JKN-KIS Menjamin Penuh Pengobatan Syaraf Kejepit Yang Diderita Suyudi

Narasumber : Suyudi

MATARAM.lombokjournal.com — Banyak orang yang memanfaatkan Jaminan Kesehatan – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) untuk perawatan di fasilitas kesehatan.

Suyudi (55) adalah salah satu peserta JKN-KIS yang telah merasakan manfaat dari adanya program JKN-KIS ini.

Suyudi menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS) untuk berobat Herniasi Nucleus Pulposus (HNP) atau yang sering disebut dengan saraf terjepit.

Ia mengaku pertama kali merasakan keluhannya berupa nyeri disertai dengan kesemutan yang tidak kunjung hilang hingga berjalan pun harus merunduk.

Saraf terjepit merupakan suatu kondisi, dimana saraf tertekan oleh bagian di sekitarnya.

Jika tidak ditindak lanjuti dengan serius, maka dapat berdampak pada jaringan lunak, atau pelindung di sekitar saraf mengalami kerusakan atau pecah.

Hal ini akan menyebabkan pembekakan dan tekanan yang ekstra, dan bila terjadi terus-menerus, tentu saja saraf bisa mengalami kerusakan secara permanen.

“Saat itu, tiba-tiba saya merasakan pinggang belakang terasa sakit, sampai jalan harus membungkukkan badan, rasa sakit juga terasa sampai di kaki, karena sudah tidak tahan dengan rasa sakitnya, saya pun dibawa ke rumah sakit terdekat dari rumah oleh istri dan anak saya, pada saat itu dokter langsung memeriksakan kondisi saya dan menyatakan bahwa saya mengalami saraf terjepit,” ujar Suyudi saat ditemui di kediamanannya pada, Jumat (31/07/20)

Suyudi menambahkan, setelah melalui proses pemeriksaan, dokter menyarankan Suyudi untuk menjalani rawat inap untuk kesembuhannya.

Bukan hanya itu, dirinya juga disarankan oleh dokter tersebut untuk memanfaatkan kartu kepesertaan JKN-KIS miliknya agar ia tidak khawatir soal biaya perawatan.

“Saya pun harus rawat inap selama 3 hari. Dokter saraf yang merawat saya pun menyarankan untuk menggunakan jaminan kesehatan yang saya punya yaitu JKN-KIS, karena biaya pengobatan dan perawatan ini cukup lama dan memakan biaya yang cukup banyak,” ungkapnya.

Kini, Suyudi hanya dapat mengucapkan rasa syukur dan terima kasih kepada pemerintah atas penyeleggaraan Program JKN-KIS. Karena program tersebut, seluruh biaya perawatannya saat itu dijamin oeh BPJS Kesehatan dan ia sudah tidak dibuat khawatir akan hal tersebut.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada BPJS Kesehatan yang telah menjamin seluruh biaya pengobatan ini. Saya tidak  tahu bagaimana jadinya jika saya tidak menjadi peserta JKN-KIS, tentunya biaya yang harus saya keluarkan cukup banyak,” tutupnya.

dh/yn/Jamkesnews

 




Selly-Manan akan Libatkan Penyandang Disabilitas dalam Tim Pemenangan

Pemerintah sudah cukup banyak menerbitkan regulasi tentang perlindungan terhadap penyandang disabilitas. Konsep pembangunan ramah disabilitas juga sudah seringkali digaungkan di tingkat nasional dan daerah

lombokjournal.com —

MATARAM;    Pasangan Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Mataram, Hj Putu Selly Andayani dan H Abdul Manan (Selly-Manan) akan melibatkan para penyandang disabilitas dalam tim pemenangannya di Pilkada Kota Mataram tahun ini.

Keterlibatan partisipatif para difabel ini, bukan sekadar menempatkan penyandang disabilitas dalam posisi yang sama dengan masyarakat lainnya, tetapi juga sebagai bagian kepedulian Selly-Manan terhadap para difabel di Kota Mataram.

“Saudara kita yang memiliki kelebihan khusus atau difabel ini juga punya potensi yang sama. Kami akan libatkan mereka sebagai motor penggerak Selly-Manan untuk Mataram,” kata Hj Putu Selly Andayani, Kamis (30/07/20)

Mengangkat jargon Mataram Cemerlang dalam Pilkada tahun ini, Selly-Manan memang ingin membuktikan bahwa Kota Mataram bisa menjadi kota maju yang juga ramah disabilitas.

Aspek pembangunan perkotaan nantinya akan mempertimbangkan kebutuhan para penyandang disabilitas. Sebab bagaimana pun mereka juga merupakan warga Kota Mataram yang berhak mendapatkan pelayanan yang sama dan setara dengan yang lain.

Menurut Selly, pelibatan disabilitas dalam tim pemenangan dilakukan untuk menunjukan kesetaraan mereka dengan komponen tim lainnya.

“Mereka punya ide dan gagasan. Kritik dan saran mereka juga harus kita akomodir sebagai warga Kota Mataram yang sama,” timbuh Selly.

Hj. Putu Selly Andayani yang juga tokoh pembina disabilitas di NTB ini mengatakan, sejatinya para penyandang disabilitas ini memiliki potensi masing-masing. Mereka sama sekali tidak butuh dikasihani, tetapi lebih butuh mendapat perlakukan yang sama dan setara dengan masyarakat lainnya.

“Saudara kita ini tidak ingin sekedar dikasihani tapi mereka perlu diperlakukan sama dan diberi tanggungjawab sesuai proporsinya. Selly-Manan berkomitmen untuk mengajak kaum difabel duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi dengan yang lain,” ujarnya.

Selly mengatakan, selama ini pemerintah sudah cukup banyak menerbitkan regulasi tentang perlindungan terhadap penyandang disabilitas. Konsep pembangunan ramah disabilitas juga sudah seringkali digaungkan di tingkat nasional dan daerah.

Hanya saja, dalam implementasinya semua itu belum bisa terealisasi secara optimal. Masih banyak fasilitas umum dan fasilitas publik yang belum memperhatikan kebutuhan disabilitas.

Stigmatisasi terhadap kaum difabel sebagai kelompok yang lemah dan terkadang dikucilkan dan dikasihani masih sering terjadi.

Kesempatan untuk mereka dapat bekerja dan berkarya di sejumlah sektor pembangunan juga masih terbatas

“Dengan melibatkan mereka secara partisipatif, Selly-Manan ingin mengubah stigma dan sterotype (cara pandang) yang salah tentang kaum difabel ini. Mereka juga bisa Cemerlang dan terlibat aktif dalam pembangunan Kota ini,” tuturnya.

Sementara itu Ketua DPD Perhimpunan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) Provinsi NTB, Fitri Nugraha Ningrum menyambut baik dan mengapresiasi langkah Selly-Manan yang ingin melibatkan penyandang disabilitas sebagai tim pemenangan di Pilkada Kota Mataram.

“Ya kita bangga kalau memang teman-teman disabilitas dilibatkan. Ini sebuah penghargaan saya rasa untuk teman-teman,” katanya.

Menurut Fitri, sosok Selly Andayani sudah lama dikenal sebagai figur yang peduli dan punya empati yang tinggi kepada masyarakat bawah, termasuk para penyandang disabilitas.

Selly juga pernah menggelar acara khusus memperingati HUT Pertuni tahun lalu, dan menghadirkan Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah.

“Pak Gubernur saat ini juga sangat memperhatikan disabiitas dan memberi ruang yang cukup. Sehingga jika di Kota Mataram juga demikian akan lebih bagus lagi,” urainya.

Berdasarkan data Dinas Sosial NTB setidaknya di Provinsi NTB tercatat sebanyak 17.178 orang penyadang disabilitas. Sebagian besar berada di pulau Lombok, dan Kota Mataram khususnya.

Fitri mengungkapkan, seharusnya konsep pembangunan ke depan juga melibatkan para penyandang disabilitas sejak perencanaan hingga realisasinya.

Me




Sekda : Idul Adha, Keikhlasan Melaksanakan Protokol Kesehatan Covid-19

Pemerintah telah mengatur protol pelaksanaan Shalat idul adha beserta penyembelihan hewan qurban

MATARAM.lombokjournal.com —  Sekretaris Daerah Provinsi NTB Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si mengajak masyarakat NTB untuk berqurban keikhlasan dalam disiplin melaksanakan protokol kesehatan covid-19.

Hal tersebut disampaikan Sekda saat mewakili Gubernur NTB dalam memberikan sambutan pelaksanaan Shalat Idul Adha, bertempat di Masjid Hubhul Wathan Islamic Centre, Jum’at (31/07/20) pagi.

Sekda menghimbau jamaah yang hadir agar dapat memahami esensi berqurban, yaitu keikhlasan. Esensi berqurban di masa pandemi saat ini ialah juga untuk mampu ikhlas dan bersungguh – sungguh mengatasi penularan Covid-19.

“Esensi dari berkurban adalah keikhlasan kita, saat ini mari kita ikhlas dan berikhtiar sungguh sungguh dalam menerapkan protokol kesehatan covid-19,” himbau Miq Gite.

“Selamat hari raya idul adha 1441 H, mudah mudahan dengan disiplin, musibah ini segera berlalu dari muka bumi kita ini,” katanya.

Miq Gite turut menekankan dua hal penting yang masyarakat harus pahami dalam pelaksanaan Idul adha tahun ini.

Yang pertama, Covid-19 telah merebak di berbagai belahan dunia, untuk itu Pemerintah mengambil kebijakan untuk tidak memberangkatkan jamaah haji demi kesehatan dan keselamatan bersama.

Kedua, Miq Gite mengingatkan, Pemerintah telah mengatur protol pelaksanaan Shalat idul adha beserta penyembelihan hewan qurban.

“Ini semua demi keselamatan bersama,” jelas Miq Gite

Di akhir sambutannya, Sekda mengingatkan bahwa angka kasus pasien positif Covid19 di NTB masih terus bertambah setiap harinya, untuk itu masyarakat harus terus waspada dan turut disertai doa yang tulus agar pandemi dapat segera berakhir.

“Mari kita berdoa, meminta pertolongan Allah SWT sembari tetap ikhtiar memutus rantai penyebarannya,” katanya.

Berdasarkan rilis pers Gugus Tugas Covid-19 Provinsi NTB kemarin, Kamis (30/07/20) di NTB masih terdapat penambahan kasus pasien positif Covid19 sebanyak 43 kasus.

Sehingga jumlah total kasus sebanyak 2.065 dengan rincian 663 pasien positif Covid19 dirawat dalam keadaan baik, 1.290 pasien sudah sembuh dan 112 meninggal.

Terpantau, pelaksanaan Shalat idul adha di Masjid Hubhul Wathan Islamic Centre NTB sangat disiplin menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Mulai dari jamaah yang masuk ke area shalat diwajibkan menggunakan masker, pengecekan suhu badan dengan thermogun dan pemberian handsanitizer oleh panitia, hingga pengaturan shaf shalat yang berjarak.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemotongan Sapi oleh para donatur, termasuk Sapi Sumbangan Presiden RI Joko Widodo seberat 1.3 Ton. Turut mendampingi Sekda pada kesempatan tersebut, para Asisten Setda NTB, dan beberapa kepala dinas dan biro lingkup Pemerintah Provinsi NTB.

diskominfotikntb




Pemprov Kembangkan Sayap UMKM Lokal NTB keluar Daerah

Upaya yang dilakukan oleh Pemprov NTB adalah hal yang luar biasa dan harus didukung bersama

MATARAM.lombokjournal.com — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat siap kembangkan sayap dan memberdayakan UMKM lokal NTB keluar daerah.

Sekretaris Daerah Provinsi NTB Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si menyampaikan itu saat menjadi narasumber kegiatan Rapat Daring yang digelar Inews TV di ruang kerjanya, Kamis (30/07/20).

Mengangkat tema diskusi “Pemberdayaan UMKM ala NTB di tengah Pandemi Covid-19”,   Sekda menegaskan, Pemerintah Provinsi NTB NTB di bawah kepemimpinan Gubernur Zul – Rohmi akan terus mendorong kemajuan UMKM di NTB.

“Kami tetap mendorong  kemajuan UMKM NTB, karena bagi kami UMKM memberikan efek positif yang sangat luar biasa” tuturnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memberikan apresiasi positif langkah yang dilakukan Pemprov NTB terhadap UMKM di tengah pandemi Covid-19.

Miq Gite sapaan akrab Sekda, juga memaparkan strategi dan langkah – langkah yang diupayakan Pemprov NTB dalam memajukan UMKM di NTB.

Langkah-langkah tersebut antara lain, pertama, UMKM lokal akan diberikan penguatan teknologi berupa bantuan alat produksi, pelatihan SDM dan penguatan pasar.

Kedua, menjaga lapangan pekerjaan dengan bantuan keringanan pajak . Hal itu diikhtiarkan karena pandemi covid19 yang belum berakhir.

Menurut Miq Gite, relaksasi pajak ini harus di niatkan sungguh- sungguh dan butuh political will, yaitu tidak hanya pemerintah daerah, tetapi juga kebijakan nasional.

Dan yang ketiga,  bagaimana NTB akan menfasilitasi berbagai beban-beban yang harus ditanggung oleh dunia usaha termasuk BPJS dan perijinan investasi.

Sekda juga menuturkan, langkah – langkah tersebut dapat terus berkembang sebagai ikhtiar Pemprov mengembangkan  UMKM lokal di NTB.

“Salah satu contohnya seniman, bagaimana dapat memberdayakan berbagai karyanya di hotel-hotel kita dan menempatkannya pada tempat wisata. Inilah wujud kita mencintai produk lokal itu” tutupnya

Pengamat politik NTB Dr. Iwan Harsono yang turut hadir mengatakan, upaya yang dilakukan oleh Pemprov NTB adalah hal yang luar biasa dan harus didukung bersama.

Selain langkah untuk mengurangi pengangguran di NTB, kemudian pemberdayaan UMKM juga sebagai bentuk kecintaan terhadap produk lokal NTB

“Ya tentu dengan upaya ini kita bisa melihat bagaimana lapangan berbicara. Dan bagi saya, kalau program ini terus diikhtiarkan, maka saya bisa pastikan UMKM di NTB akan maju dan angka pengangguran akan berkurang” tutupnya.

ftr/diskominfotik




UPDATE Covid-19: Hari Kamis, 30 Juli 2020, Bertambah 43 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 24 Orang, Kasus Kematian 2 (dua) Orang

Agar pelaksanaan Hari Raya Idul Adha tetap dapat berjalan dengan khusyuk dalam masa pandemi ini, diharapkan kepada masyarakat untuk senantiasa memperhatikan protokol kesehatan dan pencegahan Covid-19 dalam ibadah Sholat Ied maupun dalam rangkaian ibadah penyembelihan hewan qurban

 MATARAM.lombokjournal.com – Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR RSUD R. Soedjono Selong, Laboratorium PCR Prodia, Laboratorium TCM RSUD H.L. Manambai Abdulkadir, Laboratorium TCM RSUD Kota Mataram, dan Laboratorium TCM RSUD Praya mengkonfirmasi, ada tambahan 43 pasien positif Covid-19, dan pasien yang dinyatakan sembuh 24 orang.

 

Lalu Gita Aryadi

Siaran pers hari Kamis 30/07/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 298 sampel dengan hasil 223 sampel negatif, 32 sampel positif ulangan, dan 43 sampel kasus baru positif Covid-19, sembuh 24 orang, Tidak ada kasus kematian.

Ddjeaskan, adanya tambahan 43 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 24 tambahan sembuh baru, dan 2 (dua) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (30/7/2020) sebanyak 2.065 orang, dengan perincian 1.290 orang sudah sembuh, 112 meninggal dunia, serta 663 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

TAMBAHAN 43 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 24 ORANG, Kasus KEMATIAN 2 (dua) orang

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 2023, an. Ny. DNG, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Jereneng, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  2. Pasien nomor 2024, an. Ny. S, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Desa Kuripan, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1850. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju;
  3. Pasien nomor 2025, an. Tn. H, laki-laki, usia 56 tahun, penduduk Desa Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1739. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Unit 2 Sumbawa;
  4. Pasien nomor 2026, an. Ny. Y, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Selagalas, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Mataram;
  5. Pasien nomor 2027, an. Tn. BW, laki-laki, usia 62 tahun, penduduk Kelurahan Karang Pule, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
  6. Pasien nomor 2028, an. Tn. SPLM, laki-laki, usia 56 tahun, penduduk Kelurahan Monjok Timur, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
  7. Pasien nomor 2029, an. Ny. S, perempuan, usia 65 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Risa Sentra Medika;
  8. Pasien nomor 2030, an. Ny. BZ, perempuan, usia 49 tahun, penduduk Desa Ketare, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Praya;
  9. Pasien nomor 2031, an. Tn. FA, laki-laki, usia 64 tahun, penduduk Kelurahan Pancor, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong;
  10. Pasien nomor 2032, an. An. MJ, perempuan, usia 17 tahun, penduduk Desa Cepak Daya, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong;
  11. Pasien nomor 2033, an. Tn. LDP, laki-laki, usia 44 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Utara, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  12. asien nomor 2034, an. Ny. NPS, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Barat, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  13. Pasien nomor 2035, an. Ny. K, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Desa Tanjung, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Tanjung;
  14. Pasien nomor 2036, an. Ny. NWA, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Desa Salut, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Tanjung;
  15. Pasien nomor 2037, an. Tn. MR, laki-laki, usia 67 tahun, penduduk Desa Gondang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB;
  16. Pasien nomor 2038, an. An. ARNS, laki-laki, usia 1 tahun, penduduk Desa Naru, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak pasien Covid-19 nomor 1860. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Bima;
  17. Pasien nomor 2039, an. By. A, perempuan, usia 4 bulan, penduduk Desa Rade, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Bima;
  18. asien nomor 2040, an. Tn. GF, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Desa Brang Kolong, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1805. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Plampang;
  19. Pasien nomor 2041, an. Tn. MI, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Desa Brang Kolong, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1807. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Plampang;
  20. asien nomor 2042, an. Ny. N, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Desa Brang Kolong, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1808. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Plampang;
  21. Pasien nomor 2043, an. An. YH, perempuan, usia 17 tahun, penduduk Desa Brang Kolong, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1806. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Plampang;
  22. Pasien nomor 2044, an. An. KG, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk Desa Brang Kolong, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1806. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Plampang;
  23. Pasien nomor 2045, an. Tn. HS, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Benete, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Sumbawa Barat;
  24. Pasien nomor 2046, an. Tn. DD, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Desa Seteluk, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Sumbawa Barat;
  25. Pasien nomor 2047, an. Tn. N, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Bugis, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1644. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Sumbawa Barat;
  26. Pasien nomor 2048, an. Tn. A, laki-laki, usia 58 tahun, penduduk Desa Lekong, Kecamatan Alas Barat, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1711. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Alas Barat;
  27. Pasien nomor 2049, an. Tn. IH, laki-laki, usia 21 tahun, penduduk Desa Dalam, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1796. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Alas;
  28. Pasien nomor 2050, an. Tn. M, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Desa Dalam, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1796. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Alas;
  29. Pasien nomor 2051, an. Ny. H, perempuan, usia 51 tahun, penduduk Desa Dete, Kecamatan Lape, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Lape;
  30. Pasien nomor 2052, an. Ny. S, perempuan, usia 70 tahun, penduduk Desa Songkar, Kecamatan Moyo Utara, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1824. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Moyo Utara;
  31. Pasien nomor 2053, an. Tn. H, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Desa Songkar, Kecamatan Moyo Utara, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1824. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Moyo Utara;
  32. Pasien nomor 2054, an. Ny. J, perempuan, usia 43 tahun, penduduk Desa Gunung Sari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid19 nomor 1821. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  33. Pasien nomor 2055, an. Tn. IKM, laki-laki, usia 69 tahun, penduduk Desa Golong, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga;
  34. Pasien nomor 2056, an. Tn. M, laki-laki, usia 53 tahun, penduduk Desa Rabakodo Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Bima;
  35. Pasien nomor 2057, an. Ny. N, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Bima;
  36. Pasien nomor 2058, an. Ny. K, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Sigerongan, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1851. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  37. Pasien nomor 2059, an. Tn. DI, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Desa Bagik Polak, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  38. Pasien nomor 2060, an. Tn. S, laki-laki, usia 43 tahun, penduduk Desa Labuapi, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1689. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  39. Pasien nomor 2061, an. Ny. H, perempuan, usia 65 tahun, penduduk Desa Labuapi, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1689. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;40.
  40. Pasien nomor 2062, an. Ny. M, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Desa Lembar, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1896. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  41. Pasien nomor 2063, an. Tn. H, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Kelurahan Selagalas,Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram;
  42. Pasien nomor 2064, an. Ny. R, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Punia,Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram;
  43. Pasien nomor 2065, an. Tn. JW, laki-laki, usia 57 tahun, penduduk Desa Narmada, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Awet Muda.

Hari Kamisi terdapat penambahan 24 orang yang sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif, yaitu :

  1. Pasien nomor 965, an. Ny. AS, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Kuripan, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat;
  2. Pasien nomor 1055, an. Tn. S, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Sayang Sayang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  3. Pasien nomor 1149, an. Ny. IN, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Desa Leu, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima;
  4. Pasien nomor 1297, an. Tn. N, laki-laki, usia 78 tahun, penduduk Desa Kotaraja, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur;
  5. Pasien nomor 1306 an. An. ALDS, perempuan, usia 7 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  6. Pasien nomor 1421, an. Tn. S, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Desa Karang Bongkot, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
  7. Pasien nomor 1445, an. Tn. IGNEDP, laki-laki, usia 37 tahun, penduduk Desa Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  8. Pasien nomor 1452, an. Ny. MGR, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  9. Pasien nomor 1455, an. Ny. ECT, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  10. Pasien nomor 1468, an. Ny. SH, perempuan, usia 75 tahun, penduduk Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  11. Pasien nomor 1537, an. Tn. GP, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Sleman, Yogyakarta;
  12. Pasien nomor 1548, an. Ny. M, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Desa Gerung Utara, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  13. Pasien nomor 1580, an. Tn. KBM, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Desa Rempe, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat;
  14. Pasien nomor 1597, an. An. KMB, perempuan, usia 14 tahun, penduduk Desa Karang Bongkot, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
  15. Pasien nomor 1608, an. Ny. NP, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Desa Karang Bongkot, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
  16. Pasien nomor 1665, an. Tn. WA, laki-laki, usia 67 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Timur, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  17. Pasien nomor 1686, an. Tn. IDGL, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Abian Tubuh Baru, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  18. Pasien nomor 1702, an. Ny. YY, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Selagalas, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  19. Pasien nomor 1720, an. Ny. S, perempuan, usia 59 tahun, penduduk Desa Prapen, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah;
  20. Pasien nomor 1770, an. Ny. UA, perempuan, usia 19 tahun, penduduk Desa Telaga Waru, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
  21. Pasien nomor 1774, an. An. ZAF, perempuan, usia 12 tahun, penduduk Desa Gerung Utara,Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  22. Pasien nomor 1775, an. An. GZA, laki-laki, usia 4 tahun, penduduk Desa Gerung Utara, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  23. Pasien nomor 1851, an. Tn. SS, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Desa Sigerongan, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat;
  24. Pasien nomor 1852, an. Tn. D, laki-laki, usia 64 tahun, penduduk Desa Tempos, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat.

Hari Kamis ini juga terdapat penambahan 2 (dua) kasus kematian baru, yaitu :

  1. Pasien nomor 2027, an. Tn. BW, laki-laki, usia 62 tahun, penduduk Kelurahan Karang Pule, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 2028, an. Tn. SPLM, laki-laki, usia 56 tahun, penduduk Kelurahan Monjok Timur, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Pasien memiliki penyakit komorbid.

Hingga saat ini penularan Covid-19 masih terus terjadi. Ini menunjukkan bahwa penularan virus ini masih belum dapat dikendalikan dengan baik.

Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Covid-19, Lalu Gita Aryadi menghimbau, agar pelaksanaan Hari Raya Idul Adha tetap dapat berjalan dengan khusyuk dalam masa pandemi ini, diharapkan kepada masyarakat untuk senantiasa memperhatikan protokol kesehatan dan pencegahan Covid-19

“Dalam ibadah Sholat Ied maupun dalam rangkaian ibadah penyembelihan hewan qurban. Yakni dengan menggunakan masker, membawa sajadah masing-masing, menjaga jarak, tidak berjabat tangan, menjaga kebersihan alat-alat yang digunakan untuk menyembelih qurban, meminimalkan kerumunan dan yang semisalnya,” kata Lalu Gita Aryadi

AYA/Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 081802118119\

Selamat Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriyah.

Semoga keteladanan yang telah dicontohkan dalam ibadah qurban bisa menjadi penyemangat dan motivasi kita semua untuk senantiasa dapat menjaga kesabaran serta bekerja dengan ikhlas, aman dan produktif di tengah pandemi Covid19.

Mataram, 30 Juli 2020

Sekretaris Daerah 

Selaku Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas

Provinsi Nusa Tenggara Barat,

Drs. H. LALU GITA ARIADI, M.Si.




Berkat JKN-KIS, Ibu Melahirkan Tanpa Dipungut Biaya

Ibu tiga orang anak ini sangat bersyukur, karena seluruh biaya persalinannya ditanggung oleh Program JKN-KIS

Narasumber : Putu Sri Oktari

MATARAM.lombokjournal.com — Momen melahirkan menjadi momen yang sangat dinantikan dan akan selalu diingat oleh setiap perempuan yang telah berkeluarga.

Persalinan normal ataupun caesar memiliki kisahnya masing-masing.

Seperti pengalaman yang telah dirasakan oleh Putu Sri Oktari (35), seorang ibu yang melahirkan anak ketiga dengan menggunakan kartu kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Dari awal melahirkan anak pertama sampai dengan anak ketiga, Putu, begitu panggilan akrabnya, selalu menggunakan Kartu JKN-KIS.

Putu yang saat itu sempat bingung dengan kabar yang ia dengar dari beberapa orang tentang pembedaan pelayanan di fasilitas kesehatan apabila menggunakan kartu JKN-KIS.

Namun, hal itu terbantahkan ketika ia membuktikan sendiri pelayanan yang ia dapat. Ia pun dengan senang hati membagikan kisah bahagianya kepada tim Jamkesnews, Selasa (30/06/20).

“Dari melahirkan anak pertama, saya selalu menggunakan kartu JKN-KIS. Banyak sekali manfaat yang saya dapatkan dari Program JKN-KIS ini. Saya beruntung sekali memiliki kartu JKN-KIS. Dengan mengikuti prosedur pelayanan yang benar pasti semua akan ditanggung oleh BPJS Kesehatan,” tutur Putu.

Ibu tiga orang anak ini sangat bersyukur, karena seluruh biaya persalinannya ditanggung oleh Program JKN-KIS.

Apalagi, dengan upah yang diterima oleh suaminya yang hanya cukup untuk menghidupi keluarganya, dengan keberadaan Program JKN-KIS, Putu merasa bersyukur karena seluruh pembiayaan proses persalinanya sudah dijamian oleh Program JKN-KIS.

“Biaya persalinan itu cukup mahal, mungkin gaji suami saya pun tidak cukup untuk membiayai itu semua. Saya bersyukur sekali memiliki Kartu JKN-KIS yang sangat banyak manfaatnya ini. Sehingga persalinan anak pertama sampai dengan anak ketiga saya ditanggung oleh BPJS Kesehatan,” tambah Putu

Bagi Putu, BPJS Kesehatan telah banyak membantu dirinya dan keluarga. Ia tidak tahu berapa banyak biaya yang akan dikeluarkan seandainya ia tidak menjadi peserta JKN-KIS, karena seperti pepatah mengatakan, sedia payung sebelum hujan.

Karena itu ia dan keluarga sangat bersyukur telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS.

Sebagai ucapan terima kasihnya kepada BPJS Kesehatan, ia mengajak serta seluruh peserta JKN-KIS untuk bersama-sama menyosialisasikan Program JKN-KIS kepada seluruh masyarakat. Agar masyarakat menjadi paham dan dapat merasakan manfaatnya seperti yang telah ia rasakan.

dh/yn/Jamkesnews




PLN Jalankan Stimulus Covid-19 untuk Pelanggan Sosial, Bisnis, dan Industri, Dukung Pemerintah Pulihkan Ekonomi

Melalui stimulus Tarif Tenaga Listrik ini, pelanggan hanya perlu membayar sesuai dengan pemakaian riil

lombokjournal.com —

JAKARTA ;     PLN telah menyiapkan mekanisme pemberian stimulus Tarif Tenaga Listrik (TTL) dari pemerintah berupa pembebasan rekening mininum bagi pelanggan Sosial, Bisnis, dan Industri dengan daya dimulai dari 1300 VA ke atas.

Apabila pemakaian pelanggan di bawah kWh minimum, maka pelanggan cukup membayar sesuai pemakaian kWh nya.

Selain itu, stimulus ini juga diberikan bagi pelanggan Sosial daya 220 VA sd 900 VA, Pelanggan Bisnis dan Industri daya 900 VA  berupa pengurangan biaya beban.

Stimulus pemerintah ini diberikan untuk meringankan beban pelanggan menghadapi pandemi Covid-19.

“Sebagai BUMN, PLN siap menjalankan kebijakan pemerintah untuk memberikan stimulus berupa pembebasan rekening minimum dan biaya beban,” tutur Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan, Bob Saril.

Adapun program ini diberikan bagi:

  1. Pembebasan penerapan ketentuan Rekening Minimum bagi pelanggan yang pemakaian energi listrik di bawah ketentuan rekening minimum (40 jam nyala), diberlakukan bagi:
  2. Pelanggan Golongan Sosial daya 1300 VA ke atas (S2/1300 VA s.d. S-3/> 200 kVA);
  3. Pelanggan Golongan Bisnis daya 1300 VA ke atas (B1/1.300 VA s.d. B-3/> 200 kVA); dan
  4. Pelanggan Golongan Industri daya 1300 VA ke atas (I-1/1.300 VA s.d. I-4/30.000 kVA keatas);
  5. Pembebasan penerapan ketentuan Jam Nyala Minimum bagi pelanggan Golongan Layanan Khusus sesuai dengan Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL).
  6. Pembebasan Biaya Beban, diberlakukan bagi:
  7. Pelanggan Golongan Sosial daya 220 VA dan 900 VA (S-1/220 VA, S-2/450 VA, S-2/900 VA)
  8. Pelanggan Golongan Bisnis daya 900 VA (B-1/900 VA); dan
  9. Pelanggan Golongan Industri daya 900 VA (1-1/900 VA)

Melalui stimulus Tarif Tenaga Listrik ini, pelanggan hanya perlu membayar sesuai dengan pemakaian riil. Sementara selisih dari Rekening Minimum atau Jam Nyala Minimum terhadap rekening realisasi pemakaian serta Biaya Beban menjadi stimulus yang dibayar Pemerintah.

Stimulus ini berlaku sejak rekening Juli, Agustus, September, Oktober, November, dan Desember Tahun 2020.

PLN memastikan stimulus ini tidak akan mengganggu keuangan PLN. Pasalnya setiap stimulus yang diberikan akan diganti pemerintah melalui mekanisme kompensasi seperti halnya stimulus yang telah diberikan kepada pelanggan rumah tangga 450 VA dan 900 VA bersubsidi serta industri dan bisnis kecil berdaya 450 VA.

AYA (*)




Begini Reaksi Masyarakat Desa Doridungga Sambut Gubernur NTB

Kebijakan Bang Zul, menurutnya, sangat dirasakan masyarakat. Apalagi, pada saat pandemi Covid-19 melanda

KABUPATEN BIMA.lombokjournal.com — Usai salat Ashar di Musala Al-Ridwan Desa Doridungga, Kabupaten Bima, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah berjalan kaki menyapa teman, kerabat, serta penduduk Desa Doridungga, Kabupaten Bima.

Satu persatu, disapa, diajak bicara, bahkan bercengkerama di sepanjang jalan.

Kehadiran Gubernur yang akrab disapa Bang Zul di kampung tersebut sangat menyedot perhatian warga.

Bahkan, ada sejumlah warga yang keluar rumah hanya sekadar ingin menyapa, kemudian menyampaikan doa dan secara spontan minta Gubernur istirahat ke rumah mereka.

“Pak Gubernur, silahkan masuk, istirahat di rumah,” ujar warga dengan wajah berseri-seri.

“Mudah-mudahan Pak Gubernur tetap sehat,” ungkap warga lain yang tengah membuka pintu rumah.

Tak sedikit warga berfoto bersama orang nomor satu di Pemprov NTB tersebut. Menurut Rohani, warga Desa   Doridungga kedatangan Gubernur ke desanya ini sudah beberapa kali.

Dia bersyukur dan mendoakan Gubernur supaya tetap berkeliling menyapa dan menyerap aspirasi masyarakat.

“Pak Gubernur luar biasa. Biasanya kita yang capek-capek cari Gubernur, sekarang Gubernur langsung datang sendiri,” ujarnya setelah berswafoto dengan Gubernur NTB.

Kebijakan Bang Zul, menurutnya, sangat dirasakan masyarakat. Apalagi, pada saat pandemi Covid-19 melanda.

Saat dia dan keluarganya diminta berdiam di rumah, kebijakan Gubernur yang menyalurkan sembako JPS Gemilang ikut meredakan kesulitan hidup mereka.

“Untung ada sembako dari pak Gubernur, jadi kami bisa makan tanpa harus keluar rumah dan keluar duit,” tambah perempuan yang sudah lama menjadi ibu rumah tangga tersebut.

Rohani berharap, kedatangan Gubernur ke Kabupaten Bima ini menjadi momentum yang baik. Terlebih, Gubernur melaksanakan sholat Idul Adha di lapangan Desa Doridungga.

“Alhamdulillah, Pertama kali saya lihat ada Gubernur datang dan salat Idul Adha di desa terpencil di kabupaten Bima,” tutupnya.

AYA/HmsNTB

 




Gubernur Zul Dengar Keluhan Warga Kabupaten Bima Bersama Kepala OPD

Sekarang zamannya kita bersinergi, tidak lagi kita saling menyalahkan, kaa Gubernur Zul

KABUPATEN BIMA.lombokjournal.com — Tiap kunjungan kerja Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah ke Kabupaten/Kota, Gubernur selalu membawa seluruh kepala OPD.

Itu semua dilakukan dalam rangka meningkatkan solidaritas dan mendengar secara langsung keluhan dan aspirasi masyarakat.

“Hari ini saya didampingi puluhan kepala OPD Provinsi NTB. Jadi, apapun keluhan dan aspirasi masyarakat, bisa disampaikan langsung Kepala Dinas terkait,” ujar Gubernur di hadapan kades, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda di Kabupaten Bima, sambil memperkenalkan seluruh kepala OPD, Kamis (30.07/20).

Gubernur Zul menilai, keinginan masyarakat NTB sesungguhnya sederhana saja. Mereka hanya menginginkan pemimpinnya hadir, mau menyapa dan mengunjungi mereka untuk saling mendengar.

Gubernur tidak menghendaki jika alasan kesibukan menjadi penghalang silaturahmi antara para pemimpin dengan warganya.

“Alhamdulillah puluhan kepala OPD ikut, keluh kesah masyarakat bisa di dengar dan ditindaklanjuti langsung,” tambah Bang Zul.

Sesibuk apa pun kita, lanjut Bang Zul, jangan sampai lupa dengan yang namanya silaturahim. Gubernur menegaskan, dirinya tidak ingin ada kepala dinas ataupun pejabat lainnya yang enggan turun langsung mendengar masyarakat.

“Kita ini terkadang senang dicari. Masyarakat kita capek nyari, tapi malah tidak bisa ketemu. Sekarang tradisi itu kita balik, kita sendiri yang turun mencari masyarakat,” harap Bang Zul.

Gubernur menegaskan, masyarakat dan pemimin, serta semua pihak harus bersinergi, saling membantu. Persoalan yang bisa diselesaikan oleh pemerintah kabupaten, silakan diselesaikan oleh kabupaten. Demikian juga dengan persoalan yang bisa dibantu oleh Pemprov NTB, tentu akan dibantu oleh Pemprov NTB.

Demikian halnya dengan pemerintah pusat.

“Sekarang zamannya kita bersinergi, tidak lagi kita saling menyalahkan,” tutupnya.

AYA/HmsNTB




Peduli UMKM, HBK Adakan Literasi Jasa Keuangan di Mataram

Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian HBK kepada UMKM terdampak Covid-19 di Kota Mataram

lombokjournal.com —

MATARAM;    Wakil Ketua Komisi I DPR RI, H. Bambang Kristiono, atau yang akrab dipanggil HBK memanfaatkan masa resesnya dengan berbagai kegiatan.

Salah satu yang dilakukan untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM, adalah dengan menggelar kegiatan literasi jasa keuangan di Kota Mataram.

Haji Bambang Kristiono (HBK)

Kegiatan bertema “Penyuluhan Jasa Keuangan Bersama Anggota DPR RI H. Bambang Kristiono (HBK)” ini, digelar pada hari Kamis (30/07/20), melibatkan Tim ‘HBK PEDULI Kota Mataram’ bekerjasama dengan Yayasan Swadaya Membangun Mataram, dan OJK Provinsi  NTB.

Penyuluhan dilaksanakan di 6 Kecamatan yang ada di Kota Mataram, dengan menghadirkan peserta antara lain para pelaku UMKM terdampak Covid-19, pelaku industri jasa keuangan lokal, pelaku pariwisata, dan pelaku jasa transportasi.

“Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian Pak HBK kepada UMKM terdampak Covid-19 di Kota Mataram. Materi kegiatan penyuluhan jasa keuangan antara lain, tentang edukasi dan pemanfaatan produk industri Jasa Keuangan secara door to door dimasa pandemi Covid19,”  kata Ketua ‘HBK PEDULI Kota Mataram’ Ustadz Amrilah, di sela-sela kegiatannya, Kamis (30/07) di Mataram.

Selain kegiatan penyuluhan jasa keuangan, Tim HBK PEDULI juga menyalurkan bantuan berupa paket sembako dari untuk masyarakat terdampak pandemi Covid19.

Ustads Amrilah mengatakan, metode penyaluran bantuan paket2 sembako ini dilaksanakan secara door to door, kepada kelompok2 sasaran terutama masyarakat terdampak, dengan tetap memperhatikan dan mentaati protokol Covid19.

Tiap paket sembako itu terdiri dari beras beras 3 Kg, Minyak goreng 1 Liter, Gula Pasir 1 Kg, Ikan Sarden 2 Kaleng, Telur Ayam 1 Trey (10 Butir), Mie Instant 4 Bungkus, Hand Sanitizer 100 ml 1 Botol, dan Masker.

Bantuan yang diberikan sebanyak 500 paket sembako tersebut, sebanyak 200 paket sembako disalurkan bersama Yayasan Swadaya Membangun Mataram, dengan sasaran para orang tua jompo, para anak yatim piatu yang tidak mampu, dan kelompok Nelayan di wilayah Pondok Perasi.

“Kemudian 300 paket Sembako lainnya, disalurkan di Kecamatan2 yang ada di Kota Mataram oleh Tim HBK PEDULI Kota Mataram dan para pengurus PAC Partai Gerindra Kota Mataram,”  kata Amrilah.

Ustads Amrilah mengaku bangga dengan kegiatan yang dilakukan HBK di Kota Mataram.

Ia mengatakan, bantuan yang disalurkan mendapat respons positif dan sangat antusias dari masyarakat, dan Ia berharap bantuan tersebut dapat bermanfaat, meringankan kesulitan masyarakat terdampak Covid-19.

“Saya bangga menjadi bagian dari Tim HBK PEDULI, menjalankan instruksi2 Pak HBK untuk terus berada di tengah-tengah masyarakat yang diwakilinya. Pembagian 500 paket sembako bagi masyarakat Kota Mataram terdampak Covid19 pada hari ini, telah mendapatkan respons dan apresiasi yang sangat luar biasa,”  imbuhnya.

Salah satu penerima bantuan M Husni, seorang nelayan di Pondok Perasi, Ampenan, mengaku tidak mengenal HBK, dan juga bukan pemilihnya pada saat Pileg lalu. Namun ia bangga dan terharu, karena juga ikut mendapat bantuan yang tanpa pandang bulu.

“Saya secara pribadi tidak mengenal Pak HBK, saya juga bukan pemilihnya. Tapi program-program dan kepeduliannya Pak HBK, telah menyentuh orang-orang seperti kami. Mudah-mudahan Pak HBK dan keluarga sehat terus, dan dilimpahi rezeki yang cukup,” ujarnya.

Sementara itu secara terpisah, Wakil Ketua Komisi I DPR RI H Bambang Kristiono (HBK) mengatakan, kegiatan di masa reses ini dihajadkan untuk menyentuh masyarakat di bawah, terutama masyarakat dan pelaku UMKM terdampak Covid-19.

HBK menyampaikan apresiasi kepada OJK dan semua Tim HBK Peduli yang sudah bersama-sama memberikan literasi jasa keuangngan bagi para pelaku UMKM.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada pihak OJK yang telah bersedia bekerjasama dengan Yayasan Swadaya Membangun Mataram, dan Tim HBK PEDULI Kota Mataram, dalam kegiatan penyuluhan kepada para pelaku usaha IKM, yang dilanjutkan dengan penyaluran bantuan paket2 sembako bagi masyarakat terdampak Covid19,” kata HBK.

Pria Humble yang dikenal sebagai Samurai Prabowo ini menegaskan, dalam situasi sulit akibat pandemi Covid19 ini, empati dan rasa kesetiakawanan sosial harus ditingkatkan.

“Dalam situasi saat ini empati dan rasa kesetiakawanan sosial kita diuji. Sebagai pejuang, kita menjawabnya dengan aksi-aksi nyata di lapangan, terus berbagi dan mengulurkan bantuan kepada masyarakat-masyarakat yang membutuhkan. Saya minta kepada Tim HBK PEDULI Kota Mataram untuk terus turun ke masyarakat, membantu dan mendampingi mereka pada saat-saat sulit seperti ini,” tukas HBK.

Me