Perwakilan Mahasiswa NTB di Jakarta Sampaikan Aspirasi di Kantor Penghubung NTB  

Kepala penghubung NTB Jakarta menyambut baik kehadiran mahasiswa sekaligus memberikan apresiasi terhadap kepedulian mahasiswa untuk mengawasi jalannya pemerintahan di NTB

JAKARTA.lombokjournal.com — Perwakilan Mahasiswa Nusa Tenggara Barat Jakarta mendatangi kantor penghubung (Wisma NTB) di kawasan Menteng Jakarta Pusat, Rabu (11/08/20).

Kehadiran beberapa perwakilan gerakan mahasiswa asa NTB itu untuk memberi masukan, menyampaiakan aspirasi, sekaligus bermaksud  membangun sinergi antara mahasiswa NTB yang sedang melakukan studi di jakarta dengan pemerintah daerah provinsi NTB.

Mahasiswa meyakini, perkembangan dan kemajuan NTB di masa yang akan dating, tidak bisa lepas dari ide dan peran aktif mahasiswa untuk ikut berpartisifasi sesuai dengan bidang dan keilmuan masing-masing.

“Selaku perwakilan Mahasiswa NTB di Jakarta kami merasa dipandang perlu melakukan Audiensi sekaligus berkoordinasi dan membangun sinergi dengan pemerintah provinsi NTB demi terwujudnya NTB gemilang”. ujar Burhan Hamdi alias Bung Han sapaan akrabnya, selaku Ketua Gerakan Mahasiswa Nusa Tenggara Barat (GEMA NTB) Jakarta.

Mahasiswa juga menegaskan, agar Pemprov NTB memperhatikan kondisi mahasiswa di masa pandemi,

“Dalam kondisi sulit seperti ini, Perhatian pemerintah NTB kepada kami-kami yang belajar di luar daerah khususnya Jakarta, sangat kita harapkan sebagaimana perhatian Pemprov NTB kepada mahasiswa yang diberikan beasiswa keluar negeri,” ujar M. Zainuddin Salim, Ketua Ikatan Mahasiswa Sasak (IMSAK) Jakarta.

Ahmad Yasin Jaelani, Ketua Gerakan Mahasiswa Lombok Timur (GEMA Lotim) Jakarta menyampaikan,  siap mendukung semua program pemerintah dengan catatan program itu pro kepada Rakyat kecil dan masyarakat NTB pada umumnya.

“Tetapi kami juga akan menjadi lawan pemerintah jika program yang dicanangkan tidak pro kepada rakyat kecil dan justru merugikan masyarakat NTB,” tegas Yasin.

Dalam sambutannya, Sahrir Rahman, Kepala penghubung NTB Jakarta menyambut baik kehadiran mahasiswa sekaligus memberikan apresiasi terhadap kepedulian mahasiswa untuk mengawasi jalannya pemerintahan di NTB.

Sahrir mengajak mahasiswa membuka cara pandang dan cara berfikir terhadap perubahan dan pradigma saat ini.

“Apa yang temen-temen mahasiswa sampikan telah kami catat dan ini akan saya teruskan ke-pemerintah daerah di NTB guna untuk tindak lanjut atas apa yang menjadi aspirasi mahasiswa,” ujar Sahrir.

 

Di akhir pertemuan, mahasiswa juga menyampaikan pasca silaturahmi ini, diharapkan pemerintah tetap menjalin komunikasi dan sinergitas dengan mahasiswa NTB yang ada di Jakarta. Sekaligus memberikan kepastian dan jawaban atas aspirasi yang disampaikan mahasiswa.

Rr




Gubernur Zul Launching Program Mawar Emas, di Lotim Hari Ini

Sudah ada 417 calon nasabah Mawar Emas  se-Lotim. Namun hanya 50 nasabah yang diserahkan dananya secara simbolis saat launching, dan dananya langsung dapat dicairkan

MATARAM.Lombokjournal.com –  Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah secara resmi akan melaunching program Melawan Rentenir Berbasis Masjid atau Mawar Emas, di Masjid Nurul Ikhsan Keruak, Lombok Timur (Lotim), Rabu (12/08/20) pukul 10.00 Wita.

Kegiatan ini juga akan dihadiri oleh Bupati Lombok Timur, H.M Sukiman Azmy, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi dan Kabupaten Lotim, Perwakilan Bank Indonesia NTB, Iwan Kurniawan, Kepala OJK NTB, Farid Faletehan, Pimpinan Bank NTB Syariah, sejumlah Pimpinan Perangkat Daerah, Keluarga besar PT Permodalan Nasional Madani (PNM Lombok Timur), Masyarakat Ekonomi Syariah, tokoh agama, tokoh masyarakat dan pihak terkait lainnya.

Asisten III Bidang Administrasi dan Umum Pemprov NTB Dr.H.Lalu Syafii, MM mengatakan, program Mawar Emas ini muncul,  wujud keperihatinan Gubernur NTB masih banyaknya masyarakat yang terjerat rentenir.

Baik untuk mendapatkan modal usaha maupun untuk keperluan lainnya dalam memenuhi kebutuhan ekonominya.

Maka lahir program Mawar Emas yang terbentuk melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi NTB.

Program ini melibatkan beberapa instansi dan lembaga keuangan seperti OJK, BI, Bank NTB Syariah, PNM dan Masyarakar Ekonomi Syariah (MES) NTB, dengan tujuan utama mempermudah akses keuangan berbasis masjid serta melawan rentenir di tengah masyarakat.

“Mawar Emas menyediakan pinjaman tanpa bunga untuk masyarakat yang ingin mengembangkan usahanya, dan program ini dipusatkan di masjid-masjid,” kata H.Lalu Syafii, Rabu (12/08/20).

Dikatakan,  sasaran program ini adalah masyarakat di lingkungan sekitar masjid, yang dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat NTB.

“Sebelum dilaunching pada hari ini, kita telah memberikan pelatihan bagi Takmir Masjid se-Pulau Lombok pada  Bulan Juli kemarin. Pelatihan bagi Takmir Masjid  sudah dilaksanakan dua kali, pertama di Hotel Jayakarta pada tanggal 19-20 Jili dan kedua di Aula Islamic Center NTB tanggal 21 Juli,  Insya Allah kami optimis program ini berjalan dengan lancar,” katanya.

Materi pelatihan bagi Takmir Masjid yang sudah dilsksanakan terkait Peran dan Fungsi Masjid Dalam Peradaban Islam, Keutamaan Memakmurkan Masjid (Pendekatan Ekonomi dan Islam),  Potensi Dana Sosial Islam Dalam Pembangunan Ekonomi Ummat, Manajemen Masjid dan Takmir Menuju Kemandirian Masjid serta  Pengenalan Aplikasi Masjid Smart Masjid yang akan mendukung program ini.

Sudah ada 417 calon nasabah Mawar Emas  se-Lotim. Namun hanya 50 nasabah yang diserahkan dananya secara simbolis saat launching, dan dananya langsung dapat dicairkan.

AYA/HmsNTB




‘Masrun – Aksar’  Akan Berjuang, Usulkan  Tuan Guru Saleh Hambali Jadi Pahlawan Nasional

H Lalu Aksar Ansori  mengatakan, ikhtiar untuk mengusulkan TGH Saleh Hambali sebagai Pahlawan Nasional bukan hal mengada-ada. TGH Saleh Hambali benar-benar berjuang dan menjadi teladan bagi masyarakat

LOTENG.lombokjournal.com —  Pasangan Calon Bupati dan Calon Bupati Lombok Tengah, H Masrun dan H Lalu Aksar Ansori menilai, sosok TGH Saleh Hambali sangat menginspirasi generasi muda saat ini.

Tokoh ulama kharismatik ini juga sangat layak menjadi Pahlawan Nasional dari Lombok, NTB.

H Masrun dan H Lalu Aksar Ansor

“TGH Saleh Hambali ini tokoh yang inspiratif dan bisa memotivasi semangat generasi muda kita. Kami Masrun-Aksar akan berjuang mengusulkan beliau menjadi Pahlawan Nasional,” kata Calon Bupati Idola , H Masrun,  Selasa (11/08/20) .

Bagi masyarakat Lombok, nama Tuan Guru H Saleh Hambali sudah tidak asing. Kiprah dan nama besar ulama NU, Tuan Guru H Saleh Hambali tercatat dalam sejarah sebagai tokoh ulama karismatik yang perannya sangat banyak bagi pendidikan dan semangat kebangsaan di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sejak zaman penjajahan Belanda, Jepang dan perjuangan kemerdekaan, karisma dan pengaruh TGH Saleh Hambali sangat terasa.

Menurut H Masrun, akan menjadi sebuah penghormatan dan sekaligus kebanggaan masyarakat Lombok dan NTB secara umum jika TGH Saleh Hambali dinobatkan jadi pahlawan nasional.

Sehingga bertambah lagi pahlawan nasional dari NTB, setelah sebelumnya Pahlawan Nasional maulana syaikh TGKH M Zainuddin Abdul Madjid.

Ini cupikan riwayat TGH Saleh Hambali.

Dikutip dari buku Biografi TGH Saleh Hambali, karya Ahmad Zahroni, Tuan Guru Haji (TGH) Saleh Hambali lahir di Desa Bengkel, Lombok Barat, NTB pada hari Jumat 7 Ramadhan 1313 Hijriyah bertepatan dengan 1893 Masehi.

Hambali muda berkesempatan melanjutkan pendidikan ke Makkah selama sembilan untuk belajar pada ulama dunia hingga beberapa ulama Nusantara yang telah lama bermukim di Makkah.

Di antara guru beliau adalah, Syeich Said al-Yamani, Syeich Hasan bin Syeich Said al-Yamani, Syeich Alawi Maliki al-Makki, Syeich Hamdan al-Maghrabi, Syeich Abdusstar Hindi, Syeich Said al-Hadrawi Makki, Syeich Muhammad Arsyad, Syeich Shaleh Bafadhol, Syeich Ali Umairah al-Fayumi al-Mishra.

Selain ulama di atas, beliau juga belajar kepada ulama nusantara yang telah bermukim di Makkah, di antaranya, T.G.H. Umar (Sumbawa), T.G.H.  Muhammad Irsyad (Sumbawa), T.G.H.  Haji Utsman (Serawak), KH.  Muchtar (Bogor), KH. Misbah (Banten), T.G.H.  Abdul Ghani (Jemberana-Bali), T.G.H.  Abdurrahman (Jemberana-Bali), T.G.H. Utsman (Pontianak), T.G.H. Umar (Kelayu-Lombok), T.G.H. Abdul Hamid (Pagutan-Lombok), T.G.H.Asy’ari (Sekarbela-Lombok), T.G.H. Yahya (Jerowaru-Lombok).

Sekembali dari tanah suci, TGH Saleh Hambali langsung terjun ke tengah-tengah masyarakat melalui gerakan dakwah Islamiyah. Selain menggelar pengajian keliling ke kampung-kampung untuk memfokuskan gerakan dakwah dan pengajaran kepada masyarakat.

TGH Saleh Hambali mendirikan sebuah Pondok Pesantren yang diberi nama Darul Qur’an di Desa Bengkel pada tahun 1921. Santri yang mondok di pesantren Darul Qura’an bukan hanya dari masyarakat Desa Bengkel sekitar namun juga dari daerah Bali hingga daerah lainya.

Di tengah kesibuknya menjalankan dakwah dan mengurusi Pesantrennya yang telah mulai banyak santrinya,

TGH Saleh Hambali juga menelurkan karya berupa kitab yang ditulisnya dari berbagai sudut pandang disiplin keilmuan mulai dari ilmu fiqih, tasawuf, hadist, tauhid hingga do’a-do’a yang hingga kini masih menjadi referensi masyarakat Desa Bengkel dan diajarkan di pesantren-pesantren.

Beberapa kitab karya beliau yang hingga kini masih dapat ditemukan antara lain,  Ta’lim al-Shibyan Bi Ghayat al-Bayan, Bintang Perniagaan, Cempaka Mulia Perhiasan Manusia, Wasiat al-Musthafa, Mawa’idh al-Shalihiyah, Intan Berlian Perhiasan Laki Perempuan, Manzalul al-Amrad, Hidayat al-Athfal, Al-Lu’lu’ al-mantsur.

Pengaruh dan kharismanya di tengah umat terutama masyarakat Lombok secara khusus mengantarkan TGH Saleh Hambali menjadi orang pertama yang menduduki kursi Rois Suriyah Nahdlatul Ulama (NU) Nusa Tenggara Barat (NTB) 1952 – 1968.

Posisi yang beliau tempati di Organisasi Nahdlatul Ulama menjadi sebuah bukti, Tuan Guru Saleh Hambali merupakan seorang ulama yang cukup disegani dan mempunyai kharisma yang luar biasa di mata masyarakat.

Hingga sekarang orang-orang dari berbagai pelosok daerah Lombok masih berdatangan untuk ziarah ke makamnya yang terletak di Desa Bengkel terutama pada hari-hari besar Islam seperti Maulid dan bulan Safar.

Kharisma yang beliau pancarkan bukan hanya dikarenakan keilmuan yang beliau miliki, namun karena beliau juga merupakan seorang ulama yang welas asih dan sangat perhatian terhadap orang-orang yang kurang mampu.

Perhatian dan pelayanan terhadap masyarakat yang TGH Shaleh Hambali ajarkan masih terus dilestarikan oleh para murid beliau yang telah menjadi tokoh agama dan tokoh masyarakat di pulau lombok, seperti TGH. Turmudzi Badaruddin pengasuh Pondok Pesantren Qomarul Huda Bagu Lombok Tengah, NTB. Dan tentu saja masyarakat Bengkel pada umumnya.

“Karomah dan kharisma beliau juga dikenal dekat dengan Proklamator kita, Soekarno dan Hatta. Presiden Soekarno pernah ke Lombok di tahun 1950-an dan secara khusus menemui TGH Saleh Hambali, demikian juga Wakil Presiden Muhammad Hatta,” kata H Masrun.

Sementara itu, Calon Wakil Bupati Lombok Tengah, H Lalu Aksar Ansori  mengatakan, ikhtiar untuk mengusulkan TGH Saleh Hambali sebagai Pahlawan Nasional bukan hal mengada-ada.

Semua didasari dengan catatan sejarah dan bagaimana TGH Saleh Hambali benar-benar berjuang dan menjadi teladan bagi masyarakat.

Bahkan pengaruh TGH Saleh Hambali hingga kini masih terasa di kalangan pimpinan pesantren dan tuan guru di Lombok, serta masyarakat.

Walau Tuan Guru Bengkel sudah wafat pada 1968 silam, namun pengaruh dan kharismanya masih melekat di hati sebagian tuan guru yang memiliki garis keilmuan dengan organisasi Nahdlatul Ulama (NU) di pulau Lombok.

“Dari sisi sejarah dan kapasitasnya beliau, Tuan Guru Saleh Hambali Bengkel juga sangat pantas dan layak menjadi Pahlawan Nasional,” kata Lalu Aksar.

Me.




Gugatan Uji Materi Perpres Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan, Ditolak MA

Sebelumnya, Mahkamah Agung membatalkan kenaikan iuran BPJS Kesehatan yang diatur Perpres Nomor 75 Tahun 2019

lombokjournal.om

JAKARTA  ;  Akhirnya, permohonan uji materi Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2020 tentang Jaminan Kesehatan yang mengatur soal kenaikan iuran BPJS Kesehatan, ditolak Mahkamah Agung (MA).

MA memutus uji materi oleh Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) itu pada 6 Agustus 2020. Tiga hakim yang memutus perkara ini adalah Hakim Agung Supandi, Yodi Martono Wahyunadi, dan Is Sudaryono.

Keputusan penolakan itu dikutip dari laman MA di Jakarta pada Senin (10/08/2020).

Kuasa hukum KPCDI Rusdianto Matulatuwa mengatakan, uji materi Perpres Nomor 64 Tahun 2020 menyoal kenaikan iuran serta denda sebesar 5 persen untuk peserta yang telat membayar iuran.

“Kalau Perpres Nomor 75 Tahun 2019 hanya bicara kenaikan iuran. Di Perpres Nomor 64 Tahun 2020 mengatur lebih jauh tentang denda,” katanya.

Sebelumnya, Mahkamah Agung mengabulkan sebagian permohonan uji materi yang diajukan KPCDI dan membatalkan kenaikan iuran BPJS Kesehatan yang diatur Perpres Nomor 75 Tahun 2019.

Namun, Presiden kemudian mengeluarkan Perpres Nomor 64 Tahun 2020 yang secara substansi mengatur kenaikan iuran BPJS Kesehatan lagi.

Pemerintah menetapkan kenaikan iuran peserta mandiri BPJS Kesehatan secara bertahap pada bulan Juli 2020, kemudian pada bulan Januari 2021, sementara peningkatan tarif peserta mandiri dengan manfaat perawatan kelas III disubsidi oleh Pemerintah.

Berdasarkan Perpres Nomor 64 Tahun 2020, Pemerintah menetapkan iuran peserta mandiri kelas III sebesar Rp 42 ribu mulai Juli 2020.

Namun, peserta cukup membayarkan iuran sebesar Rp 25.500,00 karena sisanya sebesar Rp 16.500,00 berasal dari subsidi oleh Pemerintah Pusat.

Rr




Untuk Peningkatan PAD, Pemprov Didesak Segera Susun Regulasi Ekspor Bibit Lobster

Kegagalan melihat peluang pendapatan tersebut dinilainya menjadi ironi Pemrov NTB yang dalam melaksanakan tugas pemerintahannya itu mengusung jargon NTB Gemilang

MATARAM.lombokjournal.com — Anggota DPRD NTB yang juga pelaku usaha lobster, H. Najamuddin Mustoefa minta mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB, agar segera menyusun regulasi  ekspor bibit lobster dari NTB ke luar negeri harus memberikan manfaat peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk NTB.

Dijelaskan, Pemerintah Pusat memiliki keterbatasan dalam mengatur hal-hal spesifik di daerah.

Maka, Pemprov selaku perwakilan pusat di daerah yang tugasnya utamanya meningkatkan kemaslahatan ekonomi rakyat, harus menutup keterbatasan itu.

Salah satunya dengan menyusun regulasi yang di mengatur arus distribusi usaha pengiriman lobster dari NTB ke luar negeri.

“Peraturan Daerah kah namanya, Peraturan Gubernur kah namanya, Peraturan Bupati kah namanya dalam rangka kita yang tempatan ini mendapatkan hasilnya berupa pendapatan hasli daerah,”  katanya, Selasa (11/08/20).

Ia menilai,  selama ini belum ada upaya daerah menjadikan sektor tersebut sebagai sumber PAD. Sementara, uang yang beredar tiap tahunnya dari sektor pengiriman bibit lobster cukup besar.

Jika hal itu tidak segera diatensi pemerintah bisa dipastikan uang tersebut akan menguap begitu saja tanpa bisa dinikmati oleh masyarakat NTB.

Kegagalan melihat peluang pendapatan tersebut dinilainya menjadi ironi Pemrov NTB yang dalam melaksanakan tugas pemerintahannya itu mengusung jargon NTB Gemilang.

“Ternyata dengan lobster yang milyaran itu kita ndak dapat apa-apa. Berarti ada yang belum gemilang kan. Inilah tugas guberbur, tugas kita bersama membikin dia menjadi gemilang” ungkapnya.

Najamuddin mengingatkan, Pemprov NTB agar tidak berlarut-larut dalam mengambil kebijakan terkait hal tersebut.

Jangan sampai muncul kesan buruk di tengah masyarakat dalam melihat kinerja pemerintah daerahnya.

Terlepas dari itu, tugas utama pemerintah adalah mensejahterakan rakyatnya. Dan hal tersebut bisa menjadi kenyataan manakala pendapatan daerah dari semua sektor terus meningkat.

Termasuk sektor pengiriman dan pembudidayaan bibit lobster.

“Lobster ini adalah karunia Tuhan untuk NTB. Buatkan aturan, supaya uang milyaran ini ada tersisa untuk pendapat asli daerah kita,” pungkasnya.

Ast




UPDATE Covid-19: Hari Selasa, 11 Agutus 2020, Bertambah 24 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 53 Orang, Kasus Kematian 1 (satu) orang

Hari ini terdapat 53 tambahan pasien sembuh dari Covid-19, dan dalam waktu-waktu ke depan trend kesembuhan diperkirakan akan terus meningkat

MATARAM.lombokjourna.com Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RSUD R. Soedjono Selong, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR Prodia, dan Laboratorium TCM RSUD H.L. Manambai Abdulkadir mengkonfirmasi, ada tambahan 24 pasien positif Covid-19, dan pasien yang dinyatakan sembuh 53 orang.

Lalu Gita Aryadi

Siaran pers hari Senin (10/08/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 266 sampel dengan hasil 224 sampel negatif, 18 sampel positif ulangan, dan 24 sampel kasus baru positif Covid-19, sembuh 53 orang, kasus kematian 1 (satu) orang.

Dijelaskan, adanya tambahan 24 kasus baru terkonfirmasi positif, 53 tambahan sembuh baru, dan 1 (satu) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Selasa  (11/08/20) sebanyak 2.361 orang, dengan perincian 1.547 orang sudah sembuh, 132 meninggal dunia, serta 682 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata alu Gita Aryai.

TAMBAHAN 24 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 53  ORANG, KASUS KEMATIAN 1 (SATU) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 2338, an. AR, laki-laki, usia 22 tahun, penduduk Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 2339, an. IR, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Babakan, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  3. Pasien nomor 2340, an. DA, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Surakarta, Jawa Tengah. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Risa Sentra Medika;
  4. Pasien nomor 2341, an. GAWF, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Utara, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga;
  5. Pasien nomor 2342, an. IND, laki-laki, usia 73 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Selatan, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Provinsi NTB;
  6. Pasien nomor 2343, an. S, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Desa Montong Terep, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Mujur;
  7. Pasien nomor 2344, an. P, perempuan, usia 45 tahun, penduduk Desa Lajut, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga;
  8. Pasien nomor 2345, an. S, laki-laki, usia 49 tahun, penduduk ber-KTP di Kelurahan Dayan Peken, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien berdomisili di Desa Meninting, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  9. Pasien nomor 2346, an. E, perempuan, usia 57 tahun, penduduk Desa Doromelo, Kecamatan Manggalewa, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2177. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Lapangan Terpijar Sanggilo Dompu;
  10. Pasien nomor 2347, an. IGBYA, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2268. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Unit 2 Sumbawa;
  11. Pasien nomor 2348, an. GM, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Brang Bara, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2231. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Unit 1 Sumbawa;
  12. Pasien nomor 2349, an. M, laki-laki, usia 74 tahun, penduduk Kelurahan Brang Bara, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD H.L. Manambai Abdulkadir;
  13. Pasien nomor 2350, an. R, perempuan, usia 48 tahun, penduduk Desa Simpasai, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Lapangan Terpijar Sanggilo Dompu;
  14. Pasien nomor 2351, an. WAS, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Bima;
  15. Pasien nomor 2352, an. D, laki-laki, usia 63 tahun, penduduk Desa Telaga Waru, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Unram;
  16. Pasien nomor 2353, an. EN, perempuan, usia 47 tahun, penduduk Desa Lembuak, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Pasien meninggal;
  17. Pasien nomor 2354, an. S, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Desa Kediri Selatan, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram;
  18. Pasien nomor 2355, an. M, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram;
  19. Pasien nomor 2356, an. M, laki-laki, usia 58 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Mataram;
  20. Pasien nomor 2357, an. DPO, perempuan, usia 65 tahun, penduduk Desa Pemepek, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan pasien Covid19 nomor 2245. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  21. Pasien nomor 2358, an. H, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Desa Ombe Baru, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  22. Pasien nomor 2359, an. EK, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Suangi Timur, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Sakra;
  23. Pasien nomor 2360, an. N, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Desa Kabar, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Sakra;
  24. Pasien nomor 2361, an. BK, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Desa Bungtiang, Kecamatan Sakra Barat, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji.

Hari Selasa terdapat penambahan 53 orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 492, an. AS, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Pohgading, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur;
  2. Pasien nomor 661, an. BWN, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Desa Praya, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah;
  3. Pasien nomor 884, an. SAH, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Desa Kalianyar, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur;
  4. Pasien nomor 959, an. G, laki-laki, usia 72 tahun, penduduk Desa Batujai, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah;
  5. Pasien nomor 1224, an. Z, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Desa Apitaik, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur;
  6. Pasien nomor 1226, an. H, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Sapta Marga, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  7. Pasien nomor 1438, an. ATW, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk ber-KTP Kelurahan Kekalik, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Pasien berdomisili di SPN Belanting, Kabupaten Lombok Timur;
  8. Pasien nomor 1439, an. A, laki-laki, usia 57 tahun, penduduk ber-KTP Desa Kore, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima. Pasien berdomisili di SPN Belanting, Kabupaten Lombok Timur;
  9. Pasien nomor 1440, an. BSD, perempuan, usia 36 tahun, penduduk ber-KTP Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Pasien berdomisili di SPN Belanting, Kabupaten Lombok Timur;
  10. Pasien nomor 1441, an. EAP, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk ber-KTP Kelurahan Karang Pule, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Pasien berdomisili di SPN Belanting, Kabupaten Lombok Timur;
  11. Pasien nomor 1442, an. LEP, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk ber-KTP Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Pasien berdomisili di SPN Belanting, Kabupaten Lombok Timur;
  12. Pasien nomor 1443, an. IPY, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk ber-KTP Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien berdomisili di SPN Belanting, kabupaten Lombok Timur;
  13. Pasien nomor 1507, an. IANP, perempuan, usia 53 tahun, penduduk Kelurahan Babakan, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  14. Pasien nomor 1617, an. HRA, laki-laki, usia 36 tahun, Desa Sasake, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah;
  15. Pasien nomor 1618, an. R, perempuan, usia 64 tahun, Desa Leneng, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah;
  16. Pasien nomor 1721, an. SA, laki-laki, usia 70 tahun, penduduk Desa Darek, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah;
  17. Pasien nomor 1722, an. AIS, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Desa Aik Darek, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah;
  18. Pasien nomor 1764, an. N, perempuan, usia 44 tahun, penduduk Desa Darek, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah;
  19. Pasien nomor 1782, an. AZK, laki-laki, usia 6 tahun, penduduk Kelurahan Penaraga, Kecamatan Raba, Kota Bima;
  20. Pasien nomor 1825, an. S, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Desa Kateng, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah;
  21. Pasien nomor 1843, an. BDW, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Desa Barejulat, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah;
  22. Pasien nomor 1875, an. N, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Pengenjek, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah;
  23. Pasien nomor 1948, an. NRU, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Praya, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah;
  24. Pasien nomor 1950, an. SW, perempuan, usia 47 tahun, penduduk Desa Mujur, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah;
  25. Pasien nomor 1951, an. R, perempuan, usia 51 tahun, penduduk Desa Prapen, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah;
  26. Pasien nomor 2000, an. EYN, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Rabadompu Barat, Kecamatan Raba, Kota Bima;
  27. Pasien nomor 2003, an. RH, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Nae, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  28. Pasien nomor 2005, an. N, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Rabadompu Barat, Kecamatan Raba, Kota Bima;
  29. Pasien nomor 2006, an. MA, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Rabadompu Barat, Kecamatan Raba, Kota Bima;
  30. Pasien nomor 2008, an. NR, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, Kota Bima;
  31. Pasien nomor 2018, an. MT, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Sadia, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  32. Pasien nomor 2030, an. BZ, perempuan, usia 49 tahun, penduduk Desa Ketare, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah;
  33. Pasien nomor 2092, an. N, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  34. Pasien nomor 2094, an. R, perempuan, usia 46 tahun, penduduk Kelurahan Sambinae, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  35. Pasien nomor 2095, an. B, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Sadia, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  36. Pasien nomor 2096, an. H, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Desa Kalampa, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima;
  37. Pasien nomor 2098, an. M, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Rontu, Kecamatan Raba, Kota Bima;
  38. Pasien nomor 2100, an. YI, perempuan, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Sarae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  39. Pasien nomor 2101, an. TA, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  40. Pasien nomor 2103, an. NI, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Selatan, Kecamatan Raba, Kota Bima;
  41. Pasien nomor 2108, an. A, laki-laki, usia 58 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  42. Pasien nomor 2122, an. HM, laki-laki, usia 63 tahun, penduduk Desa Lembuak, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat;
  43. Pasien nomor 2161, an. FA, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Desa Leneng, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah;
  44. Pasien nomor 2162, an. IBS, laki-laki, usia 63 tahun, penduduk Desa Panji Sari, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah;
  45. Pasien nomor 2163, an. A, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Sambinae, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  46. Pasien nomor 2175, an. S, laki-laki, usia 49 tahun, penduduk Kelurahan Saptamarga, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  47. Pasien nomor 2210, an. LN, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Perina, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah;
  48. Pasien nomor 2211, an. SW, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Leneng, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah;
  49. Pasien nomor 2212, an. DWF, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Praya, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah;
  50. Pasien nomor 2221, an. MR, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Utara, Kecamatan Raba, Kota Bima;
  51. Pasien nomor 2254, an. RS, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  52. Pasien nomor 2258, an. WK, perempuan, usia 10 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang Permai, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  53. Pasien nomor 2259, an. IBKTHI, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk ber-KTP di Desa Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Pasien berdomisili di Kelurahan Pagutan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram.

Hari Selasa ini juga terdapat penambahan 1 (satu) kasus kematian baru, yaitu pasien nomor 2353, an. EN, perempuan, usia 47 tahun, penduduk Desa Lembuak, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Pasien memiliki penyakit komorbid.

Dengan dikeluarkannya Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, nomor HK.01.07/MENKES/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus

Disease 2019 (COVID-19), maka terdapat beberapa istilah baru yang sebelumnya belum pernah digunakan, antara lain probable dan discarded.

Probable adalah kasus suspek dengan gejala Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) berat atau gangguan pernafasan berat dengan gambaran klinis yang meyakinkan Covid-19 namun belum ada hasil laboratorium swab RT-PCR.

Discarded adalah kasus setelah pemeriksaan laboratorium RT-PCR negatif Covid-19 atau karantina 14 hari dinyatakan bebas kasus Covid-19.

Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksna Harian Gugus Tugas NTB, Lalu Gita Aryadi, mengatakan, hari ini terdapat 53 tambahan pasien sembuh dari Covid-19, dan dalam waktu-waktu ke depan trend kesembuhan diperkirakan akan terus meningkat.

“Tentu ini kabar menggembirakan untuk kita bisa segera keluar dari pandemi Covid-19 serta sukses menerapkan tatanan baru kehidupan,” kata Lalu Gita Aryadi.

Sekda menghimbau agar masyarakat tetap patuh dan disiplin melaksanakan protokol kesehatan dan pencegahan Covid-19.

Diingatkan, keberhasilan menjalankan tatanan baru kehidupan yang aktif dan produktif serta tetap aman dari Covid-19 terletak pada upaya kolektif kita bersama.

“Mari kita senantiasa berusaha mendisiplinkan diri kita sendiri serta saling mengingatkan dan saling melindungi,” katanya. .

AYA

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 08180211 8119




KEK Tanjung Santong Dibentuk, Investasi di Samota Terus Berkembang

Pemerintah Provinsi NTB dan Kabupaten Sumbawa akan meresmikan KEK Tanjung Santong pada HUT NTB tanggal 17 Desember mendatang. Sekaligus Ground Breaking pembangunan investasi kilang minyak dan industri bioethanol

MATARAM.lombokjournal.com —  Kehadiran investor untuk berinvestasi disektor energi dengan membangun kilang minyak dan industri bioetanol di kawasan Tanjung Santong Sumbawa akan mendukung percepatan pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus dan pengembangan Teluk Saleh, Pulau Moyo dan Gunung Tambora (Samota).

Untuk itu, Pemerintah Provinsi menyambut baik investor yang akan berinvestasi di NTB.

“Kami menerima dengan tangan terbuka kedatangan investor demi pembangunan dan kemajuan NTB” ujar Sekretaris Daerah Provinsi NTB Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M. Si saat memimpin rapat Ekspose Rencana Masterplan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Agro dan Energi Tanjung Santong bersama Pemerintah Kabupaten Sumbawa, Selasa (11/08/20) di ruang rapat Anggrek Setda Provinsi NTB.

Disampaikan Sekda, kehadiran PT. Palembang GMA Refinery dan Consortium (PGRC) untuk berinvestasi kilang minyak dan industri bioetanol, akan diberikan pelayanan investasi sebaik mungkin di NTB.

“Ini sesuai arahan Gubernur, kewajiban pemerintah Provinsi dan Kabupaten untuk menfasilitasi agar investasi ini segera terwujud. Sehingga dengan adanya investasi ini dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di NTB,” jelas Miq Gite sapaan akrabnya.

Sebelumnya, Sekda menjelaskan, kunjungan lapangan bersama pihak investor sudah dilakukan.

Bahkan kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, bersama Assisten II, Perangkat Daerah Provinsi terkait bersama Pemkab Sumbawa.

Dijelaskan pula, ke depan sudah diusulkan rencana pembentukan KEK Tanjung Santong dengan luas awal sebesar 316 Ha, kemudian akan diperluas areanya sebesar 3000 Ha dengan memasukan kawasan industri dan mencakup wilayah perairan serta pulau-pulau kecil di sekitar kawasan teluk Saleh.

Namun di sisi lain, Miq Gite mengingatkan, kehadiran investasi ini, dampak lingkungan juga harus menjadi perhatian serius. Karena Kawasan Samota merupakan Kawasan yang masuk kedalam cagar biosfer dunia oleh UNESCO.

Harus diingat, Samota merupakan Kawasan aquarium dunia dan cagar dunia.

“Jadi pembangunan tetap berjalan dan lingkungan juga tetap terjaga,” himbau Miq Gite

Direncanakan, Pemerintah Provinsi NTB dan Kabupaten Sumbawa akan meresmikan KEK Tanjung Santong pada HUT NTB tanggal 17 Desember mendatang. Sekaligus Ground Breaking pembangunan investasi kilang minyak dan industri bioethanol.

Asisten II bidang Ekonomi dan Pembangunan Ir. Ridwansyah mengatakan, Pemerintah Provinsi NTB dan Kabupaten Sumbawa telah sepakat untuk mempercepat terwujudnya KEK Tanjung Santong.

KEK merupakan bagian dari  rencana besar untuk pengembangan kawasan Samota.  Titik beratnya bergerak disektor industri, pertanian dan pariwisata.

“Rencana pengembangan KEK sudah lama dirintis dan sedang diproses di Kemenko Maritim, kehadiran investor ini akan mempermudah proses masuknya investasi dan KEK di Santong ini,” kata mantan Kepala Bappeda NTB.

Sehingga, upaya dan langkah-langkah paralel terus dilakukan supaya pembangunan investasi tetap berjalan dan proses mempecepat KEK juga terus diupayakan.

Langkah awal akan dilakukan  rivisi RT/RW (Rencana Tata Ruang dan Wilayah) provinsi sebagai dasar proses berikutnya.

Karena proses investasi di Santong ini akan menggunakan hutan produksi yang akan diproses izin pinjam pakai kawasan di Kementerian LKH.

Termasuk Amdal yang perlu segera di revisi dan menyiapkan Peraturan Daerah dalam mempercepat proses Investasi dan KEK.

Lingkungan harus jadi perhatian

Ketua Percepatan Pengembangan Samota, H. Badrun Munir mengingatkan, kehadiran investasi ini memberikan angin segar bagi kemajuan ekonomi daerah. Namun persoalan lingkungan juga harus menjadi perhatian bersama.

Menurut Munir, Samota ini menyajikan destinasi yang komplit, dengan berbagai keunggulan masing-masing. Teluk Saleh dengan aquarium raksasa dunia, pulau Moyo taman wisata bawah lautnya, dan Tambora yang sudah terkenal di dunia.

Sehingga potensi wisata dari puncak Gunung ke dasar laut ada di Samota. Disana juga akan dikembangkan ketahanan pangan, yang bersumber dari laut dan darat seperti peternakan dan holtikultura.

“Ini yang menjadi pertimbangan dan harus diperhatikan saat berinvestasi. Kita tidak anti investasi, silakan investor datang ke NTB, tetapi harapan kita investasi ini tidak berbenturan dengan kaidah lingkungan, namun kehadiran investor ini melengkapi pengembangan Samota,” tegas mantan Wakil Gubernur di era 2008-2013.

Pria yang akrab disapa Pak BM ini, juga menjelaskan, sesuai konsep pengembangan Samota sebagai kawasan strategis provinsi yang memberikan manfaat bagi provinsi dan kawasan regional.

Pembentukan KEK merupakan langkah awal mengembangan Samota dari sisi ekonomi, dengan tetap memperhatikan sisi konservasi dan pariwisata yang sudah melekat di Samota.

Sehingga, Ia berharap juga saat investasi ini berjalan, maka disampin memperhatikan roh pengembangan Samota dan lingkungannya, desa dan masyarakat disekitar lingkar KEK dan Samota harus perhatikan juga.

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Sumbawa, Lalu Suharmaji dalam kesempatan tersebut menyampaikan, infrastruktur sebagai penunjang KEK, salah satunya Pelabuhan santong akan dibangun pada Kawasan tersebut.

“Rencana pembangunan Pelabuhan Tanjung Santong diinisiasi oleh Pemkab Sumbawa mendapat sambutan positif dari PT. Pelindo III,” katanya.

Persyaratan lain untuk membentuk KEK juga akan terus diselesaikan dengan proses secara bertahap dan terencana.

Kerjasama dan sinergi Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten menjadi solusi percepatan Kawasan ini sehingga investor merasa terbantu dengan pelayanan daerah untuk berinvestasi di daerah.

Rapat ini turut dihadiri oleh Kepala Bappeda NTB, Kepala DPMPTSP, Kepala Dishub, Kepala Biro Ekonomi, Kepala Biro Kerjasasama, Kadis Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB dan Pemkab Sumbawa.

@diskominfotik_ntb




Bunda Niken Dukung Lombok Care, Bangkitkan Lagu-Lagu Anak

Konser ini dapat menjadi terapi bagi anak-anak yang kemungkinan dapat mengalami stres ketika berada di rumah saja selama masa Pandemi Covid-19

MATARAM.lombokjournal.com —  Ketua Tim Penggerak-PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah menyambut hangat kedatangan tim Lombok Care di Pendopo Gubernur, Selasa (11/08/20).

Kedatangan Lombok Care bersama empat orang penyanyi ciliknya, mengundang Hj. Niken untuk menonton kegiatan Charity Konser yang akan digelar pada hari Sabtu, 15 Agustus mendatang secara online.

Bunda Niken memberikan dukungan penuh kepada Lombok Care. Selain akan menonton konser tersebut, ia juga akan membantu mempublikasi acara Charity Konser agar dapat menjangkau khalayak sesuai yang diharapkan.

“Yang bisa saya bantu mungkin mempublikasikan ya, nanti saya juga akan nonton,” jelas Bunda Niken.

Saat itu ia meminta para penyanyi cilik menyanyikan beberapa lagu yang mereka ciptakan. Penampilan secara akustik dibawakan oleh Om Apip, Nekia, Nazis, Kevin dan Bintang. Penampilan mereka mendapatkan pujian langsung dari Bunda Niken.

“Lagunya bagus-bagus, seneng saya dengernya,” pujinya.

Nindi, pengelola Yayasan Lombok Care menjelaskan, agenda Charity Konser ini dalam rangka menjangkau khalayak yang lebih luas dalam mendengarkan kembali lagu-lagu anak.

Mengingat banyaknya anak saat ini yang justru lebih mengenal dan lebih tertarik dengan lagu-lagu dewasa.

“Harapannya, bunda dapat menonton secara online, tidak perlu datang langsung,” ungkapnya.

Om Apip salah seorang komposer lagu anak-anak yang turut hadir dalam silaturahim tersebut, juga mengatakan, konser ini dapat menjadi terapi bagi anak-anak yang kemungkinan dapat mengalami stres ketika berada di rumah saja selama masa Pandemi Covid-19 ini.

“Kondisi anak di rumah saat ini sangat memprihatinkan, terlebih untuk orang tua yang masih awam akan kesusahan untuk memberikan terapi anak. Jadi tujuannya membantu orang tua untuk menerapi anaknya,” jelasnya.

AYA/HmsNTB




DPRD Sulteng Belajar Penanganan Gempa dari NTB

Untuk mempercepat pemulihan pasca gempa, pemerintah terus menyapa pemerintah kabupaten/kota yang terdampak dengan tawaran kebijakan, kerja sama serta anggaran yang dapat meringankan beban mereka

MATARAM.lombokjourna.com —  Kunjungan Kerja DPRD Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) terkait dengan penanganan bencana gempa yang melanda NTB tahun 2018, diterima Gubernur NTB Dr. H Zulkieflimansyah di ruang kerjanya, Selasa (11/8/2020).

Saat menerima Wakil Rakyat Sulteng, Gubernur didampingi Kalak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB.

Gubernur Zul dan Budi Luhur Laringi

Provinsi Sulteng dan NTB sama-sama pernah dilanda bencana besar tahun 2018 lalu berupa gempa.

Di Sulteng, sejumlah daerah seperti Kota Palu, Donggala, Sigi, dan Parigi Moutong dilanda gempa, tsunami dan juga likuifaksi.

DPRD Sulteng melalui Pansus Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pancabencana Gempa, Tsunami, dan Likuifaksi Palu, Donggala, Sigi, dan Parigi Moutong (Padagimo) mendatangi NTB dalam rangka dialog dan komparasi penanganan pascabencana.

Belajar dari NTB

Ketua Pansus Rehab Rekon Padagimo, Budi Luhur Laringi mengatakan, kunjungan ini untuk mengetahui pola pelaksanaan pemulihan pasca gempa di NTB.

Yang nantinya, DPRD Sulteng dapat melakukan kolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota yang terdampak gempa Palu Donggala, Sigi, dan Parigi Moutong.

Sehingga upaya yang diterapkan oleh Pemprov NTB selama ini dapat menjadi acuan bagi pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam mempercepat pemulihan bagi empat kabupaten kota yang terdampak gempa bumi.

“Kami harus banyak belajar dari NTB terkait proses rehab rekon yang dilakukan selama ini,” jelasnya dihadapan Gubernur NTB.

Menurutnya, persoalan baru yang hadapi saat ini adalah terkait lahan yang banyak yang hilang. Desa, dusun banyak yang berpindah-pindah. Sehingga menyulitkan pemerintah untuk mengambil kebijakan yang tepat.

Rumah-rumah warga yang telah dibangun kembali hanya sebanyak 10 ribuan unit dari 15 ribuan unit rumah yang rusak. Belum lagi infrastruktur yang banyak rusak yang membutuhkan anggaran yang cukup besar.

Banyak hikmah

Sebelumnya Gubernur Zul mengatakan, bencana gempa bumi tahun 2018 menyisakan trauma panjang bagi masyarakat NTB yang terdampak.

Selain banyak korban jiwa dan luka-luka, banyak warga NTB kehilangan tempat tinggal dan mata pencahariannya.

Namun, bencana itu bukan untuk terus diratapi dan sesali, karena ada banyak hikmah yang bisa diambil sebagai pelajaran untuk terus bangkit dan menata hidup yang lebih untuk ke depan.

“Semangat itulah yang membuat kami cepat bangkit dari musibah,” ungkap Doktor Zul di hadapan puluhan anggota DPRD Sulteng.

Ia menuturkan, sebelum dirinya dilantik jadi gubernur, gempa sudah lebih awal mengguncang NTB. Sehingga beban amanah yang harus dipertanggung jawabkan makin berat.

Meski demikian, tak menyurutkan semangatnya untuk terus membangun sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota, TNI, Polri serta masyarakat untuk bahu membahu saling menguatkan untuk segera bangkit dari bencana yang terjadi.

“Kenapa pemulihan pascagempa di NTB relatif cepat, bukan hanya membangun sinergi dengan pemerinta kabupaten/kota serta masyarakat, kami juga perkuat komunikasi dengan pemerintah pusat, para menteri maupun anggota DPR RI. Sehingga upaya kami untuk melakukan rehab rekon relatif lebih cepat,” jelasnya.

Selain itu, untuk mempercepat pemulihan pasca gempa, pemerintah terus menyapa pemerintah kabupaten/kota yang terdampak dengan tawaran kebijakan, kerja sama serta anggaran yang dapat meringankan beban mereka.

Ia mengatakan, Lombok dan Sumbawa memiliki potensi sumber daya yang begitu besar. Sama halnya dalam situasi pandemi Covid-19 saat ini, terobosan yang dilakukan pemerintah Provinsi NTB untuk segera bangkit, tidak hanya penguatan kesehatan tetapi juga ekonomi.

Melalui program JPS Gemilang katanya, Pemprov NTB memanfaatkan produk UKM/IKM lokal, seperti beras, minyak goreng, garam, ikan kering, abon dan lainnya. Selain itu,

“UKM di NTB juga sudah mampu membuat sabun, handsanitizer, dan juga masker sendiri”, ungkap Gubernur.

“Tentunya semua bencana ini pasti ada hikmahnya. Saya menekankan agar masyarakat menggunakan produk lokal NTB yang ternyata produk lokal tidak kalah bagus dengan produk luar NTB,” lanjut Doktor Zul.

Usai menerima kunjungan tersebut, Gubernur menunjukkan motor listrik buatan NTB. Setelah mendapat sedikit pemaparan para tamu langsung menjajal motor listrik tersebut.

AYA/HmsNTB




Sosialisasi Perda Pengendalian Penyakit Menular, Pemprov NTB Libatkan Perguruan Tinggi

Perguruan Tinggi adalah salah satu institusi yang tepat digandeng untuk mensosialisasikan ke masyarakat luas

MATARAM.lombokjournal — Peraturan Daerah (Perda) Provinsi NTB tentang Pengendalian Penyakit Menular mulai gencar disosialisasikan.

Banyak pihak digandeng agar masyarakat makin mengetahui perihal substansi Perda tersebut.

Perguruan Tinggi di Provinsi NTB menjadi salah satu institusi yang ikut dilibatkan dalam sosialisasi Perda ini.

Wagub dan Sekda NTB

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah menghadirkan sejumlah pimpinan perguruan tinggi negeri, Universitas Mataram dan UIN Mataram, untuk mensosialisasi Perda Pengendalian Penyakit Menular ini, Selasa (11/08/20) di Kantor Gubernur NTB.

Ketua Asosiasi Perguruan Tinggu Swasta Indonesua (APTISA) juga hadir.

Sinergi ini dibangun untuk mengedukasi masyarakat agar memahami bagaimana Perda itu dijalankan.

“Kami melihat, sangat strategis jika mahasiswa dan mahasiswi kita juga bisa ikut bagian dalam mengedukasi masyarakat,” kata Wagub Hj Sitti Rohmi.

Wagub berpendapat, Perguruan Tinggi dapat masuk ke masyarakat untuk mengedukasi melalui mahasiswa maupun dosen di tempat masing-masing.

Gerakan edukasi Perda ini dapat dilakukan melalui tugas-tugas, program KKN maupun pengabdian kepada masyarakat,  yang biasa dilakukan mahasiswa serta dosen perguruan tinggi.

Sosialisasi masif sangat penting dilakukan mengingat banyak kalangan belum mengetahui dan paham Perda ini.

“Pemerintah tidak mau menghukum masyarakat begitu saja, tapi harus ada proses edukasi dan sosialisasi yang masif, inilah yang kita lakukan saat ini,” terang wagub.

Wakil Gubernur yang kerap disapa Umi Rohmi ini menuturkan, ia mengetahui perguruan tinggi sudah sejak awal berperan dalam penanganan Covid-19.

Dalam tahap ini, perguruan tinggi adalah salah satu institusi yang tepat digandeng untuk mensosialisasikan ke masyarakat luas.

“Peran perguruan tinggi ini sangat besar, sehingga kami mengajak perguruan tinggi untuk bergotong royong memberikan edukasi kepada masyarakat,” ujarnya.

Selain sosialisasi Perda, Umi Rohmi juga meminta kepada perguruan tinggi gencar melakukan sosialisasi terkait protokol kesehatan. Protokol kesehatan ini menjadi salah satu cara yang paling efektif dalam menangani Covid-19.

Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. H. Mutawalli mengapresiasi ide Wakil Gubernur untuk melibatkan perguruan tinggi dalam sosialisasi Perda.

“Seharusnya semua pihak mengambil peran dalam penanganan Covid-19 ini. Ini urusan kemanusiaan, kita harus ikut terlibat dalam melakukan upaya-upaya pencegahan,” kata Mutawalli.

Dikatan, UIN sejak awal sudah melakukan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan penanganan pandemi ini, mulai dari sosialisasi, edukasi hingga membuat aturan terkait penanganan Covid-19 di wilayah kampus.

Senada dengan Rektor UIN, Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Dr. Lalu Darmawan dan Dr. Kaharuddin dari Unram juga mendukung, dan akan ikut berperan aktif dalam melakukan sosialisasi terkait Perda ini.

Turut hadir pada acara tersebut, Asisten I Setda Provinsi NTB, Dra. Baiq Eva Nurcahyaningsih, Assisten III, Dr. H.L. Syafii, Kepala Biro Hukum, Kepala Biro Kesra serta Kasat Pol PP Provinsi NTB.

AYA/HmsNTB