UPDATE Covid-19: Hari Kamis, 13 Agutus 2020, Bertambah 24 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 18 Orang, Tidak ada Kasus Kematian

Perda tentang penanggulangan penyakit menular di NTB yang telah ditetapkan, tidak lain dihajatkan dalam rangka melindungi serta mendisiplinkan masyarakat di era tatanan baru kehidupan, yakni tetap sehat dan produktif serta aman dari Covid-19

 MATARAM.lombokjournal.com – Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RSUD R. Soedjono Selong, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR Prodia, dan Laboratorium TCM RSUD H.L. Manambai Abdulkadirmengkonfirmasi, ada tambahan 24 pasien positif Covid-19, dan pasien yang dinyatakan sembuh 18 orang.

Lalu Gita Aryadi

Siaran pers hari Kamis (13/08/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 231 sampel dengan hasil 197 sampel negatif, 10 sampel positif ulangan, dan 24 sampel kasus baru positif Covid-19, sembuh 18 orang, Tidak ada kasus kematian.

Dijelaskan, adanya tambahan 24 kasus baru terkonfirmasi positif, 18 tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Kamis (13/08/20) sebanyak 2.398 orang, dengan perincian 1.613 orang sudah sembuh, 132 meninggal dunia, serta 653 orang masih positif.

“Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Aryadi.

TAMBAHAN 24 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 18  ORANG, TIDAK ADA KASUS KEMATIAN

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 2375, an. H, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Karang Baru, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Unram;
  2. Pasien nomor 2376, an. J, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Desa Jatisela, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Siloam Mataram;
  3. Pasien nomor 2377, an. IGASG, perempuan, usia 51 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Utara, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  4. Pasien nomor 2378, an. FRT, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  5. Pasien nomor 2379, an. EH, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk ber-KTP di Banyuwangi, Jawa Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  6. Pasien nomor 2380, an. MA, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  7. Pasien nomor 2381, an. MI, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  8. Pasien nomor 2382, an. EWS, perempuan, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga;
  9. Pasien nomor 2383, an. R, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Rabadompu Timur, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  10. Pasien nomor 2384, an. AJ, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Tolomondu, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19.Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  11. Pasien nomor 2385, an. S, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Desa Aikmel, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong;
  12. Pasien nomor 2386, an. N, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Suralaga, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong;
  13. Pasien nomor 2387, an. WW, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2349. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD H.L Manambai Abdulkadir;
  14. Pasien nomor 2388, an. S, perempuan, usia 51 tahun, penduduk Desa Kayangan, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Tanjung;
  15. Pasien nomor 2389, an. MA, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Desa Anyar, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Tanjung;
  16. Pasien nomor 2390, an. UI, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Desa Anyar, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Tanjung;
  17. Pasien nomor 2391, an. IGAA, perempuan, usia 48 tahun, penduduk Kelurahan Sapta Marga, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB;
  18. Pasien nomor 2392 an. RI, laki-laki, usia 74 tahun, penduduk Desa Tanjung, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB;
  19. Pasien nomor 2393 an. LS, laki-laki, usia 75 tahun, penduduk Desa Keru, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB;
  20. Pasien nomor 2394 an. DSR, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang Permai, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Siloam Mataram;
  21. Pasien nomor 2395 an. PA, laki-laki, usia 47 tahun, penduduk Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  22. Pasien nomor 2396 an. S, laki-laki, usia 49 tahun, penduduk Desa Kebon Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju;
  23. Pasien nomor 2397 an. N, perempuan, usia 58 tahun, penduduk Desa Gerung Selatan, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju;
  24. Pasien nomor 2398 an. Ny. NM, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Desa Kuranji Dalam,Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Siloam Mataram;

Hari Kamis terdapat penambahan 18 orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 1460, an. EF, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk ber-KTP Kelurahan Dara, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Pasien berdomisili di Desa Belanting, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur;
  2. Pasien nomor 1462, an. LAHR, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Desa Padamara, Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur;
  3. Pasien nomor 1463, an. BMP, laki-laki, usia 37 tahun, penduduk Desa Dasan Lekong, Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur;
  4. Pasien nomor 1731, an. M, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Desa Tegal Maja, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara;
  5. Pasien nomor 1732, an. LM, laki-laki, usia 85 tahun, penduduk Desa Dangiang, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara;
  6. Pasien nomor 1778, an. A, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Desa Jenggala, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara;
  7. Pasien nomor 1869, an. R, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Desa Tanjung, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara;
  8. Pasien nomor 1934, an. DVH, perempuan, usia 20 tahun, penduduk Desa Medana, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara;
  9. Pasien nomor 1935, an. S, perempuan, usia 48 tahun, penduduk Desa Genggelang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara;
  10. Pasien nomor 1960, an. J, laki-laki, usia 43 tahun, penduduk Desa Pohgading, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur;
  11. Pasien nomor 2012, an. N, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Sambinae, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  12. Pasien nomor 2013, an. RS, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Sarae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  13. Pasien nomor 2036, an. NWA, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Desa Salut, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara;
  14. Pasien nomor 2087, an. TS, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Mandalika, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  15. Pasien nomor 2154, an. NM, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Sayang Sayang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  16. Pasien nomor 2169, an. NS, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Desa Sokong, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara;
  17. Pasien nomor 2206, an. BR, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  18. Pasien nomor 2253, an. AYM, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Desa Terong Tawah, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat.

Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, Lalu Gita Aryadi mengajak semua pihak bekerjasama disiplin menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah menyebaran Covid-19.

Dijelaskan, Peraturan Daerah tentang penanggulangan penyakit menular di NTB yang telah ditetapkan, tidak lain dihajatkan dalam rangka melindungi serta mendisiplinkan masyarakat di era tatanan baru kehidupan, yakni tetap sehat dan produktif serta aman dari Covid-19.

“Mari kita bersama mendukung penegakan peraturan daerah ini serta mensosialisasikannya secara luas, kata Lalu Gita Aryadi.

AYA/Rr

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 08180211 8119.




Bawaslu NTB Minta Masyarakat Proaktif Laporkan Praktik Politik Uang

Bawaslu menjamin keamanan identitas masyarakat selaku pelapor sehingga tidak diketahui publik

MATARAM.LombokJournal.com — Bawaslu Provinsi NTB melalui Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Umar Achmad Seth, SH., MH, minta masyarakat tidak takut melapor ke Bawaslu, bila terjadi praktik politik uang, pada penyelenggaraan Pilkada di tujuh Kabupaten/Kota di NTB pada Desember 2020 mendatang.

Dijelaskan, asumsi politik uang memang santer terdengar sering mewarnai praktik politik di Indonesia, khususnya di Provinsi NTB.

Namun karena sulitnya menemukan bukti, hal tersebut tidak bisa ditindak. Sebab dasar Bawaslu melakukan penindakan adalah adanya bukti kongkrit terjadinya pelanggaran.

Dikatakan, selain kesulitan menemukan bukti, fakta bahwa para politisi memiliki banyak alibi dalam praktik politik yang berurusan dengan uang juga jadi kesulitan lain.

Beberapa alibi yang sering dipakai adalah biaya penyelenggaraan acara dan biaya kampanye.

Terlepas dari itu, pihaknya meminta kepada semua pihak agar proaktif menyampaikan ke Bawaslu sekiranya menemukan praktik politik uang terjadi di sekitar mereka.

Bawaslu juga menjamin keamanan identitas masyarakat selaku pelapor sehingga tidak diketahui publik.

“Sampaikan ke Bawaslu, dipastikan bukan dia (masyarakat) yang naik jadi pelapornya,” katanya, Kamis, (12/08/20).

Senada dengan Umar, Ketua Bawaslu NTB Muhammad Khuwailid, S. Ag., MH menyampaikan jika selama ini, lebih banyak mendengar persoalan politik uang tersebut dengan pendekatan asumsi.

BACA JUGA;

Ribuan Data Pemilih KPU 2019 dan 2020 Tidak Sinkron, Bawaslu NTB: KPU Tidak Bekerja dengan Benar

Ketika pendekatannya asumsi, maka sulit bagi Bawaslu mengambil tindakan. Sebab syarat utama pengambilan tindakan oleh Bawaslu ketika telah ditemukan bukti pelanggaran.

“Makanya kalau nggak kongkrit, agak susah. Asumsi itu belum tentu jadi fakta. Kita harus bekerja berdasarkan fakta. Tapi kita tetap monitor,” terangnya.

Ast




Ribuan Data Pemilih KPU 2019 dan 2020 Tidak Sinkron, Bawaslu NTB: KPU Tidak Bekerja dengan Benar

Jika KPU NTB bekerja benar sesuai dengan aturan dan prosedur yang telah ditetapkan, maka data pemilih 2019 mustinya sinkron dengan data pemilih 2020

MATARAM.lombokjourna.com — Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan Bawaslu Provinsi NTB kepada Daftar Pemilih Tetap (DPT) KPU untuk Pilkada tujuh Kabupaten/Kota, menjelang Pilkada serentak pada Desember 2020,  ditemukan ribuan data pemilih 2019 yang belum Disinkronisasikan KPU dengan Daftar Pemilih Pemilu Potensial (DP4) Pemilih 2020.

Berdasarkan audit tersebut, Bawaslu menemukan sejumlah 7.054 pemilih yang dinyatakan tidak memenuhi syarat pada pemilu 2019, kembali terdaftar dalam Daftar Pemilih (A-KWK) KPU 2020.

Selain itu, ditemukan juga 1.766 Daftar Pemilih Khusus (DPK) Pemilu 2019 yang tidak dicantumkan KPU pada Daftar Pemilih 2020.

Terkait hal tersebut, Ketua Bawaslu NTB Muhammad Khuwailid, S. Ag, MH, mengaku menyayangkan kesalahan cara kerja KPU dalam hal sinkronisasi data pemilih.

“Yang disinkronisasi DPT yang mana dengan DP4 yang mana,” ujarnya. Kami (12/10/20).

Jika KPU NTB bekerja benar sesuai dengan aturan dan prosedur yang telah ditetapkan, maka data pemilih 2019 mustinya sinkron dengan data pemilih 2020.

“Yang tidak memenuhi syarat pada 2019 tapi dia masih muncul di A-KWK-nya. Mestinya kalau dilakukan sinkronisasi orang ini harusnya tidak ada,” terangnya.

Pihaknya cukup menyayangkan KPU NTB kembali mengulang kesalahan yang sama dengan Pemilu sebelumnya. Seolah-olah tidak menjadikan kesalahan masa lalu sebagai pelajaran.

“Bisa jadi (hanya copy paste data pemilih 2019 saja),” ungkapnya.

Selaku lembaga pengawas pemilu, pihaknya menegaskan akan tetap memantau semua hal yang berkaitan dengan Pemilu. Guna terselenggaranya hajatan pesta demokrasi rakyat dengan baik dan benar.

Bawaslu Dilarang Mengakses Identitas Pemilih

Selain temuan tersebut, hal yang menjadi atensi Bawaslu NTB adalah adanya aturan KPU yang melarang Bawaslu mengakses identitas daftar pemilih dengan alasan data tersebut dikecualikan.

Dijelaskan, hal tersebut bisa menghambat kerja pengawasan Bawaslu terhadap KPU yang nantinya bisa berdampak tidak selesainya persoalan sinkronisasi data pemilih tersebut.

BACA JUGA;

Bawaslu NTB Minta Masyarakat Proaktif Laporkan Praktik Politik Uang

Khuwailid memberikan gambaran pada proses pIilkada 2019 yang lalu. Saat itu, akses Bawaslu terhadap data KPU begitu terbuka. Kendati begitu, masih juga terjadi ketidaksinkronan data pemilih.

Jika yang terbuka saja masih bisa terjadi kesalahan, maka besar kemungkinan kejadian yang sama akan kembali berulang pada Pilkada nanti.

“Sekarang ini akses itu tertutup. KPU tidak memberikan A-KWK kepada Bawaslu dengan alasan informasi yang dikecualikan. Kalau dalam keadaan yang terbuka saja begitu banyak masalahnya apalagi besok dalam keadaan yang tertutup,” tuturnya.

Ast




Keterbukaan Informasi di NTB Hadapi Covid 19, Dipuji Kemenkoinfo

Informasi publik menjadi sangat urgen untuk dibuka seluas-luasnya agar bisa keluar dari ancaman krisis multidimensi akibat pandemi Covid 19

MATARAM.lombokjournal.com — Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dipilih oleh Kementerian Komunikasi Informatika (Kemkominfo) RI sebagai tuan rumah webinar bertajuk Penyelenggaraan Forum Keterbukaan Informasi Publik NTB, Kamis (13/08/20).

Provinsi NTB sebagai tuan rumah karena PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi) di NTB  dinilai berhasil melayani dan memuat Keterbukaan Informasi Publik (KIP) menghadapi Pandemi Covid- 19.

“Kami melihat PPID NTB sudah cukup bagus menyuguhkan informasi covid-19,” ujar Selamatta Sembiring, Direktur Tata Kelola dan Kemitraan Komunikasi Publik Kemkominfo.

Penilaian itu disampaikan saat membuka acara Webinar bertajuk Penyelenggaraan Forum Keterbukaan Informasi Publik NTB, Kamis (13/08/20) yang diikuti lebih dari 100 peserta se-NTB tersebut.

Webinar ini diharapkan dapat menjadi benchmarking kepada provinsi-provinsi lain untuk sigap mengakomodasi situasi pandemi ke dalam pengelolaan informasi dan pelayanan informasi melalui PPID-nya. Seperti yang telah dilakukan oleh Pemrov NTB.

“Tujuan keterbukaan informasi publik itu supaya terjadi good  governance,  di mana masyarakat berpartisipasi, hukum ditegakkan dengan baik, transparan, lalu ada kesetaraan dan daya tanggap, akuntabilitas, pengawasan publik, efektivitas dan profesionalisme,” ujarnya.

Pemprov NTB telah melakukan berbagai inovasi untuk mendorong keterbukaan informasi publik.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi NTB, Gde Putu Aryadi, S.Sos.MH  memaparkan, pandemi covid-19  menghadirkan 3 jenis ancaman serius.

Jika salah penanganannya, maka dapat berakibat pada krisis multidimensi, sebutnya.

Tiga jenis ancaman yang disebut Aryadi, bukan sekedar penularan Covid-19 yang mengancam banyak jiwa.

Tapi di tengah wabah yang mengancam, juga muncul fenomena penyebaran informasi tidak benar atau kabar bohong/disinformasi.

Kabar bohong itu berasal dari sumber-sumber yang tidak kompeten, terutama lewat media sosial yang banyak menguras imunitas fisik dan mental masyarakat.

“Terlalu banyak hoax/disinformasi dan pendapat dari pihak-pihak yang  tidak kompeten tentang Covid-19 membuat masyarakat jadi apatis, paranoid, bahkan ada yang tidak percaya wabah covid 19. Inilah yang menimbulkan ketidakwaspadaan dan tidak disiplin melaksanakan langkah  pencegahan Covid-19,” jelasnya.

Tak hanya itu, produktivitas dan kemampuan daya beli masyakat juga menjadi menurun sangat drastis.  IKM/UKM juga tidak berproduksi karena adanya pembatasan sosial.

“Kalau tidak dikelola dengan baik, maka akan terjadi krisis ekonomi dan krisis sosial,” terangnya.

Gde Aryadi menegaskan, informasi publik menjadi sangat urgen untuk dibuka seluas-luasnya agar bisa keluar dari ancaman krisis multidimensi akibat pandemi covid 19.

Karena hanya dengan keterbukaan dengan menyajikan informasi yang berkualitas, dari sumber-sumber resmi serta kompeten, maka ia optimis pemerintah dan badan publik negara akan berhasil menjalankan fungsinya untuk mengedukasi masyarakat.

Sekaligus memberikan layanan informasi yang mampu menumbuhkan kesadaran serta disiplin secara kolektif menghadapi Pandemi.

Selain itu, masyarakat juga bisa mendapatkan informasi yang akurat dan berkualitas dari sumber-sumber yang kompeten, tegas Aryadi.

Karena  itulah, pemerintah Provinsi NTB berkomitmen kuat untuk menyediakan layanan informasi publik dengan membuka seluas-luasnya akses Komunikasi dan informasi kepada masuarakat, terangnya.

Aryadi juga memaparkan, Inovasi-inovasi yang telah dilakukan pihaknya misanya, membuka kanal komunikasi dengan memanfaatkan seluruh media yang ada, termasuk media sosial.

Pihaknya juga membuat portal khusus corona.ntbprov.go.id,  yang dapat diakses secara realtime oleh masyarakat.

Pada laman website tersebut, selain menyajikan informasi seputar covid-19, juga tersedia peta sebaran kasus positif Covid 19 berbasis GPS,  hingga nomor -nomor call centre yang setiap saat bisa diakses masyarakat untuk mendapatkan layanan informasi.

Juga tersedia aplikasi khusus yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk ikut mengawasi distribusi bantuan sosial Paket Jaring Pengaman Sosial ( JPS) Gemilang.

Mantan Kabag Pemberitaan pada Biro Humas dan Protokol Setda NTB tersebut menambahkan, Pemprov NTB juga menggelar silaturahmi rutin bersama Gubernur dan Wakil Gubernur NTB.

Silaturahmi tersebut dibungkus  dalam program Jumpa Bang Zul dan Ummi Rohmi. Program ini dimaksudkan agar masyarakat bisa mendapatkan informasi langsung dari orang nomor 1 di NTB.

Selama Pandemi covid-19 berlangsung, program ini dilaksanakan melalui media digital video streaming, dan media sosial resmi pemerintah.

Dikataka, selain itu ada aplikasi NTB Care yang merupakan layanan berbasis mobile. Aplikasi ini menjadi jembatan Komunikasi berbentuk aplikasi antara masyarakat dan pemerintah, sekaligus media penanganan pengaduan masyarakat.

Aplikasi ini dipegang langsung oleh admin masing-masing OPD bahkan pimpinannya sehingga keluhan masyarakat dan apapun pertanyaan masyarakat bisa dijawab langsung oleh instansi terkait.

Selain itu, Pemprov NTB juga menyediakan aplikasi NTB 1 data, dimana masyarakat bisa mendapatkan berbagai data sektoral terkait instansi pemerintahan maupun informasi terkait pembangunan dan perkembangan daerah NTB hanya dalam satu genggaman.

Tak hanya sampai disitu, pihaknya juga terus membangun kemitraan dan kolaborasi dengan NGO dan lembaga-lembaga kemasyarakatan lainnya.

Senada dengan Kadis Kominfotik NTB, Romanus Ndau Lendong, Komisioner Komisi Informasi Pusat yakin, keterbukaan informasi publik yang baik dapat membantu percepatan penanganan Covid-19 di masyarakat.

Romanus yang juga merupakan narasumber pada acara tersebut menjelaskan pengetahuan yang baik soal covid-19 akan membantu publik lebih siap dalam menghadapi pandemi.

“Pencegahan disinformasi yang menyesatkan menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan pemerintah untuk dapat mengedukasi masyarakat dengan baik. Sehingga diperlukan tata kelola informasi yang terkoordinasi dan terintergrasi,” tandasnya.

Webinar tersebut diselenggarakan Direktorat Jenderal IKP Kementrian Kominfo RI bekerjasama dengan Diskominfotik NTB.

Digelar secara daring dan diikuti oleh lebih dari 100 PPID se-NTB, Pelaku Komunitas, Kelompok Informasi Masyarakat, Relawan TIK, dan mahasiswa.

@diskominfotikntb




Sesuaikan Tata Ruang untuk Investasi, Gubernur Gelar Audiensi dengan Menteri ATR/BPN

Kementerian ATR/BPN mendukung sepenuhnya upaya pemerintah Provinsi NTB dalam mempercepat penyelesaian Revisi RTRW

lombokjournal.com

JAKARTA ;   Gubernur NTB Dr.H Zulkieflimansyah didampingi oleh Asisten dan sejumlah Kepala Perangkat Daerah, melakukan audiensi dengan Menteri ATR/BPN Sofyan A Djalil, di gedung Kementerian ATR/BPN, Kamis (13/08/20).

Saat audensi

Dalam audiensi tersebut, Gubernur Zul didampingi Asisten II Setda NTB H. Ridwan Syah, MM, M.Sc, M.TP, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Madani Mukarom, B.Sc,F, M.Si, Kepala Dinas PMTPST H, Moh Rum, MT, Kepala Bappeda Dr.H. Amry Rakhman dan Dirjen Tata Ruang dan Direktur Perencanaan.

Gubernur NTB Dr.H Zulkieflimansyah mengatakan, kunjungan ini untuk melakukan audiensi terhadap percepatan pembahasan persetujuan substansi revisi RTRW Provinsi NTB 2019-2029, sebagai upaya mengakselerasi beberapa investasi di Wilayah NTB, termasuk rencana KEK Teluk Santong.

“Kunjungan ini juga dilakukan pada beberapa kementerian terkait seperti Kementerian LHK, Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi,” kata gubernur.

Hasil pertemuan tersebut, Kementerian ATR/BPN mendukung sepenuhnya upaya pemerintah Provinsi NTB dalam mempercepat penyelesaian Revisi RTRW, dan segera melakukan persiapan pembahasan lintas sektor sebagai syarat pemberian persetujuan substansi.

“Kementerian ATR/BPN juga mendukung Pemprov NTB mempercepat investasi dengan tetap mengacu pada peraturan yang ada,” kata Gubernur.

Selain itu ada beberapa persyaratan teknis yang akan segera disiapkan oleh Pemprov NTB dan pemerintah pusat untuk mendukung hal tersebut.

Sementara itu Asisten II Setda NTB H. Ridwan Syah mengatakan, penyesuaian tata ruang untuk kepentingan Investasi di NTB sangat penting mengingat dinamika kebutuhan pembangunan di NTB ke depan sangat menjanjikan.

Termasuk KEK Tanjung Santong sebagai KEK energi dan agro yang didalamnya direncanakan akan dibangun kilang minyak kapasitas 300 ribu barrel/ hari dan industri bio ethanol harus terakomodir dalam RTRW Provinsi.

“Terima kasih Pak Menteri atas waktu dan perhatiannya pada kami di NTB,” ujarnya.

AYA/HmsNTB




Meriahkan HUT RI, 500 Mesin Buatan NTB Akan Dipamerkan di STIP

Peluncuran yang akan dilakukan pada HUT RI antara lain, launching sepeda motor listrik dan mesin-mesin buatan NTB

MATARAM.lombokjournal.com – Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi NTB, Najamuddin Amy S. Sos., MM memimpin rapat persiapan pelaksanaan HUT RI ke 75 di Provinsi NTB, berlangsung di Ruang Rapat Terbuka Kantor Gubernur NTB, Kamis (13/08/20).

HUT Kemerdekaan tahun ini mengusung tema “Bangga Buatan Indonesia”. Hal ini selaras dengan NTB yang meluncurkan gerakan “Cintai, Beli dan Gunakan Produk Lokal NTB”, dengan mendorong lahirnya produk-produk lokal yang berkualitas.

Berbagai persiapan dilakukan demi menyukseskan peringatan HUT RI di tengah situasi pandemi ini.

Daam rapat persiapan itu diikuti pula oleh perwakilan masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) selaku penanggung jawab, Polda NTB, Lanal, Korem 162/WB, Satpol PP, Direktur RSUD Provinsi NTB, GNE, STIP Banyumulek serta pihak terkait lainnya.

Najamuddin mengatakan, rapat hari ini merupakan finalisasi dari berbagai persiapan menyambut peringatan HUT RI di NTB mendatang.

Persiapan itu menyambut surat dari Sekretariat Negara yang telah diterima Provinsi dan juga sudah disampaikan ke Kabupaten/Kota se-NTB.

“Sehingga, secepatnya semua bisa terkonfirmasi kepada masyarakat,” ujar Najamuddin.

Begitu pula dengan penataan lokasi hingga susunan acara telah diatur dengan mengutamakan protokol kesehatan Covid-19.

Peringatan HUT RI di NTB kali ini akan diisi dengan peluncuran dan peresmian berbagai program secara langsung oleh Gubernur NTB.

Peluncuran yang akan dilakukan pada HUT RI antara lain, launching sepeda motor listrik dan mesin-mesin buatan NTB.

Ada pula launching Program Mahadesa, launching alat Rapid Test buatan NTB oleh Laboratorium Hepatika Mataram, launching Market Place Pemprov NTB berupa Aplikasi NTB Mall, launching Lapas yang baru di Kuripan Lobar, penandatanganan prasasti Gedung Layanan Covid-19 dan Trauma Center RSUD Provinsi NTB, serta penandatanganan Peraturan Gubernur (Pergub) terkait usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Selain itu, untuk memeriahkan HUT RI ini akan dipamerkan sebanyak 500 alat produksi buatan NTB di Science Techno Park (STIP) Banyumulek.

“Jadi, meskipun di tengah Covid-19, tidak mengurangi semangat nasionalisme kita menyambut HUT RI yang ke-75 ini,” ucap Najam.

Paskibraka hanya tiga orang

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi NTB, Ir. Husnanidiaty Nurdin, MM mengatakan bahwa Dispora selaku penanggung jawab pasukan pengibaran bendera, telah melakukan berbagai persiapan.

Pandemi Covid-19 yang mengharuskan menghindari kerumunan dan jaga jarak membuat pemerintah memutuskan bahwa Paskibraka hanya terdiri dari tiga orang.

“Jadi kami sudah siapkan tiga orang untuk mengibarkan dan juga tiga untuk upacara penurunan,” ungkapnya.

Peringatan HUT RI di tiap daerah juga tentu akan sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Berbagai kegiatan yang biasa dilakukan sebelumnya akan ditiadakan ataupun diubah dengan mengedepankan protokol kesehatan Covid-19.

Untuk tahun ini, acara yang akan tetap digelar yakni apel penghormatan dan renungan suci. Untuk acara Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI akan dilangsungkan secara virtual yang terhubung langsung dengan Istana Negara serta hanya akan diikuti oleh Forkopimda Provinsi NTB.

AYA/HmsNTB




Webinar Alumni SMAN 1 Selong, Wagub Ajak Para Alumni Sukseskan NTB Gemilang

Dari Webinar ini diharapkan menghasilkan satu buah pemikiran yang dapat membantu pemerintah daerah mewujudkan NTB Gemilang

MATARAM.lombokjournal.com — Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengajak seluruh alumni SMAN 1 Selong berperan aktif dalam mensukseskan program-program NTB Gemilang sesuai dengan kapasitas dan keilmuan masing-masing.

Hal tersebut diungkapkan Wagub saat membuka acara Webinar Alumni SMAN 1 Selong, Kamis (13/08/20).

Wagub Hj Sitti Rohmi Djalilah

“Kami dari Pemprov, karena SMA adalah supervisi dari kami, sangat mengharapkan SMAN 1 Selong ikut serta mensukseskan program-program unggulan di NTB,” ajak Wagub saat membuka Webinar.

Ia mengatakan, Pemerintah Provinsi NTB sangat mendukung SMA 1 Selong yang dikenal dengan basis risetnya.

Namun pesan wagub, agar pendidikan tidak meninggalkan pelajaran budi pekerti.

Sehingga SMAN 1 Selong tetap menjadi sekolah yang memiliki alumni yang berkualitas, bukan hanya dari sisi ilmu pengetahuan saja.

Wagub menginginkan lulusan SMAN 1 Selong tidak hanya penuh kepalanya dengan ilmu, namun juga memiliki sifat yang positif.

“Sehingga pada saat di masyarakat, ia menjadi pemecah masalah,” tuturnya.

Dalam Webinar yang bertajuk “Revitalisasi Intelektual Alumni” ini, Wagub juga meminta agar SMAN 1 Selong tidak mudah puas dengan prestasi alumni yang sudah diraih.

Ia mengapresiasi para alumni SMAN 1 Selong, karena banyak di antara mereka yang sukses di berbagai bidang.

“Karena itu SMAN Selong harus dapat memberikan contoh bagi sekolah lainnya, terlebih sekolah ini menjadi salah satu sekolah yang dipandang bagus, khususnya di Lombok Timur,” katanya.

Wagub juga mengigatkan pentingnya para alumni dalam membentuk generasi muda yang peduli terhadap lingkungan, mengingat NTB adalah salah satu provinsi yang terkenal dengan keindahan alamnya.

“Kita ingin sekolah kita menjadi agen yang dapat memberikan contoh bagi lingkungan sekitar bagaimana mengelola lingkungan dengan baik, daerah kita adalah daerah yang subur, tentunya kita harus menjaganya,” ungkapnya.

Ketua IKA SMAN 1 Selong, Prof. Dr. H. Muhammad Sarjan yang juga Guru Besar di Unram mengakatakan, webinar ini bertujuan untuk mempersiapkan generasi emas NTB yang dapat membawa provinsi tercinta ini menjadi yang lebih maju dari daerah lainnya.

Webinar ini diikuti oleh berbagai macam kalangan yang bergelut dalam bidang riset baik dari perguruan tinggi, lembaga penelitian, maupun NGO yang semuanya adalah alumni SMAN 1 Selong.

Dari Webinar ini diharapkan menghasilkan satu buah pemikiran yang dapat membantu pemerintah daerah mewujudkan NTB Gemilang.

AYA/HmsNTB




Selly-Manan Prioritaskan Ketersediaan Pemakaman Umum dan Hadirnya Kebun Binatang di Mataram

Seperti halnya warga yang hidup memerlukan rumah, mereka yang telah berpulang pun  memerlukan rumah pula. Bagi Selly, pemakaman adalah “rumah masa depan” bagi semua warga kota

lombokjournal.com —

MATARAM ;  Masalah perkotaan bukan hanya berhadapan pada penataan ruang dan pemukiman semata. Soal Tempat Pemakaman Umum (TPU) juga lambat laun akan menjadi kendala bersama.

Susutnya lahan akibat alihfungsi dan semakin banyaknya kompleks pemukiman dan perumahan baru, membuat masalah TPU perlu menjadi perhatian.

Bakal Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram, Hj Putu Selly Andayani dan TGH Abdul Manan (Selly-Manan) menjadikan masalah TPU ini sebagai salah satu prioritas pembangunan Kota Mataram.

Selly Andayani menegaskan, dalam hal memimpin bukan cuma mengurus soal hidup dan urusan dunia yang fana. Namun juga menunaikan tanggung jawab manakala warga berpulang ke hadirat Yang Kuasa.

Itu sebabnya, Selly selalu risau, manakala datang kabar padanya, ada warga sebuah kompleks perumahan tak diberi tempat untuk dimakamkan di perkampungan masyarakat yang terdekat.

Belakangan dalam hampir satu dekade ini, pengembangan kompleks perumahan di Kota Mataram memang dibangun minus ketersediaan fasilitas tempat pemakaman bagi warganya.

Akhirnya warga kompleks yang meninggal dunia harus dimakamkan di TPU pemukiman perkampungan.

Selama ini, pada Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karang Medain menjadi satu-satunya lokasi pemakaman bagi warga kompleks perumahan.

Terutama bagi warga Kota Mataram yang berasal dari luar daerah. Tapi, TPU karang Medain kini pun sudah hampir penuh. Hanya tersisa sisi ruang di bagian tengah.

Kondisi ini dilihat Selly Andayani, saat nyekar dan berdoa di TPU Karang Medain, Rabu (12/08/20). Penjabat Wali Kota Mataram tahun 2015 ini melihat langsung bagaimana area pemakaman ini akan penuh dalam hitungan tahun.

“Harus ada solusi TPU jika di Karang Medain ini penuh. Ini jadi salah satu prioritas Selly-Manan,” katanya.

Ia memaparkan, seperti halnya warga yang hidup memerlukan rumah, mereka yang telah berpulang pun  memerlukan rumah pula. Bagi Selly, pemakaman adalah “rumah masa depan” bagi semua warga kota.

“Seperti firman Allah. Sesungguhnya setiap yang berjiwa, akan merasakan mati,” kata perempuan berhijab ini menukil Ayat Suci Alquran.

Sehingga menjadi kewajiban mereka yang hiduplah yang menyiapkan “rumah masa depan” tersebut.

Namun, manakala tidak kunjung memadai, maka kata Selly, pemerintahlah yang harus berada di garis depan.

Selly menegaskan, jika dirinya bersama TGH Abdul Manan mendapat amanah dari masyarakat Kota Mataram, maka tanggung jawab menyiapkan pemakaman umum yang memadai itu akan diambil sepenuhnya oleh pemerintah.

“Insya Allah, Tempat Pemakaman Umum adalah salah satu prioritas kami,” tandasnya.

Dalam desain yang disiapkan, Selly ingin solusi pemakaman untuk warga Kota Mataram tersebut bukan hanya untuk jangka pendek semata.

Melainkan untuk jangka panjang. Sehingga soal TPU untuk masyarakat Kota Mataram ini bisa menjawab tantangan untuk sepuluh, bahkan dua puluh tahun yang akan datang.

Sebagai birokrat mumpuni yang lama bergelut dengan keuangan daerah, Selly tahu betul, bahwa mewujudkan pemakaman ini bukanlah hal yang sulit bagi Pemkot Mataram.

Ia menandaskan, pemerintah Kota Mataram bisa bersinergi dengan Pemerintah Provinsi untuk mewujudkan hal ini.

“Kuncinya ada pada niat dulu. Kalau sudah, pasti Allah akan menunjukkan jalannya. Allah akan memudahkan,” tandasnya.

Selain itu, para pengusaha properti di Kota Mataram juga akan diajak bicara. Agar setiap lokasi perumahan, selain menyiapkan ruang terbuka untuk warganya, juga perlu menyiapkan tempat ibadah dan juga pemakaman.

“Penyiapan ruang ibadah, dan pemakaman itu, tentulah akan menjadi ladang ibadah bagi para pengusaha, dan juga bagi pemerintah. Dan ini akan menjadi berkah bagi warga,” katanya.

Kebun Binatang

 Selain penyediaan TPU yang memadai, Selly-Manan juga akan berupaya mewujudkan impian generasi muda Kota Mataram akan hadirnya kebun binatang.

Menurut Selly, kebun binatang bisa jadi ada penanda sebuah kota yang maju. Kota-kota utama di Indonesia telah memilikinya. Bahkan, provinsi terdekat seperti Bali, memiliki dua kebun binatang dengan nama yang kesohor.

“Kami menyiapkan kebun binatang ini sebagai pusat edukasi untuk generasi muda,” kata Selly. Akan menjadi tempat penangkaran hewan-hewan langka. Hewan-hewan endemik dari Bumi Gora.

Selly mengatakan, banyak sekali anak-anak dan generasi muda Kota Mataram yang hanya tahu dan melihat aneka binatang cuma dari gambar atau tayangan televisi semata. Dia tak ingin tak ingin generasi milenial Mataram seperti itu.

“Anak-anak Kota Mataram layak mendapatkan lebih dari itu. Mendapatkan pengalaman yang jauh lebih berharga dalam hidupnya,” katanya.

Selly mencontohkan, gambar rusa sebagai lambang Provinsi NTB bisa jadi tidak semua generasi muda NTB pernah dan melihat langsung rusa tersebut.

“Jangan sampai rusa-rusa itu hanya ada tertempel di baju-baju dinas saja,” katanya.

Pun misalnya musang yang merupakan binatang endemik dari Gunung Rinjani. Tak banyak generasi muda NTB yang tahu hal tersebut, dan pernah melihatnya secara langsung. Padahal, musang endemik dengan nama latin Paradok Saurus Rinjanikus tersebut hanya ada di NTB.

Rencananya, kebun binatang Kota Mataram itu disiapkan berlokasi di lahan eks Bandara Selaparang di utara Kota Mataram.

Kelak, jika hal tersebut mewujud, kebun binatang ini tak akan cuma menjadi pusat edukasi bagi warga Kota Mataram, namun juga bagi seluruh warga Bumi Gora.

Selain sebagai pusat edukasi bagi generasi muda Kota Mataram, kebun binatang tersebut juga pastilah akan menjadi pusat rekreasi. Hal yang tentu dibutuhkan oleh masyarakat Kota Mataram.

Di sisi lain, paparnya, keberadaan kebun binatang ini akan menjadi ruang terbuka hijau.

“Sehingga akan menjadi salah satu paru-paru Kota Mataram. Yang akan memasok udara segar yang akan meningkatkan kualitas hidup warga Kota Mataram,” tukasnya.

Bagi Selly, memang mesti ada pembenahan terhadap tata ruang kota. Mataram haruslah memiliki taman ikonik. Taman yang akan menjadi ruang publik, tempat bertemunya warga.

Selly mengatakan, di sejumlah Kota di Indonesia ketersediaan taman dan ruang terbuka hijau menjadi hal yang sangat sulit diwujudkan. Namun, dia tak ingin hal tersebut terjadi di Mataram. Sebab, dari tamanlah, warga kota Mataram memulihkan pancaindera.

“Taman dan RTH ini menjadi wahana yang bisa menjadi tempat rekreasi, olahraga, dan menyegarkan atmosfir kehidupan bagi warga Kota Mataram,” katanya.

Me




Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan, Perpres  No 64 Tahun 2020, Menang di MA, Artinya?

Keputusan MA ini telah mengukuhkan Perpres 64 Tahun 2020 itu menutup pintu bagi KPCDI untuk mengajukan kembali gugatan uji materi atas kenaikan iuran BPJS Kesehatan

lombokjournal.com —

JAKARTA ;    Mahkamah Agung atau MA menolak gugatan uji materi kedua yang diajukan oleh Komunitas Pasien Cuci Daerah Indonesia (KPCDI) soal kenaikan iuran BPJS Kesehatan, yang diatur dalam Perpres  No 64 Tahun 2020..

Artinya, peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2020 yang diteken Presiden Joko Widodo atau Jokowi soal kenaikan iuran BPJS Kesehatan akhirnya memperoleh kemenangan di Mahkamah Agung (MA).

Informasi penolakan uji materi kedua ini disampaikan oleh Ketua Umum KPCDI Tony Samosir. Sementara, Direktori Putusan MA belum mempublikasikan hasil putusan terbaru ini.

Namun, sudah ada penguman bahwa gugatan kedua ini ditolak dan diputuskan pada 6 Agustus 2020.

“Keputusan MA tersebut sangat mengecewakan,” kata Tony dalam keterangan resmi seperti  dikatakan pada Tempo di Jakarta, Selasa (11/08/2020).

Pada tanggal 20 Mei 2020, KPCDI kembali menggugat kenaikan iuran BPJS Kesehatan yang diterbitkan Jokowi lewat Perpres 64 Tahun 2020.

“Apa yang kami lakukan ini untuk mengontrol kebijakan menjadi suatu kebutuhan, bukanlah karena suatu pilihan semata,” kata kuasa hukum KPCDI Rusdianto Matulatuwa dalam keterangan resmi di Jakarta.

Ini adalah gugatan kedua KPCDI ke MA. Awalnya, Jokowi menaikkan iuran BPJS mulai 1 Januari 2020 lewat Peraturan Presiden 75 Tahun 2019.

KPCDI menggugatnya ke MA. Februari 2020, MA mengabulkan gugatan itu dan menyatakan kenaikan iuran BPJS melanggar Undang-Undang (UU). Jokowi kalah.

Sehingga, aturan iuran BPJS kembali ke Perpres awal, yaitu Perpres 82 Tahun 2018.

Setelah kekalahan pertama ini, barulah Jokowi menerbitkan Perpres 64 Tahun 2020. Perpres ini tidak hanya memuat kenaikan iuran, tapi juga diklaim berisi perbaikan menyeluruh Sistem Jaminan Kesehatan Nasional (SJSN).

Lebih lanjut, Tony pun menyebut keputusan MA ini telah mengukuhkan Perpres 64 Tahun 2020 tersebut.

Dengan kata lain, menutup pintu bagi KPCDI untuk mengajukan kembali gugatan uji materi atas kenaikan iuran BPJS Kesehatan. Menurut Tony, yang akan merasakan dampaknya adalah masyarakat kurang mampu.

Rr




Kunjungi Dusun Kelana, Gubernur Zul Merasa Seperti di Singapura

Menurut gubernur, lingkungan yang bersih akan menghadirkan banyak manfaat

LOTENG.lombokjournal.com — Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah mengatakan kampung – kampung di NTB sudah mulai terlihat menawan, karena kebersihan lingkungan sudah mulai dirasakan manfaatnya.

Semangat gotong royong warga mewujudkan kampung sehat yang bersih dan lestari juga antusiasmenya sangat kental.

Bahkan secara khusus, Gubernur memuji Kampung Kelana “Ijo Berseri” yang menurutnya seperti di Singapura karena saking bersihnya.

“Saya berkunjung desa ini, ibaratnya saya mengujungi  desa-desa yang ada di Singapura. Karena saking bersihnya. Bahkan lukisan di temboknya sebagian besar menggunakan bahasa Inggris,” puji Gubernur saat melaunching Kampung Sehat Kelana “Ijo Berseri” Desa Sepakek, Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah, Rabu (12/08).

Doktor Ekonomi Industri tersebut juga menekankan,  kebersihan dan keindahan adalah kebutuhan bersama. Gubernur berharap kebersihan dan keindahan yang sudah terbentuk saat ini dapat dipertahankan dan menjadi gaya hidup warga NTB di masa yang akan datang.

“Bukan karena ada lomba, inilah cara hidup terbaik bagi kita di masa yang akan dating,” harap gubernur.

Gubernur Zul mengapresiasi Kampung Sehat yang diluncurkan. Menurutnya, setiap sudut kampung telah tertata rapi, tempat sampah juga telah tersedia di setiap rumah-rumah warga.

Begitu juga dengan lukisan dan mural indah yang mengajak masyarakat dapat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Tak hanya itu, tanaman bunga serta sayur-sayuran nampak asri dan lestari menyambut kedatangan gubernur beserta rombongannya.

“Saya sangat bangga, semoga kebersihan kampung ini menjadi contoh bagi kampung lain di NTB, ” tutur gubernur.

Di akhir sambutannya, Doktor Zul berpesan agar warga dapat mempertahankan kondisi lingkungan yang bersih. Menurutnya, lingkungan yang bersih akan menghadirkan banyak manfaat.

“Yang tidak kalah penting, bukan hanya lingkungan yang bersih. Tapi hati masyarakatnya juga harus bersih. Sehingga akan menghadirkan ketentraman dan kebahagiaan dalam hatinya,” pesannya.

Lingkungan hijau

Kepala Dusun Kelana Desa Sepakek, Suparlan menyebutkan, menyebutkan, Kampung sehat “Ijo Berseri” merupakan kolaborasi dari program kampung sehat. Ke depan bukan sekedar kebersihan lingkungan yang diwujudkan tapi lingkungan hijau juga akan terus dikembangkan.

Mulai dari tanaman bunga yang berseri-seri menyambut para pengunjung. Juga tanaman sayur-sayuran yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat itu sendiri.

“Kalau semua itu dapat kita wujudkan, maka kita akan terus kembangkan menjadi desa angrowisata dengan segala potensi yang ada. Baik sumber daya alam yang mendukung maupun sumber daya manusia yang memadai,” jelasnya.

Ia menjelaskan, sejak program kampung sehat mulai dilaksanakan, partisipasi masyarakat dan pemuda sangat luar biasa.

Saking antusiasnya masyarakat menyambut lomba kampung sehat ini, semua kebutuhan baik itu kayu, bambu, makanan dan lain-lain semua disediakan oleh masyarakat.

Pekerjaan nya pun swadaya dari masyarakat itu sendiri. Sehingga semangat pemerintah desa dan masyarakat untuk mewujudkan kampung sehat semakin tinggi.

“Alhamdulillah masyarakat kami sangat antusias dan merasa bangga menyambut program ini. Semoga kunjungan Gubernur kali ini memberi semangat baru kami untuk mewujudkan kampung yang sehat dan bersih,” ungkapnya bangga.

Setelah puas berkeliling desa, Gubernur NTB bersama rombongan melanjutkan kegiatan dengan sholat Dzuhur berjamaah dengan warga desa setempat.

Dalam kunjungan ini, Gubernur NTB turut didampingi oleh Camat Pringgarata, H. Masnum, Polsek Pringgarata serta beberapa kepala Perangkat Daerah lingkup Pemerintah Provinsi NTB.

man/ricky@diskominfotikNTB