PDI Perjuangan Lotim Resmi Daftarkan Bacaleg ke KPU 

Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Lotim Resmi Daftarkan Bacaleg ke KPU

LOTIM.LombokJournal.com ~  Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Lombok Timur, Ahmad Syukro memimpin langsung proses pendaftaran bakal calon legislatif (Bacaleg) dari seluruh daerah pemilihan (Dapil). 

Proses pendaftaran dilakukan secara serentak oleh seluruh jajaran kepengurusan PDIP di seluruh Indonesia.

BACA JUGA: Orang Sasak Dibilang Punya Semangat Jurakan

Ketua PDI Perjuangan Lotim menegaskan, sangat siap untuk berlaga di Pileg 2024
Ahmad Syukro

 “Hari ini kami dari PDIP  Lombok Timur resmi mendaftar ke KPU. Hal yang sama juga dilakukan oleh semua pengurus PDIP di seluruh Indonesia,” katanya. Kamis (11/05/2023). 

Ditegaskan oleh Syukro, DPC PDIP Lombok Timur pada kesempatan itu telah mendaftarkan 50 Bacaleg dari semua daerah pemilihan (Dapil). Di mana tegas dia, pada komposisi itu telah melebihi ketentuan kuota 30 persen keterwakilan perempuan. 

“Kami pastikan 30 persen kuota keterwakilan perempuan terlampaui. Kami tegaskan di sini, jika kuota keterwakilan perempuan belum terpenuhi maka kami tidak akan mendaftar. Itu instruksi tegas dari Ketua Umum,” tegasnya. 

Dirinya juga memastikan, komposisi Bacaleg PDIP Lombok Timur juga dibanjiri oleh keterwakilan millenial. 

Dengan komposisi itu, dirinya yakin target yang telah ditetapkan akan tercapai. 

“Keterwakilan millenial jadi salah satu pertimbangan. Kami juga sebenarnya termasuk kelompok millenial. Dengan semangat itu kami yakin target 6 kursi bisa dicapai, dan mengulang lagi kegemilangan PDIP di Lombok Timur untuk merebut kursi pimpinan,” tekannya 

BACA JUGA: Destinasi Wisata Taman Surga Rinjani di Lombok Timur

Dipastikannya, struktur kepengurusan dan kader PDIP Lombok Timur sangat kuat dan solid. Artinya, PDIP dalam keadaan sangat siap untuk menyongsong pemilihan umum (Pemilu) di Lombok Timur.

“Saat ini kami dalam posisi sangat siap, bukan hanya kesiapan untuk Pileg tapi kami juga siap untuk memenangkan Capres PDIP Ganjar Pranowo di Lombok Timur,” tekannya. 

Terkait nomor urut, ia memastikan netralitas pengurus, dan tidak ada intervensi apa pun. Tapi penentuan nomor urut dinilai dari loyalitas dan pengabdian kader kepada partai. 

“Netralitas pengurus itu nomor satu. Untuk nomor urut kami tegaskan ditentukan oleh loyalitas dan pengabdian kader dan itu ditentukan langsung oleh DPP,” tekannya. 

Sementara itu, Ketua KPU Lombok Timur, M Junaidi yang menerima langsung kedatangan dari Pengurus DPC PDIP Lombok Timur menyatakan, jika pihaknya telah menerima berkas pendaftaran Bacaleg PDIP. 

Dirinyapun menyatakan jika setelah berkas diterima, pihaknya akan melakukan pemeriksaan apakah berkas yang diserahkan itu telah memenuhi persyaratan yang ada. 

“Berkas fisiknya berupa surat pendaftaran, nama daftar Bacaleg dari semua Dapil, dan surat persetujuan dari DPP untuk mendaftarkan Bacaleg yang bersangkutan sudah kami terima. Nanti bukti fisik yang kami terima ini akan kami sandingkan dengan yang termuat di Silon. Apakah sesuai atau tidak,” ujarnya. 

BACA JUGA: Bunda Niken: Sukseskan Event Lombok Sharia Festival (LSF)

Jika nanti pihaknya menemukan kekurangan atau ketidakcocokan berkas fisik yang diterima dengan data yang ada di Sistem Informasi Calon (Silon), maka akan diberikan waktu perbaikan sampai Pukul 23.59 tanggal 14 Mei mendatang. 

“Kalau ada yang kurang atau tidak sesuai dengan data yang di Silon, maka admin Partai pdi Perjuangan punya waktu perbaikan sampai Pukul 23.59 Wita tanggal 14 Mei mendatang,” tandasnya. (*)

 

 




Orang Sasak Dibilang Punya ‘Semangat Jurakan’

Pejabat Pemprov NTB menyebut orang Sasak punya ”semangat Jurakan”, Rachmat Hidayat menilai pejabat tersebut berniat memecah belah

MATARAM.LombokJournal.com ~ Tak terima ada pejabat Pemprov NTB menyebut oarang Sasak punya ‘semangat jurakan’, Rachmat Hidayat protes keras.

Menurutnya, jurakan itu punya konotasi negatif. Orang Sasak diibaratkan seperti permainan tradisiobal jurakan, permainan tradisional panjat pinang yang acap mengganggu, menarik, dan menginjak sesamanya, demi ambisi pribadi.

BACA JUGA: Pejabat Eselon II NTB Membuat Orang Sasak Tersinggung

Menurut Rachmat Hidayat, orang Sasak tidak bermental jurakan

”Pejabat di daerah ini yang menyebut orang Sasak memiliki ”semangat jurakan” benar-benar telah melakukan kebohongan besar. Orang Sasak, tidak pernah dan tidak akan pernah memiliki semangat jurakan,” protes anggota DPR RI dari PDI Perjuangan NTB itu, di Mataram, Rabu (10/05/23).

Ucapan bernada nwgatif itu disampaikan Kepala Dinas Sosial NTB H Ahsanul Khalik, saat berpidato pada acara halalbihalal Himpunan Masyarakat Lombok (HIMALO) di Jakarta, hari Minggu tanggal 7 Mei lalu. 

Acara itu dihadiri sekitar seribu diaspora Lombok yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya. Ahsanul Khalik disebut hadir mewakili Gubernur NTB H Zulkieflimansyah.

Potongan video sambutan Khalik telah beredar luas dalam berbagai aplikasi percakapan dan telah mengundang kegeraman sejumlah tokoh masyarakat Sasak

Dalam sambutannya itu, Khalik juga membuat statemen yang mengarah ke ranah politik praktis. 

Karena itu, ucapan pejabat Pemprov NTB itu dinilai terang-terangan terlibat dalam politik praktis dan melanggar kode etik sebagai Aparatur Sipil Negara yang kini memangku jabatan eselon II di Pemprov NTB.

BACA JUGA: Destinasi Wisata Taman Surga Rinjani di Lombok Timur 

“Khalik benar-benar offside,” tegas Rachmat. 

Karena itu, politisi kharismatik Bumi Gora ini akan mengawal tuntutannya kepada Gubernur Zulkieflimansyah agar pejabat daerah yang terlibat politik praktis mendapat tindakan tegas.

Ia menyebut tindakan para pejabat yang terlibat politik praktis mencoreng korps ASN di Pemprov NTB. 

”Tetap saya akan tuntut tindakan tegas dari Gubernur. Saya akan kawal sendiri. Lebih-lebih dia (Khalik) sebagai pejabat yang mewakili gubernur tidak membaca sambutan tertulis gubernur. Apa itu suara Gubernur yang diwakili itu. Apalagi ini halalbihalal, kok dimasuki dengan politik. Walaupun apa konteksnya di dalam penjelasan dia, nggak boleh masuk politik. Di situ dia (Khalik) offside,” tandas Rachmat.

Terkait ”semangat jurakan”,  Rachmat memberi contoh bahwa semangat itu tidak dimiliki orang Sasak. 

Sebelum dan sesaat setelah Indonesia merdeka, daerah-daerah di Lombok masih terbagi dalam daerah-daerah Swatantra. Saat Mamiq Mustiarep, Mamiq Ripaah, Mamiq Sinaroh, dan Mamiq Fadlah, memimpin daerah-daerah itu, tidak ada orang Sasak yang saling iri hati. Tidak ada orang Sasak yang saling dengki.

Pun begitu, saat provinsi dan kabupaten sudah ajeg terbentuk. Di Lombok Timur misalnya, ketika Mamiq Amin, orang Sasak pertama yang menjabat sebagai Sekda, tidak ada orang ribut. 

Pun begitu saat Lombok Timur dipimpin Bupati Lalu Muslihin, HL Djafar Surayad, H Syahdan, H Ali BD, hingga kini HM Sukiman Azmy, Tidak ada orang saling tarik-tarik seperti ”semangat jurakan”, yang bawah mengganggu yang di atas, yang di atas mendorong-dorong yang di bawah.

BACA JUGA: Bunda Niken: Sukseskan event Lombok Sharian Festival (LSF)

”Jadi melabeli orang Sasak memiliki ”semangat jurakan” adalah kebohongan,” tandas Anggota Komisi VIII DPR RI ini.

Di Lombok Tengah,, saat Mamiq Srigede menjadi Bupati, tidak ada orang Sasak saling bejengah. 

Saat Mamiq Suhaimi jadi bupati, lalu Mamiq Ngoh, kemudian Suhaili FT, hingga kini HL Pathul Bahri, semuanya meraih posisi puncak sebagai pimpinan daerah melalui persaingan sehat dalam kontestasi. Alih-alih ”semangat jurakan”.

Begitu pula di Lombok Barat. Ada Mamiq Ratmaji yang pernah menjadi Bupati, Mamiq Mudjitahid, kemudian H Iskandar, yang diteruskan H Zaini Arony, dan sekarang H Fauzan Khalid. Tidak ada orang-orang Sasak kata Rachmat yang macam-macam.

”Kalau orang Sasak memiliki ”semangat jurakan” tentu orang Sasak sudah menarik-narik kaki Fauzan. Tapi kan ini tidak ada yang begitu,” katanya.

Demikian juga di Kota Mataram. Rachmat memberi contoh. PDI Perjuangan menjadi pemenang Pemilu tahun 1999. Memiliki 10 kursi di DPRD Kota Mataram.

”Kak Tuan Haji Mohammad Ruslan datang kepada saya. Bilang, ”Arik Tuan, tyang ingin jadi wali kota.”. 

Waktu itu ada almarhum H Ahmad Akeang. Ada juga Gusti Ekadana bersama saya. Apa saya bilang. ”Kak Tuan Ruslan, ini ada Gusti Ekadana. Kalau dia aok, saya setuju,” tutur Rachmat.

Maka yang terjadi kemudian, sejarah mencatat, H Mohammad Ruslan terpilih sebagai Wali Kota Mataram dengan kemenangan tipis dalam pemilihan di DPRD Kota Mataram. 

Saat itu, kemudian Madiono dari PDIP terpilih sebagai Ketua DPRD Kota Mataram dan TGH Ahyar sebagai Wakil Ketua DPRD.

”Apakah dengan terpilihnya Kak Tuan Ruslan jadi Wali Kota Mataram kita sesama orang Sasak ada yang macam-macam di Kota Mataram? Nggak. Begitu juga dengan saat Kota Mataram dipimpin Wali Kota HL Masud,” tutur Rachmat.

”Dan yang terbaru, saat Pilkada Kota Mataram tahun 2020 kemarin. Putra Kak Tuan Ruslan, Mohan Roliskana bertanding dengan bibiknya Selly Andayani, istri saya, di Pilkada, dan Mohan memenangkan kontestasi. Apa saya ribut? Apa lalu kita tarik-tarik kakinya dan mengganggu Mohan? Nggak ada,” sambung Rachmat.

Karena itu, politisi lintas zaman ini mengemukakan, jika ada pejabat yang melabeli orang Sasak memiliki ”semangat jurakan”i, maka tindakannya sangat identik dengan mendorong perpecahan

Apalagi, hal tersebut disuarakan di hadapan anak-anak muda. Generasi masa kini.

Padahal, kata Rachmat, anak-anak muda Indonesia saja sudah memproklamirkan Sumpah Pemuda pada 95 tahun yang lalu, di mana mereka bersumpah untuk Berbangsa Satu, Bertanah Air Satu, dan Berbahasa Satu. 

Rachmat mengkritik juga pejabat seperti Khalik dalam pidatonya masih menggunakan diksi “Bangsa Sasak”. 

Menurut Rachmat, saat ini yang ada hanya Bangsa Indonesia. Sementara Sasak, seperti halnya Samawa, dan Mbojo, adalah suku di Indonesia. 

Karena itu, setiap warga negara di Indonesia, kata Rachmat, boleh menjadi apa saja di Republik Indonesia, tanpa melihat kesukuannya.

“Memangnya semenjak NTB menjadi provinsi, Gubernurnya selalu dari sini? NTB pernah memiliki Gubernur orang Madura, orang Sunda, orang Jawa. Kan baru-baru belakangan saudara kita H Harun Al Rasyid, lalu HL Serinata, kemudian TGB HM Zainul Majdi, dan saat ini Gubernur kita H Zulkieflimansyah. Apakah saat orang Sasak menjadi gubernur, lalu orang Sasak yang lain merong-rong dan menggangu seperti semangat jurakan, kan tidak,” tandasnya.

Menurutnya, orang Sasak adalah orang-orang yang istiqomah dan teguh memegang sikap. Seperti dalam pakaian adat Sasak, di mana orang Sasak memegang atau membawa keris. Nyekep, dalam istilah Sasak. 

Itu adalah perlambang orang Sasak memiliki keteguhan sikap. Tidak mengadu domba. Tidak mencela sesamanya.

Bung Karno, Presiden pertama Indonesia, yang kemana-mana juga membawa keris sebagai perlambang sikap tersebut. 

BACA JUGA: Murah Meriah, Harga TikeT MXGP Mulai Rp25 Ribu

Maka, ketika Indonesia diremehkan dan direndahkan Amerika, Bung Karno kata Rachmat, memilih membawa Indonesia keluar dari Perserikatan Bangsa Bangsa. 

Bung Karno juga menggelar Konfrensi Asia Afrika, mendirikan Gerakan Non Blok, itu juga adalah keteguhan sikap.

Rachmat pun menyebut, jika sebelumnya Gubernur Zulkieflimansyah meminta ada pihak yang masih perlu sekolah lagi, maka sesungguhnya yang perlu dan sangat cocok untuk sekolah lagi adalah pejabat yang berpolitik praktis. Yang berpotensi memecah belah di tengah masyarakat.

”Jika saya berbicara lantang sekarang, bukan karena saya ingin penghormatan untuk pribadi saya. Hormatlah pada Republik ini. Kita tidak ingin, ada pejabat yang enak saja pidato mewakili gubernur, atas nama gubernur lalu hendak memecah belah kita,” tandasnya.***

 

 




Pemilihan Duta Bahasa, Ini Harapan Bunda Literasi NTB

Hj.Niken Widyawati yang juga Bunda Literasi NTB hadiri pembukaan finalis pemilihan duta Bahasa Nusa Tenggara Barat Tahun 2023

MATARAM.LombokJournal.com ~ Adanya Duta bahasa NTB akan menguatkan kembali penghargaan dan kebanggaan warisan bangsa Indonesia dalam hal ini bahasa pemersatu. 

Dan Duta Bahasa diharapkan terus  meningkatkan literasi, kecakapan berbahasa juga didukung oleh kekayaan literasi.

BACA JUGA: Wagub NTB Jelaskan Upaya untuk Capai Desa Gemilang

Hj Niken hadiri acara Pemilihan Duta Bahasa Busa Tenggara Barat
Bunda Literasi NTB

Pesan itu disampaikan Hj. Niken Widyawati yang juga Bunda Literasi NTB dalam pembukaan finalis pemilihan duta Bahasa Nusa Tenggara Barat Tahun 2023 di Hotel Aston Mataram, Kamis, (11/05/23) 

“Tertuang diantara tiga deklarasi sumpah pemuda, bahwa pemuda telah bersumpah, berbahasa satu bahasa Indoensia,” ungkap Hj. Niken.

Bunda Literasi NTB juga berharap kepada pemuda-pemuda NTB agar meningkatkan literasi, kecakapan berbahasa juga didukung oleh kekayaan literasi. Kegiatan seperti ini akan disuport dan diapreasiasi untuk memajukan kabanggaan bangsa Indonesia 

Sebelumnya, Kepala Kantor Bahasa NTB Dr. Puji Retno Hardiningtyas, S.S., M.Hum dalam laporannya memaparkan, pihak Kantor Bahasa telah melakukan tahap seleksi sebanyak 164 peserta kemudian terjaring 50 yang lulus administrasi hingga terdapat 20 finalis 

BACA JUGA: Desainer NTB Didorong untuk Tingkatkan Kualitas Produk

“Hari ini akan terpilih siapa pemenang satu, dua dan tiga serta pemenang favorit,” kata perempuan yang akrab disapa Dr. Puji ini 

Dr. Puji menjelaskan, dalam kantor bahasa ada tiga program yang harus di lakukan oleh Duta bahasa. Pertama, adalah Abdi bahasa, bagaimana anak muda NTB senantiasa melakukan pengabdian dan pembinaan bahasa dan sastra.

Kedua, jaga bahasa yakni bagaimana menyelaraskan bahasa di NTB. Dan ketiga, adalah Niaga bahasa, yakni bagaimana Anak muda NTB mampu mempromosikan pariwisata NTB sampai ke manca negara. 

BACA JUGA: Bunda Niken: Sukseskan Event Lombok Sharia Festival (LSF)

“Hal itu sesuai dengan Trigatra Bangun Bahasa, semboyan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbudristek. Yakni, Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah, dan Kuasai Bahasa Asing,”.kaya DR Puji. ***

 




Bunda Niken: Sukseskan Event Lombok Sharia Festival (LSF) 

Bunda Niken mendukung suksesnya Lombok Sharia Festival (LSF) 2023 yang ikut memperkuat perekonomian dan budaya daerah NTB

MATARAM.LombokJournal.com ~ Ketua TP-PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah menerima audiensi dari Hijabersmom Community Indonesia Cabang Lombok yang akan menyelenggaraan event Lombok Sharia Festival (LSF) di Pendopo Gubernur NTB, Rabu (10/05/23). 

BACA JUGA: Gubernur NTB Lakukan Groundbreaking Sirkuit Selaparang

Bunda Niken sapaan akrabnya menyambut baik dan siap memberikan support atas berbagai event yang akan berlangsung. 

Bunda Niken mendukung penyelenggaraan Lombok Sharia Festival

“Kita tentunya siap mensuport dan terus mendukung agar suksesnya acara,” tutur Bunda Niken. 

Event LSF 2023 bertujuan mendukung pengembangan industri fashion di Indonesia, Hijabersmom Community Indonesia Cabang Lombok kembali akan mengadakan event LOMBOK SHARIA FESTIVAL (LSF) 2023 pada tanggal 13 s.d 14 Mei 2023 di Lombok Epicentrum Mall.

BACA JUGA: Murah Meriah Harga Tiket MXGP, Mulai Rp25 Ribu

“Di mana event LSF ini merupakan sinergi kreatifitas dan bisnis dalam fashion ini diharapkan dapat ikut memperkuat perekonomian dan budaya daerah Provinsi NTB dan UMKM lainnya melalui bidang fashion,” tutur Ina Pariska selaku ketua panitia LSF. 

Selain itu, Event LSF 2023 akan menampilkan brand designer Indonesia, dan karya desainer tanah air yang tergabung dalam Hijabersmom Community serta designer NTB dalam rangkaian  Fashion show di panggung runway yang mengedepankan  produk lokal. 

BACA JUGA: Gubernur NTB Membuka Porseni FKPPMS 2023

Ada juga kegiatan charity, festival kuliner halal, lomba fashion show anak, lomba hafalan alquran ayat-ayat pendek dan sharing session bersama Bank Indonesia. ***

 

 

 




Gubernur NTB Membuka Kegiatan PORSENI FKPPMS 2023

Dalam pembukaan Pekan Olahraga, Seni, dan Ilmiah (Porseni), Gubernur NTB menekankan kebersamaan dan persahabatan

MATARAM.LombokJournal.com ~ Seluruh peserta Pekan Olahraga, Seni, dan Ilmiah (Porseni) selalu mengedepankan kebersamaan dan persahabatan antar pemain.

BACA JUGA: Murah Meriah, Harga Tiket MXGP Mulai Rp25 Ribu

Pesan Gubernur NTB saat buka PORSENI, jaga persaudaraan dan kebersamaan

Pesan itu Gubernur NTB, Zulkieflimansyah disampaikan saat menghadiri acara pembukaan Pekan Olahraga, Seni, dan Ilmiah (PORSENI) oleh Forum Komunikasi Pemuda Pelajar Mahasiswa Sumbawa (FKPPMS) 2023, di Gelanggang Pemuda dan Olahraga Provinsi NTB, Selasa (09/05/23).

Bang Zul sapaan Gubernur NTB menekankan kepada seluruh peserta, tidak perlu mengejar juara 1 kalau untuk itu harus mengorbankan persahabatan dan persaudaraan. 

BACA JUGA: Sirkuit MXGP Selaparang Dikelilingi Pemandangan Indah

“Tidak apa-apa kita juara dua, tidak apa-apa juara empat, tapi ketemu sahabat baru, syukur-syukur ketemu pasangan hidup di masa yang akan datang,” jelasnya. 

Gubernur berharap, agar Porseni berjalan dengan lancar dan persaudaraan terjalin semakin kuat. ***

BACA JUGA: Pejabat Eselon II NTB Membuat Orang Sasak Tersinggung

 




Destinasi Wisata Taman Surga Rinjani di Lombok Timur

Lombok Timur punya destinasi wisata baru, Taman Surga Rinjani yang dirsmikan Gubernur NTB, dilengkapi berbagai wahana untuk spot foto

LOTIM.LombokJournal.com ~ Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah bersama Bupati Lombok Timur, H. Sukiman Azmi meresmikan destinasi wisata Taman Surga Rinjani di Sembalun Kabupaten Lombok Timur, Selasa (09/05/23).

BACA JUGA: Sukseskan Event Lombok Sharia Festival (LSF)

Gubernur NTB didampingi Bupati Lotim usai meresmikan destinasi wisata Taman Surga Rinjani

“Indah sekali tempatnya untuk menenangkan jiwa,” kata Gubernur NTB.

Taman Surga Rinjani Sembalun, merupakan destinasi wisata baru yang menawarkan pengalaman baru dalam berwisata. Dengan fasilitas berbagai wahana seperti Sepeda gantung, karpet aladin, tangan raksasa, kapal nabi nuh, resto, taman surga, aquarium, air terjun, perosotan dan berbagai wahana lainnya.

BACA JUGA: Gubernur NTB Lakukan Groundbreaking Sirkuit Selaparang

Waktu beroperasi pada hri seni hingga jum’at pukul 09.00 – 18.00 WITA dan Sabtu hingga Minggu dan tanggal merah pukul 08.00 – 20.00 WITA. Harga tiket untuk dapat masuk ke Taman Surga sebesar Rp. 20.000.

Selain permainan wahana yang disediakan tempat ini, ada juga berbagai spot foto menarik yang bisa di coba wisatawan untuk lebih instagramable.

BACA JUGA: Murah Meriah, Harga Tiket MXGP, Mulai Rp.25 Ribu

Berbagai spot foto tersebut adalah sepeda gantung, tangan raksasa, karpet aladin, perosotan, air terjun, akuarium, perahu Nabi Nuh, 6 jenis ayunan, taman bunga dan berbagai tempat yang Instagrammable lainnya. ***

 

 

 




Pejabat Eselon II NTB Membuat Orang Sasak Tersinggung 

Rachmat Hidayat minta Bawaslu turun tangan, statemen Pejabat Eselon II Pemprov NTB dinilai terlibat politik praktis

MATARAM.LombokJournal.com ~ Rachmat Hidayat mengingatkan Gubernur NTB H Zulkieflimansyah untuk menindak tegas pejabat Pemprov NTB yang terlibat politik praktis.

Hal tersebut dilakukan Ketua DPD PDI Perjuangan NTB yang juga Anggota DPR RI ini menyusul, beredarnya potongan video pidato sambutan Kepala Dinas Sosial NTB, Ahsanul Khalik di berbagai group WhastApp. 

BACA JUGA: Gubernur NTB Lakukan Groundbreaking Sirkuit Selaparang 

Rachmat Hidayat mendesak Gubernur NTB menindak Pejabat Eselon II NTB yang terlibat politik praktis
Rachmat Hidayat

Potongan video itu diketahui merupakan sambutan Ahsanul saat mewakili Gubernur dalam acara halalbihalal Himpunan Masyarakat Lombok (HIMALO) di perantauan yang digelar di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Ahad (07/05/23).

Dalam potongan video tersebut, Ahsanul dinilai masuk dalam ranah politik praktis.

“Saya berharap muncul orang-orang Sasak yang hebat untuk memimpin NTB ini. Tetapi dia harus paham betul tentang ke-Sasak-annya dan tentang ke-NTB-annya. Tetapi kalau belum ada, ya biarkan Bang Zul dulu nanti kan periode kedua,” kata Kadis Sosial, Ahsanul Khalik.

Pidato Ahsanul yang bernada politik praktis itu mendapat reaksi dari Rahmat Hidayat.

Menurut Rachmat, pidato Ahsanul Khalik secara terbuka di hadapan hadirin dalam acara tersebut, dinilai sebagai tindakan politik praktis yang dilakukan pejabat eselon II NTB.

”Gubernur harus mengambil tindakan tegas terhadap jajarannya yang sudah terang-terangan terlibat politik praktis semacam ini,” kata Rachmat, Selsa (09/05/23).

BACA JUGA: Posyandu Keluarga Turunkan Angka Stunting dan AKIB di NTB

Rachmat sedang berada di Jogjakarta untuk kunjungan Komisi VIII DPR RI, dan kiriman potongan video pidato Ahsanul khalik diterimanya dini hari dari sejumlah tokoh masyarakat Sasak. 

Tokoh Sasak Geram

Banyak di antara para tokoh yang menyampaikan langsung kegeramannya pada pidato Ahsanul pada Rachmat.

Dini hari itu pula, Rachmat langsung menghubungi Sekretaris Daerah NTB, HL Gita Ariadi, agar ada tindakan tegas terhadap seluruh ASN lingkup Pemprov NTB yang terlibat politik praktis. 

Lalu Gita Ariadi selaku Sekda NTB, merupakan panglima para ASN di Pemprov NTB. Namun, menyampaikan jawaban pada dirinya Rachmat, kewenangan penindakan ada pada Gubernur NTB sebagai Pejabat Pembina Kepegawaian.

Saat yang sama, Rachmat juga menghubungi Gubernur Zul melalui sambungan telepon. Respon baru didapat selepas pagi. 

Kepada Rachmat, Gubernur Zul mengaku akan memanggil Ahsanul terkait hal tersebut.

Acara halalbihalal Himalo tersebut diketahui dihadiri sekitar seribu diaspora Lombok yang kini tinggal di Jakarta dan sekitarnya. 

Saat berpidato, Ahsanul juga dinilai berpotensi memecah belah sesama warga NTB.

“Yok daripada yang masuk yang bukan orang NTB. Kan ada juga orang di luar NTB kan kepengin juga dia nyalon jadi gubernur NTB. Ya jangan bermimpilah. Kita bangsa Sasak harus mengatakan itu. Jangan bermimpilah. Bukan berarti kita kesukuan. Ndak. Tetapi kita harus memahami bahwa kita memang memiliki orang-orang yang memiliki kemampuan untuk itu.”

Rachmat menegaskan, selain politik praktis, apa yang disampaikan Ahsanul Khalik tersebut juga berpotensi memecah belah. Menegasikan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sementara di sisi lain, apa yang disampaikan Ahsanul bisa ditafsirkan khalayak, sesungguhnya saat ini tidak ada tokoh Sasak yang pantas menjadi gubernur memimpin NTB.

”Sebagai pejabat eselon II, Ahsanul telah memberikan pembelajaran yang tidak baik. Sebab, semua masyarakat, seluruh warga, boleh menjadi apa saja di Republik ini selama tidak dicabut hak politiknya entah dia Suku Sasak, Suku Samawa, Suku Mbojo, ataupun warga negara Indonesia lainnya,” tandas Rachmat.

Bawaslu diminta turun tangan

Karena itu, politisi berambut perak ini juga mendesak agar Bawaslu juga turun tangan. Ahsanul disebutnya harus diperiksa. Termasuk pejabat lain di Pemprov NTB yang memiliki indikasi yang sama yang terlibat politik praktis.

Ditegaskannya, tidak hanya di tahun politik seperti saat ini, narasi-narasi yang berpotensi memecah belah masyarakat harusnya tidak mendapat tempat. 

Pun pejabat-pejabat yang merupakan abdi negara yang terlibat politik praktis juga sudah sepatutnya ditindak tegas, bukan justru sebaliknya diberi panggung.

”Politik itu bermartabat. Tidak bisa meraih segala sesuatu dengan segala cara. Nggak boleh begitu. Pasti setiap orang Sasak yang mendengar apa yang disampaikan dalam potongan video itu juga berpotensi tesinggung,” tandas Rachmat.

BACA JUGA: Wagub NTB Apresiasi Posyandu Mawar Kebon Bawak Ampenan

Ia mempertanyakan, apa kapasitas Ahsanul untuk menyampaikan hal tersebut. Dalam kapasitas mewakili Gubernur atau mewakili Sekda, apa yang disampaikan Ahsanul sudah sangat offside

Kalau pun hendak bercanda, dinilainya sangat tidak sensitif dan tidak pada tempatnya.

”Ini sama saja, mau masuk surga tapi menohok teman sendiri. Masuk surga harus dengan mulus. Harus dengan iman dan perilaku yang baik,” tandas Rachmat.

Ditegaskannya, dirinya akan terus mengingatkan Gubernur Zulkieflimansyah untuk terus menindak tegas ASN yang berpolitik praktis tersebut. 

Sebab, perilaku politik praktis dari para pejabat, justru bisa menjadi kampanye negatif yang malah bisa mendiskreditkan gubernur. ***

 

 




Sirkuit MXGP Selaparang, Dikelilingi Pemandangan Indah

Sirkuit MXGP Selaparang cukup menguntungkan, mudah diakses dan mempunyai panorama indah

MATARAM.LombokJournal.com ~ Desainer Sirkuit MXGP Bandara Selaparang Mataram, Noval Hadi mengungkapkan pandangan khusus terkait Sirkuit MXGP ex Bandara Selaparang di Kota Mataram.

 Menurutnya meski dibangun di tengah kota, sirkuit MXGP Selaparang memiliki keuntungan, mudah diakses dan dikelilingi pemandangan alam indah. 

 “Track MXGP di Lombok ini termasuk flat track (tanpa kontur tanah asli) sehingga desainnya akan mengikuti view yang ada,” kata Noval.

Ia mengatakan itu di depan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, dan Kepala OPD terkait, Selasa (9/5/2023) pada Groundbreaking Sirkuit MXGP 2023 di ex Bandar Udara Selaparang, Mataram.

Noval menngurai, layout track akan menempati lahan seluas 500 x 144 meter dengan panjang lintasan 1,6 kilometer dengan 16 tikungan. 

Dengan basic lahan yang rata (flat), Noval menggambarkan sirkuit MXGP Lombok seperti grass track indoor dengan standar internasional. 

“Layout ini juga sudah memiliki fasilitas skybox, vvip dan public area tapi untuk handicap (tingkat kesulitan) masih kami rahasiakan,” sebutnya. 

Sementara itu, komandan lapangan MXGP Lombok, dr L Herman Mahaputra mengatakan, nama resmi sirkuit ini belum ditentukan.

 “Sambil jalan nanti dengan pembangunan sirkuit,” ujarnya. 

Ia menamabahkan, pembangunan sirkuit Lombok akan berbiaya lebih murah karena material diperoleh dari area sekitar ex bandara. ***

 

 




Murah Meriah, Harga Tiket MXGP Mulai Rp 25 Ribu

Memang murah meriah, harga tiket MXGP 2023 kelas festival harganya Rp 50.000 untuk 2 hari, atau Rp. 25.000 per harinya 

MATARAM.LombokJournal.com ~ Gelaran Motocross Grand Prix (MXGP) 2023 harganya tak akan membuat kantong jebol.

BACA JUGA: Gubernur NTB Lakukan Gorundbreaking Sirkuit Selaparang

Event yang akan berlangsung di Sirkuit Samota dan Eks Bandara Selaparang Kota Mataram ini, harga tiketnya murah meriah alias tak akan membuat kantong jebol. 

Humas MXGP, Baiq Yulia menjelaskan, Selasa (09/05/23) harga tiket yang dijual. Untuk kelas festival dibandrol seharga Rp 50.000 untuk 2 hari, atau Rp. 25.000 per harinya. 

BACA JUGA: MXGP Samota 2023, Dimeriahkan dengan “Trabas Dompu Great Adventure

Paddock hanya Rp.200.000 untuk 2 hari atau Rp. 100.000 per harinya. VVIP Rp. 4 juta per dua hari atau Rp.2juta per harinya. 

Dan VIP hanya Rp. 3juta untuk 2 hari atau Rp. 1,5 juta pe rharinya. 

“Seluruh harga tiket itu untuk 2 days pass. Jadi emang murah banget,” jelas Yulia. 

Yulia menambahkan, untuk harga tiket paddock terpisah, jika para penonton ini berkeliling ke wilayah paddock tinggal nambah biaya. 

BACA JUGA; Posyandu Keluarga Trunkan Stunting dan AKIB di NTB

Tiket MXGP juga sudah bisa dibeli melalui tiket.com dan para pembeli yang tidak ingin mengantri atau datang langsung, bisa memesan via aplikasi tiket.com. ***

 

 




Gubernur NTB Lakukan Groundbreaking Sirkuit Selaparang

Pngembangan kawasan eks Bandara Selaparag, menurut Gubernur NTB, akan menggeliat seiring akan digelarnya kejuaraan internasional Motocross 

MATARAM.LombokJournal.com ~ Setelah sukses sebagai tuan rumah event internasional balap motor dunia MXGP, kini NTB kembali akan menggelar event serupa di eks Bandara Selaparang, Mataram.

Gubernur NTB yang biasa disapa Bang Zul melakukan groundbreaking Sirkuit MXGP di Eks Bandar Udara Selaparang, Mataram, Selasa (09/05/23). Sirkuit Selaparang di Kota Mataram siap menggelar Seri MXGP Lombok 2023.

BACA JUGA: Gubernur NTB Nobar Grasstrack bersama Masyarakat

Acara groundbreaking dilakukan Gubernur NTB bersama jajaran Pemprov NTB

Bang Zul kembali menorehkan sejarah perhelatan sport tourism (wisata olahraga), dengan menggelar kejuaraan balap motor yang fenomenal. 

Dengan groundbreaking diyakini, pengembangan kawasan ex Bandara Selaparang akan menggeliat seiring akan digelarnya kejuaraan internasional Motocross pada bulan Juni mendatang. 

“Menggelar dua seri MXGP di NTB tidak nudah tapi eksternalitas dan dampak ekonomi dari penyelenggaraan di ex bandara ini akan sangat luarbiasa di masa depan,” kata Gubernur Bang Zul.

Ia mengungkapkannya di depan Kadis Kominfotik NTB dan seluruh Kabid, Kadis PUPR, Kadispora, Dirut RSUP NTB, Kadis Pariwisata, Kadis Perhubungan, unsur PT Angkasa Pura Persero dan Asisten I Setda Kota Mataram.

BACA JUGA: MXGP Samota 2023 Dimeriahka dengan “Trabas Dompu Great Adventure”

Dikatakanya, setelah sukses menggelar MXGP Samota tahun lalu, NTB diganjar  penghargaan sebagai penyelenggara sesi MXGP terbaik. Karena itu, tahun ini INFRONT memutuskan menambah seri di Pulau Lombok. 

Dikatakan Bang Zul, meski penyelenggaraan MXGP kurang menguntungkan secara finansial namun pengembangan kawasan akan sangat menguntungkan. 

“Di kawasan Samota sekarang telah banyak dibangun pemukiman pemukiman baru yang menumbuhkan fasilitas ekonomi lainnya selain wisata,” terang Bang Zul. 

Demikian pula dengan gelaran MXGP di Pulau Lombok yang dibangun di lahan ex Bandara seluas 68 Ha, pengelolaan kawasan milik Angkasa Pura oleh Pemprov NTB ini akan potensial menggerakkan ekonomi, pasca penyelengaraan event tersebut. 

Salah satunya adalah training center dan coaching clinic atlet motor, maupun event skala besar nasional dan internasional lainnya. Mengingat  lokasi ex Bandara itu yang strategis di tengah kota. 

Hal senada diungkapkan, desainer Sirkuit MXGP Selaparang yang memastikan sirkuit Motocross di tengah kota  dengan lanskap keindahan alam jarang ditemukan. 

“Tidak saja di tengah kota yang mudah diakses penonton nantinya tapi juga ambience (nuansa) alam sekitar akan menambah keindahan sirkuit,” ucapnya. 

BACA JUGA: Murah Meriah, Harga Tiket MXGP Mulai Rp25 Ribu

Setelah groundbreaking, pembangunan sirkuit direncanakan berlangsung hingga H – 1 penyelenggaraan pada Juni mendatang. ***