Dari Sumbawa, Gubernur Zul Langsung ke Kediaman Almarhum H. Lalu Mudjitahid
Bang Zul berharap, ke depan akan ada orang yang seperti Mik Mudji yang sangat peduli terhadap daerah dan terus berkarya demi masa depan bangsa
LOBAR.lombokjournal.com — Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah yang didampingi istri, dari Puau Sumbawa langsung menuju kediaman almarhum Drs. H. Lalu Mudjitahid, Minggu (02/08/20).
Di kediaman almarhum, Gubernur Zul langsung melaksanakan salat jenazah di Masjid Hidayatul Mukhtar, Kuripan, Lombok Barat.
Setelah salat jenazah, Gubernur yang akrab disapa Bang Zul ini menemui keluarga almarhum yang tidak terlalu jauh dari masjid dengan berjalan kaki.
Tak banyak bercakap-cakap, Bang Zul hanya memuji kebaikan almarhum selama hayatnya.
“Beliau orang baik,” tutur Bang Zul ini.
Bertemu dengan sanak dan keluarga almarhum, hanya kata pujian tersebut yang terdengar dari Gubernur ini.
Ia menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya almarhum yang biasa disapa Mik Mudji.
“Kami merasa kehilangan, beliau orang baik,” tegasnya lagi.
Bang Zul berharap, ke depan akan ada orang yang seperti Mik Mudji yang sangat peduli terhadap daerah dan terus berkarya demi masa depan bangsa.
Tak lama disana, Gubernur langsung pamit untuk melaksanakan tugas berikutnya di Mataram.
Terlihat beberapa pejabat dari kabupaten kota yang berbeda-beda dan tokoh-tokoh agama maupun masyarakat di NTB hadir di kediaman almarhum.
AYA/HmsNTB
Gubernur Zulkieflimansyah Jemput Langsung Aspirasi Masyarakat
Gubernur mempersilahkan seluruh Kades yang hadir dalam pertemuan itu untuk mencari Kadis atau kepala OPD yang sesuai dengan kebutuhan
DOMPU.lombokjournal.com — Selama kegiatan kunjungan kerja di Pulau Sumbawa, Gubernur NTB Dr.H.Zulkieflimansyah selalu bersilaturahim dengan para Kepala Desa (Kades) dan masyarakat.
Setelah melakukan silaturrahim dengan Kades dan masyarakat di Kabupaten Bima, Gubernur melanjutkan kegiatan silaturahimnya ke Kabupaten Dompu.
Acara pertemuan dengan masyarakat dikemas dengan santai sambil duduk lesehan. Suasana pun penuh keakraban.
Untuk menjemput aspirasi masyarakat di Pulau Sumbawa, tak tanggung-tanggung, sebanyak 37 pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diboyong oleh Gubernur.
Di Kabupaten Dompu, Gubernur menggelar pertemuan di Aula Pendopo Bupati Dompu pada Jum’at (31/07/20).
Seperti biasa, setelah memberikan sambutan, Gubernur mempersilahkan seluruh Kades yang hadir dalam pertemuan itu untuk mencari Kadis atau kepala OPD yang sesuai dengan kebutuhan.
Gubernur meminta seluruh Kades menyampaikan keluhan ataupun masalah desanya kepada Kadis terkait.
“Silahkan cari Kadis yang sesuai dengan permasalahan di desa. Jangan tegang-tegang, sodorkan saja proposal desa masing-masing, setelah itu, pijit kaki beliau,” ujar Gubernur disambut riuh tawa dari para Kades dan tamu undangan lainnya.
Tanpa menunggu lama, sejumlah Kades langsung berdiri dan mencari Kepala OPD yang sesuai dengan permasalahan di desanya. Terlihat, beberapa kepala OPD yang banyak ditemui seperti Kadis PUPR dan Karo Kesra.
“Rata- rata aspirasi masyarakat masalah jalan dan pembangunan tempat ibadah,” ujar Fadly, salah seorang Kades di Dompu.
Fadly mengatakan, tradisi baru Gubernur NTB tersebut sangat mempermudah masyarakat, terutama para Kades yang berada di Pulau Sumbawa.
Karena, mereka bisa langsung bertemu dengan para kepala OPD dan berdiskusi terkait dengan program pembangunan daerah.
“Kalau harus ke Mataram, kita butuh biaya, butuh waktu, butuh tenaga banyak. Alhamdulillah Pak Gubernur langsung bawakan kami para kepala OPD ke sini, jadi sangat terbantu,” ujarnya.
AYA/HmsNTB
UPDATE Covid-19: Hari Sabtu, 01 Agutus 2020, Bertambah 50 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 26 Orang, Kasus Kematian 5 (lima) Orang
Penularan virus Covid-19 ini masih belum dapat dikendalikan dengan baik
MATARAM.lombokjournal.com — Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR RSUD R. Soedjono Selong, Laboratorium PCR Prodia, Laboratorium TCM RSUD Provinsi NTB, dan Laboratorium TCM RSUD R. Soedjono Selongmengkonfirmasi, ada tambahan 50 pasien positif Covid-19, dan pasien yang dinyatakan sembuh 26 orang.
Lalu Gita Aryadi
Siaran pers hari Sabtu (01/08/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 565 sampel dengan hasil 481 sampel negatif, 34sampel positif ulangan, dan 50 sampel kasus baru positif Covid-19, sembuh 26 orang, kasus kematian 5 (lima) orang.
Dijelaskan, adanya tambahan 50 kasus baru terkonfirmasi positif, 26 tambahan sembuh baru, dan 5 (lima) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (01/8/20) sebanyak 2.115 orang, dengan perincian 1.316 orang sudah sembuh, 117 meninggal dunia, serta 682 orang masih positif dan dalam keadaan baik.
“Petugas kesehatan di kabupaten/kota diharapkan melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran virus Covid-19,” kata Lalu Gita Aryadi.
TAMBAHAN 50 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 26 ORANG, KASUS KEMATIAN 5 (LIMA) ORANG
Kasus baru positif tersebut, yaitu :
Pasien nomor 2066, an. Tn. SA, laki-laki, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Unram;
Pasien nomor 2067, an. Tn. HT, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji;
Pasien nomor 2068, an. Ny. W, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB;
Pasien nomor 2069, an. Ny. N, perempuan, usia 63 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
Pasien nomor 2070, an. Tn. BDP, laki-laki, usia 63 tahun, penduduk ber-KTP di Malang. Pasien berdomisili di Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
Pasien nomor 2071, an. Tn. HS, laki-laki, usia 67 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Barat, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga;
Pasien nomor 2072, an. Ny. NKPL, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Monjok, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Bhayangkara Mataram;
Pasien nomor 2073, an. An. LEAA, laki-laki, usia 19 tahun, penduduk Kelurahan Gerung Utara, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Bhayangkara Mataram;
Pasien nomor 2074, an. Tn. INB, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Mekar Sari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSJ Mutiara Sukma;
Pasien nomor 2075, an. Tn. PW, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Desa Rumbuk, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong;
Pasien nomor 2076, an. Ny. IH, perempuan, usia 63 tahun, penduduk Desa Presak, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong;
Pasien nomor 2077, an. Tn. KP, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Desa Telaga Waru, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
Pasien nomor 2078, an. Ny. S, perempuan, usia 65 tahun, penduduk Desa Ketangga, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
Pasien nomor 2079, an. Tn. HPP, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
Pasien nomor 2080, an. Ny. RPA, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang Permai, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
Pasien nomor 2081, an. Tn. DWA, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Monjok Timur, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
Pasien nomor 2082, an. Tn. Z, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Desa Bengkel, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
Pasien nomor 2083, an. Tn. ESB, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Desa Gunung Sari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
Pasien nomor 2084, an. Tn. AWNW, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk ber-KTP di Brang Biji, Kabupaten Sumbawa. Pasien berdomisili di Desa Sandik, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji;
Pasien nomor 2085, an. Ny. DA, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Utara, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji;
Pasien nomor 2086, an. Tn. IKS, perempuan, usia 63 tahun, penduduk Kelurahan Babakan, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB;
Pasien nomor 2087, an. Ny. TS, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Mandalika, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji;
Pasien nomor 2088, an. Ny. IR, perempuan, usia 48 tahun, penduduk Desa Kebun Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1921. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
Pasien nomor 2089, an. Tn. KAAN, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1883. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
Pasien nomor 2090, an. Ny. CU, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Ule, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
Pasien nomor 2091, an. Ny. K, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Sambinae, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
Pasien nomor 2092, an. Ny. N, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
Pasien nomor 2093, an. Ny. EM, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Monggonao, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
Pasien nomor 2094, an. Ny. R, perempuan, usia 46 tahun, penduduk Kelurahan Sambinae, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
Pasien nomor 2095, an. Tn. B, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Sadia, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
Pasien nomor 2096, an. Ny. H, perempuan, usia 45 tahun, penduduk Desa Kalampa, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
Pasien nomor 2097, an. Ny. N, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Sadia, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
Pasien nomor 2098, an. Ny. M, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Rontu, Kecamatan Raba, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
Pasien nomor 2099, an. Ny. YDA, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Sadia, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
Pasien nomor 2100, an. Ny. YI, perempuan, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Sarae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
Pasien nomor 2101, an. Ny. TA, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
Pasien nomor 2102, an. Ny. YS, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
Pasien nomor 2103, an. Ny. NI, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Selatan, Kecamatan Raba, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
Pasien nomor 2104, an. Ny. D, perempuan, usia 26 tahun, penduduk ber-KTP di Kecamatan Wera, Kabupaten Bima. Pasien berdomisili di Kelurahan Monggonao, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
Pasien nomor 2105, an. Tn. AA, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Monggonao, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
Pasien nomor 2106, an. Ny. WBF, perempuan, usia 65 tahun, penduduk Desa Seteluk Tengah, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Asyifa Sumbawa Barat;
Pasien nomor 2107, an. Ny. YP, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Telaga Bertong, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Sumbawa Barat;
Pasien nomor 2108, an. Tn. A, laki-laki, usia 58 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Mataram;
Pasien nomor 2109, an. Ny. NW, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Selatan, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
Pasien nomor 2110, an. Tn. IMS, laki-laki, usia 47 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Barat, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
Pasien nomor 2111, an. Ny. SR, perempuan, usia 48 tahun, penduduk Desa Labuan Sumbawa, Kecamatan Labuan Badas, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD H.L. Manambai Abdulkadir;
Pasien nomor 2112, an. Tn. MFH, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Desa Labuan Sumbawa, Kecamatan Labuan Badas, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa;
Pasien nomor 2113, an. An. IM, perempuan, usia 17 tahun, penduduk Desa Brang Kolong, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1562. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Plampang;
Pasien nomor 2114, an. An. ID, laki-laki, usia 10 tahun, penduduk Desa Brang Kolong, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1562. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Plampang;
Pasien nomor 2115, an. Ny. AF, perempuan, usia 21 tahun, penduduk Desa Pungkit, Kecamatan Moyo Utara, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Moyo Utara.
Hari Sabtu terdapat penambahan 26 orang yang sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif, yaitu :
Pasien nomor 1010, an. Tn. BIM, laki-laki, usia 44 tahun, penduduk Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
Pasien nomor 1131, an. Tn. S, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Desa Bajur, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
Pasien nomor 1219, an. Ny. SH, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
Pasien nomor 1254, an. Ny. R, perempuan, usia 55 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
Pasien nomor 1292, an. Ny. WM, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Selatan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
Pasien nomor 1453, an. Tn. MA, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk ber-KTP Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa. Pasien berdomisili di Kelurahan Tanjung Karang Permai, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
Pasien nomor 1518, an. Tn. BSP, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Pringgarata, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah;
Pasien nomor 1526, an. Ny. FDP, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
Pasien nomor 1587, an. Ny. M, perempuan, usia 66 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Timur, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
Pasien nomor 1598, an. Ny. NW, perempuan, usia 22 tahun, penduduk Desa Lembuak, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat;
Pasien nomor 1654, an. Tn. MM, laki-laki, usia 70 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Utara, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
Pasien nomor 1724, an. Tn. I, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Sleman, Yogyakarta;
Pasien nomor 1730, an. Tn. DPTS, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Sapta Marga, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
Pasien nomor 1762, an. An. MAS, perempuan, usia 3 tahun, penduduk Kelurahan Penaraga, Kecamatan Raba, Kota Bima;
Pasien nomor 1792, an. Ny. NR, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Tonda, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima;
Pasien nomor 1795, an. Ny. B, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Desa Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
Pasien nomor 1796, an. Ny. M, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Desa Dalam, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa;
Pasien nomor 1797, an. Tn. AA, laki-laki, usia 59 tahun, penduduk Desa Brang Kolong, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa;
Pasien nomor 1798, an. Tn. A, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Desa Brang Kolong, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa;
Pasien nomor 1800, an. Tn. I, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Desa Brang Kolong, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa;
Pasien nomor 1802, an. Ny. KH, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Desa Brang Kolong, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa;
Pasien nomor 1803, an. Ny. M, perempuan, usia 55 tahun, penduduk Desa Brang Kolong, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa;
Pasien nomor 1804, an. Ny. M, perempuan, usia 55 tahun, penduduk Desa Brang Kolong, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa;
Pasien nomor 1808, an. Ny. N, perempuan, usia 49 tahun, penduduk Desa Brang Kolong, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa;
Pasien nomor 1810, an. Ny. S, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Desa Brang Kolong, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa;
Pasien nomor 1976, an. Ny. RYLW, perempuan, usia 58 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram.
Hari Minggu ini juga terdapat penambahan 5 (lima) kasus kematian baru, yaitu :
Pasien nomor 1905, an. Tn. LM, laki-laki, usia 82 tahun, penduduk Kelurahan Selagalas, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Pasien memiliki penyakit komorbid;
Pasien nomor 2077, an. Tn. KP, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Desa Telaga Waru, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Pasien memilki penyakit komorbid;
Pasien nomor 2078, an. Ny. S, perempuan, usia 65 tahun, penduduk Desa Ketangga, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur. Pasien memilki penyakit komorbid;
Pasien nomor 2082, an. Tn. Z, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Desa Bengkel, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Pasien memiliki penyakit komorbid;
Pasien nomor 2083, an. Tn. ESB, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Desa Gunung Sari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat.
Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, Lalu Gita Ariyadi mengingatkan, hingga kini penularan Covid-19 masih terus terjadi. Ini menunjukkan bahwa penularan virus ini masih belum dapat dikendalikan dengan baik.
“Masyarakat untuk tetap patuh dan disiplin melaksanakan protokol kesehatan dan pencegahan Covid-19 dalam aktifitas kehidupan sehari-hari,” katanya.
Masyaakat harus selalu menggunakan masker ketika beraktiftas di luar rumah, menjaga jarak (physical distancing), menjauhi kerumunan dan menjaga pola hidup bersih dan sehat dengan berolahraga, senantiasa mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir, mengkonsumsi makanan bergizi serta menjahi stress.
Lalu Gita minta seluruh petugas, baik dari jajaran pemerintah provinsi dan kabupaten/kota se-NTB juga kepada aparat TNI dan Polri serta seluruh petugas kesehatan dan aparat terkait lainnya, mari kita terus memperkuat kolaborasi.
“Kerja sama dan tetap semangat untuk melakukan pembinaan, sosialisasi dan edukasi secara humanis dan persuasif untuk meminimalisir jatuhnya korban akibat Covid-19,” kata Lalu Gita Aryadi.
AYA/Rr
Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id
Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 08180211 8119
Pilbup Loteng 2020, PKS dan PKB Resmi Berkoalisi
PKS dan PKB dalam seleksinya nanti akan tetap mengutamakan figur yang paling diinginkan masyarakat Lombok Tengah untuk dijadikan Calon Bupati dan Wakil Bupati
MATARAM.lombokjournal.com — Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKS dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Lombok Tengah melakukan pertemuan bersama, guna meresmikan koalisi PKS-PKB jelang Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Lombok Tengah bulan Desember 2020 di Hotel Aston Mataram, Sabtu, (01/08/2020).
“Penanda tanganan kerjasama koalisi PKS-PKB untuk Pilkada Loteng di hotel Aston sore ini,” terang Ketua Bidang Pembinaan Pejabat Publik, sekaligus anggota Tim Pemenangan Pemilu Wilayah (TPPW) PKS NTB Yek Agil kepada LombokJournal.com. Sabtu, (01/08/20).
Disampaikan, PKS dan PKB yang masing-masing memiliki enam kursi di DPRD Kabupaten Lombok Tengah sudah memenuhi syarat pengajuan calon.
Untuk tahapan selanjutnya, PKS dan PKB tinggal melakukan seleksi di internal masing-masing guna menentukan siapa yang nantinya mewakili koalisi PKS-PKB maju sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati.
“PKS dan PKB masing-masing enam kursi, total dua belas kursi, sudah lebih dari cukup untuk mengusung calon Bupati/wakil (Bupati). Tahapan selanjutnya adalah seleksi bersama calon yang akan diusung,” katanya.
Terkait apakah kader PKS atau PKB yang akan menempati posisi calon bupati, Yek Agil mengaku optimis jika Calon Bupati akan menjadi milik kader PKS.
Terlepas dari itu, PKS dan PKB dalam seleksinya nanti akan tetap mengutamakan figur yang paling diinginkan masyarakat Lombok Tengah untuk dijadikan Calon Bupati dan Wakil Bupati.
“Insyaallah. Dengan dipastikan koalisi parpol sudah fix, maka koalisi ini akan lebih mudah mendapatkan calon bupati yang berkualitas, sesuai keinginan dan kebutuhan masyarakat lombok tengah, dan juga lebih berpeluang menang,” terangnya.
Untuk diketahui penandatanganan kerjasama koalisi tersebut selain dihadiri oleh pengurus partai di tingkat kabupaten Lombok Tengah, turut hadir beberapa pengurus PKS dan PKB di tingkat provinsi NTB.
Hal yang menurut Yek Agil menjadi bukti kesungguhan PKS dan PKB untuk memenangkan pemilihan bupati dan wakil bupati Lombok Tengah 2020.
“Di samping pengurus DPD PKS Lombok Tengah dan DPC PKB Lombok tengah, penanda tanganan juga dihadiri oleh pengurus wilayah masing-masing partai. Ini menunjukkan keseriusan dari koalisi yang dibangun ini,” jelasnya.
Ast
Hj. Niken: Bangun Desa Melalui Peningkatan Kualitas PAUD dan PKK
Para Kades di seluruh NTB dapat memberikan perhatian dan dukungan yang optimal kepada TP PKK dan PAUD di daerah masing-masing
SUMBAWA. lombokjournal.com — Ketua TP PKK Provinsi NTB Hj.Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah,SE, M.Sc mengajak para Kepala Desa (Kades) untuk memberikan perhatian kepada TP PKK dan PAUD yang ada di desa masing-masing.
Menurutnya, dengan memperhatikan dua poin tersebut, pembangunan manusia di desa akan semakin meningkat dan berkualitas.
Hal itu disampaikan Hj. Niken saat mendampingi Gubernur NTB berkunjung dan silaturahmi dengan para Kades dan tokoh masyarakat di Taman Mangga Kabupaten Sumbawa, Sabtu (01/08/20).
“Membangun desa bukan hanya membangun jembatan, membangun jalan dan membangun infrastuktur, tetapi juga membangun manusianya,” ungkap Bunda Niken.
Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak para Kades untuk memberikan perhatian kepada TP PKK di desa dengan membantu program yang dijalankan.
“Saya meminta dukungan kepada bapak semua untuk memberikan perhatian, memberikan alokasi dana desa dan memberikan dukungan kepada kegiatan TP PKK di desa masing-masing, ”ujarnya.
Lebih lanjut, Ketua TP PKK Provinsi NTB menyampaikan bahwa Kabupaten Sumbawa adalah kabupaten yang cukup baik dalam pembangunan PAUD, namun yang juga perlu ditingkatkan adalah bagaimana agar PAUD ini berkualitas.
“Jadi tidak hanya ada PAUD, tetapi juga berkualitas karena anak-anak kita ini yang akan menggantikan kita, dan tentu saja mereka berhak mendapatkan pendidikan yang lebih baik,” lanjutnya.
Di akhir arahannya Bunda Niken berharap para Kades di seluruh NTB dapat memberikan perhatian dan dukungan yang optimal kepada TP PKK dan PAUD di daerah masing-masing.
AYA/HmsNTB
Kades dan Toma Sumbawa Besar, Apresiasi Sikap Bersahaja Gubernur NTB
Orang nomor satu di provinsi NTB sampai di lokasi, beliau langsung duduk bersila di terpal dan berbaur bersama masyarakat
SUMBAWA BESAR.lombokjournal.com — Tradisi Gubernur NTB berbaur langsung dengan masyarakat mendapat banyak apresiasi.
Salah satunya dari Kades Orong Bawak, Kecamatan Utan, Kabupaten Sumbawa Besar.
Menurutnya, tradisi yang dilakukan Gubernur NTB ini merupakan momen langka dan harus dihadiri.
“Saya kaget, tiba-tiba datang undangan silaturrahim bersama gubernur, biasanya camat yang undang, sekarang gubernur, hebat pokoknya,” ujar Rosihan saat menghadiri acara silaturrahim Gubernur NTB bersama tokoh agama, tokoh masyarakat serta kepala desa di Taman Mangga, Kabupaten Sumbawa Besar pada Sabtu (01/08/20).
Dituturkan, sampai di lokasi, tak henti-hentinya dia kaget. Karena, saat sampai di lokasi, hanya ada satu terop biasa beserta terpal dan karpet, tempatnya biasa-biasa saja.
“Pas sampai di taman mangga, saya ragu kalo gubernur hadir, masak gubernur duduk bersila di terpal,” ujar Rosihan keheranan.
Kedatangan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimanysah ke lokasi acara membayar rasa penasaran dan keraguannya.
Bagaimana tidak, orang nomor satu di provinsi NTB sampai di lokasi, beliau langsung duduk bersila di terpal dan berbaur bersama masyarakat.
“Ternyata benar pak gubernur hadir, saya sempat ragu, acaranya seperti kita zikiran di kampung-kampung, pakai terpal dan karpet biasa,” ujarnya sambil senyum bahagia.
Rosihan berharap, kegiatan seprti ini rutin dilaksanakan setiap tahun. Dengan begitu, rasa saling memiliki, rasa kekeluargaan sangat terasa antara masyarakat dan pemimpin.
“Mudah-mudahan kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun,” tutupnya.
Lain lagi, H. Rahman, Tokoh Agama Kabupaten Sumbawa Besar.
Dia datang khusus ingin melihat langsung Gubernur NTB beserta 37 Kepala OPD lainnya. Katanya, momentum Idul Adha menjadi momen yang baik untuk bersilaturrahim dengan pemimpin.
“Alhamdulillah ini momen yang baik, saya datang bersama camat, ingin sampaikan masalah masjid,” ungkapnya.
Ia bersyukur bisa berbicara langsung dengan gubernur NTB. Seluruh keluhan ia sampaikan. Ia tiidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini.
“Saya langsung diarahkan ke Biro Kesra Provinsi NTB, Alhamdulillah langsung ditindaklanjuti,” tutupnya penuh semangat.
AYA/HmsNTB
NTB Berbelasungkawa, Gubernur Ajak Masyarakat Teladani Sosok H.Lalu Mudjitahid
Setelah tidak lagi menjadi Kepala Daerah pun, almarhum tetap beraktifitas untuk masyarakat dan menjadi inspirasi
MATARAM.lombokjournal.com — Innalillahi Wainna llaihi Roojiun. Gubernur NTB Dr. H Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur NTB Dr.Hj. Sitti Rohmi Djalilah atas nama Pemprov NTB dan seluruh masyarakat NTB ikut berbelasungkawa yang mendalam atas berpulangnya salah seorang putra terbaik NTB, Drs.H.Lalu Mudjitahid.
Almarhum meninggal dunia di RSUD NTB hari Ini pukul 14.57 Wita setelah sempat menjalani beberapa hari perawatan.
Gubernur Zul menyampaikan belasungkawa yang mendalam dan mengucapkan terimakasih atas jasa dan pengabdian alm sepanjang hayat mengabdi bagi masyarakat NTB.
Almarhum disebut sebagai sosok yang memiliki kontribusi yang sangat besar bagi masyarakat, selama hidupnya selalu didedikasikan untuk memajukan daerah ini.
Sebagai pemimpin, pengalamannya sangat komplit. Pada usia yang masih sangat muda misalnya, ia sudah menjadi Camat Tanjung, yang kini menjadi ibukota Kabupaten Lombok Utara.
“Hari ini kita kehilangan orang tua kita, sosok yang memiliki dedikasi tinggi dalam membanguan daerah dan kaya dengan keteladanan. Marilah kita meneladani beliau karena spiritnya tak pernah padam hingga akhir hayat,” katanya.
Dalam riwayat hidupnya, H. L. Mudjitahid dilantik menjadi Walikota Mataram pertama oleh Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Nusa Tenggara Barat, H.R. Wasitakusumah sesaat setelah peresmian pembentukan Kota Administratif Mataram oleh Menteri Dalam Negeri H. Amir Machmud pada tanggal 29 Agustus 1978.
L. Mudjitahid menjadi Walikota Mataram dari tahun 1978 – 1989. Selanjutnya almarhum pernah menjadi Bupati Lombok Barat selama dua priode yaitu dari 1989 – 1999.
Sejumlah program unggulan dan legendaris lahir dari tangan dingin H.Lalu Mudjitahid.
Setelah tidak lagi menjadi Kepala Daerah pun, almarhum tetap beraktifitas untuk masyarakat dan menjadi inspirasi. Ia berjasa di PT Gerbang Emas, Dewan Masjid Indonesia, Majelis Adat Sasak, Forum Koordinasi Penanggulangan Terorisme NTB, hingga sejumlah perguruan tinggi dan lembaga pendidikan di Kota Mataram.
Menurut informasi, pemakaman almarhum akan digelar pada hari Ahad 2 Agustus 2020. Sholat Jenazah akan digelar dari pukul 7.30 – 9.00 Wita di Masjid Hidayatul Mukhtar Kuripan dan Pemakaman akan digelar di Pemakaman keluarga Kuripan, Lobar.
AYA/HmsNTB
Usai jadi Khatib Shalat Idul Adha, Gubernur Tinjau Lokasi Kebakaran di Bima
Sebanyak 47 unit rumah yang terbakar dengan rincian 37 rusak berat, 10 rumah rusak ringan dan korban kebakaran sebanyak 200 orang
BIMA.lombokjournal.com — Usai Menjadi khatib shalat Idul Adha yang digelar di lapangan Desa Doridungga, Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. H. Zulkieflimansyah meninjau lokasi kebakaran di Desa Ntonggu, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima, Jumat (31/07/20).
Saat dikunjungi oleh Gubernur Zul dan rombongan, terlihat suasana haru karena pemandangan puluhan unit rumah yang terbakar.
Sejak kemarin, Pemerintah bergerak cepat dengan menerjunkan personil BPBD dan peralatan untuk membantu proses pemadaman.
Selain itu, Dinas Sosial juga telah mendirikan dan menyediakan dapur umum untuk menyediakan makanan dan minuman bagi para korban kebakaran.
Berdasarkan pendataan dari BPBD Provinsi NTB Kebakaran terjadi sekitar pukul 11.40 Wita dan berhasil dipadamkan sekitar pukul 13.00 Wita setelah tiga unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi.
Pemicu kebakaran diduga akibat meledaknya kompos gas LPG di salah satu rumah warga setempat. Hingga kini, tercatat ada sebanyak 47 unit rumah yang terbakar dengan rincian 37 rusak berat, 10 rumah rusak ringan dan korban kebakaran sebanyak 200 orang.
diskominfotikntb
Di Bima, Gubernur Serahkan Hewan Kurban Seberat 1 Ton
Negara dan bangsa ini dimerdekakan dan dibangun juga karena semangat ukhuwah dan keikhlasan berkorban
BIMA.lombokjournal.com — Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menjadi khatib shalat Idul Adha yang digelar di lapangan Desa Doridungga, Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima, Jumat (31/07/20).
Shalat Idul Adha yang diikuti oleh masyarakat Desa Doridungga dan sekitarnya itu. berlangsung lancar dan khidmat.
Dari atas mimbar, Gubernur menyampaikan, Idul Adha atau Idul Qurban serta Ibadah Haji yang dilaksanakan oleh umat Muslim sejatinya merupakan napak tilas sejarah pengembaraan spiritual yang berujung pada tauhid yang dijalankan oleh Nabi Ibrahim AS.
“Esensi Idul Adha adalah kemampuan mentransformasi pesan keagamaan menjadi aksi nyata perjuangan kemanusiaan. Oleh karenanya, jika Idul Fitri membawa kita kembali kepada kesucian atau fitrah, maka Idul Adha seharusnya merupakan rekonfirmasi kita terhadap keesaan Allah SWT,” katanya.
Ketundukan dan kepatuhan kepada Allah, lanjutnya, sesuai dengan makna Islam itu sendiri, yaitu tunduk dan patuh.
“Hanya kepada Allah,” tegas Gubernur.
Negara dan bangsa ini dimerdekakan dan dibangun juga karena semangat ukhuwah dan keikhlasan berkorban. Bukan karena hadiah dari penjajah, bukan pula karena saling berselisih dan bercerai berai.
“Sesungguhnya, umat Islam adalah umat yang satu. Karena persatuan tersebut umat menjadi kuat,” ulasnya.
Pada akhir khutbah, Gubernur mengingatkan seluruh jamaah untuk mengingat lima hal sebelum datang lima hal.
“Pertama, isi masa mudah mu sebelum datang masa tua mu. Kedua, pergunakan dengan baik masa sehatmu sebelum datang masa sakit mu. Ketiga, manfaatkan masa kaya sebelum miskin. Keempat, manfaatkan lapang sebelum datang sempit. Ke lima isilah hidup sebelum datang kematian,” ujarnya.
Yang lima tersebut, tambah Bang Zul, semuanya harus tetap diingat. Apalagi, yang terakhir, datang hidup sebelum kematian menjemput kita semua.
“Yang paling penting, kita jalani kehidupan ini dengan hal-hal yang penuh kebaikan dan mendatangkan keberkahan,” tutup Bang Zul.
Usai Shalat Idul Adha, Gubernur menyerahkan hewan kurban ke panitia kurban Desa Doridungga, Kecamatan Donggo Kabupaten Bima berupa satu ekor sapi exotic jenis simetal seberat 1.050 Kg atau lebih dari 1 ton.
AYA/HmsNTB-
BPJS Kesehatan Mataram Gandeng Kejaksaan, Untuk Tigkatkan Kepatuhan Badan Usaha
Badan Usaha yang tidak patuh agar segera melakukan perbaikan baik dalam administrasi data pegawai, maupun iuran JKN-KIS yang belum dilunasi
MATARAM.lombokjournal.com — BPJS Kesehatan Cabang Mataram melakukan sosialisasi terpadu program Jaminan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) kepada Badan Usaha di Wilayah Kabupaten Lombok Barat, Kamis (30/07/20).
Sosialisasi terpadu ini bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan bagi Badan Usaha di Kabupaten Lombok Utara dalam penyelenggaraan Program JKN-KIS.
Kepala Bidang Perluasan, Pengawasan dan Pemeriksaan Peserta BPJS Kesehatan Cabang Mataram Juluanta Kaibun menjelaskan, kegiatan sosialisasi terpadu ini sangat penting khususnya bagi Badan Usaha yang tidak patuh agar kedepannya para pemberi kerja paham akan pentingnya jaminan kesehatan bagi para pekerjanya.
Selain itu, ia menekankan bahwa badan usaha juga wajib untuk memberikan seuruh haknya kepada para pekerjanya khususnya dalam bidang jaminan kesehatan.
“Saya berharap Badan Usaha yang tidak patuh ini dapat memahami pentingnya Program JKN-KIS. Karena pemberi kerja wajib memberikan Jaminan Kesehatan bagi para pekerjanya sehingga apa yang menjadi hak pekerja dapat terpenuhi dengan baik,” ungkap Juluanta.
Kegiatan ini juga melibatkan Kejaksaaan Negeri Mataram dan Kepala Balai Pengawas Ketenagakerjaan Pulau, untuk ikut serta langsung dalam sosialisasi kepada para badan usaha yang belum patuh.
Dalam kegiatan ini, Kepala Seksi Perata dan Tata Usaha Kejaksaan Negeri Mataram Putu Agus Ary Artha memberikan sambutan kepada para badan usaha yang tidak patuh.
Dalam sambutannya, ia mengimbau kepada badan usaha yang tidak patuh untuk segera melakukan perbaikan baik dalam administrasi data pegawai maupun iuran JKN-KIS yang belum dilunasi.
Ary mewakili Kepala Kejaksaan Negeri Mataram akan melakukan pemanggilan kepada seluruh badan usaha yang tidak patuh untuk dilakukan penerapan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.
Untuk itu ia menghimbau kepada seluruh badan usaha yang tidak patuh untuk melaporkan data yang sebenarnya kepada petugas pemeriksa BPJS Kesehatan dan melakukan pembayaran iuran JKN-KIS tepat waktu.
“Saya berharap badan usaha yang hadir saat ini dapat memahami Program JKN-KIS sehingga tidak ada badan usaha yang dipanggil Kejaksaan Negeri untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Ary saat memberikan sambutannya.