Suhu Terasa Dingin di NTB, Ini Penjelasan BMKG

Jika musim kemarau pertumbuhan awan hampir tidak ada sehingga cuaca di malam hari terasa dingin

MATARAM.lombokjournal.com —  Akhir-akhir ini suhu udara di Nusa Tenggara Barat terasa dingin khususnya pada malam hari.

BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat menjelaskan penyebab cuaca dingin beberapa hari belakangan ini.

Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat, Nindya Kirana mengatakan, salah satu penyebabnya adanya angin Monsun yang terjadi, akibat perbedaan suhu udara dan tekanan antara belahan bumi selatan dan bumi utara.

Peredaan ini disebabkan oleh pergerakan semu tahun matahari.

“Justru suhu udara di musim kemarau lebih dingin daripada saat di musim hujan, hal ini karena beberapa faktor seperti angin Monsun, angin musiman yang bersifat periodik,” katanya, Rabu (29/07/20).

Angin dari Australia tersebut membawa udara dingin, karena saat ini di Australia tengah masuk musim dingin.

“Saat puncak musim kemarau di NTB sekitar Juli-Agustus aktif Monsun Australia atau angin timuran karena di Australia sedang memasuki musim dingin,” ujarnya.

Ia mengatakan cuaca dingin lebih signifikan dirasakan di dataran tinggi dan daerah pegunungan.

Kemudian, faktor lainnya yang memicu suhu udara menjadi dingin karena di musim kemarau dipengaruhi akibat sedikitnya awan yang menutupi permukaan bumi.

“Awan diibaratkan seperti selimut yang dapat menahan dan memancarkan kembali pancaran panas bumi ke atmosfer. Pada musim hujan pertumbuhan awan lebih banyak sehingga malam hari terasa lebih hangat,” ujarnya.

Sebaliknya, jika musim kemarau pertumbuhan awan hampir tidak ada sehingga cuaca di malam hari terasa dingin.

AYA




Covid-19 Marak di Perkantoran, Sekda Ingatkan Disiplin Protokol Kesehatan

Epicentrum Covid-19 sekarang terjadi di perkantoran, pegawai dI kantor diingatkan agar makin waspada dan berhati-hati

MATARAM.lomokjournal.com —  Lingkungan perkantoran pemerintah maupun swasta diingatkan agar serius menegakkan protokol kesehatan Covid-19. Pasalnya, penyebaran virus Corona ini bukan saja terjadi pada tempat dan fasilitas umum, namun kini marak terjadi di lingkungan kerja dan perkantoran.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB Drs. Lalu Gita Ariadi, M.Si mengingatkan itu saat silaturahim bersama para Anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Provinsi NTB, di Kantor Cabang Utama BNI, Selasa (28/7/2020) malam.

“Informasi dari media nasional, salah satu tajuk hangatnya, Covid-19 mengganas di perkantoran,  ini harus menjadi perhatian serius kita bersama,” kata Miq Gite, sapaan akrabnya.

Artinya, epicentrum Covid-19 sekarang terjadi di perkantoran. Karena itu,  pegawai yang bekerja dI kantor diingatkan agar makin waspada dan berhati-hati.

Bahkan beberapa tenaga kesehatan (Nakes) di NTB ada yang terpapar akibat kelelahan menangani pasien serta kurangnya tim medis yang khusus menangani Covid.

“Sehingga RSUD Provinsi NTB merekrut Nakes sebagai tenaga tambahan agar mampu menangani penderita Covid,” jelas miq Gita.

Menurut mantan Kabag Humas dan Protokoler Setda NTB ini, ada empat poin untuk menekan epicentrum perkantoran sesuai himbauan pemerintah pusat.

Pertama, peserta rapat atau pegawai yang bekerja dipastikan kondisinya dalam keadaan sehat.

“Sehingga Thermogun harus dipersiapkan untuk mengukur suhu badan pegawai yang masuk bekerja atau ikut rapat,” tegasnya.

Kemudian yang kedua, saat rapat tetap disiplin menggunakan masker. Selama rapat masker tidak boleh dibuka, termasuk tidak dianjurkan untuk menyiapkan sajian makan minum.

Ketiga, materi yang disampaikan harus ringkas. Tidak terlalu banyak pembukaan dan sambutan. Tetapi langsung ke poin dan inti rapat “To The Point saja,” harap Sekda.

Terakhir, poin ke empat, durasi rapat tidak boleh terlalu lama. Paling lama satu jam dan setelah selesai rapat langsung bubar.

Kata Sekda, ruang tertutup bukan ruang yang sehat selama pandemic Covid-19.

Miq Gite mengajak semua pegawai perkantoran untuk menjadi terdepan dalam memberi contoh kepada masyarakat. Disiplin bekerja dan beraktifitas dengan menerapkan protokol Covid-19.

Sementara itu, Direktur RSUD Provinsi NTB dr. Lalu Hamzi Fikri mengatakan masih banyak persepsi tentang pandemi Covid-19 ini dimaknai berbeda. Ada yang tidak percaya, mengganggap konspirasi dan lain sebagainya.

“Kalau saya memaknainya Covid-19 sekarang telah menjelama seribu wajah, Covid-19 ini nyata dan bukan konspirasi,” katanya.

Perkembangan Covid-19 semakin hari kian bertambah. Belum ada penurunan drastis yang terjadi. Ada potensi penularan dari orang ke orang.

Data terbaru bahwa pasien positif sebanyak 1.986 orang. Sedangkan angka kematian sebanyak 110 orang.

Menurutnya, Covid-19 ini bisa berakhir apabila kita menerapkan disiplin dengan ketat, namun tetap produktif.

“Tergantung kita sekarang, kalau mau pandemi cepat berlalu maka disiplin menggunakan masker, jaga jarak, cuci tangan dan jaga kesehatan,” tandasnya.

Selain itu, dr Fikri mengajak semua pihak untuk terus melakukan promosi dan edukasi tentang penerapan protokol Covid. Tidak terkecuali semua elemen dari lembaga pemerintah maupun swasta.

“Ini harus gencar kita lakukan,” katanya.

Kepala BNI KCU Mataram Amirudin mengatakan, BNI telah menegakan disiplin dan SOP dalam mencegah dan menjaga seluruh pimpinan dan pegawainya terhadap pandemi Covid.

“Dibeberapa titik kami sediakan tempat cuci tangan dan handtanizer untuk pegawai BNI dan masyarakat, termasuk alat ukur suhu badan,” kata Amirudin.

Silaturahmi Forkompimda NTB turut dihadiro oleh Kakanwil Dirjen Perbendaharaan Wilayah NTB, Wakapolda NTB, Kepala BI wilayah NTB, Perwakilan Korem 162, Kepala OPD Pemrov. NTB.

edy@diskomifotikntb




HBK Bentuk Pusat Informasi Dan Pengaduan Untuk Mahasiswa NTB Di Jakarta

Dalam pertemuan tersebut dibentuk Pusat Informasi dan Pengaduan (PIP), yang dipimpin oleh  Memet Setiawan, wartawan senior asal P. Lombok yang biasa melakukan peliputan di DPR RI Senayan

lombokjournal.com —

JAKARTA – Mahasiswa bisa menjadi contoh dan tauladan yang baik bagi masyarakat dalam masa adaptasi kebiasaan baru atau New Normal.

Para mahasiswa juga diharapkan tetap menjaga spirit dan ketekunan, dalam menempuh pendidikannya meski banyak menghadapi keterbatasan dan kesulitan akibat pandemi Covid19.

Hal itu disampaikan anggota DPR RI H. Bambang Kristiono (HBK), saat bersilaturahmi dan bertatap muka dengan puluhan mahasiswa asal NTB yang tengah menimba ilmu di Ibu Kota Jakarta, Selasa (28/07/20), di Rumah Makan Ayam Goreng Suharti, Jalan Tendean, Jakarta Selatan.

Pertemuan yang dihadiri oleh lebih dari 30 pimpinan organisasi2 mahasiswa NTB yang sedang melakukan perkuliahan di Ibu Kota tersebut, yang datang hadir tidak hanya pimpinan organisasi mahasiswa yang berasal dari P. Lombok saja, tetapi juga yang berasal dari P. Sumbawa.

Silaturahmi dan tatap muka ini digelar HBK dalam rangka kegiatan Reses-IV DPR-RI, untuk menyerap aspirasi, saran dan masukan, sampai dengan keluh kesah dari pimpinan organisasi2 mahasiswa yang berasal dari NTB tersebut.

Pada pertemuan dan silaturahmi itu juga, HBK berpesan kepada para mahasiswa NTB untuk tetap semangat dan tekun menjalani perkuliahan agar dapat meraih keberhasilan.

“Saya berharap adik-adik mahasiswa semuanya tetap semangat, serta tekun dalam menjalani perkuliahan walaupun dalam situasi sulit akibat wabah pandemi Covid19. Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ketepian, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian. In syaa Allah, dengan tetap menjaga semangat dan ketekunan, adik2 akan memperoleh keberhasilan nanti,”  kata HBK memotivasi para pimpinan organisasi2 mahasiswa yang hadir dalam pertemuan tsb.

Anggota DPR RI yang juga petinggi Partai Gerindra ini berharap, para mahasiswa bisa menerapkan protokol kesehatan seperti jaga jarak, jaga kebersihan, sering mencuci tangan, dan selalu menggunakan masker. Hal ini diharapkan bisa menjadi contoh dan tauladan bagi masyarakat, dalam menuju adaptasi kebiasaan baru atau New Normal.

“Lakukan yang sederhana saja, seperti dengan terus menggunakan masker, rajin cuci tangan, dan jaga jarak. Mahasiswa harus bisa menjadi contoh dan tauladan dalam menerapkan pola hidup sehat menuju adaptasi kebiasaan baru atau New Normal,”  ujarnya.

HBK berusaha untuk mendengar dan menyerap aspirasi, sampai dengan keluh kesah para mahasiswa NTB yang kuliah di Jakarts. Tidak lupa, HBK juga memberikan bantuan dana untuk menunjang kegiatan organisasi kemahasiswaan, sebagai wadah silaturahmi dan berkumpulnya para mahasiswa NTB yang kuliah di Jakarta.

Ia juga memberi inspirasi bahwa pemuda-pemuda NTB juga bisa sukses dalam segala bidang, maju di kancah nasional, apabila sanggup bekerja keras dengan tekun belajar.

“NTB kaya akan sumber daya alam, baik itu pertanian, peternakan, maupun perikanan. Semua SDA itu butuh orang yang pintar dan tangguh untuk mampu mengelola dan mengembangkannya. Adik-adik mahasiswa inilah yang akan menjadi garda terdepan dalam pembangunan NTB kedepan. Jadi, tetaplah semangat dan buktikan bahwa kita bisa. Saya tegaskan, anak2 NTB tidak kalah hebat dengan anak2 lainnya di Indonesia,” kata HBK.

Kedatangan HBK pada pertemuan tersebut, disambut hangat dan antusias oleh para mahasiswa yang hadir. Apalagi HBK merupakan salah satu anggota DPR RI dari daerah pemilihan NTB, yaitu P. Lombok.

Para mahasiswa mengapresiasi atensi dan kepedulian HBK, yang mau memperhatikan mereka di Jakarta. Mereka juga sama2 berdo’a agar kesehatan dan kelimpakan selalu bersama HBK, sehingga kiprah dan kinerjanya bisa memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat NTB, dimanapun mereka berada.

Para mahasiswa dengan sangat lugas dan terbuka, menyampaikan harapan2 dan uneg2nya langsung kepada HBK. Banyak saran dan masukan yang disampaikan, langsung direspon dengan cepat oleh HBK.

“Dengan hadirnya Pak HBK ditengah-tengah kami, kami merasa punya orang-tua disini, tempat kami mengadu apabila kami ada persoalan dan kesulitan. Terima kasih pak HBK, sudah memperhatikan kami2”, ungkap Raja Agung Nusantara, mahasiswa Universitas Ganesha yang berasal dari KLU.

Salah satu yang mencuat dalam pertemuan tersebut adalah dibentuknya Pusat Informasi dan Pengaduan (PIP), yang dipimpin oleh  Memet Setiawan, wartawan senior asal P. Lombok yang biasa melakukan peliputan di DPR RI Senayan.

“Pusat Informasi dan Pengaduan (PIP) ini, dibentuk dalam rangka menjembatani permasalahan2 yang mungkin timbul kepada para mahasiswa asal NTB yang mengalami emergency dan kesulitan, padahal mereka jauh dari orang tua dan keluarga,” tukas Memet Setiawan.

Tambahnya, dengan adanya Pusat Informasi dan Pengaduan (PIP) ini, maka pak HBK bisa terjun langsung dan memberikan bantuan secara cepat, kepada adik-adik mahasiswa yang membutuhkan.




UPDATE Covid-19: Hari Selasa, 28 Juli 2020, Bertambah 40 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 30 Orang, Tidak Ada Kasus Kematian

Hingga saat ini penularan Covid-19 masih terus terjadi. Ini menunjukkan bahwa penularan virus ini masih belum dapat dikendalikan dengan baik

MATARAM.lombokjournal.com – Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR Prodia, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium TCM RSUD H.L. Manambai Abdulkadir, dan Laboratorium TCM RSUD Prayamengkonfirmasi, ada tambahan 40 pasien positif Covid-19, dan pasien yang dinyatakan sembuh 30 orang.

Lalu Gita Aryadi

Siaran pers hari Selasa (28/07/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 402 sampel dengan hasil 303 sampel negatif, 59 sampel positif ulangan, dan 40 sampel kasus baru positif Covid-19, sembuh 30 orang, Tidak ada kasus kematian.

Dijelaskan,  adanya tambahan 40 kasus baru terkonfirmasi positif, 30 tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Selasa (28/07/20) sebanyak 1.986 orang, dengan perincian 1.254 orang sudah sembuh, 110 meninggal dunia, serta 622 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

“Petugas kesehatan di kabupaten/kota diharapkan melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran virus Covid-19,” kata Lalu Gita Ariyadi.

TAMBAHAN 40 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 30 ORANG, TIDAK ADA KEMATIAN BARU

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 1947, an. Ny. ADN, perempuan, usia 22 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 1948, an. Ny. NRU, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Praya, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Lombok Tengah;
  3. Pasien nomor 1949, an. Tn. RB, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Desa Durian, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Lombok Tengah;
  4. Pasien nomor 1950, an. Ny. SW, perempuan, usia 47 tahun, penduduk Desa Mujur, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Mujur;
  5. Pasien nomor 1951, an. Ny. R, perempuan, usia 51 tahun, penduduk Desa Prapen, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Lombok Tengah;
  6. Pasien nomor 1952, an. Ny. SA, perempuan, usia 49 tahun, penduduk Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  7. Pasien nomor 1953, an. Tn. LFS, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Desa Gontoran, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  8. Pasien nomor 1954, an. Tn. LA, laki-laki, usia 37 tahun, penduduk Desa Taman Baru, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  9. Pasien nomor 1955, an. An. ZNF, perempuan, usia 4 bulan, penduduk Desa Pelambik, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  10. Pasien nomor 1956, an. Tn. M, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Desa Pelambik, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  11. Pasien nomor 1957, an. Tn. S, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Desa Meninting, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  12. Pasien nomor 1958, an. Ny. JI, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  13. Pasien nomor 1959, an. Tn. KA, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  1. Pasien nomor 1960, an. Tn. J, laki-laki, usia 43 tahun, penduduk Desa Pohgading, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  2. Pasien nomor 1961, an. Tn. INS, laki-laki, usia 59 tahun, penduduk Kelurahan Gerung ,Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju;
  3. Pasien nomor 1962, an. Ny. S, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju;
  4. Pasien nomor 1963, an. Ny. TY, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Desa Kediri Selatan, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  5. Pasien nomor 1964, an. Ny. Y, perempuan, usia 20 tahun, penduduk Desa Terong Tawah,Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  6. Pasien nomor 1965, an. Ny. A, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Desa Gapuk, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  7. Pasien nomor 1966, an. Tn. HJ, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Beleke, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1727. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  8. Pasien nomor 1967, an. Ny. NI, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Desa Gerung Utara, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1548. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  9. Pasien nomor 1968, an. Tn. MR, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Desa Terong Tawah, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1581. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  10. Pasien nomor 1969, an. Tn. MRIH, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Taman Sari,Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  11. Pasien nomor 1970, an. Ny. DFF, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  12. Pasien nomor 1971, an. An. MARH, laki-laki, usia 1 tahun, penduduk Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  13. Pasien nomor 1972, an. Tn. J, laki-laki, usia 49 tahun, penduduk Kelurahan Monjok, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  14. Pasien nomor 1973, an. Ny. MLSN, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  15. Pasien nomor 1974, an. Ny. SSK, perempuan, usia 67 tahun, penduduk Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1973. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  16. Pasien nomor 1975, an. Tn. EKMD, laki-laki, usia 54 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Utara,Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  17. Pasien nomor 1976, an. Ny. RYLW, perempuan, usia 58 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1849. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  18. Pasien nomor 1977, an. Ny. A, perempuan, usia 65 tahun, penduduk Desa Merembu, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  19. Pasien nomor 1978, an. Tn. ZYP, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Siloam Mataram;
  20. Pasien nomor 1979, an. Tn. EH, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Siloam Mataram;
  21. Pasien nomor 1980, an. Ny. Z, perempuan, usia 61 tahun, penduduk Desa Kembang Sari, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  22. Pasien nomor 1981, an. Tn. MS, laki-laki, usia 64 tahun, penduduk Desa Kembang Sari, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  23. Pasien nomor 1982, an. Ny. SZ, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB;
  24. Pasien nomor 1983, an. Tn. S, laki-laki, usia 69 tahun, penduduk Desa Duman, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB;
  25. Pasien nomor 1984, an. Tn. MP, laki-laki, usia 53 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB;
  26. Pasien nomor 1985, an. Ny. S, perempuan, usia 57 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Selatan, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSI Siti Hajar Mataram;
  27. Pasien nomor 1986, an. Tn. S, laki-laki, usia 56 tahun, penduduk Desa Dasan Geres, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Bhayangkara Mataram.

Hari Selasa terdapat penambahan 30 orang yang sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif, yaitu :

  1. Pasien nomor 957, an. Tn. INR, laki-laki, usia 59 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Selatan, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 1058, an. Ny. R, perempuan, usia 62 tahun, penduduk Desa Suryawangi, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur;
  3. Pasien nomor 1152, an. Tn. M, lak-laki, usia 56 tahun, penduduk Desa Apitaik, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur;
  4. Pasien nomor 1203, an. Tn. EAW, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Kabupaten Kendal, Jawa Tengah;
  5. Pasien nomor 1251, an. Ny. IAPM, perempuan, usia 55 tahun, penduduk Kelurahan Mayura, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  6. Pasien nomor 1256, an. Ny. G, perempuan, usia 61 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  7. Pasien nomor 1274, an. Ny. S, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Telaga Waru, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur;
  8. Pasien nomor 1277, an. Ny. J, perempuan, usia 57 tahun, penduduk Makassar, Sulawesi Selatan;
  9. Pasien nomor 1337, an. Tn. IK, laki-laki, usia 59 tahun, penduduk Kelurahan Selagalas, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  10. Pasien nomor 1397, an. Ny. S, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Desa Sesela, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  11. Pasien nomor 1448, an. Ny. NKWA, perempuan, usia 52 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  12. Pasien nomor 1496, an. Tn. Z, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  13. Pasien nomor 1497, an. Tn. HH, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  14. Pasien nomor 1498, an. An. AST, laki-laki, usia 17 tahun, penduduk Kelurahan Cilinaya, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  15. Pasien nomor 1500, an. Tn. SS, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  16. Pasien nomor 1521, an. Tn. S, laki-laki, usia 61 tahun, penduduk Desa Gondang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara;
  17. Pasien nomor 1522, an. Ny. H, perempuan, usia 60 tahun, penduduk Desa Gondang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara;
  18. Pasien nomor 1534, an. Ny. MSD, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  19. Pasien nomor 1540, an. Tn. LSQ, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Karang Baru, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  20. Pasien nomor 1560, an. Ny. HS, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  21. Pasien nomor 1579, an. Tn. PRM, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Selagalas, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  22. Pasien nomor 1623, an. Tn. M, laki-laki, usia 77 tahun, penduduk Desa Sesela, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  23. Pasien nomor 1701, an. Tn. ARH, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Desa Nyiur Tebel, Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur;
  24. Pasien nomor 1740, an. Tn. R, laki-laki, usia 62 tahun, penduduk Desa Pengenjek, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah;
  25. Pasien nomor 1754, an. Ny. YEA, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  26. Pasien nomor 1786, an. An. PDZ, laki-laki, usia 7 bulan, penduduk Desa Lembuak, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat;
  27. Pasien nomor 1854, an. Ny. NA, perempuan, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  28. Pasien nomor 1863, an. Tn. SJ, laki-laki, usia 64 tahun, penduduk Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  29. Pasien nomor 1885, an. Ny. NJ, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Sayang Sayang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  30. Pasien nomor 1888, an. Ny. AW, perempuan, usia 46 tahun, penduduk Kelurahan Karang Baru, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram.

Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Covid-19 NTB, Lalu Gita Aryadi mengatakan, hingga saat ini penularan Covid-19 masih terus terjadi. Ini menunjukkan bahwa penularan virus ini masih belum dapat dikendalikan dengan baik.

Menurutnya, untuk bisa tetap produktif dan beraktifitas di tengah pandemi ini, membutuhkan satu syarat yang harus dipenuhi oleh seluruh masyarakat secara kolektif.

Yakni tetap memakai masker pada saat beraktifitas di luar rumah, menjaga jarak (physical distancing) atau tidak berkerumun, mencuci tangan dengan sabun pada air mengalirserta menerapkan pola hidup bersih dan sehat, katanya.

“Protokol kesehatan dan pencegahan ini harus terus kita terapkan secara disiplin dan ketat sampai vaksin atau obat Covid-19 ditemukan, agar kasus positif baru dan korban meninggal dapat benar-benar kita tekan dan hentikan,” kata Lalu Gita Aryadi.

AYA/Rr

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 081802118119.




Perkembangan Penanganan Covid-19 Lombok Utara, Pasien Masih Positif Virus Corona 14 Orang

Sesuai perkembangan Covid-19 di Lombok Utara, meski  keadaan sudah mulai relatif pulih, diserukan untuk tetap jaga jarak, cuci tangan pakai sabun, dan gunakan masker

TANJUNG.lombokjournal.com – “Kini Penanganan dan Pelayanan medis bagi pasien Covid-19 difokuskan di RSUD KLU,” kata Evi Wiarni, M.Si, Bidang Kehumasan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 KLU/Juru Bicara Covid-19.

Evi Winarni, M.Si

Hal itu dikatakan Evi Winarni, saat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 KLU menggelar konferensi pers yang dihadiri watawan dari media di Lombok Utara, Selasa (28/07/20).

Menurut Juru Bicara Covid-19, Evi Winarni, saat ini RSUD KLU sedang merawat 14 pasien positif Corona.

Lebih anjut iungkapkan, jumlah yang sudah dilakukan RDT sebanyak 3506 orang. Dengan hasil reaktif sebanyak 180 orang, dan non reaktif sebanyak 3326 orang.

Total RDT sejumlah 7510 set, dan saat ini ketersediaan RDT di Dinas Kesehatan KLU masih tersisa sejumlah 4004 set. (per tanggal 10 Juli 2020).

Secara rinci, Evi Winarni memaparkan perkembangan penanganan Covid-19 per tanggal 27 Juli 2020 di KLU. Rincianya sebagai berikut;

  • Kontak Erat : 11 orang (isolasi mandiri);
  • Kasus Konfirmasi Tanpa Gejala: 3 orang (isolasi mandiri);.
  • Kasus Suspek : 20 orang (isolasi mandiri);
  • Kasus Konfirmasi Positif : 63 orang;
  • Sembuh : 46 orang;
  • Masih dalam perawatan medis positif Corona : 14 orang;
  • Meninggal : 3 orang.

Kontribusi Bantuan dan Layanan  

Terkait penyaluran bantuan bagi keluarga pasien yang terpapar Covid-19, Evi Winarni menjelaskan kontibusi bantuan yang berasal dari Instansi, Lembaga, Donatur dan Pemerintah Daerah

“Dinas Sosial memberikan sembako kepada keluarga pasien yang reaktif dan positif. Sampai dengan tanggal 27 Juli 2020, pemberian sembako itu jumlahnya sebanyak 290 paket sembako,” jelas Evi.

Lebih lanjut disampaikan, terkait bantuan Pemda Lombok Utara, terhitung sampai hari ini (per 27 Juli), bantuan dalam program  JPS Kabupaten tahap I, telah disalurkan seluruhnya sejumlah 20.614 paket sembako.

Total jumlah bantuan dari program JPS Kabupaten tahap I itu disalurkan untuk 20.614 KK, yang menjankau semua kecamatan yang ada di Lombok Utara.

Terkait layanan medis, Evi mengungkapkan bahwa layanan terhadap pasien positif Covid-19 dan ODP reaktif pada RSUD KLU  dilaksanakan secara teratur, dari mulai layanan medis, layanan tempat, maupun layanan kuliner bagi yang terdampak Covid-19.

Disampaikan pula, sesuai perkembangan Covid-19 di Lombok Utara, meski  keadaan sudah mulai relatif pulih, diserukan untuk tetap jaga jarak, cuci tangan pakai sabun, dan gunakan masker.

“Kita ikhtiarkan untuk Nurut Tatanan Baru,” kata Evi Winarni.

Ia menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi bagi kemanusiaan.

BACA JUGA;

Penanganan Covid-19 di KLU,  Melaksanakan Penyuluhan Hingga Penyemprotan Disinfektan

“Bersama mencegah Covid-19 di KLU dengan bekerja tangguh profesional untuk kemanusiaan. Mari cegah penyakitnya, tidak mengucilkan penderitanya,” kata Evi.

HumasproKLU

 

 




Penanganan Covid-19 di KLU, Melaksanakan Penyuluhan Hingga Penyemprotan Disinfektan

Selain di Aula Kantor Bupati, penyemprotan disinfektan dilakukan di Kantor Desa Persiapan Samaguna, Pasar Tanjung, Bank BPBD, PDAM, Polsek Tanjung, Polres KLU, juga di di Masjid Jami’ Tanjung, Puskesmas Kayangan, dan Pasar Hewan Tanjung

TANJUNG.lombokjournal.com — Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 KLU terus melakukan upaya pencegahan dan memutus rantai penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) di Kabupaten Lombok Utara,

Melalui Koordinator Bidang Kehumasan/Juru Bicara Covid-19 KLU, Evi Winarni, M.Si dijelaskan berbagai kegiatan Gugus Tugas Penanganan Covid-19  Lombok Utara, saat konferensi pers bersama watawan dari media di Lombok Utara, Selasa (28/07/20).

Plt Asisten III Setda KLU selaku Juru Bicara Covid-19, Evi Winarni, M.Si menyampaikan, sepekan sebelumnya, Gugus Tugas Covid-19  telah melaksanakan berbagai kegiatan secara berkala.

Kegiatan berkala yang dimaksud meliputi, antara lain penyuluhan penyebaran pandemi, kontrol Pelabuhn Bangsal,patrol di kawasan Wisata Bahari Gii/Pelabuhan, termasuk kegiatan penyemprotan disinfektan.

Dalam konferensi per situ, Evi Winarni merinci kegiatan berkala yang telah dilaksanakan Gugus Tugas Covi-19 KLU.

“Gugus Tugas Penanganan Covid-19 melaksanakan penyuluhan tentang penyebaran pandemi Covid-19, penertiban penataan jarak lapak antarpedagang di Pasar Tanjung, dan Pasar Pemenang,” ungkap Evi.

Pelaksanaan kegiatan peyuluhan itu berlangsung pada periode tanggal 21 – 27 Juli 2020.

Pada tanggal yang sama, juga dilaksanakan kontrol Pelabuhan Bangsal terkait keluar masuknya masyarakat lokal maupun wisatawan asing yang menyeberang ke 3 Gili.

“Satuan Gugus Tugas Covid-19 melaksanakan pengecekan suhu tubuh sekaligus memberikan imbauan agar tetap menjaga kesehatan dan menggunakan masker,” jelasnya.

Masih pada tanggal 21 – 27 Juli 2020, telah dilaksanakan kegiatan patroli di kawasan wisata Bahari Gili / Pelabuhan.

Menurutnya, pada pelaksanaan kegiatan itu, tujuannya untuk mengimbau kepada masyarakat setempat, untuk bersama-sama mencegah penyebaran virus Corona.

“Pada tanggal 20, 21 dan 25 Juli 2020, telah melaksanakan penyemprotan disinfektan di Aula Kantor Bupati,” kata Evi.

Dijelaskan, selain di Aula Kantor Bupati, penyemprotan disinfektan dilakukan di Kantor Desa Persiapan Samaguna, Pasar Tanjung, Bank BPBD, PDAM, Polsek Tanjung, Polres KLU.

BACA JUGA; Perkembangan Penanganan Covid-19 Lombok Utara, Pasien Masih Positif Virus Corona 14 Orang

“Penyemprotan disinfektan itu terus berlanjut dilaksanakan di Masjid Jami’ Tanjung, Puskesmas Kayangan, dan Pasar Hewan Tanjung,” jelasnya.

Humaspro KLU

 




E-Kinerja Dilengkapi Pengisian Program Unggulan, Kinerja Lebih Terukur

Dengan mengisi formulir A.3 pada e-Kinerja, dapat mempererat komunikasi dalam internal perangkat daerah

MATARAM.lombokjournal.com — Provinsi Nusa Tenggara Barat menjadi daerah pertama di Indonesia yang menggunakan aplikasi E-Kinerja dengan Metode Balance Scorecard (BSC).

Metode ini dapat meningkatkan dan mempercepat tata kelola pemerintahan dan pembangunan yang fokus pada pencapaian indikator RPJMD NTB untuk mewujudkan NTB Gemilang.

Sebagai penyempurnaan, kini aplikasi E-Kinerja dilengkapi dengan pilihan pengisian program unggulan dengan formulir A.3.

Dengan mengisi formulir A.3 ini, program strategis dan unggulan setiap OPD beserta kinerja pimpinan dan turunannya bisa lebih mudah dievaluasi secara terukur dan objektif.

“Mengisi formulir A.3 ini seperti kita menjalankan program JPS Gemilang. Awalnya ini ribet tapi lama-lama karna biasa jadi mudah,” jelas Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah, saat memimpin rapat evaluasi umum formulir A.3 Program Strategis dan Unggulan NTB, Selasa (28/7/ 2020) di Kantor Bappeda NTB.

Rapat ini juga dihadiri oleh Wakil Gubernur NTB, Dr. Sitti Rohmi Djalilah, Sekretaris Daerah Provinsi NTB Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M. SI, para asisten dan seluruh Kepala perangkat daerah Provinsi NTB.

Bang Zul, sapaan akrab Gubernur, memberikan semangat kepada seluruh perangkat daerah dalam mengisi formulir A.3. Meski dirasa sulit, namun Bang Zul berharap agar seluruh OPD tidak berhenti belajar dan mengembangkan diri.

“Saya ingin OPD ini menjadi learning organizations. Organisasi yang terus belajar. Diisi oleh manusia yg punya kesadaran dan kerendahan hati untuk belajar,” harapnya.

Lebih jauh, Bang Zul menjelaskan, dengan mengisi formulir A.3 pada e-Kinerja, dapat mempererat komunikasi dalam internal perangkat daerah.

Dengan adanya komunikasi yang baik dari Pimpinan dan Kepala Bidang serta Kepala Seksi dan Staf yang bertugas akan semakin memperkuat suatu organisasi.

Sehingga target kerja yang sudah ditetapkan bisa diselesaikan dengan baik dengan indicator capaian yang terukur.

“Tidak mungkin akan ada learning tanpa komunikasi. Tidak mungkin ada komunikasi tanpa ada alat. A3 ini alatnya,” pungkasnya.

Memahami materi dari formulir A.3

Wagub NTB, Dr. Sitti Rohmi Djalillah, meminta kepada setiap perangkat daerah untuk benar-benar memahami materi dari formulir A.3 yang diisi.

Hal tersebut agar saat evaluasi program strategis dan unggulan dihadapan Gubernur bisa lebih mudah dan terukur. Ummi Rohmi juga meminta agar formulir A.3 setelah ditandatangani oleh Gubernur dapat dikawal dengan ketat.

“Setelah ditandatangani dokumen A.3 ini harus dikawal betul-betul agar evaluasinya bisa terkontrol dengan baik,” pinta mantan General Foreman di PT Newmont NTB tersebut.

Penandatangan perdana dokumen A.3 ini direncanakan dilakukan pada Senin  3 Agustus 2020 mendatang. Bertempat di lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB, penandatangan tersebut akan dihadiri oleh seluruh OPD lingkup Provinsi NTB.

novita, @diskominfotikntb




ICSB Dan Pemprov Jalin Sinergi Bangun UMKM NTB

Gubernur minta, ICSB NTB menentukan fokus utama dari berbagai program yang dicanangkan. Agar  kinerja dari ICSB NTB dapat segera terlihat progres dan hasilnya

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menerima audiensi pengurus International Council for Small Business (ICSB) Provinsi NTB di Pendopo Gubernur, Selasa (28/07/20).

ICSB merupakan organisasi non-profit yang berfokus pada pemberdayaan usaha kecil dan menengah (UKM) serta penyebaran semangat kewirausahaan.

Hj Niken bersama Gubernur Zul

Sedang ICSB Indonesia merupakan bagian dari ICSB yang berdiri sejak tahun 1955, dan merupakan organisasi global pertama yang memiliki perhatian terhadap pengembangan dan edukasi untuk usaha kecil di seluruh dunia.

Saat ini ICSB berkantor pusat di Washington D.C. dan telah memiliki jaringan di 85 negara. Indonesia bergabung secara aktif dengan jaringan ICSB global sejak tahun 2015, atas prakarsa dari A.A.G.N. Puspayoga dan Hermawan Kartajaya.

Di NTB, kepengurusan ICSB periode 2020-2022 resmi dibentuk tanggal 13 Juli lalu. Dalam kesempatan itu, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah kemudian dilantik sebagai Ketua ICBS Provinsi NTB.

Pada pertemuan dengan Gubernur pagi ini, Ketua ICSB Provinsi NTB menyampaikan berbagai program ICSB ke depan, baik pengembangan UMKM hingga keikutsertaan generasi muda dalam berwirausaha.

Demi kesuksesan program tersebut, sinergi dengan pemerintah provinsi menjadi hal yang harus dilakukan.

Gubernur Zul meminta ICSB NTB menentukan fokus utama dari berbagai program yang dicanangkan. Dengan hal ini, kinerja dari ICSB NTB dapat segera terlihat progres dan hasilnya.

Bang Zul juga mengataka, tidak setiap UKM harus menjadi besar. Menurutnya, tiap UKM memiliki karakter industri yang berbeda-beda.

Untuk itu, pemerintah dapat fokus dalam memfasilitasi UKM tersebut hingga mencapai kesejahteraan.

“Yang terpenting setiap mereka yang bergerak di UKM bisa hidup bahagia dan kita selaku pemerintah dapat memfasilitasinya,” ujar Bang Zul.

Bang Zul juga menyinggung peran Science Technology and Industrial Park (STIP). Ia kemudian mengajak STIP dapat menjadi tempat dimana UKM diberikan kemudahan dalam berkarya dan menghasilkan produk.

“Jadi STIP itu adalah dimana tempat UKM difasilitasi dan juga dikembangkan,” jelasnya.

Sinergi dengan Pemprov

Sementara itu, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah selaku Ketua ICSB Provinsi NTB mengharapkan adanya sinergi dari Pemerintah Provinsi NTB.

Ia juga menyatakan, momentum JPS Gemilang telah membangkitkan geliat UKM selama masa pandemi Covid-19.

Namun Bunda Niken mengharapkan, ke depan NTB mempunyai pusat data yang jelas terkait UMKM. Pusat data yang akurat dan terbaru diyakini akan membuat pergerakan ICSB lebih terarah dan tepat sasaran.

“Harapannya agar database ini bisa diakses oleh siapapun, dengan memiliki data, maka akan sangat bermanfaat bagi UMKM dan juga masyarakat,” ucap Bunda Niken.

Tak hanya itu, Ia mengajak generasi muda agar berani berwirausaha. Ke depan pendidikan kewirausahaan di sekolah-sekolah diminta agar lebih digiatkan.

Sedangkan pada gelaran MotoGP 2021 mendatang, Bunda Niken begitu yakin para pelaku UMKM dapat memberikan kontribusi yang signifikan.

“Kita ingin MotoGP ini menjadi tempat UKM untuk tampil,” harapnya.

Pertemuan ini turut diikuti oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda NTB, Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTB dan Direktur STIP Banyumulek.

AYA/HmsNTB




Sekda Tegaskan, Penyembelihan Hewan Kurban Harus Terapkan Protokol Covid-19

Saat menyembelih hewan qurban tidak mendatangkan orang banyak, demikian juga saat proses pembagian daging hewan Qurban

MATARAM.lombokjournal.com —  Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, H.Lalu Gita Ariyadi menegaskan,  penyembelihan hewan qurban harus terapkan protokol Kesehatan Covid-19.

Penerapan protokol Covid-19 saat penyembelihan hewan qurban dimaksudkan sebagai upaya  mencegah penularan virus Corona.

Perayaan Hari Raya Iedul Adha atau Hari Raya Qurban bagi umat muslim, akan dilaksanakan pada tanggal 10 Zulhijjah atau hari Jum’at 31 juli 2020

Namun hari raya Iedul Adha tahun ini akan sangat berbeda jika dibandingkan pada tahun sebelumnya.

Pasalnya, tahun ini umat muslim merayakan Hari Raya Iedul Adha di tengah Pandemi virus Corona Covid-19

“Untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona saat penyembelihan hewan qurban maka panitia penyembelih hewan qurban diminta agar menerapkan protokol Kesehatan Covid-19, yakni menggunakan masker dan menjaga jarak saat proses penyembelihan Qurban dilaksanakan,” ujar Lalu Gita,  Selasa(28/07/20).

Gita Ariyadi mengatakan, protokol Kesehatan Covid-19 yang dimaksud, saat menyembelih hewan qurban tidak mendatangkan orang banyak, demikian juga saat proses pembagian daging hewan Qurban.

“Kita meminta agar panitia penyembelih hewan Qurban tidak membagikan daging Qurban di lokasi penyembelihan, namun harus diantar dari rumah ke rumah. Ini dimaksudkan untuk menghindari terjadinya kerumunan Warga serta sebagai upaya dalam mencegah terjadinya penularan virus,” kata Sekda.

AYA




Gubernur Minta Pengembangan Industri Dituntaskan

Pengembangan industri tahap pertama bukan identik dengan pabrik-pabrik besar

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur NTB, Dr.  H. Zulkieflimansyah minta kepada semua pihak,  pengembangan industri di NTB harus benar-benar dituntaskan.

Pasalnya, sejak program industrialisasi digencarkan oleh pemerintah, telah memberi semangat baru bagi para pelaku industri untuk menciptakan berbagai produk-produk lokal yang membanggakan.

Karena itu, semangat dan potensi yang mulai nampak dari anak-anak muda NTB itu harus benar-benar difasilitasi dan didukung Pemerintah Daerah.

“Industri yang kita dorong saat ini, harus benar-benar diwujudkan sampai tuntas,” harap Gubernur Zul saat menerima kunjungan pengurus organisasi International Council for Small Business (ICSB) wilayah NTB di Pendopo Gubernur, Selasa (28/07/20).

Kunjungan ICSB itu dalam rangka memperkuat dukungan serta support  bagi UKM/IKM yang ada di NTB. Juga penguatan terhadap data base  jumlah UKM/IKM yang semuanya belum tercover baik.

Gubernur Zul menegaskan, pengembangan industri tahap pertama bukan identik dengan pabrik-pabrik besar.

Bukan dengan produk-produk yang hebat atau industrinya akan menjadi besar, tapi yang perlu disederhanakan adalah mindset berpikir semua pihak bahwa semua mimpi itu membutuhkan proses panjang, kerja keras serta pengalaman yang mendukung.

Apalagi semua industri memiliki karakter yang berbeda-beda

“Semuan industri berbeda. Ada industri kecil, menengah bahkan ada industri yang lebih maju dan hebat. Mudah-mudahan kita mampu membuktikan semua itu untuk daerah NTB yang kita banggakan ,” tegas Dr. Zul.

Dikatakan,  hal yang paling mendasar dalam mengembangkan UKM/IKM masyarakat adalah campur tangan pemerintah.

Baik menyediakan fasilitas pendukung, ikut mendampingi serta mencarikan peluang pasarnya yang memungkinkan mereka memiliki semangat jiwa untuk terus berkarya.

Sehingga program Industrialisasi  yang sudah mulai perlahan dibuktikan oleh tangan-tangan terampil anak muda NTB saat ini benar-benar diwujudkan.

“Kita tak perlu teori yang terlalu banyak, yang penting pelaku UKM/IKM kita bisa hidup bahagia. Dengan cara dibantu dan difasilitasi,” jelasnya.

Bahkan Dr. Zul menggandeng semua bank yang ada di NTB untuk membantu penguatan dan pengembangan para pelaku UKM/IKM baik dari segi pembianaan maupun modal yang dibutuhkan.

Agar supaya kegiatan industri di NTB benar-benar hidup yang memberikan dampak besar bagi kesejahteraan masyarakat itu sendiri.

“Semua UKM/IKM yang kesulitan dengan modal. Kita akan terus berusaha carikan peluangnya. Kita juga akan nyambungi dengan bank-bank,” katanya.

Data base UKM/IKM

Sementara itu, Ketua ICBS Wilayah NTB Dr. Hj. Niken Saptarini Widyawati yang baru saja dilantik beberapa minggu lalu, mulai memetakan berbagai program kerja ICSB di wilayah NTB.

Terutama penguatan data base UKM/IKM kabupaten kota se-NTB.

ISBC merupakan organisasi nonprofit yang fokus pada pemberdayaan UKM serta membangun semangat kewirausahaan di Indonesia.

Dibentuknya ICBS wilayah NTB  menguatkan kapabilitas pelaku usaha kecil menengah maupun insustri kecil menengah.

“Kami pengurus ICSB sebagai organisasi yang mewadahi UKM/IKM masyarakat siap memberi support dan semangat kewirausahaan bagi masyarakat. Agar memiliki mental kuat untuk membangun usaha ke depan,” jelas Bunda Niken.

Sebagai organisasi perdana yang dibentuk di NTB, ICSB memiliki hambatan terkait data base maupun jumlah UKM/IKM yang belum maksimal.

Begitupun penataan data UKM yang sudah ada belum terlalu rapi. Karena itu, Bunda Niken mengusulkan jalur penataan data UKM di NTB dapat melaui Dinas Perindustrian agar bisa diupayakan dalam mendukung program industrialisasi saat ini.

“Kami akan terus kerja sama dengam dinas terkait dalam upayan penataab data UKM/IKM. Agar semua datanya bisa diaskes oleh siapapun,” jelasnya.

Selain itu, kegiatan pendampingan kepada UKM saat ini menjadi program prioritaskan oleh pengurus ICSB.

Begitu pun dengan masalah legalitas pelaku UKM di NTB sehingga memiliki harapan untuk berkembang dari yang kecil ke usaha menengah.

Kalau itu mampu dilakukan, katanya, langkah selanjutnya adalah mencarikan pasar bagi UKM agar dapat bersaing dengan pasar nasional maupun internasional.

“Banyak UKM/IKM kita yang ingin maju. Tentu dibutuhkan kerja sama yang semua pihak. Sebab, menjadi Wirausaha bukan sesuatu yg muda. Namun perlu konsisten yang sangat kuat,” ujar bunda Niken yang sekaligus sebagai ketua Dekranasda NTB.

Dalam kunjungan tersebut, juga dihadiri oleh kepala OPD terkait lingkup pemprov NTB, perwakilan dari beberapa Bank negeri maupun swasta di NTB, pelaku UKM/IKM serta beberapa pengurus organisasi wanita yang bergerak pada bidang penguatan UKM-UKM di NTB.

man@kominfo