan lainnya di, mulai dari penyambutannya pada pukul 11.00 WITA di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid hingga kepulangannya nanti.

“Alhamdulillah provinsi NTB sudah sangat siap menyambut kedatangan Menkopolhukam bersama rombongan lainnya besok ini,” tutupnya

AYA/HmsNTB