PT Gerbang NTB Emas Raih Top BUMD Award 2020

MATARAM.lombokjournal.com  — Perusahaan milik daerah PT Gerbang NTB Emas (PT GNE) meraih meraih penghargaan Top BUMD Award 2020, yang di selenggarakan oleh Majalah TopBusiness dan Asosiasi Otonomi daerah, yang digelar di Hotel Sultan Jakarta, Kamis (27/08/20).

Direktur PT GNE Syamsul Hadi mengatakan, PT GNE meraih dua kategori penghargaan yakni kategori Bintang Tiga dan Top CEO.

Penghargaan tersebut berdasarkan beberapa kriteria, di antaranya kinerja perusahaan, performance keuangan, cepat melakukan rebound baik di masa pandemik dan kondisi lainnya, serta kemampuan manajemen.

Direktur PT GNE, Syamsul Hadi

Meski perusahaan meraih prestasi Hadi merendah, dan menyebut penghargaan yang diraih karena kinerja tim serta dukungan dari semua pihak termasuk Gubernur NTB dan DPRD NTB.

“Alhamdulilah kita mendapat penghargaan ini, saya mengucapkan terima kasih kepada semua tim di PT GNE, juga dukungan luar biasa dari pak gubernur sebagai pembina serta DPRD NTB yang terus mensupport kami,” ujarnya.

Hadi mengatakan, ada beberapa target yang belum tercapai yang harus di kejarnya yakni mengembang unit bisnis, serta menjadikan anak perusahaan PT GNE menjadi perusahaan yang sehat dan mampu bersaing.

Disinggung persetujuan legislatif yang menyetujui penyertaan modal sebesar 100 milyarke PT GNE, Hadi mengatakan akan menjaga kepercayaan semua pihak termasuk DPRD NTB yang telah mempercayai pendanaan 100 milyar tersebut.

Ia menegaskan akan berusaha untuk tidak mengecewakan semua pihak.

“Bagi kami itu (penyertaan modal 100 milyar) sebagai motivasi dan tantangan untuk terus berbenah dan memajukan perusahaan, kami akan bekerja secara maksimal,” ungkapnya penuh optimis.

Selain PT GNE, Gubernur NTB DR. Zulkirflimansyah juga meraih penghargaan pembina perusahaan daerah terbaik bersama sejumlah gubernur lainnya.

Penghargaan BUMD Award yang di gelar oleh Majalah TopBussines ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang di berikan kepada perusahaan plat merah milik daerah yang berprestasi.

AYA (*)




Dekranasda NTB Bertekad Jadikan NTB Pusat Busana Muslim Indonesia

Dekranasda memiliki cita-cita yakni, turut menyukseskan MotoGP yang akan terselenggara pada 2021

MATARAM.mbokjournal.com — NTB memiliki potensi budaya yang sangat memukau yang juga turut terdampak oleh pandemi covid-19.

Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Prov. NTB perlu melakukan sebuah upaya mengatasi hal tersebut.

“Dengan potensi yang dimiliki ikut terdampak oleh pandemi ini, para pengrajin menjadi lesu, untuk itu kita perlu membicarakan kembali mengenai hal ini,” ungkap Ketua Dekranasda Prov. NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, saat rapat bersama seluruh pengurus Dekranasda NTB di Aula Pendopo Gubernur NTB, Jumat (28/08/20).

Turut hadir banyak pihak yang baru bergabung dengan Dekranasda seperti Dinas LHK, Dikbud, Dinas Pertanian.

Dengan adanya kebersamaan tersebut, diharapkan dapat memudahkan kemajuan kerajinan di NTB.

“Integrasi lintas keberagaman instansi di sini diperlukan karena untuk memajukan kerajinan tidak hanya melihat pengrajinnya saja, tentunya harus mementingkan dari hulu dan ke hilirnya,” ungkap Hj. Niken.

Lebih jauh, Dekranasda memiliki cita-cita yakni, turut menyukseskan MotoGP yang akan terselenggara pada 2021 mendatang dan menjadi pusat busana muslim Indonesia.

Hj. Niken menyampaikan rasa terima kasihnya atas semangat dan juga kontribusi seluruh pengurus Dekranasda.

“Untuk pertemuan selanjutnya kita akan hadirkan Dinas Dinas Kabupaten/Kota dan pihak terkait, nanti bapak ibu bisa menyampaikan kembali apa yang telah dipresentasikan, ” tutup Hj. Niken.

Ketua Harian Dekranasda Prov. NTB, Hj. Nuryanti memaparkan visi dan tiga program kerja Dekranasda periode 2020-2021.

Yakni, program pengembangan produk dan seni budaya, program pemasaran dan kerjasama, serta program pengembangan usaha.

Melalui tiga program tersebut, Dekranasda melakukan berbagai aksi meningkatkan daya saing produk kerajinan berbasis kearifan lokal dengan selera global.

Mendorong IKM kerajinan masuk ke dalam rantai pasok global juga ikut menjadi prioritas Dekranasda.

Dekranasda yang memiliki visi menjadi lembaga yang andal dalam mendukung kemandirian ekonomi nasional ini akan memfokuskan diri pada giat Muslim Fashion Industri dan MotoGP 2021.

Dua giat besar tersebut merupakan lahan dan juga kesempatan bagi pengrajin NTB untuk memperkenalkan dan memasarkan produk-produknya.

Sehingga Dekranasda akan mendorong serta mendukung pengrajin untuk terlibat langsung dan juga menjadi tuan rumah dalam perhelatan bergengsi itu.

“Tujuan utama daripada Dekranasda ini adalah untuk industri dan persiapan kita untuk menyongsong MotoGP 2021,” ucapnya.

Industri yang merupakan ekosistem kerajinan ini akan dibangun melalui penguatan potensi kerajinan Indonesia.

“Ketika kita berbicara tentang industri bapak ibu, termasuk kerajinan dan turunannya. Banyak sekali, mulai dari kepak dan kita hanya butuh bahan bambu yang kita harap kepak menjadi salah satu  karakteristik NTB,” ujarnya.

Terakhir, Hj. Nuryanti memberikan semangat kepada seluruh pengurus agar terus semangat dalam mewujudkan dan melaksanakan program-program yang telah disusun bersama.

AYA/HmsNTB

 




Gubernur  Zulkieflimansyah Dampingi Menko PMK Serahkan 65 Ribu Rumah Korban Gempa

Menko PMK meyakini, di tengah musibah, di tengah kesulitan, pasti ada jalan untuk bangkit dan berlari menjadi daerah yang maju

LOTENG.lombokjournal.com — Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy didampingi Gubernur Zulkieflimansyah, Jumat (28/08/20), menyerahkan bantuan Hunian Tetap (Huntap) kepada masyarakat Desa Teratak, Batukliang Utara, Lombok Tengah yang terdampak gempa bumi dua tahun lalu.

“Kedatangan kami kesini untuk memastikan progres pembangunan rumah tahan gempa, Alhamdulillah hari ini kami menyerahkan kunci rumah tahan gempa sebanyak 65 ribu,” ujar Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy.

Menko PMK mengatakan, tugas masyarakat semua untuk segera menempati dan menjaga rumah yang telah diberikan oleh pemerintah.

Menurut Muhadjir, menjaga serta merawat lebih sulit daripada membuat rumah tersebut.

“Silahkan langsung ditempati, selanjutnya bapak-ibu jaga dan rawat rumah yang telah diberikan tersebut,” tambahnya.

Menko PMK meyakini, di tengah musibah, di tengah kesulitan, pasti ada jalan untuk bangkit dan berlari menjadi daerah yang maju.

Baginya, musibah menjadikan kita semakin kuat dan menaruh kita semua pada kedudukan yang semakin tinggi.

“Saat gempa dulu, tiga kali saya datang ke NTB, saya menyaksikan langsung rumah, tempat ibadah dan sekolah hancur rata karena musibah gempa tersebut. Hari ini, kita semua terdampak musibah global, seluruh dunia terdampak, saya bersyukur bisa datang kembali ke NTB,” ungkap mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI tersebut.

Pada kesempatan itu pula, Muhadjir mengutip surat Al-Insyirah yeng berarti tentang kelapangan, dalam surat tersebut.

Muhadjir mengutip ayat kelima yang artinya, sesungguhnya beserta kusulitan ada kemudahan.

“Dalam Al-Qur’an disebutkan, sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan, maka tetaplah optimis dan berharap pada pertolongan Tuhanmu karena sesungguhnya beserta kesulitan apapun pasti ada kemudahan yang menyertainya,” ungkap Menko PMK.

Menko PMK menyerukan agar warga NTB tetap berbaik sangka dan selalu bersyukur. Sebab, dengan cara itulah kita bisa menikmati apa yang Allah SWT telah diberikan kepada kita semua.

“Mari kita tetap bersyukur, musibah ini menguji kesabaran dan ketabahan kita semua,” kata mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Jawa Timur tersebut.

Menko PMK berterima kasih kepada Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimanysh atas kesabaran dan ketabahannya dalam memimpin NTB.

“Gubernur NTB ini teman dekat saya, kami kenal sudah sangat lama. Jaringan beliau bukan hanya nasional, tapi juga Internasional. Saya yakin, di tangan beliau, NTB pasti semakin maju. Masyarakat NTB harus bangga punya sosok pemimpin seperti Dr. H. Zulkieflimansyah,” tutupnya disambut tepuk tangan meriah dari tamu undangan.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimasyah dalam sambutannya, mengucapkan banyak terimakasih kepada Menko PMK atas perhatiannya kepada provinsi NTB.

“Jazakallah pak menteri, semoga bapak selalu dalam kesehatan dan diberikan keafiatan oleh Allah SWT,” ungkap Gubernur.

Mewakili Pemerintahan Provinsi NTB beserta seluruh masyarakat NTB, Gubernur Zul mengucapkan banyak terima kasih kepada Menko PMK yang kembali berkenan hadir di NTB.

BACA JUGA ; 

Menko PMK Minta Masyaraakat Desa Rajumas Hidupkan Pasar Minggu

Gubernur berharap ini bukan kunjungan terakhir.

“Insya Allah seluruh bantuan, seluruh perhatian yang telah bapak berikan mendapat keberkahan untuk daerah kami tercinta,” ungkap Gubernur singkat.

AYA/HmsNTB




Menko PMK Minta Masyarakat Desa Rajumas Hidupkan Pasar Minggu

Jika cara ini diterapkan, NTB akan menjadi contoh bagi provinsi lain dalam pengelolaan kesejahteraan masyarakat

LOTENG.lombokjournal.com – – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy meninjau Kampung Sehat di Desa Rajumas yang menjadi binaan Polda NTB, usai melaksanakan pembagian masker dan Huntap di Desa Teratak, Batukliang Utara, Jumat (28/08/20).

Melihat produk-produk kerajinan dan produk olahan pangan khas Desa tersebut, Menko meminta masyarakat untuk menghidupkan Pasar Minggu agar perekonomian masyarakat di Desa Rajumas ini berjalan lancar.

“Kalau ini bisa digerakkan, saya yakin akan menjadi kekuatan yang luar biasa dalam rangka membangkitkan ekonomi kerakyatan dan juga untuk mendorong pariwisata di NTB,” terangnya.

Ia mencontohkan salah satu daerah yang pernah ia kunjungi di Inggris yang menerapkan sistem pasar Minggu, bukan hanya sekedar pasar minggu biasa. Namun, lebih diperkuat dengan aturan pemerintah setempat.

“Semua warga datang di suatu tempat yang sudah disediakan mayor (bupati, red), untuk mereka jualan, hari itu tidak boleh jualan selain warga, semua toko-toko tutup, sekarang ini waktunya jualan warga,” ungkapnya.

Ia mengatakan, jika cara ini diterapkan, NTB akan menjadi contoh bagi provinsi lain dalam pengelolaan kesejahteraan masyarakat.

Keberadaan Mandalika di Lombok Tengah, jangan sampai hanya dinikmati oleh orang-orang tertentu yang memiliki modal di Mandalika. Tetapi, harus didorong agar wisatawan tidak hanya ke Mandalika, namun harus ke tempat lain seperti ini.

“Jadi bapak bupati juga harus berdialog dengan pihak pengelola Mandalika, untuk diberikan ruang, jangan hanya diberikan untuk jadi pedagang asongan saja, di sana, saya kira itu terlalu kecil,” tegas Menko ini.

Ia yakin pengelola Mandalika setuju jika program tersebut dijalankan karena hal itu termasuk dalam pemberdayaan masyarakat sekitar. Sebelum beranjak, Muhadjir berpesan kepada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19 di desa ini.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah mengucapkan terimakasih kepada menteri koordinator PMK yang berkenan hadir di NTB.

Desa Sehat ini, lanjutannya, adalah salah satu program yang diinisiasi oleh Kapolda NTB sebagai sumbangsihnya untuk NTB.

BACA JUGA ; 

Gubernur  Zulkieflimansyah Dampingi Menko PMK Serahkan 65 Ribu Rumah Korban Gempa

“Inilah inovasi dari pak Kapolda, semua desa-desa kami menunjukkan keindahan masing-masing sambil pada saat yang sama protokol kesehatan dikedepankan,” ungkap Gubernur.

Gubernur yang kerap disapa Bang Zul ini berharap, kedatangan Menko PMK dapat menjadi motivasi untuk NTB kedepannya agar menjadi salah satu provinsi yang lebih maju dari provinsi-provinsi lainnya.

AYA/HmasNTB




Kepengurusan PWI KLU Resmi Dilantik

PWI KLU senantiasa bisa bersinergi dengan Pemerintah Daerah

TANJUNG.lombokjournal.com — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Lombok Utara akhirnya terbentuk dan kepengurusannya resmi dilantik PWI Nusa Tenggara Barat (NTB) di Aula Kantor Bupati, Kamis (27/08/20).

Kepengurusan PWI Lombok Utara sempat vakum, dan akan aktif setelah pelantikan pengurus yang baru.

Ketua PWI NTB dan Ketua PWI KLU

Pelantikan pengurus ini dituangkan dalam Surat Keputusan bernomor: 056/PWI-NTB/VIII/2020, dengan Ketua Azrul Azwar, Sekretaris Rahman Hakim, Bendahara Marham ditambah dengan pengurus Divisi-Divisi.

Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH dalam pointer sambutannya yag disampaikan oleh Plt. Asisten III Setda KLU Evi Winarni, M.Si mengungkapkan, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) merupakan lembaga profesi kewartawanan tertua di Indonesia.

“PWI sebagai wadah pengembangan kapasitas dan kompetensi wartawan yang diakui sekaligus dilisensi oleh Dewan Pers. PWI KLU sempat terbentuk, namun karena kepengurusan vakum, kini diaktifkan kembali,” tuturnya.

Ditambahkannya, pelantikan pengurus PWI KLU menandakan aktifnya kembali kiprah lembaga profesi kewartawanan di KLU. Menyinambungkan agenda program kegiatan kepengurusan PWI KLU sebelumnya.

“Harapan Pemda KLU, para wartawan KLU yang tergabung dalam PWI bisa bersinergi dan memberikan kontribusi positif bagi pengembangan dan kemajuan KLU,” kata Evi yang juga Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Politik dan Hukum itu.

Pada kesempatan itu, Evi menyampaikan terima kasih kepada Ketua PWI Provinsi NTB dan jajarannya yang telah memprioritaskan dan memberikan atensi untuk PWI KLU.

Ia berharap supervisi dan saran-saran dari PWI NTB, agar PWI KLU senantiasa bisa bersinergi dengan Pemerintah Daerah.

“Bravo PWI, Jayalah Wartawan Lombok Utara, salut dan salam sinergi,” pungkasnya.

Mitra Pemerintah

Ketua PWI NTB H. Nasrudin Zain usai melantik dan prosesi penandatanganan berita acara pelantikan pengurus PWI KLU, mengatakan momentum pelantikan itu meskipun dengan sederhana namun khidmat itu, tidak mengurangi hikmah dan kiprah dari wartawan Lombok Utara.

“Satu hal yang menjadi catatan kami bahwa wartawan adalah mitra dari pemerintah, konteks kemitraan itu sejajar. Bagaimana mewujudkan kesejajaran itu, dengan kita saling melengkapi dan saling menyempurnakan, dan bukan dalam konteks mencari kesalahan,” terangnya.

Dijelaskannya, para wartawan, konteksnya saling menyempurnakan dan memperbaiki satu dengan lainnya.

“Konteks yang harus kita pikirkan bersama. Jadi, nantinya tanggung jawab moral sebagai wartawan di Lombok Utara adalah bagaimana ikut serta memberdayakan, tanggung jawab moral untuk memajukan Kabupaten Lombok Utara,” jelas Ketua PWI NTB dari RRI itu.

Pada kesempatan tersebut, pihaknya pun mengimbau pengurus PWI KLU yang telah dilantik untuk “memposisikan” kode etik jurnalis sebagai kitab kuning. Sembari mengajak pengurus PWI untuk memahaminya secara saksama.

“Bisa membuat karya yang inspiratif dan bermanfaat. Kompetitor kita bukan antarwartawan. Hal yang mesti kita kedepankan adalah berpikir visioner,” pungkasnya.

Rangkaian acara diakhiri dengan foto bersama dan ucapan selamat kepada pengurus PWI KLU yang baru dilantik.

api




Raperda APBD Perubahan NTB 2020 Diketok

Seluruh ikhtiar yang telah dilakukan berhasil dirangkum dan dirumuskan dalam satu pandangan dan komitmen yang sama

MATARAM.lombokjournal.com —  Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Provinsi NTB tentang perubahan atas Peraturan Daerah (Perda) No. 10 Tahun 2019 mendapat persetujuan dari DPRD Provinsi NTB.

Raperda tentang perubahan APBD Provinsi NTB tahun 2020 akan ditetapkan menjadi Perda setelah mendapatkan evaluasi Menteri Dalam Negeri.

Wagub Hj Sitti Rohmi

Keputusan itu diambil pada Rapat Paripurna DPRD Provinsi NTB ke-4 masa persidangan II di Ruang Rapat Paripurna Kantor DPRD Provinsi NTB, Jumat (28/08/20).

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pimpinan dan anggota DPRD NTB atas komitmen, perhatian dan kesungguhannya selama proses pembahasan sampai persetujuan ditetapkannya Rancangan Peraturan Daerah.

“Kita bersama mengetahui, pembahasan Raperda tentang perubahan APBD Provinsi NTB tahun anggaran 2020 ini, telah melalui dinamika yang sangat menyita perhatian, konsentrasi, serta tenaga dan waktu,” ucap Wagub.

Umi Rohmi sapaan akrab Wagub, bersyukur seluruh ikhtiar yang telah dilakukan berhasil dirangkum dan dirumuskan dalam satu pandangan dan komitmen yang sama.

Ia menambahkan, untuk tugas kedepan yakni bagaimana meyakinkan dan memastikan bahwa perubahan APBD yang telah ditetapkan tersebut dapat menjadi APBD yang aspiratif, responsif, akseleratif, serta mendatangkan manfaat yang besar bagi pembangunan Provinsi NTB.

“Dengan persetujuan dewan yang terhormat terhadap Raperda tentang perubahan APBD Provinsi NTB tahun anggaran 2020 ini, berarti kita telah menetapkan produk hukum daerah yang akan menjadi landasan kegiatan pembangunan baik dari sisi pendapatan, belanja, maupun pembiayaan,” jelasnya.

Persetujuan yang telah melalui proses pembahasan dan kajian yang cermat dan mendalam ini telah menunjukkan komitmen serta kesungguhan pimpinan dan segenap anggota dewan.

Komitmen yang dimaksud yakni untuk mengawal dan memastikan bahwa setiap produk hukum dan kebijakan pembangunan yang ditetapkan, sesuai dengan kebutuhan pembangunan daerah.

“Karena sejak awal pembahasannya, kita memang memiliki semangat dan tujuan yang sama, yaitu bagaimana memperbaiki kinerja APBD Provinsi NTB dapat menjadi lebih efektf, efisien dan tepat sasaran,” tutur Umi Rohmi.

Terakhir, Ia berharap semangat kebersamaan yang selama ini telah dibangun, mampu menjadi energi positif untuk melaksanakan berbagai tugas dan tanggung jawab demi terwujudnya NTB yang Gemilang.

Persetujuan DPRD Provinsi NTB terhadap Raperda tentang Perubahan APBD Provinsi NTB tahun anggaran 2020 disampaikan langsung Ketua DPRD Provinsi NTB, Dra. Hj. Baiq Isvie Rupaeda, SH, MH dan melalui Sekretaris DPRD Provinsi NTB, Mahdi, SH, MH.

Adapun rincian Raperda anggaran dan pendapatan belanja daerah perubahan tahun 2020 sebagai berikut:

Pendapatan;

  1. Semula, Rp 5.671.543.327.844,99
  2. Berkurang, Rp 338.639.325.368,97

Dengan demikian, jumlah pendapatan setelah perubahan adalah Rp 5.332.904.002.480,2

Belanja

  1. Semula, Rp 5.716.743.327.848,99
  2. Berkurang, Rp 320.252.896.845,72

Dengan demikian, jumlah belanja setelah perubahan adalah Rp 5.396.490.431.003,27,  Defisit : Rp 63.586.428.523,25 (Miliar)

Pembiayaan

  1. Penerimaan

Semula, Rp 55.300.000.000, Bertambah Rp 8.286.428.523,25

Dengan demikian, jumlah penerimaan setelah perubahan adalah Rp 63.586.428.000.523,25

  1. Pengeluaran

Semula, Rp 10.100.000.000, Berkurang, Rp 10.100.000.000

Dengan demikian, jumlah pengeluaran setelah perubahan, Rp 0. Jumlah pembiayaan neto setelah perubahan, Rp 63.586.428.523,25. Sisa lebih pembiayaan anggaran setelah perubahan, Rp 0

AYA/HmsNTB




Bank NTB Syariah Dapat Tambahan Kuota Pembiayaan Rumah Subsidi

Keberpihakan bank yang semula konvesional bertransformasi menjadi syariah ini juga konsisten menyalurkan pembiayaan ke pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)

lombokjournal.com —

MATARAM;   PT Bank NTB Syariah kembali mendapatkan tambahan kuota sebanyak 450 unit pembiayaan rumah subsidi dari Pemerintah Pusat.

240 di antaranya telah dilakukan akad pembiayaan, termasuk sebanyak 160 akad massal, tanggal 25 Agustus 2020 lalu.

Tahun 2019, Bank NTB Syariah berhasil membukukan akad 1.175 unit rumah subsidi.

Sampai dengan semester 1 tahun 2020, Bank NTB Syariah sukses menghabiskan kuota yang diberikan Pemerintah Pusat sebanyak 1.200 unit rumah subsidi program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Acara akad mMasal antara Bank NTB Syariah dengan konsumen rumah subsidi dilakukan bersamaan dengan peringatan Hari Perumahan Nasional (Hapernas) 2020 yang digelar virtual, Selasa (25/08/20). Disaksikan langsung oleh Menteri PUPR RI Basuki Hadi Mulyono, diiikuti 13 bank mitra FLPP rumah subsidi, termasuk didalamnya adalah Bank NTB Syariah.

Akad masal pengajuan kepemilikan rumah subsidi dalam program FLPP untuk wilayah NTB dilaksanakan di Hotel Santika yang dihadiri sebanyak 160 nasabah KPR rumah subsidi Bank NTB Syariah.

Acara itu berlangsung di sela-sela pameran perumahan secara virtual yang diadakan Kementerian PUPR saat Hapernas 2020 tersebut. Tetap dilaksanakan dengan mengedepankan protokol kesehatan.

Direktur Utama Bank NTB Syariah, H Kukuh Rahardjo mengatakan, peringatan Hapernas 2020 yang dilakukan secara virtual secara bersamaan di seluruh Indonesia oleh 13 bank mitra program FLPP bersama konsumen rumah subsidi dengan jumlah akad masal sebanyak 16.180 debitur.

Pria humble ini mengaku bersyukur atas kepercayaan Pemerintah Pusat kepada Bank NTB Syariah dengan kembali memberikan tambahan alokasi program FLPP di tahun 2020 ini. Sebelumnya di semester I-2020 UNIT sudah habis terjual.

Atas kepercayaan tersebut, Bank NTB Syariah terus berupaya meningkatkan kualitas layanan dan infrastruktur dalam memberikan kenyamanan bagi developer dan juga konsumen.

“Alhamdulillah pertama masuk dalam program FLPP ini tahun 2019, masyarakat melihat ada perubahan dari sisi binis di Bank NTB Syariah, salah satunya adalah kehadiran FLPP. Kami memberikan kemudahan dan kecepatan proses, termasuk kesiapan infrastruktur pendukung yang kami siapkan. Prinsipnya kami akan senantiasa terus meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah dan juga developer selaku mitra,” Kata Kukuh Raharjo melalui siaran pers yang disampai ke media, Kamis ( 27/08/20).

Ia menyebut, jumlah perusahaan pengembang (developer) yang bermita dengan Bank NTB Syariah dalam program pembiayaan perumahan terus bertambah.

Saat ini yang sudah menjalankan kemitraan dalam program pembiayaan perumahan sudah ada 28 perusahaan. Sementara itu, sedikitnya ada 40 perusahaan masih dalam proses untuk menjadi mitra Bank NTB Syariah.

“Dari jumlah tambahan 450 unit untuk program FLPP ini, tersisa sekitar 260 lagi dan kamis optimis September sudah bisa habis,” ujarnya.

Mantap ke Pembiayaan Investasi Produktif

Sementara itu Performa PT Bank NTB Syariah makin mentereng. Hal ini tak hanya karena ditopang kinerja keuangan yang positif, tapi juga setoran deviden ke pemegang saham, dalam hal ini Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten dan Kota se-NTB.

“Kinerja apik ini menjadi tolak ukur yang bagus bagi manajemen untuk dipertanggungjawabkan ke pemegang saham. Beberapa indikator dari target perseroan di tahun lalu hampir semua terlampaui.

Kukuh Raharjo mengatakan,  tercatat untuk asset dari target Rp8,32 triliun tercapai sebesar Rp8,64 triliun atau capaiannya 103,81 persen.

“Begitu pun dengan DPK (Dana Pihak Ketiga) dan laba bersih lewati 100 persen dari target,” kata Kukuh Raharjo dalam acara penjurian TopBUMD Awards 2020 yang digelar Majalah Top Business (23/3) silam.

Ia mencontohkan, untuk DPK misalnya, perseroan berhasil mengumpulkan dana mencapai Rp6,81 triliun atau sebanyak 107,22 persen dari target di angka Rp6,35 triliun.

Sementara untuk laba bersih dari target sebesar Rp161,5 miliar berhasil dibukukan sebanyak Rp163 miliar.

Namun di bagian pembiayaan, target yang dipatok sebesar Rp5,89 triliun hanya tercapai 94,72 persen atau setara Rp5,58 triliun.

Tapi tak dapat dipungkiri karena dampak gempa di NTB masih cukup dirasakan perseroan. Sehingga kucuran pembiayaan pun cukup tersendat. Modal perseroan juga berhasil dikumpulkan sebanyak 96,67 persen  dari target Rp1,47 triliun dengan realisasi sebesar Rp1,42 triliun.

Indikator lainnya juga sangat bagus. Seperti rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) di level sangat aman yakni 35,47 persen sedang targetnya di posisi 33,92 persen.

Pun demikian dengan Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) juga relative rendah di posisi 76,83 persen dari target 75,47 persen. Pun dengan rasio pembiayaan macet (NPF) bisa ditekan rendah menjadi 1,36 persen dari target 1,46 persen.

Sementara untuk imbal hasil bagi pemegang saham juga cukup stabil. Tercatat indicator return on asset (RoA) di level 2,56 persen sedang untuk return on equity meningkat menjadi 12,05 persen dari target di level 11,62 persen.

“Dengan kinerja yang bagus itu, perseroan membagikan dividen payout ratio ke pemegang saham sebesar 60% dari laba bersih. Ini juga sebagi upaya untuk mendukung pembangunan di daerah. Karena BUMD hebat, ekonomi daerah melesat,” terangnya

Keberpihakan bank yang semula konvesional bertransformasi menjadi syariah ini juga konsisten menyalurkan pembiayaan ke pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sepanjang tahun lalu, pembiayaan ke UMKM mencapai Rp419,9 miliar.

Saat ini Bank NTB Syariah lebih fokus masuk ke pembiayaan produktif, khususnya modal kerja, untuk mendukung pergerakan ekonomi di era pandemi Covid-19. Hal ini untuk mendukung program Pemerintah Daerah melalui pembiayaan kepada sektor industri daerah.

“Selama ini, NTB mempunyai banyak komoditas, tapi belum ada industrialisasi tercipta sehingga sebagian besar bahan mentah yang dikirim ke luar. Justru akan bernilai lebih bagus jika ada industrialisasi,” urai Kukuh  sembari menambahkan seperti pembiayaan komoditas utama pertanian yakni jagung, bawang putih, peternakan sapi, perikanan, bahkan perkebunan kopi.

“Kopi di NTB justru tak kalah dengan daerah lain, seperti Toraja, Mandailing, dan lainnya,” kata Kukuh.

Me




Hajjah Selly, Istiqomah Menyelamatkan Pendidikan Anak-Anak

Hajjah Selly  menerjunkan relawan Volunter Nusantara untuk melakukan pendampingan pembelajaran pada anak-anak

lombokjournal.com —

MATARAM;   Bakal Calon Wali Kota Mataram, Hj Putu Selly Andayani istiqomah menyelamatkan pendidikan anak-anak Kota Mataram masa pandemi Covid-19.

Anak-anak Mataram tak hanya butuh akses internet gratis. Mereka juga butuh pendampingan dalam belajar.

Hajjah Selly menyemengati anak-anak Suradadi Barat, Kelurahan Karang Baru, Kota Mataram, Kamis (27/08/20). Anak-anak di Karang Baru itu dengan riang menyambut kedatangan Penjabat Wali Kota Mataram tahun 2015 itu.

Anak-anak Suradadi Barat memang sedang bersuka cita. Mereka baru menyelesaikan program Sekolah Ceria yang digagas Volunter Nusantara.

Para siswa tersebut merupakan murid-murid sekolah yang kesulitan belajar daring selama pandemi Covid-19. Ada yang duduk di bangku SD, ada pula yan duduk di SMP.

“Anak-anak kita bukan hanya butuh fasilitas internet yang tidak berbayar. Tapi mereka juga butuh pendampingan saat belajar,” kata Hajjah Selly yang dikelilingi anak-anak dengan mata berbinar.

Hajjah Selly pun menerjunkan relawan Volunter Nusantara untuk melakukan pendampingan pembelajaran pada anak-anak ini.

Pendampingian dilakukan khusus pada mata pelajaran inti pada jenjang pendidikan yang sedang mereka tempuh.

Hajjah Selly adalah Pembina Volunter Nusantara. Ia menyerahkan alat-alat tulis dan buku, beserta sertifikat tanda anak-anak itu telah menyelesaikan program Sekolah Ceria Volunter Nusantara.

Selly menegaskan, bagi sebagian anak, belajar di rumah dengan dibimbing oleh orang tua adalah sebuah kemewahan. Sebab, banyak orang tua yang tak bisa melakukannya.

Sebagian orang tua harus keluar rumah untuk mencari nafkah. Sebagian lagi, orang tua memang tak memiliki pengetahuan yang memadai untuk membimbing anak-anak belajar.

Kata Hajjah Selly, jika hanya menyediakan akses internet gratis semata, hal tersebut tak akan menyelesaikan persoalan.

Melalui Sekolah Ceria yang digagas Volunter Nusantara, Hajjah Selly menerangkan, para siswa ini selain mendapat bimbingan belajar langsung selama pelajaran daring dari relawan, mereka juga menikmati suasana belajar yang menyenangkan.

Sekolah Ceria ini juga membuat nuansa kebiasaan anak-anak selama bersolah sebelumnya tidak terputus.

“Jadi, mereka bisa menambah pengalaman dan pengetahuan dengan asyik dan menyenangkan,” katanya.

Me




BPJS Kesehatan Kembangkan Digitalisasi Layanan, Menceggah Kecurangan Program JKN-KIS

BPJS Kesehatan menerapkan verifikasi klaim layanan berbasis digital

lombokjournal.com —

MATARAM ;  BPJS Kesehatan mengembangkan upaya pencegahan kecurangan program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Salah satu upaya pengembangan yang dimaksud adalah digitalisasi layanan, mulai dari pengembangan penggunaan biometrik, teknologi analisa data, serta machine learning.

Maya Amiarny Rusady, Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, mengatakan itu terkait upaya Pencegahan Kecurangan Program JKN-KIS

Lebih dari  itu, BPJS Kesehatan juga menerapkan verifikasi klaim layanan berbasis digital (Vedika).

Maya menjelaskan, kini sistem tersebut sudah semakin matang, dan setiap harinya mampu merekam data dalam jumlah yang tidak sedikit.

Data yang didapat dari sistem tersebut pun terus berkembang, hingga menghasilkan data-data analisa termasuk yang mengarah pada kecurangan ( fraud).

Dalam keterangan tertulisnya Maya menerangkan, BPJS Kesehatan juga menggunakan teknologi machine learning dalam upaya meminimalkan potensi fraud.

“Teknologi ini memanfaatkan alogaritma dari pengguna yang fungsinya untuk mempelajari klaim-klaim yang diajukan,” jelas Maya.

Maya mengatakan itu, dalam Webinar Peran Pemerintah Daerah dalam Pencegahan Fraud JKN, Kamis (27/8/2020).

DITambahkan, untuk mencegah kecurangan JKN-KIS, BPJS Kesehatan mendorong pula pemerintah daerah (pemda) mengoptimalkan upaya pencegahan.

Upaya yang dapat dilakukan pemda adalah menyusun regulasi pendukung dari turunan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 16 Tahun 2019 tentang Pencegahan dan Penanganan Kecurangan (Fraud).

Serta Pengenaan Sanksi Administrasi terhadap Kecurangan (Fraud) dalam Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan.

“Pemda merupakan salah satu key stakeholder BPJS Kesehatan dalam penyelenggaraan program JKN-KIS. Penting bagi pemda memahami perannya. Pelayanan yang bermutu menjadi aksi kolaborasi besar dari seluruh pemangku kepentingan,” kata Maya.

Tim Pencegahan Kecurangan

Senada dengan Maya, Inspektur I Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sekaligus Ketua Tim Pencegahan Kecurangan Tingkat Pusat, Edward Harefa mengatakan, pemda maupun fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan dan melaksanakan Program JKN-KIS, harus mulai menyusun regulasi pendukung.

Pihak-pihak tersebut juga harus mengembangkan budaya pencegahan kecurangan, memberi pelayanan yang berorientasi pada kendali mutu dan biaya, serta membentuk Tim Pencegahan Kecurangan JKN-KIS di daerah masing-masing.

“Kemenkes telah memonitor dan mengevaluasi implementasi upaya pencegahan kecurangan program JKN-KIS di Dinas Kesehatan (Dinkes), RS Vertikal, dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Hasil monitoring menunjukkan, masih perlu dilakukan sosialisasi tentang Permenkes Nomot 16 Tahun 2019, serta kegiatan monitoring,” kata Edward.

Dikatakan, integrasi sistem pencegahan, deteksi, dan penanganan kecurangan pada seluruh area program JKN-KIS juga perlu dilakukan, melalui upaya sistematis dari dinkes kabupaten atau kota, melalui penyusunan kebijakan, pelaksanaan dan monitoring, serta evaluasi.

Rr




UPDATE Covid-19: Hari Kamis, 27 Agutus 2020, Bertambah 23 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 27 Orang, Kasus Kematian 1 (satu) Orang

Tiga kelompok rentan, yakni anak-anak, orang dengan komorbid serta para lanjut usia, agar sebisa mungkin menghindari aktivitas di luar rumah

MATARAM.lombokjournal.com — Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium TCM RSUD Praya, dan Laboratorium TCM RS. HL. Manambai Abdulka.dir mengkonfirmasi, ada tambahan 23 pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Lalu Gita Aryadi[/caption] Dalam siaran pers hari Rabu (21/08/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 226 sampel dengan hasil 182 sampel negatif, 21 sampel positif ulangan, dan 23 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 27 orang.

Dengan adanya tambahan 23 kasus baru terkonfirmasi positif, 27 tambahan sembuh baru, dan 1 (satu) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (27/8/2020) sebanyak 2.684 orang, dengan perincian 1.971 orang sudah sembuh, 156 meninggal dunia, serta 557 orang masih positif.

“Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” katanya.

TAMBAHAN 23 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH  27  ORANG, KASUS KEMATIAN 1 (SATU) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 2662, an. J, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Desa Perung, Kecamatan Lunyuk, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS. H.L.Manambai Abdulkadir;
  2. Pasien nomor 2663, an. K, perempuan, usia 68 tahun, penduduk Desa Motong, Kecamatan Utan, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS. H.L.Manambai Abdulkadir;
  3. Pasien nomor 2664, an. R, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentfikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram;
  4. Pasien nomor 2665, an. Z, perempuan, usia 52 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
  5. Pasien nomor 2666, an. SH, perempuan, usia 45 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Utara, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2638. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSAD Wira Bhakti Mataram;
  6. Pasien nomor 2667, an. JAFH, laki-laki, usia 17 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Utara, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2638. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSAD Wira Bhakti Mataram;
  7. Pasien nomor 2668, an. RNS, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Utara, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2638. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSAD Wira Bhakti Mataram;
  8. Pasien nomor 2669, an. RAP, laki-laki, usia 9 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Utara, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2638. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSAD Wira Bhakti Mataram;
  9. Pasien nomor 2670, an. RS, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  10. Pasien nomor 2671, an. AS, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  11. Pasien nomor 2672, an. A, laki-laki, usia 54 tahun, penduduk Kelurahan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Unram;
  12. Pasien nomor 2673, an. S, perempuan, usia 61 tahun, penduduk Desa Kopang Rembiga, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Praya;
  13. Pasien nomor 2674, an. J, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Desa Muncan, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Praya;
  14. Pasien nomor 2675, an. F, perempuan, usia 49 tahun, penduduk Kelurahan Sayang-sayang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  15. Pasien nomor 2676, an. KDSR, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Desa Gerung Selatan, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  16. Pasien nomor 2677, an. M, perempuan, usia 53 tahun, penduduk Desa Sekotong, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  17. Pasien nomor 2678, an. NWS, perempuan, usia 54 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Selatan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentfikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB;
  18. Pasien nomor 2679, an. M, perempuan, usia 46 tahun, penduduk Desa Kebon Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju;
  19. Pasien nomor 2680, an. M, laki-laki, usia 5 hari, penduduk Desa Kebon Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju;
  20. Pasien nomor 2681, an. J, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Melayu, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Jati Baru dan RSUD Kota Bima;
  21. Pasien nomor 2682, an. LEG, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Sapta Marga, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSAD Wira Bhakti Mataram;
  22. Pasien nomor 2683, an. SM, laki-laki, usia 27 tahun penduduk Kelurahan Dayen Peken, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak belum dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga Mataram;
  23. Pasien nomor 2684, an. VH, laki-laki, usia 28 tahun penduduk Desa Padak Guar, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga Mataram.

Hari Kamis terdapat penambahan 27 orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu:

  1. Pasien nomor 1743, an. IK, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Kekeri, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  2. Pasien nomor 1822, an. AHDH,laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Warga Negara Asing. Pasien berdomisili Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah;
  3. Pasien nomor 2022, an. AM,laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Selatan, Kecamatan Raba, Kota Bima;
  4. Pasien nomor 2048, an. A,laki-laki, usia 58 tahun, penduduk Desa Lekong, Kecamatan Alas Barat, Kabupaten Sumbawa;
  5. Pasien nomor 2049, an. IH,laki-laki, usia 21 tahun, penduduk Desa Dalam, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa;
  6. Pasien nomor 2050, an. M,laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Desa Dalam, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa;
  7. Pasien nomor 2220, an. MI,laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Utara, Kecamatan Raba, Kota Bima;
  8. Pasien nomor 2224, an. BSN, perempuan, usia 57 tahun, penduduk Kelurahan Sayang Sayang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  9. Pasien nomor 2247, an. MT, laki-laki, usia 51 tahun, penduduk Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa;
  10. Pasien nomor 2248, an. MF, laki-laki, usia 18 tahun, penduduk Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa;
  11. Pasien nomor 2268, an. TH, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa;
  12. Pasien nomor 2294, an. NAKD, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Desa Pemenang Timur, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara;
  13. Pasien nomor 2347, an. IGBYA, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  14. Pasien nomor 2351, an. WAS,laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, Kota Bima;
  15. Pasien nomor 2385, an. S,perempuan, usia 38 tahun, penduduk Desa Aikmel, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur;
  16. Pasien nomor 2426, an. AA, laki-laki, usia 18 tahun, penduduk Desa Wanasaba, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur;
  17. Pasien nomor 2433, an. NNM,perempuan, usia 54 tahun, penduduk Desa Sokong, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara;
  18. Pasien nomor 2450, an. MFD,laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Desa Penujak, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah;
  19. Pasien nomor 2476, an. S,laki-laki, usia 56 tahun, penduduk Desa Pancor, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  20. Pasien nomor 2488, an. IBT, laki-laki, usia 55 tahun, pendudukKelurahan Mayura, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  21. Pasien nomor 2497, an. M,perempuan, usia 34 tahun, penduduk Desa Pancor, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  22. Pasien nomor 2498, an. AM,laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Desa Sukadamai, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur;
  23. Pasien nomor 2500, an. P, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Temusik, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  24. Pasien nomor 2501, an. UH, perempuan, usia 46 tahun, penduduk Desa Kampung Karya, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur;
  25. Pasien nomor 2524, an. H,perempuan, usia 53 tahun, penduduk Desa Danger, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur;
  26. Pasien nomor 2577, an. NNM,perempuan, usia 68 tahun, penduduk Kelurahan Karang Baru, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  27. Pasien nomor 2611, an. BDS, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Kembang Sari, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur.

Hari Kamis ini juga terdapat penambahan 1 (satu) kasus kematian baru, yaitu pasien nomor 2665, a, n. Z, perempuan, usia 52 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Pasien memiliki penyakit komorbid.

Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, Lalu Gita Aryadi mengajak masyarakat tetap patuh dan disiplin menerapkan protokol kesehatan dan pecegahan Covid-19 dalam setiap aktivitas kegiatan ekonomi dan sosial kemasyarakatan.

“Penting untuk kita semua bisa bersabar dan beradaptasi dengan era tatanan baru kehidupan agar kita semua dapat sehat dan produktif dimasa pandemi Covid-19,” katanya.

Tetap gunakan masker, senantiasa mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir, menjaga jarak (physical distancing) serta menjaga pola hidup bersih dan sehat.

.AYA/Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.