Calon Bupati Idola, Akan Perjuangkan Petani Tembakau Lombok Tengah

Tata kelola kemitraan dengan swasta, serta tata kelola sistem perniagaan tembakau masih belum sepenuhnya berpihak pada masyarakat petani tembakau, termasuk di Lombok Tengah

lombokjournal.com —

LOMBOK TENGAH;  Tembakau virginia bisa dibilang emas hijau dari pulau Lombok.

Mengisi lebih dari 75 persen kebutuhan tembakau virginia nasional, tembakau Lombok juga kesohor sebagai produk tembakau virginia terbaik kedua setelah negeri samba, Brazil.

“Selain itu beberapa penelitian sudah membuktikan, Lombok ini, tembakau virginia bisa tumbuh subur dalam budidaya. Ini menunjukan bahwa tanah Lombok sangat berkah,” kata Calon Bupati Lombok Tengah, H Masrun, Kamis ( 23/07/20 ).

Lombok salah satu dari sangat sedikit tempat yang menjadi lahan tembakau jenis Virginia. Karena itu,  Lombok memiliki potensi luar biasa.

Lombok Timur dan Lombok Tengah menjadi dua wilayah terbesar penghasil tembakau virginia.

Disebut emas hijau, karena selain bernilai ekonomis tinggi, proses budidaya tembakau virginia juga membuka banyak lapangan kerja.

Data Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB menyebutkan, komoditas ini mampu menyerap 400 Hari Kerja Orang (HKO) dalam setiap hektar lahan tanam.

Para petani bekerja sejak proses pembibitan, pengolahan,  panen, hingga pascapanen (penjualan).

Dalam semusim tanam, komoditas tembakau virginia bisa menjadi rezeki bagi tak kurang dari 36 ribu keluarga petani di NTB khususnya pulau Lombok.

Selain itu, kontribusi tembakau virginia terhadap perekonomian daerah di NTB cukup besar. Dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 12, NTB mendapatkan sekitar Rp295 Miliar lebih sebagai daerah penghasil tembakau.

Dana itu kemudian didistribusi ke daerah Kabupaten/Kota sesuai porsi produksi masing-masing.

Tata kelola tak memihak petani

Hanya saja, menurut Masrun, emas hijau tembakau virginia belum seindah namanya bagi para petani dan buruh tani di sektor ini.

Tata kelola kemitraan dengan swasta, serta tata kelola sistem perniagaan tembakau masih belum sepenuhnya berpihak pada masyarakat petani tembakau, termasuk di Lombok Tengah.

Hal ini yang membuat para petani tembakau seolah tengah mengadu “nasib baik” setiap kali musim tanam tiba.

Sesekali harga sangat tinggi, namun saat ditanam dalam jumlah banyak, terjadi over produksi dan harga terjun bebas alias anjlok.

Untung bisa dalam sekejab, demikian juga rugi. Bisa dalam hitungan singkat.

“Maka tak heran kalau dari dulu banyak kisah Haji Mako atau yang Alhamdulillah bisa berhaji dengan hasil tembakau. Tapi ada juga kisah tragis petani seteres dan berupaya bunuh diri karena merugi,” kata Masrun.

Karena itulah  Calon Bupati yang didukung PKB ini  menilai,  perlu dilakukan perbaikan dan pembenahan tata kelola pertembakauan di NTB, termasuk di Lombok Tengah.

Data Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB menyebutkan, luas areal tanam rata-rata di NTB tercatat 22 ribu – 25 ribu hektare. Lombok Tengah termasuk daerah kedua terbesar setelah Lombok Timur.

Pemasaran hasil produksi juga sangat terbuka karena sejumlah perusahaan produsen rokok nasional dan mancanegara mengambil produk ini. Belasan di antaranya dengan pola kemitraan dengan petani, dan sebagian lainnya membeli lepasan.

Jadi penengah perusahaan dan petani

Haji Masrun mengatakan, untuk meningkatkan kesejahteraan petani pemerintah daerah harus bisa berinovasi dengan program dan kebijakan yang menjadi penengah kebutuhan perusahaan swasta dan petani tembakau.

Selain merumuskan harga dasar tembakau setiap masa panen, juga bisa mengatur aturan bagi perusahaan swasta untuk melindungi petani.

“Sehingga kita tidak terlalu khawatir over produksi. Kalau perusahaan mitra tak membeli melebihi kuotanya, petani bisa jual ke perusahaan lain yang tidak bermitra langsung dengan petani,” ujarnya.

Haji Masrun menilai, pembagian alokasi dana Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) di Lombok Tengah juga kurang maksimal.

Data menyebutkan, dari jumlah DBH-CHT yang diteria Provinsi NTB sebesar Rp295 Miliar. Sebagian besar masuk ke Pemprov NTB sebanyak Rp88,6 miliar.

Sisanya untuk Lombok Timur Rp54,3 miliar, Lombok Tengah Rp48,2 miliar,  Lombok Barat Rp15,5 miliar, dan daerah lain seperti Bima Rp9,7 miliar, Dompu Rp5,2 miliar,  Kota Bima Rp2 miliar dan Sumbawa Barat Rp3 miliar.

Dana yang masuk ke daerah Lombok Tengah juga tidak seluruhnya disalurkan kembali untuk pembinaan dan kesejahteraan petani tembakau. Namun dialokasikan juga untuk kebutuhan daerah lainnya.

“Ke depan masalah DBH-CHT ini harus kita perjuangkan. Karena amanah dalam permen itu jelas, sekitar 60 persen harus kembali ke petani,” tegasnya.

Pembinaan untuk petani dan kelompok tani menurut Masrun sangat penting. Sebab, tembakau merupakan tanaman semusim. Sehingga para petani bisa mengelola keuangan mereka dari hasil panen musim ini, sambil menyisihkan untuk kebutuhan musim tanam selanjutnya.

“Jangan sampai emas hijau ini, justru memiskinkan petani,” imbuhnya.

Tembakau Virginia Ikon Mendunia

Calon Bupati Idola  dengan slogan Lombok Tengah Mendunia ini menilai, komoditas tembakau virginia bisa menjadi ikon ekowisata dan eduwisata yang menarik jika digarap dan dikemas apik.

Para wisatawan bisa menikmati hamparan tembakau dan berinteraksi dengan petani, saat musim tembakau tiba sejak Juni hingga akhir tahun.

Ini pengalaman mahal bagi para wisatawan yang menikmati rokok, namun belum pernah melihat langsung bagaimana tembakau dihasilkan dari tangan-tangan petani Lombok Tengah.

Akan muncul kreativitas ekonomi misalnya dengan memproduksi miniatur rokok bermerk sebagai oleh-oleh kerajinan dari Lombok Tengah.

“Semua butuh inovasi dan kreasi. Tembakau virginia ini bisa membuat Lombok Tengah makin mendunia. Ke depan bisa seperti Brazil, dimana perkebunan tembakau menjadi destinasi wisata khusus, untuk eduwisata dan ekowisata. Tidak ada yang mustahil,” tukasnya

Yang terpenting bagi Haji Masrun, adalah bahwa segala potensi yang ada di daerah Lombok Tengah harus benar-benar dirasakan manfaatnya untuk kesejahteraan masyarakat.

Terkait up date Konstelasi Pilkada Serentak Lombok Tengah , rumors yang beredar yakni telah terjadi komunikasi intensif dan masiv antara petinggi PKB NTB dengan orang kuat PKS NTB. Hal ini terkait rencana beberapa partai lainnya yang masuk dalam aliansi taktis ini.

Me




Diuji Gempa dan Pandemi, Tapi UMKM di NTB Tetap Eksis Berkat Intervensi Pemerintah

Syae’un dari UKM Putri Rinjani dapat menciptakan lapangan pekerjaan yang sebelumnya hanya memiliki 8 karyawan, namun ketika JPS Gemilang muncul karyawannya bertambah menjadi 15

MATARAM.lombokjournal.com — Dampak bencana gempabumi dua tahun silam telah merusak aset-aset produksi hampir di seluruh sektor.

Dampak  signifikan dari bencana gempa tersebut mengakibatkan lumpuhnya aktivitas UMKM, menganggu kehidupan ekonomi masyarakat yang juga berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah membantu UMKM melalui pendampingan yang dilakukan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Mataram, dalam rangka pemulihan ekonomi masyarakat yang terdampak bencana.

Dengan kerjasama tersebut, dua tahun pasca gempa, kelompok yang mendapatkan pendampingan, menunjukan peningkatan yang baik.

Hal tersebut mencuat dalam acara “Temu Bisnis Produk Unggulan UMKM Hasil Pembinaan Pendampingan Ekonomi Masyarakat Terdampak Bencana Gempa” yang digelar di Ballroom Hotel Golden Palace, Kamis (23/07/20).

Agenda ini sebagai salah satu upaya dalam pengembangan pemasaran dan sebagai ajang dukungan pemerintah terhadap perkembangan ekonomi kreatif di Provinsi NTB.

Panitia penyelenggara kegiatan, Dr. Sitti Hilyana berharap  adanya kegiatan ini mendorong tumbuhnya kesadaran responsif UMKM terhadap dunia usaha yang terus berkembang.

“Semoga acara temu bisnis produk unggulan UMKM hasil pembinaan pendampingan ekonomi masyarakat terdampak bencana gempa dapat berjalan dengan lancar dan sukses seiring dengan do’a dan partisipasi masyarakat,” ungkapnya.

Pengakuan pengusaha UMKM

Marwi salah seorang pelaku usaha kopi dari UMKM Benang Stokel, Desa Aik Berik, Kabupaten Lombok Tengah mengungkapkan, usahanya pada saat gempa memang sangat menurun, ditambah lagi dengan pandemi Covid-19.

Namun hal itu tidak menurunkan semangatnya untuk terus berusaha. Dengan adanya intervensi kebijakan dari pemerintah, maka UKM bisa terus berproduksi di tengah bencana.

“Bersyukurnya ada JPS Gemilang yang dikeluarkan Gubernur, dari BNPB diberikan support dan lembaga-lembaga perbankan sudah mulai melirik UKM-UKM yang ada,” jelasnya.

Marwi yang saat itu mendapatkan bantuan alat-alat pengering dari BNPB mengaku sangat terbantu dalam meningkatkan ekonomi.

“Jadi tidak terlalu memikirkan hal-hal termasuk Covid itu, yang penting bekerja dengan standar kesehatannya dan berjalan sesuai dengan harapan,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Syae’un dari UKM Putri Rinjani, Desa Sembalun, Kabupaten Lombok Timur mengaku sangat terbantu dengan adanya program JPS Gemilang.

Ia mengungkapkan dapat menciptakan lapangan pekerjaan yang sebelumnya hanya memiliki 8 karyawan, namun ketika JPS Gemilang muncul karyawannya bertambah menjadi 15.

“Warga-warga yang tidak punya kerjaan di sekitar, terutama janda-janda yang memiliki anak yatim itu yang kami rekrut menjadi tenaga kerja ketika Covid,” tuturnya.

Supriani penenun asal Desa Karang Bajo, Kecamatan Bayan Kabupaten, Lombok Utara berharap, agar Pemerintah dapat memberikan bantuan modal usaha kepada para penenun di tengah pandemi saat ini.

Agar penenun-penenun di NTB yang terdampak Covid-19, tidak beralih ke pekerjaan yang lain.

“Karena menurunnya pendapatan, banyak dari ibu-ibu penenun yang beralih profesi untuk mencari pekerjaan yang bisa memberikan penghasilan yang lebih cepat,” katanya.

AYA/HmsNTB




Wagub Minta Masyarakat Perhatikan Olahan Pangan yang Sehat untuk Keluarga

Program Revitalisasi Posyandu disebut Wagub sebagai salah satu solusi menurunkan angka stunting di NTB

MATARAM.lombokjournal.com —  Bahan olahan pangan yang sehat dan bergizi sangat dibutuhkan masyarakat.

Di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang, menjaga gizi dan imun tubuh menjadi keharusan.

Topik inilah yang dibahas pada kegiatan Webinar Nasional sekaligus Musyawarah Daerah (Musda) Perhimpunan Pakar Gizi dan Pangan (Pergizi Pangan) NTB tahun 2020.

 

Ummi Rohmi

Mengusung tema “Menakar Kondisi Ketahanan Pangan NTB”, webinar ini dibuka Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, di Pendopo Wakil Gubernur, Kamis (23/07/20).

Umi Rohmi memberikan pandangan dan arahannya terhadap kondisi ketahanan pangan di NTB dalam mewujudkan pangan yang sehat dan bergizi.

Menurutnya, tantangan Pemprov NTB yakni mengubah pola pikir masyarakat. Pola pikir yang dimaksud,  bagaimana masyarakat NTB menjadikan kesehatan sebagai prioritas utama.

“Ini kelihatannya sepele, kelihatan gampang, tapi tidak gampang untuk diterapkan, padahal itu bisa kita lakukan,” tegasnya.

Padahal, bagi Umi Rohmi menyediakan panganan atau olahan pangan yang sehat dan bergizi tidak melulu harus mahal.

Ia meminta masyarakat NTB agar selalu menyajikan panganan sehat bagi keluarganya.

Disinggung angka stunting yang masih tinggi di NTB. Edukasi yang masif harus digencarkan oleh pihak-pihak terkait.

Khususnya kepada ibu-ibu hamil yang diwajibkan untuk menjaga kesehatan agar anak-anak yang dilahirkan kelak tidak menderita stunting.

Terkait edukasi, program Revitalisasi Posyandu disebut Wagub sebagai salah satu solusi menurunkan angka stunting di NTB.

Itu memang terdengar sederhana, namun ini menurutnya akan memberikan pengaruh yang besar pada pola hidup masyarakat.

“Marilah kita lihat betapa kegiatan ini kalau kita intervensi dengan baik, maka ini pasti akan memberikan efek yang luar biasa, karena sifatnya sistematis,” jelas Umi Rohmi.

Ke depan, Ummi Rohmi ingin seluruh posyandu tidak hanya melayani bayi dan ibu hamil saja, melainkan dapat menyusur aspek kesehatan lainnya.

Sehingga, seluruh masyarakat, baik dari bayi hingga lansia dapat dilayani oleh posyandu.

“Alhamdulillah, sampai dengan saat ini sudah hampir 1.600 posyandu keluarga yang terbentuk dari 7000 sekian poyandu, targetnya di 2023 semua posyandu menjadi posyandu keluarga,” lanjutnya.

Kepada Pergizi Pangan NTB, Ia berharap sinergi dengan pemerintah khususnya OPD terkait dapat terus terjalin. Peran dari pakar dan pemerhati gizi dinilai sangat penting dalam menentukan strategi yang tepat dalam ketersediaan panganan yang sehat dan bergizi di NTB.

“Semoga Pergizi NTB betul-betul bisa memberikan kontribusi dan pemikirannya kepada Pemerintah Provinsi NTB untuk bagaimana kita melawan masalah-masalah gizi di NTB,” harapnya.

Kontribusi Pergizi

Sebelumnya, Ketua DPD Pergizi Pangan NTB, Ir. H. Rosiyadi H. Sayuti, Ph.D melaporkan, rangkaian proses pergantian kepungurusan Pergizi Pangan NTB telah rampung.

Ia kemudian berharap pengurus Pergizi Pangan NTB ke depan dapat memberikan kontribusi yang lebih baik lagi bagi NTB.

“Khususnya bagi masyarakat kita di NTB yang dalam masa-masa beberapa bulan terakhir ini menghadapi persoalan pandemi bersama-sama dengan daerah lain,” terang Rosiady.

Begitu pula dengan kasus stunting, Ia menyebut bahwa persoalan ini sangat berkaitan erat dengan tugas dan fungsi Pergizi Pangan.

Diharapkan, Pergizi Pangan NTB harus mampu memberikan cara pandang baru dalam menurunkan angka stunting tersebut.

“Mudah-mudahan pada masa yang akan datang, Pergizi Pangan NTB akan lebih bergairah lagi dalam rangka berkontribusi untuk bangsa dan negara,” katanya.

AYA/HmsNTB




Wagub Ajak Pergizi dan Posyandu Keluarga Berkolaborasi

Hidup aman dan produktif, membutuhkan gizi yang cukup dalam ketahanan pangan keluarga. Sehingga dibutuhkan kontribusi dan aksi nyata para ahli gizi yang ada di NTB

MATARAM.lombokjournal.com — Wakil Gubernur Provinsi NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilllah mengajak Persatuan Ahli Gizi dan Pangan NTB (Pergizi) mendukung dan berkolaborasi dengan  Posyandu Keluarga untuk meningkatkan pemahaman kesehatan dan gizi masyarakat.

Dikatakan Wagub, edukasi tentang ketahanan pangan dan gizi membutuhkan ikhtiar yang maksimal untuk merubah cara pandang masyarakat.

Pergizi NTB diharapkan dapat membantu 1.514 Posyandu Keluarga yang tersebar di seluruh NTB.

“Pekerjaan Rumah terbesar kita adalah bagaimana merubah mindset rumah tangga keluarga NTB tentang pentingnya gizi dan ketahanan pangan,” ungkap Ummi Rohmi sapaan akrab Wagub NTB.

Ummi Rohmi menyampaikan sambutan dalam sambutan Webinar Nasional dan Musyawarah Daerah Pergizi NTB yang bertajuk Menakar Ketahanan Pangan NTB di Pendopo Wakil Gubernur, Kamis (23/07/20).

Menurut Alumni ITS tersebut, dengan dukungan para ahli gizi di kegiatan-kegiatan Posyandu dapat mempercepat pemahaman pemenuhan gizi keluarga dengan pangan yang tepat.

Ummi Rohmi juga menjelaskan, tidak ada kata tidak bisa dalam memenuhi ketersediaan pangan khususnya gizi. Terlebih NTB merupakan daerah yang subur dan kaya akan pangan.

Hanya saja, cara pandang masyarakat pada umumnya tentang pangan dan gizi masih minim. Sehingga perlu diperkaya dengan kontribusi para ahli gizi.

“Memenuhi gizi keluarga tidak harus mahal. Bahkan keluarga kaya sekalipun belum tentu memiliki pengetahuan tentang gizi,” ujar Ketua DPRD Kabupaten Lombok Timur periode 2009-2013 tersebut.

Lebih lanjut Wagub mengatakan, saat ini telah terbentuk 454 posyandu keluarga selama 6 bulan terakhir (periode Juli 2019 s.d Juni 2020) sehingga total jumlah posyandu keluarga per Juni 2020 sebanyak 1.514 dari 7.379 posyandu Se-NTB.

Sebagai program unggulan, Posyandu Keluarga tidak hanya melayani ibu dan balita tapi seluruh anggota keluarga, seperti remaja dan lansia.

Selain itu, Posyandu Keluarga juga dapat membantu dalam pemberantasan masalah Stunting yang erat kaitannya dengan gizi ibu dan balita.

Melalui kegiatan Posyandu inilah kontribusi Pergizi dalam membangun daerah dapat dirasakan oleh masyarakat nantinya.

“Tidak bisa tidak. Merubah mindset itu harus intensif dan sistematis”, pungkas Wagub.

Wagub menambahkan, di masa pandemi Covid-19, ketahanan pangan menjadi prioritas setelah kesehatan.

Untuk hidup aman dan produktif, dibutuhkan gizi yang cukup dalam ketahanan pangan keluarga. Sehingga dibutuhkan kontribusi dan aksi nyata para ahli gizi yang ada di NTB.

Kepastian akses pangan

Rektor Universitas Mataram (Unram), Prof. Dr. Lalu Husni  mengatakan, ketahanan pangan dan gizi menjadi kajian para ahli gizi. Keduanya berkaitan erat dari sisi akses, keamanan, dan pemenuhannya di masyarakat.

Namun demikian, akses kepada pangan lebih menjadi masalah ketimbang ketersediaannya. Karena itu, pemerintah harus memastikan akses pangan terjangkau bagi seluruh warga masyarakat.

Ketua DPD Pergizi NTB, Rosiady Sayuti menambahkan, Pergizi NTB selalu siap memberikan kontribusi terlebih di masa pandemi, begitupun dengan stunting di NTB.

Rosiady mengatakan, selama sepuluh tahun berkiprah, kepengurusan Pergizi NTB akan menghadirkan formasi baru 2020 – 2025 untuk menghasilkan rekomendasi lebih baik lagi bagi NTB.

Musda dan webinar nasional Pergizi NTB juga dihadiri Ketua DPP Pergizi, Hardiansyah, para ahli gizi seperti Dr. Ir. Hayati, dr Deasy Irawati dan Ir Ahmad Syauqi dan lainnya dari beberapa universitas di Indonesia serta penasihat Pergizi NTB, Mansur Maksum, perwakilan OPD dan pemerhati gizi.

diskominfotikntb




Seminggu Jelang Idul Adha, Penjualan Hewan Kurban Menurun

Memang permintaan hewan kurban menurun, namun harga hewan kurban mengalami kenaikan

MATARAM.lombokjurnal.com —  Satu minggu menjelang hari raya Idul Adha atau Hari Raya Kurban, aktivitas penjualan hewan kurban di Kota Mataram mengalami penurunan. Diperkirakan  ini bagian dari dampak wabah virus Corona atau covid-19.

Salah seorang pedagang hewan kurban di daerah Batu Dawe, Ampenan, Kota Mataram, Ahmad mengatakan, ada penurunan jumlah permintaan hewan kurban pada tahun ini hingga 50 persen.

“Rasanya menurun dibanding tahun kemarin, kalau tahun lalu satu minggu pertama sapi maupun kambing sudah laku 40 ekor tapi sekarang baru 20 ekor saja jauh turunnya,” kata Ahmad Kamis, (21/07/20).

Dibanding tahun-tahun sebelumnya, Ahmad mengungkapkan, tiga minggu sebelum lebaran permintaan kambing untuk hewan kurban sudah mulai ramai.

Ia menilai wabah Covid-19 ini sangat mempengaruhi perekonomian masyarakat sehingga pembeli menjadi sepi.

“Biasanya kalau sudah dua minggu menjelang Idul Adha sudah mulai ramai, karena kita biasa menyiapkan sapi 20 hari sebelum hari H dan kambing 15 hari sebelumya,” ungkapnya.

Nmun meihat penurunan penjualan hewan kurban, bisa jadi pergerakan ekonomi masyarakat melambat karena Covid-19,  tambahnya.

Ahmad menjelaskan, untuk mengantisipasi sepinya pembeli hewan kurban, ia melakukan inovasi yaitu berjualan melalui online atau media sosial. Menurutnya, karena adanya wabah ini pelanggannya lebih banyak memilih berbelanja melalui online.

“Kalau inovasi dari segi penjualan kita pakai media online, gencar kita lakukan dan kebanyakan yang beli dari online kalau yang beli langsung jarang,” jelasnya.

Meski demikian, memang permintaan hewan kurban menurun, namun harga hewan kurban mengalami kenaikan.

Kenaikan harga hewan kurban saat ini mencapai 40 persen dibanding tahun sebelumnya.

“Kenaiakan hampir 40 persen, karena kalau dulu kita bisa beli 12 juta sekarang 16 sampai 17 juta untuk sapi dan 2 sampai 5 juta untuk kambing,” tutur Ahmad.

AYA




Diskusi Webinar, Ormas Keagamaan Minta DPR Dengarkan Aspirasi

Prof. Saiful Muslim minta DPR tidak ngotot memaksakan kehendak dengan melanjutkan pembahasan RUU ini

MATARAM.lombokjournal.com — Ormas keagamaan di NTB meminta agar DPR mendengarkan aspirasi masyarakat atas bergulirnya Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) yang kini berubah jadi RUU BPIP.

Dalam diskusi Webinar yang digelar DPW Syarikat Islam NTB, Rabu (22/07/20) malam,  Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) NTB, Prof. H. Saiful Muslim, mendorong agar lembaga legislatif itu bijak mendengar suara masyarakat dan ulama, dengan tidak melanjutkan pembahasan RUU yang menuai kontroversi itu.

Webinar yang menghadirkan sejumlah pembicara mulai dari Ketua MUI NTB, Koordinator Aliansi Nasional Anti Komunis NTB, Lembaga Dakwah NU, dan penanggap dari Ketua HMI Cabang Mataram, Ketua BEM Unram dan MASIKA ICMI NTB, berlangsung dialogis.

Prof. Saiful Muslim minta agar DPR tidak ngotot memaksakan kehendak dengan melanjutkan pembahasan RUU ini. Namun lebih bijak mendengar aspirasi masyarakat.

Selain itu dia minta agar pemerintah lebih transparan.

Ketua DPW Syarikat Islam NTB, H. Zainul Aidi, menyatakan dukungan terhadap Pancasila. Pancasila sudah final sebagai falsafah hidup bangsa Indonesia. Sehingga tidak perlu diutak-atik lagi.

“Bagi Syarikat Islam Pancasila ialah konsensus nasional dan sifatnya final,” terang

Meski diakui Zainul, perubahan situasi yang begitu demokratis dan liberal tidak bisa dinafikan terjadi, sehingga memberikan ruang yang sangat terbuka bagi berlangsungnya pertukaran ide dan gagasan.

“Pancasila itu adalah dasar bernegara konsensus nasional yang sudah terbukti dan itu hadiah terbesar umat islam untuk bangsa Indonesia,” paparnya.

AYA




UPDATE Covid-19: Hari Rabu, 22 Juli 2020, Bertambah 33 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 13 Orang

Hari Rabu ini penambahan kasus baru positif Covid-19 di Kabupaten Sumbawa cukup tinggi, yakni sebanyak 17 orang. Selain itu, Kota Bima yang awalnya dalam kategori zona hijau juga telah berubah menjadi zona kuning

 MATARAM.lombokjournal.com – Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR Prodia, Laboratorium TCM RSUD Provinsi NTB, dan Laboratorium TCM RSUD H.L. Manambai Abdulkadir mengkonfirmasi, ada tambahan 33 pasien positif Covid-19, dan pasien yang dinyatakan sembuh 13 orang.

Lalu Gita Ariadi

Siaran pers hari Rabu (22/07/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 528 sampel dengan hasil 471 sampel negatif, 24 sampel positif ulangan, dan 33 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 13 orang, tidak ada kasus kematian.

Dijelaskan,  adanya tambahan 33 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 13 tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (22/7/2020) sebanyak 1.822 orang, dengan perincian 1.146 orang sudah sembuh, 98 meninggal dunia, serta 578 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

TAMBAHAN 33 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 13 ORANG, TIDAK ADA KEMATIAN BARU

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 1790, an. Ny. N, perempuan, usia 55 tahun, penduduk Kelurahan Sayang Sayang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  2. Pasien nomor 1791, an. Tn. AES, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk ber-KTP Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Pasien berdomisili di Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  3. Pasien nomor 1792, an. Ny. NR, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Tonda, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sondosia dengan kondisi baik;
  4. Pasien nomor 1793, an. Tn. A, laki-laki, usia 23 tahun, Desa Rade, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sondosia dengan kondisi baik;
  5. Pasien nomor 1794, an. Tn. IYR, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Desa Pesa, Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sondosia dengan kondisi baik;
  6. Pasien nomor 1795, an. Ny. B, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Desa Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Sumbawa dengan kondisi baik;
  7. Pasien nomor 1796, an. Ny. M, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Desa Dalam, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD H.L. Manambai Abdulkadir dengan kondisi baik;
  8. Pasien nomor 1797, an. Tn. AA, laki-laki, usia 59 tahun, penduduk Desa Brang Kolong, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1562. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Sumbawa dengan kondisi baik;
  9. Pasien nomor 1798, an. Tn. A, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Desa Brang Kolong, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1562. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Sumbawa dengan kondisi baik;
  10. Pasien nomor 1799, an. Ny. H, perempuan, usia 64 tahun, penduduk Desa Brang Kolong, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1562. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD H.L. Manambai Abdulkadir dengan kondisi baik;
  11. Pasien nomor 1800, an. Tn. I, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Desa Brang Kolong, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1562. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Sumbawa dengan kondisi baik;
  12. Pasien nomor 1801, an. Ny. K, perempuan, usia 59 tahun, penduduk Desa Brang Kolong, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1562. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Sumbawa dengan kondisi baik;
  13. Pasien nomor 1802, an. Ny. KH, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Desa Brang Kolong, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1562. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Sumbawa dengan kondisi baik;
  14. Pasien nomor 1803, an. Ny. M, perempuan, usia 55 tahun, penduduk Desa Brang Kolong, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1562. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Sumbawa dengan kondisi baik;
  15. Pasien nomor 1804, an. Ny. M, perempuan, usia 55 tahun, penduduk Desa Brang Kolong, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1562. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Sumbawa dengan kondisi baik;
  16. Pasien nomor 1805, an. Ny. M, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Desa Brang Kolong, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1562. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD H.L. Manambai Abdulkadir dengan kondisi baik;
  17. Pasien nomor 1806, an. Ny. M, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Desa Brang Kolong, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1562. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD H.L. Manambai Abdulkadir dengan kondisi baik;
  18. Pasien nomor 1807, an. Ny. N, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Desa Brang Kolong, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1562. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Sumbawa dengan kondisi baik;
  19. Pasien nomor 1808, an. Ny. N, perempuan, usia 49 tahun, penduduk Desa Brang Kolong, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1562. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Sumbawa dengan kondisi baik;
  20. Pasien nomor 1809, an. Ny. R, perempuan, usia 49 tahun, penduduk Desa Brang Kolong, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1562. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Sumbawa dengan kondisi baik;
  21. Pasien nomor 1810, an. Ny. S, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Desa Brang Kolong, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan kedaerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1562. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Sumbawa dengan kondisi baik;
  22. Pasien nomor 1811, an. Ny. S, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Desa Brang Kolong,Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1562. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD H.L. Manambai Abdulkadir dengan kondisi baik;
  23. Pasien nomor 1812, an. Ny. NA, perempuan, usia 44 tahun, penduduk Desa Sandik, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Siloam Mataram dengan kondisi baik;
  24. Pasien nomor 1813, an. Ny. EDN, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Desa Langko,Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSAD Wirabhakti Mataram dengan kondisi baik;
  25. Pasien nomor 1814, an. Tn. JH, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Monjok Timur, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSAD Wirabhakti Mataram dengan kondisi baik;
  26. Pasien nomor 1815, an. Ny. DMS, perempuan, usia 46 tahun, penduduk Desa Dasan Tapen, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSAD Wirabhakti Mataram dengan kondisi baik;
  27. Pasien nomor 1816, an. Tn. DMG, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Desa Dasan Tapen, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSAD Wirabhakti Mataram dengan kondisi baik;
  28. Pasien nomor 1817, an. Ny. WMN, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Sapta Marga, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSAD Wirabhakti Mataram dengan kondisi baik;
  29. Pasien nomor 1818, an. Ny. N, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Beleke, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  30. Pasien nomor 1819, an. Tn. ABS, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Desa Suryawangi, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSJ Mutiara Sukma dengan kondisi baik;
  31. Pasien nomor 1820, an. Ny. DES, perempuan, usia 47 tahun, penduduk Desa Midang, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid19 nomor 1638. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  32. Pasien nomor 1821, an. Tn. LM, laki-laki, usia 75 tahun, penduduk Kelurahan Monjok Timur, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  33. Pasien nomor 1822, an. Tn. AHDH, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Warga Negara Asing. Pasien berdomisili Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah dengan kondisi baik;

Hari Rabu terdapat penambahan 13 (tiga belas) orang yang sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif, yaitu;

  1. Pasien nomor 981, an. Ny. HKYQ, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Pejanggik, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 1215, an. Ny. IWSFW, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Desa Sandik, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat;
  3. Pasien nomor 1315, an. Ny. LM, perempuan, usia 60 tahun, penduduk Warga Negara Asing. Pasien merupakan pelaku perjalanan yang lama tinggal di Kabupaten Lombok Barat;
  4. Pasien nomor 1316, an. Tn. SM, laki-laki, usia 63 tahun, penduduk Warga Negara Asing. Pasien merupakan pelaku perjalanan yang lama tinggal di Kabupaten Lombok Barat;
  5. Pasien nomor 1364, an. Tn. IWW, laki-laki, usia 56 tahun, penduduk Desa Lingsar, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat;
  6. Pasien nomor 1366, an. Ny. A, perempuan, usia 54 tahun, penduduk Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  7. Pasien nomor 1417, an. Tn. REP, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Desa Mekar Sari, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat;
  8. Pasien nomor 1470, an. Tn. S, laki-laki, usia 59 tahun, penduduk Desa Peteluan Indah, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat;
  9. Pasien nomor 1547, an. Tn. PB, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Kabupaten Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur;
  10. Pasien nomor 1569, an. Ny. RA, perempuan, usia 76 tahun, penduduk Kelurahan Pejarakan Karya, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  11. Pasien nomor 1576, an. Ny. NA, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Labuapi, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
  12. Pasien nomor 1640, an. Tn. PBM, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk wilayah Puskesmas Tanjung, Kabupaten Lombok Utara;
  13. Pasien nomor 1727, an. Ny. P, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Desa Beleke, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat.

Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Covid-19, Lalu Gita Aryadi mengingatkan, hari Rabu ini penambahan kasus baru positif Covid-19 di Kabupaten Sumbawa cukup tinggi, yakni sebanyak 17 orang. Selain itu, Kota Bima yang awalnya dalam kategori zona hijau juga telah berubah menjadi zona kuning.

“Artinya kita semua tidak boleh lengah dan harus tetap waspada,” katanya.

Sekda menghimbau kepada seluruh masyarakat agar senantiasa tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan dalam seluruh aktifitas sosial, selalu menggunakan masker ketika berada di luar rumah, menjaga jarak, menghindari kerumunan serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Pencegahan dan disiplin pada protokol Covid-19 ini harus dilakukan secara kolektif dan gotong royong oleh seluruh masyarakat, baik di rumah tangga, lingkungan desa/kelurahan maupun ditempat-tempat keramaian, area publik, pasar dan perkantoran.

“Tidak boleh ada stigma negatif jika ada diantara warga kita atau tetangga yang terkonfirmasi positif. Mereka semua harus kita bantu dan berikan motivasi agar cepat sembuh, seraya kita semua tetap disiplin menjaga kesehatan sesuai protokol yang telah ditetapkan,” kata Lalu Gita Ayadi.

AYA/Rr

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 08180211 8119.




Penanganan  Rehab-Rekon Gempa 2018 Sudah 96 Persen

Ke depan, fokus penanganannya pada rusak berat, sedangkan, untuk rusak sedang dan rusak ringan masyarakat akan diberikan bantuan 100 persen untuk dikerjakan mandiri

MATARAM.lombokjournal.com —  Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menerima silaturrahim dari Deputi BNPB Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR) BNPB, Ir. Rifai MBA.

Kedatangan Deputi BNPB tersebut dalam rangka melihat secara langsung progres pembangunan rumah tahan gempa di Provinsi NTB.

“Kedatangan kami ini memenuhi undangan bapak gubernur, sekaligus melihat secara langsung progres pembangun rumah rekon yang ada di NTB,” ujar Rifai saat silaturrahim di ruang kerja Gubernur NTB pada Rabu (22/07/20).

Menurut  Rifai, NTB dalam perkembangan penanganan perbaikan, rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana gempa bumi di NTB, sudah sampai 96 persen.

“Ini sangat menarik, karena kekuatan dan koordinasi daerah sudah sangat baik. Semoga terus disempurnakan,” ucapnya.

Ia mengaku bersyukur, tenaga fasilitator juga sudah mulai diangkat. Menurutnya, itu semua bisa mempercepat pembangunan. Tidak hanya itu, pemberdayaan masyarakat di tengah pandemi covid-19 juga tetap ada.

“Alhamdulillah sesuai usulan BNPB provinsi NTB untuk mengaktifkan kembali tenaga fasilitator sudah dilakukan, diperbanyak juga tidak masalah,” tambahnya

Namun sesuai aturan yang telah ditentukan pemerintah, fasilitator tetap diberikan ruang untuk bekerja, dengan memperhatikan protokol Covid-19, menggunakan alat pelindung diri seperti masker, sarung tangan media, menjaga jarak.

“Dasarnya sudah jelas sesuai dengan kepres nomor 59 tentang gugus tugas, protokol dari kementerian PUPR nomor 2 tentang tentang memperhatikan protokol covid-19,” jelasnya.

Ke depan, fokus penanganannya pada rusak berat, sedangkan, untuk rusak sedang dan rusak ringan masyarakat akan diberikan bantuan 100 persen untuk dikerjakan mandiri.

“Kita fokus di rusak berat, banyak rusak sedang dan ringan sudah ditempati, kita kasih masyarakat bantuan 100 persen dan tugas kita memantau,” katanya.

Fokus yang rusak berat

Menanggapi hal tersebut, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah mengucapkan terimakasih kepada Deputi BNPR RI tersebut, dan usulan pengerjaan terfokus pada rusak berat tersebut perlu secepatnya ditindaklanjuti BPBD Provinsi NTB.

“Secepatnya ditindaklanjuti, kita fokus kerjakan yang rusak berat, untuk yang sedang dan ringan kita berikan pendanaannya 100 persen ke masyarakat, kita percaya, masyarakat bisa memperbaiki, tugas kita memantau,” kata Gubernur.

Gubernur pun menegaskan, perlunya menuntaskan berbagai pekerjaan rumah yang tersisa dari gempa tahun 2018 tersebut. Ia mengaku prihatin melihat masyarakat NTB masih ada yang rumahnya belum selesai dibangun.

Karenanya, ia menyerukan kecepatan bertindak. Menurutnya, setiap pengambil kebijakan harus tetap hadir di tengah masyarakat dalam kondisi apapun.

“Apapun kita lakukan, fasilitator juga silahkan ditambah. Kita ingin, rumah ini selesai semuanya, paling telat bulan September,” ungkap gubernur sembari memerintahkan BPBD Provinsi NTB untuk mempercepat seluruh kendala dalam proses pembangunan tersebut.

AYA/HmsNTB




Kado 12 Tahun KLU, 10 Penjabat Kepala Desa Definitif Dilantik

Penyerahan kode desa menandakan definitifnya sepuluh desa tersebut, dan dalam waktu dekat akan mendapatkan pengesahannya melalui pengundangan Peraturan Daerah Kabupaten Lombok Utara

TANJUNG.lombokjournal.com –– Peremian dan pelantikan 10 Penjabat Kepala Desa pada Desa yang didefinitifkan di Kabupatn Lombok Utara (KLU), berlangsung dalam puncak peringatan HUT KLU ke-12 di halaman kantor bupati, pada Selasa (21/7) kemarin.

Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH melakukan peremian dan pelantikan itu di hadapan Direktur Toponimi dan Batas Antar Daerah Indra Gunawan, SE, MPA beserta tamu undangan lainnya.

Pelantikan Penjabat Kepala Desa 10 Desa definitif itu dituangkan dalam Keputusan Bupati Lombok Utara Nomor 347 s/d 356/23 s/d 32/PEM/2020 tentang Pemberhentian Penjabat Kepala Desa persiapan dan Pengangkatan Penjabat Kepala Desa Definitif di Kabupaten Lombok Utara.

Sepuluh penjabat Kepala Desa tersebut adalah Bahrain Fahmi sebagai penjabat Kepala Desa Menggala Kecamatan Pemenang, Asmar Penjabat Kepala Desa Segara Katon Kecamatan Gangga, Eko Sekiadim Penjabat Kepala Desa Santong Mulia Kecamatan Kayangan, Budi Hartono Penjabat Kepala DEsa Sama Guna Kecamatan Tanjung, Sumarto sebagai Penjabat Kepala Desa Rempek Darussalam Kecamatan Gangga,

Kemudian Lidep Penjabat Kepala Desa Selelos Kecamatan Gangga, Kayadin, Penjabat Kepala Desa Pansor Kecamatan Kayangan, Raden Sri Gede Penjabat Kepala Desa Andalan Kecamatan Bayan, Atsah Penjabat Kepala Desa Gunjan Asri Kecamatan Bayan, dan Raden Hery Karsana Penjabat Kepala Desa Batu Rakit Kecamatan Bayan.

Bupati Lombok Utara dalam sambutan upacara HUT ke 12 KLU mengatakan, pihaknya menyerahkan “kode desa” dari pemerintah Kabupaten Lombok Utara kepada 10 (sepuluh) desa persiapan sebagai kado perayaan hari bersejarah bagi Lombok Utara tahun 2020.

Penyerahan kode desa itu menandakan definitifnya sepuluh desa tersebut, dan dalam waktu dekat akan mendapatkan pengesahannya melalui pengundangan Peraturan Daerah Kabupaten Lombok Utara sesuai amanat peraturan perundang-undangan.

“Penyerahan kode desa ini dirangkaikan dengan pelantikan penjabat Kepala Desa pada masing-masing desa pemekaran yang didefinitifkan,” cetus Bupati Najmul.

Menurut orang nomor satu di KLU itu, kebijakan yang mengatensi usulan desa definitif merupakan bentuk responsif Pemerintah Pusat terhadap eksistensi pemerintahan desa. Pasalnya, usulan 10 pemekaran desa di Lombok Utara telah menjadi kenyataan.

Pihaknya juga mengapresiasi program kampung sehat yang dapat memacu siklus masyarakat melakukan pola hidup bersih dan sehat serta terhindar dari pandemi Covid-19, guna mewujudkan pembangunan berkelanjutan menuju Lombok Utara maju di era baru, sehat cemerlang, dan tangguh bencana.

“Kami sampaikan terima kasih yang tulus kepada instansi, lembaga, donatur, dan pemerintah daerah yang berkontribusi bagi kemanusiaan. Memberi bantuan kepada pemerintah Kabupaten Lombok Utara untuk menunjang percepatan penanganan Covid-19 di antero gumi Tioq Tata Tunaq,” pungkas Sekjen APKASI itu.

api




Puncak Peringatan 12 Tahun KLU, Cinderamata Untuk Mantan Sekda dan Penghargaan bagi ASN

Bupati Najmul mengajak seluruh lapisan masyarakat bumi Tioq Tata Tunaq menjadi pejuang Covid-19 guna menyongsong tatanan era kenormalan baru

TANJUNG.lombokjournal.com —  Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) memperingati hari ulang tahun (HUT) KLU ke-12,  hari Selasa tanggal 21 Juli 2020,  yang digelar secara virtual di aula Kantor Bupati, yang  diikuti  seluruh  Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkab Lombok Utara, Selasa (21/07/30).

Bupati Lombok Utara, DR H. Najmul Ahyar, SH, MH mengatakan, momentum peringatan HUT ke-12 Kabupaten Lombok Utara, Pemerintah Daerah menyampaikan penghargaan dan apresiasi luhur atas pengunduran diri Sekretaris daerah sebagai aparatur sipil negara (ASN) karena memasuki masa pensiun.

“Tiada ucapan yang patut kami persembahkan selain terima kasih yang setulus-tulusnya atas kiprah, pengabdian, perkhidmatan, serta dharmabakti saudara selama memangku amanah sekretaris daerah Kabupaten Lombok Utara,” kata Bupati Najmul.

Menurut bupati, banyak kenangan yang bisa dikenang selama berinteraksi selama ini, terutama pada masa ketika bersama-sama memperjuangkan terbentuknya Kabupaten Lombok Utara 2008 silam.

“Sebagai salah satu tokoh dari sejumlah pejuang pemekaran, beliau banyak memberi kontribusi bagi terbentuknya Kabupaten Lombok Utara,” imbuhnya.

Bupati Najmul juga mengapresiasi tiga atlet nasional kebanggaan Lombok Utara, Lalu Muhammad Zohri, Sudirman Hadi, dan Mirawan, atas prestasi dan kiprahnya mengharumkan Kabupaten Lombok Utara dan Provinsi Nusa Tenggara Barat di kancah nasional maupun internasional.

Dalam kesempatan bersejarah itu, Pemerintah Daerah juga memberi penghargaan kepada ASN lingkup Kabupaten Lombok Utara kepada Zaenal Idrus, SH mantan Inspektur Inspektorat KLU.

Zaenal, dianggap layak mendapat penghargaan lantaran selama memangku amanah di Inspektorat KLU telah mencurahkan segenap tenaga dan pikirannya.

Jasa, dharmabakti dan kiprah luhur Zaenal membuahkan hasil mengantarkan KLU mendapat penghargaan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari BPK RI selama 6 kali berturut-turut sejak tahun 2014-2019.

“Pak Zaenal telah bekerja maksimal. Tahun 2018 KLU masuk kategori salah satu daerah zona hijau di Indonesia berdasarkan penilaian Ombudsman RI. KLU dinilai memiliki tingkat kepatuhan tinggi oleh Ombudsman dalam pelayanan publik,” terang Sekjen APKASI itu.

Sementara Sukardi, S.Pd.SD ASN pada Dinas Dikpora juga diberi penghargaan karena telah menunjukkan pengabdian total dalam dunia pendidikan.

Begitu pula drh. Sarudi, ASN pada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian juga diberikan penghargaan sebagai apresiasi atas nilai tertinggi yang diperolehnya dalam ujian kedinasan.

Datu Aki Kertajati layak mendapat penghargaan atas kiprah luhurnya sebagai tokoh kebudayaan KLU, di mana sampai akhir hayatnya tetap berkomitmen mengelola kebudayaan.

“Hari ini sembilan hari beliau wafat (Aki Kertajati-red), mari kita bacakan alfatihah” ajak bupati.

Tak hanya itu, Pemda Lombok Utara memberikan santunan kepada ASN yang telah menunjukkan kinerja optimal, pengabdian dan kiprah total pada instansi masing-masing, yaitu Brora Bildi ASN Dinas Perhubungan, Kelautan dan Perikanan KLU, serta Zahid Muharram ASN Satpol PP dan Damkar di KLU.

Bupati Najmul mengajak seluruh lapisan masyarakat bumi Tioq Tata Tunaq menjadi pejuang Covid-19 guna menyongsong tatanan era kenormalan baru.

Pemerintah Daerah memberikan apresiasi seraya berterima kasih yang tulus kepada para perintis pemekaran KLU, para sesepuh dan pini sepuh, para mantan bupati, pimpinan dan segenap anggota DPRD KLU, pimpinan dan segenap jajaran TNI/Polri, para kepala OPD, para camat dan para kepala desa.

“Kami sampaikan terima kasih yang tulus kepada tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, pimpinan ormas, pimpinan organisasi wanita, pimpinan media, nakes, guru, pemuda, mahasiswa dan pelajar, petani, peternak, nelayan karena telah berkontribusi membangun daerah,” tutup lulusan Doktor Hukum Unibraw Malang ini.

Rangkaian upacara HUT KLU ke-12 dipimpin oleh AKP Tedi tersebut, diakhiri dengan penyerahan piagam penghargaan dan cenderamata kepada mantan Sekda KLU Drs. H. Suardi, MH oleh Bupati didampingi Wabup dan Ketua DPRD KLU.

Hadir dalam peringatan HUT ke-12 KLU tersebut, Direktur Toponimi dan Batas Antar Daerah, Indra Gunawan, SE, MPA, Unsur Forkopimda Provinsi NTB, Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH, Wakil Bupati H. Sarifudin, SH, MH, Ketua DPRD Lombok Utara Nasrudin, SHI, Forkopimda KLU, Perintis dan sesepuh KLU yang juga mantan Bupati Lombok Utara H. Djohan Sjamsu, SH, dan para pejabat eselon II serta tamu undangan lainnya.

api