UPDATE Covid-19: Hari Sabtu, 25 Juli 2020, Bertambah 20 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 22 Orang, Kasus kematian 1 (satu) Orang

Masyarakat dihimbau agar senantiasa tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan dalam seluruh aktifitas sosial dan ekonomi

MATARAM.lombokjournal.com — Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR Prodia, Laboratorium TCM RSUD Provinsi NTB, dan Laboratorium TCM RSUD Praya mengkonfirmasi, ada tambahan 20 pasien positif Covid-19, dan pasien yang dinyatakan sembuh 22 orang.

Lalu Gita Aryadi

Siaran pers hari Sabtu (25/07/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah sebanyak 505 sampel dengan hasil 458 sampel negatif, 27 sampel positif ulangan, dan 20 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 22 orang, kasus kematian 1 (satu) orang.

Dengan adanya tambahan 20 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 22 tambahan sembuh baru, dan 1 (satu) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Sabtu (25/7/2020) sebanyak 1.903 orang, dengan perincian 1.197 orang sudah sembuh, 106 meninggal dunia, serta 600 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.

Diharapkan juga kepada petugas kesehatan di kabupaten/kota melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran virus Covid-19.

TAMBAHAN 20 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 22 ORANG, KEMATIAN BARU 1 (SATU) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 1884, an. Tn. KS, laki-laki, usia 59 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  2. Pasien nomor 1885, an. Ny. NJ, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Sayang Sayang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1055. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  3. Pasien nomor 1886, an. Tn. MFHW, laki-laki, usia 21 tahun, penduduk Kelurahan Monjok Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  4. Pasien nomor 1887, an. Tn. FKAP, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Desa Tanak Beak, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1776. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  5. Pasien nomor 1888, an. Ny. AW, perempuan, usia 46 tahun, penduduk Kelurahan Karang Baru, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  6. Pasien nomor 1889, an. Tn. MA, laki-laki, usia 49 tahun, penduduk Kelurahan Kebun Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSAD Wirabhakti Mataram dengan kondisi baik;
  7. Pasien nomor 1890, an. Ny. LE, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Monjok Timur, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  8. Pasien nomor 1891, an. An. MAS, laki-laki, usia 12 tahun, penduduk Kelurahan Monjok Timur, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  9. Pasien nomor 1892, an. Tn. M, laki-laki, usia 73 tahun, penduduk Desa Kuripan, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  10. Pasien nomor 1893, an. Ny. M, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Desa Kuripan Timur, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1649. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  11. Pasien nomor 1894, an. Tn. IKS, laki-laki, usia 56 tahun, penduduk Kelurahan Monjok Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  12. Pasien nomor 1895, an. Ny. IL, perempuan, usia 58 tahun, penduduk Desa Lembar, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  13. Pasien nomor 1896, an. Ny. BASA, perempuan, usia 22 tahun, penduduk Desa Babusalam, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  14. Pasien nomor 1897, an. Tn. MFAA, laki-laki, usia 22 tahun, penduduk Desa Rensing, Kecamatan Sakra Barat, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Bhayangkara Mataram dengan kondisi baik;
  15. Pasien nomor 1898, an. Ny. SIS, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Bhayangkara Mataram dengan kondisi baik;
  16. Pasien nomor 1899, an. Tn. S, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Desa Parampuan, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Bhayangkara Mataram dengan kondisi baik;
  17. Pasien nomor 1900, an. Ny. LP, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Kuripan, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  18. Pasien nomor 1901, an. An. ASN, perempuan, usia 15 tahun, penduduk Desa Kekeri, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  19. Pasien nomor 1902, an. Tn. IMAA, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Desa Lingsar, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1364. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  20. Pasien nomor 1903, an. Tn. KJ, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Monjok, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga dengan kondisi baik.

Hari Sabtu terdapat penambahan 22 orang yang sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif, yaitu :

  1. Pasien nomor 812, an. Ny. M, perempuan, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Dasan Agung, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 1163, an. Ny. BNA, perempuan, usia 45 tahun, penduduk Kelurahan Karang Pule, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  3. Pasien nomor 1166, an. Tn. HF, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Peteluan Indah, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat;
  4. Pasien nomor 1169, an. Ny. BS, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Desa Bagik Polak, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
  5. Pasien nomor 1246, an. Tn. IMA, laki-laki, usia 53 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Utara, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  6. Pasien nomor 1252, an. Ny. ADL, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  7. Pasien nomor 1312, an. Tn. MT, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Desa Bengkel, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
  8. Pasien nomor 1334, an. Tn. PES, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  9. Pasien nomor 1342, an. Ny. BS, perempuan, usia 55 tahun, penduduk Desa Rumak, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat;
  10. Pasien nomor 1355, an. Tn. MF, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Utara, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  11. Pasien nomor 1426, an. Ny. B, perempuan, usia 70 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  12. Pasien nomor 1474, an. Ny. SS, perempuan, usia 45 tahun, penduduk Desa Terong Tawah, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
  13. Pasien nomor 1558, an. Tn. IND, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  14. Pasien nomor 1589, an. Tn. F, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  15. Pasien nomor 1590, an. Tn. FS, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Pejarakan Karya, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  16. Pasien nomor 1629, an. Tn. NRS, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  17. Pasien nomor 1630, an. Tn. TH, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Desa Pringgarata, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah;
  18. Pasien nomor 1660, an. Tn. A, laki-laki, usia 58 tahun, penduduk Desa Sigerongan, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat;
  19. Pasien nomor 1678, an. Tn. Z, laki-laki, usia 53 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  20. Pasien nomor 1679, an. Tn. A, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  21. Pasien nomor 1695, an. Tn. MW, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  22. Pasien nomor 1696, an. Tn. N, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Desa Perina, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah.

Hari Sabtu ini juga terdapat penambahan 1 (satu) kasus kematian baru, yaitu pasien nomor 1751, an. Ny. BDI, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Tiwugalih, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah.

Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, Lalu Gita Aryadi berharap, masyarakat yang memiliki penyakit tidak menular tesebut untuk lebih menjaga kesehatan, segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat.

“Berupaya mencegah terinfeksi Covid-19 dengan cara tidak keluar rumah, memakai masker bila harus keluar rumah, melakukan physical distancing, sering cuci tangan, dan tidak merokok,” katanya.

Masyarakat dihimbau agar senantiasa tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan dalam seluruh aktifitas sosial dan ekonomi, terutama di tempat-tempat keramaian seperti mall, pasar tradisional dan pusat-pusat perbelanjaan serta diberbagai tempat  diselenggarakannya kegiatankegiatan sosial.

“Hal terpenting bagi kitam untuk dapat beradaptasi dengan tatanan baru kehidupan saat ini adalah dengan taat dan disiplin menerapkan protokol kesehatan dan pencegahan Covid-19, agar kita semua dapat tetap beraktifitas, produktif, sehat dan aman di tengah pandemi ini,” kata Lalu Gita Aryadi.

AYA/Rr

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 08180211 8119




Cerita Pekerja Pariwisata yang Dirumahkan Saat Wabah Covid-19, Tanpa Pesangon dan Sulit Dapat Pekerjaan Lain

Sang manager masih tetap dengan jawabannya bahkan setengah menantang, mempersilahkan Markes untuk mengadukan perusahaan ke instansi yang melindungi tenaga kerja

MATARAM.lombokjournal.com — Banyak pekerja pariwisata NTB  kena pemutusan hubungan kerja (PHK) dan dirumahkan sementara oleh perusahaan sebagai dampak mewabahnya pandemi Covid-19.

Sebagian besar dari pekerja pariwisata yang mengalami PHK dan dirumahkan sementara tersebut, tidak diberikan pesangon atau bantuan lain oleh perusahaan tempatnya bekerja. Jumat, (24/07/2020).

Markes (bukan nama sebenarnya), seorang karyawan di salah satu hotel berbintang di Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, misalnya.

Sejak dirumahkan beberapa bulan lalu, ia dan beberapa karyawan lain belum mendapat uang pesangon atau jenis bantuan apa pun dari perusahaan tempatnya bekerja. Padahal, ia telah bekerja selama bertahun-tahun dan memiliki jabatan cukup tinggi di perusahaan.

“Kalau sudah teken kontrak harusnya dapat tunjangan, pesangon. Di sini ndak ada sama sekali yang saya lihat perusahaan. Hampir semua. Bisa dikatakan, hanya dua persen yang masih kasih gaji, tunjangan. Tapi dia kerja. Datang bersih-bersih. 80 persen tidak ada sama sekali pesangon. Gaji pun tidak,” ungkapnya kepada LombokJournal.com.

Markes menjelaskan, atas desakan beberapa rekannya agar menyuarakan masalah tersebut ke perusahaan, ia pun menemui manager umum. Sang manager yang diharapkan memberikan solusi justru menyampaikan, jika perusahaan tidak bisa berbuat apa pun.

Merasa tidak cukup dengan jawaban itu, Markes mengatakan ke sang manager jika tindakan yang diambil perusahaan keliru karena melanggar aturan terkait ketenagakerjaan.

Sang manager masih tetap dengan jawabannya bahkan setengah menantang, mempersilahkan Markes untuk mengadukan perusahaan ke instansi yang melindungi tenaga kerja.

“Justru teman-teman itu yang meminta. Karena saya kan leadernya di sana, ‘ayo pak bagaimana?’ akhirnya saya tanyakan ke GM (General Manager).

GM bilang ndak bisa karena dari Owner Direksi tidak ada jawaban.

“Bagaimana pak, terkait Disnaker nanti?’ silahkan mau ke Dinsaker mau lapor ke mana silahkan. GM nantang gitu. Kami mau berbuat apa. ‘Kami juga punya kebijakan sebagai perusahaan,” tuturnya sembari beberapa kali menirukan jawaban menejer umum perusahaannya.

Perlu diketahui, Markes sebenarnya melanggar aturan perusahaannya karena menyampaikan fakta tersebut ke publik. Sebagaimana yang dilakukan manager umum, begitulah semestinya ia berlaku: menekan bawahannya.

“Saya yang sudah masuk managemen, sebenarnya ndak boleh berbicara tentang ini. Harus apa yang dikatakan owner company, direksi, itu harus saya ngikut. Harus saya tekan ke staf ke bawahan agar tidak mengerti tentang itu,” katanya.

Lebih jauh, Markes mengungkapkan, apa yang dialaminya juga dialami hampir semua karyawan yang bekerja di hotel-hotel yang ada di Gili Trawangan.

Bahkan hotel Ombak Sunset dan hotel Villa Ombak yang notabene sebagai ‘icon’ tiga gili (Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air) diakuinya menerapkan kebijakan serupa ke para pekerjanya.

“Icon di Gili Trawangan itu kan Ombak Sunset dan Villa Ombak, sama,” ujarnya.

Di samping itu, sebelum pandemi Covid-19 pendapatan bersih rata-rata hotel besar di Gili Trawangan bisa mencapai dua sampai tiga miliar per bulan. Hal tersebut diketahui Markes karena jabatannya di prusahaan memungkinkannya mengakses laporan keuangan beberapa hotel.

Karena dalam meraup untung besar tersebut hotel-hotel juga dibantu para pekerja, harusnya mereka tidak lepas tangan dengan tetap bertanggung jawab meski kondisi perusahaan sedang sulit seperti sekarang.

“Sampai satu bulan itu dapat dua miliar, tiga miliar income bersih sudah itu, bahkan lima miliar. Tapi mau gimana? Owner juga punya hak untuk berbicara, company punya hak untuk mengatur,” sesalnya.

Tetap Penuh Harapan

Kendati menerima kenyataan pahit tidak lagi memiliki pekerjaan utama, Markes menerangkan jika dirinya tidak ingin terlalu lama untuk larut dalam kesusahan dan kesedihan dengan mulai mencari pekerjaan lain.

Walaupun, dia mengatakan sangat sulit menemukan pekerjaan pada masa pandemi seperti sekarang, ia tetap optimis.

Saat ini ia bekerja serabutan, mengerjakan apa pun yang bisa mendatangkan uang. Ia punya cita-cita membuka usaha suatu saat nanti, saat ini, ia belum memiliki modal.

Di luar itu, ia masih menjalin komunikasi guna saling bertukar pendapat dan informasi pekerjaan dengan para karyawan lain yang mengalami nasib sama dengannya, terutama karyawan yang berada di bawahnya ketika bekerja di hotel.

Ia pun bersyukur karena tak memiliki hutang sebagaimana beberapa rekan sesama pekerja pariwisata yang semasih bekerja dulu mengambil pinjaman bank dan mengambil kredit rumah. Dengan kondisi tanpa penghasilan saat ini, betapa berat beban yang harus mereka pikul.

“Teman-teman yang ambil kredit rumah. Mereka harus setor tiap bulan. Uang dari mana,” katanya.

Ast




UPDATE Covid-19: Hari Jum’at, 24 Juli 2020, Bertambah 33 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 13 Orang, Kasus kematian 2 (dua) Orang

“Bagi kita, yang terpenting dapat beradaptasi dengan tatanan baru dengan taat dan disiplin menerapkan protokol kesehatan dan pencegahan Covid-19”

MATARAM.lmbokjournal.com – Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR RSUD R. Soedjono Selong, Laboratorium PCR Prodia, Laboratorium TCM RSUD Provinsi NTB, Laboratorium TCM RSUD H.L. Manambai Abdulkadir, dan Laboratorium TCM RSUD Kota Mataram mengkonfirmasi, ada tambahan 33 pasien positif Covid-19, dan pasien yang dinyatakan sembuh 13 orang.

Lalu Gita Aryadi

Siaran pers hari Jum’at (24/07/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah sebanyak 526 sampel dengan hasil 441 sampel negatif, 52 sampel positif ulangan, dan 33 sampel kasus baru positif Covid-19,  kasus kematian 2 (dua) orang.

Dijeaskan, adanya tambahan 33 kasus baru terkonfirmasi positif, 13 tambahan sembuh baru, dan 2 (dua) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Jum’at ini (24/7/2020) sebanyak 1.883 orang, dengan perincian 1.175 orang sudah sembuh, 105 meninggal dunia, serta 603 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

Menurut Lalu Gita, untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.

TAMBAHAN 33 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 13 ORANG, KEMATIAN BARU 2 (DUA) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 1851, an. Tn. SS, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Desa Sigerongan, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  2. Pasien nomor 1852, an. Tn. D, laki-laki, usia 64 tahun, penduduk Desa Tempos, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Provinsi NTBdengan kondisi baik;
  3. Pasien nomor 1853, an. Ny. N, perempuan, usia 54 tahun, penduduk Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  4. Pasien nomor 1854, an. Ny. NA, perempuan, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  5. Pasien nomor 1855, an. Ny. SR, perempuan, usia 61 tahun, penduduk Kelurahan Babakan, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga dengan kondisi baik;
  6. Pasien nomor 1856, an. Tn. AD, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  7. Pasien nomor 1857, an. Tn. PP, laki-laki, usia 63 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Awet Muda Narmada dengan kondisi baik;
  8. Pasien nomor 1858, an. Tn. T, laki-laki, usia 58 tahun, penduduk Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  9. Pasien nomor 1859, an. Ny. SH, perempuan, usia 48 tahun, penduduk Desa Sandik, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Siloam Mataram dengan kondisi baik;
  10. Pasien nomor 1860, an. Tn. U, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Desa Naru, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima. Pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1581 dan 1745. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Sape dengan kondisi baik;
  11. Pasien nomor 1861, an. Ny. T, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Desa Jis, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima. Pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1581. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Sape dengan kondisi baik;
  12. Pasien nomor 1862, an. Ny. TL, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Kuripan, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga dengan kondisi baik;
  13. Pasien nomor 1863, an. Tn. SJ, laki-laki, usia 64 tahun, penduduk Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga dengan kondisi baik;
  14. Pasien nomor 1864, an. Ny. DI, perempuan, usia 47 tahun, penduduk Desa Gerung Selatan, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patuh Patut Patju dengan kondisi baik;
  15. Pasien nomor 1865, an. Tn. IKD, laki-laki, usia 67 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Utara, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  16. Pasien nomor 1866, an. Ny. HRN, perempuan, usia 63 tahun, penduduk Desa Presak, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  17. Pasien nomor 1867, an. Ny. A, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Desa Bagik Polak, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  18. Pasien nomor 1868, an. Tn. SAPY, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSI Siti Hajar Mataram dengan kondisi baik;
  19. Pasien nomor 1869, an. Ny. R, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Desa Tanjung, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Tanjung dengan kondisi baik;
  20. Pasien nomor 1870, an. Ny. S, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Desa Sigar Penjalin, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Tanjung dengan kondisi baik;
  21. Pasien nomor 1871, an. Ny. HA, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji dengan kondisi baik;
  22. Pasien nomor 1872, an. Ny. W, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Mamben Daya, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji dengan kondisi baik;
  23. Pasien nomor 1873, an. Ny. S, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Babakan, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  24. Pasien nomor 1874, an. Ny. LD, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Desa Tegal Maja, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Tanjung dengan kondisi baik;
  25. Pasien nomor 1875, an. Ny. N, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Pengenjek, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Praya dengan kondisi baik;
  26. Pasien nomor 1876, an. Ny. NNRS, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Timur, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  27. Pasien nomor 1877, an. Ny. NMW, perempuan, usia 68 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Selatan, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  28. Pasien nomor 1878, an. Ny. NKM, perempuan, usia 59 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Selatan, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  29. Pasien nomor 1879, an. Tn. DU, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Karang Baru, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  30. Pasien nomor 1880, an. Ny. AR, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Karang Pule, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  31. Pasien nomor 1881, an. Ny. NDP, perempuan, usia 22 tahun, penduduk Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  32. Pasien nomor 1882, an. Ny. MM, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Karang Pule, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  33. Pasien nomor 1883, an. Tn. IPW, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik.

Dipermaklumkan beberapa hal sebagai berikut:

  • Berdasarkan hasil klarifikasi terhadap pasien Covid-19 nomor 1817 yang semula diumumkan sebagai penduduk Kelurahan Sapta Marga, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram, bahwa pasien sesungguhnya berdomisili di Desa Terong Tawah, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
  • Berdasarkan hasil klarifikasi terhadap pasien Covid-19 nomor 1824 yang semula diumumkan penduduk Desa Tapir, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat, bahwa pasien sesungguhnya berdomisili di Desa Lekong, Kecamatan Alas Barat, Kabupaten Sumbawa.

Hari Jum’at ini terdapat penambahan 13 orang yang sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif, yaitu :

  1. Pasien nomor 983, an. Ny. SR, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Monjok Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 1017, an. Ny. K, perempuan, usia 64 tahun, penduduk Kelurahan Monjok, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  3. Pasien nomor 1143, an. Tn. LMFK, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Desa Puyung, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah;
  4. Pasien nomor 1214, an. Ny. H, perempuan, usia 54 tahun, penduduk Desa Lembah Sari, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat;
  5. Pasien nomor 1288, an. An. CNR, perempuan, usia 7 tahun, penduduk Desa Langko, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat;
  6. Pasien nomor 1514, an. Ny. S, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Desa Parampuan, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
  7. Pasien nomor 1517, an. Ny. DMDP, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Desa Bug Bug, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat;
  8. Pasien nomor 1635, an. Tn. PJ, laki-laki, usia 57 tahun, penduduk Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  9. Pasien nomor 1697, an. Tn. DI, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  10. Pasien nomor 1709, an. Tn. M, laki-laki, usia 57 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  11. Pasien nomor 1717, an. Tn. AM, laki-laki, usia 65 tahun, penduduk Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  12. Pasien nomor 1756, an. Tn. BFA, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  13. Pasien nomor 1758, an. Tn. INAS, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram.

Hari Jum’at ini juga terdapat penambahan 2 (dua) kasus kematian baru, yaitu :

  1. Pasien nomor 1769, an. Tn. M, laki-laki, usia 43 tahun, penduduk Desa Pringgajurang, Kecamatan Montong Gading, Kabupaten Lombok Timur;
  2. Pasien nomor 1821, an. Tn. LM, laki-laki, usia 75 tahun, penduduk Kelurahan Monjok Timur, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Pasien memiliki riwayat komorbid.

Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB menghimbau, seluruh masyarakat agar senantiasa tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan dalam seluruh aktifitas sosial dan ekonomi, terutama di tempat-tempat keramaian seperti mall, pasar tradisional dan pusat-pusat perbelanjaan serta di berbagai tempat diselenggarakannya kegiatan-kegiatan sosial.

“Bagi kita, yang terpenting dapat beradaptasi dengan tatanan baru kehidupan saat ini adalah dengan taat dan disiplin menerapkan protokol kesehatan dan pencegahan Covid-19, agar kita semua dapat tetap beraktifitas, produktif, sehat dan aman di tengah pandemi ini,” katanya.

Ditegaskan, protokol kesehatan dan pencegahan ini harus terus kita terapkan secara disiplin dan ketat sampai vaksin atau obat Covid-19 ditemukan, agar kasus positif baru dan korban meninggal dapat benar-benar kita tekan dan hentikan.

Selain itu untuk memaksimalkan upaya pencegahan, diharapkan kepada masyarakat untuk dapat kooperatif terhadap kegiatan contact tracing yang dilakukan oleh petugas. Serta tidak boleh ada stigma negatif jika ada di antara warga kita atau tetangga yang terkonfirmasi positif.

“Mari kita terus memperkuat kolaborasi, kerja sama dan tetap semangat untuk melakukan pembinaan, sosialisasi dan edukasi secara humanis dan persuasif untuk meminimalisir jatuhnya korban akibat Covid-19,” kata Lalu Gita Aryadi

AYA/Rr

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 08180211 8119.

 




Pemprov Akan Lakukan Tracing dan Swab Gratis untuk Pedagang di Pasar

Tim Gugus Tugas telah menemukan empat pasien Covidi-19 yang tertular di pasar tradisional. Salah satu dari pasien tersebut dinyatakan meninggal

MATARAM.lombokjournal.com — Pemerintah Provinsi melalui Dinas Kesehatan dan Dinas Perdagangan dengan melibatkan TNI dan Polri,  pada hari Selasa (28/07/20), akan melakukan Tracing kontak kepada pegawai serta pedagang  yang ada di pasar Kebon Roek Ampenan, Mataram.

“Kita besok itu tracing dulu karena ternyata dari data kita, ada pasien-pasien positif dari yang bekerja di sekitar pasar  Kebon Roek,” ujar Kepala Dinas Kesehatan, Nurhandini Eka Dewi usai menggelar rapat di Kantor Gunernur NTB, Jumat (24/07/20).

Nurhandini menjelaskan, jika akan mulai traching kepada orang-orang terdekat pasien yang bekerja di pasar Kebon Roek, tak terkecuali tracing juga akan dilakukan kepada para pedagang yang ada di pasar tersebut.

“Kita mulai dari tracing hari Selasa, di satu tempat sebanyak 300  orang yang akan dites, seperti tes Swab guna mengetahui apa ada yang reaktif atau tidak dan tes itu akan kita lakukan sehari saja dalam satu gerakan,”ujar Eka sapaan akrabnya

Sebelumnya Tim Gugus Tugas telah menemukan empat pasien Covid-19 yang tertular di pasar tradisional. Salah satu dari pasien tersebut dinyatakan meninggal.

“Data kita yang bekerja di Kebon Roek itu positif, kalau di Mandalika ada dua, satu meninggal  dan sekarang ada 4 orang di Kebon Roek. Ini posisi sekarang terkena di pasar,” katanya.

Petugas kesehatan yang akan diterjunkan untuk mengambil swab dan rapid test sebanyak 12 orang.

“Ada 12 tenaga kesehatan yang sudah kita latih itu nanti yang akan kita turunkan,” katanya.

AYA




Silaturrahmi ICSB, Bunda Niken Optimis UMKM Bisa Jadi Pemain Utama di MotoGP

ISBC memiliki empat pilar pendukung, yakni terdiri dari akademisi, peneliti, pemerintah dan pelaku bisnis

MATARAM.lombokjournal.com – Setelah beberapa hari lalu resmi dilantik, pengurus International Council for Small Business (ICSB) NTB, menggelar pertemuan pertamanya dengan pengurus atau perwakilan organisasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) se- NTB, di Aula Pendopo Gubernur, Jumat (24/07/20)

ICSB memang sudah lama eksis, tapi merupakan organisasi baru di NTB. Melalui silaturahmi tersebut, ICSB membangun sinergi dan menyerap segala aspirasi dari berbagai pihak.

”Kami menyadari, sebelum kami bertindak lebih jauh kami perlu untuk menangkap aspirasi, kegelisahan, opini dan harapan harapan yang ada dari pengurus UMKM UMKM di Nusa Tenggara Barat,” ujar Ketua ICSB Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah.

UMKM dipercaya mampu bertahan dan menjaga perekonomian di NTB, terlebih dalam berbagai kondisi yang terjadi di NTB. Sehingga peningkatan kualitas UMKM sangat perlu dilakukan.

Pada gempa bumi yang melanda NTB, terlebih Lombok pada tahun 2018 silam, berkat bantuan dari berbagai penjuru dunia, dalam waktu kurang dari setahun NTB mampu bangkit.

Bahkan pada 2019 pertumbuhan ekonomi di NTB tercacat sebagai tertinggi keempat dari 34 provinsi di Indonesia.

Ketika pertumbuhan ekonomi mengalami kenaikan yang signifikan, lanjut Bunda Niken, kita kembali dilanda oleh musibah yakni pandemi covid-19.

Pandemi covid-19 yang tidak hanya melanda NTB akan tetapi juga melanda dunia.

“Saya melihat dari penurunan yang terjadi dari sisi perekonomian itu ketika pandemi Covid-19 ini kita turun nya lebih sedikit, yang mana dulu kita -4 persen dan saat ini hanya -2 persen, artinya kita dari sisi perekonian mungkin sudah lebih kuat, artinya meski kita sangat menderita namun kita bisa menghadapi ini dengan lebih baik lagi,” ujarnya.

Hal itu semakin membuat Bunda Niken semakin optimis. Pada perhelatan MotoGP 2021 mendatang UMKM NTB akan menjadi pemain utama dalam giat tersebut.

Untuk itu, Bunda Niken mengajak akan terus mengobarkan semangat dan memperkuat kolaborasi UMKM menyambut perhelatan MotoGP itu.

“Mudah mudahan bisa memberikan semangat bagi kita semua, kita akan berdaulat di budaya kita sendiri, kita akan menjadi penyedia dari event 2021 tersebut, kita akan menjadi orang orang yang sangat diuntungkan dengan adanya hal tersebut,” katanya.

Menurutnya, dewasa ini segala sesuatu terkoneksi dengan internet sehingga peran anak muda sangat penting, dalam membantu pertumbuhan UMKM dan membuat UMKM UMKM baru, tentunya yang lebih tanggap, lebih segar dan lebih kreatif.

“Secara garis besar ICSB kita akan menggerakkan atau menggairahkan terbentuknya wirausaha baru, kita melihat masih banyak potensi yang bisa dilakukan, masih banyak lagi usaha yang bisa dilaksanakan, dan kita akan dukung, kita akan gairahkan anak anak muda untuk maju dan berani menjadi seorang wirausahawan,” katanya.

Tidak hanya menggerakkan hadirnya wirausaha baru, ICBS juga akan membantu wirausaha yang telah ada untuk terus meningkatkan kualitasnya.

Ketua DPD IWAPI NTB, Hj. Baiq Diyah Ratu Ganefi menyampaikan, pertemuan tersebut sangat langka. Banyak pengurus UMKM di NTB bertemu dan berdiskusi terkait masa depan UMKM di NTB kedepannya.

“Ini kita dipertemukan, ini sangat langka kita dipertemukan seperti ini, kalau bersama sama kita memikirkan kemajuan UMKM maka akan lebih maju, ini kemajuan untuk UMKM dan pengusaha, kami sangat mengapresiasi kegiatan ini,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Diyah juga berbagi beberapa masukan terhadap ICBS dan siap mendukung serta berkolaborasi bersama ICBS.

Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Chairman DPD NTB, Awanadi Aswinabawa mengemukakan, ICSB ini hadir salah satu fungsi dan tujuannya menjadi inkubator untuk UMKM di NTB, sekaligus sebagai katalisator memproses percepatan tumbuh kembangnya UMKM itu sendiri.

“Secara garis besar sebenarnya apabila kita petakan masalah masalah yang utama yang tidak hanya terjadi di NTB,tapi juga di daerah daerah lain, pasti kita akan bicara masalah kualitas produk, SDM, Pemasaran itu sendiri, oleh karena itu dengan hadirnya teman-teman dari Ipmi, Iwapi dan yang lainnya, itu dapat bersinergi dengan ICSB sehingga bisa membantu menciptakan UMKM yang sehat,” terangnya.

Ia memaparka, ISBC memiliki empat pilar pendukung, yakni terdiri dari akademisi, peneliti, pemerintah dan pelaku bisnis.

AYA/HmsNTB




Sekda Minta Sekolah yang Selenggarakan  MPLS, Segera Dihentikan

Perda akan disusun mulai awal Agustus mendatang. Dalam perda tersebut juga diatur denda yang akan diberikan bagi siapa pun yang melanggar

MATARAM.lombokjournal.com  — Sekertaris Daerah (Sekda) NTB, H.L. Gita Aryadi meminta kepada sekolah yang melakukan Masa pengenalan Lingkungan sekolah (MPLS) di masa pandemi untuk sementara di hentikan sampai batas waktu yang ditentukan.

Hal ini sesuai dengan surat Edaran Gubernur yang sudah disebarkan ke seLuruh sekolah yang ada di Kabupaten/ Kota di NTB.

“Sudah minta melakukan penutupan karena kondisi kita seperti itu, kita minta untuk ditutup,” ujar Lalu Gita Aryadi pada, Jumat (24/07/20).

Lalu Gita menjelasakan, hingga kini Pemerintah Provinsi sedang menyiapkan Peraturan Daerah (Perda) terkait kegiatan yang dilakukan di sekolah selama pandemi Covid-19 ini masih berlangsung.

“Dengan segala kesadaran kita minta ditutup dulu kegiatan yang menimbulkn keramaian disekolah, dan berkaitan dengan  itu kita akan menyusun perda, sampai ada denda,” tegasnya.

Sekda memaparkan, di era pandemi ini sudah menjadi tanggung jawab kita agar bagaimana kita bisa semua bisa patuh dalam segala aturan, karena itu demi kesehatan kita bersama.

Perda akan disusun mulai awal Agustus mendatang. Dalam perda tersebut juga diatur denda yang akan diberikan bagi siapa pun yang melanggar.

“Perda mulai Agustus mudahan bisa ditetapkan di DPR akan diatur berupa denda agar bisa memberikan efek jera. Tujuannya  agar keselamatan tetap terjaga, sekali lagi meskipun belum adanya perda kita tentunya harus selalu patuh mentaati ptotokol kesehatan,” kata Sekda,

AYA




2000 Lebih Mesin Siap Dukung UMKM Terus Tumbuh

Gubenur berharap UMKM lokal mampu memproduksi barang yang berkualitas dan memiliki pasar sendiri dengan dukungan permesinan dari Pemprov NTB

MATARAM.lombokjournal.com — Setelah menjaga “dapur” UMKM NTB tetap mengepul dengan program JPS Gemilang, kini Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB akan memproduksi sekitar 2000 permesinan yang akan mendukung UMKM lokal terus bertumbuh.

Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah menyampaikan itu, saat membuka Kegiatan Temu Bisnis Produk Unggulan UMKM Hasil Pendampingan Ekonomi Masyarakat Terdampak Bencana Gempa Bumi dan Covid-19 Provinsi NTB, Kamis, (23/07/20) Golden Palace Hotel Mataram.

Doktor Zul mengilustrasikan kondisi perekonomian NTB saat ini seperti seseorang ketika berhadapan dengan binatang buas di suatu tempat.

Maka orang tersebut akan menggunakan seluruh tenaga dan kekuatan dalam dirinya secara spontan untuk lari dan menyelamatkan diri.

Tembok yang tingginya 3 meter saat diloncati pada keadaan normal sulit dilompati. Namun saat binatang buas mengejar, tembok itu akan mampu lewati, karena tekanan dan kekuatan kekuatan tersembunyi dalam diri kita.

Ilustrasi tersebut, dijelaskan Doktor Zul cukup menggambarkan UMKM di NTB, yang selama 3 tahun belakangan bertubi-tubi diterpa bencana.

Sehingga Doktor Zul berharap, musibah yang dialami seumpama menjadi binatang buas yang memacu UMKM untuk melewati segala rintangan. Dalam artian, bangkit bekerja dan terus berinovasi mengembangkan produknya.

“Pandemi Covid-19 tidak bisa kita hindari, tetapi bisa kita hadapi!” pungkasnya.

Lebih jauh Gubernur lulusan Universitas Strathclyde Glasgow tersebut menjelaskan, sebelumnya Program JPS Gemilang sudah berani memberdayakan UMKM. Diakuinya harga produk dan kualitas masih di bawah produk pabrikan. Namun hal tersebut menjadi hal yang wajar dalam merintis industrialisasi.

Sehingga dibutuhkan langkah awal untuk memberikan motivasi dan semangat dalam meretas jalan kedepannya.

Ke depan Doktor Zul berharap UMKM lokal mampu memproduksi barang yang berkualitas dan memiliki pasar sendiri dengan dukungan permesinan dari Pemprov NTB. Sepeda listrik, motor listrik, dan berbagai produk kebanggan anak daerah diharapkan dapat terus maju menembus pasar dunia.

Momentum perhelatan akbar Motor GP di Mandalika tahun 2021, sepeda listrik buatan NTB akan ditampilkan saat acara besar dunia itu.

“Kita bayangkan Valentino Rossi dan ribuan penonton dari berbagai belahan dunia, menggunakan sepeda listrik saat event itu, betapa bangganya kita” jelas Gubernur Zul

Gubernur turut mengapresiasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Mataram (LPPM UNRAM) yang telah berperan menjadi mentor para UMKM.

“Tugas LPPM UNRAM sebagai mentor yang mendampingi UMKM. Harus mampu membangkitkan spirit dan memberi cambukan untuk UMKM agar dapat bangkit berlari dan terus berkarya,” tutup Doktor Zul.

Membangkitkan semangat dunia usaha

Deputi Rehabilatasi dan Rekonstruksi BNPB Ir. Rifai M. BA mengapresiasi langkah Gubernur NTB dalam pemberdayaan UMKM, sehingga mampu membangkitkan semangat agar dunia usaha bangkit. Termasuk memproduksi Sepeda Listrik buatan putra daerah.

“Luar biasa pasca gempa bumi dan di tengah pandemi covid-19, NTB mampu bangkit dengan cepat, menggerakan ekonomi kerakyatan sebagai langkah awal meningkatkan nilai dan prodak UMKM lokal,” kata Rifai.

Kegiatan Temu Bisnis tersebut juga menghadirkan salah satu narasumber Kordinator International Council for Small Bussiness NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah.

Menurutnya berdasarkan data Kemenkop RI, sektor UMKM menjadi andalan pemerintah dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di tengah lesunya ekonomi global.

Terbukti UMKM berkontribusi terhadap PDB Nasional sebesar 60,34 persen, menyerap tenaga kerja sebesar 97 persen, juga berkontribusi terhadap nilai ekspor sebesar 14,17 persen, serta mencatat nilai investasi sebesar 58,18 persen jelas Bunda Niken sapaan akrabnya

Menurut Ketua Dekranasda NTB ini, di Provinsi NTB ada 645 ribu unit UMKM NTB dan mampu  menyerap 1,695 jt pekerja. Begitupun IKM ada 96.205 unit dan menyerap 259,14 rb pekerja  NTB.

“Ini artinya UMKM/IKM sangat berpeluang menjadi  produsen komoditi kebutuhan masyarakat  yg sblmnya dipasok dari luar daerah/impor,” kata Bunda Niken sapaan akrabnya.

Bunda Niken juga mengingatkan para  UMKM agar tetap produktif dengan NTB (Nurut tatanan Baru). Yaitu tetap produktif disertai dengan penerapan SOP Protokol Kesehatan Covid-19.

Turut hadir pada kegiatan ini, Wakil Rektor IV Unram, Perwakilan pimpinan Bank-Bank di NTB, Para Kepala Perangkat Daerah dan 24 UMKM hasil binaan LPPM Unram.

@diskominfotik_ntb

 




UPDATE Covid-19: Hari Kamis, 23 Juli 2020, Bertambah 28 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 16 Orang, Kasus kematian 5 (lima) Orang

Ditekankan hal terpenting, agar kita  beradaptasi dengan tatanan baru kehidupan saat ini adalah dengan taat dan disiplin menerapkan protokol kesehatan dan pencegahan Covid-19

MATARAM.lombokjournal.com – Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR RSUD R. Soedjono Selong, Laboratorium TCM RSUD Provinsi NTB, Laboratorium TCM RSUD H.L. Manambai Abdulkadir, dan Laboratorium TCM RSUD Praya mengkonfirmasi, ada tambahan 33 pasien positif Covid-19, dan pasien yang dinyatakan sembuh 13 orang.

Lalu Gita Aryadi

Siaran pers hari Kammis (23/07/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah sebanyak 268 sampel dengan hasil 205 sampel negatif, 35 sampel positif ulangan, dan 28 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 16 orang,  kasus kematian 5 (lima) orang.

Dijelaskan,  adanya tambahan 28 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 16 tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Kamis  (23/7/2020) sebanyak 1.850 orang, dengan perincian 1.162 orang sudah sembuh, 103 meninggal dunia, serta 585 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.

Diharapkan petugas kesehatan di Kabupaten/Kota melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran virus Covid-19.

TAMBAHAN 28 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 16 ORANG, KEMATIAN BARU 5 (LIMA) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 1823, an. Ny. HS, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Menala, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asyifa dengan kondisi baik;
  2. Pasien nomor 1824, an. Ny. MBS, perempuan, usia 49 tahun, penduduk Desa Tapir, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1644. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Asyifa dengan kondisi baik;
  3. Pasien nomor 1825, an. Ny. S, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Desa Kateng, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Praya dengan kondisi baik;
  4. Pasien nomor 1826, an. Ny. MHN, perempuan, usia 52 tahun, penduduk Desa Taman Sari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien memiliki penyakit komorbid. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
  5. Pasien nomor 1827, an. An. ASP, laki-laki, usia 19 tahun, penduduk Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Bima dengan kondisi baik;
  6. Pasien nomor 1828, an. Ny. DA, perempuan, usia 47 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Selatan, Kecamatan Raba, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Bima dengan kondisi baik;
  7. Pasien nomor 1829, an. Ny. N, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Penatoi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Bima dengan kondisi baik;
  8. Pasien nomor 1830, an. Ny. AS, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Utara, Kecamatan Raba, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerahterjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Bima dengan kondisi baik;
  9. Pasien nomor 1831, an. Ny. N, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Mande, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi.Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Bima dengan kondisi baik;
  10. Pasien nomor 1832, an. Ny. ER, perempuan, usia 58 tahun, penduduk Kelurahan Sadia,Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkitCovid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat inidirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Bima dengan kondisi baik;
  11. Pasien nomor 1833, an. Tn. F, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Nae, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Bima dengan kondisi baik;
  12. Pasien nomor 1834, an. Tn. IGM, laki-laki, usia 57 tahun, penduduk Kelurahan Cilinaya, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien memiliki penyakit komorbid. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
  13. Pasien nomor 1835, an. Tn. A, laki-laki, usia 37 tahun, penduduk berdomisili di Kelurahan Cakranegara Selatan, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji dengan kondisi baik;
  14. Pasien nomor 1836, an. Ny. N, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Desa Pringgabaya, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;
  15. Pasien nomor 1837, an. Tn. A, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Desa Masbagik, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;
  16. Pasien nomor 1838, an. Ny. R, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Desa Masbagik Utara, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1248. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;
  17. Pasien nomor 1839, an. Ny. S, perempuan, usia 53 tahun, penduduk Desa Dasan Geres, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  18. Pasien nomor 1840, an. An. QRR, perempuan, usia 3 tahun, penduduk Desa Gerung Utara, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1395. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  19. Pasien nomor 1841, an. Ny. R, perempuan, usia 70 tahun, penduduk Desa Gerung Utara, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1395. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  20. Pasien nomor 1842, an. Nn. SA, perempuan, usia 19 tahun, penduduk Desa Jagaraga, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  21. Pasien nomor 1843, an. Ny. BDW, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Desa Barejulat, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Praya dengan kondisi baik;
  22. Pasien nomor 1844, an. Ny. IH, perempuan, usia 60 tahun, penduduk Desa Batuyang, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien memiliki penyakit komorbid. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
  23. Pasien nomor 1845, an. Ny. M, perempuan, usia 66 tahun, penduduk Desa Banjar Sari, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien memiliki penyakit komorbid. Pasien meninggal dan dilakukanatalaksana Covid-19;
  24. Pasien nomor 1846, an. Ny. BS, perempuan, usia 58 tahun, penduduk Desa Lendang Nangka, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Praya dengan kondisi baik;
  25. Pasien nomor 1847, an. Ny. PAP, perempuan, usia 21 tahun, penduduk Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1622. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  26. Pasien nomor 1848, an. Ny. Z, perempuan, usia 55 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik; dengan kondisi baik;
  27. Pasien nomor 1849, an. Tn. LW, laki-laki, usia 62 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  28. Pasien nomor 1850, an. An. AAM, laki-laki, usia 2 tahun, penduduk Desa Kuripan, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik.

Hari Kamis terdapat penambahan 16 orang yang sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif, yaitu :

  1. Pasien nomor 942, an. Ny. SH, perempuan, usia 59 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Barat, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 1135, an. Tn. FR, laki-laki, usia 53 tahun, penduduk Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  3. Pasien nomor 1209, an. Tn. M, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Desa Mamben Lauk, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur;
  4. Pasien nomor 1234, an. Tn. RK, laki-laki, usia 49 tahun, penduduk Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  5. Pasien nomor 1328, an. Ny. NPCPD, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  6. Pasien nomor 1340, an. Ny. UR, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  7. Pasien nomor 1370, an. Tn. M, laki-laki, usia 57 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  8. Pasien nomor 1398, an. Ny. MK, perempuan, usia 69 tahun, penduduk Kelurahan Pejanggik, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  9. Pasien nomor 1478, an. Tn. A, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Desa Karumbu, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima;
  10. Pasien nomor 1531, an. Tn. IWKP, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  11. Pasien nomor 1543, an. Ny. SK, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  12. Pasien nomor 1572, an. Ny. RA, perempuan, usia 21 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  13. Pasien nomor 1573, an. Ny. MAJ, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  14. Pasien nomor 1653, an. Ny. NWS, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Kelurahan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  15. Pasien nomor 1667, an. An. NLH, perempuan, usia 2 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Timur, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  16. Pasien nomor 1682, an. Ny. S, perempuan, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Lingkar Permai, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram.

Hari Kamis ini juga terdapat penambahan 5 (lima) kasus kematian baru, yaitu :

  1. Pasien nomor 1748, an. Ny. K, perempuan, usia 21 tahun, penduduk Desa Mamben Lauk, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur. Pasien memiliki penyakit komorbid;
  2. Pasien nomor 1826, an. Ny. MHN, perempuan, usia 52 tahun, penduduk Desa Taman Sari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Pasien memiliki penyakit komorbid;
  3. Pasien nomor 1834, an. Tn. IGM, perempuan, usia 57 tahun, penduduk Kelurahan Cilinaya, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Pasien memiliki penyakit komorbid;
  4. Pasien nomor 1844, an. Ny. IH, perempuan, usia 60 tahun, penduduk Desa Batuyang, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Pasien memiliki penyakit komorbid;
  5. Pasien nomor 1845, an. Ny. M, perempuan, usia 66 tahun, penduduk Desa Banjar Sari, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Pasien memiliki penyakit komorbid.

Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Covid-19 NTB, Lalu Gita Aryadi menghimbau, agar masyarakat tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan dalam seluruh aktifitas sosial dan ekonomi, terutama di tempat-tempat keramaian seperti mall, pasar tradisional dan pusat-pusat perbelanjaan serta diberbagai tempat diselenggarakannya kegiatan-kegiatan sosial.

Ditekankan hal terpenting, agar kita  beradaptasi dengan tatanan baru kehidupan saat ini adalah dengan taat dan disiplin menerapkan protokol kesehatan dan pencegahan Covid-19, agar kita semua dapat tetap beraktifitas, produktif, sehat dan aman di tengah pandemi ini.

“Tidak boleh ada stigma negatif jika ada diantara warga kita atau tetangga yang terkonfirmasi positif. Mereka semua harus kita bantu dan berikan motivasi agar cepat sembuh, seraya kita semua tetap disiplin menjaga kesehatan sesuai protokol yang telah ditetapkan,” Lalu Gita Aryadi..

AYA/Rr

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 08180211 8119.

 




Melalui Pendampingan, Semangat Berkarya UMKM Pascagempa Terus Terpacu

Kata Gubernur, para pelaku UMKM diuji untuk dapat bergerak lebih cepat dan berinovasi lebih hebat di masa sulit  sehingga dapat bersaing dengan kompetitor lain

MATARAM.lombokjournal.com — Puluhan kelompok UMKM yang terdampak bencana gempa bumi di NTB tahun 2018 mengikuti acara ” Temu Bisnis Produk Unggulan UMKM Hasil Pembinaan Pendampingan Ekonomi Masyarakat Terdampak Bencana Gempa Bumi” yang berlangsung di Hotel Golden Palace, Kamis (23/07/20).

Acara tersebut diselenggarakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bekerjasama dengan LPPM Universitas Mataram.

Kegiatan ini dihadiri oleh Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB RI Ir. Rifai, M.B.A, Koordinator International Council For Small Business NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, SE, M.Sc, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Wakil Rektor IV Universitas Mataram, Perwakilan Bank Indonesia, Pimpinan Bank NTB Syariah dan Pelaku Bisnis yang ada di Mataram.

Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, S.E.,M.Sc.

Gubernur Zul membahas kebangkitan UMKM pasca bencana alam gempa bumi dan saat pandemi Covid-19..

“Tiap musibah itu adalah opportunities, oleh karena itu kami gunakan sebagai kesempatan untuk meretas jalan baru, mengambil jalan tidak biasa, kita tidak mendistribusikan bantuan dalam bentuk yang tunai, tetapi dibagikan komoditas yang diproduksi lokal,” ungkapnya.

Gubernur mengapresiasi adanya pendampingan UMKM oleh Universitas Mataram dan BNPB yang mampu membimbing dan mendorong UMKM menjadi lebih baik, bersaing sehingga UMKM NTB memiliki kemampuan kompetisi dan menghasilkan produk yang berkualitas.

“Kita sekarang bisa membangun motor listrik itu bukan sekedar gagah-gagahan, bukan sekedar mimpi apalagi pencitraan tetapi ingin mengubah mindset masyarakat kita. Jangankan masker dan kue kering, motor listrik saja kita bisa bikin,sekali NTB ini bisa merakit mesin, InsyaAllah industrialisasi sudah terletak pondasinya”, kata Bang Zul, sapaan akrabnya.

Bang Zul menyampaikan, industrialisasi bukan hanya memerlukan pabrik atau produknya, tetapi juga hubungan antar manusianya.

Menurutnya, suatu Universitas akan berkembang jika industrinya juga berkembang. Oleh karena itu Bang Zul mengajak Universitas Mataram untuk ikut andil dan berperan langsung dalam industrialisasi di Provinsi NTB.

“Banyaknya orang yang memiliki kompetensi di Unram mampu membimbing UMKM kita ini, sehingga betul-betul NTB ini memiliki kesadaran bahwa bersama kita bisa dan apa yang dilakukan di tempat lain bisa kita lakukan di daerah kita tercinta,” jelas Bang Zul.

Ekonomi tetap tumbuh

Selanjutnya Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB RI Ir. Rifai, M.B.A dalam forum ini menyampaikan, Pemerintah Provinsi NTB  tidak hanya melawan dampak ekonomi dan sosial pasca gempa.

Rifai meilai, Pemprov NTB memiliki visi yang luar biasa dan kerjasama antara pemerintah daerah, pengusaha, media , perguruan tinggi, agar pertumbuhan positif ekonomi tetap berlangsung.

Dalam laporan Panitia Penyelenggara, Dr. Sitti Hilyana menyampaikan ucapan terima kasih kepada BNPB yang telah membantu para UMKM melalui pendampingan dari Universitas Mataram.

Pendampigan itu mertujuan pemulihan ekonomi masyarakat yang terdampak bencana melalui pilot project di 4 kabupaten, 17 desa, 21 kelompok dengan 8 komoditi unggulan.

Hasil yang diperoleh dinilai memuaskan setelah dua tahun pasca gempa gumi dan bisa menjadi salah satu solusi pengembangan pemasaran serta bentuk dari dukungan pemerintah daerah terhadap ekosistem kreatif di Provinsi NTB.

Dikatakan, tujuan dari kegiatan temu bisnis ini sebagai media apresiasi berbagai informasi yang bermanfaat bagi seluruh pemangku kepentingan. Serta meningkatkan motivasi dan semangat berkarya UMKM.

“Terutama yang baru bangkit dari tekanan akibat bencana gempa bumi dan yang terakhir yang sangat penting adalah temu bisnis ini adalah ruang silaturrahmi sorta membangun jejaring antara institusi, komunitas serta antar masyarakat secara umum.” ujarnya.

Acara tersebut kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan MoU pembelian produk antara UMKM dengan pelaku Bisnis dan dilanjutkan dengan diskusi tentang “Motivasi Maju UKM Terdampak Bencana di Masa Pandemi Covid-19”.

AYA/HmsNTB




Pekerja Pariwisata Dirumahkan Tanpa Pesangon, Wakil Rakyat Minta Dispar Desak Pengusaha

Amggota Komisi II DPRD NTB minta Dinas Pariwisata jangan berapologi, diminta terapkan regulasi yang ada, paksa perusahaan pariwisata menunaikan tanggung jawabnya memberi pesangon pekerja yang dirumahkan

MATARAM.lombokjournal.com — Di sektor pariwisata, pihak yang paling merasakan dampak langsung ‘tiarapnya’ pariwisata NTB karena Covid-19 – selain pengusaha pariwisata – adalah pekerja pariwisata.

Saat ini ribuan dari mereka terpaksa dirumahkan. Sedikit yang menerima pesangon, sebagian besar tanpa mendapat bekal apa pun.

Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata, H. Lalu Mohammad Faozal yang dimintai keterangan oleh LombokJournal.com terkait hal itu menyampaikan jika pihaknya tak bisa berbuat banyak.

Selain karena perusahaan pariwisata tak memiliki  pemasukan, tak adanya asosiasi yang menaungi sebagian besar pekerja pariwisata di NTB membuatnya kesulitan memaksa perusahaan untuk menunaikan tanggung jawabnya.

“Begini, pelaku pariwisata kayak guide misalnya, kan ndak punya dia, korporasi juga nggak ada. Rentan,” katanya.

Dijelaskan, ada regulasi yang sebetulnya menjadi payung hukum pekerja pariwisata dalam menuntut haknya ke perusahaan. Tetapi hal tersebut sulit diaplikasikan selain karena tak adanya asosiasi yang menaungi para pekerja, juga karena dampak pandemi Covid-19 tak hanya menimpa para pekerja pariwisata tapi juga para pengusahanya.

Diakui, hal yang paling mungkin dilakukan pekerja pariwisata untuk saat ini adalah tetap “survive” sampai kondisi kembali normal dan geliat pariwisata NTB kembali hidup.

“Kita memberikan fasilitasi kepada teman-teman untuk meningkatkan kapasitas diri di unit-unit lain sembari kita berharap recovery kita ini segera pulih,” paparnya.

Dispar Jangan Berapologi

Muhammad Akri

Menanggapi hal itu, anggota Komisi II DPRD NTB yang salah satu bidang kerjanya menaungi pariwisata, Muhammad Akri meminta Dinas Pariwisata tak terlalu banyak berapologi , dann lekas melakukan pendataan kepada semua pekerja pariwisata yang dirumahkan, dan segera diberikan bantuan.

Hal tersebut penting dilakukan mengingat posisi para pekerja pariwisata sedang sangat membutuhkan uluran tangan pemerintah.

“Segera. Harus ada alternatif di Dinas (Pariwisata) itu untuk menanggulangi yang di PHK, dirumahkan. Kasihan kita lihat itu,” jelasnya.

Mengingat lemahnya posisi pekerja pariwisata untuk mendapat hak dari perusahaan, pihaknya juga meminta Dinas Pariwisata segera turun tangan.

Terapkan regulasi yang ada, paksa perusahaan pariwisata menunaikan tanggung jawabnya memberi pesangon pekerja yang mereka rumahkan.

“Apa bener dia jalankan regulasinya sama perusahaan-perusahaan ini. Dinas harus melihat ini” tandasnya.

Ast