Sepeda Listrik Karya IKM Lokal NTB Akan Dikenalkan di Hari Kemerdekaan

Kepala BPKP Perwakilan NTB,  Dessi Adin mengaku terkejut dan tidak menyangka, para pemuda di NTB mampu membuat sepeda listrik yang canggih

MATARAM.lombokjournal.com —  Program industrialisasi yang menjadi salah satu unggulan Pemerintah Provinsi NTB yang sudah mulai memanen hasilnya. Berbagai karya

Sepeda listrik karya para IKM lokal di NTB direncanakan akan diperkenalkan kepada masyarakat pada hari Kemerdekaan RI, tepatnya di tanggal 17 Agustus nanti.

Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah menyampaikan itu usai menerima rombongan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan NTB, Selasa (11/08/20) di halaman Kantor Gubernur NTB.

Bang Zul mengatakan, sepeda listrik yang dibuat di NTB bukan sekedar mimpi, apalagi untuk pencitraan.

Berbagai model sepeda listrik mampu mengubah pola pikir masyarakat,  NTB mampu melahirkan produk yang bersaing dikancah nasional dan internasional.

“Sekarang di NTB sudah bisa membuat sepeda listrik” kata pria kelahiran Sumbawa itu kepada rombongan, usai menerima Laporan Hasil Pengawasan (LHP) semester. I Tahun 2020 dari Perwakilan BPKP NTB.

Gubernur Zul juga mengungkapkan, kondisi kebangkitan UMKM pasca bencana alam gempa bumi dan pandemi Covid-19 saat ini.

Hikmahnya, para pelaku UMKM dapat terpacu bergerak lebih cepat dan berinovasi lebih hebat di masa sulit sehingga dapat bersaing dengan kompetitor lain.

Tidak  menyangka pemuda NTB mampu

Kepala BPKP Perwakilan NTB,  Dessi Adin mengaku terkejut dan tidak menyangka, para pemuda di NTB mampu membuat sepeda listrik yang canggih dan sangat modus ini.

“Bukan hanya produk kecil yang bisa diciptakan, warga NTB ternyata mampu menciptakan sepeda listrik” kata Dessi takjub.

Ia mengatakan, Lewat sepeda listrik, NTB akan mampu meningkatkan perkenomian. Ia juga berharap bahwa sepeda yang diberi nama Lebui ini terus dipromosikan sampai keluar NTB.

“Sepedanya keren teknologinya bagus dan saya mendukung sekali program Pak Gub” ujar Dessy.

Selain itu, Dessy menjelaskan maksud kehadirannya bersama rombongan adalah untuk menyerahkan laporan semester I kepada Gubernur.

Ada empat fokus yang disampaikan kepada Gubernur NTB. Pertama mengenai akuntabilitas pengelolaan pembangunan nasional, konstribusi untuk ruang viskal, kemudian untuk penyelamatan aset Negara atau Daerah dan terakhir komponen sistem..

“Kita menyerahkan hasil laporan semester 1 tahun 2020. Jadi setiap semester itu BPKP  memberikan hasil pengawasan kita ke Gubernur menyampaikan dengan tujuan Gubernur NTB bisa tahu apa yang dilakukan di BPKP,” tutup Dessy.

ftr/diskominfotik




Buku Saku Panduan Protokol Covid-19, Partisipasi Pemuda NW Putus Matarantai Sebaran Covid-19

Buku saku itu merupakan panduan praktis, dapat digunakan oleh siapa saja yang ingin memahami bagaimana cara menjalankan protokol kesehatan yang benar

lombokjournal.com —

MATARAM ;  Upaya peningkatan kesadaran masyarakat dalam menerapkan protocol kesehatan, Pimpinan Wilayah Pemuda Nahdlatul Wathan (NW) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) meluncurkan buku saku Covid-19.

“Buku saku ini berisi 43 halaman yang memuat pedoman dan tata cara menerapkan protokol kesehatan Covid-19,” kata Ketua Pemuda NW NTB Muh. Zainul Pahmi, Selasa (11/08/20) di Sekretariat Pemuda NW NTB, di Kota Mataram.

Dijelaskan, buku saku upaya Pemuda NW untuk ikut berpartisipasi memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di NTB.

Angka penularan dan jumlah kasus positif baru terus bertambah, bisa jadi disebabkan karena masyarakat masih mengabaikan protokol kesehatan.

Muh. Zainul Pahmi

Hal itu kemungkinan terjadi karena masih banyak masyarakat yang belum paham bahaya Corona dan bagaimana mencegahnya.

“Melalui upaya pengenalan (edukasi dan sosialisasi) secara umum tentang keberadaan, pola penyebaran dan istilah-istilah terkait harus diperhatikan oleh satuan pendidikan di lingkungan madrasah dalam menyesuaikan diri dengan kebiasaan baru,” ujarnya.

Pahmi mengatakan, buku saku akan didistribusikan ke masyarakat di Lombok dan Sumbawa. Untuk tahap awal baru dicetak 3000 eksemplar. Namun akan dicetak lagi kemudian menjadi 5000 eksemplar.

Ketua umum PBNW Syaikhuna Tuan Guru Bajang KH. Lalu Gede Muhammad Zainuddin Atsani memberikan apresiasi tentang buku saku Covid-19 oleh Pemuda NW.

“Buku ini amat bermanfaat dalam suasana kita di uji oleh Allah SWT dengan suatu bala’ yang menimpa seluruh kawasan dunia,” katanya, dalam sambutan pembuka buku.

TGB Atsani menjelaskan, buku saku itu merupakan panduan praktis, dapat digunakan oleh siapa saja yang ingin memahami bagaimana cara menjalankan protokol kesehatan yang benar.

“Terlebih bagi kalangan yang tidak memiliki banyak waktu secara khusus terkait protokol kesehatan Covid-19,” tukasnya.

Gubernur NTB Dr H Zulkiflimansyah dalam sekapur sirihnya pada buku saku Covid-19 menegaskan,  pihaknya selaku Wakil Pemerintah Pusat di daerah  selalu mensupport pemuda yang ikut mengambil bagian dalam proses edukasi dan sosialisasi  secara masif, sehingga masyarakat memiliki pra pemahaman yang sama tentang protokol kesehatan.

“Itu kewajiban kami selaku perpanjangan tangan Pemerintah Pusat,” katanya.

Me




Wagub NTB: Perda Pengendalian Penyakit Menular Untuk Melindungi Masyarakat

Ummi Rohmi minta jajarannya untuk berkomunikasi dan berkoordinasi dengan seluruh kabupaten/kota di NTB, agar masyarakat dapat diedukasi dan mendapatkan pemahaman secara utuh tentang Perda ini

MATARAM.lombokjournal.com — Disahkannya Peraturan Daerah (Perda) tentang Pengendalian Penyakit Menular, Senin (03/08/20) lalu, merupakan bentuk perlindungan dan kasih sayang kepada masyarakat. Khususnya dalam percepatan penanganan pandemi Covid-19 di Provinsi NTB.

Wakil Gubernur Provinsi NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menegaskan, Perda ini untuk melindungi masyarakat, untuk mendisiplinkan masyarakat.

“Patuh pada protokol Covid-19, sehingga jumlah kasus turun, dan kita semua bisa hidup aman” jelas Wagub saat memimpin rapat Evaluasi Penanganan Pandemi Covid-19, Selasa (11/08/20), di ruang Rapat Outdoor Halaman Setda NTB.

Wagub menegaskan, Perda Pengendalian Penyakit Menular ini merupakan kebijakan sekaligus harapan masyarakat NTB untuk bisa selamat melewati masa pandemi.

“Perda ini harapan terakhir kita, senjata pamungkas kita menghadapi masa pandemi ini,” tegas Ummi Rohmi, sapaan akrab Wagub.

Ummi Rohmi menyesalkan adanya anggapan oknum masyarakat yang curiga dan beranggapan sinis tentang penerapan, khususnya sanksi yang diatur dalam Perda tersebut.

“Denda bukan tujuannya. Tujuan dari perda ini adalah semua mau menerapkan protokol kesehatan, semua pakai masker, semua aman, dan kita bisa kembali produktif,” terang mantan Rektor Hamzanwadi itu.

Selanjutnya, Ummi Rohmi minta jajarannya untuk berkomunikasi dan berkoordinasi dengan seluruh kabupaten/kota di NTB, agar masyarakat dapat diedukasi dan mendapatkan pemahaman secara utuh tentang Perda ini.

“Sosialisasikan dengan gencar. Kolaborasi dengan perangkat daerah di Kabupaten /kota agar masyarakat paham informasi positif dari Perda ini,” himbau wagub.

Perangkat Daerah siap

Menanggapi arahan Wagub, Sekretaris Daerah Provinsi NTB Drs. Lalu Gita Ariadi, M.Si menyatakan kesiapan Perangkat Daerah untuk bekerjasama dan aktif mensosialisasikan Perda Pengendalian Penyakit Menular ke 10 Kabupaten/Kota di NTB.

“Kami telah berkoordinasi dengan Danrem untuk membantu sosialisasi Perda. Para perangkat daerah bersama Kab/kota juga akan ikut sosialisasi Perda secara masif,” jelas Miq Gite, sapaan akrab Sekda NTB.

Menambahkan arahan Sekda, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A menegaskan, antisipasi penyebaran Covid-19 terus dilakukan, khususnya cluster diperkantoran yang saat ini marak di NTB.

“Bersama kadis kesehatan di Kabupaten /Kota kita terus lacak hingga tataran kelurahan dan segera ditindaklanjuti,” kata dr. Eka.

Turut hadir pada kesempatan tersebut, para Asisten Setda NTB, Kaban Kesbangpoldagri, Kasat Pol PP, Kepala Biro Kesra Setda, dan Direktur RSUD Provinsi NTB.

diskominfotikntb




Menunggu Pemerintah Rampungkan Skema dan Kriteria Penerima BLT Tenaga Kerja

Pemerintah sedang memfinalisasi skema dan kriteria bantuan subsidi gaji, bagi pegawai swasta dan non BUMN, dengan peserta aktif dengan upah di bawah 5 juta

MATARAM.lombokjournal.com — Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) NTB  seluruh Indonesia, saat ini tengah fokus mendata nomor rekening dan nomor  kontak personal tenaga kerja yang aktif.

Mereka yang sudah terdata akan dihubungi langsung oleh Pemerintah Pusat.

Untuk mempercepat proses pendataan BPJAMSOSTEK sudah memiliki aplikasi khusus di tiap perusahaan, sehingga dengan mudah dan cepat melaporkan data terkini kepesertaan  untuk itu

Kepala Cabang BPJAMSOSTEK NTB, Adventus Edison Souhuwat yakin seluruh data yang dibutuhkan BPJAMSOSTEK pusat akan selesai dalam sepekan.

Ia menjelaskan,  proses pengumpulan data nomor rekening dapat dilakukan melalui berbagia cara  bagi perusahaan yang sudah menggunakan SIPP.

Proses pengumpulan data rekening menggunakan SIPP dengan versi yang sudah ada,  ditambahkan elemen data nama bank nomor rekening  dan nama rekening.

SIPP merupakan website pelaporan peserta online yang dikembangkan sebagai alat bantu perusahaan, untuk melakukan pengelolan data kepesertaan berupa data Perusahaan, data Tenaga Kerja, data upah dan penghitungan iuran secara cepat dan akurat.

BACA JUGA; Bantuan Langsung Tunai Akan Disalurkan untuk 51.200 Pekerja di NTB

Bagi perusahaan yang belum menggunakan SIPP, pelaporan dapat melalui format file excel. Yang akan dilampirkan pada email,  dan kemudian dapat dilengkapi nama bank, nomor rekening, dan nama rekening  pelaksaan program subsidi gaji tersebut, diupayakan tuntas bulan Agutus 2020.

“Saat ini pemerintah sedang memfinalisasi skema dan kriteria bantuan subsidi gaji, bagi pegawai swasta dan non BUMN, dengan peserta aktif dengan upah di bawah 5 juta rupiah di masa pandemi covid-19.  Pemerintah ingin mendorong belanja masyarakat untuk mempercepat menggerakkan kembali ekonomi nasional dan digunakan untuk keperluan belanja kebutuhan sehari-hari,” jelas Adventus.

AYA




Bantuan Langsung Tunai Akan Disalurkan untuk 51.200 Pekerja di NTB

BPJAMSOSTEK NTB tidak mengetahui secara pasti kriteria yang ditetapkan sebagai penerima bantuan sosial dari pemerintah itu

MATARAM.lombokjournal.com — Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan BPJAMSOSTEK) NTB (sebelumnya BPJS Ketenagakerjaan) melakukan validasi data para karyawan perusahaan, yang berpotensi mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar 600.000 ribu rupiah per bulan dari Pemerintah Pusat.

Data sementara,  terdapat sekitar 51.200 karyawan perusahaan di Provinsi NTB yang berpotensi peroleh bantuan pemerintah selama empat bulan, untuk penanganan dampak Covid-19.

Kepala Kepala Cabang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) NTB,  Adventus Edison Souhuwat mengatakan itu, didampingi Kepala Bidang Kepesertaan Korporasi Institusi dan Program Khusus BPJAMSOSTEK NTB,  Mansursyah di ruang kerjanya,  Selasa (11/08/20)

Menurut Adventus Edison, secara keseluruhan total pekerja aktif dan terdaftar di NTB sebanyak 91.800 orang. Para pekerja itu berasal dari 4.400 perusahaan di seluruh wilayah NTB.

Dari 91 ribu lebih pekerja di NTB yang saat ini tercatat aktif menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan,   sebanyak 51.200 pekerja yang masih bergaji di bawah 5 juta rupiah per bulan.

Meski demikian,  BPJAMSOSTEK NTB tidak mengetahui secara pasti kriteria yang ditetapkan sebagai penerima bantuan sosial dari pemerintah itu.

BPJS Ketenagakerjaan hanya bertugas melakukan pendataan jumlah pekerja secara keseluruhan

“Peserta-peserta yang berpotensi mendapatkan BLT ini dilengkapi datanya  dari rekening aktif dan nomor kontak (HP) para pekerja,” jelasnya.

BACA JUGA; Menunggu Pemerintah Rampungkan Skema dan Kriteria Penerima BLT Tenaga Kerja

BPJamsostek bekerjasama dengan perusahaan terkait untuk validasi ini, ditargetkan selesai pada minggu ini dan datanya sudah terkirim ke pusat untuk diserahkan kepada pemerintah.

Seluruh Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) dan Petunjuk Teknis (Juknis) menjadi kewenangan Pemerintah Pusat .

“Dalam hal ini Kementerian Ketenagakerjaan.  BPJamsostek di daerah hanya dibebankan untuk menyelesaikan data pekerja,” kata Edison.

AYA




UPDATE Covid-19: Hari Senin, 10 Agutus 2020, Bertambah 22 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 55 Orang, Kasus Kematian 3 (tiga) orang

Kita bersyukur karena hari ini terdapat tambahan 55 orang sembuh baru dari Covid-19

 MATARAM.lombokjournal.com – Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RSUD R. Soedjono Selong, Laboratorium TCM RSUD Kota Mataram, dan Laboratorium TCM RSUD H.L. Manambai Abdulkadi mengkonfirmasi, ada tambahan 22 pasien positif Covid-19, dan pasien yang dinyatakan sembuh 55 orang.

Lalu Gita Aryadi

Siaran pers hari Senin (10/08/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 125 sampel dengan hasil 85 sampel negatif, 18 sampel positif ulangan, dan 22 sampel kasus baru positif Covid-19, sembuh 55 orang, kasus kematian 3 (tiga) orang.

Dijelaskan, adanya tambahan 22 kasus baru terkonfirmasi positif, 55 tambahan sembuh baru, dan 3 (tiga) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Senin (10/08/20) sebanyak 2.337 orang, dengan perincian 1.494 orang sudah sembuh, 131 meninggal dunia, serta 712 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Aryadi.

TAMBAHAN 22 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 55  ORANG, KASUS KEMATIAN 3 (TIGA) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 2316, an. MAW, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Provinsi NTB;
  2. Pasien nomor 2317, an. CA, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  3. Pasien nomor 2318, an. MAH, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Provinsi NTB;
  4. Pasien nomor 2319, an. AR, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Pejarakan Karya, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Unram;
  5. Pasien nomor 2320, an. AGM, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Kebun Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Unram;
  6. Pasien nomor 2321, an. TD, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Barat, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  7. Pasien nomor 2322, an. NRTS, perempuan, usia 20 tahun, penduduk Desa Tegal Maja, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Tanjung;
  8. Pasien nomor 2323, an. A, laki-laki, usia 56 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Unram;
  9. Pasien nomor 2324, an. SB, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  10. Pasien nomor 2325, an. S, perempuan, usia 58 tahun, penduduk Desa Mantun, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Maluk;
  11. Pasien nomor 2326, an. BS, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Desa Loka, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Seteluk;
  12. Pasien nomor 2327, an. MU, perempuan, usia 22 tahun, penduduk Desa Lenek, Kecamatan Lenek, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong;
  13. Pasien nomor 2328, an. M, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Desa Apitaik, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong;
  14. Pasien nomor 2329, an. M, perempuan, usia 64 tahun, penduduk Desa Pohgading, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong;
  15. Pasien nomor 2330, an. TS, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Desa Kampung Jawa, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong;
  16. Pasien nomor 2331, an. N, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Desa Aikmel, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong;
  17. Pasien nomor 2332, an. LI, laki-laki, usia 54 tahun, penduduk Kelurahan Denggen Timur, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong;
  18. Pasien nomor 2333, an. B, laki-laki, usia 61 tahun, penduduk Desa Rarang Tengah, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
  19. Pasien nomor 2334, an. A, laki-laki, usia 59 tahun, penduduk Desa Peratoh, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong;
  20. Pasien nomor 2335, an. M, perempuan, usia 46 tahun, penduduk Desa Plampang, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2196. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Plampang;
  21. Pasien nomor 2336, an. N, perempuan, usia 61 tahun, penduduk Desa Dasan Geres, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju;
  22. Pasien nomor 2337, an. PA, perempuan, usia 20 tahun, penduduk Desa Badrain, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Awet Muda Narmada.

Hari Senin terdapat penambahan 55 orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 1257, an. IGAS, perempuan, usia 49 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Selatan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram.
  2. Pasien nomor 1259, an. LJP, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Desa Bonjeruk, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah.
  3. Pasien nomor 1265, an. IMS, laki-laki, usia 62 tahun, penduduk Denpasar, Bali.
  4. Pasien nomor 1266, an. MS, laki-laki, usia 49 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram.
  5. Pasien nomor 1273, an. S, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur.
  6. Pasien nomor 1289, an. LT, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Desa Langko, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat.
  7. Pasien nomor 1321, an. BR, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Kelurahan Pejanggik, Kecamatan Mataram, Kota Mataram.
  8. Pasien nomor 1486, an. IC, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Selagalas, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram.
  9. Pasien nomor 1487, an. MP, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Desa Sandik, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat.
  10. Pasien nomor 1488, an. S, laki-laki, usia 44 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram.
  11. Pasien nomor 1568, an. UK, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Kelurahan Pejanggik, Kecamatan Mataram, Kota Mataram.
  12. Pasien nomor 1581, an. WI, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Desa Terong Tawah, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat.
  13. Pasien nomor 1615, an. LSW, laki-laki, usia 50 tahun, Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram.
  14. Pasien nomor 1631, an. ZEW, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Karang Baru, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram.
  15. Pasien nomor 1633, an. DF, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram.
  16. Pasien nomor 1637, an. MSD, laki-laki, usia 80 tahun, penduduk Kelurahan Pejarakan Karya, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram.
  17. Pasien nomor 1645, an. N, perempuan, usia 47 tahun, penduduk Desa Gontar, Kecamatan Alas Barat, Kabupaten Sumbawa.
  18. Pasien nomor 1646, an. S, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Desa Sepakat, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa.
  19. Pasien nomor 1647, an. MDHMN, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Desa Sepakat, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa.
  20. Pasien nomor 1648, an. A, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Desa Bunga Eja, Kecamatan Empang, Kabupaten Sumbawa.
  21. Pasien nomor 1677, an. MRA, laki-laki, usia 21 tahun, penduduk ber-KTP Desa Belo, Kecamatan Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat. Pasien berdomisili di Kelurahan Babakan, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram.
  22. Pasien nomor 1698, an. SAP, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Banjar, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram.
  23. Pasien nomor 1711, an. D, perempuan, usia 55 tahun, penduduk Desa Lekong, Kecamatan Alas Barat, Kabupaten Sumbawa.
  24. Pasien nomor 1712, an. ENWA, perempuan, usia 21 tahun, penduduk Desa Sandik, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat.
  25. Pasien nomor 1734, an. AKP, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram.
  26. Pasien nomor 1749, an. NH, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Mamben Lauk, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur.
  27. Pasien nomor 1781, an. RHK, laki-laki, usia 45 tahun, Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram.
  28. Pasien nomor 1791, an. AES, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk ber-KTP Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Pasien berdomisili di Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram.
  29. Pasien nomor 1812, an. NA, perempuan, usia 44 tahun, penduduk Desa Sandik, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat.
  30. Pasien nomor 1813, an. EDN, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Desa Langko, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat.
  31. Pasien nomor 1814, an. JH, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Monjok Timur, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram.
  32. Pasien nomor 1819, an. ABS, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Desa Suryawangi, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur.
  33. Pasien nomor 1853, an. N, perempuan, usia 54 tahun, penduduk Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram.
  34. Pasien nomor 1856, an. AD, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Kabupaten Sleman, Yogyakarta.
  35. Pasien nomor 1883, an. IPW, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat.
  36. Pasien nomor 1890, an. LE, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Monjok Timur, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram.
  37. Pasien nomor 1893, an. M, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Desa Kuripan Timur, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat.
  38. Pasien nomor 1910, an. LGBPP, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Desa Panji Sari, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah.
  39. Pasien nomor 1922, an. BK, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Desa Masbagik Utara, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur.
  40. Pasien nomor 1929, an. IDA, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Desa Sedau, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat.
  41. Pasien nomor 1930, an. LH, laki-laki, usia 53 tahun, penduduk Kelurahan Punia, Kecamatan Mataram, Kota Mataram.
  42. Pasien nomor 1932, an. DUS, perempuan, usia 22 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram.
  43. Pasien nomor 1944, an. YN, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Desa Lenek Baru, Kecamatan Lenek, Kabupaten Lombok Timur.
  44. Pasien nomor 1987, an. NPKAP, perempuan, usia 3 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang Permai, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram.
  45. Pasien nomor 1988, an. GAAPL, perempuan, usia 56 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang Permai, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram.
  46. Pasien nomor 1991, an. H, perempuan, usia 57 tahun, penduduk Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram.
  47. Pasien nomor 1992, an. LAWW, laki-laki, usia 21 tahun, penduduk Desa Majidi, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur.
  48. Pasien nomor 1994, an. KYS, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Dayan Peken, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram.
  49. Pasien nomor 2037, an. MR, laki-laki, usia 67 tahun, penduduk Desa Gondang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara.
  50. Pasien nomor 2084, an. AWNW, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk ber-KTP di Brang Biji, Kabupaten Sumbawa. Pasien berdomisili di Desa Sandik, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat.
  51. Pasien nomor 2085, an. DA, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Utara, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram.
  52. Pasien nomor 2116, an. RY, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Sesela, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat.
  53. Pasien nomor 2117, an. MAL, perempuan, usia 16 tahun, penduduk wilayah kerja Puskesmas Cakranegara, Kota Mataram.
  54. Pasien nomor 2118, an. NA, perempuan, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram.
  55. Pasien nomor 2129, an. A, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Desa Apitaik, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur.

Hari Senin ini juga terdapat penambahan 3 (tiga) kasus kematian baru, yaitu :

  1. Pasien nomor 2029, an. S, perempuan, usia 65 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 2261, an. NNSA, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Cakranegara Utara, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Pasien memiliki penyakit komorbid;
  3. Pasien nomor 2333, an. B, laki-laki, usia 61 tahun, penduduk Desa Rarang Tengah, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur.

Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksana Harian Gugus NTB, Lalu Gita Aryadi mengaku bersyukur karena hari ini terdapat tambahan 55 orang sembuh baru dari Covid-19.

Ditegaskan, dengan upaya kita untuk tetap patuh dan disiplin melaksanakan protokol kesehatan dan pencegahan Covid-19, semoga trend kesembuhan akan terus meningkat, serta jumlah kasus positif baru juga dapat terus ditekan.

“Mari kita senantiasa berusaha mendisiplinkan diri kita sendiri serta saling mengingatkan dan saling melindungi,” ajak Lalu Gita Aryadi.

AYA/Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

Layanan  Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




Orang Tua Diminta Bersabar Mendidik Anak di Masa Pandemi

Jangan sampai karena sekolah dibuka, anak-anak yang seharusnya mendapatkan pendidikan yang baik, malah terpapar Covid-19

MATARAM.lobokjournal.com —  Anak-anak terdampak secara langsung akibat perubahan lingkungan dan disrupsi di berbagai sektor selama pandemi covid-19.

Termasuk sistem pendidikan, layanan perlindungan anak, kehidupan ekonomi keluarga, hingga perubahan interaksi sosial dalam masyarakat tempat mereka bertumbuh.

“Orang tua harus bisa menjadi guru, harus bisa mengawasi, mengajarkan, serta melihat anak-anak menyelesaikan tugasnya,” ujar Bunda Niken saat menjadi narasumber dialog dengan tema perlindungan anak di masa pandemi bertempat di Studio TVRI NTB, Senin (10/08/20).

Menurutnya, di masa pandemi Covid-19 menguji kita dari segala penjuru. Terutama menguji kesabaran orang tua.

Sabar untuk menjadi guru, serta sabar menjadi teman bermain untuk anak-anak semua. Tentunya, hal tersebut butuh banyak dukungan dari seluruh pemangku kepentingan.

“Saya berharap, tuan guru, tokoh agama, serta pendakwah kita, tetap meningkatkan topik tentang penting dan berkahnya sebuah kesabaran,” harap Bunda Niken.

Dikatakan, sebagai  ibu tentu kita ingin sekolah secepatnya dibuka. Tapi itu semua tidak mudah, perlu banyak pertimbangan.

Jangan sampai karena sekolah dibuka, anak-anak yang seharusnya mendapatkan pendidikan yang baik, malah terpapar Covid-19, ujarnya.

“Sebagai orang tua, kita butuh kesabaran yang paripurna. Sabar menjadi guru, sabar memberikan agenda kepada mereka, serta tidak jarang kita harus bersabar ketika menjadi teman bermain mereka,” tambah Bunda Niken.

Peran PKK di Masa Pandemi

PKK provinsi NTB sejak awal berpartisipasi dalam menangani Covid-19. Untuk masalah anak sendiri, PKK Provinsi NTB telah melakukan gerakan maskerisasi kepada anak.

“Jangan sampai, kita sebagai orang tua pakai masker, anak-anak kita lupa dipakaikan masker,” ungkap Bunda Niken.

Sampai sekarang, PKK provinsi NTB masih aktif menyosialisasikan kepada orang tua tentang bahaya Covid-19 terhadap anak, terutama kepada balita.

Jangan sampai, anak-anak yang masih balita dibawa berlama-lama di luar rumah.

“Untuk anak yang masih balita, kami sangat sarankan untuk tidak keluar rumah, karena belum bisa pakai masker. Itu semua harus konsisten dilakukan demi keselamatan anak kita,” katanya.

Tidak hanya itu, PKK provinsi NTB juga mengarahkan agar TP PKK kabupaten sampai ke tingkat desa untuk memberikan perhatian yang masksimal dan baik terhadap pencegahan dan penanganan pandemi Covid-19.

Termasuk di antaranya, melakukan penyuluhan, pemberian masker, serta mengedukasi anak-anak terkait protokol kesehatan.

“Selama pandemi ini, tidak ada Posyandu yang bisa dibuka, metodenya berbeda, tidak ada pelayanan kesehatan secara terpusat. Tetapi, kader yang langsung mendatangi warga yang membutuhkan layanan posyandu tersebut,” ujarnya.

Anak-anak adalah warisan kita untuk dunia dan peradaban masa mendatang. Tanggung jawab kita adalah memberikan anak-anak sepenuhnya hak mereka untuk bisa tumbuh, untuk bisa bahagia, untuk bisa sejahtera, dan mendapatkan pendidikan, kesehatan, serta lingkungan yang baik untuk pertumbuhan mereka.

“Kita jaga anak-anak kita, kita sayangi mereka, kita berikan mereka hak-haknya dengan baik,” kata Ketua TP PKK provinsi NTB tersebut.

Joko Jumadi, Ketua Koordinator Bidang Hukum dan Advokasi Lembaga Perlindungan Anak Provinsi NTB setuju, pandemi Covid-19 ini benar-benar menguji kesabaran orang tua.

“Kesabaran orang tua benar-benar diuji. Biasanya, sejak pagi mengantarkan anak kesekolah, sekarang setiap hari, selain mengurus rumah tangga, orang tua dituntut menjadi guru untuk anak-anak mereka,” ujarnya.

Di sisi lain, kedekatan dengan orang tua, anak-anak ini bisa semakin nyaman. Tapi kenaikan kekerasan terhadap anak naik sampai 50 persen terutama kekerasan seksual.

Itu semua tak bisa dilepaskan dari maraknya penggunaan teknologi berbasis daring.

“Pandemi ini menambah kekerasan terhadap anak, sebagian besar berkaitan dengan dunia gadget,” tambahnya.

Joko melanjutkan, di tengah pandemi Covid-19 ini, hampir semua hal bisa dilakukan melalui metode daring.

Mau tidak mau, suka tidak suka, banyak orang dipaksa untuk menggunakan gawai. Selanjutnya, tugas orang tua adalah untuk mengawasi. Tapi, ujarnya, yang harus digarisbawahi, pengawasan orang tua harus menghindari pendekatan kekerasan.

“Dunia anak ini dunia bermain, ini menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua. Orang tua dituntut kreatif. Tidak hanya memberikan anak-anak makan, tapi juga harus bisa menjadi teman bermain anak-anak kita sendiri,” tambah Joko.

Menurutnya, tempat terbaik untuk anak-anak adalah bermain dan belajar di rumah.

AYA/HmsNTB




Wujudkan Disiplin Protokol Covid-19, Semua Level Pemerintahan Diajak Bersinergi

Bila hanya mesin Pemerintah Pusat saja yang beroperasi tanpa bantuan dari Pemerintah Daerah, akan sulit mewujudkan disiplin penerapan protokol Covid-19

MATARAM.lombokjourna.com —  Rapat Koordinasi (Rakor) sekaligus pengarahan dari Pemerintah Pusat secara virtual yang membahas sosialisasi perubahan perilaku baru masa pandemi Covid-19, dan pencapaian target realisasi APBD 2020, diikuti Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah dan Ketua TP PKK NTB, Hj. Niken Zulkieflimansyah,  di Ruang Rapat Terbuka Kantor Gubernur, hari Senin (10/08/20).

Wagub dan Ketua TP PKK

Rakor digelar bersama Kementerian Dalam Negeri, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi serta (Mendes PDTT), Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta Ketua Umum Tim Penggerak PKK Pusat.

Berdasarkan Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2020 Tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease (Covid) 2019, maka sosialiasi protokol Covid-19 harus diintensifkan.

Protokol Covid-19 yang paling utama meliputi, penggunaan masker di tempat keramaian, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak.

Dalam pengarahanya, Mendagri Tito Karnavian mengatakan, meski sudah paham protokol Covid-19, namun Presiden berpendapat, pelaksanaannya belum maksimal.

“Kita masih banyak menemukan masyarakat yang belum menggunakan masker, cuci tangan juga belum maksimal, juga jarak yang masih juga kerumunan, hingga mengakibatkan tingkat penularan masih terus terjadi,” ungkap Tito Karnavian.

Karenanya, diperlukan kontribusi dari berbagai pihak, khususnya Pemerintah Pusat dan Daerah. Sebab, bila hanya mesin Pemerintah Pusat saja yang beroperasi tanpa bantuan dari Pemerintah Daerah, akan sulit mewujudkan disiplin penerapan protokol Covid-19.

“Perlu ada sinergi dan kekompakan langkah pusat dan daerah, mesin pusat all out itu baru 50 persen, maka mesin 548 daerah perlu juga all out, kita bergerak dengan struktur formal maupun juga struktur-struktur informal,” ajaknya.

Pada struktur informal ini, terdapat Tim Penggerak PKK dan juga relawan dalam secara aktif menyosialisasikan protokol Covid-19 kepada masyarakat.

Sosialiasi akan dilakukan dari berbagai lini. Adapun operasi ‘darat’ yakni, kegiatan yang menyentuh langsung masyarakat dan operasi udara yakni, kegiatan masif melalui media, baik konvensional maupun media sosial dengan lebih sistematis dan lebih terstruktur.

Kelapa BNPB, Letjen TNI Doni Monardo menjelaskan, pelayanan umum yang terbaik adalah ketika kita mampu menyelamatkan lebih banyak jiwa masyarakat.

Karenanya semua hal yang dilakukan pada saat ini tentu menjadi sebuah tonggak sejarah, sehingga keselamatan masyarakat menjadi hal yang paling utama.

Pihaknya saat ini sedang merancang sebuah strategi baru, dengan memanfaatkan media secara maksimal.

Dari hasil survei, 63 persen keberhasilan sosialisasi sangat ditentukan oleh media.

“Kami berharap Bapak/Ibu Gubernur, Bupati, Wali Kota bisa mendapatkan strategi yang tepat untuk daerah masing-masing, sesuai dengan kondisi yang ada, mulai program edukasi, sosialisasi dan mitigasi,” ungkap Doni Monardo.

Penggerak PKK penting dan strategis

Penyampaian program oleh daerah diharap melalui orang-orang yang dapat dipatuhi oleh masyarakat, dan mampu memberikan pengaruh yang luar biasa kepada masyarakat.

Seperti halnya Pemerintah Pusat menugaskan Ketua Umum Tim Penggerak PKK menjadi pelopor. TP-PKK dinilai penting dan strategis dalam mengedukasi masyarakat.

“Sebagian masyarakat kita, sangat patuh kepada orang tua, khususnya ibu-ibu mereka, oleh karenanya kehadiran Ibu Ketua Tim Penggerak PKK Nasional diharapkan mampu menjadi bagian yang sangat strategis dalam upaya sosialisasi Covid ini,” terangnya.

Ia juga menegaskan, Covid-19 bukanlah rekayasa dan bukan konspirasi. Ia juga mengatakan bahwa Covid-19 ini ibarat malaikat pencabut nyawa. Sebab korban telah mencapai lebih dari 700 ribu orang.

Untuk itu ia mengimbau kepada seluruh kepala daerah bahwa saat ini, strategi yang tepat yakni melindungi kelompok yang rentan.

“Apabila kita mampu melindungi kelompok rentan ini, maka paling tidak kita bisa memberikan perlindungan 85 persen bagi masyarakat kita,” terangnya.

Lebih jauh, Ia meminta, perlindungan juga diberikan kepada seluruh tenaga kesehatan.

Sementara itu Mendes PDTT, Abdul Halim Iskandar menjelaskan terkait desa tanggap Covid yang telah berjalan, salah satunya yakni pembentukan relawan desa lawan Covid-19.

Relawan ini bergerak dalam rangka, agar desanya betul-betul bisa melakukan suatu aktivitas untuk tanggap dan aman Covid 19.

Ketua Umum TP-PKK, Tri Tito Karnavian menerangkan, pihaknya juga telah melakukan berbagai upaya dalam membantu pemerintah menangani Covid-19.

Tidak hanya itu Ia juga meminta agar dalam menyosialisasikan protokol Covid-19 ini sekreatif mungkin.

“Masing masing daerah dibebaskan dalam melakukan sosialsisasi, terpenting setiap daerah melakukan sosialisasi secara masif dan melakukan kegiatan pembagian masker secara aktif lagi,” ujarnya.

Saat ini pihaknya sedang mengusung sebuah gerakan yakni “PKK Gebrakan Masker”. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kepedulian dan aksi masyarakat untuk menggunakan masker.

Ia juga mengimbau agar Ketua TP-PKK di daerah untuk dapat memulai gerakan ini secara aktif.

AYA/HmsNTB




Gubernur Akan Hadiri Peluncuran Program Mawar Emas di Masjid Nurul Ikhsan, Keruak

Mawar Emas menyediakan pinjaman tanpa bunga untuk masyarakat yang ingin mengembangkan usahanya, dan program ini dipusatkan di masjid-masjid

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah dijadwalkan akan hadir dalam peluncuran Program Melawan Rentenir Berbasis Masjid (Mawar Emas) di Masjid Nurul Ikhsan Keruak, Lombok Timur (Lotim), Rabu (12/08/20) mendatang.

Hal itu diugkapkan dalam rapat persiapan peluncuran program Mawar Emas yang berlangsung di ruang rapat Anggrek, Kantor Gubernur NTB, Senin (10/08/20).

Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi NTB, Najamuddin Amy, S.Sos, MM saat mendampingi Kepala Biro Ekonomi Setda NTB dalam rapat tersebut mengatakan, dalam pelaksanaan launching tersebut, ia menekankan agar diutamakan penerapan protokol kesehatan.

Dikatakan, akan disiapkan masker bagi masyarakat yang tidak menggunakan atau kebetulan lupa membawa masker.

“Selain itu pemeriksaan suhu tubuh sebelum memasuki area acara, dan jaga jarak antara para peserta launching akan diterapkan,” katanya.

Gubernur Zul saat peluncuran program Mawar Emas tersebut akan  menyerahkan SK Pengurus Daerah MES dan penyerahan buku tabungan kepada perwakilan nasabah program Mawar Emas.

Hadir dalam rapat final  persiapan acara tersebut, Kepala Biro Ekonomi Provinsi NTB, Kepala Biro Humas dan Protokol, Perwakilan dari Otoritas Jasa Keuangan NTB, Bank NTB Syariah, PNM, dan Ketua MES NTB.

Akses keuangan berbasis masjid

Program Mawar Emas berawal dari keperihatinan Gubernur Zulkiefimansyah terkait masih banyaknya masyarakat yang terjerat rentenir untuk mendapatkan modal usaha.

Gubernur kemudian menyampaikan idenya untuk memberantas hal tersebut, dengan merancang suatu program pembiayaan yang berbasis syariah.

Maka lahirlah program Mawar Emas yang terbentuk melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi NTB.

Program ini melibatkan beberapa instansi dan lembaga keuangan dengan tujuan utama yaitu mempermudah akses keuangan berbasis masjid serta melawan rentenir di tengah masyarakat.

Mawar Emas menyediakan pinjaman tanpa bunga untuk masyarakat yang ingin mengembangkan usahanya, dan program ini dipusatkan di masjid-masjid.

Hal itu dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di lingkungan masjid.

Kegiatan pelatihan bagi Takmir Masjid se-Pulau Lombok selaku pengelola program ini di lapangan juga sudah dilakukan di Aula Islamic Center NTB pada bulan Juli.

AYA/HmsNTB




 Najamuddin Calonkan Diri Pimpin PAN NTB

Muswil untuk agenda pemilihan Ketua DPW PAN tidak menggunakan sistem pemilihan langsung, melainkan menggunakan sistem formatur

MATARAM.LombokJournal.com — Politisi PAN asal Kabupaten Lombok Timur, H. Najamuddin Mustoefa siapkan diri maju sebagai calon Ketua DPW PAN Provinsi NTB,  yang pelaksanaan Musyawarah Wiayah (MMuswil)-nya dilaksanakan beberapa pekan ke depan.

Anggota Komisi I DPRD NTB itu mengatakan, keinginannya untuk maju sebagai Ketua DPW PAN kendati terbilang kader baru dilatar belakangi pengalamannya pernah memimpin partai politik di daerah.

Selain itu, profesionalisme DPW PAN NTB yang memungkinkan semua kader memiliki hak yang sama untuk menjadi pemimpin PAN menjadi motivasi tersendiri.

“Di PAN itu sangat demokratis,” katanya. Senin, (10/08/20).

Najamuddin menjeaskan, demokrasi yang terbangun di PAN dijelaskan Najamuddin dengan tidak adanya intervensi Ormas pendiri PAN seperti Muhammadiyah dalam pengelolaan partai.

“Tidak seperti partai lain. PAN itu tidak ada intervensi Muhammadiyah, tidak ada titipan. Dan ini bagus” katanya.

Lebih jauh dijelaskan, dalam Muswil untuk agenda pemilihan Ketua DPW PAN tidak menggunakan sistem pemilihan langsung, melainkan menggunakan sistem formatur.

“Sistem formatur. Ada 25 yang mencalonkan diri,” katanya.

DPP dalam hal ini punya kewenangan penuh dalam menetapkan berapa orang formatur. Bisa empat orang, delapan orang dan 12 orang formatur.

Formatur yang ditetapkan oleh DPP itulah yang berhak untuk menentukan ketua DPW PAN NTB.

Sistem pemilihan formatur diakuinya meminimalisir gesekan dan konflik di internal partai.

Persaingan antar kader dalam merebut posisi Ketua DPW PAN juga tidak terlalu keras, dan hampir tanpa gejolak, sebab tidak ada suara yang akan diperebutkan.

Dari 25 orang calon formatur tersebut, salah satunya adalah Najamuddin. Dia berada di posisi ke dua.

Pihaknya akan bersaing dengan 25 kader PAN lain, salah satunya Muazim Akbar selaku ketua DPW PAN NTB sekarang.

Ast